Cara Memperkenalkan Tokoh Dalam Cerita Novel atau Cerpen

Cara Memperkenalkan Tokoh Dalam Cerita

Penulis fiksi yang berpengalaman biasanya mengetahui dengan baik bahwa cara memperkenalkan tokoh dalam cerita juga akan sangat mempengaruhi kesuksesan cerita. Tokoh protagonis yang masuk dalam plot pada waktu dan kondisi yang tepat akan menarik tangan pembaca untuk menyelesaikan seisi buku bersamanya.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara yang efektif untuk memperkenalkan tokoh dalam cerpen, novel atau sejenisnya?

Saya akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel www.penulisgunung.id kali ini.

Kamu butuh ghost writer profesional untuk menyelesaikan pekerjaanmu?

6 Tips Efektif Cara Memperkenalkan Tokoh dalam Cerita

Cara Menulis Novel
Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam penulisan novel, cerpen atau platform sastra lainnya, waktu dan situasi sangat penting ketika kamu ingin memperkenalkan tokoh cerita kepada pembaca. Momentum memperkenalkan tokoh protagonis ini adalah sebuah cara untuk membuat pembaca langsung mengenal mereka secara mendalam sejak ia kamu perkenalkan.

Ada beberapa cara yang biasa penulis lakukan sebagai cara untuk memperkenalkan karakter cerita mereka. Cara-cara ini dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan cerita kamu sendiri untuk melihat cara apa yang lebih tepat untuk kamu gunakan.

Dengan cara-cara ini, cerpen atau pun novel yang kamu tulis akan menjadi lebih dekat kepada pembaca sejak mereka merasakan kedekatan melalui tokoh cerita yang kamu perkenalkan secara tepat.

Nah, apakah saja cara yang bisa kamu lakukan untuk memperkenalkan tokoh ceritamu?

1. Biarkan Tokoh Memperkenalkan Dirinya Sendiri Secara Langsung

Cara yang pertama untuk memperkenalkan tokoh cerita dalam cerpen atau novel yang bisa kamu lakukan adalah dengan membiarkan tokoh cerita memperkenalkan dirinya sendiri. Biasanya, ini adalah cara yang penulis gunakan ketika penulisannya sendiri menggunakan sudut pandang orang pertama.

Sudut pandang orang pertama memberikan penulis akses untuk bertindak sebagai tokoh cerita sekaligus juga sebagai narator atau pencerita kisah itu sendiri. Dengan posisi ini, sangat ideal jika tokoh memperkenalkan diri ia sendiri kepada pembaca.

Tapi bagaimana caranya supaya perkenalan itu sendiri bisa berkesan?

Ada dua hal yang perlu kamu lakukan ketika memutuskan menggunakan cara yang pertama ini untuk memperkenalkan tokoh dalam ceritamu.

  • Ungkap Kepribadian Tokoh yang Paling Kuat: Sangat penting tokoh memberikan kesan kepribadian ia yang paling dominan ketika ia sendiri memperkenalkan dirinya pada pembaca. Jika ia adalah seorang yang pemberani, maka perkenalan ini harus menyiratkan sifat keberanian tersebut. Jika ia orang yang penakut, maka dalam perkenalan ini juga tokoh cerita bisa menunjukkannya.
  • Terpercaya: Bagaimana pun juga, tokoh yang memperkenalkan dirinya sendiri harus dapat memperoleh kepercayaan pembaca secepat mungkin dalam proses perkenalan. Bahkan jika tokoh dalam cerita nantinya memiliki kepribadian sebagai seorang pembohong, maka dalam perkenalan ia dapat mulai membangun persepsi tersebut dari pembaca seawal mungkin.

2. Perkenalkan Tokoh Cerita Melalui Sudut Pandang Orang Lain

Selanjutnya cara yang kedua dapat kamu gunakan untuk memperkenalkan tokoh cerita adalah melalui sudut pandang karakter yang lain. Rumus menggunakan teknik ini dalam memperkenalkan tokoh cerita sebenarnya sangat gampang yakni membiarkan reputasi tokoh cerita mendahului kehadiran mereka sendiri.

Pada umumnya, cara ini banyak penulis gunakan untuk memperkenalkan para penjahat atau tokoh antagonis. Jadi, sebelum ia tampil di hadapan pembaca secara langsung, kejahatan dan prilakunya sudah lebih dulu muncul di depan pembaca.

Tapi apakah teknik ini hanya untuk memperkenalkan tokoh antagonis saja?

Tentu saja tidak, kamu juga bisa menggunakan teknik ini untuk memperkenalkan protagonis cerita pula.

Namun yang perlu kamu perhatikan dalam memperkenalkan karakter cerita melalui kacamata karakter cerita yang lain adalah karakteristik tokoh yang diperkenalkan harus kuat.

Kekuatan dalam karakteristik inilah yang dapat menjadi fokus untuk pembaca ketahui saat reputasi tokoh tersebut dimunculkan.

3. Kenalkan dengan Menggunakan Masa Lalu Tokoh yang Relevan

Cara Memperkenalkan Tokoh Cerita
Photo by Pixabay on Pexels.com

Cara ketiga yang juga dapat kamu gunakan untuk memperkenalkan tokoh cerita dalam novelmu adalah dengan menggunakan background yang relevan dari tokoh yang bersangkutan.

Dengan menceritakan sejarah masa lalu tokoh cerita yang relevan, pembaca akan menjadi lebih mudah untuk tahu motivasinya, psikologinya atau dorongan tertentu yang tokoh cerita miliki.

Hal penting yang harus kamu ingat ketika memilih menggunakan cara ini untuk memperkenalkan tokoh ceritamu adalah untuk tidak membuang informasi yang tidak perlu. Artinya kamu tidak perlu menceritakan masa lalu karakter cerita yang tidak relevan dan plot yang sedang kamu bangun di awal cerita.

Tips yang biasanya para penulis berpengalaman gunakan ketika memperkenalkan tokoh cerita melalui masa lalu mereka adalah dengan memastikan jika masa lalu tersebut relevan dengan alur cerita. Relevansi antara momentum pengenalan dan masa lalu yang menjadi media untuk memperkenalkannya adalah sebuah keharusan untuk cara yang satu ini.

4. Perkenalkan Tokoh Melalui Tindakannya yang Khas

Memilih untuk memperkenalkan karakter cerita dengan tindakannya sendiri adalah cara yang sederhana dan efektif. Kamu dapat mempelajari apa saja hal yang khas dari tokoh kemudian mencari sesuatu yang relevan dari semua itu dan menampilkannya dalam momentum perkenalan.

Kamu bisa menggunakan pekerjaan tokoh cerita, hobinya, minatnya atau apa pun yang memiliki kaitan erat dengan tokoh cerita. Dengan cara ini pembaca dapat mengenal karakter cerita melalui tindakan yang ia lakukan.

Ketika kamu menggunakan cara ini untuk memperkenalkan tokoh ceritamu, setidaknya ada dua hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu:

  • Tindakannya Harus Menggambarkan Sifat atau Kepribadian Tokoh. Sangat penting bagimu sebagai penulis untuk hanya menampilkan tindakan yang mencerminkan sifat atau kepribadian tokoh yang kamu kenalkan. Sifat jujur, tanggung jawab, penuh basa basi atau apa saja yang menjadi ciri khas karakteristik tokoh cerita ini, harus tergambar cukup kuat dan dapat pembaca identifikasi melalui tindakannya tersebut.
  • Biarkan Tokoh Berinteraksi dengan Tokoh Lain untuk Menyempurnakan Kesan. Supaya karakteristik, kepribadian dan sifat-sifat karakter benar-benar tergambar dalam benak pembaca dalam perkenalan tersebut, kamu bisa melibatkan tokoh cerita lain untuk mempertegas kesannya. Jadi, kamu dapat menambahkan sudut pandang tokoh cerita yang lain untuk menyempurnakan perkenalannya.

5. Perkenalkan Tokoh Cerita pada Turning Point (Titik Plot)

Turning point sejatinya adalah sebuah titik perubahan alur dalam cerita. Dalam memperkenalkan tokoh cerita kepada pembaca seperti ini, turning point dapat diterjemahkan sebagai satu titik krusial dalam perjalanan hidup tokoh cerita.

Nah, kamu dapat mengidentifikasi titik krusial tersebut dan menampilkannya dalam momentum perkenalan.

Pada beberapa kesempatan, turning point seperti ini juga dapat bersinergi dengan tindakan yang tokoh lakukan. Jadi, cara ini dapat juga menjadi kombinasi antara memperkenalkan tokoh cerita pada titik plot dengan memperkenalkannya melalui tindakan yang ia lakukan.

Jika misalnya kamu menulis tentang tokoh cerita yang mengalami traumatis karena sebuah kejadian di masa lalunya yang sangat tragis, kamu bahkan bisa misalnya memperkenalkan tokoh cerita tepat pada saat ia berusaha untuk bunuh diri.

6. Perkenalkan Tokoh Cerita dengan Deskripsi yang Unik dan Mudah Diingat

Cara Memperkenalkan Tokoh Cerita

Cara terakhir ini bisa saja adalah yang paling banyak penulis pemula gunakan untuk memperkenalkan karakter dalam cerita mereka. Menggambarkan detail tokoh cerita secara unik dan mudah untuk pembaca ingat adalah mantra utama dari cara yang satu ini.

Ketika menggunakan cara ini penting untuk kamu pahami bahwa deskripsinya bukan hanya fisik. Artinya selain menggambarkan detail penampilan tokoh cerita yang dapat pembaca indera melalui matanya, gambaran ini juga sebaiknya kamu lengkapi dengan kepribadian atau sifat tertentu tokoh cerita.

Jika tokoh cerita memiliki gaya berjalan yang cepat, lamban, berbicara dengan logat yang keras, suka melamun, latah atau apa pun itu, pembaca harus juga dapat melihat gambarannya dalam deskripsi ini.

Intinya, semakin unik, menarik dan mudah untuk pembaca ingat deskripsi tokohnya, maka itu semakin baik.

BACA JUGA:

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Penulis Gunung Vector

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: