TIPS MEMBUAT OPENING CERPEN YANG MENARIK DALAM 9 LANGKAH MUDAH

Salah satu bagian paling krusial dalam penulisan cerpen atau novel adalah bagaimana membuat opening atau pembuka cerita yang memikat. Ketika kamu berhasil membuat opening cerpen yang menarik, maka kamu dalam langkah yang pertama telah berhasil menarik perhatian pembaca. Dan pada banyak kasus, ini adalah hal paling penting untuk membuat cerpen atau novel yang kamu tuliskan, memiliki keistimewaan dibandingkan yang lainnya.

Lantas, bagaimakah sebenarnya cara membuat kalimat pembuka cerpen atau novel yang menarik? Adakah tips-tips khusus yang dapat dilakukan untuk memudahkan prosesnya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

9 Tips Mudah Membuat Opening Cerpen yang Menarik

Photo by Sam Lion

Hal pertama yang perlu diperhatikan oleh seorang penulis dalam membuat halaman pertama novel atau cerpen yang ditulisnya, adalah bahwa hal itu haruslah bisa membuat pembaca ingin terus pembaca. Jadi, secara mudah dapat dipahami bahwa ketika pembaca membaca awal dari tulisan kamu, mereka sudah tertarik untuk menyelesaikannya karena dikemas dengan awalan menarik.

Tentu saja ada banyak metode yang dapat dipergunakan untuk membuat kalimat pembuka sebuah novel atau pun cerpen. Di antara banyak metode tersebut, berikut adalah 9 metode yang paling mudah untuk diaplikasikan. Jika kamu menerapkan metode ini dengan baik, InsyaAllah kamu akan mampu membuat opening yang menarik untuk cerpen atau novel yang sedang kamu tuliskan.

Nah, apa sajakah ke 9 metode atau tips tersebut?

Berikut uraiannya.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Dialog

Photo by Charlotte May

Metode pertama yang dapat dengan mudah kamu terapkan sebagai pembukaan novel atau cerpen adalah dengan dialog atau percakapan. Disini kamu dapat memulainya dengan membuat percakapan antara dua atau lebih karakter yang akan kamu ceritakan. Contoh opening novel yang menarik menggunakan dialog ini cukup banyak digunakan, baik oleh penulis profesional atau pun oleh penulis pemula sekali pun.

Hal yang perlu juga untuk kamu perhatikan dalam penulisan dialog atau percakapan sebagai pembuka cerpen atau novel adalah ia harus memiliki magnet bagi pembaca. Artinya, dialog pembuka tersebut haruslah menarik perhatian bagi pembacanya.

Berikut adalah beberapa contoh opening cerpen atau novel menggunakan metode dialog yang bisa kamu terapkan.

“Aku memiliki semua bukti yang diperlukan untuk menyeret si Brengsek itu ke penjara?”

“Bunuh saja! Itu adalah cara yang paling aman untuk dilakukan”

“Gila kamu! tindakan kamu ini akan membawa kita ke rumah sakit, bodoh!”

Membuat Opening Cerita dengan Menggambarkan Karakter atau Setting Cerita

Photo by Asad Photo Maldives

Hampir setiap penulis pemula menggunakan metode ini dalam mengawali cerita mereka. 9 dari 10 murid dalam kelas literasi yang saya bimbing juga menggunakan metode seperti ini ketika pertamakali saya meminta mereka untuk menulis. Memang, berkisah tentang setting jauh lebih mudah untuk diaplikasikan dalam setiap awalan sebuah cerita.

Contoh kalimat pembuka yang menarik dalam penulisan cerpen atau novel yang menggunakan metode kedua ini sangat mudah untuk kamu aplikasikan. Kamu secara umum hanya perlu mendeskripsikan setting atau karakter cerita yang kamu tulis pada bagian awalnya.

Contohnya sebagai berikut;

Langit masih menggantung jingga ketika Nala menjumpaiku sore kemarin. Ia datang bertelanjang kaki, tak berkerudung dan sambil berurai air mata. Entah apa yang ingin aku katakan untuk menyambutnya dengan kondisi semacam itu. Aku sudah tahu penyebabnya dan aku benci itu. Namun seperti magrib yang menjadi takdir penghujung setiap hari, teror itu juga menjadi tardir bagi tangisan Nala. Ia datang kepadaku, berkali-kali, menjumpai takdirnya di antara temaram langit jingga yang entah kapan akan diakhirinya.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Quote

Photo by Thought Catalog

Ini mungkin tidak begitu sering dilakukan oleh para penulis pemula, namun ini juga populer dalam dunia penulisan. Membuat quotes atau kata-kata mutiara sebagai pembukan novel atau cerpen adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Kamu tentu saja dapat mempraktikkannya dengan mudah.

Akan tetapi, sebelum kamu memutuskan untuk memilih sebuat quotes dari orang terkenal sebagai pembuka ceritamu, pastikan dulu bahwa quotes tersebut relevan. Artinya, ada keterkaitan atau korelasi antara isi cerita dengan quotes yang kamu kutip itu sendiri. Mengutip quotes yang sesuai bukan hanya akan membuat ceritamu terasa lebih berkelas, namun juga memberikan sedikit gambaran pada pembaca mengenai referensi yang kamu miliki.

Berikut contoh opening cerpen atau novel menggunakan quotes atau kutipan;

Setiap orang memiliki Everest mereka sendiri-sendiri

Anton Sujarwo

– kutipan pembuka salah satu bab dalam buku Merapi Barat Daya karya Anton Sujarwo

Pantang pisang berbuah dua kali, pantang pemuda memakan sisa

Anton Wan Bong

– Kutipan pembukaan novel Hilang di Bukit Hitam karya Anton Wan Bong

Membuat Opening Cerita dengan Pertanyaan

Photo by Jonathan Andrew

Selain menggunakan quotes atau ungkapan, kamu tentu saja dapat pula membuat contoh opening wattpad dalam penulisan cerpen atau novel yang kamu lakukan dengan menggunakan pertanyaan. Kamu hanya perlu membuat sebuah pertanyaan yang relevan, memancing rasa ingin tahu pembaca, dan sesuai pula dengan konsep cerita yang akan kamu sampaikan selanjutnya.

Penting untuk kamu ingat dalam mengawali penulisan dengan metode pertanyaan ini bahwa pertanyaan yang kamu miliki adalah untuk pembaca, bukan untuk karakter cerita. Jadi, seakan-akan kamu sedang bertanya kepada pembaca mengenai kejadian dalam cerita yang akan kamu sampaikan kemudian.

Berikut adalah contoh pembukaan cerpen tentang keindahan yang menggunakan metode pertanyaan;

Mengapa tempat seindah ini dilarang untuk dimasuki? Ada apa sebenarnya di dalamnuya? Apakah keindahan ini menyembunyikan sebuah keangkeran yang tidak terendus sebelumnya?

Entahlah, aku tak tahu. Namun yang pasti aku akan mencari jawabannya sekarang.

Atau,

Kemana dia pergi? Kemana lelaki muda pemberani itu menghilang? Bukankah ia baru saja menyelamatkan nyawa seorang gadis jelita bernama Elya yang hampir tewas dihantam gempa gunung Merapi? (Novel Merapi Barat Daya)

Membuat Opening Cerita dengan Suara atau Bunyi

Photo by Pixabay

Seperti halnya membuat pembukaan novel atau cerpen dengan metode deskripsi setting, teknik membuat awalan cerita dengan bunyi juga umum diterapkan oleh para penulis pemula. Dan memang, opening ini cukup menarik dilakukan. Tentu saja selama kamu pandai menyesuaikannya dengan kelanjutan dan penjelasan dari bunyi tersebut.

Opening cerita wattpad banyak yang menggunakan teknik ini dalam mengawali cerita mereka. Meskipun para penulis profesional jarang mengaplikasikannya, namun ini tentu saja tetap menarik untuk dilakukan.

Berikut adalah beberapa contohnya;

Dor!!!

Pistol di tangan Harry meletus, melesatkan peluru tepat ke kepala lelaki bertopeng itu yang langsung membuatnya tersungkur.

Atau,

Beep…beep…beep…!!!

Handphone di saku jaketku bergetar lagi. Terus terang aku malas membukanya, karena aku sudah tahu kalau itu adalah notifikasi dari si Kambing Tua tak tahu diri itu.

BACA JUGA

Membuat Opening Cerita dengan Humor

Photo by Keira Burton

Jika kamu adalah seorang yang humoris dan memiliki banyak perbendaharaan hal yang lucu untuk dibagikan, maka kamu harus mengawali tulisanmu dengan ini. Jangan salah lho, tidak banyak penulis yang memiliki kemampuan menulis lucu. Jadi, jika kamu memilikinya, eksploitasi hal itu dan buat ia bertumbuh.

Beberapa pembaca menyukai sesuatu yang lucu sebagai pembuka cerita yang mereka baca. Sementara yang lain, ada pula yang tidak menyukainya. Akan tetapi dalam pilihan konsep dalam mengawali sebuah cerita, menulis sesuatu tentang humor, jokes, komedi atau sesuatu yang lucu, tentu saja dapat kamu lakukan.

Contoh kalimat pembuka yang menarik menggunakan jokes atau humor misalnya adalah sebagai berikut;

Dalam keluarga kami sebenarnya tidak ada perbedaan yang benar-benar berarti antara prioritas menyelesaikan pendidikan, dengan kemampuan untuk membuat pempek kapal selam terbaik untuk nenek.

“Kamu jelek, Jon. Jadi kamu tidak perlu khawatir tentang orang yang akan jadi pacarmu. Yang seharusnya khawatir itu mereka, Jon, karena memiliki pacar sejelek kamu”

Membuat Opening Cerita dengan Fakta atau Pernyataan yang Mengejutkan

Photo by Andrea Piacquadio

Selanjutnya metode membuat opening novel atau cerpen yang menarik dan bisa kamu aplikasikan dengan mudah adalah dengan menyodorkan fakta atau pernyataan yang mengejutkan. Sebenarnya untuk metode membuat pembukaan cerita semacam ini tidak hanya dapat diterapkan pada novel atau cerpen saja, namun juga pada penulisan artikel umum lainnya.

Fakta yang kamu sampaikan dalam penulisan motode haruslah yang juga memiliki efek magnet bagi pembaca. Artinya, fakta tersebut menarik dan membuat pembaca penasaran untuk melanjutkan bacaan mereka.

Nah, kira-kira bagaimana cara membuat contoh pembukaan cerita pengalaman atau apa saja dengan metode ini?

Ini beberapa di antaranya;

Setiap 1 dari 20 orang yang hidup di di dunia ini adalah keturunan Jengis Khan.

Jika kamu selama 3 hari dalam kegelapan total dan tanpa cahaya sedikit pun, kamu akan  benar-benar buta secara permanen setelahnya.

Tahukah kamu bahwa air mata yang keluar lantaran kesedihan, keharuan dan karena perih bawang memiliki bentuk yang berbeda di bawah lensa mikroskop?

Membuat Opening Cerita dengan Pengalaman Pribadi

Photo by Anthony Shkraba

Nah, kamu mungkin akan tertarik dengan cara menulis awalan cerita yang satu ini, yakni dengan memulainya berdasarkan pengalaman pribadi yang kamu miliki.

Hal yang juga perlu diingat dalam penulisan opening cerpen atau novel berdasarkan personal experience adalah pengalaman tersebut haruslah memiliki korelasi erat dengan tema penulisan yang kamu lakukan. Jangan memaksakan diri menulis pengalaman pribadi yang kamu anggap hebat namun tidak memiliki nilai korelasi dengan tema cerita.

Setiap orang tentu memiliki banyak pengalaman pribadi untuk diceritakan. Dan kamu sebagai seorang penulis dapat pula membuat pembuka cerita yang kamu tulis dengan cara ini. Kutip salah satu pengalamanmu dan buat pembaca menjadi lebih merasakan kesannya melalui uraian ceritamu selanjutnya.

Contoh pembukaan cerita pengalaman secara sederhana dapat dilakukan seperti berikut;

Aku pernah tersesat di gunung itu sebelumnya, jadi aku tahu persis apa yang dirasakan para pendaki yang hilang itu sekarang. Berdasarkan pengalamanku, tempat yang akan mereka tuju sekarang adalah Lembah Macan karena lebih landai dan memiliki sumber air. Akan tetapi tempat itu juga sangat mengerikan jika mereka menyadarinya.

Membuat Opening Cerita dengan Perasaan atau Apa yang Kamu Rasakan

Photo by Khoa Vu00f5

Nah, cara yang terakhir dalam membuat opening cerita adalah dengan melukiskan perasaanmu sendiri terhadap tema yang kamu angkat. Ini benar-benar lebih kepada sisi emosional dan perasaan semata. Dan sebaiknya, kamu tidak menambahkan banyak analisa yang mendalam saat mempraktikkannya.

Contoh pembukaan novel atau cerpen dengan metode perasaan atau ungkapan perasaan adalah sebagai berikut;

Apa yang dilakukan oleh Fitri benar-benar membuatku tersinggung. Ia sama sekali tidak menganggapku ada. Suratku tak dibalasnya, salamku tak dijawabnya. Aku sudah menghubunginya melalui facebook dan whatsapp, tapi juga tidak dihiraukannya. Aku sangat terluka dengan perlakuan gadis itu dan akan kubalas dia dengan caraku sendiri. Lihat saja nanti apa yang akan terjadi.

Baca juga:

Nah, itu adalah beberapa metode sekaligus tips dalam membuat opening cerpen yang menarik. Tentu saja kamu dapat pula menerapkan berbagai tips tersebut dalam penulisan cerpen, artikel, atau novel sekali pun.

Hal yang paling kamu butuhkan supaya mahir dalam melakukannya adalah dengan berlatih terus menerus. Semakin banyak kamu berlatih maka kamu akan semakin pandai. Dan pada akhirnya kamu akan mampu pula menghasilkan sebuah tulisan atau cerita yang langsung bisa menarik perhatian pembaca hanya dari kalimat pembukanya saja.

Jadi, selamat mencoba, ya!

7 KEBIASAAN PENULIS SUKSES YANG BISA KAMU TIRU DENGAN MUDAH

Aktivitas menulis membutuhkan latihan dan pembiasaan yang terus menerus. Ada serangkaian kebiasaan penulis yang bisa kamu amati dan tiru untuk mendapatkan semangatnya. Kebiasaan-kebiasaan ini merupakan buah dari konsistensi, tekad dan komitmen yang keras dalam menulis. Pada akhirnya kebiasaan ini membentuk suatu habit yang membedakan kualitas seorang penulis.

Lantas, apa saja kebiasaan seorang penulis yang bisa kamu tiru sebagai modal jadi penulis yang sukses dengan karya-karya terbaiknya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

7 Kebiasaan Penulis yang Paling Menentukan Kesuksesan Mereka Dalam Menghasilkan Karya Terbaik

Source: Freepik

Penulis hebat tidak pernah tercipta begitu saja. Ada serangkaian proses panjang lagi konsisten yang menjadi habit atau kebiasaan mereka yang dibangun dalam waktu lama. Kebiasaan yang tepat dalam menulis akan memberikan dampak yang besar bagi perkembangan, semangat, dan juga karya penulisan itu sendiri. Untuk itu, sangat penting bagi kamu yang memiliki keinginan untuk menjadi penulis menerapkan kebiasaan positif tersebut sebagai syarat jadi penulis.

Nah, apa sajakah kira-kira kebiasaan positif yang hampir selalu dilakukan oleh setiap penulis berbakat dan kuat?

Berikut ini saya akan mengajak kamu untuk membahasnya satu demi satu. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini hingga selesai, ya.

BACA JUGA:

Menulis dan Membaca Setiap Hari

Source: Rachel Claire on Pexels.com

Kebiasaan pertama yang harus menjadi habit untuk kamu lakukan sebagai seorang penulis adalah membaca dan menulis setiap hari. Membaca dan menulis adalah sesuatu yang sangat penting dilakukan oleh seorang penulis secara konsisten dan sesering mungkin.

Inspirasi seorang penulis dapat dilatih dengan membaca karya orang lain. Sementara bagaimana menuangkan inspirasi itu dalam sebuah karya tulis yang ideal, harus dilatih dengan cara menuliskannya. Di samping membaca dapat memperkaya wawasanmu tentang berbagai hal, kebiasaan ini akan  pula secara signifikan mampu memperkaya pula sudut pandang dalam penulisan yang kamu lakukan.

Jadi, jika kamu ingin menjadi seorang penulis yang sukses dan menghasilkan karya yang berkualitas, kebiasaan penulis pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membaca dan menulis setiap hari. Membacalah secara rutin dan menulislah secara disiplin setiap harinya. Jangan biarkan harimu berlalu tanpa melakukan dua hal utama yang menjadi fondasi setiap dunia kepenulisan ini.

Membuat Jurnal Menulis

Source: Anete Lusina on Pexels.com

Tugas penulis kedua yang harus dijadikan kebiasaan jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis adalah dengan membuat jurnal menulis. Jurnal dalam hal ini dapat kamu artikan sebagai agenda kepenulisan untuk kamu sendiri. Jadi, buatlah agenda menulis yang dapat kamu lakukan secara kontinyu dan konsisten.

Jurnal menulis sebenarnya adalah sebuah plan atau rencana kepenulisan yang dapat kamu susun sendiri sebagai guide line bagimu dalam menulis. Ini semacam rencana-rencana kepenulisan yang memungkinkan kamu untuk mencapai sebuah tujuan secara terstruktur dan sistematis.

Ibarat kerangka atau outline dalam dunia kepenulisan, jurnal menulis juga memberikan kamu sebuah anak tangga yang struktural untuk mencapai suatu tujuan secara lebih terencana dan disiplin.

Mencatat Ide-Ide untuk Proyek Kepenulisan

Source: Meruyert Gonullu on Pexels.com

Kebiasaan penulis profesional dan berkarakter kuat yang ketiga adalah mereka umumnya memiliki catatan mengenai berbagai ide proyek penulisan yang akan mereka laksanakan. Ingat, ini adalah tulisan mengenai ide atau gagasan kepenulisan. Tidak menjadi masalah jika kemudian ide itu hanya muncul di atas kertas dan tidak menjadi kenyataan.

Manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat, begitu pula seorang penulis. Dan atas alasan itu pula mereka menggunakan pena mereka untuk melestarikan ingatan mereka. Sebagai penulis kamu tentu memiliki demikian ide-ide kepenulisan yang ingin kamu lakukan. Kamu ingin menulis novel tentang ini, tentang itu, opini tentang sesuatu, puisi atau hanya mungkin status sosial media sekali pun.

Apa pun ide proyek kepenulisan yang kamu miliki, sebaiknya kamu menuliskannya dalam sebuah catatan yang rapi.

Apa yang dilakukan penulis kuat pada umumnya adalah mereka selalu menuliskan ide-ide mengenai proyek menulis yang akan mereka lakukan. Terlepas dari apakah ide itu dapat dilaksanakan atau tidak di kemudian hari, menulis ide pokoknya sendiri ketika hal itu muncul di kepalamu, sangat penting untuk kamu lakukan.

BACA JUGA:

Berani Mengambil Risiko

Source: Cade Prior on Pexels.com

Kebiasaan penulis selanjutnya yang dapat kamu teladani adalah mereka berani mengambil risiko. Hal ini tentu saja dalam konteks penulisan yang dilakukan. Keberanian untuk mengambil risiko ini hadir dalam bentuk yang berbagai macam, mulai dari berani mengambil risiko menulis ide-ide penulisan yang tidak biasa, sampai mungkin saja gaya menulis yang lebih berani.

Apakah semua orang bisa jadi penulis hebat ketika mereka berani mengambil risiko dalam penulisan yang dilakukan?

Tentu saja hal itu tidak menjadi jaminan. Akan tetapi seorang penulis yang memiliki keberanian yang lebih besar untuk memgambil risiko dalam penulisan, memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan karya yang istimewa dan out of the box.

Tetap dalam Rules Outline Saat Menulis

Source: Ann Nekr on Pexels.com

Meskipun berani mengambil risiko dan mungkin saja dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain, namun pada saat yang sama penulis juga harus memiliki rules yang jelas. Rules atau aturan ini pada umumnya untuk sesuatu yang bersifat task semata yang artinya, semacam kerangka penulisan yang jelas dan terarah.

Nah, apakah kamu biasa menulis menggunakan kerangka?

Ketika menulis artikel biasa, saya umumnya jarang menggunakan kerangka. Akan tetapi ketika tulisan itu misalnya lebih panjang dan bersifat pillar (dalam konten SEO) saya tetap mengaplikasikan kerangka supaya hasilnya efektif.

Namun, dalam penulisan novel, cerita fiksi, buku-buku dan tulisan panjang lainnya, outline atau kerangka adalah hal yang wajib dilakukan. Dan itu pula yang juga saya lakukan.

Menulis dan Membaca Berbagai Genre

Source: cottonbro on Pexels.com

Kebiasaan selanjutnya yang dapat kamu adaptasikan untuk menjadi seorang penulis yang kuat adalah dengan membiasakan menulis dan membaca banyak genre penulisan. Semakin banyak genre yang kamu ketahui, semakin hebat pula point of view yang bisa kamu kembangkan dalam tulisanmu nantinya.

Ada beberapa penulis yang menolak untuk membaca atau menulis genre yang diluar kebiasaan mereka. Sebenarnya ini kurang tepat dan dapat membatasi diri dari peluang untuk mengetahui sesuatu yang justru bisa memperkaya penulisan yang dilakukan.

Kamu tentu setuju kan, jika seorang penulis  harus berpikiran terbuka atau open minded, terlepas dari genre itu adalah pilihannya atau tidak?

Kritis dalam Mengevaluasi Diri Sendiri

Source: Freepik

Nah, kebiasaan terakhir yang dapat kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis yang kuat dan berkarakter adalah dengan kritis kepada diri sendiri. Kamu boleh bergembira dengan pencapaian, kamu boleh senang jika bukumu sudah terbit, tapi tolong jangan berhenti sampai disana. Evaluasi lagi karya tulismu dan kritislah ketika mengevalusinya.

Jika kamu memiliki seorang editor yang detail dan teliti, maka itu adalah sebuah anugrah. Akan tetapi jika kamu adalah seorang penulis soliter seperti saya, jika kamu adalah seorang penulis yang berdiri dalam pena kesendirian ketika menghasilkan karya, maka kamu harus kritis dalam me-review karyamu sendiri.

Pujian bukanlah sebuah masalah. Namun ketika kamu larut dalam pujian dengan memandang karyamu telalu tinggi, maka kamu berpotensi kehilangan sensitivitas untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan berkarakter di kemudian hari.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 7 kebiasaan penulis yang memiliki karakter kuat yang dapat kamu ikuti. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin saja terasa tidak mudah untuk dipraktikkan pada awalnya. Akan tetapi seiring waktu dan dengan konsistensi yang baik, kebiasaan ini akan membentuk dirimu sendiri menjadi seorang penulis yang kuat pula di kemudian hari, baik dari sisi karakter mau pun karya yang dihasilkan.

Jadi, selamat menulis selalu, ya!

5 ALASAN MEMBUNUH KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL YANG DIBENARKAN

Membunuh karakter tokoh dalam novel tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau semaunya saja. Sebagai penulis, ada berbagai hal penting yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membunuh atau mematikan salah satu karakter tokoh. Tanpa alasan yang tepat, mematikan karakter dalam cerita justru akan membuat keseluruhan ceritamu menjadi cacat.

Lalu, apa sebenarnya yang harus dipertimbangkan seorang penulis sebelum membunuh tokoh atau karakter dalam cerita yang ia tulis?

Mari, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Alasan Membunuh Karakter Tokoh dalam Novel yang Benar dan Boleh Dilakukan

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Sebagai seorang penulis, kamu tentu sudah tahu bagaimana cara membuat karakter tokoh dalam novel dan menghidupkannya dalam cerita. Namun yang menarik adalah, ternyata tidak semua penulis faham dengan baik bagaimana mematikan tokoh yang telah ia ciptakan tersebut. Oleh karena itu, kadang seringkali ditemukan bahwa hilang atau matinya satu tokoh dalam cerita ternyata ikut mematikan ceritanya pula.

Ada berbagai pertimbangan yang harus kamu pahami terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membunuh salah satu tokoh cerita. Pertimbangan untuk membunuh kadang jauh lebih sulit daripada cara memperkenalkan karakter dalam novel itu sendiri. Fatalnya, keraguan untuk mematikan atau membiarkan karakter dalam cerita juga berujung pada writer block yang akan mengganggu produktivitasmu sendiri.

Berikut akan disampaikan beberapa alasan membunuh karakter dalam cerita dan penjelasan mengapa alasan tersebut dapat dibenarkan. Pada saat yang bersamaan, kamu juga dapat mempelajari bahwa untuk alasan yang tidak kuat, membunuh tokoh dalam cerita justru akan berbahaya.

Nah, apa sajakah alasan tersebut?

Mari dibaca sampai selesai, ya.

BACA JUGA:

Mengembangkan Plot Cerita

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

Alasan pertama yang dibenarkan untuk membunuh salah satu tokoh dalam cerita yang kamu tulis adalah karena hal itu dapat mengembangkan plot atau alur cerita. Dalam hal ini, matinya atau hilangnya karakter tersebut akan membuat jalan cerita menjadi lebih terbangun dan berkembang.

Fokus kamu pada alasan yang pertama ini adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut;

  • Apakah dengan matinya tokoh atau karakter tersebut alur cerita menjadi lebih menarik?
  • Bagaimana cara terbaik menghilangkan tokoh tersebut dari cerita?
  • Kematian seperti apa yang tepat untuk membunuhnya?
  • Seberapa besar dampaknya pada keseluruhan cerita dengan matinya salah satu karakter dalam cerita tersebut?

Jika kemudian kamu mendapatkan jawaban bahwa dengan terbunuhnya salah satu karakter ternyata membuat cerita yang kamu tulis menjadi lebih menarik. Maka, sekarang kamu tinggal merencanakan pembunuhan untuk tokoh tersebut.

Memberikan Motivasi pada Karakter Lain

Photo by cottonbro on Pexels.com

Selanjutnya alasan kedua yang diperbolehkan untuk membunuh tokoh atau karakter dalam cerita novel adalah jika hal tersebut memberi dampak motivasi untuk karakter lainnya. Dalam cerita film dan novel yang terkenal, kematian karakter seperti ini cukup sering dijumpai.

Kamu mungkin sudah bisa mengimajinasikannya, kan?

Ketika matinya satu karakter dalam cerita yang kamu tulis akan membangkitkan motivasi karakter lain yang lebih utama, maka kamu dapat membunuhnya. Pastikan kembali bahwa alur cerita dan hubungan antar karakter itu jelas dan relevan sehingga munculnya motivasi tersebut tidak terkesan dipaksakan.

Memenuhi Kesempurnaan Karakter Antagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah alasan ini paling sering dilakukan untuk membangun cerita dalam penulisan novel atau pun film, dan kamu pasti bisa menemukan contohnya dengan mudah.

Karakter antagonis atau tokoh antagonis adalah tokoh yang kamu ceritakan untuk menggambarkan lawan dari karakter baik.

Banyak penulis pemula lebih nyaman mengartikan karakter antagonis sebagai tokoh jahat semata. Itu tentu saja bisa digunakan, namun kamu juga bisa memperluas spektrum pengertiannya menjadi lebih luas lagi bahwa; tokoh antagonis adalah karakter yang berusaha menghalangi tercapainya tujuan karakter protagonis secara umum.

Untuk membuat sifat jahat karakter antagonis menjadi lebih terekam dalam benak pembaca, beberapa penulis membunuh karakter lain dalam cerita yang mereka tulis. Tentu saja yang harus kamu pahami dalam konteks ini adalah, kematian karakter yang terbunuh haruslaha disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh karakter antagonis.

Menghilangkan Karakter yang Merusak Alur

Photo by Alex Andrews on Pexels.com

Apakah ada karakter atau tokoh dalam cerita yang dapat merusak alur?

Tentu saja ada, dan itu cukup banyak terjadi.

Karakter seperti ini adalah tokoh dalam cerita yang jika kamu tidak ceritakan maka akan menjadi pertanyaan pembaca. Sementara jika terus kamu ceritakan, karakternya sendiri tidak dominan dan tidak memiliki banyak pengaruh terhadap plot. Untuk karakter tokoh dengan tipikal yang seperti ini, kamu dapat memikirkan untuk membunuhnya.

Namun membunuh karakter tokoh dalam cerita semacam ini juga tidak dapat dilakukan sembarangan. Kamu juga harus mempertimbangkan kembali apakah eksistensi karakter tersebut memberi efek yang baik terhada plot ataukah tidak. Jika memang kehadirannya hanya akan memberatkan alur penulisan yang kamu lakukan, maka jangan ragu, bunuh saja karakternya.

BACA JUGA:

Menantang Kemampuan Penulis untuk Keluar dari Zona Nyaman

Source: Freepik

Nah, alasan terakhir terkait dengan keputusan untuk mematikan karakter tokoh dalam novel sangat menarik. Alasannya secara prinsip lebih difokuskan kepada penulisnya sendiri yakni sebagai sebuah chalengge sang penulis untuk keluar dari zona nyaman dan kebiasaannya selama ini.

Sebagai penulis yang out of the box dan berani, kamu tentu saja dapat menantang diri kamu untuk melakukan hal ini. Membunuh karakter dalam cerita yang kamu tulis bisa saja akan membuat penulisanmu menjadi lebih kuat, lebih padat dan juga berisi. Atau dengan kata lain; keputusan membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tulis akan memaksamu untuk lebih kreatif mengatur alurnya.

Hal ini tentu saja tidak mudah. Selain dibutuhkan banyak latihan, kamu juga membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona kenyamanan. Namun sekali saja kamu berhasil melakukannya, kamu akan menemukan bagaimana tulisanmu berkembang menjadi lebih luar biasa.

Dua Alasan yang Tidak Tepat untuk Membunuh Karakter dalam Cerita Novel

Source: Freepik

Setelah melihat 5 alasan yang benar untuk membunuh karakter dalam novel di atas, rasanya kamu juga perlu tahu dua alasan yang berkebalikan dengan hal tersebut. Sayangnya, masih cukup sering ditemukan para penulis pemula yang membunuh karakter tokoh dalam novel mereka hanya karena dua alasan berikut ini.

Hanya untuk Membuat Pembaca Merasa Sedih

Photo by Du01b0u01a1ng Nhu00e2n on Pexels.com

Jika kamu membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan hanya sebagai cara untuk membuat pembacamu menjadi sedih, maka kamu telah melakukan kesalahan besar.  

Kamu tidak dapat menenggelamkan pembacamu dalam air mata kesedihan dengan membunuh tokoh secara sembarangan, namun juga harus selaras dengan pengembangan cerita.

Kesedihan pembaca karena kehilangan karakter tokoh yang mereka suka atas alasan yang tidak mampu dipertahankan oleh alur cerita, justru akan membuat kualitas novel yang kamu tulis menjadi rendah.

Hanya untuk Membuat Pembaca Menjadi Kaget

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Jalan cerita yang tidak dapat ditebak dalam penulisan adalah sebuah kelebihan, tapi kamu tidak dapat melakukannya secara asal-asalan. Membunuh karakter tokoh yang mungkin sudah dekat dengan pembaca hanya agar mereka kaget dan tidak dapat menerka, adalah sangat tidak bijaksana untuk kamu lakukan.

Sekali lagi, sebelum kamu memutuskan untuk membunuh karakter tokoh dalam novel yang kamu tuliskan, pikirkan kembali berbagai imbasnya pada dampak cerita secara keseluruhan.

Jangan terlalu terobsesi untuk ‘mengerjai’ pembaca dengan alur yang dipaksakan. Akan tetapi yang harus kamu lakukan adalah, berfokuslan pada jalan cerita yang kuat dan berkualitas.

BACA JUGA:

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa hal penting yang dapat kamu pertimbangkan ketika dihadapkan pada pilihan untuk membunuh karakter dalam novel atau cerita yang kamu tulis. Inti dari semua ini adalah, perhalus perasaan dan kepekaanmu untuk menemukan alasan yang paling tepat untuk mempertahankan satu karakter tokoh atau membunuhnya di dalam cerita.

Itu saja.

Jadi, selamat mencoba.

MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT GURU DALAM 5 LANGKAH PALING MUDAH

Menyusun dan menulis buku kenaikan pangkat guru sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah selama Anda memahami caranya. Buku seperti ini selain dipergunakan untuk syarat kenaikan grade atau pangkat, kadang juga dijadikan sebagai bagian dari buku penilaian kinerja guru. Dengan kepentingan seperti itu, tentu saja dibutuhkan kemampuan untuk menulisnya sebaik mungkin.

Sayangnya tidak semua guru atau pendidik mampu melakukan hal ini. faktor ketidakbiasaan adalah kendala utama mengapa menyusun dan menulis buku bisa menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan. Padahal jika Anda mengerti caranya, prosesnya bahkan bisa saja lebih mudah daripada yang pernah Anda bayangkan.

Lantas, bagaimana cara yang paling mudah menulis buku untuk kenaikan pangkat bagi seorang guru?

Mari, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Langkah Paling Sederhana dalam Menulis Buku Kenaikan Panngkat Guru

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Istilah buku 4 penilaian angka kredit guru atau buku 5 kenaikan pangkat guru menjadi populer sejak ada kebijakan dari pemerintah bahwa, literasi adalah salah satu faktor penting sebagai prasyarat kenaikan pangkat seorang pendidik. Literasi ilmiah atau fiksi menjadi tolak ukur yang sekarang dianggap penting untuk dimiliki oleh setiap pendidik dalam jenjang apa pun.

Pada tingkat Sekolah Dasar atau SD misalnya, seorang guru yang mengajukan kenaikan pangkat diwajibkan untuk menulis buku untuk mendapatkan skor atau nilai yang dibutuhkan. Buku tersebut bisa dalam bentuk kumpulan puisi, kumpulan cerpen, atau pun semacam opini ilmiah mengenai proses pendidikan di sekolah guru yang bersangkutan.

Selain bisa mendapat nilai dari angka kredit buku antologi yang penulisannya secara kolektif, penulisan mandiri sebenarnya jauh lebih diprioritaskan. Dengan pemahaman yang lebih baik, menulis buku seperti ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menulis makalah biasa. Atau menulis artikel ilmiah sederhana yang berfokus pada dunia pendidikan.

Nah, untuk Anda yang berprofesi sebagai seorang pendidik dan sedang mengajukan kenaikan pangkat kemudian harus menulis buku sebagai syaratnya, 5 langkah sederhana berikut ini mungkin bisa membuatnya menjadi lebih mudah.

BACA JUGA:

Tetapkan Tema Penulisan; Fiksi atau Non Fiksi

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ketika menulis buku 3 penilaian angka kredit guru adalah dengan memilih temanya terlebih dahulu; apakah Anda akan menulis buku fiksi atau kan non fiksi.

Jika pilihan Anda adalah menulis buku fiksi sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan, maka Anda juga dapat membuat pilihan antara menulis kumpulan puisi atau kumpulan cerpen. Jumlah minimal yang disyaratkan jika Anda menulis kumpulan puisi pada umumnya adalah 40 judul. Akan tetapi, jika Anda memilih menulis buku fiksi dalam bentuk kumpulan cerpen, maka Anda dapat menentukan jumlah secara mandiri.

Sementara jika Anda kemudian memilih untuk menulis buku non fiksi, maka jenis buku untuk kenaikan pangkat yang dapat Anda tulis sebenarnya jauh lebih banyak. Anda misalnya dapat memilih materi yang bersifat opini Anda sendiri, hipotesa dan analisis mendalam tentang sebuah objek pendidikan, atau juga bisa memilih mengenai kritik sebuah sistem yang Anda anggap kurang relevan dalam struktur pendidikan modern.

Lakukan Riset yang Cukup

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jika Anda kemudian memilih buku penilaian angka kredit guru dengan tema fiksi, riset tidak serta merta dapat Anda kesampingkan. Untuk menghasilkan sebuah karya fiksi yang tidak asal jadi, Anda juga membutuhkan riset yang cukup supaya hasilnya memuaskan. Paling tidak bagi diri Anda sendiri.

Dibandingkan menulis secara bersama-sama yang menghasilkan angka kredit buku antologi yang terbilang kecil, Anda bisa mengambil komitmen untuk menulis buku Anda sendiri. Untuk memperdalam riset misalnya, Anda dapat membaca berbagai kumpulan puisi dan cerpen dari penulis lain kemudian menulis objek yang sama dalam sudut pandang Anda sendiri.

Namun jika Anda memilih buku non fiksi sebagai syarat kenaikan pangkat yang Anda ajukan, Anda tentunya harus membuat riset yang lebih komprehensif. Mengulas metode pendidikan, mengkritik dan mengevaluasi sistem yang sudah ada, atau pun memberikan proyeksi model pendidikan yang lebih ideal, menuntut Anda untuk melakukan banyak kajian dan analisa dari setidaknya 5 sumber yang kredibel.

BACA JUGA:

Prioritaskan untuk Menulis yang Sejalan dengan Realitas

Photo by Max Fischer on Pexels.com

Akan sangat baik bagi penilaian yang akan Anda peroleh jika kemudian Anda memilih untuk menulis sebuah buku atau artikel non fiksi tentang objek pendidikan yang sesuai dengan realitas yang ada. Relevansi tulisan yang Anda hasilkan dengan realitas yang terjadi akan menghasilkan penilaian yang sempurna bagi para penguji yang objektif.

Pada tingkatan guru Sekolah Dasar misalnya, ketika Anda memilih tema penulisan mengenai mungkin metode paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sebaiknya metode yang Anda tulis tersebut dapat Anda pahami dengan baik. Penguasaan Anda tentang materi penulisan akan memberikan keleluasaan untuk menulisnya dalam perspektif yang lebih luas dan menarik.

Pada contoh buku 2 pkg revisi 2019 pdf misalnya, penulisan ini mensyaratkan Anda memiliki pengalaman lapangan pula dalam mempraktikkannya. Misalnya begini; ketika Anda menulis mengenai efektivitas metode belajar outdoor learning, maka setidaknya Anda juga harus memiliki pengalaman mengenai cara belajar di luar ruang seperti itu.

Buat Outline yang Struktural

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Dalam menulis buku penilaian kinerja guru sebagai syarat kenaikan pangkat, outline atau kerangka juga tidak dapat Anda abaikan. Bahkan sebenarnya pada buku jenis apa pun, baik fiksi mau pun non fiksi, outline akan membuat proses penulisan dan eksekusi idenya menjadi lebih mudah.

Outline atau kerangka akan memberikan batasan-batasan yang tepat dalam penulisan sehingga akan menghindarkan Anda dari penulisan yang tidak relevan. Outline pada sisi yang sama juga dapat menjadi oriented mapping dimana Anda dapat menentukan arah penulisan secara lebih terstruktur dan tepat sasaran.

Bahkan pada penulisan buku kumpulan puisi sekali pun yang Anda pilih sebagai buku pra-syarat kenaikan pangkat, outline juga sebaiknya diaplikasikan. Pembagian tema yang sesuai, sudut pandang yang ideal dan gaya menulis yang cocok, semuanya dapat Anda atur pada pembuatan outline.

Lakukan Editing Hingga Setidaknya 3 Kali

Photo by Gabby K on Pexels.com

Dalam menulis buku untuk kenaikan pangkat guru, editing adalah bagian krusial yang seharusnya dapat menjadi fokus Anda pula. Sebagai saran, berikan kesempatan pada diri Anda sendiri untuk melakukan editing penulisan paling tidak 3 kali sebelum dipublikasikan.

Editing selain akan memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sederhana seperti typho atau salah ketik, juga dapat Anda pergunakan untuk melihat sejauh mana tulisan yang Anda hasilkan mampu menggambarkan maksud yang sejatinya ingin Anda sampaikan.

Untuk membuat proses editing menjadi lebih optimal, sebaiknya Anda melakukannya secara bertahap. Baca dengan suara yang agak keras dan rasakan apakah kalimat yang sudah Anda bangun sesuai dengan makna yang Anda inginkan atau belum. Lakukan editing dan ulangi kembali untuk menghasilkan kalimat yang paling ideal menurut Anda.

BACA JUGA:

Bagaimana Jika Semua Langkah di Atas Sudah Anda Lakukan Namun Anda Tetap Merasa Kesulitan?

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Namun jika semua tahapan di atas sudah Anda coba lakukan dan Anda tetap merasa kesulitan, maka sebaiknya Anda memang menggunakan jasa penulisan profesional yang dapat membantu Anda melakukannya dengan hasil yang maksimal.

Nah, untuk Anda yang membutuhkan jasa penulisan profesional semacam ini, maka www.penulisgunung.id adalah pilihan yang paling ideal. Pengalaman dalam dunia penulisan yang baik serta tulisan yang original akan memberi Anda kesempatan untuk menghasilkan buku sebagai syarat kenaikan pangkat guru yang berkualitas dan sesuai harapan.

Anda hanya perlu menjelaskan artikel atau buku seperti apa yang Anda inginkan, kelas berapa siswa yang Anda ajarkan,  dan rentang berapa usia murid-murid yang Anda miliki. Kemudian www.penulisgunung.id akan mengaplikasikannya menjadi sebuah tulisan berupa buku atau artikel yang paling relevan berdasarkan gambaran yang Anda berikan tersebut.

Jadi tunggu apa lagi?

Segera hubungi www.penulisgunung.id untuk menghasilkan karya tulis yang akan membantu Anda memenuhi syarat kenaikan pangkat sebagai seorang pendidik yang profesional.

KAMU LAYAK MENULIS BUKU JIKA 10 HAL INI TERJADI DALAM HIDUPMU

Menulis buku adalah salah satu keinginan dan mimpi banyak orang. Memiliki karya tulis atas nama sendiri kemudian dibaca oleh masyarakat luas tentu saja memunculkan sebuah kebanggan tersendiri di dalam hati. Namun masalahnya, tidak semua orang memahami bagaimana cara menulis buku yang menarik. Aau bahkan yang lebih ironis lagi, tidak semua orang merasa yakin mereka bisa menulis sebuah buku.

Untuk itu, pada artikel kali ini akan dibahas 10 alasan yang paling sederhana mengapa seseorang atau kamu memang seharusnya menulis sebuah buku.

12 Alasan Menulis Buku dan Mengapa Kamu Cukup Layak untuk Melakukannya

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Inti dan langkah awal dari menulis bukanlah kamu mengerti dengan baik format menulis buku serta mengerti PUEBI dan lain sebagainya. Akan tetapi, unsur paling penting untuk memulai penulisan sebuah buku adalah kamu memiliki alasan untuk melakukannya. Alasan adalah bagian paling fundamental untuk mendorong kamu tetap menulis buku hingga selesai.

Beberapa orang tidak merasa yakin pada diri mereka sendiri mengenai penulisan buku. Ketika sebagian merasa dibatasi oleh ketidaktahuan cara menulis buku tentang kisah hidupnya sendiri, yang lainnya justru merasa tidak ada alasan penting baginya untuk menulis sebuah buku.

Pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki sesuatu untuk mereka ceritakan yang mungkin dapat saja menginspirasi orang lain. Nah, cerita ini akan semakin menarik jika kemudian diubah menjadi sebuah buku. Namun, orang-orang yang menganggap mereka tidak memiliki sesuatu untuk dituliskan seharusnya menyadari beberapa hal sederhana yang hakikatnya adalah alasan yang tepat bagi mereka untuk menulis.

Selanjutnya, 10 hal berikut ini akan membuktikan kepada kamu bahwa sebenarnya kamu sangat layak menulis sebuah buku jika 10 hal tersebut juga terjadi pada dirimu.

Lantas, apa sajakah 10 hal yang menjadi alasan untuk menulis buku tersebut?

Berikut daftarnya.

BACA JUGA:

Jika Kamu Pernah Mengalami Rasa Sakit, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Kat Jayne on Pexels.com

Apakah kamu pernah merasakan sakit dalam hidupmu? Pernah mengalami perasaanmu terluka dan jiwamu seakan begitu kecewa oleh suatu peristiwa?

Jika kamu pernah megalami perasaan sakit semacam itu, maka kamu sudah sepantasnya untuk memiliki buku.

Rasa sakit hati adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sakit hati bisa disebabkan oleh perlakuan orang lain, bisa disebabkan oleh perkataan dan perbuatan mereka, atau bahkan oleh sesuatu yang lebih kompleks lagi daripada itu.

Ketika rasa sakit hati datang dalam dirimu, kamu tentu memiliki banyak sekali hal yang ingin disampaikan terkait dengan rasa sakit tersebut. Nah, menulis adalah salah satu cara yang dapat kamu lakukan.

Rasa sakit karena suatu peristiwa akan memunculkan sebuah perenungan yang mendalam di benak manusia. Perenungan ini pada umumnya akan memberi mereka kesempatan untuk melihat, mendengar, dan memahami lebih banyak daripada sebelumnya. Untuk alasan tersebut, rasa sakit tentu layak untuk menjadi inspirasi menulis cerita dalam sebuah buku.

Jika Kamu Merasa Memiliki Sebuah Mimpi, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Veerendra on Pexels.com

Mimpi adalah seuatu yang ingin diraih dan dicapai dan karena itu, mimpi menginspirasi banyak orang untuk berjuang. Nah di samping itu, mimpi juga mampu menjadi sumber energi untuk menulis jika kamu bisa menempatkannya sesuai dengan kapasitasnya yang tepat.

Ada banyak buku yang membahas tentang impian dan kamu bisa membacanya sebagai visualisasi penulisan yang akan kamu lakukan. Akan tetapi, cara menulis buku novel atau buku yang didasarkan pada impian akan memberikan kamu keleluasaan untuk membuat impianmu setidaknya jauh lebih mengkristal dalam realitas pemikiranmu sendiri.

Apakah mimpimu telah tercapai? Belum tercapai? Bagaimana cara kamu meraihnya? Apa saja tantangan yang kamu hadapi? Siapa yang membantumu untuk meraih mimpi itu?

Semuanya akan menjadi bahan yang sempurna sebagai penulisan cerita yang kamu lakukan.

Jika Kamu Pernah Membaca Sebuah Buku dan Merasa Bisa Membuatnya Lebih Baik, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Pernahkah kamu membaca sebuah buku kemudian berpikir; “Saya bisa melakukan yang lebih baik daripada ini?”

Jika kamu pernah merasakan seperti itu, kamu tentu sangat layak untuk menulis buku.

Buku yang kamu baca tersebut dapat menjadi titik tolakmu untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Sementara pengalamanmu, pengetahuanmu, pemikiranmu dan segala sesuatu yang kamu miliki dapat menjadi modal lain untuk membuat buku versimu menjadi lebih baik daripada buku yang kamu baca tersebut.

Jika Kamu Pernah Melakukan Sesuatu yang Membuat Orang Lain Merasa Kagum, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Samuel Silitonga on Pexels.com

Selanjutnya hal yang dapat kamu jadikan pertimbangan menulis buku adalah misalnya ketika ada seseorang yang bertanya kepadamu;

“Hei, bagaimana kamu bisa malakukannya?”

Atau,

“Wow, bagaimana kamu bisa melewati semua itu dengan hasil yang sangat mengesankan seperti sekarang?”

Intinya adalah; ketika yang kamu lakukan menimbulkan kekaguman, keheranan atau rasa tidak percaya pada orang lain, maka hal itu dapat kamu jadikan sebagai dorongan untuk menulis buku.

Kamu hanya perlu membuat yang kamu lakukan itu menjadi sebuah kerangka menulis buku yang kemudian dapat kamu uraikan dan ceritakan kepada pembaca secara lebih tertata.

BACA JUGA:

Jika Kamu Pernah Mengalami Tragedi kemudian Kamu Berhasil Keluar Sebagai Seseorang yang Lebih kuat, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Thu1ec3 Phu1ea1m on Pexels.com

Pernahkah kamu melihat seseorang mengalami kondisi yang buruk dalam hidupnya kemudian ia berhasil keluar dari kondisi tersebut dengan mental dan jiwa yang lebih kuat?

Kamu dapat dengan mudah menemukan contoh-contoh seperti ini. Bagaimana seseorang yang mengalami masa-masa yang sulit, masuk dalam tragedi yang penuh dengan darah dan perjuangan, kemudian ia berhasil selamat dan menjadi sosok yang lebih kuat setelahnya.

Nah, jika kamu juga pernah mengalami hal seperti itu, maka kamu sangat layak untuk menulis sebuah buku. Lupakan saja aturan menulis buku saat melakukannya, kamu hanya perlu bercerita dan menyampaikan pengalaman yang kamu rasakan hingga bisa keluar dan menjadi kuat setelah mengalami tragedi dan kondisi yang buruk serta menyedihkan tersebut.

Jika Kamu Bisa Memegang Pena dengan Tanganmu, Kakimu, atau Bahkan Hanya dengan Mulutmu, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Oladimeji Ajegbile on Pexels.com

Hal ini sebenarnya lebih kepada semangat dan tekad bahwa siapa pun bisa menulis buku.

Tekad, semangat, keinginan dan kemauan, adalah bagian paling penting dalam menulis buku, terserah bagaimana pun kamu melakukannya.

Semangat yang kemudian secara konsisten diimbangi dengan kedisiplinan akan mengantarkan kamu pada keberhasilan. Dan dalam menulis pun demikian, meskipun tulisan kamu tidak sebagus orang lain, atau bahkan kamu hanya bisa memegang pena dengan mulutmu saja, kamu sangat layak untuk menulis dan memiliki sebuah buku atas namamu sendiri.

Jika Kamu Pikir Pesan yang Kamu Sampaikan Bisa Menyentuh Seseorang, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by Gabby K on Pexels.com

Pengalamanmu dalam menghadapi berbagai persoalan dalam hidup mungkin saja mengajarkan kamu sebuah pesan yang dapat kamu sampaikan pula pada orang lain. Nah, jika kamu merasa bahwa pesan itu mungkin saja akan menyentuh orang lain selain dirimu, maka sudah selayaknya kamu menuliskannya dalam sebuah buku.

Hal semacam ini tentu dapat terwujud dalam banyak bentuk. Jika kamu memiliki pengalaman dan pesan tentang pernikahan, kamu dapat menulisnya dalam buku. Jika kamu memiliki pesan mengenai cinta kasih, perhatian, kecemburuan, kemandirian, dan apa pun saja, itu juga dapat menjadi alasan bagimu untuk menulis sebuah buku.

Setiap buku pasti akan memiliki pembaca. Dan di antara para pembaca itu, percayalah, akan ada yang merasa tersentuh dengan pesan yang kamu tuliskan.

BACA JUGA:

Jika Seseorang Pernah Mengatakan Kepadamu Bahwa Seharusnya Kamu Menulis Buku, Maka Kamu Memang Layak Menulis Buku

Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Pernahkan kamu misalnya mendapatkan komentar di akun media sosialmu yang mengatakan bahwa kamu sebaiknya menulis buku?

Jika iya, pecayai itu!

Seseorang yang mengatakan bahwa kamu seharusnya menulis buku, tentu karena ia melihat bahwa tulisanmu pantas untuk itu. Kamu mungkin saja tidak terlalu pandai merangkai kata-kata yang indah, namun bisa saja apa yang kamu sampaikan dinilai sebagai sesuatu yang layak untuk dibaca orang lain.

Jika Kamu Berharap Dapat Menginspirasi Orang Lain Seperti Sebuah Buku yang Telah Menginspirasi Dirimu, Maka Kamu Layak Menulis Buku

Photo by fotografierende on Pexels.com

Apakah kamu memiliki sebuah buku yang kamu terinspirasi karenanya?

Saat membaca buku itu atau setelahnya, kamu kemudian terinspirasi untuk melakukan sesuatu, bertindak atau bahkan berpikir setidaknya seperti yang disampaikan oleh buku tersebut. Jika kamu mengalami hal ini, maka itu juga dapat menjadi sinyal yang harus kamu tangkap bahwa kamu pun sebenarnya, sangat layak untuk menulis buku.

Kamu tidak perlu khawatir tentang siapa yang akan membaca buku kamu nantinya. Dan kamu juga tidak perlu khawatir apakah mereka akan terkesan atau tidak. Pada langkah ini yang perlu kamu lakukan hanyalah menulis dan membiarkan tulisanmu mengalir. Di luar sana nantinya, akan selalu ada orang-orang yang akan terinspirasi oleh tulisanmu seperti kamu yang terinpirasi oleh buku tertentu.

Jika Kamu Mencintai Sesuatu, Peduli dengan Keluargamu, Kekasihmu, Alam di Sekitarmu, atau Bahkan Binatang Peliharaanmu, Maka Kamu Layak untuk Menulis Buku

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Cinta adalah materi dominan untuk menjadi bahan penulisan. Perhatian, kasih sayang, kepedulian, romantisme, dan belas kasih, adalah sesuatu yang berasal dan memancar dari relung hati manusia. Siapa pun yang memiliki perasaan semacam ini, memiliki bakat untuk menuliskannya dalam rangkaian kata dan ungkapan.

Jika kamu memiliki banyak hal untuk diperdulikan, memiliki banyak objek untuk dimandikan dengan kasih dan sayang, maka kamu juga pada saat yang sama, memiliki alasan untuk menuliskannya dalam sebuah buku.

BACA JUGA:

Photo by fotografierende on Pexels.com

Nah, dengan melihat 10 alasan menulis buku di atas, kamu akan semakin paham bahwa menulis buku itu sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa pun dengan latar belakang bagaimana pun.

Menjadi penulis bukanlah sebuah profesi eksklusif yang hanya bisa diraih oleh orang-orang yang memiliki keistimewaan saja. Bahkan seseorang dengan hal yang paling sederhana dalam hidupnya pun dapat menjadi penulis.

Terakhir, jika kamu merasa bahwa alasan-alasan di atas telah kamu miliki namun kamu merasa belum bisa menjadikannya sebagai dorongan untuk menulis buku, maka kamu dapat meminta bantuan penulis blog ini untuk membantumu.

InsyaAllah dengan pengalaman dan kemampuannya, ia akan senang hati untuk membantumu.

Selamat menulis!

BEGINI CARA MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP DALAM 10 LANGKAH MUDAH

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki sesuatu untuk diceritakan dalam sebuah buku. Akan tetapi, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup dirinya supaya lebih mudah untuk diceritakan dalam rangkaian kata dan tulisan. Tanpa panduan yang jelas, beberapa kisah hidup kadang hanya terangkai dalam coretan-coretan yang mungkin tidak dapat dibagikan kepada orang lain sebagai sebuah buku.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis buku kisah hidup diri sendiri dengan langkah yang paling mudah untuk diterapkan?

Berikut ulasan lengkapnya.

10 Langkah Mudah Cara Menulis Buku Tentang Kisah Hidup yang Gampang Dipraktikkan

Source: Freepik

Apakah kamu memiliki kisah hidup yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain?

Cara yang paling elegan untuk mengisahkan hidupmu kepada orang lain tentu saja adalah melalui buku. Buku sejauh ini, telah menjadi media yang paling populer, paling menyentuh, dan paling ideal untuk bercerita kepada manusia.

Akan tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara menulis umum dengan menulis kisah tentang diri sendiri. Dalam cara membuat novel sejarah pribadi, kamu tentu saja akan lebih mengenal karakter apa saja yang perlu kamu ceritakan. Namun disini pula yang menjadi tantangannya, karena tidak semua orang memiliki keleluasaan menyampaikan kisah hidup mereka dalam tulisan yang panjang dan detail seperti buku.

Nah, untuk kamu yang merasa memiliki kisah hidup yang menarik dan ingin menuliskannya dalam sebuah buku namun masih bingung bagaimana cara melakukannya, 10 langkah cara membuat novel kisah sendiri berikut ini akan membantumu melakukannya.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah tersebut?

Berikut urutannya.

Fokus Pada Satu Kenangan yang Paling Penting

Soource: Freepik

Hal pertama yang paling penting untuk kamu lakukan adalah memfokuskan pikiran dan penulisanmu pada kenangan dalam hidupmu yang kamu anggap paling penting untuk diceritakan. Kenangan inilah yang akan menjadi ruh dalam penulisanmu nantinya. Oleh karena itu, kamu harus bisa menggambarkan kenangan itu menjadi sesuatu yang seakan-akan nyata di mata para pembaca.

Selain berfokus pada satu kenangan utama yang akan menjadi inti cerita yang akan kamu sampaikan, cara membuat novel tentang diri sendiri pada langkah yang pertama ini menuntut kamu untuk menulisnya secara bebas juga.

Maksudnya begini; Kamu menulis apa pun yang kamu mau, apa pun yang kamu pikirkan dan apa pun yang ingin kamu lakukan ketika kamu mengingat kenangan tersebut. Pada tahap ini, lupakan pengeditan, lupakan ejaan yang benar, lupakan sesuatu yang tabu dan lain sebagainya.

Intinya adalah; kamu berfokus pada satu kenangan paling penting yang akan kamu ceritakan kemudian tulis bebas tentang hal tersebut.

BACA JUGA:

Buatlah Outline atau Kerangka Buku

Photo by fotografierende on Pexels.com

Langkah kedua yang kamu juga perlu lakukan dalam penulisan novel yang bercerita tentang kisah hidupmu sendiri adalah dengan membuat outline-nya.

Kamu tentu tahu apa itu outline, kan?

Ya, outline adalah garis besar atau kerangka cerita yang akan kamu tulis secara keseluruhan. Jadi setelah kamu berfokus pada kenangan paling penting dalam hidupmu yang akan kamu bagikan, sekarang kamu dapat menuangkan pemikiranmu tentang buku seperti apa yang kamu inginkan. Atau pada penjelasan yang lebih mudah; bagaimana jalan cerita yang kamu inginkan dalam menyampaikan kisah hidupmu tersebut?

Membuat kerangka penulisan akan membantu kamu dalam menyusun cerita menjadi lebih tepat sasaran. Atau pada kesempatan lain juga membantumu untuk tetap konsisten pada konsep yang tepat selama menulis. Selain itu dengan menggunakan kerangka, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang kamu lakukan juga akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Tentukan Genre Buku yang Ditulis

Source: Pexels.com

Pada banyak contoh menulis kisah hidup, genre kadang ditempatkan pada bagian yang pertama dalam proses penulisan. Itu tentu saja tidak menjadi masalah. Akan tetapi setelah kamu memiliki fokus pada satu kenangan yang akan menjadi inti ceritamu, kamu mungkin akan lebih mudah dalam memilih genrenya.

Dua jenis genre yang paling umum dalam penulisan kisah hidup seseorang adalah memoar dan otobiografi. Nah, kamu bisa memilih dua genre ini kemudian memfokuskan penulisanmu pada salah satu genre yang dipilih.

Oya, apakah sudah tahu perbedaan paling penting antara genre memoar dan otobiografi?

Memoar pada umumnya hanya berfokus pada satu kejadian dalam hidup saja untuk diceritakan. Sementara otobiografi akan menjadi buku yang menceritakan keseluruhan perjalanan hidupmu, dari lahir hingga kamu menuliskannya. Jadi, dua genre ini bisa kamu jadikan rekomendasi, tergantung sejauh mana kamu akan menuliskan kisah hidupmu di dalam buku.

Lakukan Sedikit Riset

Source: Pexels.com

Jika kamu menulis sebuah kenangan dalam hidupmu yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, maka ada banyak hal yang mungkin saja sudah terlupakan olehmu. Nah, untuk membuat ceritamu menjadi lebih lengkap, kamu juga perlu melakukan riset.

Pada contoh novel kisah nyata tentang hidupmu yang kamu tulis, riset yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan menanyakan kenangan tersebut kepada orang-orang terdekatmu, atau kepada orang yang memiliki hubungan pula dengan kisah yang akan kamu tulis tersebut. Semakin banyak riset yang kamu lakukan, semakin luas juga spektrum dan sudah pandang penceritaan yang dapat kamu kembangkan.

BACA JUGA:

Tentukan Karakter dalam Cerita

Source: Pexels.com

Pada banyak kesempatan, kenangan tidak dapat terjadi tanpa kehadiran orang lain. Perjalanan hidupmu yang penuh cerita memungkinkan kamu untuk bertemu dengan banyak orang, dan setiap mereka akan mengguratkan kenangan. Namun, tentu saja tidak semua orang yang ada dalam hidupmu bisa kamu masukkan dalam cerita, kan?

Nah, pada langkah yang kelima cara membuat novel kisah sendiri ini kamu dapat mengidentifikasi, memilih dan menentukan, karakter mana saja yang akan ada dalam ceritamu. Jadi pada konteks yang lenbih gamblang adalah; kamu menentukan siapa saja orang-orang dalam kenangan yang kamu miliki, akan dimasukkan dalam novel yang kamu tuliskan.

Ada beberapa tips terkait dengan dengan mengidentifikasi karakter yang dapat kamu lakukan. Berikut tipsnya;

  • Buat list atau daftar orang orang yang akan kamu masukkan menjadi karakter novelmu.
  • Tuliskan gambaran masing-masing karakter tersebut yang meliputi ciri-ciri, usia, latar belakang dan lain sebagainya.
  • Jelaskan pula hubungannya dengan kamu, apakah ia adalah teman, saudara, atau yang lainnya.
  • Jika kamu tidak nyaman dengan mencantumkan nama asli karakter tersebut, maka sebaiknya kamu menggunakan nama samaran yang bisa kamu tentukan sendiri.

Tambahkan Spekulasi pada Bagian yang Kamu Tidak Yakin dengan Pasti

Source: Pexels.com

Langkah selanjutnya dalam penulisan buku kisah sendiri adalah dengan memberikan spekulasi pada bagian-bagian yang kamu tidak tahu, kamu tidak yakin dengan pasti, atau kamu tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentangnya.

Misalnya begini;

Terus terang, aku tidak tahu pasti mengapa sahabatku itu memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya. Ia tak bercerita banyak padaku tentang hal itu. Setiap kali aku bertanya mengapa ia pegi begitu saja dari rumah, ia selalu menghindar dan justru menunjukkan rasa tidak sukanya akan hal itu. Mungkin saja hal ini dipicu ketidakpedulian orang tuanya pada kehidupan sahabatku yang telah membuat ia terluka dan merasa dendam.

Nah kamu bisa lihat dalam contoh novel kisah sendiri di atas yang digunakan untuk memberikan spekulasi. Kata ‘mungkin’ dan sejenisnya dapat kamu gunakan untuk menggambarkan bahwa kamu tidak begitu yakin dengan apa yang kamu coba untuk sampaikan.

Tentukan Setting Cerita

Source: Pexels.com

Bagian paling penting dalam penulisan kisah fiksi atau pun non fiksi kadang adalah setting atau tempat dimana cerita tersebut terjadi. Jika kamu menulis cerita tentang dirimu sendiri, maka kamu pun harus melakukan hal ini. Menjelaskan secara detail setting tempat kejadian yang kamu ceritakan akan memberikan imajinasi yang lebih baik kepada pembaca bukumu.

Pada dasarnya semakin lengkap kamu menuliskan deskripsi setting dalam ceritamu itu semakin baik. Misalkan kisah yang kamu tulis ini terjadi di kota Jogja, maka kamu dapat menambahkan gambarannya dengan banyak hal semisal makanan khas, kondisi kota yang penuh budaya, tata krama Jawa yang kental, hingga bangunan-bangunan yang mencerminkan khasnya kota Jogja.

Namun pada contoh novel kisah hidup yang populer kadang setting juga dapat kamu samarkan untuk menghindari hal-hal tertentu. Intinya adalah; gambaran setting yang jelas akan lebih menghidupkan cerita yang kamu sampaikan. Dan pada realitasnya, hal ini akan lebih banyak memberi kesan nyata kepada para pembaca.

Hidupkan Ceritamu dengan Dialog

Source: Pexels.com

Meskipun cara menulis cerita pengalaman pribadi pada umumnya adalah narasi yang dibangun dari kisah nyata, tapi kamu juga tidak boleh meninggalkan dialog. Tanpa dialog, tulisanmu meskipun bagus bisa jadi akan membosankan. Apalagi penceritaan dalam buku yang jumlah halamannya banyak, sebuah cerita tanpa dialog benar-benar membuat pembaca terkadang merasa jenuh.

Nah untuk itulah kemudian, kamu juga harus memunculkan dialog dalam kisah yang kamu tulis. Untuk percakapan yang sudah terjadi bertahun-tahun, kamu mungkin saja tidak akan mampu mengingatnya secara mendetail lagi. Pada kasus ini kamu dapat mengingat inti dari dialog tersebut dan berusaha menghadirkannya dalam bukumu sebaik yang kamu bisa.

Persiapkan Dirimu Menghadapi Reaksi dan Penolakan

Source: Pexels.com

Menulis buku tentang kisah hidup diri sendiri tidak selamanya tentang hal yang indah dan menyenangkan. Ada kalanya beberapa orang justru terdorong untuk menulis karena pengalaman buruk dan aib yang ia derita. Misalkan pengalaman yang buruk di masa muda, di masa kecil, atau pun sebuah kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Untuk cerita dengan jenis seperti ini, kamu harus bersiap menghadapi reaksi negatif atau bahkan penolakan atas tulisanmu. Karena bisa jadi karakter yang kamu ceritakan di dalam buku, tidak dapat menerima  jika kisah kelam yang kamu ceritakan diungkit kembali dalam sebuah cerita.

Jika kemudian kamu menerima penolakan semacam ini, maka jangan menyerah. Buatlah tekad dan keinginanmu kuat dalam menghadapi berbagai reaksi negatif yang mungkin saja akan kamu terima.

Bertekad dan Berkomitmenlah untuk Menyelesaikan Buku yang Kamu Tulis

Source: Pexels.com

Langkah terakhir dan yang paling penting dalam menulis kisah hidup diri sendiri menjadi sebuah buku adalah dengan bertekad penuh untuk menyelesaikannya. Tekad ini harus pula diiringi dengan komitmen dan disiplin. Tanpa hal ini, kisahmu hanya akan menjadi kertas-kertas penuh coretan yang tidak akan terlalu banyak bermakna.

Jadi setelah semua langkah di atas sudah kamu lakukan, sekarang kamu masuk pada bagian inti dari menjadi seorang penulis. Komitmen tidak hanya ketika kamu berhasil menyelesaikan paragraf pertama atau halaman pertama, namun juga sampai kamu berhasil menyelesaikan buku kisah hidupmu dan menerbitkannya, baik secara mandiri atau pun melalui penerbitan agensi.

BACA JUGA:

Source: Pexels.com

Nah, sekarang kamu sudah mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup yang dapat segera kamu praktikkan. Dengan tekad yang kuat, komitmen dan juga konsistensi, kamu pasti mampu melakukannya.

Akan tetapi jika kamu masih merasa kesulitan dalam menulis kisah hidupmu dan membutuhkan bantuan, maka kamu juga bisa mengirimkan pesan melalui kontak di www.penulisgunung.id. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, InsyaAllah penulisan kisah hidupmu akan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Jangan ragu untuk menghubungi kami, ya.

TIPS MENULIS ESSAY DAN 3 BAGIAN PALING PENTING DALAM MELAKUKANNYA

Memiliki kemampuan untuk menulis essay atau menulis esai adalah suatu kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang akademisi, pendidik, public relations, dan berbagai bidang profesional lainnya. Dengan kemampuan menulis artikel berupa essay yang baik, penyampaian ide, gagasan dan opini akan lebih efektif untuk diketahui dan diambil manfaatnya oleh masyarakat luas.

Namun sayangnya, tidak semua orang dengan profesi seperti di atas memiliki kemampuan untuk menulis essay yang baik dan efektif. Mereka mungkin saja memiliki pemikiran dan ide-ide yang brilian dan cerdas, namun karena teknik menulis esai yang mereka miliki rendah, maka dampaknya bagi pembaca tidak begitu terasa. Dan akibatnya, pokok pikiran terpenting dari ide-ide dan gagasan menjadi tidak tersampaikan dengan baik.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis esai atau essay yang baik, benar dan juga efektif dari sisi dampakmya bagi pembaca?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

3 Bagian Penting Dalam Menulis Essay dan Beberapa Tips untuk Bisa Mempraktikkannya

Source: Socialh

Format penulisan essay mungkin saja memiliki struktur yang berbeda-beda. Namun dari sisi tujuan dan sasarannya, bagaimana pun struktur penulisan esai, tetaplah harus efektif untuk masuk ke pikiran pembaca. Kemampuan dan keterampilan menjabarkan pemikiran yang komunikatif dan menggugah rasa ingin tahu adalah kunci penulisan esai salah satunya.

Untuk dapat mengeksekusi penulisan artikel essay yang menarik dan komunikatif, dibutuhkan pula pengetahuan dan latihan yang konsisten. Pengetahuan dan melatih kemampuan menulis esai mungkin dapat dilakukan dengan memahami kerangka essay sebagai langkah yang pertama. Setelah memahami outline atau kerangka esai, proses pengembangan menjadi artikel yang sempurna dapat lebih mudah dilakukan.

Secara umum kerangka essay tersusun dari 3 bagian yang paling penting yakni intro atau pembukaan essay, isi essay dan penutup essay. Namun pertanyaannya kemudian adalah; apa saja yang harus disampaikan pada bagian-bagian tersebut dan bagaimana pula cara menyampaikannya? Nah, pembahasan berikut ini akan membantu kamu untuk memahaminya secara lebih lengkap.

BAGIAN PERTAMA: PEMBUKAAN ESSAY ATAU INTRO ESSAY

Source: Freepik

Bagian ini adalah bagian dimana kamu membuka sebuah topik untuk dibicarakan secara spesifik pada bagian selanjutnya. Dikarenakan sifatnya adalah pembukaan dan memperkenalkan topik yang akan menjadi bahasan utama essay, maka ada beberapa hal pula yang harus diperhatikan pada bagian ini supaya proses pengembangan ide dan gagasan yang menjadi pokok utama essay dapat tersampaikan dengan baik.

Pada proses belajar menulis essay atau pun artikel biasa, pembukaan adalah bagian penting yang seringkali menjadi kunci kesuksesan penulisan sebuah essay. Jika sebuah pembukaan essay dilakukan dengan baik dan mampu mengikat pembaca untuk terus membaca, maka setengah dari tujuan menulis esai sudah tercapai. Namun sebaliknya, jika bagian pembukaan essay tidak efektif dan mampu menarik pembaca, maka bisa jadi pembaca akan segera menutup essay yang ditulis setelah membaca pembukaannya saja.

Lantas, apa sajakah yang paling penting untuk diperhatikan pada bagian perkenalan atau pembukaan dalam penulisan essay?

Pembukaan Harus Memiliki Orientasi yang Singkat

Source: Institute for writers

Bagian ini menjadi tempat dimana kamu dapat menyampaikan sebuah topik penulisan secara singkat, bersifat umum dan lingkup yang luas. Kamu dapat memperkenalkan tema essay yang kamu tulis dengan menggunakan kalimat yang lebih umum bagi pembaca.

Menjawab Sebuah Pertanyaan dengan Thesis Statement

Bagian pembukaan pada teknis menulis esai ilmiah adalah dengan menjadikan bagian pembukaan juga sebagai cara untuk menjawab pertanyaan yang menjadi topik essay. Jawaban ini adalah dengan menggunakan peryataan tesis dan disertasi yang akan menjadi isi dari essay.

Source: Paperpile

Seperti yang disampaikan sebelumnya, pernyataan tesis atau disertasi pada bagian pembukaan haruslah dilakukan dengan singkat, bersifat umum, dan luas. Kamu tidak perlu menjelaskan ide tesismu secara spesifik pada bagian ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memperkenalkannya sebagai jawaban dari pertanyaan yang ada dalam topik umum essay.

Berikan Ringkasan Pemikiran Essay

Selanjutnya yang harus kamu sampaikan juga pada pembukaan sebuah kerangka essay yang baik adalah dengan memberikan sedikit ringkasan ide-ide yang akan disampaikan sebagai jawaban persoalan yang akan dibahas. Ringkasan ini dapat diistilahkan sebagai road map essay dimana kamu memberikan bocoran ide-ide yang akan menjadi ide pokok penulisan essay.

Hal penting yang harus kamu perhatikan dalam membuat road map pembukaan menulis essay adalah ini hanya sekedar memperkenalkan pemikiranmu saja. Artinya kamu cukup memberikan poin-poin inti ide penulisanmu tanpa harus menyebutkan detailnya.

BACA JUGA: CARA MENULIS FLASHBACK YANG TEPAT DALAM PENULISAN FIKSI

BAGIAN KEDUA: ISI ESSAY ATAU BODY ESSAY

Source: Dalama University

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan contoh essay yang tepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang kamu inginkan, terutama pada bagian isi esai atau intinya. Bagian ini adalah struktur esai utama dimana kamu dapat menyampaikan gagasan, ide pemikiran, opini-opinimu secara tepat, menarik dan juga meyakinkan para pembaca.

Nah, untuk dapat menyampaikan sebuah pemikiran yang menarik serta mengesankan, ada beberapa hal penting juga yang harus diperhatikan. Beberapa hal penting ini pada umumnya berbentuk susunan paragraf yang mampu memperkuat argumentasi terhadap sebuah persoalan yang sedang kamu perbincangkan.

Sebagai bagian penting dari isi sebuah essay, ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

Jawab Pertanyaan dengan Mengembangkan Metode Diskusi

Source: Teach Starter

Untuk menyampaikan berbagai pemikiranmu dalam sebuah esai yang baik, pada bagian inti kamu dapat mengembangkannya menjadi sebuah diskusi. Berbagai macam persoalan penting dalam topik yang kamu bahas, dapat kamu bagi menjadi beberapa pertanyaan yang kemudian kamu jawab sendiri berdasarkan disertasi yang kamu perkenalkan.

Dalam teknik menulis esai ilmiah yang baik kamu dapat membagi metode diskusi ini menjadi beberapa paragraf yang tepat. Kamu misalnya dapat mengajukan sebuah permasalahan pada sebuah paragraf yang diikuti pula oleh berbagai konsekuensi risikonya. Kemudian pada paragraf selanjutnya, kamu dapat menerangkan solusi yang kamu miliki berdasarkan disertasi pemikiran yang kamu tawarkan.

Jika pertanyaan yang kamu anggap paling penting hanya satu saja, maka kamu dapat mengembangkan berbagai konsekuensi dan risikonya menjadi paragraf diskusi yang lebih komprehensif. Namun, jika kemudian kamu menemukan ada banyak pertanyaan relevan yang dapat digunakan untuk memperkaya diskusi essay yang kamu tulis, maka tentu saja kamu dapat menambahkannya.

Akan tetapi dalam penambahan pertanyaan sebagai materi diskusi, kamu harus membuatnya rapi, ideal dan juga relevan. Kamu dapat menyiasati tujuan ini dengan membuat daftar yang sesuai dalam beberapa bagian.

Tunjukkan Pengetahuan dan Pemahamanmu Mengenai Beberapa Materi yang Sudah Kamu Baca

Source: Medford Public Library

Penting pula dilakukan dalam penulisan ini untuk menunjukkan pengetahuan yang kamu miliki. Hal ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca bahwa pengetahuan dan pemahamanmu mengenai topik yang sedang dibicarakan, memang memadai. Atau dengan kata lain yang lebih tegas, kamu memang layak dan pantas membicarakan hal itu berdasarkan wawasan yang kamu miliki.

Beberapa tips menulis essay yang seringkali disampaikan pada bagian ini adalah dengan mengutip beberapa kalimat pada buku yang telah kamu baca, kemudian menyampaikan pandanganmu yang selaras dengan kutipan tersebut. Langkah ini akan memberikan sedikit gambaran kepada pembaca mengenai keluasan wawasanmu berdasarkan buku-buku yang telah kamu baca mengenai topik yang sedang dibahas.

Tawarkan Penjelasan yang Padat dan Berikan Bukti untuk Memperkuat Argumentasimu

Source: Slideshare

Untuk membuat essay yang kamu tulis menjadi lebih berbobot dan kuat, kamu harus mampu menjelaskan pemikiranmu secara jelas, padat, kuat dan ringkas. Hindari penulisan bertele-tele yang justru akan menciderai performance dari struktur essay yang kamu tuliskan.

Pada bagian ini kamu juga dapat menambahkan beberapa contoh kasus sebagai bukti relevan untuk menguji teori yang kamu ajukan. Bukti-bukti harus mampu menjadi semacam studi kasus yang membuat argumentasi menjadi lebih kuat, berbobot dan masuk akal.

Tambahkan Kutipan yang Tepat

Jika anda kehilangan seseorang dalam upaya mencari diri anda sendiri, artinya anda sudah berada pada arah yang benar

Anonim

Kutipan pada bagian adalah sebuah kutipan bijaksana yang biasa dikenal pula dengan istilah quotes. Nah, kamu dapat mewarnai gaya menulis esai yang kamu lakukan dengan menambahkan satu atau beberapa quotes yang bijak, relevan dan memiliki interaksi yang tepat mengenai opini essay yang kamu sampaikan.

BACA JUGA: INI TANDA YANG PALING JELAS KALAU KAMU MEMANG BERBAKAT MENJADI PENULIS

BAGIAN KETIGA: KESIMPULAN DAN PENUTUP ESSAY

Source: Futurelearn

Setelah kamu merasa telah menyampaikan semua pemikiran, gagasan dan idemu dalam isi essay, sekarang kamu dapat menutup esaimu dengan cara yang elegan dan tepat.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menutup essay dengan baik?

Format penulisan essay yang benar adalah dengan mengubah pembahasan tulisan dari yang sebelumnya rincian dan spesifik pada bagian isi, menjadi lebih general dan umum kembali pada bagian penutup. Nah, untuk kepentingan melakukan transformasi semacam ini, beberapa hal penting berikut ini harus kamu perhatikan;

Ulangi Kembali Jawaban yang Kamu Miliki atas Pertanyaan di Awal Essay

Source: Taylor Class

Bagian ini mengharuskan kamu untuk mengulangi kembali pertanyaan pada pembukaan dan menjelaskan bahwa kamu memiliki jawabannya. Jawaban yang kamu miliki tersebut adalah apa yang kamu uraikan dalam body esai yang sebelumnya telah kamu jabarkan.

Ingat, bagian ini hanya ingin menekankan kepada pembaca bahwa kamu memiliki jawaban berdasarkan analisa ilmiahmu pada body essai. Kamu tidak perlu menguraikan hal-hal spesifik yang sebelumnya sudah kamu sampaikan pada isi essay.

Buat Ringkasan Ide dan Pemikiranmu

Source: Coolessay

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam teknik menulis essay adalah dengan memberikan semacam ringkasan atau rangkuman ide-ide pokok yang telah dikemukakan pada isi essay sebelumnya.

Ringkasan ini memiliki maksud yang sama seperti pengulangan pertanyaan sebelumnya, yakni sebagai penegasan ide pokok pikiran yang disampaikan dalam isi essay. Selain butir-butir ide pokoknya, kamu juga dapat menambahkan sedikit penjelasan yang paling penting sebagai bagian dari penegasan gagasan pemikiran yang telah kamu sampaikan.

Berikan Kesimpulan sebagai Penutup

Source: Dhickonline

Setelah proses menyampaikan ringkasan poin-poin pemikiran dan gagasan pokok selesai, sekarang kamu dapat menutup esai yang telah kamu tulis. Sebagai penutup yang menarik kamu mungkin dapat menambahkan satu dua kalimat yang berisi tentang kemungkinan implikasi, arah penelitian selanjutnya dan juga sebuah kesimpulan yang berkualitas.

Penting untuk kamu perhatikan pada bagian penutup essay adalah untuk tidak menyampaikan gagasan baru kembali. Jadi, meskipun misalnya kamu memiliki ide baru untuk disampaikan pada saat menulis bagian penutup essay, jangan tuliskan hal tersebut pada bagian ini.

BACA JUGA: BEBERAPA KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG PALING SERING DILAKUKAN

Ikuti Kelas Menulis Essay, Artikel, Buku dari Penulis yang Berpengalaman

Source: San Diego Writers

Nah, itu adalah tiga hal penting dalam menulis essay atau menulis esai yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Dengan latihan dan keinginan belajar yang konsisten, kamu pasti dapat menulis essay dengan cara yang paling tepat dan sempurna, terlepas apa pun profesi keseharian yang kamu lakukan.

Sebagai bagian akhir dari artikel ini, www.penulisgunung.id membuka kesempatan jika kamu ingin mempelajari cara penulisan yang efektif dan efisien. Dengan mengikuti kelas online di http://www.penulisgunung.id, kamu akan mampu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan juga lebih efektif.

Anton Sujarwo

Beberapa keunggulan mengikuti kelas menulis di penulisgunung.id

  • Dibimbing langsung oleh penulis berpengalaman. Anton Sujarwo telah menulis 12 judul buku, fiksi dan non fiksi, menulis ribuan artikel untuk kepentingan SEO, copywriting, softselling dan internet marketing.
  • Kelas menulis dapat dilakukan secara offline dan online
  • Biaya kelas menulis yang ringan.
  • Bagi penulis yang ingin memiliki karya berbentuk buku dan diterbitkan, bebas biaya konsultasi sampai bukunya diterbitkan. (Kecuali menggunakan jasa penulis untuk editing, layouting, dan sebagainya)
  • Dapat memilih materi penulisan yang ingin dipelajari sesuai dengan kebutuhan (penulisan buku, artikel populer, artikel SEO, artikel copywriting, essay ilmiah, skenario film, dan sebagainya).
  • Waktu belajar dapat didiskusikan terlebih dahulu.
  • Dan lain-lain.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan oleh penulisgunung.id, kamu dapat langsung menghubungi penulis menggunakan form kontak dibawah ini.

10 CARA MENGEMBANGKAN KONFLIK CERITA DALAM PENULISAN NOVEL

Ada cukup banyak sebenarnya tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan novel, cerpen, atau komik sekali pun. Meskipun demikian, beberapa penulis cerita yang masih pemula umumnya tetap mengalami kesulitan mempraktikkan beberapa tips tersebut. Akibatnya tentu saja adalah ide konflik cerita yang mampu disajikan menjadi kurang maksimal.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara membangun konflik dalam penulisan cerita yang efektif dan menarik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Beberapa Hal Penting Sebagai Cara Mengembangkan Konflik Cerita dalam Penulisan Novel atau Komik

10 Cara Mengembangkan Konflik Cerita Dalam Penulisan Novel

http://www.penulisgunung.id

Sebagai seorang penulis cerita, kamu tentu saja dituntut untuk mampu menghadirkan sebuah jalinan cerita yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Jalinan cerita tidak mungkin menjadi menarik tanpa adanya konflik. Dengan bahasa yang agak sedikit dramatis, konflik dapat dikatakan sebagai ruh atau spirit utama dalam penulisan cerita.

Ada cukup banyak cara membuat cerita yang umum dilakukan para penulis untuk mengeksplorasi konflik yang unik dan menarik. Akan tetapi pada hakikatnya, apa pun cara yang digunakan tersebut, tujuan sesungguhnya adalah menciptakan sebuah efek dramatisasi yang mampu memberi pengaruh emosional kepada pembaca. Semakin besar pengaruh emosionalnya untuk pembaca, maka itu semakin bagus.

Jika demikian, lantas bagaimana menciptakan konflik yang menarik pembaca sehingga mereka betah menulusuri kata demi kata dalam buku yang kamu tulis?

Nah, di bawah ini ada beberapa tips praktis yang mudah dilakukan untuk membangun konflik dalam cerita. Apa pun bentuk penulisan yang kamu lakukan, baik itu novel, cerpen, komik, fabel atau apa pun, tips-tips berikut dapat kamu terapkan.

Memahami Pentingnya Penulisan Konflik

Source: SlideShare

Tips pertama sebagai cara membuat cerita yang bikin baper adalah kamu harus memahami dulu bahwa konflik adalah hal yang sangat fundamental dalam penulisan cerita. Tanpa adanya konflik, karakter tokoh yang kamu ceritakan tidak akan memiliki lawan, juga tidak akan mengalami hal-hal yang akan membuat karakteristiknya menjadi terbangun. Dan yang lebih penting lagi adalah; tanpa konflik, sebuah cerita tidak akan pernah menarik.

Tidak ada yang bisa dikembangkan dalam penulisan yang tidak memiliki konflik. Seorang penulis pemula yang mungkin baru terjun dalam dunia penulisan, harus menyadari bahwa konflik adalah sebagian dari ruh ceritanya sendiri.

Intinya adalah pada tahap pertama ini; adanya konflik sangat penting dalam cerita dan kamu harus menuliskannya.

Menentukan Sumber Datangnya Konflik

Source: Now Novel

Guna membuat efek dramatis yang baik, kamu dapat menggunakan berbagai macam sumber konflik untuk dikembangkan menjadi alur cerita. Kamu bisa membuat karakternya bergelut dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, kamu bisa juga misalnya membuat karakternya memiliki banyak keterbatasan yang membuatnya menghadapi begitu banyak tantangan dan konflik.

Akan tetapi yang harus pula kamu ingat sebagai cara membuat cerita yang baik adalah dengan menetapkan sumber konflik yang paling krusial, paling utama dan paling signifikan, haruslah berasal dari karakter lawannya.

Jadi tokoh antagonis harus memiliki konflik yang paling besar dengan tokoh protagonis. Konflik ini harus memiliki intensitas yang lebih dominan dibanding konflik-konflik lainnya sepanjang penulisan cerita.

Buat Konflik yang Rinci dan Spesifik

Source: Freepik

Kamu tidak dapat dapat membuat contoh konflik cerita yang menarik jika kamu membuat penyebab konflik yang rasanya kurang menyentuh. Misalkan kamu langsung membuat karakter protagonis dan antagonis bertarung hanya karena mereka saling benci. Konflik cerita yang hanya didasarkan pada kebencian dan rasa tidak suka semata, agak sulit untuk dijadikan dasar konflik yang spesifik.

Contoh ide cerita yang menarik dalam membangun konflik misalnya adalah dengan melibatkan unsur keterpaksaan pada tokoh utama. Misalnya ia terpaksa beradu tanding dengan tokoh antagonis karena isterinya terbunuh, karena anaknya diculik atau yang lainnya. Semakin spesifik dan rasional unsur konflik yang dibangun, maka itu akan semakin baik.

Buat Konflik Lebih Pribadi untuk Karakter Utama

Source: Pinterest

Setelah kamu memiliki gambaran umum mengenai konflik yang akan dibangun dan darimana saja sumber konflik yang akan kamu tuliskan, maka kamu juga perlu mengetahui bahwa konflik yang terjadi pada satu sisi haruslah sangat personal bagi karakter utama. Atau dengan kata lain, konflik yang terjadi dalam satu bagian, haruslah sangat menyentuh sisi pribadi tokoh utama yang diceritakan.

Bagaimana perumpamaannya?

Anggap saja kamu memiliki satu karakter utama seorang tentara misalnya, ia dipanggil ke medan perang untuk bertempur dengan musuhnya. Berangkat berperang dalam konteks ini tentu saja adalah tugas. Lalu bagaimana cara membuat cerita menjadi lebih pribadi bagi si tentara? Misalnya kamu buat dalam satu kejadian keluarga si tentara tewas dibunuh oleh musuhnya.

Jadi pada titik ini, berangkatnya si tentara ke medan perang bukan hanya panggilan tugas, namun juga karena didorong oleh keinginan untuk menuntut balas. Dan itu tentu saja memiliki nilai yang lebih personal.

Buat Konflik yang Tejadi Memiliki Dampak Emosional bagi Karakter

Source: Freepik

Ketika kamu membuat si tentara berangkat ke medan tempur karena tugas, itu tidak akan menimbulkan efek emosional yang cukup signifikan baginya. Namun ketika isterinya terbunuh oleh musuh, anaknya diculik, atau pun orang tuanya dibantai oleh tentara musuh, maka efek emosional akan lebih terasa.

Kamu juga bisa menambahkan efek emosional pada langkah ini dengan misalnya membuat sahabat terbaik sang tentara tewas saat berperang di sampingnya. Pokok yang paling penting untuk kamu pahami dalam cara mengembangkan konflik adalah efek emosional harus kuat mempengaruhi tokohnya. Karena jika itu terasa emosional bagi karakter cerita, itu juga akan terasa emosional bagi pembaca.

Bangun Konflik yang Rasional dan Dapat Dipercaya

Source: Freepik

Hakikatnya, semakin rasional dan logis suatu konflik, maka ia semakin baik. Pertimbangan yang harus kamu lakukan pada langkah ini adalah dengan membuat sebuah konflik yang logis dan masuk akal untuk diterima. Keharusan untuk membuat konflik yang rasional ini bahkan berlaku pula untuk penulisan cerita fiksi yang mungkin temanya irasional.

Apa contohnya?

Contoh konflik dalam cerita fiksi yang bisa kamu jadikan gambaran misalnya adalah tentang seekor angsa bertelur emas yang marah ketika anaknya dicuri. Angsa bertelur emas itu adalah tema yang irasional. Namun angsa marah karena anaknya dicuri, tentu saja itu adalah konflik yang masuk akal dan dapat dipercaya.

Gunakan Efek Keterbatasan Waktu

Source: Freepik

Langkah selanjutnya untuk membuat konflik dalam cerita yang kamu tulis semakin baik adalah dengan memanfaatkan efek keterbatasan waktu. Buat karakter atau tokoh protagonis dalam cerita memiliki waktu yang terbatas untuk menyelesaikan konfliknya.

Dalam membuat batasan waktu pada tokoh, kamu dapat melakukan berbagai hal yang masuk akal dan menarik. Misalnya kamu membuat ide konflik cerita yang megharuskan tokoh untuk menyelesaikan rintangannya dalam satu hitungan waktu yang singkat, yang jika ia tidak dapat menyelesaikannya, maka ia akan mengalami kegagalan.

Kegagalan ini dapat kamu lukiskan dengan berbagai cara misalnya; jika ia terlambat maka ia kalah, jika ia terlambat maka seseorang yang ia sayang akan tewas, atau lain sebagainya. Intinya gunakan efek keterbatasan waktu untuk menciptakan kesan yang lebih dramatis dalam cerita.

Buat Karakter Utamamu Menderita

Source: Freepik

Meskipun terdengar agak kejam, tapi ini adalah rumus yang paling umum digunakan oleh para penulis fiksi dimana pun mereka berada. Karakter utama yang diceritakan dalam penulisan haruslah dibuat menderita, bersedih hati, kehilangan, dikalahkan dan lain sebagainya.

Membuat karakter menderita dalam tahap ini adalah upaya untuk memberikan efek emosional kepada pembaca yang kemudian dapat merasakan pula bagaimana perjuangan karakter untuk menyelesaikan konfliknya.

Jadi, alasan utama membuat karakter utama menderita pada bagian ini adalah untuk memberikan efek yang epik perjuangan yang ia lakukan untuk mengatasi konflik.

Buat Karakter Berjuang Secara Totalitas

Source: KKBox

Nah, langkah selanjutnya sebagai cara mengembangkan cerita dalam penulisan novel yang dapat kamu praktikkan adalah dengan membuat sang tokoh cerita harus berjuang secara totalitas untuk mampu menyelesaikan konflik yang ia hadapi.

Jangan memanjakan karaktermu dengan membiarkan ia hanya melakukan sedikit upaya untuk menyelesaikan masalah. Buat konfliknya rumit, tambahkan batas waktu, lemparkan ia masalah yang riskan, beri ia risiko yang memiliki konsekuensi hidup mati, dan lain sebagainya.

Dengan menunjukkan totalitas aksi dan tindakan karakter utama dalam menyelesaikan konflik dalam cerita, kamu tidak hanya mampu membangun konflik cerita dalam penulisan yang menarik, namun juga akan mampu membangun karakter yang hebat pula atas tokoh yang kamu ceritakan.

Tekun dan Disiplin

Source: Youtube

Sebagai pamungkas tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan apa pun yang kamu lakukan, kamu harus melatihnya sesering mungkin. Ketekunan dan kedisiplinan adalah hal yang menjadikan seorang penulis menjadi lebih baik daripada penulis yang lain.

Tidak ada satu pun rahasia dari penulis mana pun di dunia ini yang tidak mencantumkan ketekunan di dalamnya. Tekun dan disiplin, kerja keras dan pantang menyerah, adalah rahasia paling umum untuk sebuah keberhasilan. Dan tentu saja itu juga berlaku dalam dunia penulisan.

Sebagai penutup saya ingin mengatakan; selamat menulis dan berlatih, tekun dan disiplinlah selalu menghasilkan karya dan tulisanmu.

Semoga kamu menjadi penulis yang sukses, ya.


Jika kamu menginginkan tentang ketentraman dan ketenangan, kamu harus memulainya dengan ketekunan dan kedisiplinan terlebih dahulu

Anton Sujarwo

Penulis blog ini juga membuka kelas menulis online dan offline yang bisa kamu ikuti.

Segera hubungi kontak berikut ini untuk belajar menghasilkan karya bersama penulis

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula di;

Klik tautan ini untuk mendapatkan buku-buku pendakian gunung dan mountaineering terbaik di Indonesia karya Anton Sujarwo

5 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS BUKU UNTUK PEMULA

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki sesuatu untuk diberitahu kepada orang lain sebagai cerita, dapat menulis buku. Akan tetapi pada proses dan penerapannya, menulis buku tentu saja tidak sesederhana kedengarannya.

Untuk seorang pemula yang sama sekali belum memiliki sebuah buku sebelumnya, menulis buku bisa saja menjadi sebuah proyek besar yang mungkin sangat berat untuk dilakukan. Padahal jika faham cara menulis buku, proses ini sebenarnya dengan mudah dapat untuk dilakukan.

Bagaimana langkah mudah menulis buku meskipun kamu masih pemula?

Pada setiap penulis, tips menulis buku bisa saja memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Akan tetapi hampir dapat dipastikan untuk setiap penulis pemula yang ingin memulai perjalanan sebagai penulis buku, saran terbaik yang tak pernah ketinggalan disampaikan oleh para penulis kawakan adalah ketekunan dan kegigihan. Tekun, gigih dan disiplin adalah cara menulis buku fiksi, nonfiksi, cerpen ,atau bahkan artikel sederhana sekali pun. Tanpa kegigihan dan ketekunan, akan sangat sulit menyelesaikan buku jenis apa pun.

Meskipun demikian, tentu saja ada pula metode teknis yang dapat diterapkan sebagai langkah-langkah dalam menulis buku. Sekarang, kira-kira apa sajakah step by step yang dapat dilakukan oleh seorang penulis pemula supaya dapat merampungkan penulisan sebuah buku?

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menjadi seorang penulis, langkah-langkah berikut tentunya bisa kamu praktikkan.

5 Langkah Cara Menulis Buku yang Mudah Dipraktikkan Untuk Pemula

Source: International Writer’s Collective

Saya sendiri telah menulis dan merilis 9 judul buku yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat. Untuk dapat menulis buku seperti sekarang, memulainya sendiri adalah sesuatu yang tidak dapat dikatakan gampang. Saya suka menulis mungkin sudah sejak masih di SMP, namun untuk dapat menjadi seorang penulis buku, saya harus menunggunya hingga berumur 30 tahun.

Mengapa demikian lama? itu karena saya tidak tahu cara menulis buku untuk diterbitkan lalu kemudian dipublikasikan. Setelah mengetahui caranya seperti saat ini, maka menulis buku tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Bahkan saya memiliki target untuk merilis setidaknya 4-5 judul buku setiap tahun, dan dua tahun belakangan, Allhamdulillah target itu tercapai.

Nah untuk kamu yang belum pernah menulis buku dan kemudian ingin menjadi penulis buku, maka beberapa langkah berikut ini bisa segera kamu lakukan. Apa saja langkahnya? Berikut kita bahas satu persatu.

PANDUAN PERTAMA: Temukan Alasan Mengapa Kamu Menulis Buku

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam menulis buku. Ada yang memiliki motivasi menulis supaya menjadi orang terkenal, populer dan dielu-elukan banyak orang. Ada juga yang menulis karena terdorong hasrat ingin kaya dengan cara menjual buku. Sementara yang lain ada pula misalnya yang menulis karena rasa kebanggaan dan ingin melihat namanya tertera pada sampul depan sebuah buku.

Nah untuk kamu sendiri, apa sebenarnya tujuanmu ingin menulis buku? Apa alasan terbesar dan motivasi paling kuatmu ingin memiliki buku sendiri? Temukan alasan itu, gali motivasi tersebut dan jadikan sebagai landasan utama tujuan penulisanmu. Menemukan alasan terbesar mengapa kamu ingin menulis buku adalah jauh lebih penting daripada menulis buku itu sendiri, jadi pastikan kamu memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya.

Source: The Write Practice

Dua hal yang perlu kamu ketahui tentang alasan sebagai motivasi menulis buku adalah sebagai berikut;

  • Alasan menulis adalah motivasi utama dalam menulis, pertahankan hal ini sebagai pondasi dasar bagi kamu untuk tetap menulis. Namun juga yang perlu diingat bahwa alasan juga harus realistis. Karena jika umpamanya kamu menulis hanya ingin cepat kaya dan terkenal, lantas bagaimana jika beberapa buku pertamamu tidak bisa mewujudkan hal itu? Apakah kamu akan berhenti menulis?
  • Poin kedua yang juga harus kamu pahami sebagai bagian penting dari alasan menulis buku adalah dengan menyadari bahwa menulis adalah kombinasi antara pekerjaan dan kegemaran, antara profesi dan juga hobi. Karena itu, penting sekali bagi kamu untuk menjadi alasan menulis sebagai unsur penting dalam landasan utama aktivitas menulismu.

PANDUAN KEDUA: Atur Sebuah Tempat Khusus Untukmu Menulis

Tidak perlu mewah dan mahal, hal terpenting dari tempat menulis adalah kamu nyaman saat ada di dalamnya dan fokus menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Image: http://www.oldhousejournal.com

Panduan kedua yang dapat kamu lakukan sebagai bagian dari cara menulis buku yang menarik adalah dengan memgatur dan mempersiapkan sebuah tempat khusus sebagai wilayah kerjamu dalam menulis. Setiap penulis mungkin memiliki pertimbangan mereka masing-masing dalam membuat sebuat tempat kerja yang nyaman.

Ada yang lebih tertarik dengan membuat sebuah ruangan yang sepi dan terisolasi supaya dapat lebih fokus. Ada merasa lebih nyaman dengan menulis di kedai kopi atau cafe sambil melihat orang berlalu lalang. Sementara yang lain ada juga mungkin yang lebih menyukai sebuah tempat istimewa di antara kumpulan rak buku perpustakaan.

Setiap penulis memiliki standar dan selera tempat yang berbeda-beda saat menghasilkan tulisan. Meskipun demikian, minimnya gangguan dan terpenuhinya unsur ketenangan adalah syarat tempat menulis yang paling umum disukai para penulis.

Source: The Guardian

Dalam mengatur atau mensetting tempat menulis yang ideal, ada tiga hal sederhana yang juga penting untuk kamu perhatikan. Tiga hal  tersebut adalah;

  • Pertimbangkan tempat menulis yang membuatmu mudah untuk menjangkau semua keperluan penulisanmu. Hal ini bisa saja berarti kamu tidak perlu direpotkan dengan bolak-balik ke ruangan lain hanya untuk mengambil pulpen, penggaris, atau bahkan buku referensi.
  • Gunakan kursi yang nyaman. Meskipun terlihat sepele, namun kursi yang nyaman juga merupakan pendukung yang krusial dalam aktivitas menulis. Rasanya sulit untuk konsentrasi menulis jika punggungmu sakit karena kursi yang tidak nyaman.
  • Jadikan tempat tersebut sebagai tempat yang hanya kamu gunakan untuk menulis. Jadi ini semacam menciptakan sugesti dalam diri kamu sendiri, bahwa ketika kamu ada di dalam ruangan tersebut, fokusmu adalah memproduksi tulisan.

PANDUAN KETIGA: Jadikan Menulis Sebagai Kegiatan Rutin

Tidak ada satupun penulis besar dunia yang menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan. Untuk dapat menulis dengan baik, rutin menulis adalah cara yang paling efektif.
image: http://www.beritabaik.id

Panduan cara menulis buku fiksi atau pun non fiksi selanjutnya adalah dengan menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari jadwal harian yang disiplin dilakukan setiap hari. Inspirasi memang kadang menghadirkan kata-kata indah penuh makna yang dalam, namun untuk menjadi seorang penulis yang sebenarnya, kamu tidak dapat menunggu inspirasi, tapi kamu harus menciptakannya.

Langkah ketiga ini adalah memaksa inspirasi itu muncul ketika ia tak kunjung datang saat kamu tunggu. Dengan menulis setiap hari secara konsisten dan disiplin, kamu akan terbiasa dengan berbagai ide dan pemikiran yang mengalir bahkan saat tanganmu masih menari di atas mesin ketik atau keyboard.  Selain itu, menulis secara rutin juga akan membuat kamu lebih produktif, lebih teratur dalam mencapai tujuan, dan juga lebih terlatih mengelola waktu harian.

Source: WiseStep

Ada tiga hal lain pula yang dapat kamu perhatikan terkait dengan menjadikan menulis sebagai bagian dari jadwal rutin harian ini. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut;

  • Idealnya setiap penulis itu menulis setiap hari. Waktunya bisa bervariasi, mulai dari 30 menit bahkan hingga lebih dari 3 jam. Dalam satu minggu, hal ini setidaknya dilakukan dalam lima hari, walau pun untuk para penulis besar dan serius, mereka akan melakukannya setiap hari.
  • Beberapa orang memiliki jadwal menulis yang disesuaikan dengan kesibukan lain mereka.  Ada yang suka pagi, malam hari atau bahkan sore hari. Sementara saya pribadi lebih suka menulis pada dini hari, berkisar antara pukul 02:30 WIB sampai dengan pagi hari, atau sampai anak-anak saya bangun. Yang terpenting dalam hal ini adalah jangan sampai waktu menulismu bertabrakan dengan tugas rutin dan wajib, yang juga tidak dapat kamu tinggalkan.
  • Mengatur waktu menulis secara disiplin dan efektif, artinya juga mengatur beberapa hal lain dalam kehidupan sendiri.  Semakin disiplin dan tertata proses menulis yang dilakukan, maka akan semakin baik pula hasilnya. Namun jangan lupa pula, istirahat yang cukup dan waktu buat keluarga tetap adalah hal utama yang jangan sampai rusak karena prioritas waktu menulis  yang berlebihan.

PANDUAN KEEMPAT: Tentukan Target Harian dan Tenggat Waktu Penulisan

Jadikan target dan tenggat waktu sebagai pemacu semangatmu dalam menulis. Cara menulis buku dengan target dan tenggat waktu juga dapat melatih diri menjadi lebih disiplin.
image: http://www.tckpublishing.com

Selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis buku yang baik adalah dengan senantiasa menetapkan target dan tujuan kepenulisan itu sendiri. Target penulisan ini kemudian dapat kamu sesuaikan berdasarkan tenggat waktu yang juga bisa kamu tetapkan sendiri. Konsisten dalam melakukan hal ini, akan membuat kamu produktif dan disiplin dalam mencapai tujuan.

Bayangkan misalnya kamu setiap hari menulis 300 kata atau satu halaman, selama satu bulan kamu sudah menulis 30 halaman, dan selama satu tahun kamu sudah menulis 360 halaman dengan jumlah kata lebih dari 100.000, dan itu sudah jadi sebuah buku yang dapat kamu publikasikan.

Pada tahap ini logika cara menulis buku novel yang jumlah katanya adalah 100.000, maka kamu harus menulisnya paling tidak satu halaman setiap hari, atau sekitar 300 kata setiap harinya.

Source: Medium

Dalam menetapkan target penulisan ini, beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan misalnya adalah;

  • Pasang target yang rasional, yang dapat kamu kerjakan setiap hari, dan yang dapat kamu patuhi dengan konsisten. Pribahasa sedikit-sedikit menjadi bukit selaras dengan panduan nomor empat ini.
  • Gunakan tenggat waktu dan targetmu sebagai acuanmu dalam menulis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika kamu ingin memiliki novel dengan jumlah kata 100.000, maka tenggatnya adalah satu tahun dan kamu harus menulisnya minimal satu halaman setiap hari.

PANDUAN KELIMA: Selama Proses Menulis, Lupakan Pengeditan

Lupakan editing saat sedang menulis, setelah naskah selesai waktumu untuk mengedit akan sangat banyak.
image: http://www.thewritelife.com

Ini adalah langkah terakhir dari panduan menulis buku yang sederhana dan mudah untuk pemula. Pada bagian ini, buang jauh-jauh keinginanmu untuk segera mengedit apa yang telah kamu tulis.

Selama sedang menulis, fokuslah hanya pada tulisanmu saja. Tidak perlu diperhatikan pengetikan ganda yang keliru, typho yang berceceran, atau apa pun yang mungkin membuat kamu ingin segera memperbaikinya.

Menambahkan kata yang kurang atau memperbaiki typho yang sedikit mungkin tidak akan menjadi masalah, namun jika sampai membuatmu menjadi kehilangan fokus menulis karena lebih tertarik mengedit, kamu akan menemui kendala. Inspirasi dan idemu bisa berubah karena masalah editing saat menulis, jadi menulislah tanpa khawatir harus mengedit.

Saya secara pribadi  biasanya akan menyelesaikan naskah buku saya hingga 100%, barulah kemudian saya mengeditnya. Memang mengedit membutuhkan waktu yang tidak sedikit, saya bahkan kadang harus 3 sampai 4 kali membaca ulang naskah dan menmperbaikinya hingga merasa naskah itu  sudah sesuai dengan saya harapkan. Dan itu tidak masalah, sebagai penulis profesional itu adalah bagian dari keindahah pekerjaan yang kita miliki.

Source: SEOclerk

Namun jika kamu tetap merasa harus mengedit tulisanmu sesegera mungkin, mungkin tips berikut bisa kamu praktikkan untuk melakukannya;

  • Jika kamu menyediakan waktu menulismu adalah 2  jam dalam satu hari atau 120 menit, maka kamu mungkin bisa menyisihkan 20 menit terakhir untuk membaca ulang tulisanmu dan melakukan pengeditan. Gunakan sedikit saja waktu produktivitas menulismu untuk mengedit, karena setelah naskahmu selesai, waktumu sepenuhnya adalah melakukan pengeditan.
Source: Pexels.com

Dengan mempraktikan 5 panduan cara menulis buku di atas, pada dasarnya kamu sudah dapat menghasilkan buku dengan produktif jika kamu melakukannya secara konsisten dan disiplin.

Ingatlah kembali bahwa profesi menulis bukanlah sebuah profesi yang hanya menyusun kata dan kalimat yang kemudian dicetak pada tumpukan kertas. Namun lebih daripada itu, menulis adalah berbagi, adalah seni, adalah menyebarkan sebuah manfaat untuk orang banyak.

Jadi, mari dilakukan dengan sepenuh hati, mari menulis dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan…


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

TIPS DARI 5 PENULIS HEBAT DUNIA UNTUK KAMU YANG INGIN JADI PENULIS

Apakah kamu pernah bercita-cita ingin jadi penulis? Jika iya, maka tentu saja kamu istimewa karena mungkin hanya sedikit orang yang menjadikan menulis sebagai cita-cita. Lalu, apakah cita-citamu sudah tercapai sekarang? Jika sudah, wow itu hebat, selamat lagi untuk kamu. Namun jika belum, kamu tetap bisa mewujudkannya, tidak ada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis.

Nah, untuk mempermudah perjalananmu menjadi seorang penulis yang hebat, berikut ini beberapa tips ampuh dari 5 penulis terbaik dunia sebagai cara menjadi penulis pemula yang bisa kamu praktikkan. Yuk, silahkan disimak satu-persatu.

5 Tips Dari 5 Penulis Top Dunia Untuk Kamu yang Ingin Jadi Penulis Hebat

Jadi, kamu serius ingin jadi penulis?

Para penulis besar dunia, yang nama mereka abadi sepanjang masa, yang karya dan buah pena mereka masih dibaca dan dibicarakan oleh manusia hingga hari ini, adalah sosok-sosok yang tidak hanya dapat dikagumi dari karyanya saja. Para penulis hebat itu pada dasarnya juga memiliki karakter yang menarik, yang karakter itu kemudian mampu menjadi warna yang membuat tulisan mereka menjadi sangat menyenangkan untuk dibaca.

Nah, apa pun tulisan yang kamu hasilkan, baik itu fiksi, non fiksi, cerpen, novel, atau bahkan artikel sederhana sekali pun, kamu tetap memiliki peluang untuk menjadi seorang penulis hebat. Rangkaian proses dan cara kamu menghasilkan tulisan yang berkualitas inilah kemudian yang akan menentukan keberhasilanmu sebagai penulis. Dan menariknya, ini adalah cara menjadi penulis buku atau artikel yang paling sederhana untuk dipahami.

Sekarang jika kamu ingin menjadi penulis dan ingin karyamu memiliki kualitas yang baik, 5 rahasia dari para penulis terbaik dunia ini perlu untuk kamu pertimbangkan. Dengan konsistensi dan kegigihan dalam mempraktikkannya, adalah keniscayaan jika kamu juga bisa menjadi seorang penulis yang mampu menghasilkan karya yang luar biasa.
Lalu, apa saja rahasianya? Berikut daftarnya buat kamu.

STEPHEN KING: Para Penulis Hebat Menulis Setiap Hari

Source: pinterest

Ketika para amatiran duduk dan menunggu inspirasi, sebagian besar dari kita bangun dan terus bekerja

Stephen King

Mendengar kata menulis setiap hari, beberapa orang kadang menggerutu karena merasa itu adalah tips yang membosankan. Namun benar, kamu tidak akan mampu menghasilkan lima judul buku dalam satu tahun jika kamu tidak menulisnya setiap hari. Saya tidak mungkin mampu menghasilkan 9 judul buku dengan tema populer dalam dunia mountaineering dalam waktu hanya dua tahun jika saya tidak menuliskannya setiap hari dan setiap malam.

Beberapa orang mungkin menolak saran ini, namun memang cara jadi penulis novel atau cerpen, atau apa pun itu, aturan dasar dan klasiknya adalah ketekunan, kegigihan dan juga kedisiplinan. Menulis setiap hari, melawan rasa bosan dalam kejenuhan, serta tidak bergantung kepada inspirasi yang entah kapan datangnya adalah rahasia pertama dari para penulis besar, termasuk juga Stephen King.

JK ROWLING: Para Penulis Hebat Membaca Buku yang Terbaik

Source: Business insider

Jika anda tidak suka membaca, anda hanya belum menemukan buku yang tepat

JK Rowling

Sumber inspirasi dan ide tulisan dapat datang dari berbagai macam. Buku, film, kejadian nyata, pengalaman, percakapan, bahkan mengamati sesuatu pun dapat menjadi sumber penulisan yang menarik. Namun sejauh ini dalam konteks belajar cara menjadi penulis online atau pun offline, memang buku adalah salah satu sumber yang paling ideal.

Dengan membaca buku kamu tidak hanya menyerap pengetahuan dan pemahaman, namun sebagai penulis, kamu juga belajar cara menuliskannya. Buku adalah asupan paling baik bagi seorang penulis untuk menghasikan tulisan yang berkualitas. Dan untuk alasan tersebut, seorang penulis harus pula memilih bacaannya hanya pada buku-buku terbaik.

Akan tetapi jangan pula membuat tips dari JK Rowling ini terlalu kaku untuk diterjemahkan. Kamu pada dasarnya dapat membaca buku apa pun yang kamu suka. Selama buku tersebut mampu memberikan feedback yang baik saat membacanya, buku itu adalah buku yang tepat untuk kamu baca.

ROBERT FROST: Penulis Hebat Tidak Takut Menunjukkan Emosi Mereka

Source: Valley News

Tanpa air mata saat ditulis, tidak akan pula ada air mata saat dibaca

Robert Frost

Emosi adalah kekuatan, tergantung dari cara menggunakannya. Emosi dalam bentuk kemarahan, air mata, kesedihan, kegembiraaan, dan lain sebagainya, adalah seperangkat respon alamiah manusia saat menghadapi sebuah kondisi yang mempengaruhi perasaan mereka. Bagi seorang penulis, emosi juga adalah senjata dan kekuatan terbaik untuk menghasilkan karya.

Jadi, cara menjadi penulis novel pemula selanjutnya adalah jangan takut dan malu untuk menunjukkan emosimu saat menulis. Jika kamu marah, maka luapkan amarahmu itu dalam tulisan yang dapat dimengerti oleh pembaca. Jika kamu bersedih, maka tumpahkan pula air mata kesedihan, kepiluan dan kesengsaraan itu dalam tulisan yang juga dapat dimengerti oleh pembaca.

CAMILE PAGLIA: Para Penulis Hebat Membebaskan Imajinasi Mereka

Source: The Daily Beast

Sebagian besar penulis terbaik dunia, tidak memiliki pendidikan formal dalam hal menulis

Camille Paglia

Imajinasi dan pikiran adalah bagian paling kaya dari seorang manusia. Dan bagi seorang penulis, imajinasi adalah ruh dari tulisan dan kata-katanya. Penulis terbaik akan membiarkan imajinasi mereka bebas melayang, mengembara dan terbang dalam alam yang luas, menukik dan menghunjam untuk berpikir, membayangkan, menelaah dan juga memperkirakan. Semakin jauh sebuah imajinasi dapat terbang bebas, semakin kaya pula nilai tulisan yang dapat dituangkan.

Penulis hebat tidak mengekang imajinasi mereka, namun mereka menyampaikannya dengan kehati-hatian. Saya pun demikian, saya membiarkan imajinasi saya menerabas banyak batasan dalam buku Merapi Barat Daya atau dalam buku MMA Trail. Hanya saja untuk dapat dipahami oleh pembaca, saya harus menyampaikannya dengan cara yang bijaksana dan hati-hati.

Membebaskan imajinasi adalah fondasi penting dalam dimensi penulisan. Apakah kamu sedang mencari cara menjadi penulis di wattpad, atau mencari cara menulis puisi di buku harian sekali pun, maka membebaskan imajinasimu adalah bagian yang sangat penting untuk kamu lakukan.

MADELEINE L’ENGLE: Para Penulis Hebat Kadang Menulis Sesuatu yang Tidak Disukai dan Dibenci Masyarakat

Source: Softfronia Scott

Kamu harus menulis buku yang memang seharusnya kamu tulis, jika tidak mudah diterima oleh orang dewasa, maka tulislah dalam bahasa anak-anak

Madeleine L’engle

Rahasia terakhir untuk menjadi seorang penulis hebat ini mungkin menjadi rahasia yang paling tidak mudah untuk diaplikasikan. Menulis sesuatu yang tidak disukai masyarakat membutuhkan sebuah keberanian dan mungkin juga sedikit kenekatan. Pada beberapa kelompok sosial, menulis sesuatu yang tidak mereka sukai dapat saja berujung pada sebuah upaya penganiayaan.

Seperti halnya rahasia yang keempat, tips yang terakhir ini juga sangat penting dilakukan dengan kehati-hatian. Sebuah imajinasi yang tajam, sebuah pemikiran yang kritis dan runcing, membutuhkan bahasa yang bijak supaya dapat diterima oleh masyarakat luas.

Source: Pexels.com

Menulis sesuatu yang dihindari oleh masyarakat karena hal itu dianggap tabu atau pun ‘tidak etis’ adalah sesuatu yang menantang untuk dilakukan. Dan untuk dapat melakukan ini kamu memang benar-benar harus siap lahir dan batin dengan segala konsekuensinya. Tapi seperti saran Madeleine, jika tema yang ingin kamu tulis terlalu berat diterima oleh orang dewasa, kamu dapat mengubahnya dengan narasi yang lebih kreatif.

Nah sekarang, setelah membaca 5 rahasia menjadi penulis hebat dari 5 penulis terbaik dunia di atas, kamu yang ingin jadi penulis dapat memulai meningkatkan kualitas penulisanmu.

Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, bukan tidak mungkin jika kamu juga akan menjadi penulis besar di kemudian hari.

Jadi teruslah menulis dan tetap berkarya, ya.


Note

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑