PENGERTIAN ESSAY: JENIS, TUJUAN, STRUKTUR PENULISAN, CARA MEMBUAT DAN CONTOHNYA

Essay adalah salah satu jenis penulisan yang sangat banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan. Essay menjadi media tulisan yang menarik untuk menyampaikan fakta yang disertai dengan gagasan-gagasan pendukung. Apa pun gagasan yang kamu miliki, menyampaikannya dengan essay adalah cara yang menarik.

Sebagai sebuah keterampilan umum, cara membuat essay sudah seharusnya menjadi keterampilan yang dikuasai oleh banyak orang. Untuk kamu yang berprofesi sebagai seorang penulis, keterampilan menulis essay mutlak harus kamu miliki.

Nah, untuk mempermudah kamu dalam memahami apa itu essay, kali ini Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk menyimak secara lengkap tentang pengertian essay, tujuan penulisan essay, struktur essay, jenis-jenis essay dan juga contohnya.

Jadi, yuk, baca artikel ini sampai habis, ya.

Definisi atau Pengertian Essay, Tujuan Penulisan Essay, Jenis-Jenis Essay dan Struktur Essay

Photo by Zen Chung on Pexels.com

Essay merupakan jenis tulisan yang seringkali dilombakan dalam kehidupan sehari-hari. Lomba essay adalah hal yang pastinya sudah sering kamu dengar, bukan?

Lomba menulis essay dapat diadakan di antara pelajar, tingkat mahasiswa atau untuk masyarakat umum. Essay juga dianggap sebagai jurnalisme masyarakat yang sederhana dimana seseorang dapat menyampaikan pandangannya atas sebuah objek berdasarkan pengamatan dan fakta-fakta yang ia ketahui.

Akan tetapi sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan essay itu?

BACA PULA:

Pengertian Essay atau Definisi Essay

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, essay diartikan sebagai; sebuah karya prosa yang membahas satu persoalan dari sudut pandang penulis secara sepintas. Sedangkan dalam tinjauan ilmu jurnalistik, essay adalah sebuah tulisan yang memuat pendapat atau opini seseorang tentang suatu persoalan yang dilihat secara subyektif.

Akan tetapi jika diuraikan secara lebih komprehensif, maka pengertian essay adalah sebuah karya tulis yang berisi kombinasi antara fakta dan opini penulis, yang sifatnya subyektif berdasarkan sudut pandang penulis yang bisa saja berupa analisa, spekulasi, atau pun interpretasi atau penafsiran.

Nah, berdasarkan pengertian ini maka cakupan essay tentu saja meliputi argumentasi, kritik, tinjauan, juga refleksi dari kehidupan sehari-hari si penulis essay.

Dikarenakan sifatnya subyektif, esensi paling penting yang harus dipahami dalam penulisan essay adalah ia bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Essay bisa saja tidak proporsional dan ideal karena faktor subjektivitasnya ini.

Struktur Penulisan Essay

Source: Unsplash

Struktur essay secara umum dibagi dalam tiga bagian yang paling penting yakni pembukaan essay atau pendahuluan essay, isi essay atau badan essay, dan penutup essay atau kesimpulan essay.

Mengenai struktur essay ini, kamu juga dapat membaca artikelnya dari Penulis Gunung disini.

Namun untuk mempermudahnya, berikut penjelasan singkat mengenai bagian-bagian penting dalam struktur penulisan essay;

Pendahuluan Essay

Dalam pendahuluan essay atau awalan essay, penulis dapat memberikan pandanganya secara singkat tentang persoalan yang akan diangkat. Tujuan penulisan pendahuluan pada essay adalah sebagai ‘pemanasan’ sebelum pembaca disuguhkan poin-poin yang lebih serius dalam essay.

Dalam menulis pendahuluan essay, ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan panduan.

Akan tetapi poin yang paling penting adalah dengan memperhatikan bahwa awalan essay atau pembukaan essay haruslah mampu menarik perhatian pembaca. Hal ini supaya terbangun rasa ingin tahu dalam diri mereka untuk membaca isi essay yang merupakan bagian inti dari penulisan essay.

Namun bagaimana caranya?

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam membuat pembukaan essay yang menarik. Kamu bisa menggunakan quotes, menyajikan fakta yang mengejutkan, atau menggunakan contoh kasus yang relevan.

Badan Essay atau Isi Essay

Bagian paling penting dari struktur essay adalah isinya dimana penulis mencurahkan ide, gagasan, solusi, strategi atau pun pandangan profesionalitasnya. Nah, dengan cakupan penyamapain ide yang luas dari penulis ini, bagian dalam essay adalah yang paling panjang.

Melalui data, fakta dan juga opini yang disampaikan penulis dalam isi essay secara mendetail dan terperinci, tujuan penulisan essay diharapkan bisa dicapai. Selain itu sebagai bagian inti penulisan essay, isi essay adalah bagian yang paling krusial dan harus mendapat perhatian yang lebih banyak.

Penulisan badan essay harus mengikuti kaidah urutan penulisan yang sesuai dengan kerangka essay sebelumnya. Di samping itu, argumentasi penulis yang disampaikan secara rinci, berurutan dan atraktif tentu saja akan lebih menarik bagi pembaca essay.

Penutup Essay atau  Kesimpulan Essay

Bagian ini berisi kesimpulan dan ringkasan essay yang pada aplikasinya, penulis sebaiknya tidak lagi menambah pembahasan menjadi panjang lebar kembali.

Dalam penutupan essay, penulis juga dapat menyampaikan saran dan solusi sebagai salah satu etika penulis essay terhadap problematik atau pun persoalan yang dibahas. Penutup essay harus dipastikan singkat, padat dan jelas.

BACA JUGA:

Tujuan Penulisan Essay

Source: Unsplash

Sebagai sebuah tulisan yang dibagikan kepada publik, penulisan essay tentu saja memiliki tujuan tertentu. Pada implementasinya, susunan penulisan essay dan metode apa pun yang digunakan penulis dalam menuliskannya, haruslah berorientasi pada tujuan essay.

Jadi, apa sebenarnya tujuan penulisan sebuah essay?

Setidaknya ada tiga tujuan essay ditulis yang paling umum.

Tiga tujuan tersebut adalah;

Memberikan Informasi Mengenai Suatu Obyek yang Dibahas

Tujuan pertama dalam menulis essay adalah memberikan informasi dan edukasi kepada pembaca.

Dengan berbagai penyajian data, fakta dan opini yang tepat, pembaca essay diharapkan mendapatkan pengetahuan baru dan wawasan yang lebih luas mengenai permasalahan yang dibahas dalam essay.

Meminta Pembaca untuk Menerima Pandangan Penulis

Essay dengan tujuan ini secara singkat dimaksudkan supaya pembaca menerima pendapat penulis terhadap suatu obyek yang dibahas dalam essay.

Ini tentu saja tujuan yang tidak mudah, apalagi jika pokok bahasan adalah obyek yang kontradiktif.

Nah, untuk tujuan seperti ini penelitian yang komprehensif, tinjauan dan riset yang mendalam akan meberikan kekuatan pada essay untuk lebih mudah diterima oleh pembaca.

Meyakinkan Pembaca Tentang Suatu Persoalan dalam Essay

Jika tujuan essay sebelumnya hanya sebatas supaya pembaca menerima pandangan penulis, maka tujuan essay selanjutnya lebih jauh lagi. Essay kali ini ditulis dengan tujuan supaya pembaca essay yakin bahwa apa yang menjadi pesan terpenting dalam essay adalah sebuah kebenaran yang layak dipercaya.

Untuk dapat mencapai tujuan ini, data yang lengkap, fakta yang relevan serta, opini yang masuk akal dari penulis adalah sebuah keharusan.

Perbedaan Essay dengan Karya Tulis Ilmiah pada Umumnya

Photo by Ann Nekr on Pexels.com

Di samping essay, kamu pastinya mengenal banyak karya tulis ilmiah yang lain seperti jurnal, tesis, skripsi, artikel dan lain sebagainya. Lantas, apa yang membuat essay istimewa sehingga seringkali dilombakan secara luas?

Perbedaan antara essay dan karya tulis ilmiah yang lain secara umum dapat dijabarkan dalam 5 poin berikut ini;

  • Essay adalah argumentasi subyektif dari penulis mengenai suatu isu permasalahan yang menjadi obyek essay.
  • Penulisan essay harus dilengkapi dengan data, fakta dan referensi yang terpercaya.
  • Essay adalah karya tulis yang seyogyanya hanya ditulis dalam jumlah halaman yang terbatas, umumnya antara 3 hingga 7 halaman.
  • Penulisan essay harus singkat, padat dan jelas.
  • Di samping memberikan argumentasi terhadap sebuah permasalahan yang disoroti, essay yang baik harus pula dilengkapi dengan solusi dari penulis sebagai jalan keluar dari problematika dalam essay yang disoroti tersebut.

Jenis-Jenis Essay

Meskipun essay bersifat subyektif dan dapat ditambahkan dengan opini penulis, bukan berarti penulisan essay dapat dilakukan tanpa kaidah. Penulisan essay bagaimana pun juga harus dibarengi dengan data dan fakta supaya tujuan essay dapat tercapai.

Jika kemudian essay ditulis hanya berdasarkan persepsi dan imajinasi penulis semata, maka essay bisa berubah menjadi karya fiksi yang fiktif. Dukungan data dan fakta yang akurat dalam menulis essay adalah sebuah keharusan yang tidak boleh diabaikan.

Berdasarkan tujuan penulisan konten essay, essay sendiri dapat dibagi dalam beberapa jenis yang paling umum di antaranya;

Essay Penelitian atau Essay Riset

Jenis essay yang pertama adalah essay penelitian atau essay riset. Essay ini merupakan essay yang berisi tentang berbagai hal yang diperoleh dari sebuah penelitian. Umumnya essay dengan jenis ini bertujuan untuk menambah pengetahuan baru atau memberikan informasi baru mengenai suatu obyek yang dibahas.

Pada kasus yang lain, jenis essay riset juga dapat ditujukan sebagai upaya untuk melalukan sinkronisasi antara sebuah penelitian sebelumnya dengan kondisi aktual yang lebih riil sesuai perkembangan zaman.

BACA JUGA:

Essay Kritik

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Jenis essay selanjutnya adalah essay kritik yang ditulis dengan tujuan memberikan penilaian sebuah objek baik berupa karya seni, karya sastra, atau sebuah topik khusus yang lainnya. Kritik ini nantikan akan memberikan penilaian berbagai unsur yang membentuk objek kritik tersebut.

Kritik yang dikemas dalam bentuk essay dapat memfokuskan penilaiannya pada baik atau buruk, bermanfaat atau tidak, sesuai dengan kaidah atau justru melanggar aturan sesuatu yang menjadi objek kritik.

Essay Reflektif

Ciri khas pertama dari essay reflektif adalah pada banyak kesempatan essay ini selalu ditulis oleh seorang yang ahli atau pakar bidang tertentu. Essay reflektif sendiri merupakan essay yang dituliskan untuk merenungkan berbagai persoalan yang menjadi objek penulisan essay.

Beberapa hal yang umum dijadikan topik essay reflektif adalah isu dan kondisi politik, kebijakan pemerintah, fenomena sosial dan lain sebagainya.

Essay Pribadi

Selanjutnya adalah jenis essay pribadi yang juga merupakan jenis tulisan dimana penulis menyampaikan pendapatnya sendiri secara frontal dalam menyikapi suatu permasalahan di masyarakat.

Essay pribadi dapat menjadi sebuah ‘perlawanan’ dimana penulis memberikan pandangnya yang bisa saja sangat bertentangan dengan sebuah isu yang diangkat.

Untuk essay semacam ini, kemampuan penulis untuk mengeksplorasi pandangannya yang tegas berdasarkan fakta dan data terpercaya dapat memperkokoh kedudukan essay.

Essay Cuplikan Watak

Essay cuplikan watak kadang juga disebut sebagai essay cukilan watak. Kedua essay ini adalah sama yakni, penulis memberikan cuplikan pandangan seorang tokoh terhadap isu yang diangkat sebagai topik penulisan essay.

Dalam essay cuplikan watak ini, penulis tidak menceritakan secara lengkap biografi tokoh yang pandangannya dikutip. Penulis hanya mengutip satu pandangan tokoh tersebut dan menginterpretasikan relevansinya dengan kondisi permasalahan yang dibahas dalam essay.

Essay Tajuk

Source: Unsplash

Kamu pastinya pernah melihat atau bahkan membaca essay jenis di pada surat kabar, majalah atau pun kolom pemberitaan digital lainnya.

Essay tajuk merupakan jenis essay yang memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menyampaikan pandangan mereka terkait suatu isu yang sedang berkembang di masyarakat. Isu bisa saja terkait kondisi perekonomian, kondisi politik, kondisi sosial dan lain sebagainya.

Bahkan dalam konteks tertentu, essay tajuk juga dapat meyorori isu populer dalam masyarakat yang mungkin saja terlihat sepele.

Essay Deskriftif

Ini adalah essay yang ditulis secara khusus untuk memberikan deskripsi atau gambaran obyek essay. Nah, obyek essay deskriftif sendiri dapat berupa manusia, makhluk hidup lain atau pun benda-benda.

Produk elektronik, produk otomotif, produk properti, hewan atau bahkan seseorang  juga dapat menjadi obyek penulisan essay deskriftif.

Essay Argumentatif

Sesuai dengan asal katanya (argumentasi), essay argumentatif ditulis sebagai sebuah argumen yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca guna menerima pendapat, pandangan, keyakinan, dan ide penulis terhadap satu persoalan tertentu.

Essay argumentasi berupaya mengungkapkan kebenaran ide penulis dengan tujuan supaya pembaca nantinya dapat mempercayai penulis dan berpihak pada pendapat yang penulis berikan.

Sekali lagi, essay jenis ini membutuhkan fakta dan data yang akurat supaya dapat mencapai tujuannya.

Essay Cerita

Jenis essay yang terakhir adalah essay cerita. Tujuan essay jenis ini adalah untuk menghadirkan atau menghidupkan sesuatu obyek dalam benak pembaca supaya dapat diimajinasikan. Secara eksplisit essay ini juga memiliki motif supaya pembaca dapat merasakan, mendengar, melihat atau menghirup aroma seperti yang disampaikan dalam essay.

Praktiknya, ada persamaan antara essay cerita dan essay deksripsi. Hanya saja upaya menggambarkan secara lebih detail mungkin akan banyak ditemukan pada essay dengan jenis cerita.

BACA JUGA:

7 Tips dan Cara Mudah Menulis Essay yang Baik

Photo by Judit Peter on Pexels.com

Guna mempermudah penulisan essay yang kamu lakukan, kamu dapat mengikuti beberapa cara yang sudah umum dan efektif dalam proses membuat essay. Dengan cara atau tips ini nanti, kamu setidaknya akan memiliki semacam template mengenai langkah apa saja yang dapat kamu persiapkan untuk menulis essay dengan kualitas yang baik.

Lantas, bagaimana cara membuat essay yang baik dan mudah untuk diikuti?

Memilih Topik Essay

Langkah pertama sebagai cara membuat essay yang mudah adalah dengan menentukan tema atau topik essay itu sendiri. Kamu dapat bertanya kepada dirimu tentang apa yang ingin kamu tulis dalam essay nantinya.

Jika kamu belum pernah menulis essay sebelumnya, maka pilihlah sebuah tema yang kamu sukai untuk ditulis.

Jika kamu menyukai dunia pendidikan, maka kamu dapat menulis essay tentang dunia pendidikan. Atau jika kamu menyukai dunia seni, film, sastra atau apa pun itu, maka cobalah menulis essay tentang hal tersebut.

Brainstorming

Langkah kedua dalam menulis essay ini mungkin tidak akan kamu temukan dalam referensi penulisan essay yang lain. Di samping disebut brainstorming, langkah ini juga dapat diistilahkan sebagai percikan ide dalam menulis essay.

Pada langkah ini kamu hanya perlu mengambil kertas dan pena kemudian menuliskan apa pun ide yang terlintas dalam benakmu tentang tema yang sudah kamu pilih sebelumnya.

Lupakan dulu tentang struktur essay, lupakan dulu tentang panduan membuat essay yang baik dan benar, pokoknya apa pun ide tentang tema essay yang terpercik dalam pikiranmu, tuliskan saja.

Membuat Kerangka Essay

Source: Unsplash

Setelah kamu mendapatkan corat-coret ide dalam brainstorming, sekarang adalah saatnya untuk membuatnya menjadi lebih rapi dengan mengubahnya dalam bentuk kerangka atau outline essay.

Pilih bagian mana dari brainstorming ide essay itu yang akan kamu tuliskan pada bagian inti, bagian mana yang akan kamu gunakan sebagai cuplikan pembuka, dan bagian mana pula yang dapat kamu jadikan sebagai penguat pesan pada penutup essay.

Melakukan Riset

Setelah kerangka diperoleh, kamu sekarang masuk pada langkah yang lebih serius dalam membuat essay yakni riset. Riset atau penelitian adalah dasar penulisan essay, artikel ilmiah dan jurnal ilmiah lainnya.

Supaya risetmu lebih efisien kamu dapat membatasi seberapa banyak informasi tentang topik yang kamu butuhkan, seberapa dalam dan rinci kamu perlu menguraikannya, dan lain sebagainya. Jangan lupa pula untuk mencatat sumber informasi ini sebagai referensi penulisan essay yang kamu lakukan nantinya.

Oh ya, mengenai riset dalam menulis essay kamu dapat membaca artikel Penulis Gunung berikut ini; Cara Paling Mudah Melakukan Riset untuk Penulisan Artikel atau Buku Non Fiksi.

Tulis Essay

Sekarang adalah waktunya kamu menulis essay setelah materi penulisan dari hasil riset sudah kamu dapatkan. Kamu dapat menulis berdasarkan panduan kerangka dengan menambahkan hasil riset materi yang sudah disaring terlebih dahulu.

Atau jika kamu adalah seorang penulis yang lebih suka menaburkan hasil risetnya langsung pada saat menulis uraian essay, kamu juga dapat mempraktikkan resep tersebut dalam tahap penulisan ini.

  • Menulis Bagian Pendahaluan Essay – Pada pendahuluan essay kamu dapat membukanya dengan mengutip contoh kasus yang relevan dengan topik essay. Di samping itu kamu juga bisa menggunakan kutipan tokoh terkenal, fakta yang mengejutkan atau apa pun yang orientasinya mampu menarik perhatian pembaca ketika menemukan kalimat pembuka dalam essay yang kamu tuliskan.
  • Menulis Bagian Isi Essay – Uraikan pikiranmu, idemu dan hasil analisa riset yang kamu peroleh dengan jelas, padat dan tidak bertele-tele. Gunakan pula bahasa yang baik dan benar serta hindari menggunakan istilah yang berlebihan. Jika kamu menggunakan referensi penulisan dengan bahasa asing untuk tujuan intelektualtitas, uraikan pula dengan baik dalam penulisan isi essay. Hal yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah dengan memberikan solusi atau jalan keluar dari isu essay yang kamu soroti.
  • Menulis Bagian Penutup Essay – Ini adalah kesimpulan dimana kamu dapat menyampaikan sekali lagi permasalahan yang menjadi tema essay dan menjawabnya melalui solusi yang sudah kamu uraikan sebelumnya. Pastikan bagian penutup essay ditulis dengan singkat dan tidak berkembang dengan penjabaran ide-ide baru.

Baca Ulang, Revisi dan Ulangi

Photo by Ksenia Chernaya on Pexels.com

Pada tahap ini draff essay yang kamu tulis sudah jadi.

Langkah selanjutnya adalah dengan membaca ulang draff tersebut dan menemukan bagian mana yang terasa membingungkan, kurang menarik, tidak tepat atau bahkan tidak relevan. Supaya efektif, kamu bisa meminta bantuan seseorang untuk mendengarkan saat kamu membaca draff tersebut dan meminta kritik darinya.

Setelah kamu mendapatkan beberapa catatan dan kritik, follow up hal itu dengan melakukan revisi.

Kemudian ulangi proses ini kembali sampai kamu merasa bahwa essay sudah cukup memuaskan kamu.

Publikasikan Essay

Jika semuanya sudah sempurna dalam ukuranmu, maka langkah selanjutnya adalah mempublikasikan essay yang kamu tuliskan.

Kamu dapat mengirimkan essay yang kamu tulis itu ke surat kabar, media online atau apa pun yang kamu ingin mereka menerbitkan tulisan kamu.

Namun jika kamu ingin melakukannya secara mandiri, kamu juga bisa menerbitkan essaymu melalui situs pribadi atau blog jurnalis publik seperti Kompasiana dan Indonesiana.

BACA JUGA:

Contoh Essay

Photo by Anastasiya Gepp on Pexels.com

Untuk memberikan gambaran kepadamu bagaimana cara membuat essay yang baik, berikut Penulis Gunung lampirkan contoh essay yang dapat kamu cermati penulisannya. Dapat kamu lihat dalam contoh ini bahwa menulis essay yang singkat dapat kamu lakukan dengan sangat mudah.

Contoh Essay Tema Pendidikan

Judul: Revolusi Kesadaran dan Peran Dosen dalam Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Mahasiswa

Bagian Pendahuluan Essay

Mungkin tidak sepenuhnya keliru jika ada yang mengatakan bahwa yang paling patut disalahkan atas merosotnya jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa, adalah dosen-dosen mereka.

Ketika ketidakpedulian para tenaga pendidik ini terhadap orientasi kebangsaan mahasiswa mereka, bias kebangsaan menjadi sesuatu yang lumrah. Dan buruknya lagi, ini tidak hanya tercermin dari sikap-sikap yang terlihat remeh dan sederhana, namun juga berimplikasi pada sesuatu yang lebih kompleks dan substansial.

Bagian Isi Essay

Tidak bisa ditampik, ada sebuah gelombang yang semakin lama semakin membesar di kalangan muda yang mampu menghanyutkan banyak hal yang erat kaitannya dengan jati diri bangsa. Jiwa nasionalisme yang seharusnya mampu diagungkan sebagai sebuah kebanggaan akan kedaulatan yang mutlak, semakin sulit untuk ditemukan eksistensinya di kalangan pelajar dewasa.

Jumlah pelajar dewasa atau mahasiswa yang hanya menjadi ‘buih’ di tengah samudra, kian membengkak dari tahun ke tahun. Ada sebuah penolakan dalam diri mereka untuk menunjukkan semangat, kecintaan, dan juga dukungan yang nyata bagi tumpah darah dimana  di atas air dan tanahnya mereka dibesarkan. Seiring waktu, kebanggaan akan nasionalisme itu seperti tebing di tepi laut yang kian menipis dihantam abrasi gelombang disintergrasi yang memang samar, namun berbahaya.

Kondisi ini menjadi semakin parah ketika orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mendidik para mahasiswa, justru merasa bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan segala kemerosotan itu. Padahal jika mau direnungkan lebih dalam, bagaimana mungkin dosen dan tenaga pendidik di perguruan tinggi tidak memiliki rasa keterikatan atas apa yang kemudian berkembang menjadi orientasi pemikiran mahasiswa mereka? Memudarnya warna-warna keutuhan jiwa sebagai sebuah negara di kalangan mahasiswa tidak bisa tidak, juga adalah akibat dari acuhnya para pendidik mereka yang mungkin saja tidak merasa terpanggil untuk membenahinya.

Hadirnya rasa keterpanggilan seorang dosen untuk ikut serta secara aktif menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri mahasiswa mereka, adalah langkah pertama untuk memutuskan mata rantai kondisi ini. Dosen dan tenaga pendidik di kampus setidaknya harus merasa bahwa menumbuhkan semangat kebangsaan dan kedaulatan di kalangan mahasiswa, adalah tugas mereka juga.

Jadi, transfer knowledge dalam lingkungan kampus itu tidak hanya ketika mahasiswa mampu menyamai pengetahuan dosen mereka dan melakukan research dan resourches yang lebih kaya, namun juga ketika implementasi pemikiran-pemikiran berwawasan kebangsaan yang diinspirasikan oleh dosen-dosen mereka, berbuah menjadi tindakan-tindakan yang realistis di tengah masyarakat, walaupun mungkin saja dalam spektrum yang sederhana.

BACA JUGA:

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setelah kesadaran ini muncul, sekarang yang menjadi fokus pembenahan adalah dengan menganalisis apa yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik dan para dosen ini dalam upaya mengembalikan, atau menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme mahasiswa mereka? Tentu saja untuk segmentasi usia pelajar dewasa seperti mahasiswa, menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme tidak dapat dilakukan seperti pada usia anak Sekolah Dini, SD atau pun SMP.

Pelajar dewasa tidak dapat lagi diajak untuk ikut berlomba melukis pahlawan nasional, tidak bisa lagi diajak untuk lomba mengibarkan bendera, atau diajak lomba berlari dalam karung sembari berteriak ‘merdeka!’. Mahasiswa sebagai pelajar dewasa harus dibangunkan dari tidur mereka melalui sesuatu yang kemudian membuat mereka gelisah untuk menjadi peduli. Nah, tugas membangunkan tidurnya jiwa patriotik dan nasionalisme mahasiswa inilah yang kemudian menjadi tugas utama dosen sebagai pendidik mereka.

Pertanyaan lanjutan dari kesadaran awal ini kemudian adalah; bagaimana caranya?

Membangun kesadaran nasionalisme dan menumbuhkan semangat kebangsaan adalah sebuah proses panjang, berkesinambungan dan, penuh tantangan. Akan tetapi untuk memulai parade perjuangan mencapai tujuan ini, tenaga pendidik dan dosen setidaknya dapat memusatkan perhatian mereka pada beberapa tujuan yang koheren. Tujuan-tujuan inilah kemudian yang dapat dipecahkan dalam sejumlah langkah dan strategi untuk mencapainya melalui peran aktif seorang dosen.

Tujuan yang pertama adalah dengan menggugah jiwa mahasiswa didiknya untuk mampu berpikir kritis, peka terhadap lingkungan sekitar, kreatif dan juga rasional. Kemudian tujuan kedua dengan membangun karakter  mahasiswa yang bertanggung jawab serta mampu bertindak cerdas dalam kehidupan bernegara. Lalu dilanjutkan pula pada tujuan ketiga berupa pengembangan jiwa demokratis mahasiswa yang sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia. Lantas yang terakhir adalah dengan menanamkan karakter yang setia dan patuh dalam diri mahasiswa terhadap pancasila dan UUD negara tahun 1945.

Setelah tujuan-tujuan ini dipetakan dengan baik oleh para dosen, maka lebih mudah untuk menentukan langkah apa yang bisa dilakukan dalam berbagai jangka waktu guna mencapai sasaran yang diinginkan. Membangun karakteristik mahasiswa dengan berbagai keunggulan seperti dalam empat tujuan yang ditetapkan sebelumnya, tentu membutuhkan lebih banyak upaya yang konsisten dan totalitas.

Peran serta dosen untuk menggugah jiwa nasionalisme dan kebangsaan mahasiswa adalah inti dari semua upaya ini nantinya. Ketika upaya ini membuahkan hasil, ketika jiwa nasionalisme itu telah mulai terbangun dari tidurnya, maka kreativitas, pemikiran yang kritis, keberanian untuk menyampaikan kritik yang berorientasi pada intergrasi bangsa, akan lebih mudah untuk tumbuh dan semerbak dengan sendirinya.

Menjadi penting dari semua proses ini adalah penekanan pada kemampuan mahasiswa untuk mendayagunakan semua kepekaan mereka, tenggang rasa mereka dan, sikap kritis mereka terhadap berbagai persoalan bangsa. Kepekaan dan sikap kritis ini harus dibangun dalam lingkup perwujudan rasa cinta kepada bangsa dan negara, bukan karena pengejaran oleh sesuatu yang lebih rendah nilainya daripada itu.

Dosen dalam upaya menginisiasi sikap kritis dan peka dari mahasiswanya ini, sudah semestinya mampu memberi gambaran yang paling komprehensif mengenai tujuan terbesar bangsa yang memiliki kedaulatan di segala bidang kehidupan. Dalam istilah yang lebih sederhana, dapatlah kita menyebutkan bahwa peran terpenting tenaga pendidik atau dosen di kalangan mahasiswa terkait nilai-nilai nasionalisme, adalah sebagai penyulut, sebagai obor pembakar, sebagai trigger yang memicu tumbuh kembangnya sikap patriotik, nasionalis, cinta tanah air, dan berkebangsaan yang menyeluruh di kalangan pelajar dewasa yang notabene adalah mahasiswa.

BACA PULA:

Photo by George Dolgikh @ Giftpundits.com on Pexels.com

Jika uraian langkah-langkah ini disederhanakan, terdapat beberapa contoh teknis yang secara langsung dapat diterapkan oleh dosen sebagai upaya menumbuhkan sikap nasionalisme dan kebangsaan di kalangan mahasiswa. Beberapa hal teknis sederhana tersebut misalnya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan kampus, atau setidaknya pada saat proses pembelajaran.  Menggali nilai-nilai sejarah yang penuh teladan dari bangsa Indonesia juga dapat membantu peran dosen dalam menyebarluaskan semangat kebangsaan.  Memberikan perhatian yang ekstra terhadap upaya menjalankan praktik agama yang luhur, juga adalah langkah lain yang secara tidak langsung mampu mendongkrak kesadaran nasionalisme dalam diri mahasiswa.

Upaya-upaya yang berkesinambungan dan disusul pula dengan teladan yang relevan dari seorang dosen dalam menanamkan semangat kebangsaan, adalah cara yang paling mungkin untuk menyelamatkan generasi mahasiswa dari kemerosotan kepribadian nasionalisme mereka. Dengan segmentasi kelompok usia dewasa seperti mahasiswa, mereka tidak hanya dituntut untuk mampu menunjukkan kebanggaan berbangsa dan bernegara itu melalui simbolik-simbolik yang menarik perhatian, namun juga mampu menjadi teladan adik-adik mereka pada segmentasi usia yang lebih rendah. Ada sebuah rantai interaksi keteladanan yang harus dirawat dalam upaya ini yang kesemuanya dimulai dari peran dosen menginspirasi dan membangunkan jiwa patriotik nasionalisme mahasiswa mereka.

Dengan kemampuan olah pikir dan analisa yang lebih komprehensif, mahasiswa pada dasarnya dapat pula memfokuskan peran cinta tanah air dan kebangsaan mereka melalui satu bidang yang lebih spesifik, yakni pemikiran yang kritis. Pemikiran yang kritis ini ditujukan sepenuhnya untuk melihat, mengamati, menganalisa, menyimpulkan dan memformulasikan suatu obyek menjadi lebih berorientasi kepada kerakyatan dan bangsa.

Kebijakan-kebijakan publik, kebijakan lalu lintas ekonomi, keputusan strategis dalam militer, bahkan kebijakan arus dunia informasi yang dapat saja memiliki potensi risiko disintegrasi, dapat pula menjadi bahan yang difokuskan sebagai bagian dari perhatian mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut untuk pandai mengkritik dan menemukan celah-celah kosong dalam setiap sendi kehidupan nasional yang kompleks, namun mereka juga harus dibakar semangatnya, supaya mampu memberikan masukan pemikiran dan solusi sebagai jalan keluar problem yang dihadapi.

Bagian Penutup Essay

Pada pikiran dan pundak-pundak mahasiswa-lah, nasib bangsa satu atau dua dekade ke depan ditentukan. Pada pundak adik-adiknya-lah, masa depan bangsa 30 atau 50 tahun lagi dapat diramalkan.

Pembenahan jiwa nasionalisme dalam integrasi yang menyeluruh di kalangan mahasiswa, adalah the first chain yang bisa dilakukan untuk membangun, atau paling tidak mengupayakan yang terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan. Dan ini semua pada konsepnya, dapat diawali melalui revolusi kesadaran para dosen untuk membangun jiwa nasionalisme dalam sanubari mahasiswa-mahasiswa mereka.

Sumber: Universitas Islam Pontianak

BACA JUGA:

Photo by Pixabay on Pexels.com

Nah, itu adalah pembahasan lengkap mengenai pengertian essay, tujuan essay, jenis essay hingga contoh penulisan essay.

Dengan membiasakan diri menulis essay, kamu juga dapat melatih diri untuk berpikir lebih kritis, lebih analis dan lebih sistematis. Di samping itu, penulisan essay yang baik juga dapat menjadi media penyampaian informasi dan inspirasi yang menarik.

Jadi, selamat menulis essay, ya!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


CARA TERMUDAH MENULIS ARTIKEL ADALAH 6 LANGKAH BERIKUT, BENARKAH?

Bagi beberapa orang menulis artikel adalah sebuah tantangan yang serius. Padahal jika kamu mengetahui tips dan caranya, menulis artikel bisa sama mudahnya dengan bercerita, atau seperti ngobrol dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak tips dan cara menulis artikel yang dianggap paling efektif, bahkan untuk kamu yang belum terbiasa melakukannya sekali pun. Di antara banyak tips tersebut, 6 langkah berikut ini adalah yang paling populer. Jika kamu merasa ragu dengan formulanya, kamu tentu saja dapat mengujinya dengan menulis struktur artikel dengan 6 langkah berikut ini nantinya.

Kamu butuh?

Ghost writer berpengalaman untuk menulis artikel, buku atau apa saja?

Benarkah Cara Paling Efektif Menulis Artikel Adalah Dengan 6 Langkah Berikut?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Tentunya untuk tiap jenis-jenis artikel, aplikasi penulisannya pun memiliki peredaan. Namun secara garis besar formula yang dibutuhkan untuk menuliskannya adalah sama. Jika kamu mengetahui formulasi ini sebagai jurus dasar dalam menulis artikel, maka apa pun artikel yang kamu tuliskan tidak akan menjadi soal lagi.

Apa pun tujuan artikel yang kamu tuliskan nantinya, 6 langkah berikut ini nanti layak untuk kamu coba.

Langkah-langkah ini dipilih oleh Penulis Gunung karena melihat ada korelasinya dengan metode menulis fiksi. Ini mungkin akan terlihat unik, namun di sisi yang lain akan membuat proses menuliskannya menjadi jauh lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa sajakah 6 langkah menulis artikel tersebut?

Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

BACA PULA:

Memilih Topik Artikel dan Menulis Draff Kasar

Photo by Kulbir on Pexels.com

Jika ini adalah artikel bebas yang kamu ingin tulis hanya untuk menyampaikan pendapat, ide dan gagasan kamu saja, maka mantra pertama yang harus kamu gunakan adalah dengan memilih topik artikel yang kamu suka.

Memilih topik artikel yang kamu suka dapat bersifat temporer yang artinya kamu tidak perlu terikat untuk memilih artikel yang benar-benar kamu sukai. Jika dalam satu dua minggu ini kamu misalnya menyukai menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik, maka kamu dapat memilih topik tentang itu untuk artikel yang kamu tuliskan.

Dibandingkan memilih topik artikel menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik yang luas, kamu dapat mempesempitnya dengan misalnya; menanam sayuran dengan teknologi hidroponik di lahan pekarang rumah yang sempit. Intinya adalah, semakin spesifik topik yang kamu pilih, maka akan semakin mudah kamu menuliskan artikel itu nantinya.

Selanjutnya apa lagi?

Lupakan dulu struktur artikel dan berbagai aturan formal yang bikin stress. Kamu cukup menuliskan apa pun yang terbayang dalam benakmu mengenai topik yang kamu pilih tadi.

Ini semacam brainstroming dalam penulisan artikel. Jadi, apa pun yang tiba-tiba muncul di kepalamu terkait dengan topik penulisan artikel yang kamu pilih, tuliskan saja. Biarkan saja jika draf ini kasar dan mungkin terlihat seperti corat coret yang tidak jelas. Akan tetapi pastikan kamu menuliskan semua idemu di sana.

Hindari untuk bersikap analitis dalam langkah yang pertama ini. Semakin santai kamu melakukannya, itu semakin bagus. Tuliskan saja ide yang terlintas di kepalamu atau beberapa hal tentang topik yang kamu ketahui.

Setelah selesai, istirahatlan sejenak. Kamu sekarang sudah memiliki draff artikel yang hanya kamu bisa menuliskannya.

Bayangkan Dirimu Menjadi Pembaca Artikel

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, ini yang saya suka dalam menulis artikel ilmiah namun dengan langkah seolah menulis fiksi yaitu kamu juga bisa berimajinasi dalam melakukannya.

Setelah draff kasar selesai, kamu dapat melihat kembali coretan-coretan ini dengan pikiran seolah-olah kamu adalah orang lain yang membutuhkan informasi mengenai topik yang kamu tuliskan barusan.

Kembali kepada contoh artikel dengan topik teknologi menanam sayuran hidroponik di atas, kamu bisa memposisikan dirimu misalnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang ingin lebih produktif di rumah sekaligus rileks di samping rutinitas mengurus keluarga.

Ini memang bukan artikel pendidikan dan psikologi, tapi kamu juga dapat membuat beberapa pertanyaan yang dalam imajinasimu juga ada dalam benak ibu rumah tangga tersebut.

  • Apa saja yang ibu rumah tangga itu ingin ketahui tentang sayuran hidroponik?
  • Apa manfaat menanam sayuran hidroponik bagi ibu rumah tangga di tengah kesibukannya mengurus keluarga?
  • Apakah ada metode menanam sayuran hidroponik yang paling mudah dilakukan dan tanpa ribet?
  • Dan lain sebagainya.

Oh ya, kamu tidak harus tahu jawabannya dulu, ya.

Langkah kedua ini adalah menyusun pertanyaan yang ada dalam benak seseorang yang nantinya akan menjadi pembaca artikel yang kamu tuliskan. Menariknya, ini bisa saja menjadi pertanyaan kamu juga. Jadi tidak usah buru-buru untuk menjawabnya.

Hal yang paling penting adalah; tuliskan saja daftar pertanyaan-pertanyaan tersebut.

BACA JUGA:

Lakukan Riset

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Sekarang adalah waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kamu tuliskan dalam langkah sebelumnya.

Penulis Gunung telah menulis satu artikel khusus yang membahas dan membantu kamu bagaimana melakukan riset yang paling efektif untuk menulis artikel atau buku non fiksi. Artikel tentang risetnya sendiri dapat kamu baca pada tautan ini.

Namun disini, beberapa hal yang cukup menarik dan penting dari hasil riset untuk kamu masukkan dalam artikel nantinya adalah;

  • Data statistik.
  • Kutipan dari orang-orang terkenal.
  • Definisi. Kamu juga bisa membuat definisi ini berdasarkan pandangan beberapa pakar terkait misalnya.
  • Kutipan dari buku, kutipan dari pembaca, atau contoh kasus yang pernah terjadi dengan pembaca atau orang yang terkait dengan tema artikel yang kamu pilih sebelumnya.
  • Referensi ke media massa seperti televisi, radio, film, majalah, koran, dan lainnya.
  • Anekdot berupa cerita ilustratif singkat yang dapat kamu fokuskan tentang orang lain atau diri kamu sendiri.
  • Referensi regional jika artikel yang kamu tuliskan akan diterbitkan secara lokal.
  • Daftar alat bantu, sumber daya dan juga produk terkait. Jika jumlahnya banyak, kamu dapat membaginya dalam kategori-kategori yang lebih tersusun.
Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Riset mungkin terasa lebih serius karena ini adalah basis artikel yang sebenarnya.

Bagaimana pun juga, artikel adalah jenis karya ilmiah yang menjadikan riset dan penelitian sebagai pijakan dasarnya. Namun menariknya, kamu selalu punya pilihan untuk menuliskannya dengan cara yang lebih santai.

Setelah riset selesai, kamu dapat mengumpulkannya dalam satu folder, dalam dokumen elektronik, dalam buku catatan, atau dalam apa saja yang kamu suka. Kemudian, jangan lupa untuk menyalin sumbernya sebagai kredit dan pustaka. Mencatat sumber juga penting jika kemudian kamu diminta untuk memverifikasi artikel yang kamu tuliskan.

Terkait meracik bumbu riset dalam penulisan artikel, kamu sebenarnya memiliki dua pilihan juga. Hal ini tergantung dengan seleramu, resep yang kamu suka akan membuat artikelmu lebih asyik untuk dibaca.

Resep pertama kamu bisa mengumpulkan seluruh hasil riset dan memilih mana sumber yang paling meyakinkan untuk kamu gunakan. Ini semacam menyaring sumber penulisan artikel dan memilih yang terbaik.

Cara yang kedua adalah dengan langsung menaburkan hasil riset itu di artikelmu ketika kamu menemukannya. Ini mungkin lebih atraktif dan mungkin juga cara yang menarik untuk dilakukan.

Kembali ke Draff

Photo by Judit Peter on Pexels.com

Dengan hasil riset yang sudah kamu dapatkan, kamu sekarang sudah dapat menjawab beberapa pertanyaan yang dimiliki oleh pembaca. Jadi, kamu dapat membuat naskah atau draff artikel yang lebih ketat dan teratur.

Pada langkah yang keempat ini, kamu mungkin akan menemukan bahwa pertanyaan dari pembaca artikel dan juga hasil riset akan memaksa kamu untuk benar-benar memulai dari awal kembali. Dengan mempertahankan gaya menulis seperti bercakap-cakap langsung dengan pembaca artikel, kamu dapat memilih apakah akan memulai dari awal lagi atau cukup menyempurnakan draff awal yang sudah kamu buat sebelumnya.

Artikel adalah karya tulis yang seharusnya mengajak pembacanya untuk berdialog secara interaktif. Jadi, pertahankan cara menuliskannya dengan selalu membayangkan pembaca ada di hadapanmu dengan segala rasa ingin tahu yang ia miliki.

Kemudian setelah proses ini selesai, kamu dapat membaca draff itu lagi dan mengajukan beberapa pertanyaan penguat berikut ini;

  • Apakah hasilnya cukup memuaskan?
  • Apakah artikelnya terdengar terlalu umum?
  • Apakah terlalu hambar, ringan, kurang menarik, tidak komunikatif, melompat-lompat, susah dimengerti?

Jika kamu masih menemukan hal itu, coba lakukan penyisiran beberapa artikel favoritmu. Lihat dan perhatikan bagaimana penulisnya mengajak kamu berkomunikasi dan membuat kamu jatuh hati, kemudian ikuti startegi yang mereka lakukan.

BACA PULA:

Buat Lebih Spesifik dengan Menambahkan Sub Judul

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dalam menulis artikel tutorial, pastikan kamu melakukannya dengan spesifik. Perhatikan apakah kamu sudah membahas semua prosesnya dengan lengkap dan cukup detail untuk diketahui oleh pembaca.

Jika kamu menemukan bahwa ternyata narasi yang kamu tulis terlalu panjang dan membutuhkan banyak paragraf, maka pecahlah menjadi beberapa bagian. Gunakan sub judul atau listicle untuk membuatnya mudah dibaca dan dimengerti.

Dalam blog seperti yang kamu baca sekarang, penulisan artikel harus juga memperhatikan kaidah penulisan SEO supaya lebih mudah untuk diidentifikasi oleh mesin penulusuran. Nah, salah satu anjuran dalam menulis artikel SEO adalah dengan membuat listicle atau subjudul seperti ini.

Menariknya  dalam artikel jenis apa pun yang kamu tulis, menulis dengan menggunakan sub judul, judul utama dan listicle akan memudahkan pembaca dalam memahaminya. Di samping itu, uraian yang terbagi dalam beberapa poin spesifik juga membantu mata pembaca untuk tidak terlalu ‘lelah’ menyusuri paragraf panjang yang seolah tanpa jeda.

Jadi, langkah yang kelima dalam menulis artikel adalah dengan membaginya menjadi beberapa poin sesuai pembahasan yang spesifik. Gunakan sub judul untuk membuatnya menjadi lebih mudah.

Contohnya persis seperti artikel yang kamu baca saat ini.

Baca Ulang, Revisi dan Ulangi

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Untuk mendapatkan artikel dengan kualitas yang sempurna, tentu saja kamu harus memverifikasinya beberapa kali untuk menguji efektivitasnya.

Cara untuk melakukan hal ini sekaligus juga menjadi langkah terakhir dalam menguji 6 langkah mudah menulis artikel adalah dengan membaca ulang, merevisi dan mengulangi prosesnya sampai kamu merasa puas.

Panduan teknis yang bisa kamu dapatkan adalah dengan meminta seseorang untuk mendengarkan kamu saat membaca draff artikel yang kamu tuliskan. Baca draff itu dengan lantang, setelah itu ajukan beberapa pertanyaan berikut kepada orang yang kamu minta untuk mendengarnya;

  • Apakah ia memahami artikel itu secara umum?
  • Apakah ia mengerti proses yang dijelaskan dalam artikel tersebut?
  • Apakah ada hal yang mungkin terlewatkan?
  • Apakah ada hal lain yang ingin diketahui olehnya mengenai topik yang kamu bahas dalam artikel tersebut?
  • Dapatkah ia mempraktikkan apa yang diuraikan oleh artikel tersebut jika draff artikel adalah tentang sebuah tutorial?

Setelah kamu mendapatkan jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan di atas, sekarang putuskan apakah kamu perlu melakukan revisi atau tidak. Jika memang kamu menemukan ada beberapa hal krusial yang penting untuk dilakukan perubahan, maka sediakan dirimu untuk memperbaikinya.

Proses ini dapat kamu ulangi lagi sampai kamu benar-benar puas dengan hasilnya.

Tidak ada angka ajaib berapa kali proses revisi dan baca ulang ini harus dilakukan. Akan tetapi jika kamu melakukan langkah-langkah menulis artikel ini dengan baik sejak awal, hanya dengan satu atau dua kali revisi saja, Insya Allah artikelmu sudah sempurna untuk diterbitkan.

BACA PULA:

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, itu adalah 6 langkah menulis artikel yang mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Untuk menguji benarkah menulis artikel adalah dengan 6 langkah tersebut  adalah yang paling mudah dan menyenangkan untuk kamu lakukan, maka kamu tentu saja harus me mpraktikkannya, ya.

Jadi sebagai penutup, Penulis Gunung ingin mengucapkan; Selamat membuktikannya.

Berani satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Ikuti kelas menulisnya sekarang


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CERITA INSPIRATIF SINGKAT TERBAIK SEPANJANG MASA PENYEMANGAT MENULIS

Setelah sebelumnya Penulis Gunung telah membagikan 7 cerita inspiratif singkat islami yang tentumya sudah kamu baca. Kali ini Penulis Gunung juga akan mengajak kamu untuk menyimak 7 cerita inspirasi singkat dengan tema yang lebih universal.

7  cerita ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Penulis Gunung. Dengan pelajaran yang terkandung di dalamnya, cerita-cerita berikut ini sangat layak untuk kita ketahui bersama untuk kemudian disebar manfaat dan pesan moralnya.

Nah, apa sajakah 7 cerita inspirasi singkat beserta pesan moralnya yang ingin dibagikan Penulis Gunung kali ini?

Yuk, disimak sampai selesai, ya.

7 Cerita Inspirasi Singkat Terbaik Pendorong Semangat Menulis

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sebagai salah satu situs penulisan yang aktif mengajak orang untuk menulis, tips-tips berikut direlevansikan dengan dunia penulisan. Dengan membaca kisah-kisah yang penuh dengan inspirasi ini, kamu diharapkan akan memiliki semangat untuk terus menulis, terus berjuang dan terus membagikan kisah-kisahmu.

Tidak ada cara menginsprasi yang paling efektif kecuali melalui cerita.

Cerita telah menjadi cara yang paling ampuh sejak zaman purba untuk menyampaikan pesan kepada manusia. Dengan cerita yang dikemas menarik, pelajaran yang paling rumit pun dapat disampaikan dengan baik.

Dengan membaca kumpulan cerita inspiratif, beberapa pelajaran tentang moralitas menjadi lebih mudah untuk diterima. Penjabaran cerita yang sederhana dan lakon yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, telah memberikan manusia sebuah persepsi bahwa cerita bisa saja adalah cara terbaik untuk memberikan nilai dan arti.

Inti utama dari membaca contoh cerita inspirasi singkat adalah ia adalah sebagai motivasi untuk memberi kamu warna dalam nilai hidup tanpa terkesan menggurui.

Membaca cerita inspirasi singkat tentang kejujuran akan memberikan kamu nilai bahwa kejujuran adalah sebuah mutiara yang berharga, yang tidak dimiliki setiap manusia. Membaca cerita inspiratif singkat tentang ibu akan memberikan pengertian bahwa sosok ibu adalah wanita paling istimewa dalam kehidupan manusia, tidak penting apa pun status sosial mereka.

Begitu pun juga yang lainnya.

Cerita inspiratif singkat tentang ayah, tentang pengusaha sukses, tentang sahabat nabi dan tentang apa pun juga yang memiliki pelajaran terkandung di dalamnya. Semuanya akan mengantarkan kita pada pengertian untuk menjadi lebih bijaksana.

BACA JUGA:

Beberapa Keunggulan Belajar Menggunakan Metode Cerita Inspiratif Singkat

Photo by Monstera on Pexels.com

Cerita inspiratif yang singkat namun diisi dengan pesan dan nilai-nilai luhur, akan selalu memberi pengaruh yang besar kepada penulisnya atau pun kepada orang lain yang membacanya.

Beberapa manfaat paling signifikan dari membaca dan menulis cerita inspiratif untuk manusia misalnya adalah;

  • Lebih Mudah Diterima. Cerita menjadi media yang lebih mudah diterima oleh berbagai macam kalangan, segmentasi usia dan juga latar belakang pendidikan.
  • Sulit Dilupakan. Dibandingkan data-data dan angka-angka, cerita akan jauh lebih efektif untuk menghunjam ke dalam hati manusia. Cerita lebih efektif dan lebih mudah untuk diingat.
  • Sebagai Dorongan Motivasi. Percikan semangat dalam cerita memberikan dorongan motivasi pada orang yang membacanya, mau pun pada orang yang menuliskannya.
  • Hiburan yang Positif. Cerita inspiratif juga menjadi hiburan yang dapat mengendurkan syaraf yang tegang. Hiburan dari cerita inspiratif singkat adalah jenis hiburan yang menghibur sekaligus juga mengajarkan nilai yang luhur.
  • Media Membangun Hubungan. Menceritakan anak dongeng sebelum ia tidur, menceritakan kisah inspiratif pada murid saat mengajar di depan kelas, di samping memberikan mereka pelajaran yang terselip dalam cerita juga menjadi sarana membangun hubungan yang lebih kuat.

7 Cerita Inspiratif Singkat Pilihan

Nah, berikut ini Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk membaca beberapa cerita inspiratif sekaligus juga pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita ini bagimana pun sederhananya, mudah-mudah kita akan menjadi lebih bersyukur sebagai manusia. Dan sebagai seorang penulis, kita pun semakin semangat untuk berbagi kebaikan melalui goresan pena.

Proyek Terakhir si Tukang Kayu

Photo by Quintin Gellar on Pexels.com

Alkisah, seorang tukang kayu tua yang sudah bekerja puluhan tahun mulai merasa jika tubuhnya sudah semakin tua untuk bekerja. Ia lalu memantapkan diri untuk berbicara dengan mandornya tentang rencana untuk pensiun.

Mendengar rencana pensiun itu, sang mandor menjadi sedih. Sebab, tukang kayu yang hendak pensiun itu merupakan tukang kayu terbaiknya. Mandor lalu mengizinkan tukang kayunya pensiun setelah menyelesaikan satu proyek lagi.

Beberapa minggu kemudian, datang sebuah proyek baru untuk membuat rumah. Tukang kayu tua yang hendak pensiun dipasrahi sebagai penanggung jawab, ia diberi kebebasan membuat bangunan itu sesuka hatinya.

Setelah tahu proyek terakhirnya adalah sebuah rumah, tukang itu menjadi jengkel. Sebab, rumah memakan waktu yang cukup lama untuk selesai. Ia pun bekerja malas-malasan dan membuat rumah dengan asal-asalan. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak diteliti kualitasnya.

Ketika rumah itu selesai sang mandor mendatangi si tukang kayu tua dan berkata;

Rumah yang kau bangun ini adalah hadiah dariku untukmu. Terima kasih telah bekerja dengan baik.’

Pesan Moral

Kisah tukang kayu di atas memberitahu kita bahwa dalam kondisi apa pun, kosistensi untuk memberikan yang terbaik harus tetap terjaga. Jangan sampai apa yang dialami si tukang kayu tua, juga terjadi kepada kita.

Dengan segala kerja kerasnya dan dedikasinya yang luar biasa, ia selangkah lagi akan mendapatkan reward untuk semua jerih payahnya. Akan tetapi ujian terakhir tidak dapat dilewatinya dengan baik, yang kemudian berimbas pula dengan reward yang ia peroleh menjadi tidak maksimal.

Cerita singkat inspirasi kehidupan tentang tukang kayu dapat terjadi kepada kita semua.

Bisa jadi kita adalah si tukang kayu, bisa jadi kita adalah orang yang selama ini berjuang mati-matian dengan penuh dedikasi terbaik. Dan bisa jadi pula atas segala jerih payah dan keras kita, Tuhan dan kehidupan ingin memberikan kita hadiah melalui ujian terakhirnya.

Jadi, pastikan kita tetap mempertahankan dedikasi, kerja keras dan semangat kita untuk menyelesaikan ujian tersebut. Jangan sampai nasib kita sama seperti tukang kayu dalam contoh cerita inspirasi singkat di atas.

BACA JUGA:

Doa Sang Pendeta

Photo by cottonbro on Pexels.com

Di sebuah desa yang terletak di bantaran sungai, terdapat sebuah kuil yang kerap dikunjungi warga. Kuil tersebut diurus oleh seorang pendeta yang sangat taat beribadah. Suatu hari pada peralihan musim, turun hujan dengan sangat deras yang kemudian menyebabkan air sungai meluap.

Perlahan tapi pasti, air mulai memasuki rumah warga hingga setinggi mata kaki. Sebagian besar warga kemudian mengungsikan diri sambil membawa barang berharga mereka. Salah satu warga yang mengungsi memperingatkan pendeta yang masih berdoa di kuil untuk segera pergi dari desa.

Pendeta itu berkata;

‘Dasar tak beriman! Kamu pikir aku akan pergi begitu saja? Tak seperti kalian, aku yakin Tuhan akan menyelamatkanku. Pergilah saja duluan!

Hujan masih berlanjut, kali ini ketinggian air sudah mencapai pinggang. Warga yang tersisa mengeluarkan perahu karet dan menyelamatkan diri. Beberapa warga memeriksa kuil dan menemukan pendeta duduk di atas mejanya. Mereka memaksanya naik ke perahu, namun pendeta itu tetap menolak untuk pergi dengan alasan yang sama.

Pendeta yang taat itu terus berdoa di ruangannya. Tapi hujan yang turun belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Air pun terus naik hingga pendeta harus naik ke atap.

Beberapa saat kemudian, helikopter tim SAR datang dan menjemputnya. Pendeta itu masih menolak untuk mengungsi. Ia yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Karena keadaan yang semakin berbahaya, helikopter pun meninggalkanya.

Satu jam berlalu sejak helikopter tadi mendatangi pendeta, hujan masih deras dan si pendeta mulai kesulitan untuk bertahan di atap. Ia mulai panik dan berkata;

‘Tuhan, aku sudah selalu taat menyembahmu. Aku percaya engkau kan menyelamatkanku. Tapi mengapa kau biarkan aku menderita terus begini?’

Sesaat kemudian muncul suara;

“Aku tahu engkau taat padaku. Aku telah mencoba menyelamatkanmu tiga kali. Satu dengan orang yang memperingatkanmu mengungsi, dua dengan perahu karet, dan yang terakhir dengan helikopter”

Pesan Moral

Kisah pendeta di atas sama sekali bukan kisah inspirasi singkat tentang sabar. Apa yang dilakukan oleh pendeta bukanlah manifestasi makna sabar yang sebenarnya.

Ada banyak manusia seperti pak pendeta yang tenggelam karena banjir itu. Mereka berdoa setiap hari, meminta di setiap saat, atau bahkan merengek setiap waktu. Namun, ketika doa itu dijawab Tuhan tidak dengan cara yang tidak ia bayangkan, ia menolaknya dan mengingkarinya.

Ketika kamu berdoa meminta kekuatan, kemudian Tuhan memberi kamu ujian. Itu bukanlah bentuk bahwa Tuhan tidak mengerti apa yang kamu minta, namun justru Dia dengan selaga kekuasaan-Nya mengabulkan doamu melalui ujian.

Ujian itulah yang akan membuat kamu berjuang, bertahan dan kemudian memperoleh kekuatan.

Makna lain dari cerita tentang si pendeta di atas juga bisa kita interpretasikan dengan manusia yang selalu berdoa meminta rizki dan kaya namun menolak semua jawaban Tuhan untuk menjadikannya kaya dan bercukupan.

Tuhan memberinya fisik yang sempurna, pikiran yang cerdas dan akal sehat, tapi tidak dia pergunakan dengan maksimal. Tuhan mendatangkan padanya seseorang untuk mengajaknya berbisnis, namun ditolaknya dengan berbagai alasan adan cara.

Ini mungkin tidak benar-benar relevan, namun apa yang dilakukan si pendeta dalam cerita inspiratif singkat dan pesan moralnya di atas, mampu mengajari kita mengenai perpspektif upaya dan doa dengan cara yang jauh lebih bijaksana.

BACA JUGA:

Tiga Saringan sang Ulama

Photo by Lucas Pereira Carlini on Pexels.com

Pada masa keemasan Kekhalifahan Abbasiyah, hidup seorang ulama yang sangat disegani. Suatu hari, seorang pedagang kenalannya berkunjung ke rumahnya.

Tuan sudah tahu kabar yang baru saja kudengar tentang sahabat tuan?” kata si pedagang.

Tunggu dulu!” ujar sang ulama.

“Sebelum kau memberitahuku lebih lanjut, aku ingin kau melewati tiga pertanyaan dariku. Aku menamainya ter tiga saringan.”

Pedagang itu bingung.

Sang ulama lalu menjelaskan, “Sebelum kamu bercerita tentang kawanku, ada baiknya sedikit kusaring dulu informasinya. Tes pertama, apakah kamu bisa menjamin informasi itu benar?”

Pedagang menjawab, “Tidak, aku baru saja mendengarnya dari seseorang. Tapi…”

“Oke, berarti kamu tidak bisa menjamin kebenarannya.”

Ulama melanjutkan lagi;

Apakah kabar tentang temanku adalah suatu informasi yang baik?”

Pedagang menjawab, “Tidak, malah sebaliknya ia…”

“Oke, berarti kamu akan berbicara tentang keburukan yang belum tentu benar.”

Ulama melanjutkan lagi;

Terakhir, apakah mengetahui hal itu memberiku keuntungan?”

“Tidak ada,” jawab pedagang itu.

“Jika keburukan kawanku belum tentu benar dan tak ada keuntungan apa pun mengetahuinya, untuk apa kamu cerita?” tanya sang ulama.

Si pedagang itu hanya terdiam dan menunduk malu, untuk kemudian berpamitan meninggalkan sang ulama.

Pesan Moral

Dari sisi kesahihannya, kisah di atas tentu berbeda dengan cerita inspiratif singkat sahabat nabi yang populer. Akan tetapi dari pesan moral yang dimilikinya, cerita ini juga sama dengan cerita inspiratif nabi singkat yang penuh dengan pelajaran.

Dengan zaman yang demikian maju seperti sekarang, lebih banyak manusia yang berubah menjadi si pedagang. Menceritakan aib orang lain, mengumbarnya di media sosial, dan lain sebagainya. Ini telah menjadi wujud dari kehancuran akhlak manusia yang sebenarnya.

Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah karena sangat jarang manusia yang memiliki saringan seperti yang dimiliki sang ulama.

Berita yang belum tentu kebenarannya, berisi keburukan dan aib manusia lainnya, dan ia sama sekali tidak mendapat untuk ketika mengetahuinya, justru menjadi konsumsi publik yang demikian merajalela.

Portal gosib tumbuh subur dengan jutaan orang menjadi pengikutnya. Ini adalah sesuatu yang ironis dan memperihatinkan.

Walau pun tidak se-epik kisah saringan tiga ter milik sang ulama, namun manifestasinya dalam dunia modern tercermin dengan baik melalui cerita inspirasi singkat dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan sang ulama di atas.

BACA PULA:

Lukisan Sang Raja

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dahulu, hiduplah seorang raja yang hanya memiliki satu mata dan satu kaki. Raja yang cacat itu adalah raja yang baik dan cerdas.

Suatu hari, saat raja berjalan-jalan di galeri kerajaan ia melihat lukisan-lukisan pendahulunya. Ia lalu ingin memiliki lukisan dirinya, sebab ia merasa suatu hari anak cucunya akan melihat hal yang sama di sini.

Raja lalu memanggil semua pelukis yang ada di negerinya ke istana. Ia meminta untuk dibuatkan lukisan yang indah dan terlihat gagah untuk dipajang di galeri istana. Pelukis yang berani menerima tugas ini akan diberi imbalan sesuai dengan keindahan lukisannya.

Para pelukis mulai berpikir setelah mendengar titah raja, menurut mereka tidak mungkin bisa membuat lukisan yang indah sebab raja hanya punya satu mata dan kaki. Mereka takut jika nanti hasilnya buruk, mereka malah diberi hukuman karena dianggap menghina raja.

Pelukis-pelukis itu pun satu per satu mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Lalu, salah seorang pelukis mengajukan diri untuk melukis raja yang cacat tersebut. Sang raja senang dengan keberanian pelukis itu.

Berminggu-minggu si pelukis mengerjakan lukisan yang diminta raja. Sampai akhirnya tiba hari saat lukisan itu dipamerkan kepada publik. Para pelukis yang mengundurkan diri datang ke istana, mereka sangsi lukisan itu akan indah.

Anggapan para pelukis itu langsung sirna ketika kain penutup lukisan itu dibuka. Sebab, hasil lukisan itu sangatlah indah dan sang raja terlihat demikian gagah.

Di lukisan raja digambarkan sedang menunggangi kuda yang menghadap ke samping, sambil bersiap memanah. Sehingga kakinya yang cacat tidak terlihat dan matanya yang buta terpejam seperti sedang membidik.

Raja sangat puas dengan hasil lukisan tersebut, ia menghadiahi sebuah kastil untuk si pelukis.

Pesan Moral

Inti dari cerita inspirasi singkat di atas adalah jangan mudah menyerah dengan segala hambatan.

Bahwa yang berani mengambil risiko, bahwa yang berani berpikir di luar kebiasaan, bahwa yang bersedia untuk menantang dirinya untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif adalah yang akan memenangkan pertempuran.

Pelukis sang raja tadi bukanlah orang yang istimewa. Ia mungkin saja memiliki kemampuan sama seperti pelukis di istana yang lainnya. Namun yang membuat ia berbeda adalah ia mau memgambil risiko dan kemudian mencari jalan keluarnya dengan cara yang paling indah.

Kamu juga dapat belajar dari cerita inspiratif perjuangan pelukis sang raja di atas. Ketika ada tantangan di hadapanmu untuk kamu selesaikan, ketika yang lainnya mundur dan menyerah, maka kamu harus membuat keputusan yang berbeda.

Jangan memikirkan untuk menyerah, tapi pikirkan bagaimana tantanganmu itu bisa dilewati.

Jangan mundur, tapi jadilah kreatif dan inovatif, berpikirlah out of the box, seperti halnya pelukis sang raja dalam contoh cerita inpiratif di atas.

BACA JUGA:

Kisah Hidup Oprah Winfrey

Source: IMDb

Saat masih balita, orang tuanya bercerai dan ia diasuh oleh neneknya. Ia hidup dalam kemiskinan, ia bahkan harus menggunakan karung sebagai pakaian. Suatu hari, neneknya jatuh sakit dan ia harus tinggal dengan sang ibu.

Ibunya adalah seorang pembantu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Pada umur sembilan tahun, ia diperkosa secara bergiliran oleh sepupu, paman, dan keluarga temannya. Akhirnya ia muak dan kabur dari rumah pada usia 13 tahun dalam keadaan hamil.

Pada usia 14 tahun ia melahirkan anak pertamanya. Sayangnya, ia meninggal dalam kandungan. Ia lalu mengunjungi ayahnya yang berprofesi sebagai tukang cukur rambut di Tennessee. Saat itulah ia mencurahkan segala kekecewaan dan kesedihannya untuk belajar.

Kerja kerasnya terbayar, ia menjadi siswa unggulan dan lulus sebagai murid terbaik. Dia juga memenangkan beberapa penghargaan dalam bidang pidato. Ia kemudian mengambil kuliah jurusan Komunikasi di Tennessee State University.

Di sela-sela waktu kuliah, ia mengambil pekerjaan sebagai penyiar di radio lokal. Setelah lulus, ia mulai meniti karir di bidang pertelevisian. Tidak mudah sebagai orang kulit hitam untuk berkarir di dunia televisi karena dianggap kurang menjual.

Tapi ia memiliki mimpi besar dan tidak menyerah.

Di usia sembilan belas tahun ia akhirnya menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi pembawa berita. Ia ditunjuk menjadi pembaca berita di program AM Chicago, acara yang kemudian menjelma menjadi program paling banyak di tonton di Amerika Serikat pada saat itu. 

Pada 1986, AM Chicago pun berubah nama menjadi Oprah Winfrey Show. 

Pesan Moral

Kisah singkat di atas adalah sebuah kombinasi dari beberapa macam cerita inpsiratif yang menarik untuk dipelajari. Oprah Winfrey adalah tokoh dunia dan ia tentu masuk sebagai cerita inspiratif singkat tokoh dunia. Namun yang paling menarik bahwa ini adalah cerita inspiratif singkat nyata dan benar-benar terjadi.

Tidak mudah hidup seperti yang dijalani oleh Oprah Winfrey, terutama pada masa-masa awal. Diperkosa oleh kerabat sendiri dan terlahir dari keluarga yang broken home adalah mimpi buruk yang entah bagaimana cara menghadapinya.

Namun Oprah menunjukkan cara terbaik menghadapi situasi sulit semacam itu.

Ia berontak dan mencurahkan kemarahannya dengan belajar dan menjadi lebih baik. Upaya dan kerja kerasnya terbayar kemudian, Oprah tampil menjadi pembawa acara kulit hitam paling terkenal dan paling kaya di dunia.

Cerita inspiratif perjuangan yang ditunjukkan oleh Oprah Winfrey adalah cerminan yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Apa pun yang menimpa kita, bagaimana pun kehidupan memaksa kita untuk bertekut lutut, jangan pernah menyerah.

Curahkan dan kekuatan untuk berjuang, berusaha dan berikhtiar. Lihatlah hasilnya kemudian bahwa Tuhan akan selalu memberikan reward bagi orang-orang yang sabar dan tidak pernah mau menyerah.

BACA PULA:

9000 Kali Kegagalan Michael Jordan

Source: People.com

Sejak kecil Jordan memiliki ketertarikan dalam bidang olah raga. Salah satu cabang olah raga kesukaannya adalah bola basket.

Saat baru duduk di bangku SMA, Jordan pernah ditolak saat ingin mengikuti seleksi masuk tim basket sekolahnya. Alasan utama pada saat itu adalah karena badannya yang terlalu pendek. Selain itu, ia juga dinilai kurang mahir dalam permainan tersebut.

Jordan sangat sedih mendengar hal itu, tapi ia tak menyerah. Ia tetap berlatih dengan giat setiap hari di rumah. Tidak hanya tekniknya, ia juga melatih fisiknya dengan sangat keras dan disiplin. Dua tahun berikutnya, ia kembali mengikuti seleksi tim sekolahnya dan diterima.

Meski sudah diterima dalam tim, ia tidak langsung puas dan bermalas-malasan. Ia tetap rajin berlatih, bahkan ia sering pulang terlambat karena latihan tambahan.

Pada kompetisi SMA tahun 1981 Jordan membuktikan kerja kerasnya. Pada game pertamanya, ia berhasil mencetak 40 angka. Ia juga memiliki statistik yang mengesankan, rata-rata 25 angka per game, dan memenangkan kompetisi SMA di tahun yang sama.

Sejak saat itu karier basketnya terus menanjak. Ia bergabung dengan tim Universitas Carolina Utara dan memenangkan beberapa kompetisi pada tahun 1983 dan 1984. Kemudian ia mendapat kontrak dan bergabung dalam tim Chicago Bulls pada tahun 1984.

Karir Jordan di dunia basket professional NBA sangat gemilang. Ia mengantarkan timnya menjadi juara sebanyak enam kali, lima kali menjadi MVP di sepanjang musim, dan empat belas kali masuk ke dalam NBA All Stars.

Ia pensiun tahun 2003 dan tercatat sebagai pemain yang mencetak angka terbanyak kedua dalam satu musim. Kini Jordan menjadi pemilik klub NBA, pebisnis, dan salah satu legenda basket sepanjang masa.

Pesan Moral

Jangan menyerah!

Itu adalah mantra dalam hidup yang setiap orang harus mengetahui dan mengaplikasikannya. Semangat untuk terus berjuang, berusaha dan berikhtiar dengan kualitas yang paling baik adalah kombinasi paling ampuh untuk menjadi yang terbaik.

Bahkan jika kamu membaca lebih banyak lagi kisah mengenai kumpulan cerita inspirasi singkat tentang Michael Jordan ini, kamu akan paham bahwa kesuksesannya terbangun di atas kegagalan yang panjang dan melelahkan.

Michael Jordan pernah melewatkan 9000 kesempatan mencetak angka.

Michael Jordan pernah kalah dalam 300 kali pertandingan, ia juga telah gagal lebih dari 26 kali dalam lemparan penentuan juara. Kehidupan Jordan terisi dari kegagalan dan kegagalan. Namun karena ia tak pernah menyerah, rangkaian kegagalan itu pula yang kemudian mengantarkan ia pada kesuksesan.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Semangat pantang menyerah Michael Jordan juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sebagai penulis.

Jangan pernah menyerah untuk terus menulis dan menghasilkan karya, kamu bisa gagal di buku yang pertama, kedua, ketiga atau keempat, tetapi kamu tidak akan gagal selamanya.

Jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Jika memang kamu ditakdirkan untuk sukses pada buku kamu yang ke-100, maka menulislah lebih dari 100 buku. Sekali lagi, jangan pernah menyerah.

Kita memang bukan Michael Jordan, tapi jika mengadopsi semangat yang dimilikinya, InsyaAllah kita juga akan tiba pada tempat dimana kesuksesan telah menantikan kehadiran kita di sana.

Jadi, terus menulis, terus berjuang dan jangan pernah menyerah!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


EPILOG ADALAH RAHASIA MENUTUP CERITA NOVEL, BEGINI CARA MENULISNYA

Selesai membaca sebuah novel pernahkah kamu kemudian merasakan ada sesuatu yang terlewatkan? Dalam kondisi seperti ini epilog adalah solusi yang dapat menyelesaikannya. Penempatan dan penulisan epilog yang tepat bahkan dapat membuat sebuah karya sastra menjadi lebih sempurna.

Nah, apakah yang dimaksud dengan epilog? Benarkah anggapan yang mengatakan bahwa epilog adalah bagian krusial dari sebuah karya sastra? Dan yang paling penting; bagaimana sebenarnya cara yang terbaik untuk menulis epilog?

Artikel Penulis Gunung berikut ini akan membahasnya untuk kamu.

Yuk, dibaca sampai habis, ya.

Benarkah Epilog adalah Cara Rahasia Menutup Novel?

Photo by Kaboompics .com on Pexels.com

Prolog dan epilog adalah bagian dari sebuah cerita yang tidak wajib dalam penulisan novel namun memiliki peran yang signifikan jika dapat dilakukan dengan baik. Jika prolog ditempatkan pada awal novel sebelum bab pertama, maka epilog ditempatkan pada akhir buku di belakang bab terakhir.

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung telah menguraikan apa yang dimaksud dengan prolog. Prolog adalah sesuatu yang berbeda dengan kata pengantar, prakata atau pun pendahuluan.

Nah, dalam penulisan epilog ini nanti, akan ditemukan pula fakta bahwa epilog mungkin saja memiliki persamaan dengan penutup, namun ini adalah dua hal yang tidak identik. Epilog dalam pengertian yang lebih komprehensif bukanlah sebuah penutup bagi cerita sebuah karya sastra fiksi berbentuk novel.

Jadi, apa pengertian epilog sebenarnya?

BACA JUGA:

Pengertian Epilog

Dalam penulisan fiksi, epilog adalah bagian yang seringkali ditambahkan oleh penulis untuk menutup novelnya. Tetapi sekali lagi, epilog tidak sama dengan kata penutup. Pengertian bebas yang dapat diberikan untuk epilog ialah perangkat sastra yang terpisah dari cerita utama namun ditetapkan sebagai tambahan cerita.

Epilog selalu ditempatkan pada bagian akhir karya sastra, persisnya setelah bab terakhir diceritakan dan ending telah ditetapkan.

Tujuan dari epilog dalam drama adalah untuk menyampaikan kepada pembaca apa yang akan terjadi pada tokoh protagonis dan tokoh-tokoh utama setelah cerita utama selesai. Hal ini hampir selalu menggambarkan masa depan yang terjadi setelah topik utama dalam alur novel mencapai ending.

Pada kasus lain, epilog juga dimaksudkan sebagai cara untuk mengikat kembali beberapa bagian cerita yang terasa longgar. Atau pada kesempatan yang lain, juga digunakan oleh penulis sebagai kisi-kisi cerita serial untuk edisi selanjutnya.

Asal Mula Penggunaan Epilog

Photo by Michael Giugliano on Pexels.com

Seperti halnya prolog, epilog juga berasal dari para dramawan dan sastrawan Yunani kuno.

Epilog sendiri berasal dari dua kata Yunani yaitu ‘epos dan logos’ yang makna harfiahnya adalah “kata kesimpulan’. Epilog selalu dihadirkan pada akhir sebuah karya sastra, baik ia dalam bentuk buku, mau pun yang sudah diadaptasikan dalam bentuk yang berbeda.

Sebagai posisi yang berlawanan, ketika prolog dalam drama adalah pembuka yang ditempatkan di awal cerita sebelum bab pertama, maka epilog ditempatkan di bagian akhir. Adaptasi dari aksistensi epilog ini sebenarnya dapat dilihat dalam banyak karya.

Dalam penulisan fiksi modern, contoh epilog dapat ditemukan paling banyak pada cerita dengan genre thriller, kriminal atau pun horor.

Dalam novel genre-genre tersebut, contoh epilog adalah pesan yang sekaligus berusaha disampaikan penulis bahwa ketika cerita utama selesai, sesungguhnya teror, horor, kriminalitas dan kejahatan itu masih ada di luar sana.

Untuk melihat bentuk konkretnya; Pernahkah kamu menonton film horor yang ketika akhir cerita tercapai namun si penjahat atau tokoh antagonis ternyata ditunjukkan masih ada dan akan mencari mangsanya lagi?

Ini adalah ending yang umum dalam cerita genre thriller, dan saya yakin kamu pasti pernah menyaksikannya, bukan?

BACA JUGA:

Epilog Tidak Sama dengan Penutup

Photo by olia danilevich on Pexels.com

Kamu memang akan menemukan penutup pada beberapa novel fiksi, namun penutup secara luas dan populer diaplikasikan dalam penulisan buku non fiksi. Epilog adalah istilah yang eksklusif digunakan dalam penulisan fiksi, terutama yang berbentuk novel.

Penutup pada umumnya digunakan untuk membuat kesimpulan singkat untuk semua pembahasan dalam sebuah karya non fiksi. Ini bisa juga menjadi areal dimana penulis menyampaikan pesan cerita dan mempertegas intinya kepada pembaca.

Dalam konteks yang lebih luas, penutup kadang bahkan diisi dengan ajakan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang ada relevansinya dengan isi buku.

Namun epilog itu adalah sesuatu yang lebih unik.

Epilog menjadi semacam bab cerita tersendiri yang terpisah dari pokok cerita utama. Akan tetapi eksistensi epilog selalu menjadi segmen yang membuat bangunan sebuah karya fiksi menjadi lebih sempurna.

Tujuan dan Pertimbangan Menggunakan Epilog

Photo by Rahul Shah on Pexels.com

Sebenarnya, penting atau tidaknya sebuah epilog masih diperdebatkan.

Pada karya dengan ending yang memuaskan dan sempurna, epilog tidak dibutuhkan lagi. Sementara pada ending cerita novel yang masih terasa berserak dan tidak utuh, epilog bisa menjadi solusi untuk digunakan.

Dalam pertimbangan untuk menggunakannya, epilog sama dengan prolog yaitu, ‘hanya boleh’ kamu gunakan jika itu memang butuh dan harus. Hindari memaksakan penggunaan epilog jika akhir cerita sudah sempurna dan memuaskan.

Sebagai panduan  bagimu untuk menambahkan epilog atau tidak dalam penulisan fiksi yang kamu lakukan, pertimbangkan 3 tujuan penulisan teks epilog berikut ini.

BACA PULA:

1. Sebagai Informasi Perkembangan Tokoh setelah Cerita Berakhir

Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Tujuan penulisan epilog yang pertama adalah sebagai media bagi penulis untuk memberitahu pembaca mengenai perkembangan karakter utama setelah cerita utama selesai. Epilog untuk novel dipertimbangkan untuk diaplikasikan jika tujuan ini adalah sebabnya.

Ketika sebuah cerita berakhir dalam penulisan novel fiksi dan ending sudah dicapai, beberapa pembaca kadang merasa menggantung dengan pertanyaan-pertanyaan klasik seperti;

  • Apa yang akan terjadi dengan tokoh utama selanjutnya?
  • Apakah karakter protagonis akan hidup seperti yang ia cita-citakan?
  • Apakah ada kemungkinan misalnya tokoh antagonis kembali dan membuat situasi menjadi kritis?
  • Dan lain sebagainya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kamu bisa menggunakan epilog sebagai solusinya.

Akan tetapi ini bukanlah aturan yang baku, melainkan sebuah opsi saja untuk dilakukan. Beberapa novel dengan ending yang gantung pun kadang tidak memberikan epilog pada bagian akhirnya.

Intinya, epilog adalah bagian pada karya sastra yang dapat ditambahkan sebagai penjelasan perkembangan tokoh utama setelah cerita berakhir. Namun ini adalah opsi yang bisa kamu ambil atau kamu tinggalkan.

2. Sebagai Cara Mudah untuk Mempertegas Pesan Cerita

Photo by Lisa on Pexels.com

Tujuan kedua yang juga mendasari pertimbangan penulisan epilog adalah ini adalah cara yang efektif untuk mempertegas pesan cerita.

Pada beberapa karya sastra, pesan cerita kadang-kadang tidak dapat dimaknai secara mudah hanya dengan membaca alur cerita utama saja. Nah, dalam skema seperti ini epilog adalah bagian dari solusi yang bisa kamu gunakan.

Epilog buku fiksi dapat menjadi sarana yang mudah untuk membuat pesan cerita lebih sampai kepada pembaca. Atau dalam bahasa yang lebih spesifik, memastikan bahwa pesan cerita, bahwa nilai-nilai moral yang ingin disampaikan, setidaknya sudah diterima oleh pembaca.

3. Mengatur Peluang untuk Hadirnya Sekuel

Photo by Musa Artful on Pexels.com

Tujuan ketiga dari penggunaan epilog cerita adalah sebagai cara penulis untuk mengatur kemungkinan adanya sekuel atau lanjutan cerita.

Jika kamu memiliki rencana untuk membuat sekuel novel fiksi yang kamu tulis, pada akhir cerita kamu dapat berpikir untuk menambahkan epilog. Dengan penambahan epilog kamu dapat memberitahu pembaca bahwa apa yang telah mereka temukan dalam cerita bukan bagian yang terakhir. Epilog adalah kata lain untuk menyampaikan bahwa pembaca harus membaca sekuel berikutnya.

Ada banyak penulis yang memberikan gambaran epilog sebagai informasi kemungkinan adanya sekuel dengan cara yang berbeda-beda.

Beberapa penulis hanya menjadikan epilog adalah bagian titik-titik pada karya sastra yang menginsyarakatkan perkembangan karakter yang samar dalam cerita selanjutnya. Namun ada juga penulis yang membuat epilog lebih seperti plot twist yang lebih jelas.

Kamu sendiri dapat memilih mana yang kamu anggap paling menarik jika alasan kamu menggunakan epilog sebagai informasi kehadiran edisi lanjutan cerita atau sekuel.

BACA JUGA:

Tips Penting Menulis Epilog yang Efektif

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setelah kamu memastikan bawah novel yang kamu tulis benar-benar membutuhkan sebuah epilog, sekarang adalah waktunya untuk menyusun langkah teknis guna membuatnya sempurna.

Nah, untuk membuat epilog naskah drama atau karya fiksi yang kamu hasilkan semakin meningkatkan kualitas cerita, perhatikan 7 tips paling penting dalam penulisan epilog berikut ini.

1. Tentukan Sudut Pandang Penulisan Epilog

Tips pertama yang bisa kamu terapkan dalam menulis epilog di buku fiksi adalah dengan menentukan sudut pandang penceritaan.

Dalam penentuan sudut pandang atau point of view, penting untuk kamu melakukannya sesuai dengan sudut pandang penulisan cerita utama.

Jadi, ketika misalnya menggunakan sudut orang pertama dalam cerita utama, maka upayakan pula untuk menulis epilog dengan sudut pandang yang sama.

2. Pastikan Epilog Berisi Tentang Informasi Masa Depan

Photo by fauxels on Pexels.com

Tips kedua adalah dengan memastikan bahwa epilog yang kamu tuliskan berisi masa depan cerita. Artinya cuplikan cerita yang kamu munculkan dalam epilog itu bergerak maju atau beberapa waktu setelah cerita utama terjadi.

Epilog adalah drama yang terjadi pada masa depan cerita utama. Jadi kamu memang harus memastikannya ada pada masa depan cerita.

Ketika kamu misalkan membuat sebuah novel romantis yang happy ending dimana sepasang kekasih akhirnya bersatu setelah cobaan dan rintangan. Maka dalam epilog kamu mungkin bisa menuturkan ketika sepasang kekasih itu telah menikah dan memiliki anak.

3. Tetapkan Dimana dan Kapan Setting Epilog akan Berlangsung

Kemudian tips yang ketiga dalam menulis epilog adalah dengan menetapkan setting epilognya sendiri. Setting ini termasuk dalam hal ruang dan waktu, namun secara khusus dalam epilog kamu bisa memfokuskan pada setting waktunya terlebih dahulu.

Tetapkan apakah setting waktu dalam epilog terjadi pada masa 20 tahun setelah cerita utama berakhir atau mungkin 10 tahun setelah ending pada novel utama dicapai.

Waktu dalam epilog jauh lebih fleskibel untuk kamu gunakan. Epilog bisa kamu tetapkan dalam hitungan tahun, dalam hitungan bulan atau pun dalam hitungan hari.

BACA JUGA:

4. Hindari Membuat Epilog Terlalu Panjang

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Epilog cerpen adalah istilah yang kadang-kadang digunakan sebagai istilah untuk menyebut epilog yang cukup panjang dalam sebuah novel sehingga membentuk cerita tersendiri yang mandiri.

Epilog sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang. Idealnya sebuah epilog dapat membentuk cerita yang baru tanpa pembaca sadari bahwa itu sebenarnya telah membuka sesuatu yang baru dan terpisah dari bangunan cerita utama.

5. Tawarkan Pandangan yang Tidak Ada dalam Cerita Utama

Tips selanjutnya yang bisa kamu aplikasikan dalam penulisan epilog adalah dengan memberikan pandangan yang sama sekali berbeda dari cerita utama dalam novel.

Pandangan ini bisa dalam bentuk cara penulis memggambarkan konflik dalam novel yang ia kemudian soroti dari sudut yang berbeda. Atau dalam skenario yang lain; penulisan epilog dapat pula mempertimbangkan penyelesaian konflik dengan cara yang sama sekali berbeda dari cerita dalam novel.

6. Hindari Jebakan ‘Bahagia Selamanya’

Photo by Jonathan Borba on Pexels.com

Akhir yang bahagia adalah sesuatu yang menarik dalam novel, namun dalam menulis epilog kamu tidak boleh terjebak dalam persepsi bahwa setiap cerita harus berakhir bahagia.

Happy ending dimana semua konflik selesai dan tokoh protagonis berakhir dalam kebahagiaan adalah ide yang ideal dalam cerita. Di samping itu, akhir yang bahagia juga dapat menjadi cara yang nyaman untuk menghindari konflik.

Namun sebagai penulis, kamu tidak boleh menghindari konflik. Justru kemampuan kamu mengelola dan melukiskan konflik itulah yang membuat novelmu menjadi luar biasa.

7. Jika Epilog adalah Informasi Adanya Sekuel, Pastikan Pembaca Ingin Mengetahuinya

Tips yang terakhir dalam menulis epilog juga menjadi pertimbangan bagi kamu yang berpikir untuk membuat sekuel cerita fiksi yang kamu miliki. Tips ini meminta kamu untuk memberikan gambaran semenarik mungkin untuk memikat pembaca supaya tetap mengikuti sekuel cerita selanjutnya.

Beberapa penulis berpendapat ini tidak perlu jika cerita utama dalam novel sudah cukup membekas dalam benak pembaca. Ending yang menggantung dimana nasib karakter utama masih dipertanyakan sudah cukup untuk membuat pembaca merasa penasaran dan ‘harus’ sekuel selanjutnya.

BACA JUGA:

Berani punya buku atas nama kamu sendiri dalam waktu satu bulan?

Ikuti kelas menulisnya disini!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BENARKAH TOKOH PROTAGONIS ADALAH TOKOH UTAMA DALAM CERITA?

Bagaimana pun hebatnya sebuah buku fiksi, tokoh protagonis adalah cara pembaca mengingatnya. Ada banyak alasan para pembaca kembali pada sebuah buku. Akan tetapi yang paling umum dari alasan manusia mengingat sebuah buku kemudian kembali mengulang ceritanya adalah karena tokoh protagonis.

Tokoh protagonis umumnya adalah tokoh utama dalam cerita, namun tokoh utama cerita belum tentu adalah tokoh protagonis.

Memahami peran tokoh protagonis dengan baik dalam membangun sebuah cerita akan memberi kamu kesempatan untuk mengembangkannya serta mengikatnya ke dalam benak pembaca.

Berikut Penulis Gunung akan mengajak kamu mempelajari caranya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Pengertian Tokoh Protagonis adalah Tokoh Paling Utama dalam Cerita

Photo by Henry Muljadi on Pexels.com

Tokoh protagonis adalah tokoh utama dalam cerita yang biasanya menjadi titik pusat dari cerita. Tokoh protagonis menjadi tokoh sentral dimana semua penokohan cerita berkembang. Tokoh utama bisa berjumlah lebih dari satu orang,  namun tokoh protagonis hanya ada satu dalam cerita.

Tujuan yang ingin dicapai oleh tokoh protagonis biasanya adalah plot utama cerita yang sebenarnya. Dalam perjalanannya, upaya tokoh protagonis untuk mencapai tujuan ini akan mendapat tentangan dari tokoh antagonis atau tokoh lawan dari protagonis.

Sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi lawan, musuh, atau oposisi dari tokoh protagonis.

Pembaca akan selalu berpihak pada tokoh protagonis dan ingin mereka mencapai tujuannya sepanjang cerita. Nah, dalam penulisan cerita genre apa pun siapa tokoh yang berperan sebagai protagonis harus mendapat perhatian ekstra untuk mendapatkan penampilan yang ekstra di mata para pembaca.

BACA JUGA:

Perbedaan antara Tokoh Protagonis dan Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Happy Pixels on Pexels.com

Sekali lagi yang harus dipahami adalah; bahwa tokoh protagonis bisa saja sama dengan karakter utama, namun karakter utama cerita belum tentu atau tidak harus seorang protagonis.

Tokoh utama adalah seorang yang memiliki peran penting dalam sebuah cerita, baik ia protagonis atau pun ia antagonis. Sementara protagonis selalu menjadi tokoh cerita yang mewakili nilai-nilai kebaikan, budi luhur dan perspektif ideal pandangan manusia.

Untuk lebih memahami bagaimana perbedaan antara lebih mendalam antara tokoh protagonis dan tokoh utama dalam penulisan cerita, kamu dapat melihat praktiknya dalam beberapa contoh berikut ini.

Tokoh Protagonis (juga Tokoh Utama)Tokoh Utama tapi bukan protagonis
Puteri SaljuPenyihir (Puteri Salju)
Harry PotterRon Weasley (Harry Potter)
Zainuddin (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)Hayati (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
Katnis Everdeen (Hunger Games)Peeta Mellark (Hunger Games)
Frodo (The Lord of the Ring)Sauron (The Lord of the Ring)

Dapat kamu lihat pada tabel di atas bahwa tokoh-tokoh yang berperan sebagai tokoh utama sekaligus juga protagonis adalah tokoh dimana cerita utama berpusat pada mereka.

Harry Potter, Puteri Salju, Zainuddin, Katnis Everdeen dan Frodo adalah pusat cerita dalam kisah mereka sendiri-sendiri. Kemana pun alur cerita bergerak, semuanya tidak akan menjauhi mereka sebagai titik sentral penceritaan.

Kemudian bandingkan dengan nama-nama di sebelahnya;

Sosok penyihir, Ron Weasley, Hayati, Peeta Mellark dan Sauron. Mereka semua adalah tokoh penting yang membuat jalan cerita semakin menarik dengan kehadirannya. Tapi mereka bukan tokoh protagonis utama, mereka hanya menjadi pendukung protagonis untuk menjalankan perannya dengan baik.

Apa yang Menyebabkan Satu Karakter Dianggap Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Biasanya dalam satu cerita atau satu novel, hanya ada satu protagonis.

Ini adalah satu hal yang perlu kamu ketahui karena beberapa penulis pemula kadang memiliki persepsi bahwa protagonis dalam cerita adalah dia yang berada pada sisi kebaikan atau sisi putih. Ini memang benar, tapi tidak tepat. Persepsi ini juga terlalu luas untuk menggambarkan tokoh protagonis yang sebenarnya.

Jika tokoh protagonis biasanya hanya ada satu dalam satu novel, maka tidak demikian dengan tokoh utama.

Tokoh utama dalam cerita bisa berjumlah banyak dan ia bisa menjadi peran yang bermacam-macam. Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peran aktif dalam perkembangan alur cerita terlepas apakah ia adalah protagonis, antagonis, tritagonis atau apa pun sebutannya.

Kamu dapat melihat peran utama dalam banyak contoh. Malin Kundang adalah contoh antagonis sekaligus tokoh central cerita. Joker juga adalah contoh antagonis dimana ia berubah menjadi jahat pada akhir cerita.

Baik Joker mau pun Maling Kundang, adalah tokoh utama sekaligus juga menjadi pengertian unik dari sebuah karakter antagonis. Pastinya mereka bukanlah tokoh protagonis dimana nilai-nilai luhur dan kebaikan bisa menjadi pedoman bagi pembaca untuk diikuti.

BACA JUGA:

Protagonis Melawan Antagonis

Photo by KoolShooters on Pexels.com

“Antagonis adalah protagonis dalam cerita versi mereka sendiri”

A Wan Bong

Bagaimana tokoh antagonis digambarkan dalam cerita seringkali mempengaruhi pembaca untuk membangun persepsi mereka sendiri mengenai pengertian antagonis. Hal yang kemudian menarik adalah anggapan umum yang mempersepsikan bahwa antagonis adalah karakter jahat, buruk, kejam dan penuh rasa iri dengki.

Ini jelas tidak tepat, meskipun mayoritas cerita menggambarkan kesan semacam itu.

Jika memaknai bahwa tokoh protagonis adalah tokoh yang berusaha mencapai tujuan utama dalam satu alur cerita, maka antagonis adalah tokoh yang berusaha menghalanginya. Sederhananya, lawan dari tokoh protagonis adalah tokoh antagonis yang aplikasinya bisa saja dalam banyak bentuk.

Dalam artikel sebelumnya mengenai tokoh antagonis, Penulis Gunung telah menyebutkan antagonis dalam cerita bisa saja berwujud sesuatu yang tidak harus mahkluk hidup berupa manusia atau binatang.

Alam dan bencana, kondisi lingkungan yang memaksa tokoh protagonis untuk menyerah, atau bahkan kondisi kejiwaan tokoh protagonis sendiri yang membuat ia tidak dapat mencapai tujuannya, bisa pula dikategorikan sebagai bagian dari pemaknaan antagonis.

Jadi, memaknai antagonis protagonis baik atau jahat saja adalah sudut pandang yang terlalu sempit. Kamu dapat membuatnya lebih luas lagi berdasarkan sudut pandang yang lebih luas pula.

5 Tips Penting Menulis Tokoh Protagonis yang Hebat

Photo by cottonbro on Pexels.com

Setelah kamu memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan tokoh protagonis dan apa pula perbedaannya dengan tokoh utama cerita. Sekarang Penulis Gunung akan mengajak kamu pada pembahasan sebenarnya yaitu bagaimana membuat tokoh protagonis yang hebat dalam cerita.

Berangkat dari pengertian dan persepsi umum yang mengatakan bahwa tokoh protagonis adalah tokoh yang berwatak mewakili kebajikan dan nilai luhur. Maka aplikasinya dalam cerita dapat disederhanakan dalam 6 tips yang paling penting berikut ini.

BACA PULA:

Buat Tokoh Protagonis Lebih Manusiawi

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tips pertama untuk membuat tokoh protagonis yang menarik dalam sebuah novel fiksi adalah dengan menjadikannya sosok yang manusiawi. Keharusan untuk manusiawi bahkan berlaku untuk tokoh protagonis yang tidak menggunakan manusia sebagai karakternya.

Mengapa demikian?

Sifat manusiawi adalah sifat yang memiliki cacat, memiliki kelemahan dan memiliki sisi negatif. Tokoh protagonis yang digambarkan dalam karakter yang manusiawi dan memiliki kelemahan akan memiliki kedekatan pada pembaca. Sementara tokoh protagonis yang terlalu sempurna lebih identik dengan karakter malaikat, dan dalam cerita agak sulit membangun ikatannya dengan pembaca.

Jadi ketika kamu membangun satu karakter protagonis dalam novel fiksimu, biarkan ia memiliki kelemahan. Biarkan tokoh protagonis memiliki rasa iri, memiliki dendam, memiliki rasa ingin menuntut balas dan lain sebagainya.

Kelemahan-kelemahan tokoh protagonis ini dapat pula kamu hadirkan dalam bentuk kemiskinan, keterbelakangan mental, kurang berpendidikan, kurang pintar dan lain sebagainya.

Intinya adalah, beri tokoh protagonismu kelemahan supaya ia terlihat manusiawi.

Bangun Latar Belakang Tokoh Protagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Setiap orang memiliki kisah dan begitu juga dengan protagonis dalam novel atau cerita. Jadi, tips yang kedua untuk membuat tokoh protagonis dalam novel yang kamu tulis lebih dekat kepada pembaca adalah dengan memberi mereka kisah hidup dan latar belakang.

Semakin bagus kamu menggambarkan latar belakang yang dimiliki oleh tokoh protagonis, itu semakin bagus.

Latar belakang bagi karakter protagonis akan menjadi semacam cara bagi pembaca untuk mengenalnya. Jadi, ketika pembaca mulai membaca halaman demi halaman novelmu yang berbicara tentang karakter protagonis, mereka akan mengerti mengapa tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak seperti yang kamu tuliskan.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan untuk memberikan latar belakang dan kisah pada tokoh protagonis adalah sebagai berikut;

  • Bagaimana gambaran masa kecil tokoh protagonis?
  • Apakah ia pernah mengalami trauma?
  • Di mana tokoh protagonis tinggal dan dilahirkan?
  • Apakah tokoh protagonis memiliki hubungan di masa lalu yang sangat mempengaruhi dirinya?
  • Apa saja pekerjaan yang pernah dilakukan oleh karakter protagonis?
  • Dan lain sebagainya.
Photo by cottonbro on Pexels.com

Semakin baik kamu membayangkan bagaimana sosok protagonis secara komprehensif, itu semakin bagus.

Walaupun demikian, kamu tidak harus menceritakan semua kisah dan latar belakang tokoh protagonis itu di dalam novel. Kamu hanya perlu menyisipkan secara bertahap pada bagian-bagian yang dianggap penting saja dari latar belakang protagonis seiring perkembangan cerita.

Intinya adalah, ketika pembaca mengetahui latar belakang kisah hidup protagonis, akan terbangun rasa simpati terhadap aksinya pada cerita. Ini juga sangat efektif sebagai upaya membangun kedekatan mereka.

BACA JUGA:

Buatlah Profil Lengkap Tokoh Protagonis

Photo by luizclas on Pexels.com

Setelah kamu memberikan tokoh protagonis latar belakang kisah yang lengkap, sekarang saatnya untuk membuatnya menjadi lebih spesifik.

Tokoh protagonis akan lebih hidup dan masuk dalam imajinasi pembaca jika kamu juga bisa membuatnya nyata dalam imajinasi kamu sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan ciri-ciri fisik tokoh protagonis tersebut.

Nah, untuk membuatnya lebih mudah, kamu bisa memulainya dengan mengisi biodata tokoh protagonis tersebut melalui daftar pertanyaan di bawah ini;

  • Siapa namanya?
  • Berapa usianya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Bagaimana latar belakang ekonominya?
  • Bagaimana latar belakang keluarganya?
  • Bagaimana cara berpakaiannya?
  • Apa yang disukainya?
  • Apa yang tidak disukai dan dibencinya?
  • Apa kualitas terbaik dalam karakternya?
  • Apa kelemahan terbesarnya?
  • Bagaimana ia melihat dirinya sendiri?
  • Apakah ia memiliki ambisi?
  • Apakah ia tipe yang temperamental?
  • Bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain?
  • Dan lain sebagainya

Daftar ini bisa terus kamu perpanjang dengan memberikan tokoh protagonis dalam ceritamu untuk tampil semakin unik dan khas.

Semakin ia unik, akan semakin mudah pembaca untuk akrab dengannya.

Berikan Tokoh Protagonis Motivasi untuk Mencapai Tujuan

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Pembaca harus mengetahui apa alasan bagi tokoh protagonis untuk bertindak dan bersedia menghadapi segala bentuk rintangan yang menghalanginya. Nah, untuk mencapai tujuan ini kamu harus memberikan tokoh protagonismu motivasi yang kuat.

Lalu bagaimana membuat motivasi yang kuat?

Motivasi tokoh protagonis tidaklah harus selalu menyelamatkan dunia seperti dalam film super hero. Dalam cerita yang lebih universal dan mudah diterima, motivasi tokoh protagonis tidak jauh berbeda dengan motivasi manusia pada umumnya.

Kamu bisa menciptakan motivasi tokoh protagonis karena misalnya ia ingin diakui, ia ingin kaya, ia ingin cinta sejati, ia ingin merasa lebih aman dan lain sebagainya.

Sekali lagi, buatlah motivasi yang dimiliki oleh tokoh protagonis relevan dengan motivasi manusia pada umumnya.

Namun yang harus kamu ingat pula adalah kadar motivasi yang dimiliki oleh watak tokoh protagonis haruslah kuat dan lebih baik daripada kadar rata-rata. Motivasi ini harus cukup untuk membuat ia melakukan aksi heroik, melintasi rintangan, melangkahi keterbatasan untuk meraih tujuannya.

BACA JUGA:

Biarkan Tokoh Protagonis Mengalami Kegagalan, Kalah atau Kehilangan Sesuatu

Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

Ini mungkin agak rahasia dan jarang disampaikan di kelas-kelas menulis yang lain. Namun dalam kelas menulis yang saya bimbing, saya meminta penulis untuk membuat tokoh protagonis mereka kalah, kehilangan sesuatu atau bahkan gagal.

Mengapa harus seperti itu?

Harus ada sebuah risiko yang dihadapi tokoh protagonis ketika mereka gagal mencapai tujuan mereka. Dan pada beberapa bagian novel, biarkan tokoh protagonis menghadapi risiko itu.

Dalam kasus yang lebih spesifik, buatlah kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh protagonis tidak hanya terlihat nyata dan rill, namun juga lebih besar dari diri mereka sendiri. Dengan cara ini, pembaca akan mampu membayangkan risiko apa yang akan tokoh protagonis hadapi jika kemudian ia gagal dalam upayanya.

Biarkan Tokoh Protagonis Berkembang

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Nah, tips terakhir yang bisa dibagikan oleh Penulis Gunung untuk kamu dalam membangun karakter protagonis atau tokoh protagonis dalam cerita adalah dengan membiarkan ia tumbuh dan berkembang.

Bagaimana maksudnya?

Setelah pembaca mengetahui latar belakang tokoh protagonis dan motivasi yang ia miliki dalam cerita, pembaca juga ingin tahu bagaimana ia kemuidan beradaptasi. Proses inilah yang disebut dengan pengembangan karakter penokohan pada protagonis.

Tantangan yang besar, rintangan yang tidak henti dari tokoh antagonis, dan juga batasan manusiawi yang dimiliki olah tokoh protagonis harus membuat mereka bisa berkembang dan menemukan solusi. Cara protagonis mencari solusi ini kemudian yang menjadi titik perkembangan cerita yang dinginkan pembaca.

Untuk tujuan ini, sebagai penulis kamu tidak boleh (atau tidak seharusnya) membuat karakter protagonis terlalu sempurna.

Buat mereka memiliki kekurangan yang kekurangan itu pula kemudian yang harus mereka hadapi untuk menemukan solusi bagi tantangan yang ia hadapi. Kekurangan pada tokoh protagonis adalah ruang dimana pengembangan cerita terjadi. Dan ini harus kamu rencanakan sejak awal.

Di samping itu pula, ruang kosong yang menjadi kelemahan protagonis dan tempat karakternya akan berevolusi, seringkali menjadi titik balik cerita. Titik balik inilah kemudian yang menjadi kunci dimana tokoh protagonis dalam novelmu menemukan kekurangan dalam dirinya dan memperbaikinya.

Pada banyak skenario cerita, titik balik ini juga yang berhasil mengantarkan tokoh protagonis pada tujuan utama alur cerita.

BACA JUGA:


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


TERNYATA RAHASIA MENULIS CERITA FIKSI ADALAH 7 HAL INI, COBA SAJA

Tidak diragukan lagi bahwa cerita fiksi adalah jenis penulisan yang paling banyak digemari di dunia. Sudah ada jutaan karya fiksi dalam berbagai bentuk ditulis dalam rentang waktu yang sangat panjang. Ribuan banyaknya dari karya-karya ini bahkan telah melahirkan peradaban dan cara pandang baru bagi manusia.

Kamu tentu saja dapat menyebutkan banyak contoh cerita fiksi yang populer di dunia. Namun sebagai penulis, pertanyaan yang paling penting justru adalah bagaimana cara menyusun cerita fiksi itu sendiri sehingga menghasilkan karya yang luar biasa?

Nah, kali ini Penulis Gunung akan mengajak kamu mempelajari cara menulis cerita fiksi dalam 5 tips rahasia yang sebenarnya sangat sederhana untuk dilakukan.

Apa saja tips rahasia yang dimaksud?

Berikut uraian lengkapnya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Tips Rahasia Menyusun Cerita Fiksi Adalah 7 Hal Sederhana Berikut Ini

Pada sudut pandang imajinasi, penulis yang memilih jenis karangan yang merupakan cerita fiksi adalah sosok yang penuh dengan semangat bertualang. Dalam penulisan cerita fiksi, imajinasi yang kuat adalah senjata utama yang harus dimiliki oleh setiap penulisnya.

Menulis kisah fiksi adalah seperti membiarkan khayalan yang ada di kepalamu untuk bertelur menjadi kata-kata.

Ini terdengar sangat mudah seharusnya. Namun tidak demikian juga karena menulis fiksi bisa menjadi salah satu tantangan yang serius, terutama jika kamu menginginkan hasilnya menjadi sebuah mahakarya.

Untungnya, tidak ada cara yang mutlak benar atau aturan yang kaku dalam menulis kisah fiksi. Akan tetapi ada beberapa tips rahasia yang sangat efektif untuk dilakukan guna mempermudah prosesnya.

Namun sekarang, sebelum membahas tips itu lebih jauh, tidak ada salahnya untuk menyegarkan ingatan tentang pengertian, hakikat dan ciri sebuah cerita fiksi, kan?

Apa Itu Cerita Fiksi?

“Fiksi eksis karena imajinasi. Tanpa imajinasi tidak ada cerita fiksi”

A Wan Bong

Secara bebas, cerita fiksi dapat diartikan sebagai cerita yang berdasarkan rekaan, imajinasi dan rekayasa pikiran penulis semata. Jadi sekali lagi, imajinasi dan khayalan adalah faktor paling penting dalam penulisan kisah fiksi, apa pun jenisnya.

Tanpa imajinasi dan daya khayal, tidak ada penulisan fiksi.

Semakin baik daya khayal dan imajinasimu, akan semakin baik pula cerita fiksi yang bisa kamu hasilkan.

BACA JUGA:

Apa Ciri-Ciri Cerita Fiksi?

Source: Unsplash

Dikarenakan sifatnya yang hanya didasarkan pada imajinasi dan daya khayal pengarang, maka ciri cerita fiksi adalah sebagai berikut;

  • Bersifat rekaan atau imajinasi penulis. Ini adalah tentang cara bagaimana seorang penulis membuat skenario khayalan dalam imajinasinya lahir dalam dunia nyata melalui rangkain tulisan.
  • Tidak ada aturan baku dalam menulis cerita fiksi. Struktur penulisan, bahasa yang dipergunakan, teknis, sudut pandang dan lain sebagainya, semua bebas dalam penulisan cerita fiksi. Akan tetapi, kamu juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan fiksi supaya karyamu tidak terkesan asal-asalan. Namun intinya adalah; tidak ada cara yang mutlak benar dalam menulis cerita fiksi.
  • Tujuan penting penulisan cerita fiksi pada umumnya adalah emosional pembaca, bukan logikanya. Namun, penulis fiksi yang hebat bahkan dapat memadukan dua hal ini sekaligus. Dengan cerita fiksi yang dituliskannya, ia mampu mengaduk-aduk emosi dan perasaan pembaca sekaligus membawa logika mereka untuk berpikir dan menganalisa.
  • Kebenaran dalam fiksi seringkali relatif dan bukan hal yang mutlak. Artinya, ini kembali kepada siapa yang menulis dan bagaimana ia melihat kebenaran tersebut dari sudut pandangnya sendiri. Namun, yang bukan merupakan ciri-ciri cerita fiksi adalah ketika kebenaran itu didesain tidak ada bedanya sama sekali dengan realitas. Sekali lagi, fiksi eksis karena imajinasi. Tanpa imajinasi tidak ada cerita fiksi.
  • Penggunaan bahasa dalam cerita fiksinya umumnya dinanis dan konotatif. Artinya lebih banyak menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan suatu kondisi dalam kehidupan manusia.

Apa Saja Jenis-Jenis Cerita Fiksi?

“Mood dan inspirasi memang penting dalam menulis, tapi sayangnya ia tidak datang setiap hari”

A Wan Bong

Kamu sudah pasti tahu bahwa ada banyak sekali jenis cerita fiksi yang dapat kamu pilih untuk dituliskan.

Historical fiction atau fiksi sejarah, romantic fiction atau fiksi romantis, cerita fiksi ilmiah atau science fiction, cerita fiksi hewan atau fabel, cerita fiksi hantu atau cerita fiksi horor, adalah beberapa jenis cerita fiksi yang paling umum.

Namun demikian, masih ada banyak jenis cerita fiksi yang lainnya.

Nah, kamu bisa membaca tentang jenis cerita fiksi ini secara lengkap dalam artikel Penulis Gunung sebelumnya disini.

Apa Tips Menulis Cerita Fiksi yang Paling Ampuh?

Source: Unsplash

Untuk membuat cerita fiksi yang kamu tulis menjadi tajam dan menancap kuat di benak para pembaca, kamu harus melakukannya dengan sepenuh hati dan teliti.

Bagi para penulis pemula yang belum pernah menulis buku fiksi serius sebelumnya, ini akan sangat menantang. Namun berita baiknya ada cukup banyak formula yang bisa kamu adaptasikan untuk mampu melaluinya.

Akan tetapi, sekali lagi saya ingin mengatakan; tidak ada cara yang mutlak benar dan menulis fiksi, baik itu novel, fiksi cerpen atau apa pun bentuknya.

Meskipun begitu, 7 tips di bawah ini telah terbukti efektif membantu banyak penulis mengeksekusi cerita mereka dengan lebih baik.

BACA PULA:

Tulis Cerita Fiksi yang Kamu Suka Lebih Dulu

Source: Unsplash

Walaupun cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi dan khayalan penulis, namun kamu tetap membutuhkan riset dalam melakukannya.

Nah riset yang dibutuhkan dalam menulis cerita fiksi bisa bermacam-macam. Kamu bisa membaca buku fiksi karya orang lain, mengamati sekeliling, menonton film atau pun hanya sekedar bercengkrama dengan taman-temanmu sendiri.

Akan tetapi, tidak ada mantra yang paling ampuh dalam membuat cerita fiksi kecuali dengan menulis apa yang kamu suka. Setidaknya ini adalah tips paling manjur jika kamu adalah seorang penulis pemula dan baru pertama kalinya menulis cerita fiksi secara lebih serius untuk dijadikan novel.

Jika kamu menyukai cerita tentang supranatural dan sangat tertarik dangan hal-hal gaib, fiksi yang tepat untuk kamu tulis adalah cerita fiksi horor atau cerita fiksi hantu.

Sementara jika kamu lebih tertarik kepada cerita yang menggugah kesadaran manusia, maka menulis cerita fiksi inspiratif mungkin bisa menjadi fokusmu pada novel fiksi atau cerpen fiksimu yang pertama.

Beritahu Pembaca Hanya yang Mereka Perlu Tahu

Source: Unsplash

Apa kamu ingat apa yang membuat kapal Titanic terbelah dan tenggelam ke dasar lautan?

Benar, karena ia menabrak gunung es yang kemudian membuat lambung kapal menjadi bocor kemudian tenggelam sehingga membuat ratusan nyawa melayang.

Lalu, apa hubungan kapal Titanic dengan menulis cerita fiksi disini?

Sebenarnya tidak ada.

Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa dalam menulis cerita fiksi, kamu bisa menerapkan teknik gunung es. Persis seperti gunung es yang ditabrak oleh kapal Titanic kemudian membuat ia tenggelam.

Pada banyak kasus, gunung es atau yang lebih jelasnya berupa gumpalan es raksasa yang terapung di lautan, terlihat lebih kecil di atas permukaan namun memiliki ukuran yang berkali lipat pada bagian bawah permukaan air.

Nah, filosofi menulis cerita fiksi layaknya gunung es ini juga yang harus kamu aplikasikan ketika menulis cerita fiksi pendek lebih-lebih fiksi yang panjang seperti novel.

Pastikan bahwa pembaca hanya mengetahui apa yang perlu mereka ketahui saja. Simpan terlebih dulu bagian-bagian yang mengejutkan untuk kamu ‘keluarkan’ pada waktu yang tepat.

BACA JUGA:

Gunakan Kalimat yang Sederhana

Source: Unsplash

Tips menulis cerita fiksi selanjutnya adalah dengan mempergunakan kalimat yang sederhana sebisa mungkin. Kalimat sederhana dan padat mungkin tidak akan terdengar puitis dan penuh basa basi. Namun kesederhanaan adalah rahasia lain dari sebuah karya fiksi yang menarik.

Beberapa penulis fiksi pemula tidak pernah menghasilkan karya karena mereka memaksakan diri untuk membuat tulisan dengan tananan kalimat yang harus indah, melankolis, puitis, dan mengundang decak kagum.

Tapi sejujurnya tidak demikian.

Jangan paksakan dirimu untuk menulis kalimat yang harus indah dan melankolis, mendayu-dayu atau mengharu biru.

Kalimat rumit seperti itu bagus untuk status facebook, menarik untuk caption instagram, menawan untuk story whatsapp, tapi tidak banyak berguna dalam dunia menulis yang sesungguhnya.

Beberapa karya fiksi paling hebat justru tersusun dari kalimat-kalimat sederhana yang mudah untuk dicerna para pembaca.

Gunakan Target Penulisan Harian

Source: Unsplash

Jika kamu belum pernah menulis novel fiksi setebal 400 halaman dengan jumlah hingga 75.000 kata, melakukannya bisa menjadi tantangan yang sangat serius. Supaya berhasil, kamu membutuhkan strategi untuk melakukannya.

Dalam banyak artikel saya sering mengulas ini. Bahwa untuk dapat menulis novel fiksi dengan 80.000 kata atau 60.000 kata, kamu tidak bisa ‘menelannya’ bulat-bulat. Gajah tetap bisa habis dimakan oleh singa jika ia bisa memotongnya dalam ukuran yang kecil-kecil.

Jadi, bagilah jumlah kata yang menjadi target novel fiksimu itu dalam beberapa potongan kecil untuk diselesaikan setiap harinya.

Contohnya begini;

Jika cerita fiksi yang kamu tulis itu jumlah katanya adalah 60.000 dengan deadline waktu selama 6 bulan penulisan, maka kamu harus menulis setidaknya 10.000 kata setiap bulan. Atau sekitar 333 kata setiap harinya.

Ini terdengar terlalu sederhana, ya?

Ya benar, karena memang begitulah adanya.

Bagian sulitnya adalah menjaga konsistensi untuk tetap bisa menulis sebanyak 333 kata setiap hari selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Namun ini bukan sesuatu yang mustahil, novel fiksi MMA Trail adalah contoh cerita fiksi yang bisa saya jadikan bukti untuk memverifikasi tips ini.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Nah, ini adalah tisp lanjutan yang sangat penting untuk dipahami setiap penulis mana pun dan untuk genre apa pun.

Apakah kamu ingin menulis cerita fiksi atau pun kamu sedang menimbang-nimbang untuk menulis cerita non fiksi, menulis setiap hari adalah wujud dan kesungguhan kamu dalam melakukannya. Menariknya, ini juga menjadi rahasia umum yang dimiliki oleh setiap penulis profesional, termasuk saya.

Meskipun bukan rekaan dan telah ada plot jelasnya, menulis cerita non fiksi adalah tetap sulit dilakukan tanpa konsistensi untuk menuliskannnya setiap hari.

Dengan menulis setiap hari secara istiqomah, bukan hanya kamu akan mampu menyelesaikan target penulisanmu seberapa pun tebalnya. Namun kamu juga akan berhasil melatih kedisiplinan dirimu sendiri.

Dan pada akhirnya, disiplin dan konsisten inilah yang akan mengantarkan kamu pada kesuksesan.

Perkaya Kemampuanmu dengan Mencoba Penulisan Lain

Source: Unsplash

Untuk menjadi penulis yang semakin baik seiring waktu, cobalah untuk menyeberang dari kemampuan dan spesifikasimu biasanya.

Jika kamu adalah seorang novelis yang terbiasa dengan jumlah kata segudang dan konflik yang rumit. Cobalah untuk menulis cerpen yang singkat, to the point pada titik masalah dan langsung pada pesan cerita.

Atau jika kamu adalah penulis fiksi, maka cobalah pula untuk menulis non fiksi. Biarkan dirimu tenggelam dalam riset, penulisan yang struktural, dan juga daftar pustaka yang jumlahnya satu lemari.

Atau jika selama ini kamu hanya terbiasa dengan menulis buku atau novel di wattpad saja, maka cobalah juga mengasah keterampilan menulismu di blog, website dan lain sebagainya.

Intinya adalah, semakin banyak gaya, teknik dan juga sudut pandang penulisan yang kamu lakukan, maka itu akan memperkaya kemampuanmu dalam menulis secara umum. Termasuk didalamnya adalah menulis cerita fiksi.

BACA PULA:

Jangan Menunggu Inspirasi untuk Menulis

Source: Unsplash

Selanjutnya tips terakhir untuk menulis cerita fiksi adalah dengan tidak menunggu inspirasi atau mood dalam menuliskannya.

Mood atau inspirasi adalah hal penting dalam menulis, tapi sayangnya ia tidak datang setiap hari. Jika ingin lebih jujur bahkan, ada lebih banyak hari bagi penulis yang mereka tidak memiliki inspirasi atau mood untuk tetap menulis.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Simpel saja. Jangan menunggu inspirasi datang baru kamu menulis, dan jangan juga menunggu mood baru kamu menulis. Tapi menulislah setiap hari dan buat kamu terbiasa melakukannya.

Ini mungkin terdengar sulit, tapi ini adalah cara paling masuk akal untuk menyelesaikan cerita fiksi seberapa pun banyaknya. menulis setiap hari tanpa menunggu mood dan inspirasi pada akhirnya akan membuat kamu jadi terbiasa.

Akhirnya mood dan inspirasi tidak lagi terlalu penting dalam menentukan proses penulisanmu. Dengan menulis setiap hari kamu telah ‘memaksa’ mood dan inspirasi itu untuk tetap ada bersamamu kapan pun kamu membutuhkannya.

Jadi, selamat menulis, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENULIS NOVEL ROMANTIS DALAM 7 LANGKAH MUDAH

Penulis gunung sebelumnya telah merilis cara menulis novel romantis dalam artikel tentang 15 ide menulis cerita fiksi romantis. Nah, kali ini Penulis Gunung akan membahas secara lengkap bagaimana supaya kamu mampu menulis sebuah novel romantis dengan lebih baik lagi.

Dari Romeo dan Juliet karya Williem Shakespeare hingga Tenggelamnya Kapal Van der Wijk karya Hamka, dunia dipenuhi dengan karya yang menarik tentang romantisme. Cara menulis novel cinta yang menarik menjadi kunci bagaimana roman dan karya sastra romantisme ini menghiasi kehidupan manusia setelahnya.

Namun, bagaimana sebenarnya cara menulis novel romance yang baik?

Nah, ulasan lengkapnya berikut akan membantu kamu melakukannya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

7 Langkah Mudah Cara Menulis Novel Romantis

Source: Unsplash

Romantisme, asmara dan percintaan adalah topik yang paling banyak ditulis dalam berbagai lintas usia dan generasi. Topik ini dalam cara pandang yang unik, sangat elegan untuk dituliskan oleh setiap orang.

Remaja menulis novel romantis itu pantas, dan itu memang dunia mereka ketika mabuk kepayang cinta pertama masih terasa ‘pusingnya’ hingga sekian lama. Orang dewasa menulis kisah romantis juga pantas, karena mereka sudah memiliki pengalaman yang cukup dan mungkin sedang menjalani romantisme itu pula.

Sementara orang dengan tingkatan umur yang lebih tinggi, juga sangat layak menulis kisah romantis.

Mereka kadang-kadang adalah pemilik kisah romantis yang sebenarnya karena ujian waktu telah membuktikan cinta mereka. Ambillah novel Habibie dan Ainun jika kamu meragukan pernyataan ini.

Pendek kata, menulis cerita romantis adalah sesuatu yang universal dan hampir dapat dilakukan oleh setiap orang.

Akan tetapi untuk menghasilkan karya romantis yang hebat dan mampu menyentuh hati pembaca, itu beda cerita. Cara menulis novel cinta dengan kualitas terbaik tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Ini membutuhkan latihan dan kepekaan yang tinggi dari seorang penulis untuk mampu mewujudkannya.

Kabar baiknya adalah; kamu bisa melatih ini dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah terbukti efektivitasnya.

Nah, cara menulis novel romance yang menarik setidaknya dapat kamu pelajari dengan mempraktikkan 7 langkah dan tips berikut ini.

BACA JUGA:

Temukan Tema Novel Romantis Pilihanmu

Source: Unsplash

Langkah pertama dan paling penting sebelum kamu menulis satu kalimat pun dalam novel romantismu adalah dengan menentukan temanya itu sendiri.

Kamu tentu sudah tahu bukan, kalau ada banyak tema cerita fiksi yang umum digunakan dalam penulisan novel, cerpen atau bahkan memoar?

Nah, cara membuat novel romantis yang pertama adalah dengan menentukan salah satu tema tersebut sebagai garis besar dari pesan cerita yang akan kamu sampaikan.

Beberapa tema novel romantis yang dapat kamu pilih misalnya adalah;

  • Romantic history (sejarah)
  • Komtemporer
  • Remaja
  • Fantasy
  • Paranormal dan supranatural
  • Spiritual dan religi
  • Misteri
  • Erotic
  • Dan lain sebagainya

Jika kamu merasa tidak ada satu pun dari tema  penulisan novel romantis di atas yang sesuai dengan dirimu, tidak masalah. Kamu dapat mengekplorasi tema yang paling ideal bagimu dengan cara kembali kepada jenis novel romantis yang paling kamu gemari.

Kamu tentu memiliki cukup banyak pengetahuan dalam genre tersebut, kan?

Artinya jika kamu menyukai tema cerita romantis remaja, kamu pasti memiliki cukup banyak wawasan mengenai tema ini. Atau jika kamu misalnya menyukai tema misteri dan supranatural, maka kamu juga bisa mengeksplorasi kemampuanmu dalam tema tersebut.

Jadi langkah pertama yang harus kamu lakukan sebagai cara membuat cerita novel yang menarik untuk genre romantis dalah dengan memilih temanya terlebih dahulu.

Pastikan kamu memilih tema yang paling menarik hatimu, ya.

Atur dan Tetapkan Latar Belakang Cerita

Source: Unsplash

Setelah kamu menetapkan tema novel romantis yang akan kamu tulis, sekarang waktunya untuk mengatur setting ceritanya sendiri. Menetapkan setting dalam cara membuat novel kisah cinta yang kuat bisa kamu lakukan misalnya dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut;

  • Dimana kisah cinta romantis yang akan kamu ceritakan berlangsung?
  • Apakah tempat tersebut bisa membantu membangun ikatan yang kuat bagi karakter cerita dalam perjalanan cintanya?
  • Seberapa baik pengaruh tempat tersebut untuk membangun kesan cerita romantis yang diceritakan?
  • Apakah kamu cukup mengetahui tempat yang kamu pilih sebagai setting itu?

Memilih setting yang tepat adalah kunci lain dari cara menulis novel yang bagus dalam genre apa pun, terlebih-lebih dalam genre romantis.

Ketika kamu mengambil setting kota Paris yang sudah terkenal dengan romantisnya, tentu saja akan memiliki perbedaan dengan misalnya kamu memilih kota Ulan Bator dimana kisah Jengis Khan ada di tiap sudut kota.

Setting juga tidak melulu membahas mengenai tempat. Dalam setting kamu juga dapat menentukan apakah kisah romantismu terjadi pada masa silam. Jika tahun 1970-an yang menjadi pilihan waktumu, maka kamu ada dalam sebuah waktu dimana model celana cut bray, rambut kribo, dan image romantisme lainnya sedang eksis.

Artinya kamu penting untuk mengeksplorasi simbol romantisme pada masa itu untuk menyempurnakan pesan romantic yang kamu sampaikan.

Di samping waktu dan tempat, setting juga berbicara tentang budaya, adat istiadat, pandangan politik, keyakinan dan lain sebagainya. Nah, ini juga bisa kamu munculkan sebagai cara menulis novel yang menarik.

Kekangan budaya, ikatan adat istiadat, pertentangan pandangan politik dan keyakinan yang dieksplorasi dengan baik akan membuat novel romantismu semakin kuat dan berkesan dalam pikiran pembaca.

Jadi, eksplorasilah settingnya sebaik mungkin.

BACA PULA:

Ciptakan Pasangan Kekasih yang Kuat

Source: Unsplash

Tidak diperdebatkan lagi bahwa unsur paling penting dari sebuah novel romantis adalah karakternya sendiri, tokohnya sendirilah yang membuat romantisme dalam cerita mengalir demikian kuat ke benak pembaca.

Tapi, bagaimana caranya?

Karakter dalam novel romantis harus mampu membuat pembaca ‘jungkir balik’ karena peran yang mereka lakukan dalam cerita. Cara menulis cerita novel yang romantis haruslah menitikberatkan pada bagaimana kamu membuat karakter cerita menjadi sangat dominan dalam perasaan pembaca.

Sebagai sebuah cerita tentang cinta dan romantisme, kamu tentu harus menjadikan sentral cerita pada sepasang karakter kekasih.

Nah, menggambarkan tokoh laki-laki mau pun tokoh perempuan yang menjadi kekasih dalam cerita romantis membutuhkan fokus yang serius supaya mampu mendukung jalannya cerita secara sempurna.

Untuk mengembangkan karakter utama dalam cerita, cara membuat novel cinta yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini.

Karakter Utama Pria (Sang Arjuna)

Source: Unsplash
  • Kesampingkan dulu persepsi bahwa karakter pria harus memiliki wajah tampan, body atletis seperti binaraga dan sikap yang sangat jantan menyapu karakter utama wanita. Penokohan dalam cerita romantis bukanlah tentang ketampanan dan gerakan dramatis, ini adalah tentang kedalaman emosi dan kepekaan perasaan.
  • Buat tokoh utama pria memiliki masa lalu yang sulit. Kamu bisa membuat masa lalunya yang pernah patah hati, dikhianati, masa kecil yang sulit, mengalami kejadian traumatik dan lain sebagainya. Memberi masa lalu yang sulit bagi karakter utama pria adalah cara mudah memperdalam karakter tokoh sekaligus tips dan cara menulis cerita novel romantis yang umum dilakukan.
  • Setelah karakter utama atau Sang Arjuna bertemu dengan kekasihnya (Sang Dewi) buat ia mengalami perubahan drastis. Kamu dapat menggambarkan bagaimana terpengaruhnya sang Arjuna dengan sosok Dewi yang ditemuinya.

Karakter Utama Wanita (Sang Dewi)

Source: Unsplash
  • Seperti halnya menggambarkan sosok tokoh utama pria atau sang Arjuna. Kecantikan fisik dan tubuh yang aduhai bukanlah point utama dalam menulis cerita romantis. Kamu dapat mengeksplorasi makna romantisme yang lebih dalam dan jauh dari sekedar itu.
  • Hadirkan pula permasalahan untuk karakter utama wanita seperti persoalan finansial, ekonomi atau pun terlahir dari keluarga yang broken home.
  • Berikan sifat karakteristik yang kuat dalam dirinya, yang sifat ini mampu memberi pengaruh sangat besar pada Sang Arjuna.

Mempertemukan karakter utama pria dan wanita dalam penulisan novel romantis harus pula disertai dengan motivasi dan kekurangan mereka yang realistis. Buat mereka juga memiliki hubungan yang dinamis, yang tidak melulu berisi simfoni keindahan dan moment indah, namun juga tantangan, kesedihan dan air mata.

Pada akhirnya dalam karakter cerita yang romantis, semakin realistis karakter yang bisa kamu bangun, maka semakin dekatlah ia dalam benak pembaca.

Jangan Abaikan Peran Karakter Pembantu

Source: Unsplash

Setelah kamu mencurahkan fokus yang besar dalam tokoh utama cerita, bukan berarti tokoh pembantu tidak lagi penting. Bahkan tanpa kehadiran tokoh pembantu atau karakter sekunder, penulisan novel romantis yang sempurna tidak bisa dilakukan.

Langkah dan cara membuat cerita novel menarik selanjutnya adalah memperhatikan bahwa karakter pembantu sangat penting nilainya. Karakter-karakter sekunder atau pembantu ini dapat larut dalam berbagai sosok seperti saudara, sahabat, teman sekelas, orang tua, saingan, musuh bebuyutan dan lain sebagainya.

Karakter pembantu yang paling umum diaplikasikan dalam novel romantis adalah sosok sahabat.

Sosok ini kadang digambarkan sebagai seseorang yang agak aneh, lucu dan semacamnya. Kamu bisa menemukan contoh tokoh sekunder semacam ini pada banyak novel yang memang telah menjadi formula dan cara membuat novel komedi romantis yang populer.

Namun, ada satu hal yang harus kamu perhatikan.

Bahwa menulis karakter sekunder atau pembantu haruslah dapat disesuaikan porsinya. Jangan sampai pembaca justru terlalu banyak berinteraksi dengan karakter pembantu dibandingkan karakter utama cerita.

BACA JUGA:

Pergunakan Kiasan dan Fakta yang Sudah Terbukti Kebenarannya

Source: Unsplash

Kemudian langkah yang juga bisa kamu gunakan dalam menulis novel romantis adalah dengan mempergunakan kiasan dan fakta yang sudah banyak terbukti kebenarannya.

Bagaimana maksudnya?

Ini adalah sesuatu yang mudah dilakukan, dan karena itu ia disebut klise. Akan tetapi jangan remehkan kemampuannya dalam membentuk cerita romantis yang populer dan menyentuh hati. Sudah sangat banyak jalan cerita yang berpedoman pada kiasan semacam ini menuai kesuksesan besar.

Beberapa kiasan dan ungkapan yang dapat menjadi ide penulisan cerita novel romantis misalnya adalah sebagai berikut;

Sahabat Menjadi Kekasih

Hubungan persahabatan yang kemudian berubah menjadi hubungan asmara adalah sesuatu yang umum terjadi. Dan ini juga umum terjadi di dunia nyata.

Jadi, kamu dapat menyusun sebuah novel romantis berdasarkan kiasan semacam ini. Sebuah persahabatan antara sepasang pria dan wanita yang salah satu di antara keduanya, atau keduanya sekaligus, memendam perasaan cinta pada yang lain.

Musuh Menjadi Kekasih

Source: Unsplash

Musuh menjadi kekasih dapat terjadi dalam banyak cerita, dan kamu pasti sering menemui novel romantis yang seperti ini.

Cara membuat novel remaja kadang mengadopsi kiasan ini dimana sepasang kekasih yang saling bermusuhan kemudian lama kelamaan berubah menjadi saling peduli, berpacaran kemudian mengharu biru dalam cinta masa SMA.

Satu Menyembuhkan yang Lain

Kiasan lain yang terbukti cukup ampuh dan terbukti kebenarannya adalah satu menyembuhkan yang lain. Ini seperti tokoh utama pria mengalami cidera atau trauma kemudian dirawat oleh tokoh utama wanita yang kemudian di antara mereka tumbuh benih-benih cinta.

Pilihan Abadi

Kiasan yang terakhir adalah sebuah kisah cinta dimana tokoh utama pria dan wanita yang telah bersama dalam cinta kemudian terpisah jauh. Perpisahan ini bisa terjadi puluhan tahun, atau  oleh satu sebab yang lebih dramatis semacam amnesia, demensia dan lain sebagainya.

Intinya adalah, setelah perpisahan itu berakhir, pilihan sepasang kekasih itu tetap sama yang menggambarkan bahwa mereka memang adalah sepasang belahan jiwa.

Buat Kisah Cintamu Berakhir Bahagia

Source: Unsplash

Jika kamu menulis novel romantis untuk yang pertama kalinya, maka penting bagimu untuk membuatnya berakhir dengan kebahagiaan atau happy ending.

Akhir yang indah adalah pesan rahasia dari cara menulis novel romantis yang banyak disepakati penulis. Ini adalah upaya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa seberapa pun hebatnya badai yang menghalangi mereka, karakter utama pria dan wanita memang ditakdirkan untuk saling cinta. Mereka akan berakhir dalam dekapan satu sama lain.

Namun, apakah novel romantis harus seperti itu?

Sebenarnya tidak juga, namun akhir yang indah lebih banyak disukai pembaca.

Pasangan karakter utama bisa saja tidak bersatu selamanya kemudian hidup bersama anak-anak mereka yang cantik dan lucu.

Akan tetapi harus ada satu momen setelah badai melanda, harus ada satu waktu setelah segala pekik luka nestapa, bahwa mereka bersama dan menunjukkan betapa besarnya cinta di antara mereka.

BACA PULA:

Hati-hati Menggambarkan Romantisme yang Intim

Source: Unsplash

Langkah sekaligus tips yang terakhir sebagai cara menulis novel untuk pemula dalam genre romantis ini adalah; berhati-hatilah ketika kamu memutuskan menggunakan adegan intim.

Hal seperti ini menarik karena beberapa penulis mengatakan adegan intim dan seks itu diperlukan untuk membangun karakter dan menunjukkan bahwa mereka juga saling menginginkan secara fisik, bukan hanya hati dan perasaan semata.

Tentu saja ini tidak masalah, setiap penulis memiliki prinsip dan gaya menulisnya sendiri-sendiri.

Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah ketika kamu menulis bagian ini dengan porsi yang berlebihan.

Penggambaran yang terlalu vulgar justru akan menciderai makna romantisme itu sendiri. Alih-alih menulis novel romantis yang baik, adegan vulgar yang over akan membuat novel romantismu berubah menjadi buku porno.

Saya adalah penulis yang memilih untuk tidak menggambarkan adegan intim dalam novel-novel yang saya tulis. Romantisme bisa terbangun dengan cara tidak harus bersifat seksual. Merapi Barat Daya adalah novel petualangan romantis, namun kamu tidak akan menemukan satu adegan seks pun dalam novel setebal 400 halaman tersebut.

Tapi intinya kamu bebas untuk memasukkan adegan intim atau tidak dalam novel romantis yang kamu tulis karena Sekali lagi semua penulis memiliki gaya dan prinsip mereka masing-masing.

Namun yang pasti, jika kamu memang ingin melakukannya, lakukanlah dengan hati-hati.

BERANI?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CERITA INSPIRATIF ISLAMI TERBAIK YANG PALING JARANG DICERITAKAN

Sepanjang sejarah, dunia muslim dipenuhi dengan cerita inspiratif islami yang tersebar dalam berbagai rentang waktu. Kamu tentunya sudah tidak asing dengan berbagai kisah motivasi islam yang menyentuh hati, baik itu tentang kedermawan, keteladanan, pemaaf, kebaikan dan lain sebagainya.

Nah, kali ini Penulis Gunung juga ingin ikut serta mengisahkan kembali beberapa cerita yang terbaik diantaranya.

Apa saja renungan kisah inspiratif islam tersebut?

Yuk, dibaca sampai selesai, ya.

7 Cerita Inspiratif Islami Pilihan Terbaik Sepanjang Masa

Source: Unsplash

Kamu pasti sudah membaca buku 1001 malam, bukan?

Nah, jika kamu menganggap kisah yang akan dituturkan dalam artikel ini seperti halnya cerita dalam 1001 malam, kamu  keliru. Penulis Gunung sama sekali tidak bercerita fiksi kali ini, melainkan kisah-kisah keteladanan yang sungguh-sungguh terjadi dalam dunia islam.

Kisah ini diambil dari banyak sumber. Namun ini sebenarnya adalah bocoran sebuah buku yang sedang saya susun saat ini. Cerita inspiratif islami untuk remaja bahkan untuk semua kalangan usia, berusaha Penulis Gunung hadirkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.

Bukunya sendiri saat masih dalam proses pengumpulan ide dan riset.

Namun, saya tidak terlalu ‘menempatkannya’ sebagai sesuatu yang eksklusif sehingga tidak ingin diketahui orang lain selain melalui bukunya sendiri. Semakin cepat dan banyak orang-orang yang mengetahui kisah inspiratif islami penuh keteladanan seperti ini, maka semakin bermanfaatlah apa yang ditulikan.

Jadi, apa saja kisah inspiratifnya?

BACA PULA:

Kisah Percakapan Sultan Nuruddin Zanki dan Gurunya Sebelum Ajal

Source: Hidayatullah

Apakah kamu tahu siapa itu Nuruddin Zanki?

Nuruddin  Zanki adalah seorang sultan yang alim, bijaksana dan gagah berani. Beliau hidup satu generasi sebelum sultan Shalahuddin Al Ayyubi berkuasa. Baik Nuruddin Zanki mau pun Shalahuddin Al Ayyubi adalah pahlawan perang salib yang terkenal itu.

Kisah tentang Nuruddin Zanki tidak akan banyak kamu temukan dalam berbagai artikel populer. Kisah dirinya hanya ditemui oleh orang-orang yang memang suka membaca sejarah. Buku yang menceritakan tentang kepahlawanan Nuruddin Zanki tebalnya hampir 500 halaman yang artinya ini adalah cerita inspiratif islami panjang untuk dibaca dan dipelajari.

Penulis Gunung tidak mungkin menyampaikan panjang lebar tentang apa saja langkah strategis Sultan Nuruddin Zanki dalam sejarah jihadnya. Akan tetapi kisah inspiratif antara beliau dan gurunya ini adalah salah satunya.

Setelah sembuh dari sakit, Nuruddin Zanki dan gurunya berkuda di luar istana dan terjadilah pembicaraan berikut;

“Jika Allah berkehendak, bisa jadi bulan depan kita tidak akan melihat Damaskus lagi” tutur sang guru di atas punggung kudanya.

“Jangan begitu” jawab Nuruddin Zanki sopan.

“Karena jika Allah berkehendak, pekan depan bahkan kita tidak akan bisa melihat Damaskus lagi” sambungnya kemudian.

Apa yang terjadi setelahnya?

Sang guru wafat satu bulan tepat setelah pembicaraan itu.

Sementara Sultan Nuruddin Zanki?

Ia wafat hanya satu minggu setelah ia dan gurunya berbicara tentang ajal seperti di atas. Allah seolah telah mengilhami keduanya tentang maut yang sudah dapat mereka rasakan kehadirannya.

Kisah Sultan Umar bin Abdul Aziz yang Memaafkan Pembunuhnya

Source: Unsplash

Kamu pasti sudah tahu bahwa wafannya Khalifah Umar bin Abdul Aziz lantaran diracuni oleh salah satu orang kepercayaannya. Menariknya, sang Khalifah tahu bahwa beliau sakit karena diracun dan ia pun tahu siapa yang meracuninya serta siapa pula yang memerintahkannya.

Tapi coba kamu tebak mengapa kisah ini layak menjadi kisah islami yang sangat inspiratif?

Itu karena Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengatakan kurang lebih seperti ini kepada pembunuhnya.

“Aku tahu kamu yang meracuniku. Dan aku juga tahu siapa yang menyuruh kamu untuk melakukannya. Ketahuilah bahwa aku telah memaafkanmu. Tetapi kamu segeralah pergi dari istana ini, sebelum orang yang menyuruhmu untuk meracuniku akan menghukummu karena perbuatanmu”

Lihat, bagaimana kemuliaan hati Sang Khalifah.

Saya tidak perlu panjang lebar menjelaskan betapa inspiratifnya cerita itu. Kamu langsung dapat memahaminya sendiri ketika posisi kamu sebagai raja yang bisa melakukan segalanya memilih untuk memaafkan orang yang meracuninya.

Bahkan lebih dari itu, sang raja berhati mulia itu juga menyelamatkan pembunuhnya.

Kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Gadis Penjual Susu

Source: Correcto.id

Ini adalah kisah inspiratif yang sangat populer tapi tak bosan rasanya mendengarkan banyak sekali pelajaran di dalamnya.

Suatu malam Khalifah Umar bin Khattab dan salah satu pembantunya berkeliling dari rumah ke rumah untuk mendengarkan dan melihat secara langsung kondisi rakyatnya. Ini adalah salah satu kebiasaan yang memang sering dilakukan Khalifah.

Ketika rasa lelah karena berkeliling itu datang, beliau akan mengajak pembantunya untuk beristirahat.

Malam itu Khalifah beristirahat sambil bersandar pada dinding sebuah rumah. Tanpa mereka rencanakan, pembicaraan tuan rumah dan anak gadisnya di dalam rumah terdengar pula oleh telinga sang Khalifah.

“Tambahi saja dengan air susunya, Anakku. Supaya kita bisa mendapatkan uang lebih banyak besok pagi” ujar si Ibu pemilik rumah pada anak gadisnya yang sedang mengaduk susu.

Anak gadisnya menoleh sambil menatap penuh tanda tanya pada sang ibu

“Tidakkah ibu takut Khalifah Umar akan mengetahui perbuatan kita?” balasnya kemudian.

“Jangan khawatir, Khalifah tidak ada disini. Ia tidak akan tahu” sang ibu memberi alasan.

“Betul Amirul Mukminin tidak melihatnya. Tapi Allah melihat kita, Bu. Tidak ada yang tersembunyi dari pandangan Allah”

Sang ibu terdiam mendengar ucapan anak gadisnya, begitu juga dengan Khalifah Umar bin Khattab. Akan tetapi ia meminta kepada pembantunya untuk menandai rumah tersebut.

Kemudian Khalifah Umar pulang dan meminta salah satu anaknya untuk menikahi gadis penjual susu itu. Dikarenakan hanya putera bungsunya yang belum menikah, maka gadis penjual susu itu kemudian dinikahkan dengan putera bungsu Khalifah Umar bin Khattab.

Nah, tahukah kamu apa yang terjadi beberapa puluh tahun kemudian sebagai buah dari kisah inspiratif islam sahabat nabi Umar bin Khattab ini?

Pernikahan putera Khalifah Umat bin Khattab dan si penjual susu pada akhirnya menghasilkan keturunan generasi yang luar biasa. Salah satu diantaranya adalah lahirnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang diceritakan pada kisah yang kedua.

BACA JUGA:

Kisah Sultan Shalahuddin Al Ayyubi dan Pesta Pernikahan

Source: Googreads

Kamu sudah pasti mengenal nama ini: Shalahuddin Al-Ayyubi, pahlawan perang salib, tokoh yang disegani kawan dan lawan, sosok pemaaf yang gagah berani dan berhati mulia.

Dalam sebuah penyerangan ke salah satu bentang pasukan Kristen, Sultan Shalahuddin pernah ditemui oleh seorang perempuan yang berkata seperti ini kepada beliau.

“Tuan, saya mengetahui kemuliaan hati Anda. Anda adalah raja yang bijaksana. Saya ingin memohon kepada Tuan untuk tidak menyerang benteng ini karena putera saya sedang menikah dan sedang diadakan pesta di dalamnya”

Menurut pendapat kamu, apa yang akan dilakukan Sultan Shalahuddin setelah mendengar permintaan perempuan dari pasukan kristen itu?

Tindakan Shalahuddin inilah kemudian yang membuat kisah ini layak untuk diceritakan kepada siapa saja sebagai salah satu contoh renungan kisah inspiratif islami yang menyentuh hati.

Sultan Shalahuddin Al Ayyubi kemudian memerintahkan kepada pasukannya untuk tidak menyerang bagian benteng dimana pesta pernikahan itu sedang diadakan. Pengepungan terus berlanjut, namun Sultan Shalahuddin juga menunjukkan kelasnya sebagai salah satu panglima perang yang memang layak untuk diteladani.

Kisah Atikah dan Minyak Kasturi

Source: Unsplash

Atikah adalah isteri Khalifah Umar bin Khattab dan ia adalah isteri yang penurut kepada suaminya.

Pada suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab kedatangan banyak minyak wangi dan minyak ‘anbar yang bahan bakunya berasal dari ikan.

Melihat jumlahnya yang cukup banyak, Khalifah Umar bin Khattab pun berkata kurang lebih seperti ini;

“Demi Allah, aku membutuhkan seorang perempuan yang pandai dalam menimbang supaya ia dapat menimbang minyak wangi ini untuk aku bagikan kepada kaum muslimin”

Mendengar hal tersebut, Atikah isteri khalifah pun menyahutinya;

“Aku pintar menimbang, mari aku timbangkan minyak wangi itu untukmu”

Tebak apa yang kira-kira akan menjadi jawaban Khalifah Umar. Meskipun ini bukan kisah inspiratif islami tentang wanita, namun inilah jawaban Umar bin Khattab.

“Tidak!”

“Mengapa?” isterinya keheranan.

“Karena aku khawatir kamu akan mengambilnya dengan cara seperti ini (Khalifah mengusap lehernya dengan jari-jari di kedua tangannya) dan kamu menyeka lehermu dengan minyak wangi ini. Dengan cara seperti itu, kamu telah mengambil hak kaum muslimin”

Lihat, betapa hati-hatinya seorang Umar bin Khattab dalam hal harta rakyatnya.

Kisah Syaikh Abdul Qadir Jaelani dan Uang 40 Dirham

Source: Unsplash

Ini juga adalah kisah inspiratif islami yang sudah cukup populer, Kamu mungkin saja sudah pernah mendengar kisah ini sebelumnya.

Saat kecil, oleh ibunya Syaikh  Abdul Qadir Jaelani diminta untuk menuntut ilmu ke negeri yang jauh. Abdul Qadir pun berangkat bersama serombongan kafilah. Sebagai bekal, ibunya menitipkan uang sebanyak 40 dirham yang dijahitkan dalam kantong pakaian Syaikh Abdul Qadir.

Di tengah perjalanan rombongan itu dirampok, termasuk juga syaikh Abdul Qadir Jaelani. Setelah semua orang diperiksa dan diambil harta benda mereka, kepala perampok itu pun berkata kepada Syaikh Abdul Qadir.

“Kami telah menggeledah semua barang dan mengambilnya, tetapi, kami tidak menemukan harta berhargamu. Apakah kamu memiliki uang atau harta, Anak muda?”

“Iya, aku memiliki uang 40 dinar” jawab Syaikh Abdul Qadir Jaelani dengan jujur.

“Dimana kamu menyembunyikannya?”

Syaikh Abdul Qadir Jaelani pun menunjukkan dimana ibunya menjahitkan uang itu untuknya, dan dengan mudah ditemukan oleh si kepala perampok. Melihat kejadian itu, kepala perampok jadi penasaran dan berkata kepada Abdul Qadir Jaelani.

“Mengapa kamu mengatakannya? Padahal kami sudah menggeledah semua barang-barang milikmu dan tidak menemukannya”

Dengan polos dan tenang Abdul Qadir Jaelani menjawab.

“Ibuku berpesan bahwa aku harus berkata jujur, dan itulah yang aku lakukan”

Ini bukan akhir dari kisah inspiratif mengharukan islami dari Syaikh Abdul Qadir Jaelani ini, karena kepala perampok itu kemudian terpukul melihat kejujuran Abdul Qadir Jaelani yang kemudian membuka pintu hatinya untuk bertaubat.

BACA JUGA:

Kisah Abu Ubaidah dan Serpihan Roti

Source: Unsplash

Nah, kisah pilihan terakhir dari 7 cerita inspiratif islami yang akan Penulis Gunung bagikan untuk kamu adalah tentang Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Abu Ubaidah sendiri adalah seorang sahabat Rasullullah dan ia hidup hingga kekuasaan khalifah Umar bin Khattab.

Ketika Syria sudah berhasil ditaklukkan, oleh Khalifah Umar bin Khattab diangkatkan Abu Ubaidah sebagai gubernurnya. Abu Ubaidah terkenal dengan hidupnya yang sederhana dan kemuliaan budinya yang sangat baik.

Sewaktu berkunjung ke Syria, Khalifah Umar bin Khattab meminta untuk melihat rumah Abu Ubaidah yang merupakan orang paling berkuasa di sana. Akan tetapi Abu Ubaidah menolaknya dengan mengatakan;

“Apa yang akan engkau lakukan di rumahku? Engkau akan memeras air matamu karenaku”

Namun Khalifah Umar bersikeras dan masuklah ia ke dalam rumah Abu Ubaidah, sang Gubernur wilayah yang kaya itu.

Namun di dalam rumah, Khalifah Umar bin Khattab tidak melihat apa pun kecuali pedang, perisai, pelana kuda, piring dan tempat air minum. Khalifah kemudian bertanya;

“Dimana barang-barangmu? Bukankah kamu adalah seorang penguasa? Apakah kamu punya makanan?”

Mendengar pertanyaan itu, Abu Ubaidah kemudian berjalan menuju sebuah keranjang. Dari dalamnya ia mengambil beberapa serpihan roti yang kemudian ia hidangkan kepada Khalifah Umar bin Khattab.

Mendapati kondisi itu, Khalifah Umar bin Khattab langsung menangis. Setelah reda tangisnya, beliau kemudia  berkata;

“Dunia telah merubah kami semua, kecuali engkau, wahai Abu Ubaidah”.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Nah, itu adalah beberapa kisah pilihan islami yang paling inspiratif dan paling jarang pula diceritakan. Kamu dapat melihat bahwa kisah-kisah itu penuh dengan keteladanan, kejujuran, kemuliaan hati dan juga kesederhanaan, bukan?

Di luar sana, ada banyak cerita inspiratif islami yang dapat dengan mudah kamu temukan yang semuanya akan memberi pelajaran untuk kita semua. Hal paling penting dari kisah-kisah ini adalah bagaimana kita mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita sendiri sebagai pembacanya.

Oh ya, InsyaAllah saya juga sedang mengumpulkan beberapa sumber penulisan kisah-kisah inspiratif islami yang akan saya tulis menjadi sebuah buku. Mohon doakan semoga prosesnya berjalan lancar, ya.

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


INI 15 IDE MENULIS CERITA NON FIKSI YANG SUDAH TERBUKTI EFEKTIF

Sebagai penulis saya telah melalui banyak hal, termasuk membuktikan bahwa menulis cerita non fiksi itu tidak sesederhana kelihatannya. Meskipun tidak dipaksa menggunakan imajinasi untuk merekayasa sebuah cerita yang unik, menulis buku non fiksi juga sangat menantang untuk dikerjakan.

Kesulitan menulis non fiksi bisa dimulai dari menemukan ide ceritanya sendiri yang setidaknya cukup bagus untuk dijadikan tema penulisan.

Atau dalam kondisi sebaliknya, kamu memiliki terlampau banyak ide hingga bimbang memilih mana yang terbaik untuk dijadikan sebagai pilihan penulisan non fiksi.

Cara Menulis Prolog Novel

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Akan tetapi, Cara membuat cerita non fiksi sebenarnya tidak begitu sulit jika kamu dibantu oleh beberapa ide yang mungkin saja tidak terpikir oleh kamu sebelumnya. Ide-ide ini akan menjadi modal dasar bagi kamu untuk mengembangkan, mendemonstrasikan dan menunjukkan kepada pembaca bahwa, pemikiran kamu tentang ide tersebut sangat layak untuk dibagikan.

Nah, apa sajakah ide-ide yang bisa kamu gunakan untuk menulis cerita non fiksi?

Berikut Penulis Gunung ID telah mengumpulkannya untuk kamu.

15 Ide Menulis Cerita Non Fiksi Tema Prinsip dan Nilai Kehidupan serta Moralitas 

Source: Unsplash

Di tengah kemorosotan moral dan nilai-nilai dalam kehidupan yang semakin banyak disiarkan oleh berbagai lintas media, menulis pandanganmu tentang prinsip dan nilai-nilai kehidupan bisa jadi akan menjadi sesuatu yang menarik. Sepanjang kehidupan manusia yang terus belajar dan beradaptasi, nilai-nilai kehidupan dan moralitas adalah hal bagus untuk selalu dibicarakan.

Membuat cerita non fiksi dalam lingkup tema nilai kehidupan dan moralitas juga bukan hal baru dalam dunia literasi. Kamu hanya perlu mengeksplorasi pandangan pribadi yang kamu miliki mengenai suatu nilai moralitas dalam kehidupan. Dalam proses ini kamu tentu saja dapat bercerita lebih banyak bagaimana perjalanan yang kamu tempuh hingga sampai pada pandangan seperti itu.

Moralitas, prinsip, keyakinan dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan adalah tema teratas pada banyak buku non fiksi, sekarang adalah waktu kamu untuk membuat novel cerita non fiksi versi diri kamu sendiri.

Dan inilah beberapa ide yang bisa kamu kembangkan untuk melakukannya.

BACA JUGA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #1

Source: Unsplash

Ide pertama yang bisa kamu ambil untuk menulis cerita non fiksi adalah menuliskan tentang kesalahan yang kamu pernah lakukan sendiri. Tulis bagaimana kamu larut dalam kesalahan tersebut selama bertahun-tahun dan kamu sendiri tidak menyadarinya.

Ini akan menjadi sebuah contoh membuat cerita non fiksi yang akan menjadi refleksi hidup kamu sendiri. Kamu sudah pasti dapat melakukannya dengan sangat baik.                                                     

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #2

Tulis sebuah cerita non fiksi tentang bagaimana seseorang menemukan apa yang benar-benar penting dalam kehidupannya.

Kamu mungkin dalam ide ini akan menceritakan seseorang yang dulunya menganggap bahwa materi, jabatan, uang dan kesuksesan adalah hal penting dalam hidupnya. Akan tetapi seiring waktu dan berbagai kejadian telah mengajarkannya bahwa hal yang terpenting misalnya bukan itu semua melainkan keluarga.

Atau kamu dapat membuat skenario moralitas yang lebih baik daripada itu.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #3

Source: Unsplash

Tulis sebuah cerita nonfiksi atau non fiksi yang menggambarkan nilai terbesar dalam kehidupan kamu sendiri.

Kamu dapat menjelajah tema ini dengan mengkorelasikan banyak hal.

Kamu dapat menggunakan sudut pandang agama yang menempatkan keimanan kepada Tuhan adalah nilai terbesar dalam kehidupan manusia.

Atau kamu mungkin lebih tertarik mengetengahkan tema humanisme dimana nilai moral kepada manusia adalah hal paling besar dalam pandanganmu.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #4

Tulis sebuah cerita non fiksi mengenai permasalahan paling penting di dunia dan bagaimana ia demikian berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Jika misalnya kamu memandang bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi adalah masalah pokok di dunia, kamu dapat menguraikan mengapa masalah itu demikian berdampak pada masyarakat.

Kamu juga dapat menambahkan pandanganmu mengenai bagaimana mengatasi problema semacam itu dan bagaimana pikiranmu tentang kondisi yang paling ideal.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #5

Source: Unsplash

Selanjutnya buat cerita non fiksi tentang bagaimana moralitas dan nilai-nilai kehidupan yang berubah ketika seseorang tumbuh dewasa.

Kamu dapat menulis topik ini dengan sudut pandang kamu sendiri sebagai orang yang pernah mengalami masa transisi kedewasaan itu.

Atau kamu juga dapat memposisikan diri sebagai sudut pandang orang yang mengamati bagaimana perubahan nilai-nilai tersebut terjadi dan mempengaruhi moralitas seseorang yang kamu jadikan sebagai objek riset.

BACA JUGA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #6

Source: Unsplash

Tulis sebuah cerita non fiksi tentang bagaimana nilai-nilai yang luhur dalam hidup mampu memberikan pengaruh besar bagi kebahagiaan hidup seseorang.

Kamu juga dapat menambahkan bahwa kemerosotan moralitas dan nilai-nilai dalam masyarakat, misalnya berujung pada penderitaan masyarakat itu sendiri.

Korelasi antara nilai luhur, moralitas dan kebahagiaan menjalani hidup akan selalu menarik untuk dibicarakan. Contohnya kejujuran, keberanian dan tanggung jawab akan selalu memberi ketenangan pada pribadi yang memilikinya.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #7

Buat cerita non fiksi yang singkat atau bahkan sebuah buku 200 halaman tentang bagaimana problem yang kamu pernah alami ketika adanya ketidakcocokan moral dan nilai-nilai yang seharusnya kamu aplikasikan.

Ini mungkin hampir sama bagaimana kamu menulis sebuah cerita non fiksi yang berisi introspeksi atau muhasabah. Refleksi pentingnya nilai-nilai yang sempat kamu abaikan memberikan kamu pelajaran berharga untuk dibagikan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #8

Source: Unsplash

Tulis tentang sebuah buku non fiksi tentang bagaimana pendapat dan pandangan ideal kamu mengenai nilai-nilai penting apa saja yang harus diimplementasikan dalam hidup.

Ini bisa menjadi sebuah kombinasi dari beberapa nilai dan moralitas yang menurut kamu paling penting diamalkan manusia untuk mencapai tujuan kehidupan mereka.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #9

Selanjutnya ide menulis cerita non fiksi yang juga bisa kamu aplikasikan adalah dengan menulis sebuah konflik atau polemik yang sempat kamu hadapi ketika misalnya memperdebatkan suatu moralitas atau nilai-nilai kehidupan.

Misalkan kamu dibesarkan dalam sebuah lingkungan dengan nilai-nilai dan norma tertentu.

Pada saat kamu tinggal di wilayah yang baru, nilai-nilai dan moralitas asalmu ternyata diperdebatkan efektivitasnya. Hal ini tentu saja dapat kamu kembangkan menjadi lebih luas lagi dalam sebuah penulisan buku non fiksi.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #10

Source: Unsplash

Ungkapkan kegelisahanmu mengenai dilematis sebuah nilai populer di dunia. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, penulisan literasi cerita non fiksi dengan tema seperti ini lebih mudah untuk kamu lakukan.

Bagaimana contohnya?

Misalkan kamu menulis sebuah cerita non fiksi yang menyoroti hilangnya kepedulian antar sesama manusia karena pengaruh teknologi seperti handphone. Kamu secara khusus misalnya mengkritisi bagaimana kepedulian, perhatian, keinginan menolong, dan tenggang rasa yang semakin hilang lantaran problema semacam ini.

BACA PULA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #11

Source: Unsplash

Tulis sebuah buku non fiksi yang menggambarkan perjuangan dan pertentangan batin antara apa yang benar secara moral dan apa yang hanya terasa sebagai sebuah kebenaran.

Kamu dapat menemukan ide dan contoh semacam ini dalam banyak sendi kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang lebih memprioritaskan sesuatu yang ia rasa benar dibandingkan kebenaran moral yang sebenarnya.

Nenek tua yang mencuri satu dua batang singkong untuk makan dari sebuah perusahaan dengan omzet ratusan milyar adalah contoh menarik tentang hal ini. Nenek itu dihukum mungkin terasa benar sebagai bentuk supremasi hukum, tapi secara moralitas dan nilai-nilai kebenaran yang sejati, tentu ini sangat bertentangan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #12

Nah ini menarik ketika kamu misalnya memutuskan untuk menulis sebuah masalah moral yang sama sekali luput dari perhatian dunia. Menulis teks cerita non fiksi seperti ini akan membuat kamu menjadi lebih sensitif dalam memperhatikan moralitas manusia secara global.

Kembali ke persoalan hilangnya kepedulian dan perhatian sesama manusia karena pengaruh teknologi tadi. Kamu juga bisa menghubungkan dengan tema ini karena hampir tidak ada misalnya orang yang memperhatikannya.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #13

Source: Unsplash

Tulis sebuah buku misalnya tentang bagaimana ketika prinsip-prinsip moralitas berupaya untuk dikompromikan. Kamu dapat memperluas cakupan ini pada banyak sendi kehidupan manusia.

Manusia yang jujur dan berprinsip menjadi dilematis ketika misalnya dihadapkan pada paksaan untuk berbohong dan berbuat tidak jujur. Kamu bisa menggambarkan bagaimana dilema yang terjadi ketika nilai-nilai seperti ini berusaha dikompromikan dengan berbagai macam alasan dan keadaan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #14

Tulis sebuah cerita non fiksi ketika nilai dan prinsip dalam diri kamu ditantang dan kamu dipaksa untuk menghadapinya. Apa yang akan kamu lakukan; Mempertahankan nilai dan prinsip itu ataukah merelakannya karena suatu alasan?

Kamu tentu dapat menulis buku dengan tema non fiksi seperti ini. Pertentangan antara moral dan kondisi yang memaksa selalu menjadi sisi yang menarik untuk diceritakan.

Nah, kamu bisa mengambil bagian disana.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #15

Source: Unsplash

Untuk cerita non fiksi yang terakhir dan dapat kamu tuliskan dengan baik adalah tentang bagaimana kamu menemukan sebuah nilai dan prinsip moralitas dalam kehidupan.

ini mungkin saja diawali dengan sebuah kejadian yang kemudian membuat kamu membuka mata dan belajar bahwa prinsip luhur dan moralitas mulia dapat ditemukan dimana saja.

Kamu misalnya dapat menemukan prinsip kejujuran yang dipegang teguh oleh seorang penjual jamu ontel. Atau prinsip keberanian yang kamu temukan pada diri seorang anak yang membela temannya yang dibully, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:

Beberapa Tips Penting Menulis Cerita Non Fiksi Tema Prinsip dan Nilai-Nilai Moralitas

Source: Unsplash

Tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai cara menulis cerita non fiksi khususnya yang berkaitan dengan tema prinsip, nilai-nilai dan juga moralitas.

Namun, beberapa tips yang paling penting untuk kamu perhatikan adalah sebagai berikut;

  • Menulislah dengan jujur sesuai dengan pengalaman, pengetahuan dan wawasanmu.
  • Jangan paksakan prinsipmu, nilai-nilai yang kamu anut, atau pun standar moralitas yang kamu miliki kepada pembaca.
  • Gunakan riset dan fakta dalam penulisanmu. Ini akan menjadi materi cadangan yang akan memperkuat semua pernyataan yang kamu tuliskan.
  • Tuliskan pengalaman orang yang nyata dalam tulisanmu. Misalkan kamu menulis seorang tukang sayur yang memiliki prinsip moralitas yang layak untuk diteladani. Pastikan tukang sayur tersebut adalah sosok yang asli dan bukan rekayasa kamu semata.
  • Hindari untuk menulis seolah-olah kamu mengetahui segalanya. Jika bukan kapasitasmu dan kamu tidak memiliki pengetahuan banyak tentang sesuatu, jangan memaksakan diri untuk membahasnya terlalu jauh.

Nah, dengan beberapa ide menarik tentang bagaimana menulis cerita non fiksi dalam tema prinsip kehidupan, moralitas dan nilai-nilai luhur di atas, kamu mungkin sudah mendapat percikannya, bukan?

Selanjutnya diri kamu sendirilah yang akan membuatnya menjadi sebuah cerita non fiksi yang luar biasa.

Selamat berkarya!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BEGINI CARA MENULIS PROLOG NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU

Seorang penulis yang memahami cara menulis prolog novel yang baik akan mampu mengaduk perasaan pembaca bahkan sebelum mereka memasuki bab pertama. Prolog dalam novel itu seperti hidangan pembuka, sebuah cara untuk mengikat ‘lidah’ pembaca atau bahkan mengusirnya ketika membuka lembaran pertama sebuah karya sastra.

Lantas, apa sebenarnya prolog itu? Apakah prolog sama dengan pendahuluan atau kata pengantar? Bagaimana pula cara membuat prolog dalam novel untuk mendapatkan imbas yang maksimal bagi pembaca?

Berikut ulasan lengkapnya.

BACA JUGA:

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Pengertian Prolog, Cara Menulis Prolog Novel dan Fungsi Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Hal pertama yang perlu kamu ketahui ketika berbicara tentang prolog adalah ini hanya diaplikasikan pada karya sastra. Jadi, prolog hampir tidak pernah ada dalam penulisan karya non fiksi.

Menulis prolog adalah cara yang tidak wajib bagi seorang penulis sastra. Namun, bukan berarti kamu bisa mengabaikanya begitu saja. Layaknya hidangan pembuka, prolog bisa menjadi sesuatu yang akan membuat pembaca jatuh cinta bahkan sebelum mereka masuk ke bab pertama.

Namun, ada juga prolog novel yang justru terlihat tidak efektif disematkan penulis. Bukannya membuat pembaca menjadi lebih tertarik untuk tenggelam pada lembar-lembar karya mereka, prolog yang tidak tepat bahkan membuat novel mereka kehilangan daya tarik pada saat dibuka.

Dengan pengaruh seperti ini, sebagai penulis kamu tentu ingin memahami cara membuat prolog novel yang menarik, bukan?

Pengertian Prolog

Source: Unsplash

Jadi, apa yang dimaksud dengan prolog itu?

Prolog berasal dari bahasa Yunani yaitu pro dan logos yang secara sederhana artinya adalah ‘sebelum kata’. Prologos digunakan oleh seniman teater Yunani kuno untuk membuka pertunjukan mereka. Ini seperti sebuah awalan opening menuju babak pertama.

Dalam artian yang lebih aktual, prolog adalah tulisan yang terdapat pada awal sebuah karya sastra yang terpisah dari cerita utama dan ditempatkan sebelum bab pertama. Prolog biasanya digunakan oleh sastrawan untuk memperkenalkan karakter, memperkenalkan setting atau latar belakang.

Prolog sudah pasti memiliki benang merah dengan cerita utama. Hanya saja pada umumnya, relevansi antara prolog dan cerita utama tidak akan terlihat hanya dengan membaca prolog saja.

Tujuan Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Sebelum kamu mempelajari cara membuat prolog novel yang baik, kamu juga harus mengetahui untuk apa sebenarnya penulisan prolog?

Prolog tentu tidak ditempatkan oleh penulis tanpa tujuan dalam karya mereka. Beberapa penulis modern mengatakan bahwa prolog adalah sebuah peta petunjuk atau gerbang sebelum pembaca mereka masuk ke dalam inti cerita.

Prolog dalam peran ini tidak hanya melengkapi halaman buku sastra semata. Namun, prolog juga membantu pembaca untuk memvisualisasikan cerita seperti apa yang akan mereka temui dalam cerita utama sebuah buku nantinya.

Beberapa tujuan yang paling umum dalam penulisan prolog misalnya adalah;

  • Memberi bayangan kepada pembaca peristiwa apa saja yang akan datang dalam inti cerita utama.
  • Memberikan informasi latar belakang cerita. Atau juga bisa menjadi media untuk memberikan informasi latar belakang konflik utama cerita.
  • Membantu menetapkan sudut pandang karakter utama atau karakter lain yang menjadi salah satu pemegang kunci rahasia keseluruhan cerita.
  • Dan lain sebagainya.

Perbedaan Antara Prolog, Pra Kata, Pendahuluan dan Kata Pengantar

Source: Unsplash

Serangkaian tulisan yang ditempatkan pada awal buku sebelum masuk pada cerita yang sebenarnya, bukan hanya ada pada pengertian prolog. Di samping prolog, kita juga mengenal istilah kata pengantar, pra kata dan pendahuluan. Menariknya, empat istilah ini serupa tapi tak sama.

Nah, apa perbedaan antara prolog dengan pra kata? Perbedaan prolog dengan kata pengantar? Dan apa pula perbedaan prolog dengan pendahuluan?

Supaya lebih mudah untuk memahaminya, Penulis Gunung ID akan menyederhanakannya sebagai berikut.

BACA JUGA:

Kata Pengantar

Source: Unsplash

Cara membuat prolog novel sudah pasti berbeda dengan cara membuat kata pengantar walau fungsinya hampir sama.

Kata pengantar biasanya dibuat dalam sudut pandang penulis, bukan karakter atau tokoh yang diceritakan. Kata pengantar hampir dapat dipastikan hanya ada dalam penulisan karya non fiksi. Meskipun ada beberapa karya fiksi yang juga menggunakannya seperti Hamka dalam Tenggelamnya Kapal Van der Wijck untuk menginformasikan penerbitan.

Isi kata pengantar pada umumnya adalah penjelasan mengenai asal usul, tujuan penulisan buku, dan kadang-kadang menjadi media untuk menyebutkan orang-orang yang dianggap berkontribusi dalam penulisan buku tersebut.

Oleh karena itu pada kata pengantar, kamu akan terbiasa menemukan ucapan terimakasih dari penulis untuk orang-orang yang ia anggap memiliki kontribusi langsung atau tidak langsung bagi bukunya.

Pra Kata

Source: Unsplash

Pra kata juga ditempatkan pada bagian awal sebuah karya tulis yang kebanyakan adalah non fiksi. Menulis pra kata mungkin sama seperti cara membuat prolog dalam novel. Keduanya sama-sama dipergunakan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama kepada pembaca.

Jika demikian, lalu apa yang membedakan antara pra kata dan prolog?

Pembeda antara dua jenis tulisan ini adalah penulisnya sendiri.

Jika prolog ditulis oleh penulis novel atau pengarang karya sastra itu secara langsung, maka pra kata biasanya berbeda.

Penulis pra kata biasanya adalah seorang yang expert, kritikus, ahli materi pembelajaran, atau tokoh lain yang memiliki relevansi dengan tema penulisan karya tersebut. Hal yang pasti adalah, pra kata bukan ditulis oleh penulis novelnya langsung.

Pra kata pada umumnya ditulis berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh orang yang menuliskannya. Pengalaman ini kemudian memiliki relevansi dengan cerita utama yang diangkat oleh penulis bukunya sendiri.

Nah, relevansi inilah kemudian yang digunakan oleh penulis pra kata untuk memperkenalkan sebuah karya tulis kepada para pembaca.

Pendahuluan

Source: Unsplash

Pendahuluan sudah pasti ditulis oleh penulis sebuah karya tulis secara langsung. Pendahuluan juga sangat umum digunakan dalam karya non fiksi dan hampir tidak pernah diaplikasikan untuk jenis penulisan fiksi.

Pendahuluan biasanya berisi informasi tambahan yang berguna bagi pembaca untuk lebih mudah memahami subjek penulisan pada buku non fiksi. Pendahuluan umumnya membahas tentang sejarah, tentang garis besar subyek yang diceritakan, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, hampir semua buku non fiksi menggunakan pendahuluan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama. Ini adalah metode yang umum dan efektif untuk memperkenalkan sebuah karya kepada pembaca sebelum masuk ke bab yang pertama.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Prolog yang Terkenal dalam Karya Sastra

Sebagai ilustrasi untuk memperjelas bagaimana cara membuat prolog novel yang menarik akan sangat mempengaruhi suatu cerita, ada beberapa contoh yang bisa kamu pelajari dalam karya-karya yang terkenal lagi populer.

Berikut dua  di antaranya;

Novel Jurassic Park karya Michael Crichton Tahun 1990

Source: Unsplash

Saya berani bertaruh bahwa kamu pasti pernah menonton film Jurassic Park, kan?

Atau setidaknya, kamu pasti pernah mendengar istilah Jurassic Park yang langsung menggambarkan imajinasi makhluk purba paling terkenal; Dinosaurus.

Dalam novelnya sendiri, Michael Crichton memulai cerita utamanya dengan sebuah prolog.

Cara menulis prolog yang diadaptasikan oleh Crichton adalah dengan membuat sebuah adegan singkat dimana seorang dokter sedang memeriksa pasien di desa terpencil.

Pasien itu nampak habis diserang oleh binatang buas dan membutuhkan penanganan serius. Kemudian, prolog ini ditutup dengan sang pasien yang seolah terbangun dari pingsannya dan berteriak dengan ucapan keras “Raptor!”

Novel Romeo and Juliet Karya William Shakespeare Tahun 1591 – 1595

Source: Unsplash

Cara membuat prolog  novel yang paling terkenal mungkin adalah yang dilakukan oleh William Shakespeare dalam karya monumentalnya; Romeo and Juliet.

Untuk membuka imajinasi pembaca pada cerita novel legendarisnya, Shakespeare membuka cerita dengan prolog berbentuk soneta atau sajak. Sajak ini menjelaskan apa yang akan pembaca dapatkan dan cerita utama dan konflik apa pula yang terjadi di sana.

Soneta Shakespeare dalam Romeo and Juliet juga bahkan memberikan informasi kota Verona sebagai latar belakang cerita. Dan tidak hanya itu, dalam soneta prolognya Shakespeare juga menyampaikan akhir tragis dari kisah yang ia tuliskan tersebut.

Bagaimana Cara Menulis Prolog Novel dalam 5 Tips yang Sangat Mudah

Sekarang, setelah kamu mengetahui apa itu prolog dalam penulisan novel dan apa pula perbedaanya dengan pendahuluan atau pun kata pengantar, kamu mungkin tertarik untuk menulis prolog dalam novel milikmu sendiri, kan?

Namun, bagaimana caranya?

Cara membuat prolog novel untuk pemula tidak akan terlalu sulit, terutama jika kamu menggunakan lima tips menulis prolog berikut ini.

Gunakan Sebagai Cara Memperkenalkan Tokoh Utama

Source: Unsplash

Prolog yang pertama dapat kamu gunakan untuk memperkenalkan tokoh utama atau karakter utama cerita.

Proses ini dapat kamu lakukan dengan membuat sudut pandang yang berbeda misalnya dalam penulisan prolog. Kamu juga dapat membuat tokoh utama seakan-akan berbicara secara langsung kepada pembaca dalam prolog.

Di samping memperkenalkan tokoh utama, prolog juga dapat digunakan untuk memperkenalkan setting cerita dan latar belakang cerita utama.

BACA JUGA:

Pikat Membaca dengan Memberi beberapa Petunjuk

Prolog adalah sesuatu yang akan ditelusuri pertama kali oleh pembaca sebelum mereka masuk ke bab pertama. Jadi, pastikan kamu membuatnya menarik.

Cara membuat prolog novel yang menarik dapat kamu lakukan misalnya dengan memberikan beberapa petunjuk kemana jalan cerita akan mengarah. Ini seperti memberi pembaca kerlip-kerlip senter untuk menunjukkan mereka arah jalan yang akan mereka tempuh di tengah gulita tanda tanya alur cerita.

Hindari Membuang Informasi dalam Prolog

Source: Unsplash

Mantra yang paling tepat sebelum menulis prolog adalah dengan menanyakan kepada diri kamu sendiri; Apa yang benar-benar perlu diketahui pembaca sebelum mereka masuk ke cerita yang sebenarnya?

Penting untuk kamu catat bahwa dalam prolog, jangan pernah membuang-buang informasi yang semestinya hanya ada dalam inti cerita.

Prolog ‘hanya’ magnet yang seharusnya membuat pembaca menjadi lebih penasaran pada  cerita utama. Bukannya membuat mereka justru merasa tidak antusias lagi karena sudah mendapatkan penjelasan yang lebih dari cukup.

Gunakan Sudut Pandang dan Perspektif yang Berbeda

Tips selanjutnya sebagai cara menulis prolog di wattpad atau dimana saja yang menjadi media kamu menulis adalah dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda dari cerita utama.

Misalnya begini;

Dalam cerita utama kamu menggunakan sudut pandang tokoh utama protagonis untuk bercerita. Segala sesuatu yang terjadi akan kamu lihat berdasarkan perspektif protagonis.

Nah untuk membuat prolog novel yang bagus, kamu dapat menggunakan perspektif yang berbeda. Kamu misalnya dapat menggunakan sudut pandang seorang ahli, seorang sejarawan, atau seseorang yang sama sekali berbeda dari karakter utama cerita.

Jaga Prolog untuk Tetap Singkat

Source: Unsplash

Sebagai hidangan pembuka atau pengecap rasa cerita yang sebenarnya, prolog seharusnya tidak panjang-panjang.

Tujuan utama dari penulisan prolog adalah menarik perhatian pembaca untuk dapat memasuki cerita dengan antusiasme yang terjaga. Jadi pastikan prosesnya singkat dan hanya menggunakan adegan yang paling menarik saja.

BACA JUGA:

Nah itu adalah 5 tisp ampuh yang bisa kamu ikuti untuk membuat prolog novel yang menarik. Sebagai tambahan dalam penulisan prolog, jang terlalu terobsesi untuk mengeditnya sebelum naskah cerita utama selesai.

Jadi, selamat mencoba untuk menulis prolog, ya!

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: