BEGINI CARA MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP DALAM 10 LANGKAH MUDAH

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki sesuatu untuk diceritakan dalam sebuah buku. Akan tetapi, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup dirinya supaya lebih mudah untuk diceritakan dalam rangkaian kata dan tulisan. Tanpa panduan yang jelas, beberapa kisah hidup kadang hanya terangkai dalam coretan-coretan yang mungkin tidak dapat dibagikan kepada orang lain sebagai sebuah buku.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis buku kisah hidup diri sendiri dengan langkah yang paling mudah untuk diterapkan?

Berikut ulasan lengkapnya.

10 Langkah Mudah Cara Menulis Buku Tentang Kisah Hidup yang Gampang Dipraktikkan

Photo by Pixabay on Pexels.com

“Tidak ada keberuntungan dalam hidup, segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Setiap hal kecil yang Anda lakukan mengarah ke hal yang lebih besar. Dan itulah kisah hidup saya.”

George St. Pierre

Apakah kamu memiliki kisah hidup yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain?

Cara yang paling elegan untuk mengisahkan hidupmu kepada orang lain tentu saja adalah melalui buku. Buku sejauh ini, telah menjadi media yang paling populer, paling menyentuh, dan paling ideal untuk bercerita kepada manusia.

Akan tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara menulis umum dengan menulis kisah tentang diri sendiri. Dalam cara membuat novel sejarah pribadi, kamu tentu saja akan lebih mengenal karakter apa saja yang perlu kamu ceritakan. Namun disini pula yang menjadi tantangannya, karena tidak semua orang memiliki keleluasaan menyampaikan kisah hidup mereka dalam tulisan yang panjang dan detail seperti buku.

Nah, untuk kamu yang merasa memiliki kisah hidup yang menarik dan ingin menuliskannya dalam sebuah buku namun masih bingung bagaimana cara melakukannya, 10 langkah cara membuat novel kisah sendiri berikut ini akan membantumu melakukannya.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah tersebut?

Berikut urutannya.

Fokus Pada Satu Kenangan yang Paling Penting

Hal pertama yang paling penting untuk kamu lakukan adalah memfokuskan pikiran dan penulisanmu pada kenangan dalam hidupmu yang kamu anggap paling penting untuk diceritakan. Kenangan inilah yang akan menjadi ruh dalam penulisanmu nantinya. Oleh karena itu, kamu harus bisa menggambarkan kenangan itu menjadi sesuatu yang seakan-akan nyata di mata para pembaca.

Selain berfokus pada satu kenangan utama yang akan menjadi inti cerita yang akan kamu sampaikan, cara membuat novel tentang diri sendiri pada langkah yang pertama ini menuntut kamu untuk menulisnya secara bebas juga.

Maksudnya begini; Kamu menulis apa pun yang kamu mau, apa pun yang kamu pikirkan dan apa pun yang ingin kamu lakukan ketika kamu mengingat kenangan tersebut. Pada tahap ini, lupakan pengeditan, lupakan ejaan yang benar, lupakan sesuatu yang tabu dan lain sebagainya.

Intinya adalah; kamu berfokus pada satu kenangan paling penting yang akan kamu ceritakan kemudian tulis bebas tentang hal tersebut.

BACA JUGA:

Buatlah Outline atau Kerangka Buku

Langkah kedua yang kamu juga perlu lakukan dalam penulisan novel yang bercerita tentang kisah hidupmu sendiri adalah dengan membuat outline-nya.

Kamu tentu tahu apa itu outline, kan?

Ya, outline adalah garis besar atau kerangka cerita yang akan kamu tulis secara keseluruhan. Jadi setelah kamu berfokus pada kenangan paling penting dalam hidupmu yang akan kamu bagikan, sekarang kamu dapat menuangkan pemikiranmu tentang buku seperti apa yang kamu inginkan. Atau pada penjelasan yang lebih mudah; bagaimana jalan cerita yang kamu inginkan dalam menyampaikan kisah hidupmu tersebut?

Membuat kerangka penulisan akan membantu kamu dalam menyusun cerita menjadi lebih tepat sasaran. Atau pada kesempatan lain juga membantumu untuk tetap konsisten pada konsep yang tepat selama menulis. Selain itu dengan menggunakan kerangka, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang kamu lakukan juga akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Tentukan Genre Buku yang Ditulis

Source: Pexels.com

Pada banyak contoh menulis kisah hidup, genre kadang ditempatkan pada bagian yang pertama dalam proses penulisan. Itu tentu saja tidak menjadi masalah. Akan tetapi setelah kamu memiliki fokus pada satu kenangan yang akan menjadi inti ceritamu, kamu mungkin akan lebih mudah dalam memilih genrenya.

Dua jenis genre yang paling umum dalam penulisan kisah hidup seseorang adalah memoar dan otobiografi. Nah, kamu bisa memilih dua genre ini kemudian memfokuskan penulisanmu pada salah satu genre yang dipilih.

Oya, apakah sudah tahu perbedaan paling penting antara genre memoar dan otobiografi?

Memoar pada umumnya hanya berfokus pada satu kejadian dalam hidup saja untuk diceritakan. Sementara otobiografi akan menjadi buku yang menceritakan keseluruhan perjalanan hidupmu, dari lahir hingga kamu menuliskannya. Jadi, dua genre ini bisa kamu jadikan rekomendasi, tergantung sejauh mana kamu akan menuliskan kisah hidupmu di dalam buku.

Lakukan Sedikit Riset

Source: Pexels.com

Jika kamu menulis sebuah kenangan dalam hidupmu yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, maka ada banyak hal yang mungkin saja sudah terlupakan olehmu. Nah, untuk membuat ceritamu menjadi lebih lengkap, kamu juga perlu melakukan riset.

Pada contoh novel kisah nyata tentang hidupmu yang kamu tulis, riset yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan menanyakan kenangan tersebut kepada orang-orang terdekatmu, atau kepada orang yang memiliki hubungan pula dengan kisah yang akan kamu tulis tersebut. Semakin banyak riset yang kamu lakukan, semakin luas juga spektrum dan sudah pandang penceritaan yang dapat kamu kembangkan.

BACA JUGA:

Tentukan Karakter dalam Cerita

Source: Pexels.com

Pada banyak kesempatan, kenangan tidak dapat terjadi tanpa kehadiran orang lain. Perjalanan hidupmu yang penuh cerita memungkinkan kamu untuk bertemu dengan banyak orang, dan setiap mereka akan mengguratkan kenangan. Namun, tentu saja tidak semua orang yang ada dalam hidupmu bisa kamu masukkan dalam cerita, kan?

Nah, pada langkah yang kelima cara membuat novel kisah sendiri ini kamu dapat mengidentifikasi, memilih dan menentukan, karakter mana saja yang akan ada dalam ceritamu. Jadi pada konteks yang lenbih gamblang adalah; kamu menentukan siapa saja orang-orang dalam kenangan yang kamu miliki, akan dimasukkan dalam novel yang kamu tuliskan.

Ada beberapa tips terkait dengan dengan mengidentifikasi karakter yang dapat kamu lakukan. Berikut tipsnya;

  • Buat list atau daftar orang orang yang akan kamu masukkan menjadi karakter novelmu.
  • Tuliskan gambaran masing-masing karakter tersebut yang meliputi ciri-ciri, usia, latar belakang dan lain sebagainya.
  • Jelaskan pula hubungannya dengan kamu, apakah ia adalah teman, saudara, atau yang lainnya.
  • Jika kamu tidak nyaman dengan mencantumkan nama asli karakter tersebut, maka sebaiknya kamu menggunakan nama samaran yang bisa kamu tentukan sendiri.

Tambahkan Spekulasi pada Bagian yang Kamu Tidak Yakin dengan Pasti

Source: Pexels.com

Langkah selanjutnya dalam penulisan buku kisah sendiri adalah dengan memberikan spekulasi pada bagian-bagian yang kamu tidak tahu, kamu tidak yakin dengan pasti, atau kamu tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentangnya.

Misalnya begini;

Terus terang, aku tidak tahu pasti mengapa sahabatku itu memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya. Ia tak bercerita banyak padaku tentang hal itu. Setiap kali aku bertanya mengapa ia pegi begitu saja dari rumah, ia selalu menghindar dan justru menunjukkan rasa tidak sukanya akan hal itu. Mungkin saja hal ini dipicu ketidakpedulian orang tuanya pada kehidupan sahabatku yang telah membuat ia terluka dan merasa dendam.

Nah kamu bisa lihat dalam contoh novel kisah sendiri di atas yang digunakan untuk memberikan spekulasi. Kata ‘mungkin’ dan sejenisnya dapat kamu gunakan untuk menggambarkan bahwa kamu tidak begitu yakin dengan apa yang kamu coba untuk sampaikan.

Tentukan Setting Cerita

Source: Pexels.com

Bagian paling penting dalam penulisan kisah fiksi atau pun non fiksi kadang adalah setting atau tempat dimana cerita tersebut terjadi. Jika kamu menulis cerita tentang dirimu sendiri, maka kamu pun harus melakukan hal ini. Menjelaskan secara detail setting tempat kejadian yang kamu ceritakan akan memberikan imajinasi yang lebih baik kepada pembaca bukumu.

Pada dasarnya semakin lengkap kamu menuliskan deskripsi setting dalam ceritamu itu semakin baik. Misalkan kisah yang kamu tulis ini terjadi di kota Jogja, maka kamu dapat menambahkan gambarannya dengan banyak hal semisal makanan khas, kondisi kota yang penuh budaya, tata krama Jawa yang kental, hingga bangunan-bangunan yang mencerminkan khasnya kota Jogja.

Namun pada contoh novel kisah hidup yang populer kadang setting juga dapat kamu samarkan untuk menghindari hal-hal tertentu. Intinya adalah; gambaran setting yang jelas akan lebih menghidupkan cerita yang kamu sampaikan. Dan pada realitasnya, hal ini akan lebih banyak memberi kesan nyata kepada para pembaca.

Hidupkan Ceritamu dengan Dialog

Source: Pexels.com

Meskipun cara menulis cerita pengalaman pribadi pada umumnya adalah narasi yang dibangun dari kisah nyata, tapi kamu juga tidak boleh meninggalkan dialog. Tanpa dialog, tulisanmu meskipun bagus bisa jadi akan membosankan. Apalagi penceritaan dalam buku yang jumlah halamannya banyak, sebuah cerita tanpa dialog benar-benar membuat pembaca terkadang merasa jenuh.

Nah untuk itulah kemudian, kamu juga harus memunculkan dialog dalam kisah yang kamu tulis. Untuk percakapan yang sudah terjadi bertahun-tahun, kamu mungkin saja tidak akan mampu mengingatnya secara mendetail lagi. Pada kasus ini kamu dapat mengingat inti dari dialog tersebut dan berusaha menghadirkannya dalam bukumu sebaik yang kamu bisa.

Persiapkan Dirimu Menghadapi Reaksi dan Penolakan

Source: Pexels.com

“Perangkap terbesar dalam hidup kita bukanlah kesuksesan, popularitas atau kekuasaan, tetapi penolakan terhadap diri sendiri.”

Henri Nouwen

Menulis buku tentang kisah hidup diri sendiri tidak selamanya tentang hal yang indah dan menyenangkan. Ada kalanya beberapa orang justru terdorong untuk menulis karena pengalaman buruk dan aib yang ia derita. Misalkan pengalaman yang buruk di masa muda, di masa kecil, atau pun sebuah kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Untuk cerita dengan jenis seperti ini, kamu harus bersiap menghadapi reaksi negatif atau bahkan penolakan atas tulisanmu. Karena bisa jadi karakter yang kamu ceritakan di dalam buku, tidak dapat menerima  jika kisah kelam yang kamu ceritakan diungkit kembali dalam sebuah cerita.

Jika kemudian kamu menerima penolakan semacam ini, maka jangan menyerah. Buatlah tekad dan keinginanmu kuat dalam menghadapi berbagai reaksi negatif yang mungkin saja akan kamu terima.

Bertekad dan Berkomitmenlah untuk Menyelesaikan Buku yang Kamu Tulis

Source: Pexels.com

Langkah terakhir dan yang paling penting dalam menulis kisah hidup diri sendiri menjadi sebuah buku adalah dengan bertekad penuh untuk menyelesaikannya. Tekad ini harus pula diiringi dengan komitmen dan disiplin. Tanpa hal ini, kisahmu hanya akan menjadi kertas-kertas penuh coretan yang tidak akan terlalu banyak bermakna.

Jadi setelah semua langkah di atas sudah kamu lakukan, sekarang kamu masuk pada bagian inti dari menjadi seorang penulis. Komitmen tidak hanya ketika kamu berhasil menyelesaikan paragraf pertama atau halaman pertama, namun juga sampai kamu berhasil menyelesaikan buku kisah hidupmu dan menerbitkannya, baik secara mandiri atau pun melalui penerbitan agensi.

BACA JUGA:

Source: Pexels.com

Nah, sekarang kamu sudah mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup yang dapat segera kamu praktikkan. Dengan tekad yang kuat, komitmen dan juga konsistensi, kamu pasti mampu melakukannya.

Akan tetapi jika kamu masih merasa kesulitan dalam menulis kisah hidupmu dan membutuhkan bantuan, maka kamu juga bisa mengirimkan pesan melalui kontak di www.penulisgunung.id. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, InsyaAllah penulisan kisah hidupmu akan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Atau, kamu juga bisa langsung berkonsultasi mengenai penulisan melalui whatsapp melalui tautan di bawah ini.


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini:

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

TIPS MENULIS ESSAY DAN 3 BAGIAN PALING PENTING DALAM MELAKUKANNYA

Memiliki kemampuan untuk menulis essay atau menulis esai adalah suatu kemampuan yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang akademisi, pendidik, public relations, dan berbagai bidang profesional lainnya. Dengan kemampuan menulis artikel berupa essay yang baik, penyampaian ide, gagasan dan opini akan lebih efektif untuk diketahui dan diambil manfaatnya oleh masyarakat luas.

Namun sayangnya, tidak semua orang dengan profesi seperti di atas memiliki kemampuan untuk menulis essay yang baik dan efektif. Mereka mungkin saja memiliki pemikiran dan ide-ide yang brilian dan cerdas, namun karena teknik menulis esai yang mereka miliki rendah, maka dampaknya bagi pembaca tidak begitu terasa. Dan akibatnya, pokok pikiran terpenting dari ide-ide dan gagasan menjadi tidak tersampaikan dengan baik.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis esai atau essay yang baik, benar dan juga efektif dari sisi dampakmya bagi pembaca?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

3 Bagian Penting Dalam Menulis Essay dan Beberapa Tips untuk Bisa Mempraktikkannya

Source: Socialh

Format penulisan essay mungkin saja memiliki struktur yang berbeda-beda. Namun dari sisi tujuan dan sasarannya, bagaimana pun struktur penulisan esai, tetaplah harus efektif untuk masuk ke pikiran pembaca. Kemampuan dan keterampilan menjabarkan pemikiran yang komunikatif dan menggugah rasa ingin tahu adalah kunci penulisan esai salah satunya.

Untuk dapat mengeksekusi penulisan artikel essay yang menarik dan komunikatif, dibutuhkan pula pengetahuan dan latihan yang konsisten. Pengetahuan dan melatih kemampuan menulis esai mungkin dapat dilakukan dengan memahami kerangka essay sebagai langkah yang pertama. Setelah memahami outline atau kerangka esai, proses pengembangan menjadi artikel yang sempurna dapat lebih mudah dilakukan.

Secara umum kerangka essay tersusun dari 3 bagian yang paling penting yakni intro atau pembukaan essay, isi essay dan penutup essay. Namun pertanyaannya kemudian adalah; apa saja yang harus disampaikan pada bagian-bagian tersebut dan bagaimana pula cara menyampaikannya? Nah, pembahasan berikut ini akan membantu kamu untuk memahaminya secara lebih lengkap.

BAGIAN PERTAMA: PEMBUKAAN ESSAY ATAU INTRO ESSAY

Source: Freepik

Bagian ini adalah bagian dimana kamu membuka sebuah topik untuk dibicarakan secara spesifik pada bagian selanjutnya. Dikarenakan sifatnya adalah pembukaan dan memperkenalkan topik yang akan menjadi bahasan utama essay, maka ada beberapa hal pula yang harus diperhatikan pada bagian ini supaya proses pengembangan ide dan gagasan yang menjadi pokok utama essay dapat tersampaikan dengan baik.

Pada proses belajar menulis essay atau pun artikel biasa, pembukaan adalah bagian penting yang seringkali menjadi kunci kesuksesan penulisan sebuah essay. Jika sebuah pembukaan essay dilakukan dengan baik dan mampu mengikat pembaca untuk terus membaca, maka setengah dari tujuan menulis esai sudah tercapai. Namun sebaliknya, jika bagian pembukaan essay tidak efektif dan mampu menarik pembaca, maka bisa jadi pembaca akan segera menutup essay yang ditulis setelah membaca pembukaannya saja.

Lantas, apa sajakah yang paling penting untuk diperhatikan pada bagian perkenalan atau pembukaan dalam penulisan essay?

Pembukaan Harus Memiliki Orientasi yang Singkat

Source: Institute for writers

Bagian ini menjadi tempat dimana kamu dapat menyampaikan sebuah topik penulisan secara singkat, bersifat umum dan lingkup yang luas. Kamu dapat memperkenalkan tema essay yang kamu tulis dengan menggunakan kalimat yang lebih umum bagi pembaca.

Menjawab Sebuah Pertanyaan dengan Thesis Statement

Bagian pembukaan pada teknis menulis esai ilmiah adalah dengan menjadikan bagian pembukaan juga sebagai cara untuk menjawab pertanyaan yang menjadi topik essay. Jawaban ini adalah dengan menggunakan peryataan tesis dan disertasi yang akan menjadi isi dari essay.

Source: Paperpile

Seperti yang disampaikan sebelumnya, pernyataan tesis atau disertasi pada bagian pembukaan haruslah dilakukan dengan singkat, bersifat umum, dan luas. Kamu tidak perlu menjelaskan ide tesismu secara spesifik pada bagian ini. Yang perlu kamu lakukan hanyalah memperkenalkannya sebagai jawaban dari pertanyaan yang ada dalam topik umum essay.

Berikan Ringkasan Pemikiran Essay

Selanjutnya yang harus kamu sampaikan juga pada pembukaan sebuah kerangka essay yang baik adalah dengan memberikan sedikit ringkasan ide-ide yang akan disampaikan sebagai jawaban persoalan yang akan dibahas. Ringkasan ini dapat diistilahkan sebagai road map essay dimana kamu memberikan bocoran ide-ide yang akan menjadi ide pokok penulisan essay.

Hal penting yang harus kamu perhatikan dalam membuat road map pembukaan menulis essay adalah ini hanya sekedar memperkenalkan pemikiranmu saja. Artinya kamu cukup memberikan poin-poin inti ide penulisanmu tanpa harus menyebutkan detailnya.

BACA JUGA: CARA MENULIS FLASHBACK YANG TEPAT DALAM PENULISAN FIKSI

BAGIAN KEDUA: ISI ESSAY ATAU BODY ESSAY

Source: Dalama University

Sebenarnya tidak sulit untuk menemukan contoh essay yang tepat dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang kamu inginkan, terutama pada bagian isi esai atau intinya. Bagian ini adalah struktur esai utama dimana kamu dapat menyampaikan gagasan, ide pemikiran, opini-opinimu secara tepat, menarik dan juga meyakinkan para pembaca.

Nah, untuk dapat menyampaikan sebuah pemikiran yang menarik serta mengesankan, ada beberapa hal penting juga yang harus diperhatikan. Beberapa hal penting ini pada umumnya berbentuk susunan paragraf yang mampu memperkuat argumentasi terhadap sebuah persoalan yang sedang kamu perbincangkan.

Sebagai bagian penting dari isi sebuah essay, ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

Jawab Pertanyaan dengan Mengembangkan Metode Diskusi

Source: Teach Starter

Untuk menyampaikan berbagai pemikiranmu dalam sebuah esai yang baik, pada bagian inti kamu dapat mengembangkannya menjadi sebuah diskusi. Berbagai macam persoalan penting dalam topik yang kamu bahas, dapat kamu bagi menjadi beberapa pertanyaan yang kemudian kamu jawab sendiri berdasarkan disertasi yang kamu perkenalkan.

Dalam teknik menulis esai ilmiah yang baik kamu dapat membagi metode diskusi ini menjadi beberapa paragraf yang tepat. Kamu misalnya dapat mengajukan sebuah permasalahan pada sebuah paragraf yang diikuti pula oleh berbagai konsekuensi risikonya. Kemudian pada paragraf selanjutnya, kamu dapat menerangkan solusi yang kamu miliki berdasarkan disertasi pemikiran yang kamu tawarkan.

Jika pertanyaan yang kamu anggap paling penting hanya satu saja, maka kamu dapat mengembangkan berbagai konsekuensi dan risikonya menjadi paragraf diskusi yang lebih komprehensif. Namun, jika kemudian kamu menemukan ada banyak pertanyaan relevan yang dapat digunakan untuk memperkaya diskusi essay yang kamu tulis, maka tentu saja kamu dapat menambahkannya.

Akan tetapi dalam penambahan pertanyaan sebagai materi diskusi, kamu harus membuatnya rapi, ideal dan juga relevan. Kamu dapat menyiasati tujuan ini dengan membuat daftar yang sesuai dalam beberapa bagian.

Tunjukkan Pengetahuan dan Pemahamanmu Mengenai Beberapa Materi yang Sudah Kamu Baca

Source: Medford Public Library

Penting pula dilakukan dalam penulisan ini untuk menunjukkan pengetahuan yang kamu miliki. Hal ini bertujuan untuk memberikan pandangan kepada pembaca bahwa pengetahuan dan pemahamanmu mengenai topik yang sedang dibicarakan, memang memadai. Atau dengan kata lain yang lebih tegas, kamu memang layak dan pantas membicarakan hal itu berdasarkan wawasan yang kamu miliki.

Beberapa tips menulis essay yang seringkali disampaikan pada bagian ini adalah dengan mengutip beberapa kalimat pada buku yang telah kamu baca, kemudian menyampaikan pandanganmu yang selaras dengan kutipan tersebut. Langkah ini akan memberikan sedikit gambaran kepada pembaca mengenai keluasan wawasanmu berdasarkan buku-buku yang telah kamu baca mengenai topik yang sedang dibahas.

Tawarkan Penjelasan yang Padat dan Berikan Bukti untuk Memperkuat Argumentasimu

Source: Slideshare

Untuk membuat essay yang kamu tulis menjadi lebih berbobot dan kuat, kamu harus mampu menjelaskan pemikiranmu secara jelas, padat, kuat dan ringkas. Hindari penulisan bertele-tele yang justru akan menciderai performance dari struktur essay yang kamu tuliskan.

Pada bagian ini kamu juga dapat menambahkan beberapa contoh kasus sebagai bukti relevan untuk menguji teori yang kamu ajukan. Bukti-bukti harus mampu menjadi semacam studi kasus yang membuat argumentasi menjadi lebih kuat, berbobot dan masuk akal.

Tambahkan Kutipan yang Tepat

Jika anda kehilangan seseorang dalam upaya mencari diri anda sendiri, artinya anda sudah berada pada arah yang benar

Anonim

Kutipan pada bagian adalah sebuah kutipan bijaksana yang biasa dikenal pula dengan istilah quotes. Nah, kamu dapat mewarnai gaya menulis esai yang kamu lakukan dengan menambahkan satu atau beberapa quotes yang bijak, relevan dan memiliki interaksi yang tepat mengenai opini essay yang kamu sampaikan.

BACA JUGA: INI TANDA YANG PALING JELAS KALAU KAMU MEMANG BERBAKAT MENJADI PENULIS

BAGIAN KETIGA: KESIMPULAN DAN PENUTUP ESSAY

Source: Futurelearn

Setelah kamu merasa telah menyampaikan semua pemikiran, gagasan dan idemu dalam isi essay, sekarang kamu dapat menutup esaimu dengan cara yang elegan dan tepat.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara menutup essay dengan baik?

Format penulisan essay yang benar adalah dengan mengubah pembahasan tulisan dari yang sebelumnya rincian dan spesifik pada bagian isi, menjadi lebih general dan umum kembali pada bagian penutup. Nah, untuk kepentingan melakukan transformasi semacam ini, beberapa hal penting berikut ini harus kamu perhatikan;

Ulangi Kembali Jawaban yang Kamu Miliki atas Pertanyaan di Awal Essay

Source: Taylor Class

Bagian ini mengharuskan kamu untuk mengulangi kembali pertanyaan pada pembukaan dan menjelaskan bahwa kamu memiliki jawabannya. Jawaban yang kamu miliki tersebut adalah apa yang kamu uraikan dalam body esai yang sebelumnya telah kamu jabarkan.

Ingat, bagian ini hanya ingin menekankan kepada pembaca bahwa kamu memiliki jawaban berdasarkan analisa ilmiahmu pada body essai. Kamu tidak perlu menguraikan hal-hal spesifik yang sebelumnya sudah kamu sampaikan pada isi essay.

Buat Ringkasan Ide dan Pemikiranmu

Source: Coolessay

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan dalam teknik menulis essay adalah dengan memberikan semacam ringkasan atau rangkuman ide-ide pokok yang telah dikemukakan pada isi essay sebelumnya.

Ringkasan ini memiliki maksud yang sama seperti pengulangan pertanyaan sebelumnya, yakni sebagai penegasan ide pokok pikiran yang disampaikan dalam isi essay. Selain butir-butir ide pokoknya, kamu juga dapat menambahkan sedikit penjelasan yang paling penting sebagai bagian dari penegasan gagasan pemikiran yang telah kamu sampaikan.

Berikan Kesimpulan sebagai Penutup

Source: Dhickonline

Setelah proses menyampaikan ringkasan poin-poin pemikiran dan gagasan pokok selesai, sekarang kamu dapat menutup esai yang telah kamu tulis. Sebagai penutup yang menarik kamu mungkin dapat menambahkan satu dua kalimat yang berisi tentang kemungkinan implikasi, arah penelitian selanjutnya dan juga sebuah kesimpulan yang berkualitas.

Penting untuk kamu perhatikan pada bagian penutup essay adalah untuk tidak menyampaikan gagasan baru kembali. Jadi, meskipun misalnya kamu memiliki ide baru untuk disampaikan pada saat menulis bagian penutup essay, jangan tuliskan hal tersebut pada bagian ini.

BACA JUGA: BEBERAPA KESALAHAN PENULIS PEMULA YANG PALING SERING DILAKUKAN

Ikuti Kelas Menulis Essay, Artikel, Buku dari Penulis yang Berpengalaman

Source: San Diego Writers

Nah, itu adalah tiga hal penting dalam menulis essay atau menulis esai yang tentu saja dapat kamu praktikkan dengan mudah. Dengan latihan dan keinginan belajar yang konsisten, kamu pasti dapat menulis essay dengan cara yang paling tepat dan sempurna, terlepas apa pun profesi keseharian yang kamu lakukan.

Sebagai bagian akhir dari artikel ini, www.penulisgunung.id membuka kesempatan jika kamu ingin mempelajari cara penulisan yang efektif dan efisien. Dengan mengikuti kelas online di http://www.penulisgunung.id, kamu akan mampu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan juga lebih efektif.

Anton Sujarwo

Beberapa keunggulan mengikuti kelas menulis di penulisgunung.id

  • Dibimbing langsung oleh penulis berpengalaman. Anton Sujarwo telah menulis 12 judul buku, fiksi dan non fiksi, menulis ribuan artikel untuk kepentingan SEO, copywriting, softselling dan internet marketing.
  • Kelas menulis dapat dilakukan secara offline dan online
  • Biaya kelas menulis yang ringan.
  • Bagi penulis yang ingin memiliki karya berbentuk buku dan diterbitkan, bebas biaya konsultasi sampai bukunya diterbitkan. (Kecuali menggunakan jasa penulis untuk editing, layouting, dan sebagainya)
  • Dapat memilih materi penulisan yang ingin dipelajari sesuai dengan kebutuhan (penulisan buku, artikel populer, artikel SEO, artikel copywriting, essay ilmiah, skenario film, dan sebagainya).
  • Waktu belajar dapat didiskusikan terlebih dahulu.
  • Dan lain-lain.

Nah, jika kamu tertarik untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan oleh penulisgunung.id, kamu dapat langsung menghubungi penulis menggunakan form kontak dibawah ini.

10 CARA MENGEMBANGKAN KONFLIK CERITA DALAM PENULISAN NOVEL

Ada cukup banyak sebenarnya tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan novel, cerpen, atau komik sekali pun. Meskipun demikian, beberapa penulis cerita yang masih pemula umumnya tetap mengalami kesulitan mempraktikkan beberapa tips tersebut. Akibatnya tentu saja adalah ide konflik cerita yang mampu disajikan menjadi kurang maksimal.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara membangun konflik dalam penulisan cerita yang efektif dan menarik?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Beberapa Hal Penting Sebagai Cara Mengembangkan Konflik Cerita dalam Penulisan Novel atau Komik

Kunjungi, like dan subscribe channel youtube Penulis Gunung ID untuk memastikan kamu juga mendapatkan informasi dan konten terbaru kepenulisan melalui video.

“Semakin keras dan sulit konfliknya, semakin mulia dan bangga kemenangannya.”

Thomas Paine

Sebagai seorang penulis cerita, kamu tentu saja dituntut untuk mampu menghadirkan sebuah jalinan cerita yang menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Jalinan cerita tidak mungkin menjadi menarik tanpa adanya konflik. Dengan bahasa yang agak sedikit dramatis, konflik dapat dikatakan sebagai ruh atau spirit utama dalam penulisan cerita.

Ada cukup banyak cara membuat cerita yang umum dilakukan para penulis untuk mengeksplorasi konflik yang unik dan menarik. Akan tetapi pada hakikatnya, apa pun cara yang digunakan tersebut, tujuan sesungguhnya adalah menciptakan sebuah efek dramatisasi yang mampu memberi pengaruh emosional kepada pembaca. Semakin besar pengaruh emosionalnya untuk pembaca, maka itu semakin bagus.

Jika demikian, lantas bagaimana menciptakan konflik yang menarik pembaca sehingga mereka betah menulusuri kata demi kata dalam buku yang kamu tulis?

Nah, di bawah ini ada beberapa tips praktis yang mudah dilakukan untuk membangun konflik dalam cerita. Apa pun bentuk penulisan yang kamu lakukan, baik itu novel, cerpen, komik, fabel atau apa pun, tips-tips berikut dapat kamu terapkan.

Memahami Pentingnya Penulisan Konflik

Source: SlideShare

Tips pertama sebagai cara membuat cerita yang bikin baper adalah kamu harus memahami dulu bahwa konflik adalah hal yang sangat fundamental dalam penulisan cerita. Tanpa adanya konflik, karakter tokoh yang kamu ceritakan tidak akan memiliki lawan, juga tidak akan mengalami hal-hal yang akan membuat karakteristiknya menjadi terbangun. Dan yang lebih penting lagi adalah; tanpa konflik, sebuah cerita tidak akan pernah menarik.

Tidak ada yang bisa dikembangkan dalam penulisan yang tidak memiliki konflik. Seorang penulis pemula yang mungkin baru terjun dalam dunia penulisan, harus menyadari bahwa konflik adalah sebagian dari ruh ceritanya sendiri.

Intinya adalah pada tahap pertama ini; adanya konflik sangat penting dalam cerita dan kamu harus menuliskannya.

Menentukan Sumber Datangnya Konflik

Photo by Gratisography on Pexels.com

Guna membuat efek dramatis yang baik, kamu dapat menggunakan berbagai macam sumber konflik untuk dikembangkan menjadi alur cerita. Kamu bisa membuat karakternya bergelut dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, kamu bisa juga misalnya membuat karakternya memiliki banyak keterbatasan yang membuatnya menghadapi begitu banyak tantangan dan konflik.

Akan tetapi yang harus pula kamu ingat sebagai cara membuat cerita yang baik adalah dengan menetapkan sumber konflik yang paling krusial, paling utama dan paling signifikan, haruslah berasal dari karakter lawannya.

Jadi tokoh antagonis harus memiliki konflik yang paling besar dengan tokoh protagonis. Konflik ini harus memiliki intensitas yang lebih dominan dibanding konflik-konflik lainnya sepanjang penulisan cerita.

Buat Konflik yang Rinci dan Spesifik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Kamu tidak dapat dapat membuat contoh konflik cerita yang menarik jika kamu membuat penyebab konflik yang rasanya kurang menyentuh. Misalkan kamu langsung membuat karakter protagonis dan antagonis bertarung hanya karena mereka saling benci. Konflik cerita yang hanya didasarkan pada kebencian dan rasa tidak suka semata, agak sulit untuk dijadikan dasar konflik yang spesifik.

Contoh ide cerita yang menarik dalam membangun konflik misalnya adalah dengan melibatkan unsur keterpaksaan pada tokoh utama. Misalnya ia terpaksa beradu tanding dengan tokoh antagonis karena isterinya terbunuh, karena anaknya diculik atau yang lainnya. Semakin spesifik dan rasional unsur konflik yang dibangun, maka itu akan semakin baik.

Buat Konflik Lebih Pribadi untuk Karakter Utama

Source: Pinterest

Setelah kamu memiliki gambaran umum mengenai konflik yang akan dibangun dan darimana saja sumber konflik yang akan kamu tuliskan, maka kamu juga perlu mengetahui bahwa konflik yang terjadi pada satu sisi haruslah sangat personal bagi karakter utama. Atau dengan kata lain, konflik yang terjadi dalam satu bagian, haruslah sangat menyentuh sisi pribadi tokoh utama yang diceritakan.

Bagaimana perumpamaannya?

Anggap saja kamu memiliki satu karakter utama seorang tentara misalnya, ia dipanggil ke medan perang untuk bertempur dengan musuhnya. Berangkat berperang dalam konteks ini tentu saja adalah tugas. Lalu bagaimana cara membuat cerita menjadi lebih pribadi bagi si tentara? Misalnya kamu buat dalam satu kejadian keluarga si tentara tewas dibunuh oleh musuhnya.

Jadi pada titik ini, berangkatnya si tentara ke medan perang bukan hanya panggilan tugas, namun juga karena didorong oleh keinginan untuk menuntut balas. Dan itu tentu saja memiliki nilai yang lebih personal.

Buat Konflik yang Tejadi Memiliki Dampak Emosional bagi Karakter

Cara mengembangkan konflik cerita
Photo by Kat Jayne on Pexels.com

Ketika kamu membuat si tentara berangkat ke medan tempur karena tugas, itu tidak akan menimbulkan efek emosional yang cukup signifikan baginya. Namun ketika isterinya terbunuh oleh musuh, anaknya diculik, atau pun orang tuanya dibantai oleh tentara musuh, maka efek emosional akan lebih terasa.

Kamu juga bisa menambahkan efek emosional pada langkah ini dengan misalnya membuat sahabat terbaik sang tentara tewas saat berperang di sampingnya. Pokok yang paling penting untuk kamu pahami dalam cara mengembangkan konflik adalah efek emosional harus kuat mempengaruhi tokohnya. Karena jika itu terasa emosional bagi karakter cerita, itu juga akan terasa emosional bagi pembaca.

Bangun Konflik yang Rasional dan Dapat Dipercaya

cara mengembangkan konflik cerita
Photo by Gladson Xavier on Pexels.com

Hakikatnya, semakin rasional dan logis suatu konflik, maka ia semakin baik. Pertimbangan yang harus kamu lakukan pada langkah ini adalah dengan membuat sebuah konflik yang logis dan masuk akal untuk diterima. Keharusan untuk membuat konflik yang rasional ini bahkan berlaku pula untuk penulisan cerita fiksi yang mungkin temanya irasional.

Apa contohnya?

Contoh konflik dalam cerita fiksi yang bisa kamu jadikan gambaran misalnya adalah tentang seekor angsa bertelur emas yang marah ketika anaknya dicuri. Angsa bertelur emas itu adalah tema yang irasional. Namun angsa marah karena anaknya dicuri, tentu saja itu adalah konflik yang masuk akal dan dapat dipercaya.

Gunakan Efek Keterbatasan Waktu

cara mengembangkan konflik cerita
Photo by Pixabay on Pexels.com

Langkah selanjutnya untuk membuat konflik dalam cerita yang kamu tulis semakin baik adalah dengan memanfaatkan efek keterbatasan waktu. Buat karakter atau tokoh protagonis dalam cerita memiliki waktu yang terbatas untuk menyelesaikan konfliknya.

Dalam membuat batasan waktu pada tokoh, kamu dapat melakukan berbagai hal yang masuk akal dan menarik. Misalnya kamu membuat ide konflik cerita yang megharuskan tokoh untuk menyelesaikan rintangannya dalam satu hitungan waktu yang singkat, yang jika ia tidak dapat menyelesaikannya, maka ia akan mengalami kegagalan.

Kegagalan ini dapat kamu lukiskan dengan berbagai cara misalnya; jika ia terlambat maka ia kalah, jika ia terlambat maka seseorang yang ia sayang akan tewas, atau lain sebagainya. Intinya gunakan efek keterbatasan waktu untuk menciptakan kesan yang lebih dramatis dalam cerita.

Buat Karakter Utamamu Menderita

cara mengembangkan konflik cerita
Photo by kira schwarz on Pexels.com

Meskipun terdengar agak kejam, tapi ini adalah rumus yang paling umum digunakan oleh para penulis fiksi dimana pun mereka berada. Karakter utama yang diceritakan dalam penulisan haruslah dibuat menderita, bersedih hati, kehilangan, dikalahkan dan lain sebagainya.

Membuat karakter menderita dalam tahap ini adalah upaya untuk memberikan efek emosional kepada pembaca yang kemudian dapat merasakan pula bagaimana perjuangan karakter untuk menyelesaikan konfliknya.

Jadi, alasan utama membuat karakter utama menderita pada bagian ini adalah untuk memberikan efek yang epik perjuangan yang ia lakukan untuk mengatasi konflik.

Buat Karakter Berjuang Secara Totalitas

Source: KKBox

Nah, langkah selanjutnya sebagai cara mengembangkan cerita dalam penulisan novel yang dapat kamu praktikkan adalah dengan membuat sang tokoh cerita harus berjuang secara totalitas untuk mampu menyelesaikan konflik yang ia hadapi.

Jangan memanjakan karaktermu dengan membiarkan ia hanya melakukan sedikit upaya untuk menyelesaikan masalah. Buat konfliknya rumit, tambahkan batas waktu, lemparkan ia masalah yang riskan, beri ia risiko yang memiliki konsekuensi hidup mati, dan lain sebagainya.

Dengan menunjukkan totalitas aksi dan tindakan karakter utama dalam menyelesaikan konflik dalam cerita, kamu tidak hanya mampu membangun konflik cerita dalam penulisan yang menarik, namun juga akan mampu membangun karakter yang hebat pula atas tokoh yang kamu ceritakan.

Tekun dan Disiplin

Source: Youtube

Jika kamu menginginkan tentang ketentraman dan ketenangan, kamu harus memulainya dengan ketekunan dan kedisiplinan terlebih dahulu

Anton Sujarwo

Sebagai pamungkas tips dan cara mengembangkan konflik cerita dalam penulisan apa pun yang kamu lakukan, kamu harus melatihnya sesering mungkin. Ketekunan dan kedisiplinan adalah hal yang menjadikan seorang penulis menjadi lebih baik daripada penulis yang lain.

Tidak ada satu pun rahasia dari penulis mana pun di dunia ini yang tidak mencantumkan ketekunan di dalamnya. Tekun dan disiplin, kerja keras dan pantang menyerah, adalah rahasia paling umum untuk sebuah keberhasilan. Dan tentu saja itu juga berlaku dalam dunia penulisan.

Sebagai penutup saya ingin mengatakan; selamat menulis dan berlatih, tekun dan disiplinlah selalu menghasilkan karya dan tulisanmu.

Semoga kamu menjadi penulis yang sukses, ya.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

5 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS BUKU UNTUK PEMULA

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki sesuatu untuk diberitahu kepada orang lain sebagai cerita, dapat menulis buku. Akan tetapi pada proses dan penerapannya, menulis buku tentu saja tidak sesederhana kedengarannya.

Untuk seorang pemula yang sama sekali belum memiliki sebuah buku sebelumnya, menulis buku bisa saja menjadi sebuah proyek besar yang mungkin sangat berat untuk dilakukan. Padahal jika faham cara menulis buku, proses ini sebenarnya dengan mudah dapat untuk dilakukan.

Bagaimana langkah mudah menulis buku meskipun kamu masih pemula?

Pada setiap penulis, tips menulis buku bisa saja memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Akan tetapi hampir dapat dipastikan untuk setiap penulis pemula yang ingin memulai perjalanan sebagai penulis buku, saran terbaik yang tak pernah ketinggalan disampaikan oleh para penulis kawakan adalah ketekunan dan kegigihan. Tekun, gigih dan disiplin adalah cara menulis buku fiksi, nonfiksi, cerpen ,atau bahkan artikel sederhana sekali pun. Tanpa kegigihan dan ketekunan, akan sangat sulit menyelesaikan buku jenis apa pun.

Meskipun demikian, tentu saja ada pula metode teknis yang dapat diterapkan sebagai langkah-langkah dalam menulis buku. Sekarang, kira-kira apa sajakah step by step yang dapat dilakukan oleh seorang penulis pemula supaya dapat merampungkan penulisan sebuah buku?

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menjadi seorang penulis, langkah-langkah berikut tentunya bisa kamu praktikkan.

5 Langkah Cara Menulis Buku yang Mudah Dipraktikkan Untuk Pemula

Source: International Writer’s Collective

Saya sendiri telah menulis dan merilis 9 judul buku yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat. Untuk dapat menulis buku seperti sekarang, memulainya sendiri adalah sesuatu yang tidak dapat dikatakan gampang. Saya suka menulis mungkin sudah sejak masih di SMP, namun untuk dapat menjadi seorang penulis buku, saya harus menunggunya hingga berumur 30 tahun.

Mengapa demikian lama? itu karena saya tidak tahu cara menulis buku untuk diterbitkan lalu kemudian dipublikasikan. Setelah mengetahui caranya seperti saat ini, maka menulis buku tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Bahkan saya memiliki target untuk merilis setidaknya 4-5 judul buku setiap tahun, dan dua tahun belakangan, Allhamdulillah target itu tercapai.

Nah untuk kamu yang belum pernah menulis buku dan kemudian ingin menjadi penulis buku, maka beberapa langkah berikut ini bisa segera kamu lakukan. Apa saja langkahnya? Berikut kita bahas satu persatu.

PANDUAN PERTAMA: Temukan Alasan Mengapa Kamu Menulis Buku

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam menulis buku. Ada yang memiliki motivasi menulis supaya menjadi orang terkenal, populer dan dielu-elukan banyak orang. Ada juga yang menulis karena terdorong hasrat ingin kaya dengan cara menjual buku. Sementara yang lain ada pula misalnya yang menulis karena rasa kebanggaan dan ingin melihat namanya tertera pada sampul depan sebuah buku.

Nah untuk kamu sendiri, apa sebenarnya tujuanmu ingin menulis buku? Apa alasan terbesar dan motivasi paling kuatmu ingin memiliki buku sendiri? Temukan alasan itu, gali motivasi tersebut dan jadikan sebagai landasan utama tujuan penulisanmu. Menemukan alasan terbesar mengapa kamu ingin menulis buku adalah jauh lebih penting daripada menulis buku itu sendiri, jadi pastikan kamu memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya.

Source: The Write Practice

Dua hal yang perlu kamu ketahui tentang alasan sebagai motivasi menulis buku adalah sebagai berikut;

  • Alasan menulis adalah motivasi utama dalam menulis, pertahankan hal ini sebagai pondasi dasar bagi kamu untuk tetap menulis. Namun juga yang perlu diingat bahwa alasan juga harus realistis. Karena jika umpamanya kamu menulis hanya ingin cepat kaya dan terkenal, lantas bagaimana jika beberapa buku pertamamu tidak bisa mewujudkan hal itu? Apakah kamu akan berhenti menulis?
  • Poin kedua yang juga harus kamu pahami sebagai bagian penting dari alasan menulis buku adalah dengan menyadari bahwa menulis adalah kombinasi antara pekerjaan dan kegemaran, antara profesi dan juga hobi. Karena itu, penting sekali bagi kamu untuk menjadi alasan menulis sebagai unsur penting dalam landasan utama aktivitas menulismu.

PANDUAN KEDUA: Atur Sebuah Tempat Khusus Untukmu Menulis

Tidak perlu mewah dan mahal, hal terpenting dari tempat menulis adalah kamu nyaman saat ada di dalamnya dan fokus menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Image: http://www.oldhousejournal.com

Panduan kedua yang dapat kamu lakukan sebagai bagian dari cara menulis buku yang menarik adalah dengan memgatur dan mempersiapkan sebuah tempat khusus sebagai wilayah kerjamu dalam menulis. Setiap penulis mungkin memiliki pertimbangan mereka masing-masing dalam membuat sebuat tempat kerja yang nyaman.

Ada yang lebih tertarik dengan membuat sebuah ruangan yang sepi dan terisolasi supaya dapat lebih fokus. Ada merasa lebih nyaman dengan menulis di kedai kopi atau cafe sambil melihat orang berlalu lalang. Sementara yang lain ada juga mungkin yang lebih menyukai sebuah tempat istimewa di antara kumpulan rak buku perpustakaan.

Setiap penulis memiliki standar dan selera tempat yang berbeda-beda saat menghasilkan tulisan. Meskipun demikian, minimnya gangguan dan terpenuhinya unsur ketenangan adalah syarat tempat menulis yang paling umum disukai para penulis.

Source: The Guardian

Dalam mengatur atau mensetting tempat menulis yang ideal, ada tiga hal sederhana yang juga penting untuk kamu perhatikan. Tiga hal  tersebut adalah;

  • Pertimbangkan tempat menulis yang membuatmu mudah untuk menjangkau semua keperluan penulisanmu. Hal ini bisa saja berarti kamu tidak perlu direpotkan dengan bolak-balik ke ruangan lain hanya untuk mengambil pulpen, penggaris, atau bahkan buku referensi.
  • Gunakan kursi yang nyaman. Meskipun terlihat sepele, namun kursi yang nyaman juga merupakan pendukung yang krusial dalam aktivitas menulis. Rasanya sulit untuk konsentrasi menulis jika punggungmu sakit karena kursi yang tidak nyaman.
  • Jadikan tempat tersebut sebagai tempat yang hanya kamu gunakan untuk menulis. Jadi ini semacam menciptakan sugesti dalam diri kamu sendiri, bahwa ketika kamu ada di dalam ruangan tersebut, fokusmu adalah memproduksi tulisan.

PANDUAN KETIGA: Jadikan Menulis Sebagai Kegiatan Rutin

Tidak ada satupun penulis besar dunia yang menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan. Untuk dapat menulis dengan baik, rutin menulis adalah cara yang paling efektif.
image: http://www.beritabaik.id

Panduan cara menulis buku fiksi atau pun non fiksi selanjutnya adalah dengan menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari jadwal harian yang disiplin dilakukan setiap hari. Inspirasi memang kadang menghadirkan kata-kata indah penuh makna yang dalam, namun untuk menjadi seorang penulis yang sebenarnya, kamu tidak dapat menunggu inspirasi, tapi kamu harus menciptakannya.

Langkah ketiga ini adalah memaksa inspirasi itu muncul ketika ia tak kunjung datang saat kamu tunggu. Dengan menulis setiap hari secara konsisten dan disiplin, kamu akan terbiasa dengan berbagai ide dan pemikiran yang mengalir bahkan saat tanganmu masih menari di atas mesin ketik atau keyboard.  Selain itu, menulis secara rutin juga akan membuat kamu lebih produktif, lebih teratur dalam mencapai tujuan, dan juga lebih terlatih mengelola waktu harian.

Source: WiseStep

Ada tiga hal lain pula yang dapat kamu perhatikan terkait dengan menjadikan menulis sebagai bagian dari jadwal rutin harian ini. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut;

  • Idealnya setiap penulis itu menulis setiap hari. Waktunya bisa bervariasi, mulai dari 30 menit bahkan hingga lebih dari 3 jam. Dalam satu minggu, hal ini setidaknya dilakukan dalam lima hari, walau pun untuk para penulis besar dan serius, mereka akan melakukannya setiap hari.
  • Beberapa orang memiliki jadwal menulis yang disesuaikan dengan kesibukan lain mereka.  Ada yang suka pagi, malam hari atau bahkan sore hari. Sementara saya pribadi lebih suka menulis pada dini hari, berkisar antara pukul 02:30 WIB sampai dengan pagi hari, atau sampai anak-anak saya bangun. Yang terpenting dalam hal ini adalah jangan sampai waktu menulismu bertabrakan dengan tugas rutin dan wajib, yang juga tidak dapat kamu tinggalkan.
  • Mengatur waktu menulis secara disiplin dan efektif, artinya juga mengatur beberapa hal lain dalam kehidupan sendiri.  Semakin disiplin dan tertata proses menulis yang dilakukan, maka akan semakin baik pula hasilnya. Namun jangan lupa pula, istirahat yang cukup dan waktu buat keluarga tetap adalah hal utama yang jangan sampai rusak karena prioritas waktu menulis  yang berlebihan.

PANDUAN KEEMPAT: Tentukan Target Harian dan Tenggat Waktu Penulisan

Jadikan target dan tenggat waktu sebagai pemacu semangatmu dalam menulis. Cara menulis buku dengan target dan tenggat waktu juga dapat melatih diri menjadi lebih disiplin.
image: http://www.tckpublishing.com

Selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis buku yang baik adalah dengan senantiasa menetapkan target dan tujuan kepenulisan itu sendiri. Target penulisan ini kemudian dapat kamu sesuaikan berdasarkan tenggat waktu yang juga bisa kamu tetapkan sendiri. Konsisten dalam melakukan hal ini, akan membuat kamu produktif dan disiplin dalam mencapai tujuan.

Bayangkan misalnya kamu setiap hari menulis 300 kata atau satu halaman, selama satu bulan kamu sudah menulis 30 halaman, dan selama satu tahun kamu sudah menulis 360 halaman dengan jumlah kata lebih dari 100.000, dan itu sudah jadi sebuah buku yang dapat kamu publikasikan.

Pada tahap ini logika cara menulis buku novel yang jumlah katanya adalah 100.000, maka kamu harus menulisnya paling tidak satu halaman setiap hari, atau sekitar 300 kata setiap harinya.

Source: Medium

Dalam menetapkan target penulisan ini, beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan misalnya adalah;

  • Pasang target yang rasional, yang dapat kamu kerjakan setiap hari, dan yang dapat kamu patuhi dengan konsisten. Pribahasa sedikit-sedikit menjadi bukit selaras dengan panduan nomor empat ini.
  • Gunakan tenggat waktu dan targetmu sebagai acuanmu dalam menulis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika kamu ingin memiliki novel dengan jumlah kata 100.000, maka tenggatnya adalah satu tahun dan kamu harus menulisnya minimal satu halaman setiap hari.

PANDUAN KELIMA: Selama Proses Menulis, Lupakan Pengeditan

Lupakan editing saat sedang menulis, setelah naskah selesai waktumu untuk mengedit akan sangat banyak.
image: http://www.thewritelife.com

Ini adalah langkah terakhir dari panduan menulis buku yang sederhana dan mudah untuk pemula. Pada bagian ini, buang jauh-jauh keinginanmu untuk segera mengedit apa yang telah kamu tulis.

Selama sedang menulis, fokuslah hanya pada tulisanmu saja. Tidak perlu diperhatikan pengetikan ganda yang keliru, typho yang berceceran, atau apa pun yang mungkin membuat kamu ingin segera memperbaikinya.

Menambahkan kata yang kurang atau memperbaiki typho yang sedikit mungkin tidak akan menjadi masalah, namun jika sampai membuatmu menjadi kehilangan fokus menulis karena lebih tertarik mengedit, kamu akan menemui kendala. Inspirasi dan idemu bisa berubah karena masalah editing saat menulis, jadi menulislah tanpa khawatir harus mengedit.

Saya secara pribadi  biasanya akan menyelesaikan naskah buku saya hingga 100%, barulah kemudian saya mengeditnya. Memang mengedit membutuhkan waktu yang tidak sedikit, saya bahkan kadang harus 3 sampai 4 kali membaca ulang naskah dan menmperbaikinya hingga merasa naskah itu  sudah sesuai dengan saya harapkan. Dan itu tidak masalah, sebagai penulis profesional itu adalah bagian dari keindahah pekerjaan yang kita miliki.

Source: SEOclerk

Namun jika kamu tetap merasa harus mengedit tulisanmu sesegera mungkin, mungkin tips berikut bisa kamu praktikkan untuk melakukannya;

  • Jika kamu menyediakan waktu menulismu adalah 2  jam dalam satu hari atau 120 menit, maka kamu mungkin bisa menyisihkan 20 menit terakhir untuk membaca ulang tulisanmu dan melakukan pengeditan. Gunakan sedikit saja waktu produktivitas menulismu untuk mengedit, karena setelah naskahmu selesai, waktumu sepenuhnya adalah melakukan pengeditan.
Source: Pexels.com

Dengan mempraktikan 5 panduan cara menulis buku di atas, pada dasarnya kamu sudah dapat menghasilkan buku dengan produktif jika kamu melakukannya secara konsisten dan disiplin.

Ingatlah kembali bahwa profesi menulis bukanlah sebuah profesi yang hanya menyusun kata dan kalimat yang kemudian dicetak pada tumpukan kertas. Namun lebih daripada itu, menulis adalah berbagi, adalah seni, adalah menyebarkan sebuah manfaat untuk orang banyak.

Jadi, mari dilakukan dengan sepenuh hati, mari menulis dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan…


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

TIPS DARI 5 PENULIS HEBAT DUNIA UNTUK KAMU YANG INGIN JADI PENULIS

Apakah kamu pernah bercita-cita ingin jadi penulis? Jika iya, maka tentu saja kamu istimewa karena mungkin hanya sedikit orang yang menjadikan menulis sebagai cita-cita. Lalu, apakah cita-citamu sudah tercapai sekarang? Jika sudah, wow itu hebat, selamat lagi untuk kamu. Namun jika belum, kamu tetap bisa mewujudkannya, tidak ada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis.

Nah, untuk mempermudah perjalananmu menjadi seorang penulis yang hebat, berikut ini beberapa tips ampuh dari 5 penulis terbaik dunia sebagai cara menjadi penulis pemula yang bisa kamu praktikkan. Yuk, silahkan disimak satu-persatu.

5 Tips Dari 5 Penulis Top Dunia Untuk Kamu yang Ingin Jadi Penulis Hebat

Jadi, kamu serius ingin jadi penulis?

Para penulis besar dunia, yang nama mereka abadi sepanjang masa, yang karya dan buah pena mereka masih dibaca dan dibicarakan oleh manusia hingga hari ini, adalah sosok-sosok yang tidak hanya dapat dikagumi dari karyanya saja. Para penulis hebat itu pada dasarnya juga memiliki karakter yang menarik, yang karakter itu kemudian mampu menjadi warna yang membuat tulisan mereka menjadi sangat menyenangkan untuk dibaca.

Nah, apa pun tulisan yang kamu hasilkan, baik itu fiksi, non fiksi, cerpen, novel, atau bahkan artikel sederhana sekali pun, kamu tetap memiliki peluang untuk menjadi seorang penulis hebat. Rangkaian proses dan cara kamu menghasilkan tulisan yang berkualitas inilah kemudian yang akan menentukan keberhasilanmu sebagai penulis. Dan menariknya, ini adalah cara menjadi penulis buku atau artikel yang paling sederhana untuk dipahami.

Sekarang jika kamu ingin menjadi penulis dan ingin karyamu memiliki kualitas yang baik, 5 rahasia dari para penulis terbaik dunia ini perlu untuk kamu pertimbangkan. Dengan konsistensi dan kegigihan dalam mempraktikkannya, adalah keniscayaan jika kamu juga bisa menjadi seorang penulis yang mampu menghasilkan karya yang luar biasa.
Lalu, apa saja rahasianya? Berikut daftarnya buat kamu.

STEPHEN KING: Para Penulis Hebat Menulis Setiap Hari

Source: pinterest

Ketika para amatiran duduk dan menunggu inspirasi, sebagian besar dari kita bangun dan terus bekerja

Stephen King

Mendengar kata menulis setiap hari, beberapa orang kadang menggerutu karena merasa itu adalah tips yang membosankan. Namun benar, kamu tidak akan mampu menghasilkan lima judul buku dalam satu tahun jika kamu tidak menulisnya setiap hari. Saya tidak mungkin mampu menghasilkan 9 judul buku dengan tema populer dalam dunia mountaineering dalam waktu hanya dua tahun jika saya tidak menuliskannya setiap hari dan setiap malam.

Beberapa orang mungkin menolak saran ini, namun memang cara jadi penulis novel atau cerpen, atau apa pun itu, aturan dasar dan klasiknya adalah ketekunan, kegigihan dan juga kedisiplinan. Menulis setiap hari, melawan rasa bosan dalam kejenuhan, serta tidak bergantung kepada inspirasi yang entah kapan datangnya adalah rahasia pertama dari para penulis besar, termasuk juga Stephen King.

JK ROWLING: Para Penulis Hebat Membaca Buku yang Terbaik

Source: Business insider

Jika anda tidak suka membaca, anda hanya belum menemukan buku yang tepat

JK Rowling

Sumber inspirasi dan ide tulisan dapat datang dari berbagai macam. Buku, film, kejadian nyata, pengalaman, percakapan, bahkan mengamati sesuatu pun dapat menjadi sumber penulisan yang menarik. Namun sejauh ini dalam konteks belajar cara menjadi penulis online atau pun offline, memang buku adalah salah satu sumber yang paling ideal.

Dengan membaca buku kamu tidak hanya menyerap pengetahuan dan pemahaman, namun sebagai penulis, kamu juga belajar cara menuliskannya. Buku adalah asupan paling baik bagi seorang penulis untuk menghasikan tulisan yang berkualitas. Dan untuk alasan tersebut, seorang penulis harus pula memilih bacaannya hanya pada buku-buku terbaik.

Akan tetapi jangan pula membuat tips dari JK Rowling ini terlalu kaku untuk diterjemahkan. Kamu pada dasarnya dapat membaca buku apa pun yang kamu suka. Selama buku tersebut mampu memberikan feedback yang baik saat membacanya, buku itu adalah buku yang tepat untuk kamu baca.

ROBERT FROST: Penulis Hebat Tidak Takut Menunjukkan Emosi Mereka

Source: Valley News

Tanpa air mata saat ditulis, tidak akan pula ada air mata saat dibaca

Robert Frost

Emosi adalah kekuatan, tergantung dari cara menggunakannya. Emosi dalam bentuk kemarahan, air mata, kesedihan, kegembiraaan, dan lain sebagainya, adalah seperangkat respon alamiah manusia saat menghadapi sebuah kondisi yang mempengaruhi perasaan mereka. Bagi seorang penulis, emosi juga adalah senjata dan kekuatan terbaik untuk menghasilkan karya.

Jadi, cara menjadi penulis novel pemula selanjutnya adalah jangan takut dan malu untuk menunjukkan emosimu saat menulis. Jika kamu marah, maka luapkan amarahmu itu dalam tulisan yang dapat dimengerti oleh pembaca. Jika kamu bersedih, maka tumpahkan pula air mata kesedihan, kepiluan dan kesengsaraan itu dalam tulisan yang juga dapat dimengerti oleh pembaca.

CAMILE PAGLIA: Para Penulis Hebat Membebaskan Imajinasi Mereka

Source: The Daily Beast

Sebagian besar penulis terbaik dunia, tidak memiliki pendidikan formal dalam hal menulis

Camille Paglia

Imajinasi dan pikiran adalah bagian paling kaya dari seorang manusia. Dan bagi seorang penulis, imajinasi adalah ruh dari tulisan dan kata-katanya. Penulis terbaik akan membiarkan imajinasi mereka bebas melayang, mengembara dan terbang dalam alam yang luas, menukik dan menghunjam untuk berpikir, membayangkan, menelaah dan juga memperkirakan. Semakin jauh sebuah imajinasi dapat terbang bebas, semakin kaya pula nilai tulisan yang dapat dituangkan.

Penulis hebat tidak mengekang imajinasi mereka, namun mereka menyampaikannya dengan kehati-hatian. Saya pun demikian, saya membiarkan imajinasi saya menerabas banyak batasan dalam buku Merapi Barat Daya atau dalam buku MMA Trail. Hanya saja untuk dapat dipahami oleh pembaca, saya harus menyampaikannya dengan cara yang bijaksana dan hati-hati.

Membebaskan imajinasi adalah fondasi penting dalam dimensi penulisan. Apakah kamu sedang mencari cara menjadi penulis di wattpad, atau mencari cara menulis puisi di buku harian sekali pun, maka membebaskan imajinasimu adalah bagian yang sangat penting untuk kamu lakukan.

MADELEINE L’ENGLE: Para Penulis Hebat Kadang Menulis Sesuatu yang Tidak Disukai dan Dibenci Masyarakat

Source: Softfronia Scott

Kamu harus menulis buku yang memang seharusnya kamu tulis, jika tidak mudah diterima oleh orang dewasa, maka tulislah dalam bahasa anak-anak

Madeleine L’engle

Rahasia terakhir untuk menjadi seorang penulis hebat ini mungkin menjadi rahasia yang paling tidak mudah untuk diaplikasikan. Menulis sesuatu yang tidak disukai masyarakat membutuhkan sebuah keberanian dan mungkin juga sedikit kenekatan. Pada beberapa kelompok sosial, menulis sesuatu yang tidak mereka sukai dapat saja berujung pada sebuah upaya penganiayaan.

Seperti halnya rahasia yang keempat, tips yang terakhir ini juga sangat penting dilakukan dengan kehati-hatian. Sebuah imajinasi yang tajam, sebuah pemikiran yang kritis dan runcing, membutuhkan bahasa yang bijak supaya dapat diterima oleh masyarakat luas.

Source: Pexels.com

Menulis sesuatu yang dihindari oleh masyarakat karena hal itu dianggap tabu atau pun ‘tidak etis’ adalah sesuatu yang menantang untuk dilakukan. Dan untuk dapat melakukan ini kamu memang benar-benar harus siap lahir dan batin dengan segala konsekuensinya. Tapi seperti saran Madeleine, jika tema yang ingin kamu tulis terlalu berat diterima oleh orang dewasa, kamu dapat mengubahnya dengan narasi yang lebih kreatif.

Nah sekarang, setelah membaca 5 rahasia menjadi penulis hebat dari 5 penulis terbaik dunia di atas, kamu yang ingin jadi penulis dapat memulai meningkatkan kualitas penulisanmu.

Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, bukan tidak mungkin jika kamu juga akan menjadi penulis besar di kemudian hari.

Jadi teruslah menulis dan tetap berkarya, ya.


Note

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

10 CARA MENEMUKAN IDE MENULIS CERPEN ATAU NOVEL YANG AMPUH

Bagaimana sebenarnya cara menemukan ide menulis cerpen atau novel yang ampuh dan mudah dilakukan? Ini mungkin agak unik karena beberapa buku dengan ide cerita yang paling menarik sekali pun, lahir dari ide-ide yang sederhana. Namun memang, cara menemukan ide menulis adalah sesatu yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Penulis baru dengan ide-ide segar, atau penulis professional dan berpengalaman, kadang mengalami semacam stagnan menemukan ide penulisan mereka. Ada banyak cerita yang bisa dirangkai, ada banyak kisah yang bisa diubah menjadi buku-buku, namun menemukan cerita yang menarik dan mampu membuat pembaca menjadi lebih bergairah, tentu saja membutuhkan upaya yang serius.

Meskipun terlihat sulit, namun sebenarnya ada cukup banyak cara mendapatkan ide  untuk menulis novel atau cerpen sebagai bahan utama dalam penulisan.  Cara-cara ini bisa berdasarkan pengalaman, pembelajaran, mendengarkan cerita orang lain, dan sebagainya. Nah, untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini, ya.

Cara Menemukan Ide Menulis Cerpen atau Novel yang Sederhana tapi Ampuh

Photo by cottonbro

Jika dibagi dalam bentuk ide-ide yang lebih spesifik, maka setidaknya ditemukan banyak sekali cara atau rujukan menemukan ide untuk dijadikan tema dalam sebuah penulisan. Namun supaya lebih sederhana, berikut akan dirangkum dalam 3 kategori saja yang paling umum yakni; Menemukan ide menulis berdasarkan riset atau penelitian, menulis berdasarkan introspeksi atau muhasabah, dan menulis berdasarkan hasil dari interview atau wawancara.

Oya, mengenai bagaimana cara menemukan ide menulis berdasarkan pengalaman pribadi, kamu dapat membaca artikelnya disini, ya.

Nah sekarang, apa saja hal sederhana yang bisa dilakukan dalam penulisan cerpen atau nove yang gagasan atau idenya berdasarkan dari hasil riset atau penelitian? Berikut rinciannya;

Mempelajari Sejarah Keluarga dan Menuliskannya

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Menulis objek berdasarkan sebuah penelitian tentu saja memiliki spektrum yang sangat luas untuk dilakukan. Para akademisi pada umumnya selalu menggunakan metode ini untuk menulis sesuatu. Pijakan dasar dari penulisan berdasarkan riset adalah unsur imiahnya yang menjadikan sebuah tulisan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh.

Nah untuk kamu yang mungkin sekarang mencari ide menulis novel atau artikel, mempelajari sejarah keluarga mungkin bisa kamu lakukan. Kamu dapat memulainya dengan bertanya kepada kedua orang tuamu, kemudian memperluasnya hingga paman, bibi, dan kakek nenekmu.

Penulisan artikel atau riset tentang sejarah keluarga tidak hanya akan menjadi karya tulis bagi kamu sebagai penulisnya, namun juga akan menjadi warisan keluarga yang sangat bernilai. Menulis sejarah keluarga dan mengabadikannya dalam tulisan adalah salah satu contoh ide cerita yang menarik yang bisa kamu lakukan.

Mempelajari Sesuatu yang Asing dan Menuliskannya dalam 1000 Kata

Photo by Ruslan Alekso on Pexels.com

Seseorang dapat menulis sesuatu yang ia pahami secara luas dan panjang lebar, bahkan hingga detail-detailnya. Namun berbeda halnya jika menulis sesuatu yang asing dan tidak begitu dipahami seluk-beluknya. Tentu saja ini akan menjadi tantangan tersendiri dan jika mampu dieksekusi dengan baik, maka project ini juga bisa menjadi contoh menulis ide kreatif yang menyenangkan.

Ide penulisan semacam ini, selain semakin menambah skill kamu dalam penulisan ilmiah. Juga akan mampu memberikan wawasan dan sudut pandang yang baru untuk kamu. Pada awalnya mungkin saja memang tidak mudah, akan tetapi jika kamu terus belajar dan tidak mudah menyerah, maka kamu akan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Mempelajari Tentang Buku Apa yang Dibutuhkan Kemudian Menuliskannya

Photo by John Ray Ebora on Pexels.com

Sebagai seseorang yang suka mendaki gunung, saya tentunya juga tertarik dengan literatur dunia mountaineering. Sayangnya pada tahun 2018, buku-buku mountaineering di Indonesia sangat terbatas. Dapat dikatakan bahwa hampir semua buku pendakian gunung atau mountaineering yang beredar di Indonesia lebih banyak bertema tentang panduan teknis dan catatan perjalanan saja. Belum ada satu judul buku pun yang umpamanya menulis dunia mountaineering dari sudut pandang yang lebih kaya.

Saya kemudian mulai melakukan riset, membaca berbagai blog dan jurnal, mencari informasi-informasi yang saling berkaitan satu sama lain untuk dibuatkan konsep yang lebih komprehensif. Berbagai hal yang dilakukan ini kemudian menjadi sebuah bagian dari cara mendapatkan ide menulis artikel tentang mountaineering yang kemudian berkembang menjadi ide penulisan buku.

Dan pada bulan September 2018, riset sederhana ini yang saya lakukan ini kemudian berubah menjadi tiga judul buku pertama saya, yakni; Wajah Maut Mountaineering Indonesia, Mahkota Himalaya dan, Dunia Batas Langit.

Menemukan Ide Menulis Artikel atau Novel Berdasarkan Hasil Wawancara atau Interview

Source: Freepik

Menulis sebuah artikel atau bahkan buku berdasarkan hasil interview adalah cara membuat ide cerita yang sangat umum dilakukan. Akan tetapi untuk mempermudah prosesnya, kamu dapat melakukannya secara sederhana misalnya dengan tokoh bisnis yang sukses atau olahragawan yang berhasil di lingkunganmu.

Apa saja yang kemudian dapat kamu kembangkan dari metode ide penulisan seperti ini?

Tentu saja banyak sekali. Kamu bisa membagikan pengalaman hebat, perjuangan dan pencapaian seseorang yang kamu wawancarai kepada publik. Jika kamu mampu mengembangkan cerita hasil wawancaramu secara lebih impresif, kamu mungkin bisa menginspirasi banyak orang lain juga.

Ide Menulis Artikel Berdasarkan Wawancara Dengan Tokoh Bisnis

Source: Freepik

Untuk mulai menulis menggunakan metode ini, kamu dapat melatihnya dari hal yang paling sederhana sekali pun. Contoh penerapan metode ini misalnya melakukan wawancara penulisan pedagang, pengusaha, atau bahkan juga petani. Metode ini selain membuat kamu memiliki ide penulisan yang objektif, juga akan memperkaya sudut pandangmu tentang suatu objek yang mungkin selama ini luput dari perhatianmu.

Hal-hal yang bisa menjadi objek pertanyaan pada sesi interview misalnya adalah; bagaimana memulai bisnisnya, apa saja tantangan yang dihadapi, apa motivasinya, mengapa bisa bertahan hingga akhirnya sukses, serta mungkin apa pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan bisnisnya untuk dibagikan kepada orang lain, dan sebagainya.

Ide Menulis Artikel Berdasarkan Wawancara Dengan Olahragawan

Photo by Victor Freitas on Pexels.com

Sama halnya dengan tokoh bisnis, kamu pun dapat menanyakan banyak hal kepada seorang olahragawan dan menyimpulkan dalam sebuah tulisan yang menarik. Pertanyaanmu bisa seputar perjuangannya memulai karir bidang olahraga yang dipilih, metode latihan yang digunakan, spirit dan motivasi menggapai keberhasilan, dan lain sebagainya.

Baik tokoh bisnis atau pun olahragawan, cara membuat ide cerita berdasarkan teknik ini semuanya akan memberikan point of view yang menarik untuk dijadikan tulisan. Nah kamu bisa memulai membuat ide tulisan yang luar biasa dari mewawancarai mereka.

Menemukan Ide Menulis Buku Berdasarkan Metode Introspeksi dan Muhasabah

Source: Freepik

Introspeksi atau muhasabah, atau tafakur, atau apa pun sebutannya, adalah sesuatu yang sangat kaya dan bermanfaat. Mengintrospeksi diri sendiri akan membuat seseorang mampu menggali dan mengenali berbagai hal yang selama ini mungkin luput dari peratiannya.

Dari sudut pandang penulisan, metode muhasabah atau introspeksi ini juga sangat luas untuk dipraktikkan. Metode muhasabah kadang juga dipraktikkan sebagai teknik bagaimana cara menemukan ide untuk menulis cerita fantasi yang menarik. Hal ini seperti berusaha menemukan makna dari perjalanan hidup, kemudian menuangkannya dalam bilik-bilk imajinasimu sendiri.

Nah, beberapa hal yang paling umum dilakukan sebagai metode menulis berdasarkan muhasabah adalah sebagai berikut

Menemukan Ide Menulis Tentang Penyesalan Terbesar Dalam Hidup

Source: skip prichard

Hingga usiamu sekarang, apa kira-kira hal yang paling kamu sesali? Mengapa kamu menyesali hal tersebut? Apa alasan terbesarmu untuk mengatakan bahkan penyesalan itu memang layak untuk kamu utarakan? Lalu apa solusimu untuk berdamai dengan penyesalan tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu saja dapat kamu ajukan pada diri sendiri saat menulis sebuah muhasabah berdasarkan konsep penyesalan terbesar dalam hidup. Penulisan sepertu ini tidak hanya akan membuat kamu mampu melakukan perbaikan di hari depan, namun juga akan meningkatkan kewaspadaan dan rasa syukurmu.

Pada kesempatan yang lebih baik, menulis tentang penyesalan dalam hidup juga kadang digunakan sebagai cara menemukan ide dalam menulis puisi. Dan pada umumnya sebuah puisi yang dihasilkan karena hal ini akan sarat dengan makna dan hikmah yang kaya dengan pesan kebijaksanaan.

Menemukan Ide Menulis Tentang Kegagalan Terbesar yang Pernah Dialami

Source: Quotes cover

Mungkin kegagalan berkaitan erat dengan penyesalan untuk sebagian orang. Namun dalam penulisan yang efektif, kegagalan justru dapat diubah menjadi keberhasilan melalui sebuah tulisan berkualitas dan terus terang. Ketika kamu menulis sebuah kegagalan yang pernah kamu alami dan kamu anggap sebagai yang terbesar, maka akan ada banyak manfaat yang kemudian mengikuti tulisan tersebut.

Kamu akan lebih rendah hati karena kegagalan, kamu juga akan lebih banyak berusaha dan berdoa karena kegagalan. Sementara dari sisi orang yang membaca tulisanmu, mereka akan lebih berhati-hati dan belajar dari kegagalanmu. Dan itu tentu saja membuat tulisanmu menjadi jauh lebih bernilai.

Menemukan Ide Menulis Tentang Kesuksesan Besar yang Pernah Diraih

Source: Petra van den Berg

Meskipun endingnya berbeda, namun hakikat penulisannya sama dengan menulis tentang kegagalan yang pernah dialami. Kesuksesan akan memberi lebih banyak kegembiraan daripada pelajaran, dan karenanya kamu dapat berbagi kesuksesan itu dengan menuliskan beberapa tips dari kamu yang terbukti efektif kamu lakukan.

Pada bagian ini kamu dapat pula menambahkan tentang motivasi perjuanganmu hingga akhirnya kamu bisa sukses dalam bidang tersebut. Dan penjabaran ini dapat pula kamu tambahkan dengan kiat-kiat untuk orang-orang yang mungkin tertarik dengan bidang yang kamu pernah sukses di dalamnya. Dengan teknik ini, penulisan tentang prestasi dan pencapaian dapat pula dikembangkan sebagai contoh menulis ide kreatif yang menarik.

Menemukan Ide Menulis Tentang Sesuatu yang Historis dan Menguraikannya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika melakukan perenungan tentang sesuatu yang telah terjadi, sesorang dapat saja menemukan sebuah momen historis yang penuh nilai untuk dituliskan. Momen ini dapat diperinci lagi dengan menguraikannya menjadi tulisan untuk dibagikan kepada orang-orang. Momen historis yang dituliskan akan membuat kesan dari momen tersebut semakin kuat untuk diingat dan dikenang.

Apa momen historismu? Mengapa kamu menganggap momen itu sebagai sesuatu yang bernilai historis? Apa dampaknya pada diri dan perasaanmu ketika momen tersebut kamu ingat kembali? Dan lain sebagainya.

Kamu dapat memperinci penulisan ini hingga pada sesuatu yang lebih detail lagi kemudian mengembangkannya menjadi contoh ide cerita yang menarik untuk dibagikan sebagai tulisan.

Menemukan Ide Menulis Tentang Impian yang Ingin Dicapai dan Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mencapainya

Source: ResearchGate

Impian yang kuat akan menjadi sumber tenaga dan energi bagi seseorang untuk meraihnya.

Lalu, apa impianmu? Mengapa kamu memimpikannya? Apakah kamu berharap impianmu akan menjadi kenyataan? Lalu, apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mencapai impian kamu tersebut?

Menulis sebuah impian dan menyusun konsep untuk mencapainya tidak hanya akan membuatmu pandai menulis, namun juga melatihmu untuk bisa menyusun strategi yang masuk akal. Pada sisi ini, akan muncul sebuah kemungkinan dan keyakinan dalam dirimu bahwa impianmu bisa terwujud jika strategi yang kamu tuliskan bisa kamu jalankan secara konsisten.

Nah sekarang, kamu dapat memilih berbagai metode menemukan ide menulis di atas dari berbagai teknik dan pengertian mencari ide yang sudah disampaikan. Kamu bisa melakukan wawancara, kamu bisa melakukan riset, atau yang paling mudah, kamu pun bisa meluangkan waktu untuk melakukan introspeksi dan muhasabah. Ketika kamu telah menemukan idenya, ubah kemudian ide tersebut menjadi konsep penulisan yang menarik.

Jika kamu rasa sudah cukup, langkah selanjutnya adalah kristalkan konsep idemu itu menjadi sebuah karya tulis yang nyata, bisa berbentuk novel, artikel, atau bahkan cerpen sekali pun.

Kunci dari cara menemukan ide menulis hingga berhasil menjadi sebuah karya yang layak untuk kamu banggakan adalah komitmen dan konsisten. Selama kamu siap dengan komitmen yang kuat dan kosistensi yang tinggi, hanya masalah waktu sampai karyamu menjadi sesuatu yang luar biasa.

Selamat berkarya!

WUJUDKAN IMPIANMU MENJADI PENULIS MELALUI KELAS MENULIS ONLINE DISINI

DAFTAR VIA WHATSAPP SEKARANG


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


5 TIPS RAHASIA CARA MENJADI PENULIS HANDAL YANG PRODUKTIF

Ada cukup banyak cara menjadi penulis handal yang seringkali disampaikan dalam media. Namun pada banyak contoh, cara-cara tersebut dianggap tidak benar-benar dapat diaplikasikan secara efektif. Berbagai kendala yang ada pada proses penerapannya di lapangan, membuat berbagai tips menjadi penulis handal yang banyak dibagikan, tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Nah, adakah berbagai kiat dan cara yang sistematis untuk menjadi seorang penulis yang handal? Baik itu andal dalam produktivitas, andal dalam penyusunan diksi kalimat, dan andal pula dalam menemukan topik penulisan. Artikel berikut ini akan membagikan tips sederhananya buat kamu.

Jadi, dibaca sampai selesai, ya!

Beberapa Tips Sederhana Sebagai Cara Menjadi Penulis Handal yang Produkif

5 Tips & Cara Menjadi Penulis Handal

Ada sangat banyak teori dan tips menjadi penulis novel, penulis artikel, cerpen atau pun puisi yang dapat ditemukan di internet. Namun tidak semua tips dan saran-saran itu bisa diaplikasikan secara nyata. Bahkan beberapa tips yang terdengar sangat sederhana pun, tidak mudah diterapkan tanpa ada kemauan keras untuk mempraktikkannya.

Akan tetapi, setelah berhasil menulis dan menerbitkan selusin buku dalam dua tahun terakhir,  saya mungkin bisa berbagi tips menulis yang cukup efektif untuk pembaca. Beberapa tips inilah yang menjaga saya tetap antusias menulis buku DEWI GUNUNG  dengan tebal lebih dari 600 halaman tanpa merasa kehilangan antusiasme dalam mengerjakannya.

Untuk menjadi seorang penulis pemula yang sukses, tekad dan antusias tentu saja adalah modal yang utama. Kesungguhan untuk terus berkarya adalah hal penting yang harus senantiasa dipupuk dan dijaga semangatnya. Tanpa semangat dan keseriusan dalam  menulis, tidak mudah rasanya untuk menyelesaikan topik yang bahkan paling sederhana sekali pun.

Lalu, apa saja sih cara menjadi penulis novel pemula yang handal dan produktif? Berikut ‘rahasianya’ satu-persatu.

Mempelajari Kata-Kata Baru Setiap Hari

Source: Metanoia Farm

Kamu bisa memperoleh gelar dengan bersekolah, dan dengan gelar itu sekolah kamu dianggap selesai. Namun untuk menjadi seorang penulis yang baik, kamu tidak bisa berhenti  belajar.

Tidak ada kata tamat untuk belajar. Kamu bisa memperoleh gelar dengan bersekolah, dan dengan gelar itu sekolah kamu dianggap selesai. Namun untuk menjadi seorang penulis yang baik, kamu tidak bisa berhenti  belajar. Profesi menjadi penulis adalah profesi yang menuntut untuk belajar terus menerus, tidak ada kata berhenti dan tidak ada kata selesai untuk hal ini.

Seorang penulis yang hebat, selalu mempelajari kosakata baru setiap hari untuk menambah perbendaharaan literasi otak mereka. Dengan bertambahnya kata-kata baru setiap hari, topik yang ditulis pun akan menjadi lebih kaya. Dan pada perkembangannya, akan pula meningkatkan kualitas penulisan serta sudut pandang penceritaannya sendiri.

Jadi, cara menjadi penulis buku yang pertama jika kamu sungguh-sungguh ingin berhasil dan handal adalah dengan tetap belajar dan menambah perbendaharaan kata-katamu setiap hari. Jangan cepat puas jika kamu merasa sudah menulis cukup baik, tetap belajar dan tetaplah haus ilmu pengetahuan, khususnya perbendaharaan kosakata.

Membaca, Membaca & Membaca

https://penulisgunung.files.wordpress.com/2019/11/2-1.jpg?w=800
Source: Freepik

Jika kamu sedang tidak menulis, maka membacalah.

Jika kamu sedang tidak membaca, maka menulislah.

Jika kamu sedang tidak menulis dan juga tidak membaca, maka terbangkanlah imajinasimu ke alam nirwana perbendaharaan kata-kata. Dan berenanglah di dalamnya.

Anton Sujarwo

Tips ini tidak hanya tentang membaca apa yang hanya kamu suka. Namun juga membaca segalanya, bahkan apa yang tidak kamu suka, apa yang kamu tidak tertarik untuk mendalaminya. Jika kamu serius ingin jadi penulis, maka membaca adalah sesuatu yang tidak bisa kamu kesampingkan.

Memperkaya bacaan adalah memperluas wawasan dan pengetahuan. Dan wawasan serta pengetahuan adalah apa yang ‘dijual’ oleh seorang penulis dalam bentuk tulisan. Banyak membaca dengan berbagai topik dan tema adalah salah satu cara menjadi seorang penulis yang selalu disarankan. Dan saran ini memang benar adanya.

Menulislah Setiap Hari

Source: Writing Assistance

Ini adalah salah satu langkah paling penting  untuk menjadi penulis yang berhasil. Disiplin menulis setiap hari adalah cara para penulis untuk terus produktif dalam berkarya. Kamu tidak bisa menunggu mood baru menulis. Namun menulislah dan mood itu nanti akan muncul dengan sendirinya.

Mood dan inspirasi tidak datang setap hari, dan oleh kaerena itu kamu harus memaksanya dengan cara memancingnya untuk tetap datang bahkan pada saat kamu paling enggan untuk menulis. Tidak ada kunci terbesar untuk sukses dalam bidang apa pun kecuali kedisiplinan. Dan dalam dunia seorang penulis, rutin menulis setiap hari adalah bagian penting dari kedisiplinan itu.

Ada yang menulis hingga 3000 kata setiap harinya. Ada yang hanya 500 kata, atau ada yang 1000 kata. Sementara saya sendiri setiap hari setidaknya menulis sekitar 1000 sampai 4000 kata setiap hari. Intinya adalah, berapa pun jumlah kata yang berhasil kamu tuliskan, lakukan hal itu setiap hari secara konsisten.

Bagikanlah Cerita Tentang Manusia

Source: Freepik

Manusia adalah topik paling luas dalam dunia kepenulisan. Manusia dengan segala macam keunikannya, prilakunya, sifatnya, ambisinya, adalah objek yang sangat kaya untuk diceritakan. Kamu bisa berkisah tentang binatang, tentang hewan, tentang tumbuhan dan juga tentang semesta. Namun itu akan selalu hadir dalam penceritaan pada sudut pandang manusia.

Tapi bagaimana menulis tentang manusia? Apa yang harus digambarkan?

Kamu tidak perlu terlalu memaksakan diri memikirkan aturannya, yang terpenting adalah pastikan cerita kamu tentang manusia memiliki nilai. Dan nilainya bisa saja beragam. Namun selama sebuah cerita memiliki nilai, ini adalah cara untuk mengasah bakat menulis yang baik.

Berkisah tentang manusia dan segala permasalahannya adalah juga cara menjadi penulis islami yang berhasil. Dalam kisah-kisah islami yang sangat banyak dijumpai, penyampaian sisi kemanusiaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah unsur mendasar yang tidak pernah bisa dilepaskan.

Jadilah Penulis yang Original                                             

Source: Zedge

Langkah terakhir adalah menjadi penulis yang genuine atau orisinil.

Plagiat atau menjiplak, atau mencontek, atau memalsukan tulisan orang lain sama sekali bukan hal yang baik dalam dunia kepenulisan. Plagiat tidak hanya buruk buat pemilik yang karya mereka dijiplak. Namun plagiat juga buruk bagi sang plagiator sendiri.

Menjadi original adalah langkah penting untuk menjadi seorang penulis yang baik. Kamu boleh saja terinspirasi, mengutip dan terpengaruh dengan gaya penulisan orang lain yang kamu anggap hebat. Tapi tetap jadilah diri sendiri dengan karya-karya orisinil yang melambangkan diri kamu sendiri.

Menjadi original adalah cara menjadi penulis di wattpad yang juga seringkali dibagikan. Namun pada intinya, pada media apa pun kamu menulis, baik itu di media online seperti wattpad dan lain sebagainya, tetap jadilah penulis yang original. Dengan konsistensi dan produktivitasmu dalam menulis, kamu pun nantinya akan memiliki ciri khas dan keistimewaan sendiri.

Sekarang, Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Bagaimana selanjutnya?

Setelah memahami berbagai cara menjadi penulis handal di atas, sekarang apa yang harus kamu lakukan?

Tidak ada saran yang paling efektif untuk disampaikan kepada seorang penulis selain daripada kedisiplinan. Jika kamu ingin menjadi penulis dan berharap sukses dalam bidang tersebut, maka paksalah dirimu untuk disiplin. Disiplin dalam menulis, disiplin dalam belajar, dan disiplin pula dalam berkarya.

Jadi sekarang, kemaslah beberapa tips menjadi penulis handal di atas dalam sebuah tekad untuk menyelesaikan tulisan-tulisanmu. Jadikan segala rintangan sebagai bagian dari penambah semangatmu sendiri buat berkarya. Karena pada akhirnya, karyamulah yang akan diingat oleh manusia.

Jadi, teruslah menulis, ya!


Orang buta dibatasi oleh penglihatannya

Orang tuli dibatasi oleh pendengarannya

Dan orang lumpuh dibatasi oleh langkah kakinya.

Namun orang yang hebat dan orang yang sehat, mereka dibatasi oleh visi, impian, kerja keras dan juga kedisiplinannya.

Anton Sujarwo

Note

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;


Penulis blog ini juga membuka bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

9 CARA MENEMUKAN IDE MENULIS NOVEL ATAU CERPEN YANG MUDAH DILAKUKAN

Untuk penulis pemula yang ingin menghasilkan karya hebat, atau pun untuk penulis lama yang ingin memulai proyek penulisan baru, cara menemukan ide menulis novel atau artikel yang tepat kadang dapat saja menjadi tantangan yang serius. Karena itulah kemudian dibutuhkan teknik atau tips khusus mengenai cara mencari ide menulis yang efektif dan mudah diterapkan.

Cara Menemukan Ide Menulis Novel yang Mudah Dilakukan Berdasarkan Pengalaman Sendiri

Source: http://www.Pulsd.com

Menemukan ide untuk sesuatu yang akan ditulis kadangkala bukanlah bagian paling sulit dari menjadi seorang penulis. Bagian paling tidak mudah dari seorang penulis khususnya pemula, adalah tetap konsisten menyelesaikan tulisan untuk sebuah ide yang telah dipilih buat dituliskan. Gagasan penulisan yang tidak begitu powerfull kadang lebih sering menguap sebelum bisa diubah menjadi karya yang nyata.

Sebenarnya ada banyak cara mencari ide menulis yang dapat diaplikasikan, namun memilih salah satu yang paling tepat untuk dikembangkan adalah bagian yang mungkin tidak semua penulis mampu memutuskannya secara bijaksana. Ada banyak draff buku berupa novel atau bahkan cerpen yang tidak pernah selesai karena gagasan ide awalnya sendiri tidak begitu kuat untuk diteruskan.

Nah, bagaimana sebenarnya cara mendapatkan ide untuk menulis novel, cerpen, artikel, atau apa pun itu yang efektif sekaligus kuat untuk diimplementasikan dalam tulisan berdasarkan pengalaman? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Ide Menulis Buku Berdasarkan Pengalaman Sendiri

Source: http://www.themirror.com

Menulis buku dengan berdasarkan pengalaman sendiri adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Hal yang paling menguntungkan dari ide seperti ini adalah sudut pandang kepenulisannya yang lebih dalam karena merupakan sebuah pengalaman yang pernah dirasakan oleh si penulis langsung.

Akan tetapi, ada banyak pula penulis yang mampu membuat sebuah kisah fiksi yang luar biasa bagus, dengan menggunakan pengalaman pribadi sebagai unsur yang menyempurnakannya. Hal ini misalnya dapat dilakukan dengan mengambil latar belakang berupa tempat, kejadian, waktu, konflik yang dihadapi, untuk kemudian diadaptasi menjadi sebuah kisah imajiner yang jauh lebih kompleks dan menarik.

Ide cerita penulisan yang didasarkan pada pengalaman penulisnya, memiliki banyak sudut padang dan sangat luas untuk dijabarkan. Dengan gaya bercerita yang baik dan pengolahan diksi yang luar biasa, sebuah pengalaman dapat dikemas menjadi sebuah cerita yang bahkan mampu melintasi batas-batas imajinasi kisah nyatanya sendiri.

Nah sekarang, bagaimana cara membuat ide cerita yang dapat dikembangkan dari sebuah pengalaman pribadi untuk dituliskan menjadi sebuah gagasan penulisan? Berikut beberapa rinciannya;

Tulis Sesuatu yang Membuat Kamu Merasa Gemetar dan Ketakutan

Source: http://www.penstateuniversity.com

Menulis tentang hal yang paling ditakutkan adalah sesuatu yang menantang, dan pastinya dapat dikembangkan menjadi sebuah contoh ide cerita yang menarik. Setiap orang tentu saja memiliki skala ketakutan yang beragam. Pada kasus ini, menulis sesuatu yang paling membuat takut adalah ide menulis yang dapat dikembangkan.

Rasa takut akan kehilangan, rasa takut akan kegagalan, rasa takut dan khawatir akan ditinggalkan, adalah beberapa rasa takut yang justru dapat diubah menjadi sebuah naskah cerita.

Bahkan lebih daripada itu, ketakutan pada sesuatu yang lebih unik seperti takut hantu, takut ketinggian, takut gelap atau rasa takut yang lainnya, juga dapat dikembangkan menjadi karya penulisan yang luar biasa.

Lakukan Sesuatu yang Luar Biasa Kemudian Tulis Pengalamannya

Source: http://www.brandquarterly.com

Apakah mendaki gunung selama satu bulan penuh adalah sesuatu yang luar biasa? Jika iya, maka kamu dapat melakukannya untuk kemudian menjadikan pengalamannya sebagai ide tulisanmu.

Melakukan sesuatu yang dianggap luar biasa pada dasarnya bukan hanya akan membuat seseorang mendapat ide cerita, namun juga akan membuat bertambahnya pengalaman dalam hidup.

Sesuatu yang menantang dan luar biasa untuk dilakukan tidak harus berbahaya dan mengancam nyawa seperti mendaki gunung. Pada konteks yang lebih realistis, contoh ide cerita yang menarik ini misalnya dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih variatif  dan mudah untuk dilakukan.

Menulis Blog dengan Satu Chapter per Satu Waktu, Bisa per Hari Atau per Minggu

Source: http://www.Clipdealer.com

Seorang penulis atau calon penulis sudah seharusnya memiliki blog atau website pribadi. Nah sebagai penulis, kamu misalnya dapat memposting secara serial untuk sesuatu tema yang kamu mungkin memiliki ketertarikan lebih.

Umpamanya menulis cerita misteri, maka hal ini dapat ditulis secara berkala di blog yang kamu miliki. Selain akan menebarkan jaring untuk pembaca tulisan secara setia, metode ini juga akan membuat rangkaian kisah dalam blog yang telah ditulis, dapat diubah menjadi sebuah karya yang lebih besar. Seperti buku misalnya.

Menulis Tentang Seseorang yang Paling Berarti atau Berpengaruh dalam Hidup

Source: http://www.thecreativecafe.com

Saya menulis sebuah buku setebal hampir 800 halaman yang saya bagi dalam dua jilid. Kepenulisan buku ini berasal dari arti seseorang yang demikian besar dalam kehidupan saya. Sosok ini telah menjadi bayangan dalam langkah saya, dan karena itu, tentu saja saya dapat menuliskan kisahnya dengan sangat baik dalam cerita yang mungkin cukup panjang.

Setiap orang memiliki sosok yang sangat berarti dan berpengaruh dalam kehidupan mereka. Dengan cara melihat yang lebih komprehensif, menulis tentang seseorang yang berarti dalam hidup adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dilakukan.

Topik tentang seseorang yang berarti ini dapat dikristalkan menjadi salah satu cara mendapatkan ide menulis artikel, puisi, atau bahkan yang lebih banyak daripada itu.

Menulis Tentang Salah Satu Hobi yang Paling Digemari

Source: http://www.leverageedu.com

Kegemaran atau hobi tentu saja dapat menjadi bahan menulis yang menyenangkan. Apa pun  jenis hobi atau kegemaran yang sungguh-sungguh membawa kesenangan saat dilakukan, akan menjadi modal yang bagus untuk menulis sebuah karya tulis yang bisa dikembangkan.

Hobi fotografi dapat membuat buku berisi album foto. Hobi travelling dapat membuat buku yang berisikan catatan perjalanan, sementara hobi memasak, dapat pula menulis karya tulis berupa resep-resep dan sejenisnya. Pendek kata, apa pun hobi yang dilakukan pada dasarnya dapat pula menjadi ide sebuah penulisan.

Menulis Berdasarkan Inspirasi Dari Lagu Favorit

Source: http://www.Mindsjournal.com

Orang menyukai lirik lagu bukan karena suka secara benar-benar suka, namun lebih banyak karena lirik itu serasa tepat untuk menggambarkan diri dan perasaannya. Kamu yang merasa sepakat dengan pernyataan ini maka dapat menuliskannya menjadi kerangka cerita untuk kamu kembangkan lebih jauh.

Lirik lagu kadang bercerita lebih banyak kepada orang yang merasa bahwa perasaannya terwakili dengan  lirik tersebut. Lantunan suara dan nada sang penyanyi akan membantumu untuk semakin jauh mengekplorasi perasaan dan alasan yang melatarbelakangi menjadikan lagu tersebut sangat kamu senangi.

Metode menulis berdasarkan lirik lagu ini juga mudah untuk dikembangkan dan diimplementasikan dalam sebuah karya tulis. Pada umumnya, menjadikan lirik lagu sebagai cara menemukan ide dalam menulis puisi catatan yang singkat telah banyak dilakukan. Namun, hal ini bukan berarti bahwa lirik lagu tidak dapat dijadikan sebagai ide dasar dalam penulisan yang lebih luas lagi.

Menulis Tentang Masalah Paling Besar yang Dihadapi dan Kira-Kira Solusi Untuk Mengatasinya

Source: http://www.Tsss.com

Menulis dengan gagasan yang satu ini selain dapat membuat kamu mampu memandang persoalan secara lebih objektif,  pastinya juga akan melatih nalarmu untuk mencari jalan keluar yang relevan. Dan karena kamu penulis, kamu pasti akan mampu menjabarkan solusi yang kamu berikan secara panjang lebar dan mendetail. Bahkan dengan sudut pandang yang lebih luas, kamu mungkin juga bisa menawarkan beberapa opsi jalan keluar yang variatif.

Anggaplah misalnya kamu melihat permasalahan yang ada di lingkunganmu atau di sekelilingmu. Persoalan itu kemudian kamu lihat dari sudut pandang yang sederhana dimana kamu juga menjadi bagian dari orang yang merasa mendapat imbas masalah tersebut. Selanjutnya kamu dapat melihat permasalahan itu secara lebih komprehensif dan menawarkan solusi menurut pemikiranmu yang paling efektif.

Hal ini kemudian dapat pula menjadi jawaban dari pertanyaan; bagaimana cara menemukan ide pada penulisan cerita fantasi? Dengan mengimajinasikan persoalan sebagai medan fantasi, maka jawaban dan solusinya dapat dijadikan sebagai pengembangan materi tulisan yang dapat dengan mudah dikembangkan.

Menulis Kebaikan yang Ditemukan Sehari-Hari

Source: http://www.Houstonrecoverycenter.com

Ini adalah cara mencari ide menulis kreatif yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun jangan salah, hal ini juga akan membawamu pada sebuah tulisan yang menyenangkan untuk dibuat dalam bentuk karya tulis. Beberapa orang menganggap hal ini mungkin remeh saja, namun tanpa komitmen dan konsisten yang kuat, hal paling remeh pun tidak mungkin dapat diselesaikan.

Anggap saja misalnya kamu membuat sebuah program selama 100 hari untuk menuliskan semua kebaikan yang kamu temui. Sambil menjalani hari-hari seperti biasa dan menjumpai kebaikan di dalamnya, maka kamu akan melihat berbagai keajaiban yang luar biasa. Dan ketika keajaiban itu kamu pindahkan dalam tulisan, maka kamu akan melihat kebaikan dan keajaibannya pun akan berlipat ganda.

Menulis Jawaban yang Kamu Peroleh dari Pertanyaan yang Paling Banyak Diajukan Untuk Orang-Orang Terdekat

Source: http://www.rave.com

Mengapa kamu memilih untuk tinggal di Pondok Pesantren? Mengapa kamu menganggap bahwa uang adalah hal terpenting dalam hidup? Apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan menjamin bahwa kamu tidak akan pernah gagal? Dan lain sebagainya.

Dalam cara mendapatkan ide untuk menulis novel atau cerpen yang terakhir ini, kamu dapat meracik pertanyaan paling menarik yang kamu miliki kemudian mengumpulkan jawabannya. Dengan jawaban yang beragam dari orang-orang terdekat yang kamu tanyakan, kamu akan melihat sebuah dimensi yang menarik dari orang di sekelilingmu saat mereka mendapat pertanyaan yang sama darimu.

Bahwa komitmen adalah hal penting untuk mengawali sebuah penulisan, namun untuk menyelesaikannya, kamu akan membutuhkan lebih banyak konsisten.

Anton Sujarwo

Dari 9 cara menemukan ide menulis novel atau artikel berdasarkan pengalaman sendiri di atas, mana yang menurut kamu paling mudah untuk kamu aplikasikan?

Sebagai penulis yang menulis hampir 2000 – 4000 kata setiap harinya, saya harus mengatakan bahwa 9 ide menulis dari pengalaman sendiri di atas pada dasarnya mudah untuk dilakukan.

Namun sekali lagi saya juga akan menyampaikan seperti pada banyak kesempatan; bahwa komitmen adalah hal penting untuk mengawali sebuah penulisan, namun untuk menyelesaikannya, kamu akan membutuhkan lebih banyak konsisten.

Jadi, selamat mencoba ya, tetap konsisten untuk terus menulis!


Note

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuka bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

CARA MEMBANGUN KARAKTER DALAM NOVEL DENGAN MUDAH DAN EFEKTIF

Bagaimana cara membangun karakter dalam novel atau cerpen yang kamu tuliskan, kadangkala jauh lebih penting daripada jalan ceritanya sendiri. Karakter yang kuat akan melekat dalam benak pembaca, melayangkan imajinasi mereka bersama tulisanmu. Sementara karakter tokoh yang lemah dan cenderung biasa, pada dasarnya tidak akan banyak mempengaruhi sebuah jalan cerita dalam penulisan.

Dengan krusialnya pembangunan sebuah karakter dalam penulisan cerpen atau pun novel, maka tentu dibutuhkan pula pengetahuan bagi seorang penulis tentang bagaimana cara membangun karakter tokoh dalam cerpen dengan cara yang efektif. Kemampuan seorang penulis menciptakan karakter yang apik dalam tulisannya, akan menunjang bahkan 50% keberhasilan ceritanya sendiri.

Lalu, bagaimana caranya membangun dan menciptakan suatu karakter penokohan dalam novel? Apakah ada kiat-kiat khusus yang dapat dijadikan pedoman?

Nah, jawabannya ada dalam uraian di bawah ini. Dibaca sampai selesai, ya.

9 Poin Penting Sebagai Cara Membangun Karakter Dalam Novel atau Cerpen yang Mudah Dilakukan

Source: China Morning Post

Kamu mungkin belum bisa menciptakan karakter seperti Hobbit dalam The Lord of the Rings, atau karakter James Bond yang luar biasa tangguhnya, atau pun seperti karakter Harry Potter dengan sapu terbang miliknya. Namun berita baiknya, kamu juga bisa menciptakan karakter tokoh yang kuat dan mungkin saja kesehariannya, tidak jauh berbeda dengan dirimu sendiri atau orang-orang di sekitarmu.

Pada dasarnya dalam penulisan cerita fiksi yang lebih realistik, semakin terasa riil sebuah situasi, maka itu semakin efektif. Semakin terasa nyata suatu tokoh yang diceritakan, semakin kuat pula dampaknya pada emosional pembaca. Dan sekali lagi, karakter yang hebat dan efektif itu tidaklah harus selalu luar biasa atau mungkin terasa diluar nalar.

Nah, bagaimana kemudian cara membuat karakter tokoh dalam novel yang mudah dilakukan namun juga efektif?

Setidaknya ada 9 fondasi pokok dalam membangun karakter tokoh pada penulisan yang mampu memberikan warna yang kuat dalam cerita yang kamu tuliskan. 9 fondasi ini disusun dalam bentuk pertanyaan yang dapat kamu ajukan sendiri sebelum menciptakan satu tokoh dalam cerita. Dan jawabannya-lah kemudian yang akan menjadi penentuan seberapa kuat karakter tokoh yang bisa kamu ciptakan.

Apa saja 9 poin pertanyaan fondasi tersebut? Berikut detailnya.

Apa Mimpi Besar atau Tujuan Utama dari Karakter yang Kamu Ciptakan?

Source: Youtube

Sebelum kamu masuk pada penceritaan, kamu harus bertanya dulu pada dirimu sendiri mengenai karakter yang akan kamu buat tentang; Apa tujuan, goal atau mimpi terbesar dari karakter tokoh yang kamu ciptakan?

Dalam cara membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang pertama ini, sebagai penulis kamu harus bisa mengidentifikasi apa keinginan dan tujuan karakter yang kamu tuliskan. Apakah tujuannya kecil? Ataukah mimpinya besar? Ataukah ada hal lain lagi yang mereka harapkan?

Motivasi dan tujuan dari karakter ini nanti akan secara sifnifikan mewarnai tindak tanduk dan aksinya dalam cerita. Motivasi inilah kemudian yang menjadi center direction si tokoh dalam melakukan berbagai tindakannya.

Contoh: Bilbo Baggins dalam The Lord of the Rings, tujuan utamanya; mengembalikan dan memusnahkan cincin di Gunung Mordor.

Siapa Sosok yang Paling Berpengaruh Dalam Kehidupan Karakter Tokoh yang Diciptakan?

Source: Thebastardyoung

Pertanyaan selanjutnya yang dapat kamu ajukan lagi sebagai cara mendeskripsikan tokoh dalam novel adalah dengan menentukan siapa orang atau tokoh lain yang paling berarti dalam kehidupan tokoh yang kamu ciptakan. Orang yang berpengaruh ini dapat memiliki bermacam latar belakang, bisa tokoh baik, tokoh jahat, tokoh yang menakutkan, dan lain sebagainya.

Tokoh yang mempengaruhi karakter ini penting sebagai motivasi penguat atau bahkan bisa menjadi motivasi utama si tokoh dalam bertindak. Ambil contoh misalnya dalam kisah Life of Pi: Karakter Pi yang diceritakan memiliki keterkaitan dengan tokoh yang mempengarui tindakannya hampir sepanjang jalan cerita.

Dan tokoh yang mempengaruhinya itu adalah Richard Parker, si harimau benggala. Kamu pasti pernah menyaksikan film ini, kan?

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diciptakan Melihat Diri Mereka Sendiri?

Source: Indiewire

Selanjutnya pertanyaan yang bisa diajukan untuk membuat sebuah karakter atau tokoh dalam penulisan novelmu semakin kuat adalah; kamu dapat mempertanyakan mengenai bagaimana karakter tokoh itu mengenal diri mereka sendiri?

Cara tokoh melihat diri mereka sendiri ini akan membuat karakter yang kamu tulis menjadi lebih hidup. Pertanyaan lanjutan pada bagian ini misalnya adalah; Apakah cara pandang karakter tokoh terhadap dirinya sama dengan cara pandang pasangannya? Sama dengan  cara pandang saudaranya? Sama dengan cara pandang temannya? Atau bahkan sama menurut cara pandang musuhnya sekali pun?

Seorang tokoh yang kamu ceritakan misalnya sangat kuat, tangguh dan tidak kenal takut dalam penilaian karakter tokoh yang lainnya. Namun untuk membuat karakter itu menjadi lebih kuat, kamu misalnya dapat pula mendefinisikan tokoh itu menurut pandangannya sendiri yang misalnya adalah penakut namun tepaksa bertindak berani dikarenakan alasan A, B, C dan D, atau sebagainya.

Apa Hal yang Membuat Karakter Tokoh yang Diceritakan itu Merasa Menyesal?

Source: Theladders

Langkah selanjutnya yang bisa kamu tambahkan pula sebagai bagian dari cara menulis tokoh dalam novel adalah dengan membuatkan tokoh tersebut sebuah penyesalan di masa lalunya. Hal yang bisa kamu ajukan adalah misalnya; Hal apa yang membuat ia menyesal? Apakah karakter itu akan mencoba memperbaiki penyesalan itu atau ia akan membiarkannya saja seperti apa adanya?

Menambahkan sesuatu yang membuat seorang karakter tokoh menyesal adalah cara efektif menghidupkan karakter dalam sebuah cerita. Penyesalan tidak hanya akan nampak sangat manusiawi dalam penulisan sebuah karya semacam novel dan cerpen, namun pada situasi yang lebih mendukung, penyesalan juga dapat menjadi dorongan menarik bagi karakter yang dihidupkan untuk melakukan tindakan signifikan dalam cerita.

Apakah Ada Salah Satu Tempat yang Sangat Berarti Bagi Karakter Tokoh yang Diceritakan?

Source: Today.org

Bagian ini dapat pula menjadi satu cara memperkenalkan karakter dalam novel melalui suatu tempat yang dibuat sangat berpengaruh bagi karakter tersebut. Tempat yang sangat berpengaruh atau penting tersebut bisa saja misalnya adalah kampung halamannya, rumahnya, tempatnya bekerja, atau bisa pula berupa sebuah lokasi dimana si karakter mengalami suatu peristiwa yang tidak dapat dilupakannya.

Shire sangat berarti dalam cerita The Lord of the Rings karena tempat itu adalah tanah kelahiran para Hobbits. Sementara pada novel Merapi Barat Daya, sebuah tempat yang sangat berpengaruh bagi karakter itu adalah sebuah tebing di gunung Merapi yang telah menjadi obsesi bagi seorang karakter tokoh bernama Tatras.

Pada langkah ini, kemampuan seorang penulis untuk mendeskripsikan tempat yang memiliki ikatan emosional secara kuat dengan karakter tokoh yang diceritakan, akan mampu memberi efek hidup dan kuat bagi karakter itu sendiri dari sudut pandang pembaca.

Apakah Karakter Tokoh yang Diciptakan itu Religius?

Source: Womantalk

Pertanyaan selanjutnya yang bisa kamu gunakan dalam membangun karakter tokoh dalam novel yang kuat adalah dengan menyinggung keyakinannya. Ini bukan tentang rasis atau sara, namun ini adalah cara membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang kuat, realistis, dan dapat diimajinasikan dengan mudah oleh para pembaca.

Ketika kamu mengambil sudut pandang religius dalam penulisan deskripsi tokoh dalam sebuah cerita, kamu dapat memantiknya dengan mengajukan beberapa pertanyaan misalnya; Apakah karakter tokoh itu seorang yang relijius? Apakah ia menjalankan perintah agamanya? Apakah keyakinan dalam perspektif religius ikut mempengaruhinya dalam menjustifikasi suatu objek dalam cerita dan kehidupannya?

Ambil contoh misalnya karakter yang kamu ceritakan dalam novel adalah seorang muslim. Lalu pertanyaannya dari sisi religius; Apakah ia melaksanakan sholat? Apakah ia berpuasa dan, apakah ia menggunakan ideologi muslim dalam melihat permasalahan di sekitarnya? Dan lain-lain.

Apakah Karakter Tokoh yang Diceritakan Dalam Novel Adalah Sosok yang Logis atau Emosional?

Source:Playbuzz

Kamu kemudian dapat mempertajam pembangunan karakter dalam novel yang kamu tuliskan dengan cara memdeskripsikan pula apakah karakter tersebut merupakan sosok yang logical ataukah emotional? Apakah tokoh karakter yang kamu ceritakan itu merupakan sosok yang percaya pada takdir, pada keberadaan hantu, pada nasib dan keberuntungan, dan lain sebagainya?

Contoh karakter tokoh dalam novel yang sifat logisnya lebih utama daripada emosionalnya mungkin dapat ditemukan dalam cerita Sherlock Holmes. Pandangan ini kemudian berpengaruh pula dengan bagaimana karakter yang diceritakan mampu menyelesaikan persoalannya berdasarkan pertimbangan logika yang ilmiah dan bisa diterima akal sehat.

Kemampuanmu untuk menggambarkan sisi emotional atau pun logical pada satu tokoh yang diceritakan, akan mampu pula menghidupkan karakter tersebut secara kuat dan bernyawa. Intinya, semakin detail deskripsinya, maka karakter itu semakin hidup dan kuat untuk diceritakan.

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diceritakan dalam Memperlakukan Uang?

Source: The Independent

Hal yang penting pula dapat kamu tambahkan dalam penceritaan karakter pada novelmu adalah dengan menggambarkan cara ia memperlakukan uang. Apakah tokoh tersebut memiliki watak yang boros, yang pelit dan perhitungan, apakah ia sosok yang hemat, atau apakah ia juga misalnya melek dalam finansial yang membuatnya menghabiskan uang untuk investasi dan lain sebagainya.

Dalam beberapa topik cerita klasik, poin ini mungkin tidak begitu signifikan berpengaruh sebagai cara membangun karakter tokoh dalam cerpen atau novel. Namun untuk tema penceritaan yang lebih aktual, penambahan deskripsi tentang uang oleh karakter tokoh dapat membuat ia semakin kuat dan realistis untuk diceritakan.

Bagaimana Karakter Tokoh yang Diceritakan Memperlakukan Makanan?

Source: Tobywollaston.com

Terakhir sebagai pelengkap dalam membangun karakter tokoh cerpen atau novel yang kuat, kamu bisa menambahkan bagaimana cara ia memperlakukan makanan. Kemampuanmu dalam melukiskan si karakter bersama makanannya dapat membantumu untuk mendeskripsikan secara lebih realistis sifat tokoh tersebut. Dan pada konsekuensinya, hal ini akan membuat ia terlihat lebih nyata.

Apakah tokoh dalam novelmu tamak dalam makanan? Apakah ia gemar berhemat? Apakah ia siap menghamburkan uang yang ia miliki untuk menikmati setiap makanan yang ia jumpai? Dan lain sebagainya. Hal ini mungkin terkesan sangat remeh, namun korelasi antara kemampuanmu membangun tokoh dari sisi bagaimana ia memperlakukan makanan, memperlakukan uang, dan lain sebagainya, akan mampu secara signifikan membangun citranya dalam sebuah cerita.

Source: heinonline

Nah selanjutnya, setelah mengetahui berbagai hal mendasar yang bisa membantu kamu membangun satu karakter yang kuat dalam novel, lalu apa yang ingin kamu lakukan?

Kombinasi dari semua pertanyaan sebagai cara membangun karakter dalam novel di atas memiliki tujuan yang padu yakni, menciptakan karakter yang kuat dan powerfull untuk diceritakan. Dan pada sudut pandang yang sama juga memiliki kekuatan untuk diingat dan mendapat tempat dalam memori serta pikiran pembaca.

Selamat mencoba!


Tulisan saya dapat dibaca pula di website:


Anda ingin menjadi penulis? Memiliki banyak ide untuk ditulis namun bingung bagaimana melakukannya? Saatnya untuk mengikuti kelas menulis online di Penulisgunung.id
Anda akan dibimbing sampai bisa sampai anda memiliki karya yang bisa membuat anda bangga.

INI 3 LANGKAH MUDAH MENJADI PENULIS NOVEL BAGI PEMULA

Pada dasarnya memang ada perbedaan antara menjadi penulis novel dengan menjadi penulis tema-tema populer yang lebih umum. Karena itu, tidak mengherankan bagaimana para penulis buku populer mungkin sedikit agak grogi ketika diminta menulis novel atau bahkan cerpen. Dibutuhkan sebuah cara menjadi penulis novel pemula yang efektif untuk membuat proses penulisannya menjadi lebih mudah.

Nah, adakah sebuah teknik yang sistematis untuk menulis novel yang dengan mudah dapat dieksekusi bahkan untuk pemula? Uraian berikut ini akan menjelaskannya untuk kamu, baca sampai tuntas, ya.

Langkah Mudah dan Sistematis Menjadi Penulis Novel Bagi Pemula

Seorang penulis novel dituntut untuk mampu bercerita lebih baik melalui tulisannya. Atau pada kalimat yang lebih lengkap, seorang penulis novel harus bisa menghidupkan situasi dalam imajinasinya melalui sebuah narasi cerita yang ia tulis. Tanpa kemampuan untuk melakukan itu, rasanya agak sulit untuk menghasilkan sebuah novel yang berkualitas.

Selain dibutuhkan konsistensi untuk menulis dan belajar terus-menerus. Menjadi penulis novel yang baik juga membutuhkan teknis dan cara yang efektif.  Sejauh ini,  setidaknya ada tiga langkah dan metode khusus yang dapat digunakan dalam membangun  cerita dalam novel. Dengan tiga langkah yang sederhan ini, seorang penulis baik ia amatir mau pun profesional akan dengan mudah mengeksekusi sebuah ide menjadi cerita yang menarik.

Nah, apa saja kemudian yang dapat dilakukan sebagai langkah dalam membangun cerita dalam sebuah novel? Berikut detailnya.

Langkah Pertama: Perkenalan

Perkenalan atau beginning dalam penulisan cerita adalah intro sebelum masuk ke bagian-bagian yang lebih detail dan mendalam. Secara cepat bagian perkenalan ini dapat diisi dengan tiga sub penjelasan yaitu:

Deskripsi setting cerita

Gambaran setting cerita dapat dimulai dengan dengan memikirkan beberapa pertanyaan seperti;

  • Dimana ceritanya berlangsung? Apakah di atas gunung, di dalam rumah, di tengah jalan. Gambarkan dengan detail settingnya untuk mendapatkan kesan narasi yang lebih utuh.
  • Kapan cerita tersebut terjadi? Apakah pada pagi hari, malam hari, pada saat sedang sholat, atau kah pada saat sedang duduk-duduk menonton televisi.

Perkenalkan karakter tokoh

Bagian kedua pada langkah pertama ini adalah dengan memfokuskan karakter yang akan diceritakan pada novel. Anda bisa memulainya dengan menyebutkan bentuk wajahnya, warna bajunya, panjang rambutnya dan lain sebaginya.

Intinya menjadi penulis novel hebat pada langkah ini adalah kemampuan menggambarkan karakter tokoh secara spesifik.

Jelaskan situasinya

Ini menjadi sebuah gambaran lebih komprehensif tentang apa yang terjadi pada cerita. Anda bisa menggabungkan informasi lokasi cerita, waktu kejadian, serta karakternya sekaligus pada bagian ini.

Menjadi penulis novel pemula harus mempelajari dan mempraktikkan langkah pertama ini dengan baik supaya mampu membukan tulisannya dengan sempurna. Semakin baik bagian perkenalan ini dituliskan, maka semakin mudah pula untuk menuliskan bagian yang lainnya.

Langkah Kedua: Kumpulan kejadian

Source: http://www.liminalpages.com

Selanjutnya yang dilakukan pada tahap ini adalah menjelaskan apa yang menjadi problem utama sebuah cerita. Pada cerpen problem ini dapat dikunci pada satu kejadian saja yang disorot secara intensif. Namun pada novel, hal ini adalah kumpulan kejadian  yang panjang dan banyak.

Lalu apa saja yang bisa diceritakan pada bagian ini?

Untuk menjadi penulis novel best seller yang mampu bercerita dengan baik, paling tidak harus mendeskripsikan bagian ini secara jelas dan kuat. Ini adalah bagian sambung-menyambung antara berbagai kejadian dalam novel yang terus memberikan stimulan pada pembaca untuk terus mengikuti cerita yang disampaikan.

Sebagai contoh pada novel berjudul Merapi Barat Daya kumpulan kejadian yang saya hadirkan banyak.  Anda yang sudah membacanya dapat melihat beberapa rentetan pristiwa ini untuk memahaminya.

  • Gempa di Gunung Merapi yang menyebabkan karakter perempuan utama bernama Elya terjebak dan dinyatakan hilang.
  • Penyelamatan mukjizat yang dilakukan oleh karakter utama pria bernama Tatras secara heroik.
  • Tatras tiba-tiba menghilang setelah menyelamatkan Elya.
  • Kematian karakter pembantu yang jatuh di Tebing Selatan Merapi.
  • Dan lain-lain
Source: The Clever Quill

Itu semua adalah rentetan kejadian pada cerita yang dibangun untuk menghadirkan kekuatan peran karakter tokohnya. Apa yang telah terjadi, apa pengaruhnya bagi setiap karakter yang diceritakan?

Untuk lebih anda perhatikan lagi, bahwa kumpulan kejadian adalah bagian paling dominan dalam novel. Secara umum dapat dikatakan bahwa cara menjadi penulis online atau pun tidak, memiliki langkah yang sama dalam hal menyusun kumpulan kejadian ini.

Jika dapat dianalogikan sebagai bangunan, maka kumpulan kejadian inilah yang menjadi pondasi, dinding, atap, tiang dan lain sebagainya dalam membangun sebuah cerita. Cerita yang kuat bukan hanya yang memiliki unsur pembangun yang banyak, namun juga berkualitas, saling berhubungan, dan juga saling menguatkan.

Langkah Ketiga: Ending dan Solusi

Source: http://www.amandabaratt.author.com

Penulis novel yang hebat tidak akan meletakkan kekuatan cerita mereka hanya pada satu sisi cerita saja. Namun menyebar pada keseluruhan cerita yang dituliskan. Akan tetapi pada bagian penutup atau ending inilah kemudian biasanya para penulis novel akan memasukkan efek krusialnya.

Ending sebuah cerita bisa saja menyedihkan, bahagia, samar-samar atau pun yang lainnya. Namun intinya, sebuah ending cerita dari novel atau cerpen haruslah dapat melekat erat dalam benak para pembacanya. Oleh karena itu, membangun cerita dan menitikberatkan fokus pada bagian endingnya adalah sesuatu yang penting dilakukan.

Hal yang harus diperhatikan pada bagian ini adalah menjelaskan bagaimana ceritanya berakhir? Apa yang terjadi dengan karakter yang menjadi tokoh cerita? Dan apa pula penyelesaian dari kumpulan-kumpulan kejadian yang sebelumnya diceritakan?

Pada cerpen anda dapat menutup cerita dengan memilih kalimat yang paling menarik. Akan tetapi pada novel anda mungkin membutuhkan tidak hanya satu kalimat untuk mengakhiri ceritanya dan membuatnya terasa lebih berkesan.

source: Pinterest

Untuk menjadi penulis novel di wattpad atau di media apa pun, dibutuhkan latihan dan konsistensi terus menerus. Tak kenal berhenti dan tak kenal kata menyerah. Simultan dari semua proses ini akan mengantarkan anda akhirnya pada sebuah pencapaian yang menggembirakan. Disiplin dan latihan terus menerus adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap penulisan, baik itu novel mau pun cerpen.

Banyak-banyak membaca, banyak-banyak menulis, dan  jangan pernah menyerah saat mungkin menemukan bagian yang terasa sulit. Karena menjadi penulis novel bukan hanya tentang tips dan strategi. Namun lebih daripada itu, menulis novel adalah tentang konsistensi dan semangat untuk berkarya, serta mempersembahkan sesuatu yang dapat membuat diri sendiri menjadi bangga.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑