5 CARA MEMBUAT PLOT TWIST YANG MENARIK DALAM CERITA

Bagaimanakah cara membuat plot twist yang menarik dalam sebuah novel, cerpen, skenario film atau story board televisi?

Jika pertanyaan tersebut adalah pertanyaanmu juga, maka artikel ini tepat untukmu.

Setelah sebelumnya Penulis Gunung mengajak kamu mengenal pengertian plot twist, jenis-jenis plot twist dan contoh plot twist, maka kali ini Penulis Gunung akan berfokus kepada cara membuat plot twist itu sendiri.

Jadi, siapkan dirimu membacanya sampai akhir, ya.

Bagaimana Cara Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Novel, Cerpen atau Film

plot twist
Source: Pexels

Sebagai sebuah cara memutar alur cerita dan memanipulasi ekspteksasi pembaca, plot twist tentu tidak mudah untuk dilakukan. Jalan cerita yang predictable dan terlalu mudah ditebak, sudah jelas bukan bagian dari plot twist.

Beberapa penulis mengerahkan imajinasi mereka sekuat tenaga untuk membangun sebuah alur cerita yang benar-benar berbeda dari perkiraan pembaca. Mereka menggunakan berbagai elemen cerita apa saja yang bisa dilakukan; karakter, setting, konflik atau apa saja. Meskipun demikian, beberapa plot twist justru terasa seperti dipaksakan karena tidak lagi natural.

Nah, alasan itu juga yang menjadi dorongan ada banyak pertanyaan seputar plot twist, terutama tentang cara membuatnya.

Agar  lebih mudah untuk diterima, saya akan mengajak kamu untuk memahami terlebih dahulu mengapa plot twist itu penting dalam sebuah cerita.

Mengapa Plot Twist Penting?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Alasan paling kuat mengapa plot twist dalam cerita adala sesuatu yang penting adalah karena kemampuannya mengembalikan perhatian pembaca. Hal ini misalnya terjadi pada beberapa bagian cerita yang cenderung membosankan.

Kamu pastinya sudah tahu bukan, kalau bagian paling sulit dari menulis cerita adalah bagian tengahnya? Di bagian ini kadang jalan cerita cenderung datar dan tidak ada efek kejut yang membuat pembaca memberikan perhatian lebih.

Nah, disinilah letak peran sebuah plot twist.

Ketika pembaca mulai merasa perhatiannya mengikuti alur cerita menjadi berkurang, plot twist membantu mengembalikannya. Atau dalam film atau sinetron juga sama; ketika penonton merasa jalan cerita cenderung biasa, plot twist membuatnya menjadi lebih menggigit lagi.

Supaya lebih jelas untuk membuktikan perannya dalam cerita seperti ini, kamu dapat melihat contoh plot cerita yang menarik dalam artikel berikut ini.

5 Tips Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Cerita

Setelah memahami peranan penting plot twist dalam sebuah cerita baik berbentuk novel atau film, sekarang bagaimana cara membuatnya?

Setidaknya ada 5 tips yang bisa kamu terapkan untuk membantumu membuat plot twist cerita yang menarik. Tidak masalah apakah ini adalah yang pertamakalinya kamu berusaha membuat plot twist atau sudah yang kesekian kalinya, 5 tips ini akan membuat kamu lebih mudah melakukannya.

Bunuh Tokoh Cerita yang Terlihat Penting

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Contoh plot twist yang menggunakan teknik ini adalah novel MERAPI BARAT DAYA. Salah satu karakter cerita yang terlihat penting dan banyak ditunjukkan sejak awal, dibunuh menjelanh cerita berakhir. Pilihan cara penulis untuk membunuhnya sangat menarik, tidak hanya untuk plot twist tapi juga untuk menyulut konflik lanjutan.

Membunuh tokoh cerita yang terlihat penting bukan hal baru dalam penulisan plot twist. Ini adalah cara klasik yang banyak dilakukan oleh penulis-penulis besar dunia. Meskipun klasik, efektivitasnya tidak pernah berkurang jika bisa dilakukan dengan baik.

Nah, bagaimana melakukannya?

Hal pertama yang harus kamu ingat adalah; ini tidak hanya harus muncul sebagai efek kejut untuk pembaca, namun juga harus menopang jalannya cerita. Alasan membunuh tokoh dalam sebuah cerita tidak bisa kamu lakukan secara sembarangan. (panduannya sendiri bisa kamu lihat disini)

Berikan gambaran satu tokoh yang terlihat penting pada awal cerita, buat perhatian pembaca besar padanya, atau kamuflasekan dia layaknya tokoh utama. Kemudian di waktu yang tepat, bunuh dia dan gantikan dengan tokoh utama yang sesungguhnya.

Gunakan Karakter untuk Mengungkapkan Plot Twist

Photo by Yaroslav Shuraev on Pexels.com

Mengungkapkan novel plot twist menggunakan narasi adalah sesuatu yang umum dan jamak dilakukan banyak penulis. Tapi bagaimana jika karakter cerita sendiri yang melakukannya?

Nah, ini adalah sesuatu yang jarang disadari penulis bahwa mereka bisa menggunakan tokoh cerita untuk mengungkapkan plot twist cerita. Bangun sebuah kondisi dimana salah satu tokoh cerita menjadi kunci pengungkapan twist cerita dengan dialognya. Jangan dinarasikan.

Dengan memanfaatkan karakter cerita secara langsung, kamu akan mampu membangun satu kesan original bagi alur cerita. Ini penting sebagai upaya menghindari plot twist yang terlihat seperti dipaksakan.

Jadi, kamu bisa menggunakan satu karakter cerita, entah itu protagonis, antagonis atau pun tritagonis untuk berbicara dan membeberkan jalan cerita yang sebenarnya.

Beri Peran Kunci pada Tokoh Cerita yang Nampak Sepele

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Cara membuat plot yang menarik selanjutnya adalah dengan memberikan porsi lebih kepada tokoh yang sebelumnya terlihat sepele. Dalam film, artinya kamu memberikan tokoh figuran pada awalnya menjadi tokoh yang penting pada proses jalannya cerita.

Bagaimana contohnya?

Ada banyak hal yang bisa kamu eksplorasi dari ide cerita ini. Misalnya pembantu rumah tangga adalah tokoh kunci di balik serangkaian kejadian mengerikan yang terjadi dalam sebuah keluarga.

Atau di lain pihak, kamu menggunakan kasir minimarket, waiter café, pedagang kaki lima, sopir pribadi atau tokoh apa saja yang perannya terlihat remeh dalam cerita, namun sesungguhnya merekalah yang memiliki rahasia cerita sesungguhnya.

Jadikan Penyelesaian Konflik Utama Cerita sebagai Awal Konflik Baru

Photo by Musa Ortau00e7 on Pexels.com

Jika kamu memiliki ide cerita dengan ending yang outstanding atau sangat menarik, ini adalah cara membuat plot novel yang sempurna. Jadi, jangan buru-buru menutup cerita setelah konflik utama berhasil diselesaikan. Akan tetapi, jadikan itu sebagai sebuah awal dari konflik lainnya yang tidak kalah menarik bagi pembaca.

Kamu mau lihat contohnya?

Sekali lagi saya akan merekomendasikan novel MERAPI BARAT DAYA untuk kamu baca. Ending novel ini sangat sempurna untuk memberikan kamu gambaran bagaimana sebuah konflik utama selesai justru menjadi awal dari konflik selanjutnya.

Teknik ini juga bisa kamu gunakan misalnya jika kamu berniat membuat serial novel. Cara membuat ending novel yang tepat dengan plot twist adalah cara paling menarik memastikan pembaca penasaran dengan sekuel cerita selanjutnya.

Pastikan Plot Twist Masuk Akal

Photo by emre keshavarz on Pexels.com

Tips yang terakhir untuk menghasilkan plot twist yang baik adalah dengan memastikan bahwa alur cerita yang kamu ‘pelintir’ itu tetap masuk akal dan dapat diterima.

Tidak ada gunanya mengaplikasikan saran novel dan cerpen plot twist terbaik namun justru tidak masuk akal bagi pembaca. Seberapa pun efek kejut yang ingin kamu hasilkan dari alur cerita, pastikan itu memiliki korelasi yang relevan dengan cerita utama.

Bagian terakhir ini tentu tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada perhitungan yang cermat tentang plot twist yang dipakai; apakah terlihat natural atau justru tidak masuk akal?

Cara terbaik untuk mempraktikkan tips yang kelima ini adalah dengan berlatih sesering mungkin dan membaca banyak referensi. Insya Allah dengan cara itu kamu akan lebih mudah menciptakan plot twist terbaik dalam sebuah cerita.

BACA JUGA

Nah, itu adalah 5 tips dan cara membuat plot twist yang menarik dalam cerita berbentuk cerpen, novel, skenario atau pun serial film.

Ini mungkin terlihat sukar pada awalnya, namun dengan disiplin belajar dan beraltih kamu tentu bisa membuat plot twist cerita tebaikmu nantinya.

Jadi, selamat mencoba!

Kisah hidupmu menarik?

Coba ubah menjadi sebuah buku bersama kelas menulis online di Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU PLOT TWIST: PENGERTIAN, JENIS DAN CONTOHNYA

Plot twist adalah sebuah cara membuat efek kejut dalam alur cerita.

Itu adalah pengertian plot twist yang sederhana dan mungkin dipahami oleh banyak orang. Namun jika ditelusuri lebih lanjut, plot twist tentu saja tidak hanya sesederhana itu.

Nah, apa yang dimaksud plot twist, apa pula jenis-jenis plot twist dan contohnya? Penulis Gunung akan membahasnya untuk kamu dalam artikel ini.

Pengertian Plot Twist dan Jenis-Jenis Plot Twist serta Contohnya dalam Cerita

Photo by Bella White on Pexels.com

Jadi apa yang dimaksud dengan plot twist?

Sebelum Penulis Gunung menjawab apa itu plot twist dan contohnya secara lengkap, saya mungkin akan mengajak kamu untuk sedikit berfantasi dan mengingat kembali beberapa novel, cerpen, film atau pun serial TV yang pernah kamu tonton.

Instruksinya adalah;

Ingat salah satu cerita dimana kamu menemukan alur cerita yang benar-benar berbeda dari dugaan kamu sebelumnya. Jika misalnya kamu menyangka alur cerita akan berjalan seperti A, B, C dan D. realitasnya, justru cerita akan berjalan menjadi X, Y, Z dan sebagainya.

Sekarang ingat alur ceritanya dan mari saya ajak untuk memahami pengertian plot twist secara yang lebih lengkap.

Pengertian Plot Twist

Photo by Nothing Ahead on Pexels.com

Plot twist adalah perubahan alur cerita dalam novel, cerpen, film, sinetron, drama atau apa saja yang meruntuhkan ekspektasi pembaca sebelumnya. Plot twist nampak benar-benar berbeda atau bahkan bertolak belakang dari cerita yang digambarkan oleh penulis pada awalnya.

Jika sebuah plot benar-benar dapat dipraktikkan sempurna oleh penulis, maka ia sangat ampuh untuk menimbukan efek keterkejutan pada pembaca. Lebih jauh, plot twist juga dapat meningkatkan keterlibatan perasaan pembaca dalam cerita.

Jadi, jika dimaknai secara lebih mudah penggunaan kata plot twist, maka ia adalah sebuah cara manipulatif penulis cerita untuk ‘menyesatkan’ dugaan pembaca tentang alur cerita dengan cara memberikan beberapa gambaran awal yang seolah-olah adalah alur cerita sebenarnya.

Jenis-Jenis Plot Twist yang Paling Umum

Photo by Alex Bogo 2nd Accident on Pexels.com

Hingga sekarang para penulis novel, penulis skenario film, penulis cerpen atau pun strory teller profesional yang mengarang cerita mereka sendiri, terus mengembangkan cara membuat plot twist yang menarik dan benar-benar memiliki efek kejut bagi pembaca.

Namun dalam banyak alur, beberapa plot twist yang paling umum dikenal misalnya adalah sebagai berikut;

  • Kemunculan tokoh cerita yang datang entah darimana kemudian menjungkirbalikkan semua narasi yang telah ada sebelumnya.
  • Satu karakter cerita yang seharusnya menjadi teman atau sahabat bagi tokoh protagonis, ternyata adalah orang yang jahat dan menjadi antagonis yang sebenarnya.
  • Satu bagian cerita yang nampaknya sangat penting namun ternyata tak lebih dari fakta sampingan yang hampir tidak memberi kontribusi besar dalam upaya protagonis menyelesaikan konflik.
  • Pada saat konflik utama cerita usai dan berhasil diselesaikan oleh tokoh protagonis, tiba-tiba muncul konflik tambahan yang membuat intensitas cerita justru semakin meningkat atau masih berlanjut. Jenis plot twist seperti ini kadang diartikan pula sebagai spoiler. Jadi, dengan kata lain spoiler plot twist adalah konflik tambahan yang tak terbayangkan ketika konflik utama sudah selesai.
  • Sebuah flashback yang memberikan gambaran informasi cerita yang sudah diketahui oleh para pembaca namun sama sekali tidak diketahui oleh karakter atau tokoh.
  • Sebuah informasi baru yang menyebutkan bahwa cerita yang barusan disampaikan kepada pembaca berasal dari sumber yang salah dan menyesatkan.

Beberapa Contoh Plot Twist yang Menarik dalam Novel dan Film

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Nah, setelah kamu mengenal pengertian plot twist dan mengerti pula beberapa jenis plot twist yang paling umum dipergunakan, selanjutnya saya akan mengajak kamu untuk melihat contoh plot twist dalam novel atau pun film.

Tentu saja ada sangat banyak plot twist yang dapat digunakan sebagai contoh dalam hal ini. Namun, saya akan menyajikan beberapa di antaranya saja untuk memudahkan kamu memahaminya.

Plot Twist dalam Novel Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Jika kamu adalah pembaca novel yang sangat mengharapkan sebuah plot twist yang kaya, novel ini harus kamu baca.

Dalam novel Merapi Barat Daya plot twist terjadi berkali-kali dan sama sekali diluar prediksi pembaca. Penegasan karakter utama dilakukan dengan plot twist, eksekusi tokoh antagonis juga dilakukan dengan plot twist bahkan, ending cerita ini juga berakhir dengan plot twist.

Keunikan inilah yang membuat rating novel Merapi Barat Daya hampir selalu sempurna dalam review para pembaca.

Plot Twist dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka

Plot twist yang paling kentara dalam novel legendaris karya sastrawan besar Indonesia ini adalah ending-nya. Siapa yang akan menyangka bahwa pada akhirnya Hayati dan Zainuddin tidak akan pernah bersatu untuk selamanya?

Kematian Hayati dalam peristiwa tenggelamnya kapal yang membawanya pulang dari Surabaya ke Padang sama sekali tidak diprediksi walaupun judul novel ini sendiri sudah menyebutkan peristiwa tersebut.

Plot Twist dalam Novel Song of Ice and Fire (Adpatasi Film Game of Thrones) – George R.R. Martin

Source: Game of Thrones

Seorang tokoh cerita bernama Ned Stark yang semula diasumsikan pembaca sebagai protagonis utama dalam cerita justru tewas dipenggal dan terbunuh. Cerita ternyata mengarahkan kejadian pada anak-anak Ned Stark.

Cerita yang sebenarnya justru berpusat pada anak-anak mereka yang merupakan tokoh protagonis utama dalam cerita.

Plot Twist dalam Film SAW – Leigh Whannel dan James Wan

Mungkin ini bukan plot twist terbaik, namun kamu pastinya sudah pernah menonton film SAW, kan?

Itu adalah sebuah film horor yang mengerikan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang terencana.

Dalam salah satu scene film SAW, digambarkan sesosok mayat hidup kembali setelah tewas dan mengungkapkan bahwa ia adalah tokoh pembunuhan yang sebenarnya.

Plot Twist dalam Film Shutter Island – Denis Lehane

Source: Gucca

Contoh terakhir yang dapat kamu lihat bagaimana film plot twist adalah dalam Shutter Island, sebuah film horror psikologis yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Dalam film ini kamu akan melihat pembelokan alur cerita yang benar-benar mengejutkan, bahkan hingga ending cerita dimana tokoh utama sendiri ternyata ikut terlibat di dalamnya.

BACA JUGA:

Selain contoh-contoh di atas, tentu saja masih sangat banyak contoh plot twist lainnya yang sangat menarik untuk kamu ketahui. Sebagai seorang penulis, kamu dapat membaca sebanyak mungkin referensi untuk menambah wawasanmu mengenai plot twist.

Novel plot twist adalah sebuah gaya bercerita yang menarik dan memberikan pengalaman yang bebeda bagi pembaca dalam mengikuti alur cerita. Membuat plot twist terbaik membutuhkan skill dan kemampuan yang  tentunya harus diasah dengan baik pula.

Jadi, selamat berlatih, ya.

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah hidup dan pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku bersama kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BARU! CARA MEMBUAT CERPEN YANG MENARIK DALAM 7 TIPS RAHASIA

Dalam artikel ini, saya akan mengajak kamu untuk mempelajari cara membuat cerpen yang menarik hanya dalam beberapa langkah sederhana. Nah, jika kamu adalah orang yang sedang berjuang untuk bisa menulis cerpen dengan baik, artikel Penulis Gunung kali ini saya persembahkan untuk kamu.

Lalu, bagaimana kira-kira cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca dan ditulis?

Yuk, baca sampai habis artikelnya, ya.

7 Tips Rahasia Cara Membuat Cerpen yang Menarik

Photo by Mark Neal on Pexels.com

“Tidak perlu memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu”

A Wan Bong

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek.

Meskipun singkat dan hanya berfokus pada satu bagian penceritaan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang baik membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga langkah penulisannya sendiri.

Ada banyak tips yang mungkin sudah kamu baca mengenai cara membuat cerpen yang menarik bagi pemula. Cara-cara ini mungkin saja terdengar sangat gampang dilakukan, namun justru tidak mudah untuk dipraktikkan.

Untuk itu, kali ini saya akan mengajak kamu untuk membuat cerpen dengan mudah dan menarik melalui 7 tips berikut ini;

Buat Konsep Cerita

Photo by Guillaume Meurice on Pexels.com

Hal pertama dalam membuat konsep cerita adalah dengan melakukan brainstorming. Nah, brainstorming sendiri memiliki banyak definisi jika diterjemahkan secara sederhana.

Namun terkait dengan penulisan cerpen, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerpen yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming sama seperti membuat cerpen tema bebas yang berawal dari menyusun tentang siapa, apa, mengapa, kapan dan bagaimana. Simpelnya dalam proses brainstorming ini kamu membuat coretan tentang 5 pertanyaan berikut;

  • Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?
  • Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?
  • Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?
  • Dimana tokoh dalam cerita tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?
  • Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?
  • Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan 6 pertanyaan pokok diatas, kamu dapat membuat sebuah konsep cerpen yang cepat dan mudah. Dengan praktik yang sama, kamu juga dapat menemukan tema cerpen yang menarik dengan mengajukan 6 pertanyaan tersebut.

Fokus pada Cerita

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Fokus yang dimaksud disini adalah fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan.

Sesuai dengan namanya, maka cerita pendek tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman. Untuk alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang ditulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita.

Jika kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Meskipun misalnya, ini adalah bagian dari cara membuat cerpen tentang diri sendiri yang memungkinkan kamu untuk bercerita secara panjang lebar, namun tetap pastikan fokus ceritanya terjaga.

Buat Karakter Cerita Spesifik

Photo by Hatice Nou011fman on Pexels.com

Dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana, maka pada pada tips yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik.

Nah, kamu sudah pasti tahu apa yang dimaksud dengan karakter cerita, bukan?

Ya, itu adalah tokoh cerita, adalah tentang siapa yang kamu ceritakan.

Apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen tentang corona, tentang asmara, atau tentang apa pun saja, karakter sebenarnya adalah pusat ceritamu yang sesungguhnya. Untuk alasan itulah kamu harus memikirkannya secara sempurna, termasuk dalam hal ciri fisiknya, sifatnya, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun adat istiadatnya.

Selanjutnya kamu dapat mengeksplorasi lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita.

Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perkembangan pada cerita dalam cerpenmu.

Tetapkan Sudut Pandang

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Cara membuat cerpen tentang diri sendiri pada umumnya selalu menggunakan kata ganti ‘Aku atau Saya’ untuk bercerita.

Praktiknya, kamu tinggal memilih lagi misalnya apakah kamu menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal sebagai pelaku utama, orang pertama tunggal bukan pelaku utama, atau bahkan orang pertama jamak dan lain sebagainya.

Namun berbeda jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Anggap saja misalnya kamu mengikuti perlombaan menulis dan mencari cara menulis cerpen untuk lomba. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu.

Point pentingnya adalah kamu ingin sebagai apa saat menceritakan cerpenmu itu?

Buat Sinopsis

Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels.com

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film dengan menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel.

Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep dalam sebuah sinopsis, akan membantu kamu untuk tetap pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat.

Walaupun tidak mutlak benar, namun menulis sinopsis adalah bagian penting dari cara membuat cerpen yang baik dan menarik, terutama untuk kamu yang baru pemula dalam penulisan cerpen.

Buat Awalan yang Kuat

Photo by Cole Keister on Pexels.com

Menurut kamu seberapa penting opening bagi sebuah cerita?

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif dan mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak, terutama jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita.

Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona.

Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih.

Jadi, pilihlah kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti; merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Klimaks yang Hebat

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Selanjutnya bagian terakhir dari tips menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih sudut pandang yang tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan.

Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan.

Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya.

Dan yang terpenting, buatlah ending cerpenmu senatural mungkin.

Baca Juga

Nah, bagaimana sekarang, apakah kamu sudah siap menulis cerpen terbaikmu?

Dengan menerapkan beberapa tips dari 7 cara membuat cerpen yang menarik di atas, Insya Allah kamu sudah dapat menulis sebuah cerpen dengan baik.

Jadi, selamat menulis cerpen, ya.

Berani?

Menulis secara rutin dalam waktu tiga bulan kemudian menerbitkan bukumu sendiri. Jika kamu berani, kamu harus bergabung di kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PENGERTIAN DAN CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA DALAM NOVEL

Ada begitu banyak contoh sudut pandang orang pertama dalam penulisan novel yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebagai penulis, kamu tentunya tidak asing dengan penggunaan sudut pandang orang pertama semacam ini, bukan?

Sebagai salah satu sudut pandang dalam penulisan cerita, orang pertama memiliki beberapa keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh sudut pandang lainnya. Para pembaca yang masuk dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama akan menemukan dunia cerita persis seperti tokoh utama cerita melihatnya.

Lantas, apa saja contoh sudut pandang orang pertama dalam cerita dan bagaimana pula pengertian komprehensifnya?

Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama dan Pengertiannya dalam Cerita

Photo by Gaspar Zaldo on Pexels.com

Dalam penulisan cerita fiksi atau non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca.

Sebelum membahas contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dalam sebuah cerita, yuk, refresh kembali pengertianmu mengenai sudut pandang.

Jadi, apa sih, yang dimaksud dengan sudut pandang dalam cerita,

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Secara umum sudut pandang adalah cara penulis memposisikan dirinya dalam cerita yang ia tuliskan. Di samping sudut pandang orang pertama, kamu pasti sudah mendengar istilah sudut padang orang kedua, orang ketiga dan turunannya, bukan?

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of view.

Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang Orang Pertama

Photo by Yura Forrat on Pexels.com

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung sudah mengulas dengan lengkap mengenai jenis-jenis sudut pandang dalam cerita. Contoh sudut pandang orang kedua, contoh sudut pandang orang ketiga dan semacamnya dapat kamu temukan dalam artikel tersebut. Tautan artikelnya sendiri dapat kamu lihat disini.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mengajak kamu untuk berfokus hanya pada sudut pandang orang pertama saja. Jadi, mari sejenak lupakan mengenai sudut pandang lainnya, ya.

Sudut pandang orang pertama sendiri memiliki dua jenis yang paling umum, yaitu;

  1. Sudut pandang orang pertama pelaku tunggal.
  2. Sudut pandang orang pertama pelakujamak.

Dalam penjabarannya nanti, kamu juga bisa melihat bahwa sudut pandang orang pertama pelaku tunggal juga dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni;

  1. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis menjadi pelaku utama cerita. dan,
  2. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis bukan menjadi pelaku utama dalam cerita.

Supaya lebih jelas, mari saya ajak kamu untuk membahasnya satu-persatu.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Photo by Anthony on Pexels.com

Sudut pandang orang pertama tunggal adalah ketika penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita.

Jadi, penulis disini sekaligus bertindak sebagai pelaku dalam cerita yang ia tulis.

Umumnya dalam sudut pandang orang pertama tunggal penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita. Kamu tentunya dapat mengidentifikasi jenis sudut pandang semacam ini dengan mudah, bukan?

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Monstera on Pexels.com

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca.

Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti.  

Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Dalam penulisan yang umum, sudut pandang orang pertama disebut pula sebagai sebagai sudut pandang kesatu. Penceritaan menggunakan sudut pandang ini memiliki keunggulan dan juga kekurangan.

Sebagai karakter utama dalam cerita, kamu dapat benar-benar menyatu menyampaikan keutuhan jalan cerita secara subyektif.

Itu adalah salah satu keunggulan yang menarik.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama

Photo by Anna-Louise on Pexels.com
Entah sudah berapa kali aku menapakkan kakiku di tebing ini. Sejak aku diterima menjadi anggota dari Mapala Cakra Rimba di kampusku, tebing ini adalah tempat favoritku. Dari kampus lokasi tebing ini tidak jauh sementara dari kost ku pun demikian. Bahkan jika sedang semangat berlari di pagi hari, aku bisa menjangkau lokasi tebing ini dalam waktu 3 jam dengan jogging. Melelahkan memang, tapi apa yang dimiliki oleh tebing ini akan membuatku segera melupakan rasa lelahku.

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Tunggal Bukan Tokoh Utama

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan.

Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita.

Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Sudah tiga kali aku nyaris mati sejak memutuskan untuk mendampinginya. Pertama, ketika sekelompok orang berusaha mencegat kami dengan persenjataan lengkap pada tahun 2007, tidak jauh dari kota Bogor. Kemudian aku juga hampir kehabisan napas ketika mendampinginya ke pedalaman Papua dimana beberapa orang bayaran berusaha menembaki mobil yang kami tumpangi. Dan ketiga hari ini, ketika dua orang yang diidentifikasi sebagai kaki tangan agen Mossad meletupkan hampir sepuluh tembakan ke arah kami. Apa yang aku pelajari dari semua kejadian ini? Aku hanya melihat semangat dan tekadnya justru kian berkobar. Tak pernah berniat untuk mundur sedikit pun.

Di samping cerita bebas seperti di atas, contoh sudut pandang orang pertama pelaku sampingan bisa pula dilihat misalnya dalam sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea.

Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sekali lagi jika dilihat dari narasi yang umumnya dibangun, sudut pandang orang pertama baik ia sebagai pelaku utama atau pun ia sebagai pelaku sampingan, selalu diperoleh narasi subyektif yang menarik.

Pada narasi semacam ini kamu dapat betutur semaumu dengan mengatasnamakan karakternya langsung. Hal ini tentu saja misalnya jika kamu bandingkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal.

BACA PULA:

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Photo by David Morris on Pexels.com

Jenis sudut pandang orang pertama jenis kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak.

Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Setelah berlalu hampir satu bulan setelah kesepakatan itu, kami sudah tidak tahan lagi. Kesabaran kami sudah habis, sumur-sumur yang biasa kami gunakan untuk menimba air untuk minum dan mencuci sama sekali sudah kering. Atau jika belum kering, airnya dangkal dan keruh, kadang juga memiliki aroma tak sedap. Ini benar-benar mimpi buruk, lima tahun sebelumnya kampung kami baik-baik saja. Kami bahkan biasa mengairi kolam di depan rumah kami dengan air yang melimpah. Namun semuanya berubah setahun belakangan, sejak perusahaan perambah itu menebangi hutan-hutan di atas kampung kami.

Contoh sudut pandang orang pertama dan ketiga adalah contoh yang mungkin paling banyak digunakan sebagai cara untuk menuturkan cerita. Namun sekali lagi, jika kamu ingin lebih bebas menyampaikan subyektifitas pemikiranmu melalui tokoh karakter dalam cerita, maka sudut pandang orang pertama dapat lebih mudah untuk kamu pertimbangkan.

Berani?

Menulis kisah hidupmu dalam waktu tiga bulan menjadi sebuah buku?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


JENIS DAN PENGERTIAN CERITA FANTASI SERTA CARA MENULISKANNYA

Jadi, apa sebenarnya cerita fantasi itu?

Secara sederhana, pengertian cerita fantasi dapat didefinisikan sebagai cerita yang murni berkisah khayalan dan fantasi manusia. Dengan pengertian ini maka ciri khusus dari cerita fantasi adalah ia tidak mungkin terjadi di dunia nyata karena sifatnya yang khayalan murni.

Namun realitasnya tidak selalu demikian karena, ada pula jenis-jenis cerita fantasi yang mengambil setting, alur dan tokoh dari kehidupan nyata.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh mengenai arti cerita fantasi, jenis-jenisnya, dan juga cara sederhana dalam menuliskannya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by eberhard grossgasteiger on Pexels.com

Jika ditilik secara sederhana, pengertian cerita fantasi adalah sebuah cerita yang mengangkat tema mengenai dunia khayal manusia yang erat kaitannya dengan hal gaib. Contoh yang paling mudah untuk memahami cerita fantasi adalah dengan melihat berbagai karakter fantasi yang sudah sangat populer hingga saat ini.

Nah, apa saja karakter cerita fantasi tersebut?

Banyak, banyak sekali.

Kamu bisa menyebutkan kisah tentang peri, tentang kurcaci, tentang penyihir, tentang naga, tentang vampir, tentang puteri duyung, dan lain sebagainya. Semua makhluk itu bagaimana pun kontroversi yang mengiringi keberadaannya, harus diakui sebagai bagian dari produk imajinasi dunia fantasi.

Di samping itu, definisi lain dapat pula dilihat pada pengertian cerita fantasi brainly yang menyebutkan jika cerita fantasi adalah cerita fiktif yang lahir dari imajinasi atau khayalan penulis yang kemudian dibumbui dengan unsur-unsur yang berhubungan erat dengan hal yang berbau supranatural, metafisik dan magis.

Jadi ada beberapa unsur cerita fantasi yang paling penting terkait pengertiannya yaitu; khayalan – supranatural – imajinatif. Ini adalah 3 unsur paling penting pembentuk sebuah cerita fantasi.

BACA JUGA:

Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Setelah kamu memahami beberapa pengertian yang umum mengenai cerita fantasi di atas, sekarang apa saja jenis-jenis cerita fantasi yang perlu kamu ketahui?

Berdasarkan struktur teks cerita fantasi yang paling umum, cerita fantasi dapat dikelompokkan dalam 8 jenis yaitu;

  • Epic Fantasy – adalah jenis cerita fantasi yang utuh dan komprehensif. Fantasi epik  memiliki struktur dunianya sendiri. Fantasi jenis ini memiliki tatanan dunianya sendiri yang bisa saja sangat berbeda dengan dunia realistis. Dalam fantasi epik ada sebuah hukum, dimensi, pemaknaan ruang waktu yang sepenuhnya berdiri sendiri.
  • Low Fantasy – Ini adalah jenis cerita fantasi yang mengambil setting kehidupan nyata kemudian ditambahkan unsur supranatural di dalamnya.
  • Cerita Fantasi Realistis MagicPengertian dari cerita fantasi yang satu ini hampir mirip dengan low fantasy. Hanya saja dalam realistic magic fantasy, unsur supranatural yang ditambahkan adalah normal dalam dunia cerita tersebut.
  • Cerita Fantasi Pedang dan Sihir – seorang pahlawan yang berkembang dengan baik dengan bersenjata pedang, tombak, busur atau senjata tradisional semacam itu adalah ciri umum dari jenis cerita fantasi ini. Kehadiran penyihir dengan kekuatan magic-nya menjadi unsur yang memperkuat fantasy dari jenis ini.
Photo by luizclas on Pexels.com
  • Dark Fantasy – Ini adalah jenis fantasi gelap yang memadukan unsur supranatural, kekuatan gaib dan juga horor atau teror. Dark fantasy biasanya melibatkan kehadiran makluk-makluk menyeramkan dari alam lain seperti monster, vampir, alien, drakula, dan lain sebagainya.
  • Fabel – kamu tentunya sudah sangat familiar dengan fabel, bukan? Fabel adalah sebuah cerita imajinatif yang tujuan utamanya adalah memberikan pelajaran moral bagi para pembaca. Ciri utama dari jenis cerita fantasy berbentuk fabel adalah menggunakan karakter imajiner berupa binatang, tumbuh-tumbuhan, bintang-bintang dan lain sebagainya. Dalam karakter cerita fantasi berbentuk fabel, semua tokoh personifikasi ini digambarkan memiliki sifat seperti manusia termasuk sifat dan motivasinya.
  • Dongeng – Fabel mungkin hampir sama seperti dongeng, terutama jika ditilik dari tujuannya. Dalam dongeng atau fabel, tujuan dari cerita fantasi adalah untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai moral supaya dapat lebih diterima oleh pembaca. Perbedaan yang paling menonjol dari dongeng adalah ia biasanya ditulis untuk anak-anak dengan awalan yang sangat populer seperti; pada zaman dahulu, pada suatu hari, di suatu ketika, dan semacamnya.
  • Super Hero Fantasy – Jenis terakhir dari cerita fantasi adalah super hero fantasy yang tentu saja mengangkat cerita mengenai pahlawan super. Perbedaan yang paling mencolok dari cerita fantasi jenis ini dengan cerita fiksi super hero pada umumnya adalah asal kekuatan mereka. Jika dalam fiksi yang umum para super hero memperoleh kekuatan mereka dengan alasan yang dibuat ilmiah, maka dalam fantasi pahlawan super mendapatkan kekuatan mereka dari unsur supranatural.

Penjelasan lebih lengkap mengenai jenis-jenis cerita fantasi seperti di atas lengkap dengan contohnya dapat pula kamu lihat dalam artikel sebelumnya pada tautan ini: Jenis-Jenis Cerita Fantasi yang Paling Populer Sepanjang Masa

Cara Menulis Cerita Fantasi

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Dalam menulis cerita fantasi, ada beberapa tips dan langkah yang bisa kamu lakukan.

Secara ringkas, tips dan langkah tersebut adalah sebagai berikut;

  • Membaca dan Membaca – Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca. Jadi, sebelum kamu menulis satu kata pun dari cerita fantasi yang ada dalam imajinasimu, perbanyaklah referensi dan wawasanmu dengan membaca. Kamu dapat membaca novel fantasi yang ditulis oleh penulis favoritmu dan mempelajari bagaimana mereka membangun dunia fantasi yang megah dalam buku mereka.
  • Tentukan Target Pembaca Fantasi – Langkah kedua dalam menulis cerita fantasi atau cerita apa pun yang tujuan utamanya untuk publikasi masyarakat luas adalah dengan mempelajari target spesifik pembaca buku yang akan kamu tuliskan. Jika kamu mengetahui bahwa target pembacamu adalah anak-anak maka setting, alur dan pesan cerita haruslah dapat mereka terima dengan mudah.
  • Mulai dari yang Kecil – Lalu langkah seterusnya yang dapat kamu ambil dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memulainya dari yang kecil. Jadi, sebelum misalnya kamu mengambil fantasi epik dengan dunia fantasi yang lebih luas, kamu bisa memulainya dengan menulis beberapa cerpen dengan tema yang sama.
  • Lanjutkan ke Dunia yang Lebih Kompleks – Setelah kamu sudah bisa menyesuaikan dengan cerita fantasi melalui penulisan dalam skala yang lebih kecil maka sekarang adalah waktunya untuk membuat cerita yang lebih besar dan kuat. Kamu bisa membangun cerita fantasi epik, fabel atau apa saja dengan membiasakan dirimu pada ukurannya terlebih dahulu.
  • Tentukan Sudut Pandang yang Ideal – Sudut pandang adalah hal yang penting dalam penulisan cerita jenis apa pun, termasuk pula cerita fantasi. Nah, kamu dapat menentukan terlebih dahulu; kamu akan menulis kisah fantasimu dari sudut pandang apa? Apakah sudut pandang orang pertama serba tahu, orang pertama terbatas, orang kedua, orang ketika dan lain sebagainya.
Photo by Unsplash
  • Ciptakan Karakter Fantasi – Karakter fantasi adalah hal yang harus kamu bangun sebelum menuliskan kisah mereka. Pikirkan untuk menciptakan tokoh fantasi yang unik seperti halnya Narnia, Gollum, Obelisk, Puteri Duyung dan lain sebagainya
  • Gunakan Outline CeritaOutline atau kerangka cerita adalah hal yang penting dalam penulisan buku tema apa pun. Dalam penulisan cerita fantasi, outline akan membantu kamu dalam banyak hal. Mulai dari mengatasi kebimbangan saat menemui bagian yang terasa sulit hingga memastikan tidak ada plot yang kosong karena terlewatkan.
  • Hadirkan Nuansa yang Realistis – Meskipun kamu menulis cerita fantasi dongeng yang sepenuhnya khayalan, kamu tetap perlu membuatnya seperti nyata bagi pembaca. Guna mencapai tujuan itu kamu dapat membuat beberapa bagian dari kisah fantasimu berdasarkan keyakinan realistis yang ada di dunia nyata.
  • Tulis Dialog yang Otentik – Sebagai cerita yang memiliki tatanan hukum ilmiahnya sendiri, fantasi tentu berbeda dengan apa yang ada dalam kehidupan biasa. Nah, untuk memperkuat kesan ini kamu dapat menambahkan dialog yang otentik dan kuat dalam cerita.
  • Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir seperti Air – Hal penting terakhir yang juga harus kamu perhatikan dalam menulis cerita fantasimu adalah membiarkan ia mengalir dengan alami. Sebagai fantasi kamu mungkin tidak sabar untuk memperkenalkan semua tokoh dan setting cerita kepada pembaca, namun bagaimana pun. pesannya adalah tetap lakukan dengan natural, mengalir dengan alami.

Artikel lengkap tentang menulis cerita fantasi dapat kamu baca disini.

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, itu adalah pengertian cerita fantasi, jenis-jenisnya yang paling umum dan juga beberapa langkah paling penting untuk menuliskannya.

Menulis cerita fantasi dengan hasil yang bagus mungkin memang adalah tantangan yang sulit. Namun dengan praktik yang disiplin dan latihan terus-menerus, kamu akan mampu membangun dunia fantasimu sendiri yang mungkin saja akan sama hebatnya dengan dunia fantasi karya penulis besar seperti J.R.R. Tolkien atau pun JK. Rowling.

Jadi, selamat menulis fantasi, ya!

BACA PULA:

Kamu Ingin Menjadi Penulis?

Yuk, bergabung dalam kelas menulis online Penulis Gunung Id!

Dalam kelas ini kamu akan diajarkan cara menulis apa pun yang kamu butuhkan. Kamu bisa belajar menulis artikel, cerita fiksi hingga autobiografi. Proses bimbingan menulis akan langsung dipandu oleh penulis terbaik dengan pengalaman menulis yang panjang.

Jadi, jangan ragu untuk bergabung di kelas Penulis Gunung ID, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 TIPS JITU CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Sebelumnya, saya telah menulis 15 contoh cerita fantasi yang bisa kamu gunakan sebagai template ide untuk menulis cerita serupa. Kali ini saya akan melengkapi artikel tersebut dengan mengajak kamu mengenal 10 tips paling jitu cara menulis cerita fantasi.

Jenis cerita fantasi adalah jenis cerita fiksi yang banyak digemari sepanjang masa. Khayalan murni yang menjadi ciri khas cerita fantasi memberi banyak cakrawala bagi pembaca untuk berimajinasi. Cerita fantasi yang bagus, bahkan memiliki ikatan lebih kuat daripada cerita nyata pada pembacanya.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi dan bagaimana cara menuliskannya?

Saya akan mencoba mengajak kamu untuk menjelajahinya lebih jauh dalam artikel kali ini.

Jadi, pastikan kamu membacanya sampai habis, ya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by Antonio Friedemann on Pexels.com

“Tidak peduli seberapa aneh dan menentang hukum ilmiah cerita fantasi yang kamu tuliskan, bagi pembaca ini harus terlihat seperti sebuah kenyataan”

A Wan Bong

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi itu?

Cerita fantasi adalah satu genre sastra yang menampilkan unsur magis, supranatural dan keajaiban yang sama sekali berbeda dengan dunia nyata. Beberapa definisi cerita fantasi juga tertarik untuk memberikan pengertian dari genre ini sebagai satu jenis karya fiksi khayalan murni yang artinya tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Walaupun khayalan murni, beberapa penulis ada pula yang mengkombinasikan antara setting dunia nyata dengan unsur-unsur fantastis dan imajiner murni. Namun secara umum, pada banyak contoh cerita fantasi ditemukan logika fisik, hukum dan aturan mereka sendiri. Ini bisa saja sepenuhnya imajiner.

Akan tetapi, tidak perduli seberapa aneh dan khayal cerita yang kamu tulis, bagi pembaca ini harus terlihat sebagai sesuatu nyata.

Walaupun Cerita fantasi dongeng atau apa pun sebutannya yang melampaui logika ilmiah dan tidak terikat dengan fakta-fakta yang ada. Namun, motivasi dan dorongan yang ada dalam cerita fantasi tersebut umumnya sangat manusiawi.

Pada masa abad ke-20, beberapa tema yang paling banyak diangkat dalam genre cerita fiksi fantasi misalnya adalah peri, penyihir, centaur, goblin, troll, kurcaci dan lain sebagainya. Kamu bisa melihat perwujudan contoh cerita fantasi tentang alam khayal yang menarik misalnya dalam film The Lord Of the Ring, Narnia, atau pun The Hobbit.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Cerita Fantasi yang Populer

Ada banyak sekali karya cerita fantasi yang sudah sangat populer di dunia. Baik ia yang ditulis hanya dalam bentuk buku saja atau pun yang sudah diadaptasikan dalam film dan serial televisi.

Beberapa contoh cerita fantasi yang sudah sangat terkenal dan telah dibuat pula versi film misalnya adalah sebagai berikut;

  • The Hobbit karya J.R.R. Tolkien yang dirilis tahun 1937.
  • The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkien, rilis antara 1954 – 1955
  • The Golden Compass karya Philip Pullman tahun 1995
  • Harry Potter karya J.K. Rowling tahun 1997
  • Alice in Wonderland karya Lewis Carroll tahun 1865
  • A Game of Thrones karya George R. R. Martin tahun 1996.

Dapat kamu lihat pada contoh-contoh di atas bahwa karya fiksi fantasi adalah juga novel-novel yang mungkin paling laris di dunia, kan?

Artinya apa?

Arti optimisnya adalah jika kamu bisa membuat sebuah cerita fantasi dengan kualitas seperti Harry Potter, The Lord of the Ring atau Game of Thrones, kamu mungkin akan menciptakan sebuah legenda kehidupan baru yang sangat luar biasa.

Jadi, mari saya ajak kamu untuk mempelajari caranya.

10 Tips Ampuh Membuat Cerita Fantasi

Apakah kamu berniat membuat cerita fiksi yang pendek seperti cerpen atau bahkan novel dengan tebal 500 halaman sekali pun, tips-tips berikut ini akan membantu kamu melakukannya dengan lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.

Nah, apa saja tipsnya?

Yuk, kita lihat satu persatu.

Membaca dan Membaca

Source: Unsplash

Ingatlah sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kamu hanya bisa menulis sebaik kamu membaca. Semakin banyak yang kamu baca, semakin jauh kamu memahami bacaannya, maka akan semakin bagus pula tulisan yang kamu hasilkan kemudian.

Hal ini juga berlaku dalam penulisan cerita fantasi fiksi.

Sebelum kamu terjun dan mulai menulis struktur cerita fantasi milikmu sendiri, pikirkan untuk membaca karya fiksi fantasi yang orang lain tulis lebih dulu. Ini tidak hanya akan menambah pengetahuan dan wawasanmu mengenau sebuah cerita fantasi. Akan tetapi lebih jauh, membaca karya cerita fantasi milik orang lain juga akan membantu kamu untuk mampu menghasilkan karya yang lebih baik.

Kamu dapat melihat bagaimana penulis fantasi menghadirkan tokoh-tokohnya, memperkenalkan latar belakang mereka, atau mungkin menjelaskan latar cerita yang sangat imajiner bahkan untuk dibayangkan sekali pun.

Perhatikan semua detail semacam itu sebagai referensi penulisan cerita fantasi yang kamu lakukan.

Intinya pada langkah yang pertama ini adalah kamu belajar navigasi penulisan cerita fantasi berdasarkan bacaan fantasi yang dapat kamu baca sebanyak mungkin.

Pastikan Siapa Pembaca Targetmu

Photo by Monstera on Pexels.com

Antara fiksi fantasi untuk anak kecil, remaja dan dewasa, tentu saja memiliki banyak detail yang berbeda. Nah, pastikan dalam langkah kedua ini kamu mengenal dan menetapkan siapa pembaca yang akan kamu jadikan terget cerita fantasi yang kamu tulis.

Jika misalnya kamu melihat contoh cerita fantasi 4 paragraf atau yang sejenis itu, maka tentu saja itu adalah targetnya anak-anak. Cerita fantasi anak menuntut penjabaran alam imajiner yang lebih sederhana, lebih mudah dinalar, topik yang menarik untuk dunia anak-anak, dan tentu saja tidak terlampau panjang.

Kemudian jika kamu memilih target pembacamu adalah remaja, maka contoh cerita fiksi singkat 3 paragraf dan sejenisnya sudah tidak cocok. Remaja membutuhkan tingkat rangsangan imajiner yang lebih tinggi daripada pembaca anak-anak. Sementara itu, mereka juga belum bisa mencapai alam fantasi yang lebih berat seperti orang dewasa.

Lantas, bagaimana dengan pembaca dewasa?

Nah, jika ceritamu adalah fantasi berat dan epik dengan konflik yang hanya dapat dibayangkan oleh dewasa, maka target pembacamu adalah orang dewasa.

Kamu lebih bebas bereksplorasi di bagian ini. Orang dewasa memang jauh lebih kritis, dan mereka tentu jauh lebih mudah memahami esensi imajiner dari sebuah fiksi fantasi. Meskipun harus diakui kadang-kadang, imajinasi dan fantasi anak kecil kadang jauh lebih bekerja daripada orang dewasa.

Mulai dari yang Kecil

Source: Unsplash

Tahukah kamu sebelum J.R.R. Tolkien menulis cerita fantasi The Hobbit yang hebat itu, ia terlebih dahulu menulis beberapa kisah pendek tentang Middle Earth atau Dunia Tengah yang menjadi latar The Hobbit?

Mengapa ia melakukannya?

Tentu saja untuk melatih dirinya dan membiasakan cerita itu dalam penulisan yang ia lakukan.

Membangun dunia fantasi tidak semudah ketika kamu bercerita pengalaman liburan. Fantasi membutuhkan cara bercerita, penyesuaian, dan adaptasi yang jauh lebih kompleks. Cerita fantasi beserta strukturnya bahkan kadang sulit dipahami oleh penulisnya sendiri jika tidak dibiasakan.

Oleh karena itu ambillah contoh dari J.R.R. Tolkien ini dalam menulis kisah fantasimu dalam bentuk novel yang panjang dan berat. Mulailah dari kecil dahulu dan biasakan dirimu akan hal tersebut.

BACA JUGA:

Masuk ke Dunia Besar

Photo by Ferdinand Studio on Pexels.com

Setelah kamu terbiasa dengan beberapa kisah kecil yang merupakan bagian-bagian dalam karya fantasimu yang lebih utuh, sekarang adalah saatnya untuk membuat skenario fantasi yang lebih besar.

Alam cerita fantasi adalah alam yang lebih luas, kompleks, rumit dan membutuhkan usaha keras untuk dapat dipahami. Kamu tidak hanya akan ‘dipaksa’ untuk membayangkan tentang tokoh atau karakter cerita. setting dan konfliknya semata.

Namun dalam cerita fantasi yang lebih sempurna, kamu juga harus mampu menyusun dunia baru baik itu geografi, adat-istiadat, sejarah atau pun budayanya sendiri. Menyusun kotak-kotak fantasi seperti ini akan lebih mudah jika kamu mempraktikkan menulis cerita fantasi pendek tentang alam khayal tersebut pada langkah sebelumnya.

Jadi, bayangkan bagaimana sebuah iklim fantasi, geografi, gunung-gunungnya, musim-musimnya, dan segala sesuatu yang membangun sebuah cerita fantasi yang akan menjadi dunia baru dalam novel fantasimu nantinya.

Kemudian susunlah kepingan-kepingan itu menjadi dunia fantasi yang lebih besar dan lengkap.

Tentukan Sudut Pandang yang Tepat

Photo by Unsplash

Langkah selanjutnya dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memilih sudut pandang yang paling tepat. Efektifitas ciri orientasi pada cerita fantasi adalah satu hal yang berkaitan erat dengan sudut pandang. Apakah kamu akan menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, ataukah kamu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama yang banyak tahu. Itu adalah pertimbangan yang harus kamu pikirkan.

Jika kamu memilih sudut pandang orang ketiga serba tahu, kamu akan berubah menjadi narator yang menggambarkan keseluruhan fantasi imajiner untuk dibayangkan oleh pembaca. Akan tetapi jika kamu memilih sudut pandang orang pertama, maka kamu juga memiliki kesempatan untuk mengundang pembaca bertualang dalam dunia fantasi melalui sudut pandang yang kamu hadirkan.

Mana yang terbaik di antara dua sudut pandang tersebut?

Tidak ada anjuran khusus mengenai sudut pandang paling sempurna dalam cerita fantasi seperti ini. Hal yang bisa menjadi pertimbangan kamu adalah sejauh mana kamu bisa mengeksplorasi alam imajinasi atau fantasi melalui sudut pandang tersebut.

Baik ia sudut pandang orang pertama atau orang ketiga tidak akan menjadi masalah selama kamu dapat menghadirkan cerita fantasi total yang terasa nyata dalam imajinasi para pembaca.

Ciptakan Karakter Fantasimu

Photo by Anna Kester on Pexels.com

“Dalam cerita fantasi, kehebatan penulis dibatasi oleh kemampuan imajinasinya sendiri”

A Wan Bong

Mantra pertama yang akan membuatmu lebih bebas dalam menciptakan karakter dalam dunia fantasi adalah karena ini bukan dunia nyata. Oleh karena itu lupakan batasan karakter cerita yang rumit, kompleks dan penuh dengan kekurangan. Dalam cerita fantasi bersifat khayal murni, kamu bisa ‘menabrak’ segalanya.

Dibandingkan membuat daftar tokoh protagonis, antagonis dan tritagonis yang rumit, mengapa tidak membuat sketsa yang lebih bebas?

Apakah kamu ingin membuat karakter utama cerita fantasimu adalah seekor peri dengan sayap selebar elang, mahkota berkilauan, bersenjatakan harpa mutiara atau pedang dari batuan bintang, semua terserah padamu. Sekali lagi, ini adalah fantasi. Hanya batasan imajinasimu sendiri yang mampu membatasi kemampuan karakter fantasimu.

Sebagai cara untuk mempermudah gambaran karaktermu, coba bayangkan karakter Gollum dalam The Lord of the Rings, karakter Narnia, karakter Harry Potter dan lain sebagainya.

Pacu imajinasimu untuk menciptakan karakter-karakter super kreatif dan melampai hukum ilmiah semacam itu.

BACA JUGA:

Buatlah Outline

Photo by Oleg Magni on Pexels.com

Dalam menulis novel, dikenal dua istilah untuk penulis yang paling umum. Istilah pertama adalah plotter dan istilah kedua adalah pantser. Kedua istilah ini digunakan sama-sama untuk menjelaskan sikap seorang penulis terkait penggunaan outline novel atau kerangka cerita.

Untuk para penulis yang menggunakan outline atau kerangka cerita dalam penulisan mereka, mereka disebut dengan plotter. Sementara untuk para penulis yang tidak menggunakan kerangka dalam menulis, mereka disebut sebagai pantser. Penulis seperti ini benar-benar seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa mereka menulis seperti air yang mengalir.

Pada dasarnya baik genre jenis apa pun yang dipilih, plotter dan pantser sama-sama menarik dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun untuk kamu yang baru pertamakali menulis novel, sebaiknya kamu memilih menggunakan kerangka terlebih dahulu. Cara kerja plotter akan lebih mudah untuk kamu ikuti dibandingkan pantser. Lebih-lebih karena novel yang kamu tulis adalah fantasi, sebuah rangkaian cerita khayalan yang harus terasa realistis.

Dengan outline, kamu dapat memastikan bahwa tidak akan ada plot yang terlewat. Di sisi lain dalam penulisan cerita fantasi irisan, outline juga akan membantu kamu ketika misalnya merasa kehilangan ide selama proses penulisan berlangsung.

Hadirkan Aroma yang Nyata

Photo by Unsplash

Tugas paling besar dari penulis cerita fiksi fantasi adalah membuat dunia khayal mereka terasa nyata bagi pembaca. Nah, hal ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan?

Lantas bagaimana caranya supaya kamu dapat mengupayakan bahwa imajinasi yang kamu tuangkan dalam cerita fantasi dapat terasa nyata bagi pembaca?

Salah satu cara yang terbukti efektif untuk menghadirkan aroma realistis dalam cerita fantasi yang murni khayal adalah dengan menelusuri beberapa detail dalam kehidupan nyata. Setelah kamu mendapatkan detailnya, kamu dapat menaplikasikannya sebagai bagian dari eksposisi setting, karakter, dialog atau plot dalam cerita fantasi.

Contohnya begini;

ketika kamu memutuskan untuk memasukkan dunia politik dan ekonomi dalam fantasimu, maka pikirkan pula akar masalahnya. Jika kamu mengajukan pertanyaan; mengapa orang-orang saling membunuh untuk kekuasaan? Mengapa kekuasaan dan kekayaan dapat menjadi motivasi orang melakukan kejahatan? Dan lain sebagainya.

Jadi meskipun tokoh fantasimu adalah total fiksi khayalan, pastikan masalahnya dan dorongan yang menggerakan mereka adalah sesuatu yang nyata dan realistis. Dengan cara itu pembaca akan lebih mudah merasakan unsur kenyataannya.

Tulis Dialog yang Otentik

Photo by Unsplash

Tips selanjutnya dalam menulis cerita fantasi yang menarik adalah dengan memasukkan dialog yang otentik. Ingatlah pula bahwa karakter yang kamu gunakan adalah khayalan dan tidak eksis  di dunia nyata. Jadi pastikan kamu menggunakan dialog yang tepat untuk mereka.

Pertimbangkan pula bahwah tokoh cerita fantasimu berdialog dengan pengaruh latar belakang mereka, setting dan budaya mereka, jadi ini bisa saja sangat berbeda dengan dialog manusia.

Meskipun demikian, jangan pula membiarkan terlalu banyak kalimat eksposisi dalam dialog hanya sebagai cara untuk menyampaikan ide imajinermu kepada pembaca. Biarkan semuanya otentik, mengalir dengan alami dan tanpa perlu dipaksakan.

Kamu dapat menambahkan kalimat eksposisi dalam dialog jika memang hal itu dibutuhkan. Namun jika tidak perlu, jangan memaksakannya. Tetap lakukan saja dialognya dengan otentik.

BACA PULA:

Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir

Photo by Mathias P.R. Reding on Pexels.com

Tips terakhir untuk kamu yang menulis cerita fantasi adalah dengan memastikan ceritamu mengalir secara natural. Ini memang adalah alam fantasi atau khayalan semata, namun dalam menuliskannya, kamu tetap harus mempertahankan gaya bercerita yang alami.

Alam dunia fantasi yang sudah kamu buat tentu membuat kamu ingin menceritakan segalanya kepada pembaca secepat mungkin. Kamu mungkin saja tergoda untuk memperkenalkan semua karaktermu kepada pembaca pada awal cerita.

Tapi tipsnya tidak demikian.

Pastikan alur cerita mengalir dengan natural. Jangan memaksakan untuk memperkenalkan semua setting, tokoh dan konflik pada awal cerita. Biarkan saja ceritanya mengalir apa adanya secara natural atau alami.

Artinya adalah jika salah satu karaktermu memang harus tampil terakhir dan perlu diketahui pembaca menjelang cerita selesai, maka lakukan seperti itu. Jangan memaksakan tokoh cerita fantasi tersebut tampil lebih cepat hanya karena kamu tidak sabar memperkenalkannya pada pembaca.

Jadi, lakukan dengan senatural mungkin, ya.

Tertarik Menjadi Seorang Penulis Profesional?

Kamu dapat mengikuti kelas menulis online di Penulis Gunung ID dan melangkah menuju cita-citamu untuk menjadi seorang penulis profesional. Pilih kelas apa pun yang kamu minati, dari menulis cerpen, artikel, novel hingga mengubah pengalaman pribadi buku.

Bersama A Wan Bong, mentor penulisan yang disiplin dan berpengalaman, kamu akan dipandu untuk menghasilkan mahakarya terbaikmu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 TIPS MEMBUAT TOKOH ANTAGONIS YANG TAK TERLUPAKAN DALAM NOVEL

“Tanpa tokoh antagonis, tokoh protagonis tidak akan bisa bisa menjadi pahlawan dalam sebuah cerita. Jadi, pastikan Anda membuatnya dengan sempurna”

A Wan Bong

Dalam setiap cerita, tokoh antagonis adalah tokoh yang membuat tokoh protagonis menjadi pahlawan, karena itu ia harus ditetapkan lebih dulu. Tokoh protagonis memang menjadi karakter yang mewakili gambaran ideal para pembaca, namun gambaran itu sendiri tidak akan terwujud tanpa adanya tokoh antagonis.

Sayangnya bagi beberapa penulis pemula, tokoh antagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat dan buruk, hampir selalu seperti itu.

Ini tidak sepenuhnya salah, namun jika gambarannya hanya sedangkal itu, tokoh antagonis tidak lebih dari penghias sebuah cerita dan akan sangat mudah untuk dilupakan setelahnya.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk melihat bagaimana membuat tokoh antagonis yang kuat dan menarik. Tokoh antagonis yang tidak hanya menjadi musuh bagi tokoh protagonis, namun juga mampu membangun dunia cerita menjadi lebih sempurna.

Bagaimana caranya?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

7 Tips Membuat Tokoh Antagonis Menjadi Super Keren Dalam Cerita

Source: Unsplash

Jika tokoh protagonis adalah tokoh cerita yang selau identik dengan segala sifat terpuji dan mulia, maka tokoh antagonis adalah sebaliknya. Setidaknya itu adalah gambaran sederhana yang awam mengenai karakter tokoh dalam cerita.

Tetapi, benarkah demikian?

Sebenarnya tidak juga, terutama jika kamu adalah seorang penulis atau pembaca yang ingin karakter dalam ceritamu yang tidak itu-itu saja.

Dalam praktik yang lebih mendasar, tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai tokoh yang menghalangi dan merintangi protagonis dalam mencapai tujuan cerita. Esensinya  adalah; apa yang menjadi latar belakang deksripsi tokoh antagonis tersebut supaya perannya dalam cerita menjadi sempurna?

Nah, untuk kamu yang sedang menulis cerita novel atau pun hanya sekedar cerpen dan berniat menghadirkan satu karakter antagonis yang tidak biasa, tips berikut sangat layak untuk kamu lakukan.

BACA JUGA:

Beri Tokoh Antagonis Motivasi yang Kuat

Source: Unsplash

Hal pertama yang harus kamu pikirkan ketika menetapkan watak tokoh adalah motivasi mereka haruslah kuat. Baik ia adalah tokoh protagonis mau pun antagonis, motivasi mereka harus sangat kuat.

Motivasi adalah apa yang mendorong tokoh antagonis dalam melakukan aksinya. Jika kamu membuat tokoh antagonis ingin membunuh tokoh protagonis dalam cerita, maka berikan ia alasan yang kuat mengapa ia melakukannya.

Dan ingat, kebencian semata yang tidak beralasan tidak menarik untuk menjadi motivasi seorang antagonis.

Ada sebuah dorongan besar yang memaksa tokoh antagonis untuk melakukan aksinya merintangi tokoh protagonis mencapai tujuan. Hal ini bisa saja karena dendam kesumat lama, rasa iri hati yang parah, atau karena tokoh protagonis sendiri menghalangi jalan tokoh antagonis untuk mencapai tujuannya.

Hal yang harus kamu ingat dalam tips yang pertama ini adalah berikan motivasi yang kuat pada tokoh antagonis dalam peran mereka.

Beberapa motivasi antagonis yang menarik dan dapat kamu adopsi misalnya adalah;

  • Motivasi cinta dan hasrat seksual.
  • Motivasi tugas dan kehormatan.
  • Motivasi keluarga.
  • Motivasi status dan ketenaran.
  • Motivasi karena ketakutan
  • Motivasi karena keinginan untuk balas dendam dan lain sebagainya.

Tunjukkan Bahwa Tokoh Antagonis Memiliki Luka Masa Lalu

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Contoh watak tokoh antagonis yang cukup populer misalnya adalah Joker, karakter antagonis yang kemudian menjadi mastermind kejahatan dalam film Batman. Dapatkah kamu menyebutkan alasan mengapa karakter Joker itu menarik?

Ya, salah satu adalah karena masa lalunya yang sulit.

Ketika menggambarkan tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat jahat dan kejam, kamu tidak dapat membuat hal itu terjadi dengan sekonyong-konyong. Dibutuhkan sebuah proses yang membentuk karakter antagonis menjadi jahat dan mengerikan.

Memberikan gambaran masa lalu tokoh antagonis yang sulit akan membantu pembaca untuk memahami mereka. Pada perkembangannya adalah, pembaca dapat mengerti mengapa karakter antagonis dapat berubah menjadi jahat.

Kondisi trauma masa kecil, terlahir dari keluarga broken home, dibully, pernah mengalami pelecehan seksual, dipaksa untuk melalukan kejahatan dan lain sebagainya, adalah beberapa jenis masa lalu sulit yang bisa kamu adaptasikan dalam latar belakang tokoh antagonis.

Bangun Emosional Tokoh Antagonis yang Masuk Akal

Photo by Evelyn Chong on Pexels.com

Sekali lagi, jangan menciptakan tokoh antagonis yang bertindak jahat tanpa alasan yang jelas. Jangan biarkan ia membunuh orang-orang hanya karena ia suka melakukannya.

Ada sebuah alasan yang jelas dan perasaan emosional yang kuat mengapa orang jahat dapat berubah menjadi jahat. Berikan pandangan tokoh antagonis kepada pembaca bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang benar menurut pandangannya.

Ingat juga ungkapan yang mengatakan bahwa tokoh antagonis adalah tokoh yang baik dalam prinsipnya. Tokoh antagonis adalah tokoh protagonis dalam dunianya.

Penting bagi kamu untuk menyusun sebuah cerita yang masuk akal mengapa tokoh antagonis memiliki emosional yang jelas atas prilakunya. Ini memiliki korelasi pula dengan memberinya masa lalu dan motivasi yang sulit sebagai dorongan untuk bertindak. Hanya saja dalam tips yang ketiga ini adalah pastikan emosi itu adalah sesuatu yang jelas dan logis.

Buat Tokoh Anatagonis Seolah Tidak Terkalahkan

Photo by Ronu00ea Ferreira on Pexels.com

Tips selanjutnya untuk menciptakan tokoh antagonis yang tak terlupakan bagi pembaca adalah dengan membuat mereka hampir tidak terkalahkan.

Perhatikan bagaimana gambaran karakter Thanos dalam film superhero Avengers. Atau lihat bagaimana Lord Voldemort dalam serial Harry Potter. Bangun sebuah kompleksitas kekuatan, keunggulan dan kelebihan dalam karakter antagonis yang tidak dimiliki oleh tokoh protagonis. Dengan cara ini akan muncul persepsi dalam benak pembaca bahwa ia mungkin saja tidak dapat dikalahkan.

Kamu mungkin bertanya; bagaimana memberikan keunggulan tak terkalahkan pada tokoh antagonis untuk tema cerita yang bukan superhero seperti itu?

Bahkan untuk cerita romantis pun kamu bisa menciptakan karakter antagonis yang memukau.

Caranya klasik dan sangat umum dilakukan dalam lintas cerita masa lalu.

Berikan tokoh antagonismu banyak keunggulan seperti penampilan fisik yang sempurna, limpahan materi, kepintaran, kedudukan yang tinggi, latar belakang yang kuat dan lain sebagainya.

Kamu tentunya dapat dengan mudah menemukan contoh antagonis dengan gambaran seperti ini, bukan?

Memiliki Hubungan yang Kuat dengan Tokoh Protagonis

Source: Unsplash

Ada sebuah koneksi yang kuat terjalin antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis dalam cerita. Kamu dapat membuat koneksi yang mengikat seperti itu dan menemukan celah untuk menempatkannya dengan baik.

Kamu tentu masih ingat dengan karakter Lord Voldemort yang membunuh orang tua Harry Potter dan memberikan luka di kening Harry, kan?

Pada perkembangan cerita, apa yang dilakukan oleh Lord Voldemort dan luka di kening Harry terus membuat keduanya terhubung. Ini adalah salah satu contoh hubungan yang menarik antara antagonis dan protagonis.

Ingat kembali bahwa tokoh antagonis adalah orang yang memerankan karakter untuk merintangi jalan tokoh protagonis. Namun di sisi lain, tokoh antagonis juga adalah tokoh kunci yang membuat tokoh protagonis tampil menjadi pahlawan.

Dengan istilah yang agak dramatis harus dikatakan bahwa tanpa tokoh antagonis, tokoh protagonis bukanlah siapa-siapa.

Buat Tokoh Antagonis Memiliki Beberapa Sifat yang Hebat

Photo by Dinielle De Veyra on Pexels.com

Kemudian yang harus kamu lakukan untuk membuat tokoh antagonis menjadi hebat dan tidak terlupakan dalam novelmu adalah dengan memberikan ia beberapa sifat hebat yang layak untuk dipuji.

Bagaimana maksudnya?

Sederhana saja, jangan melulu secara dangkal memaknai bahwa karakter antagonis adalah tokoh yang penuh sifat kejahatan semata. Akan tetapi, berikan pula mereka salah satu sifat yang layak untuk dihormati dan dikagumi oleh pembaca.

Sifat yang seringkali menjadi ciri-ciri tokoh antagonis adalah jahat, licik, iri hati, dendam, curang, dan lain sebagainya. Ketahuilah, ini adalah sifat-sifat rendah yang terlalu umum. Sebagai antagonis, sifat-sifat semacam tidak akan membuat tokoh antagonis dalam novelmu berbeda dengan yang tokoh antagonis lainnya.

Nah, supaya lebih menarik berikan pula sifat hebat untuk tokoh antagonismu seperti keberanian, kecerdasan, rela berkorban, pantang menyerah, teguh dan lain sebagainya.

Dapatkan Role Model Tokoh Antagonis dari Kehidupan Nyata

Photo by August de Richelieu on Pexels.com

Tips terakhir yang bisa kamu aplikasikan untuk menciptakan karakter antagonis yang kuat dalam cerita adalah dengan mengambil role model dalam kehidupan nyata.

Kamu pastinya mengetahui antagonis dalam kehidupan nyata yang bisa kamu lihat di koran, televisi atau internet, kan? Mereka bisa saja adalah seorang pengacara yang jahat, politisi tamak yang korup dan pemakan uang rakyat, predator seksual yang menyamar menjadi tokoh agama, atau apa pun saja.

Dapatkan gambaran penuh orang-orang seperti ini secara spesifik mulai dari sepak terjangnya, detail karakternya, ciri-ciri fisiknya dan lain sebagainya.

Akan tetapi pastikan kamu membuatnya fiksi dengan menyamarkan nama atau identitas asli mereka. Kamu tentunya tidak ingin dituntut karena antagonis yang kamu tulis dalam novelmu terlihat sangat identik dengan seseorang dalam kehidupan nyata, bukan?

BACA JUGA:

Wujudkan Impianmu Menjadi Penulis Bersama Kelas Menulis Online Penulis Gunung ID

Jika kamu adalah salah satu orang yang tertarik menjadi penulis, menumpahkan pengalamanmu dalam lembar buku dan kata-kata, maka saatnya kamu bergabung bersama kelas menulis online Penulis Gunung ID.

Pilih kelas yang paling cocok dan pastikan karyamu terbit hingga menjadi buku.

Berani?

Kisah hidup Anda yang berharga ditulis dalam bentuk buku?

Anda seorang pembelajar mandiri?

Gunakan saja ebook panduan untuk menulis kisah Anda dengan sangat menarik


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BEGINI CARA MUDAH MEMBUAT NOVEL SEJARAH PRIBADI (E-BOOK PANDUAN)


“Pengalaman terbaik dan paling menginspirasi sekali pun, akan menghilang jika tidak dituliskan”

— A Wan Bong, Penulis

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika membuat novel sejarah pribadi adalah dengan menetapkan tujuan penulisannya sendiri. Jadi, apa sebenarnya yang kamu inginkan dengan membuat kisah pribadi hidupmu ini menjadi sebuah novel?

Setelah kamu menemukan tujuannya dan berpegang erat pada tujuan tersebut, barulah saya dapat mengajak kamu ke langkah-langkah berikutnya. Langkah-langkah ini sangat sederhana dan mudah diikuti, puluhan orang sudah membuktikan efektivitasnya untuk menulis cerita novel sejarah pribadi mereka.

Lantas, bagaimana caranya?

Cara Membuat Novel Sejarah Pribadi Dalam E-book Panduan Menulis Kisah Hidup

Saya baru saja menyelesaikan e-book panduan menulis novel sejarah pribadi yang merupakan formulasi yang saya gunakan untuk menulis dan mengajar tentang menulis kisah hidup menjadi sebuah buku.

Isi e-book ini bukan hanya teori yang mudah untuk dibaca, namun benar-benar langkah praktis yang mudah pula untuk kamu praktikkan. Dalam e-book ini saya menjelaskan bagaimana cara menulis novel sejarah pribadi melalui beberapa tahapan langkah yang mudah untuk diikuti dan juga sangat efektif hasilnya.

Berikut beberapa poin terpenting dari e-book tersebut.

Menentukan Tujuan Penulisan Kisah Pribadi

Photo by Kilian M on Pexels.com

Di antara beberapa poin pembuka yang lainnya, saya meyoroti tujuan penulisan sebagai salah satu hal yang penting untuk dirumuskan di awal proses menulis kisah hidup menjadi sebuah buku berbentuk novel.

Jadi, pada langkah awal dalam e-book ini saya akan mengajak kamu untuk merenung sesaat dan menemukan jawaban dari pertanyaan paling mendasar, yaitu; Apa tujuan sebenarnya kamu menulis pengalaman pribadimu ini?

  • Apakah karena kamu ingin terkenal?
  • Apakah karena kamu ingin mengubah pengalaman pribadimu itu menjadi buku kemudian menjualnya dan membuat kamu mungkin punya banyak uang?
  • Apakah karena kamu merasa pengalamanmu itu berharga dan bisa menjadi pelajaran bagi orang lain yang membacanya?
  • Atau, apakah pengalaman yang kamu tuliskan itu menjadi semacam terapi supaya kamu bisa segera ‘bangkit’ dari pengaruh pengalaman itu sendiri?
  • Atau apa?

Apa pun yang menjadi alasan dan tujuan kamu nantinya, membuat novel sejarah pribadi singkat atau panjang membutuhkannya sebagai energi utama untuk kamu menulis.

Tujuan ini menjadi bagian awal yang penting dalam e-book yang saya susun tersebut.

Menentukan Jenis Novel Pengalaman Pribadi yang Ditulis; Memoar atau Autobiografi

Photo by asap jpeg on Pexels.com

Kamu pastinya sudah tahu kalau jenis penulisan kisah pribadi itu terbagi dalam dua macam, bukan? Terutama jika kamu ingin mengubahnya menjadi lembar-lembar prosa dalam bentuk novel.

Jenis novel kisah pribadi yang pertama adalah autobiografi  dan jenis yang kedua adalah memoar. Dua jenis novel pengalaman pribadi ini memiliki banyak kesamaan dari sisi pengertian dan teori, namun memiliki perbedaan yang jelas dalam hal runtutan penulisannya sendiri.

Note: Pengertian memoar, perbedaannya dengan autobiografi dan cara menulisnya dapat pula kamu baca di artikel saya sebelumnya pada tautan ini.

Memfokuskan Diri pada Pengalaman Terpenting

Photo by Kat Smith on Pexels.com

Baik kamu menulis novel sejarah pribadi tentang diri sendiri berbentuk memoar atau pun autobiografi, langkah selanjutnya akan membawa kamu pada hal ini; memilih pengalaman yang paling penting.

Kamu tentunya memiliki banyak sekali pengalaman yang layak untuk kamu ceritakan dalam novel, tapi pilihlah yang paling penting.

Nah, bagaimana cara mengetahui sebuah pengalaman dalam hidupmu adalah yang paling penting?

Mudah, kamu hanya perlu menemukan bagian mana dari sejarah hidupmu yang memberi dampak emosional paling besar.

Apakah itu adalah pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, menyakitkan atau apa saja efek emosional yang dihasilkan, selama itu benar-benar mempengaruhi dirimu secara emosional, itu adalah fokus pengalaman pribadi yang layak kamu pilih sebagai tema utama kisah novel pribadimu.

Menentukan Karakter dan Setting

Photo by Oliver Sju00f6stru00f6m on Pexels.com

Tidak semua orang yang kamu jumpai dalam hidupmu dapat kamu masukkan dalam cerita novel yang kamu tulis, bukan?

Nah, pada bagian ini saya akan mengajak kamu untuk memilihnya dengan bijak, siapa saja karakter cerita yang harus kamu masukkan dan siapa pula yang tidak perlu.

Di samping itu, melalui video online course yang saya buat, saya juga akan menjelaskan apa saja pertimbangan yang dapat kamu gunakan dalam menentukan karakter cerita.

Di samping menyeleksi karakter cerita, kerangka novel sejarah pribadi dalam e-book yang dituliskan ini juga mengajak kamu untuk menentukan setting cerita novelnya sendiri.

Sebagai tokoh protagonis dan tokoh utama novel, kamu pastinya sudah pasti tahu dengan baik dimana dan kapan saja pengalaman pribadi yang kamu alami itu terjadi. Itu adalah pengertian  setting dari sisi waktu dan tempat.

Namun, tahukah kamu kalau setting dalam cerita novel bukan hanya tentang tempat dan waktu?

Kamu juga dapat memasukkan pandangan pemikiran, keyakinan dan cara pandang religius, adat budaya, dan kultur umum lainnya sebagai sebuah setting cerita.

Menggunakan Spekulasi pada Bagian Tertentu

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam penulisan novel fiksi bagian ini tidak dibutuhkan. Namun ketika kamu menulis novel sejarah pribadi panjang yang bertutur kisah hidupmu dari TK hingga SMA misalnya, spekulasi adalah cara penting menuliskannya.

Ingatan manusia bagaimana pun baiknya selalu memiliki keterbatasan. Begitu juga dengan kamu yang tidak mungkin mengingat semua detail pengalaman hidup yang sudah kamu lewati. Pasti ada beberapa bagian dalam perjalanan hidupmu yang tidak dapat kamu ingat secara spesifik lagi.

Nah, bagaimana menuliskannya untuk bagian yang seperti ini?

Cara paling aman dan profesional adalah dengan mengakui bahwa kamu memang tidak bisa mengingat semuanya.

Kamu dapat menuliskannya dengan mudah melalui contoh yang disertakan dalam E-book Panduan Menulis Kisah Hidup yang bisa di-download di bawah ini nanti.

Membuat Target Harian Penulisan

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Target penulisan terkait dengan beberapa hal yang paling penting dalam penulisan jenis apa pun, termasuk juga dalam menulis novel sejarah pribadi 10 halaman sekali pun.

Target menulis berkaitan erat dengan jadwal menulis, kerangka menulis, deadline yang dibutuhkan, pembagian waktu dan lain sebagainya.

Bagian paling penting lain dari menentukan target harian dalam menulis adalah karena ini berhubungan erat dengan konsistensi dan disiplin. Dan seperti yang mungkin kamu ketahui, rahasia terbesar menulis adalah kedisiplinan.

Bagaimana membuat target harian penulisan? Bagaimana membaginya berdasarkan jangka waktu atau deadline?

Semuanya akan temukan E-book Panduan Menulis Kisah Hidup.

Source: Unsplash

“Menulislah dengan perasaan bebas merdeka seperti elang yang terbang tanpa khawatir sedikit pun akan terjatuh”

A Wan Bong

Poin penting terakhir yang saya sampaikan dalam E-book Panduan Menulis Kisah Hidup adalah tentang kemerdekaan dalam menulis itu sendiri. Saya ingin kamu menulis novel sejarah pribadi tentang persahabatan, tentang cinta, tentang kematian, tentang dendam atau tentang apa pun saja dengan rasa yang bebas dan merdeka.

Bebas dan merdeka seperti elang yang terbang tanpa sedikit pun khawatir akan terjatuh.

Banyak sekali para penulis pemula yang saya temui mengalami hal ini; bahwa mereka takut untuk memlampiaskan perasaan mereka sendiri dengan menulis. Padahal, cara paling kuat untuk menulis adalah dengan membuat dirimu merdeka dari rasa takut atau khawatir.

Dalam E-book Panduan Menulis Kisah Hidup menjadi buku memoar atau autobiografi, saya akan membocorkan rahasia begaimana supaya kamu bisa menulis tanpa harus merasa khawatir.

Berbagai Keunggulan E-book Kelas Menulis Pengalaman Pribadi

E-book ini tidak ditulis hanya sebagai kumpulan teori semata, saya telah menulis tiga buku memoar dan autobiografi untuk membuktikan efektivitasnya.

Saya menulis buku Islamedina; Si Wajah Cahaya setebal 750 halaman, kemudian buku Mimpi Di Mahameru setebal 200 halaman, dan buku memoar dalam bentuk kumpulan puisi dan cerpen Luka Gila Mati Lari setebal 125 halaman.

Kunci keberhasilan menulis buku-buku memoar dan autobiografi ini saya tuangkan dalam e-book panduan menulis kisah pribadi. Beberapa keunggulan yang bisa kamu peroleh dengan e-book ini antara lain adalah;

  • Ditulis oleh penulis profesional yang telah merilis 19 judul buku, fiksi dan non fiksi.
  • Bahasa e-book yang sederhana dan mudah dipahami.
  • Panduan tidak hanya berisi teori yang mengambang, namun juga langkah praktis yang mudah diaplikasikan.
  • Panduan terintegrasi dalam kelas menulis online Penulis Gunung ID  dalam bentuk video mau pun coaching personal.
  • Dilengkapi template penulisan novel yang membuat menulis layaknya seorang penulis profesional.
  • Dilengkapi panduan proses editing, proof-reading, re-write.
  • Dilengkapi panduan untuk menerbitkan karyamu sendiri dengan cara self publishing ber-ISBN.
  • Dilengkapi 10 tips rahasia sukses menulis autobiografi, memoar atau menulis buku apa saja.
  • Mendapat akses untuk konsultasi penulisan kisah pribadi langsung ke penulis e-booknya langsung melalui group face-book.
  • Dan lain-lain.

Bagaimana Cara Mendapatkan E-book Panduan Menulis Kisah Pribadi Ini?

Untuk mendapatkan e-book ini caranya gampang sekali, kamu hanya perlu men-downloadnya melalui link google drive. Dengan nilai pengalaman dan formulasi menuliskannya, harga yang diberikan hampir tidak ada nilainya.

Setelah menyelesaikan pembayaran melalui transfer, kamu dapat mengkonfirmasinya melalui whatsapp untuk kemudian link panduan download e-book diaktifkan untuk emailmu dan kamu tinggal mendownloadnya saja.

Jadi, jika pengalamanmu memang berharga dan sangat berarti untuk kamu tuliskan, biarkan e-book ini membantu kamu mewujudkannya.

Ebook Menulis Novel Kisah Pribadi by A Wan Bong

Rp, 84.000

Sekarang hanya Rp, 28.000

DOWNLOAD E-BOOKNYA SEKARANG

Note: E-book hanya bisa didownload jika kamu sudah melakukan pembayaran, mengirim alamat email dan melakukan konfirmasi melalui whatsapp ke kontak di bawah ini;

Pembayaran dilakukan melalui Bank Central Asia (BCA) dengan nomor rekening 1040363307 atas nama Anton Sujarwo



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PENGERTIAN DAN JENIS STRUKTUR CERPEN  + 5 TIPS MUDAH MENULISKANNYA

Ketika berbicara mengenai struktur cerpen, hal pertama yang harus kamu pahami bahwa ini bukanlah sesuatu yang kaku. Tidak aturan yang mengikat bahwa struktur cerpen harus berapa jumlahnya dan apa istilahnya. Ketika ini terjun dalam praktik penulisan, istilah apa pun yang digunakan tidak pernah lebih penting daripada cara menguraikannya.

Nah, dalam artikel kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh apa itu struktur cerpen, apa saja istilahnya, dan yang paling penting; bagaimana menuliskannya?

Jadi, baca artikel ini sampai habis, ya.

Jenis Struktur Cerpen dan 5 Tips Mudah Menuliskannya

Photo by Negative Space on Pexels.com

Dalam kesusastraan Indonesia, dikenal 6 struktur cerpen yang paling jamak yaitu; abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. Kamu dengan mudah dapat menemui struktur cerpen dan contohnya berdasarkan istilah seperti ini.

Namun jika lebih luas membahas tentang ini, ada beberapa istilah yang dapat digunakan dalam mengambarkan susunan sebuah cerita pendek atau struktur cerpen.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, struktur sebuah cerpen bahkan hanya ada tiga yakni; intoduksi, konfrontasi dan resolusi. Sementara istilah yang lebih detail memakai urutan kata; aksi, latar belakang. pengembangan, klimak dan ending.

Lantas apa saja pengertian dari istilah-istilah ini? Dan yang paling penting ialah; sebagai seorang penulis bagaimana kamu mempraktikkan semua istilah ini dalam penulisan cerpen yang sesungguhnya?

Mari kita mulai dari struktur cerpen yang paling umum dikenal di Indonesia.

BACA JUGA:

Abstrak

Photo by Bruno Thethe on Pexels.com

Abstrak adalah struktur cerpen yang pertama dimana bagian ini adalah opsional yang bisa digunakan atau pun dilewatkan oleh penulis. Inti dari abstrak adalah ini merupakan bagian pemaparan gambaran awal sebuah cerita pendek.

Dalam abstrak kamu mungkin dapat langsung memperkenalkan tokoh utama cerpen.

Meskipun bukan menjadi bagian awal yang harus ada, abstrak umum digunakan sebagai cara membuka cerpen dan memperkenalkan ide dasar cerita.

Orientasi

Bagian kedua dari struktur cerpen yang umum dikenal di Indonesia adalah orientasi. Sesuai dengan pengertian cerpen yang mungkin sudah pernah kamu ketahui, orientasi pada cerpen merupakan bagian dari cara penulis menggambarkan setting cerita secara umum.

Nah, setting juga adalah bagian yang tidak terbatas kamu artikan hanya sebagai waktu dan tempat semata. Kondisi budaya, keyakinan, pandangan politik, adat istiadat dan pemikiran umum masyarakat juga termasuk setting dalam sebuah cerita.

Komplikasi

Struktur cerpen selanjutnya adalah komplikasi yang tentu saja dapat kamu maknai dengan mudah hanya dengan melihat pemilihan istilahnya saja.

Komplikasi adalah tentang kausalitas atau sebab akibat dimana konflik cerpen mulai naik dan tokoh utama cerpen mulai ditarik keluar dari zona nyamannya.

Pada bagian komplikasi, permasalahan utama cerpen mulai mengalami penguatan dan menuntut penyelesaian segera. Kamu dapat mempergunakan unsur waktu, risiko, keselamatan dan lain sebagainya untuk membuat komplikasi pada struktur cerpen tensinya menjadi lebih tinggi.

Evaluasi

Photo by Tim Grundtner on Pexels.com

Istilah selanjutnya dalam struktur cerpen yang paling umum dikenal di Indonesia adalah evaluasi. Ini adalah bagian dimana semua konflik yang diuraikan dalam cerpen akan mencapai klimaks.

Jika kamu melihat pengertian struktur cerpen brainly yang dikutip dalam buku pembelajaran di sekolah-sekolah, bagian evaluasi juga adalah bagian dimana jalan keluar konflik sudah terlihat.

Solusi konflik cerita ini mungkin sudah dapat ‘dirasakan’ oleh pembaca pada bagian evaluasi meskipun bagian itu sendiri belum diuraikan sepenuhnya.

Resolusi

Sesuai dengan namanya, resolusi adalah solusi atau jalan keluar dari konflik sebuah cerpen.

Setelah kamu menceritakan bagaimana sebab akibat dalam struktur cerpen komplikasi, ini adalah bagian kamu memecahkan kebuntuannya dengan memberikan solusi.

Solusi cerpen biasanya selalu singkat. Akan tetapi yang paling penting adalah kamu bisa memberi jawaban penuh ke pembaca pada bagian ini.

Orientasi, komplikasi, evaluasi dan resolusi adalah 4 struktur cerpen yang paling pokok. Tanpa adanya salah satunya bagian ini, bangunan cerita pendek atau cerpen menjadi tidak utuh atau cacat.

Koda

Bagian terakhir dari struktur cerpen yang paling umum dikenal di Indonesia adalah koda. Dalam istilah yang lebih general, kamu dapat megartikan koda ini sebagai amanat, pesan atau wasiat.

Koda atau amanat cerpen berhubungan erat dengan tema cerpen itu sendiri.

Jika kamu menulis cerpen persahabatan, maka nilai-nilai persahabatan itu pula yang akan disampaikan dalam koda. Begitu juga dengan tema cerpen cinta, maka nilai-nilai tentang cinta itu juga yang dikristalkan dalam koda.

Walaupun ciri-ciri cerpen tidak pernah mencantumkan koda atau amanat sebagai penutupnya, dalam praktiknya bagian ini sebenarnya bisa kamu tinggalkan dengan catatan; amanat itu sudah tersampaikan tanpa harus dituliskan lagi.

Kamu pasti pernah membaca sebuah cerpen yang tidak mencantumkan amanat, tetapi kamu sendiri sudah bisa mendapatkan pesan pentingnya, bukan?

BACA JUGA:

3 Struktur Cerpen Berdasarkan Pembagian Paling Sederhana

Photo by Ann H on Pexels.com

Di samping 6 istilah struktur cerpen di atas, ada juga struktur cerita pendek yang lebih mudah untuk kamu pahami. Struktur ini hanya terdiri dari tiga bagian saja yaitu; introduction atau introduksi (pengenalan), confrotation atau konfronrasi dan, resolution atau resolusi.

Berikut penjelasannya masing-masing.

Pengenalan atau Intoduksi (Introduction)

Selain pengenalan, bagian paling awal struktur dalam cerpen yang satu ini dapat disebut juga sebagai pendahuluan.

Pada bagian ini kamu akan memperkenalkan siapa tokoh utama cerita yang juga tokoh protagonis, apa permasalahan yang ia hadapi dan bagaimana pula setting atau latar belakang cerita yang terjadi.

Pada bagian introduksi, tokoh utama cerita akan dipanggil keluar dari zona nyamannya untuk menyelesaikan sebuah persoalan yang menjadi konflik utama cerpen.

Secara lengkap, pengertian struktur cerpen ini juga mengharuskan kamu sebagai penulisnya untuk memberikan ‘janji’ ke pembaca mengenai kemana cerpen tersebut akan membawa mereka.

Konfrontasi

Sejujurnya ini adalah bagian yang paling sulit dalam penulisan cerpen. Sulit dalam artian bagaimana kamu menjaga pembaca tetap antusias mengikuti berbagai perkembangan cerita sebelum klimaks dan resolusi dimunculkan.

Pada bagian tengah  cerpen atau yang disebut dengan konfrontasi ini, kamu akan memberikan beberapa permasalahan tambahan pada karakter protagonis dan sekutunya. Tujuan kompilasi problem pada bagian ini adalah untuk meningkatkan tensi cerita.

Resolusi atau Jalan Keluar

Resolusi adalah urutan struktur cerpen yang paling akhir dalam pembagian yang sederhana ini.

Dalam resolusi, tokoh utama cerita atau tokoh protagonis melakukan aksi yang tujuannya adalah untuk melewati rintangan, memecahkan masalah dan menyeimbangkan suasana.

Apa pun yang dilakukan karakter protagonis cerpen disini, ingatlah bahwa ia harus memenuhi janji yang sudah kamu gambarkan di awal cerita.

BACA JUGA:

Pembagian Struktur Teks Cerpen Menurut Penulis Anne Lamott

Photo by Angela Roma on Pexels.com

Sebagai tambahan wawasan pengetahuan mengenai struktur dalam cerpen, saya akan menyampaikan pula apa yang menjadi bagian-bagian pada struktur cerpen menurut salah satu penulis yang cukup populer yakni, Anne Lamot.

Anne Lamott membagi struktur teks cerpen menjadi 5 bagain berikut ini;

  1. Action – Cerpen dimulai dengan sebuah tindakan menarik yang dilakukan oleh karakter dalam cerpen yang membuat pembaca menjadi penasaran dan ingin tahu lebih banyak.
  2. Background – Bagian ini menjelaskan latar belakang karakter protagonis, dimana ceritanya terjadi, siapa dia sebenarnya, apa yang membuatnya terhubung dengan karakter lain dalam cerpen.
  3. Develop – Ini adalah tempat dimana penulis mengembangkan cerita dan karakter cerpen. Di sini penulis menjelaskan apa yang dilakukan oleh tokoh utama cerpen, apa yang ia pedulikan, apa prioritasnya dalam cerita, dan lain sebagainya. Develop adalah bagian dalam struktur cerpen dimana plot cerita, alur, efek dramatis dikembangkan oleh penulis.
  4. Climax – Ini adalah bagian dalam struktur penulisan cerpen dimana karakter protagonis melalukan sesuatu yang membuat ia mencapai tujuan konflik cerita. Bagian ini juga menjadi wilayah dimana penulis dapat menambahkan perkembangan karakter protagonis yang pesat untuk menyelesaikan konflik cerita.
  5. EndingEnding cerpen harusnya selalu memunculkan perenungan, muhasabah dan nilai-nilai untuk dipikirkan oleh pembaca. Pada bagian ini pembaca akan mengetahui siapa karakter cerita setelah klimaks terjadi, bagaimana pembaca melihatnya di akhir cerita dan yang paling penting; apa artinya semua kejadian sepanjang cerpen itu dituturkan.

5 Tips Menulis Struktur Teks Cerpen yang Mudah Diterapkan

Photo by lilartsy on Pexels.com

Sebagai penutup pembahasan mengenai struktur cerpen ini, sekarang mari saya ajak kamu melihat beberapa tips atau kiat menulis cerpen yang sangat mudah dipraktikkan.

Dengan informasi dasar mengenai struktur cerpen sebelumnya, baik itu struktur cerpen yang biasa ditemukan dalam istilah di Indonesia atau pun istilah lain di atas, tips berikut ini nanti lebih mudah untuk kamu praktikkan.

  • Berikan informasi sebanyak mungkin kepada pembaca sesegera mungkin yang kamu bisa. Ini berkorelasi dengan definisi cerpen yang merupakan cerita pendek, kamu sebaiknya tidak bertele-tele menyampaikan informasi kepada pembaca supaya mereka tetap antusias dalam menyusuri cerita.
  • Berikan kepada pembaca setidaknya satu orang karakter yang bisa mereka dukung dan ini biasanya adalah tokoh protagonis. Keberadaan karakter yang bisa mereka dukung yang membuat pembaca menjadi berpihak akan membuat cerpen lebih menarik untuk mereka baca hingga akhir.
  • Buat setiap karakter dalam cerita harus menginginkan sesuatu sebagai tujuan yang akan mereka raih dalam cerpen. Bahkan jika tujuan ini hanya segelas air atau selembar tissue, tetap berikan setiap karakter cerpenmu satu misi untuk mereka capai.
  • Setiap pilihan kalimat yang digunakan dalam cerpen harus berisi di antara dua hal ini; menjelaskan karakter cerita, pertumbuhan pribadinya atau mengembangkan jalannya cerita. Dikarenakan cerpen memiliki kalimat yang jumlahnya terbatas, pastikan kamu menggunakannya dengan bijaksana.
  • Pastikan kamu memulai cerita dalam cerpenmu yang sedekat mungkin dengan hasil akhirnya. Artinya adalah konflik yang diangkat dalam cerpen harus singkat, jelas, dan dekat dengan ending cerita. Kembali lagi, ini adalah tentang mempergunakan setiap kata dalam cerpen seefisien mungkin.

BACA PULA:

Nah, itu adalah beberapa tips menulis cerpen yang tentunya dapat dengan mudah kamu praktikkan. Kuncinya adalah semakin sering kamu melatih dirimu dalam menulis cerpen atau menulis cerita apa pun, maka semakin mahir pula kamu melakukannya.

Selamat mencoba.

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CERITA INSPIRATIF SINGKAT TERBAIK SEPANJANG MASA PENYEMANGAT MENULIS

Setelah sebelumnya Penulis Gunung telah membagikan 7 cerita inspiratif singkat islami yang tentumya sudah kamu baca. Kali ini Penulis Gunung juga akan mengajak kamu untuk menyimak 7 cerita inspirasi singkat dengan tema yang lebih universal.

7  cerita ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Penulis Gunung. Dengan pelajaran yang terkandung di dalamnya, cerita-cerita berikut ini sangat layak untuk kita ketahui bersama untuk kemudian disebar manfaat dan pesan moralnya.

Nah, apa sajakah 7 cerita inspirasi singkat beserta pesan moralnya yang ingin dibagikan Penulis Gunung kali ini?

Yuk, disimak sampai selesai, ya.

7 Cerita Inspirasi Singkat Terbaik Pendorong Semangat Menulis

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sebagai salah satu situs penulisan yang aktif mengajak orang untuk menulis, tips-tips berikut direlevansikan dengan dunia penulisan. Dengan membaca kisah-kisah yang penuh dengan inspirasi ini, kamu diharapkan akan memiliki semangat untuk terus menulis, terus berjuang dan terus membagikan kisah-kisahmu.

Tidak ada cara menginsprasi yang paling efektif kecuali melalui cerita.

Cerita telah menjadi cara yang paling ampuh sejak zaman purba untuk menyampaikan pesan kepada manusia. Dengan cerita yang dikemas menarik, pelajaran yang paling rumit pun dapat disampaikan dengan baik.

Dengan membaca kumpulan cerita inspiratif, beberapa pelajaran tentang moralitas menjadi lebih mudah untuk diterima. Penjabaran cerita yang sederhana dan lakon yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, telah memberikan manusia sebuah persepsi bahwa cerita bisa saja adalah cara terbaik untuk memberikan nilai dan arti.

Inti utama dari membaca contoh cerita inspirasi singkat adalah ia adalah sebagai motivasi untuk memberi kamu warna dalam nilai hidup tanpa terkesan menggurui.

Membaca cerita inspirasi singkat tentang kejujuran akan memberikan kamu nilai bahwa kejujuran adalah sebuah mutiara yang berharga, yang tidak dimiliki setiap manusia. Membaca cerita inspiratif singkat tentang ibu akan memberikan pengertian bahwa sosok ibu adalah wanita paling istimewa dalam kehidupan manusia, tidak penting apa pun status sosial mereka.

Begitu pun juga yang lainnya.

Cerita inspiratif singkat tentang ayah, tentang pengusaha sukses, tentang sahabat nabi dan tentang apa pun juga yang memiliki pelajaran terkandung di dalamnya. Semuanya akan mengantarkan kita pada pengertian untuk menjadi lebih bijaksana.

BACA JUGA:

Beberapa Keunggulan Belajar Menggunakan Metode Cerita Inspiratif Singkat

Photo by Monstera on Pexels.com

Cerita inspiratif yang singkat namun diisi dengan pesan dan nilai-nilai luhur, akan selalu memberi pengaruh yang besar kepada penulisnya atau pun kepada orang lain yang membacanya.

Beberapa manfaat paling signifikan dari membaca dan menulis cerita inspiratif untuk manusia misalnya adalah;

  • Lebih Mudah Diterima. Cerita menjadi media yang lebih mudah diterima oleh berbagai macam kalangan, segmentasi usia dan juga latar belakang pendidikan.
  • Sulit Dilupakan. Dibandingkan data-data dan angka-angka, cerita akan jauh lebih efektif untuk menghunjam ke dalam hati manusia. Cerita lebih efektif dan lebih mudah untuk diingat.
  • Sebagai Dorongan Motivasi. Percikan semangat dalam cerita memberikan dorongan motivasi pada orang yang membacanya, mau pun pada orang yang menuliskannya.
  • Hiburan yang Positif. Cerita inspiratif juga menjadi hiburan yang dapat mengendurkan syaraf yang tegang. Hiburan dari cerita inspiratif singkat adalah jenis hiburan yang menghibur sekaligus juga mengajarkan nilai yang luhur.
  • Media Membangun Hubungan. Menceritakan anak dongeng sebelum ia tidur, menceritakan kisah inspiratif pada murid saat mengajar di depan kelas, di samping memberikan mereka pelajaran yang terselip dalam cerita juga menjadi sarana membangun hubungan yang lebih kuat.

7 Cerita Inspiratif Singkat Pilihan

Nah, berikut ini Penulis Gunung akan mengajak kamu untuk membaca beberapa cerita inspiratif sekaligus juga pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita ini bagimana pun sederhananya, mudah-mudah kita akan menjadi lebih bersyukur sebagai manusia. Dan sebagai seorang penulis, kita pun semakin semangat untuk berbagi kebaikan melalui goresan pena.

Proyek Terakhir si Tukang Kayu

Photo by Quintin Gellar on Pexels.com

Alkisah, seorang tukang kayu tua yang sudah bekerja puluhan tahun mulai merasa jika tubuhnya sudah semakin tua untuk bekerja. Ia lalu memantapkan diri untuk berbicara dengan mandornya tentang rencana untuk pensiun.

Mendengar rencana pensiun itu, sang mandor menjadi sedih. Sebab, tukang kayu yang hendak pensiun itu merupakan tukang kayu terbaiknya. Mandor lalu mengizinkan tukang kayunya pensiun setelah menyelesaikan satu proyek lagi.

Beberapa minggu kemudian, datang sebuah proyek baru untuk membuat rumah. Tukang kayu tua yang hendak pensiun dipasrahi sebagai penanggung jawab, ia diberi kebebasan membuat bangunan itu sesuka hatinya.

Setelah tahu proyek terakhirnya adalah sebuah rumah, tukang itu menjadi jengkel. Sebab, rumah memakan waktu yang cukup lama untuk selesai. Ia pun bekerja malas-malasan dan membuat rumah dengan asal-asalan. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak diteliti kualitasnya.

Ketika rumah itu selesai sang mandor mendatangi si tukang kayu tua dan berkata;

Rumah yang kau bangun ini adalah hadiah dariku untukmu. Terima kasih telah bekerja dengan baik.’

Pesan Moral

Kisah tukang kayu di atas memberitahu kita bahwa dalam kondisi apa pun, kosistensi untuk memberikan yang terbaik harus tetap terjaga. Jangan sampai apa yang dialami si tukang kayu tua, juga terjadi kepada kita.

Dengan segala kerja kerasnya dan dedikasinya yang luar biasa, ia selangkah lagi akan mendapatkan reward untuk semua jerih payahnya. Akan tetapi ujian terakhir tidak dapat dilewatinya dengan baik, yang kemudian berimbas pula dengan reward yang ia peroleh menjadi tidak maksimal.

Cerita singkat inspirasi kehidupan tentang tukang kayu dapat terjadi kepada kita semua.

Bisa jadi kita adalah si tukang kayu, bisa jadi kita adalah orang yang selama ini berjuang mati-matian dengan penuh dedikasi terbaik. Dan bisa jadi pula atas segala jerih payah dan keras kita, Tuhan dan kehidupan ingin memberikan kita hadiah melalui ujian terakhirnya.

Jadi, pastikan kita tetap mempertahankan dedikasi, kerja keras dan semangat kita untuk menyelesaikan ujian tersebut. Jangan sampai nasib kita sama seperti tukang kayu dalam contoh cerita inspirasi singkat di atas.

BACA JUGA:

Doa Sang Pendeta

Photo by cottonbro on Pexels.com

Di sebuah desa yang terletak di bantaran sungai, terdapat sebuah kuil yang kerap dikunjungi warga. Kuil tersebut diurus oleh seorang pendeta yang sangat taat beribadah. Suatu hari pada peralihan musim, turun hujan dengan sangat deras yang kemudian menyebabkan air sungai meluap.

Perlahan tapi pasti, air mulai memasuki rumah warga hingga setinggi mata kaki. Sebagian besar warga kemudian mengungsikan diri sambil membawa barang berharga mereka. Salah satu warga yang mengungsi memperingatkan pendeta yang masih berdoa di kuil untuk segera pergi dari desa.

Pendeta itu berkata;

‘Dasar tak beriman! Kamu pikir aku akan pergi begitu saja? Tak seperti kalian, aku yakin Tuhan akan menyelamatkanku. Pergilah saja duluan!

Hujan masih berlanjut, kali ini ketinggian air sudah mencapai pinggang. Warga yang tersisa mengeluarkan perahu karet dan menyelamatkan diri. Beberapa warga memeriksa kuil dan menemukan pendeta duduk di atas mejanya. Mereka memaksanya naik ke perahu, namun pendeta itu tetap menolak untuk pergi dengan alasan yang sama.

Pendeta yang taat itu terus berdoa di ruangannya. Tapi hujan yang turun belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Air pun terus naik hingga pendeta harus naik ke atap.

Beberapa saat kemudian, helikopter tim SAR datang dan menjemputnya. Pendeta itu masih menolak untuk mengungsi. Ia yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Karena keadaan yang semakin berbahaya, helikopter pun meninggalkanya.

Satu jam berlalu sejak helikopter tadi mendatangi pendeta, hujan masih deras dan si pendeta mulai kesulitan untuk bertahan di atap. Ia mulai panik dan berkata;

‘Tuhan, aku sudah selalu taat menyembahmu. Aku percaya engkau kan menyelamatkanku. Tapi mengapa kau biarkan aku menderita terus begini?’

Sesaat kemudian muncul suara;

“Aku tahu engkau taat padaku. Aku telah mencoba menyelamatkanmu tiga kali. Satu dengan orang yang memperingatkanmu mengungsi, dua dengan perahu karet, dan yang terakhir dengan helikopter”

Pesan Moral

Kisah pendeta di atas sama sekali bukan kisah inspirasi singkat tentang sabar. Apa yang dilakukan oleh pendeta bukanlah manifestasi makna sabar yang sebenarnya.

Ada banyak manusia seperti pak pendeta yang tenggelam karena banjir itu. Mereka berdoa setiap hari, meminta di setiap saat, atau bahkan merengek setiap waktu. Namun, ketika doa itu dijawab Tuhan tidak dengan cara yang tidak ia bayangkan, ia menolaknya dan mengingkarinya.

Ketika kamu berdoa meminta kekuatan, kemudian Tuhan memberi kamu ujian. Itu bukanlah bentuk bahwa Tuhan tidak mengerti apa yang kamu minta, namun justru Dia dengan selaga kekuasaan-Nya mengabulkan doamu melalui ujian.

Ujian itulah yang akan membuat kamu berjuang, bertahan dan kemudian memperoleh kekuatan.

Makna lain dari cerita tentang si pendeta di atas juga bisa kita interpretasikan dengan manusia yang selalu berdoa meminta rizki dan kaya namun menolak semua jawaban Tuhan untuk menjadikannya kaya dan bercukupan.

Tuhan memberinya fisik yang sempurna, pikiran yang cerdas dan akal sehat, tapi tidak dia pergunakan dengan maksimal. Tuhan mendatangkan padanya seseorang untuk mengajaknya berbisnis, namun ditolaknya dengan berbagai alasan adan cara.

Ini mungkin tidak benar-benar relevan, namun apa yang dilakukan si pendeta dalam cerita inspiratif singkat dan pesan moralnya di atas, mampu mengajari kita mengenai perpspektif upaya dan doa dengan cara yang jauh lebih bijaksana.

BACA JUGA:

Tiga Saringan sang Ulama

Photo by Lucas Pereira Carlini on Pexels.com

Pada masa keemasan Kekhalifahan Abbasiyah, hidup seorang ulama yang sangat disegani. Suatu hari, seorang pedagang kenalannya berkunjung ke rumahnya.

Tuan sudah tahu kabar yang baru saja kudengar tentang sahabat tuan?” kata si pedagang.

Tunggu dulu!” ujar sang ulama.

“Sebelum kau memberitahuku lebih lanjut, aku ingin kau melewati tiga pertanyaan dariku. Aku menamainya ter tiga saringan.”

Pedagang itu bingung.

Sang ulama lalu menjelaskan, “Sebelum kamu bercerita tentang kawanku, ada baiknya sedikit kusaring dulu informasinya. Tes pertama, apakah kamu bisa menjamin informasi itu benar?”

Pedagang menjawab, “Tidak, aku baru saja mendengarnya dari seseorang. Tapi…”

“Oke, berarti kamu tidak bisa menjamin kebenarannya.”

Ulama melanjutkan lagi;

Apakah kabar tentang temanku adalah suatu informasi yang baik?”

Pedagang menjawab, “Tidak, malah sebaliknya ia…”

“Oke, berarti kamu akan berbicara tentang keburukan yang belum tentu benar.”

Ulama melanjutkan lagi;

Terakhir, apakah mengetahui hal itu memberiku keuntungan?”

“Tidak ada,” jawab pedagang itu.

“Jika keburukan kawanku belum tentu benar dan tak ada keuntungan apa pun mengetahuinya, untuk apa kamu cerita?” tanya sang ulama.

Si pedagang itu hanya terdiam dan menunduk malu, untuk kemudian berpamitan meninggalkan sang ulama.

Pesan Moral

Dari sisi kesahihannya, kisah di atas tentu berbeda dengan cerita inspiratif singkat sahabat nabi yang populer. Akan tetapi dari pesan moral yang dimilikinya, cerita ini juga sama dengan cerita inspiratif nabi singkat yang penuh dengan pelajaran.

Dengan zaman yang demikian maju seperti sekarang, lebih banyak manusia yang berubah menjadi si pedagang. Menceritakan aib orang lain, mengumbarnya di media sosial, dan lain sebagainya. Ini telah menjadi wujud dari kehancuran akhlak manusia yang sebenarnya.

Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah karena sangat jarang manusia yang memiliki saringan seperti yang dimiliki sang ulama.

Berita yang belum tentu kebenarannya, berisi keburukan dan aib manusia lainnya, dan ia sama sekali tidak mendapat untuk ketika mengetahuinya, justru menjadi konsumsi publik yang demikian merajalela.

Portal gosib tumbuh subur dengan jutaan orang menjadi pengikutnya. Ini adalah sesuatu yang ironis dan memperihatinkan.

Walau pun tidak se-epik kisah saringan tiga ter milik sang ulama, namun manifestasinya dalam dunia modern tercermin dengan baik melalui cerita inspirasi singkat dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan sang ulama di atas.

BACA PULA:

Lukisan Sang Raja

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dahulu, hiduplah seorang raja yang hanya memiliki satu mata dan satu kaki. Raja yang cacat itu adalah raja yang baik dan cerdas.

Suatu hari, saat raja berjalan-jalan di galeri kerajaan ia melihat lukisan-lukisan pendahulunya. Ia lalu ingin memiliki lukisan dirinya, sebab ia merasa suatu hari anak cucunya akan melihat hal yang sama di sini.

Raja lalu memanggil semua pelukis yang ada di negerinya ke istana. Ia meminta untuk dibuatkan lukisan yang indah dan terlihat gagah untuk dipajang di galeri istana. Pelukis yang berani menerima tugas ini akan diberi imbalan sesuai dengan keindahan lukisannya.

Para pelukis mulai berpikir setelah mendengar titah raja, menurut mereka tidak mungkin bisa membuat lukisan yang indah sebab raja hanya punya satu mata dan kaki. Mereka takut jika nanti hasilnya buruk, mereka malah diberi hukuman karena dianggap menghina raja.

Pelukis-pelukis itu pun satu per satu mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Lalu, salah seorang pelukis mengajukan diri untuk melukis raja yang cacat tersebut. Sang raja senang dengan keberanian pelukis itu.

Berminggu-minggu si pelukis mengerjakan lukisan yang diminta raja. Sampai akhirnya tiba hari saat lukisan itu dipamerkan kepada publik. Para pelukis yang mengundurkan diri datang ke istana, mereka sangsi lukisan itu akan indah.

Anggapan para pelukis itu langsung sirna ketika kain penutup lukisan itu dibuka. Sebab, hasil lukisan itu sangatlah indah dan sang raja terlihat demikian gagah.

Di lukisan raja digambarkan sedang menunggangi kuda yang menghadap ke samping, sambil bersiap memanah. Sehingga kakinya yang cacat tidak terlihat dan matanya yang buta terpejam seperti sedang membidik.

Raja sangat puas dengan hasil lukisan tersebut, ia menghadiahi sebuah kastil untuk si pelukis.

Pesan Moral

Inti dari cerita inspirasi singkat di atas adalah jangan mudah menyerah dengan segala hambatan.

Bahwa yang berani mengambil risiko, bahwa yang berani berpikir di luar kebiasaan, bahwa yang bersedia untuk menantang dirinya untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif adalah yang akan memenangkan pertempuran.

Pelukis sang raja tadi bukanlah orang yang istimewa. Ia mungkin saja memiliki kemampuan sama seperti pelukis di istana yang lainnya. Namun yang membuat ia berbeda adalah ia mau memgambil risiko dan kemudian mencari jalan keluarnya dengan cara yang paling indah.

Kamu juga dapat belajar dari cerita inspiratif perjuangan pelukis sang raja di atas. Ketika ada tantangan di hadapanmu untuk kamu selesaikan, ketika yang lainnya mundur dan menyerah, maka kamu harus membuat keputusan yang berbeda.

Jangan memikirkan untuk menyerah, tapi pikirkan bagaimana tantanganmu itu bisa dilewati.

Jangan mundur, tapi jadilah kreatif dan inovatif, berpikirlah out of the box, seperti halnya pelukis sang raja dalam contoh cerita inpiratif di atas.

BACA JUGA:

Kisah Hidup Oprah Winfrey

Source: IMDb

Saat masih balita, orang tuanya bercerai dan ia diasuh oleh neneknya. Ia hidup dalam kemiskinan, ia bahkan harus menggunakan karung sebagai pakaian. Suatu hari, neneknya jatuh sakit dan ia harus tinggal dengan sang ibu.

Ibunya adalah seorang pembantu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Pada umur sembilan tahun, ia diperkosa secara bergiliran oleh sepupu, paman, dan keluarga temannya. Akhirnya ia muak dan kabur dari rumah pada usia 13 tahun dalam keadaan hamil.

Pada usia 14 tahun ia melahirkan anak pertamanya. Sayangnya, ia meninggal dalam kandungan. Ia lalu mengunjungi ayahnya yang berprofesi sebagai tukang cukur rambut di Tennessee. Saat itulah ia mencurahkan segala kekecewaan dan kesedihannya untuk belajar.

Kerja kerasnya terbayar, ia menjadi siswa unggulan dan lulus sebagai murid terbaik. Dia juga memenangkan beberapa penghargaan dalam bidang pidato. Ia kemudian mengambil kuliah jurusan Komunikasi di Tennessee State University.

Di sela-sela waktu kuliah, ia mengambil pekerjaan sebagai penyiar di radio lokal. Setelah lulus, ia mulai meniti karir di bidang pertelevisian. Tidak mudah sebagai orang kulit hitam untuk berkarir di dunia televisi karena dianggap kurang menjual.

Tapi ia memiliki mimpi besar dan tidak menyerah.

Di usia sembilan belas tahun ia akhirnya menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi pembawa berita. Ia ditunjuk menjadi pembaca berita di program AM Chicago, acara yang kemudian menjelma menjadi program paling banyak di tonton di Amerika Serikat pada saat itu. 

Pada 1986, AM Chicago pun berubah nama menjadi Oprah Winfrey Show. 

Pesan Moral

Kisah singkat di atas adalah sebuah kombinasi dari beberapa macam cerita inpsiratif yang menarik untuk dipelajari. Oprah Winfrey adalah tokoh dunia dan ia tentu masuk sebagai cerita inspiratif singkat tokoh dunia. Namun yang paling menarik bahwa ini adalah cerita inspiratif singkat nyata dan benar-benar terjadi.

Tidak mudah hidup seperti yang dijalani oleh Oprah Winfrey, terutama pada masa-masa awal. Diperkosa oleh kerabat sendiri dan terlahir dari keluarga yang broken home adalah mimpi buruk yang entah bagaimana cara menghadapinya.

Namun Oprah menunjukkan cara terbaik menghadapi situasi sulit semacam itu.

Ia berontak dan mencurahkan kemarahannya dengan belajar dan menjadi lebih baik. Upaya dan kerja kerasnya terbayar kemudian, Oprah tampil menjadi pembawa acara kulit hitam paling terkenal dan paling kaya di dunia.

Cerita inspiratif perjuangan yang ditunjukkan oleh Oprah Winfrey adalah cerminan yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Apa pun yang menimpa kita, bagaimana pun kehidupan memaksa kita untuk bertekut lutut, jangan pernah menyerah.

Curahkan dan kekuatan untuk berjuang, berusaha dan berikhtiar. Lihatlah hasilnya kemudian bahwa Tuhan akan selalu memberikan reward bagi orang-orang yang sabar dan tidak pernah mau menyerah.

BACA PULA:

9000 Kali Kegagalan Michael Jordan

Source: People.com

Sejak kecil Jordan memiliki ketertarikan dalam bidang olah raga. Salah satu cabang olah raga kesukaannya adalah bola basket.

Saat baru duduk di bangku SMA, Jordan pernah ditolak saat ingin mengikuti seleksi masuk tim basket sekolahnya. Alasan utama pada saat itu adalah karena badannya yang terlalu pendek. Selain itu, ia juga dinilai kurang mahir dalam permainan tersebut.

Jordan sangat sedih mendengar hal itu, tapi ia tak menyerah. Ia tetap berlatih dengan giat setiap hari di rumah. Tidak hanya tekniknya, ia juga melatih fisiknya dengan sangat keras dan disiplin. Dua tahun berikutnya, ia kembali mengikuti seleksi tim sekolahnya dan diterima.

Meski sudah diterima dalam tim, ia tidak langsung puas dan bermalas-malasan. Ia tetap rajin berlatih, bahkan ia sering pulang terlambat karena latihan tambahan.

Pada kompetisi SMA tahun 1981 Jordan membuktikan kerja kerasnya. Pada game pertamanya, ia berhasil mencetak 40 angka. Ia juga memiliki statistik yang mengesankan, rata-rata 25 angka per game, dan memenangkan kompetisi SMA di tahun yang sama.

Sejak saat itu karier basketnya terus menanjak. Ia bergabung dengan tim Universitas Carolina Utara dan memenangkan beberapa kompetisi pada tahun 1983 dan 1984. Kemudian ia mendapat kontrak dan bergabung dalam tim Chicago Bulls pada tahun 1984.

Karir Jordan di dunia basket professional NBA sangat gemilang. Ia mengantarkan timnya menjadi juara sebanyak enam kali, lima kali menjadi MVP di sepanjang musim, dan empat belas kali masuk ke dalam NBA All Stars.

Ia pensiun tahun 2003 dan tercatat sebagai pemain yang mencetak angka terbanyak kedua dalam satu musim. Kini Jordan menjadi pemilik klub NBA, pebisnis, dan salah satu legenda basket sepanjang masa.

Pesan Moral

Jangan menyerah!

Itu adalah mantra dalam hidup yang setiap orang harus mengetahui dan mengaplikasikannya. Semangat untuk terus berjuang, berusaha dan berikhtiar dengan kualitas yang paling baik adalah kombinasi paling ampuh untuk menjadi yang terbaik.

Bahkan jika kamu membaca lebih banyak lagi kisah mengenai kumpulan cerita inspirasi singkat tentang Michael Jordan ini, kamu akan paham bahwa kesuksesannya terbangun di atas kegagalan yang panjang dan melelahkan.

Michael Jordan pernah melewatkan 9000 kesempatan mencetak angka.

Michael Jordan pernah kalah dalam 300 kali pertandingan, ia juga telah gagal lebih dari 26 kali dalam lemparan penentuan juara. Kehidupan Jordan terisi dari kegagalan dan kegagalan. Namun karena ia tak pernah menyerah, rangkaian kegagalan itu pula yang kemudian mengantarkan ia pada kesuksesan.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Semangat pantang menyerah Michael Jordan juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan kita sebagai penulis.

Jangan pernah menyerah untuk terus menulis dan menghasilkan karya, kamu bisa gagal di buku yang pertama, kedua, ketiga atau keempat, tetapi kamu tidak akan gagal selamanya.

Jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Jika memang kamu ditakdirkan untuk sukses pada buku kamu yang ke-100, maka menulislah lebih dari 100 buku. Sekali lagi, jangan pernah menyerah.

Kita memang bukan Michael Jordan, tapi jika mengadopsi semangat yang dimilikinya, InsyaAllah kita juga akan tiba pada tempat dimana kesuksesan telah menantikan kehadiran kita di sana.

Jadi, terus menulis, terus berjuang dan jangan pernah menyerah!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: