7 PERTANYAAN UNTUK PENULIS YANG PALING PENTING DAN BISA MENGUBAH MINDSET

Jika kamu menganggap bahwa pertanyaan untuk penulis yang paling penting adalah tentang bagaimana menjadi terkenal dan kaya, atau bagaimana menjadi penulis best seller,  kamu salah. Justru pertanyaan paling esensial dalam kehidupan penulis yang akan mengubah cara berpikirmu sama sekali tidak terkait dengan hal semacam itu.

Pertanyaan yang tepat dan diajukan pada orang yang tepat, akan menghasilkan jawaban yang luar biasa. Kamu tidak hanya akan melihat jawaban seperti ini dengan kualitas kata-kata saja, namun jauh daripada itu, juga sangat berpengaruh dalam emosi dan mental.

Sebagai penulis, kamu sering menemukan pertanyaan tentang buku, tentang menulis dan menghasilkan karya, tentang mencari ide dan lain sebagainya. Namun, hanya sedikit orang yang akan mengajukan padamu pertanyaan yang ternyata memiliki pengaruh lebih kuat bahkan untuk diri kamu sendiri.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk membahas 7 pertanyaan yang bagi saya adalah yan paling kuat mempengaruhi pikiran seorang penulis. Apa saja pertanyaannya dan mengapa ini penting?

Mari simak penjelasannya berikut ini.

Memahami Kekuatan Pertanyaan Untuk Penulis yang Paling Menentukan

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Pertanyaan-pertanyaan ini secara khusus ditujukan untuk diri kamu sendiri, dan kamu sendirilah yang harus menjawabnya. Ini sama sekali bukan seperti pertanyaan bagaimana caranya JK. Rowling menjadi penulis miliarder pertama di dunia dan berhasil menjual 200 juta kopian buku Harry Potter-nya.

“Bagaimana saya bisa mendapatkan uang dan hidup dengan hasil dari menulis?”

“Bagaimana saya bisa punya buku dan terkenal lalu di puja-puja banyak orang?

Atau,

“Bagaimana caranya supaya saya bisa menjadi seorang penulis best seller dan kaya raya?”

Jika pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang mendominasi benakmu selama ini dalam menulis, kamu harus mengubahnya mulai sekarang. Pertanyaan tentang menulis permulaan seperti itu hanya akan membawa kamu pada tips and trick, pada cara dan strategi, alih-alih menyentuh sisi terdalam dari sanubarimu dalam menulis.

Pertanyaan yang tidak kuat hanya akan memberikan jawaban yang juga mengambang. Untuk dapat menampilkan performa terbaikmu sebagai penulis yang berenang dalam kata tanpa pernah merasa lelah melakukannya, kamu butuh pertanyaan yang jauh lebih berbobot untuk kamu tanyakan pada dirimu sendiri.

Dengan mengajukan pertanyaan yang kuat dan tepat, kamu tidak hanya akan mencari tips dan trick sebagai cara, tapi juga menyadari motivasi sebagai sebuah pendorong yang menentukan. Pertanyaan seperti layaknya kartu pertama dalam bangunan domino yang jika kamu menyentuhnya, akan membuat semua bangunan lainnya menjadi bergoyang dan runtuh.

Hal ini sama sekali tidak buruk bagi seorang penulis, bahkan jika kamu mampu menjawabnya dengan jujur, ini adalah trigger yang akan mengubah mindset-mu tentang dunia menulis. Kamu mungkin kadang menemukannya dalam contoh pertanyaan bedah buku yang menarik, tapi efeknya tidak akan pernah sekuat ketika kamu mengajukannya untuk diri kamu sendiri.

Jadi, apa kira-kira daftar pertanyaan untuk penulis yang demikian powerfull itu?

Berikut beberapa di antaranya.

Mengapa Kamu Menulis?

Photo by Magda Ehlers on Pexels.com

“Menulis terlalu rendah nilainya jika hanya karena kamu ingin dikagumi”

A Wan Bong

Nah, ini adalah pertanyaan paling kuat yang pertama untuk kamu tanyakan kepada diri kamu sendiri.

  • “Mengapa kamu menulis?”
  • “Apa yang mendorongmu untuk menulis?”
  • “Apa alasan terbesarmu sehingga memutuskan untuk menulis?”

Mengetahui apa alasan paling besar mengapa kamu menulis adalah motivasi paling kuat yang akan mentenagaimu untuk terus menulis dan menulis.

Alasan mengapa seseorang menulis bukan hanya pertanyaan untuk penulis pemula yang kritis, namun juga dapat menjadi pertanyaan reborn dari penulis berpengalaman yang mungkin merasa kehilangan momentum kepenulisan.

Penulis mana pun membutuhkan alasan yang kuat untuk menulis dan terus berkarya di dalamnya. Memiliki banyak uang dan menjadi kaya tentu dapat saja menjadi motivasi untuk menulis, tapi itu bukan alasan cukup kuat untuk menjadi seorang penulis.

Jika kamu menulis supaya kamu terkenal, kamu kaya dan memiliki banyak uang, terlihat pintar, diingat orang setelah kamu mati, dikagaumi, dan lain semacamnya, mungkin itu bukanlah motivasi yang tepat. Orang-orang biasa beralasan dengan hal seperti ini. Namun sejujurnya, itu tidak cukup kuat untuk menjadi alasan terbesar untuk menjadi seorang penulis.

Source: Write Practice

Penulis yang terbaik jarang menulis lantaran termotivasi kekayaan dan uang. Pada banyak kasus, para penulis hebat itu menulis karena ingin terhubung dengan orang lain dengan tulisan mereka. Ada sesuatu yang mereka perlu ungkapkan, gambarkan, hamparkan dan jelaskan melalui rangkaian kata-kata di atas kertas dan tinta.

Menulis terlalu rendah nilainya jika hanya karena kamu ingin dikagumi.

Jadi, pertanyaan untuk penulis buku yang layak untuk kamu ajukan pada diri sendiri yang pertama adalah; “Mengapa kamu menulis?”

Apakah kamu hanya ingin dikagumi, dielu-elukan, dibicarakan, diingat ketika sudah mati, atau apa?

Atau, apakah kamu ingin terhubung dengan orang lain? Atau kamu memang harus mengkomunikasikan pemikiranmu yang penuh dengan cerita dan kisah?

Jika kamu mampu menanyakan hal ini kepada diri kamu sendiri kemudian menjawabnya pula dengan jujur, kamu akan menemukan hal yang luar biasa muncul dari dalam dirimu. Ini dapat menjadi kekuatan yang akan mematahkan writer’s block, kemalasan dan apa pun alasan yang membuat kamu tidak ingin menulis.

Sekali lagi, temukan alasan terkuat mengapa kamu menulis denga mengajukan pertanyaan yang sederhana pada dirimu sendiri; Mengapa kamu menulis?

Untuk Siapa Kamu Menulis?

Photo by Pixabay on Pexels.com

“Jika kamu menulis untuk orang lain dan mereka tidak menyukai apa yang kamu tuliskan, kamu akan kecewa. Jika kamu menulis untuk pembaca dan pembaca tidak mengapreasiasi tulisanmu, kamu juga akan kecewa. Tapi jika kamu menulis untuk dirimu sendiri, tidak ada yang bisa mendikte perasaanmu dengan apa pun penerimaan mereka”

A Wan Bong

Ketika saya menulis novel Islamedina yang tebalnya hingga 750 halaman dengan total sekitar 100.000 kata, saya membutuhkan waktu 4 tahun untuk bisa menyelesaikannya.

4 tahun?

Ya, benar 4 tahun lamanya hingga novel itu baru bisa saya selesaikan.

Padahal, jika kamu pernah membaca buku saya yang lain seperti Mahkota Himalaya, Dewi Gunung, Dunia Batas Langit atau yang lainnya, kamu akan menemukan bahwa saya membutuhkan waktu beberapa bulan saja untuk menulis buku setebal 400 – 500 halaman.

Apa yang terjadi? Mengapa saya bisa menyelesaikan novel Islamedina dalam waktu yang demikian lama?

Ada banyak alasan yang bisa saya sampaikan untuk menjawab pertanyaan untuk sang penulis seperti itu. Namun, esensi yang sangat krusial juga dalam hal ini adalah ketika saya justru mengajukan pertanyaan balik ke diri saya sendiri, yakni; “Untuk siapa sebenarnya saya menulis? Untuk siapa saya menuliskan novel Islamedina ini?”

“Untuk Islamedina kah? Puteri saya yang sudah berpulang ke surga itu tepat diusianya yang ke-29 bulan?”

“Untuk isteri saya kah? Ibunda Islamedina yang demikian terpukul kehilangan permata hatinya?”

“Untuk saudara-saudara, nenek, teman-teman, kerabat, kenangan, moment kebersamaan dengan Medina kah semua itu saya lakukan?”

Saya mengajukan pertanyaan itu ke dalam hati saya yang terdalam dan menemukan jawabannya bahwa bukan untuk itu semua saya membiarkan isakan saya di tengah malam membangunkan isteri saya yang sedang tidur.

Bukan untuk itu semua saya merelakan malam-malam saya bertarung dengan perasaan dan kerinduan yang perih ketika saya mengoreskan kata demi kata menyelesaikan penulisan novel Islamedina.

Pada hakikatnya, pertanyaan tentang penulisan kata mengenai untuk siapa sebenarnya saya menulis kisah Islamedina ini menemukan jawabannya pada diri saya sendiri. Untuk saya sendirilah saya menulisnya.

Source: Penulis Gunung

Saya tidak bisa menahan usia saya yang kian tua dan kelabu. Saya juga tidak dapat menahan bahwa kenangan tentang Islamedina di benak orang-orang yang pernah dekat dengannya, juga akan mengabur ditelan masa. Bahkan pada diri saya sendiri, kenangan itu pun akhirnya akan menjadi renta, pikun dan menghilang tak bersisa.

Saya ingin kenangan itu abadi bagi saya dan bagi siapa pun yang membaca kisahnya.

Jadi, saya memang harus menyelesaikan novel biografi Islamedina itu, bagaimana pun sulitnya. Novel itu bukan untuk orang lain, tapi untuk saya. Saya menulisnya bukan untuk orang lain, namun untuk diri saya sendiri.

Setelah pertanyaan tentang buku Islamedina dan untuk siapa saya menulis itu terjawab, saya akhirnya berhasil menyelesaikan buku tersebut dan tersenyum lega dan bahagia setelahnya. Dam sekarang, ketika para pembaca menangis menyusuri kata demi kata cerita meninggalnya Medina, saya justru bernapas lega karena telah berhasil menyelesaikan menulis cerita itu.

Jadi, dari sekelumit kisah ini kamu dapat merefleksikan pula pada penulisanmu. Tanyalah kepada diri kamu sendiri untuk siapa sebenarnya kamu menulis?

Bagaimana Kamu Dapat Mengubah Orang Lain dengan Tulisanmu?

Photo by Keira Burton on Pexels.com

“Manusia tidak bisa mengubah manusia lainnya, bahkan seorang penulis sekali pun. Kamu hanya bisa menunjukkan sebuah gambaran perubahan, bukan memaksanya kepada orang lain”

A Wan Bong

Kaya dari menulis tentu adalah sebuah pencapaian hebat.

Menjadi terkenal, banyak uang, dikagumi dan dielu-elukan dalam penulisan, juga bukan hal yang buruk. Itu adalah pencapaian yang layak untuk kamu rayakan.

Meskipun demikian, menggunakan pertanyaan talkshow penulis buku yang kurang tepat seperti:

  • “Bagaimana saya bisa menciptakan karya sastra yang best seller dan menjadi kaya?”
  • “Bagaimana supaya saya bisa menjual ratusan buku dengan cara A, B, C dan D?”
  • “Atau apa yang harus dilakukan supaya buku saya laris manis?”

 Semua itu jelas bukanlah jenis pertanyaan yang inspiratif.

Akan tetapi, pertanyaan yang bisa kamu ajukan untuk diri kamu sendiri mengenai persoalan ini adalah; “Bagaimana kamu bisa mengubah orang lain, persepsi mereka, pemikiran mereka, dan ketidakpahaman mereka selama ini, melalui kata-kata dan cerita yang kamu tuliskan?”

Jika kamu mampu menemukan jawaban ini dengan tepat dan efektif, kamu tidak perlu lagi khawatir dengan pertanyaan sebelumnya mengenai uang dan kekayaan. Ketika kamu sudah berhasil mengubah persepsi dan sudut pandang pemikiran orang lain melalui tulisan kamu, mereka rela membayar berapa pun yang kamu minta untuk tulisan-tulisan kamu selanjutnya.

Jadi, poin terpenting dari pertanyaan untuk penulis selanjutnya adalah bagaimana kamu bisa mengubah orang lain dalam bentuk persepsi, anggapan, pola pikir dan sudut pandang pembaca melalui tulisan dan cerita yang kamu sampaikan?

Apa yang Bisa Kamu Tulis dan Tidak Bisa Dilakukan Orang Lain?

Photo by Pixabay on Pexels.com

“Tidak ada salahnya dengan terinspirasi pada tulisan orang lain. Akan tetapi, kamu hanya akan menjadi istimewa jika kamu menulis dengan gayamu sendiri”

A Wan Bong

Pertanyaan tentang menulis kreatif selanjutnya yang juga penting untuk kamu tanyakan kepada dirimu sendiri adalah; “Apa yang harus saya tuliskan dimana orang lain tidak bisa menuliskannya sebaik saya?”

Pertanyaan ini adalah untuk memancing dan menggali potensi unikmu sebagai seorang penulis.

Kamu mungkin akan sulit menemukan cerita yang benar-benar original dan asli di zaman digital seperti saat ini. Namun, ketika kamu mampu memberi warna kamu sendiri dalam setiap karya-karya yang kamu tuliskan, maka kamu sudah cukup berhasil.

“Apa yang membuat tulisanmu demikian unik dan berbeda dari yang lain?”

“Mengapa orang lain tidak bisa menuliskan buku seperti ini dan hanya kamu yang bisa melakukannya?”

Jika kamu mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini secara jujur dan nyata, kamu akan menemukan hal yang istimewa dalam dirimu sendiri.

Jika kamu mampu menulis dengan ciri khas yang unik, yang berbeda dengan apa yang ada di pasaran, sesuatu yang ternyata disukai oleh orang lain, maka para pembaca akan membeli apa pun yang kamu tawarkan kepada mereka.

Intinya adalah pertanyaan ini mampu memberi stimulan dalam dirimu sendiri untuk menemukan gaya menulis yang paling istimewa dari dirimu.

Bagaimana Kamu Menjiwai Penulisan-Penulisan Ceritamu?

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

“Mungkin ini tidak benar, tapi berapa banyak penulis yang menuangkan diri mereka sendiri dalam karakter yang mereka ciptakan?”

A Wan Bong

Setelah pertanyaan tentang gaya penulisan berita dan cerita yang unik dari dirimu sendiri, kamu dapat beralih pada pertanyaan selanjutnya yakni; “Bagaimana kamu bisa terhubung secara emosional dengan cerita-cerita yang kamu tuliskan?”

Kamu tahu, banyak para penulis yang meletakkan karakter mereka sendiri dalam tokoh-tokoh yang mereka tuliskan. Ini adalah semacam refleksi emosional kepribadian sang penulis dalam tokoh  (hampir 100% protagonis) dalam cerita yang mereka buat.

Penjiwaan dalam penulisan cerpen, novel dan karya sastra jenis apa pun, adalah sesuatu yang substansial dan penting.

Seorang penulis dengan penjiwaan yang kuat kadang memiliki ikatan emosi yang demikian kuat dengan cerita mereka. Mereka menjadi cerminan dari cerita yang mereka tuliskan, dan cerita yang mereka hasilkan laksana cerminan pula bagi diri mereka sendiri.

Apa contohnya?

Karya sastra klasik yang paling layak untuk mewakili hal ini adalah buku-bukunya Hamka. Kamu pasti sudah tidak asing dengan novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Merantau ke Deli, Terusir dan yang lainnya, bukan? Itu adalah mahakarya sang pengarang yang menjadi salah satu sastrawan terbaik di Indonesia.

Jika kamu pernah membaca buku-buku tersebut, kamu akan tahu betapa kuat rasanya penjiwaan yang dimiliki oleh Hamka saat menulis karya-karyanya. Sosok seperti Zainuddin seakan adalah jelmaan dari karakter Hamka sendiri.

Kita bisa berpendapat tentang ini. Namun, sebagai penulis yang banyak terinspirasi dari karya-karya Hamka, saya mendukung pernyataan bahwa hampir semua karyanya memiliki penjiwaan yang luar biasa.

Bagaimana Kamu Bisa Menjalani Kehidupan Semenarik yang Kamu Ceritakan?

Photo by mohamed abdelghaffar on Pexels.com

“Seni dalam menulis adalah seperti menemukan apa yang kamu percayai dan kamu hidup dengan kepercayaan itu”

Gustave Flaubert

Ini menarik, karena tidak semua penulis mampu melakukannya. Bahkan para penulis buku best seller pun tidak cukup banyak merefleksikan ini dalam kehidupan mereka. Setidaknya secara terang-terangan.

Namun, penulis-penulis terhebat kadang menjalani kehidupan sama menariknya dengan kisah-kisah yang mereka ceritakan. Orang-orang seperti Charles Bukowski, Leo Tolstoy, JK. Rowling, Carl Jung dan Robert Frost, memiliki kisah hidup yang menarik.

Bahkan di Indonesia, kamu juga bisa menemukan hal yang sama dalam diri penulis Hamka, orang yang saya jadikan contoh dalam pertanyaan untuk penulis yang kelima. Hamka memiliki kisah hidup yang menarik, penuh prestasi, penuh perjuangan, penuh prinsip yang membara dan juga pertentangan yang tak terkira.

Nah, kamu sekarang tiba pada pertanyaan untuk penulis yang keenam;

“Mampukah dan maukah kamu menjalani kehidupan yang menarik, semenarik kisah-kisah yang kamu ceritakan dalam novel dan roman itu?”

Semua orang memiliki kisah hidup yang unik dan menarik, namun hanya penulis yang mampu membuatnya menjadi lebih istimewa untuk dicerna. Kamu tidak harus nekat menjalani kehidupan yang ekstrim dan nyeleneh sebagai penulis, tapi pengalaman akan berbicara cukup kuat dalam karya-karyamu dengan sendirinya.

Tulisan terbaik datang dari pengalaman.

Dan tentu saja, sumber daya terbesar yang kamu miliki sebagai seorang penulis adalah pengalamanmu sendiri. Pengalaman adalah lautan yang bisa kamu ubah menjadi mahakarya istimewa.

Bagaimana Jika Tidak Seorang pun Menyukai Tulisanmu?

Photo by Kat Jayne on Pexels.com

“Jika tidak ada seorang pun yang memberikan apresiasi terhadap tulisanmu, apakah kamu akan terus menulis?”

A Wan Bong

Sekarang, setelah kamu mempelajari banyak hal tentang tips dan teknis menulis, tentang mengatasi writer’s block dan membuat opening cerpen. Lalu, bagaimana seandainya jika tidak ada satu orang pun yang menyukai hasil karyamu?

Apa yang akan kamu lakukan?

Apakah kamu akan terus menulis ataukah kamu akan berhenti dan alih profesi?

Pertanyaan terakhir untuk penulis ini akan secara tidak langsung mengembalikan kamu pada pertanyaan pertama dan keduan; “Mengapa kamu menulis dan untuk siapa kamu menulis?”

Jika kamu tidak mendapatkan alasan yang kuat untuk menulis dan tidak pula memiliki tujuan yang jelas untuk apa kamu menulis, kamu bisa goyah pada pertanyaan yang terakhir ini. Tidak ada yang menyukai tulisanmu, buat apa kamu melakukannya lagi?

Kamu tidak akan terkenal, tidak akan dikagumi, tidak akan kaya raya dan mandi uang dengan menulis. Jadi, mengapa harus diteruskan?

Akan tetapi jika kamu menulis untuk berbagi, untuk terhubung dengan orang-orang, untuk membiarkan akalmu tetap hidup dan bersyukur dengan kreasi imajinasi, mungkin kamu akan tetap menulis.

Bagaimana pun pedihnya, bagaimana pun buruknya, setiap tulisan paling tidak akan berpengaruh bagi seseorang di dunia yang luas ini. Begitu juga dengan tulisanmu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENERBITKAN BUKU SENDIRI DENGAN MUDAH DAN MURAH

Jadi kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, ya? Daripada menunggu lama dan belum pasti diterima atau tidak, mengapa tidak mencoba menerbitkannya secara mandiri? Jika kamu masih bingung dengan prosesnya, panduan cara menerbitkan buku sendiri berikut ini akan membantu kamu melakukannya.

Pada dasarnya, cara menerbitkan buku novel atau buku apa pun yang kamu tulis melalui jalur mandiri, adalah salah satu bentuk kemerdekaan yang bisa dilakukan oleh penulis. Di samping memberi kamu banyak kebebasan, metode ini juga akan membuat kamu jauh lebih kreatif,

Namun kenyataannya, banyak calon penulis yang tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukan penerbitan semacam ini. Alih-alih membangun kreativitas melalui penerbitan mandiri, banyak penulis pemula yang memilih untuk mengantri di depan pintu penerbitan konvensional guna mempublikasi karya mereka.

Nah, sebagai penulis yang telah merilis 15 judul buku atas nama sendiri dan puluhan lainnya untuk ghost writing, saya ingin berbagi pengalaman tentang hal ini. Sejauh ini, semua karya saya diterbitkan secara mandiri dan hasilnya cukup menyenangkan.

Lantas, kira-kira bagaimana langkah dan cara menerbitkan buku sendiri?

Panduan dan Cara Menerbitkan Buku Sendiri yang Lengkap, Murah serta Mudah

“Jika Kamu tidak menyukai cerita seseorang, tulislah cerita Kamu sendiri.”

Chinua Achebe

Kamu mungkin sudah sering mendengan istilah self publishing atau penerbitan mandiri, bukan?

Apa sih, yang dimaksud dengan self publishing itu?

Pengertian Self Publishing atau Penerbitan Mandiri

source: Demolishing House

Jika mengacu pada pengertian Wikipedia, maka akan didapatkan definisi self publishing atau penerbitan mandiri sebagai seorang penulis yang menerbitkan sendiri bukunya tanpa bantuan penerbit yang sudah mapan atau besar.

Akan tetapi, pengertian yang lebih baik mengenai penerbitan mandiri adalah seorang penulis yang mengerjakan sendiri semua proses dari penerbitan; termasuk dalam hal ini adalah editing, proofreading, layouting, membuat cover, mencetak hingga memasarkannya di masyarakat.

Intinya adalah, jika kamu megambil semua tugas penerbitan untuk kamu lakukan sendiri, maka itu  bisa disebut self publishing atau penerbitan mandiri, kamu sebagai penulisnya sendiri disebut sebagai self publisher.

Jenis-Jenis Self Publisher

Penulis yang memutuskan untuk menerbitkan bukunya sendiri terbagi dalam dua macam yakni Self Publishing Superman atau DIY dan Self Publishing Assisted.

Self Publishing DIY (Superman)

Photo by Trace Hudson on Pexels.com

Pengertian bebas dari penerbitan jenis ini adalah seorang penulis yang melakukan segala sesuatu terkait proses penerbitan secara sendiri. Artinya ia adalah penulis buku, mengeditnya, mengatur tata letaknnya, membuat covernya, sekaligus juga memasarkan bukunya.

Jenis ini sangat jarang di dunia, bahkan hampir mustahil ada yang bisa melakukannya dengan baik. Oleh karena alasan ini pula mereka kadang disebut sebagai penulis Superman atau manusia super.

Tapi, apakah jenis DIY (author does everything by themselves) benar-benar sangat jarang dan mustahil untuk ditemukan?

Mungkin tidak juga, karena saya adalah salah satunya.

Di antara 15 judul buku saya yang telah dirilis, semua proses publishing-nya saya kerjakan sendiri.

Rangkaian penulisan, editing, proofreading (setidaknya 3 kali sebelum naskah final), layouting hingga pemasaran saya lakukan sendiri. Hanya 5 buku pertama saya saja yang pembuatan cover-nya dibantu oleh pihak penerbitan indie.

Self Publishing Assisted

Photo by Eren Li on Pexels.com

Di samping penerbitan mandiri DIY atau Superman seperti yang saya lakukan, ada juga Self Publishing Asssited atau penerbitan mandiri dengan bantuan.

Dalam proses penerbitan yang satu ini, penulis mendayagunakan jasa orang lain untuk membantunya menyelesaikan proses penerbitan bukunya. Jasa yang mungkin ia gunakan adalah profesional editor, proofreading, desainer cover, pemasar, dan lain sebaginya.

Keuntungan Self Publishing

Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Meskipun kamu tahu cara menerbitkan buku sendiri di Gramedia, kamu mungkin akan memilih penerbitan mandiri saja. Hal ini disebabkan karena jika kamu bukan penulis besar dengan nama yang sudah beken, memiliki buku yang dipasarkan oleh jaringan seperti Gramedia bisa jadi adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan.

Di balik keterbatasan jaringan pemasaran itu, penerbitan mandiri juga memiliki banyak keunggulan.

Apa pun jenis buku yang kamu tulis, apakah itu fiksi, non fiksi, memoirs, komik, cerpen atau apa pun saja, penerbitan mandiri akan memberikam kamu kebebasan maksimum untuk mengendalikan banyak hal. Di samping itu, tentu saja potensi keuntungan yang kamu miliki akan jauh lebih besar.

Memang sebenarnya, merilis karya dengan cara menerbitkan buku sendiri melalui self publishing memiliki lebih banyak lagi keunggulan.

Berikut beberapa di antaranya;

Kendali Penuh atas Karyamu

Photo by Fernando Arcos on Pexels.com

Untuk kamu yang menginginkan otonomi penuh untuk karya-karya yang kamu terbitkan, self publishing, indie publishing atau penerbitan mandiri adalah solusinya.

Ketika penerbitan konvensional memberi batasan pada setiap segi dari sebuah buku, self publishing justru sebaliknya. Dalam penerbitan konvensional karyamu mungkin akan dipermak oleh editor, judulnya bisa diganti, cover bukunya disesuikan, bahkan beberapa bagian dalam bukumu bisa saja dihilangkan atau ditambah sesuai kebutuhan penerbit konvensional tersebut.

Menariknya kamu tidak akan mendapati hal ini dalam penerbitan mandiri.

Kamu sekali lagi, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk mengontrol karyamu semau yang kamu inginkan.

Potensi Penghasilan Maksimal

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jika kamu menerbitkan bukumu secara konvensional, kamu akan mendapatkan persentase bagi hasil dalam bentuk royalti atau fee berkisar dari 7 hingga 12%. Jadi, jika buku yang kamu tulis harganya adalah Rp, 100.000 per eksemplar, maka kamu akan mendapatkan penghasilan sekitar Rp, 7.000 sampai dengan Rp, 12.000 untuk setiap satu buku yang terjual.

Minim sekali , bukan?

Hal ini sama sekali berbeda dengan self publishing atau penerbitan mandiri.

Dalam penerbitan mandiri, kamu bahkan bisa mendapatkan potensi penghasilan hingga 70 atau 80%. Artinya, jika harga bukumu di pasaran adalah Rp, 100.000 per eksemplar, maka Rp, 70.000 – 80.000 akan masuk ke dalam kantongmu untuk tiap eksemplarnya.

Dengan persentase ini, bayangkan berapa uang yang bisa kamu peroleh jika kamu bisa menjual bukumu dalam jumlah yang sama seperti penerbit konvensional?

Tidak Perlu Menunggu dalam Ketidakpastian

Photo by Felipe Cespedes on Pexels.com

Setelah naskah bukumu selesai dan dikirimkan ke penerbit mayor atau konvensional, kamu harus menunggu setidaknya tiga bulan atau 100 harian untuk mendapatkan jawaban apakah naskahmu layak diterbitkan atau tidak.

Jika ternyata kamu berhasil dan naskahmu bisa diterbitkan, maka kamu harus menunggu beberapa bulan lagi sampai kamu dapat melihat bukumu ada di toko-toko buku.

Waktu menunggu seperti ini akan sangat melelahkan bagi beberapa orang, untuk itu pulalah metode penerbitan mandiri atau self publishing menawarkan solusinya.

Dalam penerbitan mandiri kamu hanya perlu menunggu sekitar enam jam hingga satu hari untuk mempublikasi bukumu dalam bentuk ebook. Jika kamu menerbitkan versi cetak, paling lama dalam waktu dua mingguan, kamu juga sudah dapat melihat hasilnya langsung di tanganmu.

Kepemilikan Hak 100%

Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels.com

Jika kamu menempuh cara menerbitkan buku di penerbit mayor atau konvensional, kemudian karyamu diadaptasi ke dalam film, kamu mungkin harus berbagi hak atas naskahmu dengan penerbit. Akan tetapi jika kamu menerbitkan bukumu secara indie atau self publishing dan difilmkan, kamu adalah pemilik 100% hak atas karyamu.

Ini akan menjadi topik yang sama jika misalnya karyamu juga dicetak ulang, dibuat dalam berbagai cinderamata, disablon ke kaos-kaos dan lain sebagainya. Hak royalti atas semua itu akan menjadi milikmu.

Kesempatan untuk Mempopulerkan Namamu Sendiri

Photo by Pixabay on Pexels.com

Sebenarnya, tidak ada satu pun penulis yang tampil menjadi best seller dalam satu malam. Semua membutuhkan proses untuk tampil di atas anak tangga yang terakhir.

Jika kamu adalah seorang penulis pemula yang baru saja hadir dalam dunia kepenulisan dan buku-buku, kamu akan menemukan bahwa industri  ini tidak mudah untuk ditaklukkan. Namun justru disanalah terletak kesempatan untuk membuat namamu menjadi populer.

Ada banyak penulis terkenal dunia yang mengawali karir mereka dengan self publishing. Mereka membesarkan nama mereka melalui penerbitan mandiri untuk kemudian tampil sukses dengan karya yang nyaris selalu bestseller.

Kekurangan Menerbitkan Buku secara Mandiri

Di samping beberapa hal yang membuat self publishing demikian unggul untuk kamu coba, kamu juga harus tahu bahwa cara menerbitkan buku ini juga memiliki beberapa kekurangan.

Beberapa hal yang menjadi risiko dari cara menerbitkan buku sendiri ini adalah;

Biaya yang Lebih Tinggi

Photo by cottonbro on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu tahu jika memutuskan menerbitkan bukumu secara mandiri adalah kamu akan membiayai semua prosesnya.

Jika kamu menggunakan jasa editor, layouter, proofreading profesional, cover desainer dan lain sebagainya, maka kamu harus membayar semuanya dengan uangmu sendiri. Dan itu tentu saja akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berbeda sekali dengan penerbitan konvensional yang kamu hanya perlu menyerahkan naskahmu lalu terima beres. Tidak ada biaya sama sekali dalam penerbitan buku dengan cara ini.

Jadi, jika kamu memang mencari cara menerbitkan buku sendiri gratis, penerbitan konvensional sudah pasti adalah salah satu caranya.

Kurang Terekspos

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menjadi punulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbitan konvensional atau penerbit mayor akan memberi akses padamu pada berbagai jenis publikasi lain terkait dirimu sendiri. Penerbitan mayor seperti Gramedia memilih banyak platform yang prestisius untuk mendukung dan membuat para penulis mereka bersinar.

Bersama penerbit konvensional kamu mungkin akan sering diajak roadshow, launching buku, meet and greet bersama fans, dan lain sebagainya. Dalam penerbitan mayor juga peluang untuk menjadi penulis best seller terbuka lebar.

Nah, dengan segala sumber daya yang dimiliki oleh penerbit konvensional dan tidak ada pada penerbitan mandiri seperti ini, sudah jelas bahwa kamu yang ada di jalur self publishing, mungkin saja tidak akan begitu terlihat dalam radar.

Tidak Mudah Mengakses Jaringan Toko Buku Besar

Photo by Mark Cruzat on Pexels.com

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada salah satu penerbit saya; Bagaimana supaya buku saya bisa masuk jaringan toko-toko besar?

Informasi yang saya terima saat itu adalah saya harus mencetak buku sebanyak 3.000 eksemplar dengan biaya sendiri dan kemudian membawanya ke jaringan toko buku besar untuk dititip jual (konsinyasi) yang harga konsinyasi-nya sendiri di bawah harga produksi.

Bagaimana pun sudut pandangnya, hasil hitunganya adalah rugi.

Lihat itu, bagaimana sulitnya seorang penulis dari self publishing mengakses jaringan toko besar.

Dengan kenyataan ini tidak salah jika ada penulis yang megatakan bahwa hampir mustahil self publishing bisa masuk ke jaringan toko buku besar tanpa siap untuk rugi dari sisi biaya.

Tidak Ada Bantuan

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, ini adalah perbedaan yang paling signifikan antara penerbitan mayor atau konvensional dengan cara menerbitkan buku sendiri dari wattpad atau dari platform apa pun tempat kamu menulis, yang dilakukan dengan self publishing.

Dalam penerbitan mayor, kamu tidak perlu pusing memikirkan editing, pembuatan cover, layouting dan semacamnya, semuanya akan dikerjakan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman.

Namun jika kamu datang dari dunia self publishing, maka tidak ada bantuan untuk ini. Kamu harus melakukannya sendiri atau membayar orang lain dengan uangmu sendiri.

Perbedaan Self publishing versus Traditional Publishing (Penerbitan Mandiri vs Penerbitan Konvensional)

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Ada cukup banyak perbedaan antara self publishing dan penerbit konvensional. Namun, untuk membuatnya lebih sederhana, kolom di bawah ini akan membantu menjelaskannya;

Self Publishing atau Penerbitan MandiriPenerbitan Konvensional atau Penerbitan Mayor
Penulis memiliki kendali atas semua proses penerbitan seperti isi naskah, editing dan juga sampul buku.Penerbit mayor mengendalikan proses penerbitan dan arah dari naskah yang dikirimkan penulis.
Penulis menanggung semua biaya penerbitan, jumlahnya tergantung dari jenis self publishing itu sendiri.Semua biaya penerbitan ditanggung oleh penerbitan mayor.
Semua penghasilan dari penjualan buku adalah milik penulis.Hasil penjualan buku masuk ke kas penerbit mayor untuk kemudian dibagikan ke penulis dalam bentuk royalti yang besarnya berkisar antara 7 – 12% dari harga buku.
Penulis memegang semua hak atas karyanya.Ini tergantung dari perjanjian dengan penulis, namun pada kasus yang sering terjadi, penerbit mayor memiliki hak atas mayoritas isi naskah.
Jangkauan pemasaran terbatas dan tidak memiliki akses ke jaringan toko besar.Jangkauan pemasaran luas, buku dapat masuk di berbagai jaringan toko buku besar seperti Gramedia dan sebagainya.
Untuk terlihat dan terkenal, membutuhkan lebih banyak perjuangan secara mandiri.Penulis berpeluang untuk menjadi terkenal, bestseller, dan sangat tenar dengan bantuan platform yang dimiliki penerbit mayor.

Berapa Perkiraan Biaya Penerbitan Mandiri?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Lantas, setelah melihat keunggulan, perbedaannya dengan penerbitan mayor dan lain sebagainya, sekarang masuk ke pertanyaan yang mungkin sering mampir di benak para penulis pemula; Berapa sebenarnya biaya yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku secara mandiri atau self publishing?

Sebenarnya biaya self publishing ditentukan juga oleh apakah kamu kamu memilih menjadi Self Publisher DIY Superman atau sebagai Self Publisher Assisted.

Jika kamu memilih menjadi Author Superman yang does everything by themselves, maka kamu dapat menekan biaya sangat murah bahkan gratis sama sekali. Biaya yang kamu butuhkan hanyalah untuk mencetak buku, yang itu pun dapat kamu lakukan dengan pemberlakukan sistem PO (Print on Order) atau Print on Demand (POD).

Jadi hakikatnya memang tanpa biaya sama sekali atau gratis.

Beda cerita jika misalnya kamu menggunakan metode Self Publishing Assisted dimana kamu juga menggunakan jasa editor profesional, proofreader, layouter atau penata letak, dan juga desainer cover.

Semua job assisted ini bisa mencapai biaya hingga Rp, 3.000.000 untuk buku dengan tebal 250-an  jumlah halaman.

Oh ya, saya bisa berbagi ilmu menjadi penulis Superman pada kamu dengan biaya hanya 10% dari jumlah tersebut, caranya kamu bisa menghubungi www. Penulisgunung.id disini.

7 Langkah Paling Penting Dalam Penerbitan Mandiri atau Self Publishing

Selanjutnya adalah langkah teknis apa yang kamu harus lakukan untuk maju dalam penerbitan mandiri atau self publishing.

Berikut adalah step by step yang dapat kamu jadikan panduan untuk menerbitkan karya tulismu secara indie atau mandiri.

Tulis Naskah Bukunya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apakah kamu akan memilih penerbit mayor atau dengan cara menerbitkan buku novel-mu dengan self publishing, langkah pertamanya adalah sama yakni; menulis naskahnya terlebih dahulu.

Proses menulis buku ini dapat kamu pelajari caranya pada banyak tempat dan media. Jika kamu ingin melihat panduan yang lebih komprehensif, kamu bisa membaca artikel cara menulis buku novel dan cerpen untuk pemula yang saya publish beberapa waktu yang lalu.

Mencari ide penulisan buku atau mengeksekusinya menjadi sebuah naskah dapat kamu putuskan sebelum masuk ke langkah selanjutnya. Beberapa pilihan yang paling umum dalam penulisan pemula untuk diterbitkan misalnya adalah;

Buku Fiksi

Photo by Alesia Kozik on Pexels.com

Kamu dapat mempelajari bagaimana cara menulis buku fiksi, membangun karakter, menentukan ide, dan menyempurnakan setting pada banyak sumber. Khusus untuk penulisan kreatif seperti ini, kamu juga dapat membaca referensinya dalam tulisan saya berikut ini.

Karya fiksi sendiri memiliki banyak macam dan kamu bebas untuk memilih yang mana. Kamu bisa memulainya dengan membuat kumpulan buku cerpen, buku puisi, buku penulisan bebas atau pun novel dan biografi.

Macam-macam jenis tulisan fiksi sendiri dapat kamu lihat disini.

Buku Non fiksi

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Untuk menulis naskah buku non fiksi, kamu tentu saja tidak bisa mengandalkan imajinasi dan kreativitas semata. Kamu juga membutuhkan sumber dalam penulisan yang kamu lakukan.

Dalam penulisan ini kamu bisa melakukan riset dengan penelitian kepustakaan, riset melalui sumber-sumber di internet, atau melakukan riset secara langsung melalui studi lapangan, studi kasus, interview dan lain sebagainya.

Buku Memoirs

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Nah, ini adalah yang cukup banyak ditanyakan melalui blog ini yakni mengenai bagaimana cara menulis kisah hidup sendiri atau yang lebih populer disebut memoar atau memoirs.

Saya sendiri menyediakan pelatihan online untuk jenis tulisan ini yang memastikan kamu bisa menyelesaikan buku yang berisi kenangan penting dalam hidupmu secara tuntas.

Untuk mengikuti pelatihan online ini kamu hanya perlu mengisi formulir berikut ini.

Edit Naskahnya

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Langkah kedua yang harus kamu lakukan setelah selesai menuliskan naskah bukumu adalah dengan melakukan editing atau pengeditan. Proses ini bisa menjadi bagian yang paling melelahkan dan kamu harus memiliki kesabaran yang penuh untuk bisa melakukannya.

Pengeditan bisa saja sangat ekstrim dimana penulis bahkan harus ‘menulis ulang’ naskahnya. Kamu bahkan bisa melakukan hal ini berkali-kali ketika misalnya proses editing yang kamu lakukan terasa belum memuaskan.

Saya biasa memadukan proses editing dengan proofreading, dan ini tidak sesederhana kedengarannya. Pada buku seperti DEWI GUNUNG yang tebalnya hampir 600 halaman, saya bahkan hampir depresi untuk bisa menyelesaikannya.

Tapi itu cukup sebanding dengan hasilnya.

Dalam editing kamu bisa memilih dua cara berikut ini;

  • Edit sendiri semaksimal yang kamu mampu; Sebagai Superman dan DIY authors, kamu harus melakukannya sendiri, dan ini pula yang saya lakukan selama ini. Keterbatasan sumber daya memaksa setiap penulis yang memilih jalur untuk melakukan apa yang bisa ia lakukan. Pengetikan typho, kalimat ambigu, alur yang merepotkan, dan pesan yang kurang jelas, semuanya disapu bersih. Intinya adalah, edit semaksimal yang bisa kamu lakukan.
  • Biarkan profesional melakukannya untukmu: Nah, ini lebih mudah. Kamu tinggal menyerahkan naskahmu pada editor profesional, dan tunggu saja hasilnya untuk kemudian dilanjutkan pula ke proofreader.  Ini langkah yang sangat gampang namun tentu saja ada biaya yang harus kamu keluarkan.

Buat Cover dan Layout Naskahnya

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Salah satu tantangan besar yang saya hadapi pada saat merilis sebuah buku baru adalah bagian ini; membuat cover atau merancang sampul. Untuk alasan yang sama, saya kemudian menyerahkan beberapa desain sampul buku saya kepada profesional.

Namun saya suka belajar dan beberapa buku saya yang baru, bagian ini sudah bisa saya lakukan sendiri pula.

Di samping cover atau sampul, cara menerbitkan buku gratis melalui self publishing juga meminta kamu untuk melakukan layouting atau tata letak secara mandiri.

Menariknya saat ini, proses tata letak bisa lebih mudah kamu lakukan dengan bantuan template. Nah, cetakan atau template-nya sendiri bisa kamu peroleh secara gratis atau berbayar melalui berbagai website penulisan.

Atau jika tidak ingin terlalu repot dan kamu mungkin tidak memiliki waktu ekstra, kamu juga bisa membayar profesional untuk tugas yang satu ini.

Persiapkan Buku dalam Bentuk Ebook dan Cetak

Photo by Dominika Roseclay on Pexels.com

Setelah naskah bukumu siap saji, sekarang waktunya untuk mengubah semua ketikan dan tampilan komputer itu dalam bentuk kertas atau dalam buku yang sebenarnya.

Percayalah, momen ini akan sangat mengesankan. Kamu tidak akan mudah melupakan bagaimana untuk pertamakalinya kamu memegang sebuah buku yang disampulnya tertulis nama kamu sendiri.

Namun masalahnya, untuk mencetak buku langsung kamu juga membutuhkan biaya. Beberapa penerbit indie bahkan memasang batas minimal percetakan yang diperbolehkan. Ada yang dapat memproses cetak bukumu jika jumlahnya adalah 100 eksemplar, ada yang 50 eksempar, atau ada juga lebih sedikit daripada itu.

Sebagai solusinya, kamu bisa menempuh dua cara ini.

Print on Demand (POD) atau Print On Order (PO)

Source: KristianJi

Hanya mencetak jika ada permintaan adalah solusi yang menarik untuk diambil. Pada beberapa judul buku, saya juga menempuh cara ini.

Dengan cara ini kamu akan terbebas dari keharusan membayar biaya cetak untuk mencetak sejumlah buku. Keuntungan lainnya adalah kamu dapat menghindari potensi risiko penumpukan stok buku yang mungkin saja tidak laku terjual.

Ebooks

Menjual buku dalam bentuk ebook adalah kemudahan yang sangat menarik.

Kamu tidak perlu repot memikirkan biaya cetak, gambar yang buram, stok yang menumpuk atau hal lainnya. Hanya dengan sekali meng-upload– bukunya di platform penjualan seperti Google Play Book dan Amazon, kamu dapat menjualnya jutaan kali tanpa takut kehabisan stok.

Buka Pre-order

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Langkah selanjutnya yang penting untuk kamu tempuh sebagai self publisher adalah dengan membuka pre-order atau PO bukumu sebelum ia sendiri dirilis.

Proses pre-order dapat kamu lakukan paling lama tiga bulan sebelum buku dirilis. Kamu dapat menarik biaya pembelian buku lebih dulu dari orang-orang yang melakukan pre-order dan itu bisa digunakan sebagai biaya produksi bukumu.

Jadi, mudah, murah dan gratis, bukan?

Akan tetapi pertanyaannya kemudian adalah, berapa banyak orang tertarik melakukan pre-order atas bukumu?

Saya senang membagikan kisah cerita ini bahwa buku saya yang berjudul Wajah Maut Mountaineering Indonesia terjual di atas 500 eksemplar melalui pre-order.

Mungkin ini bukan angka yang terlalu besar untuk kamu. Namun jika itu adalah buku pertamamu yang langsung habis terjual bahkan ketika bukunya sendiri belum dicetak, maka tidak ada salahnya kamu merasa senang dan cukup bangga.

Pasarkan Bukumu di Berbagai Lini

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah selanjutnya adalah memastikan bukumu ada di setiap lini dan media pemasaran yang tersedia.

Dengan ketersediaan media online seperti sekarang ini, kamu bisa memaksimalkan marketing bukumu melalui media sosial seperti facebook dan instagram. Kamu juga bisa mengoptimalkan peran marketplace seperti shopee, tokopedia, bukalapak, dan lain sebagainya.

Bahkan jika kamu memiliki group whatsapp, group alumni, group keluarga atau group apa pun yang bisa kamu gunakan untuk mensosialisasikan bukumu, maka gunakan.

Tidak perlu dihiraukan apa pun tanggapan orang yang ada di dalamnya, poin yang kamu lakukan dari cara ini adalah memasarkan bukumu dan mensosialisasikan karyamu yang telah atau akan diterbitkan.

Buat Perencanaan Launching yang Menarik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Merilis buku itu adalah sesuatu yang asyik dan mungkin juga membanggakan pada beberapa orang. Moment ini seperti memanggil orang-orang untuk berkerumun dan kamu naik ke atas panggung untuk mengatakan; “Hai, saya telah menulis sebuah buku!”

Untuk membuat moment ini menjadi istimewa, kamu harus merencanakannya sebaik mungkin.

Jika kamu adalah orang yang tidak terlalu ingin ribet, kamu bisa mengajak orang lain untuk melakukannya. Saya pernah melakukan hal serupa ketika merilis buku saya yang berjudul Gunung Kuburan Para Pemberani. Saat itu proses launching dilakukan di café salah satu teman di kota Magelang.

Cara ini menghadirkan konsep mutualisme yang menarik dimana saya bisa merilis buku saya dengan cara yang asyik sementara teman saya mendapatkan pengunjung café yang lebih banyak sekaligus juga promosi tempat usahanya,

Tips Sukses Menerbitkan Buku Secara Mandiri

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, sebagai hal terakhir dalam artikel bagaimana cara menerbitkan buku sendiri ini, saya akan menyertakan 5 tips sukses self publishing.

Tips ini mudah ditulis dan lebih mudah lagi untuk kamu baca, namun merefleksikannya secara disiplin, kamu akan membutuhkan banyak perjuangan dan usaha.

Akan tetapi jika kamu berhasil mengkombinasikan tips menerbitkan buku sendiri berikut dengan kedisiplinan dan semangat pantang menyerah, kamu sudah pasti akan berjumpa dengan kesuksesan.

Apa saja tipsnya?

Tulis Apa yang Laku

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Untuk menjadi seorang self publishers yang sukses, kamu harus menjual sangat banyak buku, dan itu artinya kamu harus menjual buku yang akan dibeli oleh banyak orang.

Ini terdengar sangat opurtunis, tapi itu memang benar.

Hanya buku yang laku dijual yang bisa menghasilkan uang. Jadi, kamu memang harus mampu melihat di pasaran buku apa yang sebenarnya diminati, apakah misteri, romantis, horror, petualangan atau apa?

Pada umumnya buku fiksi adalah yang paling banyak merajai top selling. Akan tetapi bukan berarti buku non fiksi tidak punya peluang. Jika kamu mampu menulis buku non fiksi dengan bagus dan kuat, kamu pun mampu meraih hal yang sama.

Fokus pada Pembaca Spesifik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bukan hanya spesifik, tapi juga ultra-spesifik.

Seorang penulis yang memilih jalur penerbitan mandiri adalah orang yang harus memiliki basis peminat tulisan yang besar. Ini mungkin tidak mudah bahkan banyak orang yang masih bertarung dengan hal tersebut, termasuk penulis blog ini.

Namun pembaca spesifik akan memberikan perhatian yang fanatik padamu, dan mereka adalah orang-orang yang akan setia dengan karya-karyamu jika kualitas yang kamu berikan menyenangkan mereka.

Di samping itu, pembaca spesifik adalah tim marketing yang akan dengan senang hati mempromosikan tulisanmu dalam lingkungan mereka sendiri.

Jadi, mereka tentu akan membuatmu jauh lebih sukses saat berfokus dengan mereka.

Cover yang Menarik itu Penting

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Kamu mungkin sering mendengar pepatah yang mengatakan ‘jangan menilai buku dari sampulnya’.

Tapi, bagaimana pun, mayoritas orang (79% persisnya) tetap menerapkan hal ini tanpa mereka sadari saat memilih sebuah buku.

Nah, sebagai self publisher kamu harus menyadarinya. Bahwa membuat cover atau sampul buku yang menarik itu penting.

Jadi, pikirkan itu dengan seksama, baik kamu memilih cara menerbitkan buku sendiri di Malaysia, di Indonesia, atau di mana saja.

Harga Murah Penjualan Tinggi

Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Memiliki buku dengan harga hanya Rp. 9.900 per eksemplar atau per-ebook copy, tentu tidak cukup menarik untuk didiskusikan. Ini harga yang murah, darimana pun kamu melihatnya.

Tapi, bagaimana jika kamu bisa menjualnya satu juta copy dalam satu bulan?

Kamu akan mendapatkan penghasilan hampir satu miliar!

Itu jumlah yang banyak, lho.

Ini adalah tips yang disarankan banyak self publisher sukses dunia. Fokus padan penjualan yang tinggi dan buat harganya lebih rendah dan sangat terjangkau. Terutama jika kamu menjual bukumu dalam bentuk ebook.

Apa yang Kamu Lakukan Sekarang?

Photo by Jeff Stapleton on Pexels.com

Kamu telah melihat bagaimana cara menerbitkan buku sendiri, sekarang pilihannya ada padamu; apakah mencoba melakukannya, atau melupakannya.

Jika kamu tetap memilih untuk mencoba cara menerbitkan buku sendiri di Gramedia atau di penerbit mayor lainnya, maka kamu harus lebih banyak bersabar dan jangan pernah menyerah meskipun karyamu nantinya belum dipilih. Tetap berusaha, terus dan terus, sampai kamu berhasil.

Lalu, jika kamu memilih untuk menerbitkan buku secara mandiri melalui self publishing, maka bersiaplah untuk berjuang lebih banyak daripada yang lainnya.

Ini medang juang yang tidak mudah, tapi akan sepadan dengan hasilnya. InsyaAllah.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


12 PENYEBAB WRITER’S BLOCK YANG PALING SERING MENGGANGGU PENULIS + CARA MENGATASINYA (Bag 1)

Jika kamu merasa buntu dalam menulis saat ini, bisa jadi kamu sedang mengalami writer’s block. Ada banyak cara mengatasi hal ini, namun yang paling penting adalah kamu mengetahui dulu apa penyebab writer’s block yang kamu alami. Setelah itu, menentukan cara mengatasinya adalah hal yang lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang menjadi penyebab syndrom writer’s block?

Berikut uraian lengkapnya.

Selusin Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Dialami Penulis dan Tips Mengatasinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Para penulis mengalami writer’s block bukan karena mereka tidak bisa menulis, tetapi karena mereka putus asa untuk dapat menulis dengan fasih dan sempurna”

Anna Quindlen

Secara sederhana writers block artinya adalah sebuah kondisi dimana kamu mengalami kebuntuan dalam menulis, baik dalam bentuk kekeringan ide, semangat, atau bahkan keinginan untuk menulis sekali pun. Semua penulis pernah mengalami writer’s block jadi, jika kamu mengalaminya sekarang, jangan putus asa, kamu bukan satu-satunya.

Ketika saya menulis novel Merapi Barat Daya, saya hampir menyerah tepat pada saat berhasil menyelesaikan beberapa bagian paling menarik di awalnya. Saya kemudian menemukan bahwa ide saya habis, bagian yang saya tulis terasa sangat membosankan dan saya khawatir ini akan membuat kisah dalam novel ini tidak akan menarik untuk dibaca.

Saya berhenti menulis novel itu hampir dua minggu lamanya. Akan tetapi, saat saya mencoba menceritakan bagian itu kepada isteri saya dan meminta penilaian beliau, isteri saya merespon dengan antuasias.

“Wah, itu keren lho, Mas. Keseluruhan ceritanya keren banget, selesaikan saja, Mas”

Dorongan itu ternyata bermanfaat bagi saya, saya mulai meneruskannya kembali. Konsultasi dengan isteri ternyata menjadi cara mengatasi writers block yang efektif untuk saya ketika itu sehingga menghasilkan novel Merapi Barat Daya yang rating dari pembacanya hampir selalu sempurna.

Writer’s block adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada diri seorang penulis dan kamu tidak perlu terlalu khawatir.

Meskipun demikian, kondisi writer’s block yang tidak kunjung ditemukan penyebabnya, pada umumnya akan berkembang menjadi sebuah kondisi yang berbahaya bagi seorang penulis, terutama dalam hal produktivitas.

Jadi, hal utama yang paling penting untuk kamu tangani lebih dulu ketika kamu mengalami writer’s block adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Nah, untuk itulah artikel kali ini ditulis, yakni untuk membantu kamu mengenali apa yang menjadi penyebab sebenarnya dari kondisi kebuntuan menulis yang kamu alami.

Dan memang, di antara banyak hal yang menjadi sebab writer’s block, 12 hal berikut adalah yang paling sering menimpa para penulis.

Memiliki Terlalu Banyak Tanggung Jawab yang Harus Diselesaikan

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Kamu mungkin memiliki banyak ide menulis yang ingin kamu lakukan, tapi kamu memiliki tanggung jawab keluarga, pekerjaan, sumber daya yang terbatas, dan lain sebagainya. Di samping itu, kamu mungkin juga memiliki keinginan untuk berlibur, pulang ke kampung halaman, memancing atau menghabiskan waktu dengan mendaki gunung.

Lalu jika sudah begini, apa yang harus kamu lakukan?

Sebagai seorang penulis atau writers, tentu saja kamu memiliki tanggung untuk menulis dan terus memproduksi karya berbentuk tulisan. Namun demikian, kamu tentu saja tidak harus mempertentangkan antara menulis dan tanggung jawab kamu yang lainnya, kok.

Keluarga adalah hal penting dalam hidup dan kamu tidak bisa menggantikannya. Pekerjaan atau profesi dimana kamu mencari nafkah sehari-hari, juga adalah sesuatu yang tidak kalah penting untuk menjadi prioritas. Akan tetapi jika kamu ingin menulis dan berharap menjadi penulis, kamu juga tidak dapat menomorduakan kegiatan menulis begitu saja.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadwalkan waktu yang kamu miliki secara adil dan sesuai. Kamu tentu tidak dapat menghilangkan waktu bersama keluarga atau waktu mencari nafkah, namun kamu pasti mampu mengaturnya secara lebih baik, bukan?

Tidak ada tips ajaib, tapi kuncinya memang adalah manajemen waktu yang baik.

Kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana mengatur waktumu sendiri. Kamu pasti mampu melakukannya jika kamu memang benar-benar ingin menulis.

Pengaturan waktu yang baik antara berbagai tanggung jawab yang kamu miliki dan menulis yang ingin kamu lakukan, adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block dengan sebab yang pertama ini.

Memiliki Terlalu Banyak Ide Sehingga Kamu Bingung Menentukan Prioritas

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Penyebab kedua dari kebuntuan dalam menulis adalah kamu terlalu memiliki sangat banyak ide yang justru membuat kamu bingung untuk mengeksekusinya. Ini juga bukan hal baru dalam dunia menulis, dan artinya, kamu juga tidak perlu terlalu khawatir bagaimana cara menghadapinya.

Penulis profesional atau writer’s artinya adalah orang yang memang memiliki banyak ide untuk diterjemahkan dalam bentuk karya sastra. Ini adalah sebuah takdir bagi seorang penulis. Namun masalahnya, ide yang terlalu banyak juga kadang membuat seorang penulis jatuh dalam kebingungan untuk memilih mana yang terbaik untuk dituliskan.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?

Apakah kamu pernah mendengar perumpamaan seorang anak yang mengejar 10 ekor kelinci dalam waktu bersamaan?

Menurut kamu, jika 10 ekor kelinci dilepaskan berbarengan dari dalam kandang dan seorang anak mengejar semuanya sekaligus, apa yang akan terjadi? Berapa besar peluang anak tersebut untuk berhasil untuk mendapatkan kelinci?

Peluangnya adalah 0 alias kosong.

Lalu, bandingkan misalnya seorang anak yang ketika dilepaskan 10 ekor kelinci dari dalam kandang, ia kemudian menargetkan satu ekor. Walau ia tertarik untuk mendapatkan kelinci lain, namun ia hanya fokus mengejar kelinci target, kemana pun kelinci itu lari, ia mengejarnya tanpa menyerah.

Nah, berapa besar peluang anak itu untuk berhasil menangkap si kelinci?

Betul, peluangnya mungkin tidak akan mencapai 100%. Namun, sudah pasti ia akan memiliki peluang lebih baik daripada mengejar 10 ekor kelinci itu sekaligus.

Menulis pun demikian, kamu tidak bisa mengubah semua ide kamu menjadi karya dalam waktu bersamaan. Menulis adalah sebuah proses panjang, bukan revolusi spontan yang terjadi dalam satu malam.

Jadi intinya adalah, ketika kamu menghadapi kondisi writer’s block dimana kamu bingung memilih ide yang terlalu banyak, kamu harus memfokuskan perhatian pada satu ide yang paling mungkin untuk diubah menjadi karya lebih dulu.

Fokus pada hal itu, dan selesaikan. Baru kemudian kamu beralih pada ide yang lain.

Tidak Memiliki Ide Sama Sekali alias Blank

Photo by Monstera on Pexels.com

Lawan dari memiliki terlalu banyak ide dalam menulis tentu adalah terlalu sedikit memiliki ide, atau bahkan kosong sama sekali. Keduanya sama dalam hal dampak yang ditimbulkan pada seorang penulis, yakni writer’s block.

Terlalu banyak memiliki ide membuat kamu bimbang untuk menulis yang mana atau memulainya dari mana. Hal ini sama dengan kamu yang tidak memiliki ide sama sekali. Apa pun bagian dari penulisan yang kamu temui, semua terasa seperti halaman kosong yang entah mau diisi dengan kalimat apa.

Lalu, jika kamu menghadapi kondisi semacam ini, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya?

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini, salah satunya adalah dengan menulis bebas.

Nah, menulis bebasnya sendiri dapat kamu buat secara sistematis misalnya dengan membuat list beberapa ide terburuk yang kamu miliki.

Ide terburuk?

Ya, benar, ide paling buruk dan terburuk yang kamu miliki, karena sesungguhnya ada banyak ide terburuk sebenarnya adalah yang terbaik. Jadi, kamu bisa memulainya darimana saja, dan menulis beberapa hal tentang itu. Jangan khawatir untuk salah dan biarkan saja semuanya mengalir.

Jika metode ini kamu coba terapkan, kemudian dilakukan satu atau dua kali, maka pada satu pekan setelahnya atau beberapa hari setelah kamu menuliskan ide terburuk itu, biasanya kamu akan menemukan bahwa salah satu idemu ternyata sempurna untuk dikembangkan menjadi tulisan kamu yang sesungguhnya.

Memiliki Ide yang Menarik Namun Tidak Tahu Bagaimana Cara Mulai Menuliskannya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, ini adalah yang paling banyak saya temui pada sebagian besar calon penulis hebat di Indonesia, orang-orang yang mengambil kursus menulis di coaching online atau offline di kelas saya. Mereka pada dasarnya memiliki sebuah ide atau kisah yang menarik untuk ditulis, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Untuk kamu yang mengalami hal seperti ini pula, saran pertamanya adalah kurangi untuk selalu mengatakan bahwa;

“Saya tidak tahu harus mulai darimana…”

Atau,

“Saya bingung bagaimana memulainya, bagaimana menuliskannya menjadi sebuah cerita yang enak dibaca”

Tepatnya adalah, kamu harus mulai menghentikan membicarakan hal tersebut pada orang yang salah dan tidak bisa membantumu. Dan mulailah untuk mencari seseorang yang tepat dan memiliki kemampuan membantu kamu keluar dari persoalan tersebut.

Caranya bagaimana?

Kamu bisa memulai mencari seorang mentor untuk membimbingmu menulis. Jangan terlalu khawatir dengan biaya yang harus kamu keluarkan jika hasil yang akan kamu peroleh memberikan kamu pengalaman dan ilmu yang akan mengubah hidupmu nantinya.

Jika kamu keberatan dengan belajar pada seorang mentor melalui coaching online atau kursus, maka kamu bisa mencari seseorang yang memiliki persoalan yang sama dengan yang kamu hadapi namun ia berhasil mengatasinya, kemudian pelajari bagaimana problem itu bisa ia atasi.

Tidak ada salahnya untuk mengatasinya dengan cara yang sama, kan?

Memiliki Rasa Takut untuk Menulis Sesuatu yang Seharusnya Kamu Tulis

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

“Tidak ada hal dalam hidup yang harus ditakuti, yang ada hanyalah untuk dipahami. Sekarang adalah waktunya untuk belajar lebih banyak memahami, sehingga kita dapat mengurangi rasa takut yang kita miliki”

Marie Curie

Ada sebuah kekhawatiran dalam dirimu mengenai apa yang akan dipikirkan oleh orang lain jika kamu menuliskannya.

Masalahnya kemudian adalah kamu menjadikan ketakutan kamu ini sebagai sesuatu yang tidak ingin kamu hadapi. Pada akhirnya, kamu pun stuck disitu dan mengalami writer’s block yang rasanya sulit untuk kamu hadapi.

Kamu tidak sendiri menghadapi persoalan seperti ini.

Nah, yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut;

Pisahkan dulu antara menulis dan konsekuensi yang mungkin akan terjadi setelahnya. Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya akan terjadi, kamu juga belum menentukan apakah akan mempublish tulisanmu atau tidak. Jika demikian, mengapa tidak menyelesaikan saja tulisannya lebih dulu?

Ada banyak penulis yang membuktikan bahwa menulis apa yang paling mereka takutkan untuk ditulis adalah langkah paling penting yang mengubah hidup mereka. Writer’s block jenis ini memang membutuhkan keberanian dari dalam hatimu untuk mengatasinya dengan cara keluar dari ketakutan kamu selama ini.

Tentu saja kamu dapat mencari mentor, coach atau penulis yang lebih berpengalaman untuk membantu kamu melawan kondisi semacam ini. Tapi jika kamu mau sedikit terbuka dan menemukan orang yang tepat untuk mendiskusikannya, writer’s block yang satu ini tidak terlalu sulit seperti kelihatannya.

Kamu Mengalami Depresi dan Tekanan

Photo by Brett Sayles on Pexels.com

Rasa depresi dapat disebabkan oleh banyak hal. Mungkin kamu sedang mengalami masalah kesehatan menahun, atau kondisi lain yang menyebabkan kamu seakan mengalami tekanan. Konsekuensi dari tekanan ini adalah membuat kamu kehilangan produktivitas dalam menulis.

Saya mengalami hal seperti ini kadang-kadang. Ketika rasa nyeri di punggung saya karena kebanyakan duduk menulis menjadi kambuh, saya bisa menjadi depresi dan mengalami writer’s block. Bukan saya tidak memiliki ide untuk ditulis, namun saya merasa sakit ketika menulis. Dan itu pada akhirnya berujung pada depresi dan rasa enggan untuk menulis.

Jika penyebabnya adalah faktor kesehatan, kamu tentu dapat mencari jalan keluarnya dengan menghubungi ahli medis dan mungkin juga seorang therapist.

Salah satu obat yang juga cukup mujarab untuk mengatasi rasa nyeri di punggung saya misalnya adalah dengan melakukan olahraga pagi secara rutin.

Sayangnya dalam berolahraga, saya tidak memiliki kedisiplinan seperti dalam menulis. Namun jika rasa nyeri di punggung saya ingin hilang dan menulis bisa lancar kembali tanpa terngganggu rasa sakit, saya memang harus melakukan hal tersebut.

Namun beberapa gangguan kesehatan penyebab despresi tidak sesederhana itu, bukan?

Bisa saja kamu misalnya mengalami depresi dan writer’s block karena persoalan yang lebih kompleks. Nah, untuk hal ini, kamu disarankan untuk memberanikan diri menghubungi orang-orang yang berkompeten untuk bisa membantu kamu.

Jika hubungannya adalah dengan menulis, kamu bisa menghubungi coach, mentor, pelatih menulis, penulis profesional atau lain sebagainya yang mampu membantu kamu untuk mengatasi writer’s block kemudian mengeluarkan kemampuan terbaik kamu.

“Sebagai bentuk belajar; menulislah dengan apa pun yang kita bisa, dengan apa pun yang kita miliki, dan dengan cara apa pun yang kita bisa melakukannya…”

A Wan Bong

Bersambung ke halaman selanjutnya: 12 Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Menggangu Penulis + Cara Mengatasinya (Bag 2)


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 BUKU TERBAIK MENURUT ELON MUSK YANG SEHARUSNYA KAMU BACA

Kamu tentunya sudah tahu siapa itu Elon Musk, kan?

Julukan populer dari seorang Elon Musk adalah Tony Stark in real life, atau Tony Stark dalam kehidupan nyata. Julukan ini disematkan karena sepak terjang Elon Musk yang sungguh luar biasa. Ia adalah triliuner, penemu, tokoh teknologi, pemilik perusahaan raksasa, dan masih banyak lagi. Bahkan saat ini dapat dikatakan bahwa Elon Musk adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia.

Menariknya, meskipun tingkat intelektual dan kemampuan teknologi Elon Musk sangat hebat, ternyata ia bukanlah seorang yang memiliki gelar akademis  luar biasa. Ia seperti banyak tokoh terkemuka yang nyentrik lainnya, menganggap gelar bukanlah hal yang penting. Bagi Elon Musk, gelar sepanjang apa pun itu, tak akan pernah mampu mengalahkan keterampilan atau skill.

Nah, skill dan keterampilan uniknya tidak diperoleh dengan gelar. Elon Musk bilang bahwa dengan membaca buku terbaik pun, seseorang dapat mengasah keterampilannya mengalahkan para sarjana dan gelar akademik mereka. Buku yang tepat, kata Elon Musk, adalah senjata yang paling ampuh untuk membuat kamu menjadi juara dalam persaingan dunia.

BACA JUGA: 50 PERTANYAAN UNTUK REMAJA YANG BISA MEMBUAT MEREKA BERPIKIR LEBIH JAUH

Pendapat Elon Musk Tentang Gelar Akademik dan 10 Buku Terbaik yang Paling Direkomendasikannya untuk Kamu Baca

Source: Tumblr

Selain memiliki kekayaan yang luar biasa, Elon Musk terkenal dengan banyak hal. Cuitan asal-asalan Elon Muks twitter bahkan mampu mengubah arah pergerakan harga mata uang crypto seperti Bitcoin dan Dogecoin. Baru-baru ini ia kembali membuat publik crypro currency menjadi ramai lantaran cuitannya juga membuat imbas yang besar dengan anjloknya bitcoin.

Sebagai seorang pemimpin besar perusahaan teknologi raksasa semacam Tesla dan SpaceX, Elon Musk tentu saja menjadi bos besar bagi banyak orang. Ia memimpin ribuan karyawan, ia membuat teknologi pertama mobil tanpa sopir atau autopilot. Bahkan perusahaan SpaceX miliknya, adalah salah satu perusahaan swasta pertama yang menargetkan pemukiman manusia di luar angkasa.

Melihat begitu luar biasanya sepak terjang seorang Elon Musk ini, mungkin kamu sempat bertanya; Bagaimana sih, sekolahnya? Dimana ia kuliah, dan berapa banyak gelar yang ia miliki sehingga demikian pintar dan cerdas?

Elon seperti kamu juga, memiliki gelar yang biasa-biasa saja. Ia adalah pemilik gelar sarjana fisika dan ekonomi dari Universitas Pensylvania. Namun yang paling mengagumkan dari seorang Elon Musk adalah pernyataannya yang mengatakan bahwa gelar sebenarnya sangat tidak menentukan kesuksesan seseorang.

Keterampilan dan Pengalaman Selalu Mampu Mengalahkan Gelar

Source: Freepik

Dalam merekrut karyawan di berbagai perusahaan yang ia pimpin, gelar sama sekali tidak begitu diperhitungkan oleh Elon Musk. Menurutnya, skill adalah sesuatu yang mengungguli gelar. Dan sekarang, dengan teknologi yang semakin merajalela di semua lini kehidupan, dengan pandemi virus corona covid-19 yang memaksa orang-orang untuk work from home, skill menjadi lebih diunggulkan lagi.

Nah kabar baiknya adalah, masih menurut Elon Musk sendiri, setidaknya ada 10 buku yang bisa kamu baca yang akan mampu secara signifikan menambah kecerdasan dan skill kamu. Selain menambah pengetahuan dan kecerdasan, buku-buku ini menurut Elon Musk juga akan membuat kamu lebih siap dalam menghadapi tantangan zaman seperti sekarang ini.

Lantas  buku apa saja yang masuk dalam 10 buku terbaik untuk dibaca menurut Elon Musk?

Berikut daftarnya;

INI JUGA MENARIK, KAMU BISA MEMBACANYA: 13 HAL YANG HARUS KAMU HINDARI UNTUK BISA MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Corporate Finance

Source: OpenTrolley

Ini adalah sebuah serial yang lebih banyak mengupas tentang financial modelling sebuah perusahaan. Dengan buku ini seorang pemimpin perusahaan tidak hanya hebat dalam inovasi, namun juga akan melek dengan model paling ideal bagi finansial perusahaannya.

Buku Corporate Finance telah ditulis hingga 11 jilid. Para penulis buku ini adalah; Jeffrey F. Jaffe, Stephen A. Ross,  dan Randolph Westerfield.

Asking The Right Question: A Guide to Critical Thinking

Source: Amazon

Buku ini ditulis oleh M. Neil Browne dan menjadi banyak rujukan dalam pelatihan leadership. Buku ini berdasarkan deskripsi Amazon; mampu menjembatani kesenjangan antara hanya sekedar menghapal sesuatu atau menerima informasi secara membabi buta. Buku ini juga menurut Amazon; akan membantu kamu untuk memiliki analisis yang lebih kritis terhadap suatu objek.

Business Intelligence and Analytics: System for Decision Support

Source: Amazon.in

Penulis buku ini adalah Efraim Turban dan menjadi salah satu buku yang dijagokan di Amazon. Buku karya Turban ini merupakan panduan yang aktual dan komprehensif mengenai revolusi manajemen support dari sebuah industri teknologi. Setidaknya itu yang digambarkan Amazon.

Definiting Moment: When Managers Must Choose Between Right and Right

Source: Amazon.com

Buku ini ditulis oleh Joseph Badaracco dan mengetengahkan tema yang membahas mengenai pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan oleh seorang pengambil keputusan ketika bisnis dan nilai-nilai dalam perusahaannya sedang dalam konflik dan dipertaruhkan.

Organizational Culture and Leadership

Source: Raptis Rare Books

Kamu tentu sudah dapat menebak isi buku dengan mudah, kan?

Yap, benar. Buku yang ditulis oleh Edgar H. Schein ini adalah sebuah buku teks klasik yang membicarakan tentang organisasi dan kepemimpinan. Menurut Elon Musk, ini adalah salah satu buku tentang leadership yang seharusnya kamu juga baca.

BACA PULA: TIPS SUPER MUDAH DALAM MENGATASI WRITER BLOCK ATAU KEBUNTUAN IDE DALAM MENULIS

Essentials of Organizational Behavior

Source: Amazon.in

Sama seperti buku Corporate Finance, buku yang ditulis oleh Stephens P. Robbins ini juga terdiri dari beberapa serial. Hingga saat ini buku yang sangat layak baca ini sudah tersedia dalam 14 jilid. Jadi, akan sangat bagus untuk membantu mengasah skill-mu, kan?

The Management of Innovation

Source: Amazon.uk

Buku ini bukan bukan buku baru atau ditulis oleh zaman dimana komputer sudah merajai semuanya. Karya monumental dari penulis G. M. Stalker dan Tom Burns sudah diterbitkan sejak tahun 1961, yang artinya ini adalah sebuah buku klasik membahas tentang inovasi pemikiran dan juga aksi.

Akan tetapi menurut deskripsi Amazon, buku The Management of Innovation ini adalah salah satu buku tentang organisasi bisnis paling berpengaruh yang pernah ditulis manusia.

Business Finance: Theory and Practice

Source: FliptHTML5

Buku yang satu ini ditulis oleh Eddie McLaney dan merupakan salah satu buku yang banyak direkomendasikan untuk para pemilik korporasi bisnis. Secara sederhana, buku yang juga dianggap sangat bagus oleh Elon Musk ini membahas panjang lebar mengenai keuangan dalam bisnis, baik secara praktik, teori, atau pun filosofinya.

Critical Analysis of Organizations: Theory, Practice, Revitalization

Source: Amazon.ca

Ini adalah buku ke-9 yang disarankan oleh Elon Musk untuk kamu baca jika ingin mempelajari mengenai analisa yang lebih kritis dan mendalam. Buku ini ditulis oleh seorang penulis perempuan yang cukup populer bernama Catherine Casey.

Tidak seperti buku-buku sejenis yang mungkin bersifat lebih umum, dalam buku ini Casey mampu menjabarkan pemikirannya secara lebih baru, menarik dan sangat kritis.

A Theory of Human Motivation

Source: Rakuten.kobo

Nama sekaliber A. H. Maslow tentu sudah menjadi jaminan bahwa buku terakhir yang direkomendasikan oleh Elon Musk ini benar-benar layak untuk kamu baca. Dalam buku ini Abraham Maslow menjelaskan bagaimana hierarki kebutuhan manusia ikut membentuk motivasi mereka.

Dan pada dasarnya, ide sederhana seperti itulah yang mendasari Maslow untuk menulis karya hebatnya ini.

INI JUGA KEREN, BACA JUGA, YUK: MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP SENDIRI DALAM 10 LANGKAH SANGAT MUDAH

Source: Freepik

Nah, itu adalah 10 buku terbaik yang seharusnya kamu baca juga untuk menambah wawasan serta pengembangan diri kamu. Mengutip maksud dari pernyataan Elon Musk sebelumnya, skill akan mengalahkan gelar, dan di masa depan, gelar tidak akan banyak manfaatnya lagi kecuali untuk pamer kepada tetangga dan orang-orang di sekeliling rumah.

Dan asyiknya, skill, keterampilan dan pengalaman itu dapat dilatih dan diperjuangkan. Membaca buku seperti 10 buku paling bagus yang direkomendasikan oleh Elon Musk, adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan.

Jadi, tetap membaca, ya.

NB:

Tulisan saya lainnya dapat dilihat juga di beberapa tautan berikut ini:

SINERGI FOUNDATION SEBAGAI SOLUSI ZAKAT ONLINE YANG SISTEMATIS DAN TEPAT SASARAN

Mungkinkah zakat dapat menjadi kunci kemakmuran suatu negeri?

Jika pertanyaan seperti ini diajukan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz puluhan abad silam, maka jawabannya adalah; iya, zakat dapat menjadi kunci kemakmuran negeri dan ummat. Akan tetapi jika pertanyaan yang sama diajukan pada masa yang kontras dengan model pemerintahan khalifah besar dari dinasti Umayyah itu, maka jawabannya akan berlainan.

Nah, sebenarnya bisakah zakat menjadi solusi menuju kemakmuran sebuah negeri? Bagaimanakah cara mengaplikasikannya di tengah tantangan dunia modernitas saat ini?

Mari, simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Sinergi Foundation dan Kiprahnya Sebagai Operator Zakat Online yang Amanah, Sistematis dan Tepat Sasaran

Source: Freepik

Pengertian Zakat

Secara sederhana, istilah zakat dapat diterjemahkan sebagai harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim kepada orang yang berhak menerimanya. Sementara menurut bahasa, zakat dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang bersih, suci, tumbuh dan juga berkembang. Namun pemaknaan yang lebih sering digunakan bagi zakat adalah sesuatu yang telah menjadi hak Allah Yang Maha Kaya untuk dikeluarkan atau diberikan kepada fakir miskin.

Fungsi Zakat

Source: Freepik

Zakat memiliki fungsi yang sangat komprehensif dalam kehidupan sosial dan masyarakat. Zakat tidak hanya dapat dimaknai sebagai kewajiban seseorang dalam mengeluarkan sebagian hartanya lantaran perintah Allah semata. Akan tetapi, zakat juga memiliki fungsi yang secara ajaib telah dipersiapkan Allah untuk memberikan ketenangan dan kedamaian bagi setiap orang, baik bagi yang menerima zakat mau pun yang membayar zakat.

Bagi orang yang memberikan zakat, ritual ini memiliki fungsi sosial sebaga cara untuk mensucikan hati dari sifat kikir, tamak dan juga serakah. Sementara bagi penerima zakat, hal ini juga dapat mensucikan hati mereka dari perasaan iri, dengki, hasad, dan juga amarah.

Fungsi membersihkan dari zakat adalah dengannya harta yang dimiliki dapat dibersihkan. Artinya, jika dalam proses mengumpulkan harta terdapat cara-cara yang syubhat, maka zakat dapat membersihkannya. Zakat juga befungsi sebagai penumbuh atau pengembang karena dengan zakat harta seorang pemberi zakat justru akan bertumbuh dan berkembang.

Masih ada banyak fungsi dan manfaat lain dari zakat. Zakat pada tatanan negara yang lebih luas mampu menjadi cara efektif untuk mengentaskan kemiskinan. Zakat yang dikelola secara baik juga akan memberikan peran yang sangat besar bagi pemberantasan kejahatan yang berakar dari persoalan sosial. Pendek kata, fungsi dan manfaat zakat hampir mencakup semua bentuk kemaslahatan umat manusia.

Jenis-Jenis Zakat   

Source: Freepik

Umat islam hanya mengenal dua jenis zakat yang telah menjadi kewajiban untuk ditunaikan. Zakat yang pertama adalah zakal mal atau zakat harta. Zakat mal sendiri memiliki banyak jenis sebagai turunannya seperti zakat penghasilan, zakat perniagaan, zakat pertambangan, zakat pertanian, hasil laut, hasil temuan, zakat emas, bahkan hingga zakat obligasi dan semacamnya.

Sementara jenis zakat yang kedua adalah zakat nafs atau zakat jiwa, yang lebih populer pula dikenal sebagai zakat fitrah. Waktu menunaikan zakat fitrah sudah ditentukan yakni pada akhir bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri.

Problematika Zakat pada Zaman Modern

Source: Freepik

Dari zaman dahulu hingga sekarang, zakat sebagai salah satu prospek penting perekonomian umat tak lepas pula dari permasalahan yang mengiringinya. Permasalahan utama misalnya adalah mengenai pengelolaan zakat, kemudian kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat. Atau bahkan yang paling teknis dan terlihat sederhana adalah tentang kemudahan dalam membayar zakat.

Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat tentu membutuhkan banyak kerjasama dan kerja keras. Sementara membangun sistem pengelolaan zakat yang amanah, tepat sasaran dan sesuai dengan syar’i, tentu juga membutuhkan lebih banyak dedikasi, sikap istiqomah, dan keikhlasan dalam melakukannya.

Allhamdulillah di Indonesia, bertumbuh pula berbagai lembaga yang ikut andil membantu suksesnya proses ibadah zakat sebagai bagian dari perekonomian umat. Kemudahan masyarakat untuk melaksanakan kebajiban bayar zakat telah dipermudah dengan lahirnya sistem zakat online yang tentu saja lebih sederhana, simple, efisien dan terorganisir.

Nah, salah satu lembaga yang kemudian mendedikasikan diri mereka untuk membantu problema zakat di masa modern ini adalah Sinergi Foundation. Dalam beberapa waktu terakhir, lembaga ini telah menjadi salah satu lembaga pengelola zakat yang terpercaya, sistematis, dan juga tepat sasaran.

Sekarang, apa sajakah kira-kira manfaat yang bisa Anda peroleh dengan berkontribusi sebagai mitra zakat pada Sinergi Foundation?

5 Manfaat Paling Signifikan Berzakat Melalui Sinergi Foundation                     

Source: Freepik

Sebagai lembaga pengelola zakat di zaman modern, Sinergi Foundation tentu memiliki juga beragam manfaat yang dapat Anda peroleh ketika menggunakan jasa mereka.

Beberapa keuntungan atau manfaat yang paling signifikan misalnya adalah;

Memudahkan

Source: Freepik

Keuntungan paling utama dari lembaga pengelola zakat modern adalah mereka seharusnya memberi kemudahan kepada orang-orang yang membayar zakat untuk menunaikan tanggung jawab mereka. Kemudahan harus mencakup banayak hal semisal proses pengumpulan zakat, penyaluran, laporan dan lain sebagainya.

Di zaman sekarang, ketika era digital dan internet menjadi portal semua sisi, maka lembaga zakat modern harus pula mampu menjangkaunya. Sinergi Foundation dalam hal ini mampu menjadi jembatan yang memberi banyak kemudahan dalam hal sinergitas zakat di Indonesia.

Memiliki Jangkauan Luas

Source: Freepik

Pada sudut pandang yang tepat, ruang dan waktu dalam dimensi modern kadang hanya sebatas ilusi. Lembaga zakat yang profesional semacam Sinergi Foundation memahami dan mengaplikasikan konsep tersebut tersebut dalam layanan mereka.

Dimana pun Anda berada, seberapa banyak pun waktu yang Anda miliki, Anda tetap dapat menggunakan layanan Sinergi Foundation selama Anda bisa mengaksesnya melalui layar ponsel. Hal ini tentu saja akan memudahkan lebih banyak orang untuk menunaikan kewajiban zakat mereka melalui Sinergi Foundation.

Tepat Sasaran

Source: Freepik

Di tengah kondisi perekonomian dunia yang terpuruk karena wabah Covid 19 ini, mungkin ada banyak bagian dari umat islam yang menjadi berhak sebagai penerima zakat lantaran kondisi ekonomi yang semakin merosot. Akan tetapi dalam menetapkan siapa saja orang yang berhak menerima zakat dan mengapa mereka menjadi prioritas, tentu saja membutuhkan analisa yang matang.

Nah, Anda yang melaksanakan kewajiban membayar zakat dan mengharapkan apa yang Anda lakukan dapat bermanfaat sesuai ketentuan, tentu menginginkan zakat Anda tepat sasaran. Untuk alasan satu ini, Sinergi Foundation sangat layak untuk Anda pertimbangkan.

Akuntabel

Photo by Pixabay

Tidak ada kewajiban bagi lembaga zakat untuk mengumumkan siapa saja orang yang menunaikan kewajiban zakatnya melalui mereka. Namun, bagaimana pun juga, sebuah lembaga yang diserahi tanggung jawab pengelolaan harta baik berupa uang mau pun benda-benda berharga, tetaplah harus akuntabel dan memiliki perhitungan yang rapi.

Akuntable dalam konteks ini bukan bermakna mengenai hitung-hitungan laba rugi lembaga pengelola zakat, akan tetapi lebih kepada akuntabilitas pengelelolaan zakat yang terdiri dari pemberi zakat, penerima zakat, bentuk zakat, prioritas, dan juga perhitungan mashlahat yang lebih banyak berdampak pada umat, dan lain sebagainya.

Insya Allah Amanah

Source: Freepik

Bagian paling pokok dari sebuah lembaga pengelolaan harta umat adalah mereka harus teruji amanah. Kemampuan dan keikhlasan untuk menyampaikan amanah pemberi zakat kepada penerima zakat harus benar-benar dapat diterjemahkan secara berkesinambungan. Dan amanah menjadi bagian paling dasar dari fungsi ini.

Kemampuan untuk melaksanakan amanah sebaik mungkin ini adalah top priority bagi lembaga pengelola zakat seperti Sinergi Foundation. Amanah ini pula dalam implementasinya, akan memberikan rasa tentram dan damai dalam hati pemberi zakat karena tahu bahwa zakat yang mereka keluarkan, sungguh-sungguh telah diberikan kepada orang yang paling tepat dan dengan cara yang paling tepat pula.


Nah, itu adalah sekelumit mengenai Sinergi Foundation dan kiprah mereka dalam pengelolaan zakat online. Dalam sudut pandang yang utuh, dapat dilihat bahwa zakat dengan realisasi yang paling tepat, ternyata memang memberi dampak yang signifikan bagi kejahteraan ummat.

Dan bisa saja ini adalah ikhtiar kecil yang dapat kita lakukan untuk menjawab pertanyaan pada awal tulisan ini tadi mengenai; mungkinkah zakat dapat menjadi kunci kemakmuran suatu negeri?

Wallahu’alambisshawab

Dan, selamat berzakat!

HENTIKAN 13 HAL BERIKUT UNTUK MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Sehebat apa pun karakter yang kamu miliki, menghargai dan menghormati orang lain tidak pernah lebih penting daripada menghargai diri sendiri. Beberapa orang menganggap bahwa menghargai orang lain adalah puncak dari kebijaksanaan, namun itu tidak tepat. Justru puncak kebijaksanaan dari seorang manusia di zaman modern seperti sekarang ini adalah dengan kemampuannya untuk menghargainya diri sendiri.

Lantas, bagaimana pula caranya menghargai diri sendiri itu?

Salah satu cara yang paling mudah dalam upaya untuk memberikan hormat kepada diri sendiri adalah dengan tidak lagi melakukan hal-hal yang menafikan nilai-nilai diri sendiri. Sikap menafikan diri sendiri ini hadir dalam beragam tindakan yang bahkan mungkin tidak disadari. Akan tetapi imbas tindakan ini seperti sampah yang menumpuk, pada akhirnya menggunung dan menguburkan hal-hal baik yang ada dan seharusnya bisa tumbuh.

Nah,  apa saja sih tindakan yang termasuk sebagai sikap tidak menghargai diri sendiri itu? Berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

13 Sikap Negatif yang Harus Dihentikan untuk Menghargai Diri Sendiri

Source: Youtube

Prinsip menghargai diri sendiri sama sekali sekali bukan prinsip yang egois. Secara sederhana sikap menghormati diri sendiri adalah bentuk kedewasaan seseorang untuk bertindak dan menyikapi berbagai kejadian dalam kehidupan.

Mengambil sikap untuk menjadikan diri sendiri sebagai sebuah objek untuk dihormati kadangkala tidak mudah dilakukan, apa lagi bagi orang-orang yang menganut prinsip; Aku juga rela menjadi lilin untuk menerangi harimu yang gulita. Orang-orang seperti ini kadang demi alasan nggak enakan, akhirnya mengorbankan diri mereka sendiri supaya orang lain merasa tetap nyaman.

Ada banyak cara-cara menghargai diri sendiri yang mungkin sering kamu dengar. Akan tetapi langkah yang paling utama dari proses untuk memulainya adalah dengan mulai belajar menekan tombol ‘stop’ untuk sesuatu yang selama ini kamu lakukan, yang ternyata justru mengabaikan diri sendiri.

Dikarenakan pada praktiknya, keputusan untuk mulai memprioritaskan diri sendiri dalam artian yang wajar, lebih banyak berkorelasi dengan kemampuan untuk mengatakan tidak, berhenti, atau cukup, pada sesuatu yang selama ini sebenarnya tidak bagus untuk kamu sendiri

Lalu apa sajakah hal yang kemudian harus kamu katakan cukup sebagai cara untuk menghargai diri kamu sendiri? Berikut adalah 13 poin yang paling signifikan.

Berhenti Mengatakan Iya untuk Segala Sesuatu

Source: Kobo

Tidak semua permintaan yang diajukan kepada kamu harus kamu iyakan. Ada kalanya kamu harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang mungkin bertentangan dengan prinsip dirimu sendiri. Atau kamu juga harus mengatakan tidak untuk sesuatu yang merugikan kamu secara materiil dan moriil.

Berhentilah untuk mengatakan iya kepada segala sesuatu supaya orang lain merasa nyaman. Atau pada kasus yang lebih menarik, kamu juga harus tegas untuk berhenti mengatakan iya kepada semua permintaan yang diajukan kepada kamu dengan alasan supaya orang lain tetap mengganggap kamu sebagai teman yang asyik.

Berhenti untuk Selalu Setuju pada Seseorang Hanya Agar Mereka Tidak Sakit Hati

Source: Dipo English

Ada dua pilihan simalakama yang seringkali terjadi; Kamu mengatakan iya untuk sesuatu dengan risiko perasaanmu sendiri terabaikan, atau mengatakan tidak pada orang lain yang kemudian membuka peluang mereka untuk sakit hati.

Jika sudah begini nasihat yang terdengar bijak mungkin akan menyarankanmu untuk mengorbankan diri sendiri supaya orang lain tidak sakit hati.

Tapi ketahuilah, itu tidak adil untuk dirimu sendiri. Jika orang lain tidak boleh kamu sakiti hatinya, lalu mengapa orang lain boleh menyakiti hatimu dengan memaksakan keinginan mereka?

Berhenti Merasa Bersalah karena Telah Melakukan Sesuatu yang Benar untuk Dirimu

Source: The Telegraph

Ketika kamu telah mengambil sebuah keputusan yang benar untuk kamu lakukan, maka  tidak ada yang perlu kamu risaukan lagi. Meskipun keputusanmu itu mungkin tidak menyenangkan bagi orang lain, namun jika kamu merasa tindakanmu sudah tepat dan tidak merugikan mereka, maka keep on the track!

Ketika ada seseorang yang meminta kepada kamu atas sesuatu, anggaplah misalnya untuk meminjam barang-barang pribadimu, kemudian kamu menolaknya karena kamu sedang membutuhkan barang tersebut. Nah, ini adalah contoh yang dimaksud bahwa kamu telah mengambil tindakan yang benar dan tidak merugikan orang lain, meskipun bisa jadi mereka kecewa.

Jika kamu sudah melakukan hal seperti ini, maka jangan merasa bersalah. Merasa bersalah dengan hal yang sudah benar adalah pertanda bahwa kamu tidak menghargai diri kamu sendiri dengan baik.

Berhenti untuk Selalu Menyembunyikan Apa yang Sebenarnya Kamu Rasakan

Source: Pinterest

Banyak juga orang yang memilih untuk menyembunyikan apa yang sesungguhnya ia rasakan hanya demi menjaga perasaan orang lain. Nah, dalam berbagai rumus kata bijak menghargai diri sendiri, bagaimana pun juga kebiasaan seperti ini harus kamu buang.

Kamu menjaga perasaan orang lain dengan cara menyiksa perasaanmu sendiri, dilihat dari kacamata psikologi dan kestabilan mental, itu bukanlah hal baik. Dengan menyembunyikan perasaanmu sendiri kamu ingin orang lain tetap merasa nyaman, tetapi apa imbasnya untuk dirimu?

Jangan, jangan lakukan itu lagi jika kamu ingin menghormati dan menghargai diri kamu sendiri. Ungkapkan apa yang kamu rasakan dengan jelas dan jujur, dan jangan paksakan orang lain untuk menerimanya.

Dan jika mereka tidak terima dengan apa yang kamu ungkapkan, maka sederhana saja, whats the problem? Semua orang memiliki perasaan mereka sendiri-sendiri.

Berhentilah untuk Selalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Source: EsZposters

Sebuah pepatah mengatakan;

Jika kamu ingin membuat semua orang senang, maka juallah es krim dan jangan menjadi dirimu sendiri.

Pepatah ini meskipun agak berlebihan, tapi memang benar maknanya. Kamu tidak bisa membuat semua orang senang.

Untuk semua sikap, perkataan dan tindakan yang kamu ambil, akan selalu melahirkan konsekuensi. Dan kadang-kadang konsekuensi tersebut adalah membuat beberapa orang menjadi tidak senang.

Jika sudah begini, terus saja dengan apa yang kamu sudah lakukan. Selama kamu merasa bahwa tindakanmu sudah tepat, tidak mengganggu orang lain dan tidak pula merugikan mereka dalam berbagai aspek yang masuk akal, maka keep going!

Berhentilah Membuat Orang Terlalu Banyak Mendikte Tentang Hidupmu

Source: PicturesQuotes

Kata bijak menghargai diri sendiri selanjutnya adalah dengan tidak membiarkan orang lain terlalu banyak mendikte tentang dirimu. Jika ia adalah ibu kamu atau ayah kamu, maka mereka layak berkomentar banyak tentang kamu. Namun, jika mereka adalah ‘orang lain’ yang membuatmu harus merasa ragu setiap kali bertindak dan bersikap, maka kamu harus menghentikan mereka.

Menghentikan disini bukan berarti kamu harus melabrak mereka dan meneriakkan bahwa kamu tidak ingin lagi didikte, tapi kamu harus menunjukkan bahwa kamu mampu menyelesaikan persoalan kamu sendiri. Tanpa harus mendengar banyak celoteh mereka yang terlalu mengurusi hidupmu.

Berhentilah untuk Selalu Mengabaikan Intuisimu

Source: Stairway to the top

Insting atau intuisi kadang adalah alarm paling kuat untuk memperingati seseorang mengenai sesuatu. Menghargai diri sendiri dalam islam mewajibkan  seseorang untuk selalu berprasangka baik pada orang lain dengan tanpa mengesampingkan kehati-hatian. Nah, konteks intuisi dalam hal ini memiliki relevansi.

Artinya begini; Jika kamu memiliki intuisi bahwa ada orang yang kamu kenal berniat tidak baik padamu, maka kamu harus berprasangka baik padanya. Akan tetapi pada saat yang bersamaan, kamu juga harus melipatgandakan kewaspadaanmu terkait dengan orang yang kamu maksud itu.

Berhentilah Selalu Bersikap Manis Hanya untuk Memperoleh Dukungan

Source: Pinterest

Pria atau wanita yang menghargai dirinya sendiri akan berani bersikap tegas dan keras jika suatu kondisi mengharuskan mereka untuk demikian. Namun, orang-orang yang cenderung mengabaikan penghormatan untuk dirinya sendiri, akan tetap berusaha bersikap manis, menarik dan menyenangkan, supaya memperoleh dukungan dari orang-orang.

Jika kamu ingin menghargai diri kamu sendiri, maka hentikan itu! Hentikan upaya kerasmu untuk selalu bersikap cantik dan manis hanya agar orang lain mendukungmu. Orang yang kuat dan menghargai dirinya sendiri akan siap jika tidak seorang pun mendukung dirinya.

Berhentilah Berkata Negatif Tentang Dirimu Sendiri

Source: Type Lifestyle

Cara menghargai diri sendiri di sekolah atau di rumah, atau dimana pun saja, sebenarnya sama. Dan salah satu persamaan yang paling kuat adalah dengan menghentikan kebiasaan kamu  mengatakan sesuatu yang buruk atau negatif tentang diri kamu sendiri.

Apa contoh berkata negatif tentang diri sendiri?

Aku tak mampu melakukan itu, Aku memang pantas diperlakukan seperti ini, Aku bukan yang terbaik, dan lain sebagainya.

Ucapan-ucapan negatif yang dilakukan secara repetitif seperti itu akan mempengaruhi mentalmu dan akan membuat kamu tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik yang kamu miliki. Singkirkan semua pikiran negatif tentang dirimu itu, dan gantikan dengan sesuatu yang lebih kuat, optimis, dan tangguh.

Berhentilah Meletakkan Kepentinganmu Selalu di Belakang Kepentingan Orang Lain

Source: Easy Wisdom

Mengalah adalah sifat mulia, tentu saja banyak orang setuju dengan hal itu. Namun, jika kamu terus-terusan mengalah hanya untuk mendahulukan kepentingan orang lain, maka itu adalah salah satu ciri bahwa kamu sebenarnya tidak menghargai diri kamu sendiri.

Dalam hal bagaimana cara menghargai diri sendiri brainly, forum belajar, dan berbagai situs pengembangan diri lainnya tetap bersepakat, bahwa kamu tidak harus selalu mengalah demi kepentingan orang lain. Ada kalanya kamu harus tegak dan mengambil sikap bahwa kepentingan kamu juga wajib didahulukan.

Berhentilan Selalu Diam Mengenai Dirimu

Source: Anis Oza

Selanjutnya yang harus kamu ketahui mengenai menghargai diri sendiri adalah kamu semestinya juga berbicara tegas untuk dirimu, pendapatmu, pertimbanganmu, rasa keberatanmu, dan lain sebagainya. Berhentilah untuk selalu diam saja pada semua problem yang menyangkut tentang dirimu.

Jika kamu tidak suka cara seseorang memperlakukan dirimu, kepentinganmu, urusanmu, maka bicaralah yang lantang, jangan diam saja.

Berhentilah Selalu Mencari Persetujuan dari Orang Lain

Source: Kat Gordon

Selalu mencari persetujuan orang lain adalah salah satu ciri orang yang lemah dan kamu tidak perlu melakukannya lagi. Untuk menjadi hebat, menjadi kuat dan menjadi berhasil dengan apa yang kamu upayakan, kamu sama sekali tidak perlu mencari persetujuan orang lain.

Orang lain bisa saja tidak setuju dengan pendapatmu atau tindakanmu, dan itu urusan mereka, bukan urusanmu.

Hal yang perlu menjadi fokusmu adalah dengan tumbuh dan belajar lebih baik, berusaha lebih keras untuk menjadi pemenang dalam pertarunganmu sendiri. Hentikan ketergantunganmu untuk selalu harus mendapat persetujuan dari orang lain.

Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri

Source: YourQuote

Jika kamu keras pada dirimu sendiri, maka kehidupan yang akan lunak kepadamu. Namun, jika kamu lembek pada dirimu sendiri, maka kehidupanlah yang akan keras kepadamu.

Anonim

Hal terakhir yang harus kamu hentikan untuk menghargai diri kamu sendiri adalah dengan berhenti mengasihani diri sendiri. Tindakan dan sikap mengasihani diri sendiri adalah prilaku orang dengan mentalitas yang lemah. Jika kamu mengalami hal yang sama, maka sekarang berhentilah.

Hidup akan selalu keras, rintangan kehidupan akan semakin tidak mudah, jangan biarkan dirimu melempem dengan semua rintangan itu.

Tegas dan keraslah pada dirimu sendiri karena hal itu akan membentuk kepribadianmu menjadi lebih kuat dan tegar. Dan pada akhirnya, hal itu akan mempermudah langkahmu mengarungi hidup.

Nah, bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah siap menghentikan semua sikap yang selama ini membuat kamu tidak menghargai diri sendiri?

10 CIRI YANG MENANDAKAN KAMU TELAH SEPENUHNYA MEMILIKI SIFAT DEWASA

Usia tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa seseorang telah memiliki sifat dewasa. Seseorang boleh jadi telah memiliki usia yang jauh dari kata belia, namun ternyata tidak dapat dikatakan dewasa karena sifatnya. Sebaliknya pula, ada seseorang yang secara usia masih cukup muda, namun dikarenakan kematangan pola pikir dan karakternya, dikatakan telah mencapai kedewasaan yang sebenarnya.

Nah, sebenarnya bagaimanakah sifat dewasa itu? Apa saja sih, hal-hal yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengatakan bahwa seseorang layak dianggap telah dewasa atau belum? Pembahasan berikut ini akan membantu untuk menjelaskannya.

Pengertian Sifat Dewasa dan Beberapa Ciri Paling Signifikan Orang yang Telah Memilikinya

Source: Freepik.com

Kedewasaan adalah sesuatu yang unik dan menarik. Dewasa seringpula dikonotasikan sebagai sebuah kematangan sikap, kematangan pikiran dan juga prilaku dari seseorang. Ketika seseorang dianggap telah memiliki kedewasaan, maka ia dianggap telah pula memiliki serangkaian karakter yang erat kaitannya dengan tanggung jawab, keseriusan, rasa hormat dan juga pemikiran yang sempurna.

Dewasa dalam pengertian yang majemuk sebenarnya memiliki banyak definisi. Dalam hukum negara seseorang yang sudah dewasa berpatokan pada usianya dimana 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sementara dalam pandangan agama, dewasa juga memiliki kaitan dengan istilah akil baligh, dimana seseorang telah dianggap layak untuk menerima konsekuensi tentang apa yang ia lakukan atas dirinya sendiri.

Dalam pandangan ilmu psikologi, dewasa memiliki pengertian yang lebih mendekati pembahasan ini. Dewasa adalah fase usia akhir belasan tahun dan masuk ke dua puluhan tahun dan berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Pada fase inilah seseorang digambarkan pula sebagai masa pembentukan karir, kepribadian, perekonomian, dan juga dalam hal memilih pasangan hidup.

Dari beberapa pengertian tersebut, kedewasaan ternyata diartikan menjadi banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan usia. Padahal sesungguhnya dewasa yang sejati tidaklah selalu karena usia, namun ada serangkaian sifat yang kemudian bertumbuh dan berkembang lalu mempengaruhi sifat serta kepribadian seseorang.

Nah sekarang, apa saja ciri sifat dewasa yang bisa kamu jadikan sebagai pedoman untuk menilai kedewasaan seseorang? Berikut detailnya;

Kamu Tidak Lagi Tertarik Untuk Banyak Berbasa-Basi

Source: Freepik.com

Ini bukan masalah temperamental dan emosional, namun omong kosong dan basi-basi sudah sangat tidak menarik lagi untuk kamu perhatikan.

Sifat dewasa seseorang yang pertama ditandai dengan meningkatnya keseriusan dalam pemikiran dan pribadi mereka. Kamu yang sudah memiliki pemikiran untuk tidak lagi tertarik kepada hal-hal yang bersifat ‘omong kosong’ dan basa-basi, adalah bagian dari ciri yang pertama ini.

Namun perlu juga mendapat catatan disini, bahwa tidak suka berbasa-basi bukan berarti kedewasaan adalah antipati dari rasa humor dan bercanda. Seseorang yang telah memiliki sifat dewas kadang justru banyak bercanda dan guyon. Namun ketika pembicaran mengarah kepada sesuatu yang tidak berguna dan bermanfaat, ia akan menghindarinya.

Kamu Menjadi Lebih Pemaaf

Source: Freepik.com

Ketika diperlakukan buruk maka orang biasa akan menuntut balas, orang bijaksana akan memaafkan, dan orang yang cerdas tidak akan terlalu memikirkannya.

Kemampuan untuk memaafkan juga menjadi salah satu bagian penting dari ciri sifat dewasa yang umum ditemukan. Dalam kedewasaan, memaafkan bukan berarti kamu lemah dan tak mampu melawan atau membalas perbuatan buruk orang lain atas dirimu. Akan tetapi, memaafkan  yang dimaksud ini adalah karena kamu tidak ingin memusingkan hal itu lagi.

Merubah sifat menjadi dewasa adalah bagian dari perjuangan untuk menerima kenyataan dalam hidup sebagai sebuah realitas yang tidak bisa dielakkan. Bahwa tidak semua keinginan dan harapan dalam hidup itu sesuai dengan kenyataan. Salah satu hal yang kemudian menandakan bahwa kamu telah beradaptasi dengan hal ini adalah kamu lebih mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang.

Kamu Menjadi Lebih Berpikiran Terbuka

Source: Freepik.com

Menerima perbedaan adalah bagian dari kedewasaan. Menghormati perbedaan namun tetap memegang teguh prinsip dan pendirian, adalah bentuk kedewasaan yang sebenarnya.

Selanjutnya yang menjadi ciri sifat bijak orang dewasa adalah kamu lebih berpikiran terbuka atau open minded. Kamu menyadari bahwa tidak semua orang sama seperti kamu, sama seperti yang kamu pikirkan dan, juga sama seperti yang kamu persepsikan. Kamu mulai dapat menerima kenyataan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat adalah keniscayaan yang tidak dapat kamu hindari.

Kemampuan berpikiran terbuka adalah sebuah kemampuan untuk melihat sebuah objek dari berbagai macam sudut pandang. Semakin luas caramu melihat sebuah persoalan, akan semakin kaya pula pemahamanmu tentang persoalan tersebut. Dan ini pula yang menjadi bagian dari bentuk perkembangan kedewasaan.

Kamu Menyadari Bahwa Istirahat Jauh Lebih Baik Daripada Begadang dan Berpesta

Source: Freepik.com

Jangan pernah mengorbankan kebahagiaan masa depan untuk sebuah kesenangan dan kenikmatan yang sesaat.

Masa remaja kadang penuh dengan hura-hura dan pesta, bahkan hingga menghabiskan waktu semalaman. Pesta dan begadang terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan para remaja, terutama di kota-kota besar. Waktu yang semestinya dapat digunakan sebagai saat beristirahat, justru digunakan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

Nah, mampu menguasai diri dan berpikiran bahwa beristirahat jauh lebih penting dari pesta dan hura-hura adalah bagian dari sifat kedewasaan. Kamu mulai memprioritaskan kesehatanmu dibandingkan kesenangan sesaat yang mungkin saja akan membuat kamu menyesal di kemudian hari.

Mungkin terdengar unik, namun memang benar bahwa orang yang menganggap tidur lebih penting daripada begadang tanpa tujuan, adalah ciri lain sebuah kedewasaan.

Kamu Menerima Bahwa Kegagalan Adalah Bagian Dari Perjuangan

Source: Freepik.com

Kegagalan adalan keberhasilan yang tertunda, itu memang benar selama kamu tak berhenti untuk terus berjuang.

Banyak orang memang menganggap kegagalan sebagai sebuah aib dan hal yang memalukan. Karena anggapan ini, banyak yang kemudian tidak berani mencoba sesuatu yang baru dan menantang karena merasa takut dengan konsekuensi gagalnya.

Kedewasaan tidak demikian, dewasa juga mengubah pandangan kamu tentang arti kegagalan. Bagi kamu, kegagalan tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dihindari. Bahkan lebih jauh, semakin matang sikap kedewasaanmu, akan semakin toleran juga kamu terhadap kegagalan.

Akan tetapi yang perlu diingat dalam poin ini adalah; bahwa sifat dewasa memang bisa menerima kegagalan sebagai bagian dari upaya, namun kamu tak pernah menyerah dan juga tidak pernah merencanakan untuk gagal.

Kamu Menerima Bahwa Cinta Tidak Dapat Dipaksakan

Source: Freepik.com

Berjuang dan bertarung untuk cinta adalah naluri alamiah manusia, namun menerima kenyataan bahwa cinta juga tidak dapat dipaksakan, adalah sebuah ciri kedewasaan.

Dalam perjalanan usia manusia, sesuatu yang bertema tentang cinta selalu saja menarik untuk diperbincangkan. Cinta juga dapat menjadi salah satu tolak ukur kedewasaan seseorang, terutama bagaimana kemudian ia bersikap kepada perasaan cinta yang mungkin saja tidak menyambut dirinya sebagaimana harapannya sendiri.

Sifat kedewasaan mengenai cinta adalah ketika kamu menyadari bahwa cinta dan perasaan, sama sekali tidak dapat dipaksakan. Kamu boleh menyukai seseorang, memuja dirinya secara berlebihan, namun untuk mendapatkan cintanya, kamu sama sekali tidak dapat memaksakan kehendakmu.

Ketika kamu telah menyadari hakikat cinta yang tidak bisa dipaksakan, kemudian kamu menerima itu sebagai sebuah realitas yang tidak perlu kamu lawan, maka kamu pun akan menempatkan dirimu sesuai kapasitas yang ideal. Akan tetapi lebih daripada itu semua, sikap tersebut juga adalah perwujudan jika dirimu telah mencapai tingkat kedewasaan yang baik.

Kamu Menerima Bahwa Sakit Hati Adalah Sesuatu yang Lumrah

Source: Freepik.com

Kamu tidak akan membiarkan rasa sakit dan kekecewaan mengubah hatimu menjadi jahat dan buruk. Namun kamu akan menunjukkan, bahwa bertahan dengan pendirian yang kokoh bisa menjadi sesuatu yang menakjubkan.

Kedewasaan tidak mengharuskan seseorang untuk mengadopsi semua kesempurnaan. Perasaan yang terluka karena perbuatan dan perkataan orang lain adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Sakit hati karena perlakuan orang lain yang melukai perasaan adalah bagian dari kefanaan manusia, dan kedewasaan menerimanya adalah sesuatu yang sederhana.

Dengan menjadi dewasa tidak berarti kamu tidak boleh sakit hati karena suatu peristiwa. Kamu boleh sakit hati, kamu boleh merasa terluka, namun kualitas kedewasaanmu kemudian dilihat dari sikapmu atas rasa sakit dan kecewa itu.

Apakah kamu akan membiarkan rasa sakit hati memasungmu dalam kebencian, ataukah menjadikan kesakitan sebagai sebuah dorongan bagimu untuk bersikap lebih tegas, lebih kuat dan juga lebih tangguh.

Kamu Berhenti Mengandalkan Orang Lain untuk Menyelesaikan Masalahmu Sendiri

Source: Freepik.com

Menghakimi dan menyalahkan orang lain  adalah hal yang mudah. Namun kematangan karakter manusia mengharuskan penyadaran diri yang penuh bahwa keberhasilan dan kegagalan pada dirinya, adalah wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Ciri sifat dewasa yang sesungguhnya kemudian adalah yang berkaitan erat dengan tanggung jawab. Yakni kamu mulai menyadari bahwa dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kamu tidak dapat terus mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu. Semakin kuat kamu menjiwa hal ini, semakin matang kedewasaanmu.

Ciri yang kedelapan  ini berkenaan pula dengan kepercayaan diri dan keyakinanmu akan kemampuanmu sendiri. Jika sebelumnya kamu lebih banyak melimpahkan sesuatu kepada orang lain karena berbagai alasan, seiring dengan jiwamu yang kian dewasa, kamu mulai lebih bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang baik.

Kamu Lebih Memilih Untuk Diam Daripada Terlibat Perdebatan yang Tidak Perlu

Source: Freepik.com

Diam adalah jawaban terbaik untuk orang-orang yang tidak menghargai apa yang kamu katakan. Dan diam, menjelaskan lebih banyak hal daripada yang orang lain dapat pikirkan.

Menghindari perdebatan dan pertengkaran yang tidak penting adalah salah satu ciri kedewasaan yang sebenarnya. Meskipun kamu merasa benar dan pendapatmu lebih sempurna, namun ketika kamu melihat tidak hal yang baik dari sebuah perdebatan, maka kamu memilih untuk menghindarinya.

Memilih diam dan mengalah sama sekali bukan bentuk kelemahan, namun ini adalah sebuah upaya untuk menghindari hal buruk yang mungkin bisa terjadi jika kamu tetap berdebat.

Ketika kamu sudah dapat melakukan tindakan seperti itu meskipun hatimu diliputi rasa jengkel, itu menunjukkan bahwa kamu sudah melangkah ke tingkat kedewasaan.

Kamu Sepenuhnya Menyadari Bahwa Kebahagiaanmu Tidak Bergantung pada Orang Lain, tapi Pada Dirimu Sendiri

Source: Freepik.com

Apa saja yang membuat jiwamu bisa berenang dalam samudra kebahagiaan, lakukan dan biarkan sauhmu tetap terkembang di dalamnya.

Perbedaan sifat dewasa dengan kekanak-kanakan selanjutnya adalah mengenai persepsi tentang kebahagiaan. Saat sifat kekanak-kanakan masih menganggap bahwa kebahagiaan adalah faktor luar yang erat kaitannya dengan orang lain, objek lain dan hal lain. Kedewasaan justru memandangnya sebagai sesuatu yang mutlak ada di dalam diri orang itu sendiri.

Orang yang telah matang kedewasaannya akan melihat bahwa kebahagiaan bukan tentang uang, bukan tentang pencapaian, bukan tentang cinta dan asmara, dan juga bukan tentang kekayaan dan harta berlimpah.

Namun dalam pandangannya, bahagia ditentukan oleh diri sendiri. Akankah kamu hanya bisa bahagia jika ada syaratnya? Ataukah kamu memilih untuk tetap berbahagia dengan dirimu apa adanya.

Apakah Kamu Sudah Memiliki Sifat Dewasa?

Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Nah sekarang, hanya dirimu sendiri yang mengetahui apakah kamu sudah memiliki sifat dewasa atau belum. Meskipun usiamu masih belasan, kamu mungkin bisa saja telah memiliki beberapa sifat-sifat yang disebutkan di atas. Yang artinya, kamu telah menapak menuju fase kedewasaan.

Sebaliknya pula, bisa jadi ada orang yang usianya sudah mencapai setengah abad, namun ketika ia masih terus mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri, terus mensyaratkan untuk sebuah kebahagiaan, terus memaksakan kemauan dan keinginannya sendiri, dan lain semacamnya, maka ia dengan jujur harus mengakui bahwa sifat kedewasaan masih jauh ada dalam dirinya.

Sifat dewasa adalah sebuah kematangan berpikir dan bertindak, sebuah keteguhan memegang prinsip untuk bersikap realistis tanpa harus kehilangan empati toleransi. Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Bagaimana, apakah kamu setuju?

50 PERTANYAAN UNTUK REMAJA YANG BISA MEMBUAT MEREKA BERPIKIR LEBIH JAUH

Pernahkah kamu mengajukan pertanyaan untuk remaja dan kemudian memperhatikan bagaimana mereka menjawabnya?

Sebagian besar remaja menjawab pertanyaan yang diajukan untuk mereka dengan jawaban ‘ala kadarnya”.  Maksud dari ala kadar disini adalah bahwa jawaban yang diberikan tersebut tidaklah membuat mereka memikirkannya terlalu dalam. Bahkan terkadang kecepatan mereka menjawab pertanyaan yang diajukan, jauh melebihi kecepatan mereka memikirkan konteks pertanyaannya sendiri.

Hal ini menjadi menarik karena ada banyak persoalan terkait dengan usia remaja. Pergaulan bebas, kenakalan remaja, seks bebas, narkotika, alkohol, rokok, tawuran dan kriminalitas adalah beberapa hal negatif yang cukup mencuat dalam kehidupan remaja. Menjadi agak sulit kemudian menangani hal semacam ini karena usia remaja sendiri masih dianggap terlalu dangkal untuk dapat berpikir lebih dalam dan jernih.

Nah, adakah kira-kira metode atau pertanyaan yang kemudian dapat diajukan kepada remaja yang mampu membuat mereka berpikir lebih jauh? Atau pada konsep yang lebih situasional, dapat menjadi jembatan untuk berkomunikasi kepada mereka melalui pembicaraan yang lebih dalam?

Daftar Pertanyaan Untuk Remaja yang Dapat Diajukan Untuk Memperkuat Komunikasi dan Pemahaman Tentang Diri Mereka

Source: teenpower.blog

Jika kamu yang membaca blog ini berusia di atas 25 tahun, maka asumsinya adalah kamu sudah dewasa dan tentu saja kamu pernah mengalami masa remaja. Semakin  tinggi usia, seyogyanya semakin besarlah pemahaman akan berbagai persoalan dan realitas dalam kehidupan, termasuk pula tentang usia remaja dan problematika di dalamnya.

Usia remaja adalah usia dimana kelabilan manusia ada pada puncaknya. Usia ini membuat seseorang menjadi lebih aktif, enerjik, berani sekaligus memiliki potensi yang sama besar untuk berbuat negatif. Karena itu pulalah, dibutuhkan sebuah pendekatan persuasif pada usia ini untuk mengenal mereka dan memahami mereka. Menyusun pertanyaan untuk anak remaja yang mampu membuat mereka bisa berpikir lebih jauh tentu saja penting untuk dilakukan.

Dengan pendekatan yang baik dan mengena serta mampu memahami dunia mereka secara simpatik, besar kemungkinan seorang remaja dapat dipengaruhi dengan hal-hal baik. Semakin besar pengaruh baik yang diberikan, maka akan semakin positif dan produktiflah remaja yang bersangkutan. Sisi baik dari hal yang paling sederhana adalah remaja dapat terhindar dari pergaulan buruk yang dapat saja menyeret  dan merusak dirinya.

Lantas, apa saja pertanyaan untuk masa remaja yang dapat kamu ajukan untuk membuat efektif berkomunikasi dengan mereka? Berikut ini 50 rangkuman pertanyaan yang dapat kamu jadikan gambaran sebagai sarana komunikasi yang produktif.

Sepuluh Pertanyaan Pertama

Source: Dreamstime
  1. Mana yang akan kamu pilih; Memiliki uang 100 juta rupiah hari ini, atau memiliki uang satu rupiah yang akan berlipat ganda setiap hari selama satu bulan? Mengapa?
  2. Mana yang akan kamu pilih; menjadi seorang boss atau seorang karyawan? Mengapa?
  3. Jika kamu dianugrahi oleh Tuhan satu kekuatan yang sangat dahsyat, kekuatan apa yang akan kamu pilih?
  4. Gambarkan dirimu sendiri dalam 5 kata atau kurang dari daripada itu?
  5. Jika kamu dapat memberikan hadiah untuk setiap orang (di kelas ini, di ruangan ini, di rumah ini, di sekolah ini, dan di pondok pesantren ini), hadiah apa yang akan kamu berikan?
  6. Jika kamu ditakdirkan menjadi presiden atau raja saat ini dan diharuskan memilih tiga orang untuk menjadi pembantu utamamu,  maka siapa yang akan kamu pilih dan mengapa kamu memilihnya?
  7. Jika kamu diperbolehkan untuk menerapkan satu aturan dalam keluarga ini atau lingkungan ini dan semua orang harus patuh dengan aturan tersebut, aturan apa yang akan kamu terapkan?
  8. Kamu akan tinggal dimana jika kamu dibebaskan untuk memilih dimana saja tempat yang ingin kamu tinggali di dunia ini? Mengapa?
  9. Menurut kamu kapan saat yang tepat ketika seseorang remaja dapat disebut sudah dewasa?
  10. Apa pelajaran dalam hidup yang pernah kamu pelajari dan kamu anggap yang paling berguna dan bermanfaat?

Sepuluh Pertanyaan Kedua

Source: Pinkkorset.com
  1. Gambarkan sebuah hari yang menurut kamu paling sempurna dari kamu bangun tidur pada pagi hari, hingga kamu tidur lagi pada malam harinya?
  2. Jika Tuhan memberi kamu kemampuan dapat mengubah segala sesuatu di dunia ini, apa 3 hal yang ingin kamu ubah dan mengapa kamu ingin mengubahnya?
  3. Seumpama kamu dapat makan bersama dengan tiga orang di sebuah tempat yang kamu pilih sendiri, siapa 3 orang yang akan kamu pilih dan dimana kamu akan makan bersama?
  4. Mana yang menurut kamu lebih baik; memiliki satu kemampuan  yang sangat kamu kuasai dengan nilai di atas rata-rata atau, memiliki banyak kemampuan dengan standar keahlian yang biasa-biasa saja?
  5. Apa penemuan terbaik dan terbaru yang kamu lihat dan, mengapa kamu menyukai penemuan tersebut?
  6. Menurut kamu, apa yang membuat keluarga adalah sesuatu yang luar biasa?
  7. Apa 3 hal terpenting dalam hidup yang paling kamu syukuri?
  8. Apa 3 hal kecil yang membuat kamu merasa menang pada beberapa hari belakangan ini yang kemudian membuat kamu juga begitu bangga dan senang?
  9. Apa 3 hobi yang tidak kamu lakukan lagi sekarang padahal kamu masih suka? Dan apa yang membuat kamu tidak dapat melakukan lagi hobi itu?
  10. Manurut pendapat kamu, apa hal yang paling penting dalam hidup ini supaya kamu dapat hidup dengan penuh makna?

Sepuluh Pertanyaan Ketiga

Source: Medium
  • Jika kamu harus kehilangan semua yang kamu miliki hari ini dan hanya dapat mempertahankan 3 hal saja, apa 3 hal yang akan kamu pilih dan mengapa kamu mempertahankannya?
  • Apa 3 hal yang akan kamu ajarkan  yang dalam pandanganmu akan membuat sekolah-sekolah menjadi lebih baik?
  • Ketika kamu melihat seseorang demikian stress atau depresi, apa 3 hal yang akan kamu sampaikan atau bagikan ke mereka supaya dapat mengurangi rasa stressnya?
  • Menurut kamu pekerjaan apa yang paling sulit di dunia ini dan mengapa?
  • Sebutkan 3 hal yang membuat kamu dapat benar-benar bahagia?
  • Bagaimana kamu akan menjelaskan cinta kepada seseorang tanpa menggunakan kata-kata cinta itu sendiri?
  • Apakah kamu percaya bahwa uang dapat atau tidak dapat membeli kebahagiaan?
  • Pikirkan apa hal paling buruk yang pernah terjadi pada dirimu, dan apa pelajaran yang dapat kamu ambil dari hal tersebut?
  • Dari segala sesuatu yang kamu pelajari, apa yang menurut kamu paling bermanfaat untukmu sebagai seorang pribadi yang sudah dewasa?
  • Jika kamu dapat bertualang ke tiga tahun yang lalu, apa nasihat terbaik yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri?

Sepuluh Pertanyaan Keempat

Source: TribunJateng
  • Dari semua teman-temanmu, yang mana menurut kamu paling istimewa dan paling banyak disukai? Mengapa?
  • Jika bisa tumbuh dan menjadi terkenal, kamu ingin terkenal karena apa dan dalam hal apa?
  • Bagaimana kamu akan mengubah dunia jika kamu diberi kemampuan untuk melakukannya?
  • Bagaimana cara kamu dapat membantu seseorang pada hari ini?
  • Jika kamu dapat membuat satu aturan yang seluruh orang di dunia bisa patuh, aturan apa yang akan kamu pilih dan terapkan?
  • Jika kamu memiliki uang banyak yang membuat kamu tidak perlu bekerja, apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi waktu yang kamu miliki?
  • Apakah kamu pernah melewatkan sebuah kesempatan yang sekarang sangat kamu sesali? Apa kesempatan itu dan mengapa kamu menyesalinya?
  • Jika kamu diberi tahu  bahwa kamu akan hidup selamanya, hal penting apa yang akan kamu ubah dalam hidupmu?
  • Apa hal yang paling kamu takuti? Mengapa?
  • Menurut pendapatmu, apa sih yang membuat kamu belum bisa benar-benar merasa bahagia secara utuh?

Sepuluh Pertanyaan Kelima

Source: Womenwhomoney
  • Apa kekuatan terbesar dan kelemahan terbesar yang kamu miliki?
  • Apa pencapaian yang telah kamu dapatkan dalam hidupmu yang membuat kamu benar-benara merasa bangga?
  • Apa sesuatu hal yang kamu lakukan dalam 24 jam terakhir ini yang mampu membuat seseorang merasa lebih baik?
  • Dimana tempat di dunia yang paling kamu sukai untuk tinggal?
  • Apa pengaruh terbesar dalam hidupmu, apakah itu pengaruh baik atau pengaruh buruk, mengapa hal tersebut demikian berpengaruh?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak bisa tidur pada malam hari?
  • Jika pengalaman kita adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk belajar dan bertumbuh dari kesalahan dan kegagalan, mengapa kita demikian takut untuk gagal?
  • Apa produk yang akan kamu pilih jika kamu tahu bahwa pada masa yang akan datang produk itu tidak akan dijual lagi?
  • Apakah kamu memiliki kebiasaan buruk yang kamu harap bisa kamu hentikan? Apa kebiasaan buruk tersebut dan mengapa?
  • Jika kamu tidak memiliki batasan fisik dan juga batasan finansial, apa keterampilan yang ingin kamu miliki?
Source: IDNtimes

Nah, itu adalah 50 pertanyaan untuk remaja jaman sekarang yang bisa kamu ajukan kepada mereka dalam upaya persuasif mengenal dunia dan memahami pribadi mereka. Jika kamu berprofesi sebagai pendidik seperti seorang guru pada sekolah SMP atau SMA, maka penguasaanmu akan pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat dibutuhkan.

Ini tidak hanya berbicara bagaimana kamu bisa membangun komunikasi yang baik dengan usia remaja. Namun lebih daripada itu, pertanyaan-pertanyaan ini juga disusun dan dikembangkan sebagai upaya untuk memahami, mengerti dan memberikan stimulan yang paling tepat dan dibutuhkan oleh anak-anak pada usia remaja.

Dengan memanfaatkan daftar pertanyaan untuk remaja seperti ini, kamu tidak saja akan mampu menjalin komunikasi yang efektif dan interaktif pada mereka. Akan tetapi pada kesempatan yang sama, kamu pun akan memiliki peluang untuk dapat berkontribusi lebih banyak dalam upaya memberikan semangat positif dan arah yang lebih kuat untuk mereka.

Jadi, silahkan dicoba, ya!

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑