Fiksi Realistis: Pengertian, Ciri dan Cara Menuliskannya

Fiksi Realistis

Ketika sebuah karya sastra fiksi menggunakan setting nyata dan orang-orang nyata dalam bangunan ceritanya, beberapa penulis sudah menyebutkanya sebagai fiksi realistis. Namun, apakah hanya sesederhana itu fiksi realistik dalam implementasi yang sebenarnya?

Nah, www.penulisgunung.id kali ini akan mengajak kamu untuk membahasnya secara komplit.

Kamu butuh ghost writer profesional untuk menyelesaikan pekerjaanmu?

Pengertian Fiksi Realistis

fiksi realistis
Photo by Pixabay on Pexels.com

Fiksi realistis adalah sub genre dalam penulisan fiksi yang melibatkan cerita yang terlihat sangat dapat untuk pembaca percayai. Buku fiksi realistik seringkali menampilkan isu-isu yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari, karakter yang realistis, dan setting yang memang sangat masuk akal di dunia nyata.

Cerita dalam fiksi realistik dapat terjadi dalam periode waktu apa pun, dari masa lalu hingga masa depan, asalkan berpusat pada karakter yang membumi dan masalah nyata. Namun, dalam kebanyakan kasus, fiksi realistis hampir selalu terjadi di masa hidup penulisnya sendiri.

Fiksi realistik bertentangan dengan genre seperti fantasi, fiksi ilmiah, dan banyak jenis novel petualangan dan juga horor. Genre-genre tersebut dengan segala kelebihannya, mengandalkan pembengkokan aturan kehidupan sehari-hari yang membuatnya keluar dari wilayah realisme.

Namun pengertian ini kadang-kadang menjadi tumpang tindih jika mendapatkan perbandingannya dengan fiksi romantis, kriminal, atau misteri. Karena pada banyak cerita, genre-genre seperti juga terlihat sangat masuk akal dan realistik.

Salah satu cara untuk memberikan pagar pembatas antara fiksi realistis dan genre-genre seperti komedi romantis, kriminal dan lain sebagainya adalah dengan memperhatikan trope atau kiasannya. Jika genre romantis, maka romantisme yang terjalin antar karakter itulah yang menjadi urat nadi ceritanya.

Ciri Umum dalam Fiksi Realistis

Dalam implementasi penulisannya, fiksi realistik seringkali dapat pembaca kenali melalui ciri-cirinya. Namun, ciri-ciri ini sendiri pada banyak kesempatan juga seringkali tumpang tindih dengan genre-genre yang menjadi garis besar cerita.

Secara umum, ciri-ciri fiksi realistis adalah sebagai berikut:

1. Karakter Cerita yang Realistis

Pembaca biasanya menganggap karakter dalam cerita ini dapat mereka percaya dan familiar dalam kehidupan nyata.

Setiap orang dalam cerita mulai dari karakter utama protagonis hingga antagonis yang mungkin adalah orang dekat tokoh utama sendiri, harus benar-benar bisa untuk pembaca percaya. Artinya, semua karakter dalam cerita harus terasa seperti orang sungguhan dengan barometer nilai  manusiawi.

2. Setting yang Realistis

Latar cerita fiksi realistis harus mengikuti aturan kehidupan nyata di bumi. Artinya setting yang menjadi tempat berlangsungnya cerita ini adalah sesuatu yang masuk akal dan akrab dengan kehidupan pembaca walaupun mereka belum melihatnya secara langsung.

Setting realistik ini berkebalikan dengan setting imajiner yang biasa ada dalam penulisan cerita fantasi atau pun fiksi ilmiah.

3. Konflik yang Relevan

Tokoh utama dalam fiksi realistik mungkin menghadapi kerinduan akan cintanya yang tak berbalas, takut pindah ke tempat baru, melakukan perjalanan yang penuh tantangan, atau berjuang untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Intinya adalah; fiksi realistik harus mengangkat konflik permasalahan yang nyata dalam kehidupan yang real.

Artinya, buku fiksi realistis juga dapat menyentuh masalah sosial, psikologis, atau mungkin membahas topik yang pelik seperti kecanduan dan penyakit mental.

Unsur Penting yang Harus Ada dalam Fiksi Realistis

Dalam menulis fiksi realistis ada beberapa unsur penting yang harus kamu sertakan untuk membuatnya sempurna. Dengan adanya unsur-unsur ini, sebuah cerita fiksi yang kamu tulis, akan benar-benar terasa sentuhan realistisnya bagi pembaca.

Lantas, apa saja unsur-unsur penting dalam penulisan fiksi realistic?

1. Setting Kontemporer

fiksi realistis
Photo by Artem Podrez on Pexels.com

Setting dalam fiksi realistik harus sezaman dengan waktu penulisannya, dengan kata lain peristiwa harus terjadi baik di masa sekarang atau baru-baru ini. Memang sebenarnya tidak ada aturan baku untuk  hal ini. Tetapi sebagai pedoman, karakter dalam fiksi realistis harus berurusan dengan masalah yang berhubungan dengan dunia modern.

Atau dalam istilah yang lain, setting dalam fiksi realistis harus relevan dengan pembaca dan masalah kontemporer yang mereka hadapi dalam keseharian.

2. Peristiwa dalam Cerita yang Harus Bisa Dipercaya

Ini adalah pernyataan yang terus berulang dalam penjelasan fiksi realistik bahwa karakter dan peristiwa harus dapat pembaca percayai.

Namun hal ini tidak berarti fiksi realistik harus membosankan. Banyak hal luar biasa yang dapat kamu bayangkan terjadi pada orang-orang dalam kehidupan nyata. Atau dalam konteks yang lain, ada banyak hal yang tampaknya biasa dalam kehidupan sehari-hari namun dapat penulis jelaskan dengan cara yang luar biasa.

Misalnya begini, sebuah novel fiksi realistik berkisah tentang seorang remaja yang tumbuh dewasa di Jakarta. Dalam kondisi nyata, ada banyak orang yang tumbuh dewasa di Jakarta sehingga ini boleh jadi bukan sesuatu yang luar biasa.

Namun ini adalah salah satu keistimewaan fiksi realistik yang harus mampu melihat konteks yang sederhana dalam narasi yang lebih dekat. Perjalanan tumbuh dewasa seseorang di Jakarta dapat menjadi menarik ketika penulis mampu menggambarkannya dalam banyak dinamika.

Arti lain dari hal ini adalah, fiksi realistik seringkali mampu membangun sebuah seni dari hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

3. Gunakan Isu Kontemporer

Hal utama yang memisahkan fiksi realistis dari yang lain adalah pokok bahasannya. Ketika genre lain berfokus pada pengalaman manusia, fiksi realistis membahas fokus pada masalah kontemporer.

Perjalanan tumbuh dewasa adalah batu ujian yang cukup umum untuk fiksi realistis. Selain itu, fiksi realistik juga sangat mungkin untuk berurusan dengan perceraian, kehilangan orang yang kamu cintai, pengangguran, kenakalan remaja atau masalah sosial yang lainnya.

Bagian penting yang perlu kamu ingat ketika menulis fiksi realistic adalah bahwa isu-isu ini harus dapat diterima oleh pembaca dan relevan dengan dunia pada saat penerbitan. Jadi, kamu juga dapat menjadikan isu kontemporer yang terjadi dalam kehidupan di sekitar pembaca melalui kacamata sastra yang mampu mengubahnya menjadi narasi yang bernilai bagi pembaca.

4. Memiliki Pesan untuk Pembaca tentang Hal Sehari-hari

Fiksi realistik yang bagus juga harus memiliki pesan atau amanat kepada pembaca. Pesan yang paling ideal dalam fiksi realistik adalah yang relevan dengan kehidupan pembaca dan keseharian mereka.

Umpamanya sebuah buku fiksi realistis memiliki karakter yang belajar mengatasi penyakit mental atau berduka karena kehilangan orang yang ia cintai. Atau dalam kesempatan lain, kamu juga menulis sebuah cerita fiksi realistik tentang seseorang yang melawan kecanduan obat terlarang, atau melawan pengangguran dengan berwirausaha, atau lain sebagainya.

Permasalahan seperti ini memiliki pesan yang dapat pembaca terima sebagai sesuatu yang nyata bagi mereka. Intinya adalah bahwa pembaca dapat mengambil pesan-pesan tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.

Hal yang Tidak Boleh Ada dalam Fiksi Realistis

Sebagai sebuah penulisan fiksi yang bercerita tentang sesuatu yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, fiksi realistik juga memiliki beberapa hal yang harus kamu hindari saat menuliskannya. Fiksi realistik yang memiliki beberapa hal ini nanti, akan menunjukkan kecacatannya sebagai sebuah karya fiksi kontemporer yang sempurna.

Nah, apa saja yang harus kamu hindari ketika menulis fiksi realistik?

1. Terlalu Klise (Biasa-biasa Saja)

fiksi realistis
Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Inti dari permasalahan ini adalah; novel fiksi yang kamu tulis tidak boleh membosankan! Dan jebakan ini menjadi lebih besar jika itu dalam ranah fiksi realistik karena isunya yang ada dalam lingkup kehidupan sehari-hari.

Fiksi realistis memang harus berurusan dengan masalah sehari-hari yang relevan. Namun, tugas penulis adalah mengubah isu-isu tersebut menjadi cerita yang menarik bagi pembaca.

Jika kamu menulis sebuah buku tentang seorang pria yang pergi ke kantor setiap hari, menghadiri undangan pernikahan, dan meninggal dengan bahagia pada usia tujuh puluh enam tahun. Maka ini secara teknis adalah fiksi yang realistis, tetapi jelas ini bukan sesuatu yang menarik bagi pembaca.

Dalam cerita jenis apa pun, harus ada konflik untuk membuatnya menarik, termasuk juga fiksi realistik. Kamu mungkin bisa membuat tokoh cerita harus merantau keluar kota dan meninggalkan pacarnya, kemudian pacarnya selingkuh dengan sahabatnya, dan sebagainya.

Intinya adalah, ada sesuatu yang biasa terjadi pada tokoh cerita yang membuat ia masuk dalam pusaran konflik untuk mencapai tujuannya. Tapi, ingatlah pula bahwa konfliknya harus kontemporer dan akrab bagi pembaca.

2. Elemen Supranatural

Bagaimanapun juga kamu sama sekali tidak boleh menggunakan unsur supranatural dalam menulis cerita fiksi realistis. Dalam upaya menyelesaikan semua permasalahan dan konflik yang ia hadapi, kamu harus mampu memastikan bahwa tidak ada penggunaan hal-hal ajaib, mustahil, sihir atau sesuatu yang terkesan mukjizat.

Sihir, makhluk supernatural, setting fantasi, dan hal-hal semacam itu memiliki waktu dan tempatnya masing-masing.

Jika kamu memang tertarik untuk menulis setting kehidupan nyata dengan penambahan unsur magis seperti itu, kamu mungkin dapat mencoba fiksi fantasi urban. Namun dalam fiksi realistik, unsur seperti itu tidak dapat kamu lakukan.

Tips Menulis Fiksi Realistis

Nah, sekarang jika kamu tertarik untuk menulis cerita fiksi realistik, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Dengan melakukan tips-tips berikut ini nanti, kamu akan semakin mahir membangun sebuah karya sastra fiksi realistik yang menarik untuk pembaca.

1. Mulailah dari Cerpen Realistis

Tips paling sederhana yang bisa kamu coba sebelum terjun dalam penulisan novel fiksi realistik adalah dengan menulis cerita-cerita yang lebih kecil untuk jenis yang sama. Dengan kata lain, kamu dapat berlatih membuat beberapa cerpen fiksi realistis sebelum mulai menulis project yang lebih besar dalam bentuk novel.

Ada banyak karya hebat dalam bentuk cerpen yang menjadi ikonik dalam kisah fiksi realistik. Jadi, kamu tidak perlu khawatir bahwa cerpen adalah sesuatu yang terlalu sepele untuk kamu kerjakan untuk karya sastra jenis ini.

Namun yang paling fundamental tujuan bukan itu.

Tujuan kamu berlatih menulis cerpen-cerpen dengan genre fiksi realistis adalah untuk memberikan kamu pengalaman, pembiasaan dan keterampilan yang semakin terasah. Semua ini nanti akan sangat bagus untuk menunjang performa penulisanmu dalam membangun dunia fiksi realistis yang lebih besar seperti novel.

2. Luangkan Waktu untuk Riset

Apakah peristiwa dalam ceritamu terjadi dalam masa hidup kamu sendiri atau pada masa lalu, luangkan waktu untuk melakukan riset. Dengan riset, kamu akan menemukan banyak hal yang kemudian dapat kamu gunakan untuk membuat ceritamu menjadi lebih kaya.

Kamu bisa melakukan riset yang luas dalam penulisan fiksi realistis. Dengan misalnya mengetahui kemajuan teknologi modern, tren ekonomi, dan sistuasi politik terkini, kamu dapat membuat setting cerita yang lebijh otentik. Hal ini akan sangat berguna untuk menjadi motivasi dalam konflik cerita yang umum dalam fiksi realistis seperti cinta, kekuasaan, kesombongan, dan balas dendam.

BACA JUGA:

Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level

Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: