APA ITU PLOT TWIST: PENGERTIAN, JENIS DAN CONTOHNYA

Plot twist adalah sebuah cara membuat efek kejut dalam alur cerita.

Itu adalah pengertian plot twist yang sederhana dan mungkin dipahami oleh banyak orang. Namun jika ditelusuri lebih lanjut, plot twist tentu saja tidak hanya sesederhana itu.

Nah, apa yang dimaksud plot twist, apa pula jenis-jenis plot twist dan contohnya? Penulis Gunung akan membahasnya untuk kamu dalam artikel ini.

Pengertian Plot Twist dan Jenis-Jenis Plot Twist serta Contohnya dalam Cerita

Photo by Bella White on Pexels.com

Jadi apa yang dimaksud dengan plot twist?

Sebelum Penulis Gunung menjawab apa itu plot twist dan contohnya secara lengkap, saya mungkin akan mengajak kamu untuk sedikit berfantasi dan mengingat kembali beberapa novel, cerpen, film atau pun serial TV yang pernah kamu tonton.

Instruksinya adalah;

Ingat salah satu cerita dimana kamu menemukan alur cerita yang benar-benar berbeda dari dugaan kamu sebelumnya. Jika misalnya kamu menyangka alur cerita akan berjalan seperti A, B, C dan D. realitasnya, justru cerita akan berjalan menjadi X, Y, Z dan sebagainya.

Sekarang ingat alur ceritanya dan mari saya ajak untuk memahami pengertian plot twist secara yang lebih lengkap.

Pengertian Plot Twist

Photo by Nothing Ahead on Pexels.com

Plot twist adalah perubahan alur cerita dalam novel, cerpen, film, sinetron, drama atau apa saja yang meruntuhkan ekspektasi pembaca sebelumnya. Plot twist nampak benar-benar berbeda atau bahkan bertolak belakang dari cerita yang digambarkan oleh penulis pada awalnya.

Jika sebuah plot benar-benar dapat dipraktikkan sempurna oleh penulis, maka ia sangat ampuh untuk menimbukan efek keterkejutan pada pembaca. Lebih jauh, plot twist juga dapat meningkatkan keterlibatan perasaan pembaca dalam cerita.

Jadi, jika dimaknai secara lebih mudah penggunaan kata plot twist, maka ia adalah sebuah cara manipulatif penulis cerita untuk ‘menyesatkan’ dugaan pembaca tentang alur cerita dengan cara memberikan beberapa gambaran awal yang seolah-olah adalah alur cerita sebenarnya.

Jenis-Jenis Plot Twist yang Paling Umum

Photo by Alex Bogo 2nd Accident on Pexels.com

Hingga sekarang para penulis novel, penulis skenario film, penulis cerpen atau pun strory teller profesional yang mengarang cerita mereka sendiri, terus mengembangkan cara membuat plot twist yang menarik dan benar-benar memiliki efek kejut bagi pembaca.

Namun dalam banyak alur, beberapa plot twist yang paling umum dikenal misalnya adalah sebagai berikut;

  • Kemunculan tokoh cerita yang datang entah darimana kemudian menjungkirbalikkan semua narasi yang telah ada sebelumnya.
  • Satu karakter cerita yang seharusnya menjadi teman atau sahabat bagi tokoh protagonis, ternyata adalah orang yang jahat dan menjadi antagonis yang sebenarnya.
  • Satu bagian cerita yang nampaknya sangat penting namun ternyata tak lebih dari fakta sampingan yang hampir tidak memberi kontribusi besar dalam upaya protagonis menyelesaikan konflik.
  • Pada saat konflik utama cerita usai dan berhasil diselesaikan oleh tokoh protagonis, tiba-tiba muncul konflik tambahan yang membuat intensitas cerita justru semakin meningkat atau masih berlanjut. Jenis plot twist seperti ini kadang diartikan pula sebagai spoiler. Jadi, dengan kata lain spoiler plot twist adalah konflik tambahan yang tak terbayangkan ketika konflik utama sudah selesai.
  • Sebuah flashback yang memberikan gambaran informasi cerita yang sudah diketahui oleh para pembaca namun sama sekali tidak diketahui oleh karakter atau tokoh.
  • Sebuah informasi baru yang menyebutkan bahwa cerita yang barusan disampaikan kepada pembaca berasal dari sumber yang salah dan menyesatkan.

Beberapa Contoh Plot Twist yang Menarik dalam Novel dan Film

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Nah, setelah kamu mengenal pengertian plot twist dan mengerti pula beberapa jenis plot twist yang paling umum dipergunakan, selanjutnya saya akan mengajak kamu untuk melihat contoh plot twist dalam novel atau pun film.

Tentu saja ada sangat banyak plot twist yang dapat digunakan sebagai contoh dalam hal ini. Namun, saya akan menyajikan beberapa di antaranya saja untuk memudahkan kamu memahaminya.

Plot Twist dalam Novel Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Jika kamu adalah pembaca novel yang sangat mengharapkan sebuah plot twist yang kaya, novel ini harus kamu baca.

Dalam novel Merapi Barat Daya plot twist terjadi berkali-kali dan sama sekali diluar prediksi pembaca. Penegasan karakter utama dilakukan dengan plot twist, eksekusi tokoh antagonis juga dilakukan dengan plot twist bahkan, ending cerita ini juga berakhir dengan plot twist.

Keunikan inilah yang membuat rating novel Merapi Barat Daya hampir selalu sempurna dalam review para pembaca.

Plot Twist dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka

Plot twist yang paling kentara dalam novel legendaris karya sastrawan besar Indonesia ini adalah ending-nya. Siapa yang akan menyangka bahwa pada akhirnya Hayati dan Zainuddin tidak akan pernah bersatu untuk selamanya?

Kematian Hayati dalam peristiwa tenggelamnya kapal yang membawanya pulang dari Surabaya ke Padang sama sekali tidak diprediksi walaupun judul novel ini sendiri sudah menyebutkan peristiwa tersebut.

Plot Twist dalam Novel Song of Ice and Fire (Adpatasi Film Game of Thrones) – George R.R. Martin

Source: Game of Thrones

Seorang tokoh cerita bernama Ned Stark yang semula diasumsikan pembaca sebagai protagonis utama dalam cerita justru tewas dipenggal dan terbunuh. Cerita ternyata mengarahkan kejadian pada anak-anak Ned Stark.

Cerita yang sebenarnya justru berpusat pada anak-anak mereka yang merupakan tokoh protagonis utama dalam cerita.

Plot Twist dalam Film SAW – Leigh Whannel dan James Wan

Mungkin ini bukan plot twist terbaik, namun kamu pastinya sudah pernah menonton film SAW, kan?

Itu adalah sebuah film horor yang mengerikan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang terencana.

Dalam salah satu scene film SAW, digambarkan sesosok mayat hidup kembali setelah tewas dan mengungkapkan bahwa ia adalah tokoh pembunuhan yang sebenarnya.

Plot Twist dalam Film Shutter Island – Denis Lehane

Source: Gucca

Contoh terakhir yang dapat kamu lihat bagaimana film plot twist adalah dalam Shutter Island, sebuah film horror psikologis yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Dalam film ini kamu akan melihat pembelokan alur cerita yang benar-benar mengejutkan, bahkan hingga ending cerita dimana tokoh utama sendiri ternyata ikut terlibat di dalamnya.

BACA JUGA:

Selain contoh-contoh di atas, tentu saja masih sangat banyak contoh plot twist lainnya yang sangat menarik untuk kamu ketahui. Sebagai seorang penulis, kamu dapat membaca sebanyak mungkin referensi untuk menambah wawasanmu mengenai plot twist.

Novel plot twist adalah sebuah gaya bercerita yang menarik dan memberikan pengalaman yang bebeda bagi pembaca dalam mengikuti alur cerita. Membuat plot twist terbaik membutuhkan skill dan kemampuan yang  tentunya harus diasah dengan baik pula.

Jadi, selamat berlatih, ya.

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah hidup dan pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku bersama kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PENGERTIAN DAN CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA DALAM NOVEL

Ada begitu banyak contoh sudut pandang orang pertama dalam penulisan novel yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebagai penulis, kamu tentunya tidak asing dengan penggunaan sudut pandang orang pertama semacam ini, bukan?

Sebagai salah satu sudut pandang dalam penulisan cerita, orang pertama memiliki beberapa keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh sudut pandang lainnya. Para pembaca yang masuk dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama akan menemukan dunia cerita persis seperti tokoh utama cerita melihatnya.

Lantas, apa saja contoh sudut pandang orang pertama dalam cerita dan bagaimana pula pengertian komprehensifnya?

Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama dan Pengertiannya dalam Cerita

Photo by Gaspar Zaldo on Pexels.com

Dalam penulisan cerita fiksi atau non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca.

Sebelum membahas contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dalam sebuah cerita, yuk, refresh kembali pengertianmu mengenai sudut pandang.

Jadi, apa sih, yang dimaksud dengan sudut pandang dalam cerita,

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Secara umum sudut pandang adalah cara penulis memposisikan dirinya dalam cerita yang ia tuliskan. Di samping sudut pandang orang pertama, kamu pasti sudah mendengar istilah sudut padang orang kedua, orang ketiga dan turunannya, bukan?

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of view.

Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang Orang Pertama

Photo by Yura Forrat on Pexels.com

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung sudah mengulas dengan lengkap mengenai jenis-jenis sudut pandang dalam cerita. Contoh sudut pandang orang kedua, contoh sudut pandang orang ketiga dan semacamnya dapat kamu temukan dalam artikel tersebut. Tautan artikelnya sendiri dapat kamu lihat disini.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mengajak kamu untuk berfokus hanya pada sudut pandang orang pertama saja. Jadi, mari sejenak lupakan mengenai sudut pandang lainnya, ya.

Sudut pandang orang pertama sendiri memiliki dua jenis yang paling umum, yaitu;

  1. Sudut pandang orang pertama pelaku tunggal.
  2. Sudut pandang orang pertama pelakujamak.

Dalam penjabarannya nanti, kamu juga bisa melihat bahwa sudut pandang orang pertama pelaku tunggal juga dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni;

  1. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis menjadi pelaku utama cerita. dan,
  2. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis bukan menjadi pelaku utama dalam cerita.

Supaya lebih jelas, mari saya ajak kamu untuk membahasnya satu-persatu.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Photo by Anthony on Pexels.com

Sudut pandang orang pertama tunggal adalah ketika penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita.

Jadi, penulis disini sekaligus bertindak sebagai pelaku dalam cerita yang ia tulis.

Umumnya dalam sudut pandang orang pertama tunggal penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita. Kamu tentunya dapat mengidentifikasi jenis sudut pandang semacam ini dengan mudah, bukan?

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Monstera on Pexels.com

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca.

Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti.  

Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Dalam penulisan yang umum, sudut pandang orang pertama disebut pula sebagai sebagai sudut pandang kesatu. Penceritaan menggunakan sudut pandang ini memiliki keunggulan dan juga kekurangan.

Sebagai karakter utama dalam cerita, kamu dapat benar-benar menyatu menyampaikan keutuhan jalan cerita secara subyektif.

Itu adalah salah satu keunggulan yang menarik.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama

Photo by Anna-Louise on Pexels.com
Entah sudah berapa kali aku menapakkan kakiku di tebing ini. Sejak aku diterima menjadi anggota dari Mapala Cakra Rimba di kampusku, tebing ini adalah tempat favoritku. Dari kampus lokasi tebing ini tidak jauh sementara dari kost ku pun demikian. Bahkan jika sedang semangat berlari di pagi hari, aku bisa menjangkau lokasi tebing ini dalam waktu 3 jam dengan jogging. Melelahkan memang, tapi apa yang dimiliki oleh tebing ini akan membuatku segera melupakan rasa lelahku.

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Tunggal Bukan Tokoh Utama

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan.

Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita.

Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Sudah tiga kali aku nyaris mati sejak memutuskan untuk mendampinginya. Pertama, ketika sekelompok orang berusaha mencegat kami dengan persenjataan lengkap pada tahun 2007, tidak jauh dari kota Bogor. Kemudian aku juga hampir kehabisan napas ketika mendampinginya ke pedalaman Papua dimana beberapa orang bayaran berusaha menembaki mobil yang kami tumpangi. Dan ketiga hari ini, ketika dua orang yang diidentifikasi sebagai kaki tangan agen Mossad meletupkan hampir sepuluh tembakan ke arah kami. Apa yang aku pelajari dari semua kejadian ini? Aku hanya melihat semangat dan tekadnya justru kian berkobar. Tak pernah berniat untuk mundur sedikit pun.

Di samping cerita bebas seperti di atas, contoh sudut pandang orang pertama pelaku sampingan bisa pula dilihat misalnya dalam sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea.

Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sekali lagi jika dilihat dari narasi yang umumnya dibangun, sudut pandang orang pertama baik ia sebagai pelaku utama atau pun ia sebagai pelaku sampingan, selalu diperoleh narasi subyektif yang menarik.

Pada narasi semacam ini kamu dapat betutur semaumu dengan mengatasnamakan karakternya langsung. Hal ini tentu saja misalnya jika kamu bandingkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal.

BACA PULA:

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Photo by David Morris on Pexels.com

Jenis sudut pandang orang pertama jenis kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak.

Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Setelah berlalu hampir satu bulan setelah kesepakatan itu, kami sudah tidak tahan lagi. Kesabaran kami sudah habis, sumur-sumur yang biasa kami gunakan untuk menimba air untuk minum dan mencuci sama sekali sudah kering. Atau jika belum kering, airnya dangkal dan keruh, kadang juga memiliki aroma tak sedap. Ini benar-benar mimpi buruk, lima tahun sebelumnya kampung kami baik-baik saja. Kami bahkan biasa mengairi kolam di depan rumah kami dengan air yang melimpah. Namun semuanya berubah setahun belakangan, sejak perusahaan perambah itu menebangi hutan-hutan di atas kampung kami.

Contoh sudut pandang orang pertama dan ketiga adalah contoh yang mungkin paling banyak digunakan sebagai cara untuk menuturkan cerita. Namun sekali lagi, jika kamu ingin lebih bebas menyampaikan subyektifitas pemikiranmu melalui tokoh karakter dalam cerita, maka sudut pandang orang pertama dapat lebih mudah untuk kamu pertimbangkan.

Berani?

Menulis kisah hidupmu dalam waktu tiga bulan menjadi sebuah buku?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENJADI PENULIS NOVEL: INI 9 LANGKAH YANG BISA KAMU LAKUKAN

Bagaimana cara menjadi penulis novel?

Terus terang, ini adalah pertanyaan yang hampir saya terima setiap hari. Menariknya beberapa penanya nampaknya ada yang sekedar iseng saja, namun ada juga yang serius bertanya. Untuk yang serius seperti ini saya akan mengarahkan mereka pada beberapa tulisan saya sebagai jawabannya.

Tentu saja ada banyak sekali cara untuk menjadi seorang penulis novel, kamu mungkin juga mengetahui beberapa di antaranya. Namun kali ini saya akan mengajak kamu untuk langsung pada langkah praktisnya saja. Dari uraian ini nanti kamu akan melihat bahwa syarat menjadi penulis novel sebenarnya tidaklah sulit untuk dilakukan.

9 Langkah Mudah Cara Menjadi Penulis Novel

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

“Kombinasi antara kesabaran, ketekunan, dan kerja keras, adalah rumus untuk mencapai kesuksesan yang tak terkalahkan”

A Wan Bong

Profesi penulis memang menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Memiliki karya berbentuk buku, dikenal masyarakat luas, serta peluang memperoleh gaji penulis novel yang cukup besar adalah beberapa faktor yang mendorong orang mendambakan hal tersebut.

Meskipun tidak sulit, namun profesi penulis juga membutuhkan semangat dan kerja keras supaya dapat berhasil. Selain itu, berbagai strategi dan tips menjadi penulis pun perlu untuk dicermati supaya berhasil di bidang satu ini.

Pada dasarnya ada banyak sekali tips dan cara menjadi penulis yang seringkali dibagikan, baik melalui media internet, medsos, video, atau bahkan dalam bentuk buku bacaan. Beberapa penulis mungkin membagikan cara yang agak berbeda dari sisi rincian, namun pada dasarnya berbagai kiat menjadi penulis yang sukses tetaplah sama dalam konsepnya.

Lantas, apa sajakah sebenarnya tips dan langkah yang dapat diterapkan untuk menjadi seorang penulis?

Kali ini www.penulisgunung.id akan membagikan 9 langkah mudah cara menjadi penulis novel pemula yang bisa kamu praktikkan. Dengan mengikuti 9 langkah  ini secara konsisten, Insya Allah keinginanmu untuk menjadi seorang penulis akan terwujud.

Berikut langkah-langkahnya.

BACA JUGA:

Temukan Alasan Terbesar Kamu Ingin Menjadi Penulis

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Langkah pertama yang paling saya sarankan untuk kamu yang ingin menjadi seorang penulis adalah dengan menemukan alasanmu terlebih dahulu. Jadi, cari tahu apa sebenarnya tujuanmu dengan menjadi seorang penulis?

  1. Apakah kamu menulis karya ingin dikagumi?
  2. Apakah karena kamu ingin terkenal?
  3. Apakah karena kamu ingin punya banyak uang?
  4. Apakah karena kamu ingin memiliki karya dan bisa berbagi gagasanmu dengan orang lain melalui buku?
  5. Apakah karena hanya sekedar ingin menulis saja?

Semakin kuat alasan kamu untuk menjadi penulis, maka semakin besar peluang kamu untuk sukses di dalamnya.

Tidak masalah jika kamu menulis karena kamu ingin kaya dan dikagumi, atau karena kamu ingin terkenal dan dapat banyak uang. Hal terpenting dari alasan ini adalah karena ia akan menjadi tenagamu menulis dengan tekun, konsisten dan disiplin.

Cara menjadi penulis novel online dibayar dengan harga yang layak itu membutuhkan perjuangan, dan kamu tidak akan kuat berjuang jika alasanmu menulis tidak kuat.

Kamu harus menyelami dirimu sendiri untuk kemudian menemukan sebuah jawaban paling mendasar mengenai untuk tujuan apakah sebenarnya kamu ingin menjadi seorang penulis.

Tulislah 50 Kata

Photo by Magda Ehlers on Pexels.com

Jika kamu bisa menulis sebanyak 50 kata, berbangga hati-lah, artinya kamu sudah mampu menghasilkan satu buah paragraf.

Lalu, apakah menulis 50 kata itu mudah?

Tentu saja mudah, bahkan untuk kamu yang telah terbiasa merangkai kata dan menulis puisi, didukung lagi dengan wawasan yang luas karena gemar membaca misalnya, maka akan dapat menulis lebih banyak kata lagi. Bahkan tidak hanya 50 kata, kamu juga bisa menulis 100 kata, 200 kata atau bahkan lebih banyak daripada itu.

Inti dari semangat yang kedua ini adalah jangan ragu memulai dari sesuatu yang terlihat kecil dan sepele. Apakah kamu mencari cara menjadi penulis novel di wattpad atau pun di media apa saja, kamu dapat memulainya dari yang paling kecil sekali pun.

Apa pun itu, bukan saja dalam dunia menulis, meskipun dimulai dari sesuatu  yang kecil dan remeh, namun jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten, Insya Allah akan mencapai keberhasilan.

Tulislah 400 Kata

Photo by Cup of Couple on Pexels.com

Seperti langkah sebelumnya, langkah ketiga dari cara menjadi penulis novel online atau novel offline ini juga mengilustrasikan proses dan ketekunan.

Jika sebelumnya kamu diumpamakan dapat membentuk sebuah paragraf dengan hanya menulis 50 kosa kata, sekarang coba tambah kosa katanya menjadi 400 kata dan itu akan menjadi satu halaman buku.

Jika panjang paragrafnya rata-rata adalah 50 kata, maka kamu perlu membuat paragraf sebanyak 8 kali untuk menjadikannya sebagai sebuah halaman yang utuh,  atau dengan total jumlah rata-rata sebanyak 400 kata.

Sekarang bayangkan jika setiap hari kamu dapat menulis sebanyak 400 sampai 500 kata.

Itu artinya kamu menulis satu halaman buku setiap harinya. Tentu saja ini adalah salah satu kriteria penulis  yang produktif dan konsisten yang merupakan inti dari cara menjadi penulis novel yang sukses.

Tulislah 300 Halaman

Photo by Tembela Bohle on Pexels.com

Selanjutnya jika kamu konsisten menulis 50 kata menjadi satu paragraf dan 400 kata menjadi satu halaman, maka dalam waktu satu tahun kamu akan memiliki sebuah naskah buku.

Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melakukan hal ini.

Selama kamu disiplin dan konsisten untuk selalu menulis setiap hari, maka dalam waktu yang dapat kamu perhitungkan sendiri, kamu akan segera memiliki sebuah naskah buku atas namamu.

Arti penting dari cara menjadi penulis noveltoon atau wattpad, atau apa pun aplikasi menulis yang kamu gunakan adalah; bahwa dalam dunia penulisan, awalan yang kecil namun dikerjakan secara kontinyu akan memiliki dampak yang signifikan.

Di samping akan membawa kamu untuk semakin dekat pada tujuanmu sebagai penulis profesional setiap harinya, menulis secara konsisten seperti  ini juga dapat membantu melatih kedisiplinan dirimu sendiri.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Beberapa penelitian mengatakan; untuk membentuk suatu habit atau kebiasaan, seseorang setidaknya harus melakukan sesuatu itu selama 100 kali berturut-turut.

Ada pula penelitian lain yang mengatakan jumlah yang berbeda. Sementara yang lain juga mengungkapkan bahwa kebiasaan akan terbentuk dalam kurun waktu 100 hari jika sesuatu itu dikerjakan tanpa putus setiap harinya.

Namun teori yang paling sederhana dan juga lebih mudah untuk diaplikasikan adalah dengan menetapkan waktu selama 40 hari berturut-turut tanpa putus.

Jadi jika kamu secara konsisten menulis setiap hari sebanyak satu halaman dalam waktu 40 hari secara kontinyu, maka itu sudah cukup untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan atau habit-mu.

Lalu pertanyaannya; Mengapa menulis harus menjadi sebuah kebiasaan atau habit?

Kebiasaan atau habit akan memprogram kinerja seseorang untuk melakukan sesuatu secara konsisten, bahkan mungkin ketika dalam alam bawah sadarnya sekali pun.

Dengan menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian penting dari kebiasaan atau habit, maka pada perkembangannya habit itu akan membantumu untuk menjadi seorang penulis yang produktif.

Dan tidak ada rahasia lain, membangun kebiasaan menulis ini adalah cara menjadi penulis novel bagi pemula untuk mencapai kesuksesan mereka.

BACA PULA:

Lakukan Editing Re-Writing

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Menulis dan membaca adalah pasangan yang sudah lazim diketahui.

Namun bagi seorang penulis, atau bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil maka pasangan kata menulis dan membaca saja masih kurang.

Lantas apa tambahan lagi untuk perpaduan yang sempurna sebagai spirit bagi seorang penulis?

Jika membaca adalah asupan pikiran seorang penulis, maka menulis adalah bentuk produktivitas dan aktivitas utama yang dilakukannya. Untuk menyempurnakan kombinasi yang menarik ini, cara menjadi penulis novel yang baik dan berhasil menuntut pula untuk melakukan editing atau penyuntingan, khususnya tulisannya sendiri.

Dengan sering melakukan pengeditan, kemudian menuliskan kembali naskah yang ia tulis pada beberapa bagian yang dianggap perlu, maka kemampuan menjadi seorang penulis akan semakin baik.

Menulis, membaca, kemudian menyunting atau mengedit, jika dilakukan secara kontinyu dan teratur, maka akan menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan seorang penulis.

Dapatkan Kritik juga Saran

Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Selanjutnya cara yang dapat kamu lakukan untuk menjadi seorang menulis adalah jangan ragu untuk mempublikasikan tulisanmu.

Seorang penulis yang baik akan selalu terbuka kepada kritik mau pun saran. Dengan kritik dan saran itulah kemudian seorang penulis dapat mengetahui apa saja yang mesti ia perbaiki dalam proses penulisan yang ia lakukan. Ini juga cara ingin menjadi penulis novel yang dapat kamu tempuh; dapatkan kritik juga saran.

Untuk mendapatkan feedback tulisannya, seorang penulis pemula saat ini memiliki banyak sekali pilihan untuk berinteraksi.

Kamu bisa memposting tulisanmu di media sosial semacam facebook, kemudian meminta teman-temanmu untuk mengkritisinya. Atau jika kamu suka, kamu juga dapat membuat sebuah blog dan memposting tulisan-tulisan kamu di sana.

Dalam langkah ini ingatlah selalu untuk berpikiran terbuka terhadap kritik. Jika kamu ingin kemajuan pada penulisan yang kamu lakukan, maka memperoleh ulasan baik ia berupa kritik atau pun saran, sangat mutlak kamu perlukan.

Masa Bodoh dengan Penolakan

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Apakah setiap penulis besar yang saat ini sukses dan terkenal itu tidak pernah ditolak?

Tentu saja pernah, bahkan mungkin sering, sampai kemudian mereka berhasil menemukan waktu dan tempat dimana kesuksesan menyambut mereka.

J.K. Rowling, si penulis mahakarya Harry Potter yang terkenal itu, yang ia adalah satu-satunya miliarder dunia yang berasal dari kalangan penulis, berpuluh kali ditolak sebelum bukunya meledak di pasaran.

Naskah Harry Potter dan dunia sihir menyihir yang ditulis oleh J.K. Rowling ditolak berulang kali, namun Rowling tak menyerah. Jika pada saat dua atau tiga kali penolakan saat itu ia langsung menyerah, maka kita semua tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter sampai sekarang.

Jadi, cara agar bisa menjadi penulis novel yang sukses itu adalah menganggap penolakan sebagai dorongan untuk terus berjuang. Masa bodoh dengan penolakan.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka milikilah mental seorang penulis. Dan mental penulis yang sukses adalah tidak pernah khawatir akan penolakan. Penolakan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, nikmati saja sambil terus memperbaiki tulisan yang kamu hasilkan.

Membacalah.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca, maka perbanyaklah membaca

A Wan Bong

Selanjutnya tips untuk menjadi penulis hebat yang terakhir adalah kamu harus menyediakan waktu untuk membaca jika sedang tidak menulis. Bacalah buku-buku hasil karya dari para penulis yang lebih hebat daripada kamu.

Baca, perhatikan, resapi, dan selami kata per katanya.

Jika penulis itu mengungkapkan kesedihan, bagaimana ia menuliskannya. Jika sang penulis itu menceritakan kegembiraan, bagaimana ia mengungkapkannya. Kamu harus mempelajari hal ini jika waktumu sedang tidak menulis.

Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu sendiri, membaca hasil karya orang yang lebih baik darimu akan memberikan perspektif yang lebih kaya dalam gaya dan penulisanmu sendiri.

Jadi perbanyaklah membaca, itu adalah jawaban dasar dari pertanyaan bagaimana cara menjadi penulis novel yang baik.

Sekali lagi, perbanyaklah membaca.

BACA JUGA:

Kunci Paling Penting untuk Sukses Menjadi Penulis

Photo by Sergij on Pexels.com

Untuk menghasilkan buku dan karya tulis pada dasarnya bukan sesuatu  yang sulit.  Syarat utama yang kamu perlukan adalah konsistensi dan ketekunan.

Dalam menulis, istilah perlahan tapi pasti itu adalah prinsip yang hampir mencakup semuanya. Jadi dengan kata lain, ketekunan dan kesungguhan menulis kunci utamanya adalah dengan berfokus pada progress yang kamu lakukan setiap harinya.

Meskipun demikian ada beberapa orang yang kadang tetap saja memaksakan diri untuk mendapatkan hasil dengan cara yang instan, termasuk juga dalam dunia kepenulisan. Padahal jika kamu ingin menjadi penulis yang berhasil, maka tidak ada cara yang instan.

Kamu harus berproses, mengikuti alur, belajar dari kesalahan, dan terus meningkatkan kemampuan.  Tanpa kesediaan untuk melakukan itu semua, rasanya tidak mudah mewujudkan mimpi untuk jadi seorang penulis yang sukses.

Sekarang, jika kamu mempraktikkan dengan sungguh-sungguh 9 langkah cara menjadi penulis novel yang disampaikan di atas, Insya Allah kamu hanya perlu bersabar untuk menemukan kesuksesan menyambutmu dengan suka cita.

KAMU SERIUS INGIN JADI PENULIS?

Dengan mengikuti kelas menulis Penulis Gunung ID kamu dipastikan bisa menjadi penulis dan menghasilkan buku dalam waktu 3 bulan saja. Nggak percaya? Coba saja langsung, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


CARA TERMUDAH MENULIS ARTIKEL ADALAH 6 LANGKAH BERIKUT, BENARKAH?

Bagi beberapa orang menulis artikel adalah sebuah tantangan yang serius. Padahal jika kamu mengetahui tips dan caranya, menulis artikel bisa sama mudahnya dengan bercerita, atau seperti ngobrol dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak tips dan cara menulis artikel yang dianggap paling efektif, bahkan untuk kamu yang belum terbiasa melakukannya sekali pun. Di antara banyak tips tersebut, 6 langkah berikut ini adalah yang paling populer. Jika kamu merasa ragu dengan formulanya, kamu tentu saja dapat mengujinya dengan menulis struktur artikel dengan 6 langkah berikut ini nantinya.

Kamu butuh?

Ghost writer berpengalaman untuk menulis artikel, buku atau apa saja?

Benarkah Cara Paling Efektif Menulis Artikel Adalah Dengan 6 Langkah Berikut?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Tentunya untuk tiap jenis-jenis artikel, aplikasi penulisannya pun memiliki peredaan. Namun secara garis besar formula yang dibutuhkan untuk menuliskannya adalah sama. Jika kamu mengetahui formulasi ini sebagai jurus dasar dalam menulis artikel, maka apa pun artikel yang kamu tuliskan tidak akan menjadi soal lagi.

Apa pun tujuan artikel yang kamu tuliskan nantinya, 6 langkah berikut ini nanti layak untuk kamu coba.

Langkah-langkah ini dipilih oleh Penulis Gunung karena melihat ada korelasinya dengan metode menulis fiksi. Ini mungkin akan terlihat unik, namun di sisi yang lain akan membuat proses menuliskannya menjadi jauh lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa sajakah 6 langkah menulis artikel tersebut?

Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

BACA PULA:

Memilih Topik Artikel dan Menulis Draff Kasar

Photo by Kulbir on Pexels.com

Jika ini adalah artikel bebas yang kamu ingin tulis hanya untuk menyampaikan pendapat, ide dan gagasan kamu saja, maka mantra pertama yang harus kamu gunakan adalah dengan memilih topik artikel yang kamu suka.

Memilih topik artikel yang kamu suka dapat bersifat temporer yang artinya kamu tidak perlu terikat untuk memilih artikel yang benar-benar kamu sukai. Jika dalam satu dua minggu ini kamu misalnya menyukai menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik, maka kamu dapat memilih topik tentang itu untuk artikel yang kamu tuliskan.

Dibandingkan memilih topik artikel menanam sayuran menggunakan teknologi hidroponik yang luas, kamu dapat mempesempitnya dengan misalnya; menanam sayuran dengan teknologi hidroponik di lahan pekarang rumah yang sempit. Intinya adalah, semakin spesifik topik yang kamu pilih, maka akan semakin mudah kamu menuliskan artikel itu nantinya.

Selanjutnya apa lagi?

Lupakan dulu struktur artikel dan berbagai aturan formal yang bikin stress. Kamu cukup menuliskan apa pun yang terbayang dalam benakmu mengenai topik yang kamu pilih tadi.

Ini semacam brainstroming dalam penulisan artikel. Jadi, apa pun yang tiba-tiba muncul di kepalamu terkait dengan topik penulisan artikel yang kamu pilih, tuliskan saja. Biarkan saja jika draf ini kasar dan mungkin terlihat seperti corat coret yang tidak jelas. Akan tetapi pastikan kamu menuliskan semua idemu di sana.

Hindari untuk bersikap analitis dalam langkah yang pertama ini. Semakin santai kamu melakukannya, itu semakin bagus. Tuliskan saja ide yang terlintas di kepalamu atau beberapa hal tentang topik yang kamu ketahui.

Setelah selesai, istirahatlan sejenak. Kamu sekarang sudah memiliki draff artikel yang hanya kamu bisa menuliskannya.

Bayangkan Dirimu Menjadi Pembaca Artikel

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, ini yang saya suka dalam menulis artikel ilmiah namun dengan langkah seolah menulis fiksi yaitu kamu juga bisa berimajinasi dalam melakukannya.

Setelah draff kasar selesai, kamu dapat melihat kembali coretan-coretan ini dengan pikiran seolah-olah kamu adalah orang lain yang membutuhkan informasi mengenai topik yang kamu tuliskan barusan.

Kembali kepada contoh artikel dengan topik teknologi menanam sayuran hidroponik di atas, kamu bisa memposisikan dirimu misalnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang ingin lebih produktif di rumah sekaligus rileks di samping rutinitas mengurus keluarga.

Ini memang bukan artikel pendidikan dan psikologi, tapi kamu juga dapat membuat beberapa pertanyaan yang dalam imajinasimu juga ada dalam benak ibu rumah tangga tersebut.

  • Apa saja yang ibu rumah tangga itu ingin ketahui tentang sayuran hidroponik?
  • Apa manfaat menanam sayuran hidroponik bagi ibu rumah tangga di tengah kesibukannya mengurus keluarga?
  • Apakah ada metode menanam sayuran hidroponik yang paling mudah dilakukan dan tanpa ribet?
  • Dan lain sebagainya.

Oh ya, kamu tidak harus tahu jawabannya dulu, ya.

Langkah kedua ini adalah menyusun pertanyaan yang ada dalam benak seseorang yang nantinya akan menjadi pembaca artikel yang kamu tuliskan. Menariknya, ini bisa saja menjadi pertanyaan kamu juga. Jadi tidak usah buru-buru untuk menjawabnya.

Hal yang paling penting adalah; tuliskan saja daftar pertanyaan-pertanyaan tersebut.

BACA JUGA:

Lakukan Riset

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Sekarang adalah waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kamu tuliskan dalam langkah sebelumnya.

Penulis Gunung telah menulis satu artikel khusus yang membahas dan membantu kamu bagaimana melakukan riset yang paling efektif untuk menulis artikel atau buku non fiksi. Artikel tentang risetnya sendiri dapat kamu baca pada tautan ini.

Namun disini, beberapa hal yang cukup menarik dan penting dari hasil riset untuk kamu masukkan dalam artikel nantinya adalah;

  • Data statistik.
  • Kutipan dari orang-orang terkenal.
  • Definisi. Kamu juga bisa membuat definisi ini berdasarkan pandangan beberapa pakar terkait misalnya.
  • Kutipan dari buku, kutipan dari pembaca, atau contoh kasus yang pernah terjadi dengan pembaca atau orang yang terkait dengan tema artikel yang kamu pilih sebelumnya.
  • Referensi ke media massa seperti televisi, radio, film, majalah, koran, dan lainnya.
  • Anekdot berupa cerita ilustratif singkat yang dapat kamu fokuskan tentang orang lain atau diri kamu sendiri.
  • Referensi regional jika artikel yang kamu tuliskan akan diterbitkan secara lokal.
  • Daftar alat bantu, sumber daya dan juga produk terkait. Jika jumlahnya banyak, kamu dapat membaginya dalam kategori-kategori yang lebih tersusun.
Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Riset mungkin terasa lebih serius karena ini adalah basis artikel yang sebenarnya.

Bagaimana pun juga, artikel adalah jenis karya ilmiah yang menjadikan riset dan penelitian sebagai pijakan dasarnya. Namun menariknya, kamu selalu punya pilihan untuk menuliskannya dengan cara yang lebih santai.

Setelah riset selesai, kamu dapat mengumpulkannya dalam satu folder, dalam dokumen elektronik, dalam buku catatan, atau dalam apa saja yang kamu suka. Kemudian, jangan lupa untuk menyalin sumbernya sebagai kredit dan pustaka. Mencatat sumber juga penting jika kemudian kamu diminta untuk memverifikasi artikel yang kamu tuliskan.

Terkait meracik bumbu riset dalam penulisan artikel, kamu sebenarnya memiliki dua pilihan juga. Hal ini tergantung dengan seleramu, resep yang kamu suka akan membuat artikelmu lebih asyik untuk dibaca.

Resep pertama kamu bisa mengumpulkan seluruh hasil riset dan memilih mana sumber yang paling meyakinkan untuk kamu gunakan. Ini semacam menyaring sumber penulisan artikel dan memilih yang terbaik.

Cara yang kedua adalah dengan langsung menaburkan hasil riset itu di artikelmu ketika kamu menemukannya. Ini mungkin lebih atraktif dan mungkin juga cara yang menarik untuk dilakukan.

Kembali ke Draff

Photo by Judit Peter on Pexels.com

Dengan hasil riset yang sudah kamu dapatkan, kamu sekarang sudah dapat menjawab beberapa pertanyaan yang dimiliki oleh pembaca. Jadi, kamu dapat membuat naskah atau draff artikel yang lebih ketat dan teratur.

Pada langkah yang keempat ini, kamu mungkin akan menemukan bahwa pertanyaan dari pembaca artikel dan juga hasil riset akan memaksa kamu untuk benar-benar memulai dari awal kembali. Dengan mempertahankan gaya menulis seperti bercakap-cakap langsung dengan pembaca artikel, kamu dapat memilih apakah akan memulai dari awal lagi atau cukup menyempurnakan draff awal yang sudah kamu buat sebelumnya.

Artikel adalah karya tulis yang seharusnya mengajak pembacanya untuk berdialog secara interaktif. Jadi, pertahankan cara menuliskannya dengan selalu membayangkan pembaca ada di hadapanmu dengan segala rasa ingin tahu yang ia miliki.

Kemudian setelah proses ini selesai, kamu dapat membaca draff itu lagi dan mengajukan beberapa pertanyaan penguat berikut ini;

  • Apakah hasilnya cukup memuaskan?
  • Apakah artikelnya terdengar terlalu umum?
  • Apakah terlalu hambar, ringan, kurang menarik, tidak komunikatif, melompat-lompat, susah dimengerti?

Jika kamu masih menemukan hal itu, coba lakukan penyisiran beberapa artikel favoritmu. Lihat dan perhatikan bagaimana penulisnya mengajak kamu berkomunikasi dan membuat kamu jatuh hati, kemudian ikuti startegi yang mereka lakukan.

BACA PULA:

Buat Lebih Spesifik dengan Menambahkan Sub Judul

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dalam menulis artikel tutorial, pastikan kamu melakukannya dengan spesifik. Perhatikan apakah kamu sudah membahas semua prosesnya dengan lengkap dan cukup detail untuk diketahui oleh pembaca.

Jika kamu menemukan bahwa ternyata narasi yang kamu tulis terlalu panjang dan membutuhkan banyak paragraf, maka pecahlah menjadi beberapa bagian. Gunakan sub judul atau listicle untuk membuatnya mudah dibaca dan dimengerti.

Dalam blog seperti yang kamu baca sekarang, penulisan artikel harus juga memperhatikan kaidah penulisan SEO supaya lebih mudah untuk diidentifikasi oleh mesin penulusuran. Nah, salah satu anjuran dalam menulis artikel SEO adalah dengan membuat listicle atau subjudul seperti ini.

Menariknya  dalam artikel jenis apa pun yang kamu tulis, menulis dengan menggunakan sub judul, judul utama dan listicle akan memudahkan pembaca dalam memahaminya. Di samping itu, uraian yang terbagi dalam beberapa poin spesifik juga membantu mata pembaca untuk tidak terlalu ‘lelah’ menyusuri paragraf panjang yang seolah tanpa jeda.

Jadi, langkah yang kelima dalam menulis artikel adalah dengan membaginya menjadi beberapa poin sesuai pembahasan yang spesifik. Gunakan sub judul untuk membuatnya menjadi lebih mudah.

Contohnya persis seperti artikel yang kamu baca saat ini.

Baca Ulang, Revisi dan Ulangi

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Untuk mendapatkan artikel dengan kualitas yang sempurna, tentu saja kamu harus memverifikasinya beberapa kali untuk menguji efektivitasnya.

Cara untuk melakukan hal ini sekaligus juga menjadi langkah terakhir dalam menguji 6 langkah mudah menulis artikel adalah dengan membaca ulang, merevisi dan mengulangi prosesnya sampai kamu merasa puas.

Panduan teknis yang bisa kamu dapatkan adalah dengan meminta seseorang untuk mendengarkan kamu saat membaca draff artikel yang kamu tuliskan. Baca draff itu dengan lantang, setelah itu ajukan beberapa pertanyaan berikut kepada orang yang kamu minta untuk mendengarnya;

  • Apakah ia memahami artikel itu secara umum?
  • Apakah ia mengerti proses yang dijelaskan dalam artikel tersebut?
  • Apakah ada hal yang mungkin terlewatkan?
  • Apakah ada hal lain yang ingin diketahui olehnya mengenai topik yang kamu bahas dalam artikel tersebut?
  • Dapatkah ia mempraktikkan apa yang diuraikan oleh artikel tersebut jika draff artikel adalah tentang sebuah tutorial?

Setelah kamu mendapatkan jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan di atas, sekarang putuskan apakah kamu perlu melakukan revisi atau tidak. Jika memang kamu menemukan ada beberapa hal krusial yang penting untuk dilakukan perubahan, maka sediakan dirimu untuk memperbaikinya.

Proses ini dapat kamu ulangi lagi sampai kamu benar-benar puas dengan hasilnya.

Tidak ada angka ajaib berapa kali proses revisi dan baca ulang ini harus dilakukan. Akan tetapi jika kamu melakukan langkah-langkah menulis artikel ini dengan baik sejak awal, hanya dengan satu atau dua kali revisi saja, Insya Allah artikelmu sudah sempurna untuk diterbitkan.

BACA PULA:

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Nah, itu adalah 6 langkah menulis artikel yang mudah dan sederhana untuk dilakukan.

Untuk menguji benarkah menulis artikel adalah dengan 6 langkah tersebut  adalah yang paling mudah dan menyenangkan untuk kamu lakukan, maka kamu tentu saja harus me mpraktikkannya, ya.

Jadi sebagai penutup, Penulis Gunung ingin mengucapkan; Selamat membuktikannya.

Berani satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Ikuti kelas menulisnya sekarang


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


INI 15 IDE MENULIS CERITA NON FIKSI YANG SUDAH TERBUKTI EFEKTIF

Sebagai penulis saya telah melalui banyak hal, termasuk membuktikan bahwa menulis cerita non fiksi itu tidak sesederhana kelihatannya. Meskipun tidak dipaksa menggunakan imajinasi untuk merekayasa sebuah cerita yang unik, menulis buku non fiksi juga sangat menantang untuk dikerjakan.

Kesulitan menulis non fiksi bisa dimulai dari menemukan ide ceritanya sendiri yang setidaknya cukup bagus untuk dijadikan tema penulisan.

Atau dalam kondisi sebaliknya, kamu memiliki terlampau banyak ide hingga bimbang memilih mana yang terbaik untuk dijadikan sebagai pilihan penulisan non fiksi.

Cara Menulis Prolog Novel

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Akan tetapi, Cara membuat cerita non fiksi sebenarnya tidak begitu sulit jika kamu dibantu oleh beberapa ide yang mungkin saja tidak terpikir oleh kamu sebelumnya. Ide-ide ini akan menjadi modal dasar bagi kamu untuk mengembangkan, mendemonstrasikan dan menunjukkan kepada pembaca bahwa, pemikiran kamu tentang ide tersebut sangat layak untuk dibagikan.

Nah, apa sajakah ide-ide yang bisa kamu gunakan untuk menulis cerita non fiksi?

Berikut Penulis Gunung ID telah mengumpulkannya untuk kamu.

15 Ide Menulis Cerita Non Fiksi Tema Prinsip dan Nilai Kehidupan serta Moralitas 

Source: Unsplash

Di tengah kemorosotan moral dan nilai-nilai dalam kehidupan yang semakin banyak disiarkan oleh berbagai lintas media, menulis pandanganmu tentang prinsip dan nilai-nilai kehidupan bisa jadi akan menjadi sesuatu yang menarik. Sepanjang kehidupan manusia yang terus belajar dan beradaptasi, nilai-nilai kehidupan dan moralitas adalah hal bagus untuk selalu dibicarakan.

Membuat cerita non fiksi dalam lingkup tema nilai kehidupan dan moralitas juga bukan hal baru dalam dunia literasi. Kamu hanya perlu mengeksplorasi pandangan pribadi yang kamu miliki mengenai suatu nilai moralitas dalam kehidupan. Dalam proses ini kamu tentu saja dapat bercerita lebih banyak bagaimana perjalanan yang kamu tempuh hingga sampai pada pandangan seperti itu.

Moralitas, prinsip, keyakinan dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan adalah tema teratas pada banyak buku non fiksi, sekarang adalah waktu kamu untuk membuat novel cerita non fiksi versi diri kamu sendiri.

Dan inilah beberapa ide yang bisa kamu kembangkan untuk melakukannya.

BACA JUGA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #1

Source: Unsplash

Ide pertama yang bisa kamu ambil untuk menulis cerita non fiksi adalah menuliskan tentang kesalahan yang kamu pernah lakukan sendiri. Tulis bagaimana kamu larut dalam kesalahan tersebut selama bertahun-tahun dan kamu sendiri tidak menyadarinya.

Ini akan menjadi sebuah contoh membuat cerita non fiksi yang akan menjadi refleksi hidup kamu sendiri. Kamu sudah pasti dapat melakukannya dengan sangat baik.                                                     

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #2

Tulis sebuah cerita non fiksi tentang bagaimana seseorang menemukan apa yang benar-benar penting dalam kehidupannya.

Kamu mungkin dalam ide ini akan menceritakan seseorang yang dulunya menganggap bahwa materi, jabatan, uang dan kesuksesan adalah hal penting dalam hidupnya. Akan tetapi seiring waktu dan berbagai kejadian telah mengajarkannya bahwa hal yang terpenting misalnya bukan itu semua melainkan keluarga.

Atau kamu dapat membuat skenario moralitas yang lebih baik daripada itu.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #3

Source: Unsplash

Tulis sebuah cerita nonfiksi atau non fiksi yang menggambarkan nilai terbesar dalam kehidupan kamu sendiri.

Kamu dapat menjelajah tema ini dengan mengkorelasikan banyak hal.

Kamu dapat menggunakan sudut pandang agama yang menempatkan keimanan kepada Tuhan adalah nilai terbesar dalam kehidupan manusia.

Atau kamu mungkin lebih tertarik mengetengahkan tema humanisme dimana nilai moral kepada manusia adalah hal paling besar dalam pandanganmu.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #4

Tulis sebuah cerita non fiksi mengenai permasalahan paling penting di dunia dan bagaimana ia demikian berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Jika misalnya kamu memandang bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi adalah masalah pokok di dunia, kamu dapat menguraikan mengapa masalah itu demikian berdampak pada masyarakat.

Kamu juga dapat menambahkan pandanganmu mengenai bagaimana mengatasi problema semacam itu dan bagaimana pikiranmu tentang kondisi yang paling ideal.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #5

Source: Unsplash

Selanjutnya buat cerita non fiksi tentang bagaimana moralitas dan nilai-nilai kehidupan yang berubah ketika seseorang tumbuh dewasa.

Kamu dapat menulis topik ini dengan sudut pandang kamu sendiri sebagai orang yang pernah mengalami masa transisi kedewasaan itu.

Atau kamu juga dapat memposisikan diri sebagai sudut pandang orang yang mengamati bagaimana perubahan nilai-nilai tersebut terjadi dan mempengaruhi moralitas seseorang yang kamu jadikan sebagai objek riset.

BACA JUGA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #6

Source: Unsplash

Tulis sebuah cerita non fiksi tentang bagaimana nilai-nilai yang luhur dalam hidup mampu memberikan pengaruh besar bagi kebahagiaan hidup seseorang.

Kamu juga dapat menambahkan bahwa kemerosotan moralitas dan nilai-nilai dalam masyarakat, misalnya berujung pada penderitaan masyarakat itu sendiri.

Korelasi antara nilai luhur, moralitas dan kebahagiaan menjalani hidup akan selalu menarik untuk dibicarakan. Contohnya kejujuran, keberanian dan tanggung jawab akan selalu memberi ketenangan pada pribadi yang memilikinya.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #7

Buat cerita non fiksi yang singkat atau bahkan sebuah buku 200 halaman tentang bagaimana problem yang kamu pernah alami ketika adanya ketidakcocokan moral dan nilai-nilai yang seharusnya kamu aplikasikan.

Ini mungkin hampir sama bagaimana kamu menulis sebuah cerita non fiksi yang berisi introspeksi atau muhasabah. Refleksi pentingnya nilai-nilai yang sempat kamu abaikan memberikan kamu pelajaran berharga untuk dibagikan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #8

Source: Unsplash

Tulis tentang sebuah buku non fiksi tentang bagaimana pendapat dan pandangan ideal kamu mengenai nilai-nilai penting apa saja yang harus diimplementasikan dalam hidup.

Ini bisa menjadi sebuah kombinasi dari beberapa nilai dan moralitas yang menurut kamu paling penting diamalkan manusia untuk mencapai tujuan kehidupan mereka.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #9

Selanjutnya ide menulis cerita non fiksi yang juga bisa kamu aplikasikan adalah dengan menulis sebuah konflik atau polemik yang sempat kamu hadapi ketika misalnya memperdebatkan suatu moralitas atau nilai-nilai kehidupan.

Misalkan kamu dibesarkan dalam sebuah lingkungan dengan nilai-nilai dan norma tertentu.

Pada saat kamu tinggal di wilayah yang baru, nilai-nilai dan moralitas asalmu ternyata diperdebatkan efektivitasnya. Hal ini tentu saja dapat kamu kembangkan menjadi lebih luas lagi dalam sebuah penulisan buku non fiksi.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #10

Source: Unsplash

Ungkapkan kegelisahanmu mengenai dilematis sebuah nilai populer di dunia. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi, penulisan literasi cerita non fiksi dengan tema seperti ini lebih mudah untuk kamu lakukan.

Bagaimana contohnya?

Misalkan kamu menulis sebuah cerita non fiksi yang menyoroti hilangnya kepedulian antar sesama manusia karena pengaruh teknologi seperti handphone. Kamu secara khusus misalnya mengkritisi bagaimana kepedulian, perhatian, keinginan menolong, dan tenggang rasa yang semakin hilang lantaran problema semacam ini.

BACA PULA:

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #11

Source: Unsplash

Tulis sebuah buku non fiksi yang menggambarkan perjuangan dan pertentangan batin antara apa yang benar secara moral dan apa yang hanya terasa sebagai sebuah kebenaran.

Kamu dapat menemukan ide dan contoh semacam ini dalam banyak sendi kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang lebih memprioritaskan sesuatu yang ia rasa benar dibandingkan kebenaran moral yang sebenarnya.

Nenek tua yang mencuri satu dua batang singkong untuk makan dari sebuah perusahaan dengan omzet ratusan milyar adalah contoh menarik tentang hal ini. Nenek itu dihukum mungkin terasa benar sebagai bentuk supremasi hukum, tapi secara moralitas dan nilai-nilai kebenaran yang sejati, tentu ini sangat bertentangan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #12

Nah ini menarik ketika kamu misalnya memutuskan untuk menulis sebuah masalah moral yang sama sekali luput dari perhatian dunia. Menulis teks cerita non fiksi seperti ini akan membuat kamu menjadi lebih sensitif dalam memperhatikan moralitas manusia secara global.

Kembali ke persoalan hilangnya kepedulian dan perhatian sesama manusia karena pengaruh teknologi tadi. Kamu juga bisa menghubungkan dengan tema ini karena hampir tidak ada misalnya orang yang memperhatikannya.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #13

Source: Unsplash

Tulis sebuah buku misalnya tentang bagaimana ketika prinsip-prinsip moralitas berupaya untuk dikompromikan. Kamu dapat memperluas cakupan ini pada banyak sendi kehidupan manusia.

Manusia yang jujur dan berprinsip menjadi dilematis ketika misalnya dihadapkan pada paksaan untuk berbohong dan berbuat tidak jujur. Kamu bisa menggambarkan bagaimana dilema yang terjadi ketika nilai-nilai seperti ini berusaha dikompromikan dengan berbagai macam alasan dan keadaan.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #14

Tulis sebuah cerita non fiksi ketika nilai dan prinsip dalam diri kamu ditantang dan kamu dipaksa untuk menghadapinya. Apa yang akan kamu lakukan; Mempertahankan nilai dan prinsip itu ataukah merelakannya karena suatu alasan?

Kamu tentu dapat menulis buku dengan tema non fiksi seperti ini. Pertentangan antara moral dan kondisi yang memaksa selalu menjadi sisi yang menarik untuk diceritakan.

Nah, kamu bisa mengambil bagian disana.

Ide Menulis Cerita Non Fiksi tentang Nilai dan Moralitas #15

Source: Unsplash

Untuk cerita non fiksi yang terakhir dan dapat kamu tuliskan dengan baik adalah tentang bagaimana kamu menemukan sebuah nilai dan prinsip moralitas dalam kehidupan.

ini mungkin saja diawali dengan sebuah kejadian yang kemudian membuat kamu membuka mata dan belajar bahwa prinsip luhur dan moralitas mulia dapat ditemukan dimana saja.

Kamu misalnya dapat menemukan prinsip kejujuran yang dipegang teguh oleh seorang penjual jamu ontel. Atau prinsip keberanian yang kamu temukan pada diri seorang anak yang membela temannya yang dibully, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:

Beberapa Tips Penting Menulis Cerita Non Fiksi Tema Prinsip dan Nilai-Nilai Moralitas

Source: Unsplash

Tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai cara menulis cerita non fiksi khususnya yang berkaitan dengan tema prinsip, nilai-nilai dan juga moralitas.

Namun, beberapa tips yang paling penting untuk kamu perhatikan adalah sebagai berikut;

  • Menulislah dengan jujur sesuai dengan pengalaman, pengetahuan dan wawasanmu.
  • Jangan paksakan prinsipmu, nilai-nilai yang kamu anut, atau pun standar moralitas yang kamu miliki kepada pembaca.
  • Gunakan riset dan fakta dalam penulisanmu. Ini akan menjadi materi cadangan yang akan memperkuat semua pernyataan yang kamu tuliskan.
  • Tuliskan pengalaman orang yang nyata dalam tulisanmu. Misalkan kamu menulis seorang tukang sayur yang memiliki prinsip moralitas yang layak untuk diteladani. Pastikan tukang sayur tersebut adalah sosok yang asli dan bukan rekayasa kamu semata.
  • Hindari untuk menulis seolah-olah kamu mengetahui segalanya. Jika bukan kapasitasmu dan kamu tidak memiliki pengetahuan banyak tentang sesuatu, jangan memaksakan diri untuk membahasnya terlalu jauh.

Nah, dengan beberapa ide menarik tentang bagaimana menulis cerita non fiksi dalam tema prinsip kehidupan, moralitas dan nilai-nilai luhur di atas, kamu mungkin sudah mendapat percikannya, bukan?

Selanjutnya diri kamu sendirilah yang akan membuatnya menjadi sebuah cerita non fiksi yang luar biasa.

Selamat berkarya!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: