5 CARA MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI SEBAGAI PENULIS PEMULA

Menjadi seorang penulis pemula yang sukses tentu membutuhkan lebih dari sekedar kemampuan untuk bisa menulis. Penulis pemula dituntut pula untuk mampu beradaptasi dengan dunia kepenulisan, membangun kepercayaan diri, dan kosisten untuk tetap menulis secara disiplin. Dengan pengalaman yang masih minim, justru membangun rasa percaya diri adalah problem yang serius bagi banyak penulis pemula.

Lantas, bagaimana cara membangun rasa percaya diri sebagai seorang penulis pemula?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sebagai Penulis Pemula, Ini 5 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Membangun Rasa Percaya Diri

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Geliat dunia menulis yang semakin banyak peminatnya seperti sekarang ini, memberi banyak ruang bagi para penulis pemula untuk ikut serta mempersembahkan karya mereka dengan berbagai motivasi. Ada yang tergiur karena melihat gaji penulis novel yang fantastis, ada yang ingin terkenal dan populer, namun ada pula yang hanya ingin menulis dan memiliki karya.

Namun sayangnya, tidak semua motivasi menemukan muaranya. Mendapat bayaran mahal dan tenar dari menulis, tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bahkan, tujuan itu memang kurang tepat dijadikan motivasi sejak awal. Menulis buku untuk penulis pemula yang hanya didasarkan pada pencapaian materi belaka, seringkali berujung pada kekecewaan.

Akan tetapi yang terpenting, apa pun motivasi yang kamu miliki sebagai penulis pemula, percaya diri menjalaninya adalah setengah dari keberhasilan. Sayangnya, bagi sebagian orang ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

Nah, berikut adalah 5 cara membangun rasa percaya diri sebagai seorang penulis pemula yang tentu bisa kamu praktikkan.

BACA JUGA:

Tanyakan pada Diri: Mengapa Kamu Menulis?

Photo by Edwin Jaulani on Pexels.com

Sebagai fondasi paling dasar untuk membangun rasa percaya diri sebagai penulis pemula, tanyakan kepada dirimu sendiri terlebih dahulu; Mengapa kamu menulis?

Lupakan dulu pertanyaan; materi untuk penulis pemula yang terbaik apa, atau tema apa yang paling ideal untuk dituliskan? Sebelum kamu menulis dan melakukannya dengan segenap usaha terbaikmu, berilah kesempatan terbaik bagi hatimu untuk menemukan alasan mengapa kamu ingin menulis?

Menemukan alasan mengapa kamu menulis adalah ruh dari penulisan itu sendiri. Temukan apa tujuan mendasarmu menggerakan pena dan kertas, menyusun kata dan kalimat, setiap hari, setiap saat?

Apakah kamu mempelajari cara jadi penulis novel pemula  lantaran terpikat oleh uang dan pendapatan penulis yang katanya fantastis? Apakah kamu menulis untuk mengejar popularitas seperti selebritis? Ataukah kamu ingin menghasilkan sebuah karya yang bisa dibaca dan bermanfaat bagi manusia yang lain?

Apa pun yang menjadi alasan mendasar kamu menulis, berpegang teguhlah pada hal itu.

Sebagai saran, kamu membutuhkan alasan yang sangat kuat untuk bisa konsisten menulis secara kontinyu dan disiplin. Nah, tanyakan pada dirimu; Apakah alasan uang, ketenaran, ingin bermanfaat bagi orang lain dan sebagainya, akan mampu menjadi motor penggerak dirimu untuk terus konsisten menulis?

Bangun Ritme dan Kebiasaan Sebagai Seorang Penulis

Photo by Lisa on Pexels.com

Dalam setiap komunitas penulis pemula, semestinya ada satu dua orang penulis profesional yang dapat membantu mengarahkan pola dan ritme kebiasaan seorang penulis. Ritme dan kebiasaan ini sangat penting karena dengan proses inilah kemudian, kamu akan ditempa oleh waktu untuk menjadi penulis yang sebenarnya.

Pertanyaannya kemudian adalah; apa saja kebiasaan penulis pemula dan bagaimana ritme mereka melakukannya?

Penulis suka membaca, maka kamu pun sebagai seorang penulis pemula harus suka membaca. Penulis menulis setiap hari, maka kamu pun harus berkomitmen untuk bisa menulis setiap hari. Penulis tidak menunggu mood untuk menulis, artinya kamu pun tidak bisa menunggu ilham dan mukjizat untuk menyelesaikan tulisanmu.

Ada banyak tips penulis pemula yang bisa kamu temukan dalam blog ini yang didasarkan pada berbagai riset dan kebiasaan para penulis sukses. Aplikasikan dan biasakan dirimu dengan semua ritme tersebut.

Jika kamu melakukannya dengan konsisten, tidak akan butuh waktu lama  bagi kamu untuk menemukan rasa percaya diri sebagai penulis yang akan muncul secara alami dalam dirimu.

BACA PULA:

Masa Bodoh dengan Anggapan Orang Lain

Source: Genetic Literacy Project

Apakah menjadi penulis buku pemula tidak akan menuai komentar orang lain di sekelilingmu?

Ketahuilah; apa pun yang kamu lakukan dalam hidup ini, entah itu menjadi penulis buku, penulis novel, pejabat, direkrur, pegawai negeri atau bahkan prediden sekali pun, semua aktivitas mu akan tetap menarik orang lain untuk berkomentar.

Kamu mungkin dapat mencatat beberapa orang yang men-support proses menulis yang kamu lakukan.

Menulis itu tidak mudah, terutama jika kamu ingin menjadi penulis yang tidak hanya senang dengan berbangga lantaran bisa menulis buku antologi saja. Jika kamu ingin menghasilkan karya terbaik, kamu akan dituntut untuk lebih keras berjuang menggapainya.

Saat buku pertama kamu diterbitkan dan mungkin tidak begitu laku di pasaran, kamu akan dikomentari. Saat kamu berhasil menulis hingga sepuluh judul buku, namun belum menunjukkan keberhasilan secara materi, maka itu juga bisa memancing omongan orang lain.

Kadang motivasi untuk penulis pemula tidak harus kata-kata indah dan muluk saja. Bahkan saya secara pribadi mengatakan pada banyak penulis pemula yang belajar menulis di kelas saya; Siapkan dirimu dengan apa pun yang orang lain katakan. Menulis dan berhasil didalamnya membutuhkan proses yang tidak gampang.

Dan untuk itu kamu kadang harus masa bodoh untuk tetap melaju sesuai rencana.

Jangan Mudah Menyerah dan Patah Semangat

Photo by Thirdman on Pexels.com

Banyak para penulis pemula yang mengira ketika mereka berhasil menerbitkan satu judul buku, maka kehidupan mereka akan sangat ideal; menulis, road show kemana-mana, mempromosikan buku, jumpa fans, dan lain sebagainya.

Tetapi, apakah memang benar demikian?

Sejujurnya tidak.

Bahkan 95% buku yang ditulis dan diterbitkan di negara dengan minat baca tinggi seperti Finlandia dan Amerika Serikat, hanya laku 250 eksemplar sepanjang waktu. Buku yang agak beruntung hanya laku paling banyak 3.000 eksemplar. Dan kurang dari 1% buku yang ditulis dan diterbitkan, menjadi best seller dan menghasilkan uang banyak untuk penulisnya.

Apa artinya ini?

Jika kamu menulis untuk uang dan popularitas, maka 95% usaha kamu akan gagal di buku yang pertama. Bahkan jika kamu menerbitkannya di negara dengan minat baca paling tinggi sekali pun.

Hal ini tentu akan membuat patah semangat bagi beberapa orang, bukan?

Terus terang, kamu tidak perlu mengubah tujuan dan alasan kamu menulis, hanya saja jangan cepat menyerah untuk mencapainya. Bisa saja kamu akan berhasil pada bukumu yang ke-10, ke- 20, atau bahkan yang ke-100.

Pastinya, jangan mudah menyerah dan patah semangat.

BACA JUGA:

Sadari Bahwa Menjadi Penulis itu Seperti Hidup atau Seperti Elang

Photo by Roman Kirienko on Pexels.com

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menambah rasa percaya diri sebagai seorang penulis pemula adalah dengan menyadari bahwa menulis itu seperti hidup. Menjadi seorang penulis, sama seperti menjadi profesional umum dalam bidang yang lain.

Umpamakan penulis adalah seperti atlit olahraga yang terus melatih kemampuan mereka untuk menjadi juara. Atlit lari terus melatih kemampuannya berlari untuk menjadi juara dalam lomba lari. Atlit tinju terus berlatih bertinju untuk menjadi juara dalam pertandingan tinju. Atau atlit renang terus berlatih berenang setiap hari dalam rangka mempersiapkan diri mereka untuk menang dalam lomba renang.

Apakah mereka nantinya akan menjadi juara atau tidak, namun merela melatih diri setiap hari untuk menjadi yang terbaik di bidangnya.

Dan menulis pun begitu.

Kamu menulis setiap hari untuk menjadi yang terbaik. Walau mungkin kamu tidak akan kaya dan terkenal dengan menulis.

Photo by Frank Cone on Pexels.com

Atau kamu juga bisa mengambil motivasi untuk penulis pemula dari hidup seekor elang yang bangun di pagi hari untuk berburu. Entah apa yang ia dapatkan sebagai hasil buruan nantinya, namun elang bangun di pagi hari dan berburu karena ia adalah pemburu.

Dan sebagai penulis, kamu pun begitu, yang terbangun di setiap pagi untuk menulis. Bukan apa yang akan kamu dapatkan dari menulis, namun karena kamu memang adalah seorang penulis.

YUK, BACA INI JUGA:


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

INI CARA MENULIS CERITA PENGALAMAN PRIBADI YANG PALING MUDAH DAN BAGUS

Pertanyaan pertama yang paling sering ditanyakan kepada seseorang yang ingin tahu cara menulis cerita pengalaman pribadi adalah; seberapa menarik kisah yang mereka miliki sehingga layak untuk ditulis?

Mendengar pertanyaan semacam ini, banyak orang yang baru mau belajar menulis itu menjadi minder. Pada akhirnya keinginan mereka untuk menulis pengalaman hidup yang mereka miliki menjadi gagal. Sebagian besar bukan karena cerita mereka tidak menarik, tetapi karena mereka kehilangan rasa tertarik karena mendengar pertanyaan di atas.

Lantas, bagaimana contoh pengalaman pribadi yang bisa ditulis ke dalam sebuah rangkaian cerita, dan bagaimana pula cara melakukannya untuk mendapatkan hasil yang bagus?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

5 Cara Menulis Cerita Pengalaman Pribadi yang Mudah dan Bagus

Photo by Pixabay on Pexels.com

Di Sekolah Dasar, praktik membuat contoh pengalaman pribadi yang unik banyak dilakukan dengan meminta siswa-siswa untuk bercerita mengenai bagaimana mereka melewatkan masa liburan. Oleh karena itu kamu mungkin masih akrab dengan berbagai cerpen di modul pelajaran SD yang temanya adalah; berlibur ke rumah nenek, dan lain sebagainya.

Hal ini memberi bukti bahwa untuk membuat cerita pengalaman pribadi, kisah yang dituliskan tidaklah selalu harus luar biasa.

Hal yang menjadi kunci kemudian adalah bagaimana kamu mengolah kenangan, pengalaman, dan juga hikmah pengalaman yang kamu miliki menjadi sebuah rentetan cerita yang enak dibaca. Contoh cerita pengalaman liburan sederhana pun akan menjadi sangat berkesan, jika kamu tahu cara menuliskannya.

Hakikatnya semua orang tentu memiliki pengalaman dan cerita mereka masing-masing. Cerita setiap orang pasti unik dan menarik. Kemampuan untuk menggali bagian mana yang harus difokuskan dan dituliskan sebagai kisah, adalah kunci untuk mengubahnya menjadi sebuah lembaran cerita yang membekas di kepala pembaca.

Nah, berikut ini adalah lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk membuat cerita pengalaman pribadi supaya mudah prosesnya dan bagus pula hasilnya.

Selami Emosimu Kembali

Photo by Jack Gittoes on Pexels.com

Tantangan yang paling banyak menjegal para penulis pemula untuk mulai menuliskan cerita hidup mereka adalah ketakutan akan penolakan atau bahkan ditertawakan. Hal ini pada perkembangannya membuat cerita pengalaman yang seharusnya bisa dibagi dan membawa pelajaran bagi orang lain, akhirnya hanya mengendap menjadi kenangan tak bernilai.

Nah, poin pertama yang harus kamu lakukan untuk melawan rintangan ini adalah dengan berusaha kembali menyelami emosi dan perasaan ketika pengalaman cerita yang akan kamu tuliskan itu terjadi. Artinya adalah; kamu berfokus untuk kembali kepada sebuah kenangan paling kuat yang kamu miliki dan berusaha merasakan emosinya kembali.

Ketika saya menulis buku Islamedina; Si Wajah Cahaya, saya juga harus melakukan hal yang sama. Dengan segala keterbatasan saya harus berfokus untuk merasakan kembali emosi yang membuncah saat bersama Medina semasa hidupnya.

Dan itu sungguh tidak mudah untuk dilakukan.

Menulis cerita pengalaman pribadi dengan kisah menyenangkan, tentu jauh lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Oleh karena itulah sebabnya kamu akan dengan mudah menjumpai 5 contoh cerita pengalaman menyenangkan, dibandingkan menemukan 1 contoh cerita pengalaman menyedihkan yang benar-benar menyentuh.

Namun, justru cerita pengalaman dengan konteks sedih, haru, pilu, penuh perjuangan, dan sejenisnya, yang akan jauh lebih powerfull mengeluarkan emosimu saat menulisnya.

Buat Daftar Titik-Titik Krusial atau Turning Points

Photo by JACK REDGATE on Pexels.com

Ketika kamu berdiri di persimpangan jalan untuk mengambil keputusan yang tepat, kamu biasanya akan membuat sebuah keputusan yang paling penting dalam hidup.

Dan itu adalah bagian krusial dari cerita kamu yang harus lebih kamu fokuskan.

Sebagai salah satu teknis menulis cerita yang menarik tentang pengalaman cerita pribadi, dibandingkan membuat menulisnya seperti kronologi, kamu dapat membidik turning point seperti ini sebagai plot cerita.

Titik-titik krusial dalam hidup dimana kamu membuat keputusan yang memberi dampak secara emosional, material dan juga psikologis, akan dipastikan jauh lebih menarik bagi pembaca.

Buat Outline Tanpa Harus Berbentuk Kronologi

Photo by Blue Bird on Pexels.com

Setelah kamu membuat list beberapa turning point paling penting dalam hidupmu, kamu sekarang dapat memetakan plot cerita yang akan kamu sampaikan. Ingat, jangan terikat untuk membuat sebuah cerita kronologi seperti buku sejarah, ya.

Kamu bisa memilih misalnya untuk menulis bergaya flashback, atau memilih gaya cerita mixed dimana pencampuran yang serasi antara flashback dan juga kronologi. Penceritaan yang penuh kejutan dan diletakkan pada tempat yang tepat, adalah kunci untuk membuat plot cerita pengalaman pribadi kamu semakin sempurna.

Nah, untuk memudahkan proses ini, kamu tentu saja dapat membuat outline atau kerangka terlebih dahulu. Tandai beberapa titik dimana turning point dalam hidupmu terjadi, kemudian kembangkan detailnya secara terarah.

Berfokus pada Satu Cerita sebagai Klimaks

Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Kamu mungkin memiliki perjalanan hidup dan pengalaman yang luar biasa untuk dikisahkan. Namun, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang efektif mengharuskan kamu untuk memilih satu kenangan yang paling kuat dan paling besar dampaknya. Aturan seperti ini biasanya juga dimuat pada banyak contoh artikel pengalaman pribadi yang diceritakan.

Kamu tentu saja boleh untuk menulis semua hal dalam hidupmu yang kamu anggap menarik. Kamu bisa menceritakan mengenai masa kecilmu yang indah, sekolah yang penuh nostalgia, pacar pertama yang tidak terlupakan dan lain sebagainya.

Akan tetapi ada sebuah kenangan poros atau kenangan central yang harus kamu pilih menjadi fokus cerita.

Nah, kenangan central inilah kemudian yang menjadi klimaks ceritamu. Bangun semua plot untuk memberi dampak yang lebih signifikan terhadap seberapa besar efek klimaks itu terhadap kehidupanmu.

Menulislah untuk Diri Sendiri

Photo by Lukas Rychvalsky on Pexels.com

Nah, ini adalah bagian yang terpenting jika kamu menulis pengalaman sendiri, kamu harus menentukan lebih lebih dulu; untuk siapa sebenarnya kamu menuliskan pengalaman kamu itu?

Jika kamu menulis untuk orang lain atau untuk pembaca, maka kamu harus mempersiapkan diri dengan baik apa pun penerimaan mereka nantinya. Ingat lho, tidak semua orang dapat menyambut dengan baik sebuah kisah kenangan orang lain yang disodorkan untuk mereka baca. Bahkan beberapa orang cenderung untuk lebih mudah menghakimi dibandingkan mengapresiasi.

Jika kamu menulis untuk pembaca, kamu mungkin akan kecewa ketika penerimaan mereka ternyata tidak sesuai dengan harapan yang kamu miliki. Kekecewaan seperti ini bukan hanya tidak baik bagi diri, namun juga kadang membuat keberanian untuk menulis kembali menjadi hilang.

Untuk itulah saya menyarankan jika kamu menulis cerita pengalaman pribadi, maka tulislah itu untuk diri sendiri.

Lho kok begitu, sih?

Iya, benar.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Ketika kamu menulis untuk diri sendiri, kamu akan menggali kenangan pengalaman dari cerita kamu sedalam mungkin. Kamu ingin membaca kisah yang kamu tulis itu dengan penuh penghayatan tanpa melewatkan satu titik kecil pun dampaknya bagi perasaan dan hidupmu. Secara tidak langsung, perasaan seperti ini akan membuat kamu menulis tidak lagi dengan pikiran yang berfokus kepada pembaca, namun kepada hati yang berfokus pada rasa dan kalbu.

Apa pun reaksi pembaca ketika menelusuri jejak kisah dalam tulisanmu, tidak akan lebih penting dari perasaan kamu sendiri saat menyelesaikan penulisannya. Dengan selesainya cerita pengalaman pribadi yang sudah kamu tulis, kamu akan menjadi orang yang bebas dan merdeka. Setidaknya merdeka dari kekangan pengalaman yang mungkin tidak akan keluar dari rongga dada.

Terus terang saya menyukai alasan seperti ini, karena itu pula yang menjadi alasan saya saat menyelesaikan buku Islamedina; Si Wajah Cahaya, yang tebalnya lebih dari 750 halaman.

Sudah Siap Menulis Cerita Pengalaman Pribadimu?

Photo by Meruyert Gonullu on Pexels.com

Nah, setelah membaca cara menulis cerita pengalaman pribadi di atas, bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah siap untuk mempraktikkannya?

Dengan latihan yang tekun dan konsistensi untuk terus menulis, hanya masalah waktu yang membatasimu untuk menjadi seorang yang expert. Oleh karena itu, tetaplah menulis dengan penuh disiplin, ya.

Oh ya, jika kamu tetap merasa kesulitan untuk melakukan berbagai langkah untuk menulis cerita pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku, kamu bisa meminta bimbingan dari www.penulisgunung.id, kok.

Caranya gampang, kamu tinggal menghubungi saya melalui form kontak yang sudah disediakan di bawah ini.

Jangan ragu, ya.


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

BAGAIMANA CARA MENULIS BUKU: SEBUAH PANDUAN SERIUS UNTUK PENULIS PEMULA

Bagaimana sebenarnya cara menulis buku yang paling efektif dan mudah dipraktikkan oleh para penulis pemula?

Jika kamu adalah salah satu orang yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis di kemudian hari, dan baru mulai mencobanya sekarang, panduan ini ditulis untuk kamu. Dengan panduan yang lengkap namun sederhana ini, kamu akan lebih cepat menyelesaikan penulisan buku dan meraih mimpimu menjadi seorang penulis.

Nah, bagaimanakah panduannya serta apa yang harus kamu lakukan?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Panduan Mudah dan Lengkap Cara Menulis Buku untuk Para Pemula

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Bagi para penulis pemula, cara menulis buku dan menerbitkannya bisa saja adalah sebuah tantangan yang sulit. Namun dengan kesediaan kamu untuk belajar, semua proses ini sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana dan gampang untuk dilakukan.

Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk menulis kisah menarik, atau jenis tulisan apa pun yang ingin kamu tuliskan, panduan ini bisa kamu terapkan. Cara menulis buku tentang kisah hidup atau tentang apa saja, akan semakin mudah untuk dilakukan dengan menerapkan panduan-panduan ini nantinya.

Lantas, bagaimanakah panduannya?

Ini dia langkah-langkahnya

BACA JUGA:

Berlatih dan Kembangkan Keterampilan Menulismu Setiap Hari

Photo by fotografierende on Pexels.com

Menulis buku atau menulis apa pun yang sifatnya panjang dan kontinyu, tidak ubahnya seperti keterampilan dalam olahraga. Untuk bisa menjadi pemain bulu tangkis yang hebat, kamu tidak bisa meraihnya dengan membaca buku tentang bulu tangkis atau hanya menonton pertandingan badminton di TV saja.

Ada latihan yang konsisten dan terus menerus untuk mencapai sebuah keterampilan yang mumpuni.

Oh ya, apakah kamu tahu nama Khabib Nurmagomedov, petarung mixed martial art di UFC yang tidak pernah sekali pun kalah itu?

Untuk mendapatkan kemampuan bertarung yang sangat baik dan mental yang sangat siap, Khabib berlatih setiap hari. Ia tidak pernah babak belur dalam setiap pertandingan. Dan yang pasti rekor 29 kali menang dan tidak pernah kalah sekali pun telah membuktikan pada dunia bahwa ia adalah legenda dalam ajang olahraga tarung bebas tersebut.

Nah, demikian pula dengan cara menulis buku novel, cerpen, artikel, biografi dan lain sebagainya. Kamu harus melatih dan mengembangkan keterampilan kamu setiap hari dengan menulis, membaca, mengetahui sesuatu yang baru, dan lain sebagainya.

Kamu mungkin tidak akan sekaya J.K. Rowling, atau seterkenal Leo Tolstoy, tapi yang jelas kamu akan semakin bertumbuh menjadi seorang penulis setiap harinya.

Ciptakan Ruangan atau Tempat Khusus Menulis

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara menulis buku pemula yang juga jarang disadari oleh banyak penulis kadang adalah mengenai pentingnya sebuah tempat yang tepat untuk menulis. Kamu tidak bisa menciptakan karya tulis yang menarik jika kamu terganggu dengan apa yang ada di sekelilingmu.

Buatlah sebuah tempat khusus yang dapat kamu gunakan sebagai studio untuk menulis. Ketika kamu memasuki tempat tersebut dan berada di dalamnya, aura yang muncul adalah menulis dan berkarya. Lupakan sejenak tentang gangguan semacam televisi, video game atau pun handphone dan sosial media.

Tentu saja kamu dapat membuat tempat seperti itu di rumah kamu, di kamar tidur atau dimana pun kamu merasa nyaman.

Studio menulis tidak harus mewah dan lengkap. Namun studio menulismu haruslah mampu memberi suasana yang nyaman untuk menulis tanpa gangguan.

Menyediakan ruangan khusus untuk menulis adalah jawaban dari bagaimana cara menulis buku yang kedua.

BACA PULA:

Temukan Alasan yang Tepat Mengapa Kamu Ingin Menulis

Photo by Eva Elijas on Pexels.com

Banyak para penulis pemula yang memiliki impian besar untuk menjadi penulis, tidak menyadari betapa kesepiannya pekerjaan menjadi seorang penulis.

Kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan duduk sendirian di depan monitor laptop atau komputer. Kamu akan disibukkan dengan riset, menulis, mengedit, layout, menentukan cover dan lain sebagainya. Dan sedihnya, semua itu akan lebih banyak kamu lewati dengan sendirian.

Jika sudah begini, beberapa orang akan menyerah dengan kebosanan. Dan impian mereka menjadi penulis pun kandas.

Dalam panduan cara menulis buku pemula PDF, seringkali ditekankan bahwa kamu harus menemukan alasan mengapa kamu menulis sebelum proses menulis itu sendiri. Kumpulkan setidaknya beberapa alasan sebagai pendorong, motivator, kobaran semangat, untuk kamu jadikan percikan tekad menulismu supaya tidak pernah padam.

BerkomitmenTinggi

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku bisa memakan waktu yang lama. Bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tanpa komitmen yang kuat untuk menyelesaikannya, kamu akan menemui kesulitan untuk melihat apa yang kamu tulis ada di tangan para pembaca.

Apa pun jenis buku yang kamu tulis, fiksi atau pun non fiksi, semuanya akan membutuhkan komitmen tingkat tinggi untuk dijalani. Sayangnya, tidak setiap hari penulis merasa dalam kondisi terbaik untuk menulis. Writer block, kebosanan, jenuh, bad mood, kesibukan, pekerjaan dan lain sebagainya, adalah beberapa rintangan yang siap menjegal impianmu.

Jika sudah begini, komitmenmu pada hasil akhir, dalam arti komitmenmu untuk menyelesaikan buku, adalah kunci untuk bisa melewatinya.

BACA JUGA:

Riset dan Cari Tahu Siapa Pembacamu

Photo by Zichuan Han on Pexels.com

Langkah menulis buku selanjutnya yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah dengan mencari tahu tentang siapa sebenarnya yang akan menjadi pembaca ideal kamu nantinya?

Orang-orang membeli buku karena mereka membutuhkan informasi, mencari hiburan atau supaya mereka merasa terinspirasi. Ketika kamu mengetahui apa yang calon pembaca bukumu inginkan, yang harus kamu lakukan kemudian adalah dengan menyesuaikan apa yang bisa kamu tulis untuk mereka.

Titik terbaik sebagai jalan keluar dari hal ini adalah dengan mengenal seperti apa target pembacamu dan apa yang mereka inginkan. Langkah selanjutnya adalah dengan mencari titik tertentu dalam tulisan kamu yang selaras dengan keinginan mereka untuk dikembangkan.

Misalkan kamu menulis buku untuk diterbitkan berupa novel yang calon pembacanya adalah remaja, maka kamu harus pula mengenal remaja targetmu itu seperti apa, apa yang mereka sukai, topik seperti apa yang akan membuat mereka senang.

Kemudian temukan apakah topik tulisanmu sesuai dengan yang mereka inginkan, dan berfokuslah disana.

Pelajari Buku Lain

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Jika kamu adalah penulis buku misteri, maka tidak ada salahnya untuk membaca buku dengan genre yang sama. Ini bukan untuk menjiplak, meniru atau plagiat, tapi ini adalah semacam studi banding untuk menggali keunggulan tulisan kamu.

Kamu bisa melakukan ini dengan tidak harus menamatkan semua buku yang memiliki genre sama dengan yang kamu tulis. Kamu mungkin bisa memilih 10 buku yang terbaik di antaranya, kemudian mulai mempelajari mengenai judulnya, kategorinya, dan juga beberapa ide yang tersimpan di dalamnya.

Untuk memudahkan prosesnya, kamu mungkin juga bisa melihat review dari para pembaca buku tersebut. Catat dan identifikasi apa yang mereka suka, apa yang mereka tidak suka dan, apa pula yang mereka harapkan.

BACA PULA:

Kumpulkan Ide Buku

Photo by Dom J on Pexels.com

Jika kamu menulis buku fiksi namun mengambil lokasi yang nyata, maka detail adalah sesuatu yang sangat penting. Kamu harus mampu menggambarkan setting lokasi cerita fiksimu itu serinci mungkin.

Namun jika kamu menulis buku non fiksi, maka sumber dan riset adalah yang paling mendasar. Sebuah karya ilmiah tentunya membutuhkan sumber yang jelas, referensi yang cukup, dan juga penelaahan yang memadai dari penulisnya.

Oleh karena itu sebelum kamu mantap menulis sebuah buku, baik fiksi atau pun non fiksi, kumpulkan sebanyak mungkin ide mengenai bukumu. Secara sederhana kamu bisa melakukan ini seperti cara menulis buku pelajaran dimana kerangka dan listicle memudahkan prosesnya.

Tetapkan Buku yang Kamu Tulis

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Jika kamu menulis buku non fiksi, ini adalah bagian yang tidak bisa kamu langkahi. Kamu harus mengenal bukumu sebaik mungkin bahkan sebelum kamu menulisnya sekali pun.

Tuliskan beberapa pertanyaan berikut ini dalam sebuah kertas kosong, kemudian jawablah sendiri dengan sangat jujur. Tidak perlu khawatir dengan penilaian, tidak ada yang akan melihat jawaban yang kamu tuliskan.

  1. Untuk siapa sebenarnya buku yang ditulis ini?
  2. Apa ide besar yang ada dibalik buku ini?
  3. Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan dan kelemahan saya dalam menuliskannya?
  4. Apa yang membuat buku ini berbeda dengan buku lain yang sejenis?
  5. Apa yang ditawarkan buku ini sehingga ia layak dibaca?

Sebenarnya bagian cara menulis buku ini seperti menulis rencana internet marketing. Jadi kamu memulainya dengan menganggap bahwa bukumu adalah sebuah produk yang harus memiliki nilai jual yang dapat menjawab kebutuhan pembaca.

BACA JUGA:

Tentukan Tipe Gaya Menulismu

Photo by Dziana Hasanbekava on Pexels.com

Jika kamu menuliskan bukumu menggunakan pemetaan terlebih dahulu seperti plot cerita, penyusunan karakter, penetapan setting, menggunakan kerangka yang lengkap dan lain sebagainya, maka kamu adalah jenis penulis dengan gaya Plotters.

Namun, jika kamu menulis benar-benar mengalir saja, kamu hanya membiarkan dirimu hanyut bersama alur cerita dalam pikiranmu ketika menulis, atau kamu seakan dibimbing Tuhan dalam menulis setiap kata tanpa rencana, maka kamu adalah penulis dengan gaya Pantsers.

Apa pun gaya yang membuat kamu nyaman dalam menulis, lakukan.

Setiap orang akan memiliki gaya menulisnya masing-masing. Dan itu akan membutuhkan proses serta tidak menjadi masalah.

Saat menulis novel Merapi Barat Daya yang mendapat rating sempurna dari pembacanya itu, saya menulisnya dengan gaya Pantsers. Sementara saat menulis buku non fiksi seperti Dewi Gunung, Mahkota Himalaya dan yang lainnya, maka saya menulisnya dengan gaya plotters.

Kamu bebas memilih salah satu sebagai gayamu, atau bahkan kedua-duanya sekaligus.

Wawancarai Orang yang Berpengalaman

Photo by Sora Shimazaki on Pexels.com

Wawancara adalah cara menulis buku yang bisa kamu lakukan jika kamu menulis non fiksi. Atau bahkan juga untuk buku fiksi.

Jika kamu menulis misalnya tentang dunia pendidikan, maka melakukan beberapa wawancara dengan pendidik, dengan guru, dengan penulis buku pelajaran dan pengambil keputusan, tentu saja akan lebih menarik.

Hasil wawancara akan memberi kamu perspektif baru yang akan membuat buku yang kamu tulis menjadi lebih kaya.

BACA PULA:

Buat Kerangka Buku

Photo by Michael Burrows on Pexels.com

Outline atau kerangka adalah bagian sangat penting dalam cara menulis buku kisah hidup atau buku apa pun juga. Jadi, jangan diabaikan.

Membuat kerangka akan membuat kamu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran dan tidak melebar terlalu jauh. Kerangka yang mendetail juga mampu menambah produktivitas dalam menghasilkan buku dalam waktu yang lebih singkat.

Pada penulisan buku fiksi, kerangka juga bisa diterapkan dengan membuat plotting terlebih dahulu. Seperti disampaikan sebelumnya, jika kamu mengambil setting sesuatu yang nyata, membuatnya menjadi lebih mendetail adalah sesuatu yang lebih menarik.

Bertahap Seperti Marathon

Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika marathon, sangat berbahaya bagimu untuk langsung melibas 50 kilometer dalam satu kali putaran, Kamu akan lebih aman dan nyaman jika melakukannya secara bertahanp namun kontinyu hingga garis finish.

Cara menulis buku pun demikian.

Susunan kata, kalimat, paragraf, halaman dan bab, tidak bisa kamu sikat sekaligus dalam sekali duduk. Kami bisa membaginya dalam beberapa bagian yang lebih kecil dalam mengerjakannya. Hari ini kamu bisa menulis tentang A misalnya beberapa paragraf, besok kamu bisa melakukan hal yang sama untuk topik tengan B, C, D dan seterusnya.

BACA JUGA:

Menulislah Setiap Hari

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Seorang penulis profesional bisa menulis hingga 4.000 kata setiap hari atau bahkan lebih.

Ini terdengar berat bagi beberapa orang, bukan?

Menulis setiap hari secara konsisten itu membutuhkan tekad dan komitmen yang serius dan tidak setiap orang mampu melakukannya. Untuk menyiasatinya, kamu juga bisa melakukan hal ini secara bertahap. Misalnya dengan menetapkan target penulisanmu setiap hari dalam jumlah tertentu.

Untuk penulis pemula, jumlah 300 hingga 500 kata itu sudah cukup mengesankan jika konsisten dilakukan setiap hari. Dengan pengalaman dan jam terbang, satu hari 4.000 atau 5.000 kata tidak akan menjadi masalah lagi untukmu.

Selesaikan Naskah Pertamamu tanpa Rasa Khawatir

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Lupakan typho, salah ketik, ejaan yang salah, pemenggalan yang keliru, atau berbagai kesalahan teknik umum lainnya saat kamu menulis naskah pertamamu. Pokoknya, hilangkan kekhawatiran dalam hatimu saat menyelesaikan draf pertama buku yang kamu tulis.

Tujuan paling penting dari penulisan draf pertama adalah harus selesai, bagaimana pun hasilnya.

Nah, setelah draf pertama selesai, panduan cara menulis buku baru meminta kamu untuk memperbaikinya melalui editing, membaca ulang, dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk menyempurnakan naskahnya.

BACA PULA:

Terima saja jika Kamu Membuat Kesalahan

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Membuat kesalahan dalam proses menulis itu adalah sesuatu yang biasa. Apalagi jika itu adalah draf pertama.

Kamu mungkin akan salah dalam menuliskan nama tempat, istilah, menuangkan dialog, atau bahkan membuat urutan plot bab yang sesuai. Jika kamu menemukan hal ini saat kamu membaca ulang draf pertama yang kamu tulis, artinya kamu sudah sukses melangkah ke tahap penulisan yang lebih baik.

Ada beberapa penulis pemula yang merasa begitu frustasi ketika menemukan naskah pertama terlihat demikian kacau.

Sejujurnya, itu bukanlah masalah. Bahkan hampir setiap penulis besar yang kamu kenal, melewati hal yang sama dalam proses tumbuh kembang mereka menjadi penulis.

Terima saja kenyataan jika kamu membuat kesalahan dalam naskah pertamamu. Jika kamu mampu menjaga semangat dan konsistensimu untuk tetap stabil, kamu akan melihat betapa cepat kamu nantinya berkembang dalam penulisan selanjutnya.

Atur Waktu Menulismu dengan Baik

Photo by JESHOOTS.com on Pexels.com

Ini mungkin lebih kepada tips menulis buku yang baik. Saya juga sudah menuliskan hal ini dalam beberapa postingan saya untuk topik yang relevan.

Kemampuan mengatur waktu untuk menulis dan konsisten menjalaninya adalah bagian besar dari kesuksesan menulis itu sendiri, paling tidak dalam hal produktivitas dan efektivitas.

Saya biasa mulai menulis buku sejak jam 03:00 pagi hingga jam jam 06:00, atau setelah anak-anak saya terbangun. Siang harinya saya juga menulis artikel untuk pekerjaan saya sebagai content writer atau ghost writer, kemudian sore dan malam harinya saya lanjutkan dengan menulis untuk blog yang saya kelola.

Sebagai penulis pemula, kamu mungkin tidak bisa menulis seharian dan setiap hari. Untuk itu aturlah waktumu sebaik mungkin dan temukan saat paling ideal bagi kamu untuk menulis.

Dan yang paling penting, disiplinlah dalam menjalaninya

BACA INI JUGA, YUK:

Tetapkan Deadline

Photo by Black ice on Pexels.com

Penulis profesional menulis menggunakan deadline.

Ini bukan seperti mempersiapkan sebuah hukuman pancung jika kamu terlambat menyelesaikan tulisan, namun lebih sebagai dorongan supaya kamu bisa menulis secara disiplin dan menyelesaikan buku kamu tepat waktu.

Deadline akan membantu kamu untuk mengatur strategi dalam menulis, baik dalam soal waktu mau pun dalam soal target harian.

Seumpama kamu mulai menulis pada bulan Januari dan menargetkan buku kamu berjumlah 60.000 kata. Kemudian kamu memasang deadline pada akhir bulan April. Maka kamu setidaknya memiliki waktu selama 4 bulan atau 120 hari dalam menuliskannya.

Secara sederhana kamu harus menulis setidaknya 500 kata dalam satu hari untuk membuat targetmu tercapai dan buku kamu selesai tepat waktu, bukan?

Lawan Writer Blocks

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sebagai penulis, tidak setiap hari kamu terinspirasi untuk menulis. Ada kalanya kamu akan merasa jenuh, bosan, tidak tahu harus menulis apa, atau merasa menghadapi dinding tebal kebuntuan yang tidak dapat kamu tembus.

Dan kamu sudah tahu kan, itu adalah writer block?

Lantas, apa saran terbaiknya saat menghadapi writer block seperti ini?

Tidak ada saran yang paling baik dalam menghadapi writer block selain dengan melawannya. Cari tips menghadapi writer block untuk kemudian menulislah lagi. Jangan berlama-lama memanjakan kemandulan para penulis ini sehingga membuat kamu terbiasa berdamai dengannya.

Lawan writer block, dan jangan menyerah dengannya.

BACA PULA:

Lihat Kembali Proses yang sudah Kamu Lakukan

Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Ketika writer block melanda, lihat kembali seberapa jauh kamu telah melangkah. Dengan melihat, membaca dan me-review kembali apa saja yang sudah kamu lakukan, kamu akan menyadari bahwa kamu semakin dekat pada tujuan.

Bisa saja kamu telah menulis 10.000 kata, 30.000 kata atau bahkan 50.000, dan jika kamu memilih menyerah pada writer block ketika pencapaianmu sudah sedemikian signifikan, itu adalah satu hal yang sangat disayangkan.                                                                                                     

Melihat kembali proses yang sudah dilalui akan memberi kamu kekuatan untuk terus menulis.

Karyamu hampir saja selesai dituliskan, jangan menyerah oleh rintangan dan writer block yang datang menghadang.

Beri Jeda Sebelum Melakukan Editing

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bagaimana cara menulis buku selanjutnya adalah dengan memberikan jeda sebelum kamu melakukan proses editing. Jeda ini bisa satu minggu atau dua minggu, atau tergantung kamu dalam menetapkan waktunya. Hal yang paling penting adalah, jeda ini mampu memberi kamu kesegaran dan relaksasi sejenak setelah menulis sepanjang waktu.

Di samping itu, dengan memberikan jeda antara penulisan draf pertama dan editing yang harus kamu lakukan selanjutnya, kamu memiliki kesempatan untuk sedikit merayakan keberhasilanmu.

Bagaimana pun juga, keberhasilan menyelesaikan naskah pertama bagaimana pun hasilnya, adalah kesuksesan pertama yang sudah selayaknya dirayakan oleh seorang penulis pemula. Selain itu, jeda ini juga akan membuat pikiranmu lebih fresh, lebih tenang dan lebih nyaman ketika melakukan editing nantinya.

BACA JUGA:

Tetapkan Budget Penerbitan Mandiri

Source: Business Khow-How

Hal yang paling saya sukai dalam menerbitkan buku saat ini adalah kamu tidak harus melakukannya melalui penerbit besar untuk mempublikasikan bukumu. Dengan berbagai pertimbangan, menerbitkan buku secara mandiri jauh lebih menyenangkan untuk dilakukan.

Nah, dalam penerbitan mandiri ini, kamu tentu saja harus memikirkan biayanya.

Beberapa penerbit indie mengharuskan penerbitan dalam jumlah tertentu, bisa 20 atau bahkan 50 eksemplar. Paket ini juga sebagian besar sudah dilengkapi dengan layanan ISBN, desain cover, dan layouting.

Setelah naskahmu selesai dan kamu anggap sudah siap terbit, maka kamu dapat memperhitungkan berapa biaya yang akan kamu siapkan untuk mempublikasikannya.

Cari Editor Profesional dan Proofreader Berpengalaman atau Lakukan Sendiri

Source: Fiverr

Secara pribadi, saya tidak pernah menggunakan editor profesional atau pun proofreader berpengalaman untuk semua buku-buku saya. Dengan segala keterbatasan, saya harus melakukan semua pekerjaan itu sendiri.

Namun seiring pengalaman dan jam terbang, semua proses menjadi semakin baik dan menyenangkan. Editing memang memerlukan upaya yang ekstra untuk bisa dilakukan, proofreading juga demikian.

Akan tetapi jika kamu memiliki cukup banyak bujet dan  ingin menghasilkan buku yang lebih bonafit, kamu bisa menggunakan jasa editor dan proofreader. Namun yang paling penting adalah, bagian ini tidak boleh menghalangi kamu untuk terus mem-publish bukumu meskipun bujet kamu sendiri terbatas.

YUK, BACA INI JUGA:

Terbitkan Bukumu

Source: Babyblog

Nah, ini adalah bagian yang paling mengasyikkan sekaligus juga menegangkan dalam proses menjadi seorang penulis. Menerbitkan buku hasil karya pertama kamu akan memberikan perasaan yang luar biasa. Kamu akan mendapatkan pengalaman dan sensasi tersendiri ketika melakukannya nanti.

Apa pun cara penerbitan yang kamu pilih, indie atau pun mayor, rasa deg-degan menunggu hasil cetakan bukumu adalah sesuatu luar biasa.

Kamu bisa saja masih akan menemui berbagai kesalahan setelah membaca buku kamu secara langsung nantinya. Kamu mungkin akan berkata; seharusnya covernya begini, penulisannya begini, atau kalimatnya begini. Namun, lupakan sejenak mengenai hal itu. Rayakan saja kesuksesanmu yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku.

Dapatkan Feedback dan Review

Photo by fotografierende on Pexels.com

Selanjutnya setelah buku kamu jadi dan mulai didistribusikan kepada pembeli, mintalah kepada mereka untuk memberi kamu feedback atau sedikit review ringan.

Apa pun review yang mereka berikan, buka hati kamu selebar mungkin untuk menerimanya.

Pujian, saran, kritik, referensi dan semacamnya, adalah hal berharga utuk menyempurnakan tulisan-tulisan kamu selanjutnya.

Selanjutnya Bagaimana?

Source: Balloon One

Nah, itu adalah serangkaian langkah cara menulis buku yang sebenarnya dapat kamu pahami dengan mudah dan praktikkan. Dengan latihan dan konsistensi terus-menerus, kamu akan semakin mahir dan berpengalaman melakukannya.

Oh ya, jika kamu masih merasa mempraktikkannya, kamu bisa meminta bimbingan penulisan buku pada www.penulisgunung.id juga, lho. Caranya gampang, kamu hanya perlu menghubungi melalui form kontak yang telah disediakan.

Selamat mencoba!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

BAGAIMANA MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU NON FIKSI DALAM 30 HARI ATAU KURANG

Menulis dan menerbitkan buku non fiksi bisa dilakukan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat, asalkan kamu mengerti caranya. Dengan metode sistematis yang tepat, kamu akan merasakan produktivitas yang signifikan dalam menulis dan menghasilkan karya non fiksi.

Lantas, bagaimanakah cara menulis dan menerbitkan buku non fiksi dengan mudah dan sistematis dalam waktu cepat?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

BACA JUGA:

5 Langkah Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku Non Fiksi yang Bahkan Bisa Rilis dalam Satu Bulan atau Kurang

Photo by Sunsetoned on Pexels.com

Secara sederhana pengertian buku non fiksi adalah sebuah buku yang disusun berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan non-imajinatif. Dengan adanya sumber-sumber yang jelas ini, tentu saja penyusunan dan penulisan buku dapat ditentukan secara lebih spesifik.

Namun demikian, meskipun sumber penulisan buku non fiksi sudah jelas, tidak semua penulis mampu menulis buku jenis ini secara efektif, efisien dan juga produktif. Bahkan beberapa penulis atau calon penulis merasa lebih kesulitan menulis buku non fiksi daripada buku fiksi.

Sumber penulisan buku fiksi yang paling dominan tentu saja imajinasi penulis itu sendiri. Artinya, semakin luas dan baik kamu menggunakan imajinasimu, maka semakin baik dan luas pula penulisanmu dalam fiksi.

Nah, bagamaina dengan menulis buku non fiksi?

Berikut ini adalah 5 langkah yang mudah dilakukan untuk menulis buku non fiksi. Bahkan tidak hanya menulisnya, kamu juga sekalian dipandu untuk sekaligus menerbitkannya. Menariknya, semua ini dapat kamu lakukan dalam waktu satu bulan saja bahkan kurang.

Atur Jadwal Menulis yang Konsisten dan Disiplin

Source: System Pro

Apa pun jenis buku nonfiksi yang ingin kamu tulis dan tak peduli seberapa baik kamu menguasai topiknya, semua itu tidak akan lebih penting daripada kedisiplinan saat kamu menuliskannya.

Kedisiplinan dalam menulis dan konsistensi dalam menjalaninya adalah rahasia semua penulis. Kamu harus memiliki hal itu jika ingin menyelesaikan buku non fiksimu dan menerbitkannya dalam waktu yang singkat. Tanpa kesediaan untuk disiplin dalam menulis, sulit rasanya untuk menyelesaikan jenis buku apa pun, baik fiksi mau pun non fiksi.

Tipsnya disini adalah dengan membuat sebuah jadwal menulis yang disiplin dan bisa kamu patuhi sendiri. Tetapkan berapa lama waktu yang akan kamu gunakan untuk menulis dalam satu hari, atau berapa kata yang harus kamu selesaikan dalam periode tersebut.

Namun inti dari langkah yang pertama ini adalah kamu harus bisa mematuhi dan konsisten menjalankannya.

Buat Kerangka Penulisan yang Rinci

Source: Marc Johnson

Dalam penulisan non fiksi, outline atau kerangka penulisan adalah bagian yang krusial dan harus ada. Pilihannya adalah, ada yang menggunakan kerangka sebagai garis besar penulisan, namun ada pula yang memanfaatkan outline lebih dari sekedar itu.

Untuk membuat susunan buku non fiksi yang sistematis, mudah dipahami dan juga lebih gampang dieksekusi dalam proses penulisannya, outline adalah hal yang harus kamu perhatikan dengan seksama. Luangkan waktumu lebih banyak untuk membuat kerangka yang detail dan terperinci.

Lho, mengapa harus terperinci dan detail? Bukankah ini hanya outline saja?

Waktu 30 hari untuk menulis dan menerbitkan sebuah buku adalah waktu yang terbatas. Supaya tujuan ini bisa dilakukan dengan baik, kamu membutuhkan strategi yang akan memudahkan kamu dalam segala hal, termasuk pula dalam hal pembuatan outline.

Semakin detail dan rinci kamu membuat kerangka, maka semakin mudah kamu menulisnya kemudian. Dan tentu saja, itu akan membuat proses penulisan kamu menjadi lebih cepat.

BACA PULA:

Perkirakan Jumlah Kata Penargetan

Source: Blogsays

Dalam 10 contoh buku non fiksi yang seringkali disampaikan, jumlah kata rata-rata yang dipergunakan adalah 30.000 – 75.000 kata.

Namun dengan waktu satu bulan atau 30 hari, kamu mungkin harus mempertimbangkan sebuah buku non fiksi singkat dan tidak begitu tebal untuk ditulis. Jumlah kata buku non fiksi untuk jenis ini biasanya berkisar antara 20.000 – 50.000 kata.

Jadi sederhananya begini;

Jika kamu menargetkan jumlah kata dalam buku non fiksimu adalah 30.000 kata, maka tentu saja setiap hari kamu setidaknya harus menulis 1.000 kata. Dalam waktu satu bulan kamu akan memiliki buku dengan tebal kurang lebih 30.000 kata. Asalkan kamu konsisten melakukannya.

Nah, selebihnya kamu hanya butuh waktu untuk melakukan editing, layouting, membuat cover dan juga publishing tentu saja.

Buat Rencana Pemasaran

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dengan waktu hanya 30 hari untuk menulis dan menerbitkannya sekaligus, kamu tentu saja tidak punya waktu banyak untuk memasarkan buku yang kamu tulis. Nah, supaya buku ini setidaknya memiliki pembeli, kamu harus memikirkan teknis pemasaran yang sederhana dan efektif.

Tips yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati hal ini adalah dengan memasarkannya melalui sosial media, jaringan teman-teman, whatsapp group dan lain sebagainya.

Jadi selama proses menulis dan bukumu misalnya sudah selesai 75%, kamu sudah mulai dapat mempromosikannya di berbagai platform yang kamu pilih. Kamu bisa menerapkan sistem pre- order untuk meminimalisir risiko tidak terjual.

Cara lain yang juga bisa kamu lakukan misalnya mengadakan kontes membuat cover, memposting kutipan-kutipan terbaik dari buku yang kamu tulis secara teratur, dan lain sebagainya. Namun tetap harus diingat bahwa yang menjadi prioritasmu adalah menyelesaikan bukumu sesuai tenggat waktu yang telah kamu tetapkan.

Pilih Platform Penerbitan

Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Jika kamu memilih untuk menerbitkan buku yang kamu tulis secara digital, maka kamu dapat menghindari kerepotan dalam proses cetak dan semacamnya. Namun, memilih cover yang baik dan membuat layouting yang menarik, tetap harus kamu lakukan.

Dalam platform digital, kamu bisa memilih menerbitkannya di Google Play Book, Online Store dan lain sebagainya. Kamu hanya perlu menyiapkan buku non fiksi PDF dan semuanya sudah siap untuk dipasarkan.

Namun jika kemudian kamu memilih untuk memasarkan bukumu dalam versi cetak dan juga digital, maka kamu juga harus memikirkan percetakan dan penerbitannya. Kamu bisa memilih untuk menggunakan ISBN atau melewatkannya sementara waktu.

Bagaimana jika Masih Kesulitan Melakukan 5 Langkah di Atas?

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Jika kamu masih merasa kesulitan untuk membuat bukumu meskipun sudah membaca langkah-langkah di atas hingga tuntas, maka kamu bisa meminta bantuan pada penulis blog ini dan menggunakan jasanya. Kamu akan dibimbing untuk bisa menyelesaikan buku sampai terbit.

Caranya mudah, kamu hanya perlu mengklik form kontak dan menuliskan pesanmu.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi www.penulisgung.id,  ya

BACA JUGA:


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

5 LANGKAH MENGUBAH PTK GURU (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) MENJADI BUKU BER-ISBN

Mengubah PTK Guru atau Penelitian Tindakan Kelas menjadi sebuah buku ber-ISBN sebenarnya bukanlah proses yang sulit. Dengan sedikit keterampilan dan modifikasi, kamu dapat mengeksekusinya dengan mudah. Selain menghemat waktu dan tenaga, proses yang tepat juga dapat memberikan kamu efisiensi waktu yang lebih baik.

Lantas, bagaimanakah cara mengubah data PTK guru menjadi sebuah buku ber-ISBN yang gampang untuk dilakukan?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Mengubah PTK Guru menjadi Buku ber-ISBN dalam 5 Langkah Mudah

Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Laporan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK adalah sebuah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik atau guru, laporan ini berisi hasil dari penelitian dan riset yang dilakukan oleh guru tersebut dalam kelas. Untuk sistematika penulisan PTK pun sudah ada ketentuannya.

Dalam teorinya, Penelitian Tindakan Kelas atau PTK memang dilakukan dalam upaya untuk menemukan permasalahan dalam kelas, kemudian mencari solusinya, dan mendokumentasinya dalam sebuah laporan PTK  yang sistematis.

Meskipun demikian, ada pula guru yang membuat PTK untuk keperluan yang berbeda. Selain untuk menemukan permasalahan, mendapatkan solusi, serta mendokumentasikan semua proses tersebut, tujuan lain yang paling populer dari pembuatan PTK adalah untuk syarat kenaikan pangkat.

Lantas, apakah ada perbedaan di antara keduanya?

Sebenarnya pada banyak contoh PTK guru, tidak ada perbedaan yang signifikan antara penyusunan PTK sebagai standar umum mau pun sebagai syarat kenaikan pangkat.

Namun memang pada PTK sebagai syarat kenaikan pangkat, adanya PTK menjadi salah satu syarat yang harus ada bagi seorang guru yang ingin menaikkan grade mereka.

BACA JUGA:

Bentuk-Bentuk Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru yang Paling Banyak Direkomendasikan

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Berdasarkan buku 4, kenaikan pangkat guru yang menggunakan PTK sebagai syarat berlaku mulai dari golongan III/d ke IV.a. Jadi, guru pada konteks ini, diwajibkan untuk membuat PTK jika ingin mengajukan syarat kenaikan pangkat.

Nah, PTK sendiri memiliki banyak bentuk saat diajukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Beberapa bentuk yang paling populer misalnya adalah;

  • Bentuk laporan PTK umum.
  • Jurnal.
  • Artikel populer di media massa.
  • Atau, buku ber-ISBN.

Penyusunan PTK sebagai syarat kenaikan pangkat dalam bentuk laporan umum, jurnal, atau artikel populer di media massa, tentunya sudah tidak asing lagi untuk kamu ketahui. Sementara membuat PTK atau mengubah Penelitian Tindakan Kelas menjadi sebuah buku ber-ISBN sendiri masih banyak guru atau pendidik yang bingung dalam melakukannya.

Lantas, bagaimanakah cara mengubah login PTK guru menjadi sebuah buku ber-ISBN?

Berikut adalah 5 tips yang bisa kamu ikuti dengan mudah.

Langkah Mudah Mengubah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru menjadi Buku ber-ISBN

Ada cara yang dapat kamu ikuti dengan mudah untuk melakukan hal ini. Beberapa langkah yang paling penting dan mudah dilakukan dalam proses ini adalah sebagai berikut;

Ubah Judul PTK Guru menjadi Judul Populer

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan dalam mengubah laporan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru menjadi sebuah buku adalah dengan mengubah judulnya terlebih dahulu.

Penting untuk kamu pahami bahwa ada perbedaan yang signifikan antara cara penyajian judul untuk sebuah laporan PTK dengan sebuah judul buku karya tulis ilmiah yang populer. Langkah pertama ini meminta kamu untuk mengubah judul yang panjang dan detail dari sebuah PTK, menjadi judul yang lebih populer dan komersial.

Contohnya begini;

Jika judul laporan PTK yang kamu tulis adalah misalnya;

Penerapan Outdoor Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Pasir Jambu 01 Tahun Pelajaran 2021/2022

Maka beberapa pilihan judul populer untuk sebuah buku ber-ISBN yang bisa kamu gunakan adalah;

  • Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Outdoor Learning
  • Outdoor Learning Sebagai Cara Jitu Meningkatkan Prestasi Belajar
  • Outdoor Learning dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
  • Dll.

Buat Struktur PTK menjadi Struktur Buku

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Selanjutnya setelah kamu mendapatkan judul yang tepat untuk buku ber-ISBN gubahan dari judul PTK yang kamu miliki, maka kamu sekarang dapat berfokus pada membuat struktur bukunya sendiri.

Maksudnya adalah; bagaimana kamu menyusun layouting atau kerangka laporan PTK yang sudah tersedia menjadi sebuah layouting buku yang populer. Ini mungkin akan membuat kamu harus mengubah jumlah bab, pembagian pokok bahasan, judul bab, dan lain sebagainya.

Pada contoh PTK guru SMP yang kompleks misalnya, kamu dapat membagi laporan itu menjadi sesuatu yang lebih sederhana dan eye catching. Perlu juga untuk kamu ingat dalam proses mengubah PTK menjadi buku ber-ISBN adalah bahwa hal ini juga memperluas jaringan pembaca.

Artinya; kamu tidak lagi berfokus pada susunan kertas yang akan dibaca sebagai hasil laporan. Namun kamu juga membuat sebuah tulisan yang memikat untuk dibaca olehh orang lain yang tidak terkait dalam laporan PTK yang dibuat.

Susun Bab Buku Berdasarkan Susunan Bab PTK

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, setelah kamu mendapatkan layouting atau kerangka yang tepat dari buku gubahan PTK yang akan kamu terbitkan, kamu dapat memfokuskan pada pokok bahasannya sendiri.

Dalam penyusunan pokok bahasan PTK menjadi sebuah buku ber-ISBN ini, kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal antara lain, yaitu;

  • Hapus dan ubah rumusan masalah, manfaat dan definisi operasional. Ganti penulisan background semacam ini menjadi sebuah paparan yang menjelaskan kondisi memprihatinkan terkait pembelajaran yang diampu.
  • Kata-kata yang menjelaskan ‘penulis melakukan penelitian tindakan kelas…” dapat diubah narasinya menjadi misalnya; “Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul…”.
  • Modifikasi semua bagian yang mencirikan penelitian pada satu tempat secara khusus. Susunan buku sebaiknya membahas objek permasalahan secara umum. Sekolah yang menjadi objek penelitian dapat dibahasakan sebagai sampel permasalahan dan solusi yang diajukan.

Lengkapi Persyaratan Mendapatkan ISBN

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, ini adalah bagian yang tidak boleh tertinggal dalam verifikasi PTK guru, yakni ISBN itu sendiri. Beberapa orang bahkan lebih tertarik untuk mengutamakan ISBN itu sendiri dibandingkan isi dan pemaparan buku dari PTK yang merupakan faktor yang lebih fundamental.

ISBN atau International Standard Book Number, hakikatnya adalah sistem pencatatan buku supaya dapat dengan mudah untuk dikenal dan didata. ISBN bagaimana pun krusialnya sebagai bagian dari syarat kenaikan pangkat seorang guru terkait laporan PTK, tidak pernah lebih penting dari isi buku itu sendiri.

Mengajukan ISBN untuk sebuah buku itu tidak serumit yang dibayangkan. Selama sebuah buku telah memenuhi syarat-syarat pengajuan berupa misalnya: halaman judul, halaman cover, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar pustaka, biodata penulis dan lain sebagainya, sebuah buku dapat memperoleh ISBN dengan mudah.

Jadi yang ingin disampaikan adalah; PTK kenaikan pangkat guru dalam bentuk buku ber-ISBN itu bukan ISBN-nya saja yang penting. Namun isi dan esensi dari buku itu sendiri jauh lebih penting.

BACA JUGA:

Cetak dan Publikasikan

Photo by Anna Nekrashevich on Pexels.com

Nah, langkah terakhir setelah semua selesai adalah kamu dapat menemukan sebuah percetakan atau penerbit untuk mencetak buku kamu.

Bagian ini menjadi sesuatu yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Untuk bisa mendapatkan buku yang siap cetak, kamu kadang harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Biaya ini dibebankan untuk pengurusan dan pendaftaran ISBN, layouting, editing, desain cover dan lain sebagainya.

Belum lagi kemudian, waktu yang dibutuhkan sampai buku kamu selesai dicetak dan diterbitkan akan cukup lama. Bahkan ada beberapa penerbit yang meminta jangka waktu hingga lebih dari satu atau dua bulan.

Pada bagian ini, kamu juga harus mempertimbangkan deadline cetak buku kamu sendiri. Jangan sampai syarat kenaikan pangkat dari buku ber-ISBN yang dikembangkan dari PTK justru membuatmu kamu terlambat dalam memenuhi syarat kenaikan pangkat.

Jika Kamu Sangat Sibuk dan Sulit Mengerjakan Hal Ini…

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Maka kamu dapat menghubungi www.penulisgunung.id dan meminta  PTK yang kamu miliki untuk diubah menjadi buku ber-ISBN.

Dengan pengalaman yang dimiliki dan jam terbang penulisannya sendiri, www.penulisgunung.id akan menghasilkan buku terbaik hasil dari gubahan PTK yang sudah kamu miliki.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami, ya.



Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

TERNYATA INI 10 FAKTA MENULIS BUKU YANG PALING MENYAKITKAN

Mimpi menjadi penulis sukses mungkin memang indah sebelum kamu tahu ada banyak fakta menulis yang menyakitkan. Beberapa penulis mungkin memilih diam dan tak ingin menyampaikan hal ini. Namun jika kamu tidak mengetahuinya sejak awal, kamu bisa saja akan jauh lebih kecewa setelah mengetahuinya kemudian.

Lalu, apa saja fakta mengenai menulis yang katanya menyakitkan itu?

Mari simak ulasan selengkapnya berikut.

Ketahui 10 Fakta Menulis yang Paling Menyakitkan Berikut Sebelum Kamu Memutuskan untuk Menjadi Seorang Penulis

Photo by John-Mark Smith on Pexels.com

Dunia menulis kadang melambungkan angan banyak pemula yang menganggap dunia yang baru dimasukinya ini sebagai sebuah romansa yang indah.

Saya juga mungkin demikian sebelumnya. Saat menyelesaikan buku pertama, angan saya mengatakan bahwa saya akan disibukkan dengan launching, roadshow ke berbagai kota, menjadi bintang tamu acara TV, dan menghitung royalti tentu saja.

Namun, bagaimana dengan kenyataannya?

Harus saya akui itu tidak seindah yang dibayangkan.

Bahkan setelah menulis lebih dari 14 judul buku, beberapa angan itu tidak pernah terwujud.

Roadshow dan royalti tidak pernah menjadi kenyataan. Namun saya justru banyak belajar dan menemukan hal-hal baru mengenai fakta tentang menulis yang harus dihadapi secara realistis. PR-nya kemudian adalah, bagaimana saya beradaptasi dan berhasil melewatinya.

Nah sekarang, untuk kamu yang memiliki keinginan menjadi seorang penulis, saya akan membagikan 10 hal yang sudah seharusnya kamu ketahui sejak awal ini. Bahkan jika saya mengetahui hal ini lebih awal, saya pun tidak akan terjebak pada hal-hal yang seharusnya tidak saya lakukan.

Apa saja fakta yang menyakitkan tentang menulis?

Ini dia daftarnya.

BACA JUGA:

Banyak Orang Berbicara Tentang Menulis, Hanya Sebagian Kecil yang Benar-Benar Melakukannya

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Apakah kamu pernah mendengar seseorang yang mengatakan;

 “Aku akan menulis sebuah buku tentang ini. Konsep ceritanya bagus banget”

Kemudian ia tidak pernah melakukannya.

Pernahkah kamu menemui hal seperti itu?

Hal yang sama juga pernah terjadi dengan saya. Saya ingin menulis buku tentang silat, tentang kumpulan kisah teladan, atau seorang pendaki gunung yang tewas saat menyelamatkan kekasihnya. Tetapi buku itu tidak pernah hadir, hanya muncul sebagai ide yang kemudian terurai menjadi impian kosong kembali.

Menjadi penulis adalah mimpi banyak orang, tetapi hanya sedikit yang mewujudkan mimpi itu.

Memiliki buku dengan nama kamu sendiri, mungkin juga menjadi sesuatu yang kamu impikan. Akan tetapi fakta yang menyakitkannya adalah; hal itu tidak akan terwujud jika kamu tidak memperjuangkannya.

Bangun!

Jangan jadi orang-orang yang hanya bermimpi menjadi penulis tapi tidak pernah berjuang untuk mewujudkan mimpi itu.

Dalam Menulis, Meskipun Normal, Keraguan Akan Membunuhmu

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Fakta kedua mengenai menulis seperti ini terjadi pula kepada saya saat sedang menulis novel pertama saja. Atau buku ke-4 yang sudah saya selesaikan secara keseluruhan.

Saya telah memiliki sebuah konsep cerita yang saya pikir bagus dan saya ingin konsep itu menjelma menjadi sebuah buku. Tapi ketika itu telah berubah menjadi beberapa bab, saya mulai menemukan keraguan dalam prosesnya. Dan hal itu kemudian menghentikan saya.

Konsep cerita itu kemudian diketahui oleh isteri saya dan ia meyakinkan saya bahwa itu cerita yang hebat. Keyakinan saya bersemi kembali saat mendengarnya. Dan saya pun berhasil menyelesaikan penulisan buku itu hingga selesai.

Tahukan kamu buku apa itu?

Itu adalah buku Merapi Barat Daya, yang telah terjual lebih 1.000 copy dan mendapatkan rating yang hampir sempurna dari banyak kritikus novel petualangan di Indonesia.

Oh ya, jumlah 1.000 copy  mungkin terdengar sedikit, ya?

Tapi tidak juga sebenarnya. Terutama jika kamu tahu bahwa buku itu diterbitkan secara indie dengan metode self publishing. Penulisan naskah, editing, desain cover,  dan pemasaran, semuanya saya lakukan secara mandiri.

Bayangkan jika saya tidak berhasil melawan keraguan sewaktu cerita itu ditulis. Ceritanya tentu akan berbeda.

BACA JUGA:

Writer’s Block Tidak Cukup Sebagai Alasan

Source: Freepik

Seorang guru tidak dapat berhenti mengajar hanya karena ia merasa kurang terinsipirasi saat masuk kelas. Seorang dokter tidak dapat berhenti melakukan operasi atas penyakit seorang pasien, hanya karena beralasan ia tidak terinspirasi untuk meneruskannya.

Penulis juga begitu.

Dan kamu, kamu juga harus begitu. Tidak terinspirasi, merasa kehabisan ide, atau writer’s block, tidak boleh kamu biarkan menghentikan dirimu. Terlalu kecil mimpimu sebagai seorang penulis jika writer’s block saja membuat kamu berhenti melakukannya.

Fakta menjadi seorang penulis yang sesungguhnya adalah ini, kamu harus memaksa diri kamu sendiri untuk tetap menulis. Inspirasi tidak datang setiap hari dan mood bisa berubah-ubah, namun, itu sama sekali bukan alasan kamu untuk berhenti.

Buku yang hebat tidak terlahir dalam semalam. Karya yang luar biasa tidak muncul hanya dengan mengatakan sim salabim. Kamu harus berjuang untuk terus menulis, setiap hari, entah kamu terinspirasi atau pun tidak.

Dan hal ini bagi sebagian orang dengan kemauan menulis yang lemah, adalah sebuah fakta menulis yang menyakitkan.

BACA INI JUGA, YUK:

Menulis Hanya di Waktu Senggang itu Tidak Cukup

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Mungkin kamu mengira dapat menyelesaikan bukumu dengan menulis di waktu senggangmu, ya?

Di saat kamu tidak sedang  bekerja, sedang tidak bermain dengan anak-anak, sedang tidak ada acara kantoran atau keluarga. Dan mungkin sedang tidak bermain sosial media.

Jika kamu berpikiran demikian, kamu sebaiknya mulai merubah pandanganmu itu.

Untuk dapat menyelesaikan sebuah buku, kamu tidak bisa mengandalkan untuk menulisnya hanya di waktu senggang. Jika kamu melakukan ini, percayalah, kamu tidak akan menyelesaikan bukumu pada akhirnya.

Bagaimana jika di waktu senggang kamu tidak terinspirasi?

Bagaimana jika di waktu senggang kamu justru malas untuk menulis?

Hal yang penting dari menjadi seorang penulis adalah kamu memprioritaskan aktivitas menulis sebagai kegiatan utama yang kamu lakukan. Menulilah setiap hari, di waktu-waktu paling produktif yang kamu miliki.

BACA PULA:

Menulis adalah Rutinitas yang Kamu Tidak Boleh Bosan

Photo by Cup of Couple on Pexels.com

Setiap rutinitas adalah sesuatu yang membosankan.

Iya, kan?

Tapi dalam menulis, rutinitas adalah hal yang yang kamu tidak boleh bosan melakukannya. Jika pun kamu bosan, maka kamu tidak boleh berhenti.

Dalam menulis, rutin dan konsisten adalah bagian yang paling penting. Kedisiplinan kamu dalam menulis-lah yang akan mengantarkan kamu pada kesuksesan menyelesaikan bukumu. Dan untuk melakukannya, kamu tidak bisa menulis hanya di waktu luang, atau hanya di akhir pekan saja.

Jadi, setiap hari kamu harus menulis.

Dan itu adalah fakta dalam menulis yang bagi sebagian orang adalah sesuatu yang menyakitkan.

BACA JUGA:

Membaca dan Riset adalah Bagian dari Pekerjaan

Photo by cottonbro on Pexels.com

Fakta tentang menulis selanjutnya yang mungkin tidak begitu kamu suka adalah bahwa pekerjaan ini juga berhubungan erat dengan hal lainnya. Dan membaca adalah bagian tidak terpisahkan dari seorang penulis.

Kamu tidak bisa menjadi penulis jika kamu tidak suka membaca.

Ada banyak bacaan yang bisa kamu ambil. Kamu bisa membaca karya penulis lain yang kamu kagumi cara berceritanya. Atau kamu juga bisa membaca buku dengan genre cerita yang sama dengan genre yang kamu tulis. Jangan khawatir, ini tidak ada hubungannya dengan plagiat. Justru proses ini akan membuat penulisanmu menjadi lebih tajam dan kuat.

Membaca banyak literatur dan riset adalah bagian dari dunia menulis yang tidak akan terpisahkan. Kamu tidak bisa mengabaikan hal ini jika kamu ingin memilki kualitas penulisan yang kuat.

baca juga:

Naskah Pertama itu Lebih Sering Mengecewakan

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Tugas utama selama kamu menulis bukumu yang pertama adalah sampai naskahnya selesai. Kesalahan penulisan, typo, PUEBI, makna yang ambigu, dan lain sebagainya, adalah bagian kedua dari proses ini.

Jadi, tidak perlu memusingkannya lebih dulu.

Tidak perlu merasa gusar jika setelah kamu menyelesaikan beberapa bab, kamu menemukan ada begitu banyak kesalahan yang harus diperbaiki. Itulah proses menulis yang sebenarnya, akan ada banyak hal yang harus diperbaiki setiap hari. Tapi tugas utama yang harus selesaikan adalah membuat naskahmu selesai.

Saya telah menulis lebih dari selusin buku, dan saya selalu menemukan banyak hal yang payah ketika naskahnya selesai.

Dan itu tidak masalah.

Karena waktu-waktu selanjutnya akan saya habiskan untuk memperbaikinya melalui editing, proofreading dan juga revisi.

Editing adalah Kerja Keras yang Melelahkan

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jika kamu adalah seorang penulis pemula yang memilih jalur yang sepenuhnya mandiri seperti yang saya lakukan, kamu akan tahu betapa melelahkannnya proses sebuah buku hingga ia bisa terbit.

Di antara semua proses tersebut, editing adalah bagian yang paling menguras tenaga.

Sampai buku-buku populer seperti Dunia Batas Langit, MMA Trail, Merapi Barat Daya, atau Dewi Gunung yang tebalnya hingga 600 halaman itu sampai ke tangan pembaca. Saya menghabiskan siang dan malam, ditengah kantuk dan lelah, untuk menyelesaikan proses editing-nya yang sangat melelahkan.

Cara paling ideal dan profesional tentu saja dengan merekrut editor profesional untuk membantu menyempurnakan naskah yang sudah kamu tuliskan. Self editing seperti yang saya lakukan selalu menyisakan ruang-ruang dimana kesalahan akan tetap tersisa,

Saya membaca naskah buku yang saya tulis hingga paling tidak 3 x sebelum masuk proses final layouting.

Dan saya harus mengatakan hal ini secara jujur kepada kamu; proses ini sangat melelahkan, membosankan dan kadang mengecewakan.

baca pula:

Kritik Kadang Sangat Menyakitkan

Source: Freepik

Apakah kritik membuat kamu sakit hati?

Jika iya, mungkin kamu tidak cocok jadi penulis.

Apakah kritik membuat kamu kecewa dan memutuskan untuk berhenti berkarya?

Jika iya, nampaknya menulis bukan dunia kamu.

Dalam menulis kritik adalah bagian penting yang justru menjadi sebuah evaluasi gratis yang seharusnya disyukuri. Pujian memang enak didengar, dan itu kadang-kadang membuat seorang penulis merasa terbang. Namun kritik-lah yang akan membuat ia kembali menjejak tanah dan membangun sayap yang sebenarnya.

Ketika buku kamu sudah selesai dan orang-orang sudah membacanya, maka feedback pun berdatangan dan beberapa di antaranya adalah kritik. Dan itu adalah hal yang harus kamu syukuri.

Kritik memang keras, dan kadang membuat kamu mungkin sakit hati. Tapi jangan berhenti karena kritik.

Justru gunakan kritik yang kamu terima tersebut sebagai referensi utama saat mengevaluasi, atau membuat karya hebatmu yang seterusnya.

Jangan Berharap Langsung Kaya Raya dengan Menulis

Photo by Dziana Hasanbekava on Pexels.com

Apakah tidak ada penulis yang kaya raya dan mendapatkan uang dengan mudah melalui tulisan mereka?

Banyak! Banyak sekali.

J.K. Rowling yang terkenal itu menghasilkan miliaran dolar sebagai penulis terkaya di dunia. Di Indonesia kamu akan mendapati nama-nama tenar lainnya seperti Asma Nadia, Habiburahman El Shirazy, Andrea Hirata dan Tere Leye yang juga akrab dengan kesuksesan besar dan materi melimpah dari hasil menulis.

Tapi seujurnya itu tidak mudah. Hanya sedikit sekali penulis yang mampu mencapai posisi itu dengan keberuntungan dan kerja keras mereka.

Selebihnya?

Ada lebih banyak yang tidak terkenal dan mendapatkan penghasilan yang cukup dari menulis buku.

Source: Freepik

Ketika kamu sudah memutuskan untuk masuk ke dunia menulis secara profesional, kamu harus realistis. Uang yang kamu hasilkan mungkin tidak akan banyak selama beberapa tahun. Atau kamu mungkin tidak akan terkenal dan dielu-elukan dimana-mana.

Tapi apakah hal itu harus menjadi masalah?

Ketika kamu berhasil menyelesaikan bukumu yang pertama, ingat, itu hanyalah permulaan saja. Masih ada perjalanan panjang dan penuh perjuangan yang akan menunggu kamu selanjutnya.

Seperti saya yang telah menulis 14 judul buku dan menjual ribuan eksemplar di antaranya, sampai sekarang saya juga belum kaya raya dan terkenal. Bahkan mungkin kamu yang membaca tulisan ini belum mengenal siapa saya.

Tetapi semua itu tidak akan menghentikan saya.

Bisa jadi kesuksesan saya bukan pada buku pertama hingga 14, tapi buku ke-15, atau buku-20, atau buku-100 barangkali. Dan itu tidak jadi masalah, saya InsyaAllah akan konsisten menjalani prosesnya.

Saya akan terus menulis, menghasilkan buku, karena itulah cara yang bisa saya lakukan untuk bersyukur dengan segala karunia yang Allah berikan. Saya akan terus menulis sampai Allah mencukupkan waktu-Nya untuk saya.

baca juga:

Jika Kamu adalah Penulis Pemula yang Ingin Menghasilkan Buku Pertama, Inilah yang Harus Kamu Lakukan

Source: Freepik

Nah sekarang, dengan semua fakta menulis yang menyakitkan itu, kamu tidak boleh ragu dan menjadi pesimis. Justru kamu harus lebih bersemangat untuk masuk ke dunia penulisan dan menghasilkan karya terbaikmu.

Kamu bisa terus belajar menulis dari banyak cara. Kamu bisa mengikuti pelatihan, membaca buku panduan, mengikuti tutorial video dan lain sebagainya.

Akan tetapi jika kamu masih merasa kesulitan menyelesaikan buku pertamamu dengan cara-cara itu, maka kamu bisa meminta saya membantu kamu.

Jangan ragu untuk menghubungi kontak saya, dan saya akan memandu kamu menulis sampai kamu berhasil menyelesaikan buku kamu yang pertama.

Nah, apakah kamu mau menyelesaikan buku kamu yang pertama sekarang?


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

10 ALASAN MENGAPA JASA PENULIS ARTIKEL PILIHAN TEPAT PEBISNIS ONLINE

Tahukah Anda bahwa 80% dari calon pembeli saat ini menggunakan internet dan sumber bacaan sebagai referensi utama mereka. Berdasarkan data ini, sangat wajar jika jasa penulis artikel merupakan solusi yang paling tepat untuk Anda yang memiliki bisnis online dan berniat untuk mempromosikannya.

Dengan keterampilan dan kemampuan yang mereka miliki, jasa penulis online mampu menghasilkan tulisan yang informatif, edukatif, dan juga menjual kepada masyarakat. Dalam waktu yang konsisten, berbagai manfaat lain pun akan berdatangan dan membuat bisnis online yang Anda miliki semakin mendapatkan reputasi di internet.

Lantas, apa sajakah manfaat menggunakan jasa content writer bagi seorang pebisnis online?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

10 Alasan Jasa Penulis Artikel adalah Pilihan Paling Tepat Bagi Pebisnis Online untuk Mempromosikan Usaha Mereka

Photo by Ann Nekr on Pexels.com

Jasa penulisan artikel ilmiah atau pun untuk kepentingan komersial, adalah industri baru di era genarasi Z sekarang. Kemampuan menulis di internet, apa pun itu bentuknya, telah melahirkan berbagai peluang besar bagi generasi Z untuk mampu memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Nah, di antara berbagai bidang itu, perekonomian digital adalah yang mungkin paling menarik. Era internet secara sporadis telah memindahkan aktivitas perekonomian dari dunia riil ke digital. Jenis usaha dan produk apa pun, barang atau pun jasa, harus hadir dalam dunia internet supaya dapat terus bertahan di era sekarang.

Tumbuh dan berkembang pesatnya perekonomian digital membutuhkan jenis pemasaran yang tidak sama dengan teknis pemasaran biasa. Calon pembeli dan pengguna jasa saat ini, menghabiskan mayoritas besar waktu mereka di depan gadget. Siapa pelaku usaha yang mampu menarik perhatian mereka, adalah mungkin yang memiliki peluang untuk diterima.

Lalu, bagaimana caranya?

Disinilah kemudian para content writer dan content creator menemukan dunia mereka. Merekalah kemudian yang bertugas untuk membuat segala sesuatu baik berupa tulisan atau pun media lain, yang mampu menarik hadirnya calon pembeli pada suatu bidang usaha di internet.

BACA JUGA:

Seberapa Penting Jasa Penulis Artikel Bagi Bisnis Online?

Source: Freepik

Anggaplah Anda membuka sebuah toko baru yang lokasinya cukup tersembunyi dari keramaian, lalu bagaimana cara Anda menarik calon pembeli?

Anda mungkin akan memasang poster, pamflet, spanduk, selebaran, menggunakan pengeras suara dan berbagai cara lainnya untuk menarik perhatian.

Nah, hal yang sama juga dilakukan oleh seorang penulis artikel yang spektrum kerjanya tentu saja secara digital.

Jasa penulisan artikel bahasa inggris, bahasa Indonesia, atau bahasa apa saja, memfokuskan diri mereka untuk menghasilkan tulisan yang bernilai. Dalam kasus bisnis online, tulisan itu haruslah yang memiliki dampak pada bisnis yang dituju.

Melihat hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa peran jasa penulisan artikel dalam bisnis online sangat besar. Hanya saja yang menjadi masalah kadang adalah; banyak pemilik bisnis online yang belum menyadari sepenuhnya mengapa jasa penulis artikel sangat signifikan pengaruhnya pada bisnis mereka.

Jika Anda sebagai pemilik bisnis online masih ragu dengan pernyataan ini, 10 hal berikut adalah alasan yang akan menjelaskannya.

80% Prospek dan Calon Pembeli Anda, Ada di Internet dan Mereka Lebih Tertarik untuk Membaca

Source: Freepik

Siapa calon customer sebuah bisnis online?

Ya, tentu saja orang-orang yang juga online dan menggunakan internet, kan?

Nah, yang menarik dari hal ini kemudian adalah; bahwa calon pelanggan Anda itu akan lebih memprioritaskan membaca informasi tentang bisnis yang Anda tawarkan. Anda bisa menunjukkan video, memproduksi gambar, namun pondasi utamanya tetap harus dalam bentuk tulisan.

Dengan fakta seperti ini, para pebisnis online yang sudah mengerti betapa besar peran penulisan dalam bisnis mereka, tidak akan mempermasalahkan lagi harga jasa penulisan artikel yang paling tepat untuk meng-endorse produk yang mereka tawarkan.

BACA PULA:

Artikel yang Berkualitas Akan Meningkatkan Engagement

Source: Freepik

Jika Anda merekrut penulis artikel yang berkualitas, atau menyewa jasa content writer yang profesional, maka ia tentu saja akan menghasilkan artikel yang berkualitas untuk bisnis Anda.

Korelasinya kemudian adalah, jika artikel high quality yang mereka hasilkan itu secara konsisten bisa terbit di bisnis Anda, maka engagement bisnis Anda pun akan meningkat dengan pesat.

Artinya, keterkaitan bidang bisnis yang Anda geluti akan mendapatkan posisi yang semakin baik dalam dunia digital. Atau posisi bisnis online yang Anda miliki akan semakin bagus posisinya.

Artikel yang Berkualitas Ikut Membangun Merk        

Source: Freepik

Dalam dunia bisnis online dan digital marketing, brand building adalah sesuatu yang penting. Merk yang diakui dan dipercaya lebih baik, akan menghasilkan imbas pasar yang juga lebih baik di internet.

Nah, selain dengan membangun kualitas produk dan layanan jasa, membayar jasa penulis artikel profesional adalah langkah yang bisa Anda lakukan untuk branding.

Jasa penulisan artikel profesional akan membantu menghasilkan artikel yang berkualitas bagi bisnis Anda yang tentu saja memberi kontribusi besar untuk membangun brand atau merk bisnis Anda di internet.

Mampu Menggambarkan Produk atau Jasa yang Anda Tawarkan Secara Lebih Komprehensif

Source: Freepik

Dengan membayar seorang penulis artikel yang berpengalaman, Anda akan mampu memberi gambaran yang sempurna untuk calon customer Anda.

Calon pengguna jasa yang Anda tawarkan, atau calon pembeli produk yang Anda miliki, akan memperoleh informasi bisnis secara lebih baik dengan artikel yang berkualitas. Artikel seperti ini mampu menggambarkan dengan baik keunggulan bisnis Anda dan mendorong calon pembeli menemukan alasan paling tepat untuk menggunakan produk dan jasa yang Anda tawarkan.

Nah, untuk mencapai tujuan ini, tentu saja kamu membutuhkan jasa penulis artikel yang terbaik.

BACA INI JUGA:

Artikel yang Berkualitas Adalah Cara Terbaik Membangun Trafik Organik

Source: Freepik

Siapa pun calon penulis yang mencari lowongan jasa penulis artikel, mereka akan disuguhi syarat untuk memahami kaidah penulisan SEO.

Tahukah kamu apa itu artikel dan penulisan SEO?

Penulisan artikel SEO atau Search Engine Optimazation adalah metode penulisan artikel di internet yang disesuaikan dengan cara kerja mesin pencari seperti Google atau Bing. Dengan menggunakan kaidah penulisan SEO, artikel yang ditulis akan lebih mudah untuk ditemukan oleh calon customers. Tujuannya adalah supaya bisnis online Anda mendapatkan traffic atau kunjungan dari hasil pencarian tersebut.

Dan organic traffic atau kunjungan yang alami sejauh ini paling efektif dilakukan melalui penulisan artikel yang berkualitas.

Artikel yang Berkualitas Mampu Menaikkan Rangking Website

Source: Freepik

Penulisan artikel yang konsisten dan berkualitas secara signifikan mampu meningkatkan rangking website. Semakin baik rangking website yang Anda miliki, maka semakin besar pula peluang untuk tampil di halaman pertama kolom  mesin pencarian.

Indeks rangking website dengan artikel memang membutuhkan waktu untuk dapat kamu lihat hasilnya. Namun, rangking website yang didapatkan dengan proses indexing artikel yang berkualitas akan membuat performance website kamu juga bertahan dalam waktu yang lama.

Nah, kabar baiknya lagi adalah rangking website dapat meningkat hingga 90% dengan arrtikel yang berkualitas dan dilakukan secara konsisten.

Artikel yang Diupdate Secara Konsisten Bagus untuk Mesin Pencari dan Juga Penggunanya

Source: Freepik

Salah satu cara menjadi jasa penulis artikel yang profesional adalah mampu menghasilkan artikel yang berkualitas dan konsisten dalam jangka waktu yang lama. Aplikasi yang baik dari hal ini akan mampu memberik kontribusi yang maksimal bagi website dalam dua fungsi sekaligus.

Fungsi pertama dari up date artikel yang konsisten akan membuat bisnis online yang Anda miliki semakin ramah bagi mesin pencari. Sementara fungsi kedua yang juga dapat menjadi lebih optimal dengan up date artikel yang disiplin adalah memudahkan bagi users untuk mendapatkan informasi terbaru dari bisnis yang Anda miliki.

Dan Anda bisa mendapatkan dua fungsi tersebut hanya dengan mempekerjakan seorang freelance penulis artikel atau pun merekrut content writer secara permanen.

KAMU MUNGKIN INGIN MEMBACA INI:

Konten Artikel yang Berkualitas Memudahkan Konversi

Source: Freepik

Bisnis online apa pun bentuknya, pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan konversi setinggi mungkin. Konversi inilah yang menjadi muara dari segala jenis strategi digital yang dijalankan oleh seorang pemilik bisnis online.

Informasi yang disampaikan dalam penulisan artikel memberikan edukasi, keuntungan, solusi dan apa pun yang menjadi harapan dari user yang kemudian dapat diperoleh melalui produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Konten yang berkualitas, baik berupa gambar, video, lebih-lebih tulisan, akan mampu memudahkan konversi yang menjadi tujuan bisnis Anda.

Berpromosi Melalui Jasa Penulis Artikel Lebih Hemat Biaya

Source: Freepik

Jika Anda menggunakan media promosi seperti facebook ads, google ads, atau jenis platform promosi lain di internet, Anda akan membutuh biaya besar untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

Hal ini akan berbeda ceritanya jika Anda menggunakan jasa penulisan online profesional.

Melalui jasa penulisan artikel, Anda dapat menekan biaya promosi hingga lebih dari 70% namun tetap mendapatkan feedback yang bagus, bahkan dalam jangka panjang.

Penulisan Artikel yang Berkualitas adalah Investasi Jangka Panjang

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Alasan terakhir mengapa content writing adalah pilihan tepat para pebisnis online adalah karena hasilnya dapat bertahan dalam waktu yang lama. Arti lain dari alasan ini adalah; artikel yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang sebuah bisnis online.

Jika Anda bisa mempekerjakan seorang penulis profesional yang mampu menghasilkan artikel berkualitas, Anda sangat beruntung. Hasil dari artikel yang berkualitas akan memberikan dampak jangka panjang yang hampir permanen untuk bisnis online yang Anda miliki.

Bandingkan hal ini dengan metode adsense yang membutuhkan biaya lebih mahal namun memiliki result yang singkat.

Jasa penulis artikel profesional tentu jauh lebih direkomendasikan untuk kebutuhan jangka panjang, kan?

BACA JUGA:

Menemukan Jasa Penulis Artikel Terbaik untuk Bisnis Online Anda

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Setelah mengetahui demikian banyak manfaat yang bisa Anda peroleh untuk bisnis online Anda dengan mempekerjakan jasa penulis artikel yang prpofesional, Anda sekarang mungkin sedang berpikir untuk mencari jasa penulis artikel online untuk bisnis Anda, kan?

Ada banyak sekali saat ini daftar jasa penulis artikel yang bisa Anda pilih. Anda dapat menjatuhkan pilihan pada salah satu jasa penulisan yang Anda anggap terbaik. Sebagai saran, pertimbangkan kualitas artikel yang memenuhi standar SEO sebagai pilihan prioritas untuk Anda gunakan.

Namun jika Anda masih bingung mencari jasa penulis artikel yang paling kredibel untuk Anda gunakan jasanya, Anda bisa menghubungi www.penulisgunung.id.

Dengan pengalaman menulis artikel SEO lebih dari dua tahun dan telah menghasilkan ribuan artikel berkualitas, www.penulisgunung.www akan membantu Anda mencapai kesuksesan sebagai pebisnis online melalui artikel yang berkualitas, komunikatif, dan SEO friendly.


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

INI KUTIPAN NOVEL ISLAMEDINA YANG PALING BANYAK MENGURAS AIR MATA

Kutipan novel yang menginspirasi kadang dipenuhi oleh air mata ketika kamu membacanya. Seperti pada kutipan novel Islamedina yang saya tulis ini. Feedback banyak pembaca yang telah menyelesaikan novel setebal 750 halaman yang dibagi dalam dua jilid itu mengatakan bahwa bagian inilah yang paling membekas dalam ingatan mereka.

Dengan jumlah lebih dari 3.000 kata, bagian ini sebenarnya tidak dapat lagi disebut kutipan. Namun tidak mengapa, walaupun bukan kutipan novel best seller yang telah terjual jutaan eksemplar, bagian ini tetap memiliki nilai yang sangat tinggi untuk dihayati.

Kutipan Novel Islamedina Jilid 2 yang Paling Menyentuh Hati Banyak Pembaca

Oh ya, apakah kamu sudah pernah mendengar novel berjudul Islamedina ini?

Jika belum, maka selamat. Sekarang adalah saat yang tepat untuk membaca salah satu cuplikan terbaiknya.

Novel Islamedina adalah buku yang saya tulis dalam durasi yang paling lama. Saya menyelesaikan penulisan naskah buku ini pada tahun 2020, memakan masa empat tahun semenjak saya memulainya pada tahun 2016. Allhamdulillah, novel ini juga sudah beredar secara luas di Indonesia dan mendapat sambutan yang baik, meskipun penerbitannya dilakukan secara indie dan mandiri.

Nah, pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah satu bagian paling menarik dalam buku ini kepada pembaca blog www.penulisgunung.id. Bagian ini mungkin termasuk kutipan novel baper yang saya sendiri pun sebagai penulisnya, mengalami kesulitan yang paling tidak mudah untuk dilawan ketika menuliskannya.

Lantas, bagaimana sih, kutipan dari novel Islamedina yang telah dibaca ribuan orang ini?

Yuk, dibaca dengan penuh penghayatan, ya.

Oh ya, saya menambahkan beberapa gambar pada artikel ini sebagai penjeda tulisan, supaya mata kamu tidak terlalu kelelahan saat membacanya.

AIR MATA SAKSI MATA

Bagian terakhir dari bab Hari Kembali ini akan sedikit berbeda dari keseluruhan tulisan dalam buku ini. Jika bagian lain dalam keseluruhan buku ini berkisah dari sudut pandang seorang ayah, maka kali ini saya akan berusaha untuk menuturkannya dari sudut pandang seorang ibu. Karena pada hari kejadian, pada detik-detik Medina menghadapi kematiannya, yang ada bersamanya adalah ibunya, Dek Nafi’. Jadi sudut pandang yang dimiliki sang ibu dalam momentum Hari Kembali Islamedina, jauh lebih dalam daripada dari sudut pandang saya sendiri sebagai ayahnya.

Saya tak menyaksikan Medina terjatuh, saya tak menyaksikan ia dibawa ke RSU Muntilan, saya tidak menyaksikan tim dokter yang putus asa karena tak bisa menyelamatkannya, dan saya juga bukan orang yang menggendong jasad Medina dari rumah sakit ke rumah Mbah Uti dalam ambulance mobil jenazah. Semua bagian itu telah ditakdirkan untuk dijalani oleh ibunya sendiri. Dek Nafi’-lah yang menjalani bagian-bagian paling berat tersebut.

Untuk itu sebagai pengingat yang lebih dalam, sebagai detail yang lebih mampu melukiskan kejadiannya, maka pada bagian ini hingga beberapa halaman ke depan, saya akan berupaya untuk menulis dari sudut pandang Ibu Medina. Untuk itulah dalam bagian ini, huruf dan gaya bertuturnya saya ganti. Supaya barangkali, pesan yang disampaikan oleh isteri saya saat menceritakan kembali bagian ini kepada saya, dapat tersampaikan kepada sahabat pembaca dengan sempurna pula.

Ini tentu saja tidak mudah untuk dituliskan, tapi, Bismillah, Dengan nama Allah Yang Maha Memudahkan, saya akan berusaha menuliskannya…

Randukuning, 14 Maret 2016

Mas Anton sudah sejak pagi berangkat ke Jogja untuk mengambil dompetnya yang tertinggal di mobil Mbak Halim. Aqsho yang baru berumur tiga bulanan juga baru saja tertidur setelah menangis minta dikelonin. Ibu baru saja menyelesaikan doanya setelah sholat dhuha, dan beliau berniat melanjutkan kegiatannya dengan mencuci sajadah di kolam belakang rumah. Ibu memang terkenal dengan sifatnya yang perfectionis masalah reresik dan mencuci baju. Meskipun hanya dikucek dan dibilas seperti pada umumnya, namun dalam urusan mencuci pakaian, tidak ada yang dapat mengalahkan kehebatan Ibu.

                Melalui aplikasi whatsapp Mas Anton mengabarkan jika dompetnya sudah ada dan barusan dianter sama Mbak Halim dan Mas Aries di Terminal Jombor. Berdasarkan pesan Mas Anton, dan juga sudah kami diskusikan sebelumnya, setelah mendapatkan dompetnya yang tertinggal itu ia akan melanjutkan perjalanan ke sekitar Malioboro untuk mencari beberapa barang yang ia butuhkan.

                Sambil membalas pesan-pesan Mas Anton, aku melihat langkah ibu yang keluar pintu belakang sambil menenteng sajadah yang akan dicucinya. Di halaman rumah sendiri sedang sepi saat itu, siswa MTs sedang belajar di ruang kelas mereka masing-masing, begitu juga dengan Mas Burhan dan Mas Aziz yang juga sedang memberi pelajaran.

                Baru saja beberapa langkah ibu keluar dari pintu dapur, tiba-tiba teriakan histerisnya mengagetkanku.

                “Ya Allaaaah, Astagfirullahaladzim!”

                Pekikan ibu secara refleks itu langsung saja membuatku menghambur ke kolam belakang untuk melihat apa yang terjadi.

                “Nunopo Buk?”

Teriakku keras dalam rasa penasaran. Aku belum dapat melihat apa yang terjadi, pandanganku tertutup untaian pakaian-pakaian jemuran.

                “Medina gejegur blumbaaang!!!”

Jawab ibu dengan panik.

                Darahku seakan disentak dengan keras mendengar hal itu. Namun kemudian itu semakin membuatku seakan tiba-tiba menjadi orang gila setelah melihat apa yang ada  di tempat itu!

                Ibu sudah basah kuyup, wanita tua yang melahirkanku itu sedang memangku sosok Medina yang sekarang diam tak bergerak!

                Tatapanku nanar, hatiku seakan diguncang gempa, tubuhku seolah rontok tiada bertulang! Panik, bingung, takut, khawatir, kaget, bercampur menjadi satu, membuatku sekarang menjerit dengan histeris!

                “Tolooooong!!!!”

                “Tolooooong!!!”

                Dalam kepanikan dan kegemparan seperti itu, aku sempat melihat kondisi Medina yang ada dalam pangkuan Ibu, gadis kecilku itu sudah tak bergerak, kepalanya terkulai dengan lemas!

                Melihat kondisi Medina yang sudah demikian dalam pangkuan Ibu. Tubuhku seakan luruh, kehilangan kekuatan untuk berdiri! Dan sesaat kemudian aku sudah ambruk di pinggir kolam!

                Tapi aku tidak pingsan!

                Waktu saat itu seperti diguncang-guncang, kepanikan membuatku seakan hilang kesadaran. Di depanku ibu memeluk Medina dalam tangisnya yang sudah pecah. Dan karena masih baru beberapa detik, teriakan histeris minta tolongku belum ada yang merespon. Aku tak tahu apakah ada yang mendengar atau tidak, tapi sedetik kemudian aku sudah menghambur panik menuju kantor guru MTs. Instingku langsung memerintahkan kakiku untuk berlari mencari bantuan!

                “Tolooong! Tolooong! Tolooong!”

                Suara teriakanku yang panik langsung membuat Pak Hernanto, salah satu guru MTs, bangkit merespon dengan tergesa.

                “Nopo, Mbak? Nopo?”

                “Medina gejegur blumbang!”

Jawabku cepat di antara tangis kepanikan.

                Mata Pak Hernanto terbelalak, namun sesaat kemudian ia sudah berlari menuju ke belakang, di mana ibu memangku Medina yang sudah tak bergerak. Di tempat itu, Mas Kusni, salah satu tetangga, sudah ada bersama ibu.

                Karena dilanda kepanikan, detail selanjutnya tak begitu aku ingat mengenai apa yang dilakukan Mas Kusni dan Pak Hernanto. Akan tetapi aku hanya tahu satu atau dua menit kemudian mereka sudah menderu di atas sepeda motor menuju Rumah Sakit Umum Muntilan. Tubuh Medina yang terkulai tak bergerak dipangku oleh Mas Kusni di bagian belakang, sementara Pak Hernanto menarik gas dengan cepat. Mereka segera menghilang di ujung gang!

                Dalam kepanikan dan ketakutan yang merasuk, aku masih berteriak-teriak minta tolong di depan halaman kantor MTs. Kemana Mas Burhan dan Mas Aziz, pikirku. Mengapa mereka tak juga muncul di saat kondisi seperti ini?

                Namun tidak lama kemudian, sosok Mas Burhan tiba-tiba terlihat di lorong masuk menuju halaman kantor. Aku segera berlari menyongsongnya!

                “Mas tolooong! Tolong!”

                Aku berteriak dengan panik, tetap dalam isak tangis yang tidak karuan.

                “Nopo?”

Mas Burhan menjawab tergesa. Entah apakah ia telah mendengar teriakanku sebelumnya atau tidak.

“Medina gejegur blumbang, Mas. Tulung terke aku ke rumah sakit sekarang!”

Suaraku pecah dalam tangis, wajahku sudah membanjir dengan air mata. Kepanikan masih melanda diriku.

Mas Burhan nampak kaget sesaat. Namun kemudian ia menjawab dengan cepat, berusaha menenangkan diriku.

“Yo, kita berangkat ke rumah sakit. Sa’iki kamu sing tenang. InsyaAllah Medina nggak apa-apa!”

Sambil menjawab, Mas Burhan bergegas melangkah menuju halaman depan MTs, di mana sepeda motor para guru biasa diparkirkan. Aku menyusul langkahnya dengan cepat, sambil tetap menangis dalam kondisi yang terasa entah dengan kalimat apa harus aku jelaskan.

“Kamu yang tenang, InsyaAllah Medina nggak apa-apa”

Mas Burhan mengulang kalimatnya lagi. Berusaha untuk menahan laju kepanikan dan kekhawatiranku yang telah jatuh sangat dalam. Aku tak menjawab, hanya terus bergumul dengan tangis ketakutan sambil naik ke atas sadel boncengan motor Mas Burhan. Sesaat kami sudah menderu pula menyusul Medina yang telah lebih dulu dibawa oleh Pak Hernanto dan Mas Kusni.

Aku ingin menjadi tenang seperti yang Mas Burhan katakan, aku ingin berprasangka yang baik dan positif saja, dan aku juga hanya ingin berpikiran bahwa Medina tidak akan apa-apa. Namun tidak dengan hatiku, tidak dengan sudut terkecil dalam kalbuku, dan tidak pula dengan jiwa terdalamku sebagai ibu Medina. Entah mengapa, bisikan lembut dalam hatiku itu mengatakan bahwa Medina tidak baik-baik saja. Medina, gadis cantik yang terlahir dari rahimku 29 bulan yang lalu itu tidak bisa dikatakan untuk tidak akan terjadi apa-apa!

Motor yang dikendarai Mas Burhan melaju dengan cepat seperti detak jantungku yang memburu dalam kekhawatiran. Namun, bagaimana pun juga Mas Burhan tetap mengendarai motornya dengan cukup pelan dalam hitunganku. Hingga untuk sampai di RSUD Muntilan, kami setidaknya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit.

Sebelum masuk ke areal RSUD Muntilan, Mas Burhan berbelok dari arah SMA Pangudi Luhur yang di belakangnya terdapat sebuah lapangan Van Lith atau yang lebih akrab dengan sebutan Lapangan Pasturan. Di tempat itu, di atas sadel sepeda motor Mas Burhan, berjarak sekitar 200 meter lagi dari gedung Rumah Sakit, entah mengapa rasanya dadaku seolah penuh dengan sesak. Aku mungkin saja menjadi sulit bernapas karena itu, tapi aku tidak jatuh atau pingsan. Aku hanya merasa bahwa rongga dadaku telah penuh dan demikian menyesakkan. Medina, bagaimana kondisi gadis kecilku itu sekarang?

Motor Mas Burhan masuk ke halaman RSUD Muntilan dengan cepat. Karena lokasi UGD RSUD Muntilan tepat berada di depan pintu masuk, maka dengan cepat pula aku sampai di tempat itu.

Sebelum diperbaharui seperti sekarang, pintu UGD berbentuk otomatis yang dengan seketika terbuka jika ada orang yang berdiri di depannya. Dengan tergesa dalam kekhawatiran aku melangkah cepat ke ruang UGD. Sebelum langkahku memasuki tempat yang akan membuat jiwaku serasa lenyap sebentar lagi, di depan pintu UGD aku sempat berpapasan dengan seorang bapak-bapak yang sedang menangis.

Bapak-bapak itu tidak menangis dengan terisak pelan, atau tersedu dengan sesengukan. Tapi ia menangis dengan kuat, hampir seperti tangisan seorang anak kecil berusia lima tahunan. Sambil menangis ia menyempatkan untuk menoleh masuk ke dalam UGD. Tangisnya menggeru lagi setelah itu.

Aku tak ingin tahu apa yang bapak itu tangisi sekarang. Aku hanya ingin berjumpa dengan Medina dan mengetahui kondisinya. Jadi, tanpa peduli lagi pada si bapak-bapak yang terpaku dalam tangisannya, aku pun melangkah masuk. Dan saat itulah kemudian, pemandangan dalam UGD itu membuatku seakan kehilangan tulang-tulangku lagi.

Di atas sebuah ranjang di tengah ruangan UGD, aku melihat tubuh Medina yang terbaring dengan dikelilingi oleh para petugas medis. Kondisi Medina sepenuhnya sudah polos, baju yang sebelumnya ia kenakan, semuanya sudah dilepas. Para petugas medis yang nampaknya terdiri dari 2 orang dokter dan sekitar 4 orang perawat itu baru saja selesai memberikan upaya penyelamatan pada Medina menggunakan pompa-pompa yang dimasukkan ke mulut Medina. Aku tidak tahu apa nama alat itu, tapi itu mungkin digunakan untuk memompa oksigen ke jantung puteri kecilku.

Apa yang membuat aku terhenyak kemudian adalah karena baru satu atau dua langkah aku masuk ke ruang UGD dan menyaksikan pemandangan itu, salah satu dokter wanita yang menangani Medina nampak mundur sambil berucap;

“Sudah terlambat, kita tidak bisa menyelamatkannya lagi, anak ini sudah meninggal”

Aku mematung menemukan suara itu menerabas gendang telingaku. Serasa gelegar petir yang menghantam kepalaku seketika. Dunia yang terang benderang seolah berubah demikian gelap dan pekat. Tulang-tulang yang meyangga tubuhku ini, seakan luruh seperti rontoknya daun kering ditiup angin. Atau jika itu sukar dipahami perumpamaannya,  maka tubuhku seakan segenggam kapas yang disiram oleh air, langsung hilang tiada berbentuk. Pandanganku seketika gelap dan pekat, cahaya matahari yang membias dari jendela dan pintu UGD, sekarang seolah hilang. Semuanya kelam seperti  aku sedang terperangkap dalam sebuah goa yang sangat dalam.

Benarkah apa yang ku dengar?

Benarkah dokter itu barusan saja mengatakan jika Medina tidak dapat lagi diselamatkan?

Di telingaku yang lain aku juga mendengar bisik-bisik antar para perawat yang memastikan bahwa aku adalah ibunya Medina. Sementara yang lain ada yang meragukannya karena menilai tubuhnya yang tergolong kecil untuk bisa memiliki anak gadis cantik seusia Medina. Namun entah beberapa kejap kemudian para petugas di UGD itu sudah dapat memastikan bahwa memang akulah ibunya Medina. Bahwa memang akulah ibu dari anak yang barusan tidak dapat diselamatkan nyawanya itu!

Ketika ragaku seolah melompong mendengar perkataan dokter wanita tadi, tangisku kembali pecah mengembalikan kesadaranku yang entah tinggal berapa banyak. Bagaimana mungkin Medina tidak bisa diselamatkan lagi? Bagaimana mungkin gadis kecil yang aku dandani dan aku beri bedak wangi tadi pagi ini sudah hilang di depan mataku sendiri?

                Beberapa perawat di UGD mulai menenangkanku yang mulai kembali pecah dalam tangis. Di depan sana, pompa-pompa oksigen untuk Medina mulai dijauhkan dari tubuhnya. Benda-benda itu mungkin sudah tidak berguna lagi bagi Medina. Tapi, Ya Allah, benarkah gadis kecilku tidak bisa diselamatkan lagi?

                “Dokter, tolong Dok, tolong selamatkan anak saya”

                Aku memelas dengan wajah banjir air mata kepada seseorang yang entah darimana sudah menghampiriku dan berusaha menenangkan diriku. Diriku yang seakan hilang bentuk ini dirangkulnya, diajaknya berjalan menuju bagian belakang UGD. Prosedur meminta mereka memisahkan orang yang sedang terjatuh dalam histeris kesedihan dan pasien yang mereka tangani.

                “Iya, iya, Mbak yang sabar. Walaupun ibu seorang Dokter, Ibu juga hanya manusia biasa. Ibu sudah berusaha, tapi ini semua sudah menjadi ketentuan Allah”

                Dokter wanita yang merangkulku itu berusaha menenangkan aku kembali. Usianya lebih tua dari dokter yang tadi berusaha menyelamatkan Medina. Dari penampilan dan usianya, ia terkesan lebih bijaksana dibanding yang lainnya.

                “Tolong selamatkan anak saya Bu Dokter!”

                Aku menghiba lagi, memohon dengan seluruh pengharapan yang masih aku miliki.

                “Tolong selamatkan Medina, Bu Dokter”

                Entah apa lagi yang dikatakan oleh Dokter berjilbab itu untuk menenangkanku, akan tetapi yang masih aku ingat adalah ia kembali mengatakan bahwa semuanya telah menjadi ketentuan dan takdir Allah. Dan aku hanya bisa bersabar menghadapinya.

                Sekeras apa pun aku memohon, sudut terkecil hatiku juga membisikkan kesadaran bahwa itu tidak mungkin lagi. Upaya menyelamatkan nyawa Medina yang dilakukan oleh manusia sudah menjadi tepinya, telah menyentuh garis batasnya. Secara medis, Medina sudah dinyatakan meninggal dunia dan tidak mungkin lagi untuk diselamatkan.

                Namun jika kalian adalah seorang ibu, atau jika kalian adalah ibunya Medina, bagaimana kalian akan dengan mudah menerima itu? Bagaimana mungkin aku akan menerima dengan mudahnya anak yang sekitar setengah jam yang lalu baru saja meminta aku mengeloninya kini sudah tidak ada ruh lagi dalam jasadnya? Aku berusaha menolak kenyataan itu, melawan kenyataan takdir dengan harapan yang dibangun dari angin. Tapi sungguh Allah Yang Maha Menguasai segala sesuatu, tetap saja partikel dalam darahku membangunkan kesadaran bahwa apa yang dikatakan oleh Dokter itu memang adalah sebuah kebenaran.

                “Biarkan saya bersama Medina, Bu Dokter. Izinkan saya menemaninya”

                Aku memohon lagi kepada dokter itu yang tetap berusaha menenangkan diriku yang sedang guncang. Tapi lihatlah, aku mengubah permohonanku. Jika sebelumnya aku meminta kepada dokter itu untuk menyelamatkan nyawa Medina, namun sekarang aku meminta diizinkan untuk membersamai Medina, menemani dirinya. Jika demikian, apakah aku telah menerima bahwa Medina memang sudah meninggal dunia?

                “Nanti Mbak tidak kuat, Mbak bisa pingsan” jawab si Dokter itu lagi, berusaha mencegahku kembali.

                Secara protokoler, apa yang terjadi dengan Medina dan aku pada Senin pagi yang kelabu ini memang harus mendapat perlakukan khusus. Mereka mencegahku, mungkin saja karena ingin melindungi diriku. Tapi, akankah aku membiarkan Medina seorang diri di sana sementara aku ibunya hanya berdiri di kejauhan dalam tangis dan kehilangan harapan?

                “Saya kuat Bu Dokter, saya kuat”

                Aku membalas ucapan bu Dokter itu sambil menunjukkan mimik bahwa apa yang ku katakan adalah benar. Bahwa aku memang kuat bersama Medina dengan keadaannya yang sekarang.

Aku mengulang lagi permohonanku berkali-kali, sampai nampaknya Dokter itu yakin bahwa aku memang kuat menghadapi kenyataan yang barusan saja digulirkan Tuhan kepadaku hari ini.

                Aku tidak tahu si Dokter itu mengatakan apa, namun kemudian ia mengantarkan aku ke tempat di mana Medina sudah terbaring sendiri di ruang UGD. Medina sekarang dibaringkan di atas sebuah ranjang tersendiri, sekelilingnya ditutupi tirai berwarna biru sehingga seakan ada di dalam sebuah kamar. Tubuhnya yang polos ditutupi oleh selembar kain tipis berwarna merah muda, sementara wajahnya yang jelita dibiarkan terbuka. Medina terbaring dengan damai, seperti tidurnya tadi malam. Namun pagi ini di antara wajahnya yang cantik, bibirnya telah berubah agak membiru.

                “Mbak Medina, bangun. Ini ibuk sayang”

                Aku mengawali kepiluan itu dengan mencium dan membelai wajah Medina. Ia hanya diam saja tak bergeming

“Mbak Medina, bangun sayang. Ditunggu Ibuk, ditunggu Adek Aqsho, ditunggu Ayah”

Aku membisikkan kalimat seperti itu berkali-kali di telinga permata hatiku. Aku berharap Medina akan terbangun dan kembali memelukku, tapi Demi Allah, ada bagian dari sudut hatiku yang seakan-akan menolak harapan seperti itu.

“Bangun Mbak Medina, sebentar lagi ayah pulang dari Jogja. Ditunggu adek Aqsho di rumah Uti, ada Ibuk di sini”

Beberapa saat setelah saya bersama Medina dalam kondisi seperti itu, Mas Burhan tiba-tiba masuk dalam ruangan pula dengan wajah yang entah mengekspresikan apa.

“Piye kondisi Medina?”

Aku berbalik membenturkan pandangan pada wajah Mas Burhan yang nampak tidak lagi dapat menyembunyikan perasaan takut dan rasa sedihnya. Ketegaran yang ia tadi tunjukkan sebelum mengantar aku ke RSUD, tidak nampak lagi bekasnya.

“Medina wes ra ono, Mas”

Jawabanku yang datar nampaknya tidak memuaskan Mas Burhan. Dan ia sepertinya tidak dapat menerima hal itu.

“Medina masih bisa diselamatkan ,kok. Ini badannya masih hangat”

Entah, apakah Mas Burhan tak dapat menerima keponakannya sudah meninggal dunia atau bagaimana. Namun kemudian ia berusaha membuka mulut Medina dan berusaha melakukan tindakan seperti prosedur CPR.

Mas Burhan memberikan napas buatan, menekan perut Medina. Usaha Mas Burhan itu kemudian membuahkan hasil dengan keluarnya sedikit air dari mulut Medina. Bersamaan dengan keluarnya air itu, keluar pula beberapa sisa-sisa makanan yang sempat masuk ke perut Medina. Ya Allah, itu adalah cilok yang Medina sempat jajan tadi pagi. Aku yang memberikan uangnya dan ia jajan sendiri. Dan sekarang makanan itu keluar lagi dalam kondisi Medina yang sudah seperti ini.

Setelah beberapa saat, Mas Burhan menghentikan usahanya. Ia bagaimana pun tetap juga harus menerima kenyataan, bahwa keponakan yang biasa ia ajak naik motor bersama isterinya itu, sudah tidak lagi bernyawa. Aku tidak tahu apa yang dikatakan Mas Burhan setelah itu, namun ia kemudian keluar ruangan, meninggalkan aku dan Medina dalam UGD yang terasa demikian sepi ini.

Entah mengapa pula, ruang UGD RSUD Muntilan saat itu demikian sepi rasanya. Kemana suara para perawat dan dokter itu? Kemana pasien yang lain? Apakah hanya Medina saat ini yang ada di ruang UGD? Aku tak tahu, namun keheningan terasa demikian menggigit, menyempurnakan kesepianku yang masih duduk di samping Medina sembari terus membelai rambut dan kadang mencium wajahnya.

Sudah menjadi kebiasaan Medina untuk tertidur dalam gendongan ayahnya sambil dibacakan shalawat. Dan sudah menjadi kesukaanya pula tertidur sambil mendengar ibunya membacakan rangkaian kalimat asmaul husna. Ia sendiri sangat menyukai apa yang aku ajari itu, bahkan Medina sendiri sudah hampir hapal 99 nama mulia Allah itu yang sering ia lantunkan dengan nadanya sendiri.

Ya Allah Ya Rahman,

Ya Rahiim Ya Malik,

Ya Quddus Ya Salam,

Ya Mu’min Ya Muhaimin,

Ya Aziz Ya Jabbar,

Ya Mutakabbir Ya Khaliq,

Ya Bari’ Ya Musawwir,

Ya Ghaffar Ya Qohhar

…..

…..

Biasanya Medina jika mendengar aku melantunkan itu, maka ia akan mengikutinya. Atau ia akan diam saja sambil seolah-olah tidak memperhatikan. Padahal sebenarnya aku tahu, Medina sangat menyukainya. Karena kadang-kadang aku sering dibuatnya terpengarah dengan kemampuannya meniru apa yang sempat aku ajarkan namun seolah tidak pernah ia perhatikan.

Hampir beberapa menit lamanya aku melantunkan kalimat-kalimat asmaul husna di telinga Medina. Aku masih berharap bahwa ia akan terbangun mendengarkan pujian kesukaannya itu. Sementara ruang UGD masih sunyi dan hening, suaraku yang pelan dan serak dalam isak tangis mengalir dengan jelas tanpa terganggu. Aku tak tahu siapa yang mendengarnya, dan aku juga tidak perduli. Aku hanya berharap Medina masih bisa terbangun dengan apa yang aku lakukan itu.

Tapi seperti sebelumnya, sudut hatiku yang lain tetap mengingatkanku kenyataan yang sesungguhnya, bahwa Medina telah tertidur selamanya. Upayaku dengan membaca asmaul husna itu tidak akan bisa membangunkan Medina lagi. Ia bahkan mungkin saja akan tertidur lebih jauh dalam dekapan kalimat-kalimat yang Maha Indah itu.

“Bangun Mbak Medina, sebentar lagi ayah pulang. Ada adek Aqsho, ada Ibuk, ada Mbah Uti…”

Saya mengulang lagi kalimat-kalimat yang seperti angin itu di telinga Medina, membiarkannya menjadi penjeda bait-bait asmaul husna yang terus saya baca.

Entah berapa menit keheningan itu membiarkan aku terhanyut di samping tubuh Medina yang tetap saja tak bergeming sejak tadi. Hingga mungkin saja sepuluh atau lima belas menit kemudian, sosok Mas Aziz muncul pula di tempat itu.

Seperti Mas Burhan, Mas Aziz juga sempat bertanya tentang Medina kepadaku. Dan jawaban yang aku berikan mungkin juga sama seperti yang aku berikan pada Mas Burhan. Dan layaknya Mas Burhan, Mas Aziz juga sekonyong-konyong tidak percaya jika Medina sudah meninggal dunia, karena sesaat kemudian ia juga berusaha membangunkan Medina.

“Medin, bangun Medin”

Suara Mas Aziz agak tertahan juga menahan gemuruh di dadanya. Namun tidak seperti Mas Burhan yang berusaha lebih jauh membangunkan Medina dengan memberikan CPR dan lainnya, Mas Aziz lebih cepat menerima kenyataan yang ada di hadapannya sekarang.

Setelah satu dua kali panggilan kepada Medina tak lagi mendapat sahutan, Mas Aziz segera mempersiapkan apa yang memang seharusnya ia lakukan. Ia keluar ruangan UGD, mungkin mengurus berbagai prosedur dan adminisrasi untuk membawa Medina pulang menggunakan ambulance. Di luar ruangan, selain Mas Aziz ada juga Pak Bayan yang juga ikut menemani. Sementara Mas Burhan, Pak Hernanto, dan juga Mas Kusni yang datang sebelumnya, aku tak tahu mereka ada dimana.

Selang beberapa lama kemudian, sebuah mobil ambulan sudah ada di depan ruang UGD. Aku dengan langkah gontai seolah tak lagi memiliki tulang, beringsut pelan dalam isakan yang tak berhenti, kemudian berjalan menuju mobil ambulance itu sambil membopong tubuh gadis kecilku yang ruhnya sudah tidak bersamaku lagi.

Dari depan rumah sakit sampai sebuah kampung bernama Sewan, sirene mobil ambulance itu meraung-raung sebagai tanda bahwa ia sedang dalam kondisi emergency. Namun selepas melewati jembatan Sewan dan masuk ke kampung Bandongan, Mas Aziz yang duduk di depanku mengetuk kaca ambulance dan memberi isyarat supaya sirenenya dimatikan saja.

Mobil ambulance yang membawa aku, Medina dan Mas Aziz terus bergerak menuju kampung Randukuning. Karena tak mungkin mengantarkan kami hingga ke depan rumah, mobil itu kemudian berhenti di samping makam kampung di mana Pakdhe Khalimi dimakamkan.

Dari sana, Medina aku bopong masih dengan iringan isak tangisku yang juga ku selingi dengan bacaan istighfar terus menerus sampai ke rumah. Sementara di dalam rumah, di ruang tamu, Mas Anton dan lainnya sudah menunggu, ia kemudian menyambut tubuh Medina dari pelukanku. Tubuh Medina tidak ia lepaskan sampai dimandikan. Dan ia sendiri pula yang kemudian membopong puterinya itu hingga ke pemakaman.


Catatan:

Bapak-bapak yang menangis di depan UGD saat itu ternyata sedang menangisi Medina. Ia tak kuasa menahan sesak dadanya melihat gadis kecil yang cantik meninggal dunia dengan cara yang menurutnya terlalu membuat iba. Bapak itu adalah warga desa Gunungpring, beberapa hari kemudian salah satu tetangganya melayat ke rumah. Dan ia bercerita mengenai bapak itu kepadaku.


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

5 CARA RISET UNTUK NOVEL YANG MUDAH MESKIPUN KAMU BELUM BERPENGALAMAN

Dalam penulisan novel, riset adalah salah satu bagian penting yang tidak bisa kamu tinggalkan. Para penulis memiliki cara riset untuk novel yang berbeda-beda sesuai gaya mereka. Namun, ada beberapa cara melakukan riset dalam penulisan novel yang bisa kamu lakukan meskipun kamu sendiri belum berpengalaman.

Nah, bagaimanakah cara melakukan riset untuk menulis novel yang mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif meskipun kamu sendiri belum berpengalaman?

Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

MENDATANGKAN TRAFFIC KE WEBSITE MELALUI KONTEN ARTIKEL YANG BERKUALITAS ITU TIDAK SULIT

TIDAK PERCAYA? COBA LIHAT DISINI

5 Cara Riset Untuk Novel yang Mudah Dilakukan Walau Kamu Sendiri Belum Memiliki Pengalaman Melakukannya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Riset adalah hal penting dalam penulisan fiksi dan non fiksi. Apa pun jenis tulisan yang kamu hasilkan, riset yang tepat akan membuatnya menjadi lebih sempurna. Tak terkecuali pula dalam penulisan novel atau bahkan cerpen sekali pun, riset yang dilakukan akan membuat pendalaman cerita menjadi lebih kuat dan realistis.

Akan tetapi riset dalam penulisan novel juga bukan sesuatu yang gampang dilakukan, terutama jika kamu belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Para penulis novel pemula bisa saja mengalami kesulitan dalam proses ini yang bisa membuat tulisan mereka mandeg bahkan sebelum penulisan novelnya sendiri dimulai.

Lantas, bagaimana cara melakukan riset menulis novel yang mudah dilakukan?

Nah, lima cara dihimpun oleh Penulisgunung.id berikut ini InsyaAllah bisa membantu kamu dalam melakukannya.

BACA JUGA:

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Pengalaman

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara pertama yang paling umum untuk melakukan penelitian kebutuhan penulisan novel adalah dengan pengalaman kamu sendiri. Pengalaman yang dimaksud disini bukan pengalaman menulis novel atau melakukan riset sebelumnya. Akan tetapi pengalaman hidup yang tentunya kamu jumpai sehari-hari.

Pada banyak artikel tentang penulis novel, pengalaman kadang menjadi sebuah penghalang dimana sang penulis sendiri belum merasa memiliki ‘modal’ untuk memulai penulisannya.

Namun, semestinya hal ini tidak menjadi kendala. Terutama jika kamu tahu cara melakukannya.

Setidaknya ada beberapa saran yang dapat kamu lakukan sebagai langkah sederhana dalam melakukan riset penulisan novel berdasarkan pengalaman. Beberapa langkah tersebut misalnya adalah sebagai berikut;

Tuliskan Apa pun yang Kamu Ketahui

Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Tulis novelmu murni berdasarkan pengalaman kamu sendiri. Benar-benar pure, berdasarkan pengalaman hidup yang pernah kamu alami. Dalam hal ini termasuk juga dengan membangun karakter dalam novel Kamu berdasarkan pengalaman yang pernah temui, rasakan, dengarkan dan juga imajinasikan.

INI JUGA MENARIK:

Kunjungi Suatu Tempat

Photo by cottonbro on Pexels.com

Mini riset novel selanjutnya berdasarkan pengalaman yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan mengunjungi suatu tempat. Anggaplah restoran, warung makan, kampung, dimana lokasi karakter novel yang kamu tulis berada.

Coba pula untuk memesan serta merasakan makanan yang ia makan. Atau jika kamu mengunjungi hotel di mana karaktermu pernah menginap, coba pula untuk mendapatkan kamar yang pernah digunakan oleh karaktermu tersebut

Jika Memiliki Biaya, Perluas Kunjunganmu

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Kunjungi tempat-tempat dimana karakter novel yang kamu ceritakan hidup, menghabiskan masa kecilnya atau pun melakukan berbagai hal penting dalam hidupnya.

Jika misalnya karakter novel yang kamu tulis adalah pendaki gunung di Himalaya yang hidup di Nepal atau Pakistan, maka tidak ada salahnya kamu mencoba melakukan hal yang sama dan merasakan pengalamannya.

Namun ingat, cara yang ketiga untuk mendapatkan pengalaman mungkin akan membutuhkan biaya yang bisa saja tidak sedikit.

Jadi, pastikan melakukannya dengan bijaksana, ya.

BACA JUGA:

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel Berdasarkan Sumber Bacaan

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Cara kedua yang dapat Kamu lakukan untuk melakukan riset dalam menulis novel adalah dengan mencari sumber bacaan yang relevan. Buku, koran, majalah, tabloid, buletin, atau apa saja yang dapat kamu jadikan sebagai sumber penulisan yang tepat, maka gunakan.

Dalam penulisan novel kamu mungkin membutuhkan riset yang jauh lebih mendalam dibandingkan dengan penulisan cerpen yang tentunya lebih ringkas. Meskipun ada perbedaan novel dan cerpen dari sisi kuantitas risetnya, namun kedua jenis karya sastra ini membutuhkan riset untuk menghasilkan karya yang terbaik.

Nah, untuk riset novel berdasarkan sumber bacaan, beberapa hal ini dapat kamu lakukan.

Baca Novel yang Genrenya Sama dengan Novel yang Kamu Tulis, Terutama yang Bestsellers

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama ini seringkali tidak banyak digunakan oleh para penulis novel, terutama penulis pemula. Ketakutan akan melakukan plagiat kadang-kadang membuat mereka membentengi diri untuk sedikit melirik karya orang lain yang jenisnya sama dengan apa yang ia tulis.

Padahal jika saja kamu mau membuka sedikit pikiran dengan membaca novel serupa yang sudah bestseller, maka kamu akan memiliki lebih banyak referensi. Kamu bahkan mungkin dapat menemukan beberapa hal yang dapat membuat penulisanmu lebih berkelas dengan hal ini.

INI JUGA ASYIK:

Temukan Sumber Bacaan Relevan yang Beragam

Photo by olia danilevich on Pexels.com

Kunjungi perpustakaan, toko buku bekas, atau pinjam buku yang dapat menjadi referensi menarik penulisan novel yang sedang kamu kerjakan.

Baca juga berbagai sumber lain yang dapat kamu jadikan referensi yang tepat untuk penulisan semacam majalah atau bahkan jurnal-jurnal ilmiah sekali pun.

Semakin banyak kamu membaca sumber referensi, semakin baik pula kamu mampu mengembangkan unsur instrinsik novel yang kamu tuliskan nantinya.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Berinteraksi pada Orang Lain

Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Cara ketiga yang juga dapat kamu gunakan sebagai teknik melakukan riset penulisan novel adalah dengan melakukan interview atau wawancara, atau interaksi dengan orang-orang yang secara langsung memiliki kaitan dengan novel yang kamu tuliskan.

Beberapa contok aplikatif dari teknik riset yang ketiga ini misalnya adalah;

Interview

Wawancarai seseorang yang memiliki kaitan atau memiliki pengalaman yang sama atau menyerupai karakter tokoh yang kamu tuliskan.

BACA PULA:

Random Call

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Telepon seseorang yang tinggal di wilayah dimana setting cerita kamu tuliskan. Kamu bisa menelpon secara acak, dan ajukan beberapa pertanyaan yang menarik kepada mereka.

Cara ini bisa saja menantang, karena tidak semua orang yang kamu telpon akan menerima permintaan kamu dengan tangan terbuka.

Temui Expert

Apa yang dimaksud novel sejarah dan strategi penulisannya adalah selalu melibatkan seseorang berpengalaman sebagai sumber yang berimbang. Dalam penulisan novel umum pun hal ini dapat kamu aplikasikan sebagai cara efektif membangun kekuatan yang dalam pada unsur cerita.

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Memanfaatkan Internet

Photo by Pixabay on Pexels.com

Menggunakan sumber penulisan dari internet untuk riset dalam penulisan novel memungkinkan kamu bereskplorasi dan mengeluarkan semua kreativitas yang kamu miliki.

Kamu dapat menggunakan sumber riset berupa video seperti Youtube, media sosial,  aplikasi foto seperti Instagram dan lain sebagainya. Semakin kreatif kamu menemukan sumber riset yang relevan untuk penulisan dari internet, maka semakin mudah pula kamu untuk mengeksekusinya.

Sebagai contoh, berikut ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan dalam proses riset penulisan novel yang bersumber dari internet.

  • Lihat hasil pencarian apa saja yang dapat kamu temui di internet berdasarkan subjek penulisan novel yang dilakukan.
  • Cari video di Youtube, Facebook, atau bahkan TikTok sekali pun, referensi apa yang bisa kamu gunakan sebagai sumber riset yang kredibel.

BACA INI JUGA:

Melakukan Riset untuk Penulisan Novel dengan Cara yang Lainnya

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Selain dengan memanfaatkan internet, bacaan, interaksi dengan orang lain dan juga pengalaman, kamu tentu saja dapat menggunakan cara yang lebih bebas untuk melakukan riset dalam penulisan novel. Cara ini akan terkesan lebih abstrak, lebih bebas, namun juga tentu memiliki dampak yang signifikan sebagai sumber penulisan.

Kamu misalnya dapat mengambil keputusan menulis dan mencatat semua yang kamu temui selama proses riset. Jadi, apakah proses riset yang kamu lakukan adalah dengan majalah, buku, internet, pengalaman atau hasil obrolan ringan dengan seseorang, kamu harus mencatatnya sebagai salah satu referensi dalam penulisan.

Kamu tidak harus memasukkan semua yang menjadi sumber tersebut dalam tulisan kamu, kok. Kamu bahkan bisa benar-benar memilih untuk tidak menggunakannya sama sekali jika memang tidak layak dalam penilaianmu.

Namun bagaimana pun juga, memiliki sumber yang lebih banyak dan tidak terpakai jauh lebih baik daripada kekurangan sumber penulisan yang akibatnya, akan membuat spektrum penulisanmu terasa demikian sempit dan terbatas.

Beberapa Tips Penting Terkait Cara Riset untuk Novel

Photo by Ann H on Pexels.com

Dengan riset, seorang penulis novel dapat memastikan bahwa karakter yang ia tulis menggunakan istilah yang tepat, bereaksi secara tepat, menggunakan aksen dan juga atribut yang tepat.

Namun demikian, ada beberapa hal yang juga harus kamu perhatikan supaya riset itu sendiri tidak justru menyulitkan penulisan novel yang kamu lakukan.

Beberapa tips yang penting terkait hal ini misalnya adalah;

BACA JUGA:

Gunakan XXXX

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Setelah kamu selesai melakukan riset dan memulai proses penulisan novel, kemudian dalam proses itu misalnya kamu menemukan sesuatu yang perlu kamu ketahui dan menjadi pendukung unsur intrinsik novel, maka kamu dapat menandainya dengan kode terlebih dahulu.

Kode yang umum digunakan untuk kepentingan ini adalah XXXX atau kode lain yang dapat kamu rumuskan sendiri.

Akan tetapi hal terpenting dari tips ini adalah jangan sampai bagian tersebut mengganggu proses penulisanmu. Untuk riset yang lebih komprehensif mengenai nama XXXX dan lain sebagainya, dapat kamu lakukan nanti di waktu yang lebih tepat.

Selektif

Photo by Monstera on Pexels.com

Tidak perlu menuliskan semua hasil risetmu dalam novel.

Tentu saja ada rasa yang demikian bergelora dalam hati seorang penulis novel untuk menuliskan semua yang ia ketahui semasa melakukan riset. Akan tetapi jika tidak relevan, menginterupsi cerita, atau sama sekali tidak memiliki kaitan dengan jalan cerita, maka jangan ragu untuk meninggalkannya.

BACA JUGA:

Jangan Berlebihan

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Riset adalah sesuatu yang penting dalam penulisan novel, namun tentu saja kamu juga tidak boleh melakukannya secara berlebihan. Riset yang terlalu mendalam dan berlebihan pada umumnya akan membuat penulisannya sendiri menjadi tertunda.

Hal ini disebabkan oleh kamu yang merasa masih ada data, sumber, referensi, dan lain sebagainya, yang belum mencukupi untuk diterjemahkan dalam novelmu langsung.

Struktural

Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Lakukan pencatatan riset dengan rapi dan mudah dipahami, setidaknya oleh kamu sendiri. Hindari membuar alur catatan riset novel yang terlalu ruwet dan membingungkan.

Nah, itu adalah 5 tips yang dapat kamu lakukan sebagai cara riset untuk novel yang mudah. Meskipun kamu belum berpengalaman sama sekali dalam menulis novel dan melakukan riset, tips-tips di atas tentunya dapat kamu lakukan dengan mudah.

Oh ya, jika kamu memiliki metode riset yang lain dalam menulis novel, cerpen atau tulisan lainnya, saya akan dengan senang hati jika kamu membaginya di komentar.

Semoga kamu sukses selalu dengan karya-karyamu, ya!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

SEGALA TENTANG PENULIS KONTEN + 7 SKILL WAJIB UNTUK SUKSES MENEKUNINYA

Untuk satu artikel dengan panjang 800 hingga 1000 kata, seorang penulis konten bisa mendapat bayaran hingga $75 atau setara satu juta rupiah kurang lebih. Jika setiap hari kamu membuat satu artikel saja secara konsisten, maka penghasilan kotormu selama satu bulan adalah sekitar 30 juta rupiah. Wah, tentu saja ini angka yang sangat menarik sekali, bukan?

Lantas, apa sih penulis konten atau content writer  itu? Apa yang mereka kerjakan dan apa pula skill yang harus dimiliki untuk bisa menjadi seorang penulis konten yang sukses?

Yuk, temukan jawabannya dalam pembahasan lengkapnya dibawah ini, ya.

Profil Profesi Penulis Konten atau Content writer dan 7 Skill yang Wajib Dimiliki untuk Sukses Menekuninya

Photo by Pexels.com

Profesi sebagai seorang penulis konten online  sudah banyak diminati di Indonesia. Memang, jika dibandingkan dengan penghasilan penulis konten luar negeri seperti di Amerika dan Eropa, para penulis konten di Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Namun, Allhamdulillah, perlahan-lahan sudah semakin banyak pengguna jasa penulis konten yang menghargai profesi ini secara lebih baik dari sisi bayarannya.

Bayaran penulis konten di Indonesia masih sangat bervariasi. Ada banyak para penulis konten yang hanya dibayar Rp, 15.000 untuk artikel dengan panjang 350 – 500 kata. Namun ada juga yang dibayar lebih baik daripada itu. Bahkan, sudah ada pula pengguna jasa penulis konten yang mau membayar hingga satu juta rupiah untuk satu artikel premium dengan jumlah 1.500 – 2000 kata.

Melihat bervariasinya fee untuk jasa penulis konten di Indonesia, prospek untuk menjadi penulis konten profesional dengan penghasilan yang besar masih terbuka sangat lebar. Pertanyaannya kemudian adalah; apakah kamu juga tertarik menjadi seorang penulis konten atau content writer  profesional seperti itu?

Nah, jika kamu memiliki keinginan menjadi content writer  profesional dan sukses di bidang itu, maka artikel ini ditulis khusus untuk kamu.

Jadi, dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA: PANDUAN CARA MENULIS SKENARIO YANG MUDAH LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Apa sih, Content Writer atau Penulis Konten itu?

Photo by Pexels.com

Content writer  atau penulis konten adalah orang yang membuat konten digital yang bertujuan untuk mendidik, melibatkan, atau menjaga hubungan yang harmonis dengan konsumen online . Berdasarkan pengertian ini, seorang penulis konten dituntut untuk membangun keterlibatan konsumen online  pada konten yang ditulisnya.

Kamu tentunya sudah sangat familiar kan, dengan berbagai karya penulis konten digital?

Bahkan sekarang, saat membaca tulisan pada blog ini, kamu juga sedang berhadapan dengan karya dari seorang penulis konten digital.

Menariknya adalah, menulis konten itu tidak terbatas pada aktivitas blogging semata. Orang yang menyajikan data visual berbentuk video, foto, info grafik dan sejenisnya, juga termasuk didalamnya. Hanya saja untuk penghasil konten di luar tulisan umumnya disebut sebagai content creator dan bukannya content writers.

Seperti Apa Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Photo by Burst on Pexels.com

Para penulis konten freelance atau pun yang direkrut permanen, memiliki job untuk menarik orang sebanyak mungkin pada sebuah situs. Pemilik bisnis online  yang memasarkan produk mereka secara digital sudah sangat faham bahwa orang yang akan membeli produk mereka, adalah orang yang mengunjungi situs mereka. Akan tetapi, menarik konsumen online  tentu saja tidak semudah memanggil orang-orang di pasar dengan sebuah pengeras suara, kan?

Nah, disinilah para penulis konten menunjukkan kehebatan mereka melalui tulisan yang mereka hasilkan. Merekalah kemudian yang tampil menjadi pahlawan guna menarik publik online  untuk mengunjungi sebuah situs. Kehebatan para penulis konten mendapatkan pembuktian yang riil dengan tingkat kunjungan yang semakin meningkat melalui tulisan mereka.

Pemilik bisnis menyewa atau mempekerjakan para freelance penulis konten untuk memproduksi artikel yang kuat dan berkualitas untuk menarik audiens ke website mereka. Beberapa pemilik bisnis juga kadang membayar penulis konten dengan spesialisasi khusus untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan atau subsriber mereka melalui email marketing atau pun sosial media.

Jadi, tugas penulis konten adalah memproduksi konten berkualitas yang memiliki nilai informasi, edukasi, engagement, dan ajakan yang tujuannya adalah untuk mendatangkan traffic sebanyak mungkin melalui tulisan mereka.

BACA PULA: 10 BUKU TERBAIK MENURUT ELON MUSK YANG SEHARUSNYA KAMU BACA

Apa Saja Jenis Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Pekerjaan penulis konten tidak terbatas pada blog post dan menulis artikel saja. Berikut adalah beberapa pekerjaan penulis konten yang mungkin saja salah satunya, adalah keahlian kamu.

Blog Post dan Artikel

Photo by Jacqueline Kelly on Pexels.com

Jenis ini adalah salah satu yang paling umum dalam job desc seorang penulis konten. Kebanyakan orang yang menjadi penulis konten atau bekerja sebagai content writer untuk sebuah jasa penulisan, adalah mereka yang bertugas menulis untuk postingan blog seperti ini.

www.penulisgunung.id adalah blog yang baru memiliki sekitar 40 artikel. Dengan 40 artikel ini setidaknya mampu menarik organic traffic sekitar 200 hingga 400 viewer per hari. Penulisan konten seperti ini yang mampu terindeks dengan baik di mesin pencarian google, adalah contoh tugas penulis konten yang paling umum.

Web Page Copy dan Copywriting

Photo by Format on Pexels.com

Ini adalah jenis pekerjaan kedua dari seorang content writers.

Fungsi utama dari model pekerjaan ini adalah penulis konten menyusun kata-kata yang mendeskripsikan sesuatu yang tujuannya untuk menjual. Web page copy adalah menulis copy tentang halaman website, tentang produk dan layanan yang tujuan utamanya untuk menjual sesuatu.

Landing Pages

Photo by Format on Pexels.com

Untuk menarik minat pengunjung melakukan sesuatu yang diarahkan pada saat pertamakali mengunjungi halaman sebuah website, seseorang harus membuat susunan kata yang magnetic.

Nah, ini adalah salah satu skill yang dapat diasah jika kamu ingin menekuni profesi sebagai seorang penulis konten yang khusus membidangi landing pages.

Penulis Script untuk Podcast

Photo by Pexels.com

Podcast portal seperti yang dimiliki oleh Dedy Corbuzier itu adalah sebuah rekaman audio yang terkadang juga disiarkan secara live adalah konten yang berisi informasi, hiburan atau edukasi untuk follower mereka.

Ada banyak para podcaster yang menulis script atau naskah audio mereka secara mandiri, kata per kata. Namun, tidak semua podcaster memiliki kemampuan seperti ini.

Bagi yang tidak memiliki kemampuan menulis yang baik untuk materi podcast script mereka, penulis konten adalah solusinya.

Posting Sosial Media dan Iklan

Photo by Artem Beliaikin on Pexels.com

Untuk sebuah bisnis online , media sosial tentu saja memiliki banyak fungsi penting yang dapat dimaksimalkan.  Freelance penulis konten atau penulis profesional yang dipekerjakan terkait media sosial bertugas setidaknya untuk;

  • Membangun kedekatan dan loyalitas dengan pengikut mereka.
  • Mengembangkan brand awareness.
  • Mempromosikan berbagai produk yang dijual
  • Mengarahkan pemirsa di media sosial untuk mengunjungi website mereka.

INI JUGA MENARIK: CARA MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT UNTUK GURU DALAM 5 LANGKAH SANGAT MUDAH

Email Marketing, Campaign dan Newsletters

Photo by Pexels.com

Tugas penulis konten lain dalam dunia bisnis adalah dengan menjadi seorang pengelola email bagi perusahaan mereka, khusunya email yang bersifat promosi produk, pemasaran, dan lain sebagainya.

Email langsung yang ditujukan kepada pemirsa mereka adalah salah satu cara lain yang cukup efektif untuk menumbuhkan loyalitas konsumen online.

Infografik

Source: Freepik

Di aplikasi seperti pinterest, kamu akan melihat lebih dari 50% konten gambarnya berisi infograpik atau infographics.

Infografik disajikan dengan gambar dan kata-kata minimal yang padat, jelas dan informatif. Penulis konten tentu saja memiliki kemampuan untuk menyusun rangkaian kata tersebut.

Ebooks

Photo by Perfecto Capucine on Pexels.com

Di website www.akasakaoutdoor.co.id ada sebuah program affiliate marketing yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Program ini memberikan kesempatan kepada kamu untuk memasarkan produk mereka secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Tutorial lengkap untuk menjadi seorang affiliate marketer di situs tersebut dituangkan dalam sebuah ebook yang dapat di-download dengan mudah disini.

Menulis ebook seperti ini dengan informasi yang panjang dan mendetail adalah salah satu pekerjaan dari seorang penulis konten profesional. B2B atau Business to Business sudah akrab menggunakan metode ini untuk membangun komunikasi dan trust dengan pengikut mereka.

Video Script

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Seperti halnya podcaster, tidak semua youtuber atau produsen video online  juga memiliki kemampuan dalam menulis script. Nah, ini adalah salah satu peluang penulis konten online  untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Video secara umum lebih banyak digemari karena sangat sederhana. Kamu tinggal mengklik tombol play dan semua informasinya akan dipertontonkan untuk kamu.

Konten video yang informatif tentu saja tidak dapat dibuat asal-asalan, beberapa pembuat video membutuhkan penulis konten profesional untuk membuat konsep atau skenario serta deskripsi video mereka sebelum dipublikasikan.

Product Description

Source: Freepik

Jenis pekerjaan terakhir yang juga dapat ditekuni oleh seorang penulis konten adalah membuat deskripsi produk.

Penulis konten untuk E-commerce berfokus pada membuat deskripsi produk yang akan membujuk calon pembeli memasukkan produk mereka ke keranjang belanja. Sebagai penulis konten untuk jenis seperti ini, kamu dapat lebih berfokus pada keuntungan yang akan diperoleh pembeli dengan membeli produk tersebut.

BACA INI JUGA, YUK; JASA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEBAGAI SYARAT KENAIKAN PANGKAT

Kualifikasi Seperti Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Penulis Konten yang Hebat?

Photo by Cup of Couple on Pexels.com

Untuk menjadi penulis konten yang hebat, ada beberapa kualitas yang sudah semestinya kamu miliki. Kualitas atau kualifikasi setiap penulis konten bisa saja berbeda-beda, namun secara umum yang paling dibutuhkan dari seorang penulis konten adalah sebagai berikut;

Memiliki Kepribadian Menarik

Source: Freepik

Seorang penulis konten harus memperlakukan pembaca mereka dengan penuh hormat dan empati. Penulisan konten website yang baik adalah yang memprioritaskan pembaca mereka sebagai objek utama. Untuk kepentingan ini, seorang content writer  harus mampu mengaplikasikannya.

Penulis konten yang hebat tentu saja dapat merefleksikan diri mereka sendiri dalam setiap karyanya. Akan tetapi porsi empati kepada audiens dan pembaca tetap adalah yang utama.

Memiliki Kemampuan Beradaptasi

Photo by Lisa on Pexels.com

Sebagian besar penulis konten memang memiliki spesifikasi untuk tema tertentu. Kamu misalnya sangat bagus ketika menulis tentang wisata, tentang kesehatan, atau tentang keuangan dan bisnis.

Meskipun demikian, cara menjadi penulis konten juga mengharuskan kamu untuk mampu menyesuaikan diri dengan gaya penulisan tertentu. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan klien sebaik mungkin.

Memiliki Ketekunan

Photo by Johanser Martinez on Pexels.com

Seorang content writer  memiliki semangat luar biasa dalam segala keadaan yang tercermin dari tulisan dan karya mereka. Mereka harus terus mempelajari keterampilan baru dan berinovasi dalam blog-blog penulisan yang lebih baik.

Memiliki Intergritas

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Penulis konten yang hebat membuat para pembaca percaya dengan kata-kata mereka, sementara klien mereka juga meyakini etos kerja mereka.  Penulis konten seperti ini mampu memberikan penghargaan kepada karya orang lain melalui kata-kata dan tulisan mereka sendiri.

BACA INI JUGA: 10 HAL PENTING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH SETIAP JASA PENULIS ARTIKEL

7 Skill Dasar yang Harus Dimiliki Seorang Penulis Konten Profesional

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Sepanjang karir, seorang penulis konten online  harus terus memperbaharui skill mereka. Dunia digital yang dinamis dan bergerak sangat cepat membutuhkan seorang penulis konten yang  mampu beradaptasi dengan baik di bidangnya.

Akan tetapi, setidaknya ada 7 keterampilan dasar yang paling dibutuhkan oleh seorang penulis konten. Jika 7 keterampilan ini sudah kamu miliki, maka kamu adalah calon seorang penulis konten yang hebat.

Menguasai Kata-Kata

Photo by Pexels.com

Ini tentu saja adalah keterampilan sangat dasar yang harus dimiliki oleh setiap penulis konten apa pun. Kemampuan menyusun kata-kata, membuat struktur kalimat, tata bahasa yang benar, tanda baca yang tepat, hingga menghasilkan tulisan yang enak dibaca.

Ini adalah skill paling dasar yang harus dimiliki seorang content writer s. Dan pastinya, kamu juga sudah pasti menguasai hal ini, kan?

Intinya adalah; penulis konten website yang sukses itu harus mampu membuat tulisan yang menarik, mengalir dan enak dibaca oleh konsumen online .

Memiliki Empati

Photo by Pexels.com

Nah, sebagai penulis konten profesional, empati adalah salah satu skill dasar yang harus kamu miliki. Empati memiliki hubungan yang erat dengan cara memahami pikiran pembaca, apa yang mereka inginkan, dan apa pula yang menjadi masalah mereka.

Empati sebagai cara menjadi penulis konten website dapat dimaknai dengan sederhana sebagai cara memandang subjek yang kamu tulis dari sudut pandang pembaca, alih-alih sebagai klien atau dirimu sendiri. Para penulis konten profesional ini menyajikan tulisan yang mampu membimbing pembaca mereka pada solusi yang disiapkan oleh klien mereka.

Metode empati model inilah yang harus dimiliki oleh seorang penulis konten yang hebat.

Faham SEO (Search Engine Optimazation)

Photo by Pexels.com

Kamu sudah pasti cukup paham apa itu SEO, bukan?

Untuk tampil di halaman pertama kolom pencarian google dan mesin pencarian lainnya, sistem biasanya mengindeks berdasarkan kata kunci yang paling cocok, artikel yang relevan, dan tautan yang diberikan berupa internal link atau eksternal link. Memahami kaidah cara kerja SEO adalah cara untuk berhasil disini.

Salah satu pengguna jasa www.penulisgunung.id memiliki 550 kata kunci yang tampil di halaman pertama kolom pencarian google. 200 di antara kata kunci atau keyword tersebut menduduki peringkat 1 – 3 hasil teratas.

Nah, untuk membuat konten dengan hasil seperti itu, faham SEO tentu saja harus menjadi syaratnya.

BACA PULA: JASA PENULIS ARTIKEL MANDIRI UNTUK SOLUSI KONTEN ARTIKEL DAN BERKUALITAS

Memiliki Kemampuan Riset

Source: Freepik

Walaupun para penulis konten lepas sudah terbiasa menguasai topik tertentu dalam penulisan mereka, namun riset tetap sangat dibutuhkan. Dengan melakukan riset terhadap materi penulisan yang akan kamu lakukan, kamu mungkin saja akan menemukan beberapa hal yang lebih banyak untuk membuat konten yang kamu tulis menjadi lebih berbobot.

Kemampuan content writer  untuk menemukan, memilah, mengatur dan menerbitkan hasil riset mereka pada konten website klien mereka, akan meningkatkan kredibilitas website tersebut di mata para pemirsa online .

Dan itu tentu sangat penting untuk dilakukan.

Editing Mandiri dan Proof Reading

Source: Freepik

Skill selanjutnya yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten profesional adalah kemampuan untuk melakukan self editing. Pengeditan mandiri ini dibutuhkan sebelum tulisan diserahkan kepada klien menjadi sebuah artikel yang siap publish.

Konten tulisan yang diserahkan kepada klien, sebaiknya memang sudah ready to up load. Hal ini akan mengurangi beban klien untuk melakukan editing. Self editing sendiri meliputi penempatan tanda baca, ejaan, typho, dan lain sebagainya.

Disiplin dan Tepat Waktu

Photo by Black Pexels.com

Penulis konten freelance sudah semestinya memiliki manajemen waktu yang baik mengenai proses pengerjaan konten yang ia lakukan. Hal ini berkenaan dengan deadline atau tenggat waktu, dan mungkin juga mengenai ekspektasi penulisan.

Penulis konten lepas juga sebaiknya menjaga komunikasi yang baik pada klien mereka terkait dengan target penulisan. Komunikasi yang baik juga sebaiknya difokuskan pada ekspektasi penulisan apa yang ditargetkan oleh klien.

Jika kamu menulis konten yang menekankan deadline, maka sebaiknya kamu mematuhinya. Selain menunjukkan integritasmu, disiplin dengan waktu akan membantumu  untuk lebih sukses dibanding orang yang kurang menghargai waktu.

Memahami Literasi Komputer

Source: Freepik

Nah, skill terakhir yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten online  adalah kemampuan mereka memahami literasi komputer yang sederhana. Ja ngan takut dulu, ini tidak akan serumit memahami bahasa coding, HTML, Java, dan sejenisnya.

Literasi komputer yang dibutuhkan oleh seorang penulis konten meliputi hal-hal yang sederhana seperti navigasi online , mengirim email, membuat postingan blog, menambahkan link URL pada tulisan, atau juga menambahkan gambar yang relevan pada konten yang ditulis.

Sesederhana itu saja, kamu pasti sudah terbiasa, kan?

BACA JUGA: MENGAPA SKILL MENULIS ITU SANGAT PENTING DI ZAMAN SEKARANG?

Lalu, Bagaimana Memulai Menjadi Penulis Konten Profesional

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Ada ribuan orang yang telah bekerja menjadi content writer  dan mendapatkan gaji penulis konten yang menarik. Para penulis konten dapat memilih waktu mereka sendiri secara freelance, atau pun menulis penuh waktu sebagai full time job.

Nah, untuk kamu yang ingin terjun pula menjadi seorang penulis konten profesional, beberap tips berikut ini akan berguna untukmu;

  • Menulislah setiap hari. Apa pun yang kamu tulis, sesederhana apa pun itu, lakukan setiap hari. Buatlah menulis menjadi rutinitas harianmu.
  • Membaca lebih banyak. Baca dan ketahui lebih banyak pengetahuan mengenai dunia kepenulisan. Tambah pengetahuanmu setiap hari dengan lebih banyak membaca.
  • Akrablah dengan SEO. Kamu tidak bisa meninggalkan SEO untuk menjadi penulis konten yang hebat. Tidak ada salahnya menginvestasikan waktu dan biayamu untuk memahami lebih banyak tentang hal ini.
Photo by FreeBoilerGrants on Pexels.com
  • Ambil Kelas Belajar. Kamu bisa melakukannya dengan ikut training, kursus online , pelatihan dan lain sebagainya.
  • Jangan Membatasi Diri dengan Eksperimen. Coba tulis berbagai macam topik dan jangan enggan mencobanya. Kamu bisa mencoba menulis tentang wisata, budaya, kuliner, keyakinan, akuntansi dan masih banyak lagi. Mungkin saja dengan cara ini kamu akan mengetahui topik utama apa yang paling kamu minati nantinya.
  • Terus Belajar dan Buat Fortopolio. Sembari terus meningkatkan jam terbang dan kemampuanmu, kamu juga bisa membangun fortopolio yang bagus melalui blog dan sebagainya. Muaranya, hal ini akan meningkatkan reputasimu sebagai seorang penulis konten yang profesional.

BACA PULA: 6 CIRI-CIRI ORANG YANG BERBAKAT MENJADI SEORANG PENULIS, KAMUKAH ORANGNYA?

Sekarang, Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Mulailah untuk menulis konten pertamamu sesegera mungkin. Prospek menjadi penulis konten dan mendapatkan nafkah yang menarik dari bidang ini sangat besar. Ketika dunia semakin berpindah secara online  dan bisnis digital semakin mendominasi, penulis konten akan selalu menjadi profesi yang sangat dibutuhkan.

Dan itu adalah pintu gerbang besar yang sudah dibuka untuk kamu memasukinya.

Selanjutnya, teruslah belajar dan berlatih, ya.

Kamu akan sukses menjadi penulis konten yang luar biasa jika kamu konsisten dan pantang menyerah untuk belajar dan berlatih.

Jadi, selamat mencoba!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑