CARA MEMBANGUN KARAKTER DALAM NOVEL DENGAN MUDAH DAN EFEKTIF

Bagaimana cara membangun karakter dalam novel atau cerpen yang kamu tuliskan, kadangkala jauh lebih penting daripada jalan ceritanya sendiri. Karakter yang kuat akan melekat dalam benak pembaca, melayangkan imajinasi mereka bersama tulisanmu. Sementara karakter tokoh yang lemah dan cenderung biasa, pada dasarnya tidak akan banyak mempengaruhi sebuah jalan cerita dalam penulisan.

Dengan krusialnya pembangunan sebuah karakter dalam penulisan cerpen atau pun novel, maka tentu dibutuhkan pula pengetahuan bagi seorang penulis tentang bagaimana cara membangun karakter tokoh dalam cerpen dengan cara yang efektif. Kemampuan seorang penulis menciptakan karakter yang apik dalam tulisannya, akan menunjang bahkan 50% keberhasilan ceritanya sendiri.

Lalu, bagaimana caranya membangun dan menciptakan suatu karakter penokohan dalam novel? Apakah ada kiat-kiat khusus yang dapat dijadikan pedoman?

Nah, jawabannya ada dalam uraian di bawah ini. Dibaca sampai selesai, ya.

9 Poin Penting Sebagai Cara Membangun Karakter Dalam Novel atau Cerpen yang Mudah Dilakukan

Source: China Morning Post

Kamu mungkin belum bisa menciptakan karakter seperti Hobbit dalam The Lord of the Rings, atau karakter James Bond yang luar biasa tangguhnya, atau pun seperti karakter Harry Potter dengan sapu terbang miliknya. Namun berita baiknya, kamu juga bisa menciptakan karakter tokoh yang kuat dan mungkin saja kesehariannya, tidak jauh berbeda dengan dirimu sendiri atau orang-orang di sekitarmu.

Pada dasarnya dalam penulisan cerita fiksi yang lebih realistik, semakin terasa riil sebuah situasi, maka itu semakin efektif. Semakin terasa nyata suatu tokoh yang diceritakan, semakin kuat pula dampaknya pada emosional pembaca. Dan sekali lagi, karakter yang hebat dan efektif itu tidaklah harus selalu luar biasa atau mungkin terasa diluar nalar.

Nah, bagaimana kemudian cara membuat karakter tokoh dalam novel yang mudah dilakukan namun juga efektif?

Setidaknya ada 9 fondasi pokok dalam membangun karakter tokoh pada penulisan yang mampu memberikan warna yang kuat dalam cerita yang kamu tuliskan. 9 fondasi ini disusun dalam bentuk pertanyaan yang dapat kamu ajukan sendiri sebelum menciptakan satu tokoh dalam cerita. Dan jawabannya-lah kemudian yang akan menjadi penentuan seberapa kuat karakter tokoh yang bisa kamu ciptakan.

Apa saja 9 poin pertanyaan fondasi tersebut? Berikut detailnya.

Apa Mimpi Besar atau Tujuan Utama dari Karakter yang Kamu Ciptakan?

Source: Youtube

Sebelum kamu masuk pada penceritaan, kamu harus bertanya dulu pada dirimu sendiri mengenai karakter yang akan kamu buat tentang; Apa tujuan, goal atau mimpi terbesar dari karakter tokoh yang kamu ciptakan?

Dalam cara membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang pertama ini, sebagai penulis kamu harus bisa mengidentifikasi apa keinginan dan tujuan karakter yang kamu tuliskan. Apakah tujuannya kecil? Ataukah mimpinya besar? Ataukah ada hal lain lagi yang mereka harapkan?

Motivasi dan tujuan dari karakter ini nanti akan secara sifnifikan mewarnai tindak tanduk dan aksinya dalam cerita. Motivasi inilah kemudian yang menjadi center direction si tokoh dalam melakukan berbagai tindakannya.

Contoh: Bilbo Baggins dalam The Lord of the Rings, tujuan utamanya; mengembalikan dan memusnahkan cincin di Gunung Mordor.

Siapa Sosok yang Paling Berpengaruh Dalam Kehidupan Karakter Tokoh yang Diciptakan?

Source: Thebastardyoung

Pertanyaan selanjutnya yang dapat kamu ajukan lagi sebagai cara mendeskripsikan tokoh dalam novel adalah dengan menentukan siapa orang atau tokoh lain yang paling berarti dalam kehidupan tokoh yang kamu ciptakan. Orang yang berpengaruh ini dapat memiliki bermacam latar belakang, bisa tokoh baik, tokoh jahat, tokoh yang menakutkan, dan lain sebagainya.

Tokoh yang mempengaruhi karakter ini penting sebagai motivasi penguat atau bahkan bisa menjadi motivasi utama si tokoh dalam bertindak. Ambil contoh misalnya dalam kisah Life of Pi: Karakter Pi yang diceritakan memiliki keterkaitan dengan tokoh yang mempengarui tindakannya hampir sepanjang jalan cerita.

Dan tokoh yang mempengaruhinya itu adalah Richard Parker, si harimau benggala. Kamu pasti pernah menyaksikan film ini, kan?

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diciptakan Melihat Diri Mereka Sendiri?

Source: Indiewire

Selanjutnya pertanyaan yang bisa diajukan untuk membuat sebuah karakter atau tokoh dalam penulisan novelmu semakin kuat adalah; kamu dapat mempertanyakan mengenai bagaimana karakter tokoh itu mengenal diri mereka sendiri?

Cara tokoh melihat diri mereka sendiri ini akan membuat karakter yang kamu tulis menjadi lebih hidup. Pertanyaan lanjutan pada bagian ini misalnya adalah; Apakah cara pandang karakter tokoh terhadap dirinya sama dengan cara pandang pasangannya? Sama dengan  cara pandang saudaranya? Sama dengan cara pandang temannya? Atau bahkan sama menurut cara pandang musuhnya sekali pun?

Seorang tokoh yang kamu ceritakan misalnya sangat kuat, tangguh dan tidak kenal takut dalam penilaian karakter tokoh yang lainnya. Namun untuk membuat karakter itu menjadi lebih kuat, kamu misalnya dapat pula mendefinisikan tokoh itu menurut pandangannya sendiri yang misalnya adalah penakut namun tepaksa bertindak berani dikarenakan alasan A, B, C dan D, atau sebagainya.

Apa Hal yang Membuat Karakter Tokoh yang Diceritakan itu Merasa Menyesal?

Source: Theladders

Langkah selanjutnya yang bisa kamu tambahkan pula sebagai bagian dari cara menulis tokoh dalam novel adalah dengan membuatkan tokoh tersebut sebuah penyesalan di masa lalunya. Hal yang bisa kamu ajukan adalah misalnya; Hal apa yang membuat ia menyesal? Apakah karakter itu akan mencoba memperbaiki penyesalan itu atau ia akan membiarkannya saja seperti apa adanya?

Menambahkan sesuatu yang membuat seorang karakter tokoh menyesal adalah cara efektif menghidupkan karakter dalam sebuah cerita. Penyesalan tidak hanya akan nampak sangat manusiawi dalam penulisan sebuah karya semacam novel dan cerpen, namun pada situasi yang lebih mendukung, penyesalan juga dapat menjadi dorongan menarik bagi karakter yang dihidupkan untuk melakukan tindakan signifikan dalam cerita.

Apakah Ada Salah Satu Tempat yang Sangat Berarti Bagi Karakter Tokoh yang Diceritakan?

Source: Today.org

Bagian ini dapat pula menjadi satu cara memperkenalkan karakter dalam novel melalui suatu tempat yang dibuat sangat berpengaruh bagi karakter tersebut. Tempat yang sangat berpengaruh atau penting tersebut bisa saja misalnya adalah kampung halamannya, rumahnya, tempatnya bekerja, atau bisa pula berupa sebuah lokasi dimana si karakter mengalami suatu peristiwa yang tidak dapat dilupakannya.

Shire sangat berarti dalam cerita The Lord of the Rings karena tempat itu adalah tanah kelahiran para Hobbits. Sementara pada novel Merapi Barat Daya, sebuah tempat yang sangat berpengaruh bagi karakter itu adalah sebuah tebing di gunung Merapi yang telah menjadi obsesi bagi seorang karakter tokoh bernama Tatras.

Pada langkah ini, kemampuan seorang penulis untuk mendeskripsikan tempat yang memiliki ikatan emosional secara kuat dengan karakter tokoh yang diceritakan, akan mampu memberi efek hidup dan kuat bagi karakter itu sendiri dari sudut pandang pembaca.

Apakah Karakter Tokoh yang Diciptakan itu Religius?

Source: Womantalk

Pertanyaan selanjutnya yang bisa kamu gunakan dalam membangun karakter tokoh dalam novel yang kuat adalah dengan menyinggung keyakinannya. Ini bukan tentang rasis atau sara, namun ini adalah cara membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang kuat, realistis, dan dapat diimajinasikan dengan mudah oleh para pembaca.

Ketika kamu mengambil sudut pandang religius dalam penulisan deskripsi tokoh dalam sebuah cerita, kamu dapat memantiknya dengan mengajukan beberapa pertanyaan misalnya; Apakah karakter tokoh itu seorang yang relijius? Apakah ia menjalankan perintah agamanya? Apakah keyakinan dalam perspektif religius ikut mempengaruhinya dalam menjustifikasi suatu objek dalam cerita dan kehidupannya?

Ambil contoh misalnya karakter yang kamu ceritakan dalam novel adalah seorang muslim. Lalu pertanyaannya dari sisi religius; Apakah ia melaksanakan sholat? Apakah ia berpuasa dan, apakah ia menggunakan ideologi muslim dalam melihat permasalahan di sekitarnya? Dan lain-lain.

Apakah Karakter Tokoh yang Diceritakan Dalam Novel Adalah Sosok yang Logis atau Emosional?

Source:Playbuzz

Kamu kemudian dapat mempertajam pembangunan karakter dalam novel yang kamu tuliskan dengan cara memdeskripsikan pula apakah karakter tersebut merupakan sosok yang logical ataukah emotional? Apakah tokoh karakter yang kamu ceritakan itu merupakan sosok yang percaya pada takdir, pada keberadaan hantu, pada nasib dan keberuntungan, dan lain sebagainya?

Contoh karakter tokoh dalam novel yang sifat logisnya lebih utama daripada emosionalnya mungkin dapat ditemukan dalam cerita Sherlock Holmes. Pandangan ini kemudian berpengaruh pula dengan bagaimana karakter yang diceritakan mampu menyelesaikan persoalannya berdasarkan pertimbangan logika yang ilmiah dan bisa diterima akal sehat.

Kemampuanmu untuk menggambarkan sisi emotional atau pun logical pada satu tokoh yang diceritakan, akan mampu pula menghidupkan karakter tersebut secara kuat dan bernyawa. Intinya, semakin detail deskripsinya, maka karakter itu semakin hidup dan kuat untuk diceritakan.

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diceritakan dalam Memperlakukan Uang?

Source: The Independent

Hal yang penting pula dapat kamu tambahkan dalam penceritaan karakter pada novelmu adalah dengan menggambarkan cara ia memperlakukan uang. Apakah tokoh tersebut memiliki watak yang boros, yang pelit dan perhitungan, apakah ia sosok yang hemat, atau apakah ia juga misalnya melek dalam finansial yang membuatnya menghabiskan uang untuk investasi dan lain sebagainya.

Dalam beberapa topik cerita klasik, poin ini mungkin tidak begitu signifikan berpengaruh sebagai cara membangun karakter tokoh dalam cerpen atau novel. Namun untuk tema penceritaan yang lebih aktual, penambahan deskripsi tentang uang oleh karakter tokoh dapat membuat ia semakin kuat dan realistis untuk diceritakan.

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diceritakan Memperlakukan Makanan?

Source: Tobywollaston.com

Terakhir sebagai pelengkap dalam membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang kuat, kamu bisa menambahkan bagaimana cara ia memperlakukan makanan. Kemampuanmu dalam melukiskan si karakter bersama makanannya dapat membantumu untuk mendeskripsikan secara lebih realistis sifat tokoh tersebut. Dan pada konsekuensinya, hal ini akan membuat ia terlihat lebih nyata.

Apakah tokoh dalam novelmu tamak dalam makanan? Apakah ia gemar berhemat? Apakah ia siap menghamburkan uang yang ia miliki untuk menikmati setiap makanan yang ia jumpai? Dan lain sebagainya. Hal ini mungkin terkesan sangat remeh, namun korelasi antara kemampuanmu membangun tokoh dari sisi bagaimana ia memperlakukan makanan, memperlakukan uang, dan lain sebagainya, akan mampu secara signifikan membangun citranya dalam sebuah cerita.

Source: heinonline

Nah selanjutnya, setelah mengetahui berbagai hal mendasar yang bisa membantu kamu membangun satu karakter yang kuat dalam novel, lalu apa yang ingin kamu lakukan?

Kombinasi dari semua pertanyaan sebagai cara membangun karakter dalam novel di atas memiliki tujuan yang padu yakni, menciptakan karakter yang kuat dan powerfull untuk diceritakan. Dan pada sudut pandang yang sama juga memiliki kekuatan untuk diingat dan mendapat tempat dalam memori serta pikiran pembaca.

Selamat mencoba!


Tulisan saya dapat dibaca pula di website:


Anda ingin menjadi penulis? Memiliki banyak ide untuk ditulis namun bingung bagaimana melakukannya? Saatnya untuk mengikuti kelas menulis online di Penulisgunung.id
Anda akan dibimbing sampai bisa sampai anda memiliki karya yang bisa membuat anda bangga.

INI 3 LANGKAH MUDAH MENJADI PENULIS NOVEL BAGI PEMULA

Pada dasarnya memang ada perbedaan antara menjadi penulis novel dengan menjadi penulis tema-tema populer yang lebih umum. Karena itu, tidak mengherankan bagaimana para penulis buku populer mungkin sedikit agak grogi ketika diminta menulis novel atau bahkan cerpen. Dibutuhkan sebuah cara menjadi penulis novel pemula yang efektif untuk membuat proses penulisannya menjadi lebih mudah.

Nah, adakah sebuah teknik yang sistematis untuk menulis novel yang dengan mudah dapat dieksekusi bahkan untuk pemula? Uraian berikut ini akan menjelaskannya untuk kamu, baca sampai tuntas, ya.

Langkah Mudah dan Sistematis Menjadi Penulis Novel Bagi Pemula

Seorang penulis novel dituntut untuk mampu bercerita lebih baik melalui tulisannya. Atau pada kalimat yang lebih lengkap, seorang penulis novel harus bisa menghidupkan situasi dalam imajinasinya melalui sebuah narasi cerita yang ia tulis. Tanpa kemampuan untuk melakukan itu, rasanya agak sulit untuk menghasilkan sebuah novel yang berkualitas.

Selain dibutuhkan konsistensi untuk menulis dan belajar terus-menerus. Menjadi penulis novel yang baik juga membutuhkan teknis dan cara yang efektif.  Sejauh ini,  setidaknya ada tiga langkah dan metode khusus yang dapat digunakan dalam membangun  cerita dalam novel. Dengan tiga langkah yang sederhan ini, seorang penulis baik ia amatir mau pun profesional akan dengan mudah mengeksekusi sebuah ide menjadi cerita yang menarik.

Nah, apa saja kemudian yang dapat dilakukan sebagai langkah dalam membangun cerita dalam sebuah novel? Berikut detailnya.

Langkah Pertama: Perkenalan

Perkenalan atau beginning dalam penulisan cerita adalah intro sebelum masuk ke bagian-bagian yang lebih detail dan mendalam. Secara cepat bagian perkenalan ini dapat diisi dengan tiga sub penjelasan yaitu:

Deskripsi setting cerita

Gambaran setting cerita dapat dimulai dengan dengan memikirkan beberapa pertanyaan seperti;

  • Dimana ceritanya berlangsung? Apakah di atas gunung, di dalam rumah, di tengah jalan. Gambarkan dengan detail settingnya untuk mendapatkan kesan narasi yang lebih utuh.
  • Kapan cerita tersebut terjadi? Apakah pada pagi hari, malam hari, pada saat sedang sholat, atau kah pada saat sedang duduk-duduk menonton televisi.

Perkenalkan karakter tokoh

Bagian kedua pada langkah pertama ini adalah dengan memfokuskan karakter yang akan diceritakan pada novel. Anda bisa memulainya dengan menyebutkan bentuk wajahnya, warna bajunya, panjang rambutnya dan lain sebaginya.

Intinya menjadi penulis novel hebat pada langkah ini adalah kemampuan menggambarkan karakter tokoh secara spesifik.

Jelaskan situasinya

Ini menjadi sebuah gambaran lebih komprehensif tentang apa yang terjadi pada cerita. Anda bisa menggabungkan informasi lokasi cerita, waktu kejadian, serta karakternya sekaligus pada bagian ini.

Menjadi penulis novel pemula harus mempelajari dan mempraktikkan langkah pertama ini dengan baik supaya mampu membukan tulisannya dengan sempurna. Semakin baik bagian perkenalan ini dituliskan, maka semakin mudah pula untuk menuliskan bagian yang lainnya.

Langkah Kedua: Kumpulan kejadian

Source: http://www.liminalpages.com

Selanjutnya yang dilakukan pada tahap ini adalah menjelaskan apa yang menjadi problem utama sebuah cerita. Pada cerpen problem ini dapat dikunci pada satu kejadian saja yang disorot secara intensif. Namun pada novel, hal ini adalah kumpulan kejadian  yang panjang dan banyak.

Lalu apa saja yang bisa diceritakan pada bagian ini?

Untuk menjadi penulis novel best seller yang mampu bercerita dengan baik, paling tidak harus mendeskripsikan bagian ini secara jelas dan kuat. Ini adalah bagian sambung-menyambung antara berbagai kejadian dalam novel yang terus memberikan stimulan pada pembaca untuk terus mengikuti cerita yang disampaikan.

Sebagai contoh pada novel berjudul Merapi Barat Daya kumpulan kejadian yang saya hadirkan banyak.  Anda yang sudah membacanya dapat melihat beberapa rentetan pristiwa ini untuk memahaminya.

  • Gempa di Gunung Merapi yang menyebabkan karakter perempuan utama bernama Elya terjebak dan dinyatakan hilang.
  • Penyelamatan mukjizat yang dilakukan oleh karakter utama pria bernama Tatras secara heroik.
  • Tatras tiba-tiba menghilang setelah menyelamatkan Elya.
  • Kematian karakter pembantu yang jatuh di Tebing Selatan Merapi.
  • Dan lain-lain
Source: The Clever Quill

Itu semua adalah rentetan kejadian pada cerita yang dibangun untuk menghadirkan kekuatan peran karakter tokohnya. Apa yang telah terjadi, apa pengaruhnya bagi setiap karakter yang diceritakan?

Untuk lebih anda perhatikan lagi, bahwa kumpulan kejadian adalah bagian paling dominan dalam novel. Secara umum dapat dikatakan bahwa cara menjadi penulis online atau pun tidak, memiliki langkah yang sama dalam hal menyusun kumpulan kejadian ini.

Jika dapat dianalogikan sebagai bangunan, maka kumpulan kejadian inilah yang menjadi pondasi, dinding, atap, tiang dan lain sebagainya dalam membangun sebuah cerita. Cerita yang kuat bukan hanya yang memiliki unsur pembangun yang banyak, namun juga berkualitas, saling berhubungan, dan juga saling menguatkan.

Langkah Ketiga: Ending dan Solusi

Source: http://www.amandabaratt.author.com

Penulis novel yang hebat tidak akan meletakkan kekuatan cerita mereka hanya pada satu sisi cerita saja. Namun menyebar pada keseluruhan cerita yang dituliskan. Akan tetapi pada bagian penutup atau ending inilah kemudian biasanya para penulis novel akan memasukkan efek krusialnya.

Ending sebuah cerita bisa saja menyedihkan, bahagia, samar-samar atau pun yang lainnya. Namun intinya, sebuah ending cerita dari novel atau cerpen haruslah dapat melekat erat dalam benak para pembacanya. Oleh karena itu, membangun cerita dan menitikberatkan fokus pada bagian endingnya adalah sesuatu yang penting dilakukan.

Hal yang harus diperhatikan pada bagian ini adalah menjelaskan bagaimana ceritanya berakhir? Apa yang terjadi dengan karakter yang menjadi tokoh cerita? Dan apa pula penyelesaian dari kumpulan-kumpulan kejadian yang sebelumnya diceritakan?

Pada cerpen anda dapat menutup cerita dengan memilih kalimat yang paling menarik. Akan tetapi pada novel anda mungkin membutuhkan tidak hanya satu kalimat untuk mengakhiri ceritanya dan membuatnya terasa lebih berkesan.

source: Pinterest

Untuk menjadi penulis novel di wattpad atau di media apa pun, dibutuhkan latihan dan konsistensi terus menerus. Tak kenal berhenti dan tak kenal kata menyerah. Simultan dari semua proses ini akan mengantarkan anda akhirnya pada sebuah pencapaian yang menggembirakan. Disiplin dan latihan terus menerus adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap penulisan, baik itu novel mau pun cerpen.

Banyak-banyak membaca, banyak-banyak menulis, dan  jangan pernah menyerah saat mungkin menemukan bagian yang terasa sulit. Karena menjadi penulis novel bukan hanya tentang tips dan strategi. Namun lebih daripada itu, menulis novel adalah tentang konsistensi dan semangat untuk berkarya, serta mempersembahkan sesuatu yang dapat membuat diri sendiri menjadi bangga.

CARA MENGATASI WRITER’S BLOCK ATAU KEBUNTUAN IDE DALAM MENULIS

Sebagai seorang penulis, ada kalanya kamu mungkin merasakan writer’s block atau mengalami buntu ide dalam menulis. Kondisi ini biasanya membuat seorang penulis menjadi tidak produktif karena seolah-olah otak terasa buntu dan tidak dapat menghasilkan apa-apa sebagai bahan tulisan. Ketika tangan bertemu dengan keyboard laptop atau papan ketik, semua imajinasi dan kosakata seakan menghilang.

Jika sekarang kamu sedang mengalami hal ini, ada beberapa hal yang mungkin telah menjadi penyebabnya. Namun jangan gundah, karena writer’s block juga ada cara mengatasinya. Nah, untuk lebih jelasnya mari baca artikel ini hingga tuntas, ya.

Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasi Writer’s block atau Kebuntuan Ide Dalam Menulis

Source: Freepik

Menulis tentang kebuntuan ide dalam menulis masih lebih baik daripada tidak menulis sama sekali.

Charles Bukowski. The Last Night of the Earth Poems

Secara sederhana writer’s block atau kadang stuck writer artinya adalah sebuah kondisi dimana seorang penulis mengalami kebuntuan ide untuk menulis. Namun jika dilihat secara lengkap, writer’s block atau kebuntuan menulis juga dapat diartikan sebagai ketidakmampuan seorang penulis untuk memproduksi materi baru. Kondisi ini bisa bersifat sementara waktu atau bahkan bisa bersifat permanen yang membuat seorang penulis mungkin saja melupakan karir mereka sebagai penulis.

Pada kondisi yang umum, kebuntuan ide dalam menulis memang seringkali terjadi dalam temporary period. Akan tetapi memang pada beberapa kasus, khususnya pada para penulis pemula, writer’s block bahkan bisa membuat seorang calon penulis menyerah dan melupakan keinginannya menjadi seorang penulis yang berhasil.

Lantas, apa sih penyebab writer’s block itu?

Penyebab Writer’s Block atau Ide Buntu Dalam Menulis

Source: Freepik

Kebuntuan dalam menulis disebabkan oleh banyak hal. Beberapa penyebab writer’s block yang paling umum yang ditemukan pada tiap penulis misalnya adalah;

  • Merasa kehabisan inspirasi untuk menulis.
  • Bosan dan jenuh dalam menulis.
  • Merasa sangat terganggu ketika sedang menulis.
  • Project penulisan yang dikerjakan melampaui kemampuan penulisnya sendiri.
  • Sakit secara fisik.
  • Mengalami masalah dalam hubungan dengan seseorang (bisa keluarga, teman dekat, kekasih, suami, isteri, dll).
  • Merasa tidak cocok dengan genre yang sedang ditulis.
  • Terlalu berharap bahwa tulisan yang dihasilkan akan memukau para pembaca.
  • Tertekan oleh kesuksesan menulis yang pernah dilakukan sebelumnya.
  • Dan lain-lain.

Nah, sebelum kamu merumuskan formula untuk mengatasi writer’s block  yang mungkin sedang kamu alami, hal pertama yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah mengidentifikasi penyebabnya.  Semakin spesifik kamu mengetahui penyebab mengapa otak terasa buntu dalam menulis, maka semakin efektif pula kamu bisa menemukan cara untuk mengatasinya kemudian.

Beberapa Jenis Writer’s block yang Paling Sering Ditemukan

Source: Almenta international

Seringkali kita menulis sebuah kalimat terlalu cepat, atau kadang terlalu lambat. Apa yang harus kita lakukan adalah menuliskannya dengan tepat waktu. Karena jika tidak kita akan kehilangan keutuhan kalimat itu yang sesungguhnya.

Thomas Bernhard, Concrete

Kebuntuan ide dalam menulis terdiri dari berbagai macam. Secara umum jenis-jenis writer’s stuck ini memiliki tingkat risiko dan penanganan yang berbeda-beda. Kamu juga dapat mengidentifikasi jenis writer’s block yang manakah yang sedang kamu alami saat ini.

Seperti halnya memahami penyebab ide buntu saat menulis, memahami jenis kebuntuan yang dialami juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Ketika penyebab dan jenis writer’s stuck yang kamu alami bisa kamu kenal dengan baik, selanjutnya kamu akan dapat melewatinya dengan mudah.

Completely Blank

Write block yang pertama adalah kamu seakan benar-benar merasa blank atau seakan tidak memiliki ide sama sekali. Ketika kertas dan pulpen ada di depanmu, ketika tanganmu sudah ada di atas papan ketik, semua ide seakan menghilang. Kamu tidak tahu harus menulis apa dan bagaiamana caranya.

Tidak Fokus Karena Terlalu Banyak Ide

Memiliki ide yang banyak tentu saja adalah sesuatu yang bagus. Namun jika banyaknya ide membuat kamu justru tidak fokus dalam menulis, maka hal ini perlu segera kamu atasi.

Jika kamu merasa tidak dapat menulis karena bingung menentukan prioritas ide mana yang akan terlebih dahulu dieksekusi, maka kamu sedang dalam kondisi writer’s block  yang disebabkan oleh tidak fokus.

Terhenti di Tengah, Tidak Tahu Apa yang Ingin Ditulis Selanjutnya

Ada sebuah kondisi yang cukup sering terjadi ketika misalnya penulis fiksi sudah menyelesaikan 50-60 % novelnya, namun tiba-tiba ia merasa blank, tidak tahu tahu lagi harus menulis apa sebagai kelanjutannya. Kondisi ini bisa terjadi tidak hanya pada penulis pemula, bahkan pada penulis profesional pun bisa mengalami hal yang sama.

Cerita yang Ditulis Seolah Mengalami Jalan Buntu

Source: House 21

Writer’s block – wattpad juga seringkali mengalami hal ini, ketika mereka tidak dapat melanjutkan cerita online yang ditulis karena seolah mandeg di tengah jalan. Mungkin ide awal cerita menjadi sangat menarik untuk ditulis, namun pada beberapa bagian bisa jadi cerita itu seolah menemui jalan buntu atau dead lock.

Memiliki Kerangka Penulisan yang Menarik Namun Tidak Memiliki Isi

Kerangka yang hebat sama sekali tidak menjamin sebuah penulisan akan berjalan lancar dan mulus saja.

Pada kondisi tententu, penyebab writer’s block kadang adalah ketidakmampuan penulis untuk mengeksekusi kerangka yang telah lebih dulu dituliskan. Kamu mungkin memiliki ide besar untuk ditulis sebagai outline, namun ketika dituangkan dalam detail atau isinya, kamu kemudian kehilangan apa yang ingin disampaikan.

Kehabisan Kosakata yang Tepat

Untuk menggambarkan sebuah suasana dalam penulisan, seorang penulis membutuhkan kosakata dan kalimat yang sempurna. Nah, kadang-kadang ada juga writer yang mengalami persoalan ini ketika ia merasa seolah kehabisan semua perbendaharaan kata untuk melukiskan sebuah suasana yang ideal dan sempurna

Bosan dan Jenuh

Jenis terakhir dari kebuntuan menulis writer’s block  adalahkarena kebosanan dan kejenuhan. Hal ini bisa saja terjadi karena kamu menulis terus-menerus dan jarang beristirahat. Atau pada situasi yang lain, kamu sedang menuliskan sebuah bagian yang panjang dan membosankan dari cerita yang kamu sedang  susun.

Tips dan Cara Mengatasi Writer’s block atau Kebuntuan Ide Dalam Menulis

Source: Youtube

Analisa yang berlebihan dalam menulis akan menyebabkan kebuntuan pikiranmu untuk menuliskannya.  

Rebecca Jane. The Real Lady Detective Agency

Setelah mengetahui pengertian, penyebab dan juga jenis-jenis kebuntuan dalam menulis, lalu bagaimanakah cara mengatasinya?

Pada dasarnya writer’s block adalah sesuatu yang lumrah dan hampir pernah terjadi pada setiap penulis. Kamu yang mengalami ini jangan bersedih dan berkecil hati karena ada cukup banyak cara efektif untuk mencegah writer block atau pun mengatasinya. Beberapa cara yang paling efektif  mungkin adalah sebagai berikut;

Lakukan Kegiatan Fisik

Source:Bukareview

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan kegiatan fisik yang dapat kamu pilih sendiri. Intinya sibukkan dirimu dengan sesuatu yang membuat tubuhmu dan pikiranmu terfokus dengan apa yang kamu lakukan. Kamu bisa memilih aktivitas fisik dengan melakukan jogging, hiking, mendaki gunung, atau yang lainnya.

Jika kamu misalnya memiliki halaman rumah, kamu juga bisa menyibukkan diri dengan menanam bunga, membersihkan rumput, atau bahkan juga berkebun. Cara pertama ini meminta kamu untuk serileks mungkin dengan cara aktivitas fisik yang membuat tenaga dan pikiranmu menjadi lebih dikerahkan.

Mengobrol, Membaca Buku atau Menonton Film

Source: BeautyJournal

Dikarenakan tujuan utama dari mengatasi writer’s block adalah dengan membuat pikiran lebih santai, maka kamu dapat juga mensiasatinya dengan misalnya mengobrol, menonton film atau pun membaca buku.  Bahkan jika penyebab block-nya ide yang kamu alami adalah karena kurangnya kosakata atau sumber penulisan yang kamu miliki, maka membaca selain mampu mengatasi idemu yang buntu, juga mampu menambah referensi penulisanmu sendiri.

Membuat pikiran santai mungkin bisa saja disepelekan oleh banyak penulis karena terlihat sangat tidak produktif dan membuang waktu. Akan tetapi proses ini seperti mengasah lagi sabit yang sedang kamu gunakan untuk memotong rumput. Kamu mungkin tidak akan memperoleh rumput untuk sementara waktu karena sabitnya sedang diasah. Namun ketika sabitnya sudah siap dan semakin tajam, maka produktivitasmu dalam menghasilkan rumput akan jauh lebih efektif.

Menulis Bebas

Source: Slideshare

Esensi terpenting dari menjadi seorang penulis adalah tidak berhenti menulis. Kamu boleh merasakan kebosanan, kejenuhan, blank ide  dan kebuntuan gagasan dalam penulisan, namun itu tidak boleh menghentikanmu untuk menjadi seorang penulis. Beristirahat untuk sementara itu memang dianjurkan, namun jika kamu terlalu lama berhenti  menulis, maka hal itu dapat saja membuat komitmen kamu menjadi terganggu.

Nah, untuk mensiasati block writeseperti ini kamu juga tidak boleh berhenti menulis, apalagi dalam tempo waktu yang lama. Untuk tetap produktif menghasilkan tulisan kamu bisa berfokus untuk menulis bebas (free write) baik tema, struktur, gaya atau pun aturannya. Lupakan sejenak segala aturan dan teknik-teknis menulis yang pernah kamu pelajari, sekarang waktunya untuk menulis sesuka hatimu  dan sebebas apa pun yang kamu inginkan.

Reposisi dan Re-Decorate Ruang Kerjamu

Source: Pinterest

Tips selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block adalah dengan mengubah ruang kerjamu. Ini mungkin hampir sama dengan langkah yang pertama berupa aktivitas fisik, namun ini akan lebih difokuskan lagi pada menata ulang ruangan tempatmu menulis saja.

Kamu bisa memindahkan posisi meja, merapikan buku-buku di belakang kursi,  menambah beberapa ornamen atau lukisan di ruangan kerja dan lain sebagainya. Selain dapat membuat pikiran beristirahat dari proses penulisan yang sedang dikerjakan, mereposisi dan mendekorasi ulang ruang kerja akan mampu pula untuk membuat suasana kerja menjadi lebih fresh dan penuh energi.

Keluar dari Zona Nyaman

Source: Sanook

Tips terakhir untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis ini terdengar seperti motivasi bisnis, tapi bukan itu maksudnya.  Maksud keluar dari zona nyaman terkait dengan writer’s block adalah dengan mencoba penulisan baru yang selama ini mungkin kamu hindari karena merasa sulit atau tidak bisa. Hal ini bisa saja memiliki arti misalnya dengan menulis novel genre baru, menulis artikel ilmiah dengan topik baru, dan lain sebagainya.

Keluar dari zona nyaman dalam penulisan akan memaksa kamu untuk berbuat lebih banyak, dan hal ini pada kondisi tertentu dapat memacu kemampuanmu untuk berkembang lebih cepat. Jangan ragu untuk menerima tantangan baru meskipun itu terasa lebih sulit dilakukan. Karena pada akhirnya, tantangan baru itu bisa jadi sebab munculnya percikan baru dalam dirimu untuk menyelesaikan banyak hal yang selama ini tak bisa kamu lakukan.

Nah, itu adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kondisi writer’s blockyang mungkin saat ini kamu rasakan. Dengan memahami kebuntuan inspirasi dalam menulis berdasarkan penyebabnya, jenisnya dan juga cara mengatasinya, produktivitas dan kualitas penulisanmu justru akan semakin bagus setelah kamu berhasil keluar dari fase writer’s block itu sendiri.

Jadi, selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Tetap berkarya!


Tulisan saya dapat dibaca pula di website:


Anda ingin menjadi penulis? Memiliki banyak ide untuk ditulis namun bingung bagaimana melakukannya?

Saatnya untuk mengikuti kelas menulis online di Penulisgunung.id

Anda akan dibimbing sampai bisa sampai anda memiliki karya yang bisa membuat anda bangga.





CARA MENULIS FLASHBACK DALAM NOVEL DENGAN MUDAH DAN EFEKTIF

Flashback atau kilas balik adalah sesuatu yang lumrah ditemui dalam dunia penulisan. Namun secara khusus, ada metode atau cara menulis flashback dalam novel yang harus diikuti supaya hasilnya bagus. Penulisan flashback yang tidak tepat dan terkesan sembarangan atau dipaksakan, justru akan menciderai alur cerita yang disampaikan itu sendiri.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara yang harus dilakukan untuk membuat kilas balik dalam penulisan novel? Apakah ada kiat dan pertimbangan khusus dalam melakukan hal ini? Bahasan berikut ini akan membantu kamu melakukannya dan mampu mengeksekusi penulisan flashback secara efektif dan menarik.

5 Tips Serta Cara Menulis Flashback Dalam Novel Untuk Mendapatkan Hasil Cerita yang Maksimal dan Efektif

Source: Freepik

Sebelum masuk dalam tips-tips penulisan kilas balik, mengenal apa arti flashback juga penting untuk disampaikan kembali supaya kamu dapat memahami proses-prosesnya penulisannya nanti dengan lebih mudah. Tanpa mengerti maksud dan arti penulisan flashback, beberapa penulis kadang terjebak membuat sebuah cerita yang terlihat kusut dan kurang efektif.

Secara sederhana pengertian flashback adalah kilas balik sebuah kejadian. Sementara dalam ranah penulisan cerita flashback dapat diartikan sebagai sebuah upaya dari penulis untuk menyampaikan bagian krusial pada masa lalu dalam sebuah penceritaan yang sedang berjalan. Hal yang harus kamu ingat ketika kamu memutuskan untuk menulis sebuah flashback adalah keputusan ini akan menghentikan alur cerita untuk sementara.

Nah, karena sifatnya dapat menghentikan alur cerita yang sedang kamu tulis, maka kamu harus melakukannya dengan penuh kehati-hatian dan juga pertimbangan. Sebuah teknik yang benar dan sempurna dalam penulisan flashback akan membuat ceritamu semakin kuat, dan tentunya mampu pula mendelegasikan pemikiranmu secara efektif kepada pembaca.

Untuk mempermudah proses itu, berikut 5 hal yang harus kamu lakukan sebagai pertimbangan dan cara menulis flashback di novel supaya mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang kamu harapkan.

Flashback atau Kilas Balik yang Diceritakan Haruslah Sesuatu yang Penting dan Krusial

Source: Freepik

Pertimbangan pertama yang harus kamu lakukan dalam menulis kilas balik sebuah cerita atau peristiwa adalah dengan mengajukan sebuah pertanyaan; Apakah hal ini memang penting untuk disampaikan?

Jika kemudian kamu mendapati bahwa sebuah peristiwa itu memang penting dan krusial, maka kamu dapat mengeksekusinya sebagai flashback. Akan tetapi jika kemudian kamu mengidentifikasi bagian yang ingin disampaikan itu tidak memiliki derajat krusial dalam alur cerita, atau dengan kata lain; bahwa bagian yang  ingin dijadikan flashback itu tidak banyak mempengaruhi alur cerita, maka kamu bisa melupakannya.

Sebagai catatan penting untuk kamu perhatikan, flashback adalah sesuatu yang penting dan memegang kunci sebuah alur supaya cerita bisa berlanjut. Jika kemudian kamu mendapati bahwa sebuah peristiwa hanyalah bagian penjelasan yang bisa disampaikan tanpa menggunakan metode kilas balik, maka jelaskan saja dengan sederhana. Jangan memaksakan flashback yang justru akan menginterupsi alur cerita.

Contoh cerita flashback yang saya tulis misalnya pada novel Merapi Barat Daya dimana peristiwa kematian tokoh bernama Derrick harus disampaikan sebabnya. Peristiwa kematian Derrick, apa penyebabnya, bagaimana hubungannya dengan tokoh utama bernama Tatras, sangat penting untuk dituturkan dalam bentuk kilas balik. Tanpa menggunakan metode ini, alur cerita novel Merapi Barat Daya tidak bisa saya selesaikan.

Flashback yang Disampaikan Harus Memiliki Peran Untuk Membuat Alur Cerita Tetap Berjalan

Source: Writer’s Diggest

Pertimbangan kedua dalam menulis flashback ini mungkin secara esensi sama pentingnya dengan pertimbangan yang pertama. Akan tetapi, penekanan yang harus kamu perhatikan pada langkah atau tips yang kedua ini adalah;bahwa kilas balik yang kamu ceritakan haruslan memiliki peran yang signifikan dalam membuat alur cerita ke depan.

Andaikata peristiwa kilas balik yang akan kamu tulis justru akan membuat cerita menjadi berputar-putar dan menahan alurnya karena terlalu membutuhkan lebih banyak penjelasan, maka tinggalkan. Flashback yang ditulis namun kemudian menggangu flow-nya jalan cerita dan membuat interupsi yang berlebihan, bukan saja tidak efektif, namun juga akan menampilkan kesan yang tidak lagi natural.

Jadi, cara membuat adegan flashback dalam novel kedua yang harus kamu perhatikan adalah; pastikan kilas balik atau flashback yang akan diceritakan memiliki kontribusi yang signifikan untuk membuat alur cerita dalam novelmu tetap berjalan.

Flashback Harus Ditulis Dengan Efisien dan Jangan Buat Pengembangan yang Bercabang

Source: Freepik

Selanjutnya yang juga tidak boleh diabaikan dalam penulisan sebuah cerita kilas balik adalah tentang efisiensi. Semakin efisien semakin baik, semakin singkat, padat dan jelas, semakin baik. Atau dalam bahasa yang lain, kamu harus dapat menentukan dengan jelas titik poin masuk dalam sebuah flashback sekaligus juga menentukan titik keluarnya.

Flashback off artinya adalah sebuah teknik menyudahi kilas balik sebuah peristiwa dalam cerita ketika poin utama penulisan flashback sudah berhasil dilakukan. Hindari untuk menambahkan penjelasan yang terlalu melebar yang pada akhirnya justru membuat alur ceritamu menjadi bercabang dan tidak lagi fokus ke depan.

Misalnya kembali pada flashback kematian karakter bernama Derrick dalam novel Merapi Barat Daya, saya membuat sangat efisien dan sesuai dengan kepentingannya yaitu; menjelaskan sebab tokoh Derrick meregang nyawa terjatuh di Puncak Selatan Gunung Merapi.  Ketika poin penjelasan ini sudah didapatkan, flashback langsung ditutup dengan kalimat yang mampu menguncinya dengan baik.

Flashback Haruslah Sesuatu yang Bernilai Pada Keseluruhan Alur Cerita, Bisa Memberikan Efek Dramatisasi atau Menggugah Emosi Pembaca

source: Freepik

Meskipun bersifat online, cara menulis flashback di wattpad dan cara menulis kilas balik dalam sebuah buku riil, teknisnya hampir sama saja. Sebuah flashback haruslah sesuatu yang bernilai dan memberikan efek yang berarti dalam alur cerita. Pertimbangan lain adalah kilas balik juga harus mampu menambah dramatisasi cerita dan juga mungkin efek emosional bagi pembaca.

Sebuah penulisan flashback bisa saja menjadi useless jika tidak memberi pengaruh apa-apa pada jalan cerita novel yang kamu tuliskan. Dengan kata lain, baik dengan adanya flashback atau pun dengan tidak adanya flashback, jalan cerita dan kesan yang diperoleh tetaplah sama saja. Jika ini yang terjadi, sebaiknya kamu tidak menambahkan sebuah kilas balik dalam ceritamu yang hanya akan menginterupsi alur cerita tanpa memberi value yang berarti.

Ketika saya memutuskan mengapa harus ada sebuah flashback mengenai kematian Derrick dan sebabnya, itu karena kilas balik tersebut memiliki nilai substansial yang penting bagi ending cerita. Efek emosional pembaca akan lebih tergugah ketika mengetahui bahwa karakter pembantu wanita menghakimi karakter utama pria berdasarkan tuduhan yang selama ini tidak ia ketahui sebagai penyebab kematian Derrick.

Dalam novel Merapi Barat Daya, tanpa menambahkan bagian flashback tersebut, efek dramatisasi dan emosional bagi pembaca menjadi kurang maksimal. Untuk alasan itulah salah satunya, mengapa flashback penyebab kematian karakter bernama Derrick harus dituliskan secara jelas.

Flashback Harus Mempertimbangkan Waktu; Bisa Mengungkap Sebuah Rahasia Sekaligus Juga Memicu Ketegangan

Source : Freepik

Pertimbangan terakhir yang kamu juga harus lakukan dalam penulisan sebuah kilas balik adalah mengenai waktu, dan ini lagi-lagi tentang efisiensi dan efektivitas.

Akan tetapi untuk memperkaya pertimbanganmu pada langkah yang kelima ini adalah dengan mengajukan pertanyaan kembali yakni; Apakah flashback yang akan dituliskan memiliki nilai rahasia yang harus diungkapkan? Dan apakah kilas balik itu juga mampu membah tensi ketegangan suasana dalam cerita?

Mengungkapkan rahasia bisa jadi adalah sebuah kunci yang gampang untuk diingat dalam penulisan flashback. Artinya flashback tersebut memiliki peran kunci untuk mengungkapkan sebuah rahasia dalam cerita. Jika kemudian flashback itu tidak dihadirkan, maka ada sebuah ruang kosong pada alur yang membuat keseluruhan cerita menjadi terganggu.

Seperti halnya penulisan flashback dalam buku, menulis flashback dalam wattpad juga harus memperhitungkan hal ini secara cermat. Novel online seperti wattpad meskipun hanya dapat dijelajahi dengan mata, tetaplah harus mampu pula diraba dengan rasa dan kepekaan. Dan untuk alasan itu, proses penulisan flashback tetap harus memenuhi unsur yang menyempurnakan sebuah cerita.

Hal lain yang juga cukup penting dalam penulisan flashback adalah meyakinkan bahwa bagian yang menjadi titik utama kilas balik harus juga mampu menghadirkan ketegangan pada pembaca. Dalam novel Merapi Barat Daya, flashback itu adalah tentang jatuhnya Derrick dari ketinggian hampir 40 meter di atas tebing Gunung Merapi yang perkasa. Jadi selain mengungkapkan sebuah rahasia, flashback itu juga berupaya menimbulkan rasa tegang dalam pikiran pembaca.

Apakah Menulis Flashback Adalah Keharusan?

Source: Freepik

Untuk menjawab pertanyaan ini maka kamu hanya perlu mempertimbangkan kembali 5 tips dan langkah di atas. Jika kemudian kesimpulan yang kamu dapat adalah memang semestinya menggunakan flashback, maka tuliskan itu dengan semenarik mungkin. Namun jika kemudian yang kamu dapatkan malah sebaliknya, maka jangan memaksakan untuk menyisipkan sebuah flashback dalam cerita.

Flashback yang baik akan mampu membuat cerita menjadi lebih sempurna dan memiliki kesan yang mendalam pada pembaca. Sebaliknya flashback yang tidak tepat justru dapat merusak alur cerita yang kamu tuliskan. Jadi, putuskan untuk menggunakan flashback atau tidak secara bijaksana dengan mengikuti metode cara menulis flashback dalam novel seperti yang telah disampaikan di atas.

Jadi selanjutnya, selamat menulis dan selamat berkarya!


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;


Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

7 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS STRUKTUR CERITA DALAM CERPEN ATAU NOVEL

Membuat struktur cerita yang efektif adalah salah satu bagian terpenting dari penulisan novel atau pun cerpen. Masalahnya, tidak semua penulis mampu mengeksekusinya dengan baik. Beberapa penulis misalnya memiliki ide klimaks cerita yang sangat menarik untuk disampaikan. Namun ketika struktur penulisannya tidak efektif, cerita itu bisa saja terasa tidak memiliki kesan yang kuat.

Nah, bagaimana sebenarnya menulis struktur cerita pendek atau novel yang baik?  Apakah ada kiat-kiat khusus yang dapat dipelajari dan dipraktikkan dengan mudah? Untuk menjawab ini, berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

Usia manusia tidak ditentukan oleh tahun yang dilewatinya, tapi dari kisah yang berhasil ia ceritakan…

Anonim

Beberapa Langkah Sederhana Menulis Struktur Cerita yang Efektif dalam Penulisan Novel atau Cerpen

Source: Freepik

Struktur penulisan cerita secara sederhana dapat didefiniskan sebagai kumpulan-kumpulan plot cerita yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan alur yang menarik dan efektif. Ketika alur cerita sendiri dapat bersifat alur maju atau alur mundur, maka penulisan cerita pada cerpen pada dasarnya bisa lebih fleksibel. Akan tetapi struktur yang baik tentu saja akan membuat garis cerita menjadi lebih menarik.

Ada beberapa penulis yang membuat struktur teks cerpen atau novel secara sangat singkat dan terlihat gampang. Susunan struktur ini hanya berisi karakter, goal yang diinginkan, rintangan yang ada dan, ending cerita. Susunan penulisan cerita seperti ini tentu saja sangat singkat dan terlihat mudah untuk ditulis, akan tetapi tanpa penjelasan yang lebih spesifik, beberapa penulis yang umumnya pemula, tetap masih mengalami kendala.

Lantas, adakah sebuah cara atau metode menyusun struktur penulisan cerita yang lebih mudah dilakukan sekaligus juga efektif?

Jawabannya, tentu saja ada.

Berikut untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan cerita terbaikmu, tujuh langkah membuat atau menulis struktur cerita pada novel dan cerpen ini mungkin akan sangat berguna. Mari disimak bersama.

BACA JUGA:

Struktur Pertama: Tentukan Karakter Cerita

Source: Freepik

Langkah pertama dalam menulis cerita selalu berbicara tentang karakter, tentang tokoh dan tentang siapa yang dikisahkan dalam cerita. Dalam langkah yang pertama ini, tuliskan struktur cerita pendek atau novel yang secara khusus berbicara tentang tokohnya, tentang karakternya, atau tentang siapa yang akan menjadi objek cerita.

Jika misalnya cerita yang kamu tulis adalah tentang kancil dan buaya, maka fokus penulisan pertama yang menjadi struktur cerita adalah tokoh kancil dan buayanya sendiri. Apakah kamu akan menampilkan kancil terlebih dahulu atau buaya terlebih dahulu dalam cerita, itu adalah kebebasan dan kreativitasmu sendiri. Akan tetapi susunan pertama dari struktur yang harus kamu pahami adalah focus on your story character.

Struktur Kedua: Bangun Sebuah Situasi Cerita

Source: Idaho Medica Academy

Selanjutnya setelah kamu berhasil menentukan karakter yang akan ditampilkan dalam cerita, fokus selanjutnya adalah merekayasa sebuah kondisi atau situasi cerita. Membangun situasi dalam cerita sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana, karena ide pemicunya kadang hanya berdasarkan pada; sedang apa sebuah tokoh dan apa yang ingin ia lakukan?

Dalam struktur cerita fabel dan contohnya seperti kancil dan buaya di atas, situasi yang dapat dibangun misalnya adalah;

Kancil tinggal di sebuah hutan yang kaya dan penuh makanan, namun karena musim kemarau hutan itu kemudian menjadi kering dan gersang. Untuk bisa bertahan hidup, si Kancil harus pindah ke hutan lain. Namun untuk bisa pindah dari hutan itu kancil terlebih dahulu harus menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya.

Jika kamu kemudian menulis cerita fiksi dengan unsur romantis, horror, misteri dan lain sebagainya, kamu tentu dapat menyusun sendiri situasinya. Akan tetapi yang juga tidak boleh kamu lupakan dalam menyusun struktur situasi dalam penulisan cerpen atau novel adalah; pastikan situasi yang kamu tulis relevan dan memiliki hubungan erat dengan tantangan yang akan menjadi struktur cerita selanjutnya.

Struktur Ketiga: Ciptakan Sebuah Masalah Dalam Cerita

Source: freepik

Ketika karakter atau tokoh cerita sudah berhasil kamu ciptakan, situasi pun sudah bisa kamu bangun dengan baik, maka fokus strukturmu sekarang adalah dengan menciptakan masalahnya. Kuncinya pada bagian ini adalah; semakin kuat dan sulit masalah yang kamu bangun untuk karakter cerita, maka semakin baik. Arti lainnya mungkin adalah; semakin kuat rintangan yang dihadapi oleh tokoh yang kamu ceritakan, maka semakin bagus.

Pembaca ingin membaca suatu tulisan yang kuat dan bernilai. Pembaca juga ingin mendapatkan cerita yang menarik, tentang masalah yang pelik dan diselesaikan dengan cara yang menarik. Semakin rumit masalah yang dibangun tentu saja semakin kuat pula usaha yang harus dilakukan karakter untuk melewatinya. Dan ini dari sudut pandang pembaca, adalah apa yang mereka inginkan sebenarnya.

Pada contoh struktur cerita kancil dan buaya di atas, problem utama yang dibangun tentu saja adalah kancil ingin menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya. Masalah berupa hutan yang kering karena kemarau atau jembatan yang tidak ada, hakikatnya adalah bangunan dari situasi cerita. Sedangkan pokok permasalahan yang menjadi fokus problem adalah buaya yang ada di dalam sungai.

Struktur Keempat: Buat Upaya Pertama Karakter Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Setelah mendapatkan tiga struktur pertama, langkah selanjutnya adalah  dengan memberikan kesempatan pertama pada karakter tokoh untuk menyelesaikan masalah yang kamu bangun sebelumnya. Pada struktur cerita fantasi atau pun bukan, baik pada cerita novel atau cerpen, yang kamu harus ingat adalah; jangan buat karaktermu sukses dalam percobaan pertamanya!

Beberapa penulis pemula kadang terlalu terobsesi dalam hal ‘pemujaan’ kehebatan karakter yang mereka tulis sehingga, membuat si tokoh terkesan begitu sempurna. Hal ini tentu saja dalam penulisan cerita yang efektif baik itu novel atau cerpen, adalah sesuatu yang tidak bagus. Bukankah sebuah kisah perjuangan tidak lagi memiliki makna jika terlalu mudah untuk dicapai dan ditaklukkan?

Kembali pada pada struktur cerita rakyat kancil dan buaya yang menjadi contoh di atas; Percobaan pertama dari tokoh kancil misalnya bisa jadi ia mendekati aliran sungai dan mencari tempat yang paling dangkal untuk diseberangi. Namun ketika ia masuk ke dalam air, arus air justru menyeretnya dan membuat kancil terpaksa berenang lagi dengan susah payah ke tepi sungai sebelumnya.

Struktur Kelima: Buat Kegagalan Upaya Pertama Tokoh Memperburuk Kondisinya

Source: Freepik

Jika sebuah tujuan terlalu mudah untuk diraih, lalu dimana letak perjuangannya?

Jika sebuah cerita sudah selesai hanya cukup dengan sekali upaya, lalu dimana letak keindahannya?

Anton Sujarwo

Apa yang bisa kamu tambahkan lagi dengan kegagalan kancil pada upaya pertamanya untuk menyeberangi sungai?  

Apa pun yang menjadi upaya dari karakter yang kamu ceritakan, pastikan dalam struktur kelima ini untuk membuatnya gagal. Bahkan lebih jauh daripada itu, kunci cerita yang efektif dan bernilai dramatis dari penulisan cerpen atau novel pada langkah kelima ini juga harus membuat situasinya menjadi lebih buruk.

Ketika si kancil berusaha menyeberangi sungai namun kemudian gagal, tindakannya justru menarik perhatian para buaya yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan si kancil.

Perhatikan pengembangan cerita contoh di atas yang digunakan; Bahwa upaya pertama yang dilakukan tokoh tidak saja gagal menyelesaikan masalah, namun juga membuatnya terjatuh dalam situasi yang semakin rumit dan pelik.

Si kancil sekarang tidak hanya harus melewati sungai untuk bisa bertahan hidup, namun ia juga harus mencari cara untuk menyelamatkan diri dari kumpulan buaya yang ingin memangsa dirinya.

Struktur Keenam: Buat Upaya Kembali dari Karakter Untuk Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Pada cerpen yang jumlah kata dan fokus penceritaannya terbatas, kamu harus membatasi upaya dari karakter dalam jumlah yang tidak boleh dari tiga. Kegagalan upaya pertama menyelesaikan masalah dari tokoh cerita dan membuat kondisinya semakin buruk, harus segera diakhiri pada upayanya yang kedua atau pun yang ketiga.

Akan tetapi yang wajib menjadi catatan dalam hal ini adalah; jadikan upaya penyelesaian masalah tersebut memberi dua konsekuensi bagi tokoh yang diceritakan. Dua konsekuensi ini adalah sederhana namun sekaligus menjadi garis final usahanya. Pilihan konsekuensi itu bisa jadi adalah; hidup atau mati dan gagal atau berhasil. Atau dalam bahasa yang lebih populer dapat pula diibaratkan sebagai the last chance; kesempatan terakhir dari si tokoh.

Satu-satunya upaya terakhir yang dimiliki kancil misalnya adalah dengan bernegoisasi dengan buaya; supaya buaya mau berbaris menjadi jembatan bagi kancil menyeberangi sungai. Konsekuensi dari tindakan kancil ini adalah; hidup dan mati. Jika rencananya berjalan lancar ia akan selamat di tepi sungai sebelah sana  dan mendapatkan banyak makanan. Sementara jika gagal, ia akan mati menjadi santapan buaya. Ini adalah pilihan final bagi kancil.

Final choice itu harus kamu gambarkan dengan gamblang dan terang bahwa itu benar-benar menyangkut hidup dan mati si karakter. Buat situasinya sangat dramatis dan di ujung tanduk. Semakin kritis dan dramatis kondisi yang bisa kamu gambarkan, maka itu semakin bagus.

Jika pada cerpen kamu harus membatasi upaya ini hanya pada 3 saja, maka dalam novel kamu tentu saja dapat lebih leluasa. Kamu bisa membuat upaya menyelesaikan masalah dari karakter ini secara berlapis dengan hasil yang juga beraneka ragam.

Struktur Ketujuh: Buat Konsekuensi Pilihan Karaker Menjadi Ending Cerita Bahkan yang Tidak Ia Bayangkan Sebelumnya

Source: Freepik

Ini adalah bagian terakhir dari struktur cerita yang kamu tulis dan pada banyak penulisan, bagian ini pula yang menjadi kunci sebuah cerita. Apa pun hasil akhir yang telah kamu tetapkan pada kerangka ceritamu, buat ia menjadi sangat menarik untuk diingat dan dikenang oleh pembaca.

Ending cerita tentu saja banyak pilihan yang bisa diambil. Kamu bisa membuat suasananya berakhir bahagia dengan happy ending, kamu bisa membuat semuanya berurai air mata dengan unhappy ending, atau kamu juga membuat ceritanya seolah penuh tanya dengan question ending, dan lain sebagainya.

Bagaimana kalau cerita kancil dan buaya di atas diakhiri dengan misalnya begini;

Buaya pun berbaris rapi, membiarkan langkah kaki mungil kancil bergerak lincah melompat di atas punggung mereka  sambil menghitung jumlah buaya. Pada hitungan ke dua puluh satu, akhirnya kancil pun tiba di seberang sungai dengan selamat dan langsung berlari masuk ke dalam hutan.

Atau, bagaimana jika dibuat endingnya seperti ini:

Menjelang kaki kancil mendarat pada punggung buaya yang ke dua puluh satu, tiba-tiba buaya besar itu berontak yang membuat kancil tejatuh masuk ke dalam sungai. Kancil yang terseret arus itu berteriak panik sambil meminta tolong, tapi arus sungai yang deras menyeretnya kian jauh. Para buaya yang melihat kejadian itu berebutan berenang menyusul kancil, kondisi itu telah membuat mereka berubah pikiran.

Pada penulisan struktur cerita yang menjadi ending, kuncinya adalah; semakin tidak mudah ditebak ending cerita yang kamu tulis maka semakin bagus. Semakin tidak seperti yang diharapkan atau diangan-angankan oleh pembaca, maka itu semakin menarik dan semakin memperkuat ceritamu pula. Akan tetapi jangan pula memaksakan ending yang kemudian terkesan tidak natural untuk diterima.

Sekarang Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Shape Up

Untuk menjadi seorang penulis, kamu tidak dapat melakukannya dalam satu malam. Kamu harus senantiasa giat berlatih, menulis setiap hari, tak peduli berapa pun jumlah kata yang berhasil kamu tuliskan.

Menulis adalah tentang kedisiplinan, ketekunan dan kerja keras. Untuk menghasilkan karya tulis yang bernilai baik itu berupa sajak, cerpen, novel atau apa pun saja, kamu membutuhkan konsistensi dan disiplin untuk terus menulis dan berkarya. Ibarat pepatah “lancar mengaji karena diulang” maka dalam menulis pun demikian: Pandai menulis karena dibiasakan.

Oya, penulis blog ini juga membuka bimbingan menulis untuk kamu yang serius ingin menjadi penulis dan menghasilkan karya terbaikmu. Bimbingan akan diadakan secara online melalui aplikasi zoom atau pun dengan cara offline jika itu memang memungkinkan. Jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini melalui form kontak yang sudah disediakan, ya.

Jadi sekarang, fokus pada struktur cerita, disiplin, tekun berlatih, dan tentu saja; teruslah berkarya!

Setiap orang harus memilih di antara dua rasa sakit:

Rasa sakit karena kedisiplinan ataukah rasa sakit karena penyesalan.

Jim Rohn

Note

Tulisan penulis blog ini dapat dibaca juga di;

10 HAL PENTING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH SETIAP JASA PENULIS ARTIKEL

Seorang jasa penulis artikel baik mandiri mau pun dalam skala yang lebih besar, tentunya haruslah memahami struktur penulisan artikel yang efektif.  Untuk penulisan artikel di internet khususnya yang mengedepankan SEO, struktur seperti ini lebih dibutuhkan lagi. Artikel online untuk kebutuhan copywriting  pada dasarnya haruslah memahami faktor-faktor mendasar dalam penulisannya berikut ini.

Konten mungkin saja adalah seorang raja.

Namun jangan lupa, kualitas adalah ratunya!

Anonim

Beberapa Faktor Dasar yang Harus Dimengerti Oleh Setiap Jasa Penulis Artikel

Source: Freepik

Dalam profesionalitas jasa penulis artikel SEO, efektivitas adalah sesuatu yang sangat penting untuk diprioritaskan. Efektivitas ini kemudian dapat pula dibagi dalam beberapa kategori secara spesifik berdasarkan tujuan penulisan. Namun untuk artikel SEO secara umum dapat disimpulkan sebagai sebuah artikel yang ditulis dengan tujuan mengoptimalkan kemampuan tampil sebuah website dalam mesin pecairan berdasarkan keyword yang ditargetkan.

Hal ini kemudian menjadi lebih menantang ketika artikel yang ditargetkan untuk optimasi pada mesin pencarian atau SEO, dipadukan pula dengan tujuan copywriting  atau softselling. Kombinasi dua tujuan ini memiliki nilai kerumitan sendiri untuk diaplikasikan. Namun berita baiknya, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan dengan efektif.

Untuk membuat efektivitas penulisan kombinasi ini semakin produktif, tentunya dibutuhkan pemahaman yang baik dari setiap Jasa Penulis Artikel supaya tulisan yang mereka hasilkan mampu mencapai tujuan. Menjadi semakin menarik kemudian karena dalam ilmu penulisan copywriting  sendiri, setidaknya adalah 10 hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap penulis untuk menghasilkan konten yang baik.

Nah, apa saja 10 hal penting yang harus dipahami oleh seorang penulis konten untuk menghasilkan konten yang efektif, produktif dan juga sesuai dengan orientasi yang diharapkan? Berikut uraian lengkapnya untuk kamu.

Kenali Target Penulisan Dengan Baik

Source: Freepik

Seorang yang bekerja secara profesional dalam bisnis jasa penulis harus dapat mengenal siapa audience  atau target penulisan mereka dengan sebaik mungkin. Semakin baik seorang penulis konten untuk copywriting  atau SEO mengenal target penulisan mereka, maka semakin baik pula input informasi yang dapat ia kembangkan sebagai bahan utama penulisan.

Beberapa informasi tentang target yang misalnya dapat diidentifikasi oleh seorang penulis artikel profesional adalah;

  • Berapa usia rata-rata target pembaca yang dituju?
  • Apa ketertarikan utama dari target yang dapat dieksplorasi?
  • Apa hobi mayoritas target yang dituju?
  • Apa pekerjaan mayoritas atau yang paling banyak dilakukan dari target yang dibidik?
  • Berapa perkiraan penghasilan mayoritas target yang akan disasar?
  • Dan lain-lain.

Dengan kemampuan mengenali customer yang akan dijadikan sebagai target penulisan sebuah konten artikel SEO atau pun copywriting , maka dampak yang akan dihasilkan pun akan semakin besar dan efektif.

Fokus Pada Kata “Anda” Bukan “Kami”

Source: Freepik

Salah satu kesalahan yang masih cukup sering dilakukan jasa penulis konten untuk copywriting  atau SEO adalah, mereka lebih berfokus pada keunggulan produk yang dipromosikan, bukannya pada konsumen. Sebuah metode penulisan yang efektif semestinya tidak berbicara mengenai betapa hebatnya sebuah produk yang ingin dijual, namun seberapa besar kepedulian pemilik produk tersebut kepada kebutuhan pelanggan.

Penulis konten yang profesional untuk softselling atau branding awareness harus memahami hal ini untuk diaplikasikan pada tulisan mereka. Fokus pada problem yang dihadapi audience , perjuangan mereka dan, kebutuhan yang mereka harapkan terpenuhi adalah mantra yang paling manjur dilakukan. Semakin baik seorang penulis konten untuk berfokus pada target penulisan, maka semakin besar pula stigma kepedulian produk yang ia perkenalkan.

Tampilkan Keunggulan Produk yang Ditawarkan

Tidak ada yang membaca iklan.

Orang-orang membaca apa yang menarik bagi mereka. Dan itu kadang-kadang itu bukanlah sebuah iklan.

Howard Gossage
Source: Freepik

Pada umumnya  satu jasa penulis artikel murah sekali pun akan lebih memprioritaskan pembahasan penulisan yang menyoroti keunggulan produk yang sedang ditawarkan. Namun sebenarnya yang lebih menarik adalah, bagaimana kemudian memfokuskan tulisan pada keunggulan produk yang memiliki nilai manfaat kepada target yang menjadi tujuan.

Pada bagian ini seorang penulis artikel atau penulis konten harus dapat melihat kebutuhan apa dari sisi target yang dapat disesuaikan dengan keunggulan produk yang dimiliki. Dengan kemampuan seorang penulis copywriting  menggambarkan manfaat besar dari suatu produk yang disampaikan, maka akan semakin besar pula perhatian target terhadap produk tersebut.

Ungkapkan Kelemahan Kompetitor Dengan Elegan

Source: Freepik

Ketika penulis blog ini masih bekerja sebagai salah satu penulis untuk jasa penulis artikel Jogja, editor penulisan copywriting  kadang memberikan saran untuk meminta untuk mengeskpose kelemahan kompetitor penulisan. Menariknya adalah, saran untuk mengungkapkan kelemahan kompetitor ini diikuti pula dengan syarat harus dilakukan dengan cara yang elegan dan estetis.

Mengungkapkan kelemahan kompetitor dengan elegan sama sekali berbeda dengan menjelek-jelekkan atau merendahkan produk kompetitor. Maksud paling ideal dari tujuan ini adalah kemampuan seorang penulis artikel terbaik untuk menunjukkan kepada target pembaca bahwa produk kompetitor memiliki kelemahan yang dapat diselesaikan oleh produk yang sedang  di-endorse.

Pahami Apa Manfaat Informasi yang Dituliskan Dari Sisi Target

Jangan jual kasur.

Tapi juallah tidur yang nyaman dan nyenyak!

Source: Freepik

Penulis artikel yang baik adalah penulis yang mampu menghadirkan benefit untuk pembaca pada setiap tulisan-tulisannya. Benefit  ini bisa merupakan wawasan dan pengetahuan baru, kemampuan baru, pemahaman teknis baru, dan lain sebagainya. Semakin besar manfaat yang bisa dirasakan oleh pembaca pada hasil tulisan yang dibuat, maka semakin kuat pula dampak yang bisa diciptakan.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap jasa penulis artikel online atau pun offline untuk memahami benefit  apa yang bisa ia fokuskan dari sudut pandang pembaca. Menghasilkan benefit  dalam setiap penulisan adalah sesuatu yang memang seharusnya menjadi perhatian seorang penulis artikel profesional.

Hindari Penulisan yang Terlampau Teknis dan Mendetail

Buat mudah. Buat gampang diingat. Buat orang tertarik untuk melihat. Dan buat mereka senang membacanya!

Gary Vaynerchuk
Source: Freepik

Untuk pembahasan mendetail dan sangat teknis seharusnya tidak begitu diprioritaskan dalam metode penulisan artikel untuk copywriting  atau pun SEO. Jasa penulis buku atau ghostwriting mungkin membutuhkan detail seperti ini, namun untuk konten di internet yang sifatnya untuk efektivitas pencarian dan softselling, terlampau mendetail secara teknis justru tidak begitu baik untuk dilakukan.

Jika seorang penulis artikel atau konten lebih memfokuskan perhatian pada bahasan teknis yang mendetail, maka hanya sebagian kecil orang saja yang akan menaruh perhatian. Sebaliknya jika penulisan difokuskan pada benefit  yang dihasilkan, keunggulan produk yang ditawarkan, dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menjadi solusi bagi pelanggan, maka impact-nya akan jauh lebih efektif.

Jangan Mengambil Risiko Terlampau Jauh

Source: Freepik

Berani mengambil risiko tentu saja bagus untuk bisnis, namun jika terlalu berani mengambil risiko yang sebenarnya dapat dihindari dengan baik, itu bukan lagi hal menarik untuk dilakukan. Seorang jasa penulis konten website atau blog dalam hal ini harus pula dapat menaksir sejauh mana risiko yang relevan ia tawarkan untuk menarik minat pelanggan.

Beberapa contoh risiko yang cukup riskan untuk diambil misalnya menawarkan ekspektasi pada calon pelanggan yang sebenarnya tidak dapat dipenuhi. Atau, menjanjikan sesuatu hal yang terlampau hebat hanya untuk mengikat seorang pembaca menjadi pembeli, dan lain sebagainya. Kurangi mengambil risiko yang tidak perlu seperti ini karena hanya akan menjadi bumerang penulisan itu sendiri di kemudian hari.

Pahami Media yang Digunakan Pelanggan

Source: Freepik

Hal penting selanjutnya yang harus pula dimengerti oleh seorang jasa penulis konten media adalah tidak semua pelanggan menggunakan media yang sama untuk membaca tulisan yang dibuat. Ini artinya dibutuhkan sebuah teknis untuk menyesuaikan supaya layout penulisan dapat diterima dengan nyaman untuk semua jenis media yang digunakan oleh target pembaca.

Ini mungkin terdengar agak teknis, akan tetapi ini sebenarnya juga merupakan bagian dari pengaturan bahasa yang efektif dan efisien. Jika kemudian seorang penulis konten atau artikel mengambil sumber penulisannya dari copy-an media lain, pastikan juga bahwa hasil paste dari sumber itu tetap nyaman dibaca oleh target penulisan.

Jangan Lupakan Proofreading

Source: Freepik

Kelemahan yang tidak jarang ditemui pada penulisan konten SEO kadang adalah bahasanya yang terkesan terlampau ‘machine style’  karena menargetkan indexing mesin pencarian. Fokus pada hal ini kemudian membuat struktur penulisan seolah tidak lagi nyaman dibaca oleh manusia yang notabene memiliki perasaan saat menelusurinya kata per kata, sama sekali adalah sebuah kesalahan yang fatal.

Menyusun struktur tulisan yang sistematis dengan tujuan supaya keyword yang ditargetkan dapat terindeks dengan cepat dan baik di mesin telusur tentu saja adalah hal hebat. Namun untuk tujuan ini jangan mengorbankan target pembaca. Bagaimana pun juga, target penulisan adalah manusia yang dapat merasa dan berpikir yang kemudian bisa juga mengambil keputusan.

Jadi kesimpulannya, seorang jasa penulis SEO tetap harus mengutamakan manusia di atas mesin pencari.

Akhiri Konten atau Artikel Dengan CTA

Source: Freepik

Sebagai bagian terakhir dari artikel yang ditulis, setiap jasa penulis artikel atau pun konten di internet sebaiknya juga menyertakan bagian call to action untuk pembaca supaya segera mengambil tindakan. Tombol CTA yang powerfull dapat dilakukan dengan beragam, tergantung tujuan penulisan yang dinginkan itu sendiri.

Kata-kata “Cepetan! Ayo bergabung sekarang! Beli sekarang juga! Dan lain-lain” mungkin bisa menjadi pilihan untuk ditambahkan pada CTA. Namun untuk beragam konsep penulisan, baik ia SEO atau copywriting , CTA tentu juga dapat dilakukan penyesuaian yang relevan dan tepat. CTA yang baik harus tetap terasa alami dan tidak berlebih-lebihan, apalagi memaksakan sesuatu kepada pelanggan.

Anda Membutuhkan Jasa Penulis Artikel Profesional?

Marketing tidak lagi semata tentang barang yang anda jual atau produk yang anda ciptakan.

Namun marketing juga adalah tentang sebuah kisah yang anda ceritakan.

Seth Godin

Jika anda yang membaca tulisan ini adalah pemilik website, blog atau media di internet yang membutuhkan penulisan konten berkualitas seperti yang telah diuraikan di atas, maka jangan ragu untuk menghubungi kontak www.penulisgunung.id.

Source: Freepik

Penulis dari blog ini adalah seorang profesional dalam penulisan lintas bidang. Selama dua tahun belakangan telah menyelesaikan berbagai project penulisan yang produktif dan beragam. Menulis ribuan artikel untuk SEO, artikel copywriting , artikel umum, dan masih banyak lagi, telah memberi pengalaman yang kuat untuk dapat menghasilkan artikel yang berkualitas dan juga efektif.

Oleh karena itu, jika anda kemudian membutuhkan kualitas dan efektivitas untuk hal berikut ini;

  • Jasa penulis artikel SEO
  • Jasa penulis artikel copywriting  
  • Jasa penulis untuk diktat, skripsi, dan jurnal.
  • Jasa penulis buku atau ghostwriting.
  • Bimbingan penulisan
  • Dan lain sebagainya

Tentu anda dapat menghubungi penulis blog ini dan mengajak bekerja sama. Hasil penulisan konten yang berkualitas akan mampu membantu anda untuk mencapai apa yang selama ini anda inginkan.

Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi jasa penulis artikel profesional terbaik untuk kepentingan kepenulisan anda sekarang!

BUAT PROJECT MENULIS SEKARANG


Note:

Tulisan lain penulis blog ini dapat dilihat juga di website:

5 TIPS AMPUH CARA MEMBUAT NAMA PENA YANG BAGUS UNTUK PENULIS

Pada akhirnya, nama-lah yang akan diingat oleh manusia….

Anton Sujarwo

Beberapa penulis hebat lebih memilih menggunakan nama pena mereka dibandingkan nama asli mereka sendiri. Alasan marketing dan kenyamanan adalah dua faktor utama mengapa seorang penulis melakukan hal itu. Namun sebenarnya, bagaimana sih, cara membuat nama pena yang bagus untuk alasan pemasaran atau pun alasan kenyamanan?

Nah, untuk kamu yang mungkin saat ini baru mulai menulis dan berpikir untuk menggunakan nama pena, artikel kali ini akan banyak manfaatnya untuk kamu baca. Apa itu pengertian nama pena, bagaimana memilihnya, serta beberapa contoh nama pena penulis yang populer, akan menjadi bahasan utama dalam postingan penulisgunung.id kali ini. Jadi, mari dibaca sampai tuntas, ya!

Pengertian dan Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Digunakan Oleh Seorang Penulis

Source: Youtube

Secara sederhana nama pena dapat diartikan sebagai sebuah nama yang digunakan oleh seorang penulis disamping namanya yang sebenarnya. Selain disebut sebagai nama pena, nama lain seorang penulis seringkali pula disebut dengan istilah yang cukup beragam, misalnya; pseudonym, alias, fake name, pseudo name, nom de plume, nama samaran dan lain-lain.

Di Indonesia ada cukup banyak pula penulis-penulis hebat yang tenar dan populer bukan dari nama asli mereka, melainkan nama pena mereka. Beberapa penulis dengan pseudonym yang cukup dikenal dalam dunia penulisan tanah air misalnya adalah; Tere Liye (Darwis), Dewi Dee (Dewi Lestari Simangunsong), Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), Remy Silado (Yapi Panda Abdiel Tambayong), dan lain sebagainya.

Sementara jika diperluas lagi ke beberapa penulis luar negeri, maka cukup banyak pula kemudian ditemukan para penulis yang menggunakan nama pena sebagai nama publikasi mereka, Beberapa nama yang cukup dikenal misalnya adalah; J.K. Rowling (Joanne Rowling), DR. Seuss (Theodore Seuss Geisel), Stan Lee (Stanley Martin Lieber), Mark Twain (Samuel Clements) dan Lee Child (James D. Grant)

Contoh nama pena di atas memberikan sebuah kesimpulan bahwa menggunakan nama samaran atau nama pena dalam dunia penulisan adalah sesuatu yang sudah sangat umum dilakukan. Namun yang mungkin juga menjadi pertanyaan adalah; mengapa seseorang ‘harus’ menggunakan nama pena? Apa alasan yang paling mendasar ketika seorang penulis menggunakan nama pena ketimbang nama aslinya?

Beberapa Alasan Mendasar Mengapa Seorang Penulis Menggunakan Nama Pena                     

Setidaknya ada beberapa alasan yang cukup penting mengapa seorang penulis lebih memilih menggunakan nama penanya daripada nama aslinya sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut;

Untuk Melindungi Dirinya dan Keluarganya

Profesi menulis kadang menjadi menarik untuk dan mengundang rasa penasaran orang lain tentang jati diri penulisnya sendiri. Kemudian yang menjadi lebih kompleks adalah, tidak semua yang tertarik memberi respon dengan sikap baik. Beberapa pembaca kadang justru melakukan tindakan-tindakan yang justru mengganggu ketentraman sang penulis. Nah, dengan menggunakan nama pena, hal ini setidaknya dapat dihindari.

Memiliki Alasan Dari Sisi Publikasi dan Pemasaran

Dalam urusan marketing, tidak semua nama memiliki nilai yang menarik. Untuk alasan itulah kemudian beberapa penulis memilih menggunakan nama penanya. Nama pena yang unik dapat didesain sedemikian rupa supaya terdengar menarik, mengagumkan, dan juga lebih memikat para pembaca. Marketing dan pemasaran pada umumnya adalah alasan paling besar mengapa nama pena digunakan.

Menghindari Persamaan Nama dengan Orang yang Sudah Terkenal

Source: Quality Companies Formations

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis menggunakan nama pena adalah untuk menghindari anggapan yang salah dari para pembaca. Anggapan yang salah ini adalah ketika nama asli si penulis mungkin sama atau mirip dengan nama seseorang yang sudah terkenal. Nah, dengan membuat nama pena yang menarik dan berbeda, ia dapat menghindar dari bayang-bayang nama orang yang sudah terkenal tersebut.

Menyesuaikan Dengan Banyak Genre yang Ditulis

Contoh nama pena penulis Indonesia seperti yang telah disebutkan di atas bisa jadi mereka lakukan karena alasan yang keempat ini, yakni menyesuaikan dengan genre yang ditulis. Pada umumnya para penulis yang menggunakan nama pena dengan alasan ini adalah para penulis yang menulis dalam berbagai bidang dan topik. Ketika sedang menulis fiksi romantis misalnya ia menggunakan nama A, sementara saat ia menulis kisah misteri, maka ia menggunakan nama pena B.

Memisahkan Antara Kehidupan Profesional Sebagai Penulis dengan Kehidupan Pribadi

Source(DFI Club)

Nama pena penulis buku Max Havelaar tentang penjajahan Belanda di Indonesia adalah Multatuli, sementara nama sebenarnya adalah Eduard Douwes Dekker. Alasan mengapa Doewes Dekker menggunakan nama Multatuli sebagai nama penanya oleh beberapa orang dianggap sebagai upayanya untuk memisahkan antara kehidupan pribadinya dan profesionalitasnnya.

Terlepas dari apa pun alasan Multatuli digunakan oleh sebagai nama pena penulis buku Max Havelaar, namun buku ini sangat outstanding dan mengagumkan. Buku pertama yang membuka kekejaman tanam paksa Belanda di Indonesia ini adalah salah satu karya besar dunia yang masih sangat relevan dibaca hingga saat ini.

Hanya Untuk Bersenang-Senang

Alasan selanjutnya mengapa seorang penulis memilih menggunakan nama pena dibandingkan nama aslinya adalah untuk bersenang-senang atau just for fun. Mungkin terdengar aneh bagi beberapa orang bagaimana seorang penulis menukar nama aslinya hanya untuk bersenang-senang, namun alasan menggunakan nama pena dengan alasan just for fun cukup banyak ditemukan dalam dunia kepenulisan.

Bagaimana Cara Memilih Nama Pena yang Bagus Untuk Seorang Penulis?

Source: Dafont

Setelah kamu mengetahui beragam alasan mengapa seorang penulis memutuskan untuk menggunakan nama pena seperti yang disampaikan di atas. Lantas, bagaimana sekarang cara memilih nama pena itu sendiri? Apakah ada kiat-kiat khusus yang bisa dilakukan supaya mendapatkan nama pena yang bagus untuk seorang penulis?

Salah satu pertimbangan terbesar yang harus dipikirkan oleh seorang penulis sebelum memilih satu nama pena atau pseudonym yang akan ia gunakan adalah mengenai unsur marketingnya. Seorang penulis pemula mungkin saja akan memilih nama pena berdasarkan feel atau efek rasa yang ditimbulkannya saja. Sementara unsur marketingnya sendiri dianggap nomor dua atau bahkan tidak begitu penting.

Harus dipahami bahwa memilih nama pena yang tepat akan mampu memberi dampak yang bagus untuk tulisan-tulisan kamu nantinya. Beberapa dampak yang cukup penting terkait penggunaan nama pena misalnya adalah;

  1. Nama pena yang kamu gunakan bisa menjadi nama domain untuk websitemu sendiri.
  2. Nama penamu akan menarik perhatian para pembaca saat pertamakali melihat sampul buku yang kamu tulis.
  3. Nama penamu menjadi sesuatu yang gampang sekali untuk diingat dan tidak mudah untuk dilupakan.
  4. Ketika suatu genre penulisan disebutkan pada pembaca, maka namamu langsung muncul sebagai bagian penting dari genre tersebut.
  5. Dan lain-lain.

Nah, dengan melihat betapa fungsionalnya nama pena sebagai sebuah brand untuk dirimu sendiri, maka tentu saja kamu harus memilihnya dengan cermat dan penuh pertimbangan. Dan untuk memudahkan kamu menemukan nama pena yang bagus, berikut beberapa tips dan pertimbangan yang bisa kamu lakukan;

Pilih Nama Pena yang Mudah Untuk Diucapkan dan Diingat

Source: Freepik

Memilih sebuah pseudonym yang gampang diingat dan diucapkan adalah tips pertama yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang ideal. Hindari untuk menggunakan nama pena yang sulit untuk diucapkan atau dieja oleh sebagian besar masyarakat.

Membuat nama pena yang gampang diingat dan tidak sulit dieja dan diucapkan sebenarnya tidaklah sulit. Coba kamu ucapkan lagi beberapa contoh nama yang telah disebutkan pada pembukaan postingan ini seperti J.K. Rowling, Mark Twain, Tere Liye atau Dewi Dee, semuanya gampang diucapkan dan gampang diingat, kan?

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Tidak Memiliki Kesamaan Dengan Seseorang yang Sudah Terkenal

Source: Freepik

Jika dalam dunia lain seseorang bisa mendompleng nama orang lain untuk mengkatrol popularitasnya, maka ini tidak begitu efektif dalam dunia penulisan. Khususnya dalam hal memilih nama pena. Bayang-bayang nama orang lain yang lebih dulu dikenal sama sekali bukan saran paling bagus untuk kamu jadikan inspirasi memilih nama penamu sendiri.

Ketika internet adalah bagian paling esensial untuk memasarkan buku atau tulisan saat ini, maka kamu juga membutuhkan posisi yang mendukung supaya kamu bisa berhasil. Nah, membuat nama pena yang sama dengan seseorang yang mungkin sudah terkenal sama sekali bukan hal yang akan medukung keberhasilanmu di internet.

Saat seseorang mencari nama penulis yang kamu gunakan dalam kolom internet, maka semua pencarian akan mengarah pada orang yang sudah terkenal sebelumnya. Kondisi ini sama sekali bukan hal yang bagus untuk branding pseudonym yang kamu miliki.

Identifikasikan Usia yang Tepat Untuk Nama Pena Pilihanmu

Source: Illusions

Menentukan usia yang sesuai untuk pseudonym yang kamu pilih juga sangat penting. Mempertimbangkan usia sebuah nama pena terkait pula dengan penggunaan nama umum yang paling banyak digunakan saat ini. Ketika kamu memilih satu nama yang tepat dan mewakili segmentasi generasi tertentu, maka kamu pun dengan mudah dapat menjaring pembaca pada usia yang tertarget.

Anggap misalnya kamu memilih nama “Keysa, Marcell, atau Azalea” sebagai pseudonym yang akan kamu gunakan. Maka akan ada kesan bahwa kamu adalah penulis yang masih sangat muda (bahkan bisa jadi ada yang menganggap anak-anak) karena nama pena yang kamu pilih secara umum menggambarkan segmentasi nama anak yang populer digunakan pada 10 tahun belakangan.

Pastikan Nama Pena yang Kamu Pilih Relevan Dengan Genre Penulisanmu

Source: Freepik

Nama Stephen King sudah akrab dengan buku-buku bergenre horror, nama J.K. Rowling juga identik dengan sastra klasik berupa dunia magic dan sihir, atau Stan Lee juga sangat identik dengan karya-karya tentang superhero.

Di Indonesia nama Hamka sangat akrab dengan gaya penulisan melayu yang dalam dan penuh filosofi, nama Tere Liye erat kaitannya dengan karya fiksi yang banyak berisi kritik sosial, dan nama Asma Nadia idetik pula dengan tulisan-tulisan bertema keluarga, kehidupan seorang isteri dan kisah cinta.

Jadi, jika kamu memilih genre horror dalam penulisanmu, mungkin kamu dapat menggunakan nama yang mungkin mewakili niche itu. Begitu pula misalnya tulisanmu adalah tentang petualangan, science, komik anak-anak, dan lain sebagainya. Intinya, kamu dapat menemukan nama pena yang relevan dengan genre yang kamu pilih.

Pastikan Pula Apakah Domain Untuk Nama Pena Pilihanmu Masih Tersedia

Source: Network Solution

Tips terakhir yang bisa kamu gunakan dalam memilih pseudonym adalah dengan memastikan bahwa domain website untuk pseudonym itu masih tersedia dan bisa kamu gunakan. Hal ini sekali lagi erat kaitannya dengan upaya untuk memasarkan nama pena milikmu di kalangan pembaca melalui website yang kamu miliki.

Sekarang, Apa Nama Pena Pilihanmu?

Nah, itu adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan nama pena yang bagus. Meskipun ada cukup banyak manfaat penggunaan nama pena untuk seorang penulis, namun sama sekali tidak masalah jika kamu mungkin ingin menggunakan nama aslimu sendiri.

Baik kamu menggunakan nama pena atau tidak, hal terpenting bagi seorang penulis adalah terus menulis dan menghasilkan karya.

Jadi, selamat berkarya, ya!


Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

BUANG 10 HAL INI JIKA KAMU SERIUS INGIN MENJADI SEORANG PENULIS

Untuk menjadi seorang penulis yang berhasil, tentu saja ada banyak hal yang harus dilakukan. Selain melakukan beberapa hal yang memang menjadi kunci keberhasilan untuk menulis, ada juga beberapa hal yang ternyata tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis. Larangan ini adalah sebuah budaya krusial yang jika tidak segera dibuang, akan menjadi hambatan yang signifikan dalam penulisan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang harus dihindari oleh seseorang yang serius ingin menjadi penulis yang sukses? Berikut adalah 10 hal yang paling penting untuk dibuang jauh-jauh supaya kamu bisa menjadi penulis yang berhasil.

10 Hal yang Harus Dibuang Jauh-Jauh Jika Kamu  Ingin Menjadi Seorang Penulis yang Berhasil

http://www.medium.com

Ada banyak saran yang kemudian dapat ditemukan di internet mengenai cara menjadi seorang penulis, baik itu penulis buku, penulis blog, atau bahkan penulis content writer yang saat ini mulai menjadi profesi yang cukup banyak diminati. Cara-cara ini sebagian besar menjelaskan tentang teknis, tentang kiat dan juga, tentang beberapa hal-hal yang mungkin saja sudah umum diketahui.

Akan tetapi, mungkin tidak begitu banyak sumber yang kemudian menjelaskan tentang ada banyak juga hal penting yang ternyata harus dihindari oleh seorang penulis. Hal-hal yang harus dihindari ini, memiliki cakupan yang lebih luas untuk diketahui oleh seorang calon penulis. Cakupannya mulai dari teknik dalam menulis, bahkan yang lebih esensi adalah mengenai mentalitas penulis itu sendiri.

Nah, apa saja sih sebenarnya hal-hal penting yang tidak boleh dilakukan oleh seorang penulis? Berikut penulisgunung.id telah merangkumnya dalam 10 poin yang dianggap paling mendasar dan penting. Mari dicermati satu-persatu.

Buang Kebiasaan Menunggu Waktu yang Sempurna Untuk Menulis

Source: youtube

Apakah kamu menulis hanya jika waktu dan segala sesuatunya sempurna? Jika iya, maka selamat mencoba keberuntunganmu dengan hal itu!

Namun, jika kamu ingin tahu bagaimana membuat dirimu tetap produktif dengan segala kondisi dan keadaan, maka sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaanmu menunggu waktu yang super sempurna untuk bisa menulis.

Seorang penulis hebat tetap menulis dalam keterbatasan. Bahkan para legenda sastra yang luar biasa seperti Buya Hamka, menuliskan mahakarya terbaiknya dalam penjara. Jadi, jika sekarang yang kamu miliki hanyalah komputer tua,  atau laptop yang keyboard-nya sudah agak keras, atau bahkan beberapa carik kertas dengan tinta di bawah cahaya lampu templok berbahan bakar minyak tanah, maka tetaplah menulis!

Buang Kebiasaanmu Untuk Memaksakan Diri Menulis Sesuatu yang Harus Romantis

Source: Garyvaynerchuck

Menulis kata-kata indah saja tidak akan menjadikan kamu seorang penulis, menggerakkan orang lain, menghibur mereka, mengedukasi dan menginspirasi mereka lah yang akan membuat kamu menjadi seorang penulis

Hal menarik yang cukup sering terjadi dalam dunia penulisan, khususnya para pemula, adalah mereka kadang terjebak persepsi untuk hanya menghasilkan kata-kata yang indah dan puitis semata.

Tidak, jangan terjebak dengan itu. Itu bukanlah bagian paling besar dalam porsi untuk menjadi seorang penulis.

Jika kamu bisa merangkai kata-kata indah dan diksi yang sempurna, itu bagus! Namun perlu diingat bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang hal itu. Konsistensi dan disiplin dalam menulis jauh lebih memegang peranan daripada sekedar rangkaian kata indah. Pastikan kamu untuk tidak terjebak dengan persepsi yang salah seperti itu, ya!

Buang Kebiasaanmu Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Source: Youtube

Jika kamu membandingkan karyamu dengan karya orang lain sebagai cara untukmu memperbaiki kualitas penulisan, maka tidak ada masalah dengan itu. Namun jika kamu mulai membandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain dan itu kemudian membuat kamu merasa terganggu, maka itu adalah alarm supaya kamu tidak melakukannya lagi.

Setiap penulis memiliki karakteristik dan gayanya masing-masing. Sebaiknya kamu tidak memaksakan diri untuk bergaya seperti penulis lain, meskipun gaya penulisannya kamu kagumi. kamu boleh saja terinspirasi dan kemudian ingin menuliskan hal yang mungkin sama, namun tetaplah tunjukkan karakteristik menulismu sendiri.

Buang Rasa Iri Dengan Keberhasilan Penulis Lain

Source: Isha foundation

Semua penulis itu satu dunia dalam karya, satu napas menghadirkan gelombang kata-kata, jangan buat dirimu menderita dengan memasukkan rasa dengki di dalamnya.

Anton Sujarwo

Kamu mungkin saja melihat seorang penulis buku, penulis blog, atau penulis konten yang menurut kamu karyanya biasa saja. Akan tetapi dari sisi jumlah pemasukan menulis misalnya ia lebih mengungguli apa yang bisa kamu lakukan. Jika kamu menemui kondisi semacam ini, maka segera buang jauh-jauh jika mungkin ada bara iri yang muncul dalam benakmu.

Ini mungkin tidak banyak disampaikan dalam tips-tips dan teknis menulis namun, cara menjadi seorang penulis yang hebat adalah juga dengan membuang jauh-jauh perasaan iri pada penulis lainnya. Semua orang memiliki medan juang mereka masing-masing, memiliki titik start yang mungkin saja juga tidak sama, jadi ketika pencapaiannya mereka berbeda,  tentu saja itu juga tidak adalah wajar.

Buang Perasaan Takut Ditolak dan Terlalu Mengharapkan Persetujuan Orang Lain

Source: Psychology today

Merasa takut ditolak itu wajar, tapi jangan terbebani dengan perasan itu jika kamu mau menjadi seorang penulis yang berhasil. Penulis terbaik sekali pun seperti J.K. Rowling atau Stephen King, pernah mengalami penolakan terkait dengan karya mereka. Dan itu tidak akan pernah menjadi masalah selama kamu memutuskan untuk tidak pernah menyerah.

Selain ketakutan penolakan terhadap karya yang kamu tulis, kamu juga harus membuang jauh-jauh harapan untuk misalnya supaya selalu diterima dan disetujui orang lain. Penulisanmu, gaya menulismu, bahkan karakter dirimu sendiri dalam menulis bisa saja tidak mendapat persetujuan orang lain. Dan seorang penulis, harus terbiasa dengan itu dan mampu berdamai dengan perasaan yang ditimbulkannya.

Buang Rasa Keterikatan Dengan Apa yang Kamu Tulis

Source: Etsy

Rasa keterikatan yang dimaksud disini bukan mengenai tanggung jawab dan konsekuensi mengenai hal yang ditulis. Akan tetapi keterikatan yang dimaksud adalah bahwa segala sesuatu yang kamu tulis, kamu ikat dengan perasaan dan pandangan hidupmu sendiri. Atau kamu merasa enggan dan sungkan untuk menulis sesuatu yang berseberangan dengan jati dirimu, pengalamanmu, atau cara pandangmu terhadap objek masalam tertentu.

Misalnya begini; kamu adalah orang yang idealis mengenai peran-peran protagonis karena secara jati dirimu sendiri, kamu memang adalah orang baik. Nah ketika kamu menulis novel atau cerita yang saat itu kamu dituntut untuk mampu melukiskan kejahatan dari sudut pandang kejahatan itu sendiri, maka ikatan idealismemu terhadap nilai-nilai protagonis, harus kamu lepas.

Bukan berarti kamu berlepas dari nilai kebaikan protagonis, tapi ini bertujuan supaya kamu tidak memiliki beban saat menghidupkan narasi berceritamu yang luar biasa.

Buang Rasa Malas dan Kebiasaan Tidak Disiplin

Source: Pixels

Orang tidak pintar bisa berhasil, orang tidak kaya juga berhasil, akan tetapi orang yang tidak disiplin, ia tidak akan bisa berhasil.

Anton Sujarwo

Disiplin dan ketekunan adalah kunci hampir dari setiap keberhasilan, dan itu juga berlaku dalam kepenulisan. Bahkan pokok utama berhasil atau tidaknya seorang penulis, ditentukan oleh karakternya sendiri, yang disiplin dan ketekunan  adalah bagian paling dasarnya.

Disiplin dalam menulis erat kaitannya dengan melawan rasa malas dan keengganan. Dan malas dalam menulis bisa jadi disebabkan oleh banyak faktor seperti mood yang sedang tidak bagus, suasana yang dirasa kurang tepat, atau pada kondisi yang paling umum; merasa tidak memiliki waktu untuk menulis. Disiplinmu harus mampu mengalahkan itu semua. Ketika motivasimu mulai mengendur untuk menulis, maka kedisiplinanmu lah yang akan mengantarkanmu pada keberhasilan.

Buang Kebiasaan Membuat Terlalu Banyak Alasan

Source: Pinterest

Hal selanjutnya yang juga harus kamu buang jauh-jauh untuk menjadi seorang penulis cerpen, novel atau bahkan blog sekali pun, adalah sifat suka membuat alasan. Dan alasan yang paling banyak dikemukakan dalam penulisan biasanya adalah; tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak tahu harus mulai menulis darimana dan, juga tidak memiliki basis pembaca.

Ini semua adalah alasan yang dibuat oleh pikiranmu sendiri. Mengenai waktu, kamu tentu tahu bahwa kamu sebenarnya memiliki waktu, meskipun bisa saja tidak sebanyak yang lain. Mengenai harus memulai darimana, ada banyak metode penulisan yang membuat kamu bisa menulis dari mana saja yang kamu suka. Sementara alasan tidak memiliki pembaca; Iya, benar, semua penulis juga awalnya tidak memiliki pembaca, namun itu justru memacu mereka menulis semakin giat dan rajin.

Jadi untuk menjadi seorang penulis yang produktif dan andal, hilangkan semua alasan yang justru akan membuatmu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan.

Buang Kebiasaan Manja dan Mengharapkan Segala Sesuatunya Berhasil Dengan Mudah

Source: Unstoppable Rise

Hanya karena kamu telah menuliskan sesuatu, tidak berarti orang lain pasti akan membacanya. Atau hanya karena kamu telah berhasil merilis satu judul buku, tidak berarti pula bahwa orang akan membelinya. Namun berita baiknya, apa yang telah kamu lakukan adalah gerbang menuju keberhasilan yang lebih besar. Walaupun tentu saja, semuanya membutuhkan perjuangan yang panjang yang tidak sebentar.

Penulis yang kuat haruslah membuang sifat manjanya. Kamu harus pula menyadari bahwa bisa jadi tulisanmu akan dikritik, diacuhkan, atau ditolak dan dianggap buruk oleh orang lain. Tapi itu bukan masalah besar, selama kamu masih tekun berusaha dan tak patah semangat, perjuanganmu dengan kesuksesan hanyalah dibatasi oleh jembatan waktu saja.

Buang Semua Keraguan dan Rasa Takut  Melakukan Kesalahan

Source: Pinterest

Melakukan suatu tindakan kemudian salah pada hakikatnya jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa karena keraguan dan ketakutan membuat salah. Dalam dunia penulisan pun demikian. Kamu bukan Hamka, kamu bukan J.K. Rowling, kamu juga bukan Leo Tolstoy, jadi jangan membatasi kemampuan terbaikmu hanya karena kamu takut berbuat salah.

Untuk menjadi seorang penulis profesional yang berhasil dan kuat, kamu harus membuang ketakutan dan juga keraguan. Ambillah tindakan berani dan jangan jadikan segala pikiran tentang ragu-ragu mengekang kreativitasmu.

Keberanian dan ketangguhan tidak hanya dibutuhkan ketika kamu mengangkat pedang dalam pertarungan dan peperangan, namun ketika kamu mengangkat pena untuk menulis, kamu juga membutuhkan keberanian, kekuatan, disiplin, kerja keras dan segenap keyakinan untuk berhasil dan keluar sebagai pemenang.

Anton Sujarwo

Untuk menjadi seorang penulis blog atau penulis buku, sepuluh poin di atas harus kamu buang jauh-jauh. Mungkin memang pada awalnya tidak mudah untuk mengaplikasikan semua saran ini, namun dengan konsistensi dan ketekunan, kamu pasti bisa menjadi seorang penulis yang sukses dan berhasil.

Jadi, buang semua hal buruk tersebut dan tetaplah menulis, ya!

10 KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG TIDAK SADAR PALING SERING DILAKUKAN

Mood dan inspirasi adalah sesuatu yang penting dalam sebuah proses penulisan, namun itu bukan segalanya.

Anton Sujarwo

Semua penulis besar yang sekarang sudah menjadi penulis profesional itu, mereka pada suatu titik pernah menjadi penulis pemula. Seorang penulis pemula seringkali mengalami beberapa persoalan dalam penulisan karena ketidaktahuan mereka. Di antara beberapa kesalahan penulis pemula tersebut, sepuluh hal berikut adalah yang paling sering dilakukan bahkan tanpa mereka sadari.

Lalu, apa sajakah sepuluh kesalahan para penulis pemula yang paling sering dilakukan tersebut? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Kesalahan Penulis Pemula yang Paling Sering Dilakukan dan Mereka Tidak Sadar Sedang Melakukan Kesalahan

Source: Freepik

Para penulis adalah orang-orang yang senantiasa harus belajar dan belajar lagi supaya kualitas tulisan yang mereka hasilkan menjadi semakin baik. Sisi lain yang juga harus diperhatikan oleh seorang penulis adalah mengenai kreatifitas dan produktivitas. Semakin kreatif seorang penulis, semakin kuat ia bisa membangun sebuah jalan cerita yang menarik.

Sejalan dengan imajinasi dan kreativitas, produktivitas pun tidak dapat dilakukan jika seorang penulis ternyata dalam proses penulisan yang ia lakukan, melakukan beberapa hal yang justru membuat produktivitasnya terganggu. Dan lebih menariknya lagi adalah, bahwa beberapa kesalahan ini seringkali dilakukan tanpa disadari oleh penulisnya sendiri.

Nah, jika kamu juga adalah seorang penulis yang mungkin sedang memulai menuliskan beberapa karyamu, beberapa kesalahan berikut perlu untuk kamu ketahui. Dengan mengetahui berbagai kesalahan penulis yang semestinya dapat kamu hindari ini, maka proses menulismu dapat lebih lancar.  

Apa saja sepuluh kesalahan tersebut, berikut penjelasannya satu-persatu.

Terlalu Fokus Pada Penerbitan Sebelum Menyelesaikan Bukunya Sendiri

Source: Budtoboss

Kesalahan penulis yang pertama khususnya para pemula adalah terlalu fokus memikirkan masalah penerbitan sebelum ia sendiri menyelesaikan bukunya. Menerbitkan buku dan mencari agen publisher yang handal tentu saja adalah sesuatu yang penting, namun jika kamu terlalu fokus pada hal ini sementara tulisan-tulisanmu sendiri menjadi terganggu, tentu saja akhirnya menjadi tidak baik.

Saat ini, menerbitkan buku adalah sesuatu yang tidak lagi sulit. Kamu hanya tinggal memilih ingin menerbitkan bukumu melalui penerbit mayor atau pun melalui penerbit indie. Baik penerbit mayor mau pun penerbit indie, keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu dapat dengan mudah mempertimbangkan mana yang akan kamu pilih. Akan tetapi sebelum tahap itu, sebaiknya fokuslah terlebih dahulu untuk menyelesaikan penulisan bukumu.

Menunggu Mood atau Inspirasi Untuk Menulis

Source: Freepik

Mood dan inspirasi adalah sesuatu yang penting dalam sebuah proses penulisan, namun itu bukan segalanya. Kamu tidak bisa menunggu mood atau datangnya inspirasi saja untuk memulai atau meneruskan tulisanmu. Mood manusia tidaklah stabil, dan inspirasi mungkin juga tidak akan datang setiap hari. Jadi, jika kamu menunggu keduanya untuk menulis, kamu bisa saja akan ketinggalan dan tulisanmu bisa jadi tidak akan pernah selesai.

Menuggu datangnya mood atau inspirasi kadangkala adalah kesalahan penulis fiksi pemula, yang biasanya tidak terhindarkan ketika mereka ingin mendapatkan suasana yang sempurna saat menghasilkan tulisan. Padahal ketika mood dan inspirasi tidak kunjung muncul memberi pencerahan, disiplin pada dasarnya jauh lebih efektif membuatmu tetap produktif menghasilkan tulisan.

Memaksakan Diri Untuk Menulis Sesuatu yang ‘Berbeda dan Istimewa’

Source: Merriamwebster.blog

Kesalahan selanjutnya yang sering pula terjadi pada para penulis pemula dan membuat kreativitasnya menjadi tersendat adalah berusaha memaksakan diri menulis sesuatu yang ‘berbeda’. Berbeda yang dimaksud dalam hal ini adalah upaya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa, yang lain dari pada yang lain, yang spesial dan mungkin juga yang, terasa sempurna.

Menghasilkan karya yang sempurna itu adalah sebuah keharusan, namun itu juga adalah bentuk dari sesuatu yang membutuhkan proses dan waktu. Jadi, jika kamu selama ini terhenti menulisnya karena terlalu keras berupaya untuk bisa menulis dan menghasilkan sesuatu yang ‘berbeda’, sebaiknya kamu mulai mengalihkan upayamu itu dengan menulis saja dulu. Dikarenakan perbedaan dan kesempurnaan yang kamu inginkan itu, akan hadir seiring dengan waktu dan jam terbangmu sendiri.

Memutuskan Untuk Tidak Membaca Genre yang Kamu Tulis Karena Menghindari Plagiat

Source: EdSurge

Plagiat adalah menjiplak karya orang lain dan menjadikannya seoah-olah itu sebagai milikmu. Plagiat tentu saja adalah buruk. Dan dilihat dari sudut pandang  mana pun, plagiat adalah bentuk kemiskinan ide dan kekerdilan imajinasi seorang penulis. Jadi, kamu memang tidak boleh melakukan plagiat dalam tulisan-tulisanmu.

Namun demikian, memutuskan untuk tidak membaca karya orang lain dengan genre sama seperti yang sedang kamu tulis supaya kamu terhindar plagiat, bukanlah cara yang tepat. Dengan membaca karya sejenis, kamu justru memiliki perbandingan dan sekaligus juga dapat menghindari plagiat. Membaca karya lain dengan genre sejenis juga bisa menjadi cara bagimu untuk menemukan keunggulan cerita yang kamu tulis sendiri.

Tidak Menggunakan Kerangka Penulisan dan Membiarkan Tulisanmu ‘Mengalir Apa Adanya’

Source: Authorstech

Kesalahan dalam menulis novel atau pun karya fiksi lainnya yang seringkali juga ditemui pada para penulis pemula adalah dengan tidak menggunakan kerangka penulisan. Padahal, kerangka penulisan atau outlining dalam sebuah penulisan baik itu fiksi atau pun non fiksi, tetap sangat dibutuhkan. Kamu yang menulis menggunakan outline akan dimudahkan untuk tetap on the track pada proses menulis yang panjang sekali pun.

Outline dalam karya fiksi berupa novel juga berfungsi sebagai pengunci ide cerita utama yang akan disampaikan dalam tulisan. Dalam penjabarannya kamu dapat menulis beberapa perluasan masalah dari ide pokok, namun outline yang kamu buat akan jadi rem bagimu ketika misalnya tulisanmu sudah terasa tidak relevan lagi dengan persoalan.

Menulis yang mengalir seperti air dan apa adanya memang sangat menyenangkan, namun jangan lupakan outline atau kerangka. Pada prosesnya jika kamu tekun berlatih dan terus menulis, outline justru akan membuatmu mampu menulis dengan lebih cepat, lebih efektif dan, juga lebih produktif.

Tidak Mengatur Waktu Khusus Untuk Menulis

Source: IELTS

Kesalahan umum selanjutnya yang seringkali tidak disadari oleh para penulis pemula adalah mereka tidak memiliki waktu yang spesifik untuk menulis. Seorang penulis yang berbakat dan menjadikan menulis sebagai selingan atau pengisi waktu luang saja, cenderung akan terjebak pada kesalahan yang satu ini. Asumsinya untuk menulis hanya pada luang saja akan membuat dorongan menulisnya tidak disiplin dan terarah dengan benar.

Sebagai seorang penulis kamu harus mengupayakan waktumu untuk menulis secara disiplin. Kamu bisa menetapkan jamnya setiap hari atau setiap beberapa waktu secara berkala. Untuk menghasilkan dua belas judul buku dalam waktu dua tahun dan ribuan artikel di internet, saya pribadi menganggarkan banyak waktu saya untuk menulis. Akan tetapi waktu khusus dan terbaik untuk menulis yang saya miliki adalah pada pukul 02:30 – 06:00 dini hari, setiap harinya.

Tidak Memahami Apa yang Sebenarnya Ingin Disampaikan Dalam Tulisan

Source: weheartit.org

Selanjutnya yang juga tidak sadar dan seringkali dilakukan oleh para penulis pemula adalah mereka tidak memahami apa yang sesungguhnya ingin mereka sampaikan kepada para pembaca melalui tulisan. Ini hampir mirip seperti ide pokok penulisan dengan fokus pertanyaan misalnya; Apa yang ingin kamu katakan pada pembacamu?  Mengapa kamu ingin menyampaikan itu? Dan apa manfaatnya bagi mereka atas pesanmu itu?

Dalam penulisan fiksi kamu misalnya dapat menulis hingga 100.000 kata atau bahkan lebih, tapi objek utama dari penulisan yang panjang tetap juga harus kamu pahami intinya; bahwa apa yang ingin kamu sampaikan sebenarnya? Dengan mengerti apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan pada pembaca tulisanmu, kamu akan memiliki ketajaman yang kuat saat menulis dan juga menguraikannya dalam lautan kata-kata.

Terlalu Banyak Hal yang Ingin Ditulis dan Lupa Pada Fokus

Source: Forstudent.com

Menulis adalah salah satu pekerjaan atau profesi yang membutuhkan fokus dan konsentrasi. Fokus dibutuhkan tidak hanya pada saat menulis dan meluapkan kata-kata, namun juga dibutuhkan secara makro saat memilih topik dan tema penulisan. Kamu mungkin memang memiliki ribuah ide untuk dituangkan dalam tulisan, namun tanpa fokus bisa jadi tidak ada satu pun idemu yang akan menjadi buku.

Untuk menjadi penulis yang produktif dan kreatif, kamu membutuhkan fokus yang ekstra. Seumpama kamu memiliki beberapa ide yang ingin dituangkan dalam buku dan ide itu semua sama bagusnya, kamu harus memilih salah satu ide dan menyelesaikan hingga benar-benar tuntas. Kurangnya fokus dan terlalu banyak ide yang ingin ditulis adalah salah satu kesalahan

Memiliki Ide yang Hebat Tentang Cerita yang Menarik Namun Tidak Memiliki Karakter yang Kuat Sebagai Pendukungnya

Source: DNBryn

Salah satu hal lain yang juga sangat sering ditemui sebagai kesalahan pada para penulis pemula adalah mereka kadang terlalu sibuk pada jalan cerita yang ingin disampaikan dan, lupa pada membangun karakter tokohnya sendiri. Cerita yang bagus tanpa diimbangi dengan kekuatan penokohan atau karakter, seringkali tidak dapat melekat dengan baik pada benak pembaca.

Jika kamu memiliki suatu konsep yang menarik tentang sebuah cerita, pastikan pula kamu memiliki tokoh atau karakter yang juga kuat sebagai subjeknya. Balance antara cerita yang menarik serta karakter yang kuat akan membuat cerita yang kamu hasilkan menjadi sempurna. Dan untuk melakukan hal ini, tentu saja kamu membutuhkan banyak latihan dan belajar. Berita baiknya, dengan ketekunan dan disiplin kamu pasti bisa melakukannya.

Tidak Pernah Membaca Buku atau Mengikuti Kelas Menulis Tertentu

Source: EverythingPR

Aktivitas menulis dan membaca adalah dua sisi yang sama sekali tidak dapat dipisahkan. Kamu tidak dapat menulis jika kamu tidak mau membaca, membaca adalah ruh dan spirit dari aktivitas penulisan itu sendiri. Jadi, pastikan kamu mencintai buku dan sering membacanya untuk membuat kualitas dan produktivitas tulisanmu semakin baik.

Selanjutnya, ada banyak penulis hebat yang lahir dari proses otodidak, akan tetapi tidak ada salahnya jika kamu mengambil kursus atau bimbingan untuk mempercepat prosesnya. Dengan dibimbing oleh penulis berpengalaman, kamu dapat melampaui beberapa hal yang mungkin saja akan membutuhkan banyak waktu jika kamu melakukannya sendiri.

Seorang pembimbing adalah adalah seseorang yang melihat lebih banyak bakat dan kemampuan di dalam dirimu, daripada yang kamu lihat sendiri, dan ia kemudian membantumu mengeluarkan kemampuan terbaikmu.

Bob Proctor

Nah, kamu yang ingin mendapatkan bimbingan dalam menulis dan menghasilkan karya berbentuk buku, artikel atau apa pun yang bersifat tulisan, tentu saja kamu dapat menghubungi penulis blog ini yang juga merupakan seorang penulis. Penulis blog ini adalah copywriter, penulis buku, ghost writer dan juga kontent writer yang pengalamannya dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk kamu pelajari.

Sekarang, kamu dapat menghubungi penulis blog ini melalui kontak yang sudah tersedia. Atau juga bisa melihat beberapa tulisannya yang lain pada website: www.akasakaoutdoor.co.id, atau www.arcopodojournal.wordpress.com. Dengan belajar menulis pada yang telah berpengalaman, kamu tidak perlu lagi melakukan kesalahan penulis pemula seperti yang lainnya.

Tetap produktif menulis, ya!

15 TEMA BUKU FIKSI PALING POPULER UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL

Tidak semua orang dapat menemukan tema buku fiksi dengan mudah sebagai bahan dalam tulisan mereka. Para penulis pemula bahkan penulis profesional sekali pun, kadang-kadang juga mengalami deadlock atau jalan buntu mengenai tema tulisan mereka selanjutnya. Pada kondisi yang lebih serius, kondisi deadlock idea bahkan bisa mengganggu produktifitas seorang penulis.

Nah sebenarnya ada berapa banyak sih, tema penulisan fiksi yang paling populer dan dapat diadaptasi dengan mudah dalam penulisan novel atau pun cerpen? Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

15 Tema Buku Fiksi yang Paling Populer Digunakan Dalam Penulisan Cerpen atau pun Novel

Source: Freepik.com

Jika didefinisikan secara sederhana, pengertian tema dalam buku fiksi adalah topik atau tentang apa sebuah cerita yang disampaikan dan penulisan suatu cerita fiksi. Tentunya ada banyak sekali tema yang bisa diceritakan. Semakin piawai seorang penulis menemukan tema yang tepat untuk karya fiksinya, maka semakin besar juga pula peluangnya untuk diterima oleh para pembaca.

Meskipun ada demikian banyak tema yang dapat diambil sebagai inspirasi penulisan cerita fiksi, namun tentu saja tidak semua bisa dieksekusi dengan mudah dalam prosesnya. Akan tetapi mendapatkan sebuah tema besar dalam satu penulisan, adalah langkah awal untuk mengembangkan plotnya sendiri dalam sebuah penceritaan yang menarik.

Dalam penulisan fiksi, ada banyak sekali ide yang kemudian bisa dikembangkan sebagai tema sebuah cerita. Tema tentang cinta, tema tentang perjuangan, tema tentang pengorbanan dan tema tentang peperangan, adalah beberapa tema yang cukup sering diangkat dalam penulisan. Namun sebenarnya, ada lebih banyak lagi tema yang bisa diambil oleh seorang penulis untuk kemudian dituangkan dalam alur penceritaan.

Lalu, kira-kita apa sajakah tema cerita buku fiksi yang paling populer dalam sebuah penulisan? Berikut ini ulasannya.

Tema Tentang Cinta dan Kematian

Source: Freepik.com

Dalam dunia yang kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan, pilihlah juga untuk menjadi seseorang yang jika ia mencintai orang lain, maka ia mencintainya dengan tulus

Cinta adalah tema yang paling banyak digunakan dalam penulisan cerita fiksi.  Cinta adalah sebuah topik yang sangat universal dan dapat diterima oleh hampir semua kalangan. Cinta juga merupakan bahasa yang paling sederhana untuk berkomunikasi dalam beragam kebudayaan dan latar belakang.

Dengan segala keistimewaan yang terkandung di dalamnya, cinta telah menjadi sebuah tema penulisan yang paling populer sepanjang sejarah. Tema cinta juga telah menjadi topik yang paling digemari di seluruh dunia. Dan karenanya, buku fiksi yang bercerita tentang cinta, tentang suka dukanya, tentang keindahan dan dioramanya, menjadi bagian fundamental fiksi yang dianggap paling kaya.

Hal yang perlu kamu ingat terkait dengan penulisan tentang tema cinta dalam fiksi adalah, bahwa cinta tidaklah dapat diartikan sebagai kasih asmara semata. Walaupun memang tentang hal itu yang terasa paling menonjol.

Cinta dapat diterjemahkan dalam bahasa yang demikian luas, cinta dapat terjadi antara manusia, antara hewan atau binatang, antara elemen alam dan juga semesta. Bahkan pada pembahasan cinta yang lebih tinggi, kamu dapat pula menggambarkan tema cinta dalam bahasa spiritual yang kukuh kepada Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta.

Tema kematian adalah salah satu tema yang hampir sama kuatnya dengan cinta dalam penulisan cerita fiksi. Kematian tidak hanya dianggap sebagai sebuah kesedihan dan perpisahan semata, namun dalam fiksi kematian dapat diterjemahkan lebih luas lagi sebagai sebagai rekayasa sempurna dari sebuah tragedi yang mengguncangkan jiwa manusia.

Ada banyak buku yang berkisah tentang cinta dan kematian sekaligus. Jika kamu pernah membaca Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, kamu akan tahu bagaimana kuat imajinasi tema penulisan fiksi tentang kematian dan juga cinta dalam sebuah karya sastra.

Tema Tentang Kebaikan Melawan Kejahatan

Source: AugereExpress.com

Menulis sebuah cerita yang menuturkan kebaikan melawan kejahatan adalah salah satu tema yang juga sangat umum dilakukan. Karakter protagonis yang mewakili kebaikan akan dibenturkan dengan karakter antagonis yang merupakan gambaran dari kejahatan. Kebaikan versus kejahatan juga mengalami banyak pengembangan dalam berbagai cerita fiksi, tergantung sejauh mana imajinasi si penulisnya sendiri.

Jika kamu tertarik menulis sebuah kisah fiksi yang tema utamanya adalah pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan, maka pilihlah kisah yang mungkin berbeda dari biasanya, supaya ceritamu bisa memiliki ciri khas. Atau jika kamu merasa bingung untuk mendapatkan perbedaan yang kuat karena tema ini terlampau umum, berikan sesuatu yang spesifik pada karakter kebaikan atau kejahatan yang kamu angkat agar ceritamu lebih kuat tertanam dalam benak pembaca.

Tema Tentang Masa Muda dan Tumbuh Dewasa

Source: Freepik.com

Tema dalam buku fiksi selanjutnya yang cukup sering pula diangkat adalah tentang masa muda dan tumbuh dewasa. Kamu tentu tahu bahwa masa remaja adalah fase usia yang sangat menarik dari hidup manusia. Remaja menjadi sebuah rentang umur yang demikian enerjik, berani, suka mengambil risiko, punya rasa penasaran yang besar, dan lain sebagainya.

Menulis novel atau cerpen fiksi yang menceritakan tentang masa muda dan pertumbuhannya menjadi dewasa tentu saja adalah sebuah subjek yang menarik. Kamu dapat dengan mudah menemukan sebuah periode penceritaan karakter tokoh dimana ia mungkin melakukan banyak tindakan ceroboh, gegabah dan tanpa perhitungan. Namun segala tindakan yang ia lakukan ini kemudian mengantarkannya pada kedewasaan.

Tema Tentang Kekuasaan yang Korupsi dan Sewenang-wenang

Source: RobbyRobbins.com

Novel atau kisah fiksi yang bercerita tentang sewenang-wenangan kekuasaan tentu saja adalah sesuatu yang sering ditemui. Kekuasaan dan segala bentuk kekuatan dan kejahatan yang ada dibaliknya, adalah sebuah tema besar yang dapat dituangkan dalam tulisan yang penuh pesan dan sarat makna.

Penulis populer Indonesia dengan nama pena Tere Liye bahkan menulis khusus tentang tema ini melalui sebuah mahakaryanya yang berjudul Negeri Para Bedebah. Ini adalah salah satu contoh buku fiksi yang melukiskan bagaimana kekuasaan yang korup dan tidak amanah, dapat menjadi inspirasi penulisan cerita yang luar biasa.

Tema Tentang Keberanian

Source: Freepik.com

Keberanian bukanlah memiliki kekuatan untuk terus melangkah maju, namun memilih terus melangkah maju disaat tidak lagi memiliki kekuatan apa pun

Napoleon Bonaparte

Keberanian adalah sebuah sifat yang sangat dikagumi dalam diri manusia. Berani dalam penulisan novel fiksi melebihi makna sederhana sebagai kemampuan menghadapi rasa takut semata. Akan tetapi dalam sebuah karya fiksi dan juga pada banyak karya sastra lain, keberanian kadang menempati derajat pemaknaan yang jauh lebih dalam dan juga lebih luas.

Tema keberanian dalam penulisan cerita fiksi berupa novel atau pun cerpen, tidak hanya berisi tindakan fisik yang gagah dan agresif. Namun ilustrasi dan eksistensi yang paling kuat untuk melukiskannya adalah dengan menggambarkan keberanian suatu karakter untuk melampaui sifat dan ketakutannya sendiri.

Pada banyak kisah fiksi, keberanian bukanlah sebuah gerak fisik, namun sebuah kebulatan tekad dan perasaan kuat dan tegas dalam mengambil sikap dan tindakan.

Tentang Berjuang dan Bertahan Melawan Rintangan

Source: Freepik.com

Tema selanjutnya yang dapat kamu jadikan inspirasi dalam penulisan karya fiksimu adalah tentang perjuangan dan kemampuan bertahan melawan tantangan dan juga rintangan. Kamu dapat melukiskan satu karakter tangguh dalam ceritamu yang dihadapkan dengan begitu banyak masalah dan persoalan. Namun kegigihan, kesungguhan dan ketangguhannya dalam melalui banyak rintangan, menjadi inti kisah yang dapat kamu ceritakan.

Survival melawan alam dan keganasan hutan belantara, survival melawan rasa sakit, survival menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai sebuah tujuan berupa tempat dan lain sebagainya, dapat menjadi sedikit gambaran inspirasi yang bisa kamu ambil pula untuk tema ini.

Tema Tentang Perlawanan Sosial dan Ketidakadilan

Source: Medium

Tema ketidakadilan adalah salah satu tema dalam penyusunan buku fiksi yang juga tidak kalah populer dan menarik untuk kamu angkat sebagai topik cerita. Ketidakadilan tentu saja banyak dalam masyarakat , dan kamu dapat menemukannya dengan sangat mudah. Kamu misalnya dapat menulis tema fiksi dengan latar belakang kesenjangan ekonomi yang tajam, diskriminasi kekuasaan dan etnis tertentu, dan lain sebagainya.

Apartheid atau diskriminasi warna kulit adalah tema yang cukup populer untuk subjek satu ini. Misoginy atau kebencian yang berlebihan terhadap wanita juga kadangkala banyak diangkat. Atau pada contoh lain adalah rasisme agama dan keyakinan, rasisme terhadap pandangan politik atau bahkan, diskriminasi atas sesuatu yang bahkan lebih remeh daripada itu semua.

Tema Tentang Konfik dan Peperangan

Source: Americakmoviestyle

Hanya prajurit yang tewas yang telah melihat akhir dari sebuah peperangan.

Plato

Perang adalah salah satu tema yang paling banyak digemari dalam berbagai literatur karya manusia. Buku tentang peperangan, kisah tentang peperangan, film tentang peperangan dan juga tentu saja dongeng dan mitos tentang peperangan. Nah, kamu yang mungkin juga memiliki imajinasi yang luas tentang sebuah peperangan, tentu saja dapat menjadikannya sebagai tema penulisan fiksi yang kamu lakukan.

Kamu dapat meperkuat penulisan topik peperangan dan konflik dengan melibatkan hal-hal besar seperti kepentingan politik dan kekuasaan. Sementara untuk menambah kekuatan dan detail cerita, kamu juga bisa memasukkan karakter tentang percintaan, romantisme, pengkhiatan dan lain sebagainya. Semakin baik gambaran dan imajinasimu akan sebuah medan pertempuran, maka sebaik pula cerita yang dapat kamu tuliskan.

Tema Tentang Kepahlawanan Melawan Masyarakat

Source: BBC

Kamu tentu tahu kisah tentang Robinhood yang mencuri harta orang-orang kaya kemudian membaginya dengan orang-orang miskin, kan? Atau kamu juga dapat melihat perumpamaan yang lain tentang Zorro yang juga melakukan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan oleh Robinhood.

Nah, baik Zorro mau pun Robinhood adalah dua karakter yang dianggap pahlawan bagi sebagian masyarakat, namun dianggap penjahat bagi masyarakat yang lain. Dan dalam penulisan cerita fiksi, baik yang murni fiksi mau pun yang terinspirasi dari legenda atau kisah nyata, kisah kepahlawanan melawan masyarakat adalah sesuatu yang masih sangat menarik untuk dilakukan.

Kamu yang tertarik menulis cerita dengan topik ini dapat mempersempit pembahasanmu bahwa pahlawan yang dimaksud adalah umumnya pahlawan yang membela hak-hak rakyat kecil dan tak berdaya. Sementara masyarakat yang dianggap sebagai simbol kejahatan adalah, masyarakat yang kemudian menunjukkan kerakusan, kekejaman, antipati dan juga tidak memiliki belas kasihan.

Tema Tentang Perintah Melawan Perasaan

Bercerita tentang sebuah pertentangan perasaan yang sangat kuat adalah salah satu topik yang unik dan juga kuat menarik emosi. Kamu tentu saja pernah membaca atau menemukan dalam film, bahwa ada sebuah kondisi yang membuat suatu karakter bergelut dalam kekacauan hati dan pikiran ketika ia harus memilih antara perintah dan perasaan?

Misalkan ada seorang prajurit yang diperintahkan oleh rajanya untuk membunuh seseorang tawanan yang lari ke hutan. Di hutan ternyata sang prajurit mengalami kesulitan yang membuat dirinya sendiri hampir terbunuh. Dalam situasi yang kritis, pertolongan justru ia dapatkan dari sang tawanan yang ternyata memiliki kemampuan untuk menyelamatkan nyawanya.

Nah, kamu kemudian dapat masuk ke nilai ceritamu yang sebenarnya bahwa, bagaimana kekalutan dan kekacauan hati sang prajurit saat memilih untuk terus mentaati perintah sang raja dengan membunuh sang tawanan? Ataukah mengikuti kata hatinya  sendiri yang tentu saja akan berlainan?

Tema Tentang Mimpi Melawan Kekecewaan

Source: Bloodydisgusting.com

Selanjutnya tema yang bisa pula kamu angkat dalam penulisan novel atau cerpen fiksimu adalah tentang mimpi dan kekecewaan.  Mimpi adalah sebuah tenaga yang menyalakan upaya untuk mencapainya. Dan tentu saja kamu dapat menemukan banyak mimpi dalam berbagai karakter yang dapat kamu ciptakan.

Mimpi yang membuat karakter melakukan upaya dan tindakan, melakukan perjuangan dan segala usaha, dapat kamu buat menjadi lebih kokoh pesannya melalui sebuah akhir kekecewaan.  Kamu dapat mengekplorasi penulisan tema ini dengan menetapkan mimpi apa yang ingin dicapai oleh ceritamu, bagaimana ia berakhir kecewa, dan apa pesan yang menjadi nilai utama dari kisah yang kamu tuliskan.

Tema Tentang Krisisnya Keimanan

Source: charismamagazine

Krisisnya keimanan yang dimaksud disini tidak harus berbicara tentang kemurtadan lho, ya. Dalam penulisan yang lebih luas pada topik ini, seorang penulis hanya melukiskan bagaimana karakter yang ia gambarkan memiliki pertanyaan mendasar tentang eksistensi Tuhan. Atau dalam pengertian yang lebih spesifik, tentang eksistensi Tuhan dalam keyakinan yang ia anut.

Di dunia barat saat ini, sudah semakin banyak dirilis film-film pendek yang menceritakan kisah mualafnya beberapa tokoh terkemuka. Mualafnya ini seringkali diawali dengan cerita tentang krisis keimanan yang mereka alami dalam keyakinan mereka sebelumnya. Pertanyaan kritis tentang Tuhan, pertanyaan kritis tentang makna kehidupan, telah membimbing mereka menuju pangkuan islam.

Kamu tentu juga bisa menggambarkan situasi seperti ini dalam cerita yang kamu tulis. Buku saya berjudul MMA Trail sendiri yang dirilis pada akhir tahun 2019, juga menceritakan bagian krisis keimanan seperti ini. Sebuah krisis dan kritisnya pemikiran yang kemudian justru memperteguh keyakinan karakter utamanya.

Tema Tentang Kehilangan

Source: Thegrowthequation

Sebuah kondisi dimana kamu merasakan sesuatu yang kamu sendiri pun tidak mengerti hakikatnya, adalah salah satu perwujudan dari rasa kehilangan.

Anton Sujarwo

Rasa kehilangan juga dapat menjadi topik yang sangat kuat untuk diceritakan dalam penulisan fiksi. Kehilangan dapat berwujud dalam berbagai bentuk. Kamu bisa melukiskan kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan harta, kehilangan pengaruh dan kekuasaan, atau bahkan pada pembahasan yang lebih dalam, kamu juga bisa melukiskan tentang hilangnya sebuah harapan.

Melukiskan tentang sebuah rasa kehilangan dan berbagai implikasinya terhadap karakter yang kamu ceritakan, akan membuat sebuah jalan cerita yang menarik. Kamu dapat mencari ide dan referensinya dengan mudah akan hal ini. Sekali lagi, novel seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, masih tetap relevan untuk mencontohkan tema semacam ini.

Tema Tentang Kelahiran Kembali

Source: Screen Rant

Topik penulisan fiksi selanjutnya yang juga tidak jarang ditemukan dalam banyak kesempatan adalah tentang kelahairan kembali atau rebirth. Rebirth disini juga dapat diartikan sebagai kelahiran kembali dalam bentuk reinkarnasi, mau pun dalam bentuk kelahiran kembali berupa pemikiran, semangat, dan juga harapan karakternya.

Pada sebuah penulisan yang lebih kompleks misalnya, tema kelahiran kembali ini seringkali dikaitkan pula dengan tema tentang krisis of faith atau krisis keimanan sebelumnya. Ketika suatu karakter dilukiskan mengalami masa-masa kritis baik dalam segi keyakinan, pemikiran, kesehatan, bahkan kondisi ekonomi, kemampuannya untuk melewati dan mengambil pesan terbaik dapat menjadi moment rebirth atau kelahiran kembali.

Tema Tentang Kriminalitas dan Kejahatan

Source: Freepik.com

Tema terakhir dalam penulisan fiksi yang dapat pula kamu jadikan inspirasi adalah tentang kriminalitas atau kejahatan. Kriminalitas tentu saja memiliki dimensi yang beragam. Kamu dapat bercerita tentang pembunuhan, tentang pencurian dan perampokan, tentang penculikan dan peredaran narkoba, dan lain sebagainya.

Umum digunakan untuk menghidupkan sebuah cerita, tema kriminalitas mempertemukan antara tokoh protagonis yang ingin mengungkapkan kejahatan, melawan tokoh antagonis sebagai pelaku kriminalnya sendiri. Kamu tentu saja dapat berimajinasi tentang ini dan menyusunnya dalam plot-plot fiksi yang kemudian kamu tulis menjadi karya berbentuk cerpen atau pun novel.

Kamu Ingin Menulis Tentang Apa?

Source: Freepik

Sekarang, setelah mengetahui ada 15 tema penulisan fiksi populer yang bisa kamu jadikan inspirasi menulismu, kira-kira kamu akan memilih yang mana?

Jangan terpaku dengan sebuah tema kemudian merasa stagnan dengan itu. Kamu tentu saja dapat memadukan dan mengkombinasikan antara tema yang satu dengan tema yang lain supaya memperkuat jalan cerita yang kamu gunakan. Akan tetapi pada suatu garis besar cerita yang menjadi pokok haluan tulisanmu, kamu tentu harus memilih satu tema yang paling relevan.

Sebagai penutup, untuk kamu yang ingin memiliki karya berbentuk buku, artikel atau apa pun itu, kamu bisa mengajak penulis blog ini untuk bekerjasama. Kamu dapat mengajak penulis blog ini sebagai partner menulis, sebagai penulis penuh untuk karyamu, atau bahkan mengikuti kelas menulis secara privat yang ia mentori. Dengan mengikuti kelas menulis, kamu tentu lebih mudah lagi menentukan tema buku fiksi yang paling tepat untuk kamu tuliskan.

Selanjutnya, jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini, ya. Dan yang paling penting adalah, sebagai seorang penulis atau calon penulis, kamu harus segera memiliki karya!

Seorang mentor adalah seseorang yang menunjukkan kepadamu cara untuk melihat harapan dan kekuatan yang ada di dalam dirimu sendiri

Oprah Winfrey

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑