BUKU PUISI LUKA GILA MATI LARI; SELAMAT DATANG DALAM KOLEKSI

Akhir bulan September ini, saya akan merilis sebuah buku baru yang istimewa.

Ini sama sekali buku yang berbeda dalam barisan karya-karya saya, ini adalah buku puisi atau buku kumpulan sajak. Saya menulis buku ini dalam beberapa bulan terakhir dan memutuskan untuk merilisnya pada akhir bulan September tahun 2021 ini.

Saya memberi judul buku ini dengan empat kosakata terpisah yakni; Luka, Gila, Mati, Lari.

Ini adalah kata yang unik, seunik sejarah yang tersimpan dalam empat kata yang juga memiliki korelasi dengan kehidupan saya di pulau Sumatera.

Lantas, apa saja isi buku puisi ini dan apa hal menarik yang bisa saya bagikan?

Selayang Pandang Isi Buku Puisi Luka Gila Mati Lari

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menulis puisi bukan keahlian terbaik saya. Itu adalah hal yang pertama yang perlu saya sampaikan.

Kemudian saya juga perlu mengatakan bahwa menulis buku puisi untuk pemula seperti yang saya lakukan ini, sebenarnya adalah langkah yang nekad. Saya pernah mengikuti penulisan puisi secara antologi, tapi itu tentu saja bukan modal yang cukup untuk dapat menulis buku puisi atas nama sendiri.

Tapi saya suka langkah yang berani.

Dan tidak ada salahnya pula dengan menulis sebuah buku puisi, kan?

Alasan lain adalah saya suka pada puisi, pada sajak, pada syair, atau pada susunan kata-kata indah yang dibuat oleh orang-orang dengan imajinasi tinggi. Tentu saja saya bukan bagian dari ‘komplotan penyair romantis Indonesia’, namun rasanya keinginan untuk menulis sebuah buku puisi bukan sesuatu yang berlebihan.

Mengapa Judulnya Luka Gila Mati Lari?

Photo by Lydia on Pexels.com

Judul buku puisi ini terinspirasi dari kejadian puluhan tahun lalu, bahkan ketika saya sendiri belum dilahirkan. Empat kosakata ini terlahir dari sebuah peristiwa sejarah dalam keluarga dimana saya terlahir dan dibesarkan.

Sebagian besar isi buku puisi ini berkisah tentang keberanian, tentang semangat, tekad, tentang renungan akan kematian, dan tentu saja juga tentang cinta. Hal menarik lain adalah, saya menyelipkan beberapa tulisan bebas saya dalam buku ini.

Oh ya, buku puisi ini juga menjadi buku kedua dimana saya menggunakan nama dari masa kecil saya. Buku sebelumnya yang berjudul Mimpi Di Mahameru, saya juga cantumkan nama ini di atas sampulnya.

Nah, sebagai intermezzo untuk para pembaca www.penulisgunung.id, berikut saya publish salah satu puisi yang juga menjadi judul dari buku ini.


Luka Gila Mati Lari

Ia yang terluka, membanjir darah
Ia yang gila, hilang tak tentu arah
Ia yang mati, terkapar tak peduli
Ia yang lari, pergi menyelamatkan diri.

Hancur sudah!
Binasa dalam pertarungan
Pertempuran rasa hormat kesombongan
Perkelahian dan persaingan.
Sengit!
Sengit!
Mempertahankan pendirian kemuliaan pandangan adat manusia.

Ia yang terluka, terkoyak, tercabik
Ia yang gila, meraung, tertawa, menangis
Ia yang mati, sendiri, sepi, gentayangan
Ia yang lari, terseok, jauh, kehilangan harga diri.

Sudah terlanjur!
Nasi sudah menjadi bubur.

Pisau dan badik telah ditusuk, membuat terluka
Derita dan ambisi telah dibaca, membuat gila
Penyakit dan tekanan telah tiba, membuat mati
Kabar yang hilang, tak ada gairah berjuang, membuat lari.

Luka, dalam, robek!
Gila, hilang akal, meracau dan memaki, menangis dan memelas
Mati, binasa, tak bersisa
Lari, tunggang langgang, tiada bertulang.

Aduhai semangat si anak Bujang
Lahir dari rahim sang Pejuang
Itu dengar seruan zirahmu
Bergemuruh dari pusaka ayah ibumu.

Dengarkan itu!

Luka! Luka! Luka!
Gila! Gila! Gila!
Mati! Mati! Mati!
Lari! Lari! Lari!

Dengarkan itu!
Tengadahkan wajahmu, pompa keberanian dalam jantungmu
Basuh lukamu dengan air penyembuh
Rawat akalmu dengan kasih teduh
Bangunkan kematianmu dengan peluh tanpa riuh.

Jangan lari, jangan lari!
Berlutut!
Bukan kepada-dia, kepada-ia  atau kepada-nya
Atau kepada adat, kepada riak, kepada hukum manusia.

Tapi berlutut!
Sesenguklah kamu!
Kepada Dia, Dia, Dia.

Dia yang membasuh lukamu
Dia yang mewaraskan akalmu
Dia yang menghidupkan matimu
Dan Dia, 
yang menghentikan langkah pengecutmu
Mengembalikan kamu lagi ke medan laga.

Luka akan sembuh
Gila akan pulih
Mati akan suci
Lari akan kembali

Engkau si anak Bujang.
Hanya perlu berlutut dalam munajat panjang.

Banjengan 05 Desember 2020

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


KUTIPAN NOVEL MMA TRAIL: GENSET DARI PUNCAK ANDONG

Kutipan novel kali ini datang dari buku yang saya tulis pada tahun 2019 berjudul MMA Trail. Novel ini berkisah tentang seorang lelaki paruh baya bernama Bharal Omar yang menyusuri rute hiking di pulau Jawa bernama MMA Trail. Keputusan Omar untuk menyusuri rute hiking ini adalah untuk menelusuri jejak anak perempuannya bernama Sabiya yang meninggal beberapa bulan sebelumnya di tempat yang sama.

Pada beberapa halaman, saya menceritakan Omar mencapai puncak Andong dan bertemu dengan perempuan tua yang memiliki warung di sana. Pertemuan ini nanti akan menyulut sebuah kemarahan besar dalam jiwa Omar yang menyulut dirinya untuk berjalan lebih jauh. Namun, pada kutipan kali ini saya hanya akan mencantumkan awal pertemuan Omar saja dengan sang pemilik warung.

Buku MMA Trail sendiri dapat kamu pesan melalui pesan whatsapp disini atau download versi ebooknya disini.


Teringat dan terngiang lagi dalam benak dan telinga Omar sebuah sajak yang ditulis dalam buku milik Sabiya yang sekarang ada dalam ranselnya. Sajak tentang Andong bukan ditulis oleh Sabiya, bukan catatan kecilnya, namun memang ditulis oleh penulis buku MMA Trail itu sendiri. Dengan segala tata bahasa yang disampaikan oleh sang penulis ‘buku bodoh penuh omong kosong’ itu, Omar dapat menduga dengan yakin bahwa ia juga nampaknya seorang petualang yang jatuh cinta kepada keheningan dan kesendirian. Bahwa penulis itu mungkin saja dilihat dari kata dan kalimat yang ia gunakan, mungkin memiliki sifat dan karakter yang tak jauh berbeda dengan Sabiya. Dan mungkin saja dengan diri Omar sendiri. Tapi kemudian Omar menggeleng. Tidak, ia tidak mungkin dan tidak akan menulis buku bodoh seperti MMA Trail yang sekarang diikutinya itu.

Menjelang azan magrib mengalun berkumandang dari pengeras suara di masjid-masjid kaki Gunung Andong, Omar baru saja mencapai punggungan di mana bertemunya rute lama dan rute baru jalur pendakian Sawit. Di tempat itu ia berhenti sejenak melepas lelah dan mengatur napas yang memburu. Di bawah sana kerlip lampu-lampu yang mulai dinyalakan nampak seperti kunang-kunang yang terbang liar berterbangan.

Omar melanjutkan langkahnya kembali, meniti lereng gunung bagian belakang dari kampung Sawit. Tak ada ia berpapasan atau beriringan dengan rombongan pendaki lainnya. Selepas dari base camp lama pendakian Sawit jam setengah empat sore tadi, Omar berjalan sendiri. Ia hanya sendiri membelah rimbunan hutan pinus dan belukar yang mulai diguyur oleh cahaya temaram langit sore yang mendung.

“Malem mas. Biasanya pendaki di sini naiknya malem. Dan rata-rata setelah jam dua belas malam mereka naik. Ya mengejar sunrise untuk foto-foto”

Ujar ibu pemilik warung sekaligus pemilik base camp lama tempat Omar beristirahat tadi siang ketika Omar membeli beberapa keperluannya.

Hampir sudah gelap ketika Omar mencapai sebuah jalan bercabang pada punggungan puncak. Omar menoleh ke sebelah kiri, di ujung punggungan ia melihat sebuah bangunan kecil dengan atapnya yang berbentuk piramida dengan sebuah kuncup prisma pada bagian tengahnya. Berdasarkan informasi dan buku yang dibaca Omar, bangunan itu adalah sebuah makam seorang ulama yang sangat dihormati di sekitar Gunung Andong. Nama ulama tersebut adalah Kyai Abdul Faqih, atau lebih dikenal dengan sebutan Ki Joko Pekik.

Semula Omar ingin duduk kembali melepas lelah di jalan persimpangan tersebut, namun ketika ia merasakan rintik-rintik hujan jatuh mengenai wajahnya, Omar kemudian bergerak lagi, bahkan sekarang agak terburu.

“Sialan!”

Maki Omar sambil menaiki undakan-undakan jalan setapak menuju puncak Gunung Andong yang arahnya berlawanan dengan puncak makam Ki Joko Pekik. Sebenarnya jaket yang digunakan Omar adalah waterproof, yang seharusnya membuat ia tak perlu mengkhawatirkan kehujanan. Namun bagaimana pun juga Omar tak mau kehujanan, tetap kering dan hangat di tempat sejuk tertutup kabut seperti ini jauh lebih baik daripada basah dan kehujanan.

Warung di puncak Gunung Andong, adalah restoran dan hotel yang nyaman untuk para pendaki yang kelelahan..

Omar masih ingat tulisan kecil yang disematkan Sabiya dalam bukunya yang sempat ia baca lagi di base camp tadi. Karena itulah ia kemudian memutuskan bergegas mendaki menuju puncak sambil berupaya menghindari rintik-rintik hujan. Warung yang disebut Sabiya itulah yang menjadi tujuan Omar. Karena memperhitungkan jaraknya yang tidak jauh dari persimpangan puncak makam, maka Omar memutuskan untuk tidak perlu mengambil jas hujan yang terselip di samping ranselnya.

“Permisi!”

Suara Omar bergema, masuk ke seisi warung kecil yang sekarang ada di depannya. Pintu warung itu terbuka, namun sebuah sekat kecil dari anyaman bambu setinggi dada diletakkan sekitar 1 meter di belakang pintu, membuat tidak keseluruhan isi warung bisa terlihat.

“Permisi!”

Omar berseru lagi memanggil pemilik warung, namun seperti tadi, tak ada sahutan yang terdengar.

“Permi…”

Panggilan Omar terputus, sesosok tubuh dengan kain putih membungkus seluruh badan tiba-tiba muncul dari bilik di bagian belakang warung!

Mata Omar membelalak, mulutnya tercekat, jantungnya tiba-tiba seolah berhenti berdegup. Sebuah pikiran tentang hantu, kuntilanak, pocong atau apa pun sebutannya tiba-tiba melintas dengan cepat dalam pikirannya. Dan kondisi ini semakin menjadi-jadi ketika suasana warung yang gelap gulita. Lampu teplok kecil yang ditempatkan di sudut warung dekat tumpukan mie instan hanya mampu menerangi sedikit sekali bagian warung itu.

“Monggo, monggo. Masuk, Mas..6.3

Sebuah suara perempuan terdengar menjawab panggilan Omar, sekaligus juga mengusir semua dugaan dan pikiran aneh-aneh yang sempat masuk dalam benak Omar.

“Nyuwun ngapunten mas, kulo nembe mawon shalat6.4…” suara perempuan itu terdengar lagi.

Sesaat kemudian perempuan yang tadi terbungkus kain putih yang sempat mengagetkan Omar melangkah mendekati pintu masuk yang memang tidak dipasangi penutup. Omar tak dapat melihat wajahnya ditengah guyuran gerimis dan juga temaram langit malam yang kian pekat. Tak ada cahaya yang menyinari di tempat itu, headlamp Omar juga ada di bagian dalam ranselnya sehingga susah untuk diambil. Sementara cahaya lampu teplok yang ada di sudut ruangan dekat tumbukan kardus mie instan juga tak mampu menjangkau dekat pintu di mana Omar sedang berdiri. Namun melihat gerakan dan menyimak ucapan si perempuan pemilik warung, Omar yakin bahwa kain putih melayang yang sempat membuat darahnya tersirap beberapa saat lalu adalah mukena yang dikenakan perempuan itu.

“Nyuwun ngapunten mas, niki taseh peteng. Gensete mboten saget gesang, kulo mboten saget dandani6.5…”

Omar mengerenyit tak mengerti, ia memang sering mendengar bahasa Jawa. Saat di Denpasar ia memiliki tukang taman, asisten rumah tangga dan sopir keluarga yang semuanya berasal dari kota Solo. Namun tidak semua ucapan mereka bisa dimengerti oleh Omar, meskipun Omar sering ikut nimbrung ketika mereka sedang ngobrol. Beberapa pegawai di Villa Maya yang ia sewa di Sanur juga berasal dari Jogja, dan Omar sering mendengar mereka bercakap-cakap. Tetapi ucapan perempuan dengan mukena putih barusan memang sama sekali tidak dimengerti oleh Omar secara keseluruhan.

“Iya…?”

Sahutan Omar yang terlihat agak kebingungan nampaknya dipahami oleh si perempuan bermukena, karena kemudian ia mengulang kalimatnya dengan bahasa Indonesia.

“Maaf mas, lampunya belum bisa nyala. Tadi gensetnya sudah saya coba hidupkan tetapi nggak bisa. Saya ndak bisa perbaiki. Jadi warungnya masih gelap…”

Jelas ibu itu kemudian sambil agak tergopoh-gopoh mengambil lampu teplok di sudut ruangan untuk dibawa ke bagian tengah warung.

Omar mengangguk-angguk mengerti mendengar penjelasan perempuan pemilik warung. Sebelum ia sempat menjawab, si perempuan sudah bersuara lagi dengan ramah.

“Mari masuk dulu mas, saya carikan lilin untuk nambah lampunya”

Sebelum si ibu berbalik lagi ke arah ruangan sholat di mana tadi ia sempat membuat Omar kaget, sebuah pikiran tiba-tiba melintas dalam benak Omar dan langsung membuatnya menjawab ucapan si ibu dengan cepat.

“Boleh saya lihat gensetnya?”

Langkah perempuan yang sudah agak tua itu terhenti sejenak, ia menoleh kearah Omar.

“Panjenengan6.6 bisa benerin?” tanyanya kemudian.

“Coba saya lihat dulu, Bu” sahut Omar.

Sinar remang cahaya lampu teplok yang dipindahkan si ibu pemilik warung ke tengah ruangan membuat Omar bisa melihat sekilas wajah si ibu. Perempuan itu sudah agak tua, jauh lebih tua dari Omar jika dilihat dari parasnya. Namun rautnya mengingatkan Omar pada seseorang, tapi siapa? Omar mencoba mengingat-ingat.

Setelah mengambil headlamp dari ranselnya, Omar kemudian mengikuti langkah si ibu pemilik warung ke arah belakang pondok. Dibantu oleh sinar headlamp di kepala Omar dan juga sebuah senter di tangan ibu pemilik warung, keduanya kemudian masuk ke sebuah bilik di bagian paling belakang warung di  mana genset milik si ibu berada.

“Ini mas gensetnya. Sudah tak coba berkali-kali, tetap ndak bisa hidup” 

Jelas ibu pemilik warung sambil senternya diarahkan pada sebuah mesin genset warna kuning hitam yang beberapa bagiannya sudah berkarat disana-sini.

Omar berjongkok mendekati mesin generator listrik itu, cahaya headlamp di kepalanya ia arahkan untuk menelusuri bagian-bagian genset tua tersebut. Mesin genset di hadapan Omar itu adalah sebuah genset kecil dengan output maksimal hingga 900 watt, berbahan bakar bensin dengan kapasitas tangki 3,5 liter, gagang recoil starternya sudah ditukar dengan kayu karena mungkin yang aslinya sudah rusak.

Omar kemudian mencoba menarik recoil starter untuk memicu operasional engine-nya, namun hingga tiga kali Omar melakukan hal itu, mesin genset tua itu masih membisu dan dingin saja.

Telinga berpengalaman Omar sebagai kepala tekhnisi bagian perbaikan mesin bor sumur minyak di Timur Tengah itu dengan segera dapat menemukan penyebab mesin genset tua itu tidak mau distarter. Ia mencoba sekali lagi menarik recoil starter, sekedar untuk memastikan bahwa prediksi kerusakan yang ia perhitungkan barusan tidak keliru lagi.

“Nampaknya ada kabel alternator yang putus, Bu. Selain itu, genset ini juga butuh baterai baru, baterai yang sekarang sudah sangat lemah powernya untuk memicu nyala mesin..”

“Waduh piye yo6.7…”

Si ibu pemilik warung menggaruk kepalanya kebingungan. Istilah semacam alternator, power suply dan lain semacamnya, tentu bukah hal yang familiar di telinganya.

“Sebentar Bu, ya”

Omar kemudian bangkit berdiri lalu melangkah lagi ke ruangan warung utama di mana tadi ia meletakkan ransel birunya. Dari dalam kantong bagian dalam ranselnya Omar mengeluarkan sebuah tas kecil yang berisi perlengkapan survival. Dalam tas survival itu Omar mengeluarkan sebuah muntitool warna hitam, benda itu kemudian ia bawa ke bilik genset tempat si ibu pemilik warung yang masih berdiri menunggunya.

Dengan cekatan Omar membongkar beberapa baut untuk membuka bagian genset yang ia perlu benahi. Setelah menyambung kembali seutas kabel berwarna biru yang sebelumnya terlihat terurai lepas, Omar merapikan kembali baut-baut itu dengan obeng yang tedapat pada multitools di tangannya. Setelah semua selesai, tangan Omar menarik kembali gagang recoil spring untuk mencoba menghidupkan mesin genset itu kembali.

Brummm!!!      

Suara deru mesin genset langsung tedengar, selama beberapa saat bunyinya nampak tidak stabil dan hampir-hampir akan mati lagi. Namun beberapa saat kemudian deru mesin tua pembangkit listrik generator milik ibu itu mulai terdengar normal dan siap digunakan.

“Allhamdulillah…”

Seru si ibu dengan wajah senang sumringah. Dan sesaat kemudian warung itu sudah terang benderang oleh cahaya lampu listrik bertenaga genset yang barusan saja dinyalakan.


Footnote:

  • Bahasa Jawa: “Mari, mari. Silahkan masuk mas”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, saya baru saja sholat”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, ini masih gelap. Mesin gensetnya tidak bisa nyala, saya tidak bisa memperbaikinya…”
    • Panjenengan dalam bahasa Jawa yang lembut berarti anda atau kamu.
    • Bahasa Jawa: “Waduh bagaimana ya”

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 KATA MOTIVASI UNTUK PENULIS PEMULA YANG PALING AMPUH

Sebenarnya motivasi untuk penulis pemula tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh seorang amatir dalam dunia penulisan, bahkan untuk profesional pun motivasi ini terbukti ampuh. Bukan hanya kata-kata yang terdengar bijak semata, 7 motivasi ini juga menunjukkan kepada kamu bagaimana ia efektif jika kamu bisa mengaplikasikannya.

Menjaga diri untuk tetap termotivasi selama menulis adalah sesuatu yang tidak mudah, terutama untuk para pemula. Beberapa penulis begitu lemah ketika berhadapan dengan writer’s block, sementara yang lain mungkin juga kehilangan semangat untuk menulis ketika misalnya kehabisan ide cerita.

Nah, bagaimana sebenarnya menghadapi kondisi semacam ini?

7 Kata Motivasi untuk Penulis Pemula Lengkap dengan Teknis Mempraktikkannya

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Di Indonesia, jika kamu mencari informasi di internet tentang kata-kata motivasi untuk penulis, maka sebagian besar hasil yang akan kamu temui adalah quotes atau kata-kata mutiara. Padahal selain quotes yang indah, seorang penulis pemula yang sedang menghadapi krisis semangat juga butuh tips nyata untuk ia praktikkan.

Kata mutiara tentang menulis dan membaca seringkali menjadi hiasan untuk melecut semangat kepenulisan yang melemah, tapi ketahuilah, itu tidak cukup. Justru selain kata-kata mutiara yang kadang terlampau bias nan bijaksana, langkah konkret adalah hal yang lebih dibutuhkan.

Tapi yang seperti apa?

Nah, dalam tulisan kali saya akan membagikan 7 hal sederhana yang efektif untuk kamu lakukan jika kamu sedang merasa tidak termotivasi untuk menulis.

Ciptakan Satu Tempat Khusus untuk Menulis

“Sebagian besar penulis mendambakan ruangan yang tenang dan tersisolasi dimana mereka bisa mengatur waktu mereka sendiri. Bagaimana pun, ruang kreativitas yang paling baik adalah yang paling sedikit memiliki gangguan.”

Wole Soyinka
Motivasi untuk penulis pemula
Source: Pinterest

Apa yang disampaikan oleh Wole Soyinka mungkin bukan quotes penulis terkenal dunia yang pernah kamu dengar sebelumnya, tapi ia berkata benar.

Setiap penulis membutuhkan tempat menulis yang tenang dan bebas gangguan. Tempat dimana mereka dapat memunculkan semua imajinasi, kreativitas dan inovasi untuk menari di atas lembaran kertas. Dan hal ini tidak bisa diperoleh di tempat yang berisik dan penuh gangguan.

Untuk alasan ini pula kamu mungkin sering menemukan diri mereka menempati tempat-tempat asing di planet bumi.  Rumah di tengah hutan, pondok di tepian danau, kamar loteng atau ruang bawah tanah, semunya adalah tempat favorit para penulis untuk dijadikan ruangan kerja mereka.

Ciptakan Rutinitas Menulis

“Kamu tidak akan pernah bisa mengubah hidupmu sampai kamu berhasil mengubah sesuatu yang kamu lakukan setiap hari.”

Mike Murdock
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Ini mungkin bukan kata-kata tulisan keren yang bisa kamu kutip dan tempelkan di dinding kamar. Namun memang benar, rutinitas tidak selalu buruk dan membosankan, terutama dalam dunia penulisan.

Membentuk rutinitas dalam menulis adalah salah satu hal yang penting. Bagaimana kamu bisa menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah rutinitas yang tidak bisa untuk kamu tinggalkan setiap harinya.

Jika menulis sudah menjadi rutinitas dalam hari-harimu, kamu akan segera menemukan ada yang kurang jika kamu tidak menulis. Hal ini akan memberikan kamu kesempatan untuk produktif meskipun kamu sendiri sedang tidak termotivasi karena menulis sendiri adalah sesuatu yang kamu anggap rutinitas.

Anggaplah begini misalnya;

Jika mandi dan menggosok gigi itu adalah rutinitas bagi kamu setiap hari, maka kamu akan tetap melakukannya walau kamu sendiri sedang tidak termotivasi untuk mandi atau menggosok gigi.

Dan menulis juga bisa dibentuk dalam paradigma rutinitas seperti itu.

Nikmati dan Terobsesi dengan Proses

“Kebanyakan orang menganggap bahwa kesuksesan dan kegagalan sebagai dua hal yang berlawanan, tetapi tidakkah mereka tahu bahwa keduanya adalah produk dari sebuah proses yang sama.”

Roger von Oech
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Menikmati proses menulis adalah sesuatu yang menarik, beberapa penulis pemula kadang tidak bisa melakukannya. Kemampuan untuk menikmati proses akan memberikan kamu motivasi untuk tetap menulis pada saat diri kamu sendiri tidak ingin melakukannya.

Pada banyak contoh motivasi menulis yang mungkin kamu temukan melalui serangkaian quote-quote yang indah, kamu akan diminta untuk sabar dalam proses. Akan tetapi dalam artikel ini saya akan mengatakan bahwa kamu tidak cukup hanya sabar menjalaninya namun juga harus menikmati dan terobsesi pada prosesnya.

Jadi, cara yang ketiga untuk menjaga motivasi menulismu tetap stabil adalah dengan menjadikan proses sebagai sebuah kenikmatan dan obsesi.

Apa pun yang terjadi selama proses tersebut, termasuk pula dengan berkurangnya motivasi untuk melanjutkan tulisan, adalah bagian dari proses itu sendiri.

Dan kamu harus menikmatinya.

Miliki Pemikiran Penulis Profesional

Ketika para amatir dan penulis pemula menunggu mood untuk bisa menulis, para penulis profesional tetap menulis dalam kondisi apa pun suasana hati mereka. Mood atau tidak, profesional akan tetap menulis.

A Wan Bong
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Ketika mereka sedang tidak termotivasi dan malas untuk menulis, para penulis pemula atau amatir akan memilih untuk berhenti dan melakukan sesuatu yang menurut mereka lebih baik. Hal yang sama juga akan kamu temui pada orang-orang yang mengatakan bahwa menulis hanyalah sebagai hobi semata.

Pada saat rasa malas melanda, orang-orang seperti ini akan segera menemukan alasan untuk berhenti menulis. Mereka mungkin akan mengalihkannya dengan bermain sosial media, menonton sinetron di televisi, atau pun melakukan hal lain yang mereka rasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Menariknya hal itu tidak akan kamu temukan pada penulis profesional.

Seorang penulis profesional akan tetap menulis dalam kondisi bagaimana pun.

Meskipun ada perasaan untuk berhenti menulis dan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan, penulis profesional akan tetap menulis.

Nah, jika kamu mampu mengadopsi pemikiran seorang profesional seperti ini dalam memandang penulisan, kamu tidak akan terkalahkan oleh sekedar rasa enggan yang tidak beralasan.

Tentukan Target Penulisan

“Orang yang berbakat  mampu mencapai target yang tidak dapat dicapai orang lain; Sementara orang yang jenius mampu mencapai target yang tidak dapat dilihat orang lain.”  

Arthur Schopenhauer
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by icon0.com on Pexels.com

Target penulisan yang jelas kadang lebih powerfull daripada kata kata penulis novel yang terkenal sekali pun. Kamu hanya perlu mengingat targetmu dan berfokus untuk mencapainya, dan biasanya kamu akan termotivasi untuk melanjutkan proses menulis kembali.

Jadi, ingat-ingat kembali target apa yang ingin kamu capai dengan menulis.

Apakah kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, memiliki penghasilan tambahan setiap bulannya, atau ingin menciptakan  mahakarya dan mewariskan pemikiranmu yang luar biasa. Ini semua adalah target, pastikan kamu mengingatknya ketika motivasi menulismu mulai melempem.

Oh ya, ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan saat menetapkan target penulisan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain adalah;

  • Target haruslah spesifik.
  • Target harus pula terukur.
  • Target adalah sesuatu yang dapat dicapai dan bukan hal mustahil.
  • Target juga mestilah realistis.
  • Target yang benar memiliki deadline. Pastikan kamu juga mempertimbangkan itu.
  • Target juga harus dapat dievaluasi.
  • Target haruslah juga yang memiliki manfaat, baik bagi orang lain, lebih-lebih untuk diri kamu sendiri.

Bagi Penulisan Besar dalam Beberapa Bagian Kecil

Perjalanan ribuan kilometer, selalu dimulai dari satu langkah kecil

Anonim
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Dylan on Pexels.com

Jika kamu sedang mengerjakan proyek penulisan besar pertamamu berupa novel misalnya, sangat wajar kamu merasa tidak termotivasi beberapa kali saat menjalaninya.

Menulis novel adalah sebuah pekerjaan menulis yang serius. Setidaknya untuk buku dengan kategori seperti ini membutuhkan 30.000 – 80.000 kata dalam jumlah yang ideal. Jika kamu memaksakan diri untuk menyelesaikan jumlah ini hanya dalam satu minggu, kamu akan mati depresi saat mengerjakannya.

Bagikan proyek penulisan besar itu dalam langkah-langkah yang lebih kecil sehingga mudah untuk kamu jalani.

Misalnya dengan jumlah kata hingga 80.000, kamu dapat membaginya setiap 10.000 kata untuk penulisan satu bulan atau lebih. Atau jika kamu merasa diperlukan, kamu bisa membaginya dalam bentuk bab, plot, dan lain sebagainya.

Penulisan besar yang dibagi menjadi bagian-bagian kecil tidak akan menciderai alur cerita. Sebaliknya cara ini akan memberi kamu kekuatan untuk menyelesaikan kepingan-kepingan kecil itu menjadi sebuah cerita yang sempurna walaupun jumlahnya adalah 80.000 kata.

Ingat Kembali Mengapa Kamu Mulai Menulis

Alasan saya terus menulis adalah karena semua imajinasi saya yang paling kuat; tentang takdir, tentang tempat-tempat liar, tentang pemberontakan, dan tentang segala sesuatu yang saya pedulikan, perlu memiliki kata-kata untuk dapat diucapkan dan juga gambar untuk dibayangkan.

Galen
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Kata-kata Galen mungkin memang termasuk sebagai quotes penulis terkenal dunia, tapi esensi dari quotes indah ini adalah tujuannya sendiri bahwa imajinasi membutuhkan suatu alat untuk membuatnya nyata di hadapan manusia.

Dan alat itu adalah kata-kata dan gambar.

Kesampingkan gambar, karena kamu adalah penulis maka kamu dapat berfokus hanya pada tulisan. Imajinasimu, pikiranmu, analisamu dan segala sesuatu yang terlintas dalam benakmu akan hilang jika tidak kamu ceritakan pada orang lain. Menulis buku adalah cara paling efektif untuk mencapai tujuan itu.

Nah, jika sekarang kamu merasa tidak termotivasi lagi untuk menulis, malas-malasan dan cenderung untuk bertekuk lutut pada writer’s block, maka ingat kembali apa yang menjadi tujuan sebenarnya dari alasan kamu menulis pada awalnya.

Jika kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, maka itu tidak akan terwujud tanpa motivasi untuk membuatnya menjadi nyata.

Atau jika kamu ingin menjadi terkenal, memiliki penghasilan tambahan dari menulis, memiliki karya yang abadi sepanjang masa, maka semuanya itu akan sangat sulit diwujudkan tanpa antusiasme dan motivasi untuk terus menulis.

BACA JUGA:

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa motivasi untuk penulis pemula supaya tetap semangat dan giat dalam menulis.

Kamu mungkin akan menghadapi satu demi satu alasan yang akan membuat kamu seolah ingin membuang jauh-jauh keinginan menjadi penulis. Tetapi dengan menjaga motivasimu tetap stabil, kamu tidak akan pernah kehilangan keberanian untuk mewujudkan mimpi itu.

Di samping 7 cara paling utama di atas, beberapa hal lain yang bisa pula kamu lakukan untuk menjadi motivasi penulisan sebagai pemula misalnya adalah;

  • Saat menulis, lupakan bagian pengeditan. Setelah menulis naskah hingga selesai, waktu kamu sebagian besar adalah melakukan editing. Jadi saat menulis, lupakan dulu bagian ini.
  • Ingatlah bahwa, proses menulis akan dipenuhi dengan pengalaman dan menyelesaikan tulisanmu adalah tujuan yang sebenarnya. Buku dan novel bukan tujuan sejati, itu hanyalah konsekuensi material dari upaya kamu untuk mengalahkan diri kamu sendiri dalam berkarya. Tujuan sesungguhnya adalah rangkaian proses bagaimana buku itu sendiri bisa tercipta. Jadi, fokuslah pada bagian ini.
  • Bergabung dalam komunitas menulis. Komunitas penulis terbiasa memberikan ucapan selamat untuk penulis buku yang baru berhasil merilis karya mereka, dapatkan pula motivasi dari cara yang sederhana itu dengan membayangkan bahwa kamulah salah satu penulis yang dimaksud.
  • Kalahkan writer’s block dengan berbagai cara. Kamu dapat membaca tulisan saya untuk melawan writer’s block disini. Writer’s block sama sekali bukan akhir dari karier penulisan seorang pemula. Ia hanyalah balok-balok pemecah karang untuk menguji seberap kuat dorongan gelombang seorang penulis dalam dirimu.
  • Ganti genre penulisan atau coba lakukan penulisan yang berbeda.Jika sebelumnya kamu sibuk dengan penulisan kreatif seperti novel, cerpen, naskah drama dan lain sebagainya, sekarang adalah waktunya untuk mencoba technical writing. Kamu bisa memulainya dengan mencoba menulis essay, jurnal, artikel ilmiah dan lain sebagainya.
  • Minta bantuan orang yang berpengalaman untuk mendampingi proses menulis yang kamu lakukan. Dapatkan saran terbaik dari orang-orang yang sudah terbukti berhasil menjaga motivasi mereka dalam berkarya. Dan pastinya pada langkah yang terakhir ini, kamu juga bisa menghubungi saya untuk mendampingi kamu menyelesaikan penulisanmu.

Selamat mencoba.

Mood dan motivasi tidak datang setiap hari. Pada banyak kesempatan, kita harus memaksanya keluar dari dalam diri untuk mengalahkan rasa malas dan setengah hati.

A Wan Bong

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CARA RAHASIA MENJADI PENULIS PEMULA YANG SUKSES DAN PRODUKTIF

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar rahasia untuk menjadi seorang penulis pemula yang sukses.

Terasa agak berlebihan untuk mengatakan bahwa saya juga adalah bagian dari para penulis pemula yang sukses itu, namun sejauh ini saya memang berhasil melakukannya. Saya telah merilis 14 buku atas nama sendiri, 11 buku ghost writing, ratusan artikel, essay, jurnal dan lain sebagainya. Saya adalah full time freelance writer saat ini.

Pencapaian ini membuat beberapa orang menganggap bahwa saya adalah salah satu penulis pemula yang berhasil. Meskipun kamu pasti tahu, saya bukan penulis terkenal. Namun, saya setidaknya memiliki pengalaman untuk dibagikan tentang bagaimana menjadi penulis pemula yang berhasil melewati masa-masa awal yang sulit dan berat dari profesi ini.

Lantas, apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menjadi seorang penulis pemula yang produktif?

Saya membuat daftar berikut yang semoga saja bermanfaat untuk kamu.

7 Prinsip Utama Menjadi Penulis Pemula yang Sukses

penulis pemula yang sukses
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Sebelum kamu membaca lebih jauh artikel ini, harus difahami dulu pengertian sukses ini bukanlah tentang gaji penulis novel atau penghasilan mereka yang fantastis. Kesuksesan dalam profesi ini untuk sementara harus dibatasi pengertiannya sebagai keberhasilan untuk terus menulis dan menghasilkan karya, dan mungkin juga bisa memperoleh pendapatan dari aktivitas tersebut.

Profesi sebagai penulis adalah profesi yang banyak didambakan saat ini. Perpindahan hampir semua aktivitas peradaban manusia ke digital telah membuat kebutuhan akan penulisan meningkat berkali lipat. Dalam istilah yang lebih jelas, profesi penulis akan lebih banyak dibutuhkan di masa depan, baik untuk kebutuhan creative writing atau pun technical writing.

Sayangnya untuk para pemula, syarat menjadi seorang penulis seringkali diterjemahkan dengan cara yang salah. Alih-alih melangkah pada track yang benar dan membawa mereka kepada kesuksesan, para pemula ini justru kadang terjebak pada pola yang menyesatkan.

Lalu, bagaimana sebenarnya langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebagai seorang penulis pemula?

Berikut 7 di antaranya yang paling penting;

Cintai Dunia Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Memutuskan untuk menjadi penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan kesepian”

Anton Sujarwo

Rahasia pertama dari materi untuk penulis pemula adalah mereka harus mencintai apa yang mereka kerjakan. Untuk menjadi sukses dalam profesi ini kamu sungguh-sungguh harus mencintai menulis dan segala yang berkaitan dengan pekerjaan ini.

Penting untuk kamu mengartikan cinta kepada profesi menulis sebagai sebuah cinta yang benar-benar cinta mati. Apa pun yang terjadi dengan tulisanmu, entah apakah ada yang membacanya atau tidak, kamu harus dengan senang hati tetap melakukannya.

Beberapa orang mencintai dunia menulis karena itu membuat mereka mendapat uang, terkenal atau yang paling sederhana mungkin mendapat perhatian di sosial media. Tapi, bagaimana jika semua itu tidak kamu dapatkan? Masihkah kamu akan mencintai dunia menulis?

Kamu harus terbiasa duduk berjam-jam di depan laptop, komputer, mesin ketik, atau apa pun yang menjadi media kamu untuk menulis.

Menulis adalah tentang menulis, tentang membaca, tentang mengedit, tentang menulis lagi, dan terus-menerus demikian. Bagaimana kamu akan melakukan pekerjaan yang terlihat sangat membosankan itu jika kamu tidak mencintai menulis?

Memutuskan untuk menjadi seorang penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan keheningan. Kamu akan menghabiskan banyak waktu seorang diri dalam pekerjaan ini.

Jadi, pastikan kamu mencintainya.

Selesaikan Ceritamu

penulis pemula yang sukses
Photo by Ann H on Pexels.com

Apa pun yang kamu mulai, selesaikan.

Apa pun yang kamu tulis, sampaikan hingga kata-kata terakhirnya.

Ini adalah salah satu masalah klasik yang banyak dibahas dalam komunitas penulis pemula bahwa mereka seringkali menghentikan tulisan mereka di tengah jalan. Sepotong pembukaan novel yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika novel itu sendiri tidak pernah diselesaikan.

Kamu harus menanamkan tekad pada langkah yang kedua ini untuk menyelesaikan tulisanmu, apa pun yang terjadi. Jangan membuat tulisan kamu terhenti di tengah jalan hanya karena kamu kekurangan mood, terserang writer’s block atau yang paling berbahaya; kehilangan semangat.

Cerita hanya bisa disebut cerita jika itu kamu selesaikan.

Maka selesaikan sampai garis finish.

Sabar, Tekun dan Disiplin

penulis pemula yang sukses
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Dalam menulis, talenta sehebat apa pun tidak akan banyak berguna, jika tanpa diiringi kerja keras, kedisiplinan dan semangat pantang menyerah

A. Wan Bong

Menulis buku untuk penulis pemula adalah sesuatu yang menarik, menantang dan menentukan. Pada saat kamu bisa menyelesaikan penulisan sebuah buku, kamu telah mencapai sebuah tingkat anak tangga dalam penulisan yang patut dicatat sebagai sejarah.

Namun menulis buku tentu bukan perkara yang gampang, terutama jika kamu tidak siap dengan tiga pondasi utamanya yaitu; kesabaran, ketekunan dan kedisiplinan.

Jika menulis buku antologi bersama beberapa penulis yang lain, kamu mungkin tidak akan dituntut dengan ketat. Tapi jika kamu ingin hanya nama kamu atau nama penamu yang dicetak di atas sampul sebuah buku, maka kamu harus melakukannya dengan tekun, sabar dan disiplin.

Guna menyelesaikan sebuah buku kadang seorang penulis dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Semua proses ini akan sangat melelahkan, membosankan dan kadang-kadang membuat frustasi. Tanpa disertai dengan kesabaran menjalaninya, kamu akan berhenti di tengah jalan.

Saya sendiri bahkan bersepakat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan dalam menulis yang paling kuat adalah tiga hal ini; disiplin, tekun dan sabar.

Biarkan Semuanya Mengalir

penulis pemula yang sukses
Photo by Jacob Colvin on Pexels.com

Apa pun yang terjadi dalam penulisanmu, biarkanlah.

Jika tulisan kamu harus salah, gagal, dikritik dan ditolak dan lain sebagainya, biarkan saja.

Tapi ingat, kamu tidak boleh menyerah.

Salah satu kesalahan penulis pemula yang membuat mereka tidak bisa melangkah ke jenjang penulisan yang lebih baik adalah kegagalan berhadapan dengan kondisi yang tidak mereka persiapkan sebelumnya. Kamu mungkin tidak siap jika naskah kamu ditolak, tapi itu bisa saja terjadi dalam menulis jadi kamu justru harus mempersiapkan diri menghadapinya.

Bahkan cara menjadi penulis novel di wattpad pun demikian, kamu tidak bisa melangkah ke level yang lebih baik ketika kamu tidak bisa membiarkan apa yang terjadi pada penulisanmu mengalir.

Dan jangan salah, sukses sendiri pun adalah sesuatu yang kamu harus bersiap menghadapinya, karena ada banyak penulis yang ketika buku mereka laku di pasaran, nama mereka mulai  di kenal, dan gaji penulis novel mulai masuk ke kantong mereka, mereka justru terlena.

Intinya adalah; apa pun yang terjadi sebagai perkembangan dalam proses menulismu, keep moving. Gagal, ditolak, salah, bahkan ketika uang dari menulis mulai berdatangan ke rekeningmu, tidak ada boleh ada yang menghentikan kamu untuk menulis.

Miliki Ruangan Khusus Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by George Milton on Pexels.com

Kamu mungkin menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sepele karena kamu bisa menulis dimana saja kamu mau. Selama ada laptop, atau komputer, atau pun mesin ketik, menulis tetap dapat berlanjut.

Namun sebenarnya tidak juga.

Memiliki ruang kerja dalam menulis sebenarnya adalah sesuatu yang penting. Meskipun penting workspace tidak harus mewah,  fungsi ensensial dari ruang kerja adalah sebagai areal isolasi untuk mengeksekusi ide dan gagasanmu supaya bebas gangguan.

Dengan ruangan yang memberi kamu keleluasaan untuk menulis, kamu dapat mengkristalkan isi pikiranmu menjadi untaian kata yang terangkai dalam sebuah karya. Terus terang, sulit untuk menulis dengan tenang dan lancar jika di sekelilingmu terdapat banyak gangguan.

Jadi, miliki tempat khusus untuk menulis.

Kamu bisa membuatnya di kamar tidur, di salah satu sudut rumah, atau dimana saja kamu merasa bisa berkonsentrasi dan bebas gangguan.

Amati Sekelilingmu

penulis pemula yang sukses
Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Kata-kata paling penting dari langkah ini adalah; mengamati.

Mengamati adalah keterampilan para penulis terkenal dimana mereka mampu menangkap ide-ide hebat terkait penulisan. Mereka mampu melihat berbagai hal yang terjadi di sekeliling kemudian memilah mana yang dapat dijadikan sebagai bagian dari cerita.

Kamu mungkin saja akan terinspirasi dengan pramusaji rumah makan yang menghidangkan makanan untukmu, kemuidan mengubah dialognya dalam cerita. Atau kamu mungkin saja terinspirasi dari penjual sayur keliling yang justru memberi kamu ide bagaimana memulai sebuah opening novel yang menarik.

Sebagai seorang penulis, kamu harus terbiasa untuk mengamati dan menyerap semua informasi yang ada di sekelilingmu sebagai sumber cerita. Amati adalah hal yang tepat untuk menjelaskan situasi ini karena untuk mendapatkan sebuah kisah yang bisa kamu ubah menjadi tulisan, kamu hanya perli melihat, mendengar, merasakan, dan menghindari untuk mengomentarinya.

Amati dan biarkan diri kamu terinspirasi karenanya.

Menulislah untuk Diri Kamu Sendiri

penulis pemula yang sukses
Photo by Gelatin on Pexels.com

Kritik tidak akan menghancurkanmu dan pujian tidak akan membuat kamu lupa dir,i jika kamu menulis untuk dirimu sendiri

A. Wan Bong

Nah, prinsip rahasia yang terakhir dan paling penting adalah kamu harus memastikan bahwa kamu menulis adalah untuk dirimu sendiri.

Lho, kok seperti itu?

Ya, jika kamu menulis untuk orang lain kemudian orang lain tidak menyambut tulisanmu seperti yang kamu harapkan, kamu akan kecewa.

Atau jika kamu hanya menulis berdasarkan alasan ‘bijak’ untuk pembaca atau permintaan pasar, maka ketika pembaca tidak menyukai tulisanmu atau tidak mengapresiasinya, maka kamu bisa depresi.

Namun jika kamu menulis untuk diri kamu sendiri, apa pun hasilnya, bagaimana pun tanggapan orang lain terhadap tulisanmu, kamu tidak akan begitu peduli. Pujian tidak akan membuatmu terbang tinggi, sementara kritik dan mungkin celaan, juga tidak akan membuat kamu terhempas sakit hati.

Saya mempraktikkan ini pada banyak tulisan saya, terutama yang berkenaan dengan buku-buku fiksi.

Saya menulis buku Merapi Barat Daya dan mengatur plotnya sedemikian rupa adalah karena saya menyukainya. Lalu ketika buku ini diapreasiasi sebagai salah satu petualangan terbaik di Indonesia, pujian itu tidak mempengaruhi apa-apa bagi saya kecuali sebagai penambah semangat menulis dan mungkin juga sebagai testimoni untuk mendorong penjualan.

Jadi, penting sekali bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis pemula yang sukses dan produktif untuk memastikan bahwa tulisan kamu itu adalah untuk diri kamu sendiri.

Nah, itu adalah beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis. Jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa meminta bantuan saya melalui whatsapp di bawah ini.

InsyaAllah saya akan dengan senang hati membantu kamu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


KUTIPAN NOVEL YANG MENGINSPIRASI; MERAPI BARAT DAYA (JILID SATU)

Kutipan novel yang menginspirasi kali ini datang dari salah satu novel saya yang paling populer; Merapi Barat Daya. Novel ini diterbitkan secara indie dan sudah terjual hampir 1000 eksemplar (cukup bagus untuk buku indie dengan penulis tak dikenal). Rating novel ini selalu sempurna dan mendapat bintang lima dari setiap pembacanya.

Hampir setiap orang yang membaca novel Merapi Barat Daya, mengira ini adalah kisah nyata. Padahal Merapi Barat Daya adalah fiksi murni, hanya saja latar belakang dan setting cerita yang merupakan tempat nyata.

Jalan cerita novel ini dinilai penuh kejutan, tidak bisa ditebak, dan sangat membekas di benak pembaca. Bahkan karena endingnya yang didesain penuh tanda tanya mengharuskan saya sebagai penulisnya untuk melanjutkan pada jilid ke-2 yang menjadi sekuelnya.

Nah, meskipun bukan kutipan novel bestseller dari buku terbitan penerbit mayor. Berikut adalah salah satu kutipan dari bab 12 di novel Merapi Barat Daya  yang banyak pula dikutip oleh pembacanya.


SEBUAH PERMINTAAN

Bagian terbesar dari kesepian adalah perasaan yang benar-benar merasa sendiri, tak peduli apakah ia ada di dalam ruangan bersama jutaan orang…

Anton Sujarwo

Pak Iskandar duduk di kursi goyang lantai dua rumahnya, matanya memandang jauh, menembus cakrawala langit yang seolah menyala karena senja magrib yang sudah tiba. Lelaki paruh baya itu nampak terpekur, pikirannya menerawang jauh di awang-awang. Kejadian yang baru saja ia alami beberapa jam sebelumnya telah membuat sudut terdalam dari hati pak Iskandar tersentuh. Ia mungkin akan menghabiskan beberapa waktunya untuk memikirkan kejadian tersebut.

Sekitar dua atau tiga jam yang lalu ia baru saja bertemu dengan seorang pemuda yang sama sekali berbeda. Pemuda yang telah ia cari-cari sekian lama karena menyelamatkan nyawa puteri bungsunya, tadi dengan ditemani oleh Elya sendiri bertamu ke rumahnya, berkenalan dengannya, dan sekali lagi, menolak secara halus hadiah yang ia tawarkan.

Pemuda itu dengan tutur kata yang sopan menyampaikan bahwa ia tak bisa menerima hadiah pemberian pak Iskandar. Ia membantu Elya tiga setengah bulan yang lalu dengan niat yang ikhlas, tanpa berharap imbalan apa pun. Ia mendaki dinding kubah Gunung Merapi yang terjal dan berbahaya, di malam hujan gerimis dan angin kencang, sama sekali bukan karena mengejar pamrih dan hadiah. Itu adalah naluri seorang pendaki gunung yang tergerak hatinya untuk membantu pendaki lainnya yang sedang mengalami kesulitan.

Ini adalah pertamakalinya bagi pak Iskandar ketika ada seseorang yang menolak hadiah yang ia tawarkan. Secara psikologis pak Iskandar sama sekali tidak tersinggung. Namun sisi-sisi terdalam dari jiwa spiritualnya telah tersentuh dengan hebat. Bagaimana mungkin seorang pemuda biasa yang mengaku bekerja sebagai kurir pengantaran barang menolak hadiah sebanyak miliaran? Bagaimana mungkin seseorang yang dilihat dari sudut pandang materialistis dan kemahsyuran sangat rendah, namun memiliki ‘harga diri’ yang demikian tinggi? Apakah uang sepuluh milyar atau pun rumah mewah tidak ada apa-apanya bagi seorang pendaki gunung?

“Saya sangat berterimakasih atas kemurahan hati bapak, ibu, dan mbak Elya sekeluarga. Dan saya sungguh memohon maaf jika penolakan saya menyinggung hati bapak. Sungguh tidak ada niat dalam hati saya sedikit pun untuk menyinggung perasaan siapa pun. Tetapi saya benar-benar merasa tidak layak menerima hadiah sebanyak itu, Pak. Yang menyelamatkan nyawa mbak Elya adalah Allah, bukan saya. Saya hanya kebetulan menjadi perantara saat itu. Karena saya merasa posisi saya paling dekat untuk membantu, dan saya juga cukup mengenal daerah itu, maka kemudian saya mendaki dan menemukan mbak Elya di sana…”

Pak Iskandar menghela napas panjang, jawaban pemuda bernama Tatras yang juga ternyata biasa dipanggil Lintang itu mengiang lagi di benaknya. Sepanjang usia yang telah dihabiskan oleh pak Iskandar, belum ada satu pun orang yang menolak hadiah yang ia berikan. Bahkan lebih banyak lagi yang meminta, merengek, menjilat, memuja dan memuji supaya diberikan sedikit serpihan kemewahan yang melekat begitu banyak dalam kehidupan pak Iskandar.

Pak Iskandar adalah seorang bisnisman sukses dengan kekayaan melimpah, ia pemilik perusahaan raksasa NusaMart yang omzet setiap tahunnya ratusan miliar, ia juga ketua umum dari partai Nusantara Bersatu yang saat ini sedang memegang tampuk kekuasaan. Dengan segala kelebihan  dan pengalaman yang ia miliki, pak Iskandar telah mengenal bermacam tabiat dan perilaku banyak orang. Dengan kekuasaan dan harta berlimpah yang ada dalam genggaman pak Iskandar, maka ia pun dikelilingi oleh orang-orang yang terpikat dengan dua candu dunia itu.

Orang-orang yang mencari harta dan kemewahan akan mendekati pak Iskandar, orang-orang yang memiliki nafsu dan syahwat kekuasaan juga mendekati pak Iskandar. Dan dari pengalaman yang dimiliki pak Iskandar selama ini, mereka adalah orang-orang yang sama sekali bukan tipe dapat menolak hadiah dan pemberian. Tidak memiliki peran dan prestasi signifikan saja mereka meminta imbalan, apalagi yang lebih daripada itu, tentu mereka akan meminta ganjaran berkali lipat lagi.

Namun bagaimana dengan pemuda yang barusan bertamu ke rumahnya tadi? Ia menolak cek yang disodorkan pak Iskandar meskipun dikatakan ia boleh menulis nilainya sendiri, ia menolak brosur rumah mewah yang ditawarkan pak Iskandar untuk ia pilih sendiri mana yang sesuai seleranya, bahkan saat pak Iskandar menawarinya untuk bekerja di perusahaannya di Jogja dengan gaji tinggi, pemuda itu juga menolaknya. Siapakah pemuda itu sebenarnya? Batin pak Iskandar penasaran. Sungguh bagian terdalam dari hati pak Iskandar telah tersentuh oleh sikap pemuda itu. Orang yang tidak dapat ditaklukkan dengan kekuasaan dan harta pada zaman hedonis semacam ini adalah orang istimewa, dan tentu saja mereka sangat langka.

Sebagai politikus pak Iskandar mengenal ribuan pemuda cerdas yang bergabung dalam partainya. Para pemuda itu memiliki otak yang cerdas dan pintar, lulusan perguruan tinggi dengan berbagai gelar kehormatan dan identitas akademis, pandai membangun kalimat dan beretorika, pandai berdebat dan berargumentasi. Akan tetapi tidak ada satu pun dari para pemuda yang pintar dan pandai bicara itu, memiliki keberanian untuk menolak hadiah yang ditawarkan pak Iskandar. Mereka berpidato di depan umum, mereka berorasi tebar pesona, mereka berpakaian rapi dan mentereng, mereka mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, maju sebagai calon legistatif dengan segala  motivasi dan dorongan yang pak Iskandar sendiri pun tahu, kadang itu hanyalah rekayasa yang mengada-ada.

Para pemuda cerdas itu mendatangi pak Iskandar dengan mengantri, bergantian masuk ke ruangan kerja pak Iskandar yang mewah dengan mata yang haus akan kekuasaan dan kemewahan. Mereka menenteng tas yang berisi bermacam proposal dan permintaan. Mereka membawa bermacam pemikiran dan datang pada pak Iskandar untuk memperoleh dukungan dan bantuan, baik secara moril dan konektifitas, lebih-lebih berupa uang dan biaya untuk memuluskan langkah mereka.

Tapi pemuda yang baru saja diantar Elya menemuinya tadi tidak begitu. Pemuda sederhana itu menolak semua tawaran hadiah menggiurkan dari pak Iskandar. Pemuda yang hidup berteman puncak-puncak gunung, bersahabat dengan kesunyian sabana dan lembah-lembah, bercengkrama dengan badai dan tebing terjal itu ternyata sama sekali berbeda. Penolakannya yang sopan membuat pak Iskandar bertanya; Apakah seperti ini hasil didikan sejati dari alam raya? Apakah seperti ini budi dan sikap prilaku yang dituntun oleh tebing-tebing sunyi? Apakah seperti ini sifat yang diajarkan oleh sebuah pengembaraan, petualangan dan pendakian gunung?

Hati pak Iskandar tertawan oleh seorang pemuda sederhana yang bahkan katanya tidak pernah mencicipi indahnya perguruan tinggi. Pak Iskandar telah terkesan oleh seorang pemuda sederhana yang lebih memilih bekerja keras setiap harinya ketimbang menerima hadiah yang demikian banyaknya. Pemuda itu tidak merayunya dengan gaya bahasa yang indah dan istimewa, tidak berpresentasi di depannya dengan segala retorika dan kepandaian rekayasa, dan tidak pula membujuknya dengan segala uraian hebat tentang hal-hal yang luar biasa. Pemuda bernama Tatras itu hanya duduk di ruang tamu rumahnya, makan siang bersamanya, dengan ditemani oleh Elya dan Bu Khadijah. Lalu bercerita apa adanya tentang dirinya yang sederhana, dan mungkin bagi sebagian besar manusia, bukanlah siapa-siapa.

Jika memang nilai-nilai kesederhanaan dan kebersahajaan yang ditunjukkan oleh Tatras adalah sebuah hasil dari didikan serta pengembaraannya di gunung dan alam bebas, maka alangkah hebat para pendidiknya itu. Alangkah hebat lambaian angin dan bunyi desau dedaunan yang mengajarkannya kesederhanaan. Alangkah hebat pohon-pohon dan bebatuan yang mengajarkannya kekokohan. Alangkah hebat matahari yang bersinar terik di tengah hari, bersinar hangat di pagi dan membasuh lembut kulit di petang hari yang telah mengajarkan sebuah pengertian keikhlasan kepada Tatras. Alangkah hebat mereka semua, alangkah hebat hal-hal sederhana yang selama ini tak banyak mendapat perhatian manusia.

Angin kencang serta lolongan badai mengajarkan kekuatan. Tebing terjal mengajarkan perjuangan. Jalan panjang dan berliku, dipenuhi halang rintang dan onak duri mengajarkan kegigihan, keteguhan sekaligus pula kekuatan dalam bahasa yang  bertahan. Jika semua unsur-unsur itu adalah guru bagi pemuda sederhana seperti Tatras, maka sungguh dalam batin pak Iskandar, Tatras tidak membutuhkan seorang profesor atau doktor untuk mengajarkannya hal yang lebih baik daripada yang ia telah dapatkan dari alam dan gunung-gunung.

Ini adalah yang pertama kalinya dalam hidup pak Iskandar ia merasa kalah dan ditaklukkan. Kalah bukan dalam sebuah pertarungan, takluk bukan dalam persaingan. Namun ia kalah dengan sebuah teladan, ia takluk bertekuk lutut oleh sebuah contoh yang diberikan oleh anak muda yang bahkan umurnya belum setengah dari usia pak Iskandar sendiri.

Apa istilah yang bisa kita sematkan untuk seseorang yang perbuatannya tak mengharapkan imbalan manusia lagi? Apa sebutan yang dapat kita berikan untuk seseorang yang rela mengorbankan nyawa dan jiwanya untuk seseorang yang tidak ia kenal? Kemudian ia menolak imbalan atas perbuatannya itu. Walau imbalan itu bisa membuat ia kaya raya di sisa usianya. Lebih konkret lagi kemudian pak Iskandar bertanya kepada dirinya sendiri; Apakah seseorang pria yang masih sangat muda dengan segala keinginan dunia yang membuncah kemudian menolak uang sepuluh miliar secara cuma-cuma bukan orang hebat? Apakah ia bukan seorang pemenang dan penakluk yang sebenarnya?

Pak Iskandar termenung panjang, ia menarik napas dalam-dalam di tengah kumandang azan magrib yang mulai memenuhi udara. Langit merah yang masih menyala ditabur oleh galur-galur awan kelam sebagai pertanda masuknya malam. Sekali lagi pak Iskandar menarik napas dalam-dalam, sebelum ia kemudian bangkit dari duduknya untuk memenuhi panggilan Bu Khadijah yang telah menunggunya untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah…


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

11 GENRE ATAU JENIS CERITA FIKSI DALAM PENULISAN CERPEN DAN NOVEL

Menulis fiksi memiliki tantangannya sendiri yang tentu saja berbeda dengan menulis ilmiah. Fiksi menekankan kemampuan imajinasi dan daya khayal penulis dalam menghasilkan karyanya. Karena berdasarkan daya khayal dan imajinasi, maka tentu saja ada cukup banyak jenis cerita fiksi yang dihasilkan dan kemudian beredar di masyarakat.

Nah, sebenarnya ada berapa banyak sih, macam-macam penulisan cerita fiksi yang paling umum digunakan? Atau pada konteks yang lebih detail; apa saja genre cerita fiksi yang paling dikenal dalam dunia penulisan?

Untuk kamu yang mungkin juga penasaran dengan jawabannya, berikut akan dibahas satu-persatu.

11 Genre atau Jenis Cerita Fiksi Dalam Penulisan Novel dan Cerpen yang Paling Umum Digunakan

Photo by Victor on Pexels.com

“Perbedaan antara fiksi dan nonfiksi adalah bahwa fiksi harus benar-benar dapat dipercaya.”

Mark Twain

Dalam dunia penulisan, fiksi menempati urutan teratas sebagai jenis tulisan yang paling diminati. Pembaca dari seluruh dunia menyukai cerita fiksi sebagai salah satu jenis bacaan yang paling populer. Bahkan J.K. Rowling, penulis miliarder pertama yang ada di dunia, besar namanya karena karya fiksi yang dihasilkannya.

Buku Harry Potter yang ditulis oleh J.K. Rowling adalah sebuah jenis cerita fiksi yang penggemarnya sangat banyak di dunia. Ini jenis kisah fiksi yang klasik dan pada umumnya memang banyak digemari. Namun selain jenis klasik seperti Harry Potter, masih ada banyak lagi jenis fiksi yang populer dalam dunia kepenulisan.

Nah kira-kira apa saja jenis-jenis cerita fiksi dalam dunia penulisan secara umum? Berikut ulasannya.

Realistic Fiction atau Genre Cerita Fiksi Realistis

Source: GalaxyPress.com

Pengertian umum dari fiksi realistis atau realistic fiction adalah sebuah genre penulisan fiksi yang tidak nyata, namun dalam situasi sesungguhnya, kisah yang ditulis itu dapat menjadi nyata. Artinya, kisah fiksi jenis ini dapat saja terjadi dan menjadi kenyataan dalam kehidupan yang sesungguhnya. Dan jika hal tersebut terjadi  adalah bukan menjadi sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil.

Kisah seseorang yang misalnya putus cinta dan kemudian nekat melakukan bunuh diri dalam cerita fiksi, memiliki potensi untuk terjadi di dunia nyata. Jika kemudian ada seorang penulis yang membuat kisah fiksi bertemakan seseorang yang tewas bunuh diri karena putus cinta, maka berdasarkan garis besar cerita hal ini dapat dikategorikan sebagai realistic fiction atau genre cerita fiksi realistis.

Historical Fiction atau Genre Cerita Fiksi Sejarah

Source: Celadonbooks.org

Historical fiction adalah sebuah genre penulisan cerita yang menarik dan cukup banyak diaplikasikan. Pengertian utama dari historical fiction adalah penulisan cerita yang setting ceritanya merupakan sebuah kejadian tertentu dalam sejarah, yang setting atau latar belakang cerita merupakan kejadian real atau asli, sementara karakter yang diceritakan adalah rekayasa atau fiksi.

Dengan cara yang sama, historical fiction pun dapat berlaku sebaliknya. Bisa tokoh yang diceritakan atau karakter yang ditulis adalah real, sementara setting-nya merupakan rekayasa. Atau pada kesempatan yang berbeda misalnya adalah karakter dan setting yang digunakan adalah asli, sementara jalan cerita, konflik yang diangkat adalah pabrikasi atau rekayasa.

Science Fiction atau Genre Cerita Fiksi Ilmiah

Photo by Pixabay on Pexels.com

Pada umumnya genre fiksi ilmiah mengambil setting pada masa depan atau masa yang akan datang. Ciri khas utama dari genre penulisan cerita jenis ini adalah menggunakan elemen-elemen cerita yang sifatnya ilmiah dan bersumber pada ilmu pengetahuan. Dan karena ilmiah, science fiction tidak bisa dipisahkan pula dari subjek tentang teknologi dan kemajuan peradaban manusia.

Contoh cerita fiksi ilmiah yang mungkin paling kentara untuk dikenal adalah film Interstellar yang populer itu. Film ini berkisah tentang kehidupan pada masa yang akan datang dimana planet bumi tidak lagi layak huni dan manusia berusaha mengekplorasi ruang angkasa untuk menemukan rumah yang baru. Konsep tentang ruang angkasa, konsep tentang perbedaan ruang dan waktu, dan berbagai konflik cerita lainnya, semuanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup akurat untuk kemudian dibuktikan pada saat ini.

Fantasy Fiction atau Genre Cerita Fiksi Khayalan

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Ketika disebut fantasi, maka ini sudah pasti fiksi atau khayalan. Namun fantasy sebagai sebauh genre penulisan cerita memiliki makna yang lebih spesifik lagi untuk dapat diidentifikasi daripada jenis yang lainnya. Ciri utama dari cerita fiksi dengan genre fantasy adalah bahwa cerita ini dalam perspektif umum, tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Hal yang paling mudah untuk mengenal ciri-ciri cerita fiksi dengan genre fantasy atau khayalan adalah bahwa jalan cerita yang ditulis, atau karakter yang dikisahkan, atau pun setting yang dijadikan background penulisan, adalah sebuah imajinasi yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata. Cerita dalam video game dan film-film cukup banyak menggunakan genre ini, kamu dapat mengenalnya dengan melihat beberapa ciri-ciri yang paling dasar di atas.

Mistery Fiction atau Genre Cerita Fiksi Misteri

Photo by Lukas Medvedevas on Pexels.com

Cerita dengan genre misteri adalah sebuah cerita yang penulisan sepanjang cerita berkisah tentang teka-teki yang harus dipecahkan. Karakter utama yang diceritakan memiliki pengaruh atau peran besar untuk membongkar segala bentuk misteri, ketidaktahuan, teka-teki, dan juga berbagai pertanyaan sepanjang jalan cerita.

Genre misteri pada umumnya memunculkan ketegangan cerita sepanjang tulisan. Namun untuk memperkuat cerita atau penokohan, kadang dapat pula ditambahkan dengan beberapa pabrikasi yang berbeda. Subjek yang paling sering diangkat dalam penulisan cerita dengan genre misteri misalnya adalah tentang kriminalitas berupa pembunuhan, perampokan, pencurian, supranatural dan lain sebagainya.

Poetry Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Puisi

Source: Current Magazine

Penulisan cerita dengan genre puisi atau poetry tidak harus dalam bentuk sajak atau bait-bait. Kadang penulis yang lebih independen juga menggunakan gaya menulis prosa atau paragraf dalam menyampaikan gagasannya. Harus dibedakan bahwa genre puisi atau poetry dalam penulisan cerita fiksi, tidak sama halnya dengan penulisan kumpulan puisi yang mungkin sudah umum diketahui.

Ciri khas utama dalam penulisan cerita fiksi dengan genre poetry adalah penulisan cerita ini merupakan upaya untuk menciptakan respon menyentuh atau emosional bagi para pembaca. Karena sifatnya puisi, maka kata-kata yang digunakan pada umumnya indah dan memikat. Bentuknya mungkin saja berupa sajak-sajak, atau bisa juga dalam bentuk prosa umum.

Tall Tale Fiction atau Genre Cerita Fiksi yang Dibesar-Besarkan

Source: Scholastic

Tall tale atau dongeng pengertian utamanya adalah sebuah cerita yang tidak dapat dipercaya elemen penyusun penceritaannya, meskipun cerita tersebut dikatakan nyata dan faktual. Pada umumnya cerita dengan genre dongeng atau tall tale cenderung membesar-besarkan objek cerita menjadi sesuatu yang tampak sangat luar biasa untuk dibayangkan.

Seseorang yang bertemu harimau saat di hutan mungkin adalah kejadian nyata, namun ketika diceritakan dengan dibesar-besarkan ia dapat berubah menjadi tall tale genre atau dongeng. Misalnya dikatakan bahwa harimaunya sebesar gajah, taringnya sepanjang satu meter, matanya laksana bola kasti, dan aumannya seperti petir, dan lain sebagainya.

Fairy Tale atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Dongeng yang Ajaib

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Fairy tale mungkin hampir sama seperti genre fantasi atau khayalan dalam hal bahwa banyak elemen pembentuk cerita yang tidak dapat dipercaya keasliannya. Namun untuk fairy tale sendiri memiliki ciri khusus yang umumnya mengangkat unsur yang sifatnya magic, supranatural, ajaib dan sangat luar biasa.

Dengan unsur ajaib dan magic yang menjadi pembentuk umum ceritanya, maka fairy tale kadang tidak dapat lepas dari hal-hal yang menarik seperti naga, peri, penyihir dengan sapu terbang, ikan duyung atau mermaid, permadani terbang, lampu ajaib dan sebagainya. Contoh dari Fairy tale pasti kamu sendiri dapat menyebutkannya dengan mudah, ya kan?

Myth Fiction atau Genre Cerita Fiksi Berupa Mitos

Source: Pinterest

Secara spesifik, genre myth atau mitos dapat diungkapkan sebagai upaya rakyat atau masyarakat untuk menjelaskan bagaimana sesuatu terjadi, atau bagaimana sesuatu akan menjadi. Mitos kadang memiliki korelasi dengan dunia modern yang mungkin dapat ditemukan relevansinya secara kuat. Walau tentu saja, genre ini tetap disebut mitos karena tidak ada unsur keaslian yang dapat dipertanggungjawabkan dalam subjek yang diceritakan.

Mitos tentang dewa dewi bangsa Yunani, bangsar Mesir dan lainnya, adalah contoh cukup umum mengenai genre ini. Di dalam negeri sendiri, kisah tentang Nyo Roro Kidul sang penguasa Pantai Selatan adalah salah satu contoh yang cukup kuat. Sementara pada mitos modern yang lebih umum misalnya dapat ditemukan subjek tentang adanya bigfoot, mermaid, mau pun Loch Ness.

Fable atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Fabel Perumpamaan

Source: Materi.co.id

Beberapa pengertian mengatakan jika fabel adalah cerita fiksi yang menggunakan karakter binatang sebagai penokohan utama. Binatang dalam fabel umumnya digambarkan memiliki sifat-sifat dan kemampuan seperti manusia. Mereka bisa berbicara, berinteraksi, memiliki pandangan sosial dan juga tentu saja memiliki karakter yang rumit dan menarik seperti halnya manusia.

Namun fabel secara khusus tidak hanya melulu menggunakan imaginer dari dunia binatang. Fabel juga kadang menggunakan tumbuh-tumbuhan, benda-benda angkasa, atau bahkan bebatuan dan lain sebagainya. Ciri paling umum dari sebuah fabel adalah, bahwa apa pun analogi yang dipergunakan, tujuan utamanya adalah menyampaikan pesan dan pengajaran kepada manusia.

Legend atau Genre Cerita Fiksi Berbentuk Legenda

Photo by KEMAL HAYIT on Pexels.com

Jenis cerita fiksi Putri Tangguk atau jenis cerita fiksi Kasuari dan Mara Mahkota adalah contoh dari cerita berbentuk legenda. Pengertian umum dari genre ini adalah sebuah cerita yang bisa berdasarkan kisah nyata tentang seseorang atau sesuatu kejadian yang tidak dapat dibuktikan keabsahannya lagi, karena sudah terlampau banyak mengalami penambahan dan fabrikasi.

Legenda pada umumnya juga memadukan antara cerita rakyat dan juga unsur kepahlawanan, karena itulah kemudian, pada legenda ditemukan percampuran yang kuat  antara unsur yang dianggap nyata dengan unsur yang tidak mungkin terjadi.

Legenda tentang Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat dari Sumatera Selatan, legenda tentang Sangkuriang dan gunung Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, atau legenda tentang Bandung Bondowoso dan Candi Prambanan di Jawa Tengah, adalah contoh yang cukup baik untuk melukiskan cerita fiksi dengan genre legenda yang dimaksud.

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Dalam penulisan, selain cerita fiksi dikenal pula jenis cerita non fiksi yang merupakan cerita didasarkan pada fakta-fakta yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan. Cerita non fiksi tidak dapat ditambah atau dikurangi sesuai kehendak hati penulis. Unsur fakta dan riil adalah sesuatu yang menjadi fundamental dalam penulisan cerita non fiksi.

Sama halnya dengan cerita fiksi yang memiliki banyak genre, jenis cerita non fiksi pun banyak memiliki jenis untuk diketahui. Ada misalnya genre biography, autobiography, opini, informational, dan lain sebagainya. InsyaAllah genre-genre ini akan dibahas dalam postingan yang lain.

Nah, dengan mengetahui berbagai genre penulisan 11 jenis cerita fiksi di atas, sekarang kamu tertarik untuk mengaplikasikan genre yang mana dalam penulisan novel atau cerpen yang akan kamu tulis?

Pokoknya, selamat menulis, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑