Memasarkan Diri Sendiri

Menulis dan memasarkan diri sebagai penulis adalah dua hal yang sama-sama penting, dan itu menjadi salah satu kunci sukses seorang penulis di era digital sekarang. Jika kamu mampu menulis dengan baik dan tahu cara memasarkan diri sendiri sebagai seorang penulis profesional, maka kamu sudah sangat dekat dengan kesuksesan.

Nah, bagaimana caranya memasarkan diri sendiri sebagai seorang penulis profesional untuk mendapatkan hasil yang efektif untuk kesuksesanmu?

Artikel www.penulisgunung.id akan membahasnya kali ini.

Kamu butuh ghost writer profesional untuk menyelesaikan pekerjaanmu?

4 Cara Paling Efektif Memasarkan Diri Sendiri Sebagai Penulis Profesional

Di era digital seperti sekarang ini, untuk berhasil dalam menulis tidak cukup dengan hanya hebat dalam merangkai kata saja. Kemampuan mempromosikan diri dan menjual skill dalam menulis juga tidak kalah penting untuk kamu kuasai.

Penulis yang paham menulis namun tidak pandai mempromosikan dirinya, tidak akan dikenal sebagus apa pun karya yang ia tuliskan. Konsekuensinya adalah kamu kesulitan menjual karyamu sehingga juga akan berakibat pada penjualan dan pemasukan dari aktivitas menulis. Dalam hal ini, kamu mungkin produktif dalam menulis namun tidak produktif dalam menghasilkan uang dari aktivitas tersebut.

Meskipun kemampuan memasarkan adalah bagian paling penting dari sebuah bisnis, termasuk dalam menulis, ia juga harus seimbang dengan aktivitas menulis itu sendiri.

Penulis yang hanya peduli dengan memasarkan, menjual dan mempromosikan dirinya saja, maka kualitas tulisannya akan menurun. Sementara penulis yang hanya peduli dengan menulis saja tanpa diselingi dengan cukup pemasaran, maka kamu tidak akan produktif menghasilkan uang. Dalam konteks ini, menulis dan memasarkan diri sebagai penulis adalah keseimbangan.

Jadi, apa kira-kira yang bisa kamu lakukan untuk memasarkan diri sendiri sebagai seorang penulis dan menarik calon klien yang potensial namun di saat yang sama juga tetap produktif dalam menulis?

1. Bangun Blog dan Tulis Konten yang Menarik Calon Klien

photo of a gray dell laptop displaying pexels webpage
Photo by Lisa Fotios on Pexels.com

Blog adalah salah satu alat yang harus seorang penulis miliki. Dengan blog kamu bisa membranding diri kamu sendiri sebagai seorang penulis profesional sekaligus juga membangun basis subscriber atau follower yang setia. Jadi, jika kamu seorang penulis dan hari ini belum memiliki blog atas nama kamu sendiri, segeralah membuatnya.

Dalam membuat blog sebagai cara memasarkan diri sendiri ini, kamu bisa mengikuti beberapa langkah teknis berikut ini.

1. Buat Halaman Website yang Menarik

Kekeliruan yang paling sering terjadi untuk setiap blogger pemula adalah dengan menampilkan sesuatu yang sebenarnya tidak penting dalam blog mereka. Misalnya setelah kamu membeli nama domain dan mulai merancang halaman beranda, kamu justru menghabiskan waktu seharian  hanya untuk mencari gambar dan kata-kata yang puitis saja.

Untuk memasarkan diri sendiri sebagai penulis profesional, jelas itu bukan tujuanmu dalam membuat blog!

Ingatlah selalu bahwa kamu membuat blog untuk menarik calon pelanggan yang akan menggunakan jasamu sebagai penulis. Jadi, semua hal yang kamu tempatkan pada blog baik itu halaman beranda, konten atau apa pun, memiliki orientasi untuk tujuan tersebut.

Tujuan yang jelas adalah bagian paling penting dalam menulis blog. Kamu harus memiliki sebuah tujuan yang spesifik supaya blogmu dapat kamu bangun dengan arah yang jelas pula. Untuk itulah pada bagian persiapan blog awal ini, fokusmu adalah melengkapi semua kontak diri kamu sendiri sebagai penulis yang akan memudahkan pengunjung untuk menghubungimu.

Pada langkah yang pertama ini kamu juga dapat memutuskan berapa halaman blog yang kamu butuhkan. Ingat pula untuk membuat halaman yang benar-benar berguna untuk membantu tujuanmu dalam memasarkan diri sendiri.

Biasanya, beberapa halaman penting dalam sebuah blog penulis adalah sebagi berikut.

  • Beranda atau Home
  • Tentang atau About
  • Service atau layanan yang ditawarkan
  • Fortopolio
  • Kontak

Jika kemudian kamu ingin menambahkan halaman yang lain dalam blogmu, pastikan kembali bahwa halaman tersebut ikut menunjang tujuanmu yang utama.

Setelah lengkap dan blogmu sudah siap, sekarang fokusmu adalah dengan membuat konten yang menarik.

2. Buat Konten yang Menarik Target Pembacamu

Untuk memaksimalkan tujuanmu dalam memasarkan diri sendiri sebagai seorang penulis profesional, ada serangkain poin yang penting untuk kamu perhatikan ketika membuat konten. Konten apa pun itu bentuknya, baik ia artikel, video atau gambar, harus kamu awali dengan tiga hal berikut ini.

  • Identifikasi pembacamu atau target kontenmu dengan sebaik mungkin.
  • Temukan topik yang menarik tentang mereka.
  • Baut konten yang mampu menjawab kebutuhan pembacamu.

Dalam membuat konten yang menarik, kamu tidak bisa meninggalkan riset, riset adalah bagian penting untuk memastikan kamu membuat konten yang tepat sasaran. Riset ini juga untuk memastikan bahwa sebagai penulis kamu mengenal kebutuhan, masalah dan solusi yang bisa kamu berikan kepada pembaca blogmu, bahkan melebihi apa yang mereka ketahui sendiri.

Ada banyak cara untuk mengenal target audiensmu, salah satu yang paling efektif adalah dengan menghubungi mereka secara langsung. Gunakan media sosial seperti facebook, instagram atau tiktok tempat calon pembacamu berkumpul dan ajukan beberapa pertanyaan untuk mereka.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu gunakan dalam membuat riset seperti ini misalnya adalah:

  • Mengapa Anda tertarik untuk (…..)?
  • Mengapa (…..) adalah sesuatu yang sulit untuk Anda lakukan?
  • Apa masalah terbesar yang Anda hadapi ketika ingin (…..)?
  • Apa yang akan Anda peroleh ketika berhasil (…..) tersebut?
  • Dan seterusnya.

Nah, setelah kamu melakukan survei seperti ini, sekarang adalah waktunya memberikan value kepada audienmu. Buat konten yang mampu menjawab kebutuhan pembacamu dan pastikan mereka mengetahui kamu memiliki solusi untuk masalah yang mereka miliki.

2. Bangun Mailing list dan Lakukan Penawaran Produkmu

Cara Memasarkan Diri Sendiri
Photo by Torsten Dettlaff on Pexels.com

Seorang freelance dengan profesi apa pun yang ia tekuni, seharusnya menggunakan daftar email (mailing list) sebagai salah satu cara untuk memasarkan layanannya. Bukan hanya freelancer saja, bahkan perusahaan yang sudah bonafit dengan basis pelanggan yang setiapun tetap menggunakan mailing list.

Mailing list adalah daftar alamat email calon klien, calon pelanggan atau calon pengguna jasamu. Email list bisa kamu dapatkan dengan memberikan sesuatu kepada calon pelanggan tentang sesuatu yang mereka butuhkan secara gratis, untuk ditukar dengan kontak yang mereka miliki, termasuk alamat email.

Penawaran gratis yang biasa diberikan kepada calon klien untuk mendapatkan kontak mereka (email) adalah yang kemudian dikenal dengan istilah lead magnet.

1. Buat Lead magnet yang Menarik Prospek

Setelah kamu mengetahui dengan persis siapa yang akan menjadi audiens atau calon klienmu melalui beberapa pertanyaan sebelumnya, sekarang adalah saatnya untuk membangun hubungan dengan mereka dan mendapatkan kontak mereka secara lebih personal.

Hadiah apa pun yang bisa kamu tawarkan kepada calon klienmu untuk mereka tukar dengan kontak informasi mereka adalah lead magnet. Sebelumnya mendapatkan lead magnet bukanlah hal yang sulit, terutama pada masa-masa awal kehadiran internet. Namun sekarang, lead magnet tidak semudah sebelumnya.

Nah, supaya lead magnet yang kamu miliki benar-benar efektif dan menarik, kamu perlu mempelajari caranya.

Cara yang paling umum dan efektif untuk membuat lead magnet yang tepat adalah dengan mengidentifikasi masalah terbesar audiensmu. Identifikasi masalah terbesar yang mereka miliki tersebut, kemudian konversi dalam bentuk bantuan gratis yang bisa kamu berikan dalam lead magnet tersebut.

Misalkan kamu mengidentifikasi kebutuhan utama pemirsamu adalah kesulitan menulis kisah hidup mereka, nah dalam lead magnet, kamu bisa menawarkan sebuah bantuan dan janji untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Gunakan Aplikasi Email List yang Tepat

Setelah kamu membuat lead magnet yang mampu menarik calon klienmu, sekarang adalah saatnya untuk menemukan apa aplikasi mailing list yang benar-benar bisa memudahkan pekerjaanmu selanjutnya.

Mengirim satu-satu pesan ke setiap alamat email yang sudah kamu dapat tentu saja adalah cara yang tidak efektif. Dengan aplikasi mailing list yang tepat, kamu bahkan dapat mengirim pesan ke 1000 kontak email hanya dengan menekan satu tombol perintah. Aplikasi email yang tepat akan membuat pekerjaanmu jauh menjadi lebih mudah.

Dalam dunia email marketing, ada banyak jasa penyedia email yang dapat kamu gunakan. Namun karena banyak justru hal tersebut kadang membingungkan. Sebagai cara untuk membuatnya lebih mudah, prioritaskan untuk memilih aplikasi email marketing yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhanmu saja.

Beberapa fitur dasar yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih aplikasi email marketing misalnya adalah;

  • Simpel dan gampang digunakan.
  • Otomatis.
  • Personalisasi
  • Pilihan opsi pengiriman.

Ada banyak penyedia jasa email marketing yang dapat kamu gunakan. Bahkan jika kamu membangun blogmu di wordpress misalnya, ada ratusan plugin yang dapat kamu pilih untuk tujuan ini.

3. Bagikan Sesuatu yang Bermanfaat Melalui Email

Pekerjaanmu tidak selesai setelah kamu membagikan lead magnet kepada calon klien dan mendapatkan kontak mereka dalam kontak email marketing. Untuk memastikan terbangun hubungan yang sehat antara diri kamu sendiri sebagai penulis dengan klien sebagai calon pembeli layananmu, kamu perlu merawat hubungan tersebut.

Lantas bagaimana caranya?

Cara yang paling menarik adalah dengan memastikan kamu mengirimi mereka email yang memiliki manfaat untuk mereka dalam kehidupan mereka sehari-hari. Jika pada langkah sebelumnya kamu telah mengenal calon klienmu dengan baik, maka mengidentifikasi persoalan mereka sehari-hari mungkin bukan satu kesulitan yang serius.

Kamu bisa mengirimkan email misalnya tentang artikel blog yang sudah kamu tulis, atau buku baru yang akan kamu bagikan secara gratis, atau konsultasi online yang akan kamu adakan. Intinya pastikan untuk mengirim email dengan konten yang bernilai, berharga dan bermanfaat bagi calon klienmu.

Hindari untuk mengirim email yang berisi penjualan secara terus menerus karena ini dengan cepat akan membuat klien dalam kontakmu berhenti berlangganan. Sebaiknya beri keseimbangan antara email informasi dan email penjualan, supaya calon klien tidak merasa keberatan.

Atau jika kamu ingin mencobanya, kamu dapat menggunakan rumus 80:20. Artinya 80% kamu mengirimkan email informasi bernilai, dan 20% untuk penjualan dan penawaran jasa yang kamu miliki.

3. Tulis Guest Post di Beberapa Blog Pilihan

Cara Memasarkan Diri Sendiri
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Sebagai penulis freelance yang menulis untuk menghasilkan uang, meminta kamu untuk menulis secara gratis di blog orang lain mungkin terdengar aneh. Tapi itu bukan poin pentingnya, dalam menulis guest post kamu tetap akan mendapat bayaran, hanya saja bayarannya tidak kamu dapatkan secara langsung.

Guest post adalah kamu menulis sebuah artikel atau konten yang kemudian dipublikasi di blog orang lain. Cara ini bisa kamu lakukan untuk mendapatkan backlink yang kamu hubungkan dengan blogmu sendiri. Dalam kacamata mesin pencari seperti google, aktivitas ini dapat meningkatkan rangking websitemu sendiri dalam aktivitas pencarian.

Selain itu, alasan yang masuk akal dari sebuah guest post adalah kamu dapat menjangkau lebih banyak orang yang artinya, akan semakin banyak orang yang dapat melihat, menilai dan mungkin tertarik dengan gaya menulismu.

Lantas, di blog apa saja kamu dapat menulis guest post?

1. 10 Website Teratas pada Niche yang Sama

Tempat menulis pertama yang bisa kamu targetkan adalah 10 blog atau situs teratas yang topik atau niche-nya sama dengan blog kamu sendiri. Untuk melihat 10 blog dengan peringkat teratas seperti ini, kamu bisa menggunakan beberapa layanan gratis seperti Google Console atau Ahrefs.

Setelah kamu mendapatkan 10 situs teratas tersebut, hubungi admin mereka dan tawarkan jika kamu ingin menulis artikel untuk mereka. Dalam penulisan ini kamu bisa mencantumkan portofolio sekaligus juga menyampaikan timbal balik yang kamu inginkan berupa backlink.

Untuk membuat penawaran ini lebih kuat, coba tawarkan suatu topik yang belum situs tersebut miliki.

Mungkin tidak semua blog akan memberikan kamu izin untuk menulis di blog mereka secara gratis. Untuk bisa menanam sebuah backlink yang terhubung ke blogmu, kamu mungkin akan diminta untuk membayar sejumlah uang. Untuk hal ini kamu mungkin dapat mempertimbangkan apakah itu angka yang layak untuk kamu keluarkan ataukah kamu memiliki pertimbangan yang lain.

2. Gunakan Situs Terbuka Seperti Kompasiana, Medium atau yang Lainnya

Jika kamu merasa keberatan dengan guest post seperti cara di atas, maka kamu dapat menggunakan cara yang kedua untuk memasarkan dirimu sendiri sebagai seorang penulis profesional. Cara ini memberikan kamu kesempatan untuk membuat postingan pada situs citizen media seperti Kompasiana, Medium, Indosiana dan lain sebagainya.

Untuk bisa membuat blog post di  situs seperti kompasiana dan lain sebagainya, kamu harus membuat akun terlebih dahulu, itu biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit. Setelah selesai, kamu sudah dapat menulis untuk blog post.

Dengan membuat postingan dalam blog jurnal masyarakat seperti ini, kamu telah membuka kesempatan untuk menjangkau lebih banyak  calon pelanggan. Pada akhirnya, cara ini juga akan membantumu untuk memasarkan dirimu sendiri secara lebih efektif.

4. Promosikan Kontenmu di Media Sosial

Cara Memasarkan Diri Sendiri
Photo by Pixabay on Pexels.com

Tips keempat atau yang terakhir yang bisa kamu lakukan untuk memasarkan dirimu sendiri sebagai seorang penulis profesional adalah dengan menggunakan sosial media, sesuatu yang sangat akrab dengan keseharian kamu, bukan?

Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh ketika ingin memasarkan diri kamu di sosial media:

  • Menggunakan iklan dengan target tertentu.
  • Mengirim postingan berkualitas di group yang relevan.
  • Memberikan nilai yang menarik dalam timeline kamu sendiri.
  • Membuat dan memposting infografis yang menghibur.
  • Membuat page atau halaman.

Di antara semua cara tersebut, cara yang paling mudah, efektif dan cepat adalah dengan menjalankan iklan berbayar. Cara ini memang akan menuntut kamu untuk mengeluarkan modal terlebih dahulu, namun cara ini pula yang lebih efektif dibandingkan semua cara yang lainnya.

Meskipun demikian, memasarkan diri sendiri melalui iklan di facebook atau media sosial yang lain tidak seperti menggunakan tongkat sihir. Bagaimana pun juga proses ini akan membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasilnya. Untuk itu, sebaiknya kamu mempersiapkan budget harian yang kecil terlebih dahulu dalam menjalankan iklan.

Kamu tentunya dapat memperbesar budget iklan ini dengan memperluas pula jangkauannya setelah kamu melihat bahwa strategi iklan yang kamu gunakan memang terbukti memberikan hasil yang sesuai.

Beberapa Tips Tambahan Cara Memasarkan Diri Sendiri Sebagai Penulis

Sebagai pelengkap langkah-langkah di atas, berikut beberapa tips tambahan yang juga dapat kamu praktikkan untuk memastikan tujuanmu dalam mempromosikan layanan penulisan yang kamu miliki semakin berpotensi untuk menjangkau lebih banyak calon klien.

  • Menulis guest post di media umum seperti Medium dan Kompasiana adalah cara mudah untuk membangun portofoliomu, apalagi jika kamu adalah penulis pemula. Tidak perlu biaya untuk membuat akun dan mulai menulis dalam platform tersebut. Cukup buat akun dan mulai menulis.
  • Jika kamu berpromosi menggunakan akun instragram, sebaiknya gunakan akun bisnis. Akun bisnis akan memberikan kamu akses ke berbagai fitur menarik sebagai seorang freelancer.
  • Jika kamu memasarkan diri kamu sendiri di facebook, coba terapkan metode 70 – 20 – 10. Artinya posting konten original 70%, posting konten yang relevan 20% dan hanya gunakan 10% sisanya untuk mempromosikan diri kamu sendiri.
  • Jika kamu menggunakan YouTube, beri perhatikan pada judul dan thumbnail yang menarik serta berfokus untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada pemirsa.
  • Jika kamu menggunakan twitter sebagai alat promosi di media sosial, coba posting pada jam-jam sibuk dengan tingkat user yang sedang tinggi seperti hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.

BACA JUGA:

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: