KUTIPAN NOVEL MMA TRAIL: GENSET DARI PUNCAK ANDONG

Kutipan novel kali ini datang dari buku yang saya tulis pada tahun 2019 berjudul MMA Trail. Novel ini berkisah tentang seorang lelaki paruh baya bernama Bharal Omar yang menyusuri rute hiking di pulau Jawa bernama MMA Trail. Keputusan Omar untuk menyusuri rute hiking ini adalah untuk menelusuri jejak anak perempuannya bernama Sabiya yang meninggal beberapa bulan sebelumnya di tempat yang sama.

Pada beberapa halaman, saya menceritakan Omar mencapai puncak Andong dan bertemu dengan perempuan tua yang memiliki warung di sana. Pertemuan ini nanti akan menyulut sebuah kemarahan besar dalam jiwa Omar yang menyulut dirinya untuk berjalan lebih jauh. Namun, pada kutipan kali ini saya hanya akan mencantumkan awal pertemuan Omar saja dengan sang pemilik warung.

Buku MMA Trail sendiri dapat kamu pesan melalui pesan whatsapp disini atau download versi ebooknya disini.


Teringat dan terngiang lagi dalam benak dan telinga Omar sebuah sajak yang ditulis dalam buku milik Sabiya yang sekarang ada dalam ranselnya. Sajak tentang Andong bukan ditulis oleh Sabiya, bukan catatan kecilnya, namun memang ditulis oleh penulis buku MMA Trail itu sendiri. Dengan segala tata bahasa yang disampaikan oleh sang penulis ‘buku bodoh penuh omong kosong’ itu, Omar dapat menduga dengan yakin bahwa ia juga nampaknya seorang petualang yang jatuh cinta kepada keheningan dan kesendirian. Bahwa penulis itu mungkin saja dilihat dari kata dan kalimat yang ia gunakan, mungkin memiliki sifat dan karakter yang tak jauh berbeda dengan Sabiya. Dan mungkin saja dengan diri Omar sendiri. Tapi kemudian Omar menggeleng. Tidak, ia tidak mungkin dan tidak akan menulis buku bodoh seperti MMA Trail yang sekarang diikutinya itu.

Menjelang azan magrib mengalun berkumandang dari pengeras suara di masjid-masjid kaki Gunung Andong, Omar baru saja mencapai punggungan di mana bertemunya rute lama dan rute baru jalur pendakian Sawit. Di tempat itu ia berhenti sejenak melepas lelah dan mengatur napas yang memburu. Di bawah sana kerlip lampu-lampu yang mulai dinyalakan nampak seperti kunang-kunang yang terbang liar berterbangan.

Omar melanjutkan langkahnya kembali, meniti lereng gunung bagian belakang dari kampung Sawit. Tak ada ia berpapasan atau beriringan dengan rombongan pendaki lainnya. Selepas dari base camp lama pendakian Sawit jam setengah empat sore tadi, Omar berjalan sendiri. Ia hanya sendiri membelah rimbunan hutan pinus dan belukar yang mulai diguyur oleh cahaya temaram langit sore yang mendung.

“Malem mas. Biasanya pendaki di sini naiknya malem. Dan rata-rata setelah jam dua belas malam mereka naik. Ya mengejar sunrise untuk foto-foto”

Ujar ibu pemilik warung sekaligus pemilik base camp lama tempat Omar beristirahat tadi siang ketika Omar membeli beberapa keperluannya.

Hampir sudah gelap ketika Omar mencapai sebuah jalan bercabang pada punggungan puncak. Omar menoleh ke sebelah kiri, di ujung punggungan ia melihat sebuah bangunan kecil dengan atapnya yang berbentuk piramida dengan sebuah kuncup prisma pada bagian tengahnya. Berdasarkan informasi dan buku yang dibaca Omar, bangunan itu adalah sebuah makam seorang ulama yang sangat dihormati di sekitar Gunung Andong. Nama ulama tersebut adalah Kyai Abdul Faqih, atau lebih dikenal dengan sebutan Ki Joko Pekik.

Semula Omar ingin duduk kembali melepas lelah di jalan persimpangan tersebut, namun ketika ia merasakan rintik-rintik hujan jatuh mengenai wajahnya, Omar kemudian bergerak lagi, bahkan sekarang agak terburu.

“Sialan!”

Maki Omar sambil menaiki undakan-undakan jalan setapak menuju puncak Gunung Andong yang arahnya berlawanan dengan puncak makam Ki Joko Pekik. Sebenarnya jaket yang digunakan Omar adalah waterproof, yang seharusnya membuat ia tak perlu mengkhawatirkan kehujanan. Namun bagaimana pun juga Omar tak mau kehujanan, tetap kering dan hangat di tempat sejuk tertutup kabut seperti ini jauh lebih baik daripada basah dan kehujanan.

Warung di puncak Gunung Andong, adalah restoran dan hotel yang nyaman untuk para pendaki yang kelelahan..

Omar masih ingat tulisan kecil yang disematkan Sabiya dalam bukunya yang sempat ia baca lagi di base camp tadi. Karena itulah ia kemudian memutuskan bergegas mendaki menuju puncak sambil berupaya menghindari rintik-rintik hujan. Warung yang disebut Sabiya itulah yang menjadi tujuan Omar. Karena memperhitungkan jaraknya yang tidak jauh dari persimpangan puncak makam, maka Omar memutuskan untuk tidak perlu mengambil jas hujan yang terselip di samping ranselnya.

“Permisi!”

Suara Omar bergema, masuk ke seisi warung kecil yang sekarang ada di depannya. Pintu warung itu terbuka, namun sebuah sekat kecil dari anyaman bambu setinggi dada diletakkan sekitar 1 meter di belakang pintu, membuat tidak keseluruhan isi warung bisa terlihat.

“Permisi!”

Omar berseru lagi memanggil pemilik warung, namun seperti tadi, tak ada sahutan yang terdengar.

“Permi…”

Panggilan Omar terputus, sesosok tubuh dengan kain putih membungkus seluruh badan tiba-tiba muncul dari bilik di bagian belakang warung!

Mata Omar membelalak, mulutnya tercekat, jantungnya tiba-tiba seolah berhenti berdegup. Sebuah pikiran tentang hantu, kuntilanak, pocong atau apa pun sebutannya tiba-tiba melintas dengan cepat dalam pikirannya. Dan kondisi ini semakin menjadi-jadi ketika suasana warung yang gelap gulita. Lampu teplok kecil yang ditempatkan di sudut warung dekat tumpukan mie instan hanya mampu menerangi sedikit sekali bagian warung itu.

“Monggo, monggo. Masuk, Mas..6.3

Sebuah suara perempuan terdengar menjawab panggilan Omar, sekaligus juga mengusir semua dugaan dan pikiran aneh-aneh yang sempat masuk dalam benak Omar.

“Nyuwun ngapunten mas, kulo nembe mawon shalat6.4…” suara perempuan itu terdengar lagi.

Sesaat kemudian perempuan yang tadi terbungkus kain putih yang sempat mengagetkan Omar melangkah mendekati pintu masuk yang memang tidak dipasangi penutup. Omar tak dapat melihat wajahnya ditengah guyuran gerimis dan juga temaram langit malam yang kian pekat. Tak ada cahaya yang menyinari di tempat itu, headlamp Omar juga ada di bagian dalam ranselnya sehingga susah untuk diambil. Sementara cahaya lampu teplok yang ada di sudut ruangan dekat tumbukan kardus mie instan juga tak mampu menjangkau dekat pintu di mana Omar sedang berdiri. Namun melihat gerakan dan menyimak ucapan si perempuan pemilik warung, Omar yakin bahwa kain putih melayang yang sempat membuat darahnya tersirap beberapa saat lalu adalah mukena yang dikenakan perempuan itu.

“Nyuwun ngapunten mas, niki taseh peteng. Gensete mboten saget gesang, kulo mboten saget dandani6.5…”

Omar mengerenyit tak mengerti, ia memang sering mendengar bahasa Jawa. Saat di Denpasar ia memiliki tukang taman, asisten rumah tangga dan sopir keluarga yang semuanya berasal dari kota Solo. Namun tidak semua ucapan mereka bisa dimengerti oleh Omar, meskipun Omar sering ikut nimbrung ketika mereka sedang ngobrol. Beberapa pegawai di Villa Maya yang ia sewa di Sanur juga berasal dari Jogja, dan Omar sering mendengar mereka bercakap-cakap. Tetapi ucapan perempuan dengan mukena putih barusan memang sama sekali tidak dimengerti oleh Omar secara keseluruhan.

“Iya…?”

Sahutan Omar yang terlihat agak kebingungan nampaknya dipahami oleh si perempuan bermukena, karena kemudian ia mengulang kalimatnya dengan bahasa Indonesia.

“Maaf mas, lampunya belum bisa nyala. Tadi gensetnya sudah saya coba hidupkan tetapi nggak bisa. Saya ndak bisa perbaiki. Jadi warungnya masih gelap…”

Jelas ibu itu kemudian sambil agak tergopoh-gopoh mengambil lampu teplok di sudut ruangan untuk dibawa ke bagian tengah warung.

Omar mengangguk-angguk mengerti mendengar penjelasan perempuan pemilik warung. Sebelum ia sempat menjawab, si perempuan sudah bersuara lagi dengan ramah.

“Mari masuk dulu mas, saya carikan lilin untuk nambah lampunya”

Sebelum si ibu berbalik lagi ke arah ruangan sholat di mana tadi ia sempat membuat Omar kaget, sebuah pikiran tiba-tiba melintas dalam benak Omar dan langsung membuatnya menjawab ucapan si ibu dengan cepat.

“Boleh saya lihat gensetnya?”

Langkah perempuan yang sudah agak tua itu terhenti sejenak, ia menoleh kearah Omar.

“Panjenengan6.6 bisa benerin?” tanyanya kemudian.

“Coba saya lihat dulu, Bu” sahut Omar.

Sinar remang cahaya lampu teplok yang dipindahkan si ibu pemilik warung ke tengah ruangan membuat Omar bisa melihat sekilas wajah si ibu. Perempuan itu sudah agak tua, jauh lebih tua dari Omar jika dilihat dari parasnya. Namun rautnya mengingatkan Omar pada seseorang, tapi siapa? Omar mencoba mengingat-ingat.

Setelah mengambil headlamp dari ranselnya, Omar kemudian mengikuti langkah si ibu pemilik warung ke arah belakang pondok. Dibantu oleh sinar headlamp di kepala Omar dan juga sebuah senter di tangan ibu pemilik warung, keduanya kemudian masuk ke sebuah bilik di bagian paling belakang warung di  mana genset milik si ibu berada.

“Ini mas gensetnya. Sudah tak coba berkali-kali, tetap ndak bisa hidup” 

Jelas ibu pemilik warung sambil senternya diarahkan pada sebuah mesin genset warna kuning hitam yang beberapa bagiannya sudah berkarat disana-sini.

Omar berjongkok mendekati mesin generator listrik itu, cahaya headlamp di kepalanya ia arahkan untuk menelusuri bagian-bagian genset tua tersebut. Mesin genset di hadapan Omar itu adalah sebuah genset kecil dengan output maksimal hingga 900 watt, berbahan bakar bensin dengan kapasitas tangki 3,5 liter, gagang recoil starternya sudah ditukar dengan kayu karena mungkin yang aslinya sudah rusak.

Omar kemudian mencoba menarik recoil starter untuk memicu operasional engine-nya, namun hingga tiga kali Omar melakukan hal itu, mesin genset tua itu masih membisu dan dingin saja.

Telinga berpengalaman Omar sebagai kepala tekhnisi bagian perbaikan mesin bor sumur minyak di Timur Tengah itu dengan segera dapat menemukan penyebab mesin genset tua itu tidak mau distarter. Ia mencoba sekali lagi menarik recoil starter, sekedar untuk memastikan bahwa prediksi kerusakan yang ia perhitungkan barusan tidak keliru lagi.

“Nampaknya ada kabel alternator yang putus, Bu. Selain itu, genset ini juga butuh baterai baru, baterai yang sekarang sudah sangat lemah powernya untuk memicu nyala mesin..”

“Waduh piye yo6.7…”

Si ibu pemilik warung menggaruk kepalanya kebingungan. Istilah semacam alternator, power suply dan lain semacamnya, tentu bukah hal yang familiar di telinganya.

“Sebentar Bu, ya”

Omar kemudian bangkit berdiri lalu melangkah lagi ke ruangan warung utama di mana tadi ia meletakkan ransel birunya. Dari dalam kantong bagian dalam ranselnya Omar mengeluarkan sebuah tas kecil yang berisi perlengkapan survival. Dalam tas survival itu Omar mengeluarkan sebuah muntitool warna hitam, benda itu kemudian ia bawa ke bilik genset tempat si ibu pemilik warung yang masih berdiri menunggunya.

Dengan cekatan Omar membongkar beberapa baut untuk membuka bagian genset yang ia perlu benahi. Setelah menyambung kembali seutas kabel berwarna biru yang sebelumnya terlihat terurai lepas, Omar merapikan kembali baut-baut itu dengan obeng yang tedapat pada multitools di tangannya. Setelah semua selesai, tangan Omar menarik kembali gagang recoil spring untuk mencoba menghidupkan mesin genset itu kembali.

Brummm!!!      

Suara deru mesin genset langsung tedengar, selama beberapa saat bunyinya nampak tidak stabil dan hampir-hampir akan mati lagi. Namun beberapa saat kemudian deru mesin tua pembangkit listrik generator milik ibu itu mulai terdengar normal dan siap digunakan.

“Allhamdulillah…”

Seru si ibu dengan wajah senang sumringah. Dan sesaat kemudian warung itu sudah terang benderang oleh cahaya lampu listrik bertenaga genset yang barusan saja dinyalakan.


Footnote:

  • Bahasa Jawa: “Mari, mari. Silahkan masuk mas”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, saya baru saja sholat”
    • Bahasa Jawa: “Mohon maaf mas, ini masih gelap. Mesin gensetnya tidak bisa nyala, saya tidak bisa memperbaikinya…”
    • Panjenengan dalam bahasa Jawa yang lembut berarti anda atau kamu.
    • Bahasa Jawa: “Waduh bagaimana ya”

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PANDUAN CARA MENULIS CERPEN UNTUK PEMULA DALAM 5 TIPS RAHASIA

Cerpen adalah sebuah cara yang sangat efektif untuk menyampaikan sebuah pesan cerita secara to the point, langsung ke titik sasaran. Ada banyak panduan cara menulis cerpen untuk pemula di luar sana, namun artikel kali ini akan menjadi seperti senter yang langsung menuju ke titik fokus utama, dimana supaya kamu mampu menuliskan cerpen dengan kualitas yang sempurna.

Kali ini saya akan mengajak kamu untuk menjelajahi tentang cerpen; apa definisinya, berapa jumlah kata ideal yang dibutuhkan, bagaimana strukturnya, dan yang paling penting adalah; bagaimana kamu bisa menulis cerpen dengan baik setelahnya.

Panduan Lengkap dan Rahasia Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula dengan Hasil yang Sempurna

Photo by Gary Barnes on Pexels.com

“Sebuah cerita pendek harus memiliki satu suasana hati dan setiap kalimat harus dibangun ke arah itu.”

Edgar Allan Poe

Nah, sebelum membahas lebih jauh pada teknis menulis cerpen atau short story yang lebih komprehensif, sebaiknya kamu juga me-refresh kembali mengenai apa yang dimaksud dengan cerpen dan apa saja yang perlu kamu ketahui tentang karya sastra yang satu ini.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerpen atau short story?

Pengertian Cerpen

Source: Freepik

Berdasarkan arti yang sebenarnya, cerpen dapat dipahami sebagai sebuah karya fiksi prosa mandiri yang memiliki batasan jumlah kata tertentu yang ditulis untuk tujuan tertentu secara spesifik.

Fungsi cerpen secara umum dapat dimaksudkan sebagai upaya untuk menyampaikan pesan moral, mengabadikan momentum, atau membangkitkan perasaan dan suasana hati tertentu pada pembaca. Untuk mencapai tujuan ini, cerita pendek sesuai namanya harus singkat, padat, dan langsung menuju ke titik sasaran.

Dikarenakan cerpen ditulis dengan tujuan yang lebih spesifik dan fokus, maka hal pertama yang harus kamu ketahui dari cara menulis cerpen online atau klasik adalah memahami bahwa semua elemen cerita dimaksudkan untuk mencapai tujuan ini.

Jadi baik itu karakter, plot, setting, struktur cerita, dan juga tempo penulisannya, harus dapat disusun sedemikian rupa guna mencapai tujuan tersebut.

Jumlah Kata dalam Cerpen

Photo by Mikael Blomkvist on Pexels.com

Ada beberapa pendapat yang mengatakan jumlah kata dalam cerpen harus dibawah 10.000 kata, sementara yang lain mengatakan hal yang berbeda. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang diperkenankan untuk sebuah karya prosa hingga bisa disebut sebagai sebuah cerpen.

Dalam panduan cara membuat cerpen dan contohnya yang terdapat pada banyak buku sekolah, pembatasan kata dalam cerpen seringkali diartikan sebagai sesuatu yang baku. Namun dalam referensi yang lebih popular, sebuah karya prosa dapat disebut sebagai cerpen jika memiliki jumlah kata sebanyak antara 1.000 hingga 5.000 kata.

Jika demikian, lantas apakah sebuah prosa dengan jumlah dibawah 1.000 kata dan di atas 5.000 kata tidak dapat dikatakan sebagai sebuah cerpen atau short story?

Tidak juga.

Ada beberapa pengecualian yang lebih fleksibel untuk jumlah kata sebuah cerpen. Bahkan jika kamu pernah mendengar tentang super flash fiction atau fiksi kilat, jenis ini hanya terdiri dari sedikit kata-kata saja.

Sementara pada jumlah kata yang lebih panjang, beberapa penulis juga menganggap bahwa di atas 10.000 atau bahkan 20.000 kata, sebuah karya prosa tetap dapat disebut sebagai cerpen.

Jenis-Jenis Cerpen

Source: English Class

“Cerita pendek adalah apa yang kamu temukan ketika kamu melihat ke luar jendela.”

Mavis Gallant

Sebelum kamu memperdebatkan contoh cerpen yang benar berdasarkan jumlah katanya semata, kamu juga perlu mengetahui bahwa cerpen sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda.

Berikut beberapa di antaranya yang paling popular;

Cerpen Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang biasanya adalah sesuatu yang lucu, komedi dan menggelikan. Anekdot pada umumnya menceritakan tentang orang atau pun kejadian nyata yang dipergunakan untuk menegaskan sebuah maksud dalam tulisan utama.

Tidak ada batasan khusus dalam penulis cerpen anekdot, akan tetapi pada umumnya anekdot adalah cerpen yang singkat yang terdiri dari 1 hingga 3 paragraf saja.

Cerpen Fabel

Ciri utama dari cerpen fabel adalah ia hampir selalu menggunakan hewan atau binatang sebagai perumpamaan cerita. Hal ini pula yang menjadikan fabel berbeda dengan cerita perumpamaan biasa yang bisa menjadikan benda selain hewan sebagai objek penceritanya.

Hewan yang digunakan dalam fabel dapat berbagai jenis, bisa dalam artian hewan umum, atau pun binatang dalam mitologi seperti Centaur dan Pegasus. Penggunaan perumpamaan dimaksudkan sebagai penguat pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis cerpen.

Cerpen Flash Fiction atau Fiksi Kilat

Source: Slideserve

Pada jenis flash fiction yang ekstrim, kamu mungkin tidak akan menemukannya sebagai cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca.

Di Indonesia, cerpen kilat atau kadang disebut pula sebagai cerpen mini, diasumsikan sebagai sebuah cerita pendek yang terdiri dari 300 hingga 750 kata saja. Atau ada pula yang mengatakan jumlah flash fiction haruslah di antara 750 hingga 1.000 kata.

Tapi sebenarnya tidak ada batasan baku untuk hal ini. Hanya saja kamu harus menggaris-bawahi bahwa pengertian kilat atau flash untuk membuatnya terasa benar-benar singkat.

Bahkan Ernest Hemingway pernah mengatakan bahwa flash fiction bisa saja terjadi dari lima kata.

Tentu ini sangat menarik sekali, bukan?

Cerpen Drabel atau Cerpen 100 Kata

Kamu mungkin tidak familiar dengan jenis cerpen yang satu ini, namun ia cukup banyak digunakan oleh para penulis di dunia, lho.

Drabble atau cerpen drabel adalah jenis cerpen yang super singkat dengan jumlah biasanya, hanya 100 kata. Tujuan penulisan drabel adalah menguji kemampuan seorang penulis untuk mengekspresikan dirinya dalam ruang yang terbatas secara menarik sekaligus bermakna.

Nah, dengan tujuan yang dalam seperti ini, drabel tentu saja bukan jenis cerpen yang mudah untuk ditulis, dan pastinya kamu tidak akan menemukannya dalam panduan cara membuat cerpen untuk lomba karena faktor keunikannya tersebut.

Cerpen Sketsa

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tidak ada plot dalam cerpen sketsa karena sifatnya yang hanyalah sebuah gambaran atau sketch. Cerpen dengan gaya penulisan seperti ini akan kamu temukan dalam banyak karya novel yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter.

Selain digunakan untuk mendeskripsikan karakter dalam penulisan fiksi, cerpen sketsa juga kadang dipergunakan untuk deskripsi setting. Tujuan penting dari cerpen tanpa plot ini adalah sebagai upaya penulis menjelaskan dan membangun karakter atau struktur cerita dalam prosa yang lebih panjang seperti novel.

Gaya penulisan cerpen dengan model sketsa dapat kamu lihat dalam cuplikan berikut. Ini dikutip dari novel MMA Trail yang saya tulis pada akhir tahun 2019, bukunya sendiri bisa kamu dapatkan disini.

Mala adalah wanita seperti pada umumnya. Benar ia membutuhkan kecukupan ekonomi, betul ia membutuhkan hidup dalam kemapanan, namun ia juga memerlukan cinta dan kasih seorang suami. Mala juga butuh Omar ada di rumah menemaninya mengajari Sabiya mengaji, Mala juga ingin Omar ada di antara mereka ketika kedua orang tuanya datang berkunjung ke rumah megah mereka. Dan Mala juga ingin malam-malamnya tak hanya dihiasi oleh sepi dan lengang saja,  ia ingin Omar ada bersamanya, memeluknya, mendekapnya, memakan kue yang baru saja ia masak, menikmati kopi yang barusan saja ia seduh. Tapi sayangnya, ternyata orientasi Omar di BCP membuatnya tak lagi mampu memahami kebutuhan Mala. Ia membiarkan Mala larut dalam bayangan dan kesepiannya sendiri. Ia membiarkan saja rumah yang megah dan mewah, penuh diisi dengan segala perabotan yang memanjakan mata, namun kosong dari keakraban, dari kasih sayang dan juga dari pengertian sebagai sebuah keluarga.

MMA Trail – Anton Sujarwo

5 Hal Paling Penting yang Dibutuhkan oleh Cerpen yang Bagus

Photo by Jou00e3o Jesus on Pexels.com

” Jika novel dan cerpen dipertarungkan, maka novel akan menang dengan hitungan angka sementara cerpen akan menang dengan KO.”

Julio Cortazar

Jika kamu mempelajari cara membuat cerpen di Microsoft word yang banyak dipublikasikan, kamu akan mengetahui ada beberapa unsur paling penting dalam penulisan cerpen. Unsur-unsur ini dianggap penting dalam penulisan fiksi, namun lebih penting lagi dalam penulisan cerpen.

Meskipun demikian, hal penting sebagai unsur penulisan cerpen ini tidak hanya terbatas pada penulisan di word saja. Kamu yang menggunakan aplikasi menulis cerpen seperti wattpad dan lainnya, juga sebaiknya mengetahui bahwa setidaknya ada 5 hal paling krusial dalam penulisan cerpen yang baik.

5 hal tersebut adalah sebagai berikut;

Sudut Pandang Penceritaan yang Kuat

Photo by Angelica Reyn on Pexels.com

Sangat penting untuk kamu pahami bahwa sudut pandang yang kamu pilih dalam menuturkan cerpen adalah hal yang sangat menentukan. Kemampuan kamu untuk memilih sudut pandang dalam bercerita akan menentukan setengah dari kesuksesan cerpenmu sendiri.

Beberapa pertanyaan yang perlu untuk kamu tanyakan terlebih dahulu sebagai cara menulis cerpen online atau bukan terkait sudut pandang misalnya adalah;

  • Apa yang kamu harapkan dapat pembaca rasakan atau pikirkan ketika mereka membaca cerpenmu?
  • Temukan sudut pandang mana yang paling mengena untuk mendapatkan tujuan dan effect bagi pembaca tersebut.
  • Untuk memilih sudut pandang yang tepat dalam memulis cerpen, kamu dapat pula mempelajarinya dalam tulisan ini; Segala hal tentang sudut pandang dalam penulisan karya sastra.

Tokoh atau Karakter yang Sedikit

Penting untuk kamu pahami bahwa dalam cerpen ada keterbatasan menyampaikan cerita secara lebih komprehensif. Termasuk dalam keterbatasan ini adalah karakter yang tidak mungkin dapat kamu sebutkan secara lengkap berdasarkan imajinasi kamu yang kaya.

Jadi, kamu hanya dapat memilih beberapa karakter saja yang secara khusus mengarahkan cerpenmu pada tujuan cerita yang sebenarnya. Ada pun karakter yang tidak terkait dengan kepentingan ini dapat kamu abaikan.

Dapat Menggambarkan Perasaan dengan Jelas

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apa pun yang dirasakan oleh karakter yang dituliskan dalam cerpen, sangat penting untuk dapat kamu gambarkan secara jelas.

Termasuk pula dalam penggambaran yang jelas ini adalah genre cerita apakah romantis, komedi, horror, misteri atau yang lain sebagainya. Ide cerita yang disampaikan apakah tentang persahabatan, tumbuh kembang remaja, atau yang lain, juga tentang emosi yang ingin diungkapkan apakah senang, sedih, kehilangan, atau yang lainnya.

Intinya adalah; kamu dapat menggambarkan dengan jelas semua hal tersebut dalam sebuah cerpen yang kamu tuliskan.

Konsep Cerita yang Jelas, Cepat dan Tidak Berlebihan

Kamu dapat membuat sebuah kejadian berlarut-larut dalam sebuah penulisan novel, namun gaya penulisan cerpen mewajibkan kamu untuk lebih to the point.

Dalam cerpen konsep cerita yang jelas, cepat dan langsung mengarah pada tujuan adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Improvisasi

Hal yang menarik dari menulis cerpen adalah kamu tidak harus terikat untuk menulis cerpen seperti halnya dongeng tradisional. Dalam cerpen kamu bisa bereksperimen dengan misalnya menabrak beberapa aturan penulisan yang biasa kamu temukan.

Improvisasi adalah hal yang diperbolehkan dalam menulis cerpen. Hanya saja dalam hal ini, kamu tetap harus mempertimbangkan tujuan penulisan cerpen yang tidak boleh terganggu karena improvisasi tersebut.

5 Langkah Paling Penting dalam Menulis Cerpen yang Sempurna untuk Pemula

Photo by furkanfdemir on Pexels.com

“Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia”

A Wan Bong

Meskipun kamu pemula dalam penulisan cerpen, kamu tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa selama kamu tahu caranya.

Nah, berikut adalah beberapa tips rahasia dalam penulisan cerpen yang akan membuat kamu layaknya seorang penulis professional. Entah apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen kisah nyata atau bukan, kamu akan sangat mudah mengeksekusinya ide ceritanya dengan 5 langkah berikut ini;

Tentukan Emosi yang Kamu Ingin Pembaca Dapatkan

Photo by Alexander Krivitskiy on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menulis suatu cerpen adalah dengan bertanya kepada dirimu sendiri tentang; Emosi dan perasaan apa yang ingin kamu berikan kepada pembaca setelah membaca cerpenmu?

Apakah kamu ingin pembacamu terhibur dengan tawa, bersedih dengan kehilangan, terpukul dengan kenyataan, atau apa?

Kamu dapat menjawabnya sendiri.

Walaupun kamu sudah tahu cara membuat cerpen kisah nyata  berdasarkan fakta-fakta yang konkret, kamu juga perlu menentukan sebenarnya jenis cerita apa yang ingin kamu sampaikan dan mengapa kamu memilih tema tersebut.

Nah, setelah kamu menemukan dengan jelas emosi apa yang ingin kamu berikan ke pembaca, sekarang kamu dapat berfokus untuk membangun karakter, sudut pandang, plot dan setting dalam upaya meraih emosi tersebut secara sempurna melalui cerpen.

Awali Cerpen dengan Opening yang Mengena

Photo by cottonbro on Pexels.com

Dalam cerpen, kamu tidak akan memiliki banyak stok kata-kata untuk dipergunakan sebagai penjelas. Keterbatasan jumlah kata mengharuskan kamu untuk menggunakan seefektif mungkin pilihan yang ada, termasuk dengan cara membuat opening cerpen yang kuat.

Salah satu teknik yang bisa kamu aplikasikan untuk menyiasati hal ini adalah dengan memulai penulisan pada tengah-tengah cerita, bukan pada awalan yang melelahkan.

Ketika kamu memulai opening cerpenmu dari tengah-tengah plot, kamu akan memiliki kesempatan untuk menjelaskan bagian awalnya nanti. Di samping itu, memilih opening pada bagian tengah cerita akan membantu kamu untuk langsung menuju bagian penting cerita yang akan memberi pengaruh pada tujuan yang ingin kamu sampaikan.

Beberapa cara membuat opening cerita yang memukau dapat kamu lihat disini.

Ingat Selalu Bahwa Kamu Memiliki Jumlah Kata yang Terbatas

Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Hal selanjutnya yang juga tidak boleh kamu abaikan dalam penulisan cerpen adalah mengenai keterbatasan ruang untuk menyampaikan pesan cerita. Jadi, jangan membuang waktu dan tempat sia-sia hanya untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak perlu.

Dalam penulisan cerpen kamu selalu harus kritis bertanya kepada diri kamu sendiri mengenai kalimat per kalimat yang dituliskan. Semuanya harus mampu menyokong pesan dari cerita yang ingin disampaikan oleh cerpen yang kamu tulis.

Nah, dalam panduan cara membuat cerita bahasa Indonesia yang sederhana, kamu mungkin tidak ditekankan mengenai hal ini. Akan dalam aplikasi penulisan cerpen yang baik, yang bagus, dan yang berkualitas, kamu harus selalu mempertimbangkan bahwa setiap kata yang kamu tuliskan akan membuat pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca semakin optimal.

Fokus pada Ending tetapi Jaga untuk Selalu Masuk Akal

Photo by Markus Spiske on Pexels.com

Bagian terpenting dari sebuah cerpen adalah ending-nya dan selalu demikian.

Akan tetapi hal ini bukan berarti bahwa opening dan bagian isi tidak penting. Namun memang, gerigi tajam kesan yang harus kamu tancapkan dalam benak pembaca mendapatkan momentumnya ketika cerita itu sendiri mencapai titik dimana ending sudah terjadi.

Meskipun ending adalah sangat penting dalam penulisan cerpen, kamu juga tidak dapat mengeksplorasinya secara berlebihan. Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia. Walau pun ia sebuah legenda.

Artinya pada bagian ini adalah jangan memaksakan sebuah ending yang terlalu dramatis yang kemudian justru menghilangkan kesan natural.

Selanjutnya kamu bisa mempelajari cara menulis ending cerpen yang paling menarik disini.

Editing adalah Kuncinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Walaupun salah satu ciri cerpen yang banyak dibahas di Indonesia adalah dapat dibaca sekali duduk, tapi menuliskannya tidak bisa demikian.

Menulis cerpen tidak cukup sekali duduk. Bahkan untuk cerpen dengan kualitas yang paling bagus dan sesuai dengan harapan sang penulis cerita, seorang penulis profesional seperti saya pun harus duduk berkali-kali hingga selesai menuliskannya.

Dalam dunia penulisan, menulis dan mengedit adalah dua hal yang harus kamu pisahkan. Jangan buru-buru melakukan editing setelah penulisan baru saja kamu lakukan. Biarkan pikiran dan mata kamu merasakan jeda sejenak, untuk kemudian kembali ke layar monitor dan melakukan pengeditan.

Dalam editing ini, baca kembali cerpen yang sudah kamu tulis sebanyak setidaknya tiga kali. Perhatikann keseluruhan unsur pembangun cerita seperti plot, karakter, setting, dan dialog apakah sudah benar-benar dapat mendukung tujuan yang kamu inginkan.

Beberapa Inspirasi Menulis Cerpen yang Bisa Kamu Lakukan

Photo by Miguel Pexels.com

Nah, sebagai penutup artikel ini, saya akan membagikan beberapa ide yang dapat kamu jadikan inspirasi menulis cerpen berdasarkan kisah hidupmu kamu sendiri.

Oh ya, untuk memperdalam penulisan kamu tentang menulis kisah hidup kamu atau kisah pribadi, kamu juga dapat mempelajarinya disini; 10 Langkah menulis kisah hidup yang paling mudah diterapkan.

Beberapa ide menulis cerpen yang bisa kamu eksekusi dengan mudah adalah dengan menanyakan beberapa hal berikut pada dirimu sendiri;

  • Apa pengalaman atau moment paling memalukan yang kamu alami pada beberapa tahun belakangan ini?
  • Kapan terakhir kali kamu menangis, apa yang menyebabkannya?
  • Apa kehilangan terbesar yang pernah kamu alami? Bagaimana itu bisa terjadi?
  • Siapa orang yang pertama kali membuat kamu jatuh cinta, mengapa?
  • Apa pengalaman paling buruk yang pernah kamu rasakan sewaktu kanak-kanak?
  • Dan lain sebagainya.

Nah, dengan menjawab beberapa pertanyaan tersebut secara jujur dari dalam hati kamu, kamu akan mendapatkan sebuah ide cerita yang sudah pasti menarik untuk dituliskan.

Selamat mencoba.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


KUTIPAN NOVEL YANG MENGINSPIRASI; MERAPI BARAT DAYA (JILID SATU)

Kutipan novel yang menginspirasi kali ini datang dari salah satu novel saya yang paling populer; Merapi Barat Daya. Novel ini diterbitkan secara indie dan sudah terjual hampir 1000 eksemplar (cukup bagus untuk buku indie dengan penulis tak dikenal). Rating novel ini selalu sempurna dan mendapat bintang lima dari setiap pembacanya.

Hampir setiap orang yang membaca novel Merapi Barat Daya, mengira ini adalah kisah nyata. Padahal Merapi Barat Daya adalah fiksi murni, hanya saja latar belakang dan setting cerita yang merupakan tempat nyata.

Jalan cerita novel ini dinilai penuh kejutan, tidak bisa ditebak, dan sangat membekas di benak pembaca. Bahkan karena endingnya yang didesain penuh tanda tanya mengharuskan saya sebagai penulisnya untuk melanjutkan pada jilid ke-2 yang menjadi sekuelnya.

Nah, meskipun bukan kutipan novel bestseller dari buku terbitan penerbit mayor. Berikut adalah salah satu kutipan dari bab 12 di novel Merapi Barat Daya  yang banyak pula dikutip oleh pembacanya.


SEBUAH PERMINTAAN

Bagian terbesar dari kesepian adalah perasaan yang benar-benar merasa sendiri, tak peduli apakah ia ada di dalam ruangan bersama jutaan orang…

Anton Sujarwo

Pak Iskandar duduk di kursi goyang lantai dua rumahnya, matanya memandang jauh, menembus cakrawala langit yang seolah menyala karena senja magrib yang sudah tiba. Lelaki paruh baya itu nampak terpekur, pikirannya menerawang jauh di awang-awang. Kejadian yang baru saja ia alami beberapa jam sebelumnya telah membuat sudut terdalam dari hati pak Iskandar tersentuh. Ia mungkin akan menghabiskan beberapa waktunya untuk memikirkan kejadian tersebut.

Sekitar dua atau tiga jam yang lalu ia baru saja bertemu dengan seorang pemuda yang sama sekali berbeda. Pemuda yang telah ia cari-cari sekian lama karena menyelamatkan nyawa puteri bungsunya, tadi dengan ditemani oleh Elya sendiri bertamu ke rumahnya, berkenalan dengannya, dan sekali lagi, menolak secara halus hadiah yang ia tawarkan.

Pemuda itu dengan tutur kata yang sopan menyampaikan bahwa ia tak bisa menerima hadiah pemberian pak Iskandar. Ia membantu Elya tiga setengah bulan yang lalu dengan niat yang ikhlas, tanpa berharap imbalan apa pun. Ia mendaki dinding kubah Gunung Merapi yang terjal dan berbahaya, di malam hujan gerimis dan angin kencang, sama sekali bukan karena mengejar pamrih dan hadiah. Itu adalah naluri seorang pendaki gunung yang tergerak hatinya untuk membantu pendaki lainnya yang sedang mengalami kesulitan.

Ini adalah pertamakalinya bagi pak Iskandar ketika ada seseorang yang menolak hadiah yang ia tawarkan. Secara psikologis pak Iskandar sama sekali tidak tersinggung. Namun sisi-sisi terdalam dari jiwa spiritualnya telah tersentuh dengan hebat. Bagaimana mungkin seorang pemuda biasa yang mengaku bekerja sebagai kurir pengantaran barang menolak hadiah sebanyak miliaran? Bagaimana mungkin seseorang yang dilihat dari sudut pandang materialistis dan kemahsyuran sangat rendah, namun memiliki ‘harga diri’ yang demikian tinggi? Apakah uang sepuluh milyar atau pun rumah mewah tidak ada apa-apanya bagi seorang pendaki gunung?

“Saya sangat berterimakasih atas kemurahan hati bapak, ibu, dan mbak Elya sekeluarga. Dan saya sungguh memohon maaf jika penolakan saya menyinggung hati bapak. Sungguh tidak ada niat dalam hati saya sedikit pun untuk menyinggung perasaan siapa pun. Tetapi saya benar-benar merasa tidak layak menerima hadiah sebanyak itu, Pak. Yang menyelamatkan nyawa mbak Elya adalah Allah, bukan saya. Saya hanya kebetulan menjadi perantara saat itu. Karena saya merasa posisi saya paling dekat untuk membantu, dan saya juga cukup mengenal daerah itu, maka kemudian saya mendaki dan menemukan mbak Elya di sana…”

Pak Iskandar menghela napas panjang, jawaban pemuda bernama Tatras yang juga ternyata biasa dipanggil Lintang itu mengiang lagi di benaknya. Sepanjang usia yang telah dihabiskan oleh pak Iskandar, belum ada satu pun orang yang menolak hadiah yang ia berikan. Bahkan lebih banyak lagi yang meminta, merengek, menjilat, memuja dan memuji supaya diberikan sedikit serpihan kemewahan yang melekat begitu banyak dalam kehidupan pak Iskandar.

Pak Iskandar adalah seorang bisnisman sukses dengan kekayaan melimpah, ia pemilik perusahaan raksasa NusaMart yang omzet setiap tahunnya ratusan miliar, ia juga ketua umum dari partai Nusantara Bersatu yang saat ini sedang memegang tampuk kekuasaan. Dengan segala kelebihan  dan pengalaman yang ia miliki, pak Iskandar telah mengenal bermacam tabiat dan perilaku banyak orang. Dengan kekuasaan dan harta berlimpah yang ada dalam genggaman pak Iskandar, maka ia pun dikelilingi oleh orang-orang yang terpikat dengan dua candu dunia itu.

Orang-orang yang mencari harta dan kemewahan akan mendekati pak Iskandar, orang-orang yang memiliki nafsu dan syahwat kekuasaan juga mendekati pak Iskandar. Dan dari pengalaman yang dimiliki pak Iskandar selama ini, mereka adalah orang-orang yang sama sekali bukan tipe dapat menolak hadiah dan pemberian. Tidak memiliki peran dan prestasi signifikan saja mereka meminta imbalan, apalagi yang lebih daripada itu, tentu mereka akan meminta ganjaran berkali lipat lagi.

Namun bagaimana dengan pemuda yang barusan bertamu ke rumahnya tadi? Ia menolak cek yang disodorkan pak Iskandar meskipun dikatakan ia boleh menulis nilainya sendiri, ia menolak brosur rumah mewah yang ditawarkan pak Iskandar untuk ia pilih sendiri mana yang sesuai seleranya, bahkan saat pak Iskandar menawarinya untuk bekerja di perusahaannya di Jogja dengan gaji tinggi, pemuda itu juga menolaknya. Siapakah pemuda itu sebenarnya? Batin pak Iskandar penasaran. Sungguh bagian terdalam dari hati pak Iskandar telah tersentuh oleh sikap pemuda itu. Orang yang tidak dapat ditaklukkan dengan kekuasaan dan harta pada zaman hedonis semacam ini adalah orang istimewa, dan tentu saja mereka sangat langka.

Sebagai politikus pak Iskandar mengenal ribuan pemuda cerdas yang bergabung dalam partainya. Para pemuda itu memiliki otak yang cerdas dan pintar, lulusan perguruan tinggi dengan berbagai gelar kehormatan dan identitas akademis, pandai membangun kalimat dan beretorika, pandai berdebat dan berargumentasi. Akan tetapi tidak ada satu pun dari para pemuda yang pintar dan pandai bicara itu, memiliki keberanian untuk menolak hadiah yang ditawarkan pak Iskandar. Mereka berpidato di depan umum, mereka berorasi tebar pesona, mereka berpakaian rapi dan mentereng, mereka mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, maju sebagai calon legistatif dengan segala  motivasi dan dorongan yang pak Iskandar sendiri pun tahu, kadang itu hanyalah rekayasa yang mengada-ada.

Para pemuda cerdas itu mendatangi pak Iskandar dengan mengantri, bergantian masuk ke ruangan kerja pak Iskandar yang mewah dengan mata yang haus akan kekuasaan dan kemewahan. Mereka menenteng tas yang berisi bermacam proposal dan permintaan. Mereka membawa bermacam pemikiran dan datang pada pak Iskandar untuk memperoleh dukungan dan bantuan, baik secara moril dan konektifitas, lebih-lebih berupa uang dan biaya untuk memuluskan langkah mereka.

Tapi pemuda yang baru saja diantar Elya menemuinya tadi tidak begitu. Pemuda sederhana itu menolak semua tawaran hadiah menggiurkan dari pak Iskandar. Pemuda yang hidup berteman puncak-puncak gunung, bersahabat dengan kesunyian sabana dan lembah-lembah, bercengkrama dengan badai dan tebing terjal itu ternyata sama sekali berbeda. Penolakannya yang sopan membuat pak Iskandar bertanya; Apakah seperti ini hasil didikan sejati dari alam raya? Apakah seperti ini budi dan sikap prilaku yang dituntun oleh tebing-tebing sunyi? Apakah seperti ini sifat yang diajarkan oleh sebuah pengembaraan, petualangan dan pendakian gunung?

Hati pak Iskandar tertawan oleh seorang pemuda sederhana yang bahkan katanya tidak pernah mencicipi indahnya perguruan tinggi. Pak Iskandar telah terkesan oleh seorang pemuda sederhana yang lebih memilih bekerja keras setiap harinya ketimbang menerima hadiah yang demikian banyaknya. Pemuda itu tidak merayunya dengan gaya bahasa yang indah dan istimewa, tidak berpresentasi di depannya dengan segala retorika dan kepandaian rekayasa, dan tidak pula membujuknya dengan segala uraian hebat tentang hal-hal yang luar biasa. Pemuda bernama Tatras itu hanya duduk di ruang tamu rumahnya, makan siang bersamanya, dengan ditemani oleh Elya dan Bu Khadijah. Lalu bercerita apa adanya tentang dirinya yang sederhana, dan mungkin bagi sebagian besar manusia, bukanlah siapa-siapa.

Jika memang nilai-nilai kesederhanaan dan kebersahajaan yang ditunjukkan oleh Tatras adalah sebuah hasil dari didikan serta pengembaraannya di gunung dan alam bebas, maka alangkah hebat para pendidiknya itu. Alangkah hebat lambaian angin dan bunyi desau dedaunan yang mengajarkannya kesederhanaan. Alangkah hebat pohon-pohon dan bebatuan yang mengajarkannya kekokohan. Alangkah hebat matahari yang bersinar terik di tengah hari, bersinar hangat di pagi dan membasuh lembut kulit di petang hari yang telah mengajarkan sebuah pengertian keikhlasan kepada Tatras. Alangkah hebat mereka semua, alangkah hebat hal-hal sederhana yang selama ini tak banyak mendapat perhatian manusia.

Angin kencang serta lolongan badai mengajarkan kekuatan. Tebing terjal mengajarkan perjuangan. Jalan panjang dan berliku, dipenuhi halang rintang dan onak duri mengajarkan kegigihan, keteguhan sekaligus pula kekuatan dalam bahasa yang  bertahan. Jika semua unsur-unsur itu adalah guru bagi pemuda sederhana seperti Tatras, maka sungguh dalam batin pak Iskandar, Tatras tidak membutuhkan seorang profesor atau doktor untuk mengajarkannya hal yang lebih baik daripada yang ia telah dapatkan dari alam dan gunung-gunung.

Ini adalah yang pertama kalinya dalam hidup pak Iskandar ia merasa kalah dan ditaklukkan. Kalah bukan dalam sebuah pertarungan, takluk bukan dalam persaingan. Namun ia kalah dengan sebuah teladan, ia takluk bertekuk lutut oleh sebuah contoh yang diberikan oleh anak muda yang bahkan umurnya belum setengah dari usia pak Iskandar sendiri.

Apa istilah yang bisa kita sematkan untuk seseorang yang perbuatannya tak mengharapkan imbalan manusia lagi? Apa sebutan yang dapat kita berikan untuk seseorang yang rela mengorbankan nyawa dan jiwanya untuk seseorang yang tidak ia kenal? Kemudian ia menolak imbalan atas perbuatannya itu. Walau imbalan itu bisa membuat ia kaya raya di sisa usianya. Lebih konkret lagi kemudian pak Iskandar bertanya kepada dirinya sendiri; Apakah seseorang pria yang masih sangat muda dengan segala keinginan dunia yang membuncah kemudian menolak uang sepuluh miliar secara cuma-cuma bukan orang hebat? Apakah ia bukan seorang pemenang dan penakluk yang sebenarnya?

Pak Iskandar termenung panjang, ia menarik napas dalam-dalam di tengah kumandang azan magrib yang mulai memenuhi udara. Langit merah yang masih menyala ditabur oleh galur-galur awan kelam sebagai pertanda masuknya malam. Sekali lagi pak Iskandar menarik napas dalam-dalam, sebelum ia kemudian bangkit dari duduknya untuk memenuhi panggilan Bu Khadijah yang telah menunggunya untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah…


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

7 LANGKAH MENULIS CERPEN ATAU CERITA PENDEK YANG PALING UMUM DIGUNAKAN

Apakah kamu suka menulis cerpen? Jika iya, apakah kamu punya langkah menulis cerpen secara khusus yang sering kamu praktikkan?

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek. Meskipun tulisannya singkat dan hanya berfokus pada satu bagian yang diceritakan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang efektif membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga tentu langkah penulisannya sendiri.

Nah, kira-kira apa saja yang menjadi metode atau langkah-langkah paling lazim digunakan dalam penulisan sebuah cerpen atau cerita pendek, atau short story? Berikut pembahasannya lebih lanjut.

Langkah Menulis Cerpen atau Cerita Pendek, atau Short Story yang Paling Umum Dilakukan

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Sebuah cerita dapat dikatakan sebagai cerita pendek dalam penulisan karena memiliki jumlah kata yang terbatas. Beberapa sumber berbeda pendapat tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang ideal untuk sebuah cerpen. Ada yang berasumsi bahwa  sebuah karya tulis cerita dapat dikategorikan sebagai cerpen jika jumlah katanya berkisar 1.000 – 10.000 kata, ada pula yang berpendapat 1.000 – 4.000 kata, sementara yang lain mengatakan idealnya adalah 1.000 – 3.000 kata.

Namun pendapat yang paling umum adalah 1.000 – 4.000 kata, jumlah inilah yang dianggap sebagai jumlah paling ideal untuk sebuah cerpen. Dan karena jumlahnya yang terbatas, maka penulisan cerpen pun membutuhkan metode khusus yang tidak sama seperti novel atau buku umum. Panduan langkah-langkah menulis cerpen mutlak dibutuhkan supaya dapat menghasilkan cerpen yang berkualitas dan layak baca.

Lantas, apa saja langkah-langkah dalam menulis cerpen yang paling lazim dipraktikkan? Setidaknya ada 7 point paling penting dalam menulis cerpen atau cerita pendek, berikut uraian lengkapnya.

Brainstorming Sebuah Konsep Cerita

Source: Pinterest

Brainstorm atau brainstorming sendiri memiliki banyak definisi yang beragam jika diterjemahkan secara sederhana. Namun terkait dengan penulisan cerpen atau cerita pendek, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerita pendek yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming skenario dapat dijelaskan sebagai rumus 6W1H berikut ini;

  • Who (Siapa)

Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?

  • What  (Apa)

Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?

  • Why (Mengapa)

Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?

  • Where (Dimana)

Dimana tokoh dalam penulisan cerpen tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?

  • When (Kapan)

Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?

  • How (Bagaimana)

Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan rumus 6W1H di atas, merupakan sebuah langkah menulis cerpen untuk pemula terutama, yang cukup efektif. Walau pada umumnya, penulis cerpen terkenal pun menerapkan langkah ini. Meskipun tidak terlampau mendetail lagi langkah brainstorming-nya.

Temukan Fokus Cerita

Photo by Maksim Goncharenok on Pexels.com

Sebagai seorang penulis yang juga berprofesi trainer menulis, saya seringkali menemukan permasalahan terbesar dari seorang pemula dalam menulis cerpen atau cerita pendek adalah kurangnya fokus.

Fokus yang dimaksud dalam konteks ini bukan fokus dalam menulis, namun fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan. Sesuai dengan namanya sebagai sebuah cerita pendek, maka cerpen tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman, dan karena alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang kamu tulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita. Jika pun seumpama kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Tetapkan Setting dan Juga Karakter Cerita

Source: pinterest

Seperti halnya langkah pertama dalam menulis cerpen adalah dengan menetapkan brainstorming skenario, maka pada langkah ini kamu hanya perlu memperkuat detail atau rinciannya.

Ketika dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang who, what, why, where, when dan how, maka pada pada langkah yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik. Termasuk pula dalam hal ini misalnya ciri fisik karakter, sifat-sifatnya yang utama, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun keyakinan,

Selanjutnya kamu dapat mengeksplore lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita. Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perubahan setting pada cerita pendekmu.

Pilih Sudut Pandang

Photo by Ylanite Koppens on Pexels.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Karena memang langkah menulis cerpen berdasarkan pengalaman sendiri pada umumnya menggunakan point of view seperti saya, aku, dan lain sebagainya.

Namun berbeda ceritanya jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu. Point pentingnya adalah kamu ingin menceritakan cerpen yang kamu tulis itu sebagai apa?

Ada beberapa sudut padang yang umum ditulis dalam sebuah bahasa cerpen atau bahkan novel. Sudut orang pertama tunggal sebagai pelaku lazimnya menggunakan kata ganti aku, saya, gue, dan semacamnya. Sementara sudut pandang orang kedua tunggal biasanya menggunakan kata dia, ia, atau mungkin menyebut nama tokoh yang ditulis. Dan untuk kata ganti orang kedua majemuk misalnya menggunakan istilah mereka dan semacamnya. Nah, kamu sendiri dalam cerpen yang kamu tulis, ingin menggunakan sudut pandang yang mana? Tetapkan secara bijak.

Tulis Satu Halaman Sinopsis

Photo Source: Lektur.id

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan cara menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film. Atau paling tidak menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel. Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep secara lengkap dalam sebuah sinopsis, akan membantu penulis untuk tetap ada pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat. Untuk detail-detail kejadian dalam penceritaan, umumnya memang tidak perlu dimasukkan dalam sinopsis.

Tulis Awalan yang Kuat

Source: youtube

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif, dan yang mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita. Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona. Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih. Pilih kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti, merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Puncak Cerita (Klimaks) yang Kuat dan Tidak Terlupakan

Source: Millenium Post

Selanjutnya bagian terakhir dari langkah menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca. Ini tentu tidak akan mudah, terutama jika kamu adalah tipe penulis dengan standar penulisan yang tinggi.

Namun seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih point of view yang juga tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan. Kamu hanya perlu membuatnya senatural mungkin untuk mendapatkan kesan alamiah dan mengalir dalam benak pembaca.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan. Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan. Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya. Sekali lagi, buat senatural mungkin.

Serius Ingin Menjadi Penulis? Kamu Bisa Belajar Bersama Saya

Photo by luizclas on Pexels.com

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa untuk menerapkan langkah-langkah dalam penulisan cerpen seperti yang diuraikan di atas, adalah sesuatu yang tidak mudah.

Sebenarnya tidak juga. Jika niat belajar kamu kuat, keinginanmu untuk menjadi seorang penulis juga sangat kuat dan sungguh-sungguh, maka kamu akan bisa melakukannya. Seiring dengan banyaknya latihan dan praktik, maka kamu akan semakin mahir dalam menulis. Baik itu cerpen, novel, artikel, buku, atau bahkan sekedar status media sosial sekali pun.

Akan tetapi jika kamu ingin lebih efektif dalam menulis, produktif sekaligus juga lebih cepat dalam proses belajar, mungkin kamu bisa bergabung dalam kelas yang saya bimbing. Jika kamu tinggal di wilayah Magelang, maka kamu bisa belajar secara langsung. Sementara jika jaraknya jauh dan kondisi pandemi masih belum terkendali seperti sekarang ini, maka ikut kelas menulis online yang saya bimbing mungkin bisa menjadi alternatif yang bijak.

Untuk mengikuti kelas menulis bersama saya, kamu dapat menghubungi saya melalui email di blog ini. Untuk memperkuat keyakinanmu dalam belajar, kamu juga dapat melihat beberapa artikel yang saya tulis seperti di www.akasakaoutdoor.co.id atau di www.arcopodojournal.blogspot.com. Untuk buku, tentu kamu dapat melihat dan mendapatkan karya saya melalui blog ini juga.

Nah, itulah langkah menulis cerpen yang bisa kamu praktikkan. Sebagai saran terakhir dari saya, disiplinlah dalam berlatih, karena pada akhirnya, disiplinlah yang akan menentukan sebuah kesuksesan dalam penulisan, dan dalam apa pun.

Jadi, selamat berlatih dan berkarya!


MAKEUP_2019122918574813_save

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun  2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑