5 CARA RISET UNTUK NOVEL YANG MUDAH MESKIPUN KAMU BELUM BERPENGALAMAN

Dalam penulisan novel, riset adalah salah satu bagian penting yang tidak bisa kamu tinggalkan. Para penulis memiliki cara riset untuk novel yang berbeda-beda sesuai gaya mereka. Namun, ada beberapa cara melakukan riset dalam penulisan novel yang bisa kamu lakukan meskipun kamu sendiri belum berpengalaman.

Nah, bagaimanakah cara melakukan riset untuk menulis novel yang mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif meskipun kamu sendiri belum berpengalaman?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

5 Cara Riset Untuk Novel yang Mudah Dilakukan Walau Kamu Sendiri Belum Memiliki Pengalaman Melakukannya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Riset adalah hal penting dalam penulisan fiksi dan non fiksi. Apa pun jenis tulisan yang kamu hasilkan, riset yang tepat akan membuatnya menjadi lebih sempurna. Tak terkecuali pula dalam penulisan novel atau bahkan cerpen sekali pun, riset yang dilakukan akan membuat pendalaman cerita menjadi lebih kuat dan realistis.

Akan tetapi riset dalam penulisan novel juga bukan sesuatu yang gampang dilakukan, terutama jika kamu belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Para penulis novel pemula bisa saja mengalami kesulitan dalam proses ini yang bisa membuat tulisan mereka mandeg bahkan sebelum penulisan novelnya sendiri dimulai.

Lantas, bagaimana cara melakukan riset menulis novel yang mudah dilakukan?

Nah, lima cara dihimpun oleh Penulisgunung.id berikut ini InsyaAllah bisa membantu kamu dalam melakukannya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Pengalaman

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara pertama yang paling umum untuk melakukan penelitian kebutuhan penulisan novel adalah dengan pengalaman kamu sendiri. Pengalaman yang dimaksud disini bukan pengalaman menulis novel atau melakukan riset sebelumnya. Akan tetapi pengalaman hidup yang tentunya kamu jumpai sehari-hari.

Pada banyak artikel tentang penulis novel, pengalaman kadang menjadi sebuah penghalang dimana sang penulis sendiri belum merasa memiliki ‘modal’ untuk memulai penulisannya.

Namun, semestinya hal ini tidak menjadi kendala. Terutama jika kamu tahu cara melakukannya.

Setidaknya ada beberapa saran yang dapat kamu lakukan sebagai langkah sederhana dalam melakukan riset penulisan novel berdasarkan pengalaman. Beberapa langkah tersebut misalnya adalah sebagai berikut;

Tuliskan Apa pun yang Kamu Ketahui

Tulis novelmu murni berdasarkan pengalaman kamu sendiri. Benar-benar pure, berdasarkan pengalaman hidup yang pernah kamu alami. Dalam hal ini termasuk juga dengan membangun karakter dalam novel Kamu berdasarkan pengalaman yang pernah temui, rasakan, dengarkan dan juga imajinasikan.

Kunjungi Suatu Tempat

Photo by cottonbro on Pexels.com

Mini riset novel selanjutnya berdasarkan pengalaman yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan mengunjungi suatu tempat. Anggaplah restoran, warung makan, kampung, dimana lokasi karakter novel yang kamu tulis berada.

Coba pula untuk memesan serta merasakan makanan yang ia makan. Atau jika kamu mengunjungi hotel di mana karaktermu pernah menginap, coba pula untuk mendapatkan kamar yang pernah digunakan oleh karaktermu tersebut

Jika Memiliki Biaya, Perluas Kunjunganmu

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Kunjungi tempat-tempat dimana karakter novel yang kamu ceritakan hidup, menghabiskan masa kecilnya atau pun melakukan berbagai hal penting dalam hidupnya.

Jika misalnya karakter novel yang kamu tulis adalah pendaki gunung di Himalaya yang hidup di Nepal atau Pakistan, maka tidak ada salahnya kamu mencoba melakukan hal yang sama dan merasakan pengalamannya.

Namun ingat, cara yang ketiga untuk mendapatkan pengalaman mungkin akan membutuhkan biaya yang bisa saja tidak sedikit.

Jadi, pastikan melakukannya dengan bijaksana, ya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Sumber Bacaan

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Cara kedua yang dapat Kamu lakukan untuk melakukan riset dalam menulis novel adalah dengan mencari sumber bacaan yang relevan. Buku, koran, majalah, tabloid, buletin, atau apa saja yang dapat kamu jadikan sebagai sumber penulisan yang tepat, maka gunakan.

Dalam penulisan novel kamu mungkin membutuhkan riset yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan penulisan cerpen yang tentunya lebih ringkas. Meskipun ada perbedaan novel dan cerpen dari sisi kuantitas risetnya, namun kedua jenis karya sastra ini membutuhkan riset untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Nah, untuk riset novel berdasarkan sumber bacaan, beberapa hal ini dapat kamu lakukan.

Baca Novel yang Genrenya Sama dengan Novel yang Kamu Tulis, Terutama yang Bestsellers

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama ini seringkali tidak banyak digunakan oleh para penulis novel, terutama penulis pemula. Ketakutan akan melakukan plagiat kadang-kadang membuat mereka membentengi diri untuk sedikit melirik karya orang lain yang jenisnya sama dengan apa yang ia tulis.

Padahal jika saja kamu mau membuka sedikit pikiran dengan membaca novel serupa yang sudah bestseller, maka kamu akan memiliki lebih banyak referensi. Kamu bahkan mungkin dapat menemukan beberapa hal yang dapat membuat penulisanmu lebih berkelas dengan hal ini.

Temukan Sumber Bacaan Relevan yang Beragam

Photo by olia danilevich on Pexels.com

Kunjungi perpustakaan, toko buku bekas, atau pinjam buku yang dapat menjadi referensi menarik penulisan novel yang sedang kamu kerjakan.

Baca juga berbagai sumber lain yang dapat kamu jadikan referensi yang tepat untuk penulisan semacam majalah atau bahkan jurnal-jurnal ilmiah sekali pun.

Semakin banyak kamu membaca sumber referensi, semakin baik pula kamu mampu mengembangkan unsur instrinsik novel yang kamu tuliskan nantinya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Berinteraksi pada Orang Lain

Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Cara ketiga yang juga dapat kamu gunakan sebagai teknik melakukan riset penulisan novel adalah dengan melakukan interview atau wawancara, atau interaksi dengan orang-orang yang secara langsung memiliki kaitan dengan novel yang kamu tuliskan.

Beberapa contok aplikatif dari teknik riset yang ketiga ini misalnya adalah;

Interview

Wawancarai seseorang yang memiliki kaitan atau memiliki pengalaman yang sama atau menyerupai karakter tokoh yang kamu tuliskan.

Random Call

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Telepon seseorang yang tinggal di wilayah dimana setting cerita kamu tuliskan. Kamu bisa menelpon secara acak, dan ajukan beberapa pertanyaan yang menarik kepada mereka.

Cara ini bisa saja menantang, karena tidak semua orang yang kamu telpon akan menerima permintaan kamu dengan tangan terbuka.

Temui Expert

Apa yang dimaksud novel sejarah dan strategi penulisannya adalah selalu melibatkan seseorang berpengalaman sebagai sumber yang berimbang. Dalam penulisan novel umum pun hal ini dapat kamu aplikasikan sebagai cara efektif membangun kekuatan yang dalam pada unsur cerita.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Memanfaatkan Internet

Photo by Pixabay on Pexels.com

Menggunakan sumber penulisan dari internet untuk riset dalam penulisan novel memungkinkan kamu bereskplorasi dan mengeluarkan semua kreativitas yang kamu miliki.

Kamu dapat menggunakan sumber riset berupa video seperti Youtube, media sosial,  aplikasi foto seperti Instagram dan lain sebagainya. Semakin kreatif kamu menemukan sumber riset yang relevan untuk penulisan dari internet, maka semakin mudah pula kamu untuk mengeksekusinya.

Sebagai contoh, berikut ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan dalam proses riset penulisan novel yang bersumber dari internet.

  • Lihat hasil pencarian apa saja yang dapat kamu temui di internet berdasarkan subjek penulisan novel yang dilakukan.
  • Cari video di Youtube, Facebook, atau bahkan TikTok sekali pun, referensi apa yang bisa kamu gunakan sebagai sumber riset yang kredibel.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Cara yang Lainnya

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Selain dengan memanfaatkan internet, bacaan, interaksi dengan orang lain dan juga pengalaman, kamu tentu saja dapat menggunakan cara yang lebih bebas untuk melakukan riset dalam penulisan novel. Cara ini akan terkesan lebih abstrak, lebih bebas, namun juga tentu memiliki dampak yang signifikan sebagai sumber penulisan.

Kamu misalnya dapat mengambil keputusan menulis dan mencatat semua yang kamu temui selama proses riset. Jadi, apakah proses riset yang kamu lakukan adalah dengan majalah, buku, internet, pengalaman atau hasil obrolan ringan dengan seseorang, kamu harus mencatatnya sebagai salah satu referensi dalam penulisan.

Kamu tidak harus memasukkan semua yang menjadi sumber tersebut dalam tulisan kamu, kok. Kamu bahkan bisa benar-benar memilih untuk tidak menggunakannya sama sekali jika memang tidak layak dalam penilaianmu.

Namun bagaimana pun juga, memiliki sumber yang lebih banyak dan tidak terpakai jauh lebih baik daripada kekurangan sumber penulisan yang akibatnya, akan membuat spektrum penulisanmu terasa demikian sempit dan terbatas.

Beberapa Tips Penting Terkait Cara Riset untuk Novel

Photo by Ann H on Pexels.com

Dengan riset, seorang penulis novel dapat memastikan bahwa karakter yang ia tulis menggunakan istilah yang tepat, bereaksi secara tepat, menggunakan aksen dan juga atribut yang tepat.

Namun demikian, ada beberapa hal yang juga harus kamu perhatikan supaya riset itu sendiri tidak justru menyulitkan penulisan novel yang kamu lakukan.

Beberapa tips yang penting terkait hal ini misalnya adalah;

Gunakan XXXX

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Setelah kamu selesai melakukan riset dan memulai proses penulisan novel, kemudian dalam proses itu misalnya kamu menemukan sesuatu yang perlu kamu ketahui dan menjadi pendukung unsur intrinsik novel, maka kamu dapat menandainya dengan kode terlebih dahulu.

Kode yang umum digunakan untuk kepentingan ini adalah XXXX atau kode lain yang dapat kamu rumuskan sendiri.

Akan tetapi hal terpenting dari tips ini adalah jangan sampai bagian tersebut mengganggu proses penulisanmu. Untuk riset yang lebih komprehensif mengenai nama XXXX dan lain sebagainya, dapat kamu lakukan nanti di waktu yang lebih tepat.

Selektif

Photo by Monstera on Pexels.com

Tidak perlu menuliskan semua hasil risetmu dalam novel.

Tentu saja ada rasa yang demikian bergelora dalam hati seorang penulis novel untuk menuliskan semua yang ia ketahui semasa melakukan riset. Akan tetapi jika tidak relevan, menginterupsi cerita, atau sama sekali tidak memiliki kaitan dengan jalan cerita, maka jangan ragu untuk meninggalkannya.

Jangan Berlebihan

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Riset adalah sesuatu yang penting dalam penulisan novel, namun tentu saja kamu juga tidak boleh melakukannya secara berlebihan. Riset yang terlalu mendalam dan berlebihan pada umumnya akan membuat penulisannya sendiri menjadi tertunda.

Hal ini disebabkan oleh kamu yang merasa masih ada data, sumber, referensi, dan lain sebagainya, yang belum mencukupi untuk diterjemahkan dalam novelmu langsung.

Struktural

Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Lakukan pencatatan riset dengan rapi dan mudah dipahami, setidaknya oleh kamu sendiri. Hindari membuar alur catatan riset novel yang terlalu ruwet dan membingungkan.

Nah, itu adalah 5 tips yang dapat kamu lakukan sebagai cara riset untuk novel yang mudah. Meskipun kamu belum berpengalaman sama sekali dalam menulis novel dan melakukan riset, tips-tips di atas tentunya dapat kamu lakukan dengan mudah.

Oh ya, jika kamu memiliki metode riset yang lain dalam menulis novel, cerpen atau tulisan lainnya, saya akan dengan senang hati jika kamu membaginya di komentar.

Semoga kamu sukses selalu dengan karya-karyamu, ya!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

SEGALA TENTANG PENULIS KONTEN + 7 SKILL WAJIB UNTUK SUKSES MENEKUNINYA

Untuk satu artikel dengan panjang 800 hingga 1000 kata, seorang penulis konten bisa mendapat bayaran hingga $75 atau setara satu juta rupiah kurang lebih. Jika setiap hari kamu membuat satu artikel saja secara konsisten, maka penghasilan kotormu selama satu bulan adalah sekitar 30 juta rupiah. Wah, tentu saja ini angka yang sangat menarik sekali, bukan?

Lantas, apa sih penulis konten atau content writer  itu? Apa yang mereka kerjakan dan apa pula skill yang harus dimiliki untuk bisa menjadi seorang penulis konten yang sukses?

Yuk, temukan jawabannya dalam pembahasan lengkapnya dibawah ini, ya.

Profil Profesi Penulis Konten atau Content writer dan 7 Skill yang Wajib Dimiliki untuk Sukses Menekuninya

Photo by Pexels.com

Profesi sebagai seorang penulis konten online  sudah banyak diminati di Indonesia. Memang, jika dibandingkan dengan penghasilan penulis konten luar negeri seperti di Amerika dan Eropa, para penulis konten di Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Namun, Allhamdulillah, perlahan-lahan sudah semakin banyak pengguna jasa penulis konten yang menghargai profesi ini secara lebih baik dari sisi bayarannya.

Bayaran penulis konten di Indonesia masih sangat bervariasi. Ada banyak para penulis konten yang hanya dibayar Rp, 15.000 untuk artikel dengan panjang 350 – 500 kata. Namun ada juga yang dibayar lebih baik daripada itu. Bahkan, sudah ada pula pengguna jasa penulis konten yang mau membayar hingga satu juta rupiah untuk satu artikel premium dengan jumlah 1.500 – 2000 kata.

Melihat bervariasinya fee untuk jasa penulis konten di Indonesia, prospek untuk menjadi penulis konten profesional dengan penghasilan yang besar masih terbuka sangat lebar. Pertanyaannya kemudian adalah; apakah kamu juga tertarik menjadi seorang penulis konten atau content writer  profesional seperti itu?

Nah, jika kamu memiliki keinginan menjadi content writer  profesional dan sukses di bidang itu, maka artikel ini ditulis khusus untuk kamu.

Jadi, dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA: PANDUAN CARA MENULIS SKENARIO YANG MUDAH LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Apa sih, Content Writer atau Penulis Konten itu?

Photo by Pexels.com

Content writer  atau penulis konten adalah orang yang membuat konten digital yang bertujuan untuk mendidik, melibatkan, atau menjaga hubungan yang harmonis dengan konsumen online . Berdasarkan pengertian ini, seorang penulis konten dituntut untuk membangun keterlibatan konsumen online  pada konten yang ditulisnya.

Kamu tentunya sudah sangat familiar kan, dengan berbagai karya penulis konten digital?

Bahkan sekarang, saat membaca tulisan pada blog ini, kamu juga sedang berhadapan dengan karya dari seorang penulis konten digital.

Menariknya adalah, menulis konten itu tidak terbatas pada aktivitas blogging semata. Orang yang menyajikan data visual berbentuk video, foto, info grafik dan sejenisnya, juga termasuk didalamnya. Hanya saja untuk penghasil konten di luar tulisan umumnya disebut sebagai content creator dan bukannya content writers.

Seperti Apa Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Source: Freepik

Para penulis konten freelance atau pun yang direkrut permanen, memiliki job untuk menarik orang sebanyak mungkin pada sebuah situs. Pemilik bisnis online  yang memasarkan produk mereka secara digital sudah sangat faham bahwa orang yang akan membeli produk mereka, adalah orang yang mengunjungi situs mereka. Akan tetapi, menarik konsumen online  tentu saja tidak semudah memanggil orang-orang di pasar dengan sebuah pengeras suara, kan?

Nah, disinilah para penulis konten menunjukkan kehebatan mereka melalui tulisan yang mereka hasilkan. Merekalah kemudian yang tampil menjadi pahlawan guna menarik publik online  untuk mengunjungi sebuah situs. Kehebatan para penulis konten mendapatkan pembuktian yang riil dengan tingkat kunjungan yang semakin meningkat melalui tulisan mereka.

Pemilik bisnis menyewa atau mempekerjakan para freelance penulis konten untuk memproduksi artikel yang kuat dan berkualitas untuk menarik audiens ke website mereka. Beberapa pemilik bisnis juga kadang membayar penulis konten dengan spesialisasi khusus untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan atau subsriber mereka melalui email marketing atau pun sosial media.

Jadi, tugas penulis konten adalah memproduksi konten berkualitas yang memiliki nilai informasi, edukasi, engagement, dan ajakan yang tujuannya adalah untuk mendatangkan traffic sebanyak mungkin melalui tulisan mereka.

BACA PULA: 10 BUKU TERBAIK MENURUT ELON MUSK YANG SEHARUSNYA KAMU BACA

Apa Saja Jenis Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Pekerjaan penulis konten tidak terbatas pada blog post dan menulis artikel saja. Berikut adalah beberapa pekerjaan penulis konten yang mungkin saja salah satunya, adalah keahlian kamu.

Blog Post dan Artikel

Source: Freepik

Jenis ini adalah salah satu yang paling umum dalam job desc seorang penulis konten. Kebanyakan orang yang menjadi penulis konten atau bekerja sebagai content writer untuk sebuah jasa penulisan, adalah mereka yang bertugas menulis untuk postingan blog seperti ini.

www.penulisgunung.id adalah blog yang baru memiliki sekitar 40 artikel. Dengan 40 artikel ini setidaknya mampu menarik organic traffic sekitar 200 hingga 400 viewer per hari. Penulisan konten seperti ini yang mampu terindeks dengan baik di mesin pencarian google, adalah contoh tugas penulis konten yang paling umum.

Web Page Copy dan Copywriting

Source: Freepik

Ini adalah jenis pekerjaan kedua dari seorang content writers.

Fungsi utama dari model pekerjaan ini adalah penulis konten menyusun kata-kata yang mendeskripsikan sesuatu yang tujuannya untuk menjual. Web page copy adalah menulis copy tentang halaman website, tentang produk dan layanan yang tujuan utamanya untuk menjual sesuatu.

Landing Pages

Source: Freepik

Untuk menarik minat pengunjung melakukan sesuatu yang diarahkan pada saat pertamakali mengunjungi halaman sebuah website, seseorang harus membuat susunan kata yang magnetic.

Nah, ini adalah salah satu skill yang dapat diasah jika kamu ingin menekuni profesi sebagai seorang penulis konten yang khusus membidangi landing pages.

Penulis Script untuk Podcast

Photo by Pexels.com

Podcast portal seperti yang dimiliki oleh Dedy Corbuzier itu adalah sebuah rekaman audio yang terkadang juga disiarkan secara live adalah konten yang berisi informasi, hiburan atau edukasi untuk follower mereka.

Ada banyak para podcaster yang menulis script atau naskah audio mereka secara mandiri, kata per kata. Namun, tidak semua podcaster memiliki kemampuan seperti ini.

Bagi yang tidak memiliki kemampuan menulis yang baik untuk materi podcast script mereka, penulis konten adalah solusinya.

Posting Sosial Media dan Iklan

Source: Freepik

Untuk sebuah bisnis online , media sosial tentu saja memiliki banyak fungsi penting yang dapat dimaksimalkan.  Freelance penulis konten atau penulis profesional yang dipekerjakan terkait media sosial bertugas setidaknya untuk;

  • Membangun kedekatan dan loyalitas dengan pengikut mereka.
  • Mengembangkan brand awareness.
  • Mempromosikan berbagai produk yang dijual
  • Mengarahkan pemirsa di media sosial untuk mengunjungi website mereka.

INI JUGA MENARIK: CARA MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT UNTUK GURU DALAM 5 LANGKAH SANGAT MUDAH

Email Marketing, Campaign dan Newsletters

Photo by Pexels.com

Tugas penulis konten lain dalam dunia bisnis adalah dengan menjadi seorang pengelola email bagi perusahaan mereka, khusunya email yang bersifat promosi produk, pemasaran, dan lain sebagainya.

Email langsung yang ditujukan kepada pemirsa mereka adalah salah satu cara lain yang cukup efektif untuk menumbuhkan loyalitas konsumen online.

Infografik

Source: Freepik

Di aplikasi seperti pinterest, kamu akan melihat lebih dari 50% konten gambarnya berisi infograpik atau infographics.

Infografik disajikan dengan gambar dan kata-kata minimal yang padat, jelas dan informatif. Penulis konten tentu saja memiliki kemampuan untuk menyusun rangkaian kata tersebut.

Ebooks

Source: Freepik

Di website www.akasakaoutdoor.co.id ada sebuah program affiliate marketing yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Program ini memberikan kesempatan kepada kamu untuk memasarkan produk mereka secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Tutorial lengkap untuk menjadi seorang affiliate marketer di situs tersebut dituangkan dalam sebuah ebook yang dapat di-download dengan mudah disini.

Menulis ebook seperti ini dengan informasi yang panjang dan mendetail adalah salah satu pekerjaan dari seorang penulis konten profesional. B2B atau Business to Business sudah akrab menggunakan metode ini untuk membangun komunikasi dan trust dengan pengikut mereka.

Video Script

Source: Freepik

Seperti halnya podcaster, tidak semua youtuber atau produsen video online  juga memiliki kemampuan dalam menulis script. Nah, ini adalah salah satu peluang penulis konten online  untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Video secara umum lebih banyak digemari karena sangat sederhana. Kamu tinggal mengklik tombol play dan semua informasinya akan dipertontonkan untuk kamu.

Konten video yang informatif tentu saja tidak dapat dibuat asal-asalan, beberapa pembuat video membutuhkan penulis konten profesional untuk membuat konsep atau skenario serta deskripsi video mereka sebelum dipublikasikan.

Product Description

Source: Freepik

Jenis pekerjaan terakhir yang juga dapat ditekuni oleh seorang penulis konten adalah membuat deskripsi produk.

Penulis konten untuk E-commerce berfokus pada membuat deskripsi produk yang akan membujuk calon pembeli memasukkan produk mereka ke keranjang belanja. Sebagai penulis konten untuk jenis seperti ini, kamu dapat lebih berfokus pada keuntungan yang akan diperoleh pembeli dengan membeli produk tersebut.

BACA INI JUGA, YUK; JASA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEBAGAI SYARAT KENAIKAN PANGKAT

Kualifikasi Seperti Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Penulis Konten yang Hebat?

Source: Freepik

Untuk menjadi penulis konten yang hebat, ada beberapa kualitas yang sudah semestinya kamu miliki. Kualitas atau kualifikasi setiap penulis konten bisa saja berbeda-beda, namun secara umum yang paling dibutuhkan dari seorang penulis konten adalah sebagai berikut;

Memiliki Kepribadian Menarik

Source: Freepik

Seorang penulis konten harus memperlakukan pembaca mereka dengan penuh hormat dan empati. Penulisan konten website yang baik adalah yang memprioritaskan pembaca mereka sebagai objek utama. Untuk kepentingan ini, seorang content writer  harus mampu mengaplikasikannya.

Penulis konten yang hebat tentu saja dapat merefleksikan diri mereka sendiri dalam setiap karyanya. Akan tetapi porsi empati kepada audiens dan pembaca tetap adalah yang utama.

Memiliki Kemampuan Beradaptasi

Source: Freepik

Sebagian besar penulis konten memang memiliki spesifikasi untuk tema tertentu. Kamu misalnya sangat bagus ketika menulis tentang wisata, tentang kesehatan, atau tentang keuangan dan bisnis.

Meskipun demikian, cara menjadi penulis konten juga mengharuskan kamu untuk mampu menyesuaikan diri dengan gaya penulisan tertentu. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan klien sebaik mungkin.

Memiliki Ketekunan

Source: Freepik

Seorang content writer  memiliki semangat luar biasa dalam segala keadaan yang tercermin dari tulisan dan karya mereka. Mereka harus terus mempelajari keterampilan baru dan berinovasi dalam blog-blog penulisan yang lebih baik.

Memiliki Intergritas

Source: Freepik

Penulis konten yang hebat membuat para pembaca percaya dengan kata-kata mereka, sementara klien mereka juga meyakini etos kerja mereka.  Penulis konten seperti ini mampu memberikan penghargaan kepada karya orang lain melalui kata-kata dan tulisan mereka sendiri.

BACA INI JUGA: 10 HAL PENTING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH SETIAP JASA PENULIS ARTIKEL

7 Skill Dasar yang Harus Dimiliki Seorang Penulis Konten Profesional

Source: Freepik

Sepanjang karir, seorang penulis konten online  harus terus memperbaharui skill mereka. Dunia digital yang dinamis dan bergerak sangat cepat membutuhkan seorang penulis konten yang  mampu beradaptasi dengan baik di bidangnya.

Akan tetapi, setidaknya ada 7 keterampilan dasar yang paling dibutuhkan oleh seorang penulis konten. Jika 7 keterampilan ini sudah kamu miliki, maka kamu adalah calon seorang penulis konten yang hebat.

Menguasai Kata-Kata

Photo by Pexels.com

Ini tentu saja adalah keterampilan sangat dasar yang harus dimiliki oleh setiap penulis konten apa pun. Kemampuan menyusun kata-kata, membuat struktur kalimat, tata bahasa yang benar, tanda baca yang tepat, hingga menghasilkan tulisan yang enak dibaca.

Ini adalah skill paling dasar yang harus dimiliki seorang content writer s. Dan pastinya, kamu juga sudah pasti menguasai hal ini, kan?

Intinya adalah; penulis konten website yang sukses itu harus mampu membuat tulisan yang menarik, mengalir dan enak dibaca oleh konsumen online .

Memiliki Empati

Photo by Pexels.com

Nah, sebagai penulis konten profesional, empati adalah salah satu skill dasar yang harus kamu miliki. Empati memiliki hubungan yang erat dengan cara memahami pikiran pembaca, apa yang mereka inginkan, dan apa pula yang menjadi masalah mereka.

Empati sebagai cara menjadi penulis konten website dapat dimaknai dengan sederhana sebagai cara memandang subjek yang kamu tulis dari sudut pandang pembaca, alih-alih sebagai klien atau dirimu sendiri. Para penulis konten profesional ini menyajikan tulisan yang mampu membimbing pembaca mereka pada solusi yang disiapkan oleh klien mereka.

Metode empati model inilah yang harus dimiliki oleh seorang penulis konten yang hebat.

Faham SEO (Search Engine Optimazation)

Photo by Pexels.com

Kamu sudah pasti cukup paham apa itu SEO, bukan?

Untuk tampil di halaman pertama kolom pencarian google dan mesin pencarian lainnya, sistem biasanya mengindeks berdasarkan kata kunci yang paling cocok, artikel yang relevan, dan tautan yang diberikan berupa internal link atau eksternal link. Memahami kaidah cara kerja SEO adalah cara untuk berhasil disini.

Salah satu pengguna jasa www.penulisgunung.id memiliki 550 kata kunci yang tampil di halaman pertama kolom pencarian google. 200 di antara kata kunci atau keyword tersebut menduduki peringkat 1 – 3 hasil teratas.

Nah, untuk membuat konten dengan hasil seperti itu, faham SEO tentu saja harus menjadi syaratnya.

BACA PULA: JASA PENULIS ARTIKEL MANDIRI UNTUK SOLUSI KONTEN ARTIKEL DAN BERKUALITAS

Memiliki Kemampuan Riset

Source: Freepik

Walaupun para penulis konten lepas sudah terbiasa menguasai topik tertentu dalam penulisan mereka, namun riset tetap sangat dibutuhkan. Dengan melakukan riset terhadap materi penulisan yang akan kamu lakukan, kamu mungkin saja akan menemukan beberapa hal yang lebih banyak untuk membuat konten yang kamu tulis menjadi lebih berbobot.

Kemampuan content writer  untuk menemukan, memilah, mengatur dan menerbitkan hasil riset mereka pada konten website klien mereka, akan meningkatkan kredibilitas website tersebut di mata para pemirsa online .

Dan itu tentu sangat penting untuk dilakukan.

Editing Mandiri dan Proof Reading

Source: Freepik

Skill selanjutnya yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten profesional adalah kemampuan untuk melakukan self editing. Pengeditan mandiri ini dibutuhkan sebelum tulisan diserahkan kepada klien menjadi sebuah artikel yang siap publish.

Konten tulisan yang diserahkan kepada klien, sebaiknya memang sudah ready to up load. Hal ini akan mengurangi beban klien untuk melakukan editing. Self editing sendiri meliputi penempatan tanda baca, ejaan, typho, dan lain sebagainya.

Disiplin dan Tepat Waktu

Photo by Black Pexels.com

Penulis konten freelance sudah semestinya memiliki manajemen waktu yang baik mengenai proses pengerjaan konten yang ia lakukan. Hal ini berkenaan dengan deadline atau tenggat waktu, dan mungkin juga mengenai ekspektasi penulisan.

Penulis konten lepas juga sebaiknya menjaga komunikasi yang baik pada klien mereka terkait dengan target penulisan. Komunikasi yang baik juga sebaiknya difokuskan pada ekspektasi penulisan apa yang ditargetkan oleh klien.

Jika kamu menulis konten yang menekankan deadline, maka sebaiknya kamu mematuhinya. Selain menunjukkan integritasmu, disiplin dengan waktu akan membantumu  untuk lebih sukses dibanding orang yang kurang menghargai waktu.

Memahami Literasi Komputer

Source: Freepik

Nah, skill terakhir yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten online  adalah kemampuan mereka memahami literasi komputer yang sederhana. Ja ngan takut dulu, ini tidak akan serumit memahami bahasa coding, HTML, Java, dan sejenisnya.

Literasi komputer yang dibutuhkan oleh seorang penulis konten meliputi hal-hal yang sederhana seperti navigasi online , mengirim email, membuat postingan blog, menambahkan link URL pada tulisan, atau juga menambahkan gambar yang relevan pada konten yang ditulis.

Sesederhana itu saja, kamu pasti sudah terbiasa, kan?

BACA JUGA: MENGAPA SKILL MENULIS ITU SANGAT PENTING DI ZAMAN SEKARANG?

Lalu, Bagaimana Memulai Menjadi Penulis Konten Profesional

Source: Freepik

Ada ribuan orang yang telah bekerja menjadi content writer  dan mendapatkan gaji penulis konten yang menarik. Para penulis konten dapat memilih waktu mereka sendiri secara freelance, atau pun menulis penuh waktu sebagai full time job.

Nah, untuk kamu yang ingin terjun pula menjadi seorang penulis konten profesional, beberap tips berikut ini akan berguna untukmu;

  • Menulislah setiap hari. Apa pun yang kamu tulis, sesederhana apa pun itu, lakukan setiap hari. Buatlah menulis menjadi rutinitas harianmu.
  • Membaca lebih banyak. Baca dan ketahui lebih banyak pengetahuan mengenai dunia kepenulisan. Tambah pengetahuanmu setiap hari dengan lebih banyak membaca.
  • Akrablah dengan SEO. Kamu tidak bisa meninggalkan SEO untuk menjadi penulis konten yang hebat. Tidak ada salahnya menginvestasikan waktu dan biayamu untuk memahami lebih banyak tentang hal ini.
Source: Freepik
  • Ambil Kelas Belajar. Kamu bisa melakukannya dengan ikut training, kursus online , pelatihan dan lain sebagainya.
  • Jangan Membatasi Diri dengan Eksperimen. Coba tulis berbagai macam topik dan jangan enggan mencobanya. Kamu bisa mencoba menulis tentang wisata, budaya, kuliner, keyakinan, akuntansi dan masih banyak lagi. Mungkin saja dengan cara ini kamu akan mengetahui topik utama apa yang paling kamu minati nantinya.
  • Terus Belajar dan Buat Fortopolio. Sembari terus meningkatkan jam terbang dan kemampuanmu, kamu juga bisa membangun fortopolio yang bagus melalui blog dan sebagainya. Muaranya, hal ini akan meningkatkan reputasimu sebagai seorang penulis konten yang profesional.

BACA PULA: 6 CIRI-CIRI ORANG YANG BERBAKAT MENJADI SEORANG PENULIS, KAMUKAH ORANGNYA?

Sekarang, Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Freepik

Mulailah untuk menulis konten pertamamu sesegera mungkin. Prospek menjadi penulis konten dan mendapatkan nafkah yang menarik dari bidang ini sangat besar. Ketika dunia semakin berpindah secara online  dan bisnis digital semakin mendominasi, penulis konten akan selalu menjadi profesi yang sangat dibutuhkan.

Dan itu adalah pintu gerbang besar yang sudah dibuka untuk kamu memasukinya.

Selanjutnya, teruslah belajar dan berlatih, ya.

Kamu akan sukses menjadi penulis konten yang luar biasa jika kamu konsisten dan pantang menyerah untuk belajar dan berlatih.

Jadi, selamat mencoba!


NB:

Tulisan saya lainnya dapat dilihat pula di;

www.akasakaoutdoor.co.id

www.arcopodojournal.com

www.programexcel.id

Sumber dan referensi:

www.smartblogger.com

MENGENAL SUDUT PANDANG NOVEL YANG PALING UMUM DALAM PENULISAN KARYA SASTRA

Dalam penulisan cerita fiksi dan non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca. Dan menariknya, hal ini dapat kamu pelajari dengan mudah.

Nah, sebelum membahas sudut pandang apa saja yang paling umum digunakan dalam penulisan novel dan karya sastra lainnya, yuk, kita ingat kembali pengertian sudut pandang dalam sebuah penulisan.

Pengertian Sudut Pandang Novel, Jenis, Penjelasan dan Contoh yang Mudah untuk Memahaminya

Source: Freepik

Kamu mungkin saja pernah mendengar istilah sudut pandang orang pertama kedua dan ketiga dalam sebuah penulisan. Lantas, apa sih, yang disebut dengan sudut pandang itu?

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Source: Freepik

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of View. Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa, yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang

Setidaknya ada beberapa jenis jenis sudut pandang yang paling umum dipergunakan dalam penulisan fiksi.

Nah, berikut penjelasan dan juga contohnya. Yuk, disimak sampai selesai, ya.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Source: Freepik

Dalam sudut pandang yang satu ini, penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita. Jadi, penulis disini adalah sekaligus pelaku dalam cerita yang ia tulis. Umumnya dalam jenis yang pertama ini penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita.

Sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Lalu, bagaimana penjelasan dari masing-masing sudut pandang “Aku” ini?

Berikut uraiannya.

Penulis Sebagai “Aku” Tokoh Utama

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca. Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti. Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Penulisan novel atau cerpen menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai tokoh utama, harus memahami dengan baik karakteristik “Aku” yang disampaikan. Hal ini berkorelasi pula dengan usianya, jenis kelaminnya, bahasa yang digunakannya, dan lingkungan yang mempengaruhinya.

Contoh Sudut Pandang “Aku” Sebagai Tokoh Utama

Photo by emre keshavarz

Seorang lelaki tua memanggilku sepuluh menit lalu di ruang pribadinya di lantai paling atas pada gedung megah biru dunker, inti kampusku. Dia duduk pongah di kursi busa berukir khas jepara di balik meja. Senyumnya mahal, semahal kursi itu. Kucoba duduk santai dihadapnya, sambil melirik buku yang tadi dibantingnya. Gagasan, itu tulisan di sudut kanan atas sampul depan. Mendesah sebelum kualirkan mata ke tanda pengenal meja di sebelah buku itu, tulisan cerlang bereja Rektor pongah menatapku. Kulengoskan kepala keluar jendela, sementara mulutnya terus mengumpat. Soal buku itu, tentu juga soal aku.

Rektor Itu Ayahmu, Sayang? – Ardyan Amroellah

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

BACA JUGA:

Penulis Sebagai “Aku” Bukan Tokoh Utama

Photo by ROMAN ODINTSOV

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan. Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita. Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang “Aku” Bukan Tokoh Utama

Aku sudah mengetahui wajahnya sejak lama, sejak sekitar dua tahun lalu. Seminggu sekali dia datang ke salon itu, selalu. Aku kerap tertawa saat ingat kali pertama aku melihatnya. Lusuh, kusam, dekil, sama sekali tak berwarna. Tapi aku tahu, dia bak mutiara jatuh dalam kotoran dan ketakberuntungan. Tinggal membasuhnya saja sebelum moncernya kembali. Dan rupanya dia tahu bagaimana cara memelihara diri. Terbukti, tak ada tanda kekusaman yang muncul. Aih, aku jadi iri.

Mimpimu Apa? – Ardyan Amroellah

Contoh lain yang bisa pula diambil untuk menjelaskan jenis penulisan dengan point of view  seperti ini adalah misalnya; sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea. Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Source: Freepik

Jenis sudut pandang kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak. Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Siang itu kami berkerumun di teras masjid, membahas isu hangat yang merebak di pondok. Secara beruntun, barang-barang kami hilang. Mi instan, uang, buku, hingga celana dalam. Hal terakhir itu sangat keterlaluan. Ajaibnya, kami berempat sama. Celana dalam kami habis. Percayalah, hanya sarung yang kami pakai saat ini.

Ronaldo Dari Brazil – Anin Mashud

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Kedua

Photo by cottonbro

Hal yang unik dari seorang penulis yang mengadaptasikan sudut pandang seperti ini adalah ia bisa memperlakukan pembaca seolah-olah sebagai karakter utama dalam cerita. Dipandang dari segi upaya untuk membangun kedekatan dengan pembaca, sudut pandang orang kedua dapat dikatakan adalah yang paling efektif.

Kata ganti yang paling umum dipergunakan dalam melukiskan sudut pandang orang kedua adalah “Kamu, Kau, Anda”. Sudut pandang seperti ini selain juga umum dipergunakan dalam penulisan novel dan cerpen, juga populer dalam penulisan artikel untuk blog dan content writing. Menempatkan pembaca menjadi sesuatu yang penting dan istimewa sebagai unsur utama dalam penulisan adalah alasan utamanya.

Contoh Sudut Pandang Orang Kedua

Ini hari pertamamu masuk kerja. Harus sempurna! Maka jadi sejak tiga sejam lalu, kau sibuk bolak-balik di depan cermin. Mengecek baju, rambut, sampai riasan di wajahmu. Lalu setelah kau memulaskan lipgloss sebagai sentuhan final yang kau rasa akan memesona teman-teman barumu di kantor nanti, kau mengambil parfum. Menyemprotkannya di belakang telinga, pergelangan tangan, selangkangan, dan ke udara. Sedetik berikutnya, kau melewati udara beraroma lili dan lavender itu, berharap supaya wanginya menempel di rambut dan blazer barumu.

Novel The Girls’ Guide to Hunting and Fishing – Melissa Bank

Sudut Pandang Orang Ketiga

Photo by Kilian M

Seperti halnya sudut pandang orang pertama yang terbagi dalam sudut pandang tunggal dan jamak, maka sudut pandang ketiga pun demikian. Novel atau cerpen yang menggunakan sudut pandang orang ketiga juga dapat dibagi kembali menjadi sudut pandang orang ketiga tunggal dan sudut pandang orang ketiga jamak.

Berikut penjelasannya masing-masing.

Sudut Pandang Orang Ketiga Tunggal

Dalam sudut pandang ini, penulis ada di luar cerita dan tidak terlibat dalam alur yang diceritakan. Kata ganti yang paling umum dan digunakan oleh penulis untuk menyebut tokoh-tokohnya adalah dengan “Dia, Ia, atau nama tokoh itu sendiri”.

Sudut pandang orang ketiga tunggal pun terbagi dalam beberapa bagian lagi misalnya; sudut pandang orang ketiga serba tahu, sudut pandang orang ketiga terbatas, dan sudut pandang orang ketiga objektif. Dalam penulisan kamu dapat menemukan dengan mudah contoh cerpen sudut pandang orang ketiga karena jenis point of view  inilah yang memang paling umum dipergunakan dalam penulisan di Indonesia.

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Photo by Suliman Sallehi

Dalam sudut pandang ini, penulis memiliki pengetahuan yang tak terbatas untuk melukiskan ceritanya. Peran penulis laksana Tuhan yang mengetahui semua hal yang dilakukan dan dipikirkan oleh para tokoh cerita. Pada banyak bagian kadang-kadang, penulis juga dapat melukiskan apa yang ada dalam hati dan benak tokoh-tokoh cerita yang sedang ia tuliskan.

Fragmen penceritaan pun dapat berubah dan melompat-lompat sesuai dengan keinginan penulis dalam sudut pandang ini. Misalnya penulis dapat bercerita tentang tokoh A dalam paragraf awal, kemudian melompat pada tokoh B pada baris-baris selanjutnya.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Angin kencang serta lolongan badai mengajarkan kekuatan, tebing terjal mengajarkan perjuangan, jalan panjang dan berliku, dipenuhi halang rintang dan onak duri mengajarkan kegigihan, keteguhan sekaligus pula kekuatan dalam bahasa yang  bertahan. Jika semua unsur-unsur itu adalah guru bagi pemuda sederhana seperti Tatras, maka sungguh dalam batin pak Iskandar, Tatras tidak membutuhkan seorang profesor atau doktor untuk mengajarkannya hal yang lebih baik daripada yang ia telah dapatkan dari alam dan gunung-gunung.

Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Contoh lain dari sudut pandang orang ketiga serba tahu ini dapat pula dilihat misanya pada sudut pandang novel Perahu Kertas, sudut pandang novel Sang Pemimpi, dan lain sebagainya.

Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Source: Freepik

Pada sudut pandang ini, penulis terbatas untuk mengungkapkan jalan cerita hanya dari sudut pandang beberapa orang saja. Atau pada konteks yang lain, juga tidak bisa dengan sangat bebas untuk berpindah dari karakter tokoh yang satu pada karakter tokoh yang lain.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Setiap ayah mungkin saja memiliki fisik yang berbeda-beda, memiliki profesi dan rutinitas yang tidak sama, memiliki gaya hidup dan model pakaian berlainan, memiliki tingkat penghasilan, kecerdasan, warna kulit, serta intelektualitas yang tidak serupa. Namun untuk sebuah perasaan yang menyangkut anak-anak mereka, menyangkut puteri kecil mereka, maka segumpal daging dalam dada mereka yang bernama hati adalah sama, adalah serupa, dan tak memiliki perbedaan yang signifikan. Semua merasakan kedukaan yang demikian dalam, tak mampu hanya digambarkan dengan beberapa kalimat ataupun berbagai ungkapan.

Omar mungkin berwajah keras dengan jenggot dan kumisnya yang membuat ia terlihat sangar. Namun jauh dalam hati dan perasaannya tentang Sabiya, Bharal Omar juga tak berbeda dengan para ayah lainnya akan puteri mereka. Ia sangat mencintai Sabiya, Sabiya adalah separuh nafas Omar, setengah dari jantung hatinya, tempat bergantungnya cinta kasihnya, tempat bermuaranya sayang dan kebanggaannya sebagai seorang ayah.

MMA Trail – Anton Sujarwo

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Photo by Marek

Dalam sudut pandang ini, penulis dapat mengungkapkan semua tindakan fisik dan aksi tokoh dalam cerita. Hanya saja, narator atau penulis tidak memiliki kebebasan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran tokoh cerita, motivasinya, isi hatinya, dan lain semacamnya. 

Objektivitas dalam penulisan dengan metode sudut pandang seperti ini lebih dititikberatkan bahwa penulis hanya bisa menggambarkan aksi dan tindakan tokoh, bukan pikiran dan motivasi mereka. Jika pun penulis ingin menyampaikan gagasan mengenai motivasi atau pikiran salah satu tokoh, maka itu haruslah dikemas dalam persangkaan atau dugaan semata.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Si lelaki tua bangkit dari kursinya, perlahan mengeluarkan pundi kulit dari kantung, membayar minuman dan meninggalkan persenan setengah peseta. Si pelayan mengikutinya dengan mata ketika si lelaki tua keluar. Seorang lelaki yang sangat tua yang berjalan terhuyung tetapi tetap dengan penuh harga diri.

“Kenapa tak kau biarkan saja dia minum sampai puas?” tanya si pelayan lain. Mereka berdua menurunkan semua tirai. “Belum jam setengah dua.” lanjutnya.

“Aku ingin cepat pulang dan tidur.”

Tempat yang Bersih Terang – Ernst  Hemingway

Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak

Photo by Davi Pimentel

Dalam point of view  ini, penulis atau narator bercerita dari persepsi orang banyak atau mewakili kelompok tertentu dalam cerita. Kacamata kolektif yang dipergunakan dapat mewakili entitas kelompok berdasarkan apa pun yang ingin disampaikan penulis. Kata ganti yang paling umum digunakan dalam penceritaan dengan sudut pandang orang ketiga jamak adalah “Mereka”.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak

Pada suatu hari, ketika mereka berjalan-jalan dengan Don Vigiliani dan  beberapa anak lelaki dari kelompok pemuda. Dalam perjalanan pulang, mereka melihat ibu mereka di sebuah kafe di pinggir kota. Dia sedang duduk di dalam kafe itu; mereka melihatnya melalui sebuah jendela dan seorang pria duduk bersamanya. Ibu mereka meletakkan syal tartarnya di atas meja.

Ibu – Natalia Ginzburg

Sudut Pandang Campuran atau Mixed Point of View

Photo by Dids

Sudut pandang terakhir yang juga bisa digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah mixed point of view  atau sudut pandang campuran. Sudut pandang satu ini memberikan kebebasan kepada penulisnya untuk menggunakan kata “Aku, Dia, Mereka, Kami, Kamu” secara bergantian. Secara umum sudut pandang campuran seperti ini digunakan dalam penulisan cerita dengan jumlah halaman yang banyak.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah dibutuhkan kejelian penulis untuk tetap mampu menggambarkan cerita secara tepat saat ada perubahan sudut pandang yang dilakukan dalam ceritanya.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah beberapa sudut pandang yang paling umum dipergunakan dalam penulisan cerita baik itu novel mau pun cerpen. Di Indonesia sendiri, pada umumnya lebih banyak ditemui penulis yang mengadaptasikan sudut pandang novel orang pertama dan orang ketiga dalam karya mereka.

Sekarang, untuk menambah pemahamanmu tentang point of view  dalam penulisan novel atau karya sastra apa pun, kamu dapat melatihnya secara konsisten. Semakin sering kamu berlatih maka akan semakin mahir dan mengalir kamu dapat menaplikasikannya dalam karyamu nantinya.

Jadi, selamat berlatih, ya!

Referensi dan contoh: www.gurupendidikan.co,id


NB:

Tulisan-tulisan saya lainnya dapat pula dibaca di:

10 BUKU TERBAIK MENURUT ELON MUSK YANG SEHARUSNYA KAMU BACA

Kamu tentunya sudah tahu siapa itu Elon Musk, kan?

Julukan populer dari seorang Elon Musk adalah Tony Stark in real life, atau Tony Stark dalam kehidupan nyata. Julukan ini disematkan karena sepak terjang Elon Musk yang sungguh luar biasa. Ia adalah triliuner, penemu, tokoh teknologi, pemilik perusahaan raksasa, dan masih banyak lagi. Bahkan saat ini dapat dikatakan bahwa Elon Musk adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia.

Menariknya, meskipun tingkat intelektual dan kemampuan teknologi Elon Musk sangat hebat, ternyata ia bukanlah seorang yang memiliki gelar akademis  luar biasa. Ia seperti banyak tokoh terkemuka yang nyentrik lainnya, menganggap gelar bukanlah hal yang penting. Bagi Elon Musk, gelar sepanjang apa pun itu, tak akan pernah mampu mengalahkan keterampilan atau skill.

Nah, skill dan keterampilan uniknya tidak diperoleh dengan gelar. Elon Musk bilang bahwa dengan membaca buku terbaik pun, seseorang dapat mengasah keterampilannya mengalahkan para sarjana dan gelar akademik mereka. Buku yang tepat, kata Elon Musk, adalah senjata yang paling ampuh untuk membuat kamu menjadi juara dalam persaingan dunia.

BACA JUGA: 50 PERTANYAAN UNTUK REMAJA YANG BISA MEMBUAT MEREKA BERPIKIR LEBIH JAUH

Pendapat Elon Musk Tentang Gelar Akademik dan 10 Buku Terbaik yang Paling Direkomendasikannya untuk Kamu Baca

Source: Tumblr

Selain memiliki kekayaan yang luar biasa, Elon Musk terkenal dengan banyak hal. Cuitan asal-asalan Elon Muks twitter bahkan mampu mengubah arah pergerakan harga mata uang crypto seperti Bitcoin dan Dogecoin. Baru-baru ini ia kembali membuat publik crypro currency menjadi ramai lantaran cuitannya juga membuat imbas yang besar dengan anjloknya bitcoin.

Sebagai seorang pemimpin besar perusahaan teknologi raksasa semacam Tesla dan SpaceX, Elon Musk tentu saja menjadi bos besar bagi banyak orang. Ia memimpin ribuan karyawan, ia membuat teknologi pertama mobil tanpa sopir atau autopilot. Bahkan perusahaan SpaceX miliknya, adalah salah satu perusahaan swasta pertama yang menargetkan pemukiman manusia di luar angkasa.

Melihat begitu luar biasanya sepak terjang seorang Elon Musk ini, mungkin kamu sempat bertanya; Bagaimana sih, sekolahnya? Dimana ia kuliah, dan berapa banyak gelar yang ia miliki sehingga demikian pintar dan cerdas?

Elon seperti kamu juga, memiliki gelar yang biasa-biasa saja. Ia adalah pemilik gelar sarjana fisika dan ekonomi dari Universitas Pensylvania. Namun yang paling mengagumkan dari seorang Elon Musk adalah pernyataannya yang mengatakan bahwa gelar sebenarnya sangat tidak menentukan kesuksesan seseorang.

Keterampilan dan Pengalaman Selalu Mampu Mengalahkan Gelar

Source: Freepik

Dalam merekrut karyawan di berbagai perusahaan yang ia pimpin, gelar sama sekali tidak begitu diperhitungkan oleh Elon Musk. Menurutnya, skill adalah sesuatu yang mengungguli gelar. Dan sekarang, dengan teknologi yang semakin merajalela di semua lini kehidupan, dengan pandemi virus corona covid-19 yang memaksa orang-orang untuk work from home, skill menjadi lebih diunggulkan lagi.

Nah kabar baiknya adalah, masih menurut Elon Musk sendiri, setidaknya ada 10 buku yang bisa kamu baca yang akan mampu secara signifikan menambah kecerdasan dan skill kamu. Selain menambah pengetahuan dan kecerdasan, buku-buku ini menurut Elon Musk juga akan membuat kamu lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman seperti sekarang ini.

Lantas  buku apa saja yang masuk dalam 10 buku terbaik untuk dibaca menurut Elon Musk?

Berikut daftarnya;

INI JUGA MENARIK, KAMU BISA MEMBACANYA: 13 HAL YANG HARUS KAMU HINDARI UNTUK BISA MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Corporate Finance

Source: OpenTrolley

Ini adalah sebuah serial yang lebih banyak mengupas tentang financial modelling sebuah perusahaan. Dengan buku ini seorang pemimpin perusahaan tidak hanya hebat dalam inovasi, namun juga akan melek dengan model paling ideal bagi finansial perusahaannya.

Buku Corporate Finance telah ditulis hingga 11 jilid. Para penulis buku ini adalah; Jeffrey F. Jaffe, Stephen A. Ross,  dan Randolph Westerfield.

Asking The Right Question: A Guide to Critical Thinking

Source: Amazon

Buku ini ditulis oleh M. Neil Browne dan menjadi banyak rujukan dalam pelatihan leadership. Buku ini berdasarkan deskripsi Amazon; mampu menjembatani kesenjangan antara hanya sekedar menghapal sesuatu atau menerima informasi secara membabi buta. Buku ini juga menurut Amazon; akan membantu kamu untuk memiliki analisis yang lebih kritis terhadap suatu objek.

Business Intelligence and Analytics: System for Decision Support

Source: Amazon.in

Penulis buku ini adalah Efraim Turban dan menjadi salah satu buku yang dijagokan di Amazon. Buku karya Turban ini merupakan panduan yang aktual dan komprehensif mengenai revolusi manajemen support dari sebuah industri teknologi. Setidaknya itu yang digambarkan Amazon.

Definiting Moment: When Managers Must Choose Between Right and Right

Source: Amazon.com

Buku ini ditulis oleh Joseph Badaracco dan mengetengahkan tema yang membahas mengenai pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan oleh seorang pengambil keputusan ketika bisnis dan nilai-nilai dalam perusahaannya sedang dalam konflik dan dipertaruhkan.

Organizational Culture and Leadership

Source: Raptis Rare Books

Kamu tentu sudah dapat menebak isi buku dengan mudah, kan?

Yap, benar. Buku yang ditulis oleh Edgar H. Schein ini adalah sebuah buku teks klasik yang membicarakan tentang organisasi dan kepemimpinan. Menurut Elon Musk, ini adalah salah satu buku tentang leadership yang seharusnya kamu juga baca.

BACA PULA: TIPS SUPER MUDAH DALAM MENGATASI WRITER BLOCK ATAU KEBUNTUAN IDE DALAM MENULIS

Essentials of Organizational Behavior

Source: Amazon.in

Sama seperti buku Corporate Finance, buku yang ditulis oleh Stephens P. Robbins ini juga terdiri dari beberapa serial. Hingga saat ini buku yang sangat layak baca ini sudah tersedia dalam 14 jilid. Jadi, akan sangat bagus untuk membantu mengasah skill-mu, kan?

The Management of Innovation

Source: Amazon.uk

Buku ini bukan bukan buku baru atau ditulis oleh zaman dimana komputer sudah merajai semuanya. Karya monumental dari penulis G. M. Stalker dan Tom Burns sudah diterbitkan sejak tahun 1961, yang artinya ini adalah sebuah buku klasik membahas tentang inovasi pemikiran dan juga aksi.

Akan tetapi menurut deskripsi Amazon, buku The Management of Innovation ini adalah salah satu buku tentang organisasi bisnis paling berpengaruh yang pernah ditulis manusia.

Business Finance: Theory and Practice

Source: FliptHTML5

Buku yang satu ini ditulis oleh Eddie McLaney dan merupakan salah satu buku yang banyak direkomendasikan untuk para pemilik korporasi bisnis. Secara sederhana, buku yang juga dianggap sangat bagus oleh Elon Musk ini membahas panjang lebar mengenai keuangan dalam bisnis, baik secara praktik, teori, atau pun filosofinya.

Critical Analysis of Organizations: Theory, Practice, Revitalization

Source: Amazon.ca

Ini adalah buku ke-9 yang disarankan oleh Elon Musk untuk kamu baca jika ingin mempelajari mengenai analisa yang lebih kritis dan mendalam. Buku ini ditulis oleh seorang penulis perempuan yang cukup populer bernama Catherine Casey.

Tidak seperti buku-buku sejenis yang mungkin bersifat lebih umum, dalam buku ini Casey mampu menjabarkan pemikirannya secara lebih baru, menarik dan sangat kritis.

A Theory of Human Motivation

Source: Rakuten.kobo

Nama sekaliber A. H. Maslow tentu sudah menjadi jaminan bahwa buku terakhir yang direkomendasikan oleh Elon Musk ini benar-benar layak untuk kamu baca. Dalam buku ini Abraham Maslow menjelaskan bagaimana hierarki kebutuhan manusia ikut membentuk motivasi mereka.

Dan pada dasarnya, ide sederhana seperti itulah yang mendasari Maslow untuk menulis karya hebatnya ini.

INI JUGA KEREN, BACA JUGA, YUK: MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP SENDIRI DALAM 10 LANGKAH SANGAT MUDAH

Source: Freepik

Nah, itu adalah 10 buku terbaik yang seharusnya kamu baca juga untuk menambah wawasan serta pengembangan diri kamu. Mengutip maksud dari pernyataan Elon Musk sebelumnya, skill akan mengalahkan gelar, dan di masa depan, gelar tidak akan banyak manfaatnya lagi kecuali untuk pamer kepada tetangga dan orang-orang di sekeliling rumah.

Dan asyiknya, skill, keterampilan dan pengalaman itu dapat dilatih dan diperjuangkan. Membaca buku seperti 10 buku paling bagus yang direkomendasikan oleh Elon Musk, adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan.

Jadi, tetap membaca, ya.

NB:

Tulisan saya lainnya dapat dilihat juga di beberapa tautan berikut ini:

SINERGI FOUNDATION SEBAGAI SOLUSI ZAKAT ONLINE YANG SISTEMATIS DAN TEPAT SASARAN

Mungkinkah zakat dapat menjadi kunci kemakmuran suatu negeri?

Jika pertanyaan seperti ini diajukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz puluhan abad silam, maka jawabannya adalah; iya, zakat dapat menjadi kunci kemakmuran negeri dan ummat. Akan tetapi jika pertanyaan yang sama diajukan pada masa yang kontras dengan model pemerintahan khalifah besar dari dinasti Umayyah itu, maka jawabannya akan berlainan.

Nah, sebenarnya bisakah zakat menjadi solusi menuju kemakmuran sebuah negeri? Bagaimanakah cara mengaplikasikannya di tengah tantangan dunia modernitas saat ini?

Mari, simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Sinergi Foundation dan Kiprahnya Sebagai Operator Zakat Online yang Amanah, Sistematis dan Tepat Sasaran

Source: Freepik

Pengertian Zakat

Secara sederhana, istilah zakat dapat diterjemahkan sebagai harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim kepada orang yang berhak menerimanya. Sementara menurut bahasa, zakat dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang bersih, suci, tumbuh dan juga berkembang. Namun pemaknaan yang lebih sering digunakan bagi zakat adalah sesuatu yang telah menjadi hak Allah Yang Maha Kaya untuk dikeluarkan atau diberikan kepada fakir miskin.

Fungsi Zakat

Source: Freepik

Zakat memiliki fungsi yang sangat komprehensif dalam kehidupan sosial dan masyarakat. Zakat tidak hanya dapat dimaknai sebagai kewajiban seseorang dalam mengeluarkan sebagian hartanya lantaran perintah Allah semata. Akan tetapi, zakat juga memiliki fungsi yang secara ajaib telah dipersiapkan Allah untuk memberikan ketenangan dan kedamaian bagi setiap orang, baik bagi yang menerima zakat mau pun yang membayar zakat.

Bagi orang yang memberikan zakat, ritual ini memiliki fungsi sosial sebaga cara untuk mensucikan hati dari sifat kikir, tamak dan juga serakah. Sementara bagi penerima zakat, hal ini juga dapat mensucikan hati mereka dari perasaan iri, dengki, hasad, dan juga amarah.

Fungsi membersihkan dari zakat adalah dengannya harta yang dimiliki dapat dibersihkan. Artinya, jika dalam proses mengumpulkan harta terdapat cara-cara yang syubhat, maka zakat dapat membersihkannya. Zakat juga befungsi sebagai penumbuh atau pengembang karena dengan zakat harta seorang pemberi zakat justru akan bertumbuh dan berkembang.

Masih ada banyak fungsi dan manfaat lain dari zakat. Zakat pada tatanan negara yang lebih luas mampu menjadi cara efektif untuk mengentaskan kemiskinan. Zakat yang dikelola secara baik juga akan memberikan peran yang sangat besar bagi pemberantasan kejahatan yang berakar dari persoalan sosial. Pendek kata, fungsi dan manfaat zakat hampir mencakup semua bentuk kemaslahatan umat manusia.

Jenis-Jenis Zakat   

Source: Freepik

Umat islam hanya mengenal dua jenis zakat yang telah menjadi kewajiban untuk ditunaikan. Zakat yang pertama adalah zakal mal atau zakat harta. Zakat mal sendiri memiliki banyak jenis sebagai turunannya seperti zakat penghasilan, zakat perniagaan, zakat pertambangan, zakat pertanian, hasil laut, hasil temuan, zakat emas, bahkan hingga zakat obligasi dan semacamnya.

Sementara jenis zakat yang kedua adalah zakat nafs atau zakat jiwa, yang lebih populer pula dikenal sebagai zakat fitrah. Waktu menunaikan zakat fitrah sudah ditentukan yakni pada akhir bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri.

Problematika Zakat pada Zaman Modern

Source: Freepik

Dari zaman dahulu hingga sekarang, zakat sebagai salah satu prospek penting perekonomian umat tak lepas pula dari permasalahan yang mengiringinya. Permasalahan utama misalnya adalah mengenai pengelolaan zakat, kemudian kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat. Atau bahkan yang paling teknis dan terlihat sederhana adalah tentang kemudahan dalam membayar zakat.

Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat tentu membutuhkan banyak kerjasama dan kerja keras. Sementara membangun sistem pengelolaan zakat yang amanah, tepat sasaran dan sesuai dengan syar’i, tentu juga membutuhkan lebih banyak dedikasi, sikap istiqomah, dan keikhlasan dalam melakukannya.

Allhamdulillah di Indonesia, bertumbuh pula berbagai lembaga yang ikut andil membantu suksesnya proses ibadah zakat sebagai bagian dari perekonomian umat. Kemudahan masyarakat untuk melaksanakan kebajiban bayar zakat telah dipermudah dengan lahirnya sistem zakat online yang tentu saja lebih sederhana, simple, efisien dan terorganisir.

Nah, salah satu lembaga yang kemudian mendedikasikan diri mereka untuk membantu problema zakat di masa modern ini adalah Sinergi Foundation. Dalam beberapa waktu terakhir, lembaga ini telah menjadi salah satu lembaga pengelola zakat yang terpercaya, sistematis, dan juga tepat sasaran.

Sekarang, apa sajakah kira-kira manfaat yang bisa Anda peroleh dengan berkontribusi sebagai mitra zakat pada Sinergi Foundation?

5 Manfaat Paling Signifikan Berzakat Melalui Sinergi Foundation                     

Source: Freepik

Sebagai lembaga pengelola zakat di zaman modern, Sinergi Foundation tentu memiliki juga beragam manfaat yang dapat Anda peroleh ketika menggunakan jasa mereka.

Beberapa keuntungan atau manfaat yang paling signifikan misalnya adalah;

Memudahkan

Source: Freepik

Keuntungan paling utama dari lembaga pengelola zakat modern adalah mereka seharusnya memberi kemudahan kepada orang-orang yang membayar zakat untuk menunaikan tanggung jawab mereka. Kemudahan harus mencakup banayak hal semisal proses pengumpulan zakat, penyaluran, laporan dan lain sebagainya.

Di zaman sekarang, ketika era digital dan internet menjadi portal semua sisi, maka lembaga zakat modern harus pula mampu menjangkaunya. Sinergi Foundation dalam hal ini mampu menjadi jembatan yang memberi banyak kemudahan dalam hal sinergitas zakat di Indonesia.

Memiliki Jangkauan Luas

Source: Freepik

Pada sudut pandang yang tepat, ruang dan waktu dalam dimensi modern kadang hanya sebatas ilusi. Lembaga zakat yang profesional semacam Sinergi Foundation memahami dan mengaplikasikan konsep tersebut tersebut dalam layanan mereka.

Dimana pun Anda berada, seberapa banyak pun waktu yang Anda miliki, Anda tetap dapat menggunakan layanan Sinergi Foundation selama Anda bisa mengaksesnya melalui layar ponsel. Hal ini tentu saja akan memudahkan lebih banyak orang untuk menunaikan kewajiban zakat mereka melalui Sinergi Foundation.

Tepat Sasaran

Source: Freepik

Di tengah kondisi perekonomian dunia yang terpuruk karena wabah Covid 19 ini, mungkin ada banyak bagian dari umat islam yang menjadi berhak sebagai penerima zakat lantaran kondisi ekonomi yang semakin merosot. Akan tetapi dalam menetapkan siapa saja orang yang berhak menerima zakat dan mengapa mereka menjadi prioritas, tentu saja membutuhkan analisa yang matang.

Nah, Anda yang melaksanakan kewajiban membayar zakat dan mengharapkan apa yang Anda lakukan dapat bermanfaat sesuai ketentuan, tentu menginginkan zakat Anda tepat sasaran. Untuk alasan satu ini, Sinergi Foundation sangat layak untuk Anda pertimbangkan.

Akuntabel

Photo by Pixabay

Tidak ada kewajiban bagi lembaga zakat untuk mengumumkan siapa saja orang yang menunaikan kewajiban zakatnya melalui mereka. Namun, bagaimana pun juga, sebuah lembaga yang diserahi tanggung jawab pengelolaan harta baik berupa uang mau pun benda-benda berharga, tetaplah harus akuntabel dan memiliki perhitungan yang rapi.

Akuntable dalam konteks ini bukan bermakna mengenai hitung-hitungan laba rugi lembaga pengelola zakat, akan tetapi lebih kepada akuntabilitas pengelelolaan zakat yang terdiri dari pemberi zakat, penerima zakat, bentuk zakat, prioritas, dan juga perhitungan mashlahat yang lebih banyak berdampak pada umat, dan lain sebagainya.

Insya Allah Amanah

Source: Freepik

Bagian paling pokok dari sebuah lembaga pengelolaan harta umat adalah mereka harus teruji amanah. Kemampuan dan keikhlasan untuk menyampaikan amanah pemberi zakat kepada penerima zakat harus benar-benar dapat diterjemahkan secara berkesinambungan. Dan amanah menjadi bagian paling dasar dari fungsi ini.

Kemampuan untuk melaksanakan amanah sebaik mungkin ini adalah top priority bagi lembaga pengelola zakat seperti Sinergi Foundation. Amanah ini pula dalam implementasinya, akan memberikan rasa tentram dan damai dalam hati pemberi zakat karena tahu bahwa zakat yang mereka keluarkan, sungguh-sungguh telah diberikan kepada orang yang paling tepat dan dengan cara yang paling tepat pula.


Nah, itu adalah sekelumit mengenai Sinergi Foundation dan kiprah mereka dalam pengelolaan zakat online. Dalam sudut pandang yang utuh, dapat dilihat bahwa zakat dengan realisasi yang paling tepat, ternyata memang memberi dampak yang signifikan bagi kejahteraan ummat.

Dan bisa saja ini adalah ikhtiar kecil yang dapat kita lakukan untuk menjawab pertanyaan pada awal tulisan ini tadi mengenai; mungkinkah zakat dapat menjadi kunci kemakmuran suatu negeri?

Wallahu’alambisshawab

Dan, selamat berzakat!

TIPS MEMBUAT OPENING CERPEN YANG MENARIK DALAM 9 LANGKAH MUDAH

Salah satu bagian paling krusial dalam penulisan cerpen atau novel adalah bagaimana membuat opening atau pembuka cerita yang memikat. Ketika kamu berhasil membuat opening cerpen yang menarik, maka kamu dalam langkah yang pertama telah berhasil menarik perhatian pembaca. Dan pada banyak kasus, ini adalah hal paling penting untuk membuat cerpen atau novel yang kamu tuliskan, memiliki keistimewaan dibandingkan yang lainnya.

Lantas, bagaimakah sebenarnya cara membuat kalimat pembuka cerpen atau novel yang menarik? Adakah tips-tips khusus yang dapat dilakukan untuk memudahkan prosesnya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

9 Tips Mudah Membuat Opening Cerpen yang Menarik

Photo by Sam Lion

Hal pertama yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis dalam membuat halaman pertama novel atau cerpen yang ditulisnya, adalah bahwa hal itu haruslah bisa membuat pembaca ingin terus pembaca. Jadi, secara mudah dapat dipahami bahwa ketika pembaca membaca awal dari tulisan kamu, mereka sudah tertarik untuk menyelesaikannya karena dikemas dengan awalan menarik.

Tentu saja ada banyak metode yang dapat dipergunakan untuk membuat kalimat pembuka sebuah novel atau pun cerpen. Di antara banyak metode tersebut, berikut adalah 9 metode yang paling mudah untuk diaplikasikan. Jika kamu menerapkan metode ini dengan baik, InsyaAllah kamu akan mampu membuat opening yang menarik untuk cerpen atau novel yang sedang kamu tuliskan.

Nah, apa sajakah ke 9 metode atau tips tersebut?

Berikut uraiannya.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Dialog

Photo by Charlotte May

Metode pertama yang dapat dengan mudah kamu terapkan sebagai pembukaan novel atau cerpen adalah dengan dialog atau percakapan. Disini kamu dapat memulainya dengan membuat percakapan antara dua atau lebih karakter yang akan kamu ceritakan. Contoh opening novel yang menarik menggunakan dialog ini cukup banyak digunakan, baik oleh penulis profesional atau pun oleh penulis pemula sekali pun.

Hal yang perlu juga untuk kamu perhatikan dalam penulisan dialog atau percakapan sebagai pembuka cerpen atau novel adalah ia harus memiliki magnet bagi pembaca. Artinya, dialog pembuka tersebut haruslah menarik perhatian bagi pembacanya.

Berikut adalah beberapa contoh opening cerpen atau novel menggunakan metode dialog yang bisa kamu terapkan.

“Aku memiliki semua bukti yang diperlukan untuk menyeret si Brengsek itu ke penjara?”

“Bunuh saja! Itu adalah cara yang paling aman untuk dilakukan”

“Gila kamu! tindakan kamu ini akan membawa kita ke rumah sakit, bodoh!”

Membuat Opening Cerita dengan Menggambarkan Karakter atau Setting Cerita

Photo by Asad Photo Maldives

Hampir setiap penulis pemula menggunakan metode ini dalam mengawali cerita mereka. 9 dari 10 murid dalam kelas literasi yang saya bimbing juga menggunakan metode seperti ini ketika pertamakali saya meminta mereka untuk menulis. Memang, berkisah tentang setting jauh lebih mudah untuk diaplikasikan dalam setiap awalan sebuah cerita.

Contoh kalimat pembuka yang menarik dalam penulisan cerpen atau novel yang menggunakan metode kedua ini sangat mudah untuk kamu aplikasikan. Kamu secara umum hanya perlu mendeskripsikan setting atau karakter cerita yang kamu tulis pada bagian awalnya.

Contohnya sebagai berikut;

Langit masih menggantung jingga ketika Nala menjumpaiku sore kemarin. Ia datang bertelanjang kaki, tak berkerudung dan sambil berurai air mata. Entah apa yang ingin aku katakan untuk menyambutnya dengan kondisi semacam itu. Aku sudah tahu penyebabnya dan aku benci itu. Namun seperti magrib yang menjadi takdir penghujung setiap hari, teror itu juga menjadi tardir bagi tangisan Nala. Ia datang kepadaku, berkali-kali, menjumpai takdirnya di antara temaram langit jingga yang entah kapan akan diakhirinya.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Quote

Photo by Thought Catalog

Ini mungkin tidak begitu sering dilakukan oleh para penulis pemula, namun ini juga populer dalam dunia penulisan. Membuat quotes atau kata-kata mutiara sebagai pembukan novel atau cerpen adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Kamu tentu saja dapat mempraktikkannya dengan mudah.

Akan tetapi, sebelum kamu memutuskan untuk memilih sebuat quotes dari orang terkenal sebagai pembuka ceritamu, pastikan dulu bahwa quotes tersebut relevan. Artinya, ada keterkaitan atau korelasi antara isi cerita dengan quotes yang kamu kutip itu sendiri. Mengutip quotes yang sesuai bukan hanya akan membuat ceritamu terasa lebih berkelas, namun juga memberikan sedikit gambaran pada pembaca mengenai referensi yang kamu miliki.

Berikut contoh opening cerpen atau novel menggunakan quotes atau kutipan;

Setiap orang memiliki Everest mereka sendiri-sendiri

Anton Sujarwo

– kutipan pembuka salah satu bab dalam buku Merapi Barat Daya karya Anton Sujarwo

Pantang pisang berbuah dua kali, pantang pemuda memakan sisa

Anton Wan Bong

– Kutipan pembukaan novel Hilang di Bukit Hitam karya Anton Wan Bong

Membuat Opening Cerita dengan Pertanyaan

Photo by Jonathan Andrew

Selain menggunakan quotes atau ungkapan, kamu tentu saja dapat pula membuat contoh opening wattpad dalam penulisan cerpen atau novel yang kamu lakukan dengan menggunakan pertanyaan. Kamu hanya perlu membuat sebuah pertanyaan yang relevan, memancing rasa ingin tahu pembaca, dan sesuai pula dengan konsep cerita yang akan kamu sampaikan selanjutnya.

Penting untuk kamu ingat dalam mengawali penulisan dengan metode pertanyaan ini bahwa pertanyaan yang kamu miliki adalah untuk pembaca, bukan untuk karakter cerita. Jadi, seakan-akan kamu sedang bertanya kepada pembaca mengenai kejadian dalam cerita yang akan kamu sampaikan kemudian.

Berikut adalah contoh pembukaan cerpen tentang keindahan yang menggunakan metode pertanyaan;

Mengapa tempat seindah ini dilarang untuk dimasuki? Ada apa sebenarnya di dalamnuya? Apakah keindahan ini menyembunyikan sebuah keangkeran yang tidak terendus sebelumnya?

Entahlah, aku tak tahu. Namun yang pasti aku akan mencari jawabannya sekarang.

Atau,

Kemana dia pergi? Kemana lelaki muda pemberani itu menghilang? Bukankah ia baru saja menyelamatkan nyawa seorang gadis jelita bernama Elya yang hampir tewas dihantam gempa gunung Merapi? (Novel Merapi Barat Daya)

Membuat Opening Cerita dengan Suara atau Bunyi

Photo by Pixabay

Seperti halnya membuat pembukaan novel atau cerpen dengan metode deskripsi setting, teknik membuat awalan cerita dengan bunyi juga umum diterapkan oleh para penulis pemula. Dan memang, opening ini cukup menarik dilakukan. Tentu saja selama kamu pandai menyesuaikannya dengan kelanjutan dan penjelasan dari bunyi tersebut.

Opening cerita wattpad banyak yang menggunakan teknik ini dalam mengawali cerita mereka. Meskipun para penulis profesional jarang mengaplikasikannya, namun ini tentu saja tetap menarik untuk dilakukan.

Berikut adalah beberapa contohnya;

Dor!!!

Pistol di tangan Harry meletus, melesatkan peluru tepat ke kepala lelaki bertopeng itu yang langsung membuatnya tersungkur.

Atau,

Beep…beep…beep…!!!

Handphone di saku jaketku bergetar lagi. Terus terang aku malas membukanya, karena aku sudah tahu kalau itu adalah notifikasi dari si Kambing Tua tak tahu diri itu.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Humor

Photo by Keira Burton

Jika kamu adalah seorang yang humoris dan memiliki banyak perbendaharaan hal yang lucu untuk dibagikan, maka kamu harus mengawali tulisanmu dengan ini. Jangan salah lho, tidak banyak penulis yang memiliki kemampuan menulis lucu. Jadi, jika kamu memilikinya, eksploitasi hal itu dan buat ia bertumbuh.

Beberapa pembaca menyukai sesuatu yang lucu sebagai pembuka cerita yang mereka baca. Sementara yang lain, ada pula yang tidak menyukainya. Akan tetapi dalam pilihan konsep dalam mengawali sebuah cerita, menulis sesuatu tentang humor, jokes, komedi atau sesuatu yang lucu, tentu saja dapat kamu lakukan.

Contoh kalimat pembuka yang menarik menggunakan jokes atau humor misalnya adalah sebagai berikut;

Dalam keluarga kami sebenarnya tidak ada perbedaan yang benar-benar berarti antara prioritas menyelesaikan pendidikan, dengan kemampuan untuk membuat pempek kapal selam terbaik untuk nenek.

“Kamu jelek, Jon. Jadi kamu tidak perlu khawatir tentang orang yang akan jadi pacarmu. Yang seharusnya khawatir itu mereka, Jon, karena memiliki pacar sejelek kamu”

Membuat Opening Cerita dengan Fakta atau Pernyataan yang Mengejutkan

Photo by Andrea Piacquadio

Selanjutnya metode membuat opening novel atau cerpen yang menarik dan bisa kamu aplikasikan dengan mudah adalah dengan menyodorkan fakta atau pernyataan yang mengejutkan. Sebenarnya untuk metode membuat pembukaan cerita semacam ini tidak hanya dapat diterapkan pada novel atau cerpen saja, namun juga pada penulisan artikel umum lainnya.

Fakta yang kamu sampaikan dalam penulisan motode haruslah yang juga memiliki efek magnet bagi pembaca. Artinya, fakta tersebut menarik dan membuat pembaca penasaran untuk melanjutkan bacaan mereka.

Nah, kira-kira bagaimana cara membuat contoh pembukaan cerita pengalaman atau apa saja dengan metode ini?

Ini beberapa di antaranya;

Setiap 1 dari 20 orang yang hidup di di dunia ini adalah keturunan Jengis Khan.

Jika kamu selama 3 hari dalam kegelapan total dan tanpa cahaya sedikit pun, kamu akan  benar-benar buta secara permanen setelahnya.

Tahukah kamu bahwa air mata yang keluar lantaran kesedihan, keharuan dan karena perih bawang memiliki bentuk yang berbeda di bawah lensa mikroskop?

Membuat Opening Cerita dengan Pengalaman Pribadi

Photo by Anthony Shkraba

Nah, kamu mungkin akan tertarik dengan cara menulis awalan cerita yang satu ini, yakni dengan memulainya berdasarkan pengalaman pribadi yang kamu miliki.

Hal yang juga perlu diingat dalam penulisan opening cerpen atau novel berdasarkan personal experience adalah pengalaman tersebut haruslah memiliki korelasi erat dengan tema penulisan yang kamu lakukan. Jangan memaksakan diri menulis pengalaman pribadi yang kamu anggap hebat namun tidak memiliki nilai korelasi dengan tema cerita.

Setiap orang tentu memiliki banyak pengalaman pribadi untuk diceritakan. Dan kamu sebagai seorang penulis dapat pula membuat pembuka cerita yang kamu tulis dengan cara ini. Kutip salah satu pengalamanmu dan buat pembaca menjadi lebih merasakan kesannya melalui uraian ceritamu selanjutnya.

Contoh pembukaan cerita pengalaman secara sederhana dapat dilakukan seperti berikut;

Aku pernah tersesat di gunung itu sebelumnya, jadi aku tahu persis apa yang dirasakan para pendaki yang hilang itu sekarang. Berdasarkan pengalamanku, tempat yang akan mereka tuju sekarang adalah Lembah Macan karena lebih landai dan memiliki sumber air. Akan tetapi tempat itu juga sangat mengerikan jika mereka menyadarinya.

Membuat Opening Cerita dengan Perasaan atau Apa yang Kamu Rasakan

Photo by Khoa Vu00f5

Nah, cara yang terakhir dalam membuat opening cerita adalah dengan melukiskan perasaanmu sendiri terhadap tema yang kamu angkat. Ini benar-benar lebih kepada sisi emosional dan perasaan semata. Dan sebaiknya, kamu tidak menambahkan banyak analisa yang mendalam saat mempraktikkannya.

Contoh pembukaan novel atau cerpen dengan metode perasaan atau ungkapan perasaan adalah sebagai berikut;

Apa yang dilakukan oleh Fitri benar-benar membuatku tersinggung. Ia sama sekali tidak menganggapku ada. Suratku tak dibalasnya, salamku tak dijawabnya. Aku sudah menghubunginya melalui facebook dan whatsapp, tapi juga tidak dihiraukannya. Aku sangat terluka dengan perlakuan gadis itu dan akan kubalas dia dengan caraku sendiri. Lihat saja nanti apa yang akan terjadi.

Baca juga:

Nah, itu adalah beberapa metode sekaligus tips dalam membuat opening cerpen yang menarik. Tentu saja kamu dapat pula menerapkan berbagai tips tersebut dalam penulisan cerpen, artikel, atau novel sekali pun.

Hal yang paling kamu butuhkan supaya mahir dalam melakukannya adalah dengan berlatih terus menerus. Semakin banyak kamu berlatih maka kamu akan semakin pandai. Dan pada akhirnya kamu akan mampu pula menghasilkan sebuah tulisan atau cerita yang langsung bisa menarik perhatian pembaca hanya dari kalimat pembukanya saja.

Jadi, selamat mencoba, ya!

CONTOH CERPEN ANAK; DOMPET MERAH MUDA DARI KAK HANUM

Menulis cerpen anak yang baik tentu saja memiliki keunikannya tersendiri. Dalam menulis cerpen untuk anak, ada beberapa hal penting yang tidak dapat dilupakan. Beberapa hal penting tersebut misalnya adalah bahwa cerpen haruslah berfokus pada dunia anak, dapat dimengerti dengan mudah oleh anak, dan memiliki pesan moral yang dapat diambil oleh anak setelah mereka membacanya.

Nah, berikut adalah salah satu contoh cerpen anak yang memiliki kriteria tersebut. Kamu bebas menggunakan cerpen ini untuk Napa pun yang kamu inginkan. Namun, tentu saja kamu juga harus mencantumkan nama penulis asli dan sumbernya, ya.

Semoga bermanfaat.

Note: Tulisan dan buku karya dari penulis blog ini bisa juga Anda baca atau download dengan mudah melalui tautan berikut ini.

CONTOH CERPEN ANAK: DOMPET MERAH MUDA DARI KAK HANUM

Source: Freepik

DOMPET MERAH MUDA DARI KAK HANUM

Oleh: Wan Bong

Riyas duduk di serambi rumahnya dengan gundah, matanya menangkap setiap sosok orang yang berlalu-lalu di balik pagar dengan tatapan kosong. Di tangannya, Riyas menggenggam sebuah dompet kecil berwarna merah muda. Dompet itu pemberian Kak Hanum sekitar satu tahun yang lalu. Kak Hanum bilang kalau dompet itu bisa digunakan oleh Riyas untuk menabung atau untuk apa pun yang disukai oleh Riyas.

“Hey!”

Lamunan Riyas buyar seketika saat suara Kak Doni yang baru keluar dari pintu depan mengagetkannya

“Apa sih, Kak Doni ngagetin aja” sungut Riyas kesal

“Ngapain ngelamun? Nanti kamu ketempelan, lho”

Kak Doni berdiri sebentar di depan Riyas yang masih jengkel. Ia memang senang kadang-kadang mengusili adik bungsunya itu. Entah mengapa, kayaknya Kak Doni menemukan sebuah kegembiraan yang besar saat melihat Riyas kesal, jengkel atau pun marah. Walah tentu saja setelah itu, Kak Doni akan segera meminta maaf sambil kadang-kadang menyempurnakan permintaan maafnya itu dengan cubitan sayang di pipi Riyas.

“Ngomongnya ngawur nih, Kak Doni. Mana ada ketempelan kalau bulan puasa. Semua setan-setannya kan, lagi dikurung sama Allah”

Kak Doni nyaris terbahak mendengar argumentasi adikknya itu. Ketempelan adalah sebuah istilah yang digunakan oleh masyarakat di kampung Riyas yang maknanya sama dengan istilah kerasukan dan semacamnya.

“Atau kamu laper, sudah nggak kuat puasanya?” ganggu Kak Doni lagi.

“Ihh…, Kak Doni kok nyebelin banget, sih?”

Riyas tambah merajuk. Ia ingin bangkit dan memukul-mukul Kak Doni, seperti yang biasa ia lakukan jika diusili kakaknya itu. Tapi sore ini entahlah, Riyas malas melakukan itu. Ini bukan karena puasa atau karena badannya merasa lemah dan perutnya kosong, sebuah kemelut dalam benaknya membuatnya hanya beranjak dari duduk dan meninggalkan Kak Doni yang masih tertawa-tawa.

Melihat adiknya yang tak seperti biasanya, Kak Doni megerenyitkan dahi. Tak biasanya Riyas berlaku seperti ini, pikirnya.

“Iya deh, Kak Doni minta maaf”

Seperti biasa, tangan Kak Doni menjulur ingin mencubit pipi Riyas, tapi Riyas menghindar dengan cepat. Ini tak seperti biasanya, hal yang membuat Kak Doni semakin merasa heran.

“Mau ikut Kak Doni, nggak? Nyari bukaan sambil keliling naik motor?” bujuk Kak Doni kembali.

Riyas bahkan tidak menyahut, ia hanya sedikit menggeleng untuk kemudian masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Tak berapa lama di dalam kamar, ia mendengar suara mesin motor Kak Doni yang berderum pergi.

*

Source: Freepik

Di dalam kamar, Riyas duduk di tepi tempat tidurnya. Dompet merah muda pemberian Kak Hanum itu ia perhatikan lagi, ada sebuah rasa nelangsa di dalam hatinya ketika membuka dompet itu kemudian. Biasanya ketika resleting dompet cantik bergambar tokoh Elsa dalam animasi Frozen itu ditariknya, mata Riyas akan berbinar melihat lembar-lembar uang yang telah lama ditabungnya. Namun sekarang ketika dompet itu terbuka, tak ada lagi isinya kecuali ruang hampa yang kosong.

Lamunan Riyas kembali menerawang, mengingat peristiwa dua pekan lalu ketika ia memutuskan untuk mengosongkan seluruh isi dompet merah muda itu dalam sebuah keputusan berani.

“Bukankah ini uang tabunganmu, Riyas?”

Ibu Hanifah berkata sambil menatap Riyas penuh rasa ingin tahu. Di tangannya, Ibu Hanifah menggenggam lembaran uang cukup banyak yang barusan saja diserahkan Riyas padanya.

“Benar, Bu”

“Mengapa kamu memberikan semuanya? Ibu dengar kamu ingin membeli laptop dengan tabunganmu ini”

“Benar, Bu. Saya ingin membeli laptop untuk menulis cerpen-cerpen saya. Tapi….”

Riyas menghentikan kalimatnya, tiba-tibanya saja ia menjadi terisak.

“Iya, Riyas. Tapi bagaimana, Sayang?”

Ibu Hanifah menggeser duduknya ke dekat Riyas, tanggannya merangkul murid yang ia anggap paling istimewa di kelas itu. Riyas memang bukan peringkat pertama dalam rangking, namun Ibu Hanifah selalu kagum dengan sifatnya yang sangat pemurah dan memiliki empati yang tinggi.

“Tapi, saya tidak tega kalau Andin harus berhenti atau pindah sekolahnya, Bu. Andin sahabat saya dan ia sudah dua minggu tidak memberi saya kabar setelah kejadian itu” ucapan Riyas terbata ditengah isakannya.

Ibu Hanifah menarik napas panjang, sekali lagi ia dibuat kagum dengan pribadi Riyas.

“Kamu memiliki hati yang mulia, Riyas. Insya Allah apa yang kau lakukan ini akan diberi balasan yang paling baik dari Allah. Nanti, uang yang kau titipkan ini akan ibu sampaikan pada Andin dan keluarganya. Semoga apa yang kita lakukan bisa meringankan beban keluarga mereka saat ini”

Riyas tak menjawab ucapan Ibu Hanifah lagi. Ia hanya mengangguk sembari menyeka butir-butir air mata dari pipinya.

Andin adalah murid baru di sekolah Riyas. Dan baik Riyas mau pun Andin, dengan cepat menemukan kecocokan sebagai sahabat sejak hari pertama di sekolah. Mereka sama-sama suka menulis, sama-sama suka membuat puisi, sama-sama suka menghabiskan waktu di sebuah pondok di sawah milik Riyas dan menatap gagahnya gunung Merapi dari sana. Dengan cepat keduanya akrab menjadi sahabat sampai kemudian sebuah berita datang membuat Riyas merasa ia mungkin saja akan kehilangan sahabatnya itu.

“Anak-anak, hari ini kita mendapatkan sebuah berita yang menyedihkan dari salah satu teman kita di sini”

Ibu Hanifah memulai pembicaraan setelah membuka maskernya terlebih dahulu. Proses belajar menagajar sebenarnya masih daring sesuai dengan ketentuan pemerintah. Akan tetapi sekolah diberikan kelonggaran untuk setidaknya melaksanakan proses belajar luring dua kali dalam sepekan dengan tetap menerapkan prosedur kesehatan yang ketat seperti menjaga jarak dan menggunakan masker.

Anak-anak duduk mendengarkan perkataan Ibu Hanifah dengan rasa penasaran. Beberapa di antara mereka ada yang sudah berbisik-bisik, menduga apa yang barangkali akan disampaikan oleh wali kelas mereka.

“Teman kalian, Andin Larasati, baru saja mendapatkan musibah. Rumahnya mengalami kebakaran. Dan yang paling menyedihkan dari musibah tersebut adalah ayah Andin meninggal dunia

Ibu Hanifah menghentikan kalimatnya sebentar, menarik napas panjang kemudian melanjutkan

Kita sangat berbelasungkawa dengan apa yang terjadi kepada Andin ini. Mari kita doakan semoga Andin diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini”

Anak-anak SD kelas V ini menundukkan kepala mereka, beberapa di antara mereka masih berbisik-bisik satu sama lain. Namun, ketika Ibu Hanifah memulai bacaan surat Al-Fatihah, semuanya terdiam dan khusyu’ mengikuti. Nampak sekali di antara anak-anak itu, Riyas yang sekarang duduk sendirian karena Andin yang tentunya tidak bisa ikut hadir, merasa demikian terpukul. Ia hanya menunduk dan terisak dalam tangis.

“Sebagai teman satu sekolah Andin, Ibu mengajak kalian untuk membantu Andin dengan cara apa saja yang kita bisa. Namun, secara khusus dalam kesempatan ini, ibu mengajak anak-anak sekalian sebagai teman Andin untuk mengumpulkan bantuan yang bisa kita serahkan kepada keluarga Andin”

*

Source: Freepik

Ajakan membantu Andin dari Ibu Hanifah itu sudah berlalu dua pekan. Mereka secara perwakilan juga sudah berangkat menemui keluarga Andin untuk menyerahkan bantuan tersebut. Riyas juga ikut serta saat itu. Akan tetapi saat tiba di lokasi, mereka hanya disambut oleh paman Andin.

“Terimakasih yang sangat dalam atas kepedulian adik-adik dan ibu guru atas musibah yang menimpa Andin. Andin saat ini sudah ke kota Kediri untuk ikut memakamkan ayahnya di sana. Selain itu dengan melihat keadaannya saat ini, ada kemungkinan bahwa Andin akan pindah pula ke kota Kediri”

Mungkin paman Andin tak pandai berbasa-basi, jadi ia langsung saja menyampaikan hal tersebut secara langsung, membuat ibu guru Hanifah dan dua murid yang menemaninya menjadi kaget.

Sejak saat itulah Riyas menjadi murung. Ia takut kehilangan Andin dan Andin pun tidak pernah menghubunginya baik melaui whastapp atau pun facebook. Merasa tidak cukup dengan bantuan yang ia serahkan bersama temannya kemarin, esoknya Riyas mengambil dompet merah muda pemberian Kak Hanum itu dari lemari pakaiannya. Dompet itu adalah dompet kesayangan Riyas, ia mengumpukan uang dan menabung dalam dompet itu. Keinginannya adalah untuk membeli laptop supaya ia bisa juga belajar menulis dengan baik seperti Kak Hanum. Menjelang lebaran rencananya ia akan membeli laptop idamannya karena uangnya sudah mencukupi untuk itu.

Tapi sekarang, setelah dua minggu berlalu, hati Riyas justru menjadi semakin sedih. Ia tak mungkin memiliki laptop karena uangnya sudah habis dan dompet merah mudanya sudah kosong. Lalu yang paling menyedihkan adalah, belum ada juga kabar dari Andin. Sahabatnya itu tetap tak menghubunginya, dan nomornya sendiri sudah tidak dapat dihubungi sejak hari musibah itu terjadi.

“Riyas!”

Suara ibu tiba-tiba menerobos dinding kamar Riyas, membuat lamunan Riyas buyar seketika.

“Dalem, Bu”

Riyas segera bangkit dan bergegas keluar kamar.

“itu Kak Doni sudah pulang, bawa paket buat kamu. Sekalian ayo ke meja makan, sebentar lagi berbuka”

Langkah Riyas tergesa menuju ruang dapur di mana meja makan berada. Di sana, Kak Doni sudah duduk sambil senyum-senyum menunggu kedatangan Riyas.

“Laptopnya buat Kak Doni, ya!”

Riyas mengerutkan dahi mendengar kalimat Kak Doni. Laptop? Maksudnya apaan, sih?

Belum sempat Riyas menjawab, suara ibu kemudian sudah terdengar menjelaskan.

“Kak Hanum kirim laptop buat kamu, katanya supaya kamu semakin rajin menulis dan belajar”

Riyas menganga di antara rasa kaget bercampur senang, ia belum bisa berkata apa-apa mengatasi rasa kagetnya. Tapi, darimana Kak Hanum tahu kalau ia ingin membeli laptop?

“Ibu, Ayah, Kak Hanum dan Kak Doni sangat bangga dengan kamu. Kamu rela melepaskan keinginan kamu untuk membantu orang lain. Ibu Hanifah menceritakan apa yang kamu lakukan kepada Kak Hanum melalui telepon. Dan seminggu lalu, Kak Hanum menelpon Ibu dan mengatakan akan membelikan laptop untuk kamu. Dan sekarang, itu laptopnya sudah datang”

“Dan satu lagi..” tiba-tiba Kak Doni menyambung ucapan ibu.

“Tadi Kak Doni ketemu Ibu Hanifah dan beliau menyampaikan salam untuk kamu. Dan….?” Kak Doni menghentikan kalimatnya, seperti pembawa acara Indonesian Idol menghentikan kalimat mereka saat mengumumkan nama para pemenang.

“Dan apa, Kak?” kejar Riyas tak sabar.

“Dan Ibu Hanifah juga meminta Kak Doni menyampaikan ke kamu kalau Andin tidak jadi pindah ke Kediri. Andin sekarang sudah kembali ke kota ini, dan hari Senin besok kalian bisa bertemu”

Hah!

Riyas melongo semakin kaget, senang dan haru bercampur menjadi satu dalam pikirannya.

“Yang bener, Kak Doni? Beneran Ibu Hanifah bilang begitu?”

Kak Doni tak menjawab, ia hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum. Sementara Ibu yang masih berdiri di samping Riyas sekarang merangkul pundaknya dan mendaratkan sebuah kecupan di kening putri bungsunya tersebut.

Entahlah, Riyas harus mengatakan apa sekarang selain bersyukur dan merasa riang. Dan kegembiraan Riyas semakin membuncah kemudian, ketika dari luar suara lantunan azan magrib terdengar berkumandang yang menandakan bahwa waktu berbuka puasa sudah tiba. Dompet merah mudanya memang tetap kosong, isinya memang sudah hilang. Tapi lihatlah apa yang sudah Allah berikan untuk Riyas sebagai gantinya.

***

NB

Tulisan lain dari penulis cerpen ini dapat juga kamu baca disini

7 KEBIASAAN PENULIS SUKSES YANG BISA KAMU TIRU DENGAN MUDAH

Aktivitas menulis membutuhkan latihan dan pembiasaan yang terus menerus. Ada serangkaian kebiasaan penulis yang bisa kamu amati dan tiru untuk mendapatkan semangatnya. Kebiasaan-kebiasaan ini merupakan buah dari konsistensi, tekad dan komitmen yang keras dalam menulis. Pada akhirnya kebiasaan ini membentuk suatu habit yang membedakan kualitas seorang penulis.

Lantas, apa saja kebiasaan seorang penulis yang bisa kamu tiru sebagai modal jadi penulis yang sukses dengan karya-karya terbaiknya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

7 Kebiasaan Penulis yang Paling Menentukan Kesuksesan Mereka Dalam Menghasilkan Karya Terbaik

Source: Freepik

Penulis hebat tidak pernah tercipta begitu saja. Ada serangkaian proses panjang lagi konsisten yang menjadi habit atau kebiasaan mereka yang dibangun dalam waktu lama. Kebiasaan yang tepat dalam menulis akan memberikan dampak yang besar bagi perkembangan, semangat, dan juga karya penulisan itu sendiri. Untuk itu, sangat penting bagi kamu yang memiliki keinginan untuk menjadi penulis menerapkan kebiasaan positif tersebut sebagai syarat jadi penulis.

Nah, apa sajakah kira-kira kebiasaan positif yang hampir selalu dilakukan oleh setiap penulis berbakat dan kuat?

Berikut ini saya akan mengajak kamu untuk membahasnya satu demi satu. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini hingga selesai, ya.

BACA JUGA:

Menulis dan Membaca Setiap Hari

Source: Rachel Claire on Pexels.com

Kebiasaan pertama yang harus menjadi habit untuk kamu lakukan sebagai seorang penulis adalah membaca dan menulis setiap hari. Membaca dan menulis adalah sesuatu yang sangat penting dilakukan oleh seorang penulis secara konsisten dan sesering mungkin.

Inspirasi seorang penulis dapat dilatih dengan membaca karya orang lain. Sementara bagaimana menuangkan inspirasi itu dalam sebuah karya tulis yang ideal, harus dilatih dengan cara menuliskannya. Di samping membaca dapat memperkaya wawasanmu tentang berbagai hal, kebiasaan ini akan  pula secara signifikan mampu memperkaya pula sudut pandang dalam penulisan yang kamu lakukan.

Jadi, jika kamu ingin menjadi seorang penulis yang sukses dan menghasilkan karya yang berkualitas, kebiasaan penulis pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membaca dan menulis setiap hari. Membacalah secara rutin dan menulislah secara disiplin setiap harinya. Jangan biarkan harimu berlalu tanpa melakukan dua hal utama yang menjadi fondasi setiap dunia kepenulisan ini.

Membuat Jurnal Menulis

Source: Anete Lusina on Pexels.com

Tugas penulis kedua yang harus dijadikan kebiasaan jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis adalah dengan membuat jurnal menulis. Jurnal dalam hal ini dapat kamu artikan sebagai agenda kepenulisan untuk kamu sendiri. Jadi, buatlah agenda menulis yang dapat kamu lakukan secara kontinyu dan konsisten.

Jurnal menulis sebenarnya adalah sebuah plan atau rencana kepenulisan yang dapat kamu susun sendiri sebagai guide line bagimu dalam menulis. Ini semacam rencana-rencana kepenulisan yang memungkinkan kamu untuk mencapai sebuah tujuan secara terstruktur dan sistematis.

Ibarat kerangka atau outline dalam dunia kepenulisan, jurnal menulis juga memberikan kamu sebuah anak tangga yang struktural untuk mencapai suatu tujuan secara lebih terencana dan disiplin.

Mencatat Ide-Ide untuk Proyek Kepenulisan

Source: Meruyert Gonullu on Pexels.com

Kebiasaan penulis profesional dan berkarakter kuat yang ketiga adalah mereka umumnya memiliki catatan mengenai berbagai ide proyek penulisan yang akan mereka laksanakan. Ingat, ini adalah tulisan mengenai ide atau gagasan kepenulisan. Tidak menjadi masalah jika kemudian ide itu hanya muncul di atas kertas dan tidak menjadi kenyataan.

Manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat, begitu pula seorang penulis. Dan atas alasan itu pula mereka menggunakan pena mereka untuk melestarikan ingatan mereka. Sebagai penulis kamu tentu memiliki demikian ide-ide kepenulisan yang ingin kamu lakukan. Kamu ingin menulis novel tentang ini, tentang itu, opini tentang sesuatu, puisi atau hanya mungkin status sosial media sekali pun.

Apa pun ide proyek kepenulisan yang kamu miliki, sebaiknya kamu menuliskannya dalam sebuah catatan yang rapi.

Apa yang dilakukan penulis kuat pada umumnya adalah mereka selalu menuliskan ide-ide mengenai proyek menulis yang akan mereka lakukan. Terlepas dari apakah ide itu dapat dilaksanakan atau tidak di kemudian hari, menulis ide pokoknya sendiri ketika hal itu muncul di kepalamu, sangat penting untuk kamu lakukan.

BACA JUGA:

Berani Mengambil Risiko

Source: Cade Prior on Pexels.com

Kebiasaan penulis selanjutnya yang dapat kamu teladani adalah mereka berani mengambil risiko. Hal ini tentu saja dalam konteks penulisan yang dilakukan. Keberanian untuk mengambil risiko ini hadir dalam bentuk yang berbagai macam, mulai dari berani mengambil risiko menulis ide-ide penulisan yang tidak biasa, sampai mungkin saja gaya menulis yang lebih berani.

Apakah semua orang bisa jadi penulis hebat ketika mereka berani mengambil risiko dalam penulisan yang dilakukan?

Tentu saja hal itu tidak menjadi jaminan. Akan tetapi seorang penulis yang memiliki keberanian yang lebih besar untuk memgambil risiko dalam penulisan, memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan karya yang istimewa dan out of the box.

Tetap dalam Rules Outline Saat Menulis

Source: Ann Nekr on Pexels.com

Meskipun berani mengambil risiko dan mungkin saja dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain, namun pada saat yang sama penulis juga harus memiliki rules yang jelas. Rules atau aturan ini pada umumnya untuk sesuatu yang bersifat task semata yang artinya, semacam kerangka penulisan yang jelas dan terarah.

Nah, apakah kamu biasa menulis menggunakan kerangka?

Ketika menulis artikel biasa, saya umumnya jarang menggunakan kerangka. Akan tetapi ketika tulisan itu misalnya lebih panjang dan bersifat pillar (dalam konten SEO) saya tetap mengaplikasikan kerangka supaya hasilnya efektif.

Namun, dalam penulisan novel, cerita fiksi, buku-buku dan tulisan panjang lainnya, outline atau kerangka adalah hal yang wajib dilakukan. Dan itu pula yang juga saya lakukan.

Menulis dan Membaca Berbagai Genre

Source: cottonbro on Pexels.com

Kebiasaan selanjutnya yang dapat kamu adaptasikan untuk menjadi seorang penulis yang kuat adalah dengan membiasakan menulis dan membaca banyak genre penulisan. Semakin banyak genre yang kamu ketahui, semakin hebat pula point of view yang bisa kamu kembangkan dalam tulisanmu nantinya.

Ada beberapa penulis yang menolak untuk membaca atau menulis genre yang diluar kebiasaan mereka. Sebenarnya ini kurang tepat dan dapat membatasi diri dari peluang untuk mengetahui sesuatu yang justru bisa memperkaya penulisan yang dilakukan.

Kamu tentu setuju kan, jika seorang penulis  harus berpikiran terbuka atau open minded, terlepas dari genre itu adalah pilihannya atau tidak?

Kritis dalam Mengevaluasi Diri Sendiri

Source: Freepik

Nah, kebiasaan terakhir yang dapat kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis yang kuat dan berkarakter adalah dengan kritis kepada diri sendiri. Kamu boleh bergembira dengan pencapaian, kamu boleh senang jika bukumu sudah terbit, tapi tolong jangan berhenti sampai disana. Evaluasi lagi karya tulismu dan kritislah ketika mengevalusinya.

Jika kamu memiliki seorang editor yang detail dan teliti, maka itu adalah sebuah anugrah. Akan tetapi jika kamu adalah seorang penulis soliter seperti saya, jika kamu adalah seorang penulis yang berdiri dalam pena kesendirian ketika menghasilkan karya, maka kamu harus kritis dalam me-review karyamu sendiri.

Pujian bukanlah sebuah masalah. Namun ketika kamu larut dalam pujian dengan memandang karyamu telalu tinggi, maka kamu berpotensi kehilangan sensitivitas untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan berkarakter di kemudian hari.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 7 kebiasaan penulis yang memiliki karakter kuat yang dapat kamu ikuti. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin saja terasa tidak mudah untuk dipraktikkan pada awalnya. Akan tetapi seiring waktu dan dengan konsistensi yang baik, kebiasaan ini akan membentuk dirimu sendiri menjadi seorang penulis yang kuat pula di kemudian hari, baik dari sisi karakter mau pun karya yang dihasilkan.

Jadi, selamat menulis selalu, ya!

5 ELEMEN CERITA FIKSI PALING PENTING DALAM PENULISAN CERPEN ATAU NOVEL

Paling tidak adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dalam setiap penulisan novel atau pun cerpen. Kelima elemen ini adalah struktur dasar yang menjadikan sebuah cerita fiksi menjadi sempurna. Tanpa kelima elemen ini, cerita fiksi tidak mungkin dapat dibangun. Walaupun kamu memiliki ide cerita yang demikian luar biasa.

Nah, apa saja sebenarnya elemen paling penting dalam penulisan cerita fiksi yang berbentuk cerpen atau pun novel?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Elemen Cerita Fiksi yang Paling Penting dalam Setiap Penulisan Novel atau pun Cerpen

Photo by Dids on Pexels.com

Menulis fiksi menjadi sesuatu yang digandrungi oleh banyak orang pada saat ini. Profesi penulis mulai dilirik sebagai salah satu profesi yang menjanjikan untuk digeluti. Penghasilan yang lumayan dengan karya-karya yang bikin bangga, telah menjadikan magnet bagi lebih banyak orang untuk menulis. Dan sebagian besar dari mereka, hampir selalu memilih fiksi untuk mengawalinya.

Menulis fiksi memang terlihat jauh lebih mudah dibandingkan menulis non-fiksi. Meskipun demikian, pemahaman elemen elemen struktur fiksi yang menjadi pokok penting pembangun cerita juga tidak dapat diabaikan. Sayangnya bagi banyak penulis pemula, bagian ini seringkali tidak terlalu mereka perhatikan.

Pada dasarnya elemen cerita pendek atau cerpen dengan elemen pembentuk novel yang lebih panjang disusun oleh pondasi yang sama. Hanya saja ada perbedaan kuantitas dan kompleksitas yang kemudian mendefiniskan kedua jenis cerita fiksi tersebut. Novel secara umum memiliki kuantitas dan kompleksitas elemen yang lebih besar.

Akan tetapi pada dasarnya, baik cerpen atau novel, memiliki elemen prosa cerita yang sama. Untuk menulis cerita dalam bentuk cerpen mau pun novel dengan baik, kamu perlu memahami apa saja yang menjadi elemen pentingnya.

Lantas, apakah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting untuk membangun sebuah cerita yang bagus?

Berikut rinciannya.

BACA JUGA:

Alur Cerita atau Plot

Source: Freepik

Elemen penting pertama dalam penulisan cerita fiksi adalah plot atau alur cerita. Plot adalah alur cerita yang menjadi arah penulisan yang kamu lakukan. Plot akan selalu melekat dimana pun karakter berada dan apa pun yang dilakukannya. Plot akan selalu ada dalam kejadian apa pun yang terjadi sepanjang penulisan cerita yang kamu lakukan.

Kumpulan kejadian-kejadian yang direkayasa sepanjang cerita akan menjadi pembangun bagi ternbentuknya alur cerita keseluruhan yang kemudian dapat kamu sampaikan dalam sinopsis umum. Sementara kejadian tunggal yag berlangsung sepanjang jalan cerita adalah bangunan yang saling terkait sebagai pembentuk alur utuh.

Kemampuan kamu membangun elemen cerpen atau novel yang terdiri dari kepingan-kepingan kejadian dalam bentuk alur atau plot, adalah bagian penting dari elemen penulisan cerita fiksi pertama yang dapat kamu ketahui sebagai unsur penulisan fiksi.

Latar atau Setting

Photo by Burkay Canatar on Pexels.com

Elemen kedua dalam penulisan cerita fiksi baik dalam bentuk cerpen atau novel adalah setting atau latar. Setting merupakan tempat dimana sebuah plot berlangsung dan karakter melakukan aksinya. Setting penting dalam cerita fiksi dan kedudukannya sama dengan plot atau karakter itu sendiri.

Setting tidak harus sesuatu yang realistis. Pada penulisan fiksi ilmiah atau jenis cerita tertentu, setting dapat berlaku secara imajiner. Namun sebagai elemen dari fiksi yang kuat, setting atau latar imajiner akan sangat dipengaruhi dari seberapa baik kamu mendeskripsikan detail latar cerita yang kamu tulis.

Penting juga untuk kamu fahami bahwa latar atau setting tidak hanya dapat diartikan sebagai tempat saja. Kondisi pemikiran, keyakinan agama, pilihan politik, kekangan adat istiadat, atau prinsip dogma-dogma, juga dapat menjadi setting sebuah cerita.

Karakter atau Tokoh

Source: Freepik

Elemen ketiga dalam penulisan cerita fiksi adalah karakter atau tokoh. Karakter sendiri merupakan sosok objek yang diceritakan dalam plot dan juga setting. Secara prinsip, semakin spesifik kamu melukiskan satu karakter dalam cerita fiksi, mak semakin kuat pula kemudian karakter tersebut akan terbentuk.

Umumnya masyarakat mengenal dua karakter paling menonjol saja dalam penulisan fiksi yaitu karakter baik atau protagonis, dan karakter jahat atau antagonis. Namun hakikatnya, elemen cerita fiksi dalam bentuk karakter tidak sesederhana itu saja. Selain tokoh protagonis dan antagonis, ada juga yang dikenal dengan istilah karakter mentor, karakter support, dan lain sebagainya.

Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan rekaan imajinasi penulis sendiri. Nah, pada umumnya untuk membuat cerita fiksi menjadi lebih hidup dan menyentuh lebih banyak sudut-sudut pembaca, seorang penulis membuat pula beberapa karakter pembantu yang akan membuat elemen ceritanya menjadi lebih kompleks.

Konflik atau Masalah

Source: Freepik

Elemen keempat dalam penulisan cerita fiksi adalah konflik. Konflik atau permasalahan harus ada dalam setiap cerita fiksi. Semakin dramatis konflik yang bisa tuliskan, maka akan semakin besar pula dampaknya bagi keseluruhan cerita.

Konflik memegang peranan penting dalam setiap penulisan cerita jenis apa pun. Bahkan jika itu bukan fiksi. Namun dalam fiksi, kamu tentu saja dapat mendesain sebuah konflik sesuai dengan kemauanmu sendiri. Dan yang perlu diingat pula dalam penulisan cerita fiksi, konfliknya haruslah kuat dan menyeret sisi emosional berbagai karakter di dalamnya.

Beberapa penulis pemula menghindari tokoh-tokohnya dari berbagai masalah sebagai cara mereka untuk memuja kesempurnaan karakter cerita. Akan tetapi para penulis berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi sudah pasti tahu bahwa hanya dengan konflik dan permasalahan yanhg rumit akan menguji ketangguhan karakter yang diceritakan.

Tema dan Gaya

Source: Freepik

Hal terakhir yang menjadi elemen penting dalam penulisan fiksi adalah tema atau topik cerita. Ini semacam garis besar cerita yang kamu tuliskan itu tentang apa. Atau dapat pula dengan membuat sebuah pertanyaan mengenai; pesan apa yang ingin kamu sampaikan dalam cerita yang kamu tulis tersebut?

Ada banyak tema penulisan yang bisa kamu pilih. Dan ketika kamu sudah punya garis besar cerita untuk ditulis, maka memilih tema bukan sesuatu yang sulit. Kamu bisa memilih tema percintaan, peperangan, kepahlawanan, persahabatan, pengkhianatan, dan berbagai topik penulisan fiksi lainnya.

Selain tema, gaya juga adalah elemen cerita yang seharusnya kamu miliki dalam setiap penulisan fiksi. Gaya atau style adalah pilihan cara kamu menceritakan sesuatu dengan kata, kalimat dan teknis story telling yang khas dari kamu. Style berkorelasi erat dengan branding image seorang penulis.

Pembaca kadang tidak begitu jatuh cinta dengan cerita yang disampaikan. Atau tidak begitu tertarik dengan tema penulisannya sendiri. Namun, jika ia sudah jatuh cinta dengan style menulis sang penulis, maka ia kemungkinan besar akan membaca semua tulisan yang ditulis oleh penulis tersebut.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dan setiap penulisan. Umumnya para penulis pemula sekali pun sudah menggunakan 5 elemen ini dalam tulisan mereka. Hanya saja agar cerita fiksi yang kamu tulis dapat berkembang jadi lebih sempurna, maka kamu harus disiplin melatih dan mempraktikkannya.

Selamat mencoba!

5 ALASAN MEMBUNUH KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL YANG DIBENARKAN

Membunuh karakter tokoh dalam novel tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau semaunya saja. Sebagai penulis, ada berbagai hal penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membunuh atau mematikan salah satu karakter tokoh. Tanpa alasan yang tepat, mematikan karakter dalam cerita justru akan membuat keseluruhan ceritamu menjadi cacat.

Lalu, apa sebenarnya yang harus dipertimbangkan seorang penulis sebelum membunuh tokoh atau karakter dalam cerita yang ia tulis?

Mari, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Alasan Membunuh Karakter Tokoh dalam Novel yang Benar dan Boleh Dilakukan

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Sebagai seorang penulis, kamu tentu sudah tahu bagaimana cara membuat karakter tokoh dalam novel dan menghidupkannya dalam cerita. Namun yang menarik adalah, ternyata tidak semua penulis faham dengan baik bagaimana mematikan tokoh yang telah ia ciptakan tersebut. Oleh karena itu, kadang seringkali ditemukan bahwa hilang atau matinya satu tokoh dalam cerita ternyata ikut mematikan ceritanya pula.

Ada berbagai pertimbangan yang harus kamu pahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membunuh salah satu tokoh cerita. Pertimbangan untuk membunuh kadang jauh lebih sulit daripada cara memperkenalkan karakter dalam novel itu sendiri. Fatalnya, keraguan untuk mematikan atau membiarkan karakter dalam cerita juga berujung pada writer block yang akan mengganggu produktivitasmu sendiri.

Berikut akan disampaikan beberapa alasan membunuh karakter dalam cerita dan penjelasan mengapa alasan tersebut dapat dibenarkan. Pada saat yang bersamaan, kamu juga dapat mempelajari bahwa untuk alasan yang tidak kuat, membunuh tokoh dalam cerita justru akan berbahaya.

Nah, apa sajakah alasan tersebut?

Mari dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA:

Mengembangkan Plot Cerita

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

Alasan pertama yang dibenarkan untuk membunuh salah satu tokoh dalam cerita yang kamu tulis adalah karena hal itu dapat mengembangkan plot atau alur cerita. Dalam hal ini, matinya atau hilangnya karakter tersebut akan membuat jalan cerita menjadi lebih terbangun dan berkembang.

Fokus kamu pada alasan yang pertama ini adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut;

  • Apakah dengan matinya tokoh atau karakter tersebut alur cerita menjadi lebih menarik?
  • Bagaimana cara terbaik menghilangkan tokoh tersebut dari cerita?
  • Kematian seperti apa yang tepat untuk membunuhnya?
  • Seberapa besar dampaknya pada keseluruhan cerita dengan matinya salah satu karakter dalam cerita tersebut?

Jika kemudian kamu mendapatkan jawaban bahwa dengan terbunuhnya salah satu karakter ternyata membuat cerita yang kamu tulis menjadi lebih menarik. Maka, sekarang kamu tinggal merencanakan pembunuhan untuk tokoh tersebut.

Memberikan Motivasi pada Karakter Lain

Photo by cottonbro on Pexels.com

Selanjutnya alasan kedua yang diperbolehkan untuk membunuh tokoh atau karakter dalam cerita novel adalah jika hal tersebut memberi dampak motivasi untuk karakter lainnya. Dalam cerita film dan novel yang terkenal, kematian karakter seperti ini cukup sering dijumpai.

Kamu mungkin sudah bisa mengimajinasikannya, kan?

Ketika matinya satu karakter dalam cerita yang kamu tulis akan membangkitkan motivasi karakter lain yang lebih utama, maka kamu dapat membunuhnya. Pastikan kembali bahwa alur cerita dan hubungan antar karakter itu jelas dan relevan sehingga munculnya motivasi tersebut tidak terkesan dipaksakan.

Memenuhi Kesempurnaan Karakter Antagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah alasan ini paling sering dilakukan untuk membangun cerita dalam penulisan novel atau pun film, dan kamu pasti bisa menemukan contohnya dengan mudah.

Karakter antagonis atau tokoh antagonis adalah tokoh yang kamu ceritakan untuk menggambarkan lawan dari karakter baik.

Banyak penulis pemula lebih nyaman mengartikan karakter antagonis sebagai tokoh jahat semata. Itu tentu saja bisa digunakan, namun kamu juga bisa memperluas spektrum pengertiannya menjadi lebih luas lagi bahwa; tokoh antagonis adalah karakter yang berusaha menghalangi tercapainya tujuan karakter protagonis secara umum.

Untuk membuat sifat jahat karakter antagonis menjadi lebih terekam dalam benak pembaca, beberapa penulis membunuh karakter lain dalam cerita yang mereka tulis. Tentu saja yang harus kamu pahami dalam konteks ini adalah, kematian karakter yang terbunuh haruslaha disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh karakter antagonis.

Menghilangkan Karakter yang Merusak Alur

Photo by Alex Andrews on Pexels.com

Apakah ada karakter atau tokoh dalam cerita yang dapat merusak alur?

Tentu saja ada, dan itu cukup banyak terjadi.

Karakter seperti ini adalah tokoh dalam cerita yang jika kamu tidak ceritakan maka akan menjadi pertanyaan pembaca. Sementara jika terus kamu ceritakan, karakternya sendiri tidak dominan dan tidak memiliki banyak pengaruh terhadap plot. Untuk karakter tokoh dengan tipikal yang seperti ini, kamu dapat memikirkan untuk membunuhnya.

Namun membunuh karakter tokoh dalam cerita semacam ini juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Kamu juga harus mempertimbangkan kembali apakah eksistensi karakter tersebut memberi efek yang baik terhada plot ataukah tidak. Jika memang kehadirannya hanya akan memberatkan alur penulisan yang kamu lakukan, maka jangan ragu, bunuh saja karakternya.

BACA JUGA:

Menantang Kemampuan Penulis untuk Keluar dari Zona Nyaman

Source: Freepik

Nah, alasan terakhir terkait dengan keputusan untuk mematikan karakter tokoh dalam novel sangat menarik. Alasannya secara prinsip lebih difokuskan kepada penulisnya sendiri yakni sebagai sebuah chalengge sang penulis untuk keluar dari zona nyaman dan kebiasaannya selama ini.

Sebagai penulis yang out of the box dan berani, kamu tentu saja dapat menantang diri kamu untuk melakukan hal ini. Membunuh karakter dalam cerita yang kamu tulis bisa saja akan membuat penulisanmu menjadi lebih kuat, lebih padat dan juga berisi. Atau dengan kata lain; keputusan membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tulis akan memaksamu untuk lebih kreatif mengatur alurnya.

Hal ini tentu saja tidak mudah. Selain dibutuhkan banyak latihan, kamu juga membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona kenyamanan. Namun sekali saja kamu berhasil melakukannya, kamu akan menemukan bagaimana tulisanmu berkembang menjadi lebih luar biasa.

Dua Alasan yang Tidak Tepat untuk Membunuh Karakter dalam Cerita Novel

Source: Freepik

Setelah melihat 5 alasan yang benar untuk membunuh karakter dalam novel di atas, rasanya kamu juga perlu tahu dua alasan yang berkebalikan dengan hal tersebut. Sayangnya, masih cukup sering ditemukan para penulis pemula yang membunuh karakter tokoh dalam novel mereka hanya karena dua alasan berikut ini.

Hanya untuk Membuat Pembaca Merasa Sedih

Photo by Du01b0u01a1ng Nhu00e2n on Pexels.com

Jika kamu membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan hanya sebagai cara untuk membuat pembacamu menjadi sedih, maka kamu telah melakukan kesalahan besar.  

Kamu tidak dapat menenggelamkan pembacamu dalam air mata kesedihan dengan membunuh tokoh secara sembarangan, namun juga harus selaras dengan pengembangan cerita.

Kesedihan pembaca karena kehilangan karakter tokoh yang mereka suka atas alasan yang tidak mampu dipertahankan oleh alur cerita, justru akan membuat kualitas novel yang kamu tulis menjadi rendah.

Hanya untuk Membuat Pembaca Menjadi Kaget

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Jalan cerita yang tidak dapat ditebak dalam penulisan adalah sebuah kelebihan, tapi kamu tidak dapat melakukannya secara asal-asalan. Membunuh karakter tokoh yang mungkin sudah dekat dengan pembaca hanya agar mereka kaget dan tidak dapat menerka, adalah sangat tidak bijaksana untuk kamu lakukan.

Sekali lagi, sebelum kamu memutuskan untuk membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan, pikirkan kembali berbagai imbasnya pada dampak cerita secara keseluruhan.

Jangan terlalu terobsesi untuk ‘mengerjai’ pembaca dengan alur yang dipaksakan. Akan tetapi yang harus kamu lakukan adalah, berfokuslan pada jalan cerita yang kuat dan berkualitas.

BACA JUGA:

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa hal penting yang dapat kamu pertimbangkan ketika dihadapkan pada pilihan untuk membunuh karakter dalam novel atau cerita yang kamu tulis. Inti dari semua ini adalah, perhalus perasaan dan kepekaanmu untuk menemukan alasan yang paling tepat untuk mempertahankan satu karakter tokoh atau membunuhnya di dalam cerita.

Itu saja.

Jadi, selamat mencoba.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑