PENGERTIAN FLASHBACK DAN 7 CARA PALING TEPAT MENULISKANNYA

Dalam penulisan cerita berbentuk novel atau cerpen, flashback sering salah digunakan. Meskipun flashback artinya sendiri adalah cara menyampaikan kisah masa lampau dalam busur waktu saat ini, nyatanya penulisan flashback kadang menciderai alur cerita yang sedang berjalan.

Penulis berpengalaman umumnya tidak menggunakan metode flashback secara sembarangan. Sebelum memutuskan untuk menggunakan flashback atau tidak, mereka mempertimbangkan beberapa hal yang krusial supaya adanya flashback benar-benar bisa menyempurnakan cerita.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan flashback dan apa saja pertimbangan sebelumnya mengaplikasikannya?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Flashback dan Panduan Menuliskannya Dalam Cerita

Photo by Dmitriy Ganin on Pexels.com

Flashback moment artinya adalah pengulangan kembali sebuah peristiwa guna melengkapi kesempurnaan dalam alur cerita. Flashback umum diaplikasikan dalam penulisan novel, memoar, cerpen atau pun penulisan prosa yang lainnya.

Hal penting juga ketika mengartikan flashback dalam penulisan adalah ini bukan semata-mata peristiwa yang sepele.

Flashback harus selalu memiliki kekuatan emosional pada karakter cerita, baik ia karakter utama atau bukan. Pengertian lengkap flashback mengungkapkan bahwa peristiwa ini juga haruslah krusial dan menghantui pemikiran karakter cerita walau itu misalnya bukanlah sesuatu yang menyedihkan.

Contoh kalimat flashback-nya bisa seperti ini;

  • Sambil terisak, Clara menceritakan kembali bagaimana suaminya terseret ombak dan menghilang ketika kayak yang ia gunakan terbalik sekitar 15 tahun yang lalu.
  • Sudah genap 35 tahun berlalu, namun Brian masih mengingat dengan jelas bagaimana ia dan Hania menghabiskan senja di pantai kala itu.

Ini adalah contoh flashback yang singkat dan mudah untuk dimengerti arahnya. Namun, flashback juga bisa lebih kompleks dan panjang. Beberapa penulis hebat kadang mampu membuat adegan flashback dalam satu bagian penuh tanpa mengganggu jalannya alur cerita.

Nah, untuk membuat flashback yang baik, kamu bisa mempraktikkan beberapa tips berikut ini;

BACA JUGA:

Ketahui dan Pastikan Apakah Ceritamu Memang Membutuhkan Flashback atau Tidak

Photo by Janko Ferlic on Pexels.com

Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan flashback dalam novel atau cerpen yang kamu tulis, pastikan terlebih dahulu apakah ceritamu memang membutuhkan flashback atau tidak.

Dengan sifatnya yang menginterupsi alur cerita dalam sudut pandang waktu, menyisipkan flashback memang harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Penempatan flashback yang tidak tepat dan tidak perlu, justru akan membuat kesempurnaan cerita menjadi terganggu.

Flashback dalam cerita mungkin tidak persis sama dengan apa arti flashback dalam cinta anak remaja. Namun keduanya memiliki impact yang sama terkait alur, yakni akan menggangu konsentrasi untuk beberapa lama.

Jika demikian, apa yang bisa kamu lakukan dalam mempertimbangkan apakah akan menggunakan flashback atau tidak?

Untuk menjawabnya, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini;

  • Apakah peristiwa yang ingin kamu ceritakan sebagai flashback ini benar-benar penting bagi alur cerita atau perkembangan karakter utama?
  • Apa manfaat kamu menggunakan flashback tersebut?
  • Apa yang akan terlewatkan oleh pembaca jika flashback itu tidak kamu berikan?
  • Apakah flashback ini tidak akan mengganggu alur cerita atau justru membuat pembaca menjadi bingung?

Intinya adalah, jika peristiwa yang ingin kamu ceritakan dalam flashback itu adalah bagian krusial yang menjadi kunci perkembangan alur, kamu dapat mengeksekusinya sebagai sebuah flashback.

Sebaliknya, jika peristiwa tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan apa-apa bagi kesempurnaan alur yang sedang berjalan, maka lupakan flashback.

Amati Penulisan Flashback Penulis Lain untuk Mendapatkan Referensi

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menulis flashback adalah memutuskan untuk mendongeng kepada pembaca dengan melompati waktu ke masa lalu. Proses ini bisa sangat menantang untuk mendapatkan hasil maksimal.

Beberapa penulis pemula yang ‘tidak sabaran’ biasanya sering menggunakan flashback hanya karena mereka menyukainya.

Ini memang tidak salah secara prinsip. Namun, ketika penggunaan flashback-nya kemudian dilakukan dengan cara yang tidak tepat, maka kesalahan serius yang menciderai alur cerita akan bermula.

Nah, untuk meminimalisir hal ini, kamu sebaiknya menyempatkan diri untuk mengamati penulisan flashback yang dilakukan oleh penulis lain terlebih dahulu. Perhatikan dan rasakan apakah flashback tersebut nyaman kamu baca dan membuatmu lebih mudah untuk memahami cerita atau sebaliknya.

Dalam novel Merapi Barat Daya, saya menulis contoh kalimat flashback sederhana begini;

Elya terdiam menyimak bait demi bait lantuan shalawat yang merdu itu. Teringat lagi dalam benaknya bagaimana ibu dan guru mengajinya mengajarkan shalawat itu padanya ketika usianya masih anak-anak dulu. Sholawat tahrim adalah sanjungan kepada Rasulullah SAW, manusia paling mulia dimuka bumi. Sebagai bentuk pujian, kecintaan, kerinduan, rasa takzim dan hormat, rasa haru dan juga rasa malu dari umat Rasullullah yang sungguh ingin meneladani nabi mereka. Itu adalah shalawat yang menyentuh jauh ke dalam relung kalbu, membangkitkan perasaan dan kerinduan akan kebaikan dan kemuliaan.

Kamu tentunya dapat menemukan referensi yang lebih banyak mengenai cara penulisan peristiwa flashback. Semakin banyak referensi yang kamu miliki, semakin menarik pula kamu akan mengeksekusinya dalam cerita yang kamu tuliskan.

BACA PULA:

Pastikan Jangka Waktu Peristiwa Flashback Tetap Singkat     

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Tips ketiga sebelum kamu menulis sebuah peristiwa flashback adalah dengan menentukan time frame peristiwa tersebut tetap singkat. Misalkan kamu akan membuat flashback untuk sebuah peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada beberapa tahun yang lalu.

Sudah jelas bahwa flashback adalah masa yang diangkat kembali setelah berlalu beberapa lama. Dikarenakan sifatnya adalah flash atau kilat, maka ini harus diartikan sebagai pengingat kembali untuk sesuatu yang singkat pula.

Maksudnya begini;

Kamu dapat membuat sebuah flashback cerita hanya untuk kurun waktu yang singkat saja, bisa satu hari, satu minggu atau satu bulan.

Rangkaian pesan emosional dalam satu periode waktu itulah yang bisa kamu jadikan flashback. Hindari membuat flashback untuk periode waktu yang sangat lama seperti tahun atau yang lebih lama dari itu.

Dalam contoh Clara yang menangis karena mengingat suaminya terseret ombak, maka peristiwa singkat terseret ombak itulah periode waktu flashback-nya. Sementara dalam Brian yang mengingat senja ketika bersama Hania, maka senja itulah yang menjadi time frame periode waktunya.

Kamu dapat memperhatikan kalau senja yang dialami Brian dan momen terseret ombak yang diingat Clara adalah peristiwa yang singkat, bukan?

Tapi sekali lagi, peristiwa itu memiliki dampak emosional yang besar bagi mereka.

Tambahkan Detail Setting sebagai Ciri Telah Terjadi Perjalanan Waktu

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nama lain flashback adalah kilas balik yang artinya ini memaksa pembaca untuk mengingat kembali secara sekilas peristiwa yang telah terjadi beberapa waktu sebelumnya. Nah, untuk membuat tujuan kilas balik ini sempurna, kamu perlu menambahkan detailnya.

Contohnya begini;

Jika Brian dan Hania menghabiskan senja itu adalah tahun 1980 dan ia mengingatnya 35 tahun kemudian dalam momen flashback yang artinya adalah tahun 2015, maka kamu harus memberikan tambahan detail tahun 1980 dalam flashback-nya.

Tahun 1980 dunia tidak mengenal smartphone, internet belum menjadi kebutuhan pokok, celana model cut bray masih eksis dan rambut kribo adalah trend.

Nah, hal-hal detail seperti ini dapat kamu tambahkan pada flashback cerita supaya imajinasi pembaca semakin kuat untuk memahami bahwa alur cerita dimana kamu membawa mereka sedang ada di tahun 1980-an.

Detail seperti ini mungkin tidak begitu telihat pada saat kamu menulis flashback untuk periode waktu yang terjadi beberapa hari atau beberapa bulan sebelum adegan menghadirkan momen flashback.

Sebagai gantinya, kamu dapat menunjukkan detail setting yang terjadi pada peristiwa flashback tersebut secara lebih terperinci. Hal ini bisa saja misalnya adalah warna baju, barang yang dibawa, perasaan yang dialami atau hal lainnya.

BACA JUGA:

Gunakan Gaya Penulisan yang Konsisten Selama Penulisan Flashback

Photo by furkanfdemir on Pexels.com

Untuk flashback yang diambil dalam kurun waktu yang sudah lama berlalu, beberapa penulis memilih menggunakan gaya penulisan yang berbeda, dan ini tidak menjadi soal selama kamu konsisten menuliskannya.

Memilih gaya penulisan selama flashback mungkin adalah detail yang kecil, namun ini juga membutuhkan perhatian dan konsistensi. Ketika misalnya kamu menggunakan bahasa penulisan modern dalam gaya penulisan utama cerita, maka kamu bisa menggunakan gaya penulisan agak klasik untuk sebuah peristiwa flashback.

Misalnya begini;

Brian membenamkan pandangannya di antara selaput senja yang kian jingga. Melody saxophone Lenny Kravits dari wireless speaker di sudut ruang belakang rumahnya mengalun lembut, smooth seperti raut wajah Hania yang membayang di antara larik-larik senja.

Bandingkan dengan ini;

Susah betul lidah Brian untuk berbicara di senja nan bahagia itu. Kelu sudah rasanya, tak dapat ia berkata-kata apa saking senangnya. Tatapan bola mata indah Hania sudah cukup baginya, mengisi relung kalbunya dalam nyawa-nyawa senja yang temaram dalam kasih.

Dua contoh flashback di atas menggambarkan sebuah peristiwa yang sama namun dengan gaya penulisan yang berbeda. Apa pun jenis gaya penulisan yang kamu pilih, gunakan itu secara konsisten hingga momen flashback berakhir.

Temukan Adegan yang Kuat Ketika Flashback akan Dilakukan

Photo by jasmin chew on Pexels.com

Salah satu kunci menulis flashback yang sukses adalah dengan memilih tempat paling tepat untuk melakukannya. Untuk alasan ini pula, arti flashback dan throwback dalam penulisan cerita tidak dapat dilakukan di sembarang tempat.

Beberapa penulis pemula tergoda untuk membuat adegan flashback dengan sangat jelas dimana mereka membukanya dengan intro terlebih dahulu. Sebenarnya tidak ada masalah dengan ini, namun prosesnya akan kurang lembut karena benar-benar akan membuat pembaca mengalihkan perhatiannya untuk sementara.

Solusinya adalah dengan memasukkan awalan adegan flashback secara samar.

Caranya bagaimana?

Kamu bisa memasukkan adegan flashback di tengah-tengah narasi sehingga pembaca tidak terlau terasa ‘dipaksa’ untuk keluar dari alur cerita.

Elya terdiam menyimak bait demi bait lantuan shalawat yang merdu itu. Teringat lagi dalam benaknya bagaimana ibu dan guru mengajinya mengajarkan shalawat itu padanya ketika usianya masih anak-anak dulu.

Coba lihat lagi contoh di atas, perhatikan bagaimana adegan flashback diawali langsung dari sebuah narasi yang sedang terjadi.

Tips lain yang juga bisa kamu gunakan adalah dengan memasukkan flashback pada adegan-adegan cerita yang paling kuat sehingga ketika momen flashback berakhir, pembaca akan dengan mudah kembali kepada adegan dimana mereka diajak keluar untuk mengunjungi kilas balik peristiwa di masa lalu.

BACA PULA:

Evaluasi dan Pastikan Kinerja Positif Flashback yang Ditulis terhadap Alur Cerita

Photo by Jeswin Thomas on Pexels.com

Langkah terakhir yang harus kamu lakukan dalam menulis flashback adalah dengan memastikannya memang memiliki peran penting dalam perkembangan cerita.

Jadi, setelah adegan flashback berhasil kamu tuliskan, evaluasi kembali apakah hal itu sudah memenuhi fungsinya atau tidak.

Sebagai sebuah peristiwa penting yang diingat kembali pada masa cerita berjalan, flashback atau throwback harus seperti sebuah puzzle yang menggenapi cerita. Dalam tema kriminalitas, flashback seringkali menjadi bagian dari kunci yang disodorkan penulis untuk memberitahu pembaca tentang bukti-bukti.

Intinya adalah, pastikan adegan flashback atau kilas balik yang kamu tuliskan benar-benar membantu bangunan cerita menjadi lebih sempurna.

Selamat mencoba!

Berani?

Satu bulan menulis kisah hidupmu menjadi sebuah buku?

Ikut Kelas Menulisnya Sekarang


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


MENGENAL TOKOH ANTAGONIS, PROTAGONIS & TRITAGONIS DALAM PENULISAN CERITA

Karakter protagonis dan antagonis adalah peran yang setara dalam penulisan sebuah cerita. Di antara dua jenis karakter ini, terselip tokoh tritagonis yang juga menjadi peran penting cerita. Baik protagonis, antagonis mau pun tritagonis, harus mampu saling topang untuk membentuk bangunan cerita yang epik dan menarik.

Nah, untuk kamu yang memiliki pertanyaan mengenai; apa sebenarnya yang dimaksud dengan tokoh antagonis, protagonis atau pun tritagonis?

Artikel Penulis Gunung ID kali ini akan mengulasnya untuk kamu.

Pengertian Tokoh Antagonis, Protagonis dan Tritagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Apa pun jenis cerita yang kamu tulis, karakter adalah pusat ceritanya. Bukan setting, bukan alur, dan bukan pula  tema, tetapi karakterlah yang akan menentukan keseluruhan denyut nadi sebuah cerita.

Bahkan ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa yang menentukan alur sebuah cerita bukanlah penulisnya, melainkan karakter cerita itu sendiri.

Ungkapan ini mungkin membingungkan bagi beberapa orang. Namun kebingungan ini bisa dipecah dengan menguraikan apa saja karakter dalam sebuah cerita, apa fungsi mereka dan mengapa peran mereka demikian besar dalam membentuk bangunan sebuah cerita?

Nah, sekarang mari saya ajak kamu berkenalan dengan jenis-jenis karakter tersebut.

BACA JUGA:

Karakter Protagonis

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Dalam cerita, karakter protagonis adalah tokoh central dimana cerita dipusatkan. Tokoh protagonis merupakan simbol dari kebaikan, gambaran ideal manusia dan menjadi tokoh dimana cerita berkembang. Pada pengertian yang sempit, kadang tokoh protagonis dianggap juga sebagai tokoh utama sebuah cerita.

Penceritaan fiksi memusatkan alur tempat berkembangnya cerita pada tokoh protagonis, bukan pada setting atau latar.

Tokoh protagonis adalah karakter cerita yang menjalani perjalanan untuk mencapai tujuan cerita. Segala hal yang terjadi di sepanjang upaya tokoh protagonis untuk mencapai tujuan tersebut adalah yang kemudian menjadi perkembangan cerita.

Dalam upayanya untuk mencapai tujuan, tokoh protagonis akan mendapatkan rintangan, halangan dan kendala dari karakter cerita yang lain. Nah, karakter lawan protagonis inilah yang kemudian menjadi karakter antagonis.

Tokoh Antagonis

Photo by Hamid Tajik on Pexels.com

Mengartikan peran antagonis adalah peran jahat yang identik dengan sifat-sifat buruk saja, sebenarnya kurang tepat. Watak antagonis dalam pengertian yang komprehensif tidak dapat dimaknai sedangkal itu?

Jadi, apa yang dimaksud dengan antagonis?

Karakter antagonis adalah tokoh yang menjadi penghalang utama karakter protagonis dalam mencapai tujuannya yang menjadi alur utama cerita. Bagaimana pun karakter protagonis menghadapi rintangan dalam upaya mewujudkan misinya dalam cerita, sumber rintangan terbesar itu haruslah datang dari karakter antagonis.

Nah, dari pemaknaan ini maka pengertian antagonis adalah watak yang diciptakan oleh penulis fiksi sebagai kontra, lawan atau musuh tokoh protagonis dalam meraih tujuannya dalam cerita. Barulah kemudian gambaran tokoh antagonis banyak dideskripsikan sebagai tokoh yang jahat, licik dan culas.

Setidaknya itu yang tergambar jika kita mendeskripsikannya secara sederhana.

Tokoh Tritagonis

Photo by Pixabay on Pexels.com

Istilah tritagonis sebenarnya tidak begitu populer dalam karakter cerita. Namun, di Indonesia istilah tritagonis lebih banyak digunakan untuk mewadahi karakter apa pun di antara protagonis dan antagonis. Padahal untuk tiap peran cerita, istilah yang digunakannya pun biasanya berbeda.

Jika mengartikan tokoh tritagonis adalah karakter yang berada di antara antagonis dan protagonis saja, maka akan ada beberapa gradasi penokohan yang misalnya berpihak ke salah satu pihak sepanjang cerita.

Nah, dalam penulisan cerita fiksi yang lebih kompleks selain dikenal protagonis dan antagonis, juga dikenal karakter lain yang lebih spesifik seperti sidekick, mentor dan love interest. Istilah ini mungkin terdengar lebih rumit, namun ia bisa lebih detail menjelaskan posisi karakter di antara tokoh protagonis ataukah antagonis.

Nah, untuk memudahkan kamu memahami siapa karakter tritagonis ini, berikut penjelasannya;

BACA JUGA:

Tokoh Sidekick

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Karakter sidekick dalam cerita dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai karakter pembantu bagi tokoh protagonis.

Karakter sidekick dalam konteks ini bisa berupa sahabat sejati, teman seperjuangan, atau karakter lainnya yang sifatnya menjadi support bagi tokoh protagonis.

Untuk lebih mudah memahami karakter sidekick pada sebuah cerita, kamu dapat mengamati ciri-cirinya berikut ini;

  • Bersikap setia dan membantu tokoh protagonis untuk mencapai tujuan utama cerita.
  • Memiliki posisi sejajar dengan tujuan tokoh protagonis dalam cerita.
  • Memiliki perbedaan dengan tokoh protagonis dalam beberapa hal yang penting. Kamu dapat melihat contoh ini misalnya pada tokoh sidekick seperti Harmione dan Ron Weasley dalam kisah Harry Potter.

Tokoh Mentor

Photo by cottonbro on Pexels.com

Karakter selanjutnya yang juga merupakan bagian dari tokoh tritagonis adalah mentor. Karakter ini dapat dengan mudah dipahami sebagai karakter yang menjadi coach, pelatih, atau guru tokoh protagonis.

Dalam cerita silat kolosal di Indonesia kamu dapat dengan mudah mengenal tokoh mentor seperti ini. Namun, untuk membuatnya lebih mudah dikenali berikut adalah beberapa ciri-ciri utama tokoh mentor.

  • Merupakan guru atau watak yang membantu protagonis untuk mencapai tujuannya.
  • Menjadi pelindung bagi tokoh protagonis selama proses pencarian dirinya sendiri. Contoh ini dapat kamu lihat dalam novel silat Wiro Sableng; Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 dimana tokoh Sinto Gendeng menjadi mentornya. Sebelum Wiro Sableng menjadi pendekar sakti mandraguna, Sinto Gendeng-lah yang menjadi pelindungnya.
  • Membantu tokoh protagonis untuk menemukan jalan yang benar dalam pencarian jati dirinya.
  • Merupakan tokoh panutan bagi sang protagonis dimana ia menemukan keteladanan untuk ia tiru.
  • Membantu atau melawan tokoh protagonis, tergantung dari sisi apa pencarian moral tokoh protagonis dibutuhkan.

Tokoh Love interest

Photo by Misha Voguel on Pexels.com

Baik tokoh sidekick, mentor atau pun love interest, dapat saja menjadi tokoh utama cerita dimana mereka memainkan peran yang penting dan menentukan perkembangan cerita. Love interest dapat menjadi menarik karena kadang-kadang ia memunculkan interpretasi yang keliru mengenai peran yang ia mainkan.

Namun, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan untuk mengenal tokoh love interest, yaitu:

  • Merupakan karakter dimana tokoh protagonis jatuh cinta, pernah jatuh cinta atau pun jatuh cinta kembali.
  • Seringkali tokoh love interest menjadi katalisator atau tokoh yang membantu tokoh protagonis secara luar dan dalam pada perjalanan kisahnya.
  • Merupakan orang yang mendukung dan melawan protagonis, tergantung dari mana kebutuhan cerita untuk membuat tokoh protagonis maju dalam perkembangan pribadinya.

Sebenarnya, ada beberapa karakter lain lagi dalam sebuah cerita di samping beberapa karakter di atas. Meskipun demikian, umumnya karakter ini adalah karakter yang selalu menjadi bagian dari circle baik itu protagonis mau pun antagonis.

Beberapa istilah yang digunakan untuk karakter ini misalnya adalah; skeptis, guardian, contagonis, reason, emotion dan lain sebagainya. Mudahnya di Indonesia kita dapat menyebut karakter-karateri ini sebagai figuran saja.

Tokoh figuran adalah tokoh lain yang membantu menyempurnakan jalan cerita. Peran tokoh figuran memang tidak krusial dalam sebuah cerita. Namun tanpa kehadiran mereka, beberapa cerita justru terasa begitu kering dan gersang.

BACA PULA:

Bagaimana Membangun Karakter Antagonis, Protagonis dan Tritagonis yang Bagus dalam Cerita

Photo by Bess Hamiti on Pexels.com

Jika kamu adalah seorang penulis yang sedang berusaha membangun karakter yang kuat dalam cerita fiksi, Penulis Gunung ID memiliki beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk membangun karakter tokoh cerita yang menarik.

Di beberapa artikel sebelumnya, saya sudah mengajak kamu misalnya untuk mengenal dan membangun karakter protagonis yang hebat.

Nah, dalam artikel kali ini saya hanya akan membagikan beberapa tips singkat saja yang tentunya dapat kamu gunakan pula untuk mengembangkan karakter cerita yang bagus.

Tips Membuat Karakter Protagonis yang Menarik

Photo by Ahmad Qime on Pexels.com

Untuk membangun tokoh protagonis yang menarik, berkesan dan kuat tertanam dalam ingatan para pembaca, kamu setidaknya dapat mempraktikkan beberapa tips berikut ini;

  • Buat tokoh protagonis ceritamu lebih manusiawi.
  • Bangun latar belakang yang spesifik tokoh protagonis.
  • Buat daftar lengkap profil sang karakter protagonis.
  • Berikan tokoh protagonis motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan cerita.
  • Buat tokoh protagonis pernah mengalami kegagalan, kekalahan atau kehilangan sesuatu.
  • Jangan manjakan tokoh protagonis dalam ceritamu, biarkan ia berkembang, memecahkan masalah, melalui risiko dan juga rintangan.

Tips Membuat Tokoh Antagonis yang Hebat

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Penulis umum hampir selalu menggambarkan bahwa karakter antagonis adalah tokoh yang berwatak jahat dan lambang keburukan. Namun penulis yang hebat akan membuat karakter antagonis mereka jauh lebih mengesankan. Bahkan selain mampu memberi warna yang kuat pada cerita, antagonis yang hebat juga mampu menarik cinta dari para pembaca.

Nah, bagaimana membangun karakternya?

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan;

  • Beri tokoh antagonis motivasi yang kuat atas sesuatu yang ia lakukan.
  • Buat tokoh antagonis memiliki keyakinan dalam dirinya sendiri bahwa ia bukanlah orang jahat, melainkan seorang pahlawan.
  • Beri kesempatan pada tokoh antagonis untuk melakukan beberapa hal yang membuat pembaca jatuh hati.
  • Buat tokoh antagonis dalam ceritamu adalah seseorang yang cerdas sehingga ia layak untuk dihormati.
  • Buat tokoh antagonis adalah seorang yang peramah, mudah diajak berkomunikasi, memiliki visi yang besar.
  • Beri kesempatan pada tokoh antagonis dalam cerita untuk menunjukkan sesuatu yang kejam, tidak berbelas kasih dan juga sangat mengerikan untuk menegaskan karakter sejatinya.

BACA PULA:

Tips Membuat Tokoh Tritagonis atau Karakter Pembantu yang Bagus

Photo by Alexandr Podvalny on Pexels.com

Walaupun hanya karakter pembantu atau figuran dalam sebuah cerita, kamu juga tidak boleh membuat mereka seadanya atau ala kadarnya saja.

Karakter tritagonis yang kuat bukan hanya akan membantu jalan cerita menjadi semakin menarik, namun juga akan membuat dukungan mereka terhadap karakter protagonis atau antagonis semakin sempurna.

Nah, untuk menciptakan karakter tritagonis yang bagus, kamu dapat melakukan beberapa tips berikut ini;

  • Beri tokoh tritagonis karakteristik yang unik dan menarik.
  • Beri tokoh tritagonis latar belakang. Kamu tidak perlu membuatnya panjang dan detail, tapi tetap berikan mereka latar belakang untuk diketahui pembaca.
  • Tidak ada salahnya dengan memberikan karakter tritagonis cara berbicara atau berkomunikasi yang khas.
  • Hindari membuat tokoh protagonis sebagai gambaran yang sempurna, meskipun ia adalah master atau mentor dari tokoh protagonis sekali pun.
  • Berikan tokoh pembantu dalam cerita tempat mereka sendiri, jangan membuat mereka bisa tampil dengan acak di semua setting cerita.
  • Jangan melupakan bahwa kehadiran tritagonis atau tokoh pembantu dalam cerita adalah support bagi karakter protagonis atau antagonis. Perbesar sudut pandang menulisnya dari sana.
  • Tidak semua karakter pembantu cerita akan tertanam di benak pembaca, jadi biarkan beberapa di antaranya tenggelam dan terlupakan.

Nah, itu adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membangun karakter yang kuat dalam cerita.

Karakter yang menarik dan menancap di benak pembaca, akan selalu mendukung ceritamu menjadi luar biasa. Apakah ia protagonis, antagonis atau tritagonis sekali pun, buat mereka menjadi benar-benar nyata dalam imajinasi para pembaca.

Selamat mencoba!

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


EPILOG ADALAH RAHASIA MENUTUP CERITA NOVEL, BEGINI CARA MENULISNYA

Selesai membaca sebuah novel pernahkah kamu kemudian merasakan ada sesuatu yang terlewatkan? Dalam kondisi seperti ini epilog adalah solusi yang dapat menyelesaikannya. Penempatan dan penulisan epilog yang tepat bahkan dapat membuat sebuah karya sastra menjadi lebih sempurna.

Nah, apakah yang dimaksud dengan epilog? Benarkah anggapan yang mengatakan bahwa epilog adalah bagian krusial dari sebuah karya sastra? Dan yang paling penting; bagaimana sebenarnya cara yang terbaik untuk menulis epilog?

Artikel Penulis Gunung berikut ini akan membahasnya untuk kamu.

Yuk, dibaca sampai habis, ya.

Benarkah Epilog adalah Cara Rahasia Menutup Novel?

Photo by Kaboompics .com on Pexels.com

Prolog dan epilog adalah bagian dari sebuah cerita yang tidak wajib dalam penulisan novel namun memiliki peran yang signifikan jika dapat dilakukan dengan baik. Jika prolog ditempatkan pada awal novel sebelum bab pertama, maka epilog ditempatkan pada akhir buku di belakang bab terakhir.

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung telah menguraikan apa yang dimaksud dengan prolog. Prolog adalah sesuatu yang berbeda dengan kata pengantar, prakata atau pun pendahuluan.

Nah, dalam penulisan epilog ini nanti, akan ditemukan pula fakta bahwa epilog mungkin saja memiliki persamaan dengan penutup, namun ini adalah dua hal yang tidak identik. Epilog dalam pengertian yang lebih komprehensif bukanlah sebuah penutup bagi cerita sebuah karya sastra fiksi berbentuk novel.

Jadi, apa pengertian epilog sebenarnya?

BACA JUGA:

Pengertian Epilog

Dalam penulisan fiksi, epilog adalah bagian yang seringkali ditambahkan oleh penulis untuk menutup novelnya. Tetapi sekali lagi, epilog tidak sama dengan kata penutup. Pengertian bebas yang dapat diberikan untuk epilog ialah perangkat sastra yang terpisah dari cerita utama namun ditetapkan sebagai tambahan cerita.

Epilog selalu ditempatkan pada bagian akhir karya sastra, persisnya setelah bab terakhir diceritakan dan ending telah ditetapkan.

Tujuan dari epilog dalam drama adalah untuk menyampaikan kepada pembaca apa yang akan terjadi pada tokoh protagonis dan tokoh-tokoh utama setelah cerita utama selesai. Hal ini hampir selalu menggambarkan masa depan yang terjadi setelah topik utama dalam alur novel mencapai ending.

Pada kasus lain, epilog juga dimaksudkan sebagai cara untuk mengikat kembali beberapa bagian cerita yang terasa longgar. Atau pada kesempatan yang lain, juga digunakan oleh penulis sebagai kisi-kisi cerita serial untuk edisi selanjutnya.

Asal Mula Penggunaan Epilog

Photo by Michael Giugliano on Pexels.com

Seperti halnya prolog, epilog juga berasal dari para dramawan dan sastrawan Yunani kuno.

Epilog sendiri berasal dari dua kata Yunani yaitu ‘epos dan logos’ yang makna harfiahnya adalah “kata kesimpulan’. Epilog selalu dihadirkan pada akhir sebuah karya sastra, baik ia dalam bentuk buku, mau pun yang sudah diadaptasikan dalam bentuk yang berbeda.

Sebagai posisi yang berlawanan, ketika prolog dalam drama adalah pembuka yang ditempatkan di awal cerita sebelum bab pertama, maka epilog ditempatkan di bagian akhir. Adaptasi dari aksistensi epilog ini sebenarnya dapat dilihat dalam banyak karya.

Dalam penulisan fiksi modern, contoh epilog dapat ditemukan paling banyak pada cerita dengan genre thriller, kriminal atau pun horor.

Dalam novel genre-genre tersebut, contoh epilog adalah pesan yang sekaligus berusaha disampaikan penulis bahwa ketika cerita utama selesai, sesungguhnya teror, horor, kriminalitas dan kejahatan itu masih ada di luar sana.

Untuk melihat bentuk konkretnya; Pernahkah kamu menonton film horor yang ketika akhir cerita tercapai namun si penjahat atau tokoh antagonis ternyata ditunjukkan masih ada dan akan mencari mangsanya lagi?

Ini adalah ending yang umum dalam cerita genre thriller, dan saya yakin kamu pasti pernah menyaksikannya, bukan?

BACA JUGA:

Epilog Tidak Sama dengan Penutup

Photo by olia danilevich on Pexels.com

Kamu memang akan menemukan penutup pada beberapa novel fiksi, namun penutup secara luas dan populer diaplikasikan dalam penulisan buku non fiksi. Epilog adalah istilah yang eksklusif digunakan dalam penulisan fiksi, terutama yang berbentuk novel.

Penutup pada umumnya digunakan untuk membuat kesimpulan singkat untuk semua pembahasan dalam sebuah karya non fiksi. Ini bisa juga menjadi areal dimana penulis menyampaikan pesan cerita dan mempertegas intinya kepada pembaca.

Dalam konteks yang lebih luas, penutup kadang bahkan diisi dengan ajakan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang ada relevansinya dengan isi buku.

Namun epilog itu adalah sesuatu yang lebih unik.

Epilog menjadi semacam bab cerita tersendiri yang terpisah dari pokok cerita utama. Akan tetapi eksistensi epilog selalu menjadi segmen yang membuat bangunan sebuah karya fiksi menjadi lebih sempurna.

Tujuan dan Pertimbangan Menggunakan Epilog

Photo by Rahul Shah on Pexels.com

Sebenarnya, penting atau tidaknya sebuah epilog masih diperdebatkan.

Pada karya dengan ending yang memuaskan dan sempurna, epilog tidak dibutuhkan lagi. Sementara pada ending cerita novel yang masih terasa berserak dan tidak utuh, epilog bisa menjadi solusi untuk digunakan.

Dalam pertimbangan untuk menggunakannya, epilog sama dengan prolog yaitu, ‘hanya boleh’ kamu gunakan jika itu memang butuh dan harus. Hindari memaksakan penggunaan epilog jika akhir cerita sudah sempurna dan memuaskan.

Sebagai panduan  bagimu untuk menambahkan epilog atau tidak dalam penulisan fiksi yang kamu lakukan, pertimbangkan 3 tujuan penulisan teks epilog berikut ini.

BACA PULA:

1. Sebagai Informasi Perkembangan Tokoh setelah Cerita Berakhir

Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Tujuan penulisan epilog yang pertama adalah sebagai media bagi penulis untuk memberitahu pembaca mengenai perkembangan karakter utama setelah cerita utama selesai. Epilog untuk novel dipertimbangkan untuk diaplikasikan jika tujuan ini adalah sebabnya.

Ketika sebuah cerita berakhir dalam penulisan novel fiksi dan ending sudah dicapai, beberapa pembaca kadang merasa menggantung dengan pertanyaan-pertanyaan klasik seperti;

  • Apa yang akan terjadi dengan tokoh utama selanjutnya?
  • Apakah karakter protagonis akan hidup seperti yang ia cita-citakan?
  • Apakah ada kemungkinan misalnya tokoh antagonis kembali dan membuat situasi menjadi kritis?
  • Dan lain sebagainya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan seperti ini, kamu bisa menggunakan epilog sebagai solusinya.

Akan tetapi ini bukanlah aturan yang baku, melainkan sebuah opsi saja untuk dilakukan. Beberapa novel dengan ending yang gantung pun kadang tidak memberikan epilog pada bagian akhirnya.

Intinya, epilog adalah bagian pada karya sastra yang dapat ditambahkan sebagai penjelasan perkembangan tokoh utama setelah cerita berakhir. Namun ini adalah opsi yang bisa kamu ambil atau kamu tinggalkan.

2. Sebagai Cara Mudah untuk Mempertegas Pesan Cerita

Photo by Lisa on Pexels.com

Tujuan kedua yang juga mendasari pertimbangan penulisan epilog adalah ini adalah cara yang efektif untuk mempertegas pesan cerita.

Pada beberapa karya sastra, pesan cerita kadang-kadang tidak dapat dimaknai secara mudah hanya dengan membaca alur cerita utama saja. Nah, dalam skema seperti ini epilog adalah bagian dari solusi yang bisa kamu gunakan.

Epilog buku fiksi dapat menjadi sarana yang mudah untuk membuat pesan cerita lebih sampai kepada pembaca. Atau dalam bahasa yang lebih spesifik, memastikan bahwa pesan cerita, bahwa nilai-nilai moral yang ingin disampaikan, setidaknya sudah diterima oleh pembaca.

3. Mengatur Peluang untuk Hadirnya Sekuel

Photo by Musa Artful on Pexels.com

Tujuan ketiga dari penggunaan epilog cerita adalah sebagai cara penulis untuk mengatur kemungkinan adanya sekuel atau lanjutan cerita.

Jika kamu memiliki rencana untuk membuat sekuel novel fiksi yang kamu tulis, pada akhir cerita kamu dapat berpikir untuk menambahkan epilog. Dengan penambahan epilog kamu dapat memberitahu pembaca bahwa apa yang telah mereka temukan dalam cerita bukan bagian yang terakhir. Epilog adalah kata lain untuk menyampaikan bahwa pembaca harus membaca sekuel berikutnya.

Ada banyak penulis yang memberikan gambaran epilog sebagai informasi kemungkinan adanya sekuel dengan cara yang berbeda-beda.

Beberapa penulis hanya menjadikan epilog adalah bagian titik-titik pada karya sastra yang menginsyarakatkan perkembangan karakter yang samar dalam cerita selanjutnya. Namun ada juga penulis yang membuat epilog lebih seperti plot twist yang lebih jelas.

Kamu sendiri dapat memilih mana yang kamu anggap paling menarik jika alasan kamu menggunakan epilog sebagai informasi kehadiran edisi lanjutan cerita atau sekuel.

BACA JUGA:

Tips Penting Menulis Epilog yang Efektif

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setelah kamu memastikan bawah novel yang kamu tulis benar-benar membutuhkan sebuah epilog, sekarang adalah waktunya untuk menyusun langkah teknis guna membuatnya sempurna.

Nah, untuk membuat epilog naskah drama atau karya fiksi yang kamu hasilkan semakin meningkatkan kualitas cerita, perhatikan 7 tips paling penting dalam penulisan epilog berikut ini.

1. Tentukan Sudut Pandang Penulisan Epilog

Tips pertama yang bisa kamu terapkan dalam menulis epilog di buku fiksi adalah dengan menentukan sudut pandang penceritaan.

Dalam penentuan sudut pandang atau point of view, penting untuk kamu melakukannya sesuai dengan sudut pandang penulisan cerita utama.

Jadi, ketika misalnya menggunakan sudut orang pertama dalam cerita utama, maka upayakan pula untuk menulis epilog dengan sudut pandang yang sama.

2. Pastikan Epilog Berisi Tentang Informasi Masa Depan

Photo by fauxels on Pexels.com

Tips kedua adalah dengan memastikan bahwa epilog yang kamu tuliskan berisi masa depan cerita. Artinya cuplikan cerita yang kamu munculkan dalam epilog itu bergerak maju atau beberapa waktu setelah cerita utama terjadi.

Epilog adalah drama yang terjadi pada masa depan cerita utama. Jadi kamu memang harus memastikannya ada pada masa depan cerita.

Ketika kamu misalkan membuat sebuah novel romantis yang happy ending dimana sepasang kekasih akhirnya bersatu setelah cobaan dan rintangan. Maka dalam epilog kamu mungkin bisa menuturkan ketika sepasang kekasih itu telah menikah dan memiliki anak.

3. Tetapkan Dimana dan Kapan Setting Epilog akan Berlangsung

Kemudian tips yang ketiga dalam menulis epilog adalah dengan menetapkan setting epilognya sendiri. Setting ini termasuk dalam hal ruang dan waktu, namun secara khusus dalam epilog kamu bisa memfokuskan pada setting waktunya terlebih dahulu.

Tetapkan apakah setting waktu dalam epilog terjadi pada masa 20 tahun setelah cerita utama berakhir atau mungkin 10 tahun setelah ending pada novel utama dicapai.

Waktu dalam epilog jauh lebih fleskibel untuk kamu gunakan. Epilog bisa kamu tetapkan dalam hitungan tahun, dalam hitungan bulan atau pun dalam hitungan hari.

BACA JUGA:

4. Hindari Membuat Epilog Terlalu Panjang

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Epilog cerpen adalah istilah yang kadang-kadang digunakan sebagai istilah untuk menyebut epilog yang cukup panjang dalam sebuah novel sehingga membentuk cerita tersendiri yang mandiri.

Epilog sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang. Idealnya sebuah epilog dapat membentuk cerita yang baru tanpa pembaca sadari bahwa itu sebenarnya telah membuka sesuatu yang baru dan terpisah dari bangunan cerita utama.

5. Tawarkan Pandangan yang Tidak Ada dalam Cerita Utama

Tips selanjutnya yang bisa kamu aplikasikan dalam penulisan epilog adalah dengan memberikan pandangan yang sama sekali berbeda dari cerita utama dalam novel.

Pandangan ini bisa dalam bentuk cara penulis memggambarkan konflik dalam novel yang ia kemudian soroti dari sudut yang berbeda. Atau dalam skenario yang lain; penulisan epilog dapat pula mempertimbangkan penyelesaian konflik dengan cara yang sama sekali berbeda dari cerita dalam novel.

6. Hindari Jebakan ‘Bahagia Selamanya’

Photo by Jonathan Borba on Pexels.com

Akhir yang bahagia adalah sesuatu yang menarik dalam novel, namun dalam menulis epilog kamu tidak boleh terjebak dalam persepsi bahwa setiap cerita harus berakhir bahagia.

Happy ending dimana semua konflik selesai dan tokoh protagonis berakhir dalam kebahagiaan adalah ide yang ideal dalam cerita. Di samping itu, akhir yang bahagia juga dapat menjadi cara yang nyaman untuk menghindari konflik.

Namun sebagai penulis, kamu tidak boleh menghindari konflik. Justru kemampuan kamu mengelola dan melukiskan konflik itulah yang membuat novelmu menjadi luar biasa.

7. Jika Epilog adalah Informasi Adanya Sekuel, Pastikan Pembaca Ingin Mengetahuinya

Tips yang terakhir dalam menulis epilog juga menjadi pertimbangan bagi kamu yang berpikir untuk membuat sekuel cerita fiksi yang kamu miliki. Tips ini meminta kamu untuk memberikan gambaran semenarik mungkin untuk memikat pembaca supaya tetap mengikuti sekuel cerita selanjutnya.

Beberapa penulis berpendapat ini tidak perlu jika cerita utama dalam novel sudah cukup membekas dalam benak pembaca. Ending yang menggantung dimana nasib karakter utama masih dipertanyakan sudah cukup untuk membuat pembaca merasa penasaran dan ‘harus’ sekuel selanjutnya.

BACA JUGA:

Berani punya buku atas nama kamu sendiri dalam waktu satu bulan?

Ikuti kelas menulisnya disini!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BENARKAH TOKOH PROTAGONIS ADALAH TOKOH UTAMA DALAM CERITA?

Bagaimana pun hebatnya sebuah buku fiksi, tokoh protagonis adalah cara pembaca mengingatnya. Ada banyak alasan para pembaca kembali pada sebuah buku. Akan tetapi yang paling umum dari alasan manusia mengingat sebuah buku kemudian kembali mengulang ceritanya adalah karena tokoh protagonis.

Tokoh protagonis umumnya adalah tokoh utama dalam cerita, namun tokoh utama cerita belum tentu adalah tokoh protagonis.

Memahami peran tokoh protagonis dengan baik dalam membangun sebuah cerita akan memberi kamu kesempatan untuk mengembangkannya serta mengikatnya ke dalam benak pembaca.

Berikut Penulis Gunung akan mengajak kamu mempelajari caranya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Pengertian Tokoh Protagonis adalah Tokoh Paling Utama dalam Cerita

Photo by Henry Muljadi on Pexels.com

Tokoh protagonis adalah tokoh utama dalam cerita yang biasanya menjadi titik pusat dari cerita. Tokoh protagonis menjadi tokoh sentral dimana semua penokohan cerita berkembang. Tokoh utama bisa berjumlah lebih dari satu orang,  namun tokoh protagonis hanya ada satu dalam cerita.

Tujuan yang ingin dicapai oleh tokoh protagonis biasanya adalah plot utama cerita yang sebenarnya. Dalam perjalanannya, upaya tokoh protagonis untuk mencapai tujuan ini akan mendapat tentangan dari tokoh antagonis atau tokoh lawan dari protagonis.

Sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi lawan, musuh, atau oposisi dari tokoh protagonis.

Pembaca akan selalu berpihak pada tokoh protagonis dan ingin mereka mencapai tujuannya sepanjang cerita. Nah, dalam penulisan cerita genre apa pun siapa tokoh yang berperan sebagai protagonis harus mendapat perhatian ekstra untuk mendapatkan penampilan yang ekstra di mata para pembaca.

BACA JUGA:

Perbedaan antara Tokoh Protagonis dan Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Happy Pixels on Pexels.com

Sekali lagi yang harus dipahami adalah; bahwa tokoh protagonis bisa saja sama dengan karakter utama, namun karakter utama cerita belum tentu atau tidak harus seorang protagonis.

Tokoh utama adalah seorang yang memiliki peran penting dalam sebuah cerita, baik ia protagonis atau pun ia antagonis. Sementara protagonis selalu menjadi tokoh cerita yang mewakili nilai-nilai kebaikan, budi luhur dan perspektif ideal pandangan manusia.

Untuk lebih memahami bagaimana perbedaan antara lebih mendalam antara tokoh protagonis dan tokoh utama dalam penulisan cerita, kamu dapat melihat praktiknya dalam beberapa contoh berikut ini.

Tokoh Protagonis (juga Tokoh Utama)Tokoh Utama tapi bukan protagonis
Puteri SaljuPenyihir (Puteri Salju)
Harry PotterRon Weasley (Harry Potter)
Zainuddin (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)Hayati (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
Katnis Everdeen (Hunger Games)Peeta Mellark (Hunger Games)
Frodo (The Lord of the Ring)Sauron (The Lord of the Ring)

Dapat kamu lihat pada tabel di atas bahwa tokoh-tokoh yang berperan sebagai tokoh utama sekaligus juga protagonis adalah tokoh dimana cerita utama berpusat pada mereka.

Harry Potter, Puteri Salju, Zainuddin, Katnis Everdeen dan Frodo adalah pusat cerita dalam kisah mereka sendiri-sendiri. Kemana pun alur cerita bergerak, semuanya tidak akan menjauhi mereka sebagai titik sentral penceritaan.

Kemudian bandingkan dengan nama-nama di sebelahnya;

Sosok penyihir, Ron Weasley, Hayati, Peeta Mellark dan Sauron. Mereka semua adalah tokoh penting yang membuat jalan cerita semakin menarik dengan kehadirannya. Tapi mereka bukan tokoh protagonis utama, mereka hanya menjadi pendukung protagonis untuk menjalankan perannya dengan baik.

Apa yang Menyebabkan Satu Karakter Dianggap Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Biasanya dalam satu cerita atau satu novel, hanya ada satu protagonis.

Ini adalah satu hal yang perlu kamu ketahui karena beberapa penulis pemula kadang memiliki persepsi bahwa protagonis dalam cerita adalah dia yang berada pada sisi kebaikan atau sisi putih. Ini memang benar, tapi tidak tepat. Persepsi ini juga terlalu luas untuk menggambarkan tokoh protagonis yang sebenarnya.

Jika tokoh protagonis biasanya hanya ada satu dalam satu novel, maka tidak demikian dengan tokoh utama.

Tokoh utama dalam cerita bisa berjumlah banyak dan ia bisa menjadi peran yang bermacam-macam. Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peran aktif dalam perkembangan alur cerita terlepas apakah ia adalah protagonis, antagonis, tritagonis atau apa pun sebutannya.

Kamu dapat melihat peran utama dalam banyak contoh. Malin Kundang adalah contoh antagonis sekaligus tokoh central cerita. Joker juga adalah contoh antagonis dimana ia berubah menjadi jahat pada akhir cerita.

Baik Joker mau pun Maling Kundang, adalah tokoh utama sekaligus juga menjadi pengertian unik dari sebuah karakter antagonis. Pastinya mereka bukanlah tokoh protagonis dimana nilai-nilai luhur dan kebaikan bisa menjadi pedoman bagi pembaca untuk diikuti.

BACA JUGA:

Protagonis Melawan Antagonis

Photo by KoolShooters on Pexels.com

“Antagonis adalah protagonis dalam cerita versi mereka sendiri”

A Wan Bong

Bagaimana tokoh antagonis digambarkan dalam cerita seringkali mempengaruhi pembaca untuk membangun persepsi mereka sendiri mengenai pengertian antagonis. Hal yang kemudian menarik adalah anggapan umum yang mempersepsikan bahwa antagonis adalah karakter jahat, buruk, kejam dan penuh rasa iri dengki.

Ini jelas tidak tepat, meskipun mayoritas cerita menggambarkan kesan semacam itu.

Jika memaknai bahwa tokoh protagonis adalah tokoh yang berusaha mencapai tujuan utama dalam satu alur cerita, maka antagonis adalah tokoh yang berusaha menghalanginya. Sederhananya, lawan dari tokoh protagonis adalah tokoh antagonis yang aplikasinya bisa saja dalam banyak bentuk.

Dalam artikel sebelumnya mengenai tokoh antagonis, Penulis Gunung telah menyebutkan antagonis dalam cerita bisa saja berwujud sesuatu yang tidak harus mahkluk hidup berupa manusia atau binatang.

Alam dan bencana, kondisi lingkungan yang memaksa tokoh protagonis untuk menyerah, atau bahkan kondisi kejiwaan tokoh protagonis sendiri yang membuat ia tidak dapat mencapai tujuannya, bisa pula dikategorikan sebagai bagian dari pemaknaan antagonis.

Jadi, memaknai antagonis protagonis baik atau jahat saja adalah sudut pandang yang terlalu sempit. Kamu dapat membuatnya lebih luas lagi berdasarkan sudut pandang yang lebih luas pula.

5 Tips Penting Menulis Tokoh Protagonis yang Hebat

Photo by cottonbro on Pexels.com

Setelah kamu memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan tokoh protagonis dan apa pula perbedaannya dengan tokoh utama cerita. Sekarang Penulis Gunung akan mengajak kamu pada pembahasan sebenarnya yaitu bagaimana membuat tokoh protagonis yang hebat dalam cerita.

Berangkat dari pengertian dan persepsi umum yang mengatakan bahwa tokoh protagonis adalah tokoh yang berwatak mewakili kebajikan dan nilai luhur. Maka aplikasinya dalam cerita dapat disederhanakan dalam 6 tips yang paling penting berikut ini.

BACA PULA:

Buat Tokoh Protagonis Lebih Manusiawi

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tips pertama untuk membuat tokoh protagonis yang menarik dalam sebuah novel fiksi adalah dengan menjadikannya sosok yang manusiawi. Keharusan untuk manusiawi bahkan berlaku untuk tokoh protagonis yang tidak menggunakan manusia sebagai karakternya.

Mengapa demikian?

Sifat manusiawi adalah sifat yang memiliki cacat, memiliki kelemahan dan memiliki sisi negatif. Tokoh protagonis yang digambarkan dalam karakter yang manusiawi dan memiliki kelemahan akan memiliki kedekatan pada pembaca. Sementara tokoh protagonis yang terlalu sempurna lebih identik dengan karakter malaikat, dan dalam cerita agak sulit membangun ikatannya dengan pembaca.

Jadi ketika kamu membangun satu karakter protagonis dalam novel fiksimu, biarkan ia memiliki kelemahan. Biarkan tokoh protagonis memiliki rasa iri, memiliki dendam, memiliki rasa ingin menuntut balas dan lain sebagainya.

Kelemahan-kelemahan tokoh protagonis ini dapat pula kamu hadirkan dalam bentuk kemiskinan, keterbelakangan mental, kurang berpendidikan, kurang pintar dan lain sebagainya.

Intinya adalah, beri tokoh protagonismu kelemahan supaya ia terlihat manusiawi.

Bangun Latar Belakang Tokoh Protagonis

Photo by cottonbro on Pexels.com

Setiap orang memiliki kisah dan begitu juga dengan protagonis dalam novel atau cerita. Jadi, tips yang kedua untuk membuat tokoh protagonis dalam novel yang kamu tulis lebih dekat kepada pembaca adalah dengan memberi mereka kisah hidup dan latar belakang.

Semakin bagus kamu menggambarkan latar belakang yang dimiliki oleh tokoh protagonis, itu semakin bagus.

Latar belakang bagi karakter protagonis akan menjadi semacam cara bagi pembaca untuk mengenalnya. Jadi, ketika pembaca mulai membaca halaman demi halaman novelmu yang berbicara tentang karakter protagonis, mereka akan mengerti mengapa tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak seperti yang kamu tuliskan.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan untuk memberikan latar belakang dan kisah pada tokoh protagonis adalah sebagai berikut;

  • Bagaimana gambaran masa kecil tokoh protagonis?
  • Apakah ia pernah mengalami trauma?
  • Di mana tokoh protagonis tinggal dan dilahirkan?
  • Apakah tokoh protagonis memiliki hubungan di masa lalu yang sangat mempengaruhi dirinya?
  • Apa saja pekerjaan yang pernah dilakukan oleh karakter protagonis?
  • Dan lain sebagainya.
Photo by cottonbro on Pexels.com

Semakin baik kamu membayangkan bagaimana sosok protagonis secara komprehensif, itu semakin bagus.

Walaupun demikian, kamu tidak harus menceritakan semua kisah dan latar belakang tokoh protagonis itu di dalam novel. Kamu hanya perlu menyisipkan secara bertahap pada bagian-bagian yang dianggap penting saja dari latar belakang protagonis seiring perkembangan cerita.

Intinya adalah, ketika pembaca mengetahui latar belakang kisah hidup protagonis, akan terbangun rasa simpati terhadap aksinya pada cerita. Ini juga sangat efektif sebagai upaya membangun kedekatan mereka.

BACA JUGA:

Buatlah Profil Lengkap Tokoh Protagonis

Photo by luizclas on Pexels.com

Setelah kamu memberikan tokoh protagonis latar belakang kisah yang lengkap, sekarang saatnya untuk membuatnya menjadi lebih spesifik.

Tokoh protagonis akan lebih hidup dan masuk dalam imajinasi pembaca jika kamu juga bisa membuatnya nyata dalam imajinasi kamu sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan ciri-ciri fisik tokoh protagonis tersebut.

Nah, untuk membuatnya lebih mudah, kamu bisa memulainya dengan mengisi biodata tokoh protagonis tersebut melalui daftar pertanyaan di bawah ini;

  • Siapa namanya?
  • Berapa usianya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Bagaimana latar belakang ekonominya?
  • Bagaimana latar belakang keluarganya?
  • Bagaimana cara berpakaiannya?
  • Apa yang disukainya?
  • Apa yang tidak disukai dan dibencinya?
  • Apa kualitas terbaik dalam karakternya?
  • Apa kelemahan terbesarnya?
  • Bagaimana ia melihat dirinya sendiri?
  • Apakah ia memiliki ambisi?
  • Apakah ia tipe yang temperamental?
  • Bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain?
  • Dan lain sebagainya

Daftar ini bisa terus kamu perpanjang dengan memberikan tokoh protagonis dalam ceritamu untuk tampil semakin unik dan khas.

Semakin ia unik, akan semakin mudah pembaca untuk akrab dengannya.

Berikan Tokoh Protagonis Motivasi untuk Mencapai Tujuan

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Pembaca harus mengetahui apa alasan bagi tokoh protagonis untuk bertindak dan bersedia menghadapi segala bentuk rintangan yang menghalanginya. Nah, untuk mencapai tujuan ini kamu harus memberikan tokoh protagonismu motivasi yang kuat.

Lalu bagaimana membuat motivasi yang kuat?

Motivasi tokoh protagonis tidaklah harus selalu menyelamatkan dunia seperti dalam film super hero. Dalam cerita yang lebih universal dan mudah diterima, motivasi tokoh protagonis tidak jauh berbeda dengan motivasi manusia pada umumnya.

Kamu bisa menciptakan motivasi tokoh protagonis karena misalnya ia ingin diakui, ia ingin kaya, ia ingin cinta sejati, ia ingin merasa lebih aman dan lain sebagainya.

Sekali lagi, buatlah motivasi yang dimiliki oleh tokoh protagonis relevan dengan motivasi manusia pada umumnya.

Namun yang harus kamu ingat pula adalah kadar motivasi yang dimiliki oleh watak tokoh protagonis haruslah kuat dan lebih baik daripada kadar rata-rata. Motivasi ini harus cukup untuk membuat ia melakukan aksi heroik, melintasi rintangan, melangkahi keterbatasan untuk meraih tujuannya.

BACA JUGA:

Biarkan Tokoh Protagonis Mengalami Kegagalan, Kalah atau Kehilangan Sesuatu

Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

Ini mungkin agak rahasia dan jarang disampaikan di kelas-kelas menulis yang lain. Namun dalam kelas menulis yang saya bimbing, saya meminta penulis untuk membuat tokoh protagonis mereka kalah, kehilangan sesuatu atau bahkan gagal.

Mengapa harus seperti itu?

Harus ada sebuah risiko yang dihadapi tokoh protagonis ketika mereka gagal mencapai tujuan mereka. Dan pada beberapa bagian novel, biarkan tokoh protagonis menghadapi risiko itu.

Dalam kasus yang lebih spesifik, buatlah kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh protagonis tidak hanya terlihat nyata dan rill, namun juga lebih besar dari diri mereka sendiri. Dengan cara ini, pembaca akan mampu membayangkan risiko apa yang akan tokoh protagonis hadapi jika kemudian ia gagal dalam upayanya.

Biarkan Tokoh Protagonis Berkembang

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Nah, tips terakhir yang bisa dibagikan oleh Penulis Gunung untuk kamu dalam membangun karakter protagonis atau tokoh protagonis dalam cerita adalah dengan membiarkan ia tumbuh dan berkembang.

Bagaimana maksudnya?

Setelah pembaca mengetahui latar belakang tokoh protagonis dan motivasi yang ia miliki dalam cerita, pembaca juga ingin tahu bagaimana ia kemuidan beradaptasi. Proses inilah yang disebut dengan pengembangan karakter penokohan pada protagonis.

Tantangan yang besar, rintangan yang tidak henti dari tokoh antagonis, dan juga batasan manusiawi yang dimiliki olah tokoh protagonis harus membuat mereka bisa berkembang dan menemukan solusi. Cara protagonis mencari solusi ini kemudian yang menjadi titik perkembangan cerita yang dinginkan pembaca.

Untuk tujuan ini, sebagai penulis kamu tidak boleh (atau tidak seharusnya) membuat karakter protagonis terlalu sempurna.

Buat mereka memiliki kekurangan yang kekurangan itu pula kemudian yang harus mereka hadapi untuk menemukan solusi bagi tantangan yang ia hadapi. Kekurangan pada tokoh protagonis adalah ruang dimana pengembangan cerita terjadi. Dan ini harus kamu rencanakan sejak awal.

Di samping itu pula, ruang kosong yang menjadi kelemahan protagonis dan tempat karakternya akan berevolusi, seringkali menjadi titik balik cerita. Titik balik inilah kemudian yang menjadi kunci dimana tokoh protagonis dalam novelmu menemukan kekurangan dalam dirinya dan memperbaikinya.

Pada banyak skenario cerita, titik balik ini juga yang berhasil mengantarkan tokoh protagonis pada tujuan utama alur cerita.

BACA JUGA:


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


TERNYATA RAHASIA MENULIS CERITA FIKSI ADALAH 7 HAL INI, COBA SAJA

Tidak diragukan lagi bahwa cerita fiksi adalah jenis penulisan yang paling banyak digemari di dunia. Sudah ada jutaan karya fiksi dalam berbagai bentuk ditulis dalam rentang waktu yang sangat panjang. Ribuan banyaknya dari karya-karya ini bahkan telah melahirkan peradaban dan cara pandang baru bagi manusia.

Kamu tentu saja dapat menyebutkan banyak contoh cerita fiksi yang populer di dunia. Namun sebagai penulis, pertanyaan yang paling penting justru adalah bagaimana cara menyusun cerita fiksi itu sendiri sehingga menghasilkan karya yang luar biasa?

Nah, kali ini Penulis Gunung akan mengajak kamu mempelajari cara menulis cerita fiksi dalam 5 tips rahasia yang sebenarnya sangat sederhana untuk dilakukan.

Apa saja tips rahasia yang dimaksud?

Berikut uraian lengkapnya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Tips Rahasia Menyusun Cerita Fiksi Adalah 7 Hal Sederhana Berikut Ini

Pada sudut pandang imajinasi, penulis yang memilih jenis karangan yang merupakan cerita fiksi adalah sosok yang penuh dengan semangat bertualang. Dalam penulisan cerita fiksi, imajinasi yang kuat adalah senjata utama yang harus dimiliki oleh setiap penulisnya.

Menulis kisah fiksi adalah seperti membiarkan khayalan yang ada di kepalamu untuk bertelur menjadi kata-kata.

Ini terdengar sangat mudah seharusnya. Namun tidak demikian juga karena menulis fiksi bisa menjadi salah satu tantangan yang serius, terutama jika kamu menginginkan hasilnya menjadi sebuah mahakarya.

Untungnya, tidak ada cara yang mutlak benar atau aturan yang kaku dalam menulis kisah fiksi. Akan tetapi ada beberapa tips rahasia yang sangat efektif untuk dilakukan guna mempermudah prosesnya.

Namun sekarang, sebelum membahas tips itu lebih jauh, tidak ada salahnya untuk menyegarkan ingatan tentang pengertian, hakikat dan ciri sebuah cerita fiksi, kan?

Apa Itu Cerita Fiksi?

“Fiksi eksis karena imajinasi. Tanpa imajinasi tidak ada cerita fiksi”

A Wan Bong

Secara bebas, cerita fiksi dapat diartikan sebagai cerita yang berdasarkan rekaan, imajinasi dan rekayasa pikiran penulis semata. Jadi sekali lagi, imajinasi dan khayalan adalah faktor paling penting dalam penulisan kisah fiksi, apa pun jenisnya.

Tanpa imajinasi dan daya khayal, tidak ada penulisan fiksi.

Semakin baik daya khayal dan imajinasimu, akan semakin baik pula cerita fiksi yang bisa kamu hasilkan.

BACA JUGA:

Apa Ciri-Ciri Cerita Fiksi?

Source: Unsplash

Dikarenakan sifatnya yang hanya didasarkan pada imajinasi dan daya khayal pengarang, maka ciri cerita fiksi adalah sebagai berikut;

  • Bersifat rekaan atau imajinasi penulis. Ini adalah tentang cara bagaimana seorang penulis membuat skenario khayalan dalam imajinasinya lahir dalam dunia nyata melalui rangkain tulisan.
  • Tidak ada aturan baku dalam menulis cerita fiksi. Struktur penulisan, bahasa yang dipergunakan, teknis, sudut pandang dan lain sebagainya, semua bebas dalam penulisan cerita fiksi. Akan tetapi, kamu juga harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan fiksi supaya karyamu tidak terkesan asal-asalan. Namun intinya adalah; tidak ada cara yang mutlak benar dalam menulis cerita fiksi.
  • Tujuan penting penulisan cerita fiksi pada umumnya adalah emosional pembaca, bukan logikanya. Namun, penulis fiksi yang hebat bahkan dapat memadukan dua hal ini sekaligus. Dengan cerita fiksi yang dituliskannya, ia mampu mengaduk-aduk emosi dan perasaan pembaca sekaligus membawa logika mereka untuk berpikir dan menganalisa.
  • Kebenaran dalam fiksi seringkali relatif dan bukan hal yang mutlak. Artinya, ini kembali kepada siapa yang menulis dan bagaimana ia melihat kebenaran tersebut dari sudut pandangnya sendiri. Namun, yang bukan merupakan ciri-ciri cerita fiksi adalah ketika kebenaran itu didesain tidak ada bedanya sama sekali dengan realitas. Sekali lagi, fiksi eksis karena imajinasi. Tanpa imajinasi tidak ada cerita fiksi.
  • Penggunaan bahasa dalam cerita fiksinya umumnya dinanis dan konotatif. Artinya lebih banyak menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan suatu kondisi dalam kehidupan manusia.

Apa Saja Jenis-Jenis Cerita Fiksi?

“Mood dan inspirasi memang penting dalam menulis, tapi sayangnya ia tidak datang setiap hari”

A Wan Bong

Kamu sudah pasti tahu bahwa ada banyak sekali jenis cerita fiksi yang dapat kamu pilih untuk dituliskan.

Historical fiction atau fiksi sejarah, romantic fiction atau fiksi romantis, cerita fiksi ilmiah atau science fiction, cerita fiksi hewan atau fabel, cerita fiksi hantu atau cerita fiksi horor, adalah beberapa jenis cerita fiksi yang paling umum.

Namun demikian, masih ada banyak jenis cerita fiksi yang lainnya.

Nah, kamu bisa membaca tentang jenis cerita fiksi ini secara lengkap dalam artikel Penulis Gunung sebelumnya disini.

Apa Tips Menulis Cerita Fiksi yang Paling Ampuh?

Source: Unsplash

Untuk membuat cerita fiksi yang kamu tulis menjadi tajam dan menancap kuat di benak para pembaca, kamu harus melakukannya dengan sepenuh hati dan teliti.

Bagi para penulis pemula yang belum pernah menulis buku fiksi serius sebelumnya, ini akan sangat menantang. Namun berita baiknya ada cukup banyak formula yang bisa kamu adaptasikan untuk mampu melaluinya.

Akan tetapi, sekali lagi saya ingin mengatakan; tidak ada cara yang mutlak benar dan menulis fiksi, baik itu novel, fiksi cerpen atau apa pun bentuknya.

Meskipun begitu, 7 tips di bawah ini telah terbukti efektif membantu banyak penulis mengeksekusi cerita mereka dengan lebih baik.

BACA PULA:

Tulis Cerita Fiksi yang Kamu Suka Lebih Dulu

Source: Unsplash

Walaupun cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi dan khayalan penulis, namun kamu tetap membutuhkan riset dalam melakukannya.

Nah riset yang dibutuhkan dalam menulis cerita fiksi bisa bermacam-macam. Kamu bisa membaca buku fiksi karya orang lain, mengamati sekeliling, menonton film atau pun hanya sekedar bercengkrama dengan taman-temanmu sendiri.

Akan tetapi, tidak ada mantra yang paling ampuh dalam membuat cerita fiksi kecuali dengan menulis apa yang kamu suka. Setidaknya ini adalah tips paling manjur jika kamu adalah seorang penulis pemula dan baru pertama kalinya menulis cerita fiksi secara lebih serius untuk dijadikan novel.

Jika kamu menyukai cerita tentang supranatural dan sangat tertarik dangan hal-hal gaib, fiksi yang tepat untuk kamu tulis adalah cerita fiksi horor atau cerita fiksi hantu.

Sementara jika kamu lebih tertarik kepada cerita yang menggugah kesadaran manusia, maka menulis cerita fiksi inspiratif mungkin bisa menjadi fokusmu pada novel fiksi atau cerpen fiksimu yang pertama.

Beritahu Pembaca Hanya yang Mereka Perlu Tahu

Source: Unsplash

Apa kamu ingat apa yang membuat kapal Titanic terbelah dan tenggelam ke dasar lautan?

Benar, karena ia menabrak gunung es yang kemudian membuat lambung kapal menjadi bocor kemudian tenggelam sehingga membuat ratusan nyawa melayang.

Lalu, apa hubungan kapal Titanic dengan menulis cerita fiksi disini?

Sebenarnya tidak ada.

Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa dalam menulis cerita fiksi, kamu bisa menerapkan teknik gunung es. Persis seperti gunung es yang ditabrak oleh kapal Titanic kemudian membuat ia tenggelam.

Pada banyak kasus, gunung es atau yang lebih jelasnya berupa gumpalan es raksasa yang terapung di lautan, terlihat lebih kecil di atas permukaan namun memiliki ukuran yang berkali lipat pada bagian bawah permukaan air.

Nah, filosofi menulis cerita fiksi layaknya gunung es ini juga yang harus kamu aplikasikan ketika menulis cerita fiksi pendek lebih-lebih fiksi yang panjang seperti novel.

Pastikan bahwa pembaca hanya mengetahui apa yang perlu mereka ketahui saja. Simpan terlebih dulu bagian-bagian yang mengejutkan untuk kamu ‘keluarkan’ pada waktu yang tepat.

BACA JUGA:

Gunakan Kalimat yang Sederhana

Source: Unsplash

Tips menulis cerita fiksi selanjutnya adalah dengan mempergunakan kalimat yang sederhana sebisa mungkin. Kalimat sederhana dan padat mungkin tidak akan terdengar puitis dan penuh basa basi. Namun kesederhanaan adalah rahasia lain dari sebuah karya fiksi yang menarik.

Beberapa penulis fiksi pemula tidak pernah menghasilkan karya karena mereka memaksakan diri untuk membuat tulisan dengan tananan kalimat yang harus indah, melankolis, puitis, dan mengundang decak kagum.

Tapi sejujurnya tidak demikian.

Jangan paksakan dirimu untuk menulis kalimat yang harus indah dan melankolis, mendayu-dayu atau mengharu biru.

Kalimat rumit seperti itu bagus untuk status facebook, menarik untuk caption instagram, menawan untuk story whatsapp, tapi tidak banyak berguna dalam dunia menulis yang sesungguhnya.

Beberapa karya fiksi paling hebat justru tersusun dari kalimat-kalimat sederhana yang mudah untuk dicerna para pembaca.

Gunakan Target Penulisan Harian

Source: Unsplash

Jika kamu belum pernah menulis novel fiksi setebal 400 halaman dengan jumlah hingga 75.000 kata, melakukannya bisa menjadi tantangan yang sangat serius. Supaya berhasil, kamu membutuhkan strategi untuk melakukannya.

Dalam banyak artikel saya sering mengulas ini. Bahwa untuk dapat menulis novel fiksi dengan 80.000 kata atau 60.000 kata, kamu tidak bisa ‘menelannya’ bulat-bulat. Gajah tetap bisa habis dimakan oleh singa jika ia bisa memotongnya dalam ukuran yang kecil-kecil.

Jadi, bagilah jumlah kata yang menjadi target novel fiksimu itu dalam beberapa potongan kecil untuk diselesaikan setiap harinya.

Contohnya begini;

Jika cerita fiksi yang kamu tulis itu jumlah katanya adalah 60.000 dengan deadline waktu selama 6 bulan penulisan, maka kamu harus menulis setidaknya 10.000 kata setiap bulan. Atau sekitar 333 kata setiap harinya.

Ini terdengar terlalu sederhana, ya?

Ya benar, karena memang begitulah adanya.

Bagian sulitnya adalah menjaga konsistensi untuk tetap bisa menulis sebanyak 333 kata setiap hari selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Namun ini bukan sesuatu yang mustahil, novel fiksi MMA Trail adalah contoh cerita fiksi yang bisa saya jadikan bukti untuk memverifikasi tips ini.

BACA JUGA:

Source: Unsplash

Nah, ini adalah tisp lanjutan yang sangat penting untuk dipahami setiap penulis mana pun dan untuk genre apa pun.

Apakah kamu ingin menulis cerita fiksi atau pun kamu sedang menimbang-nimbang untuk menulis cerita non fiksi, menulis setiap hari adalah wujud dan kesungguhan kamu dalam melakukannya. Menariknya, ini juga menjadi rahasia umum yang dimiliki oleh setiap penulis profesional, termasuk saya.

Meskipun bukan rekaan dan telah ada plot jelasnya, menulis cerita non fiksi adalah tetap sulit dilakukan tanpa konsistensi untuk menuliskannnya setiap hari.

Dengan menulis setiap hari secara istiqomah, bukan hanya kamu akan mampu menyelesaikan target penulisanmu seberapa pun tebalnya. Namun kamu juga akan berhasil melatih kedisiplinan dirimu sendiri.

Dan pada akhirnya, disiplin dan konsisten inilah yang akan mengantarkan kamu pada kesuksesan.

Perkaya Kemampuanmu dengan Mencoba Penulisan Lain

Source: Unsplash

Untuk menjadi penulis yang semakin baik seiring waktu, cobalah untuk menyeberang dari kemampuan dan spesifikasimu biasanya.

Jika kamu adalah seorang novelis yang terbiasa dengan jumlah kata segudang dan konflik yang rumit. Cobalah untuk menulis cerpen yang singkat, to the point pada titik masalah dan langsung pada pesan cerita.

Atau jika kamu adalah penulis fiksi, maka cobalah pula untuk menulis non fiksi. Biarkan dirimu tenggelam dalam riset, penulisan yang struktural, dan juga daftar pustaka yang jumlahnya satu lemari.

Atau jika selama ini kamu hanya terbiasa dengan menulis buku atau novel di wattpad saja, maka cobalah juga mengasah keterampilan menulismu di blog, website dan lain sebagainya.

Intinya adalah, semakin banyak gaya, teknik dan juga sudut pandang penulisan yang kamu lakukan, maka itu akan memperkaya kemampuanmu dalam menulis secara umum. Termasuk didalamnya adalah menulis cerita fiksi.

BACA PULA:

Jangan Menunggu Inspirasi untuk Menulis

Source: Unsplash

Selanjutnya tips terakhir untuk menulis cerita fiksi adalah dengan tidak menunggu inspirasi atau mood dalam menuliskannya.

Mood atau inspirasi adalah hal penting dalam menulis, tapi sayangnya ia tidak datang setiap hari. Jika ingin lebih jujur bahkan, ada lebih banyak hari bagi penulis yang mereka tidak memiliki inspirasi atau mood untuk tetap menulis.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Simpel saja. Jangan menunggu inspirasi datang baru kamu menulis, dan jangan juga menunggu mood baru kamu menulis. Tapi menulislah setiap hari dan buat kamu terbiasa melakukannya.

Ini mungkin terdengar sulit, tapi ini adalah cara paling masuk akal untuk menyelesaikan cerita fiksi seberapa pun banyaknya. menulis setiap hari tanpa menunggu mood dan inspirasi pada akhirnya akan membuat kamu jadi terbiasa.

Akhirnya mood dan inspirasi tidak lagi terlalu penting dalam menentukan proses penulisanmu. Dengan menulis setiap hari kamu telah ‘memaksa’ mood dan inspirasi itu untuk tetap ada bersamamu kapan pun kamu membutuhkannya.

Jadi, selamat menulis, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENULIS NOVEL ROMANTIS DALAM 7 LANGKAH MUDAH

Penulis gunung sebelumnya telah merilis cara menulis novel romantis dalam artikel tentang 15 ide menulis cerita fiksi romantis. Nah, kali ini Penulis Gunung akan membahas secara lengkap bagaimana supaya kamu mampu menulis sebuah novel romantis dengan lebih baik lagi.

Dari Romeo dan Juliet karya Williem Shakespeare hingga Tenggelamnya Kapal Van der Wijk karya Hamka, dunia dipenuhi dengan karya yang menarik tentang romantisme. Cara menulis novel cinta yang menarik menjadi kunci bagaimana roman dan karya sastra romantisme ini menghiasi kehidupan manusia setelahnya.

Namun, bagaimana sebenarnya cara menulis novel romance yang baik?

Nah, ulasan lengkapnya berikut akan membantu kamu melakukannya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

7 Langkah Mudah Cara Menulis Novel Romantis

Source: Unsplash

Romantisme, asmara dan percintaan adalah topik yang paling banyak ditulis dalam berbagai lintas usia dan generasi. Topik ini dalam cara pandang yang unik, sangat elegan untuk dituliskan oleh setiap orang.

Remaja menulis novel romantis itu pantas, dan itu memang dunia mereka ketika mabuk kepayang cinta pertama masih terasa ‘pusingnya’ hingga sekian lama. Orang dewasa menulis kisah romantis juga pantas, karena mereka sudah memiliki pengalaman yang cukup dan mungkin sedang menjalani romantisme itu pula.

Sementara orang dengan tingkatan umur yang lebih tinggi, juga sangat layak menulis kisah romantis.

Mereka kadang-kadang adalah pemilik kisah romantis yang sebenarnya karena ujian waktu telah membuktikan cinta mereka. Ambillah novel Habibie dan Ainun jika kamu meragukan pernyataan ini.

Pendek kata, menulis cerita romantis adalah sesuatu yang universal dan hampir dapat dilakukan oleh setiap orang.

Akan tetapi untuk menghasilkan karya romantis yang hebat dan mampu menyentuh hati pembaca, itu beda cerita. Cara menulis novel cinta dengan kualitas terbaik tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Ini membutuhkan latihan dan kepekaan yang tinggi dari seorang penulis untuk mampu mewujudkannya.

Kabar baiknya adalah; kamu bisa melatih ini dengan mengikuti langkah-langkah yang sudah terbukti efektivitasnya.

Nah, cara menulis novel romance yang menarik setidaknya dapat kamu pelajari dengan mempraktikkan 7 langkah dan tips berikut ini.

BACA JUGA:

Temukan Tema Novel Romantis Pilihanmu

Source: Unsplash

Langkah pertama dan paling penting sebelum kamu menulis satu kalimat pun dalam novel romantismu adalah dengan menentukan temanya itu sendiri.

Kamu tentu sudah tahu bukan, kalau ada banyak tema cerita fiksi yang umum digunakan dalam penulisan novel, cerpen atau bahkan memoar?

Nah, cara membuat novel romantis yang pertama adalah dengan menentukan salah satu tema tersebut sebagai garis besar dari pesan cerita yang akan kamu sampaikan.

Beberapa tema novel romantis yang dapat kamu pilih misalnya adalah;

  • Romantic history (sejarah)
  • Komtemporer
  • Remaja
  • Fantasy
  • Paranormal dan supranatural
  • Spiritual dan religi
  • Misteri
  • Erotic
  • Dan lain sebagainya

Jika kamu merasa tidak ada satu pun dari tema  penulisan novel romantis di atas yang sesuai dengan dirimu, tidak masalah. Kamu dapat mengekplorasi tema yang paling ideal bagimu dengan cara kembali kepada jenis novel romantis yang paling kamu gemari.

Kamu tentu memiliki cukup banyak pengetahuan dalam genre tersebut, kan?

Artinya jika kamu menyukai tema cerita romantis remaja, kamu pasti memiliki cukup banyak wawasan mengenai tema ini. Atau jika kamu misalnya menyukai tema misteri dan supranatural, maka kamu juga bisa mengeksplorasi kemampuanmu dalam tema tersebut.

Jadi langkah pertama yang harus kamu lakukan sebagai cara membuat cerita novel yang menarik untuk genre romantis dalah dengan memilih temanya terlebih dahulu.

Pastikan kamu memilih tema yang paling menarik hatimu, ya.

Atur dan Tetapkan Latar Belakang Cerita

Source: Unsplash

Setelah kamu menetapkan tema novel romantis yang akan kamu tulis, sekarang waktunya untuk mengatur setting ceritanya sendiri. Menetapkan setting dalam cara membuat novel kisah cinta yang kuat bisa kamu lakukan misalnya dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut;

  • Dimana kisah cinta romantis yang akan kamu ceritakan berlangsung?
  • Apakah tempat tersebut bisa membantu membangun ikatan yang kuat bagi karakter cerita dalam perjalanan cintanya?
  • Seberapa baik pengaruh tempat tersebut untuk membangun kesan cerita romantis yang diceritakan?
  • Apakah kamu cukup mengetahui tempat yang kamu pilih sebagai setting itu?

Memilih setting yang tepat adalah kunci lain dari cara menulis novel yang bagus dalam genre apa pun, terlebih-lebih dalam genre romantis.

Ketika kamu mengambil setting kota Paris yang sudah terkenal dengan romantisnya, tentu saja akan memiliki perbedaan dengan misalnya kamu memilih kota Ulan Bator dimana kisah Jengis Khan ada di tiap sudut kota.

Setting juga tidak melulu membahas mengenai tempat. Dalam setting kamu juga dapat menentukan apakah kisah romantismu terjadi pada masa silam. Jika tahun 1970-an yang menjadi pilihan waktumu, maka kamu ada dalam sebuah waktu dimana model celana cut bray, rambut kribo, dan image romantisme lainnya sedang eksis.

Artinya kamu penting untuk mengeksplorasi simbol romantisme pada masa itu untuk menyempurnakan pesan romantic yang kamu sampaikan.

Di samping waktu dan tempat, setting juga berbicara tentang budaya, adat istiadat, pandangan politik, keyakinan dan lain sebagainya. Nah, ini juga bisa kamu munculkan sebagai cara menulis novel yang menarik.

Kekangan budaya, ikatan adat istiadat, pertentangan pandangan politik dan keyakinan yang dieksplorasi dengan baik akan membuat novel romantismu semakin kuat dan berkesan dalam pikiran pembaca.

Jadi, eksplorasilah settingnya sebaik mungkin.

BACA PULA:

Ciptakan Pasangan Kekasih yang Kuat

Source: Unsplash

Tidak diperdebatkan lagi bahwa unsur paling penting dari sebuah novel romantis adalah karakternya sendiri, tokohnya sendirilah yang membuat romantisme dalam cerita mengalir demikian kuat ke benak pembaca.

Tapi, bagaimana caranya?

Karakter dalam novel romantis harus mampu membuat pembaca ‘jungkir balik’ karena peran yang mereka lakukan dalam cerita. Cara menulis cerita novel yang romantis haruslah menitikberatkan pada bagaimana kamu membuat karakter cerita menjadi sangat dominan dalam perasaan pembaca.

Sebagai sebuah cerita tentang cinta dan romantisme, kamu tentu harus menjadikan sentral cerita pada sepasang karakter kekasih.

Nah, menggambarkan tokoh laki-laki mau pun tokoh perempuan yang menjadi kekasih dalam cerita romantis membutuhkan fokus yang serius supaya mampu mendukung jalannya cerita secara sempurna.

Untuk mengembangkan karakter utama dalam cerita, cara membuat novel cinta yang bisa kamu lakukan adalah dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini.

Karakter Utama Pria (Sang Arjuna)

Source: Unsplash
  • Kesampingkan dulu persepsi bahwa karakter pria harus memiliki wajah tampan, body atletis seperti binaraga dan sikap yang sangat jantan menyapu karakter utama wanita. Penokohan dalam cerita romantis bukanlah tentang ketampanan dan gerakan dramatis, ini adalah tentang kedalaman emosi dan kepekaan perasaan.
  • Buat tokoh utama pria memiliki masa lalu yang sulit. Kamu bisa membuat masa lalunya yang pernah patah hati, dikhianati, masa kecil yang sulit, mengalami kejadian traumatik dan lain sebagainya. Memberi masa lalu yang sulit bagi karakter utama pria adalah cara mudah memperdalam karakter tokoh sekaligus tips dan cara menulis cerita novel romantis yang umum dilakukan.
  • Setelah karakter utama atau Sang Arjuna bertemu dengan kekasihnya (Sang Dewi) buat ia mengalami perubahan drastis. Kamu dapat menggambarkan bagaimana terpengaruhnya sang Arjuna dengan sosok Dewi yang ditemuinya.

Karakter Utama Wanita (Sang Dewi)

Source: Unsplash
  • Seperti halnya menggambarkan sosok tokoh utama pria atau sang Arjuna. Kecantikan fisik dan tubuh yang aduhai bukanlah point utama dalam menulis cerita romantis. Kamu dapat mengeksplorasi makna romantisme yang lebih dalam dan jauh dari sekedar itu.
  • Hadirkan pula permasalahan untuk karakter utama wanita seperti persoalan finansial, ekonomi atau pun terlahir dari keluarga yang broken home.
  • Berikan sifat karakteristik yang kuat dalam dirinya, yang sifat ini mampu memberi pengaruh sangat besar pada Sang Arjuna.

Mempertemukan karakter utama pria dan wanita dalam penulisan novel romantis harus pula disertai dengan motivasi dan kekurangan mereka yang realistis. Buat mereka juga memiliki hubungan yang dinamis, yang tidak melulu berisi simfoni keindahan dan moment indah, namun juga tantangan, kesedihan dan air mata.

Pada akhirnya dalam karakter cerita yang romantis, semakin realistis karakter yang bisa kamu bangun, maka semakin dekatlah ia dalam benak pembaca.

Jangan Abaikan Peran Karakter Pembantu

Source: Unsplash

Setelah kamu mencurahkan fokus yang besar dalam tokoh utama cerita, bukan berarti tokoh pembantu tidak lagi penting. Bahkan tanpa kehadiran tokoh pembantu atau karakter sekunder, penulisan novel romantis yang sempurna tidak bisa dilakukan.

Langkah dan cara membuat cerita novel menarik selanjutnya adalah memperhatikan bahwa karakter pembantu sangat penting nilainya. Karakter-karakter sekunder atau pembantu ini dapat larut dalam berbagai sosok seperti saudara, sahabat, teman sekelas, orang tua, saingan, musuh bebuyutan dan lain sebagainya.

Karakter pembantu yang paling umum diaplikasikan dalam novel romantis adalah sosok sahabat.

Sosok ini kadang digambarkan sebagai seseorang yang agak aneh, lucu dan semacamnya. Kamu bisa menemukan contoh tokoh sekunder semacam ini pada banyak novel yang memang telah menjadi formula dan cara membuat novel komedi romantis yang populer.

Namun, ada satu hal yang harus kamu perhatikan.

Bahwa menulis karakter sekunder atau pembantu haruslah dapat disesuaikan porsinya. Jangan sampai pembaca justru terlalu banyak berinteraksi dengan karakter pembantu dibandingkan karakter utama cerita.

BACA JUGA:

Pergunakan Kiasan dan Fakta yang Sudah Terbukti Kebenarannya

Source: Unsplash

Kemudian langkah yang juga bisa kamu gunakan dalam menulis novel romantis adalah dengan mempergunakan kiasan dan fakta yang sudah banyak terbukti kebenarannya.

Bagaimana maksudnya?

Ini adalah sesuatu yang mudah dilakukan, dan karena itu ia disebut klise. Akan tetapi jangan remehkan kemampuannya dalam membentuk cerita romantis yang populer dan menyentuh hati. Sudah sangat banyak jalan cerita yang berpedoman pada kiasan semacam ini menuai kesuksesan besar.

Beberapa kiasan dan ungkapan yang dapat menjadi ide penulisan cerita novel romantis misalnya adalah sebagai berikut;

Sahabat Menjadi Kekasih

Hubungan persahabatan yang kemudian berubah menjadi hubungan asmara adalah sesuatu yang umum terjadi. Dan ini juga umum terjadi di dunia nyata.

Jadi, kamu dapat menyusun sebuah novel romantis berdasarkan kiasan semacam ini. Sebuah persahabatan antara sepasang pria dan wanita yang salah satu di antara keduanya, atau keduanya sekaligus, memendam perasaan cinta pada yang lain.

Musuh Menjadi Kekasih

Source: Unsplash

Musuh menjadi kekasih dapat terjadi dalam banyak cerita, dan kamu pasti sering menemui novel romantis yang seperti ini.

Cara membuat novel remaja kadang mengadopsi kiasan ini dimana sepasang kekasih yang saling bermusuhan kemudian lama kelamaan berubah menjadi saling peduli, berpacaran kemudian mengharu biru dalam cinta masa SMA.

Satu Menyembuhkan yang Lain

Kiasan lain yang terbukti cukup ampuh dan terbukti kebenarannya adalah satu menyembuhkan yang lain. Ini seperti tokoh utama pria mengalami cidera atau trauma kemudian dirawat oleh tokoh utama wanita yang kemudian di antara mereka tumbuh benih-benih cinta.

Pilihan Abadi

Kiasan yang terakhir adalah sebuah kisah cinta dimana tokoh utama pria dan wanita yang telah bersama dalam cinta kemudian terpisah jauh. Perpisahan ini bisa terjadi puluhan tahun, atau  oleh satu sebab yang lebih dramatis semacam amnesia, demensia dan lain sebagainya.

Intinya adalah, setelah perpisahan itu berakhir, pilihan sepasang kekasih itu tetap sama yang menggambarkan bahwa mereka memang adalah sepasang belahan jiwa.

Buat Kisah Cintamu Berakhir Bahagia

Source: Unsplash

Jika kamu menulis novel romantis untuk yang pertama kalinya, maka penting bagimu untuk membuatnya berakhir dengan kebahagiaan atau happy ending.

Akhir yang indah adalah pesan rahasia dari cara menulis novel romantis yang banyak disepakati penulis. Ini adalah upaya untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa seberapa pun hebatnya badai yang menghalangi mereka, karakter utama pria dan wanita memang ditakdirkan untuk saling cinta. Mereka akan berakhir dalam dekapan satu sama lain.

Namun, apakah novel romantis harus seperti itu?

Sebenarnya tidak juga, namun akhir yang indah lebih banyak disukai pembaca.

Pasangan karakter utama bisa saja tidak bersatu selamanya kemudian hidup bersama anak-anak mereka yang cantik dan lucu.

Akan tetapi harus ada satu momen setelah badai melanda, harus ada satu waktu setelah segala pekik luka nestapa, bahwa mereka bersama dan menunjukkan betapa besarnya cinta di antara mereka.

BACA PULA:

Hati-hati Menggambarkan Romantisme yang Intim

Source: Unsplash

Langkah sekaligus tips yang terakhir sebagai cara menulis novel untuk pemula dalam genre romantis ini adalah; berhati-hatilah ketika kamu memutuskan menggunakan adegan intim.

Hal seperti ini menarik karena beberapa penulis mengatakan adegan intim dan seks itu diperlukan untuk membangun karakter dan menunjukkan bahwa mereka juga saling menginginkan secara fisik, bukan hanya hati dan perasaan semata.

Tentu saja ini tidak masalah, setiap penulis memiliki prinsip dan gaya menulisnya sendiri-sendiri.

Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah ketika kamu menulis bagian ini dengan porsi yang berlebihan.

Penggambaran yang terlalu vulgar justru akan menciderai makna romantisme itu sendiri. Alih-alih menulis novel romantis yang baik, adegan vulgar yang over akan membuat novel romantismu berubah menjadi buku porno.

Saya adalah penulis yang memilih untuk tidak menggambarkan adegan intim dalam novel-novel yang saya tulis. Romantisme bisa terbangun dengan cara tidak harus bersifat seksual. Merapi Barat Daya adalah novel petualangan romantis, namun kamu tidak akan menemukan satu adegan seks pun dalam novel setebal 400 halaman tersebut.

Tapi intinya kamu bebas untuk memasukkan adegan intim atau tidak dalam novel romantis yang kamu tulis karena Sekali lagi semua penulis memiliki gaya dan prinsip mereka masing-masing.

Namun yang pasti, jika kamu memang ingin melakukannya, lakukanlah dengan hati-hati.

BERANI?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 IDE CERITA FIKSI FANTASI UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL

Setelah sebelumnya Penulis Gunung ID memberikan kamu 15 ide cerita fiksi untuk genre romantis, kali ini adalah kabar gembira untuk kamu yang suka menulis fantasi. Ada 15 contoh ide cerita fantasi yang bisa kamu eksekusi dengan mudah menjadi novel atau pun hanya sebuah cerpen.

Nah, apa sajakah ide cerita tersebut?

Berikut uraian selengkapnya.

15 Ide Cerita Fiksi untuk Inspirasi Menulis Novel Fantasi

Untuk berbagai kategori fiksi yang kamu pilih, selalu ada contoh ide cerita yang menarik dan bisa kamu ikuti dengan mudah. Apakah kamu suka menulis genre fiksi romantis, genre misteri atau horor, atau bahkan genre fantasi sekali pun, Penulis Gunung mengumpulkan beberapa ide menarik yang bisa kamu gunakan.

Sebelum membahas apa saja ide cerita fiksi fantasi yang bisa kamu kembangkan, yuk, berkenalan lebih dekat dulu dengan apa itu genre fantasi.

BACA JUGA:

Pengertian Genre Fiksi Fantasi

Photo by Ferdinand Studio

Fantasi adalah istilah lain yang lebih umum digunakan dalam penulisan karya sastra selain imajinasi. Sementara imajinasi sendiri adalah bentuk paling murni dari kemampuan seorang penulis dalam merekayasa berbagai percikan khayalan yang ia miliki.

Pendek kata, penulisan fiksi jenis fantasi adalah tulisan paling ‘hidup’ untuk sesuatu yang bersifat khayalan murni.

Akan tetapi secara umum, penulisan genre fantasi dimaksudkan sebagai penulisan yang berhubungan dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata, tidak benar-benar ada dan hanya adalah imajinasi penulis saja.

Namun, jika boleh mengartikan genre ini menjadi sedikit lebih spesifik, mungkin artinya adalah penulisan yang berhubungan dengan makhluk rekaan, sihir, magic dan kemampuan yang melebihi realitas logika. Secara teori, genre fantasi adalah samudra penulisan yang tidak terbatas untuk diarungi oleh penulis mana pun.

Nah, bagaimana cara menuliskannya?

Beberapa Tips Penting Menulis Cerita Fiksi Fantasi

Photo by Pixabay

Seperti halnya cerita fiksi lainnya, ide cerita fiksi bersumber dari imajinasi sang penulis itu sendiri. Dalam genre fantasi, imajinasi memainkan peranan yang lebih besar dibandingkan genre lain seperti fiksi sejarah atau semacamnya.

Dikarenakan ide cerita ini yang bersumber pada imajinasi dan khayalan yang murni, dalam mengeksekusinya menjadi cerita yang menarik, tentu saja ada beberapa hal penting yang dapat dilakukan.

Dengan penulisan fiksi fantasi yang jangkauannya sangat luas, kamu perlu melakukannya dengan sangat fokus dan konsentrasi pada satu orientasi. Tema cerita fiksi yang luas bisa menjadi jebakan dan membuat ceritamu menjadi terlalu abstrak jika tanpa konsentrasi.

 Nah, untuk membuatnya menjadi lebih mudah, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

  • Bangun sebuah dunia yang sepenuhnya unik dan menarik dalam cerita.
  • Tulis sebuah cerita yang kamu juga ingin membacanya. Jadi, jika kamu ingin membaca sebuah cerita tentang naga terbang dengan mulut berapi yang menyembur, maka kamu sebaiknya menulis cerita fantasi serupa.
  • Pilih cerita fantasi sebuah perjalanan petualangan yang memberikan hasil tak terduga dan sama sekali berbeda.
  • Keluar dari kebiasaan menulis cerita yang datar. Ini fantasi dan imajinasi, biarkan khayalanmu terbang setinggi langit.
  • Gunakan nama-nama yang unik dan menarik. Kamu bisa melihat contohnya pada buku fantasi populer seperti Harry Potter, The Lord of the Ring, The Hobbit, Narnia dan lain sebagainya. Buat nama tempat dan nama tokoh seunik itu.
Source:CNN Indonesia
  • Jangan lupakan keragaman. Ide cerita fantasi yang baik haruslah mencakup keragaman manusia baik ras, agama, dan kebudayaan. Jadi, jika kamu mengambil karakter berkulit hitam sebagai tokoh utama, jadikan pula karakter berkulit putih sebagai lawan mainnya.
  • Kembangkan berbagai bahasa yang unik, gaul dan mungkin saja dapat menjadi trend di depan cerita.
  • Hindari menggunakan kata-kata yang terlampau umum jika obyeknya tidak ada di dunia nyata. Misalkan kamu membuat karakter mobil yang mampu berpikir, jangan menyebutnya sebagai ‘si Mobil Berpikir’ atau ‘si Mobil Jenius’, namun cari istilahnya yang lebih keren seperti Pluto, Dam-Dam dan lain sebagainya.
  • Buat jadwal menulis yang disiplin dengan deadline, kemudian sedapat mungkin untuk mematuhinya supaya buku cerita fantasimu bisa segera selesai dan dibaca oleh orang lain.

15 Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi yang Menarik

Source: Goodfon

Membuat cerita fiksi fantasi sekarang dapat kamu eksekusi dengan lebih gampang.

Caranya?

Kamu tinggal mengembangkan beberapa premis berikut yang sudah menjadi garis besar cerita. Selanjutnya, biarkan kreativitas, imajinasi dan intuisimu yang mengerjakan tugasnya sebaik mungkin.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 1

Photo by Luca Dross

Tulis sebuah cerita fantasi yang berawal dari seorang tokoh yang penasaran dengan keberadaan dunia sihir dan cenderung tidak mau meyakininya. Tokoh utama ini kemudian memulai petualangan untuk mencari jawaban atas rasa penasarannya.

Ia mulai menjelajahi hutan belantara, mendatangi kota hantu bahkan berteman dengan banyak pesulap untuk melihat apa yang mereka bisa lakukan. Namun tanpa ia sangka, petualangan tokoh utama justru berakhir di keluarganya sendiri yang ternyata adalah keturunan para penyihir yang terkenal.

Bahkan tanpa ia sadari, tokoh utama cerita sendiri adalah pewaris ilmu sihir paling hebat di dunia.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 2

Tulis sebuah cerita yang tokoh utamanya adalah seorang pembohong besar.

Kamu dapat menggambarkan bahwa karakter utamamu tak pernah mau mengalah ketika  bercerita pada sahabatnya sehingga mengarang banyak hal, termasuk kabin di tengah hutan yang di sekelilingnya terdapat danau dengan ratusan ular berbisa.

Kemudian pada suatu hari, karakter utama ceritamu terbangun dan menemukan semua kebohongan yang ia ceritakan telah berubah menjadi kenyataan.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 3

Photo by Enric Cruz Lu00f3pez

Tulis sebuah buku dengan karakter utama yang terbangun pada suatu hari dan menemukan bahwa semua orang yang ia temui menggunakan bahasa yang aneh dan tidak ada dalam kamus mana pun.

Bahasa itu baru pertamakali didengar oleh si karakter utama cerita. Namun anehnya, ia merasa mengetahui semua maksudnya, termasuk bisa pula mengucapkannya.

Karakter utama tidak menyadari dimana sebenarnya ia berada sampai sebuah kejadian membuat ia sadar bahwa ia tidak berada di dunia nyata yang sesungguhnya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 4

Kali ini kamu bisa membuat contoh cerita fiksi pendek tentang karakter utama cerita yang tinggal di sebuah desa tanpa api. Satu-satunya sumber api di desa itu  berupa batu lahar baru saja habis karena kesalahan satu warga desa yang tidak sengaja melemparkannya ke dalam sumur tua.

Untuk mendapat api guna membantu kehidupan warga desa, tokoh utama terpilih untuk mencari batu lahar lainnya. Di luar dugaan, ia menemukan batu lahar itu di sebuah goa yang jauhnya tujuh hari perjalanan dari desanya. Namun, ketika ia memasuki goa, ternyata batu-batu lahar yang ia cari dijaga oleh 3 puteri duyung dan sekawanan srigala laba-laba.

BACA PULA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 5

Photo by Tom Swinnen

Tulis sebuah cerita fantasi tentang tokoh utama yang berprofesi sebagai tukang sulap keliling untuk menghibur anak-anak. Di samping melakukan sulap untuk pesta ulang tahun, tokoh utama juga membuka kelas sulap bagi siapa pun yang tertarik untuk melakukan sulap dengan tujuan menghibur.

Suatu hari, tokoh utama kedatangan seorang anak yang tampak bodoh namun ingin diajari sulap. Namun di luar dugaan, anak tersebut mampu menguasai berbagai jenis sulap dengan cepat bahkan mengalahkan tokoh utama. Anak itu kemudian memiliki kekuatan yang besar dan mampu membuat kekacauan di dunia.

Sekarang, buat karakter utama harus bertarung melawan anak itu untuk menyelamatkan dunia.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 6

Tulis sebuah buku tentang karakter utama yang mengalami perubahan drastis dalam hidupnya saat kedua orang tuanya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Di tengah kebingungan dan kebimbangan, seorang teman ayahnya datang dan mengatakan bahwa kedua orangnya belum tewas tetapi disandera oleh sebuah kekuatan sihir yang sangat kuat.

Satu-satunya jalan untuk melepaskan sihir yang menyandera orang tuanya, karakter utama harus masuk ke sebuah dunia dan belajar sihir di sana.

Akan tetapi untuk melakukan itu, ternyata karakter utama dituntut untuk membunuh seekor naga terlebih dahulu yang tinggal di lantai bawah rumahnya sendiri.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 7

Photo by Martin Damboldt

Tulis sebuah cerita yang karakter utamanya adalah seorang pemuda yang tinggal di sebuah kota besar dan memutuskan untuk mengunjungi rumah pamannya di sebuah kota sangat terpencil.

Saat tiba di kota tersebut dan masuk ke sebuah kedai, tokoh utama tanpa sengaja telah meminum sebuah cairan ajaib yang membuat ia bisa melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, termasuk dengan melakukan teleportasi atau petualangan waktu.

Hal tak terduga kemudian terjadi karena teryata cairan itu hanya memiliki keajaiban selama 7 hari saja, selebihnya ia akan kadaluwarsa. Namun, tokoh utama sudah terlanjur bertualang kemana-mana dan ia terjebak pada petualangan terakhir yang mungkin akan membuat ia tak bisa pulang selamanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 8

Tulis sebuah cerita tentang sebuah kaum yang dapat mengendalikan api, membuatnya, dan mereka  hidup dalam lingkungan tersebut. Persis seperti kisah Avatar yang mungkin pernah kamu saksikan sebelumnya.

Sayangnya, masa kerajaan api akan berhampir karena badai es yang akan membekukan semuanya sudah ada di depan mata. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan bangsa pengendali api itu dari kepunahan yaitu jika mereka menemukan manusia yang memiliki api abadi dalam dirinya.

Dan manusia yang dimaksud itu adalah tokoh utama ceritamu, orang yang sebelumnya tidak mengerti sedikit pun tentang kaum api.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 9

Photo by Pixabay

Sekarang tulis sebuah cerita dimana tokoh utamamu terlahir sebagai orang yang ada di tengah-tengah bangsa penyihir. Sihir ada dimana-mana dan semua orang bisa melakukan sihir. Sihir telah menjadi tontonan dan alat untuk berjual beli, sihir benar-benar hidup pada bangsa tersebut.

Akan tetapi karakter utama ceritamu justru tidak memiliki kekuatan sihir. Ia adalah satu-satunya yang tidak bisa menggunakan sapu terbang, bersulap atau pun punya binatang peliharaan yang bisa berbicara. Namun ternyata karaktermu tidak menyadari jika sesungguhnya ia adalah pemilik ilmu sihir terhebat di sana.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 10

Tulis sebuah cerita fantasi tentang portal menuju dunia lain yang sangat bertolak belakang dengan kondisi dunia nyata. Dunia di seberang portal penuh dengan kekuatan magic, binatang eksotis, centaur dan pegasus, puteri duyung dan naga, hilir mudik di antara manusia.

Tokoh utama ceritamu tanpa sengaja menyeberangi portal ketika bertualang terlalu jauh saat berkemah. Di tempat yang asing dan misterius itu, tokoh utama justru terperangkap dan tidak bisa pulang.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 11

Photo by Pixabay

Tulis sebuah buku dengan tokoh utamamu adalah seorang peneliti yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang suatu masyarakat yang tinggal di tengah hutan lebat. Masyarakat ini sama sekali tak tersentuh dan banyak peneliti sebelumnya yang tidak pernah kembali setelah ditugaskan untuk menyelidiki mereka.

Ketika tokoh utama cerita dan beberapa orang dari tim sedang berada jauh di dalam hutan yang sangat luas, tanpa sengaja mereka terlihat oleh salah satu penduduk dari masyarakat itu. Dan ini adalah sesuatu yang terlarang dan fatal karena ternyata mereka memiliki kekuatan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Misi penelitian tokoh utamamu sekarang berubah menjadi upaya untuk menyelamatkan diri.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 12

Tulis sebuah buku yang menceritakan bahwa karakter utama cerita menjadi salah satu kru kapal yang terdampar di pulau tak berpenghuni. Lambung kapal yang pecah dan tiang layar yang patah memaksa kru kapal untuk mencari bantuan ke daratan. Sayangnya di daratan mereka menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda.

Binatang di pulau itu berukuran raksasa dan bentuknya lebih menyerupai monster yang haus darah. Namun, yang paling berbahaya justru adalah manusianya yang bentuk dan kebiasaan mereka sangat jauh berbeda dengan bangsa manusia dari sudut bumi mana pun.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 13

Photo by Susanne Jutzeler

Tulis sebuah cerita kerajaan yang dikuasai oleh binatang raksasa yang bisa mengeluarkan racun mematikan melalui semburan dari mulutnya. Binatang itu meminta tumbal setiap tahun berupa ternak-ternak dan seorang gadis belia yang harus diberikan tepat saat bulan purnama.

Tokoh utama cerita terbangun di sebuah tempat yang ia tak tahu ada dimana. Ia kemudian berjalan ke kota terdekat dimana semua penduduk sangat membenci dirinya. Tetapi di luar dugaan, karakter utama ceritamu adalah satu-satunya manusia yang masih hidup setelah mendapat serangan binatang raksasa pembunuh itu.

Dan takdirnya sudah ditentukan bahwa siapa pun yang bisa selamat dari semburan binatang itu, adalah orang yang bisa mengalahkannya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 14

Tulis sebuah cerita fiksi dimana karakter utama terjebak dalam sebuah peperangan dua bangsa besar yang saling membenci. Kekuatan bangsa itu tidak terbayangkan, mereka bisa menggenggam petir dan mampu bula mencabut sebatang pohon besar hanya dengan memerintahkannya.

Namun ternyata kedua bangsa diadu domba oleh makluk jahat yang hidup dalam sebuah goa air terjun terbuat dari permata. Karakter utama ceritalah yang kemduian menjadi pemandu kedua bangsa itu untuk mengalahkan si makhluk jahat di sana.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 15

Photo by Alesia Kozik

Untuk contoh cerita fiksi fantasi yang terakhir adalah kamu bisa menuliskan tentang tokoh utama cerita yang terlahir dalam keadaan cacat, tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan dengan sempurna. Oleh karena penampilannya yang cacat itu, ia dikucilkan dan sering menjadi bahan cemoohan masyarakat.

Akan tetapi ketika desa tempat ia tinggal dilanda bencana dan wabah, hanya tokoh utama yang tidak ikut tertular.

Hal ini membuat orang-orang menaruh curiga dan menuduhnya sebagai penyihir. Dalam rasa putus asa dan kesedihan karena diusir oleh penduduk desa, tokoh utama menemukan dirinya benar-benar memiliki kekuatan yang tidak pernah ia bayangkan sebalumnya.

BACA PULA:

Nah, itu adalah 15 contoh ide cerita fiksi fantasi yang tentunya dapat kamu kembangkan menjadi cerita yang lebih utuh baik berupa novel atau pun hanya sekedar cerpen.

Oh ya, jika kamu membutuhkan mentor untuk membantumu menyelesaikan penulisan bukumu supaya lebih efisien dan lebih cepat selesai, kamu bisa menghubungi Penulis Gunung, ya.

InsyaAllah saya akan membantu kamu dengan senang hati.

BERANI?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 CONTOH IDE CERITA YANG MENARIK UNTUK GENRE FIKSI ROMANTIS

Jadi, kamu tertarik untuk menulis novel romantis dan sedang mencari ide cerita yang menarik?

Kamu beruntung karena Penulis Gunung baru saja mengumpulkan 15 contoh ide cerita yang menarik khusus untuk genre romantis. Ide ini adalah garis besar cerita yang tinggal kamu kembangkan saja. Dengan sentuhan penulisan yang khas, semua ide cerita romantis ini bisa menjadi mahakarya.

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Jika kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya

15 Contoh Ide Cerita yang Menarik Kategori Fiksi Romantis

Menemukan ide cerita dalam menulis fiksi kadang terlihat demikian sulit bagi beberapa penulis pemula, bahkan untuk yang sudah berpengalaman sekali pun. Adanya contoh ide cerita fiksi  akan sangat membantu dalam hal ini. Kamu hanya perlu mengkombinasikannya dengan imajinasimu untuk membangun cerita yang sempurna.

Nah, sebelum Penulis Gunung memberikan 15 contoh ide cerita novel atau cerpen yang bisa kamu gunakan dengan gampang. Yuk, refresh kembali proses dan teknis menulis cerita fiksi romantis.

BACA JUGA:

Apa Itu Novel Fiksi Romantis?

Dari Wikipedia, pengertian fiksi roman digambarkan sebagai rekaan yang menggambarkan kronik karakter secara detail, rinci, dan mendalam. Roman fiksi juga digambarkan sebuah gaya bercerita yang tidak hanya memfokuskan pada bentang waktu karakter utamanya, namun juga secara keseluruhan.

Namun demikian, fiksi selalu dinamis dan tidak ada aturan yang kaku mengekang.

Kamu dapat menulis fiksi sebebas elang  terbang untuk merentangkan imajinasimu. Ide cerita dan bagaimana kemudian kamu menuliskannya, adalah yang akan menentukan kualitas cerita.

Bagaimana Menulis Buku Fiksi Romantis?

Photo by Alejandro Avila

Genre fiksi romantis memang tergolong genre popular dalam penulisan novek fiksi. Namun, itu bukan berarti kamu dapat mengeksekusinya sambil bermalas-malasan. Bahkan pada langkah yang pertama untuk menemukan ide cerita saja beberapa penulis terkadang sudah menemui kendala.

Penulisan cerita romantis fiksi juga tidak dapat diterjemahkan dengan cara-cara yang terlalu klise dan biasa. Tidak ada salahnya dengan mengangkat ide cerita cinta segitiga, hubungan terlarang, cinta ditentang orang tua dan lain sebagainya. Namun, untuk membuatnya lebih dari sekedar menulis kamu harus benar-benar membuatnya menjadi roman yang utuh.

Dan ingat, menulis romantis beda dengan menulis adegan seks atau porno, ya.

Penulis hebat dapat menciptakan romantisme yang sejati tanpa sedikit pun menyinggung aktivitas seksual.

Romantisme yang kuat lahir dan mengikat emosi pembaca, menarik pembaca untuk ikut hanyut dalam cerita, merasakan gelombang imajinasi dan gejolak untuk marah, untuk rindu, untuk dendam dan untuk merelakan dalam waktu sama.

Tentu saja ini tidak mudah, namun dengan contoh ide cerita dan tema yang tepat, kamu akan lebih mudah untuk mencobanya.

15 Contoh Ide Cerita untuk Fiksi Romantis

Photo by Maksim Goncharenok

Setelah kamu bertekad untuk menulis sebuah cerita fiksi romantis secara serius, berikut adalah beberapa contoh ide cerita pendek yang tentu saja harus kamu kembangkan lagi sesuai dengan imajinasimu sendiri.

Kamu bisa memilih salah satu atau mengkombinasikan beberapa di antaranya.

BACA PULA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 1

Tulis sebuah cerita yang menempatkan karakter utama kamu sebagai seseorang yang beranggapan bahwa pernikahan adalah hal sakral, terhormat dan terikat selamanya. Buat prinsip ini dipegang sangat erat oleh karakter utama.

Akan tetapi beberapa waktu kemudian, tiba-tiba muncul seseorang dari masa lalunya tepat di saat sang karakter utama sudah bertunangan dan akan segera menikah dalam beberapa bulan ke depan. 

Bagaimana pun setelah itu, situasinya menjadi sangat jauh berubah.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 2

Photo by picjumbo

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama sedang berlibur ke sebuah wilayah terpencil sebagai reward baginya yang telah lulus kuliah dan bersiap untuk mencari pekerjaan atau meneruskan perusahaan keluarga.

Gambarkan bahwa kota kecil itu dalam perkiraan tokoh sebagai tempat yang benar-benar terpencil dan tidak tersentuh. Namun, ia menemukan hal yang mengejutkan setelah tiba di sana. Termasuk berjumpa dengan seseorang yang akan mengubah rencana dan prinsip hidup si tokoh utama selamanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 3

Tulis sebuah cerita romantis dimana tokoh utama dibesarkan dalam sebuah istana yang ia sendiri akan meneruskan kekuasaan dan pemerintahan. Lingkungan itu menanamkan pandangan hidup bahwa jatuh cinta bagi si tokoh utama adalah sesuatu yang berbahaya dan tidak boleh dilakukan, karena dapat mempengaruhi rencana pemerintahannya.

Hal ini kemudian berubah dengan drastis ketika seorang tamu mereka dari negeri yang jauh datang menghadiri pesta istana sambil memboyong puteri cantiknya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 4

Photo by Valentin Antonucci

Tulis sebuah cerita bagaimana sulitnya untuk melangsungkan pernikahan dalam lingkungan dimana karakter atau tokoh utama cerita tumbuh. Pengantin pria diwajibkan untuk mengumpulkan 500 gram emas dan uang ratusan juta rupiah.

Beruntungnya tokoh utama ceritamu mendapatkan bantuan dari pamannya untuk melangsungkan pernikahan.

Namun ketika hari pernikahan akan berlangsung, paman tokoh utama ditangkap polisi karena kasus perampokan dan pencurian beberapa tahun sebelumnya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 5

Tulis tentang tokoh utama cerita kamu yang menemukan sepasang sepeda tua di tengah hutan. Sepeda itu sudah benar-benar tua sehingga di antara rangkanya yang dirantai telah tumbuh dua batang pohon cemara. Di dalam salam satu keranjang sepeda, tokoh utama cerita menemukan sebuah surat yang dimasukkan ke dalam botol kaca.

Tokoh utama memutuskan untuk mengembalikan surat tersebut kepada pemiliknya, namun ternyata ia menemukan bahwa ternyata surat ini menyimpan cerita yang luar biasa.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 6

Photo by jasmin chew

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita adalah seseorang yang mempunyai karir cemerlang di perusahaan. Ia sebentar lagi akan naik pangkat dan dipromosikan. Untuk mencapai hal ini, tokoh utama harus mengorbankan segala sesuatunya, termasuk niatnya untuk meminang kekasih hatinya.

Akan tetapi tanpa diduga-duga, bos perusahaan tempat tokoh utama bekerja datang dan meminta orang baru untuk mengisi posisi yang sebelumnya akan diberikan pada tokoh utama. Tokoh utama pun sangat kecewa dan berusaha keras menjatuhkan si pendatang baru. Namun lama-kelamaan, justru ia jatuh cinta padanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 7

Tulis sebuah buku dimana tokoh utama dan pasangannya telah hidup bersama semenjak kecil. Namun karena musibah besar, keduanya kemudian terpisah hingga mereka sama-sama dewasa. Dalam sebuah acara tanpa direncanakan, keduanya bertemu bersama calon pasangan mereka masing-masing.

Namun ternyata tokoh utama dan pasangannya masih merasakan kobaran cinta mereka masa kecil. Mereka kemudian berjuang, bertarung untuk bisa hidup bersama kembali.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 8

Photo by mali maeder

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita menerima sebuah paket yang salah alamat. Isi paketan tesebut adalah seuntai kalung, selembar sajadah dan setumpuk surat.

Surat-surat tersebut ternyata diperuntukkan kepada satu orang. Isinya penuh dengan kata-kata cinta, harapan, kerinduan, dan cita-cita untuk hidup bersama.

Tokoh itu kemudian memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk memberikan surat itu kepada alamat sebenarnya sekaligus juga mencari tahu kehidupan cinta mereka.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 9

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita hidup pada zaman perbudakan dan perdagangan manusia. Siapa pun yang terlahir bukan dari golongan kaya dan terpandang, sudah biasa diperjualbelikan sejak usianya 10 atau 15 tahun. Tokoh utama cerita pada usianya yang ke 26 tahun, sudah menjalani kehidupan perbudakan sebanyak 6 kali. Ia menjadi budak dan bekerja keras di berbagai tempat.

Pada perdagangan yang ke-7, ia kemudian dibeli oleh seseorang bangsawan kaya raya dan diajak tinggal di istana mereka. Si bangsawan memiliki puteri yang cantik jelita yang dengan segera jatuh cinta kepada tokoh utama.

Namun status tokoh utama sebagai budak dan puteri itu sendiri sudah akan dipinang oleh saudagar muda yang lain, membuat semuanya menjadi sangat berbahaya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 10

Photo by Tobias Bju00f8rkli

Tulis sebuah cerita yang belatar belakang abad pertengahan dimana kerajaan dan kuda-kuda masih berkeliaran. Tokoh utama hidup dalam lingkungan yang sangat ketat dan tegas memegang peraturan. Siapa pun yang mencuri dan merampok, akan dipenjara seumur hidup atau bahkan dihukum mati.

Suatu ketika seorang pencuri masuk ke rumah  tokoh utama dan menguras barang berharga mereka. Malangnya ia dipergoki oleh tokoh utama.

Bukannya menangkap pencuri tersebut, tokoh utama justru jatuh cinta dengan sang perampok karena mengetahui alasan ia melakukan perampokan dan pencurian.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 11

Photo by Johannes Plenio

Tulis sebuah cerita yang menggambarkan bahwa tokoh utama adalah orang yang buta semenjak lahir namun ia memiliki ingatan dan penciuman yang kuat. Pada usia 20 tahun, ia kemudian menjalani operasi donor mata dan bisa melihat.

Di luar dugaan, ia ternyata mendapatkan donor mata dari seseorang yang tidak dikenalnya.

Merasa penasaran, tokoh utama pun melakukan perjalanan untuk mencari tahu siapa yang telah merelakan matanya untuk didonorkan padanya. Tanpa ia sangka, sosok yang mendonorkan mata itu adalah orang yang ia kenal sewaktu kecil dan ketika ia masih dalam kondisi buta.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 12

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama lahir dan besar di sebuah kampung kaki gunung yang terpencil. Semasa sekolah dan masa kecilnya, ia membenci seorang anak kecil lain yang selalu membuatnya jengkel dan sakit hati.

Belasan tahun kemudian, tokoh utama merantau di sebuah kota di negara lain untuk bekerja. Namun karena suatu alasan, negara tempat ia bekerja itu kemudian terlibat perang dengan negara asalnya sendiri, yang membuat posisi tokoh utama menjadi tidak aman lagi untuk tinggal di sana.

Dalam pelariannya dari negara tersebut, tokoh utama berjumpa dengan pasangannya yang ternyata adalah orang yang sering membuat ia jengkel pada masa kecil.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 13

Photo by Efdal YILDIZ

Tulis sebuah cerpen atau novel dengan tokoh utama yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain hanya dengan melihat mata mereka. Kemampuan ini membuat ia menjadi sangat populer di perusahaan dan dapat memenangkan banyak perundingan bisnis yang rumit.

Namun kelebihan membaca pikiran ini justru seakan menjadi bencana ketika ia jatuh cinta. Beberapa gadis yang ia sukai ternyata hanya pura-pura menyayanginya padanya. Ia kemudian menjadi sulit mencari orang yang mencintai dirinya dengan tulus.

Akan tetapi semua nampak berubah ketika ia mendapati seorang gadis yang sederhana dan tidak begitu cantik memiliki pikiran yang sangat baik tentangnya. Tokoh utama kemudian harus memilih untuk jatuh cinta dan hidup bersama dengan si gadis sederhana, atau kehilangan kemampuan telepatinya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 14

Tulis sebuah buku tentang cinta sejati yang sangat langka terjadi pada usia anak-anak. Namun bagaimana pun juga, tokoh utama cerita menemukannya. Ia menikah dengan kekasih yang ia cintai sejak kecil dan mereka memiliki anak yang lucu berusia 1 tahun.

Di luar dugaan, takdir ternyata memisahkan rumah tangga tokoh utama cerita.

Dalam sebuah kecelakaan, pasangan tokoh utama meninggal dunia dan meninggalkan tokoh utama hidup sendiri bersama anak mereka. Kehidupan semakin kompleks karena kecelakaan itu ternyata disebabkan oleh seseorang yang ternyata memendam cinta sejati pada tokoh utama semenjak kecil pula.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 15

Photo by Lukas Rodriguez

Tulis sebuah cerita dengan tokoh utama yang mendapatkan telepon dari seseorang yang ia sukai di dunia maya. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu pada satu waktu yang spesial dimana tokoh utama sedang berulang tahun.

Sayangnya satu hari menjelang momen ulang tahun, tokoh utama kembali mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai saudara kembar pasangan dunia mayanya. Telepon itu semakin mengejutkan karena ia mengabarkan bahwa saudara kembarnya telah meninggal dunia.

Tokoh utama mendatangi rumah sudara kembar itu dan menemukan bahwa hampir lima tahun ternyata ia sudah diikuti oleh sang pasangan mayanya.

Bagaimana Selanjutnya?

Nah, itu adalah 15 ide cerita singkat kategori fiksi romantis yang dapat kamu jadikan premis dalam membangun cerita. Dengan penambahan imajinasi yang kaya, kamu dapat membuat ceritanya semakin menarik dan luar biasa.

Akan tetapi jika kamu masih mengalami kesulitan untuk menulis dan mengembangkan ceritanya, kamu tentu saja dapat menghubungi Penulis Gunung dan meminta bantuan di kelas menulis online. Di kelas ini, kamu akan dipandu sampai berhasil menulis naskah buku novelmu untuk diterbitkan.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi Penulis Gunung, ya.

BACA PULA:

Kamu siap satu bulan punya buku atas nama sendiri?

Ikuti kelas onlinenya disini


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: