BEGINI CARA MENULIS PROLOG NOVEL YANG SETIAP PENULIS HARUS TAHU

Seorang penulis yang memahami cara menulis prolog novel yang baik akan mampu mengaduk perasaan pembaca bahkan sebelum mereka memasuki bab pertama. Prolog dalam novel itu seperti hidangan pembuka, sebuah cara untuk mengikat ‘lidah’ pembaca atau bahkan mengusirnya ketika membuka lembaran pertama sebuah karya sastra.

Lantas, apa sebenarnya prolog itu? Apakah prolog sama dengan pendahuluan atau kata pengantar? Bagaimana pula cara membuat prolog dalam novel untuk mendapatkan imbas yang maksimal bagi pembaca?

Berikut ulasan lengkapnya.

BACA JUGA:

Berani?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?

Pengertian Prolog, Cara Menulis Prolog Novel dan Fungsi Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Hal pertama yang perlu kamu ketahui ketika berbicara tentang prolog adalah ini hanya diaplikasikan pada karya sastra. Jadi, prolog hampir tidak pernah ada dalam penulisan karya non fiksi.

Menulis prolog adalah cara yang tidak wajib bagi seorang penulis sastra. Namun, bukan berarti kamu bisa mengabaikanya begitu saja. Layaknya hidangan pembuka, prolog bisa menjadi sesuatu yang akan membuat pembaca jatuh cinta bahkan sebelum mereka masuk ke bab pertama.

Namun, ada juga prolog novel yang justru terlihat tidak efektif disematkan penulis. Bukannya membuat pembaca menjadi lebih tertarik untuk tenggelam pada lembar-lembar karya mereka, prolog yang tidak tepat bahkan membuat novel mereka kehilangan daya tarik pada saat dibuka.

Dengan pengaruh seperti ini, sebagai penulis kamu tentu ingin memahami cara membuat prolog novel yang menarik, bukan?

Pengertian Prolog

Source: Unsplash

Jadi, apa yang dimaksud dengan prolog itu?

Prolog berasal dari bahasa Yunani yaitu pro dan logos yang secara sederhana artinya adalah ‘sebelum kata’. Prologos digunakan oleh seniman teater Yunani kuno untuk membuka pertunjukan mereka. Ini seperti sebuah awalan opening menuju babak pertama.

Dalam artian yang lebih aktual, prolog adalah tulisan yang terdapat pada awal sebuah karya sastra yang terpisah dari cerita utama dan ditempatkan sebelum bab pertama. Prolog biasanya digunakan oleh sastrawan untuk memperkenalkan karakter, memperkenalkan setting atau latar belakang.

Prolog sudah pasti memiliki benang merah dengan cerita utama. Hanya saja pada umumnya, relevansi antara prolog dan cerita utama tidak akan terlihat hanya dengan membaca prolog saja.

Tujuan Prolog dalam Penulisan Karya Sastra

Source: Unsplash

Sebelum kamu mempelajari cara membuat prolog novel yang baik, kamu juga harus mengetahui untuk apa sebenarnya penulisan prolog?

Prolog tentu tidak ditempatkan oleh penulis tanpa tujuan dalam karya mereka. Beberapa penulis modern mengatakan bahwa prolog adalah sebuah peta petunjuk atau gerbang sebelum pembaca mereka masuk ke dalam inti cerita.

Prolog dalam peran ini tidak hanya melengkapi halaman buku sastra semata. Namun, prolog juga membantu pembaca untuk memvisualisasikan cerita seperti apa yang akan mereka temui dalam cerita utama sebuah buku nantinya.

Beberapa tujuan yang paling umum dalam penulisan prolog misalnya adalah;

  • Memberi bayangan kepada pembaca peristiwa apa saja yang akan datang dalam inti cerita utama.
  • Memberikan informasi latar belakang cerita. Atau juga bisa menjadi media untuk memberikan informasi latar belakang konflik utama cerita.
  • Membantu menetapkan sudut pandang karakter utama atau karakter lain yang menjadi salah satu pemegang kunci rahasia keseluruhan cerita.
  • Dan lain sebagainya.

Perbedaan Antara Prolog, Pra Kata, Pendahuluan dan Kata Pengantar

Source: Unsplash

Serangkaian tulisan yang ditempatkan pada awal buku sebelum masuk pada cerita yang sebenarnya, bukan hanya ada pada pengertian prolog. Di samping prolog, kita juga mengenal istilah kata pengantar, pra kata dan pendahuluan. Menariknya, empat istilah ini serupa tapi tak sama.

Nah, apa perbedaan antara prolog dengan pra kata? Perbedaan prolog dengan kata pengantar? Dan apa pula perbedaan prolog dengan pendahuluan?

Supaya lebih mudah untuk memahaminya, Penulis Gunung ID akan menyederhanakannya sebagai berikut.

BACA JUGA:

Kata Pengantar

Source: Unsplash

Cara membuat prolog novel sudah pasti berbeda dengan cara membuat kata pengantar walau fungsinya hampir sama.

Kata pengantar biasanya dibuat dalam sudut pandang penulis, bukan karakter atau tokoh yang diceritakan. Kata pengantar hampir dapat dipastikan hanya ada dalam penulisan karya non fiksi. Meskipun ada beberapa karya fiksi yang juga menggunakannya seperti Hamka dalam Tenggelamnya Kapal Van der Wijck untuk menginformasikan penerbitan.

Isi kata pengantar pada umumnya adalah penjelasan mengenai asal usul, tujuan penulisan buku, dan kadang-kadang menjadi media untuk menyebutkan orang-orang yang dianggap berkontribusi dalam penulisan buku tersebut.

Oleh karena itu pada kata pengantar, kamu akan terbiasa menemukan ucapan terimakasih dari penulis untuk orang-orang yang ia anggap memiliki kontribusi langsung atau tidak langsung bagi bukunya.

Pra Kata

Source: Unsplash

Pra kata juga ditempatkan pada bagian awal sebuah karya tulis yang kebanyakan adalah non fiksi. Menulis pra kata mungkin sama seperti cara membuat prolog dalam novel. Keduanya sama-sama dipergunakan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama kepada pembaca.

Jika demikian, lalu apa yang membedakan antara pra kata dan prolog?

Pembeda antara dua jenis tulisan ini adalah penulisnya sendiri.

Jika prolog ditulis oleh penulis novel atau pengarang karya sastra itu secara langsung, maka pra kata biasanya berbeda.

Penulis pra kata biasanya adalah seorang yang expert, kritikus, ahli materi pembelajaran, atau tokoh lain yang memiliki relevansi dengan tema penulisan karya tersebut. Hal yang pasti adalah, pra kata bukan ditulis oleh penulis novelnya langsung.

Pra kata pada umumnya ditulis berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh orang yang menuliskannya. Pengalaman ini kemudian memiliki relevansi dengan cerita utama yang diangkat oleh penulis bukunya sendiri.

Nah, relevansi inilah kemudian yang digunakan oleh penulis pra kata untuk memperkenalkan sebuah karya tulis kepada para pembaca.

Pendahuluan

Source: Unsplash

Pendahuluan sudah pasti ditulis oleh penulis sebuah karya tulis secara langsung. Pendahuluan juga sangat umum digunakan dalam karya non fiksi dan hampir tidak pernah diaplikasikan untuk jenis penulisan fiksi.

Pendahuluan biasanya berisi informasi tambahan yang berguna bagi pembaca untuk lebih mudah memahami subjek penulisan pada buku non fiksi. Pendahuluan umumnya membahas tentang sejarah, tentang garis besar subyek yang diceritakan, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, hampir semua buku non fiksi menggunakan pendahuluan sebagai cara untuk memperkenalkan cerita utama. Ini adalah metode yang umum dan efektif untuk memperkenalkan sebuah karya kepada pembaca sebelum masuk ke bab yang pertama.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Prolog yang Terkenal dalam Karya Sastra

Sebagai ilustrasi untuk memperjelas bagaimana cara membuat prolog novel yang menarik akan sangat mempengaruhi suatu cerita, ada beberapa contoh yang bisa kamu pelajari dalam karya-karya yang terkenal lagi populer.

Berikut dua  di antaranya;

Novel Jurassic Park karya Michael Crichton Tahun 1990

Source: Unsplash

Saya berani bertaruh bahwa kamu pasti pernah menonton film Jurassic Park, kan?

Atau setidaknya, kamu pasti pernah mendengar istilah Jurassic Park yang langsung menggambarkan imajinasi makhluk purba paling terkenal; Dinosaurus.

Dalam novelnya sendiri, Michael Crichton memulai cerita utamanya dengan sebuah prolog.

Cara menulis prolog yang diadaptasikan oleh Crichton adalah dengan membuat sebuah adegan singkat dimana seorang dokter sedang memeriksa pasien di desa terpencil.

Pasien itu nampak habis diserang oleh binatang buas dan membutuhkan penanganan serius. Kemudian, prolog ini ditutup dengan sang pasien yang seolah terbangun dari pingsannya dan berteriak dengan ucapan keras “Raptor!”

Novel Romeo and Juliet Karya William Shakespeare Tahun 1591 – 1595

Source: Unsplash

Cara membuat prolog  novel yang paling terkenal mungkin adalah yang dilakukan oleh William Shakespeare dalam karya monumentalnya; Romeo and Juliet.

Untuk membuka imajinasi pembaca pada cerita novel legendarisnya, Shakespeare membuka cerita dengan prolog berbentuk soneta atau sajak. Sajak ini menjelaskan apa yang akan pembaca dapatkan dan cerita utama dan konflik apa pula yang terjadi di sana.

Soneta Shakespeare dalam Romeo and Juliet juga bahkan memberikan informasi kota Verona sebagai latar belakang cerita. Dan tidak hanya itu, dalam soneta prolognya Shakespeare juga menyampaikan akhir tragis dari kisah yang ia tuliskan tersebut.

Bagaimana Cara Menulis Prolog Novel dalam 5 Tips yang Sangat Mudah

Sekarang, setelah kamu mengetahui apa itu prolog dalam penulisan novel dan apa pula perbedaanya dengan pendahuluan atau pun kata pengantar, kamu mungkin tertarik untuk menulis prolog dalam novel milikmu sendiri, kan?

Namun, bagaimana caranya?

Cara membuat prolog novel untuk pemula tidak akan terlalu sulit, terutama jika kamu menggunakan lima tips menulis prolog berikut ini.

Gunakan Sebagai Cara Memperkenalkan Tokoh Utama

Source: Unsplash

Prolog yang pertama dapat kamu gunakan untuk memperkenalkan tokoh utama atau karakter utama cerita.

Proses ini dapat kamu lakukan dengan membuat sudut pandang yang berbeda misalnya dalam penulisan prolog. Kamu juga dapat membuat tokoh utama seakan-akan berbicara secara langsung kepada pembaca dalam prolog.

Di samping memperkenalkan tokoh utama, prolog juga dapat digunakan untuk memperkenalkan setting cerita dan latar belakang cerita utama.

BACA JUGA:

Pikat Membaca dengan Memberi beberapa Petunjuk

Prolog adalah sesuatu yang akan ditelusuri pertama kali oleh pembaca sebelum mereka masuk ke bab pertama. Jadi, pastikan kamu membuatnya menarik.

Cara membuat prolog novel yang menarik dapat kamu lakukan misalnya dengan memberikan beberapa petunjuk kemana jalan cerita akan mengarah. Ini seperti memberi pembaca kerlip-kerlip senter untuk menunjukkan mereka arah jalan yang akan mereka tempuh di tengah gulita tanda tanya alur cerita.

Hindari Membuang Informasi dalam Prolog

Source: Unsplash

Mantra yang paling tepat sebelum menulis prolog adalah dengan menanyakan kepada diri kamu sendiri; Apa yang benar-benar perlu diketahui pembaca sebelum mereka masuk ke cerita yang sebenarnya?

Penting untuk kamu catat bahwa dalam prolog, jangan pernah membuang-buang informasi yang semestinya hanya ada dalam inti cerita.

Prolog ‘hanya’ magnet yang seharusnya membuat pembaca menjadi lebih penasaran pada  cerita utama. Bukannya membuat mereka justru merasa tidak antusias lagi karena sudah mendapatkan penjelasan yang lebih dari cukup.

Gunakan Sudut Pandang dan Perspektif yang Berbeda

Tips selanjutnya sebagai cara menulis prolog di wattpad atau dimana saja yang menjadi media kamu menulis adalah dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda dari cerita utama.

Misalnya begini;

Dalam cerita utama kamu menggunakan sudut pandang tokoh utama protagonis untuk bercerita. Segala sesuatu yang terjadi akan kamu lihat berdasarkan perspektif protagonis.

Nah untuk membuat prolog novel yang bagus, kamu dapat menggunakan perspektif yang berbeda. Kamu misalnya dapat menggunakan sudut pandang seorang ahli, seorang sejarawan, atau seseorang yang sama sekali berbeda dari karakter utama cerita.

Jaga Prolog untuk Tetap Singkat

Source: Unsplash

Sebagai hidangan pembuka atau pengecap rasa cerita yang sebenarnya, prolog seharusnya tidak panjang-panjang.

Tujuan utama dari penulisan prolog adalah menarik perhatian pembaca untuk dapat memasuki cerita dengan antusiasme yang terjaga. Jadi pastikan prosesnya singkat dan hanya menggunakan adegan yang paling menarik saja.

BACA JUGA:

Nah itu adalah 5 tisp ampuh yang bisa kamu ikuti untuk membuat prolog novel yang menarik. Sebagai tambahan dalam penulisan prolog, jang terlalu terobsesi untuk mengeditnya sebelum naskah cerita utama selesai.

Jadi, selamat mencoba untuk menulis prolog, ya!

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 IDE CERITA MISTERI PALING OKE UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL THRILLER

Jadi, kamu sedang mencari ide cerita misteri untuk menulis buku novel thriller dan menegangkan?

Kamu beruntung, karena Penulis Gunung baru saja mengumpulkan 15 ide cerita-cerita misteri yang bisa kamu kembangkan menjadi novel atau pun cerpen. Contoh cerita misteri ini merupakan lanjutan dari dua artikel sebelumnya tentang ide cerita fiksi romantis dan ide cerita fiksi fantasi.

Nah, seperti biasa sebelum langsung melihat apa saja daftar idenya, yuk, lihat kembali tips dan teknis menulis cerita misteri yang menarik.

Kumpulan 15 Ide Cerita Misteri Serta Tips dan Cara Menuliskannya

Photo by cottonbro

Hal pertama yang harus kamu pahami sebagai penulis novel misteri adalah bahwa lingkup misteri berbeda dengan horror. Hal ini mungkin ditemukan ambiguitas di Indonesia dimana cerita misteri seringkali disamakan dengan cerita tentang hantu atau horror.

Bagaimana menulis cerita hantu atau horror sudah pernah dibahas dalam artikel Penulis Gunung sebelumnya. Dua objek penulisan ini memiliki perbedaan. Cara menulis cerita thriller atau misteri tidak melulu tentang hantu, atau bahkan bukan tentang hantu sama sekali. Ini adalah konsep cerita yang mengedepankan teka-teki, pertanyaan, puzzle dan misteri untuk dipecahkan sepanjang jalan cerita.

Membuat alur cerita misteri bahkan dianggap sebagai proses penulisan yang paling sulit untuk dilakukan. Ini tidak hanya harus dilakukan dengan hati-hati, namun juga harus terencana dengan baik, karena jka tidak, unsur misterius, teka-teki dan pertanyaan dalam ceritanya justru tidak tercapai.

Nah, bagaimana cara menulis cerita misteri yang menarik dan efektif?

BACA JUGA:

Beberapa Tips Penting dalam Menulis Cerita Misteri

Photo by Loannes Marc

Sebagai sebuah cerita yang tidak mudah untuk ditulis, cara membuat cerita thriller dan misteri memang sangat menantang. Penulisannya sangat berbeda dengan menulis misalnya tentang genre romantisme remaja dan sebagainya. Dalam penulisan cerita misteri, ada beberapa hal penting yang tidak boleh kamu abaikan.

Sebelum kamu membaca satu demi satu contoh cerita misteri yang bisa kamu kembangkan menjadi sebuah novel yang utuh, berikut beberapa tips yang penting untuk kamu perhatikan.

  • Buat tokoh antagonisnya disukai oleh pembaca terlebih dahulu. Tokoh antagonis dalam cerita misteri tidak dapat kamu pahami seperti halnya tokoh antagonis dalam kisah kepahlawanan dan super hero. Dalam cerita misteri, penting bagimu untuk membuat tokoh antagonis memiliki karakter yang kompleks atau rumit. Buat ia kadang-kadang memiliki sifat baik yang membuat pembacamu bersimpati. Dan tentu pada titik-titik turning point yang menentukan, kamu dapat membongkar sifat asli karakter antagonis dengan aksinya yang mengerikan atau menakutkan.
  • Buat pembaca berpikir bahwa mereka tahu kemana arah cerita dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal ini bisa kamu lakukan dengan memberikan pembaca beberapa pentunjuk nyata yang seolah-olah jalan menuju kebenaran dugaan mereka. Akan tetapi, kamu dapat mengatur semua petunjuk itu sebagai sebuah bayangan kenyataan palsu untuk ‘mengecoh’ pembaca yang penasaran.
  • Dekatkan tempo antara adegan menakutkan dengan adegan lembut. Ini adalah tips yang cukup efektif sebagai cara membuat novel psikopat pada umumnya. Jadi, kamu membuat adegan yang smooth berdekatan jaraknya dengan adegan yang keras, menegangkan dan juga menakutkan.
  • Jaga alur cerita tetap maju. Ini bukan berarti kamu tidak boleh memasukkan adegan flashback dalam penulisan novel thriller. Namun, kamu harus menjaga semua adegan yang dimasukkan untuk selalu bergerak maju. Jangan sampai adegan flashback yang kamu tambahkan justru membuat alurnya menjadi terhenti dan ketegangan yang telah tercipta menjadi hilang. Mengenai bagaimana menulis flashback yang bagus dapat kamu pelajari disini.

15 Ide Cerita Misteri Singkat untuk Inspirasi Menulis Novel

Photo by Francesco Ungaro

Kekuatan utama dari genre cerita misteri adalah rasa penasaran dan keingintahuan manusia itu sendiri. Rasa kengintahuan dan penasaran inilah yang membuat genre cerita ini sangat populer di kalangan para pembaca.

Tidak berlebihan rasanya jika ada penulis yang mengatakan bahwa penulis mana pun yang memilih cerita misteri seumpama sedang bertualang dalam rasa keingintahuan manusia. Jadi, hakikatnya yang membalikkan halaman demi halaman lembar buku adalah rasa penasaran dan keingintahuan itu sendiri.

Namun tentu saja ini tidak mudah, apalagi jika kamu memulainya dari sebuah kertas kosong tanpa ide sama sekali.

Nah, untuk itulah 15 ide cerita misteri berikut bisa kamu gunakan.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 1

Tulis sebuah buku yang mengangkat karakter utama sebagai seorang penulis misteri. Penulis ini adalah orang yang sudah lama berhenti dari menulis dan meninggalkan naskah cerita terakhirnya dalam kondisi setengah jadi. Dikarenakan kesibukan dan pekerjaan, ia hampir enam bulan tidak pernah menyentuh naskah itu lagi.

Ketika virus Covid-19 melanda, tokoh utama cerita kehilangan pekerjaan utamanya yang membuat ia hampir kehilangan mata pencaharian. Untuk itu, ia kemudian mulai melirik naskah lamanya lagi untuk dilanjutkan dengan harapan supaya bisa diterbitkan, menghasilkan uang atau pun dijual.

Namun, alangkah terkejutnya tokoh utama ketika melihat naskahnya sudah hampir selesai dan hanya menyisakan satu bab terakhir yang paling menentukan. Dan tokoh utama sama sekali tidak tahu siapa yang telah menuliskannya.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 2

Photo by cottonbro

Tulis sebuah buku tentang karakter utama cerita yang mengalami gangguan tidur yang parah. Ia sudah mencoba segala macam cara untuk bisa tidur nyenyak, namun selalu merasa hanya bisa tertidur selama satu dua jam saja sepanjang malam.

Atas saran seseorang, karakter utama kemudian menempatkan sebuah kamera CCTV di sudut kamarnya untuk merekam apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya dan apakah benar ia mengalami gejala tidur berjalan.

Akan tetapi ketika rekaman diputar keesokan harinya, ia mendapati dirinya sendiri seolah benar-benar terjaga bahkan sempat melambaikan tangan ke CCTV untuk kemudian menghilang hingga subuh. Dan itu berlangsung setiap malam.

BACA PULA:

Ide Cerita Misteri dan Thriller 3

Tulis sebuah cerita thriller tentang tokoh utama cerita yang memiliki profesi sebagai seorang fotografer. Karakter utama biasa memotret untuk acara apa saja, yang penting ia mendapatkan bayaran yang cukup.

Suatu ketika karakter utama mendapatkan tawaran untuk memotret pre-wedding di sebuah tempat terpencil. Ia kemudian dijemput oleh seseorang pada malam hari untuk kemudian dibawa ke tempat tujuan.

Setelah menyelesaikan proses pemotretan, karakter kembali ke kota dan berjanji untuk mengirim hasil fotonya melalui paket atau email. Namun, dalam setiap tepi foto yang dihasilkannya, tokoh utama selalu melihat seseorang sedang berdiri dan menatap tajam ke arahnya.

Dan sosok itu tidak pernah ada saat pemotretan dilakukan.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 4

Tulis sebuah cerita tentang karakter utama cerita kamu yang sedang kesulitan ekonomi dan mengalami PHK sebagai efek pandemi Covid-19. Karena tinggal di sebuah kawasan wisata bersejarah, tokoh utama memutuskan untuk menyewakan salah satu kamar terbaik di rumahnya sebagai hotel di internet melalui aplikasi.

Ketika tamu pertama datang dan menyewa selama beberapa hari, teryata itu benar-benar menjadi uang penghasilan yang menarik. Tamu kedua pun demikian yang membawa anak dan istrinya untuk berlibur.

Namun ketika tamu yang ketiga datang dan menyewa kamar tersebut selama satu minggu, berbagai kejadian aneh mulai terjadi. Dan semuanya sama sekali diluar perkiraan sang tokoh utama cerita.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 5

Photo by Jou00e3o Cabral

Tulis sebuah buku yang menceritakan bahwa karakter utama selama sebulan penuh menerima surat dari seseorang yang nampaknya salah alamat. Karena merasa penasaran, tokoh utama cerita kemudian memutuskan untuk membuka surat salah alamat yang ia terima pada hari ke-25.

Dalam surat itu ia tak menemukan apa pun kecuali sebuah titik koordinat yang menunjukkan suatu lokasi entah dimana. Merasa penasaran, tokoh utama pun membuka surat salah alamat yang ia terima esoknya dan esoknya lagi.

Dan isinya adalah sama; sebuah informasi titik koordinat untuk lokasi yang berbeda-beda. Rasa penasaran membuat tokoh utama memutuskan untuk membuka semua surat salah alamat itu sejak hari yang pertama.

Dan isinya juga sama, hanya sebuah titik koordinat sebuah lokasi yang entah berisi apa.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 6

Tulis sebuah cerita tentang bagaimana karakter utama cerita yang merasa begitu terpukul karena kekasihnya tewas dalam sebuah kejadian tragis.

Dua tahun kemudian, tokoh utama cerita mulai bisa bangkit ketika ia berjumpa dengan seseorang yang terlihat bisa menggantikan kekasihnya yang tewas.

Akan tetapi sejak saat itu, ia juga menerima serangkaian kartu pos, email, kiriman hadiah dan telepon yang semuanya hanya biasa dilakukan oleh kekasihnya yang sudah tewas dua tahun lalu.

BACA JUGA:

Ide Cerita Misteri dan Thriller 7

Photo by Vlad Bagacian

Tulis tentang karakter utama cerita yang penasaran untuk melakukan tes DNA atas dirinya sendiri hanya untuk bergembira dan mencari tahu darimana sebenarnya ia berasal. Hasil tes itu kemudian memberikan informasi yang sama seperti dugaan tokoh utama. Hanya saja ada satu detail kecil yang nampaknya lebih menarik perhatian.

Tokoh utama menjadi lebih penasaran lagi karena ia menemukan detail yang sama pada beberapa orang yang dikenalnya dari seluruh dunia. Informasi ini menjelaskan bahwa pada masa lampau leluhur mereka pernah berkumpul di tempat terpencil yang sama sekali tak berpenghuni.

Penemuan ini membawa tokoh utama mendatangi tempat tersebut dan berusaha mencari jawaban rasa penasarannya.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 8

Tulis sebuah buku yang menerangkan bahwa di kota tempat tokoh utama tinggal telah terjadi kejadian aneh yang telah berlangsung beberapa hari.

Di sejumlah sudut kota, setiap pagi ditemukan mobil-mobil terbengkalai yang seolah ditinggalkan saja oleh pemiliknya. Tidak ada barang pribadi, tanda pengenal atau bahkan plat nomornya sendiri.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh polisi untuk menyelidiki kejadian ini sampai suatu hari seseorang menemukan sesuatu dalam sebuah mobil yang baru ditinggalkan. Sesuatu yang ditemukan itu adalah sepasang bola mata manusia yang nampaknya baru saja dikeluarkan pada malam harinya.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 9

Photo by Johannes Plenio

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita menemukan sebuah tas yang tertinggal dalam kereta malam yang terakhir. Sebagai orang baik, karakter utama kemudian berusaha mengembalikan tas tersebut kepada pemiliknya yang ia ketahui dari sebuah kartu nama yang tampaknya sengaja ditinggalkan di bagian kantong tas kecil yang tidak dikunci.

Setelah menemukan alamat di atas kartu nama, tokoh utama terkejut karena pemiliknya sudah lama meninggal dunia dan rumah itu sendiri sudah dijual 10 tahun sebelumnya.

Merasa kebingungan dengan hal itu, tokoh utama berinisiatif untuk membuka isi tas utama. Di dalamya, ia menemukan sejumlah uang dan perhiasan yang bisa membuat tokoh utama menjadi kaya mendadak.

Namun bersamaan dengan uang dan perhiasan itu, terdapat pula secarik kain tua yang di atasnya disulam nama dan alamat seseorang yang nampaknya menjadi tujuan sebenarnya dari keberadaan tas tersebut.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 10

Tulis sebuah cerita yang mengisahkan tokoh utama yang terbangun di tengah malam karena mendengar teriakan histeris gadis kecil di luar rumahnya. Tokoh utama segera keluar dan menemukan gadis kecil yang berteriak itu persis berada di halaman depan rumahnya.

Gadis kecil itu tidak terluka atau habis dianiaya.

Hanya saja ia tidak tahu siapa dirinya sendiri, darimana dia berasal, dan bagaimana caranya ia bisa tiba di halaman rumah tokoh utama.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 11

Photo by Sebastiaan Stam

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita memutuskan untuk pindah ke sebuah kota kecil guna memulai kehidupan dewasa yang sebenarnya. Di kota tersebut, tokoh utama berusaha menyesuaikan diri dengan baik dan memperkenalkan dirinya dengan tetangga sebagai permulaan.

Namun hari demi hari tokoh utama menyadari bahwa ada yang aneh dengan penduduk kota itu. Mereka sama sekali tidak saling menyapa satu sama lain dan tidak ada juga yang mengenal tokoh utama meskipun ia sudah sangat ramah dan berusaha memperkenalkan dirinya.

Hal ini semakin menjadi-jadi ketika tokoh utama menjadi saksi mata sebuah tindak kejahatan dan tidak ada seorang pun peduli dengannya meskipun ia meminta tolong. Bahkan orang-orang berseragam petugas keamanan pun tidak perduli ketika seorang wanita dirampok di hadapan mereka.

Ide Cerita Misteri dan Thriller 12

Tulis sebuah cerita tentang sebuah rumah yang nampak tidak terawat di sudut kampung yang tidak begitu jauh dari rumah tokoh utama yang baru saja pindah ke wilayah tersebut. Rumah itu tidak ditinggalkan namun tidak ada pula yang pernah melihat siapa penghuninya.

Untuk sebuah alasan, tokoh utama cerita kemudian mendatangi rumah tersebut.

Di sana ia menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan apa yang sebelumnya dibicarakan orang-orang. Tokoh utama juga kemudian mendapat alasan mengapa selama ini tidak ada satu pun yang melihat penghuni rumah tersebut.

BACA JUGA:

Ide Cerita Misteri dan Thriller 13

Photo by Webdexter Apeldoorn

Tulis sebuah buku dengan karakter utama cerita yang tinggal di sebuah kota kecil di kaki pegunungan yang jauh dari pusat kota. Semua orang di tempat itu saling kenal satu sama lain dan terjalin keakraban yang erat di antara mereka.

Tidak lama setelah karakter utama cerita tiba di kota itu, kejadian misterius mulai terjadi. Satu persatu penduduk kota menghilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Tidak ada yang tahu kemana orang-orang itu pergi, mereka seolah lenyap di telan bumi.

Ketika jumlah orang yang hilang semakin besar dan tidak pernah kembali, kecurigaan mulai mengarah kepada tokoh utama cerita. Untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah, tokoh utama kemudian harus merelakan dirinya pula ikut menghilang bersama orang-orang tersebut demi mencari jawaban.

Contoh Cerita Misteri dan Thriller 14

Tulis sebuah buku bagaimana selama satu bulan terakhir, tokoh utama cerita selalu menerima paket yang berisi gambar-gambar yang mengerikan berupa pembunuhan dan pembantaian. Sejauh ini pembantaian dan pembunuhan itu hanya terjadi pada ternak dan binatang peliharaan, namun pada 10 gambar yang terakhir itu terjadi pada manusia.

Karakter utama menganggap bahwa itu hanyalah ulah anak-anak yang kurang kerjaan atau yang terlalu kreatif dalam mengedit foto dari internet. Jadi, ia tidak memperdulikannya.

Namun, beberapa hari kemudian, gambar-gambar mengerikan itu mulai menjadi kenyataan satu-persatu. Tokoh utama mulai gelisah karena ia adalah satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana sadisnya pembunuhan itu dilakukan.

Contoh Cerita Misteri dan Thriller 15

Photo by Lisa

Contoh cerita misteri singkat yang terakhir dan bisa kamu kembangkan menjadi novel adalah dengan menulis karakter utama hidup pada masa internet baru pertamakali ditemukan. Ada banyak peringatan yang mengatakan jangan pernah membagikan informasi pribadi dan penting di internet pada masa itu.

Tokoh utama yang masih remaja dan penuh rasa ingin tahu, justru mengunggah beberapa informasi pribadi dirinya sendiri di internet.

Tidak ada yang terjadi sampai ia kemudian mulai dibuntuti oleh polisi yang menyamar menjadi berbagai macam profesi. Tokoh utama kemudian ditangkap karena kejahatan yang ia sendiri tidak tahu bagaimana kejadiannya.

Informasi yang ia bagikan di internet ternyata telah menjebak dirinya sendiri sebagai pelaku kejahatan paling sadis di kota yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.

BACA PULA:

Nah, itu adalah 15 contoh cerita misteri singkat yang tentu saja bisa kamu kembangkan sendiri menjadi sebuah karya yang luar biasa. Dengan artifisial imajinasi dan rekayasamu, 15 ide cerita misteri tersebut dapat diubah menjadi mahakarya.

Jadi, selamat menuliskannya, ya.

BERANI?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 IDE CERITA FIKSI FANTASI UNTUK INSPIRASI MENULIS NOVEL

Setelah sebelumnya Penulis Gunung ID memberikan kamu 15 ide cerita fiksi untuk genre romantis, kali ini adalah kabar gembira untuk kamu yang suka menulis fantasi. Ada 15 contoh ide cerita fantasi yang bisa kamu eksekusi dengan mudah menjadi novel atau pun hanya sebuah cerpen.

Nah, apa sajakah ide cerita tersebut?

Berikut uraian selengkapnya.

15 Ide Cerita Fiksi untuk Inspirasi Menulis Novel Fantasi

Untuk berbagai kategori fiksi yang kamu pilih, selalu ada contoh ide cerita yang menarik dan bisa kamu ikuti dengan mudah. Apakah kamu suka menulis genre fiksi romantis, genre misteri atau horor, atau bahkan genre fantasi sekali pun, Penulis Gunung mengumpulkan beberapa ide menarik yang bisa kamu gunakan.

Sebelum membahas apa saja ide cerita fiksi fantasi yang bisa kamu kembangkan, yuk, berkenalan lebih dekat dulu dengan apa itu genre fantasi.

BACA JUGA:

Pengertian Genre Fiksi Fantasi

Photo by Ferdinand Studio

Fantasi adalah istilah lain yang lebih umum digunakan dalam penulisan karya sastra selain imajinasi. Sementara imajinasi sendiri adalah bentuk paling murni dari kemampuan seorang penulis dalam merekayasa berbagai percikan khayalan yang ia miliki.

Pendek kata, penulisan fiksi jenis fantasi adalah tulisan paling ‘hidup’ untuk sesuatu yang bersifat khayalan murni.

Akan tetapi secara umum, penulisan genre fantasi dimaksudkan sebagai penulisan yang berhubungan dengan sesuatu yang bersifat khayalan semata, tidak benar-benar ada dan hanya adalah imajinasi penulis saja.

Namun, jika boleh mengartikan genre ini menjadi sedikit lebih spesifik, mungkin artinya adalah penulisan yang berhubungan dengan makhluk rekaan, sihir, magic dan kemampuan yang melebihi realitas logika. Secara teori, genre fantasi adalah samudra penulisan yang tidak terbatas untuk diarungi oleh penulis mana pun.

Nah, bagaimana cara menuliskannya?

Beberapa Tips Penting Menulis Cerita Fiksi Fantasi

Photo by Pixabay

Seperti halnya cerita fiksi lainnya, ide cerita fiksi bersumber dari imajinasi sang penulis itu sendiri. Dalam genre fantasi, imajinasi memainkan peranan yang lebih besar dibandingkan genre lain seperti fiksi sejarah atau semacamnya.

Dikarenakan ide cerita ini yang bersumber pada imajinasi dan khayalan yang murni, dalam mengeksekusinya menjadi cerita yang menarik, tentu saja ada beberapa hal penting yang dapat dilakukan.

Dengan penulisan fiksi fantasi yang jangkauannya sangat luas, kamu perlu melakukannya dengan sangat fokus dan konsentrasi pada satu orientasi. Tema cerita fiksi yang luas bisa menjadi jebakan dan membuat ceritamu menjadi terlalu abstrak jika tanpa konsentrasi.

 Nah, untuk membuatnya menjadi lebih mudah, berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan.

  • Bangun sebuah dunia yang sepenuhnya unik dan menarik dalam cerita.
  • Tulis sebuah cerita yang kamu juga ingin membacanya. Jadi, jika kamu ingin membaca sebuah cerita tentang naga terbang dengan mulut berapi yang menyembur, maka kamu sebaiknya menulis cerita fantasi serupa.
  • Pilih cerita fantasi sebuah perjalanan petualangan yang memberikan hasil tak terduga dan sama sekali berbeda.
  • Keluar dari kebiasaan menulis cerita yang datar. Ini fantasi dan imajinasi, biarkan khayalanmu terbang setinggi langit.
  • Gunakan nama-nama yang unik dan menarik. Kamu bisa melihat contohnya pada buku fantasi populer seperti Harry Potter, The Lord of the Ring, The Hobbit, Narnia dan lain sebagainya. Buat nama tempat dan nama tokoh seunik itu.
Source:CNN Indonesia
  • Jangan lupakan keragaman. Ide cerita fantasi yang baik haruslah mencakup keragaman manusia baik ras, agama, dan kebudayaan. Jadi, jika kamu mengambil karakter berkulit hitam sebagai tokoh utama, jadikan pula karakter berkulit putih sebagai lawan mainnya.
  • Kembangkan berbagai bahasa yang unik, gaul dan mungkin saja dapat menjadi trend di depan cerita.
  • Hindari menggunakan kata-kata yang terlampau umum jika obyeknya tidak ada di dunia nyata. Misalkan kamu membuat karakter mobil yang mampu berpikir, jangan menyebutnya sebagai ‘si Mobil Berpikir’ atau ‘si Mobil Jenius’, namun cari istilahnya yang lebih keren seperti Pluto, Dam-Dam dan lain sebagainya.
  • Buat jadwal menulis yang disiplin dengan deadline, kemudian sedapat mungkin untuk mematuhinya supaya buku cerita fantasimu bisa segera selesai dan dibaca oleh orang lain.

15 Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi yang Menarik

Source: Goodfon

Membuat cerita fiksi fantasi sekarang dapat kamu eksekusi dengan lebih gampang.

Caranya?

Kamu tinggal mengembangkan beberapa premis berikut yang sudah menjadi garis besar cerita. Selanjutnya, biarkan kreativitas, imajinasi dan intuisimu yang mengerjakan tugasnya sebaik mungkin.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 1

Photo by Luca Dross

Tulis sebuah cerita fantasi yang berawal dari seorang tokoh yang penasaran dengan keberadaan dunia sihir dan cenderung tidak mau meyakininya. Tokoh utama ini kemudian memulai petualangan untuk mencari jawaban atas rasa penasarannya.

Ia mulai menjelajahi hutan belantara, mendatangi kota hantu bahkan berteman dengan banyak pesulap untuk melihat apa yang mereka bisa lakukan. Namun tanpa ia sangka, petualangan tokoh utama justru berakhir di keluarganya sendiri yang ternyata adalah keturunan para penyihir yang terkenal.

Bahkan tanpa ia sadari, tokoh utama cerita sendiri adalah pewaris ilmu sihir paling hebat di dunia.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 2

Tulis sebuah cerita yang tokoh utamanya adalah seorang pembohong besar.

Kamu dapat menggambarkan bahwa karakter utamamu tak pernah mau mengalah ketika  bercerita pada sahabatnya sehingga mengarang banyak hal, termasuk kabin di tengah hutan yang di sekelilingnya terdapat danau dengan ratusan ular berbisa.

Kemudian pada suatu hari, karakter utama ceritamu terbangun dan menemukan semua kebohongan yang ia ceritakan telah berubah menjadi kenyataan.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 3

Photo by Enric Cruz Lu00f3pez

Tulis sebuah buku dengan karakter utama yang terbangun pada suatu hari dan menemukan bahwa semua orang yang ia temui menggunakan bahasa yang aneh dan tidak ada dalam kamus mana pun.

Bahasa itu baru pertamakali didengar oleh si karakter utama cerita. Namun anehnya, ia merasa mengetahui semua maksudnya, termasuk bisa pula mengucapkannya.

Karakter utama tidak menyadari dimana sebenarnya ia berada sampai sebuah kejadian membuat ia sadar bahwa ia tidak berada di dunia nyata yang sesungguhnya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 4

Kali ini kamu bisa membuat contoh cerita fiksi pendek tentang karakter utama cerita yang tinggal di sebuah desa tanpa api. Satu-satunya sumber api di desa itu  berupa batu lahar baru saja habis karena kesalahan satu warga desa yang tidak sengaja melemparkannya ke dalam sumur tua.

Untuk mendapat api guna membantu kehidupan warga desa, tokoh utama terpilih untuk mencari batu lahar lainnya. Di luar dugaan, ia menemukan batu lahar itu di sebuah goa yang jauhnya tujuh hari perjalanan dari desanya. Namun, ketika ia memasuki goa, ternyata batu-batu lahar yang ia cari dijaga oleh 3 puteri duyung dan sekawanan srigala laba-laba.

BACA PULA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 5

Photo by Tom Swinnen

Tulis sebuah cerita fantasi tentang tokoh utama yang berprofesi sebagai tukang sulap keliling untuk menghibur anak-anak. Di samping melakukan sulap untuk pesta ulang tahun, tokoh utama juga membuka kelas sulap bagi siapa pun yang tertarik untuk melakukan sulap dengan tujuan menghibur.

Suatu hari, tokoh utama kedatangan seorang anak yang tampak bodoh namun ingin diajari sulap. Namun di luar dugaan, anak tersebut mampu menguasai berbagai jenis sulap dengan cepat bahkan mengalahkan tokoh utama. Anak itu kemudian memiliki kekuatan yang besar dan mampu membuat kekacauan di dunia.

Sekarang, buat karakter utama harus bertarung melawan anak itu untuk menyelamatkan dunia.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 6

Tulis sebuah buku tentang karakter utama yang mengalami perubahan drastis dalam hidupnya saat kedua orang tuanya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Di tengah kebingungan dan kebimbangan, seorang teman ayahnya datang dan mengatakan bahwa kedua orangnya belum tewas tetapi disandera oleh sebuah kekuatan sihir yang sangat kuat.

Satu-satunya jalan untuk melepaskan sihir yang menyandera orang tuanya, karakter utama harus masuk ke sebuah dunia dan belajar sihir di sana.

Akan tetapi untuk melakukan itu, ternyata karakter utama dituntut untuk membunuh seekor naga terlebih dahulu yang tinggal di lantai bawah rumahnya sendiri.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 7

Photo by Martin Damboldt

Tulis sebuah cerita yang karakter utamanya adalah seorang pemuda yang tinggal di sebuah kota besar dan memutuskan untuk mengunjungi rumah pamannya di sebuah kota sangat terpencil.

Saat tiba di kota tersebut dan masuk ke sebuah kedai, tokoh utama tanpa sengaja telah meminum sebuah cairan ajaib yang membuat ia bisa melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, termasuk dengan melakukan teleportasi atau petualangan waktu.

Hal tak terduga kemudian terjadi karena teryata cairan itu hanya memiliki keajaiban selama 7 hari saja, selebihnya ia akan kadaluwarsa. Namun, tokoh utama sudah terlanjur bertualang kemana-mana dan ia terjebak pada petualangan terakhir yang mungkin akan membuat ia tak bisa pulang selamanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 8

Tulis sebuah cerita tentang sebuah kaum yang dapat mengendalikan api, membuatnya, dan mereka  hidup dalam lingkungan tersebut. Persis seperti kisah Avatar yang mungkin pernah kamu saksikan sebelumnya.

Sayangnya, masa kerajaan api akan berhampir karena badai es yang akan membekukan semuanya sudah ada di depan mata. Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan bangsa pengendali api itu dari kepunahan yaitu jika mereka menemukan manusia yang memiliki api abadi dalam dirinya.

Dan manusia yang dimaksud itu adalah tokoh utama ceritamu, orang yang sebelumnya tidak mengerti sedikit pun tentang kaum api.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 9

Photo by Pixabay

Sekarang tulis sebuah cerita dimana tokoh utamamu terlahir sebagai orang yang ada di tengah-tengah bangsa penyihir. Sihir ada dimana-mana dan semua orang bisa melakukan sihir. Sihir telah menjadi tontonan dan alat untuk berjual beli, sihir benar-benar hidup pada bangsa tersebut.

Akan tetapi karakter utama ceritamu justru tidak memiliki kekuatan sihir. Ia adalah satu-satunya yang tidak bisa menggunakan sapu terbang, bersulap atau pun punya binatang peliharaan yang bisa berbicara. Namun ternyata karaktermu tidak menyadari jika sesungguhnya ia adalah pemilik ilmu sihir terhebat di sana.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 10

Tulis sebuah cerita fantasi tentang portal menuju dunia lain yang sangat bertolak belakang dengan kondisi dunia nyata. Dunia di seberang portal penuh dengan kekuatan magic, binatang eksotis, centaur dan pegasus, puteri duyung dan naga, hilir mudik di antara manusia.

Tokoh utama ceritamu tanpa sengaja menyeberangi portal ketika bertualang terlalu jauh saat berkemah. Di tempat yang asing dan misterius itu, tokoh utama justru terperangkap dan tidak bisa pulang.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 11

Photo by Pixabay

Tulis sebuah buku dengan tokoh utamamu adalah seorang peneliti yang ditugaskan untuk mencari informasi tentang suatu masyarakat yang tinggal di tengah hutan lebat. Masyarakat ini sama sekali tak tersentuh dan banyak peneliti sebelumnya yang tidak pernah kembali setelah ditugaskan untuk menyelidiki mereka.

Ketika tokoh utama cerita dan beberapa orang dari tim sedang berada jauh di dalam hutan yang sangat luas, tanpa sengaja mereka terlihat oleh salah satu penduduk dari masyarakat itu. Dan ini adalah sesuatu yang terlarang dan fatal karena ternyata mereka memiliki kekuatan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Misi penelitian tokoh utamamu sekarang berubah menjadi upaya untuk menyelamatkan diri.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 12

Tulis sebuah buku yang menceritakan bahwa karakter utama cerita menjadi salah satu kru kapal yang terdampar di pulau tak berpenghuni. Lambung kapal yang pecah dan tiang layar yang patah memaksa kru kapal untuk mencari bantuan ke daratan. Sayangnya di daratan mereka menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda.

Binatang di pulau itu berukuran raksasa dan bentuknya lebih menyerupai monster yang haus darah. Namun, yang paling berbahaya justru adalah manusianya yang bentuk dan kebiasaan mereka sangat jauh berbeda dengan bangsa manusia dari sudut bumi mana pun.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 13

Photo by Susanne Jutzeler

Tulis sebuah cerita kerajaan yang dikuasai oleh binatang raksasa yang bisa mengeluarkan racun mematikan melalui semburan dari mulutnya. Binatang itu meminta tumbal setiap tahun berupa ternak-ternak dan seorang gadis belia yang harus diberikan tepat saat bulan purnama.

Tokoh utama cerita terbangun di sebuah tempat yang ia tak tahu ada dimana. Ia kemudian berjalan ke kota terdekat dimana semua penduduk sangat membenci dirinya. Tetapi di luar dugaan, karakter utama ceritamu adalah satu-satunya manusia yang masih hidup setelah mendapat serangan binatang raksasa pembunuh itu.

Dan takdirnya sudah ditentukan bahwa siapa pun yang bisa selamat dari semburan binatang itu, adalah orang yang bisa mengalahkannya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 14

Tulis sebuah cerita fiksi dimana karakter utama terjebak dalam sebuah peperangan dua bangsa besar yang saling membenci. Kekuatan bangsa itu tidak terbayangkan, mereka bisa menggenggam petir dan mampu bula mencabut sebatang pohon besar hanya dengan memerintahkannya.

Namun ternyata kedua bangsa diadu domba oleh makluk jahat yang hidup dalam sebuah goa air terjun terbuat dari permata. Karakter utama ceritalah yang kemduian menjadi pemandu kedua bangsa itu untuk mengalahkan si makhluk jahat di sana.

Contoh Ide Cerita Fiksi Fantasi 15

Photo by Alesia Kozik

Untuk contoh cerita fiksi fantasi yang terakhir adalah kamu bisa menuliskan tentang tokoh utama cerita yang terlahir dalam keadaan cacat, tidak bisa melihat dan tidak bisa berjalan dengan sempurna. Oleh karena penampilannya yang cacat itu, ia dikucilkan dan sering menjadi bahan cemoohan masyarakat.

Akan tetapi ketika desa tempat ia tinggal dilanda bencana dan wabah, hanya tokoh utama yang tidak ikut tertular.

Hal ini membuat orang-orang menaruh curiga dan menuduhnya sebagai penyihir. Dalam rasa putus asa dan kesedihan karena diusir oleh penduduk desa, tokoh utama menemukan dirinya benar-benar memiliki kekuatan yang tidak pernah ia bayangkan sebalumnya.

BACA PULA:

Nah, itu adalah 15 contoh ide cerita fiksi fantasi yang tentunya dapat kamu kembangkan menjadi cerita yang lebih utuh baik berupa novel atau pun hanya sekedar cerpen.

Oh ya, jika kamu membutuhkan mentor untuk membantumu menyelesaikan penulisan bukumu supaya lebih efisien dan lebih cepat selesai, kamu bisa menghubungi Penulis Gunung, ya.

InsyaAllah saya akan membantu kamu dengan senang hati.

BERANI?

Satu bulan punya buku atas nama kamu sendiri?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BEGINI CARA MENULIS BUKU CERITA ANAK DALAM 9 LANGKAH MUDAH

Jadi, kamu tertarik untuk menulis buku cerita untuk anak-anak?

Bagus, artikel kali ini akan mengajak kamu untuk mengenal cara menulis buku cerita anak dalam 9 langkah paling gampang diterapkan. Dengan langkah-langkah ini, kamu pasti akan lebih mudah menyelesaikan buku cerita anak yang ingin kamu tuliskan.

Namun, sebelum membahas langkah-langkah teknis cara menulis buku anak, kamu juga perlu tahu bahwa segmentasi usia anak sama sekali tidak sesederhana kelihatannya. Beberapa penulis bahkan mengatakan bahwa menulis buku untuk anak-anak, sebenarnya jauh lebih menantang dibandingkan menulis buku untuk orang dewasa.

Benarkah demikian?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Panduan Cara Menulis Buku Cerita Anak dalam 7 Langkah Super Mudah

Photo by Lina Kivaka

Menulis buku anak memiliki banyak tantangan yang menarik. Ketika kamu tertarik menulis cerita untuk anak-anak, kamu harus mempertimbangkan usia mereka, cara berkomunikasi mereka, dan mungkin juga imajinasi dan psikologi mereka.

Dalam praktiknya, cara membuat buku cerita anak hampir selalu bersandingan dengan ilustrasi berupa gambar yang menarik. Jadi, selain memiliki kekuatan cerita yang mampu diterima oleh anak-anak, buku itu juga harus menarik karena gambarnya. Hal ini juga tentu saja menjadi tantangan jika ternyata kamu tidak begitu mahir dalam menggambar.

Beruntung, semuanya memiliki jalan keluar. Termasuk juga dalam mempersiapkan gambar atau ilustrasinya. Kamu misalnya bisa mengajak seorang pelukis untuk menambahkan gambar pada ceritamu. Kesepakatannya dapat kamu sepakati sendiri, apakah kamu membeli gambar atau pun berbagai hasil penjualan.

Nah, sambil kamu mempelajari cara membuat buku cerita bergambar untuk anak-anak, sembilan langkah berikut akan memudahkan kamu dalam menjalani prosesnya.

BACA PULA:

1. Temukan Ide yang Relevan untuk Anak-Anak

Photo by cottonbro

Ketika kamu menulis buku cerita untuk anak-anak, maka kamu harus memperhitungkan dua kelompok yang akan menilai ceritamu di pasaran.

Kelompok pertama adalah anak-anak itu sendiri, dan yang kedua adalah orang tua mereka. Jika kamu menulis buku untuk anak di usia dibawah 15 tahun, sebelum buku masuk ke kamar anak-anak, orang tua mereka akan menilainya lebih dulu.

Meskipun demikian, prioritas utama kamu menulis tetaplah harus anak-anak, bukan orang tua mereka. Anak-anaklah yang akan tumbuh bersama buku dan cerita yang kamu tuliskan. Anak-anak pula yang akan tahu, seberapa hebat kisah yang kamu ceritakan mampu menginspirasi mereka.

Dikarenakan buku ini ditulis untuk anak-anak, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah pastikan bahwa ide ceritanya relevan untuk kehidupan mereka. Namun pertanyaannya kemudian adalah; bagaimana menemukan ide yang relevan untuk anak-anak?

Sebenarnya tidak sulit. Kamu dapat memvalidasi ide tersebut ideal atau tidak untuk anak-anak dengan dua hal yakni; Ajukan beberapa pertanyaan yang relevan untuk memverifikasinya dan pastikan idenya universal.

Beberapa Pertanyaan untuk Ide Buku Cerita Anak

Photo by Jessica Lynn Lewis

Untuk memastikan bahwa ide penulisan kamu memang layak untuk anak-anak, kamu dapat mengajukan beberapa pertanyaan berikut;

  • Tentang apa cerita yang dituliskan?
  • Mengapa kamu merasa perlu menceritakan kisah tersebut?
  • Apakah ide dan tema cerita ini ada hubungannya dengan anak-anak?
  • Apakah ide cerita ini laku di pasaran?
  • Apa pesan moral cerita ini untuk usia anak-anak? Dapatkah mereka menangkapnya?

Pastikan Ide Ceritamu Umum (Universal)

Kemasan cerita anak-anak bagaimana pun bentuknya, selalu memiliki tema inti secara universal. Kamu bisa memilih beberapa tema yang kamu rasa paling tepat untuk kemudian dituturkan dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh anak-anak.

Beberapa tema yang biasa diangkat misalnya adalah persahabatan, setia kawan, kerja keras, ketekunan, kepatuhan kepada orang tua dan lain sebagainya.

2. Pilih Usia Pembacamu

Photo by Janko Ferlic

Langkah kedua cara menulis buku cerita untuk anak adalah dengan memilih usia yang spesifik target pembacamu.

Seperti yang mungkin kamu tahu, usia antara 0 hingga 18 tahun, pada umumnya masih dikategorikan sebagai anak. Nah, segmentasi usia ini pula yang harus kamu pahami supaya ceritamu tepat sasaran.

Dengan bentang usia yang demikian lebar ini, uniknya buku anak membutuhkan struktur, jumlah kata dan model penulisan yang berbeda-beda pula. Ketika balita masih lebih tertarik pada gambar, maka remaja mungkin akan lebih tertarik pada novel yang ringan tentang cinta pertama.

Intinya adalah; sesuaikan ceritamu dengan usia pembaca spesifik yang kamu targetkan.

BACA PULA:

Buku Gambar untuk Usia 0 – 6 Tahun

Photo by Andy Kuzma

Ada dua unsur paling penting dalam penulisan cerita untuk pembaca anak usia ini yaitu; gambar dan cerita. Dua-duanya sama kuat dan harus sama-sama ada dalam naskah buku yang kamu tuliskan.

Pembaca dengan usia ini adalah anak yang baru mengenal buku.

Mereka mungkin hanya akan tertarik pada gambarnya dan orang tua mereka yang akan membacakan ceritanya. Untuk jumlah kata, biasanya buku untuk pembaca usia paling dini ini tidak lebih dari 500 kata saja.

Usia Pembaca Awal untuk 6-7 Tahun

Usia kedua yang bisa kamu tentukan secara khusus untuk menulis buku anak-anak adalah 6-7 tahun.

Usia ini merupakan usia dimana anak menjadi pembaca awal yang mulai mampu mengenal huruf dan menyusun kata-kata. Namun, tetap saja mereka membutuhkan gambar supaya dapat menyusun cerita lebih sempurna.

Jumlah kata yang ideal untuk pembaca anak-anak pada usia ini berkisar dari 2.000 hingga 5.000 kata. Saran lain yang bisa kamu lakukan mungkin adalah dengan menulis bukumu dalam serial sebagai bagian melatih keterampilan membaca anak-anak di usia awal mereka.

Usia Pembaca 7-9 Tahun

Photo by Victoria Borodinova

Selanjutnya setelah melewati usia pembaca awal, anak-anak sudah siap untuk masuk ke era dimana jumlah katanya berkisar dari 5.000 hingga 10.000 kata.

Usia ini kadang disebut juga sebagai usia pembaca buku bab awal. Artinya adalah; anak-anak sudah lebih siap membaca buku dalam bentuk bab namun dengan pengemasan yang lebih ringan tentu saja.

Gambar masih tetap dibutuhkan, namun jumlah dan variasi warnanya mungkin tidak akan sama seperti pada pembaca usia dibawahnya.

Usia Pembaca Menengah 9-12 Tahun

Contoh buku cerita anak yang cocok untuk usia ini adalah karangannya penulis fiksi klasik terkaya di dunia; JK. Rowling.

Harry Potters dan serialnya cukup menarik untuk dibaca pada anak usia ini. Jumlah kata yang ideal adalah 30.000 hingga 50.000 kata.

Meskipun pembaca pada usia ini menginginkan cerita yang lebih maju baik dari sisi prosa mau pun jalan cerita, kamu masih perlu menambahkan gambar untuk membuatnya lebih menarik. Hanya saja jumlah gambar sudah lebih sedikit dan letaknya hanya pada bagian tertentu saja.

Pembaca Remaja 12 – 18 Tahun

Photo by CARLOS ESPINOZA

Nah, ini adalah batu loncatan terakhir antara sastra anak-anak dan dewasa. Jumlah kata untuk usia ini tidak beda dengan jumlah buku sastra untuk dewasa yakni sekitar 50.000 hingga 100.000 kata.

Metode penulisan untuk buku remaja juga tidak jauh berbeda dengan buku umum pada kelas dewasa. Gambar tidak begitu diperlukan lagi, namun tetap dapat diberikan sebagai penguat ilustrasi.

Meskipun sangat identik dengan susunan buku sastra untuk pembaca dewasa, buku remaja harus memiliki ciri khas dalam hal jalan cerita. Pada umumnya jalan cerita dan tema buku remaja akan lebih bertutur mengenai bagaimana menyelesaikan persoalan yang bisa mengubah cara pandang mereka dan juga tentang menemukan jati diri.

BACA PULA:

3. Gunakan Kalimat yang Tidak ‘Merendahkan’ Anak-Anak

Photo by Jessica Lynn Lewis

Langkah selanjutnya setelah kamu memilih usia yang paling ideal untuk pembacamu adalah memperhatikan kalimat yang gunakan. Sedapat mungkin jangan menggunakan kata-kata yang ‘merendahkan’ anak-anak, walaupun tentu saja kamu tidak bermaksud melakukannya.

Lantas, apa sih, yang dimaksud dengan bahasa yang ‘merendahkan’ anak-anak itu?

Bahasa yang ‘merendahkan’ pembaca sebenarnya tidak hanya jangan diaplikasikan pada buku anak-anak, namun kepada setiap buku dengan segmentasi pembaca mana saja. Kalimat seperti ini kadang tersamar dalam susunan kalimat fiksi yang tidak begitu kentara.

Contohnya adalah sebagai berikut;

  • “Kamu memang tidak sepintar Einstein, tapi itu bukan masalah”.
  • “Kamu memang tidak bisa terbang seperti burung Rajawali, namun tidak ada yang salah dengan berjalan kaki”.
  • “Kamu memang bukan seorang puteri raja dari kerajaan kayangan, tapi kamu harus berusaha”.

Kalimat semacam itu umum pada buku novel untuk dewasa. Namun untuk pembaca anak-anak dengan usia mereka yang masih gemerlapan, hal itu akan sangat berpengaruh. Ketika cerita itu dibaca keras (pada umumnya buku anak-anak memang dibaca secara keras) kalimat itu mungkin akan menciderai imajinasi mereka.

Jadi, sebaiknya memang tidak perlu dipergunakan.

Nah, untuk menambah keterampilan dalam hal ini, kamu dapat mempraktikkan tiga hal berikut ini;

Gunakan Kosakata Sesuai Usia

Photo by Eva Elijas

Kamu memang dapat menunjukkan kemampuan dan pengetahuan berbahasamu yang luar biasa pada banyak tempat, tapi ingat, buku anak-anak bukan salah satu di antaranya.

Jangan menggunakan pilihan bahasa yang rumit dan sulit dimengerti. Atau hindari menggunakan istilah yang tidak biasa digunakan oleh anak-anak.

Gunakan Kekuatan Pengulangan

Pengulangan kata dan situasi dapat lebih efektif pada usia anak-anak. Pengulangan semacam ini memberi anak-anak kesempatan untuk mengikutinya dengan mudah.

Di Indonesia, kita mengenal beberapa cerita anak yang cukup familiar dengan konsep pengulangan seperti ini. Majalah anak Bobo atau Bo-Bo, tokoh Rong-Rong dalam cerita Bona dan Rong-Rong, atau malah cerita yang lebih luas cakupannya seperti Chika Chika Boom Boom.

Gunakan Pantun jika Memang Perlu

Menulis cerita anak dengan irama seperti pantun sama sekali tidak ada salahnya, selama kamu bisa melakukannya dengan sempurna. Namun, jika kamu tidak terbiasa menulis cerita dalam bentuk pantun, maka jangan paksakan diri untuk mengaplikasikannya.

Pantun kadang-kadang efektif untuk anak sebagai cara mereka untuk mudah mengingat, namun sayangnya tidak selalu bekerja seperti itu. Jadi pesannya adalah sebelum kamu menggunakan pantun; pastikan itu menarik untuk diingat dan dimengerti oleh anak-anak.

BACA INI JUGA, YUK

4. Ciptakan Karakter yang Mudah Diingat Anak-Anak

Photo by Pixabay

Langkah selanjutnya atau yang keempat sebagai cara membuat buku cerita sendiri untuk anak-anak adalah dengan memastikan karakter cerita atau tokoh yang kamu ciptakan mudah diingat oleh anak-anak.

Bagaimana contohnya?

Sekarang coba kamu ingat-ingat lagi karakter-karakter berikut ini;

  • Upin dan Ipin
  • Kancil dan Buaya
  • Bobo
  • Harry Potter
  • Rapunzel
  • Puteri Salju, dll

Muncul pertanyaan; bagaimana penulis mampu menciptakan karakter yang demikian kuat diingat oleh anak-anak seperti itu?

Menariknya adalah, kamu bisa mempelajari caranya dengan menerapkan tiga tips berikut ini;

Buat Karakter Protagonis Lebih Tua dari Usia Pembacamu

Mantra pertama yang bisa kamu terapkan untuk membuat karakter yang memorable untuk anak-anak adalah dengan menciptakan karakter yang usianya lebih tua dari target pembaca. Jadi, jika usia target pembacamu adalah anak-anak usia 6 hingga 7 tahun, maka kamu bisa membuat karakter protagonisnya ada pada usia 9 atau 10 tahun.

Hal ini menjadi menarik bagi anak-anak karena mereka berusaha menjadikan karakter tersebut sebagai sesuatu yang bisa diikuti dan dijadikan panutan.

Untuk lebih mudahnya, kamu bisa melihat contoh berikut ini;

  1. Karakter Harry Potter yang berusia 11 tahun menjadi ideal untuk pembaca anak-anak pada usia 6-9 tahun.
  2. Karakter Ramona Quimby yang berusia 8 tahun, dan ia cocok untuk pembaca anak-anak yang berusia 5 hingga 7 tahun.

Buat Karakternya Manusiawi

Photo by RODNAE

Dalam penulisan untuk pembaca segmentasi usia berapa pun, karakter yang diciptakan haruslah manusiawi. Manusiawi artinya karakter tersebut tetap memiliki batasan-batasan, kelebihan, kekurangan, motivasi, konflik dan lain sebagainya.

Memahami cara bikin buku cerita anak dengan menciptakan karakter yang manusiawi juga akan membantu anak-anak untuk memahami keterbatasan. Dan pada perkembangannya, mengajari mereka pula untuk belajar menerima dan mengatasi keterbatasan tersebut.

Sempurna Sama Dengan Hambar

Catatan terakhir untuk kamu yang akan menciptakan satu karakter fiksi cerita anak-anak adalah dengan menghindari menciptakan karakter yang sempurna.

Maksudnya adalah jangan membuat karakter sempurna di segala hal dan tidak memiliki kekurangan dan keterbatasan. Karakter seperti ini sangat tidak efektif, tidak bisa menciptakan konflik, dan cenderung membosankan atau hambar.

5. Tuliskan Naskah Pertamanya

Photo by cottonbro

Langkah selanjutnya sebagai cara menulis buku cerita untuk anak-anak adalah dengan mulai menuliskannya.

Setelah mendapatkan temanya, menetapkan target usia pembacanya, menciptakan karakternya, langkah kelima akan membawa kamu pada proses yang serius yakni menuliskannya.

Jangan terlalu berharap banyak pada naskah awal, karena ini hampir selalu berantakan.

Namun itu adalah situasi yang normal.

Naskah awal yang berantakan adalah hal umum, bahkan untuk penulis profesional dengan pengalaman dan jam terbang tinggi sekali pun. Jadi mantranya adalah, jika hal ini terjadi pada kamu juga, just keep moving, kamu sudah ada jalan yang benar.

BACA JUGA:

6. Beri Jeda Sejenak dan Tulis Ulang

Photo by Pixabay

Walaupun kamu menulis buku cerita untuk anak-anak yang notabene konfliknya ceritanya sederhana, kamu tetap butuh jeda untuk bisa melakukannya dengan sempurna. Jadi ketika naskahmu sudah selesai, ambilah napas sejenak dengan sama sekali tidak menyentuh naskahmu selama satu dua hari.

Setelah kamu merasa cukup segar untuk kembali menulis, sekarang kamu dapat membaca ulang naskahmu dan mulai melakukan revisi.

Tulis ulang beberapa bagian yang kamu anggap kurang tepat, atau kurang mencapai target yang sudah kamu tetapkan. Pada tahap ini kamu dapat menyusun ulang, menulis revisi atau bahkan membuang beberapa bagian yang tidak relevan.

Tentu ini adalah pekerjaan yang tidak mudah dan melelahkan. Namun, kamu dapat berfokus pada beberapa hal berikut untuk membuat prosesnya jauh lebih mudah.

  • Tulis Apa pun yang Kamu Inginkan, Namun Pastikan Relevan dengan Pembacamu. Misalnya begini; kamu ingin menulis cerita tentang pengkhianatan dan ketidaksetiaan. Jadi, untuk anak-anak kamu bisa membuat pengkhianatan ini datang dari sepasang sahabat dan teman baik, bukannya sepasang kekasih.
  • Tetapkan Satu Pesan Utama Cerita. Untuk pembaca anak-anak, pesan cerita yang sederhana adalah keharusan. Apalagi jika target pembaca bukumu adalah anak-anak dengan usia di bawah 15 tahun. Jika pesannya cukup kompleks, sebaiknya kamu mengemasnya dalam serial.
  • Beri Bonus Hiburan Pada Orang Dewasa. Fokus terahir yang bisa kamu lakukan untuk menulis buku cerita anak yang menarik adalah dengan menyisipkan hiburan untuk orang tua mereka sendiri. Tentu ini bukan hal yang prioritas. Akan tetapi jika kamu mampu melakukannya, ini akan menjadi nilai tambah yang menarik.

7. Editing!

Photo by Caio

Setelah menulis ulang dan memperbaiki disana-sini, kamu masuk pada tahap yang semakin tidak mudah dalam proses menulis buku cerita anak yakni, mengedit.

Editing adalah bagian yang cukup serius dan membutuhkan energi ekstra. Proses ini akan memaksa kamu untuk membaca ulang, mengedit dan mengulanginya lagi sampai kamu merasa benar-benar lega.

Nah, supaya hal ini tidak terlalu kelihatan menakutkan, berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.

Tidak Ada Masalah dengan “Kejam” Saat Mengedit

Semakin pendek dan sederhana sebuah cerita, semakin bagus itu untuk anak-anak.

Anak-anak tidak membutuhkan cerita yang terlalu rinci dan mendetail. Jika satu kalimat yang kamu hapus tidak mempengaruhi cerita dan tetap mampu menyampaikan pesan cerita dengan baik, maka hapus saja.

Dan lakukan hal itu pada bagian-bagian lainnya pula.

Bagikan dengan Komunitas dan Pembaca Beta

Photo by Anastasia Shuraeva

Tips kedua yang sangat berguna dalam mengedit supaya kamu dapat menciptakan buku cerita anak yang bagus adalah dengan membagikan kepada satu komunitas dimana terdapat pula target pembacamu disana.

Komunitas ini tentu saja misalnya dapat kamu temukan di group facebook, instagram, whatsapp, atau bahkan lingkungan rumahmu sendiri.

Pembaca beta atau pembaca uji coba akan memberikan feedback yang paling kamu butuhkan. Dan karena target pembacamu adalan anak-anak, maka tentu pembaca betamu juga adalah anak-anak. Menariknya lagi, anak-anak adalah pembaca paling jujur yang akan memberikan feedback ceritamu secara polos dan jujur pula.

Jadi, pastikan kamu mendengar pendapat mereka.

BACA JUGA:

8. Temukan Ilustrator dan Editor yang Profesional (Jika Kamu Memang Membutuhkannya)

Photo by Michael Burrows

Setelah naskahmu sudah jadi dan kamu sudah menempuh semua langkah di atas tapi malangnya kamu masih merasa ada yang kurang, maka sekarang kamu harus meminta bantuan pada ahlinya; seorang editor buku anak profesional.

Jika kamu memiliki kenalan, maka ini akan lebih mudah untuk dilakukan. Namun jika tidak, kamu mungkin harus mengeluarkan sedikit biaya untuk investasi cerita yang sempurna. Tidak ada salahnya dengan hal itu, bukan?

Kemudian pastikan pula dalam langkah ini apakah kamu memerlukan jasa seorang ilustrator atau tidak?

Untuk buku-buku remaja dengan pembaca yang sudah hampir memasuki usia dewasa, kamu mungkin tidak begitu membutuhkan ilustrator. Namun untuk buku anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun, ilustrasi adalah setengah dari cerita.

Nah, jika kamu memang membutuhkan ilustrator, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai platform situs freelance. Ada banyak ilustrator hebat disana yang bisa kamu ajak bekerjasama.

Atau jika kamu suka tantangan, kamu tentu saja juga boleh mencobanya sendiri dengan belajar cara membuat ilustrasi buku cerita anak yang bagus dan efektif.

9. Terbitkan Buku Cerita Anak Karyamu!

Photo by Yan Krukov

Ini adalah langkah final dalam membuat buku cerita anak yaitu dengan menerbitkannya.

Dalam menerbitkan buku cerita anak, kamu bisa memilih mengirim naskahmu ke penerbit mayor dan menunggu untuk diterbitkan.

Namun jika kamu merasa tidak begitu sabar dalam menunggu yang hasilnya belum tentu diterima atau tidak, maka kamu harus menerbitkannya dengan metode self publishing. Informasi lebih lengkap mengenai proses penerbitan mandiri atau self publishing dapat kamu baca disini.

BACA JUGA:

WUJUDKAN IMPIANMU MENJADI PENULIS MELALUI KELAS MENULIS ONLINE DISINI.

DAFTAR VIA WHATSAPP SEKARANG


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BEGINI CARA MENULIS AUTOBIOGRAFI DIRI SENDIRI YANG MENARIK

Tidak diragukan lagi bahwa ada banyak orang yang memiliki kisah hidup menarik untuk diceritakan. Bagaimana menceritakan kisah itulah inti dari cara menulis autobografi diri sendiri. Pada praktiknya, bagaimana pun kamu mengemas ceritanya, pembaca harus menemukannya sebagai sesuatu yang berharga untuk ditelusuri.

Sebagai sebuah catatan langsung dari penulis, autobiografi menawarkan tingkat interaksi yang tak tertandingi bagi para pembaca genre biografi. Untuk orang-orang yang suka mempelajari sesuatu dari sosok-sosok yang menonjol dan terkemuka, autobiografi adalah referensi utama yang menjamin orisinilitas pemikiran murni.

Nah, untuk kamu yang memiliki kisah pribadi yang unik dan terpikir untuk menuliskannya dalam bentuk autobiografi, artikel kali ini saya persembahkan untuk membantu kamu mewujudkannya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Cara Menulis Autobiografi Diri Sendiri yang Mudah dan Bisa Dilakukan Siapa Saja

Cara Menulis Autobiografi Dalam 8 Langkah Mudah

http://www.penulisgunung.id

Ketika menyebutkan penulisan kisah pribadi untuk diri sendiri, kita akan selalu dihadapkan pada tiga jenis karya sastra untuk dipilih yakni; autobiografi, biografi, dan memoar.

Tentu saja artikel ini akan menguraikan contoh autobiografi dan signifikansi perbedaannya dengan memoar dan biografi. Namun sekarang, untuk membuat perjalanan mempelajari penulisan kisah hidup manusia ini menjadi lebih mudah, mari kita mulai dengan pengertian autobiografi terlebih dahulu.

Jadi, apa yang dimaksud dengan autobiografi itu?

BACA JUGA:

Pengertian Autobiografi

Source: Pexel

Secara lengkap autobiografi dapat diartikan sebagai sebuah penulisan non fiksi tentang kisah hidup seseorang, yang ditulis langsung oleh orang yang bersangkutan melalui sudut pandang dirinya sendiri.

Sederhananya adalah, jika kamu menulis kisah hidup kamu sendiri dalam sudut pandang kamu sendiri, maka itu sudah cukup untuk disebut autobiografi. Namun tentu saja dalam pelaksanaanya, akan ada beberapa hal yang perlu untuk disesuaikan.

Autobiografi sendiri merupakan sub-genre dari biografi yang merupakan kisah hidup seseorang yang dituliskan oleh orang lain. Lebih lengkapnya mengenai apa itu biografi dan bagaimana cara menuliskanya, dapat kamu baca pada tautan ini.

Di kalangan pembaca secara umum, autobiografi adalag sub genre yang sangat populer.

Buku autobiografi yang baru dirilis oleh tokoh terkenal, dapat dengan mudah menjadi best seller dalam waktu yang singkat. Buku Habibie & Ainun yang ditulis oleh Bacharuddin Jusuf Habibie adalah salah satu contoh autobiografi panjang dan populer di Indonesia.

Contoh lainnya yang juga bisa kamu jadikan referensi adalah buku Chairul Tanjung si Anak Singkong yang ditulis oleh Chairul Tanjung sendiri dan disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja.

Perbedaan Autobiografi dan Biografi

pertanyaan untuk penulis
Source: Pexel

Perbedaan paling penting antara autobiografi dan biografi adalah penulisnya. Jika autobiografi ditulis secara langsung oleh orang yang bersangkutan atau subyek penulisan, maka biografi ditulis oleh orang lain yang biasanya adalah seorang sejarawan.

Penulis biografi dikenal karena kepiawaian mereka membangun narasi non fiksi yang kuat tentang kisah hidup tokoh yang menjadi subyek penulisan mereka.

Di Indonesia, kamu dapat menemukan banyak contoh untuk penulisan semacam ini seperti;

  • Muhammad; Sang Nabi, karya Karen Amstrong
  • Muhammad; Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, karya Martin Lings
  • Ayah: Kisah Buya Hamka, yang ditulis oleh anaknya sendiri, Irfan Hamka
  • 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia, yang ditulis oleh Michael Hart (ini adalah contoh biografi singkat)
  • Islamedina; Si Wajah Cahaya, karya Anton Sujarwo (saya sendiri) yang bukunya bisa kamu dapatkan disini.

Di lain sisi, penulis autobiografi dituntut untuk memiliki keahlian penuh dalam mengeksplorasi kisah hidup dirinya sendiri. Ini seharusnya tidak begitu sulit, namun justru tidak banyak buku autobiografi yang popularitasnya bisa menyamai buku biografi secara umum seperti contoh di atas.

Dan salah satu penyebabnya adalah; ada lebih banyak orang yang tidak tahu cara menulis buku autiobiografi untuk diri mereka sendiri.

Perbedaan Autiobiografi dan Memoar

Photo by Daria Shevtsova

Meskipun tidak identik, autobiografi lebih erat kaitannya dengan penulisan non fiksi lain yang disebut dengan memoar. Namun, meskipun autobiografi dan memoar memiliki banyak persamaan, kedua jenis penulisan ini tidaklah identik.

Ada beberapa perbedaan signifikan antara memoar dan autobiografi yang didasarkan pada strukturnya, cakupannya dan juga gaya bahasanya.

Jika autobiografi ditulis langsung oleh subyek, maka memoar pun demikian. Hanya saja dari sisi cakupan penulisan, memoar memfokuskan bagian kehidupan penulis pada periode tertentu saja. Hal ini berbeda dengan autobiografi yang membahas kehidupan subyek secara lebih komprehensif.

Selain cakupan pembahasan, memoar dan autobiografi juga memiliki perbedaan dalam hal gaya bahasa. Ketika autobiografi memfokuskan penulisan kisah hidup subyek pada peristiwanya, memoar akan lebih berfokus pada pengalaman dan perasaan yang dihadirkan dari peristiwa tersebut.

Dapat diambil contoh perbedaan antara penulisan struktur autobiografi dan memoar sebagai berikut;

Seorang tokoh politik dapat menceritakan keseluruhan kisah hidupnya dalam sebuah autobiografi yang dimulai dari kelahirannya, tumbuh dewasanya, dan waktu-waktu ia kemudian dikenal luas oleh masyarakat. Penulisan ini mencakup peristiwa yang menyeluruh dan diceritakan secara kronologis.

Sementara dalam memoar, tokoh politik tersebut mungkin akan menulis secara khusus mengenai pengalamannya dalam pemilihan umum atau masa karir politiknya yang paling cemerlang. Penulisan ini dapat melibatkan emosionalnya secara khusus dimana ia mungkin merasa was-was dengan hasil electroral, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:

6 Hal yang Harus ada Dalam Penulisan Autobiografi

Source: Pexel

Autobiografi sudah seharusnya memuat segala hal yang penting dalam hidup penulisnya.

Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa segala bentuk kenangan kecil harus kamu tuliskan pula. Beberapa kenangan mungkin terasa spesial untuk diri kamu sendiri, namun ketika kamu memilih menceritakannya kepada pembaca atau orang asing melalui autobiografi, kamu harus lebih selektif.

Pada beberapa contoh autobigrafi diri sendiri yang menarik, penulis sekaligus subyek harus mampu mempertimbangkan mana kenangan yang layak ia bagikan kepada pembaca. Jika tidak ada pelajaran dalam kenangan tersebut, atau tidak ada pula korelasinya dengan pencapaian di momen selanjutnya, sebaiknya tidak perlu kamu ikutkan.

Guna mempermudah kamu memilih mana saja bagian dari perjalanan hidup kamu yang dapat dimasukkan dalam autobiografi dan mana pula yang tidak, berikut adalah beberapa hal esensial yang harus ada dalam seriap penulisan autobiografi.

Gambaran Jelas Asal Usul Pribadi Penulis

Photo by cottonbro

Gambaran asal usul subyek atau diri sendiri penulisan autobiografi meliputi kelahiran, kota asal, sejarah keluarga, profil beberapa anggota keluarga inti, juga orang-orang yang kamu anggap paling penting di masa kecil.

Dapat pula kamu tambahkan dalam gambaran asal usul pribadi ini, mengenai saat-saat penting dalam pendidikan yang kamu jalani.

Intinya adalah; bagian ini mendeskripsikan kehidupan dan asal usul pribadi kamu sebagai subyek supaya dapat dikenal pembaca lebih dekat.

Pengalaman-Pengalaman Penting

Penting pula untuk kamu tambahkan sebagai cara menulis karangan autobiografi mengenai pengalaman signifikan yang kamu alami.

Bagian ini dapat menjadi media bagi kamu untuk menjelaskan kepada pembaca tentang pengalaman apa saja yang memberikan kontribusi padamu yang berpengaruh pula pada karakteristikmu di masa sekarang.

Detail Terperinci dari Bagian-Bagian Kehidupan Profesional

Photo by Daniel McDonald

Ini adalah bagian penting dalam penulisan autobiografi dan pada banyak kasus; merupakan titik balik dimana kamu sebagai subyek pribadi dikenal oleh masyarakat.

Bagian ini adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam penulisan biografi atau autobiografi.

Dalam cara menulis autobiografi singkat, bagian ini juga merupakan bagian yang paling banyak diceritakan. Sederhananya adalah, ini adalah bagian yang menjadi alasan mengapa orang-orang tertarik membaca kisah hidup yang kamu tuliskan.

Jadi, pastikan kamu menuliskannya dengan sempurna dan penuh perhatian.

Kisah Kegagalan dan Reaksi yang Diberikan

Orang-orang hebat yang menulis autobiografi mereka, sudah pasti orang yang akrab dengan kegagalan. Akan tetapi, bagaimana mereka menyikapi kegagalan adalah alasan mengapa perjalanan hidup mereka kemudian layak untuk dibagikan.

Jika kamu memiliki pengalaman akan kegagalan terhadap sesuatu, bagikan pula tentang hal tersebut.

Namun yang terpenting selain mengisahkan kegagalan tersebut, kamu juga harus memastikan bahwa reaksi kamu terhadap kegagalan tersebut menjadi pelajaran yang bisa diambil manfaatnya oleh pembaca.

Judul yang Menarik

Photo by Polina Zimmerman

Cara menulis autobiografi yang benar selanjutnya adalah dengan memastikan kamu memberikan judul yang menarik dan menggelitik. Kemampuan memilih judul akan sangat menentukan, meskipun kamu adalah tokoh sudah cukup dikenal.

Hindari untuk menggunakan judul-judul yang terlalu datar seperti “Autobiografiku, Kisah Hidupku, Perjalanan Hidupku”, dan yang semacam itu.

Sebagai gantinya, carilah sesuatu yang mengusik rasa ingin tahu pembaca untuk mengambil buku autobiografimu dan membacanya hingga selesai.

Narasi Orang Pertama

Hal terakhir yang harus ada dalam sebuah penulisan autobiografi adalah sudut pandang orang pertama. Jadi, kamu harus bercerita menggunakan kata ganti aku sebagai pelaku karena memang kamulah yang memiliki semua pengalaman tersebut.

Kata ganti orang ketiga memang cocok untuk penulisan biografi tradisional dimana penulisnya adalah orang lain seperti sejarawan atau sastrawan.

Akan tetapi dalam penulisan autobiografi sekali lagi; gunakan sudut pandang narasi orang pertama.

BACA PULA:

Menulis Autobiografi dalam 8 Langkah Sederhana

Photo by Angela Roma

Memulai penulisan buku secara serius seperti autobiografi dan memoar sudah pasti tidak mudah. Jadi, tidak begitu mengejutkan jika banyak orang termasuk kamu misalnya, mengalami kesulitan.

Nah, untuk membuatnya lebih sederhana dan dapat dipraktikkan dengan mudah, kamu hanya perlu mengikuti delapan langkah berikut ini;

Awali dengan Brainstorming

Tidak ada cara paling mudah dan menarik untuk memulai penulisan autobiografi selain dengan melakukan brainstorming atau pengumpulan ide secara spontan terlebih dahulu.

Dalam langkah yang pertama ini, kamu dapat mengingat-ingat semua kisah hidup yang kamu miliki dan menuliskannya secara garis besar. Apa pun kenangan dalam perjalanan kehidupan kamu yang kamu anggap penting dan kamu rasa menarik pula bagi pembaca, tuliskan saja.

Pastikan untuk mengumpulkan semua ide yang lengkap dari awal hingga hari dimana kamu berada saat ini. Masa kecil, pendidikan, keluarga, momen-momen berharga semasa kanak-kanak, semuanya dapat kamu masukkan dalam proses brainstorming.

Walau tidak semua kenangan itu dapat dimasukkan dalam naskah buku autobiografimu nantinya, namun dalam langkah pertama ini kumpulkan saja semuanya.

Buat Kerangka Autobiografi

Source: Pexel

Setelah kamu mengumpulkan berbagai ide dalam perjalanan hidupmu pada tahap brainstorming, kini saatnya untuk memilah-milah mana saja dari ide tersebut yang dapat kamu masukkan dalam autobiografi.

Nah, cara yang mudah dan menyenangkan untuk memilah mana saja ide dan kenangan yang layak masuk dalam autobiografi adalah dengan membuat garis besar cerita atau outline. Kamu dapat menyusun berbagai peristiwa dalam hidupmu secara kronologis berdasarkan tahapan-tahapan yang membentuk dirimu saat ini.

Berbagai episode paling menarik dalam hidupmu, dapat kamu susun pada tahapan outlining ini.

Jika kamu mampu menyusun dan membagikan berbagai peristiwa menarik yang kamu alami sepanjang buku, akan sulit pembacamu untuk tidak menyelesaikan membaca biografimu hingga selesai.

Lakukan Riset

Tidak ada manusia yang dapat mengingat secara mendetail perjalanan hidup mereka secara keseluruhan, terutama pada masa kecil. Jadi untuk menyempurnakannya autobiografimu, kamu tentu saja juga membutuhkan riset atau penelitian.

Untuk mengingat kembali informasi dan detail-detail peristiwa dalam tiap episode hidupmu, kamu bisa melakukan riset dengan mewawancari keluarga, teman dekat atau orang-orang yang memiliki keterkaitan erat dengan episode tersebut.

Tulis Naskah

Source: Pexel

Setelah melewati berbagai tahapan dari brainstorming, outlining dan riset, sekarang kamu siap untuk menggarap naskah pertama dari autobiografimu.

Mantranya dalam tahapan ini adalah; Tuliskan saja atau just write!

Naskah pertama ini mungkin saja sangat panjang lebar, kurang fokus, bertele-tele dan tidak detail membahas peristiwa yang penting dalam autobiografimu. Namun naskah pertama selalu begitu, bahkan untuk penulis profesional dengan pengalaman dan jam terbang tinggi sekali pun.

Jadi, kembali saja ke mantranya; tuliskan saja tanpa harus merasa khawatir.

BACA JUGA:

Ambil Jeda

Photo by Liza Summer

Jika penulisan naskah autobiografimu sudah selesai ditulis, yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah melupakannnya untuk beberapa saat.

Maksudnya adalah; istirahatlah dulu dan ambil jeda untuk beberapa waktu.

Kamu membutuhkan pikiran yang segar dan situasi yang fresh saat membaca naskah ulang autobiografimu nantinya. Dan ini tidak bisa dilakukan jika kamu tak mengambil jeda setelah menulis naskah pertamanya selama berbulan-bulan.

Jadi, biarkan benak dan pikiranmu segar terlebih dahulu dengan mengambil jeda.

Koreksi dan Proofreading

Setelah kamu merasa cukup segar kembali dengan mengambil jeda beberapa minggu, saatnya kembali ke naskahmu dan melakukan koreksi.

Dalam penulisan autobiografi seperti ini, fokus yang harus kamu berikan bukanlah kesalahan typo semata. Akan tetapi yang paling penting adalah mengidentifikasi kenangan-kenangan lemah yang tidak seharusnya ada dalam autobiografimu.

Cara menulis struktur autobiografi terbaik dalam tahapan ini adalah dengan memposisikan dirimu sebagai pembaca autobiografi orang lain. Tanyakan pada dirimu sendiri; apa yang kamu inginkan saat membacanya?

Nah, jawaban itu juga yang harus kamu terapkan dalam autobiografimu.

Lakukan Revisi

Photo by Ketut Subiyanto

Setelah berbagai catatan tentang momen-momen lemah yang telah kamu hilangkan dari narasi, sekarang adalah waktunya melakukan revisi.

Ubah semaksimal mungkin yang bisa kamu lakukan. Jika satu bagian membutuhkan tulis ulang, jangan ragu untuk melakukannya lagi. Ini akan menjadi proses yang panjang dan melelahkan.

Namun, bukankah tidak ada pencapaian hebat yang bisa didapatkan dengan mudah? Termasuk pula dalam menulis buku autobiografimu ini.

Untuk menyempurnakan bagian ini, tidak ada salahnya untuk menunjukkan naskah yang kamu tuliskan kepada orang-orang yang kamu percayai pendapatnya. Syukur-syukur jika kamu memiliki kenalan editor profesional, pendapatnya akan sangat berharga untuk kamu pertimbangkan.

Sempurnakan dan Publikasikan

Kamu mungkin akan mengulang proses koreksi, proofreading, editing dan revisi berkali-kali. Tidak ada angka magic untuk membuatnya sempurna, namun meminta pendapat orang lain selalu dapat dijadikan alat bantu yang memadai.

Pastikan kamu meminta penilaian orang baru setelah merevisi naskahmu.

Ini mungkin akan memakan waktu lama dan butuh penyesuaian disana-sini. Namun, tujuan terpentingnya adalah kamu dapat menyampaikan kebenaran kisah hidupmu yang menginspirasi itu tanpa melakukan rekayasa dalam buku autobiografi.

Butuh Bantuan untuk Menulis Autobiografimu?

Photo by Arina Krasnikova

Semestinya dengan semua penjelasan cara menulis autobiografi diri sendiri di atas, kamu sudah langsung dapat mempraktikkannya dengan mudah.

Kamu hanya perlu mengikuti langkah-langkahnya dengan disiplin, untuk kemudian kedisiplinan itulah yang akan membawamu kepada keberhasilan hingga naskah final.

Namun jika kamu masih menemukan kesulitan melakukannya, kamu tentu saja dapat menghubungi www.penulisgunung.id dan meminta bantuan secara profesional untuk menyelesaikan autobiografimu.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi saya, ya.

BACA PULA:



Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 TIPS RAHASIA CARA MENULIS BIOGRAFI YANG SUPER MUDAH DILAKUKAN

Biografi jika ditulis dengan tepat, adalah media yang sangat efektif untuk mengambil pelajaran dari kisah hidup orang-orang terkemuka. Penulis yang mengerti cara menulis biografi tidak hanya mampu menampilkan siapa tokoh biografi yang ia tuliskan. Namun juga mampu menyampaikan keteladanan dan pelajaran yang penting dari tokoh yang ia ceritakan.

Nah, jika kamu saat ini tertarik untuk menulis biografi tentang seseorang yang kamu anggap penting, kamu perlu mengetahui cara menulisnya dengan teknik yang paling baik.

Menariknya adalah, cara menulis biografi seorang tokoh tidak sesulit kelihatannya. Dengan panduan yang sederhana berikut ini, kamu dapat menulis biografi siapa pun yang kamu suka. Penulisan biografi untuk tokoh terkenal, publik figur, orang tua atau siapa saja, dapat dengan mudah kamu eksekusi dengan 7 tips rahasia berikut ini.

Bagaimana Cara Menulis Biografi dan 7 Tips Rahasia yang Akan Membuatnya Sangat Mudah

Photo by energepic.com

“Saya tidak menemukan cara belajar terbaik dari keteladanan masa silam kecuali melalui buku sejarah dan biografi”

– A Wan Bong –

Pentingnya pengetahuan tata cara menulis biografi yang menarik tidak hanya dibutuhkan oleh penulis, namun juga oleh pembaca. Sebagai media mengenal dan belajar dari perjalanan hidup seseorang, buku biografi haruslah menarik untuk ditulis dan dibaca sekaligus.

Tapi bagaimana caranya?

Jika kamu pernah membaca biografi Rasullulah Muhammad SAW yang ditulis oleh Martin Lings atau Abu Bakar Siraj ad-Din, atau pun yang ditulis oleh Karen Amstrong, kamu akan menemukan fakta yang menarik. Dengan keunikannya masing-masing, dua biografi yang menceritakan orang yang sama ini sama-sama dianggap sebagai yang terbaik di dunia.

Untuk pembaca muslim, tulisan Martin Lings dapat dibilang nyaris sempurna untuk menggambarkan sejarah hidup Rasulullah. Sementara untuk pembaca yang universal, terutama non muslim, tulisan Karen Amstrong adalah pilihan yang bijaksana untuk mengenal nabi akhir zaman ini.

Dua buku ini sangat sempurna untuk menjadi contoh bagaimana cara menulis biografi seorang tokoh yang efektif. Narasi yang dibangun oleh Martin Lings mau pun Karen Amstrong, sangat efektif masuk ke pemikiran pembaca tanpa kehilangan keabsahan historisnya.

Nah, sebelum saya mengajak kamu untuk mempelajari lebih jauh tentang cara penulisan biografi dalam 7 tips rahasia, sebaiknya kita memulainya dengan pengertian biografi itu sendiri.

Jadi, apa yang dimaksud dengan biografi?

Pengertian Biografi

Photo by Oladimeji Ajegbile

Sederhananya biografi adalah kisah hidup orang ketiga yang ditulis secara terperinci oleh orang lain.

Syarat pertama sebuah kisah hidup seseorang baru dapat disebut biografi jika ia ditulis secara lengkap, komprehensif, rinci dan mendetail.

Syarat yang kedua adalah penulis biografi tersebut haruslah orang lain atau bukan orang yang diceritakan dalam kisah tersebut. Syarat yang ketiga namun tidak begitu mutlak adalah struktur penulisannya yang harusnya bersifat kronologis.

Contoh menulis biografi tokoh yang sempurna dan memenuhi ketiga syarat ini adalah apa yang dilakukan Martin Lings tersebut. Penulisannya dilakukan oleh orang lain secara lengkap, komprehensif dan berstruktur kronologis.

BACA JUGA:

Tujuan Penulisan Biografi

Photo by Tima Miroshnichenko

Tujuan penulisan biografi dapat bermacam-macam. Beberapa tujuan penulisan biografi yang paling umum misalnya adalah;

  • Sebagai cara untuk membagikan kehidupan orang lain yang menjadi subyek kepada masyarakat.
  • Sebagai cara penulis untuk melakukan klarifikasi tentang informasi yang keliru tentang sosok subyek yang mungkin sudah lebih dulu beredar di masyarakat. Alasan ini adalah salah satu yang mendasari penulisan buku Muhammad Sang Nabi yang ditulis oleh Karen Amstrong.
  • Sebagai cara untuk melengkapi fakta-fakta yang mungkin terlewatkan dalam penulisan biografi oleh penulis sebelumnya.
  • Sebagai cara untuk membagikan inspirasi kepada masyarakat tentang bagaimana pencapaian subyek, kegigihannya mengatasi rintangan dan hambatan, yang kemudian diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mengambil semangat yang serupa.
  • Sebagai cara untuk memberi peringatan kepada masyarakat untuk tidak mengikuti subyek yang diceritakan. Kamu mungkin akan menemukan tujuan ini pada penulisan biografi orang-orang yang mungkin terkenal karena kejahatan mereka.

Jenis-Jenis Biografi

Photo by Sharon McCutcheon

Biografi memiliki banyak sekali jenisnya, tergantung dari sudut pandang apa ia dituliskan.

Kamu mungkin pernah mendengar istilah biografi jurnalistik, biografi intelektual dan lain sebagainya.

Akan tetapi jika dilihat dari struktur penulisan dan kelengkapannya, penulisan biografi dapat dibagi menjadi dua saja yakni biografi singkat dan biografi rinci.

Biografi Mini atau Singkat

Biografi singkat tetap menampilkan kisah hidup subyek secara komplit dari lahir, masa kecil, pendidikan, tumbuh dewasa hingga mencapai posisi dimana ia  dikenal luas oleh masyarakat. Hanya saja pada cara menulis biografi singkat mengizinkan penulis hanya membahas bagian-bagian tersebut secara ringkas.

Kamu dengan mudah dapat menemukan contoh biografi singkat ini misalnya pada buku tema-tema kolektif seperti: Biografi 10 Diktator Paling Haus Darah Sepanjang Masa, 25 Tokoh Bisnis Terkemuka di Abad 20, dan lain sebagainya.

Pada penulisan biografi semacam ini, garis besar kehidupan tokoh biasanya diulas secara lengkap namun dalam porsi yang singkat.

Biografi Reguler yang Terperinci

Photo by cottonbro

Di samping biografi singkat, kamu juga dapat menulis biografi yang lebih lengkap, panjang dan terperinci. Pada penulisan ini, penulis akan menggambarkan masa kecil, pendidikan, tumbuh dewasa dan pencapaian-pencapaian tokoh secara lebih mendetail.

Bahkan, akan menjadi sebuah nilai tambah jika penulis biografi mampu pula menggambarkan sebuah peristiwa yang dialami tokoh tersebut secara lebih spesifik mulai dari dialog, perasaan, dan sudut pandangnya.

BACA PULA:

Perbedaan Biografi, Autobiografi dan Memoar

Photo by Jose Vargas

Menulis untuk menceritakan kehidupan seorang tokoh, publik figur atau anggota keluarga yang menonjol biasanya terdiri dalam tiga cara penceritaan yakni; biografi, autobiografi dan memoar.

Autobiografi dan memoar mungkin lebih dekat dari sisi penulisannya karena dilakukan oleh subyek langsung. Sementara biografi sendiri penulisannya dilakukan oleh orang lain.

Jadi, jika kamu bertanya mengenai cara menulis biografi diri sendiri, maka jawabannya adalah pada penulisan memoar dan autobiografi, bukan biografi.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbedaan antara biografi, autobiografi dan memoar.

SubyekMemoarAutobiografiBiografi
PenulisDilakukan langsung oleh subyek yang diceritakan.Dilakukan langsung oleh subyek yang diceritakan.Dilakukan oleh orang lain.
Cakupan PembahasanHanya berfokus pada satu periode tertentu dalam kehidupan subyekKomprehensif dan lengkap.Komprehensif dan lengkap.
Gaya PenulisanBerfokus pada pengalamanBerfokus pada peristiwaBerfokus pada peristiwa
StrukturLebih bebas sesuai keterampilan penulis.Biasanya kronologis.Biasanya ditulis secara kronologis.
PembacaUntuk merasakan sisi emosional pengalaman penulisUntuk mempelajari dan mengambil teladan dari sosok yang diceritakan.Untuk mempelajari dan mengambil teladan dari sosok yang diceritakan.
FilosofiLebih mengutamakan kebenaran emosional dibandingkan fakta peristiwa karena didasarkan pada ingatan penulis.Lebih mengutamakan akurasi peristiwa berdasarkan sumber-sumber dan riset.Lebih mengutamakan akurasi peristiwa berdasarkan sumber-sumber dan riset.

Apa yang Harus Ada dalam Penulisan Biografi?

Photo by Dmitriy Ganin

Sebagai sebuah manuskrip perjalanan hidup seseorang, biografi haruslah sangat lengkap dan komprehensif. Cara membuat biografi pahlawan, tokoh terkenal atau bahkan salah satu anggota keluarga yang dianggap menonjol, harus memuat fakta-fakta dalam kehidupan subyek secara lengkap.

Lantas, apa saja yang harus adalah penulisan biografi?

Kelahiran dan Masa Kanak-kanak Subyek

Memberikan detail bagaimana seseorang dibesarkan akan memberikan konteks historis yang lebih utuh kepada para pembaca. Pada bagian ini kamu dapat menuliskan dimana subyek biografi dilahirkan, kapan waktunya, adakah peristiwa menarik untuk diulas pada saat ia dilahirkan dan sebagainya.

Contohnya adalah; jika kamu menulis biografi seorang tokoh militer di Indonesia yang lahir pada kisaran tahun 1950-an, kamu dapat menambahkan kondisi politik dan militer di Indonesia pada saat ia dilahirkan.

Ini akan memperkuat karakter dan latar belakang subyek penulisan biografi.

Kehidupan Dewasa Subyek

Photo by Artem Beliaikin

Hampir 75% biografi akan bercerita tentang kehidupan dewasa subyek ketika ia mulai menemukan berbagai peristiwa penting yang membawa dirinya untuk dikenal masyarakat.

Kamu dapat berfokus pada berbagai peristiwa penting ini semacam titik balik besar dalam kehidupan subyek, perubahan hidup yang dramatis, awal hubungan dan lain sebagainya.

Kematian Subyek

Jika subyek penulisan biografi sudah meninggal dunia, pertimbangkan untuk menggambarkan peristiwa kematiannya dengan lengkap. Apa yang terjadi dengan orang-orang di sekelilingnya? Apa warisan terbesar yang ia berikan?

Cara menulis biografi orang tua yang sudah meninggal pun dapat kamu lakukan seperti ini. Kamu dapat menggambarkan secara nyata penyebab kematiannya, hari-hari terakhir dalam hidup subyek dan juga warisan apa saja yang ia tinggalkan bagi keluarga dan masyarakat.

Foto Subyek

Photo by Suzy Hazelwood

Dalam bentuk apa pun biografi akan didistribusikan, penting bagi kamu untuk menyertakan foto subyek. Semakin banyak koleksi foto yang kamu miliki maka semakin bagus. Namun, pilihlah beberapa foto yang mewakili peristiwa-peristiwa penting yang dialami oleh subyek.

Fakta atau Anekdot Tentang Subyek

Kamu dapat pula menemukan beberapa fakta menarik tentang subyek yang poinnya adalah supaya menarik perhatian bagi pembaca. Jika subyek memiliki cerita lucu masa kecil, tak ada salahnya kamu memasukkannya dalam biografi.

Kutipan Subyek

Jika subyek biografi adalah orang yang telah menjadi subyek pada banyak hal seperti penulisan buku, artikel, berita dan lain sebagainya, maka pertimbangkan untuk menuliskan pula beberapa kutipan yang menggambarkan pandangan subyek tersebut.

BACA JUGA:

7 Contoh Biografi yang Menarik dan Populer

Source: Wardah Books

Dalam dunia penulisan biografi, mungkin sudah ada jutaan buku yang telah ditulis manusia. Namun di antara biografi yang demikian banyak itu, 7 contoh menulis biografi berikut ini adalah yang dianggap paling populer;

  1. Muhammad; His Life Based on the Earliest Source karya Martin Lings atau Abu Bakar Siraj ad-Din.
  2. Muhammad; A Prophet for Our Time karya Karen Amstrong
  3. The 100; A Rangking of the Most Influental Person in History karya Michael Hart (ini adalah salah satu contoh dan cara menulis biografi singkat yang menarik)
  4. Into the Wild karya John Krakauer berkisah tentang seorang pemuda yang mencari jati diri dengan bertualang dan tewas di Alaska.
  5. A Beautiful Mind karya Sylvia Nazar yang mengangkat perjalanan hidup seorang ahli matematika bernama John Nash.
  6. Alan Turing; The Enigma karya Andrew Hodges yang berkisah tentang Alan Turing yang memecahkan kode dalam pesan rahasia selama perang dunia II.
  7. Churchill; A Life yang ditulis oleh Martin Gilbert

Cara Menulis Biografi dalam 7 Tips Sederhana

Setelah kamu memahami apa saja yang diperlukan dalam menulis biografi, apa contohnya dan apa pula perbedaannya dengan memoar, sekarang adalah waktu untuk mengeksekusinya.

Nah, ini adalah 7 tips yang dapat kamu terapkan.

Mintalah Izin

Photo by Allysa Putri Oktaviani

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menulis biografi adalah dengan meminta izin kepada subyek untuk ditulis biografinya. Permintaan izin ini mungkin bisa diabaikan jika subyek penulisanmu sudah meninggal atau ia adalah tokoh masyarakat yang sudah terkenal.

Dengan meminta izin, proses penggalian informasi dan riset penulisan akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Bahkan jika subyek yang masih hidup bersedia dituliskan biografinya, kamu juga akan mendapatkan detail yang lebih menarik langsung dari sumber utama.

Dah itu sudah pasti akan membuat penulisan biografimu menjadi lebih kaya.

Lakukan Riset Menyeluruh

Photo by Ron Lach

Ini adalah bagian yang tidak mudah dalam menulis biografi.

Namun, kamu tidak bisa menulis biografi siapa saja tanpa melakukan ini. Riset atau penelitian sumber-sumber penulisan adalah hal wajib yang harus dilakukan, terlepas dari seberapa pun banyaknya hal yang kamu ketahui tentang subyek.

Sumber utama adalah subyek biografi itu sendiri, dan ia adalah yang paling layak diandalkan sebagai sumber riset. Sumber utama yang berasal dari subyek dapat saja berupa email, wawancara, jurnal pribadi, dan lain sebagainya.

Sumber utama lain yang bisa digunakan sebagai cara menulis biografi seorang tokoh adalah situs web pribadi, akun media sosial, biografi profesional dan lain semacamnya. Intinya adalah; segala sesuatu yang bersumber dari subyek langsung, dapat kamu jadikan sebagai sumber utama dalam penulisan biografinya.

Untuk sumber sekunder sendiri kamu misalnya dapat menggunakan informasi dari majalah, surat kabar, berita, interview dengan orang-orang yang mengenal subyek dan lain sebagainya. Selama informasinya akurat dan benar, sumber itu dapat kamu gunakan.

Bab Pertama Istimewa

Photo by Karolina Grabowska

Pada bagian awal atau bab pertama, kamu sebaiknya memberitahu pembaca apa yang akan mereka pelajari dalam biografi yang kamu tulis tersebut. Pada bagian ini kamu dapat membuat simpulan-simpulan ringkasan mengenai suatu peristiwa yang dialami subyek yang juga akan memiliki pengaruh kepada pembaca.

Ini bukan hal wajib dalam biografi, terutama dalam tata cara menulis biografi singkat. Akan tetapi dalam penulisan biografi yang panjang dan terperinci, kamu sebaiknya melakukan ini,

Jadi pada bab pertama, gambarkan secara jelas kepada pembaca apa saja yang mereka dapatkan dalam biografi subyek yang kamu tulis tersebut.

BACA JUGA:

Susun Kronologi dalam Timeline

Source: Speeli

Penulisan biografi dan autobiografi hampir selalu menggunakan struktur kronologis yang teratur. Nah, untuk membuatnya lebih mudah dituangkan dalam penulisan, kamu dapat membuat timeline subyek berdasarkan peristiwa-peristiwa menarik yang dialaminya.

Mengetahui berbagai urutan peristiwa yang dialami subyek akan menghindarkan kamu dari kerumitan mengatur ulang semua cerita.

Jadi, buatlah timeline-nya terlebih dahulu.

Perkaya dengan Flashback

Photo by RODNAE Productions

Flashback dalam penulisan apa pun, termasuk juga biografi, sudah pasti akan menginterupsi jalannya cerita. Jadi, memang harus dilakukan dengan hati-hati.

Tanpa pertimbangan yang matang, flashback yang tidak tepat justru akan menghadirkan bagian eksposisi yang seolah membuat alur menjadi terhenti. Flashback seperti ini dalam penulisan apa pun yang kamu lakukan, sudah sepatutnya untuk dihindari.

Namun flashback dalam menulis biografi tidak dilarang, bahkan itu akan membuat penulisan menjadi lebih kaya. Tipsnya adalah; kamu harus mampu menemukan relevansi yang kuat antara momentum peristiwa dewasa subyek dengan materi flashback yang akan ditampilkan.

Dengan cara ini, flashback akan membuat karakter subyek lebih mengena di benak pembaca. Sementara di saat yang sama, juga tidak akan mengganggu alur cerita.

Sertakan Pemikiran Kamu Sendiri

Photo by Dmitriy Ganin

Menulis biografi bukanlah transaksional fakta yang kaku. Sebagai penulis, kamu juga dapat berbagi pendapat, perasaan, pandangan dan sikapmu sendiri terkait dengan momentum dalam kehidupan subyek yang diceritakan.

Jika subyek melakukan seuatu yang penting, jelaskan pandangan kamu mengapa itu dinilai penting? Mengapa peristiwa tersebut dapat demikian berpengaruh dalam sudut pandangmu? Lantas, apa pula implikasinya bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan?

Menuangkan pemikiran sendiri dalam penulisan biografi tidak dilarang. Bahkan pada konteks yang lebih masuk akal, bagian inilah yang menjadi kunci dimana kamu mampu menjelaskan mengapa subyek layak untuk ditulis biografinya dan membawa orang-orang untuk mempelajari kehidupan mereka sampai bab yang terakhir.

Buka dengan Quote

Photo by Polina Kovaleva

Quotes atau kutipan adalah hal yang menarik. Ini bukan hanya sekedar susunan kata-kata indah yang tampak memiliki makna mendalam. Namun, dalam sudut pandang pembaca yang lebih bijak, quote adalah ruh yang melingkupi bagian-bagian penting terkait pandangan general subyek biografi.

Saya menyukai quote dan dalam hampir semua buku yang saya tulis, saya sering menyertakannya.

Kamu Tertarik Menulis Biografi?

Source: Penulis Gunung

Menulis biografi bukan hanya menceritakan kehidupan orang lain untuk dipelajari oleh pembaca. Namun, proses ini juga menjadi upaya transfer keteladanan dan nilai-nilai luhur dari sosok unggul kepada generasi setelahnya.

Saya juga menulis biografi, dan salah satu karya biografi saya yang cukup populer adalah tiga jilid buku yang berjudul; Maut di Gunung Terakhir, Gunung Kuburan Para Pemberani dan Hari Terakhir di Atas Gunung.

Ketiga buku itu merupakan paket dari buku One Last Climb yang bercerita tentang kematian para pendaki terbaik dunia di atas gunung. Buku-bukunya sendiri bisa kamu dapatkan disini.

Nah, jika kamu sendiri tertarik untuk menulis biografi, kamu bisa melakukannya bersama saya. Insya Allah saya akan membantu kamu dalam kelas menulis yang saya bimbing. Kamu dapat memilih untuk kelas reguler, kelas khusus, atau pun kelas writing coaching yang lebih terarah.

Saya akan membantu kamu sampai naskahmu siap untuk diterbitkan!

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi saya sekarang, ya.

BACA PULA:



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU MEMOAR DAN BAGAIMANA MENULISKANNYA DENGAN MUDAH?

Ketika seseorang merasa salah satu kenangan dalam hidupnya berarti dan penting, ia mungkin akan tertarik untuk menuliskannya menjadi cerpen atau novel. Menulis kisah hidup menjadi sebuah karya sastra adalah definisi sederhana apa itu memoar. Namun memoar tentu saja, jauh lebih menarik daripada sekedar penulisan semacam itu.

Menulis memoar secara teori seharusnya lebih mudah dibandingkan misalnya dengan menulis fiksi. Kamu tidak perlu repot-repot mengarang cerita, membangun konflik, menentukan karakter dan lain sebagainya. Sebagai kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan kamu sendiri, memoar tidak memiliki tokoh protagonis selain dirimu sendiri.

Namun ternyata menulis memoar tidak sesederhana kelihatannya. Ini adalah sebuah keterampilan menulis yang bahkan sangat membingungkan bagi beberapa orang.

Nah, artikel kali ini akan membahas penulisan memoar secara spesifik yang dimulai dengan pertanyaan paling awal berupa: Apakah itu memoar?

Kamu punya kisah menarik untuk ditulis menjadi buku tapi bingung cara menuliskannya?

Coba konsultasikan disini

Apa Itu Memoar?: Pengertian dan Penjelasannya

Photo by Suzy Hazelwood

“Tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada menanggung cerita yang tak terungkapkan di dalam dirimu”

Maya Angelou

Jika kita membahas apa itu memoar dalam bahasa Indonesia? Maka kita mungkin akan menemukan pengertian yang panjang dan komprehensif. Akan tetapi pengertian memoar sendiri dapat disederhanakan sebagai sebuah kisah nyata yang diceritakan dengan baik dan menarik, seperti pada penulisan fiksi.

Berdasarkan asal katanya, memoar atau memoir disarikan dari kosakata bahasa Perancis yang artinya sendiri adalah; Sesuatu yang ditulis untuk diingat atau dibuat menjadi memorable.

Supaya sebuah tulisan dapat disebut sebagai memoar atau memoir, syarat pertamanya adalah ia harus non fiksi. Selanjutnya memoar juga haruslah berdasarkan ingatan penulisnya yang menjadi karakter utama memoar. Dan yang terakhir, point of view memoar adalah harus dari sudut pandang penulisnya sendiri.

Jadi, memoar adalah sebuah bagian penting dalam kehidupan seseorang yang dituliskan dari sudut pandang pelaku kejadian itu sendiri. Sudut pandang memoar adalah sudut pandang kamu sendiri sebagai orang yang mengalami kejadian tersebut.

Apakah Memoar Sama Dengan Autobiografi?

Photo by Adil

Pada satu titik dan pengertian, memoar terdengar seperti autobiografi. Namun sesungguhnya ini adalah dua karya sastra yang berbeda. Ada beberapa hal penting dalam penyusunan memoar yang  membuatnya tidak sama dengan sebuah autobiografi.

Untuk memperdalam pemahaman tentang memoar itu artinya apa dan apa saja cakupannya? Tidak bisa tidak, kita harus membandingkannya dengan autobiografi.

Seperti yang sudah kamu tahu, autobiografi adalah sebuah penulisan karya sastra paling populer untuk menceritakan kisah diri sendiri. Meskipun demikian, memoar yang juga membahas hal yang sama dalam aplikasinya, setidaknya memiliki lima perbedaan paling mendasar jika dibandingkan dengan autobiografi.

Lantas, apa saja yang membedakannya?

Contoh Memoar serta 5 Perbedaan Penting Antara Memoar dan Autobiografi

Source: Penulis Gunung

Apa itu makna memoar secara sejati mungkin dapat saya ambil contohnya secara langsung melaui 3 judul buku karya saya sendiri.

Buku memoar pertama saya tentu saja adalah Islamedina Si Wajah Cahaya yang terdiri dari dua jilid dengan tebal lebih 750 halaman. Sementara memoar saya yang kedua adalah Mimpi Di Mahameru yang lebih kurang isinya terdiri dari 200 halaman.

Baik novel Islamedina Si Wajah Cahaya atau Mimpi Di Mahameru ditulis berdasarkan kisah pribadi saya sebagai pelakunya dan diceritakan pula dari sudut pandang saya sendiri. Dalam konteks ini, novel Islamedina Si Wajah Cahaya dan Mimpi Di Mahameru adalah bentuk aplikatif sempurna dari pengertian memoar dan contohnya.

Ketika syarat non fiksinya terpenuhi, kemudian ia ditulis pula dengan bahan baku dari kisah yang terjadi pada diri kamu sendiri dan melalui sudut pandang kamu sendiri, maka ia bisa disebut memoar sekaligus autobiografi. Namun khusus untuk buku Islamedina Si Wajah Cahaya dan Mimpi Di Mahameru yang sudah saya terbitkan, maka tentu saja ia adalah memoar.

Mengapa bisa demikian?

Lalu apa yang membuat memoar berbeda dengan autobiografi?

Nah, 5 hal berikut inilah yang menjadi pembedanya.

Struktur Penulisan

Photo by Pixabay

Dalam penulisan autobiografi, kisah yang diceritakan pada umumnya adalah lengkap dan komprehensif. Untuk mendapatkan kesan yang sempurna bagi pembaca, penulisan autobiografi hampir selalu bersifat kronologis.

Penulisan autobiografi bagaimana pun caranya, akan diawali dengan rentetan kejadian dari lahir, tumbuh, dewasa kemudian mencapai titik dimana saat ini sang penulis autobiografi berada. Dengan struktur penceritaan yang lengkap semacam ini, kronologis atau berurutan adalah yang paling tepat untuk penulisan autobiografi.

Nah, itu tidak terjadi dengan penulisan buku memoar.

Meskipun tidak se-komprehensif autobiografi, namun menulis memoar membutuhkan ide yang jauh lebih besar. Dalam penulisan ini kamu harus dapat menangkap dan menyajikan ide cerita yang jauh lebih besar dan dikemas dalam tema tertentu seperti kesedihan, kedewasaan, kehilangan, penemuan jati diri dan lain sebagainya.

Dengan pesan yang jauh lebih tematis seperti ini, maka penulisan memoar harus dilakukan dengan kreativitas supaya pesan ceritanya dapat sampai kepada pembaca. Untuk tujuan ini, struktur kronologis bukan hal yang mutlak dalam penulisan memoar.

Cakupan Pembahasan

Photo by Svetozar Milashevich

Perbedaan kedua antara memoar dan autobiografi adalah ruang lingkup pembahasan.

Dalam penulisan memoar, cakupan pembahasan sangat lengkap dan komprehensif. Penulis akan bercerita bagaimana ia dilahirkan, bagaimana ia menghabiskan masa kecilnya, bagaimana ia menempuh pendidikan dan bagaimana pula ia kemudian sampai pada posisinya sekarang yang mungkin penuh gambaran pencapaian.

Nah, hal ini berbeda dengan memoar.

Memoar hanya akan berfokus pada periode tertentu dalam kehidupan penulis.

Memoar tidak akan akan menceritakan kronologis kehidupan penulisan dari A hingga Z. Seperti pengertian awalnya, bagian tertentu dari kehidupan yang dianggap memiliki nilai untuk diceritakan adalah yang akan ditulis dalam memoar.

Buku Islamedina Si Wajah Cahaya adalah contoh memoar pribadi yang sangat tepat menggambarkan. Dalam buku yang terbagi dalam dua jilid tersebut, saya fokus bercerita fase kehidupan saya antara tahun 2014 hingga 2016. Periode itulah yang saya ceritakan sewaktu Islamedina masih dalam pelukan saya.

Gaya Penulisan

Photo by Ena Marinkovic

Perbedaan memoar dan autobiografi selanjutnya dalam hal gaya penulisan. Autobiografi atau otobiografi akan memprioritaskan pada peristiwa yang terjadi sepanjang kehidupan penulis. Sementara memoar akan menempatkan prioritasnya pada pengalaman apa yang dimiliki penulis terkait dengan peristiwa tersebut.

Ketika menfokuskan pada pengalaman, maka cakupannya akan jauh melampaui peristiwa semata. Dalam pengalaman, kamu juga diharuskan mendayagunakan perasaan, pikiran, refleksi, feeling, imajinasi, intuisi dan lain sebagainya.

Kebutuhan penulisan memoar yang priotitasnya ada pada pengalaman memaksa penulisnya untuk melangkah lebih jauh dari sekedar penulisan formal. Artinya, penulis memoar pun dapat menggunakan teknik penulisan fiksi untuk menggambarkan dialog, adegan atau pun bagian cerita yang lainnya.

Filosofi

Photo by Charlotte May

Penulisan autobiografi bagaimana pun akan berpijak pada fakta dan data-data yang dimiliki. Sebaliknya dalam penulisan memoar, landasan utama penulisan adalah ingatan atau memori yang dimiliki oleh penulis itu sendiri.

Ingatan manusia tentu saja tidak dapat diandalkan akurasinya untuk penyajian fakta-fakta yang komprehensif. Untuk itulah kemudian, memoar akan meminta pembaca untuk tidak terlalu fokus kepada faktanya melainkan kepada kebenaran emosionalnya.

Bahkan pada kesempatan tertentu kadang-kadang, penulis memoar akan secara sengaja meragukan ingatan mereka dan menyampaikan kepada pembaca. Namun pada kesempatan yang sama, penulis memoar juga akan menekanan kebenaran emosionalnya.

Pembaca

Photo by cottonbro

Ketika pembaca memilih autobiografi, mereka mungkin sedang berusaha untuk mempelajari hal tertentu dan sosok-sosok yang populer, menonjol dan terkemuka. Namun ketika pembaca memilih memoar, maka sudah pasti mereka ingin mengalami secara emosional kisah yang diceritakan dalam memoar yang dikemas dalam tema-tema tertentu.

Berdasarkan orientasi pembaca ini, maka memoar cenderung lebih intim, lebih pribadi dan lebih kuat menjalin konektivitas pada perasaan pembaca.

Nah, itu pula alasannya mengapa setiap orang pada hakikatnya dapat menulis memoar.

7 Langkah Menulis Memoir Dengan Mudah

Photo by Ann H

Setelah perbandingan dan perbedaan antara memoar dan autobiografi di atas, sekarang mungkin saatnya bagi kamu untuk menulis memoar.

Namun pertanyaan paling pentingnya adalah; Bagaimana melakukannya?

Nah, untuk membuatnya lebih mudah dan sederhana, kamu cukup melakukan 7 langkah berikut ini saja.

Gunakan Formula ‘Saya Ingat’ untuk Menghasilkan Ide Memoar

Photo by Lisa

Bagaimana pun juga pada banyak bidang, memulai adalah bagian yang paling sulit. Termasuk juga mungkin dalam penulisan memoar.

Kamu mungkin memiliki banyak kenangan istimewa namun justru bingung memilih yang mana yang paling layak untuk dijadikan sebagai memoar. Jika itu yang terjadi, kamu bisa gunakan formula ‘Saya Ingat’ yang bisa membantu kamu untuk memilih mana kenangan yang paling banyak bermain dalam pikiranmu.

Jadi, kamu hanya perlu membuat daftar yang kalimat pertamanya adalah menggunakan kata “Saya Ingat”.

Contohnya begini;

  • “Saya ingat ketika pacar pertama saya memberi saya kado ulang tahun. Itu adalah kado ulang yang pertama dan satu-satunya sepanjang hidup saya”
  • “Saya ingat bagaimana pelukan terakhir yang diberikan oleh ibu saya sebelum saya merantau ke luar kota dan tidak pernah berjumpa lagi dengan beliau untuk selamanya”
  • “Saya ingat tidak ada satu haripun selama perjalanan itu kecuali saya dan dia bertengkar. Benar-benar menyebalkan”

Kamu dapat membuat daftar seperti itu lebih panjang kemudian memilih mana di antara daftar kenangan tersebut yang paling membekas dalam benakmu. Pilih kenangan yang paling kuat memberikan pengaruh emosional dalam dirimu. Dan itu adalah memoar yang paling tepat untuk kamu tuliskan.

Sesederhana itu saja formulanya.

Lupakan Kronologis, Mulailah dari yang Paling Kuat

Photo by Sofia Alejandra

Seperti yang sudah disampaikan dalam strukrur penulisan antara autobiografi dan memoar, maka kamu harus mempraktikkannya disini.

Dibandingkan memulai penulisan memoarmu dengan awalan “pada mulanya, pada suatu hari, atau awalnya”, maka pilihlan untuk langsung menulis bagian yang paling kuat mempengaruhi emosionalmu. Bagian mana dari kenangan yang kamu tidak bisa berhenti memilikirkannya, maka mulailah dari sana.

Dengan memulai dari yang paling kuat, kamu akan dapat memanfaatkan momentum penulisan yang akan lebih mudah untuk diawali. Pada banyak kasus, ini akan membuat para penulis memoar yang baru mencoba menulis untuk pertamakalinya, menjadi lebih mudah menuangkan ide mereka.

Naskah Pertama Selalu Payah

Photo by Brett Jordan

Penulis profesional sekali pun, hampir selalu menghasilkan naskah pertama yang ‘payah’ dalam pekerjaan mereka.

Jadi masksudnya disini adalah, jika naskah awal yang kamu tulis itu terasa sangat aneh, tidak rapi, penuh kesalahan ketik atau typo, tidak teratur dan terdengar kacau, maka itu bagus! Kamu sudah melangkah di jalan yang benar.

Pesan konkritnya adalah jangan mengkhawatirkan naskah pertamamu.

Naskah pertama dalam penulisan apa pun akan selalu demikian, oleh karena itulah ia membutuhkan editing dan revisi. Hal yang paling penting dalam tahap penulisan naskah adalah keep writing. Terus menulis hingga naskahnya sendiri selesai.

Ada pun segala bentuk ‘kekacauan’ yang terjadi didalamnya, nanti kamu akan memiliki waktu yang banyak untuk memperbaikinya.

Beri Waktu Jeda

Photo by Artem Beliaikin

Jika naskah awal buku memoarmu sudah selesai di tulis, maka masukkan ia ke dalam lemari dan kunci setidaknya dalam waktu satu atau dua minggu. Bahkan jika kamu tahan, jangan membacanya sampai setidaknya satu bulan.

Lho, kok begitu?

Setelah hari-hari yang melelahkan untuk menulis naskah, biarkan pikiranmu istirahat sejenak. Biarkan pikiran dan benakmu segar kembali dengan tidak terbayang-bayang oleh kata-kata yang mungkin sudah kamu tetaskan di atas memoarmu. Semakin segar pikiran kamu, maka semakin baik untuk memoarmu nantinya.

Jarak ini disebut sebagai waktu jeda kritis antara menulis dan melakukan revisi.

Dengan mengambil masa jeda yang cukup, pikiran kamu akan lebih terbuka, lebih detail dan lebih mudah untuk melalukan editing dan revisi selanjutnya.

Baca Kembali Naskah Memoarmu

Photo by Thought Catalog

Setelah masa jeda berakhir, kamu boleh kembali membuka file dimana kamu menulis naskah memoarmu. Sekarang kamu dapat membaca ulang tulisan kamu tersebut, dan memberi catatan beberapa hal penting yang mungkin kamu temukan.

  • Apakah pesan perasaan yang ingin kamu sampaikan dalam buku memoar tersebut sudah sampai?
  • Apakah ada kalimat yang ambigu dan terasa membingungkan?
  • Apakah ada bagian-bagian yang tidak tersampaikan dengan baik? Atau sebaliknya; adakah bagian yang mungkin terdengar berlebihan?
  • Apakah struktur penulisan yang kamu gunakan cukup bagus dan mudah dipahami?
  • Dan lain-lain.

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, kamu akan lebih mudah membuat catatan revisi untuk memoarmu.

Perbaiki Naskah Buku Memoarmu dan Ulangi Hingga Kamu Merasa Cukup

Photo by Michael Burrows

Banyak penulis, termasuk saya juga, sepakat bahwa tidak ada naskah yang sungguh-sungguh selesai.

Setiap kali membaca ulang naskah yang sudah direvisi berkali-kali itu, akan selalu saya temukan sesuatu yang ingin saya ubah, ingin saya tambahi, ingin saya kurangi, atau bahkan ingin saya hilangkan.

Jika hal itu diperturutkan terus menerus, maka memoar tidak akan pernah terbit.

Jadi, ada kalanya ketika sebuah naskah terasa cukup. Entah apakah didalamnya masih ada yang ingin diubah dan direvisi, namun intuisi sebagai menulis mengatakan dalam hati bahwa itu sudah cukup dan selesai.

Selesai dan saya tidak ingin merevisinya lagi.

Tidak ada angka ajaib dalam melakukan jumlah revisi dan editing naskah. Pelajari intuisimu dan dengarkan instingmu untuk memutuskan apakah naskah sudah selesai atau kamu memang harus melakukan revisi kembali.

Publikasikan!

Photo by Skylar Kang

Langkah terakhir setelah kamu melakukan perjalanan yang panjang untuk melakukan penulisan, baca ulang, revisi, editing dan lain sebagainya, sekarang setelah semuanya selesai, terbitkan memoarmu.

Kamu bisa menggunakan jasa penerbit mayor atau penerbit konvensional untuk menerbitkan memoarmu. Atau jika kamu ingin merasakan kemerdekaan yang lebih fleksibel dalam menulis dan menerbitkan kenangan berhargamu itu, pilihlah self publishing atau penerbitan mendiri.

Mengenai bagaimana melakukan penerbitan mandiri dengan metode self publishing, kamu bisa membaca panduannya disini.

Yuk, Tulis Memoirmu Bersama Kelas Menulis Online di Penulis Gunung ID

Source: Penulis Gunung

Menulis memoar atau kisah hidup pribadi bisa jadi sesuatu yang menantang dan sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi jika ini adalah pertamakalinya kamu berkenalan dengan dunia menulis. Namun, bangunlah keyakinanmu bahwa semua orang bisa jika mereka serius ingin melakukannya.

Lihatlah kembali bagaimana kenangan dan memorimu mengajarkan pengalaman yang sekarang dapat kamu ceritakan dan, mungkin bisa menjadi pelajaran buat orang lain. Ini bukan hanya tentang cerita apa yang kamu sampaikan namun, bagaimana kamu menceritakannya.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah; jangan pernah menyerah sampai kamu berhasil!

Jika kamu ingin menuliskan memoarmu dengan dipandu langsung oleh penulis berpengalaman, kamu tentu saja dapat menghubungi saya di nomor whatsapp dan kontak yang sudah disediakan.

Saya dengan senang hati akan membantumu.

Berani Coba?

Satu bulan bisa punya buku atas nama kamu sendiri

IKUTI KELAS ONLINENYA DISINI


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

https://api.whatsapp.com/send?phone=6281254355648

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 TIPS MELAKUKAN RISET DALAM MENULIS ARTIKEL ATAU BUKU NON FIKSI

Jika kamu menulis buku non fiksi atau artikel ilmiah, riset adalah hal pertama yang harus kamu lakukan. Riset dalam menulis non fiksi adalah faktor fundamental yang menentukan kekuatan hasil tulisan yang menjual, menarik bagi pembaca, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun bagaimana sebenarnya melakukan riset untuk penulisan non fiksi? Bagaimana supaya artikel atau buku yang kamu tulis tidak terlihat seperti hanya salinan wikipedia atau ensiklopedia semata?

Saya akan membantu kamu melakukannya dalam artikel kali ini.

Berani Coba?

WUJUDKAN IMPIANMU MENJADI PENULIS MELALUI KELAS MENULIS ONLINE DI PENULIS GUNUNG ID

10 Formula Melakukan Riset dalam Menulis Non Fiksi untuk Buku atau Artikel

Photo by Dziana Hasanbekava

Riset adalah sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengambil sebuah kesimpulan terhadap sebuah objek tertentu. Dalam penulisan, riset adalah suatu kegiatan mengumpulkan berbagai sumber informasi obyek penulisan baik yang dilakukan secara kepustakaan, observasi lapangan, interview atau metode lainnya.

Dalam ruang lingkup penulisan fiski, riset pun tidak dapat ditiadakan begitu saja. Jika kamu menulis novel sejarah atau historical fiction, riset justru menjadi bagian yang sangat krusial. Dapat dikatakan bahwa hampir semua jenis-jenis novel sejarah memberikan porsi yang besar dalam tahap risetnya.

Novel sejarah yang memadukan unsur imajinasi dan catatan sejarah, tidak dapat dilakukan tanpa penelitian. Apa yang dimaksud novel sejarah adalah perpaduan antara nilai peristiwa sejarah dengan imajinasi penulis yang disusun dalam larik cerita yang memikat pembaca. Jika salah satu dari dua unsur ini dihilangkan, penulisan historical fiction dalam sudut pandang novel tidak dapat dilakukan.

Jika dalam penulisan novel yang bercampur unsur fiski saja riset demikian memegang peranan signifikan, lantas bagaimana dengan penulisan artikel atau buku ilmiah?

Sudah pasti harus lebih prioritas, bukan?

Nah, untuk itulah tips-tips dalam melakukan riset penulisan non fiksi berikut ini penting untuk kamu pertimbangkan.

Tentukan Jenis Informasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Buku atau Artikel yang Kamu Tulis

Photo by Pixabay

Ketika saya pertamakali menulis buku tentang pendakian gunung atau mountaineering, saya mengumpulkan banyak sekali sumber penelitian dari kegiatan riset yang dilakukan.

Penulisan ini menjadi sangat luas bahkan mencapai lebih dari 1200 halaman. Saya menulis tentang sejarah pendakian gunung dunia, darimana aktivitas ini berasal, bagaiman timeline dari masa ke masa, daerah mana saja yang menjadi fokus perkembangan, siapa saja tokohnya, dan lain sebagainya.

Intinya; saya mengumpulkam informasi apa pun yang saya temukan tentang mountaineering.

Sewaktu akan diajukan ke penerbit, naskah ini menjadi sangat tidak efektif.

Ini seperti eksiklopedia dunia pendakian gunung yang harus diterbitkan dalam setidaknya dua atau tiga jilid. Penerbit saya menolak naskah itu dan meminta saya untuk merevisinya terlebih dahulu.

Saya kemudian memutuskan untuk ‘memecah’ naskah panjang tersebut menjadi tiga buah buku dengan fokus pembahasan yang terpisah namun tetap terintegrasi.

Pada akhirnya setelah melalui penulisan ulang yang tentu saja harus menambah referensi riset disana sini kembali, jadilah kemudian tiga naskah buku saya yang pertama; Wajah Maut Mountaineering Indonesia (310 halaman), Dunia Batas Langit (650 halaman) dan Mahkota Himalaya (550 halaman).

Source: Koleksi Pribadi

Proses riset ini meskipun dapat menghasilkan tiga naskah buku sekaligus, tentu saja tidak efektif.

Nah, supaya hal serupa tidak terjadi dengan riset penulisan yang kamu lakukan, kamu bisa melakukannya secara lebih terarah. Cari apa yang sebenarnya yang ingin kamu temukan dalam riset tersebut.

Tips tambahan untuk hal ini adalah dengan membuat daftar informasi apa saja yang kamu butuhkan. Membuat daftar seperti ini jauh lebih baik daripada seharian membolak-balikkan halaman buku atau mengunjungi puluhan situs di internet tanpa arah yang jelas.

Jika kamu membuat kerangka dalam penulisan non fiksi dengan baik, riset dengan daftar seperti ini akan jauh lebih mudah dilakukan. Panduan outline sebagai garis besar cerita akan memberikan kamu arah informasi apa saja yang kamu butuhkan untuk melengkapi tulisan kamu nantinya.

Baca Juga:

Tentukan Berapa Banyak Informasi yang Dibutuhkan Artikel atau Buku yang Kamu Tulis

Photo by brotin biswas

Tips kedua dalam melakukan riset non fiksi adalah dengan menentukan seberapa banyak informasi yang kamu perlukan?

Hal ini akan bergantung pula dengan beberapa hal seperti;

  • Seberapa banyak pengetahuan yang kamu miliki terhadap obyek yang kamu tulis. Semakin banyak pengetahuan yang sudah kamu ketahui, maka semakin sedikit riset yang kamu butuhkan. Namun kamu juga mungkin perlu memverifikasi informasi yang kamu ragu-ragu tentangnya.
  • Pengalaman yang kamu miliki juga akan menentukan kuantitas riset. Pengalaman yang lebih banyak bukan hanya akan membuat riset kamu menjadi lebih ringan, namun juga akan membuat tulisan kamu terasa lebih alami untuk dibaca.
  • Panjang tulisan. Semakin panjang artikel yang kamu tulis, maka semakin banyak kamu memerlukam riset. Itu adalah suatu logika yang lumrah, bukan?

Jika kamu hanya menulis artikel sepanjang 500 kata, kamu mungkin hanya perlu riset dari 2 atau 3 sumber saja. Namun jika kamu menulis buku dengan panjang 500 halaman, riset yang kamu lakukan bisa berdasarkan ratusan sumber pula.

Tentukan Seberapa Detail Tulisan yang Dibutuhkan Pembacamu

Photo by lilartsy

Ini memang bukan tips menulis novel yang populer, namun pesannya adalah sama bahwa kamu harus mengetahui siapa pembaca tulisanmu.

Jika kamu menulis suatu topik untuk kalangan umum, atau untuk usia anak-anak, atau untuk kalangan yang memiliki pemahaman terhadap obyek yang kamu tulis pada tahap yang biasa, maka kamu harus membuatnya sederhana.

Hindari menggunakan kata-kata yang rumit, pembahasan yang njelimet dan membingungkan. Penulisan yang terlampau spesifik untuk sebuah subyek penulisan dimana pembacanya adalah masyarakat umum cenderung jadi membosankan. Dan itu tidak disukai oleh para pembaca.

Sebaliknya, jika kamu menulis tentang subyek yang pembacanya memiliki cukup baik pengetahuan, maka kamu membutuhkan riset yang lebih detail.

Orang-orang dengan segmentasi seperti ini menginginkan suatu informasi yang belum mereka ketahui. Atau pun jika mereka sudah mengetahuinya, kamu harus mampu menyampaikannya dari sudut pandang yang berbeda.

Bayangkan saja misalnya jika kamu menulis informasi kesehatan mata untuk kalangan pembaca yang mayoritas adalah praktisi gizi, latar belakang medis dan kesehatan umum. Kamu tentu saja tidak bisa hanya mencantumkan bahwa wortel itu bagus untuk mata, karena mereka semua sudah mengetahui informasi dasar tersebut.

Jadi prinsipnya adalah; kenali siapa pembaca tulisanmu dan itu akan menentukan seberapa detail riset yang kamu butuhkan.

Tentukan Dimana Bisa Mendapatkan Informasi yang Kamu Butuhkan

Photo by Pixabay

Sewaktu saya melakukan launching buku saya yang berjudul Gunung Kuburan Para Pemberani, seorang peserta mengajukan ‘tembakan sebelah mata’ pada saya dengan mengatakan;

“Pada masa kami, jika kami ingin melukis harimau dari Siberia, maka kami harus datang ke Siberia dan menggambarnya secara langsung”

Ini sebenarnya adalah ungkapan sindiran bahwa saya menulis sejarah aktivitas pendakian gunung di dunia tetapi saya sendiri belum pernah mendaki puncak Everest atau terjebak badai salju di Alaska. Peserta itu menyindir saya yang menulis hanya berdasarkan riset melalui buku, majalah dan internet saja.

Saya tidak menyanggah hal itu, namun pertanyaan  saya selanjutnya adalah:

  • Jika seseorang harus mencapai puncak Everest dulu atau terbenam di badai Alaska dulu untuk menulis buku tentang mendaki gunung, maka buku dengan tema ini bisa saja tidak akan pernah ditulis. Bukankan beberapa orang yang menjadi pendaki gunung sungguhan justru tidak pernah menulis buku? Jika demikian, bagaimana masyarakat awam namun haus pengetahuan tentang mountaineering akan mendapatkan informasi tentang hal ini?
  • Apakah internet dengan sumber validitasnya yang bisa langsung dikomparasi tidak cukup dijadikan sebagai sumber penulisan? Apakah itu menyalahi aturan?
  • Jika demikian, kapan Indonesia akan memiliki buku-buku yang secara khusus menulis dunia pendakian gunung?

Internet adalah berkah dalam kehidupan modern. Manusia bisa mencari informasi apa pun saja di internet dan memvalidasinya dalam waktu yang sama melalui sumber yang berbeda. Internet bagaimana pun kamu menolaknya, adalah wadah raksasa yang telah mengubah dinamika riset kepenulisan menjadi lebih mudah.

Akan tetapi memang, sumber ini juga memiliki titik lemahnya jika si penulis menjadi malas untuk memburu sumber lainnya sementara ia sendiri bisa melakukannya.

Jika riset melalui internet membuat kamu malas datang ke perpustakaan dimana kamu sendiri dapat menghirup aroma kertas kuno yang menjadi sumber penulisan klasikmu, maka itu yang mungkin patut dikhawatirkan.

Periksa Sumber Riset yang Kamu Lakukan dengan Cermat

Photo by Markus Spiske

Untuk penulisan yang bersumber dari internet, setidaknya kumpulkan tiga sumber berbeda untuk memvalidasi satu subyek yang dituliskan.

Ini adalah cara yang umum dilakukan guna mengantisipasi sumber di internet yang bisa saja tidak benar. Kamu mungkin terpesona dengan uraian yang disampaikan dalam sebuah situs terkenal dan tertarik menjadikannya sebagai sumber penulisan. Namun tetap saja kamu harus mengkonfirmasinya dengan setidaknya dua situs lain untuk melihat akurasi isi yang disampaikan.

Tetapi bagaimana jika semua situs tersebut mengambil sumber dari situs lain yang tidak benar dari awal?

Nah, untuk itulah kamu tetap membutuhkan kecermatan yang tinggi dalam memilihnya. Saya bahkan biasanya menggunakan lebih dari 10 sumber penulisan untuk sebuah obyek yang diceritakan. Buku-buku pendakian gunung yang saya tuliskan bahkan memiliki sumber penulisan dari berbagai macam bahasa dunia seperti Inggris, Italia, Polandia, Jepang dan juga Rusia.

Motivasi menulis novel sejarah seperti pendakian gunung baik ia fiksi atau non fiksi, harus menempatkan riset dengan cermat. Proses ini tidak bisa dilakukan dalam waktu satu malam. Kamu harus menyaring mana sumber penulisan yang layak kamu gunakan dan yang tidak seharusnya kamu gunakan.

Pastikan Riset yang Kamu Lakukan Menarik bagi Pembaca

Photo by Andrea Piacquadio

Setelah memilih sumber penulisan secara cermat dan hati-hati, kamu juga harus dapat memilih sumber yang memiliki nilai bagi pembacamu. Tidak ada pembaca yang tertarik dengan sesuatu yang mereka sudah ketahui atau dapat mereka cari dengan mudah informasinya.

Meskipun demikian, kamu juga tetap harus sangat hati-hati dalam menuliskannya. Dan yang paling tidak boleh kamu lakukan adalah mengakui sumber risetmu sebagai sesuatu yang menjadi milik kamu sendiri. Ini adalah plagiat, dan plagiat adalah dosa penulis yang paling berat.

Hal menarik lain untuk kamu perhatikan terkait plagiarisme jika kamu mempublikasikan tulisanmu di internet pula adalah; beberapa kebijakan publishing yang menyatakan bahwa 3 kata berurutan adalah termasuk plagiat.

Walau pada umumnya tidak ada penulis yang berencana secara sadar untuk melakukan plagiat. Namun, plagiarisme secara tidak sengaja cukup sering terjadi.

Kamu harus berhati-hati untuk menghindarinya.

Baca pula:

Jika Memungkinkan, Seimbangkan Dengan Interview

Photo by RODNAE Productions

Metode riset penulisan yang masih sangat efektif hingga kapan pun nampaknya adalah wawancara.

Interview atau wawancara dengan seseorang yang memiliki background pengetahuan suatu objek secara luas akan memberikan kamu banyak manfaat. Kamu bisa mengkoreksi hasil riset internet dengan cara ini, atau kamu juga dapat mengambil sudut pandang mereka.

Supaya paparan yang kamu berikan pada pembaca menjadi lebih kaya, kamu dapat menampilkan hasil wawancara pada dua orang yang memiliki pendapat berbeda mengenai obyek yang kamu tulis.

Jika penulisannya sendiri kamu buat dalam format interview, teknik ini bahkan akan membuat karyamu akan jauh lebih ‘hidup’ untuk dibaca.

Hindari Informasi yang Tidak Relevan Meskipun itu Menarik

Photo by Vlada Karpovich

Sangat mudah untuk hanyut dalam aliran riset ketika kamu merasa tertarik di dalamnya. Praktikknya adalah saat kamu melakukan riset melalui internet dan kamu menemukan apa yang kamu cari disana, maka jangan buru-buru untuk beralih ke sumber lain sebelum kamu mencatatnya.

Ketika kamu beralih ke platform lain setelah mendapatkan tujuan risetmu di internet, kamu akan lebih mudah untuk mengalami ‘pengaburan target penulisan’. Beberapa penulis menyatakan ini sebagai sebuah risiko munculnya ide-ide irelevansi dimana tujuan risetmu tidak lagi memiliki hubungan yang kuat dengan apa yang kamu tulis nantinya.

Menariknya, internet bukan hanya tempat untuk mendapatkan pengaburan semacam ini. Risiko irelevansi pun dapat terjadi pada saat kamu melakukan riset menggunakan buku, sumber riset yang paling populer sepanjang masa.

Bagaimana mungkin?

Contohnya begini:

Anggaplah kamu sedang mencari informasi tentang Paus Urbanus II yang pidatonya memicu terjadinya perang salib selama dua abad yang sangat terkenal itu. Pada saat kamu sudah menemukan apa yang kamu cari pada sebuah sumber buku tentang perang salib, hentikan membacamu dan pindahkan informasi itu ke dalam catatan risetmu.

Jika kemudian kamu memperturutkan hati kamu yang tertarik pada peristiwa lain dalam buku sejarah itu, maka uraian penulisan kamu tentang Paus Urbanus II sendiri nantinya bisa saja akan mengalami pengaburan atau distraksi.

Beri Kesempatan pada Pembaca jika Ingin Mengetahui Lebih Banyak

Photo by Abby Chung

Dunia pendakian gunung yang demikian kompleks dan luas, tidak mungkin dapat saya tuliskan semua dalam buku saya meskipun jumlahnya hingga 650 halaman. Aktivitas mountaineering yang dinamis dan terus berlanjut, tidak memberi saya kesempatan untuk mencatatnya terus menerus tanpa ketinggalan.

Nah, untuk itulah saya harus menyampaikan hal tersebut ke pembaca buku-buku saya dengan cara memberikan mereka akses informasi untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak. Saya mencantumkan daftar pustaka yang lengkap, baik itu berupa buku, film, majalah atau pun situs internet.

Jika kamu menulis bahasan yang kompleks dan luas seperti yang saya lakukan, maka kamu pun dapat melakukan hal yang sama. Beri tahu pembacamu dimana mereka dapat memperoleh informasi yang lebih spesifik dan mendetail.

Di samping sebagai wujud ‘kerendahan hati’ dimana kamu mengakui kekurangan artikel atau buku yang kamu tulis, langkah ini juga akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas tulisan di mata para pembaca.

Pastikan Kamu Mencatat Alamat Sumber Riset yang Digunakan

Photo by Burst

Setiap kali kamu menemukan informasi yang menurut kamu penting dan berharga dalam sebuah situs, pastikan kamu menyimpan alamatnya dengan di-bookmark atau pun disalin manual. Suatu ketika kamu mungkin perlu membaca ulang referensi riset itu. Atau dalam skenario yang lain, kamu mungkin saja dapat mengembangkannya menjadi lebih menarik.

Ada banyak penulis pemula yang tidak menyimpan alamat situs dimana mereka menemukan informasi berharga, sehingga ketika mereka membutuhkannnya kembali untuk sekedar pengecekan ulang, mereka telah kehilangan alamatnya.

Hal ini sama pula jika kamu misalnya menggunakan metode interview dalam riset. Pastikan pula kamu mencatat secara cermat nama dan kata-kata yang disampaikan narasumber. Dalam banyak kasus, penulis yang kurang teliti bisa saja menghadirkan kerancuan atau malah informasi yang justru tidak sesuai dengan kenyataan.

Lalu, bagaimana dengan riset menggunakan sumber pustaka berupa buku?

Prinsipnya sama. Hanya saja untuk memudahkannya kamu mungkin bisa menandai halaman tertentu yang menjadi tempat dimana informasinya kamu peroleh.

Ingatlah selalu bahwa pembaca mencari informasi yang disediakan berdasarkan sumber-sumber yang benar dan dapat dipercaya. Jika kamu mampu memberikan ini kepada mereka dengan riset yang kamu lakukan seperti tips-tips di atas, maka kamulah yang mereka cari dan mereka butuhkan.

Dan jika itu terjadi,  artinya pintu gerbang kesuksesanmu sudah dapat diketuk.

Selanjutnya kedisiplinan dan ketekunanmu-lah yang akan membuatnya terbuka.

Baca juga:


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CARA MENULIS CERITA HANTU ATAU CERITA HOROR YANG MENARIK DAN EFEKTIF

Kamu pasti tahu jika salah satu genre cerita yang paling besar jumlah penggemarnya adalah horor. Hal ini memancing banyak penulis pemula yang bertanya; bagaimana cara menulis cerita hantu atau cerita horor dengan memanfaatkan jumlah pembaca yang besar ini? Nah, artikel yang ditulis kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

Jadi sebenarnya, bagaimana cara menulis cerita horor yang bagus dan mampu merasuk pikiran pembaca?

Untuk genre cerita seperti ini, tentu saja semakin menakutkan semakin baik. Semakin tidak bisa tidur pembacamu karena terbayang-bayang sosok horor atau hantu yang kamu ceritakan, itu semakin bagus. Meskipun genre semacam ini terkesan ‘pasaran’, nyatanya tidak semua penulis horor mampu mengeksekusinya dengnan baik.

Tips dan Langkah Cara Menulis Cerita Hantu atau Cerita Horor

Photo by cottonbro

Salah satu hal menarik di Indonesia adalah ketertarikan masyarakatnya yang luar biasa tinggi terhadap kisah horor, hantu, supranatural dan metafisik. Di satu sisi, ini mungkin menumbuhkan budaya pemikiran irasional yang kurang efektif. Namun pada sisi yang lain, ini juga menumbuhkan minat literasi penulisan bertema horor yang besar.

Unsur cerita horor yang ditampilkan pada umumnya tidak banyak bergeser dari makluk-makluk gaib populer di Indonesia. Beberapa penulis yang lebih kreatif, kadang memadukan konsep cerita yang lebih kaya lagi, baik dari sisi plot, setting, karakter, hingga tema cerita.

Kamu mungkin masih banget bagaimana kisah KKN di Desa Penari yang sempat viral beberapa waktu lalu, bukan?

Kisah itu demikian menarik perhatian penggemar kisah horor di Indonesia. Perdebatan bahwa itu kisah nyata seperti pengakuan penulis, ataukah hanya kreativitas penulis saja yang terinspirasi dari sebuah cerita, menjalar di sosial media. Namun intinya adalah, kisah misteri tentang hantu di Desa Penari di Jawa Timur itu, sempat booming di kalangan pembaca digital di Indonesia.

Menariknya kemudian, cerita itu menginspirasi film horor dan penulisan bukunya sekaligus. Walaupun kamu pasti juga tahu bahwa kisah dengan memanfaatkan momen viral seperti ini umumnya tidak bertahan lama. Namun tidak dapat ditepis pula bahwa contoh cerita horor seperti KKN di Desa Penari adalah contoh betapa efektifnya pengaruh kisah horor pada masyarakat Indonesia.

Nah, kamu yang berminat untuk menulis novel horor, panduan berikut bisa kamu jadikan referensi.

BACA JUGA:

Pengertian Cerita Horor

Photo by Pixabay

Jika disebutkan cerita hantu, kamu tentu sudah dapat langsung menterjemahkannya sebagai cerita menyeramkan tentang makluk gaib yang tidak kasat mata. Secara eksplisit lagi cerita hantu dapat diterjemahkan sebagai cerita arwah seseorang yang sudah meninggal kemudian mengganggu orang yang masih hidup.

Namun ketika dikatakan sebagai cerita horor, maka definisinya bisa luas lagi terutama jika dilihat dari sisi siapa subjek yang menjadi tokoh horornya. Horor bisa terjadi karena ada gangguan makluk gaib, bisa karena perlakuan psikopat, phobia, dan lain sebagainya.

Akan tetapi baik cerita horor atau cerita hantu, secara sederhana dapat disimpulkan sebagai cerita yang mengetengahkan keseraman, ketakutan dan kengerian sebagai pesan utama cerita. Subjek dari keseraman dan ketakutan itu sendiri dapat bervariasi tergantung dari imajinasi dan kreativitas sang penulis sendiri.

Jenis-Jenis Cerita Horor

Mengelompokkan cerita horor memiliki kerumitannya tersendiri. Bahkan para penulis sendiri berbeda pendapat mengenai jenis-jenis yang ada.

Namun, berikut adalah jenis-jenis cerita horor yang paling umum dikenal dalam dunia kepenulisan dan novel.

Paranormal

Photo by Spencer Selover

Berdasarkan pengertian yang umum, paranormal seringkali didefinisikan sebagai ‘sesuatu yang melampaui hukum alam atau hukum kebiasaan’.

Beberapa contoh novel horor yang dapat dikategorikan dalam jenis paranormal misalnya adalah tentang hantu, setan, iblis, siluman dan lain sebagainya.

 Di Indonesia, kamu tentu saja dapat memasukkan cerita tentang kuntilanak, pocong, gondoruwo, tuyul dan sebagainya dalam jenis cerita horor yang pertama ini.

Supranatural

Photo by Steve

Nah, agak membingungkan juga sebenarnya karena pengertian supranatural dan paranormal seringkali diterjemahkan serupa, yakni sesuatu yang melawan hukum alam.

Namun supaya memudahkan kamu membedakannya, kamu bisa mengikuti definisi Brandon Cornett (penulis novel horor Purgatory) yang memasukkan kisah seperti vampir, manusia serigala, monster, puteri duyung dan  sejenisnya sebagai contoh cerita horor pendek (cerpen) atau pun panjang (novel) dalam lingkup genre horor supranatural.

Psikopat, Pembunuh Berantai dan Pembantai

Photo by NEOSiAM

Jenis horor satu ini tidak diperuntukkan untuk pembaca dengan hati dan perasaan yang ‘lemah’. Kamu sudah pasti tahu kan, jika tema novel horor semacam ini mempertontonkan kekejaman dan kebiadaban manusia dengan motivasi kegelapan yang sulit dipahami.

Contoh novel horor untuk kategori ini misalnya adalah; Psycho karya Robert Bloch dan Perawan Terakhir karya Riley Sager.

Psikologi

Photo by Vijay Putra

Ini adalah genre horor yang membingungkan dimana ketakutan dan kengerian yang terjadi diciptakan oleh pikiran karakternya sendiri. Sekali lagi, ini mungkin terasa samar dengan genre psikopat dan pembunuh berantai, seperti genre horor paranormal dan supranatural yang seolah berhimpitan.

Tidak ada monster atau hantu berkepala empat dalam genre ini. Akan tetapi sebagai gantinya, kamu akan menampilkan keseraman akan goa yang gelap, mata yang mengintai dari sudut kamar, rumah angker dengan suara menakutkan.

Intinya adalah semua keseraman ini bersumber dari permainan pikiran karaternya sendiri.

Pasca ‘Kiamat”

Photo by cottonbro

Secara sederhana, genre pasca kiamat ini disebut sebagai post-apocalyptic yang menampilkan kehancuran peradaban dunia oleh kekuatan atau entitas mengerikan. Kamu bisa menyebutkan zombie, vampir, wabah, atau yang sejenis dengan itu sebagai penyebabnya.

Ketegangan yang dimunculkan mungkin tidak seperti genre dimana hantu dan iblis menjadi fokus kengeriannya. Namun genre cerita horor pasca kiamat semacam ini kadang memberikan argumentasi kehancuran total yang lebih masuk akal dan lebih mengerikan.

Bukankah efek pandemi Covid-19 seperti sekarang jauh lebih menyeramkan dan massif daripada hantu?

Ini adalah salah satu bukti mengapa genre pasca-kiamat adalah salah satu genre horor yang sangat realistis.

Gotik

Photo by Oleg Magni

Jenis novel horor selanjutnya adalah gothic atau gotik. Genre satu ini umumnya berasal dari cerita di Eropa pada akhir abad 1700-an atau awal 1800-an. Gotik menampilkan perpaduan romansa dan horor, dan pada banyak tema, ini juga mencampurkan kondisi sosial masyarakat yang cukup rumit.

Banyak kejadian mengerikan dan menakutkan yang terjadi pada sekolah biarawati, atau ritual pengusiran roh masa sebelum renaisans.

The Woman in Black kaya Susan Hill adalah salah satu contoh prolog novel horor dari genre gotik yang cukup menarik untuk kamu baca.

BACA PULA:

Horor Kosmik

Photo by Dimitry Anikin

Jenis horor satu ini nampak aneh namun tidak kalah menakutkan. Kosmik horor lebih menekankan ketakutan manusia pada sesuatu yang tidak diketahui, tidak dipahami dan tidak ada unsur kemanusiaannya.

Ini pengertian horor yang aneh dan rumit, namun contoh cerita horor dengan kategori ini misalnya adalah The Ballad of Black Tom karya Victor LaValle.

Komedi Horor

Photo by Sam Pineda

Ini adalah jenis horor yang paling banyak diaplikasikan dalam berbagai cerita horor di Indonesia. Entah apakah itu campuran antara paranormal horor, suprantural horor atau bahkan psyco horor, unsur komedi hampir selalu ditampilkan.

Komedi horor adalah campuran antara komedi yang kadang ditampilkan dalam bentuk ‘kebodohan dan kevulgaran yang tidak sopan’ kemudian dipadukan dengan unsur menyeramkan.

Meskipun dianggap sebagai jenis horor dengan selera yang paling ‘rendah’, uniknya di Indonesia jenis ini adalah yang paling banyak peminatnya.

Dark Fantasy

Photo by Pixabay

Seperti halnya horor komedi yang merupakan kombinasi antara humor dan ketakutan, maka dark fantasy juga sama. Dalam dark fantasy, hal yang dipadukan adalah kegelapan yang seram dengan fantasy atau impian.

Makhluk-makhluk mitologi semacam naga yang memakan manusia, raksasa yang datang di tengah malam dan menguyah mimpi dan keceriaan anak-anak, kadang dimasukkan pula dalam genre yang satu ini.

Sci Fi Horor

Photo by Miriam Espacio

Ketakutan dan keseraman dalam genre horor satu ini adalah alien, makluk luar angkasa yang ganas dan tak terkalahkan, dan semacamnya. Beberapa orang tertarik untuk menyebut horor jenis ini sebagai fiksi ilmiah yang memasukkan unsur seram di dalamnya.

Khusus untuk sci fi horor, ini adalah ladang kosong yang masih sangat sedikit penulis menggelutinya.

Jadi, jika kamu adalah seorang penulis horor dan tidak tertarik ‘nyemplung’ dalam keramaian yang sudah terlalu umum, sci fi horor bisa jadi opsi yang menarik.

7 Tips Cara Menulis Cerita Hantu

Photo by Felipe Hueb

Setelah mengenal berbagai hal mengenai genre cerita horor di atas, sekarang adalah saatnya kamu mengambil pulpen dan kertas kemudian mulai menulis kisah horormu sendiri.

Menulis kisah horor kadang diartikan hanya sebatas kisah hantu dan mahluk gaib semata yang datang secara tiba-tiba di tengah malam dan udara dingin. Ini dilakukan sangat banyak penulis di Indonesia, menggambarkan cerita horor dengan gaya yang sama.

Nah, supaya lebih menarik, beberapa tips berikut ini mungkin akan membuatnya sedikit berbeda.

Gunakan Ketakutan Kamu Sendiri

Photo by Longxiang Qian

Langkah pertama cara membuat cerita horor di wattpad atau dimana pun kamu ingin menulis, adalah dengan menggunakan ketakutan kamu sendiri sebagai idenya.

Bagaimana maksudnya?

Apa yang kamu takutkan dari sesuatu yang bertemakan horor semacam ini? Apakah kegelapan? Ketinggian? Ruangan yang gelap dan tertutup? Kesepian dan kesendirian yang mencekam? Perairan terbuka yang dalam? Atau apa?

Apa pun itu, kamu bisa menggunakannya untuk mengangkat ketakutan cerita yang kamu tulis menjadi lebih kuat dan menggigit.

Jika ketakutanmu adalah tentang ketinggian, maka tulislah cerita horormu itu yang kengeriannya seperti halnya ketinggian yang menggentarkan hatimu. Kamu misalnya dapat melukiskan bagaimana napasmu yang hampir putus ketika dipaksa berjalan di atas jalan dengan lebar hanya 50 centimeter dengan  sisi salah satunya adalah jurang yang dalam dan gelap.

Atau jika ketakutanmu adalah tentang ruangan gelap dan tertutup, kamu mungkin bisa membayangkan setting cerita seperti goa, bekas galian tambang, atau bahkan terowongan panjang tak berujung.

Lukiskan semua ketakutanmu dengan lengkap. Bagaimana udaranya yang pengab seolah membekap mulutmu, hawanya yang dingin seakan membuat kamu menggigil , atau kekhawatiranmu jika sesosok makhluk menerkammu dari kegelapan dimana cahaya sama sekali tak bisa menyentuh matamu.

Gambarkan semua ketakutanmu itu dengan sempurna.

Pilih Hantu Sebagai Apa

Photo by cottonbro

Kesan apa yang kamu ingin pembacamu rasakan mengenai sosok hantu dan subyek ketakutan dalam novel horor yang kamu tulis?

Apakah kamu ingin pembacamu membencinya? Mencintainya? Atau hanya sekedar merasa takut dengan wujudnya yang seram dan kehadirannya di tengah malam?

Kamu tentu saja dapat memilih hantu sebagai sosok protagonis yang membalas dendam karena disakiti, seperti mayoritas ide cerita klise hantu di Indonesia yang datang bergentayangan karena ia dulunya adalah gadis baik hati yang diperkosa.

Atau kamu ingin membuat sesuatu yang lebih kaya lagi, dimana sosok hantu yang menjadi pusat horor adalah sesuatu yang ditakuti sekaligus jahat dan biadab?

Apakah hantu dalam ceritamu sebagai antagonis? Protagonis? Atau apa?

Tetapkan hal itu sebelum kamu menuliskannya.

Berikan Hantu Kisah Hidup yang Menarik

Photo by Alexandro David

Cerita horor dengan hantu yang datang secara tiba-tiba dan tanpa alasan, bukanlah jenis cerita horor yang menarik. Bagaimana pun juga misteriusnya sosok hantu, kamu harus memberi mereka masa lalu untuk menguatkan karakternya.

Kamu dapat memutuskan darimana sosok hantu dalam ceritamu berasal? Apakah ia pernah hidup sebagai manusia sebelumnya atau, ia adalah makluk jahat yang terlahir dari rahim iblis?

Jika ia adalah manusia, kamu dapat menambahkan lagi apa identitasnya; apakah ia laki-laki atau perempuan? Apakah ia tewas terbunuh ataukah bunuh diri? Berapa usianya? Mengapa ia menjadi sosok hantu yang menebarkan teror dalam ceritamu? Apa motivasi sosok horor itu sebenarnya.

BACA JUGA:

Gunakan Setting yang Tepat

Photo by Mike

Ini menarik dan kamu pastinya sudah sangat sering beradaptasi dengan hal ini.

Untuk pembaca Indonesia, kisah tentang vampir penghisap darah atau manusia serigala yang berubah di bulan purnama, mungkin tidak akan semenakutkan sosok pocong yang melompat-lompat di bawah serumpun batang pisang.

Lingkungan atau setting adalah sesuatu yang sangat krusial dalam penulisan cerita, termasuk cerita horor jenis apa pun. Setting, sperti yang mungkin sudah pernah kamu baca dalam artikel saya lainnya bahwa, tidak hanya tempat dan lokasi.

Kamu dapat menjadikan kepercayaan, kondisi politik, adat istiadat dan sosial budaya sebagai setting atau latar. Sesuaikan setting dengan jenis sosok horor yang kamu pilih yang harus pula dikorelasikan dengan target pembaca yang kamu sasar.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam mungkin akan familiar dengan gambaran sosok hantu seperti kuntilanak dan pocong. Namun di negara seperti Rusia atau Maroko, sosok ini tidak begitu menakutkan untuk dijadikan sentral horor.

Berikan Subjek Horor Beberapa Aturan

Photo by Phil

Bahkan hantu dan makhluk gaib pun membutuhkan aturan.

Ketika kamu menulis sebuah ceruta dimana satu karakter memiliki kekuatan yang tak terbatas dan tak memiliki aturan, maka dengan segera cerita itu akan menjadi membosankan. Begitu pula dengan unsur cerita horor, kamu pun harus memberi mereka batasan untuk membuatnya tetap menarik.

Aturan ini misalnya adalah bahwa sosok horor yang kamu ceritakan hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, atau ia tidak bisa menyakiti manusia secara langsung melainkan menginsinspirasi manusia untuk mencelakakan diri mereka sendiri, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, beri beberapa sosok horor itu aturan dan batasan.

Dasarkan pada Riset

Photo by OVAN

Beberapa penulis cerita horor mengakui bahwa mereka menulis berdasarkan riset yang cukup di lapangan atau pun melalui media lainnya. Bahkan penulis KKN di Desa Penari yang sempat viral itu mengklaim bahwa tulisannya adalah jenis cerita non fiksi horor yang terilhami dari kejadian nyata.

Memang sulit mempercayai hal ini tanpa mengajukan banyak pertanyaan. Akan tetapi yang pasti, sebuah kisah horor yang didasarkan pada riset dan bersumber pada sesuatu yang riil di dunia nyata (terlepas apakah ia fiksi murni atau tercampur dengan realitas) akan selalu lebih menarik untuk dibaaca.

Menariknya lagi, meskipun bukan termasuk novel yang utuh, cerita horor panjang seram seperti KKN di Desa Penari adalah cerita dimana penulisnya mampu menyampaikan berbagai narasi cerita yang unik dan diklaim diperolehnya dari berbagai sudut pandang.

Hindari Sesuatu yang Klise dan Terlalu Mudah Ditebak

Photo by Rene Asmussen

Nah, tips terakhir untuk kamu yang memiliki keinginan untuk menulis kisah horor adalah; hindarilah untuk membuat sebuah jalinan cerita yang klise, terlampau umum dan sangat mudah ditebak.

Kuntilanak yang menjadi hantu karena bunuh diri atau dibunuh setelah terlebih dulu diperkosa adalah contoh cerita horor yang klise. Pembaca akan mudah menebak jalan cerita semacam itu karena sudah terlalu sering mereka temukan.

Dalam penulisan cerita apa pun, kreativitas dan imjinasi memainkan peranan yang sangat vital, bahkan untuk sosok hantu sekali pun.

Carilah plot yang tidak terpikirkan sama sekali oleh pembaca atau mereka sama sekali tidak membayangkan jalan cerita ke arah itu.

Ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan, namun itu jauh lebih baik daripada menulis cerita fiksi yang cerita itu sudah diceritakan oleh ratusan penulis horor lainnya dengan nama karakter dan setting yang berbeda-beda.

BACA JUGA:

Bagaimana Selanjutnya?

Photo by Lennart Wittstock

Pada dasarnya cara menulis cerita hantu atau novel horor tidak memiliki banyak perbedaan dengan menulis novel genre tertentu lainnya.

Namun, karena kamu memiliki ketakutan, keseraman dan kengerian sebagai unsur utama cerita, maka kamu harus memfokuskan diri untuk dapat menampilkannya unsur tersebut semaksimal mungkin.

Kunci kesuksesan kamu selanjutnya adalah kedisiplinan, berlatih dan terus-menerus menulis. Pada hakikatnya, penulis apa itu genrenya, tidak bisa mencapai kesuksesan dalam berkarya tanpa disiplin dan kerja keras.

Jadi, semangatlah untuk terus menulis!



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


CARA MEMBUAT KERANGKA NOVEL ATAU OUTLINE NOVEL DALAM 5 LANGKAH SEDERHANA

Baru-baru ini dalam kelas menulis online yang saya bimbing, seorang peserta bertanya tentang bagaimana cara membuat kerangka novel yang baik. Saya kemudian menjelaskan teknis membuat outline novel seperti biasanya. Menariknya, beberapa hari kemudian si peserta ini kembali menghubungi saya melalui nomor whatsapp.

Ternyata ia masih mengajukan pertanyaan yang sama yakni, mengenai cara membuat outline atau kerangka novel. Hal ini membuat saya memutuskan untuk secara khusus menulis artikel tentang menyusun kerangka atau outline novel berikut ini.

Nah, apa saja yang harus kamu ketahui tentang cara membuat kerangka novel atau outline novel?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Panduan Cara Membuat Kerangka Novel atau Outline Novel yang Mudah dan Sederhana

“Pada akhirnya, karakter atau tokoh-lah yang akan menentukan alur cerita, bukan kerangka atau outline. Jadi, bebaskan sayap imajinasimu selama menulis walau pun kamu sudah memiliki kerangka”

A Wan Bong
Photo by Startup Stock Photos

Tidak semua penulis menggunakan outline dalam gaya menulis mereka. Penulis horor paling populer di dunia seperti Stephen King adalah salah satu orang tidak terbiasa dengan plotting. Namun orang seperti Dan Brown dan J.K. Rowling, justru menganggap outline sebagai sesuatu yang sangat penting dalam menulis cerita.

Kerangka novel adalah seperti denah arsitektur bagunan cerita yang utuh. Outline menjadi gambaran besar mengenai plot, karakter, scene, opening dan ending cerita. Layaknya sebuah peta yang lengkap dengan koordinat, outline akan memandu penulis untuk menulis always on the track.

Meskipun saat ini sudah berkembang banyak aplikasi membuat outline novel yang bisa kamu download dengan mudah, kamu juga harus tahu cara menyusunya secara alami. Dan tidak ada cara terbaik mengetahuinya selain memulainya secara komprehensif. Termasuk dengan memahami pengertian sebenarnya dari kerangka atau outline cerita itu sendiri.

Pengertian Kerangka Novel atau Outline Novel

Photo by pedro

Outline atu kerangka novel adalah sebuah dokumen yang didalamnya terdapat berbagai informasi penting tentang perencanaan penulisan novel. Informasi ini termasuk juga tentang struktur cerita, plot, alur, setting, karakter, dan lain sebagainya.

Outline novel ringkasnya, adalah seperti blueprint atau kerangka (seperti halnya tulang manusia) dari novel yang kamu tuliskan.

Contoh kerangka outline novel dapat memiliki bentuk yang bermacam-macam. Kamu bisa membuatnya dalam bentuk struktur umum, diagram, tabel atau apa pun saja. Outline novel lebih kepada peta pikiran visual mengenai poin-poin penceritaan yang kamu anggap penting.

Dalam membuat kerangka novel, setiap bagian atau poin, cukup kamu tulis dalam bentuk kalimat pendek saja. Poin-poin ini adalah bagian penting dalam momen ceritamu yang kemudian saling berhubungan satu sama lain dalam membentuk alur cerita.

Membingungkan?

Nanti kita akan lihat contohnya, ya.

Keunggulan Menggunakan Outline dalam Penulisan Novel

Photo by Oleg Magni

Dalam dunia kepenulisan, penulis yang menggunakan kerangka atau outline dalam menulis seringkali disebut sebagai plotters. Kata ini tentu saja berasal dari kata ‘plot’. Saya sendiri bahkan memberikan istilah ‘plotting’ dalam kelas menulis yang saya bimbing untuk pekerjaan membuat kerangka seperti ini.

Dari sisi keunggulannya sebagai metode menulis, penggunaan plotting cerita dengan membuat kerangka atau outline setidaknya memiliki 7 manfaat yang paling signifikan.

  • Menjaga cerita yang kamu tulis tetap di jalur yang sudah direncanakan.
  • Membantu penulis untuk memvisualisasikan gambaran cerita secara lebih mudah.
  • Memudahkan kamu untuk melihat arah dalam menyusun adegan cerita.
  • Mampu menyajikan karakter dengan cukup spesifik, termasuk tindakan mereka yang krusial misalnya.
  • Dapat berlaku seperti ‘senter’ ketika penulis mengalami kebutaan dan kebuntuan dalam proses menulis.
  • Memperjelas bagian tengah cerita yang jika tidak disusun, kadang-kadang seolah memunculkan kekacauan.
  • Untuk para penulis pemula, kerangka novel adalah peta yang membantu mereka mengenal jalan apa yang mereka harus mereka tempuh selanjutnya.

Kelemahan Menggunakan Kerangka Novel atau Outline

Photo by Monstera

Meskipun memiliki serangkaian keunggulan, membuat kerangka novel atau outline dalam cerita juga memiliki kelemahan yang oleh beberapa penulis, dianggap fatal.

Stephen King dan Margaret Atwood, dua orang yang disebut-sebut sebagai penulis yang ‘anti-outline’, mengatakan bahwa outline bisa saja bukan ide bagus dengan alasan sebagai berikut;

  • Jika diikuti terlalu dekat, outline bisa terlihat seperti formulasi atau desain yang menjadi jiplakan cerita.
  • Dapat membuat narasi cerita yang kaku karena sudah berfokus pada cetakan outline.
  • Dapat lebih banyak kepada pertunjukan semata dan miskin narasi cerita yang mampu membangkitkan imajinasi dan emosional pembaca.
  • Karakter dalam cerita bisa nampak tidak bertindak secara orisinil atau otentik melainkan hanya berdasarkan panduan plot semata.

Mana yang Terbaik; Menggunakan Outline atau Tanpa Menggunakan Outline?

Photo by Negative Space

Saya pernah membuat contoh kerangka novel pribadi pada buku ke-10 saya yang berjudul Islamedina Si Wajah Cahaya. Uniknya, saya menemukan apa yang disampaikan dalam dua hal di atas adalah benar sekaligus.

Keunggulan-keunggulan outline yang bisa menjadi road map, mampu menjadi pagar supaya cerita tidak keluar dari track, membantu penulis tetap bisa menulis meskipun sedang mengalami kebuntuan. Semuanya sempat saya alami sendiri ketika menulis novel Islamedina, baik untuk jilid pertama mau pun untuk jilid yang kedua.

Pada saat yang sama, saya juga menemukan bukti bahwa apa yang dikatakan oleh Stephen King dan Margaret Atwood juga benar.

Risiko narasi yang miskin, kaku dan nampak kurang otentik tetap membayangi sepanjang penulisan. Namun, karena ini bukan contoh kerangka novel fiksi yang saya sebagai penulis bisa mengembangkannya semau sendiri, saya tentu saja harus mengikuti kisah cerita yang orisinil.

Mengambil kesimpulan dari proses ini, sebagai penulis saya sepakat dengan pernyataan bahwa; Tidak ada cara yang mutlak benar dalam menulis novel.

Artinya, kamu boleh memilih untuk menggunakan kerangka atau memilih untuk tidak mengimplementasikannya. Pada akhirnya, hal ini hanya akan bergantung pada jenis penulis seperti apakah kamu dan, bagaimana gaya penulisan yang paling ideal untuk kamu lakukan.

Bagaimana Cara Membuat Kerangka Novel atau Outline Novel dalam 5 Langkah

Setelah kamu mengetahui berbagai hal mendasar tentang penggunaan outline novel atau kerangka cerita fiksi, sekarang adalah saat untuk mempraktikkannya.

Ini sebenarnya tidak akan begitu sulit, terutama jika  kamu dapat menerapkan 5 langkah paling mendasar berikut ini.

Tangkap dan Tetapkan Ide Besar Cerita (Premis)

Photo by Thilo Lehnert

Sesuai dengan namanya, ini adalah ide besar cerita. Namun dari ide ini juga nantinya, kamu dapat membuat contoh kerangka karangan novel dengan lebih mudah.

Daripada memikirkan formulasi yang membingungkan, cara yang sederhana dalam menangkap premis cerita atau ide besar cerita adalah dengan mengajukan pertanyaan berikut:

  • “Apa yang akan terjadi jika…”
  • “Selanjutnya apa yang mungkin akan berlaku kalau…”
  • Dan semacamnya.

Contoh mudahnya seperti ini;

  • “Apa yang akan terjadi jika seorang mantan penjahat memutuskan untuk bertobat namun ia dililit kemiskinan kemudian ada yang menawarinya pekerjaan sebagai pembunuh bayaran, dan dalam pekerjaan itu sahabat terdekat disiksa sampai mati?” (Jawabannya kamu bisa temukan dalam film Unforgiven yang dibintangi oleh Clint Eastwood)
  • “Selanjutnya apa yang akan berlaku kalau seorang gadis cantik diculik sementara ayahnya adalah seorang mantan marinir yang terbiasa bergaul dengan dunia hitam, sedangkan ia sendiri sudah bercerai dengan ibunya si gadis dan tinggal sendiri di apartemennnya (Taken yang dibintangi oleh Liam Neeson)

Kamu tentu dapat membuat lagi contoh yang seperti itu, bukan?

Photo by cottonbro

Intinya adalah, kamu menemukan dan menangkap ide besar cerita yang akan kamu tuliskan dalam satu kalimat seperti contoh di atas.

Untuk membantumu lebih mudah dalam menangkap premis dan mengubahnya menjadi contoh outline cerita, berikut beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan;

  • Bagaimana situasi yang terjadi?
  • Siapa sebenarnya yang menjadi tokoh utama cerita?
  • Bagaimana tokoh utama cerita mengalami perubahan dari awal hingga ending novel?
  • Apa yang tokoh utama cerita itu inginkan sebenarnya?
  • Bagaimana tokoh utama cerita mencapai keinginannya? Apa yang ia lakukan?
  • Apakah ada yang menghalangi tokoh utama cerita dalam mencapai tujuannya?
  • Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan pada pembaca? Apa pesan ceritamu sebenarnya?
  • Apa konflik terbesar dalam novel?

Tentukan Setting atau Latar Cerita

Photo by Taryn Elliott

Setelah kamu mendapatkan premis, hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan sebelum membuat outline adalah dengan menetapkan setting atau latar cerita. Seperti yang kamu tahu, setting dapat berupa tempat, waktu, keadaaan sosial, adat istiadat, keyakinan atau agama, dan lain sebagainya.

Cara membuat outline novel fantasi mungkin tidak akan sama dengan novel fiksi sejarah dimana kamu menggunakan tempat yang nyata. Setting dalam penulisan cerita juga sangat bergantung pada jenis cerita separti apa yang kamu sedang tuliskan.

Jika kamu menulis novel historical fiction dengan setting nyata, kamu harus mampu melukiskannya dengan detail, rinci dan spesifik. Untuk kepentingan ini, kamu dapat melakukan riset sedalam mungkin, termasuk dengan misalnya menemukan foto, dokumen, atau pun yang menjadi gambaran komprehensif setting tersebut.

Cara membuat kerangka novel sejarah dengan setting nyata di dalamnya akan memberikan kamu tugas untuk mampu melukiskan settingnya secara lengkap. Apa yang terjadi pada masa itu, bagaimana karakter cerita menghadapinya, apa yang ia rasakan, apa yang dia lihat dan apa pula yang ia dengar.

Keseluruhan elemen itu akan mampu menggambarkan setting cerita yang lengkap.

Ketahui Karakter atau Tokoh Ceritamu

Photo by cottonbro

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan lagi setelah setting adalah memvisualisasikan karakter atau tokoh ceritamu.

Jika tema novelmu adalah tentang persahabatan dan tujuan kamu sekarang adalah membuat contoh kerangka novel persahabatan, maka pada langkah ketiga ini kamu harus menjelaskan siapa saja karakter yang akan menjadi bintang dalam novel persahabatanmu.

Hal ini mungkin membutuhkan cukup banyak energi dan antusiasme untuk bisa diwujudkan. Namun sebagai tips-tips untuk membantumu, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan berikut dalam pengerjaannya.

  • Siapa atau karakter yang mana yang akan menjadi pusat plot novel, yang semua jalan cerita dalam novel itu terkait dengan dirinya?
  • Siapa saja karakter atau tokoh pembantu yang kehadirannya hanya untuk mengisi setting dan melengkapi jalan cerita?
  • Perjalanan seperti apa yang akan dilakukan oleh setiap karakter dalam novel?
  • Pada bagian mana karakter tersebut akan kamu perkenalkan, dan pada bagian mana pula ia akan ditampilkan terakhir kali?
  • Detail apa dari karakter yang akan kamu tampilkan dalam novel dan mengapa kamu ingin menampilkannya?
  • Dan lain-lain.

Dengan mempertanyakan hal-hal tersebut, proses membuat contoh kerangka novel apa pun saja pada langkah visualisasi karakter atau tokoh akan menjadi lebih mudah.

Bangun Plot Novel

Photo by cottonbro

Saya biasanya berhenti pada bagian ini ketika membuat kerangka novel. Timeline berbagai kejadian yang akan diceritakan dalam novel, saya buat dalam poin-poin yang sederhana seperti struktur kelas, kemudian struktur tersebutlah yang saya ubah menjadi novel yang utuh.

Namun untuk membuat penjelasan tentang cara membuat kerangka cerita wattpadd, novel online, offline atau novel jenis apa pun ini lebih lengkap, maka saya ingin kamu juga menerapkan pembagian tiga hal berikut dalam langkah membangun plotnya.

Bagian Awal

Photo by Breakingpic

Bagian ini adalah bagian krusial yang penting untuk kamu dapat menarik perhatian pembaca.

Pada bagian ini kamu harus dapat memperkenalkan siapa saja tokoh cerita, siapa karakter protagonis yang akan menjadi pahlawan, siapa karakter antagonis yang akan menjadi penjahat, dan lain sebagainya. Di bagian awal cerita juga kamu harus mampu mengemukakan pertanyaan dramatis dalam cerita.

Intinya, bagian awal adalah bagian dimana semua yang akan terjadi dalam novel kamu perkenalkan kepada pembaca. Bagian ini sekali lagi, harus membuat pembaca menjadi tertarik.

Bagian Tengah

Photo by Gantas Vaiu

Terus terang, bagian tengah dalam mayoritas novel adalah bagian dimana ketegangan menguap, antusiasme menghilang dan potensi kekacauan seringkali terjadi.

Tapi jangan khawatir, ini terjadi pada hampir semua novel.

Bagian tengah memang seringkali menjadi pelandaian cerita yang justru terasa membosankan. Bahkan saya paling banyak menghadapi gejala writer’s block dalam menulis novel adalah ketika menulis bagian tengah novel.

Namun kabar bagusnya adalah ada satu tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat bagian tengah ini tetap merangkak di ‘jalan yang benar’.

Tipsnya adalah dengan mengetahui klimaks atau bagian akhir cerita. Ini mungkin terdengar prematur, tapi dengan mengetahui bagaimana cerita dan novel yang kamu tulis akan berakhir, kamu akan tetap bisa mengatur bagian tengah untuk tetap berjalan pada rute yang jelas.

Bagian Akhir

Photo by Maria Orlova

Kamu tidak perlu membuat ending novelnya terlalu spesifik lebih dulu. Cukup dengan membuat pertanyaan saja misalnya;

  • “Bisakah Tatras mencapai Puncak Tebing Selatan gunung Merapi?” (Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo)
  • “Apakah Zainuddin dan Hayati akan bersatu?” (Tenggelamnya Kapal Van Der Wick – Hamka)
  • “Apa yang Bharal akan peroleh setelah melakukan perjalanan hiking terpanjang di pulau Jawa ini?” (MMA Trail – Anton Sujarwo)

Membuat ending novel dan memilih mana jenis ending yang paling tepat untuk kamu gunakan, dapat kamu baca dalam artikel ini: 10 Jenis Ending Novel dalam Penulisan Novel.

Mulailah untuk  Menulis Adegan Novel

Photo by Jonathan Cooper

Bagian terakhir dari langkah dan cara membuat kerangka novel adalah dengan membuat scene atau adegannya.

Pada langkah ini kamu dapat menentukan adegan apa saja yang akan berlangsung pada satu bagian atau bab novel? Siapa saja karakter yang terlibat dalam adegan tersebut? Apakah ada interaksi dan reaksi yang kuat ataukah hanya dialog saja? Dimanakah latar yang digunakan? Apakah latarnya adalah waktu, tempat, budaya, agama, situasi politik, atau apa?

Jika dalam adegan tersebut ada dialog, kamu pun harus memastikan bahwa dialog itu tetap memiliki unsur penting dalam cerita dan tidak hanya menjadi ‘pelengkap kekacauan’ saja. Jika kemudian ada flashback, kamu harus memastikan bahwa flashback yang terjadi juga memiliki peran besar dalam menyempurnakan cerita novel.

Mengenai penulisan flashback dan pertimbangan apa saja yang perlu dilakukan sebelum memulainya, dapat kamu baca dalam artikel ini: Haruskah sebuah novel menggunakan flashback?

Bagaimana Selanjutnya?

Photo by Matthew DeVries

Setelah kamu mempelajari teknis dan panduan menulis kerangka novel atau outline novel dalam artikel ini, perlu juga untuk kamu tahu bahwa pada akhirnya karakter atau tokoh cerita-lah yang akan menentukan plot yang sebenarnya.

Sebagai penulis yang kaya akan intuisi, imajinasi dan insting, kamu juga tidak bijaksana jika sepenuhnya bergantung pada outline atau kerangka novel. Di tengah cerita dan penulisan sambil berpedoman pada garis besar cerita, kamu dapat mengikuti instingmu untuk menulis secara lebih bebas dan nyaman.

Mempelajari cara membuat kerangka novel adalah penting untuk memahami garis besar cerita. Akan tetapi bagaimana pun juga sekali lagi; karakter cerita-lah yang akan menentukan plot novelmu pada akhirnya.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: