SEGALA TENTANG PENULIS KONTEN + 7 SKILL WAJIB UNTUK SUKSES MENEKUNINYA

Untuk satu artikel dengan panjang 800 hingga 1000 kata, seorang penulis konten bisa mendapat bayaran hingga $75 atau setara satu juta rupiah kurang lebih. Jika setiap hari kamu membuat satu artikel saja secara konsisten, maka penghasilan kotormu selama satu bulan adalah sekitar 30 juta rupiah. Wah, tentu saja ini angka yang sangat menarik sekali, bukan?

Lantas, apa sih penulis konten atau content writer  itu? Apa yang mereka kerjakan dan apa pula skill yang harus dimiliki untuk bisa menjadi seorang penulis konten yang sukses?

Yuk, temukan jawabannya dalam pembahasan lengkapnya dibawah ini, ya.

Profil Profesi Penulis Konten atau Content writer dan 7 Skill yang Wajib Dimiliki untuk Sukses Menekuninya

Photo by Pexels.com

Profesi sebagai seorang penulis konten online  sudah banyak diminati di Indonesia. Memang, jika dibandingkan dengan penghasilan penulis konten luar negeri seperti di Amerika dan Eropa, para penulis konten di Indonesia masih sangat jauh tertinggal. Namun, Allhamdulillah, perlahan-lahan sudah semakin banyak pengguna jasa penulis konten yang menghargai profesi ini secara lebih baik dari sisi bayarannya.

Bayaran penulis konten di Indonesia masih sangat bervariasi. Ada banyak para penulis konten yang hanya dibayar Rp, 15.000 untuk artikel dengan panjang 350 – 500 kata. Namun ada juga yang dibayar lebih baik daripada itu. Bahkan, sudah ada pula pengguna jasa penulis konten yang mau membayar hingga satu juta rupiah untuk satu artikel premium dengan jumlah 1.500 – 2000 kata.

Melihat bervariasinya fee untuk jasa penulis konten di Indonesia, prospek untuk menjadi penulis konten profesional dengan penghasilan yang besar masih terbuka sangat lebar. Pertanyaannya kemudian adalah; apakah kamu juga tertarik menjadi seorang penulis konten atau content writer  profesional seperti itu?

Nah, jika kamu memiliki keinginan menjadi content writer  profesional dan sukses di bidang itu, maka artikel ini ditulis khusus untuk kamu.

Jadi, dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA: PANDUAN CARA MENULIS SKENARIO YANG MUDAH LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Apa sih, Content Writer atau Penulis Konten itu?

Photo by Pexels.com

Content writer  atau penulis konten adalah orang yang membuat konten digital yang bertujuan untuk mendidik, melibatkan, atau menjaga hubungan yang harmonis dengan konsumen online . Berdasarkan pengertian ini, seorang penulis konten dituntut untuk membangun keterlibatan konsumen online  pada konten yang ditulisnya.

Kamu tentunya sudah sangat familiar kan, dengan berbagai karya penulis konten digital?

Bahkan sekarang, saat membaca tulisan pada blog ini, kamu juga sedang berhadapan dengan karya dari seorang penulis konten digital.

Menariknya adalah, menulis konten itu tidak terbatas pada aktivitas blogging semata. Orang yang menyajikan data visual berbentuk video, foto, info grafik dan sejenisnya, juga termasuk didalamnya. Hanya saja untuk penghasil konten di luar tulisan umumnya disebut sebagai content creator dan bukannya content writers.

Seperti Apa Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Source: Freepik

Para penulis konten freelance atau pun yang direkrut permanen, memiliki job untuk menarik orang sebanyak mungkin pada sebuah situs. Pemilik bisnis online  yang memasarkan produk mereka secara digital sudah sangat faham bahwa orang yang akan membeli produk mereka, adalah orang yang mengunjungi situs mereka. Akan tetapi, menarik konsumen online  tentu saja tidak semudah memanggil orang-orang di pasar dengan sebuah pengeras suara, kan?

Nah, disinilah para penulis konten menunjukkan kehebatan mereka melalui tulisan yang mereka hasilkan. Merekalah kemudian yang tampil menjadi pahlawan guna menarik publik online  untuk mengunjungi sebuah situs. Kehebatan para penulis konten mendapatkan pembuktian yang riil dengan tingkat kunjungan yang semakin meningkat melalui tulisan mereka.

Pemilik bisnis menyewa atau mempekerjakan para freelance penulis konten untuk memproduksi artikel yang kuat dan berkualitas untuk menarik audiens ke website mereka. Beberapa pemilik bisnis juga kadang membayar penulis konten dengan spesialisasi khusus untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan atau subsriber mereka melalui email marketing atau pun sosial media.

Jadi, tugas penulis konten adalah memproduksi konten berkualitas yang memiliki nilai informasi, edukasi, engagement, dan ajakan yang tujuannya adalah untuk mendatangkan traffic sebanyak mungkin melalui tulisan mereka.

BACA PULA: 10 BUKU TERBAIK MENURUT ELON MUSK YANG SEHARUSNYA KAMU BACA

Apa Saja Jenis Pekerjaan Seorang Penulis Konten?

Pekerjaan penulis konten tidak terbatas pada blog post dan menulis artikel saja. Berikut adalah beberapa pekerjaan penulis konten yang mungkin saja salah satunya, adalah keahlian kamu.

Blog Post dan Artikel

Source: Freepik

Jenis ini adalah salah satu yang paling umum dalam job desc seorang penulis konten. Kebanyakan orang yang menjadi penulis konten atau bekerja sebagai content writer untuk sebuah jasa penulisan, adalah mereka yang bertugas menulis untuk postingan blog seperti ini.

www.penulisgunung.id adalah blog yang baru memiliki sekitar 40 artikel. Dengan 40 artikel ini setidaknya mampu menarik organic traffic sekitar 200 hingga 400 viewer per hari. Penulisan konten seperti ini yang mampu terindeks dengan baik di mesin pencarian google, adalah contoh tugas penulis konten yang paling umum.

Web Page Copy dan Copywriting

Source: Freepik

Ini adalah jenis pekerjaan kedua dari seorang content writers.

Fungsi utama dari model pekerjaan ini adalah penulis konten menyusun kata-kata yang mendeskripsikan sesuatu yang tujuannya untuk menjual. Web page copy adalah menulis copy tentang halaman website, tentang produk dan layanan yang tujuan utamanya untuk menjual sesuatu.

Landing Pages

Source: Freepik

Untuk menarik minat pengunjung melakukan sesuatu yang diarahkan pada saat pertamakali mengunjungi halaman sebuah website, seseorang harus membuat susunan kata yang magnetic.

Nah, ini adalah salah satu skill yang dapat diasah jika kamu ingin menekuni profesi sebagai seorang penulis konten yang khusus membidangi landing pages.

Penulis Script untuk Podcast

Photo by Pexels.com

Podcast portal seperti yang dimiliki oleh Dedy Corbuzier itu adalah sebuah rekaman audio yang terkadang juga disiarkan secara live adalah konten yang berisi informasi, hiburan atau edukasi untuk follower mereka.

Ada banyak para podcaster yang menulis script atau naskah audio mereka secara mandiri, kata per kata. Namun, tidak semua podcaster memiliki kemampuan seperti ini.

Bagi yang tidak memiliki kemampuan menulis yang baik untuk materi podcast script mereka, penulis konten adalah solusinya.

Posting Sosial Media dan Iklan

Source: Freepik

Untuk sebuah bisnis online , media sosial tentu saja memiliki banyak fungsi penting yang dapat dimaksimalkan.  Freelance penulis konten atau penulis profesional yang dipekerjakan terkait media sosial bertugas setidaknya untuk;

  • Membangun kedekatan dan loyalitas dengan pengikut mereka.
  • Mengembangkan brand awareness.
  • Mempromosikan berbagai produk yang dijual
  • Mengarahkan pemirsa di media sosial untuk mengunjungi website mereka.

INI JUGA MENARIK: CARA MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT UNTUK GURU DALAM 5 LANGKAH SANGAT MUDAH

Email Marketing, Campaign dan Newsletters

Photo by Pexels.com

Tugas penulis konten lain dalam dunia bisnis adalah dengan menjadi seorang pengelola email bagi perusahaan mereka, khusunya email yang bersifat promosi produk, pemasaran, dan lain sebagainya.

Email langsung yang ditujukan kepada pemirsa mereka adalah salah satu cara lain yang cukup efektif untuk menumbuhkan loyalitas konsumen online.

Infografik

Source: Freepik

Di aplikasi seperti pinterest, kamu akan melihat lebih dari 50% konten gambarnya berisi infograpik atau infographics.

Infografik disajikan dengan gambar dan kata-kata minimal yang padat, jelas dan informatif. Penulis konten tentu saja memiliki kemampuan untuk menyusun rangkaian kata tersebut.

Ebooks

Source: Freepik

Di website www.akasakaoutdoor.co.id ada sebuah program affiliate marketing yang sangat menyenangkan untuk diikuti. Program ini memberikan kesempatan kepada kamu untuk memasarkan produk mereka secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Tutorial lengkap untuk menjadi seorang affiliate marketer di situs tersebut dituangkan dalam sebuah ebook yang dapat di-download dengan mudah disini.

Menulis ebook seperti ini dengan informasi yang panjang dan mendetail adalah salah satu pekerjaan dari seorang penulis konten profesional. B2B atau Business to Business sudah akrab menggunakan metode ini untuk membangun komunikasi dan trust dengan pengikut mereka.

Video Script

Source: Freepik

Seperti halnya podcaster, tidak semua youtuber atau produsen video online  juga memiliki kemampuan dalam menulis script. Nah, ini adalah salah satu peluang penulis konten online  untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Video secara umum lebih banyak digemari karena sangat sederhana. Kamu tinggal mengklik tombol play dan semua informasinya akan dipertontonkan untuk kamu.

Konten video yang informatif tentu saja tidak dapat dibuat asal-asalan, beberapa pembuat video membutuhkan penulis konten profesional untuk membuat konsep atau skenario serta deskripsi video mereka sebelum dipublikasikan.

Product Description

Source: Freepik

Jenis pekerjaan terakhir yang juga dapat ditekuni oleh seorang penulis konten adalah membuat deskripsi produk.

Penulis konten untuk E-commerce berfokus pada membuat deskripsi produk yang akan membujuk calon pembeli memasukkan produk mereka ke keranjang belanja. Sebagai penulis konten untuk jenis seperti ini, kamu dapat lebih berfokus pada keuntungan yang akan diperoleh pembeli dengan membeli produk tersebut.

BACA INI JUGA, YUK; JASA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEBAGAI SYARAT KENAIKAN PANGKAT

Kualifikasi Seperti Apa yang Diperlukan untuk Menjadi Penulis Konten yang Hebat?

Source: Freepik

Untuk menjadi penulis konten yang hebat, ada beberapa kualitas yang sudah semestinya kamu miliki. Kualitas atau kualifikasi setiap penulis konten bisa saja berbeda-beda, namun secara umum yang paling dibutuhkan dari seorang penulis konten adalah sebagai berikut;

Memiliki Kepribadian Menarik

Source: Freepik

Seorang penulis konten harus memperlakukan pembaca mereka dengan penuh hormat dan empati. Penulisan konten website yang baik adalah yang memprioritaskan pembaca mereka sebagai objek utama. Untuk kepentingan ini, seorang content writer  harus mampu mengaplikasikannya.

Penulis konten yang hebat tentu saja dapat merefleksikan diri mereka sendiri dalam setiap karyanya. Akan tetapi porsi empati kepada audiens dan pembaca tetap adalah yang utama.

Memiliki Kemampuan Beradaptasi

Source: Freepik

Sebagian besar penulis konten memang memiliki spesifikasi untuk tema tertentu. Kamu misalnya sangat bagus ketika menulis tentang wisata, tentang kesehatan, atau tentang keuangan dan bisnis.

Meskipun demikian, cara menjadi penulis konten juga mengharuskan kamu untuk mampu menyesuaikan diri dengan gaya penulisan tertentu. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan klien sebaik mungkin.

Memiliki Ketekunan

Source: Freepik

Seorang content writer  memiliki semangat luar biasa dalam segala keadaan yang tercermin dari tulisan dan karya mereka. Mereka harus terus mempelajari keterampilan baru dan berinovasi dalam blog-blog penulisan yang lebih baik.

Memiliki Intergritas

Source: Freepik

Penulis konten yang hebat membuat para pembaca percaya dengan kata-kata mereka, sementara klien mereka juga meyakini etos kerja mereka.  Penulis konten seperti ini mampu memberikan penghargaan kepada karya orang lain melalui kata-kata dan tulisan mereka sendiri.

BACA INI JUGA: 10 HAL PENTING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH SETIAP JASA PENULIS ARTIKEL

7 Skill Dasar yang Harus Dimiliki Seorang Penulis Konten Profesional

Source: Freepik

Sepanjang karir, seorang penulis konten online  harus terus memperbaharui skill mereka. Dunia digital yang dinamis dan bergerak sangat cepat membutuhkan seorang penulis konten yang  mampu beradaptasi dengan baik di bidangnya.

Akan tetapi, setidaknya ada 7 keterampilan dasar yang paling dibutuhkan oleh seorang penulis konten. Jika 7 keterampilan ini sudah kamu miliki, maka kamu adalah calon seorang penulis konten yang hebat.

Menguasai Kata-Kata

Photo by Pexels.com

Ini tentu saja adalah keterampilan sangat dasar yang harus dimiliki oleh setiap penulis konten apa pun. Kemampuan menyusun kata-kata, membuat struktur kalimat, tata bahasa yang benar, tanda baca yang tepat, hingga menghasilkan tulisan yang enak dibaca.

Ini adalah skill paling dasar yang harus dimiliki seorang content writer s. Dan pastinya, kamu juga sudah pasti menguasai hal ini, kan?

Intinya adalah; penulis konten website yang sukses itu harus mampu membuat tulisan yang menarik, mengalir dan enak dibaca oleh konsumen online .

Memiliki Empati

Photo by Pexels.com

Nah, sebagai penulis konten profesional, empati adalah salah satu skill dasar yang harus kamu miliki. Empati memiliki hubungan yang erat dengan cara memahami pikiran pembaca, apa yang mereka inginkan, dan apa pula yang menjadi masalah mereka.

Empati sebagai cara menjadi penulis konten website dapat dimaknai dengan sederhana sebagai cara memandang subjek yang kamu tulis dari sudut pandang pembaca, alih-alih sebagai klien atau dirimu sendiri. Para penulis konten profesional ini menyajikan tulisan yang mampu membimbing pembaca mereka pada solusi yang disiapkan oleh klien mereka.

Metode empati model inilah yang harus dimiliki oleh seorang penulis konten yang hebat.

Faham SEO (Search Engine Optimazation)

Photo by Pexels.com

Kamu sudah pasti cukup paham apa itu SEO, bukan?

Untuk tampil di halaman pertama kolom pencarian google dan mesin pencarian lainnya, sistem biasanya mengindeks berdasarkan kata kunci yang paling cocok, artikel yang relevan, dan tautan yang diberikan berupa internal link atau eksternal link. Memahami kaidah cara kerja SEO adalah cara untuk berhasil disini.

Salah satu pengguna jasa www.penulisgunung.id memiliki 550 kata kunci yang tampil di halaman pertama kolom pencarian google. 200 di antara kata kunci atau keyword tersebut menduduki peringkat 1 – 3 hasil teratas.

Nah, untuk membuat konten dengan hasil seperti itu, faham SEO tentu saja harus menjadi syaratnya.

BACA PULA: JASA PENULIS ARTIKEL MANDIRI UNTUK SOLUSI KONTEN ARTIKEL DAN BERKUALITAS

Memiliki Kemampuan Riset

Source: Freepik

Walaupun para penulis konten lepas sudah terbiasa menguasai topik tertentu dalam penulisan mereka, namun riset tetap sangat dibutuhkan. Dengan melakukan riset terhadap materi penulisan yang akan kamu lakukan, kamu mungkin saja akan menemukan beberapa hal yang lebih banyak untuk membuat konten yang kamu tulis menjadi lebih berbobot.

Kemampuan content writer  untuk menemukan, memilah, mengatur dan menerbitkan hasil riset mereka pada konten website klien mereka, akan meningkatkan kredibilitas website tersebut di mata para pemirsa online .

Dan itu tentu sangat penting untuk dilakukan.

Editing Mandiri dan Proof Reading

Source: Freepik

Skill selanjutnya yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten profesional adalah kemampuan untuk melakukan self editing. Pengeditan mandiri ini dibutuhkan sebelum tulisan diserahkan kepada klien menjadi sebuah artikel yang siap publish.

Konten tulisan yang diserahkan kepada klien, sebaiknya memang sudah ready to up load. Hal ini akan mengurangi beban klien untuk melakukan editing. Self editing sendiri meliputi penempatan tanda baca, ejaan, typho, dan lain sebagainya.

Disiplin dan Tepat Waktu

Photo by Black Pexels.com

Penulis konten freelance sudah semestinya memiliki manajemen waktu yang baik mengenai proses pengerjaan konten yang ia lakukan. Hal ini berkenaan dengan deadline atau tenggat waktu, dan mungkin juga mengenai ekspektasi penulisan.

Penulis konten lepas juga sebaiknya menjaga komunikasi yang baik pada klien mereka terkait dengan target penulisan. Komunikasi yang baik juga sebaiknya difokuskan pada ekspektasi penulisan apa yang ditargetkan oleh klien.

Jika kamu menulis konten yang menekankan deadline, maka sebaiknya kamu mematuhinya. Selain menunjukkan integritasmu, disiplin dengan waktu akan membantumu  untuk lebih sukses dibanding orang yang kurang menghargai waktu.

Memahami Literasi Komputer

Source: Freepik

Nah, skill terakhir yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis konten online  adalah kemampuan mereka memahami literasi komputer yang sederhana. Ja ngan takut dulu, ini tidak akan serumit memahami bahasa coding, HTML, Java, dan sejenisnya.

Literasi komputer yang dibutuhkan oleh seorang penulis konten meliputi hal-hal yang sederhana seperti navigasi online , mengirim email, membuat postingan blog, menambahkan link URL pada tulisan, atau juga menambahkan gambar yang relevan pada konten yang ditulis.

Sesederhana itu saja, kamu pasti sudah terbiasa, kan?

BACA JUGA: MENGAPA SKILL MENULIS ITU SANGAT PENTING DI ZAMAN SEKARANG?

Lalu, Bagaimana Memulai Menjadi Penulis Konten Profesional

Source: Freepik

Ada ribuan orang yang telah bekerja menjadi content writer  dan mendapatkan gaji penulis konten yang menarik. Para penulis konten dapat memilih waktu mereka sendiri secara freelance, atau pun menulis penuh waktu sebagai full time job.

Nah, untuk kamu yang ingin terjun pula menjadi seorang penulis konten profesional, beberap tips berikut ini akan berguna untukmu;

  • Menulislah setiap hari. Apa pun yang kamu tulis, sesederhana apa pun itu, lakukan setiap hari. Buatlah menulis menjadi rutinitas harianmu.
  • Membaca lebih banyak. Baca dan ketahui lebih banyak pengetahuan mengenai dunia kepenulisan. Tambah pengetahuanmu setiap hari dengan lebih banyak membaca.
  • Akrablah dengan SEO. Kamu tidak bisa meninggalkan SEO untuk menjadi penulis konten yang hebat. Tidak ada salahnya menginvestasikan waktu dan biayamu untuk memahami lebih banyak tentang hal ini.
Source: Freepik
  • Ambil Kelas Belajar. Kamu bisa melakukannya dengan ikut training, kursus online , pelatihan dan lain sebagainya.
  • Jangan Membatasi Diri dengan Eksperimen. Coba tulis berbagai macam topik dan jangan enggan mencobanya. Kamu bisa mencoba menulis tentang wisata, budaya, kuliner, keyakinan, akuntansi dan masih banyak lagi. Mungkin saja dengan cara ini kamu akan mengetahui topik utama apa yang paling kamu minati nantinya.
  • Terus Belajar dan Buat Fortopolio. Sembari terus meningkatkan jam terbang dan kemampuanmu, kamu juga bisa membangun fortopolio yang bagus melalui blog dan sebagainya. Muaranya, hal ini akan meningkatkan reputasimu sebagai seorang penulis konten yang profesional.

BACA PULA: 6 CIRI-CIRI ORANG YANG BERBAKAT MENJADI SEORANG PENULIS, KAMUKAH ORANGNYA?

Sekarang, Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Freepik

Mulailah untuk menulis konten pertamamu sesegera mungkin. Prospek menjadi penulis konten dan mendapatkan nafkah yang menarik dari bidang ini sangat besar. Ketika dunia semakin berpindah secara online  dan bisnis digital semakin mendominasi, penulis konten akan selalu menjadi profesi yang sangat dibutuhkan.

Dan itu adalah pintu gerbang besar yang sudah dibuka untuk kamu memasukinya.

Selanjutnya, teruslah belajar dan berlatih, ya.

Kamu akan sukses menjadi penulis konten yang luar biasa jika kamu konsisten dan pantang menyerah untuk belajar dan berlatih.

Jadi, selamat mencoba!


NB:

Tulisan saya lainnya dapat dilihat pula di;

www.akasakaoutdoor.co.id

www.arcopodojournal.com

www.programexcel.id

Sumber dan referensi:

www.smartblogger.com

MENGENAL SUDUT PANDANG NOVEL YANG PALING UMUM DALAM PENULISAN KARYA SASTRA

Dalam penulisan cerita fiksi dan non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca. Dan menariknya, hal ini dapat kamu pelajari dengan mudah.

Nah, sebelum membahas sudut pandang apa saja yang paling umum digunakan dalam penulisan novel dan karya sastra lainnya, yuk, kita ingat kembali pengertian sudut pandang dalam sebuah penulisan.

Pengertian Sudut Pandang Novel, Jenis, Penjelasan dan Contoh yang Mudah untuk Memahaminya

Source: Freepik

Kamu mungkin saja pernah mendengar istilah sudut pandang orang pertama kedua dan ketiga dalam sebuah penulisan. Lantas, apa sih, yang disebut dengan sudut pandang itu?

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Source: Freepik

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of View. Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa, yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang

Setidaknya ada beberapa jenis jenis sudut pandang yang paling umum dipergunakan dalam penulisan fiksi.

Nah, berikut penjelasan dan juga contohnya. Yuk, disimak sampai selesai, ya.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Source: Freepik

Dalam sudut pandang yang satu ini, penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita. Jadi, penulis disini adalah sekaligus pelaku dalam cerita yang ia tulis. Umumnya dalam jenis yang pertama ini penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita.

Sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Lalu, bagaimana penjelasan dari masing-masing sudut pandang “Aku” ini?

Berikut uraiannya.

Penulis Sebagai “Aku” Tokoh Utama

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca. Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti. Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Penulisan novel atau cerpen menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai tokoh utama, harus memahami dengan baik karakteristik “Aku” yang disampaikan. Hal ini berkorelasi pula dengan usianya, jenis kelaminnya, bahasa yang digunakannya, dan lingkungan yang mempengaruhinya.

Contoh Sudut Pandang “Aku” Sebagai Tokoh Utama

Photo by emre keshavarz

Seorang lelaki tua memanggilku sepuluh menit lalu di ruang pribadinya di lantai paling atas pada gedung megah biru dunker, inti kampusku. Dia duduk pongah di kursi busa berukir khas jepara di balik meja. Senyumnya mahal, semahal kursi itu. Kucoba duduk santai dihadapnya, sambil melirik buku yang tadi dibantingnya. Gagasan, itu tulisan di sudut kanan atas sampul depan. Mendesah sebelum kualirkan mata ke tanda pengenal meja di sebelah buku itu, tulisan cerlang bereja Rektor pongah menatapku. Kulengoskan kepala keluar jendela, sementara mulutnya terus mengumpat. Soal buku itu, tentu juga soal aku.

Rektor Itu Ayahmu, Sayang? – Ardyan Amroellah

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

BACA JUGA:

Penulis Sebagai “Aku” Bukan Tokoh Utama

Photo by ROMAN ODINTSOV

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan. Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita. Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang “Aku” Bukan Tokoh Utama

Aku sudah mengetahui wajahnya sejak lama, sejak sekitar dua tahun lalu. Seminggu sekali dia datang ke salon itu, selalu. Aku kerap tertawa saat ingat kali pertama aku melihatnya. Lusuh, kusam, dekil, sama sekali tak berwarna. Tapi aku tahu, dia bak mutiara jatuh dalam kotoran dan ketakberuntungan. Tinggal membasuhnya saja sebelum moncernya kembali. Dan rupanya dia tahu bagaimana cara memelihara diri. Terbukti, tak ada tanda kekusaman yang muncul. Aih, aku jadi iri.

Mimpimu Apa? – Ardyan Amroellah

Contoh lain yang bisa pula diambil untuk menjelaskan jenis penulisan dengan point of view  seperti ini adalah misalnya; sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea. Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Source: Freepik

Jenis sudut pandang kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak. Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Siang itu kami berkerumun di teras masjid, membahas isu hangat yang merebak di pondok. Secara beruntun, barang-barang kami hilang. Mi instan, uang, buku, hingga celana dalam. Hal terakhir itu sangat keterlaluan. Ajaibnya, kami berempat sama. Celana dalam kami habis. Percayalah, hanya sarung yang kami pakai saat ini.

Ronaldo Dari Brazil – Anin Mashud

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Kedua

Photo by cottonbro

Hal yang unik dari seorang penulis yang mengadaptasikan sudut pandang seperti ini adalah ia bisa memperlakukan pembaca seolah-olah sebagai karakter utama dalam cerita. Dipandang dari segi upaya untuk membangun kedekatan dengan pembaca, sudut pandang orang kedua dapat dikatakan adalah yang paling efektif.

Kata ganti yang paling umum dipergunakan dalam melukiskan sudut pandang orang kedua adalah “Kamu, Kau, Anda”. Sudut pandang seperti ini selain juga umum dipergunakan dalam penulisan novel dan cerpen, juga populer dalam penulisan artikel untuk blog dan content writing. Menempatkan pembaca menjadi sesuatu yang penting dan istimewa sebagai unsur utama dalam penulisan adalah alasan utamanya.

Contoh Sudut Pandang Orang Kedua

Ini hari pertamamu masuk kerja. Harus sempurna! Maka jadi sejak tiga sejam lalu, kau sibuk bolak-balik di depan cermin. Mengecek baju, rambut, sampai riasan di wajahmu. Lalu setelah kau memulaskan lipgloss sebagai sentuhan final yang kau rasa akan memesona teman-teman barumu di kantor nanti, kau mengambil parfum. Menyemprotkannya di belakang telinga, pergelangan tangan, selangkangan, dan ke udara. Sedetik berikutnya, kau melewati udara beraroma lili dan lavender itu, berharap supaya wanginya menempel di rambut dan blazer barumu.

Novel The Girls’ Guide to Hunting and Fishing – Melissa Bank

Sudut Pandang Orang Ketiga

Photo by Kilian M

Seperti halnya sudut pandang orang pertama yang terbagi dalam sudut pandang tunggal dan jamak, maka sudut pandang ketiga pun demikian. Novel atau cerpen yang menggunakan sudut pandang orang ketiga juga dapat dibagi kembali menjadi sudut pandang orang ketiga tunggal dan sudut pandang orang ketiga jamak.

Berikut penjelasannya masing-masing.

Sudut Pandang Orang Ketiga Tunggal

Dalam sudut pandang ini, penulis ada di luar cerita dan tidak terlibat dalam alur yang diceritakan. Kata ganti yang paling umum dan digunakan oleh penulis untuk menyebut tokoh-tokohnya adalah dengan “Dia, Ia, atau nama tokoh itu sendiri”.

Sudut pandang orang ketiga tunggal pun terbagi dalam beberapa bagian lagi misalnya; sudut pandang orang ketiga serba tahu, sudut pandang orang ketiga terbatas, dan sudut pandang orang ketiga objektif. Dalam penulisan kamu dapat menemukan dengan mudah contoh cerpen sudut pandang orang ketiga karena jenis point of view  inilah yang memang paling umum dipergunakan dalam penulisan di Indonesia.

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Photo by Suliman Sallehi

Dalam sudut pandang ini, penulis memiliki pengetahuan yang tak terbatas untuk melukiskan ceritanya. Peran penulis laksana Tuhan yang mengetahui semua hal yang dilakukan dan dipikirkan oleh para tokoh cerita. Pada banyak bagian kadang-kadang, penulis juga dapat melukiskan apa yang ada dalam hati dan benak tokoh-tokoh cerita yang sedang ia tuliskan.

Fragmen penceritaan pun dapat berubah dan melompat-lompat sesuai dengan keinginan penulis dalam sudut pandang ini. Misalnya penulis dapat bercerita tentang tokoh A dalam paragraf awal, kemudian melompat pada tokoh B pada baris-baris selanjutnya.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Angin kencang serta lolongan badai mengajarkan kekuatan, tebing terjal mengajarkan perjuangan, jalan panjang dan berliku, dipenuhi halang rintang dan onak duri mengajarkan kegigihan, keteguhan sekaligus pula kekuatan dalam bahasa yang  bertahan. Jika semua unsur-unsur itu adalah guru bagi pemuda sederhana seperti Tatras, maka sungguh dalam batin pak Iskandar, Tatras tidak membutuhkan seorang profesor atau doktor untuk mengajarkannya hal yang lebih baik daripada yang ia telah dapatkan dari alam dan gunung-gunung.

Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Contoh lain dari sudut pandang orang ketiga serba tahu ini dapat pula dilihat misanya pada sudut pandang novel Perahu Kertas, sudut pandang novel Sang Pemimpi, dan lain sebagainya.

Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Source: Freepik

Pada sudut pandang ini, penulis terbatas untuk mengungkapkan jalan cerita hanya dari sudut pandang beberapa orang saja. Atau pada konteks yang lain, juga tidak bisa dengan sangat bebas untuk berpindah dari karakter tokoh yang satu pada karakter tokoh yang lain.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Setiap ayah mungkin saja memiliki fisik yang berbeda-beda, memiliki profesi dan rutinitas yang tidak sama, memiliki gaya hidup dan model pakaian berlainan, memiliki tingkat penghasilan, kecerdasan, warna kulit, serta intelektualitas yang tidak serupa. Namun untuk sebuah perasaan yang menyangkut anak-anak mereka, menyangkut puteri kecil mereka, maka segumpal daging dalam dada mereka yang bernama hati adalah sama, adalah serupa, dan tak memiliki perbedaan yang signifikan. Semua merasakan kedukaan yang demikian dalam, tak mampu hanya digambarkan dengan beberapa kalimat ataupun berbagai ungkapan.

Omar mungkin berwajah keras dengan jenggot dan kumisnya yang membuat ia terlihat sangar. Namun jauh dalam hati dan perasaannya tentang Sabiya, Bharal Omar juga tak berbeda dengan para ayah lainnya akan puteri mereka. Ia sangat mencintai Sabiya, Sabiya adalah separuh nafas Omar, setengah dari jantung hatinya, tempat bergantungnya cinta kasihnya, tempat bermuaranya sayang dan kebanggaannya sebagai seorang ayah.

MMA Trail – Anton Sujarwo

BACA JUGA:

Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Photo by Marek

Dalam sudut pandang ini, penulis dapat mengungkapkan semua tindakan fisik dan aksi tokoh dalam cerita. Hanya saja, narator atau penulis tidak memiliki kebebasan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran tokoh cerita, motivasinya, isi hatinya, dan lain semacamnya. 

Objektivitas dalam penulisan dengan metode sudut pandang seperti ini lebih dititikberatkan bahwa penulis hanya bisa menggambarkan aksi dan tindakan tokoh, bukan pikiran dan motivasi mereka. Jika pun penulis ingin menyampaikan gagasan mengenai motivasi atau pikiran salah satu tokoh, maka itu haruslah dikemas dalam persangkaan atau dugaan semata.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Si lelaki tua bangkit dari kursinya, perlahan mengeluarkan pundi kulit dari kantung, membayar minuman dan meninggalkan persenan setengah peseta. Si pelayan mengikutinya dengan mata ketika si lelaki tua keluar. Seorang lelaki yang sangat tua yang berjalan terhuyung tetapi tetap dengan penuh harga diri.

“Kenapa tak kau biarkan saja dia minum sampai puas?” tanya si pelayan lain. Mereka berdua menurunkan semua tirai. “Belum jam setengah dua.” lanjutnya.

“Aku ingin cepat pulang dan tidur.”

Tempat yang Bersih Terang – Ernst  Hemingway

Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak

Photo by Davi Pimentel

Dalam point of view  ini, penulis atau narator bercerita dari persepsi orang banyak atau mewakili kelompok tertentu dalam cerita. Kacamata kolektif yang dipergunakan dapat mewakili entitas kelompok berdasarkan apa pun yang ingin disampaikan penulis. Kata ganti yang paling umum digunakan dalam penceritaan dengan sudut pandang orang ketiga jamak adalah “Mereka”.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Jamak

Pada suatu hari, ketika mereka berjalan-jalan dengan Don Vigiliani dan  beberapa anak lelaki dari kelompok pemuda. Dalam perjalanan pulang, mereka melihat ibu mereka di sebuah kafe di pinggir kota. Dia sedang duduk di dalam kafe itu; mereka melihatnya melalui sebuah jendela dan seorang pria duduk bersamanya. Ibu mereka meletakkan syal tartarnya di atas meja.

Ibu – Natalia Ginzburg

Sudut Pandang Campuran atau Mixed Point of View

Photo by Dids

Sudut pandang terakhir yang juga bisa digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah mixed point of view  atau sudut pandang campuran. Sudut pandang satu ini memberikan kebebasan kepada penulisnya untuk menggunakan kata “Aku, Dia, Mereka, Kami, Kamu” secara bergantian. Secara umum sudut pandang campuran seperti ini digunakan dalam penulisan cerita dengan jumlah halaman yang banyak.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah dibutuhkan kejelian penulis untuk tetap mampu menggambarkan cerita secara tepat saat ada perubahan sudut pandang yang dilakukan dalam ceritanya.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah beberapa sudut pandang yang paling umum dipergunakan dalam penulisan cerita baik itu novel mau pun cerpen. Di Indonesia sendiri, pada umumnya lebih banyak ditemui penulis yang mengadaptasikan sudut pandang novel orang pertama dan orang ketiga dalam karya mereka.

Sekarang, untuk menambah pemahamanmu tentang point of view  dalam penulisan novel atau karya sastra apa pun, kamu dapat melatihnya secara konsisten. Semakin sering kamu berlatih maka akan semakin mahir dan mengalir kamu dapat menaplikasikannya dalam karyamu nantinya.

Jadi, selamat berlatih, ya!

Referensi dan contoh: www.gurupendidikan.co,id


NB:

Tulisan-tulisan saya lainnya dapat pula dibaca di:

PANDUAN CARA MENULIS SKENARIO DENGAN MUDAH MURAH LENGKAP DAN GRATIS

Sebenarnya cara menulis skenario film pendek, film serial atau bahkan film dengan budget miliaran sekali pun, memiliki dasar dan teori yang sama. Struktur penulisan skenario yang diaplikasikan memiliki bagian-bagian yang sama persis. Ketika kamu memahami dasar penulisan skenario, maka kamu dapat mengembangkannya dalam penulisan jenis film apa pun.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara menulis naskah dengan benar untuk kemudian diadaptasikan dalam film sebagai script  atau skenarionya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Panduan Lengkap Cara Menulis Skenario dan Berbagai Hal Penting yang Harus Diketahui dalam Melakukannya

Photo by Martin Lopez on Pexels.com

Sebelum mempelajari bagaimana menulis skenario dan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, sebaiknya kamu juga mempelajari pengertian dan dasar-dasar pengetahuan mengenai skenario. Semakin baik pemahaman yang kamu miliki tentang skenario, maka semakin baik pula eksekusi yang dapat kamu lakukan dalam proses penulisannya.

Untuk itu, berikut akan dibahas secara lengkap segala sesuatu mengenai penulisan script film sampai tutorial penulisan skenario itu sendiri yang InsyaAllah, dapat kamu praktikkan dengan mudah.

Panduan penulisan yang disampaikan dalam postingan ini tidak membutuhkan aplikasi membuat naskah film yang mungkin saja akan mengharuskan kamu untuk membayar biaya lisensinya. Dalam turioal penulisan script  film berikut, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi microsoft word yang tentunya sudah terpasang di laptop yang kamu miliki.

Nah, apa saja hal yang harus kamu ketahui mengenai cara penulisan skenario?

Berikut uraiannya.

BACA JUGA:

Pengertian skenario

Photo by cottonbro on Pexels.com

Secara eksplisit Skenario adalah blue print atau cetak biru kerangka tulisan yang terdiri dari ide dan gagasan, ruang dan waktu, tokoh, aksi, dialog, alur cerita, yang disusun sedemikian rupa hingga menarik dan dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Oya, apakah kamu sudah faham apa yang disebut dengan bahasa visual?

Bahasa visual jika diartikan dengan sederhana adalah sebuah metode penyampaian pesan kepada khalayak atau masyarakat luas melalui berbagai hal yang dapat dilihat secara kasat mata seperti, warna, gambar, bentuk, penataan, gerakan dan lain sebagainya.

Hal-Hal Pokok dalam Penulisan Skenario

Source: Freepik

Sebelum masuk ke struktur penulisan skenario, kamu sebaiknya juga memahami bagian-bagian penting dalam penulisan skenario. Berbagai bagian berikut adalah unsur-unsur yang kemudian setelah melalui berbagai tahap, ditransformasikan menjadi sebuah script  film yang sempurna atau skenario jadi.

Nah, apa saja bagian-bagian penting dari cara menulis skenario film?

Ide Pokok  atau Premis

Photo by Jou00e3o Vu00edtor Heinrichs on Pexels.com

Dapat dikatakan bahwa ide pokok atau premis adalah embrio paling awal dalam penulisan skenario. Secara sederhana ide pokok sendiri dapat diartikan sebagai satu kalimat perenungan atau kesimpulan filosofis, atau pesan pembuat film kepada penonton (premis).

Jadi, jika dipermudah maknanya adalah; Kamu ingin menyampaikan apa kepada penonton melalui film yang diadaptasikan dari sebuah skenario yang kamu tuliskan?

Logline atau Inti Sebuah Cerita

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Selanjutnya bagian penting kedua dari cara penulisan sebuah skenario adalah dengan membuat logline atau inti cerita.

Logline merupakan pengembangan dari premis. Jika premis hanya berfokus pada pesan yang ingin disampaikan secara singkat, maka logline diperluas kembali dengan menambahkan unsur-unsur pokok dari cerita yang diangkat.

Dalam proses pembelajaran cara menulis naskah skenario, logline dapat dibagi dalam tiga pertanyaan paling utama sebagai unsur membangun cerita, yaitu;

  • Rumusan kalimat tentang siapa karakter yang diceritakan?
  • Apa keinginan atau tujuan karakter?
  • Dan apa hambatan karakter untuk mencapai tujuan atau keinginannya?

Latar

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Bagian ketiga dalam penulisan skenario yang baik adalahnya adanya latar atau tempat dan waktu berlangsungnya cerita. Latar menjadi sesuatu yang sama pentingnya dengan karakter dalam menulis skenario. Deskripsi yang jelas dan mampu divisualisasikan adalah hal paling penting dalam menentukan latar.

Hal yang perlu kamu ingat juga adalah; bahwa latar tidak hanya terbatas pada tempat secara lahiriah saja. Latar cerita dalam menulis skenario atau script  film dapat pula dimaknai secara sosiologis seperti latar belakang agama atau keyakinan, adat istiadat, ideologi politik, teknologi dan lain sebagainya.

Di samping itu, jika penulisan skenario dalam jenis film fiksi ilmiah misalnya, latar juga tidak harus sesuatu yang realistis. Latar yang bersifat imajiner atau imajinasi juga dapat dimunculkan pada proses ini. Namun yang terpenting adalah, latar tersebut tetap dapat diadaptasikan dalam bahasa visual yang bisa dilihat oleh penonton.

BACA JUGA:

Penokohan

Photo by Erik Mclean on Pexels.com

Selanjutnya unsur penting dalam tutorial bagaimana cara menulis naskah yang benar adalah penokohan. Penokohan merupakan pengembangan dari karakter yang penjabarannya lebih luas lagi. Tujuan dari penulisan penokohan adalah sebagai upaya untuk menampilkan gambaran dan watak para tokoh dalam sebuah cerita.

Beberapa penokohan yang paling primer dalam penulisan skenario adalah sebagai berikut;

  • Tokoh protagonis
  • Tokoh antagonis
  • Tokoh pendukung

Dalam menggambarkan penokohan cerita, penting juga bagi kamu untuk menuliskan dengan jelas kedudukan para tokoh. Hubungan, kedudukan, dan sifat-sifat umum adalah penting untuk mendukung struktur penulisan skenario yang menarik dan lengkap.

Basic Story atau Garis Besar Cerita

Photo by Gabby K on Pexels.com

Basic story pada dasarnya merupakan pengembangan dari logline. Jadi, sebelum dieksekusi menjadi sebuah skenario yang dapat diubah ke dalam bentuk visual, logline kemudian dapat dikembangkan menjadi basic story terlebih dahulu.

Dalam basic story, terdapat beberapa unsur penyusun yang dapat digambarkan secara ringkas terlebih dahulu.

Unsur-unsur tersebut misalnya adalah;

  • Latar
  • Pengenalan tokoh atau karakter.
  • Permasalahan yang dihadapi si tokoh.
  • Bagaimana karakter atau tokoh mengatasi permasalahannya.
  • Gambaran hambatan yang dihadapi oleh si tokoh.
  • Berhasil tidaknya tokoh menyelesaikan permasalahan.

Plot atau Alur Cerita

Photo by Lu00ea Minh on Pexels.com

Oya, kamu tentu sudah tahu kan, apa yang dimaksud plot?

Secara mudah plot atau alur cerita dalam tata cara menulis skenario adalah peristiwa-peristiwa yang disusun dan ditata sedemikian rupa untuk mencapai efek tertentu bagi penonton. Prinsipnya adalah; semakin dramatis sebuah plot diatur, maka semakin baik.

Plot sendiri dapat dibagi dua macam secara umum, yaitu;

Plot Linear;

Adalah alur cerita yang yang disusun berurutan berdasarkan waktu. Jadi, peristiwa-peristiwa dalam plot linear dibuat sebagai seuatu yang berjalan sesuai dengan waktu normal. Misalnya cerita mulai dari pagi, siang, malam dan seterusnya.

Plot Non-Linier

Plot non-linier merupakan alur cerita yang disusun tidak terikat dengan kaharusan urutan waktu. Jadi, kamu misalnya dapat saja menceritakan sebuah kejadian pada sore hari terlebih dahulu, kemudian mundur ke kejadian pagi hari pada bagian yang kedua (flashback)

Sinopsis

Source: Masterclass

Sinopsis tidak hanya terdapat pada sampul belakang buku saja, ya. Dalam teknik menulis naskah skenario yang benar, istilah sinopsis juga digunakan.

Dalam struktur penulisan skenario, sinopis merupakan pengembangan dari basic story yang berisi rangkuman rangkaian peristiwa atau adegan. Penyusunan dapat berbentuk paragraf umum, namun urutan kejadian dari awal cerita hingga usai, sudah harus dapat digambarkan secara jelas.

BACA JUGA:

Treatment

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, selanjutnya kamu akan masuk pada treatment yang merupakan kerangka skenario yang dikembangkan dari sinopsis dengan penjelasan yang lebih detail. Dalam treatment sudah terdapat deskripsi tempat dan waktu berlangsungnya adegan, karakter, aksi, garis besar dialog dan kadang juga type shot.

Apakah kamu tahu apa itu yang dimaksud dengan type shot?

Ya, type shot adalah sudut pandang pengambilan gambar dalam proses syuting. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan profesi sutradara dan camera man. Sebagai penulis skenario, kamu bebas untuk menambahkan type shot atau tidak. Sutradara secara umum sudah mampu merasakan kapan sebuah type shot atau sudut pandang kamera harus diubah.

Pada saat penulisan treatment, sketsa penuturan alur dramatik harus dikuasai. Struktur dramatik adalah susunan aksi-aksi yang membangun keseluruhan film. Dalam perkembangannya, struktur dramatik sendiri dikenal memiliki tiga bagian klasik yang disebut juga sebagai struktur dramatik tiga babak.

Struktur dramatik tiga babak terdiri dari tiga bagian berikut ini;

Babak Satu atau Babak Awal

Source: Studiobinder

Babak awal atau babak perkenalan dimana elemen cerita dan tokoh-tokohnya diperkenalkan. Prinsipnya adalah; semakin cepat babak awal selesai, semakin baik struktur dramatiknya. Hal ini penting dalam struktur penulisan skenario untuk mencegah kebosanan penonton dalam pemaparan awal yang terlalu lama.

Oya, dalam menulis skenario film yang benar kamu juga harus memperhatikan turning point, ya. Turning point sendiri adalah titik dimana pergantian babak terjadi.

Dalam penulisan skenario yang umum, turning point pertama adalah peralihan babak awal ke babak tengah yang merupakan satu titik yang membawa tokoh pada awal permasalahan yang muncul.

Babak Dua atau Babak Tengah

Source: Freepik

Isi yang terkandung dalam babak tengah secara struktur dalam diisi dengan beberapa hal sebagai berikut;

  • Tokoh berusaha menyelesaikan aksi untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
  • Akan lebih menarik jika ada permainan emosi penonton misalnya; menarik ulur penyelesaian masalah akibat dari kompleksnya permasalahan, muncul konflik, muncul krisis adanya sub alur cerita, dan lain sebagainya.
  • Menjelang babak akhir atau babak 3, diciptakan situasi seolah-olah tokoh akan berhasil menyelesaikan masalahnya, namun ternyata ini hanya sementara. Karena setelahnya muncul situasi baru dimana sang tokoh harus berjuang lebih keras lagi. Pada titik ini muncul turning point kedua atau menjelang peralihan dari babak tengah menuju babak akhir.

Babak Tiga atau Babak Akhir

Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Babak akhir merupakan babak penyelesaian dari sebuah penulisan skenario. Durasinya bahkan bisa lebih pendek dibandingkan babak satu. Secara umum babak tiga atau babak akhir terjadi setelah klimaks yang merupakan poin dimana semua pertanyaan penonton terjawab.

Dalam menulis script  film babak ketiga atau babak akhir, hal yang mungkin perlu menjadi catatan adalah;

  • Babak tiga terjadi setelah klimaks.
  • Klimaks sendiri adalah titik tertinggi dimana terjawab sudah keraguan penonton mengenai bagaimana karakter atau tokoh menyelesaikan masalahnya.
  • Setelah klimaks terjadi, alur cerita kemudian diikuti dengan penurunan nilai dramatik yang disebut dengan anti-klimaks.
  • Klimaks diletakkan sesaat sebelum film berakhir, karena itu anti-klimaks singkat saja, karena pada dasarnya cerita berakhir setelah klimaks tercapai.

BACA JUGA:

Tutorial Bagaimana Cara Menulis Skenario Film dengan Mudah Menggunakan Microsoft Word

Source: Freepik

Setelah kamu mengenal berbagai unsur-unsur penting dalam penulisan skenario, sekarang kamu dapat mempraktikkannya berdasarkan totorial berikut ini.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuka laptop atau komputer milikmu, kemudian membuka aplikasi microsoft word yang pastinya sudah kamu miliki. Jika kamu menggunakan aplikasi membuat naskah film, aturan dalam penulisan di bawah tetap harus dilakukan. Hanya saja kamu tinggal mengikuti template yang sudah disediakan.

Selanjutnya, kamu tinggal mengikuti cara-cara dibawah ini;

Cara Pengaturan Kertas dalam Menulis Skenario

Source: Freepik
  • Pilih kertas kwarto A4
  • Margin 1 inch kiri, kanan, atas,  dan juga bawah
  • Font size 12, pilih huruf dengan tipikal yang sederhana.
  • Jarak 1 spasi, format rata kiri.
  • 1 halaman skenario menggambarkan satu menit film.

Nah, ini penting untuk kamu ketahui bahwa pada umumnya 1 halaman skenario menggambarkan satu menit dalam film. Jadi, jika kamu menulis 90 halaman skenario, secara prinsip itu menggambarkan 90 menit dalam film.

Cara Menulis Sampul Skenario Film

  • Judul ditulis menggunakan huruf kapital dengan tanda petik atau garis bawah.
  • 4 spasi di bawahnya tulis ‘Skenario Oleh’
  • 2 baris di bawahnya tulis nama penulisnya, bawah tulis Draff 1 untuk skenario draff pertama
  • Jika ada revisi ditulis Draff 2, Draff 3 hingga Final Draff.
  • Umumnya nomor halaman pada sisi kanan atas.

Cara Menulis Scene dan Pergantian Scene

Source: Freepik

Scene adalah suatu adegan yang terjadi dalam suatu lokasi yang sama  dan berlangsung pada saat yang sama. Scene bisa terjadi dalam satu shot atau lebih dengan angle yang berbeda.

Secara prinsip jika berubah tempat, waktu atau berubah keduanya, maka berubah pula scene-nya, sehingga diawali dengan penomoran baru seperti; Shot 1, Shot 2, Shot 3, dan seterusnya.

Format penulisan scene alam menulis skenario dapat dilakukan sebagai berikut;

Nomor Scene – Judul Scene Keterangan Interior (INT) atau Exterior (EXT) – Lokasi Scene Keterangan Waktu

Misal:

1. INT. Ruang Tamu – Malam Hari

  • Dua spasi di bawah judul scene ada deksripsi visual yang menggambarkan beberapa hal berikut ini;
    • Deskripsi tempat.
    • Tokoh.
    • Aksi.

Catatan: Deskripsi penting saat ada tempat,  tokoh atau aksi yang baru pertama dimunculkan. Khusus untuk tokoh baru pertama muncul atau terdapat deskripsi suara, dapat ditulis dengan huruf kapital.

Cara Membuat Dialog dalam Menulis Skenario

Photo by Alex Green on Pexels.com

Dialog dibuat 2 spaci dari deskripsi visual. Untuk penulisannya sendiri dapat mengikuti aturan berikut;

  • Diawali dengan nama tokoh yang ditulis dengan huruf kapital. Jaraknya 4 inchi dari tepi kiri kertas.
  • Jarak isi dialog dari tepi kiri 3 inch.
  • Batas kanan dialog diatur 2 inch.
  • Jika ada dialog yang diucapkan namun tokoh tidak terlihat di layar, ditulis OS (Off Screen) atau VO (Voice Over) di belakang nama tokoh yang mengucapkannya.
  • Jika tokoh melakukan sesuatu dan diperlukan petunjuk cara  pengucapan dialog, diberi petunjuk pengucapan atau petunjuk aksi dengan huruf dalam tanda kurung, formatnya sendiri adalah 3.5 inch dari kiri dan 2,5 inch dari kanan.

Cara Menulis Flashback, Timelapse dan Menutup Naskah Skenario Film

Photo by Michael Dupuis on Pexels.com

Teknik pergantian scene ditulis saat ada pergantian scene khusus misalnya flashback atau timelapse. Penulisannya sendiri dapat dilakukan dengan mengikuti kaidah cara menulis skenario yang standar sebagai berikut;

  • Menggunakan huruf kapital dengan jarak 6 inchi dari tepi kiri, dan 2 spasi dari sisi kanan.
  • Apabila skenario selesai dapat ditulis kata SELESAI, dengan huruf kapital di tengah baris.

BACA JUGA:

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, itu adalah pembahasan lengkap mengenai cara menulis skenario film yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Untuk membuat kamu semakin mahir dalam menulis naskah film atau skenario seperti ini, lakukan sebanyak mungkin latihan dan disiplinlah dalam melakukannya.

Oya, jika kamu membutuhkan bantuan dalam menulis skenario film atau apa pun itu yang terkait dengan dunia penulisan, kamu juga bisa meminta bantuan pada www.penulisgunung.id untuk membantumu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu menghubungi kontak yang dapat kamu klik dibawah ini.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑