Cara Menulis Resensi Buku

Mungkin salah satu impian dari para kutu buku adalah membaca buku kemudian mendapatkan bayaran dari aktivitas itu. Pilihan yang paling mungkin untuk mewujudkan mimpi seperti ini adalah dengan cara menulis resensi buku. Jika kamu cukup bagus melakukannya dan orang-orang menyukai hasil kerjamu, mendapatkan bayaran dari membaca akan menjadi sebuah kenyataan.

Tetapi, apa sebenarnya resensi buku itu dan bagaimana pula cara menuliskannya?

Saya akan mengajak kamu untuk membahasnya dalam artikel www.penulisgunung.id kali ini.

Kamu butuh ghost writer profesional untuk menyelesaikan pekerjaanmu?

Apa Itu Resensi Buku?

cara menulis resensi buku
Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Ketika seseorang membaca buku baru dan buku itu menarik baginya, ia mungkin ingin membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain. Menulis resensi buku atau review buku adalah cara paling ideal untuk tujuan ini.

Secara sederhana resensi buku adalah penilaian kritis untuk sebuah buku yang baru saja terbit. Dengan membaca resensi buku yang tepat, pembaca dapat menilai buku mana yang layak untuk ia baca selanjutnya dan buku mana pula yang sebaiknya ia kesampingkan.

Biasanya penulisan resensi buku itu singkat, hanya berkisar antara 350 – 750 kata saja. Dalam uraian yang singkat ini, review buku atau resensi buku sudah harus memuat ringkasan singkat buku, evaluasi kualitas buku dan rekomendasi pembaca mana yang sebaiknya mengkonsumsi buku tersebut.

Menariknya, resensi buku kadangkala mengalami pemaknaan yang keliru dengan laporan buku (Books Report). Jika resensi berisi tentang penilaian kritis sebuah buku, maka laporan buku berisi tentang laporan pembaca yang telah memahami dengan baik isi sebuah buku yang ia baca. Pada umumnya, laporan buku seperti ini untuk siswa sekolah pada tingkat menengah atau dasar (SD dan SMP).

Sementara penulisan resensi buku biasanya oleh mahasiswa umum atau mahasiswa pascasarjana karena keharusannya untuk menawarkan perspektif yang unik. Publikasi resensi buku sendiri biasanya di situs jurnal ilmiah, blog atau pun media yang lainnya.

Bagaimana Cara Menulis Resensi Buku?

Nah, jika kamu ingin menulis resensi buku, 5 tips mudah berikut ini bisa kamu praktikkan untuk mendapatkan hasil resensi yang maksimal, profesional dan sesuai dengan tujuannya sebagai sebuah review atau ulasan karya tulis.

1. Buat Ringkasan Bukunya

Jika kamu penasaran bagaimana menulis resensi buku yang baik dan benar? Maka membuat ringkasan dengan singkat dan padat adalah langkah pertamanya.

Membuat ringkasan buku untuk sebuah resensi, cara kerjanya hampir sama dengan membuat sinopsis di belakang sampul buku, atau membuat premis besar cerita yang sedikit kamu perluas. Intinya adalah ringkasan yang objektif mampu memberi pembaca konteks yang cukup tentang isi buku sebagai persiapan untuk membaca keseluruhan resensinya.

Jika kamu menulis buku fiksi seperti novel, dalam ringkasan ini kamu juga harus mencantumkan tema, genre, tokoh utama dan juga plot dasar yang menggiring tokoh cerita terjun dalam alur.

Namun demikian, sangat penting dalam penulisan resensi untuk tidak membocorkan alur terlalu banyak. Setelah alur mencapai titik tengah cerita, biarkan pembaca menemukan sendiri sisa ceritanya.

Sementara jika kamu menulis resensi buku non fiksi, maka kamu harus menyertakan pertanyaan utama yang buku tersebut ulas. Dalam ringkasan ini kamu juga dapat memberikan bocoran bagaimana buku tersebut menjawabnya serta kredit sang penulisnya.

2. Evaluasi Kualitas Buku

resensi buku
Photo by cottonbro on Pexels.com

Setelah membuat ringkasan pada langkah yang pertama, sekarang adalah saatnya untuk memberikan penilaian secara obyektif dari buku tersebut melalui sebuah evaluasi. Evaluasi ini juga memberikan informasi keunggulan dan kelemahan buku tersebut supaya dapat pula menjadi pertimbangan bagi pembaca.

Nah, apa saja sebenarnya yang kamu ingin pembaca lain ketahui mengenai buku tersebut?

Poin Evaluasi Buku Fiksi

Jika kamu menulis resensi sebuah novel atau buku fiksi dengan struktur novel yang jelas, maka beberapa hal ini berikut inilah yang penting untuk kamu evaluasi.

  • Tokoh Cerita atau Karakter: Seberapa baik perkembangan protagonisnya? Antagonisnya? Tritagonisnya?
  • Plot atau Alur: Apakah ada plot twist yang menarik? Apakah ada plot hole? Apakah ada trope yang dikonversi.
  • Setting: Apakah cerita ini menggunakan latar yang asli, imajiner atau imersif?
  • Tema: Apa sebenarnya yang buku tersebut bahas? Bagaimana pula cara buku tersebut membahasnya?
  • Prosa: Apakah tulisannya puitis, menarik, lucu, lembut, kasar, berani, mudah dicerna? Atau bagaimana?

Poin Evaluasi Buku Non Fiksi

Jika itu adalah beberapa hal pokok yang harus kamu evaluasi dalam menulis resensi novel atau buku fiksi, maka berikut adalah beberapa hal yang harus kamu evaluasi ketika menulis resensi buku non fiksi.

  • Kesimpulan Pokok: Apa sebenarnya yang kamu pelajari dari buku tersebut? Apa argumentasinya?
  • Keterbacaan: Apakah pembaca membutuhkan latar belakang tertentu (pengetahuan atau wawasan) untuk dapat membaca buku tersebut?
  • Prosa: Bagaimana gaya penulisan dan menyampaikan argumentasinya? Apakah komunikatif dan mudah untuk pembaca pahami?

 Beberapa tips yang bisa kamu gunakan ketika menulis bagian evaluasi ini misalnya adalah:

  • Fokus untuk satu aspek pembahasan dalam setiap paragraf yang kamu evaluasi.
  • Seimbangkan antara kritik dan pujian untuk mendapatkan resensi yang objektif.
  • Berikan peringatan spoiler jika kamu ingin menyebutkan satu bagian setelah bagian pertengahan cerita yang cukup krusial.

3. Sertakan Kutipan dari Buku

Kutipan berguna untuk memperkuat poin-poin yang kamu sampaikan dalam resensi yang kamu tuliskan. Jadi, jika kamu mengatakan bahwa buku yang kamu review tersebut memiliki terlalu banyak kata-kata puitis yang berlebihan, maka sertakan itu dengan mengutip salah satu dari poin tersebut.

Kutipan buku dalam konteks ini juga dapat kamu gunakan untuk misalnya menunjukkan bahwa penulis tersebut memiliki bakat yang kamu kagumi. Pada sisi yang lain, kamu juga dapat mengutip bagian lain yang menurutmu buruk jika kamu memang tidak menyukai bukunya.

Sekali lagi, dengan menyertakan kutipan dari buku yang kamu tulis resensinya, poin penilaian yang kamu sampaikan akan terasa lebih valid, terpercaya dan memiliki alasan yang kuat.

4. Beri Nilai Buku yang Kamu Review

black and white typewriter on table
Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Langkah keempat yang juga tidak boleh kamu tinggalkan ketika membuat resensi sebuah buku adalah dengan memberikan rating atau nilai buku yang bersangkutan.

Rating atau nilai dalam penulisan resensi buku memiliki berbagai macam bentuknya. Ada platform resensi yang menggukan bintang 1 sampai 5 misalnya untuk memberikan rating. Ada juga yang menggunakan skor 1-5, 1-10 atau bahkan 1-100 sebagai cara untuk memberikan penilaian dalam resensi.

Namun beberapa penulis resensi yang berpengalaman kadang-kadang juga membagi resensi dalam kategori tertentu. Misalnya ketika mengulas buku novel mereka memberikan rating skor 4 untuk alurnya, skor 3 untuk tokoh ceritanya, dan skor 2 untuk settingnya. Dan lain sebagainya.

5. Tambahkan Rekomendasi

Inilah sebenarnya tujuan utama dari penulisan resensi, yaitu untuk memberikan rekomendasi bagi pembaca lain tentang sebuah buku. Hanya ada dua output dari resensi sebuah buku yaitu apakah kamu merekomendasikan buku tersebut untuk orang lain baca juga, atau justru sebaliknya, menyarankan mereka untuk melupakannya.

Namun mengatakan dengan kasar kepada pembaca bahwa sebuah buku tidak layak baca tentu saja bukan hal yang elegan dan review sebuah buku. Akan sangat ideal jika kamu bisa mengatakan dengan tepat kepada pembaca mengapa kamu merekomendasikan buku tersebut atau pun tidak.

Untuk membuatnya lebih halus bagi pembaca dan juga bagi penulis buku, kamu misalnya bisa menggunakan gaya seperti ini saat memberi rekomendasi:

  • “Buku sangat tepat untuk siapa saja yang menyukai petualangan di hutan, mendaki gunung dan kisah-kisah yang berhubungan dengan supranatural.”

Atau jika kamu tidak menyukainya, kamu bisa tidak merokendasikan buku tersebut dengan cara begini:

  • “Sebaiknya Anda tidak membaca buku ini jika Anda tidak menikmati alur cerita yang lambat dan tidak banyak kejutan.”

Pilihan lain, kamu bisa juga menyebutkan beberapa judul buku lain sebagai persamaan buku yang kamu rekomendasikan.

Misalnya begini:

  • “Jika kamu menyukai buku Merapi Barat Daya karya Anton Sujarwo atau 5 CM karya Donny Dirgantoro, maka buku ini juga sangat cocok untuk kamu baca.”

Bisa sebaliknya,

  • “Kalau kamu mengharapkan novel penuh plot twist dan filosofis seperti Merapi Barat Daya karya Anton Sujarwo, sebaiknya kamu tidak membaca buku ini.”

Cara Menulis Resensi Buku di Indonesia

Cara dan tips di atas adalah yang populer untuk menulis resensi buku di negara-negara Eropa dan Amerika. Di Indonesia sendiri, menulis resensi buku mungkin lebih mudah dan sederhana untuk kamu lakukan. Beberapa poin penting dalam struktur penulisan resensi yang biasa di Indonesia misalnya adalah sebagai berikut:

1. Judul resensi buku.

2. Data detail buku yang terdiri dari;

  • Judul buku, nama penyunting atau penerjemah jika memang ada.
  • Nama penerbit buku.
  • Tahun terbit buku, cetakan ke sekian atau nomor edisi jika memang ada.
  • Dimensi atau ukuran buku, termasuk ukuran centimeter dan jumlah halaman.
  • Harga buku.

3. Pembukaan.

Pada bagian ini penulis resensi biasanya menyampaikan informasi tentang kredit buku. Informasi tentang siapa penulis buku, latar belakangnya dan apa saja prestasi yang pernah ia raih dapat kamu sampaikan pada bagian ini.

Selain itu, bagian pembukaan juga biasanya memuat mengenai informasi keunikan buku, apa yang membuatnya istimewa, apa kesan setelah membaca buku dan lain sebagainya.

Intinya bagian ini adalah bagian awal untuk membuka dialog dengan pembaca resensi.

4. Isi resensi, bagian ini biasanya meliputi;

  • Sinopsis buku
  • Ulasan buku atau kutipan-kutipan
  • Keunggulan
  • Kelemahan
  • Kerangka buku
  • Tinjauan bahasa dalam buku

5. Penutup

Pada bagian isinya adalah kesimpulan resensi, rekomendasi buku untuk pembaca yang seperti apa dan mengapa kamu merekomendasikannya.

Contoh Resensi Buku

Berikut adalah contoh salah satu resensi buku di Indonesia yang dimuat di laman sekolahnesia dan akupintar.id

Resensi Novel

Identitas Buku

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Penulis: Ahmad Fuadi
Tebal Buku: 423 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009

Sinopsis

Novel karya Ahmad Fuadi ini sudah difilmkan. Tokoh utama di dalam novel ini adalah Alif. Ia lahir di Minangkabau. Sejak kecil, Ia mempunyai cita-cita menjadi seperti B. J. Habibie. Oleh karena itu, setelah SMP Ia berencana melanjutkan SMU di Padang. Ia berharap dapat kuliah di jurusan yang diinginkannya.

Amak Alif berkeinginan Ia menjadi penerus Buya Hamka. Hal ini membuat impian Alif kandas. Orang tuanya menawari untuk sekolah agama atau pergi ke pondok pesantren. Alif sempat kesal, namun Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Akhirnya, Ia masuk pondok. Pamannya memberi saran untuk masuk ke Pondok Pesantren modern Gontor di Jawa Timur.

Awalnya Alif menjalaninya dengan setengah hati, namun akhirnya Ia tetap ingin melanjutkan di pondok posantren karena mendengar kalimat bahasa Arab “Man Jadda Wajada” yang artinya adalah barang siapa bersungguh-sungguh pasti bisa.

Di pondok, Ia memiliki teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Raja, Dulmajid, Said, Atang dan Baso. Mereka habiskan waktu sehari-hari dengan hafalan Al-Qur’an, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris siang malam. Pada tahun pertama, mereka merasa berat namun tahun-tahun berikutnya mereka jalani dengan penuh warna dan pengalaman.

Suatu hari Baso keluar dari pondok, hal ini menggugah semangat Alif dan teman-temannya untuk segera lulus dan menjadi orang sukses serta mewujudkan impiannya untuk pergi ke benua Eropa dan Amerika.

Akhirnya, impian merekan terwujud. Alif berada di Amerika, Atang di Afrika, Raja di Eropa, Baso di Asia, Said dan Dulmajid di Indonesia. Anda dianjurkan untuk tidak meremehkan suatu impian karena Allah Maha Mendengar.

Kelebihan

Ceritanya menarik dan membuat pembaca penasaran untuk mengetahui lebih lanjut kehidupan di dunia pesantren. Di dalam novel ini banyak dijumpai motivasi.

Kekurangan
Bagian klimaks ceritanya kurang menonjol dan penjelasan mengenai kehidupan beberapa tokoh dalam novel tersebut kurang.

Kesimpulan

Menulis resensi buku adalah sebuah cara sistematis untuk menilai, mereview dan memberi penilaian kritis terhadap satu karya tulis berbentuk buku. Resensi sangat berguna bagi calon pembaca untuk dapat menemukan buku yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan mempraktikkan beberapa tips di atas, kamu pastinya dapat memulai resensimu sendiri yang kemudian dapat kamu publikasikan di blog, jurnal atau media yang lainnya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Penulis Gunung Vector

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Related Posts

%d blogger menyukai ini: