JENIS DAN PENGERTIAN CERITA FANTASI SERTA CARA MENULISKANNYA

Jadi, apa sebenarnya cerita fantasi itu?

Secara sederhana, pengertian cerita fantasi dapat didefinisikan sebagai cerita yang murni berkisah khayalan dan fantasi manusia. Dengan pengertian ini maka ciri khusus dari cerita fantasi adalah ia tidak mungkin terjadi di dunia nyata karena sifatnya yang khayalan murni.

Namun realitasnya tidak selalu demikian karena, ada pula jenis-jenis cerita fantasi yang mengambil setting, alur dan tokoh dari kehidupan nyata.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh mengenai arti cerita fantasi, jenis-jenisnya, dan juga cara sederhana dalam menuliskannya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by eberhard grossgasteiger on Pexels.com

Jika ditilik secara sederhana, pengertian cerita fantasi adalah sebuah cerita yang mengangkat tema mengenai dunia khayal manusia yang erat kaitannya dengan hal gaib. Contoh yang paling mudah untuk memahami cerita fantasi adalah dengan melihat berbagai karakter fantasi yang sudah sangat populer hingga saat ini.

Nah, apa saja karakter cerita fantasi tersebut?

Banyak, banyak sekali.

Kamu bisa menyebutkan kisah tentang peri, tentang kurcaci, tentang penyihir, tentang naga, tentang vampir, tentang puteri duyung, dan lain sebagainya. Semua makhluk itu bagaimana pun kontroversi yang mengiringi keberadaannya, harus diakui sebagai bagian dari produk imajinasi dunia fantasi.

Di samping itu, definisi lain dapat pula dilihat pada pengertian cerita fantasi brainly yang menyebutkan jika cerita fantasi adalah cerita fiktif yang lahir dari imajinasi atau khayalan penulis yang kemudian dibumbui dengan unsur-unsur yang berhubungan erat dengan hal yang berbau supranatural, metafisik dan magis.

Jadi ada beberapa unsur cerita fantasi yang paling penting terkait pengertiannya yaitu; khayalan – supranatural – imajinatif. Ini adalah 3 unsur paling penting pembentuk sebuah cerita fantasi.

BACA JUGA:

Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Setelah kamu memahami beberapa pengertian yang umum mengenai cerita fantasi di atas, sekarang apa saja jenis-jenis cerita fantasi yang perlu kamu ketahui?

Berdasarkan struktur teks cerita fantasi yang paling umum, cerita fantasi dapat dikelompokkan dalam 8 jenis yaitu;

  • Epic Fantasy – adalah jenis cerita fantasi yang utuh dan komprehensif. Fantasi epik  memiliki struktur dunianya sendiri. Fantasi jenis ini memiliki tatanan dunianya sendiri yang bisa saja sangat berbeda dengan dunia realistis. Dalam fantasi epik ada sebuah hukum, dimensi, pemaknaan ruang waktu yang sepenuhnya berdiri sendiri.
  • Low Fantasy – Ini adalah jenis cerita fantasi yang mengambil setting kehidupan nyata kemudian ditambahkan unsur supranatural di dalamnya.
  • Cerita Fantasi Realistis MagicPengertian dari cerita fantasi yang satu ini hampir mirip dengan low fantasy. Hanya saja dalam realistic magic fantasy, unsur supranatural yang ditambahkan adalah normal dalam dunia cerita tersebut.
  • Cerita Fantasi Pedang dan Sihir – seorang pahlawan yang berkembang dengan baik dengan bersenjata pedang, tombak, busur atau senjata tradisional semacam itu adalah ciri umum dari jenis cerita fantasi ini. Kehadiran penyihir dengan kekuatan magic-nya menjadi unsur yang memperkuat fantasy dari jenis ini.
Photo by luizclas on Pexels.com
  • Dark Fantasy – Ini adalah jenis fantasi gelap yang memadukan unsur supranatural, kekuatan gaib dan juga horor atau teror. Dark fantasy biasanya melibatkan kehadiran makluk-makluk menyeramkan dari alam lain seperti monster, vampir, alien, drakula, dan lain sebagainya.
  • Fabel – kamu tentunya sudah sangat familiar dengan fabel, bukan? Fabel adalah sebuah cerita imajinatif yang tujuan utamanya adalah memberikan pelajaran moral bagi para pembaca. Ciri utama dari jenis cerita fantasy berbentuk fabel adalah menggunakan karakter imajiner berupa binatang, tumbuh-tumbuhan, bintang-bintang dan lain sebagainya. Dalam karakter cerita fantasi berbentuk fabel, semua tokoh personifikasi ini digambarkan memiliki sifat seperti manusia termasuk sifat dan motivasinya.
  • Dongeng – Fabel mungkin hampir sama seperti dongeng, terutama jika ditilik dari tujuannya. Dalam dongeng atau fabel, tujuan dari cerita fantasi adalah untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai moral supaya dapat lebih diterima oleh pembaca. Perbedaan yang paling menonjol dari dongeng adalah ia biasanya ditulis untuk anak-anak dengan awalan yang sangat populer seperti; pada zaman dahulu, pada suatu hari, di suatu ketika, dan semacamnya.
  • Super Hero Fantasy – Jenis terakhir dari cerita fantasi adalah super hero fantasy yang tentu saja mengangkat cerita mengenai pahlawan super. Perbedaan yang paling mencolok dari cerita fantasi jenis ini dengan cerita fiksi super hero pada umumnya adalah asal kekuatan mereka. Jika dalam fiksi yang umum para super hero memperoleh kekuatan mereka dengan alasan yang dibuat ilmiah, maka dalam fantasi pahlawan super mendapatkan kekuatan mereka dari unsur supranatural.

Penjelasan lebih lengkap mengenai jenis-jenis cerita fantasi seperti di atas lengkap dengan contohnya dapat pula kamu lihat dalam artikel sebelumnya pada tautan ini: Jenis-Jenis Cerita Fantasi yang Paling Populer Sepanjang Masa

Cara Menulis Cerita Fantasi

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Dalam menulis cerita fantasi, ada beberapa tips dan langkah yang bisa kamu lakukan.

Secara ringkas, tips dan langkah tersebut adalah sebagai berikut;

  • Membaca dan Membaca – Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca. Jadi, sebelum kamu menulis satu kata pun dari cerita fantasi yang ada dalam imajinasimu, perbanyaklah referensi dan wawasanmu dengan membaca. Kamu dapat membaca novel fantasi yang ditulis oleh penulis favoritmu dan mempelajari bagaimana mereka membangun dunia fantasi yang megah dalam buku mereka.
  • Tentukan Target Pembaca Fantasi – Langkah kedua dalam menulis cerita fantasi atau cerita apa pun yang tujuan utamanya untuk publikasi masyarakat luas adalah dengan mempelajari target spesifik pembaca buku yang akan kamu tuliskan. Jika kamu mengetahui bahwa target pembacamu adalah anak-anak maka setting, alur dan pesan cerita haruslah dapat mereka terima dengan mudah.
  • Mulai dari yang Kecil – Lalu langkah seterusnya yang dapat kamu ambil dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memulainya dari yang kecil. Jadi, sebelum misalnya kamu mengambil fantasi epik dengan dunia fantasi yang lebih luas, kamu bisa memulainya dengan menulis beberapa cerpen dengan tema yang sama.
  • Lanjutkan ke Dunia yang Lebih Kompleks – Setelah kamu sudah bisa menyesuaikan dengan cerita fantasi melalui penulisan dalam skala yang lebih kecil maka sekarang adalah waktunya untuk membuat cerita yang lebih besar dan kuat. Kamu bisa membangun cerita fantasi epik, fabel atau apa saja dengan membiasakan dirimu pada ukurannya terlebih dahulu.
  • Tentukan Sudut Pandang yang Ideal – Sudut pandang adalah hal yang penting dalam penulisan cerita jenis apa pun, termasuk pula cerita fantasi. Nah, kamu dapat menentukan terlebih dahulu; kamu akan menulis kisah fantasimu dari sudut pandang apa? Apakah sudut pandang orang pertama serba tahu, orang pertama terbatas, orang kedua, orang ketika dan lain sebagainya.
Photo by Unsplash
  • Ciptakan Karakter Fantasi – Karakter fantasi adalah hal yang harus kamu bangun sebelum menuliskan kisah mereka. Pikirkan untuk menciptakan tokoh fantasi yang unik seperti halnya Narnia, Gollum, Obelisk, Puteri Duyung dan lain sebagainya
  • Gunakan Outline CeritaOutline atau kerangka cerita adalah hal yang penting dalam penulisan buku tema apa pun. Dalam penulisan cerita fantasi, outline akan membantu kamu dalam banyak hal. Mulai dari mengatasi kebimbangan saat menemui bagian yang terasa sulit hingga memastikan tidak ada plot yang kosong karena terlewatkan.
  • Hadirkan Nuansa yang Realistis – Meskipun kamu menulis cerita fantasi dongeng yang sepenuhnya khayalan, kamu tetap perlu membuatnya seperti nyata bagi pembaca. Guna mencapai tujuan itu kamu dapat membuat beberapa bagian dari kisah fantasimu berdasarkan keyakinan realistis yang ada di dunia nyata.
  • Tulis Dialog yang Otentik – Sebagai cerita yang memiliki tatanan hukum ilmiahnya sendiri, fantasi tentu berbeda dengan apa yang ada dalam kehidupan biasa. Nah, untuk memperkuat kesan ini kamu dapat menambahkan dialog yang otentik dan kuat dalam cerita.
  • Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir seperti Air – Hal penting terakhir yang juga harus kamu perhatikan dalam menulis cerita fantasimu adalah membiarkan ia mengalir dengan alami. Sebagai fantasi kamu mungkin tidak sabar untuk memperkenalkan semua tokoh dan setting cerita kepada pembaca, namun bagaimana pun. pesannya adalah tetap lakukan dengan natural, mengalir dengan alami.

Artikel lengkap tentang menulis cerita fantasi dapat kamu baca disini.

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, itu adalah pengertian cerita fantasi, jenis-jenisnya yang paling umum dan juga beberapa langkah paling penting untuk menuliskannya.

Menulis cerita fantasi dengan hasil yang bagus mungkin memang adalah tantangan yang sulit. Namun dengan praktik yang disiplin dan latihan terus-menerus, kamu akan mampu membangun dunia fantasimu sendiri yang mungkin saja akan sama hebatnya dengan dunia fantasi karya penulis besar seperti J.R.R. Tolkien atau pun JK. Rowling.

Jadi, selamat menulis fantasi, ya!

BACA PULA:

Kamu Ingin Menjadi Penulis?

Yuk, bergabung dalam kelas menulis online Penulis Gunung Id!

Dalam kelas ini kamu akan diajarkan cara menulis apa pun yang kamu butuhkan. Kamu bisa belajar menulis artikel, cerita fiksi hingga autobiografi. Proses bimbingan menulis akan langsung dipandu oleh penulis terbaik dengan pengalaman menulis yang panjang.

Jadi, jangan ragu untuk bergabung di kelas Penulis Gunung ID, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


INI 8 JENIS CERITA FANTASI PALING UMUM DALAM MENULIS NOVEL

Genre fantasi mungkin adalah salah satu jenis fiksi yang paling banyak turunannya. Setidaknya dikenal 8 jenis cerita fantasi yang paling umum dalam penulisan fiksi. Beberapa di antara jenis ini sangat umum dikenal di Indonesia, namun beberapa jenis yang lain mungkin agak sedikit asing untuk didengar.

Nah dalam artikel ini, saya akan mengajak kamu mengenal keseluruhannya.

Jadi, apa saja jenis cerita fantasi tersebut?

Yuk, berikut penjelasan lengkapnya.

8 Jenis Cerita Fantasi yang Paling Umum Dipilih Dalam Menulis Novel

Photo by nordsu00f8en on Pexels.com

Sebenarnya fiksi fantasi sendiri adalah sebuah genre yang mandiri. Fiksi ini lebih sering diartikan sebagai sebuah karya sastra yang terkait erat dengan dunia khayal murni dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Termasuk dalam contoh cerita fantasi misalnya adalah tentang supranatural seperti peri, penyihir, kurcaci, naga dan lain sebagainya.

Meskipun fiksi cerita fantasi adalah jenis karya sastra yang berdiri sendiri dengan keunikannya, namun jenis ini memiliki cukup banyak sub-genre. Dalam pengertian yang lebih sederhana, sub-genre adalah turunan dari cerita fiksi fantasi itu sendiri.

Nah, kali ini saja akan mengajak kamu untuk mengenal sub-genre tersebut.

Perbedaan jenis cerita fantasi berdasarkan alur cerita mungkin ada beberapa, namun yang paling umum dikenal adalah; Fantasi epik, fantasi rendah, realistis magic, pedang dan sihir, dark fantasy, fabel, dongeng dan fantasi superhero.

Sekarang, mari kita bahas satu persatu.

BACA JUGA:

Cerita Fantasi Tinggi atau Fantasi Epik

Photo by Kjetil Hope on Pexels.com

Fantasi tinggi atau fantasi epik adalah jenis fantasi skala besar yang memiliki plot, aturan, dan hukumnya sendiri. Ciri-ciri cerita fantasi jenis ini adalah keseluruhan elemen cerita seolah memiliki dunianya sendiri dan sama sekali berbeda dengan dunia nyata.

Alur cerita fantasi epik biasanya berpusat pada satu pahlawan yang berkembang sepanjang cerita. Di samping satu pahlwan, cerita fantasi epik kadang juga memfokuskan alur cerita pada sekelompok pahlawan yang juga berkembang dengan baik sepanjang cerita.

Contoh cerita fantasi yang masuk dalam kategori fantasi epik adalah karya dari J.R.R. Tolkien seperti The Lord of the Ring, The Hobbit, atau pun Narnia.

Kamu tentunya dapat memperhatikan bagaiman tokoh utama cerita seperti Frodo dan teman-temannya (The Lord of the Ring) atau Bilbo Baggins dan teman-temannya (The Hobbit) yang karakter mereka berkembang dengan sangat baik dari awal hingga akhir cerita.

Cerita Fantasi Rendah atau Low Fantasy

Photo by Skully MBa on Pexels.com

Jenis cerita fantasi satu ini adalah kebalikan dari jenis fantasi epik atau fantasi tinggi. Dalam Low Fantasy semua setting dan latar belakang cerita terjadi di dunia nyata atau dalam kehidupan realistis pada umumnya.

Namun dalam cerita kemudian ada sebuah ada unsur magic atau supranatural yang membuat karakter cerita sendiri menjadi kaget.

Contoh cerita fantasi jenis ini dapat kamu temukan misalnya adalam film Night in the Museum dimana beberapa patung lilin dalam museum menjadi hidup dan mampu berkomunikasi.

Cerita Fantasi Realistis magic

Photo by Zeke Nesher on Pexels.com

Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori yaitu Low Fantasy dan realistic magis. Perbedaannya adalah; jika dalam Low Fantasy, magis akan membuat karakter atau tokoh cerita menjadi terkejut, maka dalam fantasi realistis, magis justru sebaliknya dimana beberapa bagian dunia supranatural dianggap sebagai sesuatu yang normal dan umum.

Jadi secera sederhana, unsur-unsur cerita fantasi yang termasuk dalam lingkup fiksi fantasi realistic magic adalah keberadaan unsur-unsur supranatural dalam kehidupan karakter yang sudah dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Contoh yang bisa kamu lihat misalnya sebuah cerita dimana kemampuan untuk telekinesis, terbang, atau apa pun itu yang dianggap sebagai bagian dari kehidupan normal cerita.

Cerita Fantasi Pedang dan Sihir

Photo by Bakr Magrabi on Pexels.com

Apakah kamu pernah mendengar sebuah cerita fantasi yang sangat menarik tentang seorang ksatria barbar dengan pedang besarnya bernama Conan dari Cimmeria?

Pada dasarnya, fiksi fantasi pedang dan sihir adalah bagian dari fiksi epik atau fiksi tinggi. Disebut sebagai fiksi epik karena pada umumnya cerita fantasi dengan pedang dan sihir juga memiliki dunia mereka sendiri dengan setting masa lalu. Namun demikian, kehidupan tokoh cerita dan setting mungkin saja dapat terjadi dalam kehidupan nyata.

Jenis cerita fantasi berdasarkan latar cerita pada pedang dan sihir tentu saja identik dengan kekuatan pedang. Pahlawan yang hadir dalam cerita ini menggunakan senjata utama seperti pedang, tombak, panah, atau semacam itu.

Contoh cerita fantasi jenis ini selain Conan Saga dari Cimmeria, juga dapat kamu temukan misalnya dalam kisah epik Hercules, Xena atau pun Red Sonja.

Cerita Fantasi Gelap atau Dark fantasy

Photo by cottonbro on Pexels.com

Jenis cerita fantasi selanjutnya adalah salah satu jenis cerita fantasi yang mungkin paling banyak penggemarnya. Dark fantasy atau fantasi gelap adalan jenis cerita fantasi yang menggabungkan antara unsur fantasi dan juga horor. Tujuan dari jenis cerita fantasi gelap adalah memberikan efek takut kepada pembaca.

Beberapa jenis tema makhluk yang cukup populer dalam penulisan cerita fantasi gelap misalnya adalah tentang raksasa, tentang monster dari alam lain, dan lain sebagainya.

Contoh yang paling populer mengenai cerita fantasi jenis ini misalnya adalah Drakula, Vampir, Zombie, Alien dan sejenisnya.

Cerita Fantasi Jenis Fabel

Photo by Ellie Burgin on Pexels.com

Fabel adalah salah satu cerita fantasi yang populer karena ditulis sebagai cara untuk memberikan pelajaran yang universal. Tujuan utama dari penulisan fabel adalah untuk memberikan pelajaran moral kepada pembacanya mengenai suatu objek atau nilai.

Ciri lain dari fabel adalah cerita ini menggunakan perumpamaan dalam membangun karakternya. Pada banyak fabel, tokoh cerita biasanya adalah binatang, hewan, bintang, pepohonan, dan lain sebagainya.

Jika kamu pernah mendengar dongeng tentang Kancil dan Buaya, Batu Badaong dan sejenisnya, maka itu adalah beberapa contoh fabel yang paling umum.

Cerita Fantasi Jenis Dongeng

Nah ini menarik, bagaimana antara cerita fantasi jenis dongeng dan fabel memiliki kemiripan yang cukup identik. Cerita ini sama-sama bertujuan untuk memberikan pesan moral kepada pembacanya.

Lalu apa yang membedakan jenis cerita fiksi fantasi dongeng dengan fabel?

Pembeda yang paling mudah adalah bahwa dongeng pada umumnya dibuat khusus untuk anak-anak sementara fabel lebih universal. Dalam dongeng kamu mungkin akan sering menemukan permulaan cerita yang menggunakan keterangan awal waktu yang klasik seperti; Pada zaman dahulu, dahlu kala, suatu hari, dan lain semacamnya.

Dalam hal urusan penyampaian pesan moral, jenis cerita fantasi ada dua yaitu fabel dan dongeng. Ini adalah jenis yang paling umum.

Karakter yang banyak muncul dalam cerita dongeng ini misalnya tentang naga, penyihir, puteri duyung, dan lain sebagainya.

Cerita Fantasi Pahlawan Super

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Jenis cerita fantasi yang terakhir adalah superhero fantasy atau fiksi fantasi pahlawan super. Namun, jangan kamu bayangkan bahwa yang dimaksud fiksi fantasi satu ini seperti halnya Batman, Spiderman, Supeman atau sejenisnya. Fiksi fantasi pahlawan super berbeda dengan cerita semacam itu.

Jika tokoh superhero seperti Batman dan Captain Amerika mendapatkan kekuatan mereka melalui proses ilmiah, maka dalam fantasi superhero ini kekuatannya datang dari dunia supranatural.

BACA JUGA:

Tertarik Menjadi Penulis?

Kamu dapat mengikuti kelas menulis online Penulis Gunung Id untuk melatih kemampuan menulismu. Pilih jenis penulisan yang paling kamu minati dan bergabunglah dalam kelas menulis yang akan mendorongmu untuk berkarya.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 TIPS JITU CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Sebelumnya, saya telah menulis 15 contoh cerita fantasi yang bisa kamu gunakan sebagai template ide untuk menulis cerita serupa. Kali ini saya akan melengkapi artikel tersebut dengan mengajak kamu mengenal 10 tips paling jitu cara menulis cerita fantasi.

Jenis cerita fantasi adalah jenis cerita fiksi yang banyak digemari sepanjang masa. Khayalan murni yang menjadi ciri khas cerita fantasi memberi banyak cakrawala bagi pembaca untuk berimajinasi. Cerita fantasi yang bagus, bahkan memiliki ikatan lebih kuat daripada cerita nyata pada pembacanya.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi dan bagaimana cara menuliskannya?

Saya akan mencoba mengajak kamu untuk menjelajahinya lebih jauh dalam artikel kali ini.

Jadi, pastikan kamu membacanya sampai habis, ya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by Antonio Friedemann on Pexels.com

“Tidak peduli seberapa aneh dan menentang hukum ilmiah cerita fantasi yang kamu tuliskan, bagi pembaca ini harus terlihat seperti sebuah kenyataan”

A Wan Bong

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi itu?

Cerita fantasi adalah satu genre sastra yang menampilkan unsur magis, supranatural dan keajaiban yang sama sekali berbeda dengan dunia nyata. Beberapa definisi cerita fantasi juga tertarik untuk memberikan pengertian dari genre ini sebagai satu jenis karya fiksi khayalan murni yang artinya tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Walaupun khayalan murni, beberapa penulis ada pula yang mengkombinasikan antara setting dunia nyata dengan unsur-unsur fantastis dan imajiner murni. Namun secara umum, pada banyak contoh cerita fantasi ditemukan logika fisik, hukum dan aturan mereka sendiri. Ini bisa saja sepenuhnya imajiner.

Akan tetapi, tidak perduli seberapa aneh dan khayal cerita yang kamu tulis, bagi pembaca ini harus terlihat sebagai sesuatu nyata.

Walaupun Cerita fantasi dongeng atau apa pun sebutannya yang melampaui logika ilmiah dan tidak terikat dengan fakta-fakta yang ada. Namun, motivasi dan dorongan yang ada dalam cerita fantasi tersebut umumnya sangat manusiawi.

Pada masa abad ke-20, beberapa tema yang paling banyak diangkat dalam genre cerita fiksi fantasi misalnya adalah peri, penyihir, centaur, goblin, troll, kurcaci dan lain sebagainya. Kamu bisa melihat perwujudan contoh cerita fantasi tentang alam khayal yang menarik misalnya dalam film The Lord Of the Ring, Narnia, atau pun The Hobbit.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Cerita Fantasi yang Populer

Ada banyak sekali karya cerita fantasi yang sudah sangat populer di dunia. Baik ia yang ditulis hanya dalam bentuk buku saja atau pun yang sudah diadaptasikan dalam film dan serial televisi.

Beberapa contoh cerita fantasi yang sudah sangat terkenal dan telah dibuat pula versi film misalnya adalah sebagai berikut;

  • The Hobbit karya J.R.R. Tolkien yang dirilis tahun 1937.
  • The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkien, rilis antara 1954 – 1955
  • The Golden Compass karya Philip Pullman tahun 1995
  • Harry Potter karya J.K. Rowling tahun 1997
  • Alice in Wonderland karya Lewis Carroll tahun 1865
  • A Game of Thrones karya George R. R. Martin tahun 1996.

Dapat kamu lihat pada contoh-contoh di atas bahwa karya fiksi fantasi adalah juga novel-novel yang mungkin paling laris di dunia, kan?

Artinya apa?

Arti optimisnya adalah jika kamu bisa membuat sebuah cerita fantasi dengan kualitas seperti Harry Potter, The Lord of the Ring atau Game of Thrones, kamu mungkin akan menciptakan sebuah legenda kehidupan baru yang sangat luar biasa.

Jadi, mari saya ajak kamu untuk mempelajari caranya.

10 Tips Ampuh Membuat Cerita Fantasi

Apakah kamu berniat membuat cerita fiksi yang pendek seperti cerpen atau bahkan novel dengan tebal 500 halaman sekali pun, tips-tips berikut ini akan membantu kamu melakukannya dengan lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.

Nah, apa saja tipsnya?

Yuk, kita lihat satu persatu.

Membaca dan Membaca

Source: Unsplash

Ingatlah sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kamu hanya bisa menulis sebaik kamu membaca. Semakin banyak yang kamu baca, semakin jauh kamu memahami bacaannya, maka akan semakin bagus pula tulisan yang kamu hasilkan kemudian.

Hal ini juga berlaku dalam penulisan cerita fantasi fiksi.

Sebelum kamu terjun dan mulai menulis struktur cerita fantasi milikmu sendiri, pikirkan untuk membaca karya fiksi fantasi yang orang lain tulis lebih dulu. Ini tidak hanya akan menambah pengetahuan dan wawasanmu mengenau sebuah cerita fantasi. Akan tetapi lebih jauh, membaca karya cerita fantasi milik orang lain juga akan membantu kamu untuk mampu menghasilkan karya yang lebih baik.

Kamu dapat melihat bagaimana penulis fantasi menghadirkan tokoh-tokohnya, memperkenalkan latar belakang mereka, atau mungkin menjelaskan latar cerita yang sangat imajiner bahkan untuk dibayangkan sekali pun.

Perhatikan semua detail semacam itu sebagai referensi penulisan cerita fantasi yang kamu lakukan.

Intinya pada langkah yang pertama ini adalah kamu belajar navigasi penulisan cerita fantasi berdasarkan bacaan fantasi yang dapat kamu baca sebanyak mungkin.

Pastikan Siapa Pembaca Targetmu

Photo by Monstera on Pexels.com

Antara fiksi fantasi untuk anak kecil, remaja dan dewasa, tentu saja memiliki banyak detail yang berbeda. Nah, pastikan dalam langkah kedua ini kamu mengenal dan menetapkan siapa pembaca yang akan kamu jadikan terget cerita fantasi yang kamu tulis.

Jika misalnya kamu melihat contoh cerita fantasi 4 paragraf atau yang sejenis itu, maka tentu saja itu adalah targetnya anak-anak. Cerita fantasi anak menuntut penjabaran alam imajiner yang lebih sederhana, lebih mudah dinalar, topik yang menarik untuk dunia anak-anak, dan tentu saja tidak terlampau panjang.

Kemudian jika kamu memilih target pembacamu adalah remaja, maka contoh cerita fiksi singkat 3 paragraf dan sejenisnya sudah tidak cocok. Remaja membutuhkan tingkat rangsangan imajiner yang lebih tinggi daripada pembaca anak-anak. Sementara itu, mereka juga belum bisa mencapai alam fantasi yang lebih berat seperti orang dewasa.

Lantas, bagaimana dengan pembaca dewasa?

Nah, jika ceritamu adalah fantasi berat dan epik dengan konflik yang hanya dapat dibayangkan oleh dewasa, maka target pembacamu adalah orang dewasa.

Kamu lebih bebas bereksplorasi di bagian ini. Orang dewasa memang jauh lebih kritis, dan mereka tentu jauh lebih mudah memahami esensi imajiner dari sebuah fiksi fantasi. Meskipun harus diakui kadang-kadang, imajinasi dan fantasi anak kecil kadang jauh lebih bekerja daripada orang dewasa.

Mulai dari yang Kecil

Source: Unsplash

Tahukah kamu sebelum J.R.R. Tolkien menulis cerita fantasi The Hobbit yang hebat itu, ia terlebih dahulu menulis beberapa kisah pendek tentang Middle Earth atau Dunia Tengah yang menjadi latar The Hobbit?

Mengapa ia melakukannya?

Tentu saja untuk melatih dirinya dan membiasakan cerita itu dalam penulisan yang ia lakukan.

Membangun dunia fantasi tidak semudah ketika kamu bercerita pengalaman liburan. Fantasi membutuhkan cara bercerita, penyesuaian, dan adaptasi yang jauh lebih kompleks. Cerita fantasi beserta strukturnya bahkan kadang sulit dipahami oleh penulisnya sendiri jika tidak dibiasakan.

Oleh karena itu ambillah contoh dari J.R.R. Tolkien ini dalam menulis kisah fantasimu dalam bentuk novel yang panjang dan berat. Mulailah dari kecil dahulu dan biasakan dirimu akan hal tersebut.

BACA JUGA:

Masuk ke Dunia Besar

Photo by Ferdinand Studio on Pexels.com

Setelah kamu terbiasa dengan beberapa kisah kecil yang merupakan bagian-bagian dalam karya fantasimu yang lebih utuh, sekarang adalah saatnya untuk membuat skenario fantasi yang lebih besar.

Alam cerita fantasi adalah alam yang lebih luas, kompleks, rumit dan membutuhkan usaha keras untuk dapat dipahami. Kamu tidak hanya akan ‘dipaksa’ untuk membayangkan tentang tokoh atau karakter cerita. setting dan konfliknya semata.

Namun dalam cerita fantasi yang lebih sempurna, kamu juga harus mampu menyusun dunia baru baik itu geografi, adat-istiadat, sejarah atau pun budayanya sendiri. Menyusun kotak-kotak fantasi seperti ini akan lebih mudah jika kamu mempraktikkan menulis cerita fantasi pendek tentang alam khayal tersebut pada langkah sebelumnya.

Jadi, bayangkan bagaimana sebuah iklim fantasi, geografi, gunung-gunungnya, musim-musimnya, dan segala sesuatu yang membangun sebuah cerita fantasi yang akan menjadi dunia baru dalam novel fantasimu nantinya.

Kemudian susunlah kepingan-kepingan itu menjadi dunia fantasi yang lebih besar dan lengkap.

Tentukan Sudut Pandang yang Tepat

Photo by Unsplash

Langkah selanjutnya dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memilih sudut pandang yang paling tepat. Efektifitas ciri orientasi pada cerita fantasi adalah satu hal yang berkaitan erat dengan sudut pandang. Apakah kamu akan menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, ataukah kamu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama yang banyak tahu. Itu adalah pertimbangan yang harus kamu pikirkan.

Jika kamu memilih sudut pandang orang ketiga serba tahu, kamu akan berubah menjadi narator yang menggambarkan keseluruhan fantasi imajiner untuk dibayangkan oleh pembaca. Akan tetapi jika kamu memilih sudut pandang orang pertama, maka kamu juga memiliki kesempatan untuk mengundang pembaca bertualang dalam dunia fantasi melalui sudut pandang yang kamu hadirkan.

Mana yang terbaik di antara dua sudut pandang tersebut?

Tidak ada anjuran khusus mengenai sudut pandang paling sempurna dalam cerita fantasi seperti ini. Hal yang bisa menjadi pertimbangan kamu adalah sejauh mana kamu bisa mengeksplorasi alam imajinasi atau fantasi melalui sudut pandang tersebut.

Baik ia sudut pandang orang pertama atau orang ketiga tidak akan menjadi masalah selama kamu dapat menghadirkan cerita fantasi total yang terasa nyata dalam imajinasi para pembaca.

Ciptakan Karakter Fantasimu

Photo by Anna Kester on Pexels.com

“Dalam cerita fantasi, kehebatan penulis dibatasi oleh kemampuan imajinasinya sendiri”

A Wan Bong

Mantra pertama yang akan membuatmu lebih bebas dalam menciptakan karakter dalam dunia fantasi adalah karena ini bukan dunia nyata. Oleh karena itu lupakan batasan karakter cerita yang rumit, kompleks dan penuh dengan kekurangan. Dalam cerita fantasi bersifat khayal murni, kamu bisa ‘menabrak’ segalanya.

Dibandingkan membuat daftar tokoh protagonis, antagonis dan tritagonis yang rumit, mengapa tidak membuat sketsa yang lebih bebas?

Apakah kamu ingin membuat karakter utama cerita fantasimu adalah seekor peri dengan sayap selebar elang, mahkota berkilauan, bersenjatakan harpa mutiara atau pedang dari batuan bintang, semua terserah padamu. Sekali lagi, ini adalah fantasi. Hanya batasan imajinasimu sendiri yang mampu membatasi kemampuan karakter fantasimu.

Sebagai cara untuk mempermudah gambaran karaktermu, coba bayangkan karakter Gollum dalam The Lord of the Rings, karakter Narnia, karakter Harry Potter dan lain sebagainya.

Pacu imajinasimu untuk menciptakan karakter-karakter super kreatif dan melampai hukum ilmiah semacam itu.

BACA JUGA:

Buatlah Outline

Photo by Oleg Magni on Pexels.com

Dalam menulis novel, dikenal dua istilah untuk penulis yang paling umum. Istilah pertama adalah plotter dan istilah kedua adalah pantser. Kedua istilah ini digunakan sama-sama untuk menjelaskan sikap seorang penulis terkait penggunaan outline novel atau kerangka cerita.

Untuk para penulis yang menggunakan outline atau kerangka cerita dalam penulisan mereka, mereka disebut dengan plotter. Sementara untuk para penulis yang tidak menggunakan kerangka dalam menulis, mereka disebut sebagai pantser. Penulis seperti ini benar-benar seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa mereka menulis seperti air yang mengalir.

Pada dasarnya baik genre jenis apa pun yang dipilih, plotter dan pantser sama-sama menarik dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun untuk kamu yang baru pertamakali menulis novel, sebaiknya kamu memilih menggunakan kerangka terlebih dahulu. Cara kerja plotter akan lebih mudah untuk kamu ikuti dibandingkan pantser. Lebih-lebih karena novel yang kamu tulis adalah fantasi, sebuah rangkaian cerita khayalan yang harus terasa realistis.

Dengan outline, kamu dapat memastikan bahwa tidak akan ada plot yang terlewat. Di sisi lain dalam penulisan cerita fantasi irisan, outline juga akan membantu kamu ketika misalnya merasa kehilangan ide selama proses penulisan berlangsung.

Hadirkan Aroma yang Nyata

Photo by Unsplash

Tugas paling besar dari penulis cerita fiksi fantasi adalah membuat dunia khayal mereka terasa nyata bagi pembaca. Nah, hal ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan?

Lantas bagaimana caranya supaya kamu dapat mengupayakan bahwa imajinasi yang kamu tuangkan dalam cerita fantasi dapat terasa nyata bagi pembaca?

Salah satu cara yang terbukti efektif untuk menghadirkan aroma realistis dalam cerita fantasi yang murni khayal adalah dengan menelusuri beberapa detail dalam kehidupan nyata. Setelah kamu mendapatkan detailnya, kamu dapat menaplikasikannya sebagai bagian dari eksposisi setting, karakter, dialog atau plot dalam cerita fantasi.

Contohnya begini;

ketika kamu memutuskan untuk memasukkan dunia politik dan ekonomi dalam fantasimu, maka pikirkan pula akar masalahnya. Jika kamu mengajukan pertanyaan; mengapa orang-orang saling membunuh untuk kekuasaan? Mengapa kekuasaan dan kekayaan dapat menjadi motivasi orang melakukan kejahatan? Dan lain sebagainya.

Jadi meskipun tokoh fantasimu adalah total fiksi khayalan, pastikan masalahnya dan dorongan yang menggerakan mereka adalah sesuatu yang nyata dan realistis. Dengan cara itu pembaca akan lebih mudah merasakan unsur kenyataannya.

Tulis Dialog yang Otentik

Photo by Unsplash

Tips selanjutnya dalam menulis cerita fantasi yang menarik adalah dengan memasukkan dialog yang otentik. Ingatlah pula bahwa karakter yang kamu gunakan adalah khayalan dan tidak eksis  di dunia nyata. Jadi pastikan kamu menggunakan dialog yang tepat untuk mereka.

Pertimbangkan pula bahwah tokoh cerita fantasimu berdialog dengan pengaruh latar belakang mereka, setting dan budaya mereka, jadi ini bisa saja sangat berbeda dengan dialog manusia.

Meskipun demikian, jangan pula membiarkan terlalu banyak kalimat eksposisi dalam dialog hanya sebagai cara untuk menyampaikan ide imajinermu kepada pembaca. Biarkan semuanya otentik, mengalir dengan alami dan tanpa perlu dipaksakan.

Kamu dapat menambahkan kalimat eksposisi dalam dialog jika memang hal itu dibutuhkan. Namun jika tidak perlu, jangan memaksakannya. Tetap lakukan saja dialognya dengan otentik.

BACA PULA:

Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir

Photo by Mathias P.R. Reding on Pexels.com

Tips terakhir untuk kamu yang menulis cerita fantasi adalah dengan memastikan ceritamu mengalir secara natural. Ini memang adalah alam fantasi atau khayalan semata, namun dalam menuliskannya, kamu tetap harus mempertahankan gaya bercerita yang alami.

Alam dunia fantasi yang sudah kamu buat tentu membuat kamu ingin menceritakan segalanya kepada pembaca secepat mungkin. Kamu mungkin saja tergoda untuk memperkenalkan semua karaktermu kepada pembaca pada awal cerita.

Tapi tipsnya tidak demikian.

Pastikan alur cerita mengalir dengan natural. Jangan memaksakan untuk memperkenalkan semua setting, tokoh dan konflik pada awal cerita. Biarkan saja ceritanya mengalir apa adanya secara natural atau alami.

Artinya adalah jika salah satu karaktermu memang harus tampil terakhir dan perlu diketahui pembaca menjelang cerita selesai, maka lakukan seperti itu. Jangan memaksakan tokoh cerita fantasi tersebut tampil lebih cepat hanya karena kamu tidak sabar memperkenalkannya pada pembaca.

Jadi, lakukan dengan senatural mungkin, ya.

Tertarik Menjadi Seorang Penulis Profesional?

Kamu dapat mengikuti kelas menulis online di Penulis Gunung ID dan melangkah menuju cita-citamu untuk menjadi seorang penulis profesional. Pilih kelas apa pun yang kamu minati, dari menulis cerpen, artikel, novel hingga mengubah pengalaman pribadi buku.

Bersama A Wan Bong, mentor penulisan yang disiplin dan berpengalaman, kamu akan dipandu untuk menghasilkan mahakarya terbaikmu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: