7 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS STRUKTUR CERITA DALAM CERPEN ATAU NOVEL

Membuat struktur cerita yang efektif adalah salah satu bagian terpenting dari penulisan novel atau pun cerpen. Masalahnya, tidak semua penulis mampu mengeksekusinya dengan baik. Beberapa penulis misalnya memiliki ide klimaks cerita yang sangat menarik untuk disampaikan. Namun ketika struktur penulisannya tidak efektif, cerita itu bisa saja terasa tidak memiliki kesan yang kuat.

Nah, bagaimana sebenarnya menulis struktur cerita pendek atau novel yang baik?  Apakah ada kiat-kiat khusus yang dapat dipelajari dan dipraktikkan dengan mudah? Untuk menjawab ini, berikut uraiannya lengkapnya untuk kamu.

Usia manusia tidak ditentukan oleh tahun yang dilewatinya, tapi dari kisah yang berhasil ia ceritakan…

Anonim

Beberapa Langkah Sederhana Menulis Struktur Cerita yang Efektif dalam Penulisan Novel atau Cerpen

Source: Freepik

Struktur penulisan cerita secara sederhana dapat didefiniskan sebagai kumpulan-kumpulan plot cerita yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan alur yang menarik dan efektif. Ketika alur cerita sendiri dapat bersifat alur maju atau alur mundur, maka penulisan cerita pada cerpen pada dasarnya bisa lebih fleksibel. Akan tetapi struktur yang baik tentu saja akan membuat garis cerita menjadi lebih menarik.

Ada beberapa penulis yang membuat struktur teks cerpen atau novel secara sangat singkat dan terlihat gampang. Susunan struktur ini hanya berisi karakter, goal yang diinginkan, rintangan yang ada dan, ending cerita. Susunan penulisan cerita seperti ini tentu saja sangat singkat dan terlihat mudah untuk ditulis, akan tetapi tanpa penjelasan yang lebih spesifik, beberapa penulis yang umumnya pemula, tetap masih mengalami kendala.

Lantas, adakah sebuah cara atau metode menyusun struktur penulisan cerita yang lebih mudah dilakukan sekaligus juga efektif?

Jawabannya, tentu saja ada.

Berikut untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan cerita terbaikmu, tujuh langkah membuat atau menulis struktur cerita pada novel dan cerpen ini mungkin akan sangat berguna. Mari disimak bersama.

BACA JUGA:

Struktur Pertama: Tentukan Karakter Cerita

Source: Freepik

Langkah pertama dalam menulis cerita selalu berbicara tentang karakter, tentang tokoh dan tentang siapa yang dikisahkan dalam cerita. Dalam langkah yang pertama ini, tuliskan struktur cerita pendek atau novel yang secara khusus berbicara tentang tokohnya, tentang karakternya, atau tentang siapa yang akan menjadi objek cerita.

Jika misalnya cerita yang kamu tulis adalah tentang kancil dan buaya, maka fokus penulisan pertama yang menjadi struktur cerita adalah tokoh kancil dan buayanya sendiri. Apakah kamu akan menampilkan kancil terlebih dahulu atau buaya terlebih dahulu dalam cerita, itu adalah kebebasan dan kreativitasmu sendiri. Akan tetapi susunan pertama dari struktur yang harus kamu pahami adalah focus on your story character.

Struktur Kedua: Bangun Sebuah Situasi Cerita

Source: Idaho Medica Academy

Selanjutnya setelah kamu berhasil menentukan karakter yang akan ditampilkan dalam cerita, fokus selanjutnya adalah merekayasa sebuah kondisi atau situasi cerita. Membangun situasi dalam cerita sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana, karena ide pemicunya kadang hanya berdasarkan pada; sedang apa sebuah tokoh dan apa yang ingin ia lakukan?

Dalam struktur cerita fabel dan contohnya seperti kancil dan buaya di atas, situasi yang dapat dibangun misalnya adalah;

Kancil tinggal di sebuah hutan yang kaya dan penuh makanan, namun karena musim kemarau hutan itu kemudian menjadi kering dan gersang. Untuk bisa bertahan hidup, si Kancil harus pindah ke hutan lain. Namun untuk bisa pindah dari hutan itu kancil terlebih dahulu harus menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya.

Jika kamu kemudian menulis cerita fiksi dengan unsur romantis, horror, misteri dan lain sebagainya, kamu tentu dapat menyusun sendiri situasinya. Akan tetapi yang juga tidak boleh kamu lupakan dalam menyusun struktur situasi dalam penulisan cerpen atau novel adalah; pastikan situasi yang kamu tulis relevan dan memiliki hubungan erat dengan tantangan yang akan menjadi struktur cerita selanjutnya.

Struktur Ketiga: Ciptakan Sebuah Masalah Dalam Cerita

Source: freepik

Ketika karakter atau tokoh cerita sudah berhasil kamu ciptakan, situasi pun sudah bisa kamu bangun dengan baik, maka fokus strukturmu sekarang adalah dengan menciptakan masalahnya. Kuncinya pada bagian ini adalah; semakin kuat dan sulit masalah yang kamu bangun untuk karakter cerita, maka semakin baik. Arti lainnya mungkin adalah; semakin kuat rintangan yang dihadapi oleh tokoh yang kamu ceritakan, maka semakin bagus.

Pembaca ingin membaca suatu tulisan yang kuat dan bernilai. Pembaca juga ingin mendapatkan cerita yang menarik, tentang masalah yang pelik dan diselesaikan dengan cara yang menarik. Semakin rumit masalah yang dibangun tentu saja semakin kuat pula usaha yang harus dilakukan karakter untuk melewatinya. Dan ini dari sudut pandang pembaca, adalah apa yang mereka inginkan sebenarnya.

Pada contoh struktur cerita kancil dan buaya di atas, problem utama yang dibangun tentu saja adalah kancil ingin menyeberangi sungai yang di dalamnya terdapat banyak buaya. Masalah berupa hutan yang kering karena kemarau atau jembatan yang tidak ada, hakikatnya adalah bangunan dari situasi cerita. Sedangkan pokok permasalahan yang menjadi fokus problem adalah buaya yang ada di dalam sungai.

Struktur Keempat: Buat Upaya Pertama Karakter Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Setelah mendapatkan tiga struktur pertama, langkah selanjutnya adalah  dengan memberikan kesempatan pertama pada karakter tokoh untuk menyelesaikan masalah yang kamu bangun sebelumnya. Pada struktur cerita fantasi atau pun bukan, baik pada cerita novel atau cerpen, yang kamu harus ingat adalah; jangan buat karaktermu sukses dalam percobaan pertamanya!

Beberapa penulis pemula kadang terlalu terobsesi dalam hal ‘pemujaan’ kehebatan karakter yang mereka tulis sehingga, membuat si tokoh terkesan begitu sempurna. Hal ini tentu saja dalam penulisan cerita yang efektif baik itu novel atau cerpen, adalah sesuatu yang tidak bagus. Bukankah sebuah kisah perjuangan tidak lagi memiliki makna jika terlalu mudah untuk dicapai dan ditaklukkan?

Kembali pada pada struktur cerita rakyat kancil dan buaya yang menjadi contoh di atas; Percobaan pertama dari tokoh kancil misalnya bisa jadi ia mendekati aliran sungai dan mencari tempat yang paling dangkal untuk diseberangi. Namun ketika ia masuk ke dalam air, arus air justru menyeretnya dan membuat kancil terpaksa berenang lagi dengan susah payah ke tepi sungai sebelumnya.

Struktur Kelima: Buat Kegagalan Upaya Pertama Tokoh Memperburuk Kondisinya

Source: Freepik

Jika sebuah tujuan terlalu mudah untuk diraih, lalu dimana letak perjuangannya?

Jika sebuah cerita sudah selesai hanya cukup dengan sekali upaya, lalu dimana letak keindahannya?

Anton Sujarwo

Apa yang bisa kamu tambahkan lagi dengan kegagalan kancil pada upaya pertamanya untuk menyeberangi sungai?  

Apa pun yang menjadi upaya dari karakter yang kamu ceritakan, pastikan dalam struktur kelima ini untuk membuatnya gagal. Bahkan lebih jauh daripada itu, kunci cerita yang efektif dan bernilai dramatis dari penulisan cerpen atau novel pada langkah kelima ini juga harus membuat situasinya menjadi lebih buruk.

Ketika si kancil berusaha menyeberangi sungai namun kemudian gagal, tindakannya justru menarik perhatian para buaya yang sebelumnya tidak mengetahui keberadaan si kancil.

Perhatikan pengembangan cerita contoh di atas yang digunakan; Bahwa upaya pertama yang dilakukan tokoh tidak saja gagal menyelesaikan masalah, namun juga membuatnya terjatuh dalam situasi yang semakin rumit dan pelik.

Si kancil sekarang tidak hanya harus melewati sungai untuk bisa bertahan hidup, namun ia juga harus mencari cara untuk menyelamatkan diri dari kumpulan buaya yang ingin memangsa dirinya.

Struktur Keenam: Buat Upaya Kembali dari Karakter Untuk Menyelesaikan Masalah

Source: Freepik

Pada cerpen yang jumlah kata dan fokus penceritaannya terbatas, kamu harus membatasi upaya dari karakter dalam jumlah yang tidak boleh dari tiga. Kegagalan upaya pertama menyelesaikan masalah dari tokoh cerita dan membuat kondisinya semakin buruk, harus segera diakhiri pada upayanya yang kedua atau pun yang ketiga.

Akan tetapi yang wajib menjadi catatan dalam hal ini adalah; jadikan upaya penyelesaian masalah tersebut memberi dua konsekuensi bagi tokoh yang diceritakan. Dua konsekuensi ini adalah sederhana namun sekaligus menjadi garis final usahanya. Pilihan konsekuensi itu bisa jadi adalah; hidup atau mati dan gagal atau berhasil. Atau dalam bahasa yang lebih populer dapat pula diibaratkan sebagai the last chance; kesempatan terakhir dari si tokoh.

Satu-satunya upaya terakhir yang dimiliki kancil misalnya adalah dengan bernegoisasi dengan buaya; supaya buaya mau berbaris menjadi jembatan bagi kancil menyeberangi sungai. Konsekuensi dari tindakan kancil ini adalah; hidup dan mati. Jika rencananya berjalan lancar ia akan selamat di tepi sungai sebelah sana  dan mendapatkan banyak makanan. Sementara jika gagal, ia akan mati menjadi santapan buaya. Ini adalah pilihan final bagi kancil.

Final choice itu harus kamu gambarkan dengan gamblang dan terang bahwa itu benar-benar menyangkut hidup dan mati si karakter. Buat situasinya sangat dramatis dan di ujung tanduk. Semakin kritis dan dramatis kondisi yang bisa kamu gambarkan, maka itu semakin bagus.

Jika pada cerpen kamu harus membatasi upaya ini hanya pada 3 saja, maka dalam novel kamu tentu saja dapat lebih leluasa. Kamu bisa membuat upaya menyelesaikan masalah dari karakter ini secara berlapis dengan hasil yang juga beraneka ragam.

Struktur Ketujuh: Buat Konsekuensi Pilihan Karaker Menjadi Ending Cerita Bahkan yang Tidak Ia Bayangkan Sebelumnya

Source: Freepik

Ini adalah bagian terakhir dari struktur cerita yang kamu tulis dan pada banyak penulisan, bagian ini pula yang menjadi kunci sebuah cerita. Apa pun hasil akhir yang telah kamu tetapkan pada kerangka ceritamu, buat ia menjadi sangat menarik untuk diingat dan dikenang oleh pembaca.

Ending cerita tentu saja banyak pilihan yang bisa diambil. Kamu bisa membuat suasananya berakhir bahagia dengan happy ending, kamu bisa membuat semuanya berurai air mata dengan unhappy ending, atau kamu juga membuat ceritanya seolah penuh tanya dengan question ending, dan lain sebagainya.

Bagaimana kalau cerita kancil dan buaya di atas diakhiri dengan misalnya begini;

Buaya pun berbaris rapi, membiarkan langkah kaki mungil kancil bergerak lincah melompat di atas punggung mereka  sambil menghitung jumlah buaya. Pada hitungan ke dua puluh satu, akhirnya kancil pun tiba di seberang sungai dengan selamat dan langsung berlari masuk ke dalam hutan.

Atau, bagaimana jika dibuat endingnya seperti ini:

Menjelang kaki kancil mendarat pada punggung buaya yang ke dua puluh satu, tiba-tiba buaya besar itu berontak yang membuat kancil tejatuh masuk ke dalam sungai. Kancil yang terseret arus itu berteriak panik sambil meminta tolong, tapi arus sungai yang deras menyeretnya kian jauh. Para buaya yang melihat kejadian itu berebutan berenang menyusul kancil, kondisi itu telah membuat mereka berubah pikiran.

Pada penulisan struktur cerita yang menjadi ending, kuncinya adalah; semakin tidak mudah ditebak ending cerita yang kamu tulis maka semakin bagus. Semakin tidak seperti yang diharapkan atau diangan-angankan oleh pembaca, maka itu semakin menarik dan semakin memperkuat ceritamu pula. Akan tetapi jangan pula memaksakan ending yang kemudian terkesan tidak natural untuk diterima.

Sekarang Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Source: Shape Up

Untuk menjadi seorang penulis, kamu tidak dapat melakukannya dalam satu malam. Kamu harus senantiasa giat berlatih, menulis setiap hari, tak peduli berapa pun jumlah kata yang berhasil kamu tuliskan.

Menulis adalah tentang kedisiplinan, ketekunan dan kerja keras. Untuk menghasilkan karya tulis yang bernilai baik itu berupa sajak, cerpen, novel atau apa pun saja, kamu membutuhkan konsistensi dan disiplin untuk terus menulis dan berkarya. Ibarat pepatah “lancar mengaji karena diulang” maka dalam menulis pun demikian: Pandai menulis karena dibiasakan.

Oya, penulis blog ini juga membuka bimbingan menulis untuk kamu yang serius ingin menjadi penulis dan menghasilkan karya terbaikmu. Bimbingan akan diadakan secara online melalui aplikasi zoom atau pun dengan cara offline jika itu memang memungkinkan. Jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini melalui form kontak yang sudah disediakan, ya.

Jadi sekarang, fokus pada struktur cerita, disiplin, tekun berlatih, dan tentu saja; teruslah berkarya!

Setiap orang harus memilih di antara dua rasa sakit:

Rasa sakit karena kedisiplinan ataukah rasa sakit karena penyesalan.

Jim Rohn

Note

Tulisan penulis blog ini dapat dibaca juga di;

10 HAL PENTING YANG HARUS DIPAHAMI OLEH SETIAP JASA PENULIS ARTIKEL

Seorang jasa penulis artikel baik mandiri mau pun dalam skala yang lebih besar, tentunya haruslah memahami struktur penulisan artikel yang efektif.  Untuk penulisan artikel di internet khususnya yang mengedepankan SEO, struktur seperti ini lebih dibutuhkan lagi. Artikel online untuk kebutuhan copywriting  pada dasarnya haruslah memahami faktor-faktor mendasar dalam penulisannya berikut ini.

Konten mungkin saja adalah seorang raja.

Namun jangan lupa, kualitas adalah ratunya!

Anonim

Beberapa Faktor Dasar yang Harus Dimengerti Oleh Setiap Jasa Penulis Artikel

Source: Freepik

Dalam profesionalitas jasa penulis artikel SEO, efektivitas adalah sesuatu yang sangat penting untuk diprioritaskan. Efektivitas ini kemudian dapat pula dibagi dalam beberapa kategori secara spesifik berdasarkan tujuan penulisan. Namun untuk artikel SEO secara umum dapat disimpulkan sebagai sebuah artikel yang ditulis dengan tujuan mengoptimalkan kemampuan tampil sebuah website dalam mesin pecairan berdasarkan keyword yang ditargetkan.

Hal ini kemudian menjadi lebih menantang ketika artikel yang ditargetkan untuk optimasi pada mesin pencarian atau SEO, dipadukan pula dengan tujuan copywriting  atau softselling. Kombinasi dua tujuan ini memiliki nilai kerumitan sendiri untuk diaplikasikan. Namun berita baiknya, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan dengan efektif.

Untuk membuat efektivitas penulisan kombinasi ini semakin produktif, tentunya dibutuhkan pemahaman yang baik dari setiap Jasa Penulis Artikel supaya tulisan yang mereka hasilkan mampu mencapai tujuan. Menjadi semakin menarik kemudian karena dalam ilmu penulisan copywriting  sendiri, setidaknya adalah 10 hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap penulis untuk menghasilkan konten yang baik.

Nah, apa saja 10 hal penting yang harus dipahami oleh seorang penulis konten untuk menghasilkan konten yang efektif, produktif dan juga sesuai dengan orientasi yang diharapkan? Berikut uraian lengkapnya untuk kamu.

Kenali Target Penulisan Dengan Baik

Source: Freepik

Seorang yang bekerja secara profesional dalam bisnis jasa penulis harus dapat mengenal siapa audience  atau target penulisan mereka dengan sebaik mungkin. Semakin baik seorang penulis konten untuk copywriting  atau SEO mengenal target penulisan mereka, maka semakin baik pula input informasi yang dapat ia kembangkan sebagai bahan utama penulisan.

Beberapa informasi tentang target yang misalnya dapat diidentifikasi oleh seorang penulis artikel profesional adalah;

  • Berapa usia rata-rata target pembaca yang dituju?
  • Apa ketertarikan utama dari target yang dapat dieksplorasi?
  • Apa hobi mayoritas target yang dituju?
  • Apa pekerjaan mayoritas atau yang paling banyak dilakukan dari target yang dibidik?
  • Berapa perkiraan penghasilan mayoritas target yang akan disasar?
  • Dan lain-lain.

Dengan kemampuan mengenali customer yang akan dijadikan sebagai target penulisan sebuah konten artikel SEO atau pun copywriting , maka dampak yang akan dihasilkan pun akan semakin besar dan efektif.

Fokus Pada Kata “Anda” Bukan “Kami”

Source: Freepik

Salah satu kesalahan yang masih cukup sering dilakukan jasa penulis konten untuk copywriting  atau SEO adalah, mereka lebih berfokus pada keunggulan produk yang dipromosikan, bukannya pada konsumen. Sebuah metode penulisan yang efektif semestinya tidak berbicara mengenai betapa hebatnya sebuah produk yang ingin dijual, namun seberapa besar kepedulian pemilik produk tersebut kepada kebutuhan pelanggan.

Penulis konten yang profesional untuk softselling atau branding awareness harus memahami hal ini untuk diaplikasikan pada tulisan mereka. Fokus pada problem yang dihadapi audience , perjuangan mereka dan, kebutuhan yang mereka harapkan terpenuhi adalah mantra yang paling manjur dilakukan. Semakin baik seorang penulis konten untuk berfokus pada target penulisan, maka semakin besar pula stigma kepedulian produk yang ia perkenalkan.

Tampilkan Keunggulan Produk yang Ditawarkan

Tidak ada yang membaca iklan.

Orang-orang membaca apa yang menarik bagi mereka. Dan itu kadang-kadang itu bukanlah sebuah iklan.

Howard Gossage
Source: Freepik

Pada umumnya  satu jasa penulis artikel murah sekali pun akan lebih memprioritaskan pembahasan penulisan yang menyoroti keunggulan produk yang sedang ditawarkan. Namun sebenarnya yang lebih menarik adalah, bagaimana kemudian memfokuskan tulisan pada keunggulan produk yang memiliki nilai manfaat kepada target yang menjadi tujuan.

Pada bagian ini seorang penulis artikel atau penulis konten harus dapat melihat kebutuhan apa dari sisi target yang dapat disesuaikan dengan keunggulan produk yang dimiliki. Dengan kemampuan seorang penulis copywriting  menggambarkan manfaat besar dari suatu produk yang disampaikan, maka akan semakin besar pula perhatian target terhadap produk tersebut.

Ungkapkan Kelemahan Kompetitor Dengan Elegan

Source: Freepik

Ketika penulis blog ini masih bekerja sebagai salah satu penulis untuk jasa penulis artikel Jogja, editor penulisan copywriting  kadang memberikan saran untuk meminta untuk mengeskpose kelemahan kompetitor penulisan. Menariknya adalah, saran untuk mengungkapkan kelemahan kompetitor ini diikuti pula dengan syarat harus dilakukan dengan cara yang elegan dan estetis.

Mengungkapkan kelemahan kompetitor dengan elegan sama sekali berbeda dengan menjelek-jelekkan atau merendahkan produk kompetitor. Maksud paling ideal dari tujuan ini adalah kemampuan seorang penulis artikel terbaik untuk menunjukkan kepada target pembaca bahwa produk kompetitor memiliki kelemahan yang dapat diselesaikan oleh produk yang sedang  di-endorse.

Pahami Apa Manfaat Informasi yang Dituliskan Dari Sisi Target

Jangan jual kasur.

Tapi juallah tidur yang nyaman dan nyenyak!

Source: Freepik

Penulis artikel yang baik adalah penulis yang mampu menghadirkan benefit untuk pembaca pada setiap tulisan-tulisannya. Benefit  ini bisa merupakan wawasan dan pengetahuan baru, kemampuan baru, pemahaman teknis baru, dan lain sebagainya. Semakin besar manfaat yang bisa dirasakan oleh pembaca pada hasil tulisan yang dibuat, maka semakin kuat pula dampak yang bisa diciptakan.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap jasa penulis artikel online atau pun offline untuk memahami benefit  apa yang bisa ia fokuskan dari sudut pandang pembaca. Menghasilkan benefit  dalam setiap penulisan adalah sesuatu yang memang seharusnya menjadi perhatian seorang penulis artikel profesional.

Hindari Penulisan yang Terlampau Teknis dan Mendetail

Buat mudah. Buat gampang diingat. Buat orang tertarik untuk melihat. Dan buat mereka senang membacanya!

Gary Vaynerchuk
Source: Freepik

Untuk pembahasan mendetail dan sangat teknis seharusnya tidak begitu diprioritaskan dalam metode penulisan artikel untuk copywriting  atau pun SEO. Jasa penulis buku atau ghostwriting mungkin membutuhkan detail seperti ini, namun untuk konten di internet yang sifatnya untuk efektivitas pencarian dan softselling, terlampau mendetail secara teknis justru tidak begitu baik untuk dilakukan.

Jika seorang penulis artikel atau konten lebih memfokuskan perhatian pada bahasan teknis yang mendetail, maka hanya sebagian kecil orang saja yang akan menaruh perhatian. Sebaliknya jika penulisan difokuskan pada benefit  yang dihasilkan, keunggulan produk yang ditawarkan, dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menjadi solusi bagi pelanggan, maka impact-nya akan jauh lebih efektif.

Jangan Mengambil Risiko Terlampau Jauh

Source: Freepik

Berani mengambil risiko tentu saja bagus untuk bisnis, namun jika terlalu berani mengambil risiko yang sebenarnya dapat dihindari dengan baik, itu bukan lagi hal menarik untuk dilakukan. Seorang jasa penulis konten website atau blog dalam hal ini harus pula dapat menaksir sejauh mana risiko yang relevan ia tawarkan untuk menarik minat pelanggan.

Beberapa contoh risiko yang cukup riskan untuk diambil misalnya menawarkan ekspektasi pada calon pelanggan yang sebenarnya tidak dapat dipenuhi. Atau, menjanjikan sesuatu hal yang terlampau hebat hanya untuk mengikat seorang pembaca menjadi pembeli, dan lain sebagainya. Kurangi mengambil risiko yang tidak perlu seperti ini karena hanya akan menjadi bumerang penulisan itu sendiri di kemudian hari.

Pahami Media yang Digunakan Pelanggan

Source: Freepik

Hal penting selanjutnya yang harus pula dimengerti oleh seorang jasa penulis konten media adalah tidak semua pelanggan menggunakan media yang sama untuk membaca tulisan yang dibuat. Ini artinya dibutuhkan sebuah teknis untuk menyesuaikan supaya layout penulisan dapat diterima dengan nyaman untuk semua jenis media yang digunakan oleh target pembaca.

Ini mungkin terdengar agak teknis, akan tetapi ini sebenarnya juga merupakan bagian dari pengaturan bahasa yang efektif dan efisien. Jika kemudian seorang penulis konten atau artikel mengambil sumber penulisannya dari copy-an media lain, pastikan juga bahwa hasil paste dari sumber itu tetap nyaman dibaca oleh target penulisan.

Jangan Lupakan Proofreading

Source: Freepik

Kelemahan yang tidak jarang ditemui pada penulisan konten SEO kadang adalah bahasanya yang terkesan terlampau ‘machine style’  karena menargetkan indexing mesin pencarian. Fokus pada hal ini kemudian membuat struktur penulisan seolah tidak lagi nyaman dibaca oleh manusia yang notabene memiliki perasaan saat menelusurinya kata per kata, sama sekali adalah sebuah kesalahan yang fatal.

Menyusun struktur tulisan yang sistematis dengan tujuan supaya keyword yang ditargetkan dapat terindeks dengan cepat dan baik di mesin telusur tentu saja adalah hal hebat. Namun untuk tujuan ini jangan mengorbankan target pembaca. Bagaimana pun juga, target penulisan adalah manusia yang dapat merasa dan berpikir yang kemudian bisa juga mengambil keputusan.

Jadi kesimpulannya, seorang jasa penulis SEO tetap harus mengutamakan manusia di atas mesin pencari.

Akhiri Konten atau Artikel Dengan CTA

Source: Freepik

Sebagai bagian terakhir dari artikel yang ditulis, setiap jasa penulis artikel atau pun konten di internet sebaiknya juga menyertakan bagian call to action untuk pembaca supaya segera mengambil tindakan. Tombol CTA yang powerfull dapat dilakukan dengan beragam, tergantung tujuan penulisan yang dinginkan itu sendiri.

Kata-kata “Cepetan! Ayo bergabung sekarang! Beli sekarang juga! Dan lain-lain” mungkin bisa menjadi pilihan untuk ditambahkan pada CTA. Namun untuk beragam konsep penulisan, baik ia SEO atau copywriting , CTA tentu juga dapat dilakukan penyesuaian yang relevan dan tepat. CTA yang baik harus tetap terasa alami dan tidak berlebih-lebihan, apalagi memaksakan sesuatu kepada pelanggan.

Anda Membutuhkan Jasa Penulis Artikel Profesional?

Marketing tidak lagi semata tentang barang yang anda jual atau produk yang anda ciptakan.

Namun marketing juga adalah tentang sebuah kisah yang anda ceritakan.

Seth Godin

Jika anda yang membaca tulisan ini adalah pemilik website, blog atau media di internet yang membutuhkan penulisan konten berkualitas seperti yang telah diuraikan di atas, maka jangan ragu untuk menghubungi kontak www.penulisgunung.id.

Source: Freepik

Penulis dari blog ini adalah seorang profesional dalam penulisan lintas bidang. Selama dua tahun belakangan telah menyelesaikan berbagai project penulisan yang produktif dan beragam. Menulis ribuan artikel untuk SEO, artikel copywriting , artikel umum, dan masih banyak lagi, telah memberi pengalaman yang kuat untuk dapat menghasilkan artikel yang berkualitas dan juga efektif.

Oleh karena itu, jika anda kemudian membutuhkan kualitas dan efektivitas untuk hal berikut ini;

  • Jasa penulis artikel SEO
  • Jasa penulis artikel copywriting  
  • Jasa penulis untuk diktat, skripsi, dan jurnal.
  • Jasa penulis buku atau ghostwriting.
  • Bimbingan penulisan
  • Dan lain sebagainya

Tentu anda dapat menghubungi penulis blog ini dan mengajak bekerja sama. Hasil penulisan konten yang berkualitas akan mampu membantu anda untuk mencapai apa yang selama ini anda inginkan.

Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi jasa penulis artikel profesional terbaik untuk kepentingan kepenulisan anda sekarang!

BUAT PROJECT MENULIS SEKARANG


Note:

Tulisan lain penulis blog ini dapat dilihat juga di website:

15 TEMA BUKU FIKSI PALING POPULER UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL

Tidak semua orang dapat menemukan tema buku fiksi dengan mudah sebagai bahan dalam tulisan mereka. Para penulis pemula bahkan penulis profesional sekali pun, kadang-kadang juga mengalami deadlock atau jalan buntu mengenai tema tulisan mereka selanjutnya. Pada kondisi yang lebih serius, kondisi deadlock idea bahkan bisa mengganggu produktifitas seorang penulis.

Nah sebenarnya ada berapa banyak sih, tema penulisan fiksi yang paling populer dan dapat diadaptasi dengan mudah dalam penulisan novel atau pun cerpen?

Yuk, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

15 Tema Buku Fiksi yang Paling Populer Digunakan Dalam Penulisan Cerpen atau pun Novel

Source: Freepik.com

Jika didefinisikan secara sederhana, pengertian tema dalam buku fiksi adalah topik atau tentang apa sebuah cerita yang disampaikan dan penulisan suatu cerita fiksi. Tentunya ada banyak sekali tema yang bisa diceritakan. Semakin piawai seorang penulis menemukan tema yang tepat untuk karya fiksinya, maka semakin besar juga pula peluangnya untuk diterima oleh para pembaca.

Meskipun ada demikian banyak tema yang dapat diambil sebagai inspirasi penulisan cerita fiksi, namun tentu saja tidak semua bisa dieksekusi dengan mudah dalam prosesnya. Akan tetapi mendapatkan sebuah tema besar dalam satu penulisan, adalah langkah awal untuk mengembangkan plotnya sendiri dalam sebuah penceritaan yang menarik.

Dalam penulisan fiksi, ada banyak sekali ide yang kemudian bisa dikembangkan sebagai tema sebuah cerita. Tema tentang cinta, tema tentang perjuangan, tema tentang pengorbanan dan tema tentang peperangan, adalah beberapa tema yang cukup sering diangkat dalam penulisan. Namun sebenarnya, ada lebih banyak lagi tema yang bisa diambil oleh seorang penulis untuk kemudian dituangkan dalam alur penceritaan.

Lalu, kira-kita apa sajakah tema cerita buku fiksi yang paling populer dalam sebuah penulisan?

Berikut ini ulasannya.

BACA JUGA:

Tema Tentang Cinta dan Kematian

Photo by Artem Saranin on Pexels.com

Dalam dunia yang kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan, pilihlah juga untuk menjadi seseorang yang jika ia mencintai orang lain, maka ia mencintainya dengan tulus

A. Wan Bong

Cinta adalah tema yang paling banyak digunakan dalam penulisan cerita fiksi.  Cinta adalah sebuah topik yang sangat universal dan dapat diterima oleh hampir semua kalangan. Cinta juga merupakan bahasa yang paling sederhana untuk berkomunikasi dalam beragam kebudayaan dan latar belakang.

Dengan segala keistimewaan yang terkandung di dalamnya, cinta telah menjadi sebuah tema penulisan yang paling populer sepanjang sejarah. Tema cinta juga telah menjadi topik yang paling digemari di seluruh dunia. Dan karenanya, buku fiksi yang bercerita tentang cinta, tentang suka dukanya, tentang keindahan dan dioramanya, menjadi bagian fundamental fiksi yang dianggap paling kaya.

Hal yang perlu kamu ingat terkait dengan penulisan tentang tema cinta dalam fiksi adalah, bahwa cinta tidaklah dapat diartikan sebagai kasih asmara semata. Walaupun memang tentang hal itu yang terasa paling menonjol.

Cinta dapat diterjemahkan dalam bahasa yang demikian luas, cinta dapat terjadi antara manusia, antara hewan atau binatang, antara elemen alam dan juga semesta. Bahkan pada pembahasan cinta yang lebih tinggi, kamu dapat pula menggambarkan tema cinta dalam bahasa spiritual yang kukuh kepada Tuhan sebagai Sang Maha Pencipta.

Tema kematian adalah salah satu tema yang hampir sama kuatnya dengan cinta dalam penulisan cerita fiksi. Kematian tidak hanya dianggap sebagai sebuah kesedihan dan perpisahan semata, namun dalam fiksi kematian dapat diterjemahkan lebih luas lagi sebagai sebagai rekayasa sempurna dari sebuah tragedi yang mengguncangkan jiwa manusia.

Ada banyak buku yang berkisah tentang cinta dan kematian sekaligus. Jika kamu pernah membaca Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, kamu akan tahu bagaimana kuat imajinasi tema penulisan fiksi tentang kematian dan juga cinta dalam sebuah karya sastra.

Tema Tentang Kebaikan Melawan Kejahatan

Source: AugereExpress.com

Menulis sebuah cerita yang menuturkan kebaikan melawan kejahatan adalah salah satu tema yang juga sangat umum dilakukan. Karakter protagonis yang mewakili kebaikan akan dibenturkan dengan karakter antagonis yang merupakan gambaran dari kejahatan. Kebaikan versus kejahatan juga mengalami banyak pengembangan dalam berbagai cerita fiksi, tergantung sejauh mana imajinasi si penulisnya sendiri.

Jika kamu tertarik menulis sebuah kisah fiksi yang tema utamanya adalah pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan, maka pilihlah kisah yang mungkin berbeda dari biasanya, supaya ceritamu bisa memiliki ciri khas. Atau jika kamu merasa bingung untuk mendapatkan perbedaan yang kuat karena tema ini terlampau umum, berikan sesuatu yang spesifik pada karakter kebaikan atau kejahatan yang kamu angkat agar ceritamu lebih kuat tertanam dalam benak pembaca.

Tema Tentang Masa Muda dan Tumbuh Dewasa

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Tema dalam buku fiksi selanjutnya yang cukup sering pula diangkat adalah tentang masa muda dan tumbuh dewasa. Kamu tentu tahu bahwa masa remaja adalah fase usia yang sangat menarik dari hidup manusia. Remaja menjadi sebuah rentang umur yang demikian enerjik, berani, suka mengambil risiko, punya rasa penasaran yang besar, dan lain sebagainya.

Menulis novel atau cerpen fiksi yang menceritakan tentang masa muda dan pertumbuhannya menjadi dewasa tentu saja adalah sebuah subjek yang menarik. Kamu dapat dengan mudah menemukan sebuah periode penceritaan karakter tokoh dimana ia mungkin melakukan banyak tindakan ceroboh, gegabah dan tanpa perhitungan. Namun segala tindakan yang ia lakukan ini kemudian mengantarkannya pada kedewasaan.

LIHAT INI JUGA:

Tema Tentang Kekuasaan yang Korupsi dan Sewenang-wenang

Source: RobbyRobbins.com

Novel atau kisah fiksi yang bercerita tentang sewenang-wenangan kekuasaan tentu saja adalah sesuatu yang sering ditemui. Kekuasaan dan segala bentuk kekuatan dan kejahatan yang ada dibaliknya, adalah sebuah tema besar yang dapat dituangkan dalam tulisan yang penuh pesan dan sarat makna.

Penulis populer Indonesia dengan nama pena Tere Liye bahkan menulis khusus tentang tema ini melalui sebuah mahakaryanya yang berjudul Negeri Para Bedebah. Ini adalah salah satu contoh buku fiksi yang melukiskan bagaimana kekuasaan yang korup dan tidak amanah, dapat menjadi inspirasi penulisan cerita yang luar biasa.

Tema Tentang Keberanian

Photo by Cade Prior on Pexels.com

Keberanian bukanlah memiliki kekuatan untuk terus melangkah maju, namun memilih terus melangkah maju disaat tidak lagi memiliki kekuatan apa pun

Napoleon Bonaparte

Keberanian adalah sebuah sifat yang sangat dikagumi dalam diri manusia. Berani dalam penulisan novel fiksi melebihi makna sederhana sebagai kemampuan menghadapi rasa takut semata. Akan tetapi dalam sebuah karya fiksi dan juga pada banyak karya sastra lain, keberanian kadang menempati derajat pemaknaan yang jauh lebih dalam dan juga lebih luas.

Tema keberanian dalam penulisan cerita fiksi berupa novel atau pun cerpen, tidak hanya berisi tindakan fisik yang gagah dan agresif. Namun ilustrasi dan eksistensi yang paling kuat untuk melukiskannya adalah dengan menggambarkan keberanian suatu karakter untuk melampaui sifat dan ketakutannya sendiri.

Pada banyak kisah fiksi, keberanian bukanlah sebuah gerak fisik, namun sebuah kebulatan tekad dan perasaan kuat dan tegas dalam mengambil sikap dan tindakan.

Tentang Berjuang dan Bertahan Melawan Rintangan

Photo by andrew shelley on Pexels.com

Tema selanjutnya yang dapat kamu jadikan inspirasi dalam penulisan karya fiksimu adalah tentang perjuangan dan kemampuan bertahan melawan tantangan dan juga rintangan. Kamu dapat melukiskan satu karakter tangguh dalam ceritamu yang dihadapkan dengan begitu banyak masalah dan persoalan. Namun kegigihan, kesungguhan dan ketangguhannya dalam melalui banyak rintangan, menjadi inti kisah yang dapat kamu ceritakan.

Survival melawan alam dan keganasan hutan belantara, survival melawan rasa sakit, survival menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai sebuah tujuan berupa tempat dan lain sebagainya, dapat menjadi sedikit gambaran inspirasi yang bisa kamu ambil pula untuk tema ini.

BACA PULA:

Tema Tentang Perlawanan Sosial dan Ketidakadilan

Source: Medium

Tema ketidakadilan adalah salah satu tema dalam penyusunan buku fiksi yang juga tidak kalah populer dan menarik untuk kamu angkat sebagai topik cerita. Ketidakadilan tentu saja banyak dalam masyarakat , dan kamu dapat menemukannya dengan sangat mudah. Kamu misalnya dapat menulis tema fiksi dengan latar belakang kesenjangan ekonomi yang tajam, diskriminasi kekuasaan dan etnis tertentu, dan lain sebagainya.

Apartheid atau diskriminasi warna kulit adalah tema yang cukup populer untuk subjek satu ini. Misoginy atau kebencian yang berlebihan terhadap wanita juga kadangkala banyak diangkat. Atau pada contoh lain adalah rasisme agama dan keyakinan, rasisme terhadap pandangan politik atau bahkan, diskriminasi atas sesuatu yang bahkan lebih remeh daripada itu semua.

Tema Tentang Konfik dan Peperangan

Source: Americakmoviestyle

Hanya prajurit yang tewas yang telah melihat akhir dari sebuah peperangan.

Plato

Perang adalah salah satu tema yang paling banyak digemari dalam berbagai literatur karya manusia. Buku tentang peperangan, kisah tentang peperangan, film tentang peperangan dan juga tentu saja dongeng dan mitos tentang peperangan. Nah, kamu yang mungkin juga memiliki imajinasi yang luas tentang sebuah peperangan, tentu saja dapat menjadikannya sebagai tema penulisan fiksi yang kamu lakukan.

Kamu dapat meperkuat penulisan topik peperangan dan konflik dengan melibatkan hal-hal besar seperti kepentingan politik dan kekuasaan. Sementara untuk menambah kekuatan dan detail cerita, kamu juga bisa memasukkan karakter tentang percintaan, romantisme, pengkhiatan dan lain sebagainya. Semakin baik gambaran dan imajinasimu akan sebuah medan pertempuran, maka sebaik pula cerita yang dapat kamu tuliskan.

Tema Tentang Kepahlawanan Melawan Masyarakat

Source: BBC

Kamu tentu tahu kisah tentang Robinhood yang mencuri harta orang-orang kaya kemudian membaginya dengan orang-orang miskin, kan? Atau kamu juga dapat melihat perumpamaan yang lain tentang Zorro yang juga melakukan hal yang kurang lebih sama dengan apa yang dilakukan oleh Robinhood.

Nah, baik Zorro mau pun Robinhood adalah dua karakter yang dianggap pahlawan bagi sebagian masyarakat, namun dianggap penjahat bagi masyarakat yang lain. Dan dalam penulisan cerita fiksi, baik yang murni fiksi mau pun yang terinspirasi dari legenda atau kisah nyata, kisah kepahlawanan melawan masyarakat adalah sesuatu yang masih sangat menarik untuk dilakukan.

Kamu yang tertarik menulis cerita dengan topik ini dapat mempersempit pembahasanmu bahwa pahlawan yang dimaksud adalah umumnya pahlawan yang membela hak-hak rakyat kecil dan tak berdaya. Sementara masyarakat yang dianggap sebagai simbol kejahatan adalah, masyarakat yang kemudian menunjukkan kerakusan, kekejaman, antipati dan juga tidak memiliki belas kasihan.

Tema Tentang Perintah Melawan Perasaan

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Bercerita tentang sebuah pertentangan perasaan yang sangat kuat adalah salah satu topik yang unik dan juga kuat menarik emosi. Kamu tentu saja pernah membaca atau menemukan dalam film, bahwa ada sebuah kondisi yang membuat suatu karakter bergelut dalam kekacauan hati dan pikiran ketika ia harus memilih antara perintah dan perasaan?

Misalkan ada seorang prajurit yang diperintahkan oleh rajanya untuk membunuh seseorang tawanan yang lari ke hutan. Di hutan ternyata sang prajurit mengalami kesulitan yang membuat dirinya sendiri hampir terbunuh. Dalam situasi yang kritis, pertolongan justru ia dapatkan dari sang tawanan yang ternyata memiliki kemampuan untuk menyelamatkan nyawanya.

Nah, kamu kemudian dapat masuk ke nilai ceritamu yang sebenarnya bahwa, bagaimana kekalutan dan kekacauan hati sang prajurit saat memilih untuk terus mentaati perintah sang raja dengan membunuh sang tawanan? Ataukah mengikuti kata hatinya  sendiri yang tentu saja akan berlainan?

BACA JUGA:

Tema Tentang Mimpi Melawan Kekecewaan

Source: Bloodydisgusting.com

Selanjutnya tema yang bisa pula kamu angkat dalam penulisan novel atau cerpen fiksimu adalah tentang mimpi dan kekecewaan.  Mimpi adalah sebuah tenaga yang menyalakan upaya untuk mencapainya. Dan tentu saja kamu dapat menemukan banyak mimpi dalam berbagai karakter yang dapat kamu ciptakan.

Mimpi yang membuat karakter melakukan upaya dan tindakan, melakukan perjuangan dan segala usaha, dapat kamu buat menjadi lebih kokoh pesannya melalui sebuah akhir kekecewaan.  Kamu dapat mengekplorasi penulisan tema ini dengan menetapkan mimpi apa yang ingin dicapai oleh ceritamu, bagaimana ia berakhir kecewa, dan apa pesan yang menjadi nilai utama dari kisah yang kamu tuliskan.

Tema Tentang Krisisnya Keimanan

Source: charismamagazine

Krisisnya keimanan yang dimaksud disini tidak harus berbicara tentang kemurtadan lho, ya. Dalam penulisan yang lebih luas pada topik ini, seorang penulis hanya melukiskan bagaimana karakter yang ia gambarkan memiliki pertanyaan mendasar tentang eksistensi Tuhan. Atau dalam pengertian yang lebih spesifik, tentang eksistensi Tuhan dalam keyakinan yang ia anut.

Di dunia barat saat ini, sudah semakin banyak dirilis film-film pendek yang menceritakan kisah mualafnya beberapa tokoh terkemuka. Mualafnya ini seringkali diawali dengan cerita tentang krisis keimanan yang mereka alami dalam keyakinan mereka sebelumnya. Pertanyaan kritis tentang Tuhan, pertanyaan kritis tentang makna kehidupan, telah membimbing mereka menuju pangkuan islam.

Kamu tentu juga bisa menggambarkan situasi seperti ini dalam cerita yang kamu tulis. Buku saya berjudul MMA Trail sendiri yang dirilis pada akhir tahun 2019, juga menceritakan bagian krisis keimanan seperti ini. Sebuah krisis dan kritisnya pemikiran yang kemudian justru memperteguh keyakinan karakter utamanya.

Tema Tentang Kehilangan

Source: Thegrowthequation

Sebuah kondisi dimana kamu merasakan sesuatu yang kamu sendiri pun tidak mengerti hakikatnya, adalah salah satu perwujudan dari rasa kehilangan.

A. Wan Bong

Rasa kehilangan juga dapat menjadi topik yang sangat kuat untuk diceritakan dalam penulisan fiksi. Kehilangan dapat berwujud dalam berbagai bentuk. Kamu bisa melukiskan kehilangan seseorang yang dicintai, kehilangan harta, kehilangan pengaruh dan kekuasaan, atau bahkan pada pembahasan yang lebih dalam, kamu juga bisa melukiskan tentang hilangnya sebuah harapan.

Melukiskan tentang sebuah rasa kehilangan dan berbagai implikasinya terhadap karakter yang kamu ceritakan, akan membuat sebuah jalan cerita yang menarik. Kamu dapat mencari ide dan referensinya dengan mudah akan hal ini. Sekali lagi, novel seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk karya Buya Hamka, masih tetap relevan untuk mencontohkan tema semacam ini.

Tema Tentang Kelahiran Kembali

Source: Screen Rant

Topik penulisan fiksi selanjutnya yang juga tidak jarang ditemukan dalam banyak kesempatan adalah tentang kelahairan kembali atau rebirth. Rebirth disini juga dapat diartikan sebagai kelahiran kembali dalam bentuk reinkarnasi, mau pun dalam bentuk kelahiran kembali berupa pemikiran, semangat, dan juga harapan karakternya.

Pada sebuah penulisan yang lebih kompleks misalnya, tema kelahiran kembali ini seringkali dikaitkan pula dengan tema tentang krisis of faith atau krisis keimanan sebelumnya. Ketika suatu karakter dilukiskan mengalami masa-masa kritis baik dalam segi keyakinan, pemikiran, kesehatan, bahkan kondisi ekonomi, kemampuannya untuk melewati dan mengambil pesan terbaik dapat menjadi moment rebirth atau kelahiran kembali.

INI JUGA MENARIK:

Tema Tentang Kriminalitas dan Kejahatan

Photo by Skitterphoto on Pexels.com

Tema terakhir dalam penulisan fiksi yang dapat pula kamu jadikan inspirasi adalah tentang kriminalitas atau kejahatan. Kriminalitas tentu saja memiliki dimensi yang beragam. Kamu dapat bercerita tentang pembunuhan, tentang pencurian dan perampokan, tentang penculikan dan peredaran narkoba, dan lain sebagainya.

Umum digunakan untuk menghidupkan sebuah cerita, tema kriminalitas mempertemukan antara tokoh protagonis yang ingin mengungkapkan kejahatan, melawan tokoh antagonis sebagai pelaku kriminalnya sendiri. Kamu tentu saja dapat berimajinasi tentang ini dan menyusunnya dalam plot-plot fiksi yang kemudian kamu tulis menjadi karya berbentuk cerpen atau pun novel.

Kamu Ingin Menulis Tentang Apa?

Photo by Vanessa Garcia on Pexels.com

Sekarang, setelah mengetahui ada 15 tema penulisan fiksi populer yang bisa kamu jadikan inspirasi menulismu, kira-kira kamu akan memilih yang mana?

Jangan terpaku dengan sebuah tema kemudian merasa stagnan dengan itu. Kamu tentu saja dapat memadukan dan mengkombinasikan antara tema yang satu dengan tema yang lain supaya memperkuat jalan cerita yang kamu gunakan. Akan tetapi pada suatu garis besar cerita yang menjadi pokok haluan tulisanmu, kamu tentu harus memilih satu tema yang paling relevan.

Sebagai penutup, untuk kamu yang ingin memiliki karya berbentuk buku, artikel atau apa pun itu, kamu bisa mengajak penulis blog ini untuk bekerjasama. Kamu dapat mengajak penulis blog ini sebagai partner menulis, sebagai penulis penuh untuk karyamu, atau bahkan mengikuti kelas menulis secara privat yang ia mentori. Dengan mengikuti kelas menulis, kamu tentu lebih mudah lagi menentukan tema buku fiksi yang paling tepat untuk kamu tuliskan.

Selanjutnya, jangan ragu untuk menghubungi kontak blog ini, ya. Dan yang paling penting adalah, sebagai seorang penulis atau calon penulis, kamu harus segera memiliki karya!

Seorang mentor adalah seseorang yang menunjukkan kepadamu cara untuk melihat harapan dan kekuatan yang ada di dalam dirimu sendiri

Oprah Winfrey


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini:

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

10 CIRI YANG MENANDAKAN KAMU TELAH SEPENUHNYA MEMILIKI SIFAT DEWASA

Usia tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa seseorang telah memiliki sifat dewasa. Seseorang boleh jadi telah memiliki usia yang jauh dari kata belia, namun ternyata tidak dapat dikatakan dewasa karena sifatnya. Sebaliknya pula, ada seseorang yang secara usia masih cukup muda, namun dikarenakan kematangan pola pikir dan karakternya, dikatakan telah mencapai kedewasaan yang sebenarnya.

Nah, sebenarnya bagaimanakah sifat dewasa itu? Apa saja sih, hal-hal yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengatakan bahwa seseorang layak dianggap telah dewasa atau belum? Pembahasan berikut ini akan membantu untuk menjelaskannya.

Pengertian Sifat Dewasa dan Beberapa Ciri Paling Signifikan Orang yang Telah Memilikinya

Source: Freepik.com

Kedewasaan adalah sesuatu yang unik dan menarik. Dewasa seringpula dikonotasikan sebagai sebuah kematangan sikap, kematangan pikiran dan juga prilaku dari seseorang. Ketika seseorang dianggap telah memiliki kedewasaan, maka ia dianggap telah pula memiliki serangkaian karakter yang erat kaitannya dengan tanggung jawab, keseriusan, rasa hormat dan juga pemikiran yang sempurna.

Dewasa dalam pengertian yang majemuk sebenarnya memiliki banyak definisi. Dalam hukum negara seseorang yang sudah dewasa berpatokan pada usianya dimana 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Sementara dalam pandangan agama, dewasa juga memiliki kaitan dengan istilah akil baligh, dimana seseorang telah dianggap layak untuk menerima konsekuensi tentang apa yang ia lakukan atas dirinya sendiri.

Dalam pandangan ilmu psikologi, dewasa memiliki pengertian yang lebih mendekati pembahasan ini. Dewasa adalah fase usia akhir belasan tahun dan masuk ke dua puluhan tahun dan berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Pada fase inilah seseorang digambarkan pula sebagai masa pembentukan karir, kepribadian, perekonomian, dan juga dalam hal memilih pasangan hidup.

Dari beberapa pengertian tersebut, kedewasaan ternyata diartikan menjadi banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan usia. Padahal sesungguhnya dewasa yang sejati tidaklah selalu karena usia, namun ada serangkaian sifat yang kemudian bertumbuh dan berkembang lalu mempengaruhi sifat serta kepribadian seseorang.

Nah sekarang, apa saja ciri sifat dewasa yang bisa kamu jadikan sebagai pedoman untuk menilai kedewasaan seseorang? Berikut detailnya;

Kamu Tidak Lagi Tertarik Untuk Banyak Berbasa-Basi

Source: Freepik.com

Ini bukan masalah temperamental dan emosional, namun omong kosong dan basi-basi sudah sangat tidak menarik lagi untuk kamu perhatikan.

Sifat dewasa seseorang yang pertama ditandai dengan meningkatnya keseriusan dalam pemikiran dan pribadi mereka. Kamu yang sudah memiliki pemikiran untuk tidak lagi tertarik kepada hal-hal yang bersifat ‘omong kosong’ dan basa-basi, adalah bagian dari ciri yang pertama ini.

Namun perlu juga mendapat catatan disini, bahwa tidak suka berbasa-basi bukan berarti kedewasaan adalah antipati dari rasa humor dan bercanda. Seseorang yang telah memiliki sifat dewas kadang justru banyak bercanda dan guyon. Namun ketika pembicaran mengarah kepada sesuatu yang tidak berguna dan bermanfaat, ia akan menghindarinya.

Kamu Menjadi Lebih Pemaaf

Source: Freepik.com

Ketika diperlakukan buruk maka orang biasa akan menuntut balas, orang bijaksana akan memaafkan, dan orang yang cerdas tidak akan terlalu memikirkannya.

Kemampuan untuk memaafkan juga menjadi salah satu bagian penting dari ciri sifat dewasa yang umum ditemukan. Dalam kedewasaan, memaafkan bukan berarti kamu lemah dan tak mampu melawan atau membalas perbuatan buruk orang lain atas dirimu. Akan tetapi, memaafkan  yang dimaksud ini adalah karena kamu tidak ingin memusingkan hal itu lagi.

Merubah sifat menjadi dewasa adalah bagian dari perjuangan untuk menerima kenyataan dalam hidup sebagai sebuah realitas yang tidak bisa dielakkan. Bahwa tidak semua keinginan dan harapan dalam hidup itu sesuai dengan kenyataan. Salah satu hal yang kemudian menandakan bahwa kamu telah beradaptasi dengan hal ini adalah kamu lebih mudah untuk memaafkan kesalahan seseorang.

Kamu Menjadi Lebih Berpikiran Terbuka

Source: Freepik.com

Menerima perbedaan adalah bagian dari kedewasaan. Menghormati perbedaan namun tetap memegang teguh prinsip dan pendirian, adalah bentuk kedewasaan yang sebenarnya.

Selanjutnya yang menjadi ciri sifat bijak orang dewasa adalah kamu lebih berpikiran terbuka atau open minded. Kamu menyadari bahwa tidak semua orang sama seperti kamu, sama seperti yang kamu pikirkan dan, juga sama seperti yang kamu persepsikan. Kamu mulai dapat menerima kenyataan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat adalah keniscayaan yang tidak dapat kamu hindari.

Kemampuan berpikiran terbuka adalah sebuah kemampuan untuk melihat sebuah objek dari berbagai macam sudut pandang. Semakin luas caramu melihat sebuah persoalan, akan semakin kaya pula pemahamanmu tentang persoalan tersebut. Dan ini pula yang menjadi bagian dari bentuk perkembangan kedewasaan.

Kamu Menyadari Bahwa Istirahat Jauh Lebih Baik Daripada Begadang dan Berpesta

Source: Freepik.com

Jangan pernah mengorbankan kebahagiaan masa depan untuk sebuah kesenangan dan kenikmatan yang sesaat.

Masa remaja kadang penuh dengan hura-hura dan pesta, bahkan hingga menghabiskan waktu semalaman. Pesta dan begadang terkadang menjadi bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan para remaja, terutama di kota-kota besar. Waktu yang semestinya dapat digunakan sebagai saat beristirahat, justru digunakan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

Nah, mampu menguasai diri dan berpikiran bahwa beristirahat jauh lebih penting dari pesta dan hura-hura adalah bagian dari sifat kedewasaan. Kamu mulai memprioritaskan kesehatanmu dibandingkan kesenangan sesaat yang mungkin saja akan membuat kamu menyesal di kemudian hari.

Mungkin terdengar unik, namun memang benar bahwa orang yang menganggap tidur lebih penting daripada begadang tanpa tujuan, adalah ciri lain sebuah kedewasaan.

Kamu Menerima Bahwa Kegagalan Adalah Bagian Dari Perjuangan

Source: Freepik.com

Kegagalan adalan keberhasilan yang tertunda, itu memang benar selama kamu tak berhenti untuk terus berjuang.

Banyak orang memang menganggap kegagalan sebagai sebuah aib dan hal yang memalukan. Karena anggapan ini, banyak yang kemudian tidak berani mencoba sesuatu yang baru dan menantang karena merasa takut dengan konsekuensi gagalnya.

Kedewasaan tidak demikian, dewasa juga mengubah pandangan kamu tentang arti kegagalan. Bagi kamu, kegagalan tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dihindari. Bahkan lebih jauh, semakin matang sikap kedewasaanmu, akan semakin toleran juga kamu terhadap kegagalan.

Akan tetapi yang perlu diingat dalam poin ini adalah; bahwa sifat dewasa memang bisa menerima kegagalan sebagai bagian dari upaya, namun kamu tak pernah menyerah dan juga tidak pernah merencanakan untuk gagal.

Kamu Menerima Bahwa Cinta Tidak Dapat Dipaksakan

Source: Freepik.com

Berjuang dan bertarung untuk cinta adalah naluri alamiah manusia, namun menerima kenyataan bahwa cinta juga tidak dapat dipaksakan, adalah sebuah ciri kedewasaan.

Dalam perjalanan usia manusia, sesuatu yang bertema tentang cinta selalu saja menarik untuk diperbincangkan. Cinta juga dapat menjadi salah satu tolak ukur kedewasaan seseorang, terutama bagaimana kemudian ia bersikap kepada perasaan cinta yang mungkin saja tidak menyambut dirinya sebagaimana harapannya sendiri.

Sifat kedewasaan mengenai cinta adalah ketika kamu menyadari bahwa cinta dan perasaan, sama sekali tidak dapat dipaksakan. Kamu boleh menyukai seseorang, memuja dirinya secara berlebihan, namun untuk mendapatkan cintanya, kamu sama sekali tidak dapat memaksakan kehendakmu.

Ketika kamu telah menyadari hakikat cinta yang tidak bisa dipaksakan, kemudian kamu menerima itu sebagai sebuah realitas yang tidak perlu kamu lawan, maka kamu pun akan menempatkan dirimu sesuai kapasitas yang ideal. Akan tetapi lebih daripada itu semua, sikap tersebut juga adalah perwujudan jika dirimu telah mencapai tingkat kedewasaan yang baik.

Kamu Menerima Bahwa Sakit Hati Adalah Sesuatu yang Lumrah

Source: Freepik.com

Kamu tidak akan membiarkan rasa sakit dan kekecewaan mengubah hatimu menjadi jahat dan buruk. Namun kamu akan menunjukkan, bahwa bertahan dengan pendirian yang kokoh bisa menjadi sesuatu yang menakjubkan.

Kedewasaan tidak mengharuskan seseorang untuk mengadopsi semua kesempurnaan. Perasaan yang terluka karena perbuatan dan perkataan orang lain adalah sesuatu yang lumrah dan wajar. Sakit hati karena perlakuan orang lain yang melukai perasaan adalah bagian dari kefanaan manusia, dan kedewasaan menerimanya adalah sesuatu yang sederhana.

Dengan menjadi dewasa tidak berarti kamu tidak boleh sakit hati karena suatu peristiwa. Kamu boleh sakit hati, kamu boleh merasa terluka, namun kualitas kedewasaanmu kemudian dilihat dari sikapmu atas rasa sakit dan kecewa itu.

Apakah kamu akan membiarkan rasa sakit hati memasungmu dalam kebencian, ataukah menjadikan kesakitan sebagai sebuah dorongan bagimu untuk bersikap lebih tegas, lebih kuat dan juga lebih tangguh.

Kamu Berhenti Mengandalkan Orang Lain untuk Menyelesaikan Masalahmu Sendiri

Source: Freepik.com

Menghakimi dan menyalahkan orang lain  adalah hal yang mudah. Namun kematangan karakter manusia mengharuskan penyadaran diri yang penuh bahwa keberhasilan dan kegagalan pada dirinya, adalah wilayah yang menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Ciri sifat dewasa yang sesungguhnya kemudian adalah yang berkaitan erat dengan tanggung jawab. Yakni kamu mulai menyadari bahwa dirimu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kamu tidak dapat terus mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan masalahmu. Semakin kuat kamu menjiwa hal ini, semakin matang kedewasaanmu.

Ciri yang kedelapan  ini berkenaan pula dengan kepercayaan diri dan keyakinanmu akan kemampuanmu sendiri. Jika sebelumnya kamu lebih banyak melimpahkan sesuatu kepada orang lain karena berbagai alasan, seiring dengan jiwamu yang kian dewasa, kamu mulai lebih bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang baik.

Kamu Lebih Memilih Untuk Diam Daripada Terlibat Perdebatan yang Tidak Perlu

Source: Freepik.com

Diam adalah jawaban terbaik untuk orang-orang yang tidak menghargai apa yang kamu katakan. Dan diam, menjelaskan lebih banyak hal daripada yang orang lain dapat pikirkan.

Menghindari perdebatan dan pertengkaran yang tidak penting adalah salah satu ciri kedewasaan yang sebenarnya. Meskipun kamu merasa benar dan pendapatmu lebih sempurna, namun ketika kamu melihat tidak hal yang baik dari sebuah perdebatan, maka kamu memilih untuk menghindarinya.

Memilih diam dan mengalah sama sekali bukan bentuk kelemahan, namun ini adalah sebuah upaya untuk menghindari hal buruk yang mungkin bisa terjadi jika kamu tetap berdebat.

Ketika kamu sudah dapat melakukan tindakan seperti itu meskipun hatimu diliputi rasa jengkel, itu menunjukkan bahwa kamu sudah melangkah ke tingkat kedewasaan.

Kamu Sepenuhnya Menyadari Bahwa Kebahagiaanmu Tidak Bergantung pada Orang Lain, tapi Pada Dirimu Sendiri

Source: Freepik.com

Apa saja yang membuat jiwamu bisa berenang dalam samudra kebahagiaan, lakukan dan biarkan sauhmu tetap terkembang di dalamnya.

Perbedaan sifat dewasa dengan kekanak-kanakan selanjutnya adalah mengenai persepsi tentang kebahagiaan. Saat sifat kekanak-kanakan masih menganggap bahwa kebahagiaan adalah faktor luar yang erat kaitannya dengan orang lain, objek lain dan hal lain. Kedewasaan justru memandangnya sebagai sesuatu yang mutlak ada di dalam diri orang itu sendiri.

Orang yang telah matang kedewasaannya akan melihat bahwa kebahagiaan bukan tentang uang, bukan tentang pencapaian, bukan tentang cinta dan asmara, dan juga bukan tentang kekayaan dan harta berlimpah.

Namun dalam pandangannya, bahagia ditentukan oleh diri sendiri. Akankah kamu hanya bisa bahagia jika ada syaratnya? Ataukah kamu memilih untuk tetap berbahagia dengan dirimu apa adanya.

Apakah Kamu Sudah Memiliki Sifat Dewasa?

Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Nah sekarang, hanya dirimu sendiri yang mengetahui apakah kamu sudah memiliki sifat dewasa atau belum. Meskipun usiamu masih belasan, kamu mungkin bisa saja telah memiliki beberapa sifat-sifat yang disebutkan di atas. Yang artinya, kamu telah menapak menuju fase kedewasaan.

Sebaliknya pula, bisa jadi ada orang yang usianya sudah mencapai setengah abad, namun ketika ia masih terus mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri, terus mensyaratkan untuk sebuah kebahagiaan, terus memaksakan kemauan dan keinginannya sendiri, dan lain semacamnya, maka ia dengan jujur harus mengakui bahwa sifat kedewasaan masih jauh ada dalam dirinya.

Sifat dewasa adalah sebuah kematangan berpikir dan bertindak, sebuah keteguhan memegang prinsip untuk bersikap realistis tanpa harus kehilangan empati toleransi. Usia memang bisa membentuk sebuah kedewasaan, namun lebih daripada itu, kesediaan untuk senantiasa belajar dan mengambil hikmah kehidupan, adalah cara paling efektif untuk meniti tangga-tangga menuju altar kedewasaan.

Bagaimana, apakah kamu setuju?

JASA PENULISAN ARTIKEL MANDIRI UNTUK BERBAGAI JENIS KONTEN POPULER DAN BERKUALITAS

Dalam dunia digital saat ini, konten adalah salah satu unsur yang paling penting untuk dapat eksis dan bertahan dalam kompetisi. Dalam membuat konten yang berkualitas, maka peran kemampuan menulis menjadi sangat penting. Masalahnya, tidak semua orang memiliki kemampuan menulis yang baik. Akan tetapi solusi juga gampang yaitu dengan menemukan jasa penulisan artikel berkualitas dan telah teruji.

Ada cukup banyak saat ini jasa yang menawarkan penulisan artikel untuk konten di internet. Namun kadang memilih jasa penulisan yang benar-benar berdedikasi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun dikerjakan oleh para penulis konten professional, namun karena dikerjakan oleh banyak orang, ciri khas sebuah website kadang dapat saja tidak dapat dimunculkan secara maksimal dari konten yang ditulis.

Menampilkan sebuah konten dengan ciri khas memang bukan sebuah keharusan dalam membangun konten. Akan tetapi, konten yang rapi, terstruktur, dan juga memiliki trade marknya sendiri akan memberikan nilai lebih dari sisi reputasi dan kepercayaan pembaca. Solusi dari kebutuhan ini tentu saja adalah dengan menggunakan jasa penulisan konten mandiri dan berpengalaman.

Jasa Penulisan Konten Mandiri Untuk Solusi Artikel Berkualitas dan Istimewa

Source: http://www.searchenginejournal.com

Selain telah menulis belasan judul buku, saya juga adalah seorang penulis professional untuk konten-konten berkualitas. Saya berpengalaman hamper satu tahun lebih dalam penulisan artikel berkualitas untuk berbagai konten internet. Hingga sekarang saya masih aktif menjadi penulis professional pada beberapa perusahaan jasa penulisan artikel popular baik di Jakarta mau pun di Jogjakarta.

Saya menulis artikel untuk keperluan promosi, softselling, copy writing, branding awareness, dan lain sebagainya. Selain itu, saya juga menulis buku dalam project ghostwriting, penulisan scenario untuk film, dan juga penulisan cerpen dan novel. Hampir semua jenis tema penulisan pernah saya lakukan, dari travel, otomotif, review produk, review film, dan brand campaign.

Dengan pengalaman tersebut saya menawarkan jasa penulisan yang dikerjakan oleh saya sendiri untuk menulis konten artikel bagi kebutuhan website anda. Beberapa keistimewaan yang saya tawarkan jika menggunakan jasa penulisan mandiri dari saya antara lain;

  • Dikerjakan oleh penulis professional dan berpengalaman.
  • Ditulis oleh penulis yang faham SEO dan cara menempatkannya secara natural dan enak dibaca.
  • Ditulis oleh penulis yang memiliki karakteristik penulisan yang menarik.
  • Tepat waktu dan mentaati deadline yang disepakati.
  • Dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konten yang diinginkan
  • Lebih mudah berkoordinasi menentukan orientasi konten yang ingin dibangun.
  • Fortopolio penulisan secara langsung dapat dilihat pada blog penulisgunung.wordpress.com dan blog; arcopodojournal.blogspot.com.
  • Mampu menulis secara konsisten lebih dari 2000 kata.
  • Dapat menulis untuk berbagai macam kepentingan mulai dari artikel hingga ghostwriting untuk novel dan karya ilmiah.
  • Penulis dengan fortopolio 13 judul buku yang telah tersebar luas di masyarakat.

Berbagai jenis artikel dan konten yang dapat dikerjakan;

Source: http://www.crediblecontentwriterservices.com
  • Artikel popular dengan berbagai macam tema seperti travel, wisata, kesehatan, interior, bangunan, dan lain sebagainya.
  • Artikel copywriting untuk brand awareness.
  • Artikel softselling untuk mendongkrak penjualan melalui artikel yang relevan dan berkualitas.
  • Ghostwriting untuk penulisan buku, novel, cerpen, fiksi dan non fiksi.
  • Penulisan skenario untuk film.
  • Dan lain sebagainya.

Cara melakukan pemesanan jasa penulisan konten mandiri

  • Menghubungi penulis melalui email di jasapenulismandiri@gmail.com atau whatsapp di 081254355648.
  • Memilih keyword atau kata kunci yang ingin ditargetkan.
  • Membayar DP jasa penulisan sebesar 50% dari harga yang disepakati.
  • Pelunasan biaya dilakukan setelah penulisan selesai dan siap diemail kepada pemesan.

STEP BY STEP METODE MENULIS BUKU FIKSI DAN NON FIKSI

Menulis dan menghasilkan sebuah karya tulis baik ia fiksi ataupun non fiksi, membutuhkan niat dan tekat yang kuat, konsistensi, dan juga kedisiplinan. Orang-orang boleh berbicara mengenai talenta, mengenai bakat, mengenai mood, dan mungkin juga mengenai inspirasi untuk bisa menulis sesuatu dan kemudian bisa menjadi sebuah karya tulis atau buku. Namun hakikatnya, khususnya bagi saya pribadi sendiri, tidak ada faktor yang paling menentukan selain kedisiplinan, konsekuensi dan juga niat yang kuat. Karena talenta sehebat dan seluar-biasa apa pun, tidak akan mampu mengalahkan kerja keras dan konsistensi.

Menulis fiksi dan non fiksi, ilmiah atau pun fantasi, sejarah atau pun opini, semua membutuhkan kerja keras dan konsistensi supaya dapat menjadi sesuatu yang bernilai atau menjadi buku. Langkah yang kemudian diambil sebagai metode penulisan dan penyusunan, adalah bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian konsistensi tersebut. Sebelum masuk pada langkah-langkah menulis fiksi dan non fiksi, memaknai istilah ‘menulis’ itu sendiri mungkin juga perlu untuk kita review sekali lagi.

Apa Itu Menulis?

Source: http://www.unsplash.com

Menulis tidak hanya sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas dimana tangan mempertemukan pena dan kertas, bukan pula sekedar kegiatan menyusun kata dan kalimat untuk menjadi sebuah prosa dan alinea. Namun lebih daripada itu, menulis juga merupakan sebuah bagian dari cara manusia untuk menuangkan kekayaan akal dan pikiran dalam sebuah media yang dapat dilihat dan direnungkan oleh orang lain. Pada perkembangannya, menulis juga menjadi sebuah media untuk menyalurkan aspirasi, inspirasi, juga partisipasi seseorang untuk sesuatu yang di kemudian hari, dapat saja memiliki nilai manfaat bagi orang lain.

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi untuk menjadi penulis. Karena setidaknya setiap orang memiliki kisah masing-masing yang pasti memiliki nilai menarik untuk diceritakan. Akan tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan menulis, karena sekali lagi, menulis bukan hanya bercerita tentang kemampuan menyusun kata dan mengolah kalimat, namun yang lebih penting daripada itu adalah tentang kesungguhan, kedisiplinan dan juga konsistensi.

Berikut saya akan membagikan sedikit pengalaman saya dalam menulis baik fiksi mau pun non fiksi, apa saja yang saya lakukan sebagai persiapannya, bagaimana saya memulainya, bagaimana menjaga semangat untuk menyelesaikan tulisan dan lain sebagainya. Setiap orang mungkin memiliki metode dan cara yang berbeda, namun saya kira pada beberapa bagian utama, prinsipnya mungkin tidak terlampau jauh berbeda.

Langkah-Langkah Menulis Non Fiksi

Tentukan Tema

Source: Amazon.com

Apa yang ingin dibahas secara utama dalam tulisan tersebut?

Buku saya yang sudah terbit tema utamanya adalah mountaineering atau pendakian gunung, jadi saya mengunci tema utama saya dalam penulisan adalah tentang dunia pendakian gunung.

Jika kemudian dalam penulisan saya menemukan hal lain di luar mountaineering yang memiliki nilai relevansi untuk ikut ditulis, maka itu sifatnya hanya sebagai pelengkap dan tambahan saja.

Buat Sub Tema

Source: Google Site

Pada buku saya yang kedua berjudul Mahkota Himalaya, bahasan utamanya adalah pendakian gunung di Himalaya dan Karakoram, sub tema yang diangkat secara spesifik adalah profil empat belas puncak gunung tertinggi di muka bumi yang sering diistilahkan sebagai Mahkota Himalaya.

Jadi buku ini tema utamanya adalah mountaineering, sementara sub tema spesifik pembahasannya adalah empat belas puncak tertinggi Himalaya. Jadi tentukan tema spesifik dari pokok bahasan utama yang ingin dibahas.

Susun Konsep Dasar

Apa saja yang ingin disampaikan dalam penulisan ini?

Buatlah semacam kerangka karangan yang sederhana terlebih dahulu sebelum dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang utuh. Pada mountaineering misalnya saya memulai dengan pengertian, latar belakang, sejarah, lokasi, dan semacamnya.

Konsep dasar bagi saya adalah sesuatu yang penting dalam menulis, karena inilah yang kemudian menjadi pedoman kita untuk mengolah sumber dan kemudian menuangkannya dalam tulisan. Tanpa konsep yang jelas dan terstruktur, kadang penulisan akan menjadi terlampau luas dan kadang malah sudah diluar orientasi.

Mengumpulkan Sumber

Source: Pinterest

Karya non fiksi harus berdasarkan data yang akurat, jelas, dan spesifik. Karena itulah sumber menempati bagian yang sangat penting dalam penulisan non fiksi. Seorang penulis dapat saja memasukkan analisa pribadi, opini, dan pandangannya terkait sebuah masalah yang ia uraikan dalam buku non fiksi. Namun untuk tulisan yang sifatnya adalah data, statistik, dan lain semacamnya, sebaiknya tetap menggunakan sumber yang relevan.

Dalam pengumpulan sumber ini, konsep atau kerangka tulisan yang telah dibuat akan membantu memudahkan prosesnya. Dalam mountaineering misalnya, konsep yang saya tulis adalah pembahasan tentang Mount Everest, maka langkahnya kemudian adalah saya bisa mengumpulkan sumbernya terkait dengan profilnya, lokasi geografisnya, sejarah pendakiannya, dan juga perkembangan aktivitas di dalamnya hingga masa yang lebih aktual.

Mulai Menulis

Source: Simply Placed

Tidak ada waktu yang paling tepat untuk memulai sebuah tulisan kecuali melakukannya sesegera mungkin. Jika menunggu semuanya siap dan sempurna, kadang sebuah tulisan tak pernah bisa dimulai.

Jika tema utama sudah didapat, bahasan spesifik sudah ditetapkan, konsep dasar sudah ada, dan sumber pun telah terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah just do it, write on!

Konsisten

Source: Onolni.com

Jika sedang malas menulis? Harus tetap menulis. Jika sedang tidak ada mood? Tuntut diri sendiri untuk disiplin menulis meskipun tidak ada mood. Suasana dan mood bisa diupayakan dengan kedisiplinan. Jika memang merasa bosan atau inspirasinya benar-benar buyar, mungkin ambil waktu sebentar untuk relax, bersantai dan kemudian menulis lagi.

Saya biasanya jika benar-benar buntu untuk meneruskan tulisan, saya akan libur satu dua hari dan menggunakan liburan itu untuk hiking, mendaki gunung atau pun bertualang seorang diri. Atau kadang mengajak anak dan isteri untuk refreshing bersama. Umumnya setelah libur seperti itu, kebosanan dan jenuh akan kembali bisa diatasi dan tulisan bisa dilanjutkan dengan pikiran yang lebih segar.

Sementara jika hanya tidak mood, atau bahasa yang ditulis terasa kacau, saya hanya istirahat sebentar untuk menonton film, melihat foto-foto, atau malah tidur.

Namun tetap harus selalu diingat, untuk kembali menulis jika sudah merasa rileks kembali. Kemalasan untuk meneruskan tulisan jika dibiarkan akan berlarut-larut. Jadi konsisten dan istiqomah adalah hal utama.

Baca Ulang

Source: Pinterest

Tidak semua orang suka membaca tulisan yang sudah ditulisnya. Jika itu hanya sepuluh dua puluh lembar mungkin tidak masalah, namun jika itu 500 halaman atau lebih? Maka dibutuhkan kemauan keras untuk mau membaca ulang dan kemudian mengeditnya jika ada yang salah.

Membaca ulang tulisan dan mengeditnya adalah hal penting, dan ini tidak cukup dilakukan hanya sekali. Saya bahkan minimal tiga kali membaca ulang tulisan saya sebelum itu menjadi naskah final yang siap diterbitkan.

Publish

Source: Medium

Langkah terakhir dan pamungkas adalah mempublikasi tulisan. Baik secara cetak mau pun digital. Publikasi secara digital mungkin lebih sederhana, namun tetap dibutuhkan banyak perjuangan dan langkah sampai karya tulis tersebut dapat disodorkan dan memiliki nilai jual kepada masyarakat.

Sementara secara cetak, kita sendiri dapat memilih cara mandiri atau pun melalui penerbit mayor. Proses penerbitan dan publikasi akan kita bahas pada bagian lain, Insya Allah.

Langkah-Langkah Menulis Fiksi

Temukan dan Kunci Ide Cerita Secara Ringkas

Source: Catherine Shaffer

Ini adalah bagian paling penting dari menulis cerita fiksi, yakni kita harus mendapatkan ide cerita secara garis besar terlebih dulu. Tentang apa? Bagaimana jalan ceritanya? Apa klimaksnya? Dan, bagaimana pula endingnya?

Jika jalan cerita secara garis besar sudah didapat dan dikunci, maka penulisan akan lebih gampang dan mudah. Konsep cerita itu adalah laksana kerangka tulisan pada karya non fiksi, ia akan membantu penulis untuk stay on right track.

Kita boleh memperturutkan imajinasi kita yang liar, mencampuradukkan opini pribadi dan imajinasi, menambahkan faktor historikal dan sain teknologi, atau membuat argumentasi fantasi dan proyeksi, namun  konsep cerita secara garis besar akan membantu karya kita untuk tetap efisien, konsisten dan tidak melebar terlampau jauh.

Segera Menulis

Jika menulis menunggu adanya laptop baru, kertas hvs terbaik, pena yang indah, atau hari-hari dengan suasana yang cemerlang penuh inspirasi, maka mungkin saja tulisan tidak akan pernah dimulai. Dalam menulis, persiapan terbaik adalah memulainya dengan segera. Sekali lagi jika konsep dasar cerita sudah didapat, proses itu akan jauh lebih mudah.

Istiqomah

Source: wowwriting.com

Pada tulisan fiksi, kadang saya menemukan ada beberapa bagian yang saya merasa buntu untuk meneruskannya. Seolah-olah bagian itu adalah deadlock dari rangkaian tulisan yang jumlahnya mungkin sudah ratusan lembar. Terbawa hanyut oleh perasaan dan rasa malas, tulisan itu tidak pernah disambung, padahal disanalah sebenarnya kunci penyelesaian dari karya tersebut.

Jika menemui masalah begini, saya kadang meminta isteri saya untuk membaca bagian deadlock tersebut, meminta pendapatnya, apa yang kurang dan apa pula yang berlebihan. Dan pertimbangan isteri saya itu kemudian saya gunakan untuk mengevaluasi kembali di mana sebenarnya kebuntuan yang membuat tulisan itu terasa jenuh dan membosankan.

Lanjut menulis lagi dan istiqomah melakukannya, konsisten, setiap hari. Jika satu hari seseorang bisa menulis karya fiksi sepanjang lima halaman saja, maka dalam satu bulan jika konsisten ia sudah memiliki 150 halaman karya yang siap dalam tulisan. Dan jika konsep dasar cerita yang ia susun berjumlah 300 halaman, maka dalam waktu dua bulan naskahnya akan selesai ditulis.  Konsisten dan ketekunan memang selalu memegang kendali.

Temukan Detail Referensi Nyata

Source: Slideshare

Menurut saya, kisah fiksi yang berhasil adalah yang disangka sebagai sebuah kisah nyata atau true story. Dan salah satu cara untuk menciptakan nuansa kisah nyata dalam kisah fiksi adalah detail, jadi pada bagian tertentu, buat cerita dalam tulisan kita itu se-spesifik dan sedetail mungkin.

Misalnya jika kita bercerita tentang tokoh utama yang pergi ke suatu tempat menggunakan pesawat, maka cari referensi pesawatnya di dunia nyata, apa jenis pesawatnya, berapa kapasitas penumpangnya, apa kelebihannya, berapa panjang runway-nya, dan hal mendetail yang lain.  Masukkan data-data itu dalam kisah kita dengan berbagai narasi yang sesuai. Dan detail seperti itu akan membuat kisah fiksi kita terbias laksana kisah nyata.

Selesaikan, Baca Ulang dan Publish.

Seperti halnya pada penulisan non fiksi, membaca ulang dan editing adalah bagian penting dalam tulisan fiksi. Dengan membaca ulang kita dapat menilai apakah satu bagian terasa berlebihan atau kurang. Dan selesaikan tulisan itu hingga ia menjadi sesuatu yang final dan siap untuk dibaca oleh banyak orang.

Hal Lain yang Menunjang Penulisan

Source: Coudle Sanctuary
  • Perbanyak referensi dengan banyak membaca karya orang lain.
  • Terbuka dengan segala bentuk penilaian dan kritik.
  • Jangan larut dengan pujian.
  • Sediakan waktu khusus setiap minggu untuk berdialog dengan diri sendiri, bisa melalui berbagai cara. Hiking, bertahajud, dan lain sebagainya.
  • Senantiasa berdoa semoga Allah SWT menunjuki jalan yang lurus, menganugrahkan ilham dan kefahaman dalam menulis. Yang terpenting, semoga tulisan yang dihasilkan bermanfaat bagi orang lain dan bisa menjadi amal sholeh bagi penulisnya sendiri.

6 JENIS TOKOH JAHAT ATAU ANTAGONIS DALAM PENULISAN CERITA FIKSI

Daya tarik utama cerita fiksi apa pun adalah perjuangan tokoh utama protagonis menghadapi tokoh jahat atau antagonis yang menjadi lawannya. Meskipun sering menuai ketidaksukaan dan antipati dari pembaca karena karakternya, tokoh antagonis sangat dibutuhkan dalam sebuah konsep cerita. Tanpa adanya peran antagonis, seringkali sebuah cerita menjadi terasa demikian kosong dan datar, atau bahkan sangat tidak menarik.

Cara Mudah Mendapatkan Ide Tokoh Jahat atau Antagonis dalam Menulis Cerita Fiksi

Source: Quickbyte.com

Dalam bahasa yang sederhana, antagonis adalah lawan dari protagonis. Sementara dalam pembahasan sebuah cerita fiksi, antagonis lebih sering diterjemahkan sebagai sebuah peran atau karakter yang diciptakan oleh penulis sebagai lawan, kontra, atau musuh dari karakter protagonis. Secara umum antagonis dideskripsikan sebagai tokoh dengan karakter yang jahat, licik, dan juga banyak memiliki sifat buruk.

Akan tetapi sebagai penulis cerita, kita tidak dapat dengan sederhana menetapkan pengertian apa itu antagonis sebagai gambaran dari kejahatan dan musuh protagonis semata. Untuk mendapatkan karakter-karakter yang lebih menarik dibutuhkan pemahaman yang lebih kompleks untuk menciptakan karakter antagonis. Karena tokoh antagonis yang diciptakan seperti pada umumnya akan membuat cerita yang ditulis juga terasa biasa-biasa saja.

Nah sekarang, bagaimana sih caranya menciptakan karakter antagonis untuk sebuah cerita fiksi? Berikut uraian lebih lengkap untuk pembahasan ini.

5 Jenis Tokoh  Jahat atau Antagonis dalam Cerita Fiksi

Jika diuraikan secara sederhana, tokoh antagonis adalah tokoh yang tidakan dan kepentingannya adalah untuk menggagalkan dan menghalangi tujuan dari tokoh protagonis. Namun demikian, seorang penulis yang baik juga tidak bisa secara ujug-ujug menciptakan sifat-sifat jahat atau antagonis dalam diri salah satu tokoh, tanpa memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa tokoh tersebut bisa menjadi jahat.

Sebuah karakter dapat menjelma menjadi jahat tentu saja memiliki sebab-sebab, dan sebab-sebab inilah yang harus dikuasai oleh seorang penulis supaya tokoh antagonis ciptaannya dapat tergambarkan sempurna pada benak pembaca.

Karakter antagonis seringkali dideskripsikan sebagai pribadi yang jahat, kejam, licik, bertabiat buruk, dan lain sebagainya. Akan tetapi, seorang penulis pada dasarya memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi karakter antagonisnya secara lebih menarik lagi.

Nah berikut adalah 6 jenis karakter antagonis dalam cerita fiksi yang diaplikasikan dengan cukup sederhana. Dengan memahami latar belakang jenis karakter antagonis yang ditulis, seorang penulis dapat membuat sebuah kisah yang lebih menarik untuk pembacanya.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Rasa Lapar dan Kedengkian

Source: Grazia Middle East.com

Jenis antagonis satu ini adalah yang paling umum ditemui dalam kisah fiksi yang ditulis. Dan dalam banyak kisah memang lebih banyak para penulis yang menggunakan karakter antagonis seperti ini sebagai lawan dari karakter protagonis yang ia ciptakan. Unsur pendorong utama yang memotivasi karakter antagonis untuk melawan dan menentang karakater protagonis dalam konsep ini adalah rasa kedengkian dan iri hati.

Tokoh karakter antagonis dengan latar belakang atau motivasi iri dengki memiliki lebih banyak lagi penjabaran dari sekedar apa yang bisa dibayangkan. Namun secara umum antagonis tipe pertama ini memotorbelakangi semua tidakannya dari rasa lapar akan kekuasaan, pengaruh, dan materi. Tindakan negatif dan perbuatan buruk karakter ini mengimplementasikan rasa laparnya tersebut.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Pengkhianatan

Source: http://www.4coloums.com

Buruknya pengkhianatan itu adalah karena ia tidak pernah datang dari orang asing, namun selalu datang dari orang-orang dekat dan dikenal.

Menggambarkan dan menciptakan sebuah peran karakter antagonis yang memotivasi tindakannya karena pengkhianatan adalah sesuatu yang menarik. Karakter ini pada mulanya dapat saja menjadi bagian terdekat dari karakter tokoh protagonis. Betrayal atau pengkhianatan dapat saja terjadi pada diri sahabatnya, keluarganya, kekasihnya, dan lain sebagainya.

Untuk memperkaya penulisan tentang karakter antagonis yang dimotivasi oleh pengkhianatan, seorang penulis dapat pula memasukkannya pada sebuah konflik mengenai keputusan yang sulit. Karakter pengkhianat dalam hal ini tercipta karena ia membuat keputusan buruk saat menghadapi sebuah situasi yang sulit.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Otoritas

Source: http://www.dhristi.magazine

Pemerintah atau institusi kekuasaan adalah manifestasi paling sempurna dari gambaran karakter antagonis otoritas. Dalam cerita ini, penulis membangun sebuah kisah yang membenturkan keinginan karakter protagonis yang kemudian bertentangan dengan kebijakan dan tujuan otoritas seperti pemerintah dan lain sebagainya.

Dalam cerita satu ini, lawan dari tokoh utama protagonis  adalah pemerintah dan aturan-aturannya. Pada konsep yang lebih luas, institusi otoritas antagonis dapat lebih dikembangkan lagi misalnya menjadi otoritas keluarga, otoritas adat istiadat, otoritas perusahaan, dan lain sebagainya.

Tokoh Antagonis Kekuatan Alam

Source: http://www.Hollywoodreporter.com

Tidak ada motivasi khusus untuk cerita yang kemudian mengambil alam sebagai musuhnya. Cerita yang dibangun pada metode ini adalah menjadikan alam raya sebagai lawannya untuk mencapai tujuan. Musibah bencana alam, atau medan alam yang berbahaya, adalah salah satu contoh populer yang diangkat untuk mewakili karakter antagonis dengan musuhnya berupa kekuatan alam.

Buku yang ditulis oleh Nando Parrado berjudul Alive yang menceritakan kisah ia bertahan hidup dan mencari bantuan di pegunungan kejam Andes adalah salah satu contoh kekuatan alam menjadi lawan dalam sebuah cerita. Survival dalam jerat hutan belantara, bertahan hidup di tengah lautan yang ganas seperti pada film Life of Pi juga bisa dijadikan contoh untuk mewakili karakter antagonis dari kekuatan alam.

Tokoh Antagonis Diri Sendiri

Source: http://www.addictioncenter.com

Menceritakan karakter antagonis yang bersemayam dalam diri sendiri memerlukan sebuah pemahaman yang lebih baik dan mungkin saja tidak sederhana. Konsep ini menjadikan diri sendiri pada tokoh protagonis sebagai lawan dari keinginan yang ingin ia capai. Contoh sederhana konsep ini misalnya pada cerita yang menjadikan tokoh protagonis kecanduan obat-obatan terlarang kemudian berupaya untuk melawannya.

Selain kecanduan dan sejenisnya, beberapa cerita juga tertarik menggunakan metode amnesia untuk mengadopsi karakter antagonis mereka. Di lain kesempatan misalnya, penyakit, rasa takut atau rasa khawatir dapat pula menjadi manifestasi dari karakter antagonis satu ini.

Tokoh Antagonis Gabungan atau Kompleks

Source: http://www.IMPaward.com

Jenis terakhir dari tokoh antagonis dalam sebuah cerita fiksi adalah gabungan dari 5 jenis karakter antagonis sebelumnya. Gabungan karakter antagonis ini dapat saja merupakan kompleksitas dari dua junis karakter antagonis, atau bahkan lebih. Contoh yang paling mudah dalam memahami hal ini misalnya sebuah karakter antagonis yang merupakan gabungan dari kedengkian, pengkhianatan dan juga otoritas.

Membuat sebuah cerita yang menggabungkan banyak karakter antagonis untuk menjadi lawan dari protagonis tentu saja membutuhkan tingkat kemampuan menulis yang baik. Namun hasil dari kompleksnya antagonis dari sebuah cerita yang ditulis dengan baik, tentunya juga akan sangat mampu memberi efek yang menarik bagi emosional pembaca.

Menulis sebuah cerita bukanlah sesuatu yang sulit, tapi juga tidak dapat dianggap remeh. Segala sesuatu yang menjadi unsur pembentuk cerita secara lengkap haruslah diperinci sebaik mungkin untuk mendapatkan sebuah kisah yang berkualitas. Termasuk pula dalam unsur ini adalah menciptakan sebuah karakter jahat atau antagonis yang dapat membantu penulisan cerita menjadi lebih sempurna.

8 TIPS RAHASIA MENJADI PENULIS SUKSES DAN PRODUKTIF

Profesi penulis memang menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Memiliki karya berbentuk buku, dikenal masyarakat luas, serta peluang memperoleh penghasilan melalui tulisan adalah beberapa faktor yang mendorong orang mendambakan hal tersebut. Meskipun tidak sulit, namun profesi penulis juga membutuhkan semangat dan kerja keras untuk dapat berhasil. Selain itu, berbagai strategi dan tips menjadi penulis pun perlu untuk dicermati supaya berhasil di bidang satu ini.

 Pada dasarnya ada banyak sekali tips dan cara menjadi penulis yang seringkali dibagikan, baik melalui media internet, medsos, video, atau bahkan dalam bentuk buku bacaan. Beberapa penulis mungkin membagikan cara yang agak berbeda dari sisi rincian, namun pada dasarnya berbagai kiat menjadi penulis yang sukses tetaplah sama dalam konsepnya.

Lantas, apa sajakah sebenarnya tips dan kiat yang dapat diterapkan untuk menjadi seorang penulis?

Kali ini saya akan mencoba membagikan 8 prinsip sederhana menjadi penulis yang bisa kamu praktikkan. Dengan mengikuti dan menerapkan 8 prinsip ini secara konsisten, InsyaAllah keinginanmu untuk menjadi seorang penulis akan terwujud.

8 Prinsip & Tips Menjadi Penulis yang Sederhana dan Gampang Dipraktikkan

8 Tips Sederhana Menjadi Penulis Sukses

Untuk menghasilkan buku dan karya tulis pada dasarnya bukan sesuatu  yang sulit.  Syarat utama yang kamu perlukan untuk melakukan itu adalah konsistensi dan ketekunan. Dalam menulis, istilah perlahan tapi pasti itu adalah prinsip yang hampir mencakup semuanya. Jadi dengan kata lain, ketekunan dan kesungguhan menulis kunci utamanya adalah dengan berfokus pada progress yang kamu lakukan setiap harinya.

Meskipun demikian ada beberapa orang yang kadang tetap saja memaksakan diri untuk mendapatkan hasil dengan cara yang instan, termasuk juga dalam dunia kepenulisan ini. Padahal jika kamu ingin menjadi penulis yang berhasil, pada dasarnya tidak ada cara yang instan. Kamu dan kita semua harus berproses, mengikuti alur, belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki kemampuan.  Tanpa kesediaan untuk melakukan itu semua, rasanya tidak mudah mewujudkan mimpi untuk jadi seorang penulis yang sukses.

Nah sekarang, jika kamu merasa keseriusan dan ketekunan dalam menulis adalah sesuatu yang berat untuk dijalankan, saya ada beberapa cara yang InsyaAllah bisa kamu jadikan tips dan pedoman. Apa saja tipsnya, berikut kita bahas satu demi satu;

Tips Pertama: Menulis 50 Kata, Sama Dengan Menulis Satu Paragraf

Thousand miles journey always began from the single step

Jika kamu bisa menulis sebanyak 50 kata, berbanggahati-lah, artinya kamu sudah mampu menghasilkan satu buah paragraf.

Lalu, apakah menulis 50 kata itu mudah? Tentu saja mudah, bahkan untuk kamu yang telah terbiasa merangkai kata dan menulis puisi, didukung lagi dengan wawasan yang luas karena gemar membaca misalnya, maka akan dapat menulis lebih banyak kata lagi. Bahkan tidak hanya 50 kata, kamu juga bisa menulis 100 kata, 200 kata atau bahkan lebih banyak daripada itu.

Inti dari semangat yang pertama ini adalah jangan ragu memulai dari sesuatu yang terlihat kecil dan sepele. Apa pun itu, bukan saja dalam dunia menulis, meskipun dimulai dari sesuatu  yang kecil dan remeh, namun jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten, InsyaAllah akan mencapai keberhasilan.

Tips Kedua: Menulis 400 Kata, Sama Dengan Satu Halaman

400 kata yang ditulis akan membentuk satu halaman buku. Bayangkan jika kamu bisa menulisnya setiap hari, atau bahkan dalam jumlah yang lebih dari 400 kata.
doc.pribadi : buku Maut di Gunung Terakhir

Tips kedua dari 8 pedoman dan prinsip sebagai cara menjadi penulis ini juga mengilustrasikan proses dan ketekunan. Jika sebelumnya kamu diumpamakan dapat membentuk sebuah paragraf dengan hanya menulis 50 kosa kata, sekarang coba tambah kosa katanya menjadi 400 kata dan itu akan menjadi satu halaman buku.

Jika panjang paragrafnya kita buat average atau rata-rata 50 kosa kata dan akan menjadi sebuah paragraf, maka kamu perlu membuat paragraf sebanyak 8 kali untuk menjadikannya sebagai sebuah halaman yang utuh, atau dengan totalitas jumlah kata rata-rata sebanyak 400 kosa kata.

Sekarang bayangkan jika setiap hari kamu dapat menulis sebanyak 400 sampai 500 kata, itu artinya kamu menulis satu halaman buku setiap harinya. Dan tentu saja itu adalah salah satu kriteria penulis  yang produktif dan konsisten.

Tips Ketiga: Menulis 300 Halaman, Sama Dengan Sebuah Naskah

Jika kamu menulis setiap hari satu halaman buku, maka dalam waktu satu tahun tulisanmu akan menjadi naskah yang utuh.
image: http://www.thebalancecarriers,com

Selanjutnya jika kamu konsisten menulis 50 kata menjadi satu paragraf dan 400 kata menjadi satu halaman, maka dalam waktu satu tahun kamu akan memiliki sebuah naskah buku.

Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melakukan hal ini. Selama kamu disiplin dan konsisten untuk selalu menulis setiap hari, maka dalam waktu yang dapat kamu perhitungkan sendiri, kamu akan segera memiliki sebuah naskah buku atas namamu.

Arti penting dari cara menjadi seorang penulis novel atau buku lainnya ini adalah bahwa dalam dunia penulisan, awalan yang kecil namun dikerjakan secara kontinyu akan memiliki dampak yang signifikan. Selain akan membawa kamu untuk semakin dekat pada tujuanmu sebagai penulis profesional setiap harinya, menulis secara konsisten seperti  tips satu sampai tiga di atas juga dapat membantu melatih kedisiplinanmu sendiri.

Tips Keempat: Menulis Setiap Hari Akan Menciptakan Habit (Kebiasaan)

Jadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan rutin adalah salah satu tips menjadi penulis yang paling penting.
image: http://www.shethepeople.comh

Beberapa penelitian tidak resmi mengatakan; untuk membentuk suatu habit atau kebiasaan, seseorang setidaknya harus melakukan sesuatu itu selama 100 kali berturut-turut. Ada pula penelitian lain yang mengatakan jumlah yang berbeda. Sementara yang lain juga mengungkapkan bahwa kebiasaan akan terbentuk dalam kurun waktu 100 hari jika sesuatu itu dikerjakan tanpa putus setiap harinya.

Namun teori yang paling sederhana dan juga lebih mudah untuk diaplikasikan adalah dengan menetapkan waktu selama 40 hari berturut-turut tanpa putus. Jadi jika kamu secara konsisten menulis setiap hari sebanyak satu halaman dalam waktu 40 hari secara kontinyu, maka itu sudah cukup untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan atau habit-mu.

Lalu pertanyaannya; Mengapa menulis harus menjadi sebuah kebiasaan atau habit?

Kebiasaan atau habit akan memprogram kinerja seseorang untuk melakukan sesuatu secara konsisten, bahkan mungkin ketika dalam alam bawah sadarnya sekali pun. Dengan menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian penting dari kebiasaan atau habit, maka pada perkembangannya habit itu akan membantumu untuk menjadi seorang penulis yang produktif dan juga sukses.

Tips Kelima: Sunting dan Tulis Ulang, Itu Akan Membuat Kemampuan Menulismu Menjadi Lebih Baik.

Menyunting tulisan dan mengoreksi yang salah secara teratur akan membuat kemampuan menulismu semakin baik.
image: http://www.emotivebrand.com

Menulis dan membaca adalah pasangan yang sudah lazim diketahui. Namun bagi seorang penulis, atau bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil maka pasangan kata menulis dan membaca saja masih kurang. Lantas apa tambahan lagi untuk perpaduan yang sempurna sebagai spirit bagi seorang penulis?

Jika membaca adalah asupan pikiran seorang penulis, maka menulis adalah bentuk produktivitas dan aktivitas utama yang dilakukannya. Untuk menyempurnakan kombinasi yang menarik ini, seorang yang ingin menjadi penulis yang berhasil harus pula membiasakan dirinya dengan kebiasaan untuk melakukan editing atau penyuntingan, khususnya tulisannya sendiri.

Dengan sering melakukan pengeditan, kemudian menuliskan kembali naskah yang ia tulis pada beberapa bagian yang dianggap perlu, maka kemampuan menjadi seorang penulis akan semakin baik. Menulis, membaca, kemudian menyunting atau mengedit, jika dilakukan secara kontinyu dan teratur, maka akan menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan seorang penulis.

Tips Keenam: Bagikan Tulisan dan Dapatkan Feedback atau Ulasan

Feedback baik berupa kritik maupun saran sangat berguna sebagai review untuk tulisan yang dihasilkan.
image: http://www.uxcollective.com

Selanjutnya yang dapat kamu lakukan sebagai tips sederhana untuk menulis adalah jangan ragu untuk mempublikasikan tulisanmu untuk kemudian dikritik oleh orang lain. Seorang penulis yang baik akan selalu terbuka kepada kritik mau pun saran. Dengan kritik dan saran itulah kemudian seorang penulis dapat mengetahui apa saja yang mesti ia perbaiki dalam proses penulisan yang ia lakukan.

Untuk mendapatkan feedback tulisannya, seorang penulis pemula saat ini memiliki banyak sekali pilihan untuk berinteraksi. Kamu bisa memposting tulisanmu di media sosial semacam facebook, kemudian meminta teman-temanmu untuk mengkritisinya. Atau jika kamu suka, kamu juga dapat membuat sebuah blog dan memposting tulisan-tulisan kamu di sana.

Ingatlah selalu dalam tips dan cara menjadi seorang penulis yang keenam itu untuk berpikiran terbuka dan welcome terhadap kritik. Jika kamu ingin kemajuan pada penulisan yang kamu lakukan, maka memperoleh ulasan baik ia berupa kritik atau pun saran, sangat mutlak untuk kamu perlukan.

Tips Ketujuh: Jangan Mengkhawatirkan Masalah Penolakan, Milikilah Mental Penulis Sukses.

Jangan khawatirkan penolakan, berjuang dan terus lakukan perbaikan pada tulisamu.
image: http://www.margiewarrel.com

Apakah setiap penulis besar yang saat ini sukses dan terkenal itu tidak pernah ditolak? Tentu saja pernah, bahkan mungkin sering, sampai kemudian mereka berhasil menemukan waktu dan tempat dimana kesuksesan menyambut mereka.

JK Rowling, si penulis mahakarya Harry Potter yang terkenal itu, yang ia adalah satu-satunya miliarder dunia yang berasal dari kalangan penulis, berpuluh kali ditolak sebelum bukunya meledak di pasaran. Naskah Harry Potter dan dunia sihir menyihir yang ditulis oleh JK Rowling ditolak berulang kali, namun Rowling tak menyerah. Karena jika pada saat dua atau tiga kali penolakan saat itu ia langsung menyerah, maka kita semua tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter sampai sekarang.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka milikilah mental seorang penulis. Dan mental penulis yang sukses adalah tidak pernah khawatir akan penolakan. Penolakan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, nikmati saja sambil terus memperbaiki tulisan yang kamu hasilkan.

Tips Kedelapan: Jika Tidak Sedang Menulis, Maka Membacalah.

Jika sedang tidak menulis maka membacalah, baca tulisan para penulis yang lebih baik daripada kamu.
image: http://www.alstonvillehighschool.com

Selanjutnya tips untuk menjadi penulis hebat yang terakhir adalah kamu harus menyediakan waktu untuk membaca jika sedang tidak menulis. Bacalah buku-buku hasil karya dari para penulis yang lebih hebat daripada kamu. Baca, perhatikan, resapi, dan selami kata per katanya.

Jika penulis itu mengungkapkan kesedihan, bagaimana ia menuliskannya. Jika sang penulis itu menceritakan kegembiraan, bagaimana ia mengungkapkannya. Kamu harus mempelajari hal ini jika waktumu sedang tidak menulis. Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu sendiri, membaca hasil karya orang yang lebih baik darimu akan memberikan perspektif yang lebih kaya dalam gaya dan penulisanmu sendiri.

Jika kamu mempraktikkan dengan sungguh-sungguh 8 tips menjadi penulis yang disampaikan di atas, InsyaAllah kamu hanya perlu bersabar untuk menemukan kesuksesanmu.

Ingatlah selalu pepatah yang telah lama diketahui bahwa; kombinasi antara kesabaran, ketekunan, dan kerja keras, adalah rumus untuk mencapai kesuksesan yang tak terkalahkan.

Jadi sekarang, selamat berjuang untuk menjadi seorang penulis.

 

 

Saung Writer, Harmonisasi Aturan dan Humanisme Penulisan Artikel

Saya sebenarnya belum cukup satu bulan bergabung menjadi salah satu penulis di saungwriter.com. Jadi, ada banyak hal yang belum saya tahu dari perusahaan ini tentu saja. Namun demikian, ketika ditanya apa feedback  atau review yang dapat saya berikan setelah bergabung di Saung Writer? Saya harus berpikir keras, apa yang bisa kritik untuk perusahaan penyedia jasa artikel dari Kota Gudeg ini.

Mengapa harus kritik, mengapa bukan pujian?

Saya tidak tahu. Saya seorang penulis buku, akhir Desember 2019 mendatang buku ke-6 saya akan dirilis, Allhamdulillah. Sebagai penulis saya mengerti bahwa sebuah kritik jauh lebih berharga daripada seribu pujian. Pujian akan membuat kita terlena. Sementara kritik membuat mata kita melotot, pikiran kita bekerja, dan kemudian membuat naluri kita kian awas untuk berupaya.

Dan dalam posisi ini, saya kira Saung Writer juga sama seperti saya, kritik jauh lebih berharga daripada pujian.

Kepedulian dan keteraturan di Saung Writer

Jadi apa yang bisa saya kritik?

Sejujurnya tidak ada, atau mungkin belum ada untuk saat ini.

Namun saya sebenarnya memiliki beberapa catatan untuk Saung Writer. Entah apakah ini nanti disebut pujian atau apa pun. Tetapi saya lebih suka menyebutkanya sebagai sebuah catatan. Catatan ini saya kumpulkan sejak saya mendaftar di Saung Writer, mengikuti seleksi, lolos, mendapat job, dinilai, diminta revisi, hingga mungkin besok menerima komisi kepenulisan pertama saya dari Saung.

Artikel pertama yang saya tulis di Saung, setidaknya mendapatkan 7 catatan kesalahan yang harus direvisi. Dan tidak cukup hanya sekali, revisi ini butuh berkali-kali hingga dinilai layak dianggap sebagai artikelnya Saung.

Terus terang, ini membuat saya nyaris stress dibuatnya. Bagaimana tidak, saya penulis buku, saya sudah menerbitkan lima judul buku, saya bisa menulis hingga 3.000 kata setiap hari. Tapi di Saung Writer, sebuah artikel berjumlah 500 kata dengan grade paling rendah saja membuat saya harus pusing selama hari 3 hari memikirkannya. Ada banyak aturan dan struktur dalam penulisan artikel yang sama sekali berbeda dengan buku. Dan saya baru mengetahui itu.

Hingga sekarang, saya mungkin sudah mempelajari beberapa hal mendasar dalam kepenulisan artikel di Saung Writer. Dan Allhamdulilah saya terus belajar untuk meningkatkan kualitas tulisan artikel saya di Saung.

Kembali ke pertanyaan awal, apa yang bisa saya sampaikan sebagai catatan untuk Saung Writer selama menjadi salah satu penulisnya dalam beberapa hari terakhir? Berikut adalah beberapa catatan saya:

Seleksi yang ketat

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Untuk menjadi penulis di Saung Writer, ada beberapa tahap yang harus diikuti. Dari proses mengajukan diri hingga diterima sebagai salah satu penulis freelance, seorang penulis mungkin akan membutuhkan waktu satu bulan lebih.

Ada seleksi ketat yang dilakukan tim mereka. Mulai dari mencermati lamaran para penulis, memastikan para penulis calon writer di Saung mengerti profil Saung secara luas dan umum, memastikan kualitas tulisan mereka layak, hingga masa-masa percobaan atau inkubasi sebelum seorang penulis benar-benar terjun dalam job real mereka.

Ini tentu saja menjadi gambaran ketatnya seleksi seorang penulis di Saung Writer. Yang merupakan sebuah upaya untuk melahirkan para writer Saung yang memiliki standar dan kualifikasi yang tinggi.

Standar yang tinggi

Photo by Gabby K on Pexels.com

Saya pernah menulis sebuah artikel yang mungkin sudah sesuai dengan garis besar Saung secara umum. Akan tetapi ada detail dalam tulisan tersebut yang ternyata tidak saya cantumkan. Pada dasarnya ini mungkin tidak bermasalah, namun oleh editor saya tetap diminta untuk melakukan revisi.

Dari sudut pandang saya pribadi. Ini menunjukkan adanya standar yang tinggi dalam kualitas yang diletakkan oleh Saung. Kualitas yang tinggi pada dasarnya memberi keuntungan secara kolektif yang universal. Baik bagi penulis, bagi Saung sendiri, maupun bagi klien sebagai pengguna jasa.

Dengan koreksi yang mendetail penulis dapat meningkatkan ketelitian mereka. Dengan penulisan yang rapi dan lengkap, reputasi Saung konsisten di mata klien. Sementara dalam sudut pandang klien sendiri, job yang mereka percayakan kepada Saung menemukan tempatnya yang paling ideal.

Kepedulian yang tinggi kepada para penulis

Saya lebih tertarik dan respect pada bagian ini kepada Saung Writer. Kepeduliannya yang cukup besar kepada para penulisnya. Entah bahasa apa yang digunakan, namun sejauh ini Saung telah menempatkan para penulisnya tidak hanya sebagai aset perusahaan mereka, namun juga sebagai partner untuk maju bersama.

Apa dasar pertimbangan saya untuk mengatakan hal ini? berikut alasannya;

  • Open grade achiement

Saung membuka kran yang besar bagi setiap penulisnya untuk meningkatkan skill, kompetensi, sekaligus juga pendapatan mereka melalui kenaikan grade. Selama seseorang merasa mampu untuk untuk mengikuti seleksi kenaikan grade, mereka bisa melakukannya. Dan kesempatan itu selalu terbuka lebar.

  • Empati

Tidak ada yang suka dikritik secara terbuka di depan umum karena itu menyakiti mereka. Saung nampaknya menyadari hal ini. Dan representasinya ketika salah satu writernya mungkin belum dapat mengerjakan job secara baik. Cara mengoreksinya pun sangat humanis dan dapat dibilang ‘menjaga perasaan’. Saya suka menyebut hal ini dengan istilah empathy.

  • Opportunity
Photo by Clement Eastwood on Pexels.com

Ini seperti ujian kenaikan grade itu, namun mungkin untuk hal yang lebih spesifik. Misalnya adalah sebuah project jangka panjang yang mungkin memilki tingkat fee lebih besar. Dalam hal ini pihak Saung memberikan kesempatan kepada para penulisnya untuk mengambil peluang tersebut. Tentunya setelah dinyatakan lolos kualifikasi.

Jika bulan depan Allah masih panjangkan umur, Insya Allah saya mungkin bisa menulis lebih banyak review untuk Saung Writer. Namun untuk sekarang, saya kira cukup ini sajalah dahulu. Saya sudah puluhan kali menguap sambil menulis kalimat-kalimat ini.

Namun yang pasti, sejauh ini saya sampaikan. Saya cukup senang menjadi bagian dari Saung Writer. Ada banyak orang-orang baik di dalamnya. Dan saya juga ingin belajar lebih banyak. Yang terakhir saya ingin katakan pula, bahwa Saung Writer adalah tempat yang cocok untuk anda yang sedang membutuhkan jasa kepenulisan artikel.

Perusahaan ini tidak akan mengecewakan anda, InsyaAllah.

#Saungwriter: Cukup 1 Tempat Untuk Berbagai Kebutuhan Artikel Website


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑