5 ELEMEN CERITA FIKSI PALING PENTING DALAM PENULISAN CERPEN ATAU NOVEL

Paling tidak adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dalam setiap penulisan novel atau pun cerpen. Kelima elemen ini adalah struktur dasar yang menjadikan sebuah cerita fiksi menjadi sempurna. Tanpa kelima elemen ini, cerita fiksi tidak mungkin dapat dibangun. Walaupun kamu memiliki ide cerita yang demikian luar biasa.

Nah, apa saja sebenarnya elemen paling penting dalam penulisan cerita fiksi yang berbentuk cerpen atau pun novel?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Elemen Cerita Fiksi yang Paling Penting dalam Setiap Penulisan Novel atau pun Cerpen

Photo by Dids on Pexels.com

Menulis fiksi menjadi sesuatu yang digandrungi oleh banyak orang pada saat ini. Profesi penulis mulai dilirik sebagai salah satu profesi yang menjanjikan untuk digeluti. Penghasilan yang lumayan dengan karya-karya yang bikin bangga, telah menjadikan magnet bagi lebih banyak orang untuk menulis. Dan sebagian besar dari mereka, hampir selalu memilih fiksi untuk mengawalinya.

Menulis fiksi memang terlihat jauh lebih mudah dibandingkan menulis non-fiksi. Meskipun demikian, pemahaman elemen elemen struktur fiksi yang menjadi pokok penting pembangun cerita juga tidak dapat diabaikan. Sayangnya bagi banyak penulis pemula, bagian ini seringkali tidak terlalu mereka perhatikan.

Pada dasarnya elemen cerita pendek atau cerpen dengan elemen pembentuk novel yang lebih panjang disusun oleh pondasi yang sama. Hanya saja ada perbedaan kuantitas dan kompleksitas yang kemudian mendefiniskan kedua jenis cerita fiksi tersebut. Novel secara umum memiliki kuantitas dan kompleksitas elemen yang lebih besar.

Akan tetapi pada dasarnya, baik cerpen atau novel, memiliki elemen prosa cerita yang sama. Untuk menulis cerita dalam bentuk cerpen mau pun novel dengan baik, kamu perlu memahami apa saja yang menjadi elemen pentingnya.

Lantas, apakah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting untuk membangun sebuah cerita yang bagus?

Berikut rinciannya.

BACA JUGA:

Alur Cerita atau Plot

Source: Freepik

Elemen penting pertama dalam penulisan cerita fiksi adalah plot atau alur cerita. Plot adalah alur cerita yang menjadi arah penulisan yang kamu lakukan. Plot akan selalu melekat dimana pun karakter berada dan apa pun yang dilakukannya. Plot akan selalu ada dalam kejadian apa pun yang terjadi sepanjang penulisan cerita yang kamu lakukan.

Kumpulan kejadian-kejadian yang direkayasa sepanjang cerita akan menjadi pembangun bagi ternbentuknya alur cerita keseluruhan yang kemudian dapat kamu sampaikan dalam sinopsis umum. Sementara kejadian tunggal yag berlangsung sepanjang jalan cerita adalah bangunan yang saling terkait sebagai pembentuk alur utuh.

Kemampuan kamu membangun elemen cerpen atau novel yang terdiri dari kepingan-kepingan kejadian dalam bentuk alur atau plot, adalah bagian penting dari elemen penulisan cerita fiksi pertama yang dapat kamu ketahui sebagai unsur penulisan fiksi.

Latar atau Setting

Photo by Burkay Canatar on Pexels.com

Elemen kedua dalam penulisan cerita fiksi baik dalam bentuk cerpen atau novel adalah setting atau latar. Setting merupakan tempat dimana sebuah plot berlangsung dan karakter melakukan aksinya. Setting penting dalam cerita fiksi dan kedudukannya sama dengan plot atau karakter itu sendiri.

Setting tidak harus sesuatu yang realistis. Pada penulisan fiksi ilmiah atau jenis cerita tertentu, setting dapat berlaku secara imajiner. Namun sebagai elemen dari fiksi yang kuat, setting atau latar imajiner akan sangat dipengaruhi dari seberapa baik kamu mendeskripsikan detail latar cerita yang kamu tulis.

Penting juga untuk kamu fahami bahwa latar atau setting tidak hanya dapat diartikan sebagai tempat saja. Kondisi pemikiran, keyakinan agama, pilihan politik, kekangan adat istiadat, atau prinsip dogma-dogma, juga dapat menjadi setting sebuah cerita.

Karakter atau Tokoh

Source: Freepik

Elemen ketiga dalam penulisan cerita fiksi adalah karakter atau tokoh. Karakter sendiri merupakan sosok objek yang diceritakan dalam plot dan juga setting. Secara prinsip, semakin spesifik kamu melukiskan satu karakter dalam cerita fiksi, mak semakin kuat pula kemudian karakter tersebut akan terbentuk.

Umumnya masyarakat mengenal dua karakter paling menonjol saja dalam penulisan fiksi yaitu karakter baik atau protagonis, dan karakter jahat atau antagonis. Namun hakikatnya, elemen cerita fiksi dalam bentuk karakter tidak sesederhana itu saja. Selain tokoh protagonis dan antagonis, ada juga yang dikenal dengan istilah karakter mentor, karakter support, dan lain sebagainya.

Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan rekaan imajinasi penulis sendiri. Nah, pada umumnya untuk membuat cerita fiksi menjadi lebih hidup dan menyentuh lebih banyak sudut-sudut pembaca, seorang penulis membuat pula beberapa karakter pembantu yang akan membuat elemen ceritanya menjadi lebih kompleks.

Konflik atau Masalah

Source: Freepik

Elemen keempat dalam penulisan cerita fiksi adalah konflik. Konflik atau permasalahan harus ada dalam setiap cerita fiksi. Semakin dramatis konflik yang bisa tuliskan, maka akan semakin besar pula dampaknya bagi keseluruhan cerita.

Konflik memegang peranan penting dalam setiap penulisan cerita jenis apa pun. Bahkan jika itu bukan fiksi. Namun dalam fiksi, kamu tentu saja dapat mendesain sebuah konflik sesuai dengan kemauanmu sendiri. Dan yang perlu diingat pula dalam penulisan cerita fiksi, konfliknya haruslah kuat dan menyeret sisi emosional berbagai karakter di dalamnya.

Beberapa penulis pemula menghindari tokoh-tokohnya dari berbagai masalah sebagai cara mereka untuk memuja kesempurnaan karakter cerita. Akan tetapi para penulis berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi sudah pasti tahu bahwa hanya dengan konflik dan permasalahan yanhg rumit akan menguji ketangguhan karakter yang diceritakan.

Tema dan Gaya

Source: Freepik

Hal terakhir yang menjadi elemen penting dalam penulisan fiksi adalah tema atau topik cerita. Ini semacam garis besar cerita yang kamu tuliskan itu tentang apa. Atau dapat pula dengan membuat sebuah pertanyaan mengenai; pesan apa yang ingin kamu sampaikan dalam cerita yang kamu tulis tersebut?

Ada banyak tema penulisan yang bisa kamu pilih. Dan ketika kamu sudah punya garis besar cerita untuk ditulis, maka memilih tema bukan sesuatu yang sulit. Kamu bisa memilih tema percintaan, peperangan, kepahlawanan, persahabatan, pengkhianatan, dan berbagai topik penulisan fiksi lainnya.

Selain tema, gaya juga adalah elemen cerita yang seharusnya kamu miliki dalam setiap penulisan fiksi. Gaya atau style adalah pilihan cara kamu menceritakan sesuatu dengan kata, kalimat dan teknis story telling yang khas dari kamu. Style berkorelasi erat dengan branding image seorang penulis.

Pembaca kadang tidak begitu jatuh cinta dengan cerita yang disampaikan. Atau tidak begitu tertarik dengan tema penulisannya sendiri. Namun, jika ia sudah jatuh cinta dengan style menulis sang penulis, maka ia kemungkinan besar akan membaca semua tulisan yang ditulis oleh penulis tersebut.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dan setiap penulisan. Umumnya para penulis pemula sekali pun sudah menggunakan 5 elemen ini dalam tulisan mereka. Hanya saja agar cerita fiksi yang kamu tulis dapat berkembang jadi lebih sempurna, maka kamu harus disiplin melatih dan mempraktikkannya.

Selamat mencoba!

5 ALASAN MEMBUNUH KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL YANG DIBENARKAN

Membunuh karakter tokoh dalam novel tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau semaunya saja. Sebagai penulis, ada berbagai hal penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membunuh atau mematikan salah satu karakter tokoh. Tanpa alasan yang tepat, mematikan karakter dalam cerita justru akan membuat keseluruhan ceritamu menjadi cacat.

Lalu, apa sebenarnya yang harus dipertimbangkan seorang penulis sebelum membunuh tokoh atau karakter dalam cerita yang ia tulis?

Mari, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Alasan Membunuh Karakter Tokoh dalam Novel yang Benar dan Boleh Dilakukan

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Sebagai seorang penulis, kamu tentu sudah tahu bagaimana cara membuat karakter tokoh dalam novel dan menghidupkannya dalam cerita. Namun yang menarik adalah, ternyata tidak semua penulis faham dengan baik bagaimana mematikan tokoh yang telah ia ciptakan tersebut. Oleh karena itu, kadang seringkali ditemukan bahwa hilang atau matinya satu tokoh dalam cerita ternyata ikut mematikan ceritanya pula.

Ada berbagai pertimbangan yang harus kamu pahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membunuh salah satu tokoh cerita. Pertimbangan untuk membunuh kadang jauh lebih sulit daripada cara memperkenalkan karakter dalam novel itu sendiri. Fatalnya, keraguan untuk mematikan atau membiarkan karakter dalam cerita juga berujung pada writer block yang akan mengganggu produktivitasmu sendiri.

Berikut akan disampaikan beberapa alasan membunuh karakter dalam cerita dan penjelasan mengapa alasan tersebut dapat dibenarkan. Pada saat yang bersamaan, kamu juga dapat mempelajari bahwa untuk alasan yang tidak kuat, membunuh tokoh dalam cerita justru akan berbahaya.

Nah, apa sajakah alasan tersebut?

Mari dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA:

Mengembangkan Plot Cerita

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

Alasan pertama yang dibenarkan untuk membunuh salah satu tokoh dalam cerita yang kamu tulis adalah karena hal itu dapat mengembangkan plot atau alur cerita. Dalam hal ini, matinya atau hilangnya karakter tersebut akan membuat jalan cerita menjadi lebih terbangun dan berkembang.

Fokus kamu pada alasan yang pertama ini adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut;

  • Apakah dengan matinya tokoh atau karakter tersebut alur cerita menjadi lebih menarik?
  • Bagaimana cara terbaik menghilangkan tokoh tersebut dari cerita?
  • Kematian seperti apa yang tepat untuk membunuhnya?
  • Seberapa besar dampaknya pada keseluruhan cerita dengan matinya salah satu karakter dalam cerita tersebut?

Jika kemudian kamu mendapatkan jawaban bahwa dengan terbunuhnya salah satu karakter ternyata membuat cerita yang kamu tulis menjadi lebih menarik. Maka, sekarang kamu tinggal merencanakan pembunuhan untuk tokoh tersebut.

Memberikan Motivasi pada Karakter Lain

Photo by cottonbro on Pexels.com

Selanjutnya alasan kedua yang diperbolehkan untuk membunuh tokoh atau karakter dalam cerita novel adalah jika hal tersebut memberi dampak motivasi untuk karakter lainnya. Dalam cerita film dan novel yang terkenal, kematian karakter seperti ini cukup sering dijumpai.

Kamu mungkin sudah bisa mengimajinasikannya, kan?

Ketika matinya satu karakter dalam cerita yang kamu tulis akan membangkitkan motivasi karakter lain yang lebih utama, maka kamu dapat membunuhnya. Pastikan kembali bahwa alur cerita dan hubungan antar karakter itu jelas dan relevan sehingga munculnya motivasi tersebut tidak terkesan dipaksakan.

Memenuhi Kesempurnaan Karakter Antagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah alasan ini paling sering dilakukan untuk membangun cerita dalam penulisan novel atau pun film, dan kamu pasti bisa menemukan contohnya dengan mudah.

Karakter antagonis atau tokoh antagonis adalah tokoh yang kamu ceritakan untuk menggambarkan lawan dari karakter baik.

Banyak penulis pemula lebih nyaman mengartikan karakter antagonis sebagai tokoh jahat semata. Itu tentu saja bisa digunakan, namun kamu juga bisa memperluas spektrum pengertiannya menjadi lebih luas lagi bahwa; tokoh antagonis adalah karakter yang berusaha menghalangi tercapainya tujuan karakter protagonis secara umum.

Untuk membuat sifat jahat karakter antagonis menjadi lebih terekam dalam benak pembaca, beberapa penulis membunuh karakter lain dalam cerita yang mereka tulis. Tentu saja yang harus kamu pahami dalam konteks ini adalah, kematian karakter yang terbunuh haruslaha disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh karakter antagonis.

Menghilangkan Karakter yang Merusak Alur

Photo by Alex Andrews on Pexels.com

Apakah ada karakter atau tokoh dalam cerita yang dapat merusak alur?

Tentu saja ada, dan itu cukup banyak terjadi.

Karakter seperti ini adalah tokoh dalam cerita yang jika kamu tidak ceritakan maka akan menjadi pertanyaan pembaca. Sementara jika terus kamu ceritakan, karakternya sendiri tidak dominan dan tidak memiliki banyak pengaruh terhadap plot. Untuk karakter tokoh dengan tipikal yang seperti ini, kamu dapat memikirkan untuk membunuhnya.

Namun membunuh karakter tokoh dalam cerita semacam ini juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Kamu juga harus mempertimbangkan kembali apakah eksistensi karakter tersebut memberi efek yang baik terhada plot ataukah tidak. Jika memang kehadirannya hanya akan memberatkan alur penulisan yang kamu lakukan, maka jangan ragu, bunuh saja karakternya.

BACA JUGA:

Menantang Kemampuan Penulis untuk Keluar dari Zona Nyaman

Source: Freepik

Nah, alasan terakhir terkait dengan keputusan untuk mematikan karakter tokoh dalam novel sangat menarik. Alasannya secara prinsip lebih difokuskan kepada penulisnya sendiri yakni sebagai sebuah chalengge sang penulis untuk keluar dari zona nyaman dan kebiasaannya selama ini.

Sebagai penulis yang out of the box dan berani, kamu tentu saja dapat menantang diri kamu untuk melakukan hal ini. Membunuh karakter dalam cerita yang kamu tulis bisa saja akan membuat penulisanmu menjadi lebih kuat, lebih padat dan juga berisi. Atau dengan kata lain; keputusan membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tulis akan memaksamu untuk lebih kreatif mengatur alurnya.

Hal ini tentu saja tidak mudah. Selain dibutuhkan banyak latihan, kamu juga membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona kenyamanan. Namun sekali saja kamu berhasil melakukannya, kamu akan menemukan bagaimana tulisanmu berkembang menjadi lebih luar biasa.

Dua Alasan yang Tidak Tepat untuk Membunuh Karakter dalam Cerita Novel

Source: Freepik

Setelah melihat 5 alasan yang benar untuk membunuh karakter dalam novel di atas, rasanya kamu juga perlu tahu dua alasan yang berkebalikan dengan hal tersebut. Sayangnya, masih cukup sering ditemukan para penulis pemula yang membunuh karakter tokoh dalam novel mereka hanya karena dua alasan berikut ini.

Hanya untuk Membuat Pembaca Merasa Sedih

Photo by Du01b0u01a1ng Nhu00e2n on Pexels.com

Jika kamu membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan hanya sebagai cara untuk membuat pembacamu menjadi sedih, maka kamu telah melakukan kesalahan besar.  

Kamu tidak dapat menenggelamkan pembacamu dalam air mata kesedihan dengan membunuh tokoh secara sembarangan, namun juga harus selaras dengan pengembangan cerita.

Kesedihan pembaca karena kehilangan karakter tokoh yang mereka suka atas alasan yang tidak mampu dipertahankan oleh alur cerita, justru akan membuat kualitas novel yang kamu tulis menjadi rendah.

Hanya untuk Membuat Pembaca Menjadi Kaget

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Jalan cerita yang tidak dapat ditebak dalam penulisan adalah sebuah kelebihan, tapi kamu tidak dapat melakukannya secara asal-asalan. Membunuh karakter tokoh yang mungkin sudah dekat dengan pembaca hanya agar mereka kaget dan tidak dapat menerka, adalah sangat tidak bijaksana untuk kamu lakukan.

Sekali lagi, sebelum kamu memutuskan untuk membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan, pikirkan kembali berbagai imbasnya pada dampak cerita secara keseluruhan.

Jangan terlalu terobsesi untuk ‘mengerjai’ pembaca dengan alur yang dipaksakan. Akan tetapi yang harus kamu lakukan adalah, berfokuslan pada jalan cerita yang kuat dan berkualitas.

BACA JUGA:

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa hal penting yang dapat kamu pertimbangkan ketika dihadapkan pada pilihan untuk membunuh karakter dalam novel atau cerita yang kamu tulis. Inti dari semua ini adalah, perhalus perasaan dan kepekaanmu untuk menemukan alasan yang paling tepat untuk mempertahankan satu karakter tokoh atau membunuhnya di dalam cerita.

Itu saja.

Jadi, selamat mencoba.

PANDUAN CARA MENULIS SKENARIO DENGAN MUDAH MURAH LENGKAP DAN GRATIS

Sebenarnya cara menulis skenario film pendek, film serial atau bahkan film dengan budget miliaran sekali pun, memiliki dasar dan teori yang sama. Struktur penulisan skenario yang diaplikasikan memiliki bagian-bagian yang sama persis. Ketika kamu memahami dasar penulisan skenario, maka kamu dapat mengembangkannya dalam penulisan jenis film apa pun.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara menulis naskah dengan benar untuk kemudian diadaptasikan dalam film sebagai script  atau skenarionya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Panduan Lengkap Cara Menulis Skenario dan Berbagai Hal Penting yang Harus Diketahui dalam Melakukannya

Photo by Martin Lopez on Pexels.com

Sebelum mempelajari bagaimana menulis skenario dan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, sebaiknya kamu juga mempelajari pengertian dan dasar-dasar pengetahuan mengenai skenario. Semakin baik pemahaman yang kamu miliki tentang skenario, maka semakin baik pula eksekusi yang dapat kamu lakukan dalam proses penulisannya.

Untuk itu, berikut akan dibahas secara lengkap segala sesuatu mengenai penulisan script film sampai tutorial penulisan skenario itu sendiri yang InsyaAllah, dapat kamu praktikkan dengan mudah.

Panduan penulisan yang disampaikan dalam postingan ini tidak membutuhkan aplikasi membuat naskah film yang mungkin saja akan mengharuskan kamu untuk membayar biaya lisensinya. Dalam turioal penulisan script  film berikut, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi microsoft word yang tentunya sudah terpasang di laptop yang kamu miliki.

Nah, apa saja hal yang harus kamu ketahui mengenai cara penulisan skenario?

Berikut uraiannya.

BACA JUGA:

Pengertian skenario

Photo by cottonbro on Pexels.com

Secara eksplisit Skenario adalah blue print atau cetak biru kerangka tulisan yang terdiri dari ide dan gagasan, ruang dan waktu, tokoh, aksi, dialog, alur cerita, yang disusun sedemikian rupa hingga menarik dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Oya, apakah kamu sudah faham apa yang disebut dengan bahasa visual?

Bahasa visual jika diartikan dengan sederhana adalah sebuah metode penyampaian pesan kepada khalayak atau masyarakat luas melalui berbagai hal yang dapat dilihat secara kasat mata seperti, warna, gambar, bentuk, penataan, gerakan dan lain sebagainya.

Hal-Hal Pokok dalam Penulisan Skenario

Source: Freepik

Sebelum masuk ke struktur penulisan skenario, kamu sebaiknya juga memahami bagian-bagian penting dalam penulisan skenario. Berbagai bagian berikut adalah unsur-unsur yang kemudian setelah melalui berbagai tahap, ditransformasikan menjadi sebuah script  film yang sempurna atau skenario jadi.

Nah, apa saja bagian-bagian penting dari cara menulis skenario film?

Ide Pokok  atau Premis

Photo by Jou00e3o Vu00edtor Heinrichs on Pexels.com

Dapat dikatakan bahwa ide pokok atau premis adalah embrio paling awal dalam penulisan skenario. Secara sederhana ide pokok sendiri dapat diartikan sebagai satu kalimat perenungan atau kesimpulan filosofis, atau pesan pembuat film kepada penonton (premis).

Jadi, jika dipermudah maknanya adalah; Kamu ingin menyampaikan apa kepada penonton melalui film yang diadaptasikan dari sebuah skenario yang kamu tuliskan?

Logline atau Inti Sebuah Cerita

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Selanjutnya bagian penting kedua dari cara penulisan sebuah skenario adalah dengan membuat logline atau inti cerita.

Logline merupakan pengembangan dari premis. Jika premis hanya berfokus pada pesan yang ingin disampaikan secara singkat, maka logline diperluas kembali dengan menambahkan unsur-unsur pokok dari cerita yang diangkat.

Dalam proses pembelajaran cara menulis naskah skenario, logline dapat dibagi dalam tiga pertanyaan paling utama sebagai unsur membangun cerita, yaitu;

  • Rumusan kalimat tentang siapa karakter yang diceritakan?
  • Apa keinginan atau tujuan karakter?
  • Dan apa hambatan karakter untuk mencapai tujuan atau keinginannya?

Latar

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Bagian ketiga dalam penulisan skenario yang baik adalahnya adanya latar atau tempat dan waktu berlangsungnya cerita. Latar menjadi sesuatu yang sama pentingnya dengan karakter dalam menulis skenario. Deskripsi yang jelas dan mampu divisualisasikan adalah hal paling penting dalam menentukan latar.

Hal yang perlu kamu ingat juga adalah; bahwa latar tidak hanya terbatas pada tempat secara lahiriah saja. Latar cerita dalam menulis skenario atau script  film dapat pula dimaknai secara sosiologis seperti latar belakang agama atau keyakinan, adat istiadat, ideologi politik, teknologi dan lain sebagainya.

Di samping itu, jika penulisan skenario dalam jenis film fiksi ilmiah misalnya, latar juga tidak harus sesuatu yang realistis. Latar yang bersifat imajiner atau imajinasi juga dapat dimunculkan pada proses ini. Namun yang terpenting adalah, latar tersebut tetap dapat diadaptasikan dalam bahasa visual yang bisa dilihat oleh penonton.

BACA JUGA:

Penokohan

Photo by Erik Mclean on Pexels.com

Selanjutnya unsur penting dalam tutorial bagaimana cara menulis naskah yang benar adalah penokohan. Penokohan merupakan pengembangan dari karakter yang penjabarannya lebih luas lagi. Tujuan dari penulisan penokohan adalah sebagai upaya untuk menampilkan gambaran dan watak para tokoh dalam sebuah cerita.

Beberapa penokohan yang paling primer dalam penulisan skenario adalah sebagai berikut;

  • Tokoh protagonis
  • Tokoh antagonis
  • Tokoh pendukung

Dalam menggambarkan penokohan cerita, penting juga bagi kamu untuk menuliskan dengan jelas kedudukan para tokoh. Hubungan, kedudukan, dan sifat-sifat umum adalah penting untuk mendukung struktur penulisan skenario yang menarik dan lengkap.

Basic Story atau Garis Besar Cerita

Photo by Gabby K on Pexels.com

Basic story pada dasarnya merupakan pengembangan dari logline. Jadi, sebelum dieksekusi menjadi sebuah skenario yang dapat diubah ke dalam bentuk visual, logline kemudian dapat dikembangkan menjadi basic story terlebih dahulu.

Dalam basic story, terdapat beberapa unsur penyusun yang dapat digambarkan secara ringkas terlebih dahulu.

Unsur-unsur tersebut misalnya adalah;

  • Latar
  • Pengenalan tokoh atau karakter.
  • Permasalahan yang dihadapi si tokoh.
  • Bagaimana karakter atau tokoh mengatasi permasalahannya.
  • Gambaran hambatan yang dihadapi oleh si tokoh.
  • Berhasil tidaknya tokoh menyelesaikan permasalahan.

Plot atau Alur Cerita

Photo by Lu00ea Minh on Pexels.com

Oya, kamu tentu sudah tahu kan, apa yang dimaksud plot?

Secara mudah plot atau alur cerita dalam tata cara menulis skenario adalah peristiwa-peristiwa yang disusun dan ditata sedemikian rupa untuk mencapai efek tertentu bagi penonton. Prinsipnya adalah; semakin dramatis sebuah plot diatur, maka semakin baik.

Plot sendiri dapat dibagi dua macam secara umum, yaitu;

Plot Linear;

Adalah alur cerita yang yang disusun berurutan berdasarkan waktu. Jadi, peristiwa-peristiwa dalam plot linear dibuat sebagai seuatu yang berjalan sesuai dengan waktu normal. Misalnya cerita mulai dari pagi, siang, malam dan seterusnya.

Plot Non-Linier

Plot non-linier merupakan alur cerita yang disusun tidak terikat dengan kaharusan urutan waktu. Jadi, kamu misalnya dapat saja menceritakan sebuah kejadian pada sore hari terlebih dahulu, kemudian mundur ke kejadian pagi hari pada bagian yang kedua (flashback)

Sinopsis

Source: Masterclass

Sinopsis tidak hanya terdapat pada sampul belakang buku saja, ya. Dalam teknik menulis naskah skenario yang benar, istilah sinopsis juga digunakan.

Dalam struktur penulisan skenario, sinopis merupakan pengembangan dari basic story yang berisi rangkuman rangkaian peristiwa atau adegan. Penyusunan dapat berbentuk paragraf umum, namun urutan kejadian dari awal cerita hingga usai, sudah harus dapat digambarkan secara jelas.

BACA JUGA:

Treatment

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, selanjutnya kamu akan masuk pada treatment yang merupakan kerangka skenario yang dikembangkan dari sinopsis dengan penjelasan yang lebih detail. Dalam treatment sudah terdapat deskripsi tempat dan waktu berlangsungnya adegan, karakter, aksi, garis besar dialog dan kadang juga type shot.

Apakah kamu tahu apa itu yang dimaksud dengan type shot?

Ya, type shot adalah sudut pandang pengambilan gambar dalam proses syuting. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan profesi sutradara dan camera man. Sebagai penulis skenario, kamu bebas untuk menambahkan type shot atau tidak. Sutradara secara umum sudah mampu merasakan kapan sebuah type shot atau sudut pandang kamera harus diubah.

Pada saat penulisan treatment, sketsa penuturan alur dramatik harus dikuasai. Struktur dramatik adalah susunan aksi-aksi yang membangun keseluruhan film. Dalam perkembangannya, struktur dramatik sendiri dikenal memiliki tiga bagian klasik yang disebut juga sebagai struktur dramatik tiga babak.

Struktur dramatik tiga babak terdiri dari tiga bagian berikut ini;

Babak Satu atau Babak Awal

Source: Studiobinder

Babak awal atau babak perkenalan dimana elemen cerita dan tokoh-tokohnya diperkenalkan. Prinsipnya adalah; semakin cepat babak awal selesai, semakin baik struktur dramatiknya. Hal ini penting dalam struktur penulisan skenario untuk mencegah kebosanan penonton dalam pemaparan awal yang terlalu lama.

Oya, dalam menulis skenario film yang benar kamu juga harus memperhatikan turning point, ya. Turning point sendiri adalah titik dimana pergantian babak terjadi.

Dalam penulisan skenario yang umum, turning point pertama adalah peralihan babak awal ke babak tengah yang merupakan satu titik yang membawa tokoh pada awal permasalahan yang muncul.

Babak Dua atau Babak Tengah

Source: Freepik

Isi yang terkandung dalam babak tengah secara struktur dalam diisi dengan beberapa hal sebagai berikut;

  • Tokoh berusaha menyelesaikan aksi untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
  • Akan lebih menarik jika ada permainan emosi penonton misalnya; menarik ulur penyelesaian masalah akibat dari kompleksnya permasalahan, muncul konflik, muncul krisis adanya sub alur cerita, dan lain sebagainya.
  • Menjelang babak akhir atau babak 3, diciptakan situasi seolah-olah tokoh akan berhasil menyelesaikan masalahnya, namun ternyata ini hanya sementara. Karena setelahnya muncul situasi baru dimana sang tokoh harus berjuang lebih keras lagi. Pada titik ini muncul turning point kedua atau menjelang peralihan dari babak tengah menuju babak akhir.

Babak Tiga atau Babak Akhir

Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Babak akhir merupakan babak penyelesaian dari sebuah penulisan skenario. Durasinya bahkan bisa lebih pendek dibandingkan babak satu. Secara umum babak tiga atau babak akhir terjadi setelah klimaks yang merupakan poin dimana semua pertanyaan penonton terjawab.

Dalam menulis script  film babak ketiga atau babak akhir, hal yang mungkin perlu menjadi catatan adalah;

  • Babak tiga terjadi setelah klimaks.
  • Klimaks sendiri adalah titik tertinggi dimana terjawab sudah keraguan penonton mengenai bagaimana karakter atau tokoh menyelesaikan masalahnya.
  • Setelah klimaks terjadi, alur cerita kemudian diikuti dengan penurunan nilai dramatik yang disebut dengan anti-klimaks.
  • Klimaks diletakkan sesaat sebelum film berakhir, karena itu anti-klimaks singkat saja, karena pada dasarnya cerita berakhir setelah klimaks tercapai.

BACA JUGA:

Tutorial Bagaimana Cara Menulis Skenario Film dengan Mudah Menggunakan Microsoft Word

Source: Freepik

Setelah kamu mengenal berbagai unsur-unsur penting dalam penulisan skenario, sekarang kamu dapat mempraktikkannya berdasarkan totorial berikut ini.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuka laptop atau komputer milikmu, kemudian membuka aplikasi microsoft word yang pastinya sudah kamu miliki. Jika kamu menggunakan aplikasi membuat naskah film, aturan dalam penulisan di bawah tetap harus dilakukan. Hanya saja kamu tinggal mengikuti template yang sudah disediakan.

Selanjutnya, kamu tinggal mengikuti cara-cara dibawah ini;

Cara Pengaturan Kertas dalam Menulis Skenario

Source: Freepik
  • Pilih kertas kwarto A4
  • Margin 1 inch kiri, kanan, atas,  dan juga bawah
  • Font size 12, pilih huruf dengan tipikal yang sederhana.
  • Jarak 1 spasi, format rata kiri.
  • 1 halaman skenario menggambarkan satu menit film.

Nah, ini penting untuk kamu ketahui bahwa pada umumnya 1 halaman skenario menggambarkan satu menit dalam film. Jadi, jika kamu menulis 90 halaman skenario, secara prinsip itu menggambarkan 90 menit dalam film.

Cara Menulis Sampul Skenario Film

  • Judul ditulis menggunakan huruf kapital dengan tanda petik atau garis bawah.
  • 4 spasi di bawahnya tulis ‘Skenario Oleh’
  • 2 baris di bawahnya tulis nama penulisnya, bawah tulis Draff 1 untuk skenario draff pertama
  • Jika ada revisi ditulis Draff 2, Draff 3 hingga Final Draff.
  • Umumnya nomor halaman pada sisi kanan atas.

Cara Menulis Scene dan Pergantian Scene

Source: Freepik

Scene adalah suatu adegan yang terjadi dalam suatu lokasi yang sama  dan berlangsung pada saat yang sama. Scene bisa terjadi dalam satu shot atau lebih dengan angle yang berbeda.

Secara prinsip jika berubah tempat, waktu atau berubah keduanya, maka berubah pula scene-nya, sehingga diawali dengan penomoran baru seperti; Shot 1, Shot 2, Shot 3, dan seterusnya.

Format penulisan scene alam menulis skenario dapat dilakukan sebagai berikut;

Nomor Scene – Judul Scene Keterangan Interior (INT) atau Exterior (EXT) – Lokasi Scene Keterangan Waktu

Misal:

1. INT. Ruang Tamu – Malam Hari

  • Dua spasi di bawah judul scene ada deksripsi visual yang menggambarkan beberapa hal berikut ini;
    • Deskripsi tempat.
    • Tokoh.
    • Aksi.

Catatan: Deskripsi penting saat ada tempat,  tokoh atau aksi yang baru pertama dimunculkan. Khusus untuk tokoh baru pertama muncul atau terdapat deskripsi suara, dapat ditulis dengan huruf kapital.

Cara Membuat Dialog dalam Menulis Skenario

Photo by Alex Green on Pexels.com

Dialog dibuat 2 spaci dari deskripsi visual. Untuk penulisannya sendiri dapat mengikuti aturan berikut;

  • Diawali dengan nama tokoh yang ditulis dengan huruf kapital. Jaraknya 4 inchi dari tepi kiri kertas.
  • Jarak isi dialog dari tepi kiri 3 inch.
  • Batas kanan dialog diatur 2 inch.
  • Jika ada dialog yang diucapkan namun tokoh tidak terlihat di layar, ditulis OS (Off Screen) atau VO (Voice Over) di belakang nama tokoh yang mengucapkannya.
  • Jika tokoh melakukan sesuatu dan diperlukan petunjuk cara  pengucapan dialog, diberi petunjuk pengucapan atau petunjuk aksi dengan huruf dalam tanda kurung, formatnya sendiri adalah 3.5 inch dari kiri dan 2,5 inch dari kanan.

Cara Menulis Flashback, Timelapse dan Menutup Naskah Skenario Film

Photo by Michael Dupuis on Pexels.com

Teknik pergantian scene ditulis saat ada pergantian scene khusus misalnya flashback atau timelapse. Penulisannya sendiri dapat dilakukan dengan mengikuti kaidah cara menulis skenario yang standar sebagai berikut;

  • Menggunakan huruf kapital dengan jarak 6 inchi dari tepi kiri, dan 2 spasi dari sisi kanan.
  • Apabila skenario selesai dapat ditulis kata SELESAI, dengan huruf kapital di tengah baris.

BACA JUGA:

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, itu adalah pembahasan lengkap mengenai cara menulis skenario film yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Untuk membuat kamu semakin mahir dalam menulis naskah film atau skenario seperti ini, lakukan sebanyak mungkin latihan dan disiplinlah dalam melakukannya.

Oya, jika kamu membutuhkan bantuan dalam menulis skenario film atau apa pun itu yang terkait dengan dunia penulisan, kamu juga bisa meminta bantuan pada www.penulisgunung.id untuk membantumu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu menghubungi kontak yang dapat kamu klik dibawah ini.

MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT GURU DALAM 5 LANGKAH PALING MUDAH

Menyusun dan menulis buku kenaikan pangkat guru sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah selama Anda memahami caranya. Buku seperti ini selain dipergunakan untuk syarat kenaikan grade atau pangkat, kadang juga dijadikan sebagai bagian dari buku penilaian kinerja guru. Dengan kepentingan seperti itu, tentu saja dibutuhkan kemampuan untuk menulisnya sebaik mungkin.

Sayangnya tidak semua guru atau pendidik mampu melakukan hal ini. faktor ketidakbiasaan adalah kendala utama mengapa menyusun dan menulis buku bisa menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan. Padahal jika Anda mengerti caranya, prosesnya bahkan bisa saja lebih mudah daripada yang pernah Anda bayangkan.

Lantas, bagaimana cara yang paling mudah menulis buku untuk kenaikan pangkat bagi seorang guru?

Mari, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Langkah Paling Sederhana dalam Menulis Buku Kenaikan Panngkat Guru

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Istilah buku 4 penilaian angka kredit guru atau buku 5 kenaikan pangkat guru menjadi populer sejak ada kebijakan dari pemerintah bahwa, literasi adalah salah satu faktor penting sebagai prasyarat kenaikan pangkat seorang pendidik. Literasi ilmiah atau fiksi menjadi tolak ukur yang sekarang dianggap penting untuk dimiliki oleh setiap pendidik dalam jenjang apa pun.

Pada tingkat Sekolah Dasar atau SD misalnya, seorang guru yang mengajukan kenaikan pangkat diwajibkan untuk menulis buku untuk mendapatkan skor atau nilai yang dibutuhkan. Buku tersebut bisa dalam bentuk kumpulan puisi, kumpulan cerpen, atau pun semacam opini ilmiah mengenai proses pendidikan di sekolah guru yang bersangkutan.

Selain bisa mendapat nilai dari angka kredit buku antologi yang penulisannya secara kolektif, penulisan mandiri sebenarnya jauh lebih diprioritaskan. Dengan pemahaman yang lebih baik, menulis buku seperti ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menulis makalah biasa. Atau menulis artikel ilmiah sederhana yang berfokus pada dunia pendidikan.

Nah, untuk Anda yang berprofesi sebagai seorang pendidik dan sedang mengajukan kenaikan pangkat kemudian harus menulis buku sebagai syaratnya, 5 langkah sederhana berikut ini mungkin bisa membuatnya menjadi lebih mudah.

BACA JUGA:

Tetapkan Tema Penulisan; Fiksi atau Non Fiksi

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ketika menulis buku 3 penilaian angka kredit guru adalah dengan memilih temanya terlebih dahulu; apakah Anda akan menulis buku fiksi atau kan non fiksi.

Jika pilihan Anda adalah menulis buku fiksi sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan, maka Anda juga dapat membuat pilihan antara menulis kumpulan puisi atau kumpulan cerpen. Jumlah minimal yang disyaratkan jika Anda menulis kumpulan puisi pada umumnya adalah 40 judul. Akan tetapi, jika Anda memilih menulis buku fiksi dalam bentuk kumpulan cerpen, maka Anda dapat menentukan jumlah secara mandiri.

Sementara jika Anda kemudian memilih untuk menulis buku non fiksi, maka jenis buku untuk kenaikan pangkat yang dapat Anda tulis sebenarnya jauh lebih banyak. Anda misalnya dapat memilih materi yang bersifat opini Anda sendiri, hipotesa dan analisis mendalam tentang sebuah objek pendidikan, atau juga bisa memilih mengenai kritik sebuah sistem yang Anda anggap kurang relevan dalam struktur pendidikan modern.

Lakukan Riset yang Cukup

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jika Anda kemudian memilih buku penilaian angka kredit guru dengan tema fiksi, riset tidak serta merta dapat Anda kesampingkan. Untuk menghasilkan sebuah karya fiksi yang tidak asal jadi, Anda juga membutuhkan riset yang cukup supaya hasilnya memuaskan. Paling tidak bagi diri Anda sendiri.

Dibandingkan menulis secara bersama-sama yang menghasilkan angka kredit buku antologi yang terbilang kecil, Anda bisa mengambil komitmen untuk menulis buku Anda sendiri. Untuk memperdalam riset misalnya, Anda dapat membaca berbagai kumpulan puisi dan cerpen dari penulis lain kemudian menulis objek yang sama dalam sudut pandang Anda sendiri.

Namun jika Anda memilih buku non fiksi sebagai syarat kenaikan pangkat yang Anda ajukan, Anda tentunya harus membuat riset yang lebih komprehensif. Mengulas metode pendidikan, mengkritik dan mengevaluasi sistem yang sudah ada, atau pun memberikan proyeksi model pendidikan yang lebih ideal, menuntut Anda untuk melakukan banyak kajian dan analisa dari setidaknya 5 sumber yang kredibel.

BACA JUGA:

Prioritaskan untuk Menulis yang Sejalan dengan Realitas

Photo by Max Fischer on Pexels.com

Akan sangat baik bagi penilaian yang akan Anda peroleh jika kemudian Anda memilih untuk menulis sebuah buku atau artikel non fiksi tentang objek pendidikan yang sesuai dengan realitas yang ada. Relevansi tulisan yang Anda hasilkan dengan realitas yang terjadi akan menghasilkan penilaian yang sempurna bagi para penguji yang objektif.

Pada tingkatan guru Sekolah Dasar misalnya, ketika Anda memilih tema penulisan mengenai mungkin metode paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sebaiknya metode yang Anda tulis tersebut dapat Anda pahami dengan baik. Penguasaan Anda tentang materi penulisan akan memberikan keleluasaan untuk menulisnya dalam perspektif yang lebih luas dan menarik.

Pada contoh buku 2 pkg revisi 2019 pdf misalnya, penulisan ini mensyaratkan Anda memiliki pengalaman lapangan pula dalam mempraktikkannya. Misalnya begini; ketika Anda menulis mengenai efektivitas metode belajar outdoor learning, maka setidaknya Anda juga harus memiliki pengalaman mengenai cara belajar di luar ruang seperti itu.

Buat Outline yang Struktural

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Dalam menulis buku penilaian kinerja guru sebagai syarat kenaikan pangkat, outline atau kerangka juga tidak dapat Anda abaikan. Bahkan sebenarnya pada buku jenis apa pun, baik fiksi mau pun non fiksi, outline akan membuat proses penulisan dan eksekusi idenya menjadi lebih mudah.

Outline atau kerangka akan memberikan batasan-batasan yang tepat dalam penulisan sehingga akan menghindarkan Anda dari penulisan yang tidak relevan. Outline pada sisi yang sama juga dapat menjadi oriented mapping dimana Anda dapat menentukan arah penulisan secara lebih terstruktur dan tepat sasaran.

Bahkan pada penulisan buku kumpulan puisi sekali pun yang Anda pilih sebagai buku pra-syarat kenaikan pangkat, outline juga sebaiknya diaplikasikan. Pembagian tema yang sesuai, sudut pandang yang ideal dan gaya menulis yang cocok, semuanya dapat Anda atur pada pembuatan outline.

Lakukan Editing Hingga Setidaknya 3 Kali

Photo by Gabby K on Pexels.com

Dalam menulis buku untuk kenaikan pangkat guru, editing adalah bagian krusial yang seharusnya dapat menjadi fokus Anda pula. Sebagai saran, berikan kesempatan pada diri Anda sendiri untuk melakukan editing penulisan paling tidak 3 kali sebelum dipublikasikan.

Editing selain akan memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sederhana seperti typho atau salah ketik, juga dapat Anda pergunakan untuk melihat sejauh mana tulisan yang Anda hasilkan mampu menggambarkan maksud yang sejatinya ingin Anda sampaikan.

Untuk membuat proses editing menjadi lebih optimal, sebaiknya Anda melakukannya secara bertahap. Baca dengan suara yang agak keras dan rasakan apakah kalimat yang sudah Anda bangun sesuai dengan makna yang Anda inginkan atau belum. Lakukan editing dan ulangi kembali untuk menghasilkan kalimat yang paling ideal menurut Anda.

BACA JUGA:

Bagaimana Jika Semua Langkah di Atas Sudah Anda Lakukan Namun Anda Tetap Merasa Kesulitan?

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Namun jika semua tahapan di atas sudah Anda coba lakukan dan Anda tetap merasa kesulitan, maka sebaiknya Anda memang menggunakan jasa penulisan profesional yang dapat membantu Anda melakukannya dengan hasil yang maksimal.

Nah, untuk Anda yang membutuhkan jasa penulisan profesional semacam ini, maka www.penulisgunung.id adalah pilihan yang paling ideal. Pengalaman dalam dunia penulisan yang baik serta tulisan yang original akan memberi Anda kesempatan untuk menghasilkan buku sebagai syarat kenaikan pangkat guru yang berkualitas dan sesuai harapan.

Anda hanya perlu menjelaskan artikel atau buku seperti apa yang Anda inginkan, kelas berapa siswa yang Anda ajarkan,  dan rentang berapa usia murid-murid yang Anda miliki. Kemudian www.penulisgunung.id akan mengaplikasikannya menjadi sebuah tulisan berupa buku atau artikel yang paling relevan berdasarkan gambaran yang Anda berikan tersebut.

Jadi tunggu apa lagi?

Segera hubungi www.penulisgunung.id untuk menghasilkan karya tulis yang akan membantu Anda memenuhi syarat kenaikan pangkat sebagai seorang pendidik yang profesional.

KAMU LAYAK MENULIS BUKU JIKA 10 HAL INI TERJADI DALAM HIDUPMU

Menulis buku adalah salah satu keinginan dan mimpi banyak orang. Memiliki karya tulis atas nama sendiri kemudian dibaca oleh masyarakat luas tentu saja memunculkan sebuah kebanggan tersendiri di dalam hati. Namun masalahnya, tidak semua orang memahami bagaimana cara menulis buku yang menarik. Aau bahkan yang lebih ironis lagi, tidak semua orang merasa yakin mereka bisa menulis sebuah buku.

Untuk itu, pada artikel kali ini akan dibahas 10 alasan yang paling sederhana mengapa seseorang atau kamu memang seharusnya menulis sebuah buku.

12 Alasan Menulis Buku dan Mengapa Kamu Cukup Layak untuk Melakukannya

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Inti dan langkah awal dari menulis bukanlah kamu mengerti dengan baik format menulis buku serta mengerti PUEBI dan lain sebagainya. Akan tetapi, unsur paling penting untuk memulai penulisan sebuah buku adalah kamu memiliki alasan untuk melakukannya. Alasan adalah bagian paling fundamental untuk mendorong kamu tetap menulis buku hingga selesai.

Beberapa orang tidak merasa yakin pada diri mereka sendiri mengenai penulisan buku. Ketika sebagian merasa dibatasi oleh ketidaktahuan cara menulis buku tentang kisah hidupnya sendiri, yang lainnya justru merasa tidak ada alasan penting baginya untuk menulis sebuah buku.

Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki sesuatu untuk mereka ceritakan yang mungkin dapat saja menginspirasi orang lain. Nah, cerita ini akan semakin menarik jika kemudian diubah menjadi sebuah buku. Namun, orang-orang yang menganggap mereka tidak memiliki sesuatu untuk dituliskan seharusnya menyadari beberapa hal sederhana yang hakikatnya adalah alasan yang tepat bagi mereka untuk menulis.

Selanjutnya, 10 hal berikut ini akan membuktikan kepada kamu bahwa sebenarnya kamu sangat layak menulis sebuah buku jika 10 hal tersebut juga terjadi pada dirimu.

Lantas, apa sajakah 10 hal yang menjadi alasan untuk menulis buku tersebut?

Berikut daftarnya.

BACA JUGA:

Jika Kamu Pernah Mengalami Rasa Sakit, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Kat Jayne on Pexels.com

Apakah kamu pernah merasakan sakit dalam hidupmu? Pernah mengalami perasaanmu terluka dan jiwamu seakan begitu kecewa oleh suatu peristiwa?

Jika kamu pernah megalami perasaan sakit semacam itu, maka kamu sudah sepantasnya untuk memiliki buku.

Rasa sakit hati adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sakit hati bisa disebabkan oleh perlakuan orang lain, bisa disebabkan oleh perkataan dan perbuatan mereka, atau bahkan oleh sesuatu yang lebih kompleks lagi daripada itu.

Ketika rasa sakit hati datang dalam dirimu, kamu tentu memiliki banyak sekali hal yang ingin disampaikan terkait dengan rasa sakit tersebut. Nah, menulis adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan.

Rasa sakit karena suatu peristiwa akan memunculkan sebuah perenungan yang mendalam di benak manusia. Perenungan ini pada umumnya akan memberi mereka kesempatan untuk melihat, mendengar, dan memahami lebih banyak daripada sebelumnya. Untuk alasan tersebut, rasa sakit tentu layak untuk menjadi inspirasi menulis cerita dalam sebuah buku.

Jika Kamu Merasa Memiliki Sebuah Mimpi, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Veerendra on Pexels.com

Mimpi adalah seuatu yang ingin diraih dan dicapai dan karena itu, mimpi menginspirasi banyak orang untuk berjuang. Nah di samping itu, mimpi juga mampu menjadi sumber energi untuk menulis jika kamu bisa menempatkannya sesuai dengan kapasitasnya yang tepat.

Ada banyak buku yang membahas tentang impian dan kamu bisa membacanya sebagai visualisasi penulisan yang akan kamu lakukan. Akan tetapi, cara menulis buku novel atau buku yang didasarkan pada impian akan memberikan kamu keleluasaan untuk membuat impianmu setidaknya jauh lebih mengkristal dalam realitas pemikiranmu sendiri.

Apakah mimpimu telah tercapai? Belum tercapai? Bagaimana cara kamu meraihnya? Apa saja tantangan yang kamu hadapi? Siapa yang membantumu untuk meraih mimpi itu?

Semuanya akan menjadi bahan yang sempurna sebagai penulisan cerita yang kamu lakukan.

Jika Kamu Pernah Membaca Sebuah Buku dan Merasa Bisa Membuatnya Lebih Baik, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Pernahkah kamu membaca sebuah buku kemudian berpikir; “Saya bisa melakukan yang lebih baik daripada ini?”

Jika kamu pernah merasakan seperti itu, kamu tentu sangat layak untuk menulis buku.

Buku yang kamu baca tersebut dapat menjadi titik tolakmu untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Sementara pengalamanmu, pengetahuanmu, pemikiranmu dan segala sesuatu yang kamu miliki dapat menjadi modal lain untuk membuat buku versimu menjadi lebih baik daripada buku yang kamu baca tersebut.

Jika Kamu Pernah Melakukan Sesuatu yang Membuat Orang Lain Merasa Kagum, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Samuel Silitonga on Pexels.com

Selanjutnya hal yang dapat kamu jadikan pertimbangan menulis buku adalah misalnya ketika ada seseorang yang bertanya kepadamu;

“Hei, bagaimana kamu bisa malakukannya?”

Atau,

“Wow, bagaimana kamu bisa melewati semua itu dengan hasil yang sangat mengesankan seperti sekarang?”

Intinya adalah; ketika yang kamu lakukan menimbulkan kekaguman, keheranan atau rasa tidak percaya pada orang lain, maka hal itu dapat kamu jadikan sebagai dorongan untuk menulis buku.

Kamu hanya perlu membuat yang kamu lakukan itu menjadi sebuah kerangka menulis buku yang kemudian dapat kamu uraikan dan ceritakan kepada pembaca secara lebih tertata.

BACA JUGA:

Jika Kamu Pernah Mengalami Tragedi kemudian Kamu Berhasil Keluar Sebagai Seseorang yang Lebih kuat, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Thu1ec3 Phu1ea1m on Pexels.com

Pernahkah kamu melihat seseorang mengalami kondisi yang buruk dalam hidupnya kemudian ia berhasil keluar dari kondisi tersebut dengan mental dan jiwa yang lebih kuat?

Kamu dapat dengan mudah menemukan contoh-contoh seperti ini. Bagaimana seseorang yang mengalami masa-masa yang sulit, masuk dalam tragedi yang penuh dengan darah dan perjuangan, kemudian ia berhasil selamat dan menjadi sosok yang lebih kuat setelahnya.

Nah, jika kamu juga pernah mengalami hal seperti itu, maka kamu sangat layak untuk menulis sebuah buku. Lupakan saja aturan menulis buku saat melakukannya, kamu hanya perlu bercerita dan menyampaikan pengalaman yang kamu rasakan hingga bisa keluar dan menjadi kuat setelah mengalami tragedi dan kondisi yang buruk serta menyedihkan tersebut.

Jika Kamu Bisa Memegang Pena dengan Tanganmu, Kakimu, atau Bahkan Hanya dengan Mulutmu, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Oladimeji Ajegbile on Pexels.com

Hal ini sebenarnya lebih kepada semangat dan tekad bahwa siapa pun bisa menulis buku.

Tekad, semangat, keinginan dan kemauan, adalah bagian paling penting dalam menulis buku, terserah bagaimana pun kamu melakukannya.

Semangat yang kemudian secara konsisten diimbangi dengan kedisiplinan akan mengantarkan kamu pada keberhasilan. Dan dalam menulis pun demikian, meskipun tulisan kamu tidak sebagus orang lain, atau bahkan kamu hanya bisa memegang pena dengan mulutmu saja, kamu sangat layak untuk menulis dan memiliki sebuah buku atas namamu sendiri.

Jika Kamu Pikir Pesan yang Kamu Sampaikan Bisa Menyentuh Seseorang, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Gabby K on Pexels.com

Pengalamanmu dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidup mungkin saja mengajarkan kamu sebuah pesan yang dapat kamu sampaikan pula pada orang lain. Nah, jika kamu merasa bahwa pesan itu mungkin saja akan menyentuh orang lain selain dirimu, maka sudah selayaknya kamu menuliskannya dalam sebuah buku.

Hal semacam ini tentu dapat terwujud dalam banyak bentuk. Jika kamu memiliki pengalaman dan pesan tentang pernikahan, kamu dapat menulisnya dalam buku. Jika kamu memiliki pesan mengenai cinta kasih, perhatian, kecemburuan, kemandirian, dan apa pun saja, itu juga dapat menjadi alasan bagimu untuk menulis sebuah buku.

Setiap buku pasti akan memiliki pembaca. Dan di antara para pembaca itu, percayalah, akan ada yang merasa tersentuh dengan pesan yang kamu tuliskan.

BACA JUGA:

Jika Seseorang Pernah Mengatakan Kepadamu Bahwa Seharusnya Kamu Menulis Buku, Maka Kamu Memang Layak Menulis Buku

Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Pernahkan kamu misalnya mendapatkan komentar di akun media sosialmu yang mengatakan bahwa kamu sebaiknya menulis buku?

Jika iya, pecayai itu!

Seseorang yang mengatakan bahwa kamu seharusnya menulis buku, tentu karena ia melihat bahwa tulisanmu pantas untuk itu. Kamu mungkin saja tidak terlalu pandai merangkai kata-kata yang indah, namun bisa saja apa yang kamu sampaikan dinilai sebagai sesuatu yang layak untuk dibaca orang lain.

Jika Kamu Berharap Dapat Menginspirasi Orang Lain Seperti Sebuah Buku yang Telah Menginspirasi Dirimu, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by fotografierende on Pexels.com

Apakah kamu memiliki sebuah buku yang kamu terinspirasi karenanya?

Saat membaca buku itu atau setelahnya, kamu kemudian terinspirasi untuk melakukan sesuatu, bertindak atau bahkan berpikir setidaknya seperti yang disampaikan oleh buku tersebut. Jika kamu mengalami hal ini, maka itu juga dapat menjadi sinyal yang harus kamu tangkap bahwa kamu pun sebenarnya, sangat layak untuk menulis buku.

Kamu tidak perlu khawatir tentang siapa yang akan membaca buku kamu nantinya. Dan kamu juga tidak perlu khawatir apakah mereka akan terkesan atau tidak. Pada langkah ini yang perlu kamu lakukan hanyalah menulis dan membiarkan tulisanmu mengalir. Di luar sana nantinya, akan selalu ada orang-orang yang akan terinspirasi oleh tulisanmu seperti kamu yang terinpirasi oleh buku tertentu.

Jika Kamu Mencintai Sesuatu, Peduli dengan Keluargamu, Kekasihmu, Alam di Sekitarmu, atau Bahkan Binatang Peliharaanmu, Maka Kamu Layak untuk Menulis Buku

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Cinta adalah materi dominan untuk menjadi bahan penulisan. Perhatian, kasih sayang, kepedulian, romantisme, dan belas kasih, adalah sesuatu yang berasal dan memancar dari relung hati manusia. Siapa pun yang memiliki perasaan semacam ini, memiliki bakat untuk menuliskannya dalam rangkaian kata dan ungkapan.

Jika kamu memiliki banyak hal untuk diperdulikan, memiliki banyak objek untuk dimandikan dengan kasih dan sayang, maka kamu juga pada saat yang sama, memiliki alasan untuk menuliskannya dalam sebuah buku.

BACA JUGA:

Photo by fotografierende on Pexels.com

Nah, dengan melihat 10 alasan menulis buku di atas, kamu akan semakin paham bahwa menulis buku itu sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa pun dengan latar belakang bagaimana pun.

Menjadi penulis bukanlah sebuah profesi eksklusif yang hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki keistimewaan saja. Bahkan seseorang dengan hal yang paling sederhana dalam hidupnya pun dapat menjadi penulis.

Terakhir, jika kamu merasa bahwa alasan-alasan di atas telah kamu miliki namun kamu merasa belum bisa menjadikannya sebagai dorongan untuk menulis buku, maka kamu dapat meminta bantuan penulis blog ini untuk membantumu.

InsyaAllah dengan pengalaman dan kemampuannya, ia akan senang hati untuk membantumu.

Selamat menulis!

BEGINI CARA MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP DALAM 10 LANGKAH MUDAH

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki sesuatu untuk diceritakan dalam sebuah buku. Akan tetapi, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup dirinya supaya lebih mudah untuk diceritakan dalam rangkaian kata dan tulisan. Tanpa panduan yang jelas, beberapa kisah hidup kadang hanya terangkai dalam coretan-coretan yang mungkin tidak dapat dibagikan kepada orang lain sebagai sebuah buku.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis buku kisah hidup diri sendiri dengan langkah yang paling mudah untuk diterapkan?

Berikut ulasan lengkapnya.

10 Langkah Mudah Cara Menulis Buku Tentang Kisah Hidup yang Gampang Dipraktikkan

Source: Freepik

Apakah kamu memiliki kisah hidup yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain?

Cara yang paling elegan untuk mengisahkan hidupmu kepada orang lain tentu saja adalah melalui buku. Buku sejauh ini, telah menjadi media yang paling populer, paling menyentuh, dan paling ideal untuk bercerita kepada manusia.

Akan tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara menulis umum dengan menulis kisah tentang diri sendiri. Dalam cara membuat novel sejarah pribadi, kamu tentu saja akan lebih mengenal karakter apa saja yang perlu kamu ceritakan. Namun disini pula yang menjadi tantangannya, karena tidak semua orang memiliki keleluasaan menyampaikan kisah hidup mereka dalam tulisan yang panjang dan detail seperti buku.

Nah, untuk kamu yang merasa memiliki kisah hidup yang menarik dan ingin menuliskannya dalam sebuah buku namun masih bingung bagaimana cara melakukannya, 10 langkah cara membuat novel kisah sendiri berikut ini akan membantumu melakukannya.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah tersebut?

Berikut urutannya.

Fokus Pada Satu Kenangan yang Paling Penting

Soource: Freepik

Hal pertama yang paling penting untuk kamu lakukan adalah memfokuskan pikiran dan penulisanmu pada kenangan dalam hidupmu yang kamu anggap paling penting untuk diceritakan. Kenangan inilah yang akan menjadi ruh dalam penulisanmu nantinya. Oleh karena itu, kamu harus bisa menggambarkan kenangan itu menjadi sesuatu yang seakan-akan nyata di mata para pembaca.

Selain berfokus pada satu kenangan utama yang akan menjadi inti cerita yang akan kamu sampaikan, cara membuat novel tentang diri sendiri pada langkah yang pertama ini menuntut kamu untuk menulisnya secara bebas juga.

Maksudnya begini; Kamu menulis apa pun yang kamu mau, apa pun yang kamu pikirkan dan apa pun yang ingin kamu lakukan ketika kamu mengingat kenangan tersebut. Pada tahap ini, lupakan pengeditan, lupakan ejaan yang benar, lupakan sesuatu yang tabu dan lain sebagainya.

Intinya adalah; kamu berfokus pada satu kenangan paling penting yang akan kamu ceritakan kemudian tulis bebas tentang hal tersebut.

BACA JUGA:

Buatlah Outline atau Kerangka Buku

Photo by fotografierende on Pexels.com

Langkah kedua yang kamu juga perlu lakukan dalam penulisan novel yang bercerita tentang kisah hidupmu sendiri adalah dengan membuat outline-nya.

Kamu tentu tahu apa itu outline, kan?

Ya, outline adalah garis besar atau kerangka cerita yang akan kamu tulis secara keseluruhan. Jadi setelah kamu berfokus pada kenangan paling penting dalam hidupmu yang akan kamu bagikan, sekarang kamu dapat menuangkan pemikiranmu tentang buku seperti apa yang kamu inginkan. Atau pada penjelasan yang lebih mudah; bagaimana jalan cerita yang kamu inginkan dalam menyampaikan kisah hidupmu tersebut?

Membuat kerangka penulisan akan membantu kamu dalam menyusun cerita menjadi lebih tepat sasaran. Atau pada kesempatan lain juga membantumu untuk tetap konsisten pada konsep yang tepat selama menulis. Selain itu dengan menggunakan kerangka, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang kamu lakukan juga akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Tentukan Genre Buku yang Ditulis

Source: Pexels.com

Pada banyak contoh menulis kisah hidup, genre kadang ditempatkan pada bagian yang pertama dalam proses penulisan. Itu tentu saja tidak menjadi masalah. Akan tetapi setelah kamu memiliki fokus pada satu kenangan yang akan menjadi inti ceritamu, kamu mungkin akan lebih mudah dalam memilih genrenya.

Dua jenis genre yang paling umum dalam penulisan kisah hidup seseorang adalah memoar dan otobiografi. Nah, kamu bisa memilih dua genre ini kemudian memfokuskan penulisanmu pada salah satu genre yang dipilih.

Oya, apakah sudah tahu perbedaan paling penting antara genre memoar dan otobiografi?

Memoar pada umumnya hanya berfokus pada satu kejadian dalam hidup saja untuk diceritakan. Sementara otobiografi akan menjadi buku yang menceritakan keseluruhan perjalanan hidupmu, dari lahir hingga kamu menuliskannya. Jadi, dua genre ini bisa kamu jadikan rekomendasi, tergantung sejauh mana kamu akan menuliskan kisah hidupmu di dalam buku.

Lakukan Sedikit Riset

Source: Pexels.com

Jika kamu menulis sebuah kenangan dalam hidupmu yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, maka ada banyak hal yang mungkin saja sudah terlupakan olehmu. Nah, untuk membuat ceritamu menjadi lebih lengkap, kamu juga perlu melakukan riset.

Pada contoh novel kisah nyata tentang hidupmu yang kamu tulis, riset yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan menanyakan kenangan tersebut kepada orang-orang terdekatmu, atau kepada orang yang memiliki hubungan pula dengan kisah yang akan kamu tulis tersebut. Semakin banyak riset yang kamu lakukan, semakin luas juga spektrum dan sudah pandang penceritaan yang dapat kamu kembangkan.

BACA JUGA:

Tentukan Karakter dalam Cerita

Source: Pexels.com

Pada banyak kesempatan, kenangan tidak dapat terjadi tanpa kehadiran orang lain. Perjalanan hidupmu yang penuh cerita memungkinkan kamu untuk bertemu dengan banyak orang, dan setiap mereka akan mengguratkan kenangan. Namun, tentu saja tidak semua orang yang ada dalam hidupmu bisa kamu masukkan dalam cerita, kan?

Nah, pada langkah yang kelima cara membuat novel kisah sendiri ini kamu dapat mengidentifikasi, memilih dan menentukan, karakter mana saja yang akan ada dalam ceritamu. Jadi pada konteks yang lenbih gamblang adalah; kamu menentukan siapa saja orang-orang dalam kenangan yang kamu miliki, akan dimasukkan dalam novel yang kamu tuliskan.

Ada beberapa tips terkait dengan dengan mengidentifikasi karakter yang dapat kamu lakukan. Berikut tipsnya;

  • Buat list atau daftar orang orang yang akan kamu masukkan menjadi karakter novelmu.
  • Tuliskan gambaran masing-masing karakter tersebut yang meliputi ciri-ciri, usia, latar belakang dan lain sebagainya.
  • Jelaskan pula hubungannya dengan kamu, apakah ia adalah teman, saudara, atau yang lainnya.
  • Jika kamu tidak nyaman dengan mencantumkan nama asli karakter tersebut, maka sebaiknya kamu menggunakan nama samaran yang bisa kamu tentukan sendiri.

Tambahkan Spekulasi pada Bagian yang Kamu Tidak Yakin dengan Pasti

Source: Pexels.com

Langkah selanjutnya dalam penulisan buku kisah sendiri adalah dengan memberikan spekulasi pada bagian-bagian yang kamu tidak tahu, kamu tidak yakin dengan pasti, atau kamu tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentangnya.

Misalnya begini;

Terus terang, aku tidak tahu pasti mengapa sahabatku itu memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya. Ia tak bercerita banyak padaku tentang hal itu. Setiap kali aku bertanya mengapa ia pegi begitu saja dari rumah, ia selalu menghindar dan justru menunjukkan rasa tidak sukanya akan hal itu. Mungkin saja hal ini dipicu ketidakpedulian orang tuanya pada kehidupan sahabatku yang telah membuat ia terluka dan merasa dendam.

Nah kamu bisa lihat dalam contoh novel kisah sendiri di atas yang digunakan untuk memberikan spekulasi. Kata ‘mungkin’ dan sejenisnya dapat kamu gunakan untuk menggambarkan bahwa kamu tidak begitu yakin dengan apa yang kamu coba untuk sampaikan.

Tentukan Setting Cerita

Source: Pexels.com

Bagian paling penting dalam penulisan kisah fiksi atau pun non fiksi kadang adalah setting atau tempat dimana cerita tersebut terjadi. Jika kamu menulis cerita tentang dirimu sendiri, maka kamu pun harus melakukan hal ini. Menjelaskan secara detail setting tempat kejadian yang kamu ceritakan akan memberikan imajinasi yang lebih baik kepada pembaca bukumu.

Pada dasarnya semakin lengkap kamu menuliskan deskripsi setting dalam ceritamu itu semakin baik. Misalkan kisah yang kamu tulis ini terjadi di kota Jogja, maka kamu dapat menambahkan gambarannya dengan banyak hal semisal makanan khas, kondisi kota yang penuh budaya, tata krama Jawa yang kental, hingga bangunan-bangunan yang mencerminkan khasnya kota Jogja.

Namun pada contoh novel kisah hidup yang populer kadang setting juga dapat kamu samarkan untuk menghindari hal-hal tertentu. Intinya adalah; gambaran setting yang jelas akan lebih menghidupkan cerita yang kamu sampaikan. Dan pada realitasnya, hal ini akan lebih banyak memberi kesan nyata kepada para pembaca.

Hidupkan Ceritamu dengan Dialog

Source: Pexels.com

Meskipun cara menulis cerita pengalaman pribadi pada umumnya adalah narasi yang dibangun dari kisah nyata, tapi kamu juga tidak boleh meninggalkan dialog. Tanpa dialog, tulisanmu meskipun bagus bisa jadi akan membosankan. Apalagi penceritaan dalam buku yang jumlah halamannya banyak, sebuah cerita tanpa dialog benar-benar membuat pembaca terkadang merasa jenuh.

Nah untuk itulah kemudian, kamu juga harus memunculkan dialog dalam kisah yang kamu tulis. Untuk percakapan yang sudah terjadi bertahun-tahun, kamu mungkin saja tidak akan mampu mengingatnya secara mendetail lagi. Pada kasus ini kamu dapat mengingat inti dari dialog tersebut dan berusaha menghadirkannya dalam bukumu sebaik yang kamu bisa.

Persiapkan Dirimu Menghadapi Reaksi dan Penolakan

Source: Pexels.com

Menulis buku tentang kisah hidup diri sendiri tidak selamanya tentang hal yang indah dan menyenangkan. Ada kalanya beberapa orang justru terdorong untuk menulis karena pengalaman buruk dan aib yang ia derita. Misalkan pengalaman yang buruk di masa muda, di masa kecil, atau pun sebuah kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Untuk cerita dengan jenis seperti ini, kamu harus bersiap menghadapi reaksi negatif atau bahkan penolakan atas tulisanmu. Karena bisa jadi karakter yang kamu ceritakan di dalam buku, tidak dapat menerima  jika kisah kelam yang kamu ceritakan diungkit kembali dalam sebuah cerita.

Jika kemudian kamu menerima penolakan semacam ini, maka jangan menyerah. Buatlah tekad dan keinginanmu kuat dalam menghadapi berbagai reaksi negatif yang mungkin saja akan kamu terima.

Bertekad dan Berkomitmenlah untuk Menyelesaikan Buku yang Kamu Tulis

Source: Pexels.com

Langkah terakhir dan yang paling penting dalam menulis kisah hidup diri sendiri menjadi sebuah buku adalah dengan bertekad penuh untuk menyelesaikannya. Tekad ini harus pula diiringi dengan komitmen dan disiplin. Tanpa hal ini, kisahmu hanya akan menjadi kertas-kertas penuh coretan yang tidak akan terlalu banyak bermakna.

Jadi setelah semua langkah di atas sudah kamu lakukan, sekarang kamu masuk pada bagian inti dari menjadi seorang penulis. Komitmen tidak hanya ketika kamu berhasil menyelesaikan paragraf pertama atau halaman pertama, namun juga sampai kamu berhasil menyelesaikan buku kisah hidupmu dan menerbitkannya, baik secara mandiri atau pun melalui penerbitan agensi.

BACA JUGA:

Source: Pexels.com

Nah, sekarang kamu sudah mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup yang dapat segera kamu praktikkan. Dengan tekad yang kuat, komitmen dan juga konsistensi, kamu pasti mampu melakukannya.

Akan tetapi jika kamu masih merasa kesulitan dalam menulis kisah hidupmu dan membutuhkan bantuan, maka kamu juga bisa mengirimkan pesan melalui kontak di www.penulisgunung.id. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, InsyaAllah penulisan kisah hidupmu akan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Jangan ragu untuk menghubungi kami, ya.

JASA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEBAGAI SYARAT KENAIKAN PANGKAT

Kehadiran jasa penulisan artikel ilmiah sebenarnya adalah untuk mempermudah proses apa pun yang kamu lakukan untuk mencapai sebuah tujuan yang terkait dengan penulisan. Termasuk dalam dalam hal ini adalah kenaikan pangkat seorang pendidik yang diwajibkan pula untuk memiliki karya berupa tulisan. Dalam hal ini, kehadiran jasa penulis artikel online tentu saja membuat segalanya menjadi lebih mudah.

Nah, bagaimanakah sebenarnya kiprah jasa penulis artikel ilmiah untuk kenaikan pangkat seorang pendidik? Seberapa amankah menggunakan jasa mereka dan, apa saja yang perlu pula Anda perhatikan sebelum menggunakan jasa mereka?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Serba Serbi Menggunakan Jasa Penulisan Artikel Ilmiah  sebagai Syarat Kenaikan Pangkat Seorang Pendidik

Source: Glints.com

Kenaikan pangkat tentu saja adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu. Tidak hanya oleh para pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang tak kenal lelah, namun juga oleh seluruh individu yang kenaikan pangkat juga menjadi salah satu unsur yang menunjang kesejahteraan mereka. Baik itu pegawai Negeri Sipil (PNS) Aparatur Sipil Negara (ASN, istilah yang lebih mutakhir) atau pegawai swasta dengan hierarki kepangkatan, semua akan senang dengan kenaikan pangkat.

Dalam lingkungan pendidikan sendiri, terlebih khusus lagi pada strata pendidik Sekolah Dasar, terdapat sebuah syarat yang menarik untuk bisa mengajukan diri dalam program kenaikan pangkat. Syarat tersebut adalah kemampuan literasi yang baik, khususnya dalam penulisan yang layak baca serta memiliki nilai komunikasi yang bagus dalam masyarakat.

Hal yang menjadi problem kemudian adalah, tidak sedikit ternyata pada pendidik yang merasa kesulitan memenuhi syarat ini. Dengan berbagai macam kendala yang mereka hadapi, menulis artikel atau kepenulisan yang lebih komprehensif seperti menulis buku dan puisi, menjadi tidak mudah untuk diwujudkan.

Nah, pada titik inilah kemudian solusi datang dari banyak jasa penulis artikel ilmiah. Dengan hanya memberikan kisi-kisi penulisan, dalam waktu yang singkat artikel sudah siap dan segera dapat diajukan.

Namun yang menjadi permasalahan kadang adalah; tidak semua jasa penulisan artikel tersebut ideal untuk digunakan. Ada banyak kendala mulai dari kemampuan menggunakan bahasa, komunikasi tulisan yang kurang efektif dalam menyampaikan gagasan serta kredibilitas yang belum teruji. Berbagai kendala ini kemudian membuat keputusan membayar harga jasa penulis artikel ilmiah sebagai solusi untuk persyaratan kenaikan pangkat tersebut, bisa saja menjadi kurang optimal dilakukan.

Nah, bagaimanakah cara memilih jasa penulisan yang efektif untuk tujuan ini? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Jasa Penulisan Artikel Ilmiah

Source: The Chronicle of the Yawft

Sebelum membahas lebih jauh tentang jasa penulisan untuk keperluan kenaikan pangkat seorang pendidik, Anda mungkin perlu me-refresh kembali makna dari jasa penulisan artikel itu sendiri. Hal ini supaya tidak terjadi kerancuan dalam membedakan beberapa hal yang mungkin memiliki kemiripan untuk seseorang yang mungkin menawarkan jasa yang sama.

Secara sederhana, pengertian jasa penulisan artikel adalah seseorang atau kelompok atau badan usaha yang menjual jasa penulisan artikel untuk berbagai kepentingan. Perorangan atau badan usaha ini mengerjakan penulisan suatu objek yang diminta, kemudian mereka mendapatkan bayaran dari hasil penulisan objek tersebut.

Bayaran dari jasa penulisan artikel ini kemudian dihitung dengan cara yang beragam. Paling umum adalah besarnya bayaran yang diterima dihitung dari jumlah kata yang mereka tuliskan. Atau pada kesepakatan yang lain, dapat pula berdasarkan jumlah halaman dan nilai project yang dikerjakan.

Cara Menjadi Seorang Penulis Artikel Ilmiah

Source: The Median

Tidak semua orang yang bisa menulis, dapat menjadi seorang penulis artikel yang dapat Anda gunakan jasanya. Ada kriteria tertentu sebagai cara menjadi jasa penulis artikel yang memiliki kualifikasi untuk mengerjakan artikel yang Anda butuhkan.

Dalam kaitannya dengan kepentingan tulisan sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat seorang pendidik, jasa penulisan artikel yang Anda butuhkan setidaknya memiliki beberapa kriteria sebagai berikut;

  • Memahami PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dengan baik.
  • Mampu menyampaikan gagasan pendidik dalam sebuah bahasa yang mudah dimengerti namun juga mencerminkan nilai intelektual.
  • Mampu menghasilkan artikel yang layak baca, baik dari segi penulisan, penggunaan kata, dan juga struktur penulisan.
  • Memiliki kualitas penulisan yang layak terbit di surat kabar.

Apakah Layak Seorang Pendidik Menggunakan Jasa Penulisan Artikel?

Source: Literaty Hub

Hal ini menjadi pertanyaan yang menarik karena akan memiliki sangat banyak pertimbangan. Semua pendidik umumnya memiliki pola pikir yang sangat baik terkait proses pendidikan. Namun ketika menuangkannya dalam sebuah tulisan, itu juga membutuhkan pembiasaan dan latihan yang simultan.

Dan ini menjadi semakin dilematis lagi kemudian, ketika banyak para pendidik itu telah memiliki usia yang tidak muda lagi untuk menerima pelajaran menulis yang membutuhkan banyak latihan. Di tengah urusan keluarga, urusan pekerjaan, dan masih banyak lagi hal lainnya yang membuat pusing kepala, menulis kadang-kadang memang menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan.

Jadi pada kondisi ini, bisa saja mengklik lowongan jasa penulisan artikel dan menggunakan jasa mereka, adalah cara yang paling bijaksana.

Bagaimana Cara Menemukan Jasa Penulisan Artikel yang Terbaik?

Source: Story and Self

Untuk menemukan jasa penulisan artikel yang terbaik, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut;

  • Gunakan jasa penulisan artikel yang memiliki kualitas penulisan yang baik. Untuk menguji hal ini Anda dapat memperhatikan sendiri bagaimana ia menyusun kata dan kalimat. Dan bagaimana pula ia menawarkan jasa penulisannya kepada Anda.
  • Lihat fortopolionya. Dengan melihat fortopolio hasil pekerjaan yang telah dilakukannya, Anda memiliki kesempatan untuk mengukur sejauh mana kualitas tulisan yang bisa Anda dapatkan.
  • Pastikan integritas dan kredibilitasnya. Artinya Anda juga harus memastikan jasa penulis artikel online yang Anda gunakan jasanya, memang telah terverifikasi kemampuan, integritas, dan kredibilitasnya dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Mampu menjaga privasi customernya. Beberapa klien penulisan untuk tujuan kenaikan pangkat kadang lebih banyak meminta data diri mereka dirahasiakan, pastikan pula jasa penulisan yang Anda pilih mampu memahami kriteria ini.
  • Jangan tergiur harga jasa penulisan artikel yang murah. Selanjutnya adalah Anda harus menghindari jebakan para penulis artikel berbiaya murah. Pada banyak kasus, jasa penulis artikel seperti ini memiliki korelasi pula dengan hasil tulisan mereka yang berkualitas rendah.

Penulisgunung.id Sebagai Solusi Jasa Penulisan Artikel untuk Tujuan Kenaikan Pangkat yang Paling Efektif

Untuk Anda yang membutuhkan jasa penulisan artikel ilmiah untuk pra-syarat kenaikan pangkat, www.penulisgunung.id adalah pilihan yang paling tepat. Dengan pengalaman dan kemampuan menulis yang sangat baik, penulisgunung.id akan menuliskan gagasan Anda dalam sebuah tulisan yang layak baca, komunikatif dan juga memenuhi standar PUEBI yang dibutuhkan.

Untuk Anda yang berada di wilayah kabupaten Magelang, atau di wilayah manapun di penjuru Indonesia, ini adalah beberapa alasan paling utama mengapa penulisgunung.id adalah solusi terbaik untuk mengerjakan artikel yang Anda butuhkan.

  1. Artikel Anda akan ditulis langsung oleh penulis yang telah memiliki selusin karya ilmiah dalam bentuk buku. Buku-buku karya penulisgunung.id dapat Anda lihat pada lihat link ini.
  2. Artikel Anda akan ditulis oleh seorang profesional di bidang Content Writer, Ghost Writer, dan SEO Writer, telah menulis ribuan artikel, karya tulis, baik fiksi mau pun ilmiah.
  3. Penulisgunung.id memiliki fortopolio yang kuat dalam penulisan ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat bagi ASN (silahkan klik disini untuk melihat fortopolionya)
  4. Anda akan dibebaskan dari rasa khawatir bahwa artikel Anda akan ditolak. Penulisgunung.id memberi garansi 100% revisi sampai artikel Anda diterima dan dimuat di surat kabar.
  5. Harga jasa penulisan yang terjangkau, pelayanan yang ramah, dan sangat berintegritas dalam menyelesaikan penulisan artikel yang Anda butuhkan.

Jadi, jika sekarang Anda membutuhkan jasa penulis artikel ilmiah, atau penulisan apa pun juga untuk memudahkan tugas serta pekerjaan Anda, maka Anda bisa menghubungi penulisgunung.id melalui kontak di bawah ini;

6 ALASAN MENGAPA MENULIS KISAH HIDUPMU SANGAT PENTING DILAKUKAN

Ada cukup banyak alasan mengapa menulis cerita tentang diri sendiri adalah hal penting yang harus kamu prioritaskan. Menulis cerita diri sendiri bukan hanya tentang memamerkan apa yang kamu ketahui dan apa pula yang telah kamu alami. Namun dalam perspektif yang lebih lengkap, menulis cerita tentang diri sendiri adalah sebuah kemuliaan yang memang semestinya kamu tunaikan.

Lantas, apa manfaat menulis tentang diri sendiri dan mengapa ini menjadi sesuatu yang harus kamu lakukan?

Yuk, baca uraian lengkapnya berikut ini.

7 Alasan Mengapa Menulis Cerita Tentang Diri Sendiri adalah Sesuatu yang Harus Dilakukan

Source: PepNews.com

Sebagai seorang penulis atau calon penulis, beberapa orang kadang-kadang enggan menulis kisah hidup mereka sendiri lantaran tidak memandang hal itu sebagai sebuah kepentingan. Beberapa alasan mengapa seseorang menganggap menulis tentang cerita hidupnya sendiri tidak begitu penting biasanya menyampaikan hal semacam ini;

  • Mengapa saya menulis kisah hidup saya sendiri? Untuk apa?
  • Mengapa menulis kisah saya itu penting?
  • Siapa yang akan peduli dengan kisah hidup saya, buat apa saya menulisnya?

Dengan beberapa alasan semacam ini, kadang membuat seseorang  memutuskan untuk tidak perlu menuliskan kisah hidupnya sendiri. Walaupun mungkin dalam kesehariannya sendiri, ia aktif dengan dunia tulis menulis.

Nah sekarang, siapa pun kamu, apa pun profesimu, darimana pun kamu berasal, apa pun keyakinan yang kamu anut, dan bagaimana pun latar belakang kehidupanmu, uraian berikut akan menjelaskan mengapa menulis itu penting untuk kamu lakukan. Terutama berkaitan dengan kehidupan dan kisah hidupmu sendiri.

Menulislah, karena Kamu Pasti Memiliki Cerita yang Menarik

Source: Josh Steimle

Laksana teka teki, setiap kisah hidupmu adalah bagian dari puzlle yang harus kamu pecahkan. Dan menariknya, hanya kamu yang memiliki kemampuan melakukan itu.

Jadi, ketika kamu memutuskan untuk menuliskan cerita hidupmu dalam sebuah karya yang dapat dibaca orang lain, sama artinya kamu sedang menyusun keping-keping puzzle yang akan membawamu pada sebuah jawaban.

Jawaban yang kamu temukan dalam perjalanan hidupmu akan membawa kamu dalam sebuah pengertian yang mungkin saja sangat dibutuhkan oleh orang lain dalam menghadapi teka teki hidup mereka sendiri. Dalam kasus ini, kamu seperti sedang melontarkan sebuah suar kembang api di malam yang gelap tanpa cahaya, pijarnya mungkin hanya sebentar, namun kamu tidak tahu siapa saja yang telah menemukan arah jalan karena suar yang kamu tembakkan.

Jadi, alasan mengapa kamu menulis kisah hidupmu sendiri pada poin yang pertama ini adalah karena hal itu menarik, dan kamu pasti akan menginspirasi seseorang, meskipun kamu tidak tahu siapa orangnya.

BACA JUGA:

Menulis Cerita Diri Sendiri Itu Memberi Kekuatan

Source: Deannasingh.com

Apa manfaat menulis yang paling signifikan bagi seseorang yang tidak terbiasa melakukannya?

Salah satu yang paling menakjubkan adalah; bahwa menulis mampu membangkitkan sebuah kekuatan yang mungkin saja selama ini tidak kamu bayangkan. Pentingnya menulis itu kadang berkorelasi kuat dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi kenyataan hidup yang ia alami. Semakin baik ia melakukannya, semakin besar pula kekuatan yang akan ia peroleh setelahnya.

Apa contohnya?

Ketika puteri saya bernama Islamedina yang meninggal dunia pada usia 28 bulan tahun 2016 silam, dunia saya seakan guncang. Saya menghadapi hari-hari seakan tanpa kekuatan untuk tegak dan berjalan. Dengan besarnya kenangan akan Islamedina dalam benak saya, saya seolah benar-benar tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi kenyataan kehilangan dirinya.

Source: My Own Story

Saya kemudian menulis cerita yang saya alami ini dalam dua jilid buku dengan jumlah total hampir 800 halaman. Saya tuangkan semua perasaan cinta, kerinduan, kedukaan, rasa kehilangan, dan juga semua kebersamaan saya bersama Islamedina semasa hidupnya. Buku berjudul Islamedina sejauh ini, adalah salah satu mahakarya terbesar yang bisa saya selesaikan.

Tebak apa manfaat menulis itu buat  saya kemudian?

Saya menemukan diri saya menjadi lebih kuat setelah buku itu saya selesaikan, bukan setelah ia terbit. Kalimat terakhir yang menutup buku itu seolah menutup pula gerbang duka yang selama ini membelenggu perasaan. Dalam kondisi ini, menulis adalah cara paling efektif  bagi saya untuk melahirkan kekuatan kembali sepeninggal Islamedina.

Menulis itu Memberi Kesempatan Padamu  untuk Lebih Mengerti dan Berbagi pada Orang Lain

Source: Marketingland

Selanjutnya motivasi menulis yang juga perlu kamu perhatikan adalah bahwa kegiatan ini akan membantu kamu memaknai hidup secara lebih baik. Ketika kamu menyusun kembali bingkai-bingkai kejadian masa lalu untuk bisa diceritakan dalam sebuah kisah yang utuh, kamu mungkin akan menemukan sebuah cara pandangan yang menarik. Atau pada perspektif yang lebih komprehensif, hal ini akan mampu pula memberikan kamu pemaknaan baru terhadap alur kisah hidupmu.

Tulisan cerita hidupmu akan menjadi sebuah persembahan terbaik yang dapat kamu berikan kepada orang lain, tidak peduli apakah ia adalah orang terdekatmu atau musuhmu sekali pun. Tulisanmu tidak akdan mendapat batasan tentang itu. Bahkan dalam lingkaran yang lebih luas lagi, menulis adalah salah satu cara kamu untuk bisa berbagi kisah dan inspirasi kepada siapa saja yang bisa membaca, baik ia manusia atau pun mesin.

Ketika kisah hidupmu kamu tulis dengan rapi, kemudian kamu bagi misalnya di internet yang dapat dibaca banyak orang, maka kamu telah memberi mereka sesuatu yang berharga. Kamu mungkin tidak akan tahu siapa yang akan terinspirasi, siapa yang merasa diingatkan, atau siapa pula yang merasa mendapatkan pencerahan dari tulisan yang kamu bagikan.

Menulis Membantumu untuk Penyembuhan

Source: Goodreads.com

Apa sakit yang kamu alami; apakah itu sakit anggota badan, sakit hati, terluka perasaan, kecewa, depresi, dan lain sebagainya, selama kamu masih bisa menulis, maka lakukanlah!

Salah satu faktor pentingnya menulis menurut para ahli adalah kegiatan ini berkaitan erat dengan healing process atau penyembuh. Atau kemampuan yang dapat kamu asah untuk membantumu melalui masa sulit dan bangkit dari rasa sakit. Menulis dalam kiasan yang disampaikan, laksana menurunkan beban di pundakmu satu demi satu yang kemudian akan membuat kamu merasa lebih ringan.

Menulis dan menyusun cerita memiliki cara kerja yang miterius dalam hati, dalam otak, dalam pikiran, dan dalam jiwa yang akan mampu membuat semacam percakapan sakral yang kemudian akan menimbulkan kedamaian dalam jiwa manusia. Atas dasar ini pula sebenarnya, storytelling dan bercerita kerapkali dianggap sebagai metode terapi yang efektif untuk menyembuhkan diri dari trauma.

BACA JUGA

Menulis Cerita adalah Metode Paling Baik untuk Mendengarkan Diri Sendiri

Source: Freepik

Sudah kodrat manusia ingin didengar dan diperhatikan. Akan tetapi berapa banyak manusia yang kadang tidak mendapatkan hal itu?

Mendengarkan orang lain bisa saja menjadi hal yang mudah untuk kamu lakukan, namun bagaimana kemudian kamu bisa mendengarkan diri kamu sendiri? Padahal mendengarkan diri sendiri secara jujur kadang akan membangkitkan sebuah kesadaran yang jauh lebih implikatif dalam kehidupan.

Menulis jika kamu lakukan dengan jujur dan penuh kesadaran, adalah bentuk aktif dari mendengarkan diri kamu sendiri dan memberikan kesaksian atas kebenarannya. Kamu bisa mengatakan hal yang berbeda pada orang lain mengenai apa yang kamu lakukan. Akan tetapi dalam menulis kisahmu sendiri yang hatimu adalah saksinya, kamu mungkin akan sulit mengatakan hal yang berbeda dari kenyataan sebenarnya.

Dalam buku 99 alasan menulis yang seringkali disampaikan, menulis adalah cara terbaik bagi kamu untuk jujur dan adil kepada diri kamu sendiri. Kamu mungkin akan lebih banyak mengalami penyesalan dalam masa-masa awal, namun pada perkembangannya, justru proses menulis dapat memberikan kamu kestabilan emosi yang lebih baik.

Menulis Cerita Diri Sendiri adalah Cara Menyimpan dan Mengabadikan Ingatan

Source: Pinterest

Nah, alasan terakhir yang harus kamu ketahui adalah bahwa menulis merupakan cara yang paling efektif untuk menyimpan ingatanmu.

Kamu bisa memotret sebuah kejadian, kamu bisa menyimpan gambarnya di dalam memori komputer. Kamu juga bisa menyimpan benda-benda penuh kenangan yang disimpan dalam lemari dan brankas rumah. Akan tetapi semua itu tidak akan pernah mampu mengalahkan berbagai rangkaian tulisan yang kamu hasilkan dalam mengabadikan ingatan tersebut.

Menulis pada alasan yang terakhir ini, sama dengan mewariskan sesuatu yang abadi pada siapa pun yang kamu kasihi. Cerita dan kisahmu yang kamu tulis, yang menjadi buku-buku, yang dibaca dan dicetak, akan tetap abadi sepanjang masa, meskipun kamunya sendiri mungkin tidak dapat melihatnya lagi.

Source: Freepik

Nah, itu adalah  enam alasan mengapa menulis kisah hidupmu sangat layak untuk kamu lanjutkan apa pun kendalanya. Apakah kamu berniat untuk menjadikannya sebagai sebuah buku, artikel yang diupload di blog, atau hanya sekedar catatan di buku harian, yang pasti kamu harus tetap menulis dan membagikan kisahmu pada orang lain.

Jika kemudian kamu merasa kesulitan dalam menulis karena belum pernah melakukannya, atau tidak mengerti bagaimana mengerjakannya, maka kamu bisa mengikuti bimbingan menulis di www.penulisgunung.id.

Selama kamu memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menulis dan mengubah ingatanmu menjadi sesuatu yang bisa dibaca secara nyaman, bersama www.penulisgunung.id kamu pasti dapat mewujudkannya.

HENTIKAN 13 HAL BERIKUT UNTUK MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Sehebat apa pun karakter yang kamu miliki, menghargai dan menghormati orang lain tidak pernah lebih penting daripada menghargai diri sendiri. Beberapa orang menganggap bahwa menghargai orang lain adalah puncak dari kebijaksanaan, namun itu tidak tepat. Justru puncak kebijaksanaan dari seorang manusia di zaman modern seperti sekarang ini adalah dengan kemampuannya untuk menghargainya diri sendiri.

Lantas, bagaimana pula caranya menghargai diri sendiri itu?

Salah satu cara yang paling mudah dalam upaya untuk memberikan hormat kepada diri sendiri adalah dengan tidak lagi melakukan hal-hal yang menafikan nilai-nilai diri sendiri. Sikap menafikan diri sendiri ini hadir dalam beragam tindakan yang bahkan mungkin tidak disadari. Akan tetapi imbas tindakan ini seperti sampah yang menumpuk, pada akhirnya menggunung dan menguburkan hal-hal baik yang ada dan seharusnya bisa tumbuh.

Nah,  apa saja sih tindakan yang termasuk sebagai sikap tidak menghargai diri sendiri itu? Berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

13 Sikap Negatif yang Harus Dihentikan untuk Menghargai Diri Sendiri

Source: Youtube

Prinsip menghargai diri sendiri sama sekali sekali bukan prinsip yang egois. Secara sederhana sikap menghormati diri sendiri adalah bentuk kedewasaan seseorang untuk bertindak dan menyikapi berbagai kejadian dalam kehidupan.

Mengambil sikap untuk menjadikan diri sendiri sebagai sebuah objek untuk dihormati kadangkala tidak mudah dilakukan, apa lagi bagi orang-orang yang menganut prinsip; Aku juga rela menjadi lilin untuk menerangi harimu yang gulita. Orang-orang seperti ini kadang demi alasan nggak enakan, akhirnya mengorbankan diri mereka sendiri supaya orang lain merasa tetap nyaman.

Ada banyak cara-cara menghargai diri sendiri yang mungkin sering kamu dengar. Akan tetapi langkah yang paling utama dari proses untuk memulainya adalah dengan mulai belajar menekan tombol ‘stop’ untuk sesuatu yang selama ini kamu lakukan, yang ternyata justru mengabaikan diri sendiri.

Dikarenakan pada praktiknya, keputusan untuk mulai memprioritaskan diri sendiri dalam artian yang wajar, lebih banyak berkorelasi dengan kemampuan untuk mengatakan tidak, berhenti, atau cukup, pada sesuatu yang selama ini sebenarnya tidak bagus untuk kamu sendiri

Lalu apa sajakah hal yang kemudian harus kamu katakan cukup sebagai cara untuk menghargai diri kamu sendiri? Berikut adalah 13 poin yang paling signifikan.

Berhenti Mengatakan Iya untuk Segala Sesuatu

Source: Kobo

Tidak semua permintaan yang diajukan kepada kamu harus kamu iyakan. Ada kalanya kamu harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang mungkin bertentangan dengan prinsip dirimu sendiri. Atau kamu juga harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang merugikan kamu secara materiil dan moriil.

Berhentilah untuk mengatakan iya kepada segala sesuatu supaya orang lain merasa nyaman. Atau pada kasus yang lebih menarik, kamu juga harus tegas untuk berhenti mengatakan iya kepada semua permintaan yang diajukan kepada kamu dengan alasan supaya orang lain tetap mengganggap kamu sebagai teman yang asyik.

Berhenti untuk Selalu Setuju pada Seseorang Hanya Agar Mereka Tidak Sakit Hati

Source: Dipo English

Ada dua pilihan simalakama yang seringkali terjadi; Kamu mengatakan iya untuk sesuatu dengan risiko perasaanmu sendiri terabaikan, atau mengatakan tidak pada orang lain yang kemudian membuka peluang mereka untuk sakit hati.

Jika sudah begini nasihat yang terdengar bijak mungkin akan menyarankanmu untuk mengorbankan diri sendiri supaya orang lain tidak sakit hati.

Tapi ketahuilah, itu tidak adil untuk dirimu sendiri. Jika orang lain tidak boleh kamu sakiti hatinya, lalu mengapa orang lain boleh menyakiti hatimu dengan memaksakan keinginan mereka?

Berhenti Merasa Bersalah karena Telah Melakukan Sesuatu yang Benar untuk Dirimu

Source: The Telegraph

Ketika kamu telah mengambil sebuah keputusan yang benar untuk kamu lakukan, maka  tidak ada yang perlu kamu risaukan lagi. Meskipun keputusanmu itu mungkin tidak menyenangkan bagi orang lain, namun jika kamu merasa tindakanmu sudah tepat dan tidak merugikan mereka, maka keep on the track!

Ketika ada seseorang yang meminta kepada kamu atas sesuatu, anggaplah misalnya untuk meminjam barang-barang pribadimu, kemudian kamu menolaknya karena kamu sedang membutuhkan barang tersebut. Nah, ini adalah contoh yang dimaksud bahwa kamu telah mengambil tindakan yang benar dan tidak merugikan orang lain, meskipun bisa jadi mereka kecewa.

Jika kamu sudah melakukan hal seperti ini, maka jangan merasa bersalah. Merasa bersalah dengan hal yang sudah benar adalah pertanda bahwa kamu tidak menghargai diri kamu sendiri dengan baik.

Berhenti untuk Selalu Menyembunyikan Apa yang Sebenarnya Kamu Rasakan

Source: Pinterest

Banyak juga orang yang memilih untuk menyembunyikan apa yang sesungguhnya ia rasakan hanya demi menjaga perasaan orang lain. Nah, dalam berbagai rumus kata bijak menghargai diri sendiri, bagaimana pun juga kebiasaan seperti ini harus kamu buang.

Kamu menjaga perasaan orang lain dengan cara menyiksa perasaanmu sendiri, dilihat dari kacamata psikologi dan kestabilan mental, itu bukanlah hal baik. Dengan menyembunyikan perasaanmu sendiri kamu ingin orang lain tetap merasa nyaman, tetapi apa imbasnya untuk dirimu?

Jangan, jangan lakukan itu lagi jika kamu ingin menghormati dan menghargai diri kamu sendiri. Ungkapkan apa yang kamu rasakan dengan jelas dan jujur, dan jangan paksakan orang lain untuk menerimanya.

Dan jika mereka tidak terima dengan apa yang kamu ungkapkan, maka sederhana saja, whats the problem? Semua orang memiliki perasaan mereka sendiri-sendiri.

Berhentilah untuk Selalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Source: EsZposters

Sebuah pepatah mengatakan;

Jika kamu ingin membuat semua orang senang, maka juallah es krim dan jangan menjadi dirimu sendiri.

Pepatah ini meskipun agak berlebihan, tapi memang benar maknanya. Kamu tidak bisa membuat semua orang senang.

Untuk semua sikap, perkataan dan tindakan yang kamu ambil, akan selalu melahirkan konsekuensi. Dan kadang-kadang konsekuensi tersebut adalah membuat beberapa orang menjadi tidak senang.

Jika sudah begini, terus saja dengan apa yang kamu sudah lakukan. Selama kamu merasa bahwa tindakanmu sudah tepat, tidak mengganggu orang lain dan tidak pula merugikan mereka dalam berbagai aspek yang masuk akal, maka keep going!

Berhentilah Membuat Orang Terlalu Banyak Mendikte Tentang Hidupmu

Source: PicturesQuotes

Kata bijak menghargai diri sendiri selanjutnya adalah dengan tidak membiarkan orang lain terlalu banyak mendikte tentang dirimu. Jika ia adalah ibu kamu atau ayah kamu, maka mereka layak berkomentar banyak tentang kamu. Namun, jika mereka adalah ‘orang lain’ yang membuatmu harus merasa ragu setiap kali bertindak dan bersikap, maka kamu harus menghentikan mereka.

Menghentikan disini bukan berarti kamu harus melabrak mereka dan meneriakkan bahwa kamu tidak ingin lagi didikte, tapi kamu harus menunjukkan bahwa kamu mampu menyelesaikan persoalan kamu sendiri. Tanpa harus mendengar banyak celoteh mereka yang terlalu mengurusi hidupmu.

Berhentilah untuk Selalu Mengabaikan Intuisimu

Source: Stairway to the top

Insting atau intuisi kadang adalah alarm paling kuat untuk memperingati seseorang mengenai sesuatu. Menghargai diri sendiri dalam islam mewajibkan  seseorang untuk selalu berprasangka baik pada orang lain dengan tanpa mengesampingkan kehati-hatian. Nah, konteks intuisi dalam hal ini memiliki relevansi.

Artinya begini; Jika kamu memiliki intuisi bahwa ada orang yang kamu kenal berniat tidak baik padamu, maka kamu harus berprasangka baik padanya. Akan tetapi pada saat yang bersamaan, kamu juga harus melipatgandakan kewaspadaanmu terkait dengan orang yang kamu maksud itu.

Berhentilah Selalu Bersikap Manis Hanya untuk Memperoleh Dukungan

Source: Pinterest

Pria atau wanita yang menghargai dirinya sendiri akan berani bersikap tegas dan keras jika suatu kondisi mengharuskan mereka untuk demikian. Namun, orang-orang yang cenderung mengabaikan penghormatan untuk dirinya sendiri, akan tetap berusaha bersikap manis, menarik dan menyenangkan, supaya memperoleh dukungan dari orang-orang.

Jika kamu ingin menghargai diri kamu sendiri, maka hentikan itu! Hentikan upaya kerasmu untuk selalu bersikap cantik dan manis hanya agar orang lain mendukungmu. Orang yang kuat dan menghargai dirinya sendiri akan siap jika tidak seorang pun mendukung dirinya.

Berhentilah Berkata Negatif Tentang Dirimu Sendiri

Source: Type Lifestyle

Cara menghargai diri sendiri di sekolah atau di rumah, atau dimana pun saja, sebenarnya sama. Dan salah satu persamaan yang paling kuat adalah dengan menghentikan kebiasaan kamu  mengatakan sesuatu yang buruk atau negatif tentang diri kamu sendiri.

Apa contoh berkata negatif tentang diri sendiri?

Aku tak mampu melakukan itu, Aku memang pantas diperlakukan seperti ini, Aku bukan yang terbaik, dan lain sebagainya.

Ucapan-ucapan negatif yang dilakukan secara repetitif seperti itu akan mempengaruhi mentalmu dan akan membuat kamu tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik yang kamu miliki. Singkirkan semua pikiran negatif tentang dirimu itu, dan gantikan dengan sesuatu yang lebih kuat, optimis, dan tangguh.

Berhentilah Meletakkan Kepentinganmu Selalu di Belakang Kepentingan Orang Lain

Source: Easy Wisdom

Mengalah adalah sifat mulia, tentu saja banyak orang setuju dengan hal itu. Namun, jika kamu terus-terusan mengalah hanya untuk mendahulukan kepentingan orang lain, maka itu adalah salah satu ciri bahwa kamu sebenarnya tidak menghargai diri kamu sendiri.

Dalam hal bagaimana cara menghargai diri sendiri brainly, forum belajar, dan berbagai situs pengembangan diri lainnya tetap bersepakat, bahwa kamu tidak harus selalu mengalah demi kepentingan orang lain. Ada kalanya kamu harus tegak dan mengambil sikap bahwa kepentingan kamu juga wajib didahulukan.

Berhentilan Selalu Diam Mengenai Dirimu

Source: Anis Oza

Selanjutnya yang harus kamu ketahui mengenai menghargai diri sendiri adalah kamu semestinya juga berbicara tegas untuk dirimu, pendapatmu, pertimbanganmu, rasa keberatanmu, dan lain sebagainya. Berhentilah untuk selalu diam saja pada semua problem yang menyangkut tentang dirimu.

Jika kamu tidak suka cara seseorang memperlakukan dirimu, kepentinganmu, urusanmu, maka bicaralah yang lantang, jangan diam saja.

Berhentilah Selalu Mencari Persetujuan dari Orang Lain

Source: Kat Gordon

Selalu mencari persetujuan orang lain adalah salah satu ciri orang yang lemah dan kamu tidak perlu melakukannya lagi. Untuk menjadi hebat, menjadi kuat dan menjadi berhasil dengan apa yang kamu upayakan, kamu sama sekali tidak perlu mencari persetujuan orang lain.

Orang lain bisa saja tidak setuju dengan pendapatmu atau tindakanmu, dan itu urusan mereka, bukan urusanmu.

Hal yang perlu menjadi fokusmu adalah dengan tumbuh dan belajar lebih baik, berusaha lebih keras untuk menjadi pemenang dalam pertarunganmu sendiri. Hentikan ketergantunganmu untuk selalu harus mendapat persetujuan dari orang lain.

Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri

Source: YourQuote

Jika kamu keras pada dirimu sendiri, maka kehidupan yang akan lunak kepadamu. Namun, jika kamu lembek pada dirimu sendiri, maka kehidupanlah yang akan keras kepadamu.

Anonim

Hal terakhir yang harus kamu hentikan untuk menghargai diri kamu sendiri adalah dengan berhenti mengasihani diri sendiri. Tindakan dan sikap mengasihani diri sendiri adalah prilaku orang dengan mentalitas yang lemah. Jika kamu mengalami hal yang sama, maka sekarang berhentilah.

Hidup akan selalu keras, rintangan kehidupan akan semakin tidak mudah, jangan biarkan dirimu melempem dengan semua rintangan itu.

Tegas dan keraslah pada dirimu sendiri karena hal itu akan membentuk kepribadianmu menjadi lebih kuat dan tegar. Dan pada akhirnya, hal itu akan mempermudah langkahmu mengarungi hidup.

Nah, bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah siap menghentikan semua sikap yang selama ini membuat kamu tidak menghargai diri sendiri?

TIPS MENULIS ESSAY DAN 3 BAGIAN PALING PENTING DALAM MELAKUKANNYA

Memiliki kemampuan untuk menulis essay atau menulis esai adalah suatu kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang akademisi, pendidik, public relations, dan berbagai bidang profesional lainnya. Dengan kemampuan menulis artikel berupa essay yang baik, penyampaian ide, gagasan dan opini akan lebih efektif untuk diketahui dan diambil manfaatnya oleh masyarakat luas.

Namun sayangnya, tidak semua orang dengan profesi seperti di atas memiliki kemampuan untuk menulis essay yang baik dan efektif. Mereka mungkin saja memiliki pemikiran dan ide-ide yang brilian dan cerdas, namun karena teknik menulis esai yang mereka miliki rendah, maka dampaknya bagi pembaca tidak begitu terasa. Dan akibatnya, pokok pikiran terpenting dari ide-ide dan gagasan menjadi tidak tersampaikan dengan baik.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis esai atau essay yang baik, benar dan juga efektif dari sisi dampakmya bagi pembaca?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

3 Bagian Penting Dalam Menulis Essay dan Beberapa Tips untuk Bisa Mempraktikkannya

Source: Socialh

Format penulisan essay mungkin saja memiliki struktur yang berbeda-beda. Namun dari sisi tujuan dan sasarannya, bagaimana pun struktur penulisan esai, tetaplah harus efektif untuk masuk ke pikiran pembaca. Kemampuan dan keterampilan menjabarkan pemikiran yang komunikatif dan menggugah rasa ingin tahu adalah kunci penulisan esai salah satunya.

Untuk dapat mengeksekusi penulisan artikel essay yang menarik dan komunikatif, dibutuhkan pula pengetahuan dan latihan yang konsisten. Pengetahuan dan melatih kemampuan menulis esai mungkin dapat dilakukan dengan memahami kerangka essay sebagai langkah yang pertama. Setelah memahami outline atau kerangka esai, proses pengembangan menjadi artikel yang sempurna dapat lebih mudah dilakukan.

Secara umum kerangka essay tersusun dari 3 bagian yang paling penting yakni intro atau pembukaan essay, isi essay dan penutup essay. Namun pertanyaannya kemudian adalah; apa saja yang harus disampaikan pada bagian-bagian tersebut dan bagaimana pula cara menyampaikannya? Nah, pembahasan berikut ini akan membantu kamu untuk memahaminya secara lebih lengkap.

BAGIAN PERTAMA: PEMBUKAAN ESSAY ATAU INTRO ESSAY

Source: Freepik

Bagian ini adalah bagian dimana kamu membuka sebuah topik untuk dibicarakan secara spesifik pada bagian selanjutnya. Dikarenakan sifatnya adalah pembukaan dan memperkenalkan topik yang akan menjadi bahasan utama essay, maka ada beberapa hal pula yang harus diperhatikan pada bagian ini supaya proses pengembangan ide dan gagasan yang menjadi pokok utama essay dapat tersampaikan dengan baik.

Pada proses belajar menulis essay atau pun artikel biasa, pembukaan adalah bagian penting yang seringkali menjadi kunci kesuksesan penulisan sebuah essay. Jika sebuah pembukaan essay dilakukan dengan baik dan mampu mengikat pembaca untuk terus membaca, maka setengah dari tujuan menulis esai sudah tercapai. Namun sebaliknya, jika bagian pembukaan essay tidak efektif dan mampu menarik pembaca, maka bisa jadi pembaca akan segera menutup essay yang ditulis setelah membaca pembukaannya saja.

Lantas, apa sajakah yang paling penting untuk diperhatikan pada bagian perkenalan atau pembukaan dalam penulisan essay?

Pembukaan Harus Memiliki Orientasi yang Singkat

Source: Institute for writers

Bagian ini menjadi tempat dimana kamu dapat menyampaikan sebuah topik penulisan secara singkat, bersifat umum dan lingkup yang luas. Kamu dapat memperkenalkan tema essay yang kamu tulis dengan menggunakan kalimat yang lebih umum bagi pembaca.

Menjawab Sebuah Pertanyaan dengan Thesis Statement

Bagian pembukaan pada teknis menulis esai ilmiah adalah dengan menjadikan bagian pembukaan juga sebagai cara untuk menjawab pertanyaan yang menjadi topik essay. Jawaban ini adalah dengan menggunakan peryataan tesis dan disertasi yang akan menjadi isi dari essay.

Source: Paperpile

Seperti yang disampaikan sebelumnya, pernyataan tesis atau disertasi pada bagian pembukaan haruslah dilakukan dengan singkat, bersifat umum, dan luas. Kamu tidak perlu menjelaskan ide tesismu secara spesifik pada bagian ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memperkenalkannya sebagai jawaban dari pertanyaan yang ada dalam topik umum essay.

Berikan Ringkasan Pemikiran Essay

Selanjutnya yang harus kamu sampaikan juga pada pembukaan sebuah kerangka essay yang baik adalah dengan memberikan sedikit ringkasan ide-ide yang akan disampaikan sebagai jawaban persoalan yang akan dibahas. Ringkasan ini dapat diistilahkan sebagai road map essay dimana kamu memberikan bocoran ide-ide yang akan menjadi ide pokok penulisan essay.

Hal penting yang harus kamu perhatikan dalam membuat road map pembukaan menulis essay adalah ini hanya sekedar memperkenalkan pemikiranmu saja. Artinya kamu cukup memberikan poin-poin inti ide penulisanmu tanpa harus menyebutkan detailnya.

BACA JUGA: CARA MENULIS FLASHBACK YANG TEPAT DALAM PENULISAN FIKSI

BAGIAN KEDUA: ISI ESSAY ATAU BODY ESSAY

Source: Dalama University

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan contoh essay yang tepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang kamu inginkan, terutama pada bagian isi esai atau intinya. Bagian ini adalah struktur esai utama dimana kamu dapat menyampaikan gagasan, ide pemikiran, opini-opinimu secara tepat, menarik dan juga meyakinkan para pembaca.

Nah, untuk dapat menyampaikan sebuah pemikiran yang menarik serta mengesankan, ada beberapa hal penting juga yang harus diperhatikan. Beberapa hal penting ini pada umumnya berbentuk susunan paragraf yang mampu memperkuat argumentasi terhadap sebuah persoalan yang sedang kamu perbincangkan.

Sebagai bagian penting dari isi sebuah essay, ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

Jawab Pertanyaan dengan Mengembangkan Metode Diskusi

Source: Teach Starter

Untuk menyampaikan berbagai pemikiranmu dalam sebuah esai yang baik, pada bagian inti kamu dapat mengembangkannya menjadi sebuah diskusi. Berbagai macam persoalan penting dalam topik yang kamu bahas, dapat kamu bagi menjadi beberapa pertanyaan yang kemudian kamu jawab sendiri berdasarkan disertasi yang kamu perkenalkan.

Dalam teknik menulis esai ilmiah yang baik kamu dapat membagi metode diskusi ini menjadi beberapa paragraf yang tepat. Kamu misalnya dapat mengajukan sebuah permasalahan pada sebuah paragraf yang diikuti pula oleh berbagai konsekuensi risikonya. Kemudian pada paragraf selanjutnya, kamu dapat menerangkan solusi yang kamu miliki berdasarkan disertasi pemikiran yang kamu tawarkan.

Jika pertanyaan yang kamu anggap paling penting hanya satu saja, maka kamu dapat mengembangkan berbagai konsekuensi dan risikonya menjadi paragraf diskusi yang lebih komprehensif. Namun, jika kemudian kamu menemukan ada banyak pertanyaan relevan yang dapat digunakan untuk memperkaya diskusi essay yang kamu tulis, maka tentu saja kamu dapat menambahkannya.

Akan tetapi dalam penambahan pertanyaan sebagai materi diskusi, kamu harus membuatnya rapi, ideal dan juga relevan. Kamu dapat menyiasati tujuan ini dengan membuat daftar yang sesuai dalam beberapa bagian.

Tunjukkan Pengetahuan dan Pemahamanmu Mengenai Beberapa Materi yang Sudah Kamu Baca

Source: Medford Public Library

Penting pula dilakukan dalam penulisan ini untuk menunjukkan pengetahuan yang kamu miliki. Hal ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca bahwa pengetahuan dan pemahamanmu mengenai topik yang sedang dibicarakan, memang memadai. Atau dengan kata lain yang lebih tegas, kamu memang layak dan pantas membicarakan hal itu berdasarkan wawasan yang kamu miliki.

Beberapa tips menulis essay yang seringkali disampaikan pada bagian ini adalah dengan mengutip beberapa kalimat pada buku yang telah kamu baca, kemudian menyampaikan pandanganmu yang selaras dengan kutipan tersebut. Langkah ini akan memberikan sedikit gambaran kepada pembaca mengenai keluasan wawasanmu berdasarkan buku-buku yang telah kamu baca mengenai topik yang sedang dibahas.

Tawarkan Penjelasan yang Padat dan Berikan Bukti untuk Memperkuat Argumentasimu

Source: Slideshare

Untuk membuat essay yang kamu tulis menjadi lebih berbobot dan kuat, kamu harus mampu menjelaskan pemikiranmu secara jelas, padat, kuat dan ringkas. Hindari penulisan bertele-tele yang justru akan menciderai performance dari struktur essay yang kamu tuliskan.

Pada bagian ini kamu juga dapat menambahkan beberapa contoh kasus sebagai bukti relevan untuk menguji teori yang kamu ajukan. Bukti-bukti harus mampu menjadi semacam studi kasus yang membuat argumentasi menjadi lebih kuat, berbobot dan masuk akal.

Tambahkan Kutipan yang Tepat

Jika anda kehilangan seseorang dalam upaya mencari diri anda sendiri, artinya anda sudah berada pada arah yang benar

Anonim

Kutipan pada bagian adalah sebuah kutipan bijaksana yang biasa dikenal pula dengan istilah quotes. Nah, kamu dapat mewarnai gaya menulis esai yang kamu lakukan dengan menambahkan satu atau beberapa quotes yang bijak, relevan dan memiliki interaksi yang tepat mengenai opini essay yang kamu sampaikan.

BACA JUGA: INI TANDA YANG PALING JELAS KALAU KAMU MEMANG BERBAKAT MENJADI PENULIS

BAGIAN KETIGA: KESIMPULAN DAN PENUTUP ESSAY

Source: Futurelearn

Setelah kamu merasa telah menyampaikan semua pemikiran, gagasan dan idemu dalam isi essay, sekarang kamu dapat menutup esaimu dengan cara yang elegan dan tepat.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menutup essay dengan baik?

Format penulisan essay yang benar adalah dengan mengubah pembahasan tulisan dari yang sebelumnya rincian dan spesifik pada bagian isi, menjadi lebih general dan umum kembali pada bagian penutup. Nah, untuk kepentingan melakukan transformasi semacam ini, beberapa hal penting berikut ini harus kamu perhatikan;

Ulangi Kembali Jawaban yang Kamu Miliki atas Pertanyaan di Awal Essay

Source: Taylor Class

Bagian ini mengharuskan kamu untuk mengulangi kembali pertanyaan pada pembukaan dan menjelaskan bahwa kamu memiliki jawabannya. Jawaban yang kamu miliki tersebut adalah apa yang kamu uraikan dalam body esai yang sebelumnya telah kamu jabarkan.

Ingat, bagian ini hanya ingin menekankan kepada pembaca bahwa kamu memiliki jawaban berdasarkan analisa ilmiahmu pada body essai. Kamu tidak perlu menguraikan hal-hal spesifik yang sebelumnya sudah kamu sampaikan pada isi essay.

Buat Ringkasan Ide dan Pemikiranmu

Source: Coolessay

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam teknik menulis essay adalah dengan memberikan semacam ringkasan atau rangkuman ide-ide pokok yang telah dikemukakan pada isi essay sebelumnya.

Ringkasan ini memiliki maksud yang sama seperti pengulangan pertanyaan sebelumnya, yakni sebagai penegasan ide pokok pikiran yang disampaikan dalam isi essay. Selain butir-butir ide pokoknya, kamu juga dapat menambahkan sedikit penjelasan yang paling penting sebagai bagian dari penegasan gagasan pemikiran yang telah kamu sampaikan.

Berikan Kesimpulan sebagai Penutup

Source: Dhickonline

Setelah proses menyampaikan ringkasan poin-poin pemikiran dan gagasan pokok selesai, sekarang kamu dapat menutup esai yang telah kamu tulis. Sebagai penutup yang menarik kamu mungkin dapat menambahkan satu dua kalimat yang berisi tentang kemungkinan implikasi, arah penelitian selanjutnya dan juga sebuah kesimpulan yang berkualitas.

Penting untuk kamu perhatikan pada bagian penutup essay adalah untuk tidak menyampaikan gagasan baru kembali. Jadi, meskipun misalnya kamu memiliki ide baru untuk disampaikan pada saat menulis bagian penutup essay, jangan tuliskan hal tersebut pada bagian ini.

BACA JUGA: BEBERAPA KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG PALING SERING DILAKUKAN

Ikuti Kelas Menulis Essay, Artikel, Buku dari Penulis yang Berpengalaman

Source: San Diego Writers

Nah, itu adalah tiga hal penting dalam menulis essay atau menulis esai yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Dengan latihan dan keinginan belajar yang konsisten, kamu pasti dapat menulis essay dengan cara yang paling tepat dan sempurna, terlepas apa pun profesi keseharian yang kamu lakukan.

Sebagai bagian akhir dari artikel ini, www.penulisgunung.id membuka kesempatan jika kamu ingin mempelajari cara penulisan yang efektif dan efisien. Dengan mengikuti kelas online di http://www.penulisgunung.id, kamu akan mampu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan juga lebih efektif.

Anton Sujarwo

Beberapa keunggulan mengikuti kelas menulis di penulisgunung.id

  • Dibimbing langsung oleh penulis berpengalaman. Anton Sujarwo telah menulis 12 judul buku, fiksi dan non fiksi, menulis ribuan artikel untuk kepentingan SEO, copywriting, softselling dan internet marketing.
  • Kelas menulis dapat dilakukan secara offline dan online
  • Biaya kelas menulis yang ringan.
  • Bagi penulis yang ingin memiliki karya berbentuk buku dan diterbitkan, bebas biaya konsultasi sampai bukunya diterbitkan. (Kecuali menggunakan jasa penulis untuk editing, layouting, dan sebagainya)
  • Dapat memilih materi penulisan yang ingin dipelajari sesuai dengan kebutuhan (penulisan buku, artikel populer, artikel SEO, artikel copywriting, essay ilmiah, skenario film, dan sebagainya).
  • Waktu belajar dapat didiskusikan terlebih dahulu.
  • Dan lain-lain.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan oleh penulisgunung.id, kamu dapat langsung menghubungi penulis menggunakan form kontak dibawah ini.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑