BAGAIMANA CARA MENERBITKAN BUKU SENDIRI DENGAN MUDAH DAN MURAH

Jadi kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, ya? Daripada menunggu lama dan belum pasti diterima atau tidak, mengapa tidak mencoba menerbitkannya secara mandiri? Jika kamu masih bingung dengan prosesnya, panduan cara menerbitkan buku sendiri berikut ini akan membantu kamu melakukannya.

Pada dasarnya, cara menerbitkan buku novel atau buku apa pun yang kamu tulis melalui jalur mandiri, adalah salah satu bentuk kemerdekaan yang bisa dilakukan oleh penulis. Di samping memberi kamu banyak kebebasan, metode ini juga akan membuat kamu jauh lebih kreatif,

Namun kenyataannya, banyak calon penulis yang tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukan penerbitan semacam ini. Alih-alih membangun kreativitas melalui penerbitan mandiri, banyak penulis pemula yang memilih untuk mengantri di depan pintu penerbitan konvensional guna mempublikasi karya mereka.

Nah, sebagai penulis yang telah merilis 15 judul buku atas nama sendiri dan puluhan lainnya untuk ghost writing, saya ingin berbagi pengalaman tentang hal ini. Sejauh ini, semua karya saya diterbitkan secara mandiri dan hasilnya cukup menyenangkan.

Lantas, kira-kira bagaimana langkah dan cara menerbitkan buku sendiri?

Panduan dan Cara Menerbitkan Buku Sendiri yang Lengkap, Murah serta Mudah

“Jika Kamu tidak menyukai cerita seseorang, tulislah cerita Kamu sendiri.”

Chinua Achebe

Kamu mungkin sudah sering mendengan istilah self publishing atau penerbitan mandiri, bukan?

Apa sih, yang dimaksud dengan self publishing itu?

Pengertian Self Publishing atau Penerbitan Mandiri

source: Demolishing House

Jika mengacu pada pengertian Wikipedia, maka akan didapatkan definisi self publishing atau penerbitan mandiri sebagai seorang penulis yang menerbitkan sendiri bukunya tanpa bantuan penerbit yang sudah mapan atau besar.

Akan tetapi, pengertian yang lebih baik mengenai penerbitan mandiri adalah seorang penulis yang mengerjakan sendiri semua proses dari penerbitan; termasuk dalam hal ini adalah editing, proofreading, layouting, membuat cover, mencetak hingga memasarkannya di masyarakat.

Intinya adalah, jika kamu megambil semua tugas penerbitan untuk kamu lakukan sendiri, maka itu  bisa disebut self publishing atau penerbitan mandiri, kamu sebagai penulisnya sendiri disebut sebagai self publisher.

Jenis-Jenis Self Publisher

Penulis yang memutuskan untuk menerbitkan bukunya sendiri terbagi dalam dua macam yakni Self Publishing Superman atau DIY dan Self Publishing Assisted.

Self Publishing DIY (Superman)

Photo by Trace Hudson on Pexels.com

Pengertian bebas dari penerbitan jenis ini adalah seorang penulis yang melakukan segala sesuatu terkait proses penerbitan secara sendiri. Artinya ia adalah penulis buku, mengeditnya, mengatur tata letaknnya, membuat covernya, sekaligus juga memasarkan bukunya.

Jenis ini sangat jarang di dunia, bahkan hampir mustahil ada yang bisa melakukannya dengan baik. Oleh karena alasan ini pula mereka kadang disebut sebagai penulis Superman atau manusia super.

Tapi, apakah jenis DIY (author does everything by themselves) benar-benar sangat jarang dan mustahil untuk ditemukan?

Mungkin tidak juga, karena saya adalah salah satunya.

Di antara 15 judul buku saya yang telah dirilis, semua proses publishing-nya saya kerjakan sendiri.

Rangkaian penulisan, editing, proofreading (setidaknya 3 kali sebelum naskah final), layouting hingga pemasaran saya lakukan sendiri. Hanya 5 buku pertama saya saja yang pembuatan cover-nya dibantu oleh pihak penerbitan indie.

Self Publishing Assisted

Photo by Eren Li on Pexels.com

Di samping penerbitan mandiri DIY atau Superman seperti yang saya lakukan, ada juga Self Publishing Asssited atau penerbitan mandiri dengan bantuan.

Dalam proses penerbitan yang satu ini, penulis mendayagunakan jasa orang lain untuk membantunya menyelesaikan proses penerbitan bukunya. Jasa yang mungkin ia gunakan adalah profesional editor, proofreading, desainer cover, pemasar, dan lain sebaginya.

Keuntungan Self Publishing

Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Meskipun kamu tahu cara menerbitkan buku sendiri di Gramedia, kamu mungkin akan memilih penerbitan mandiri saja. Hal ini disebabkan karena jika kamu bukan penulis besar dengan nama yang sudah beken, memiliki buku yang dipasarkan oleh jaringan seperti Gramedia bisa jadi adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan.

Di balik keterbatasan jaringan pemasaran itu, penerbitan mandiri juga memiliki banyak keunggulan.

Apa pun jenis buku yang kamu tulis, apakah itu fiksi, non fiksi, memoirs, komik, cerpen atau apa pun saja, penerbitan mandiri akan memberikam kamu kebebasan maksimum untuk mengendalikan banyak hal. Di samping itu, tentu saja potensi keuntungan yang kamu miliki akan jauh lebih besar.

Memang sebenarnya, merilis karya dengan cara menerbitkan buku sendiri melalui self publishing memiliki lebih banyak lagi keunggulan.

Berikut beberapa di antaranya;

Kendali Penuh atas Karyamu

Photo by Fernando Arcos on Pexels.com

Untuk kamu yang menginginkan otonomi penuh untuk karya-karya yang kamu terbitkan, self publishing, indie publishing atau penerbitan mandiri adalah solusinya.

Ketika penerbitan konvensional memberi batasan pada setiap segi dari sebuah buku, self publishing justru sebaliknya. Dalam penerbitan konvensional karyamu mungkin akan dipermak oleh editor, judulnya bisa diganti, cover bukunya disesuikan, bahkan beberapa bagian dalam bukumu bisa saja dihilangkan atau ditambah sesuai kebutuhan penerbit konvensional tersebut.

Menariknya kamu tidak akan mendapati hal ini dalam penerbitan mandiri.

Kamu sekali lagi, diberi kebebasan seluas-luasnya untuk mengontrol karyamu semau yang kamu inginkan.

Potensi Penghasilan Maksimal

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jika kamu menerbitkan bukumu secara konvensional, kamu akan mendapatkan persentase bagi hasil dalam bentuk royalti atau fee berkisar dari 7 hingga 12%. Jadi, jika buku yang kamu tulis harganya adalah Rp, 100.000 per eksemplar, maka kamu akan mendapatkan penghasilan sekitar Rp, 7.000 sampai dengan Rp, 12.000 untuk setiap satu buku yang terjual.

Minim sekali , bukan?

Hal ini sama sekali berbeda dengan self publishing atau penerbitan mandiri.

Dalam penerbitan mandiri, kamu bahkan bisa mendapatkan potensi penghasilan hingga 70 atau 80%. Artinya, jika harga bukumu di pasaran adalah Rp, 100.000 per eksemplar, maka Rp, 70.000 – 80.000 akan masuk ke dalam kantongmu untuk tiap eksemplarnya.

Dengan persentase ini, bayangkan berapa uang yang bisa kamu peroleh jika kamu bisa menjual bukumu dalam jumlah yang sama seperti penerbit konvensional?

Tidak Perlu Menunggu dalam Ketidakpastian

Photo by Felipe Cespedes on Pexels.com

Setelah naskah bukumu selesai dan dikirimkan ke penerbit mayor atau konvensional, kamu harus menunggu setidaknya tiga bulan atau 100 harian untuk mendapatkan jawaban apakah naskahmu layak diterbitkan atau tidak.

Jika ternyata kamu berhasil dan naskahmu bisa diterbitkan, maka kamu harus menunggu beberapa bulan lagi sampai kamu dapat melihat bukumu ada di toko-toko buku.

Waktu menunggu seperti ini akan sangat melelahkan bagi beberapa orang, untuk itu pulalah metode penerbitan mandiri atau self publishing menawarkan solusinya.

Dalam penerbitan mandiri kamu hanya perlu menunggu sekitar enam jam hingga satu hari untuk mempublikasi bukumu dalam bentuk ebook. Jika kamu menerbitkan versi cetak, paling lama dalam waktu dua mingguan, kamu juga sudah dapat melihat hasilnya langsung di tanganmu.

Kepemilikan Hak 100%

Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels.com

Jika kamu menempuh cara menerbitkan buku di penerbit mayor atau konvensional, kemudian karyamu diadaptasi ke dalam film, kamu mungkin harus berbagi hak atas naskahmu dengan penerbit. Akan tetapi jika kamu menerbitkan bukumu secara indie atau self publishing dan difilmkan, kamu adalah pemilik 100% hak atas karyamu.

Ini akan menjadi topik yang sama jika misalnya karyamu juga dicetak ulang, dibuat dalam berbagai cinderamata, disablon ke kaos-kaos dan lain sebagainya. Hak royalti atas semua itu akan menjadi milikmu.

Kesempatan untuk Mempopulerkan Namamu Sendiri

Photo by Pixabay on Pexels.com

Sebenarnya, tidak ada satu pun penulis yang tampil menjadi best seller dalam satu malam. Semua membutuhkan proses untuk tampil di atas anak tangga yang terakhir.

Jika kamu adalah seorang penulis pemula yang baru saja hadir dalam dunia kepenulisan dan buku-buku, kamu akan menemukan bahwa industri  ini tidak mudah untuk ditaklukkan. Namun justru disanalah terletak kesempatan untuk membuat namamu menjadi populer.

Ada banyak penulis terkenal dunia yang mengawali karir mereka dengan self publishing. Mereka membesarkan nama mereka melalui penerbitan mandiri untuk kemudian tampil sukses dengan karya yang nyaris selalu bestseller.

Kekurangan Menerbitkan Buku secara Mandiri

Di samping beberapa hal yang membuat self publishing demikian unggul untuk kamu coba, kamu juga harus tahu bahwa cara menerbitkan buku ini juga memiliki beberapa kekurangan.

Beberapa hal yang menjadi risiko dari cara menerbitkan buku sendiri ini adalah;

Biaya yang Lebih Tinggi

Photo by cottonbro on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu tahu jika memutuskan menerbitkan bukumu secara mandiri adalah kamu akan membiayai semua prosesnya.

Jika kamu menggunakan jasa editor, layouter, proofreading profesional, cover desainer dan lain sebagainya, maka kamu harus membayar semuanya dengan uangmu sendiri. Dan itu tentu saja akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Berbeda sekali dengan penerbitan konvensional yang kamu hanya perlu menyerahkan naskahmu lalu terima beres. Tidak ada biaya sama sekali dalam penerbitan buku dengan cara ini.

Jadi, jika kamu memang mencari cara menerbitkan buku sendiri gratis, penerbitan konvensional sudah pasti adalah salah satu caranya.

Kurang Terekspos

Photo by cottonbro on Pexels.com

Menjadi punulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbitan konvensional atau penerbit mayor akan memberi akses padamu pada berbagai jenis publikasi lain terkait dirimu sendiri. Penerbitan mayor seperti Gramedia memilih banyak platform yang prestisius untuk mendukung dan membuat para penulis mereka bersinar.

Bersama penerbit konvensional kamu mungkin akan sering diajak roadshow, launching buku, meet and greet bersama fans, dan lain sebagainya. Dalam penerbitan mayor juga peluang untuk menjadi penulis best seller terbuka lebar.

Nah, dengan segala sumber daya yang dimiliki oleh penerbit konvensional dan tidak ada pada penerbitan mandiri seperti ini, sudah jelas bahwa kamu yang ada di jalur self publishing, mungkin saja tidak akan begitu terlihat dalam radar.

Tidak Mudah Mengakses Jaringan Toko Buku Besar

Photo by Mark Cruzat on Pexels.com

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada salah satu penerbit saya; Bagaimana supaya buku saya bisa masuk jaringan toko-toko besar?

Informasi yang saya terima saat itu adalah saya harus mencetak buku sebanyak 3.000 eksemplar dengan biaya sendiri dan kemudian membawanya ke jaringan toko buku besar untuk dititip jual (konsinyasi) yang harga konsinyasi-nya sendiri di bawah harga produksi.

Bagaimana pun sudut pandangnya, hasil hitunganya adalah rugi.

Lihat itu, bagaimana sulitnya seorang penulis dari self publishing mengakses jaringan toko besar.

Dengan kenyataan ini tidak salah jika ada penulis yang megatakan bahwa hampir mustahil self publishing bisa masuk ke jaringan toko buku besar tanpa siap untuk rugi dari sisi biaya.

Tidak Ada Bantuan

Photo by cottonbro on Pexels.com

Nah, ini adalah perbedaan yang paling signifikan antara penerbitan mayor atau konvensional dengan cara menerbitkan buku sendiri dari wattpad atau dari platform apa pun tempat kamu menulis, yang dilakukan dengan self publishing.

Dalam penerbitan mayor, kamu tidak perlu pusing memikirkan editing, pembuatan cover, layouting dan semacamnya, semuanya akan dikerjakan oleh tim ahli yang sudah berpengalaman.

Namun jika kamu datang dari dunia self publishing, maka tidak ada bantuan untuk ini. Kamu harus melakukannya sendiri atau membayar orang lain dengan uangmu sendiri.

Perbedaan Self publishing versus Traditional Publishing (Penerbitan Mandiri vs Penerbitan Konvensional)

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Ada cukup banyak perbedaan antara self publishing dan penerbit konvensional. Namun, untuk membuatnya lebih sederhana, kolom di bawah ini akan membantu menjelaskannya;

Self Publishing atau Penerbitan MandiriPenerbitan Konvensional atau Penerbitan Mayor
Penulis memiliki kendali atas semua proses penerbitan seperti isi naskah, editing dan juga sampul buku.Penerbit mayor mengendalikan proses penerbitan dan arah dari naskah yang dikirimkan penulis.
Penulis menanggung semua biaya penerbitan, jumlahnya tergantung dari jenis self publishing itu sendiri.Semua biaya penerbitan ditanggung oleh penerbitan mayor.
Semua penghasilan dari penjualan buku adalah milik penulis.Hasil penjualan buku masuk ke kas penerbit mayor untuk kemudian dibagikan ke penulis dalam bentuk royalti yang besarnya berkisar antara 7 – 12% dari harga buku.
Penulis memegang semua hak atas karyanya.Ini tergantung dari perjanjian dengan penulis, namun pada kasus yang sering terjadi, penerbit mayor memiliki hak atas mayoritas isi naskah.
Jangkauan pemasaran terbatas dan tidak memiliki akses ke jaringan toko besar.Jangkauan pemasaran luas, buku dapat masuk di berbagai jaringan toko buku besar seperti Gramedia dan sebagainya.
Untuk terlihat dan terkenal, membutuhkan lebih banyak perjuangan secara mandiri.Penulis berpeluang untuk menjadi terkenal, bestseller, dan sangat tenar dengan bantuan platform yang dimiliki penerbit mayor.

Berapa Perkiraan Biaya Penerbitan Mandiri?

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Lantas, setelah melihat keunggulan, perbedaannya dengan penerbitan mayor dan lain sebagainya, sekarang masuk ke pertanyaan yang mungkin sering mampir di benak para penulis pemula; Berapa sebenarnya biaya yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku secara mandiri atau self publishing?

Sebenarnya biaya self publishing ditentukan juga oleh apakah kamu kamu memilih menjadi Self Publisher DIY Superman atau sebagai Self Publisher Assisted.

Jika kamu memilih menjadi Author Superman yang does everything by themselves, maka kamu dapat menekan biaya sangat murah bahkan gratis sama sekali. Biaya yang kamu butuhkan hanyalah untuk mencetak buku, yang itu pun dapat kamu lakukan dengan pemberlakukan sistem PO (Print on Order) atau Print on Demand (POD).

Jadi hakikatnya memang tanpa biaya sama sekali atau gratis.

Beda cerita jika misalnya kamu menggunakan metode Self Publishing Assisted dimana kamu juga menggunakan jasa editor profesional, proofreader, layouter atau penata letak, dan juga desainer cover.

Semua job assisted ini bisa mencapai biaya hingga Rp, 3.000.000 untuk buku dengan tebal 250-an  jumlah halaman.

Oh ya, saya bisa berbagi ilmu menjadi penulis Superman pada kamu dengan biaya hanya 10% dari jumlah tersebut, caranya kamu bisa menghubungi www. Penulisgunung.id disini.

7 Langkah Paling Penting Dalam Penerbitan Mandiri atau Self Publishing

Selanjutnya adalah langkah teknis apa yang kamu harus lakukan untuk maju dalam penerbitan mandiri atau self publishing.

Berikut adalah step by step yang dapat kamu jadikan panduan untuk menerbitkan karya tulismu secara indie atau mandiri.

Tulis Naskah Bukunya

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apakah kamu akan memilih penerbit mayor atau dengan cara menerbitkan buku novel-mu dengan self publishing, langkah pertamanya adalah sama yakni; menulis naskahnya terlebih dahulu.

Proses menulis buku ini dapat kamu pelajari caranya pada banyak tempat dan media. Jika kamu ingin melihat panduan yang lebih komprehensif, kamu bisa membaca artikel cara menulis buku novel dan cerpen untuk pemula yang saya publish beberapa waktu yang lalu.

Mencari ide penulisan buku atau mengeksekusinya menjadi sebuah naskah dapat kamu putuskan sebelum masuk ke langkah selanjutnya. Beberapa pilihan yang paling umum dalam penulisan pemula untuk diterbitkan misalnya adalah;

Buku Fiksi

Photo by Alesia Kozik on Pexels.com

Kamu dapat mempelajari bagaimana cara menulis buku fiksi, membangun karakter, menentukan ide, dan menyempurnakan setting pada banyak sumber. Khusus untuk penulisan kreatif seperti ini, kamu juga dapat membaca referensinya dalam tulisan saya berikut ini.

Karya fiksi sendiri memiliki banyak macam dan kamu bebas untuk memilih yang mana. Kamu bisa memulainya dengan membuat kumpulan buku cerpen, buku puisi, buku penulisan bebas atau pun novel dan biografi.

Macam-macam jenis tulisan fiksi sendiri dapat kamu lihat disini.

Buku Non fiksi

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Untuk menulis naskah buku non fiksi, kamu tentu saja tidak bisa mengandalkan imajinasi dan kreativitas semata. Kamu juga membutuhkan sumber dalam penulisan yang kamu lakukan.

Dalam penulisan ini kamu bisa melakukan riset dengan penelitian kepustakaan, riset melalui sumber-sumber di internet, atau melakukan riset secara langsung melalui studi lapangan, studi kasus, interview dan lain sebagainya.

Buku Memoirs

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Nah, ini adalah yang cukup banyak ditanyakan melalui blog ini yakni mengenai bagaimana cara menulis kisah hidup sendiri atau yang lebih populer disebut memoar atau memoirs.

Saya sendiri menyediakan pelatihan online untuk jenis tulisan ini yang memastikan kamu bisa menyelesaikan buku yang berisi kenangan penting dalam hidupmu secara tuntas.

Untuk mengikuti pelatihan online ini kamu hanya perlu mengisi formulir berikut ini.

Edit Naskahnya

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Langkah kedua yang harus kamu lakukan setelah selesai menuliskan naskah bukumu adalah dengan melakukan editing atau pengeditan. Proses ini bisa menjadi bagian yang paling melelahkan dan kamu harus memiliki kesabaran yang penuh untuk bisa melakukannya.

Pengeditan bisa saja sangat ekstrim dimana penulis bahkan harus ‘menulis ulang’ naskahnya. Kamu bahkan bisa melakukan hal ini berkali-kali ketika misalnya proses editing yang kamu lakukan terasa belum memuaskan.

Saya biasa memadukan proses editing dengan proofreading, dan ini tidak sesederhana kedengarannya. Pada buku seperti DEWI GUNUNG yang tebalnya hampir 600 halaman, saya bahkan hampir depresi untuk bisa menyelesaikannya.

Tapi itu cukup sebanding dengan hasilnya.

Dalam editing kamu bisa memilih dua cara berikut ini;

  • Edit sendiri semaksimal yang kamu mampu; Sebagai Superman dan DIY authors, kamu harus melakukannya sendiri, dan ini pula yang saya lakukan selama ini. Keterbatasan sumber daya memaksa setiap penulis yang memilih jalur untuk melakukan apa yang bisa ia lakukan. Pengetikan typho, kalimat ambigu, alur yang merepotkan, dan pesan yang kurang jelas, semuanya disapu bersih. Intinya adalah, edit semaksimal yang bisa kamu lakukan.
  • Biarkan profesional melakukannya untukmu: Nah, ini lebih mudah. Kamu tinggal menyerahkan naskahmu pada editor profesional, dan tunggu saja hasilnya untuk kemudian dilanjutkan pula ke proofreader.  Ini langkah yang sangat gampang namun tentu saja ada biaya yang harus kamu keluarkan.

Buat Cover dan Layout Naskahnya

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Salah satu tantangan besar yang saya hadapi pada saat merilis sebuah buku baru adalah bagian ini; membuat cover atau merancang sampul. Untuk alasan yang sama, saya kemudian menyerahkan beberapa desain sampul buku saya kepada profesional.

Namun saya suka belajar dan beberapa buku saya yang baru, bagian ini sudah bisa saya lakukan sendiri pula.

Di samping cover atau sampul, cara menerbitkan buku gratis melalui self publishing juga meminta kamu untuk melakukan layouting atau tata letak secara mandiri.

Menariknya saat ini, proses tata letak bisa lebih mudah kamu lakukan dengan bantuan template. Nah, cetakan atau template-nya sendiri bisa kamu peroleh secara gratis atau berbayar melalui berbagai website penulisan.

Atau jika tidak ingin terlalu repot dan kamu mungkin tidak memiliki waktu ekstra, kamu juga bisa membayar profesional untuk tugas yang satu ini.

Persiapkan Buku dalam Bentuk Ebook dan Cetak

Photo by Dominika Roseclay on Pexels.com

Setelah naskah bukumu siap saji, sekarang waktunya untuk mengubah semua ketikan dan tampilan komputer itu dalam bentuk kertas atau dalam buku yang sebenarnya.

Percayalah, momen ini akan sangat mengesankan. Kamu tidak akan mudah melupakan bagaimana untuk pertamakalinya kamu memegang sebuah buku yang disampulnya tertulis nama kamu sendiri.

Namun masalahnya, untuk mencetak buku langsung kamu juga membutuhkan biaya. Beberapa penerbit indie bahkan memasang batas minimal percetakan yang diperbolehkan. Ada yang dapat memproses cetak bukumu jika jumlahnya adalah 100 eksemplar, ada yang 50 eksempar, atau ada juga lebih sedikit daripada itu.

Sebagai solusinya, kamu bisa menempuh dua cara ini.

Print on Demand (POD) atau Print On Order (PO)

Source: KristianJi

Hanya mencetak jika ada permintaan adalah solusi yang menarik untuk diambil. Pada beberapa judul buku, saya juga menempuh cara ini.

Dengan cara ini kamu akan terbebas dari keharusan membayar biaya cetak untuk mencetak sejumlah buku. Keuntungan lainnya adalah kamu dapat menghindari potensi risiko penumpukan stok buku yang mungkin saja tidak laku terjual.

Ebooks

Menjual buku dalam bentuk ebook adalah kemudahan yang sangat menarik.

Kamu tidak perlu repot memikirkan biaya cetak, gambar yang buram, stok yang menumpuk atau hal lainnya. Hanya dengan sekali meng-upload– bukunya di platform penjualan seperti Google Play Book dan Amazon, kamu dapat menjualnya jutaan kali tanpa takut kehabisan stok.

Buka Pre-order

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Langkah selanjutnya yang penting untuk kamu tempuh sebagai self publisher adalah dengan membuka pre-order atau PO bukumu sebelum ia sendiri dirilis.

Proses pre-order dapat kamu lakukan paling lama tiga bulan sebelum buku dirilis. Kamu dapat menarik biaya pembelian buku lebih dulu dari orang-orang yang melakukan pre-order dan itu bisa digunakan sebagai biaya produksi bukumu.

Jadi, mudah, murah dan gratis, bukan?

Akan tetapi pertanyaannya kemudian adalah, berapa banyak orang tertarik melakukan pre-order atas bukumu?

Saya senang membagikan kisah cerita ini bahwa buku saya yang berjudul Wajah Maut Mountaineering Indonesia terjual di atas 500 eksemplar melalui pre-order.

Mungkin ini bukan angka yang terlalu besar untuk kamu. Namun jika itu adalah buku pertamamu yang langsung habis terjual bahkan ketika bukunya sendiri belum dicetak, maka tidak ada salahnya kamu merasa senang dan cukup bangga.

Pasarkan Bukumu di Berbagai Lini

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah selanjutnya adalah memastikan bukumu ada di setiap lini dan media pemasaran yang tersedia.

Dengan ketersediaan media online seperti sekarang ini, kamu bisa memaksimalkan marketing bukumu melalui media sosial seperti facebook dan instagram. Kamu juga bisa mengoptimalkan peran marketplace seperti shopee, tokopedia, bukalapak, dan lain sebagainya.

Bahkan jika kamu memiliki group whatsapp, group alumni, group keluarga atau group apa pun yang bisa kamu gunakan untuk mensosialisasikan bukumu, maka gunakan.

Tidak perlu dihiraukan apa pun tanggapan orang yang ada di dalamnya, poin yang kamu lakukan dari cara ini adalah memasarkan bukumu dan mensosialisasikan karyamu yang telah atau akan diterbitkan.

Buat Perencanaan Launching yang Menarik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Merilis buku itu adalah sesuatu yang asyik dan mungkin juga membanggakan pada beberapa orang. Moment ini seperti memanggil orang-orang untuk berkerumun dan kamu naik ke atas panggung untuk mengatakan; “Hai, saya telah menulis sebuah buku!”

Untuk membuat moment ini menjadi istimewa, kamu harus merencanakannya sebaik mungkin.

Jika kamu adalah orang yang tidak terlalu ingin ribet, kamu bisa mengajak orang lain untuk melakukannya. Saya pernah melakukan hal serupa ketika merilis buku saya yang berjudul Gunung Kuburan Para Pemberani. Saat itu proses launching dilakukan di café salah satu teman di kota Magelang.

Cara ini menghadirkan konsep mutualisme yang menarik dimana saya bisa merilis buku saya dengan cara yang asyik sementara teman saya mendapatkan pengunjung café yang lebih banyak sekaligus juga promosi tempat usahanya,

Tips Sukses Menerbitkan Buku Secara Mandiri

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, sebagai hal terakhir dalam artikel bagaimana cara menerbitkan buku sendiri ini, saya akan menyertakan 5 tips sukses self publishing.

Tips ini mudah ditulis dan lebih mudah lagi untuk kamu baca, namun merefleksikannya secara disiplin, kamu akan membutuhkan banyak perjuangan dan usaha.

Akan tetapi jika kamu berhasil mengkombinasikan tips menerbitkan buku sendiri berikut dengan kedisiplinan dan semangat pantang menyerah, kamu sudah pasti akan berjumpa dengan kesuksesan.

Apa saja tipsnya?

Tulis Apa yang Laku

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Untuk menjadi seorang self publishers yang sukses, kamu harus menjual sangat banyak buku, dan itu artinya kamu harus menjual buku yang akan dibeli oleh banyak orang.

Ini terdengar sangat opurtunis, tapi itu memang benar.

Hanya buku yang laku dijual yang bisa menghasilkan uang. Jadi, kamu memang harus mampu melihat di pasaran buku apa yang sebenarnya diminati, apakah misteri, romantis, horror, petualangan atau apa?

Pada umumnya buku fiksi adalah yang paling banyak merajai top selling. Akan tetapi bukan berarti buku non fiksi tidak punya peluang. Jika kamu mampu menulis buku non fiksi dengan bagus dan kuat, kamu pun mampu meraih hal yang sama.

Fokus pada Pembaca Spesifik

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bukan hanya spesifik, tapi juga ultra-spesifik.

Seorang penulis yang memilih jalur penerbitan mandiri adalah orang yang harus memiliki basis peminat tulisan yang besar. Ini mungkin tidak mudah bahkan banyak orang yang masih bertarung dengan hal tersebut, termasuk penulis blog ini.

Namun pembaca spesifik akan memberikan perhatian yang fanatik padamu, dan mereka adalah orang-orang yang akan setia dengan karya-karyamu jika kualitas yang kamu berikan menyenangkan mereka.

Di samping itu, pembaca spesifik adalah tim marketing yang akan dengan senang hati mempromosikan tulisanmu dalam lingkungan mereka sendiri.

Jadi, mereka tentu akan membuatmu jauh lebih sukses saat berfokus dengan mereka.

Cover yang Menarik itu Penting

Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Kamu mungkin sering mendengar pepatah yang mengatakan ‘jangan menilai buku dari sampulnya’.

Tapi, bagaimana pun, mayoritas orang (79% persisnya) tetap menerapkan hal ini tanpa mereka sadari saat memilih sebuah buku.

Nah, sebagai self publisher kamu harus menyadarinya. Bahwa membuat cover atau sampul buku yang menarik itu penting.

Jadi, pikirkan itu dengan seksama, baik kamu memilih cara menerbitkan buku sendiri di Malaysia, di Indonesia, atau di mana saja.

Harga Murah Penjualan Tinggi

Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Memiliki buku dengan harga hanya Rp. 9.900 per eksemplar atau per-ebook copy, tentu tidak cukup menarik untuk didiskusikan. Ini harga yang murah, darimana pun kamu melihatnya.

Tapi, bagaimana jika kamu bisa menjualnya satu juta copy dalam satu bulan?

Kamu akan mendapatkan penghasilan hampir satu miliar!

Itu jumlah yang banyak, lho.

Ini adalah tips yang disarankan banyak self publisher sukses dunia. Fokus padan penjualan yang tinggi dan buat harganya lebih rendah dan sangat terjangkau. Terutama jika kamu menjual bukumu dalam bentuk ebook.

Apa yang Kamu Lakukan Sekarang?

Photo by Jeff Stapleton on Pexels.com

Kamu telah melihat bagaimana cara menerbitkan buku sendiri, sekarang pilihannya ada padamu; apakah mencoba melakukannya, atau melupakannya.

Jika kamu tetap memilih untuk mencoba cara menerbitkan buku sendiri di Gramedia atau di penerbit mayor lainnya, maka kamu harus lebih banyak bersabar dan jangan pernah menyerah meskipun karyamu nantinya belum dipilih. Tetap berusaha, terus dan terus, sampai kamu berhasil.

Lalu, jika kamu memilih untuk menerbitkan buku secara mandiri melalui self publishing, maka bersiaplah untuk berjuang lebih banyak daripada yang lainnya.

Ini medang juang yang tidak mudah, tapi akan sepadan dengan hasilnya. InsyaAllah.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


12 PENYEBAB WRITER’S BLOCK YANG PALING SERING MENGGANGGU PENULIS + CARA MENGATASINYA (Bag 1)

Jika kamu merasa buntu dalam menulis saat ini, bisa jadi kamu sedang mengalami writer’s block. Ada banyak cara mengatasi hal ini, namun yang paling penting adalah kamu mengetahui dulu apa penyebab writer’s block yang kamu alami. Setelah itu, menentukan cara mengatasinya adalah hal yang lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang menjadi penyebab syndrom writer’s block?

Berikut uraian lengkapnya.

Selusin Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Dialami Penulis dan Tips Mengatasinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Para penulis mengalami writer’s block bukan karena mereka tidak bisa menulis, tetapi karena mereka putus asa untuk dapat menulis dengan fasih dan sempurna”

Anna Quindlen

Secara sederhana writers block artinya adalah sebuah kondisi dimana kamu mengalami kebuntuan dalam menulis, baik dalam bentuk kekeringan ide, semangat, atau bahkan keinginan untuk menulis sekali pun. Semua penulis pernah mengalami writer’s block jadi, jika kamu mengalaminya sekarang, jangan putus asa, kamu bukan satu-satunya.

Ketika saya menulis novel Merapi Barat Daya, saya hampir menyerah tepat pada saat berhasil menyelesaikan beberapa bagian paling menarik di awalnya. Saya kemudian menemukan bahwa ide saya habis, bagian yang saya tulis terasa sangat membosankan dan saya khawatir ini akan membuat kisah dalam novel ini tidak akan menarik untuk dibaca.

Saya berhenti menulis novel itu hampir dua minggu lamanya. Akan tetapi, saat saya mencoba menceritakan bagian itu kepada isteri saya dan meminta penilaian beliau, isteri saya merespon dengan antuasias.

“Wah, itu keren lho, Mas. Keseluruhan ceritanya keren banget, selesaikan saja, Mas”

Dorongan itu ternyata bermanfaat bagi saya, saya mulai meneruskannya kembali. Konsultasi dengan isteri ternyata menjadi cara mengatasi writers block yang efektif untuk saya ketika itu sehingga menghasilkan novel Merapi Barat Daya yang rating dari pembacanya hampir selalu sempurna.

Writer’s block adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada diri seorang penulis dan kamu tidak perlu terlalu khawatir.

Meskipun demikian, kondisi writer’s block yang tidak kunjung ditemukan penyebabnya, pada umumnya akan berkembang menjadi sebuah kondisi yang berbahaya bagi seorang penulis, terutama dalam hal produktivitas.

Jadi, hal utama yang paling penting untuk kamu tangani lebih dulu ketika kamu mengalami writer’s block adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Nah, untuk itulah artikel kali ini ditulis, yakni untuk membantu kamu mengenali apa yang menjadi penyebab sebenarnya dari kondisi kebuntuan menulis yang kamu alami.

Dan memang, di antara banyak hal yang menjadi sebab writer’s block, 12 hal berikut adalah yang paling sering menimpa para penulis.

Memiliki Terlalu Banyak Tanggung Jawab yang Harus Diselesaikan

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Kamu mungkin memiliki banyak ide menulis yang ingin kamu lakukan, tapi kamu memiliki tanggung jawab keluarga, pekerjaan, sumber daya yang terbatas, dan lain sebagainya. Di samping itu, kamu mungkin juga memiliki keinginan untuk berlibur, pulang ke kampung halaman, memancing atau menghabiskan waktu dengan mendaki gunung.

Lalu jika sudah begini, apa yang harus kamu lakukan?

Sebagai seorang penulis atau writers, tentu saja kamu memiliki tanggung untuk menulis dan terus memproduksi karya berbentuk tulisan. Namun demikian, kamu tentu saja tidak harus mempertentangkan antara menulis dan tanggung jawab kamu yang lainnya, kok.

Keluarga adalah hal penting dalam hidup dan kamu tidak bisa menggantikannya. Pekerjaan atau profesi dimana kamu mencari nafkah sehari-hari, juga adalah sesuatu yang tidak kalah penting untuk menjadi prioritas. Akan tetapi jika kamu ingin menulis dan berharap menjadi penulis, kamu juga tidak dapat menomorduakan kegiatan menulis begitu saja.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadwalkan waktu yang kamu miliki secara adil dan sesuai. Kamu tentu tidak dapat menghilangkan waktu bersama keluarga atau waktu mencari nafkah, namun kamu pasti mampu mengaturnya secara lebih baik, bukan?

Tidak ada tips ajaib, tapi kuncinya memang adalah manajemen waktu yang baik.

Kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana mengatur waktumu sendiri. Kamu pasti mampu melakukannya jika kamu memang benar-benar ingin menulis.

Pengaturan waktu yang baik antara berbagai tanggung jawab yang kamu miliki dan menulis yang ingin kamu lakukan, adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block dengan sebab yang pertama ini.

Memiliki Terlalu Banyak Ide Sehingga Kamu Bingung Menentukan Prioritas

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Penyebab kedua dari kebuntuan dalam menulis adalah kamu terlalu memiliki sangat banyak ide yang justru membuat kamu bingung untuk mengeksekusinya. Ini juga bukan hal baru dalam dunia menulis, dan artinya, kamu juga tidak perlu terlalu khawatir bagaimana cara menghadapinya.

Penulis profesional atau writer’s artinya adalah orang yang memang memiliki banyak ide untuk diterjemahkan dalam bentuk karya sastra. Ini adalah sebuah takdir bagi seorang penulis. Namun masalahnya, ide yang terlalu banyak juga kadang membuat seorang penulis jatuh dalam kebingungan untuk memilih mana yang terbaik untuk dituliskan.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?

Apakah kamu pernah mendengar perumpamaan seorang anak yang mengejar 10 ekor kelinci dalam waktu bersamaan?

Menurut kamu, jika 10 ekor kelinci dilepaskan berbarengan dari dalam kandang dan seorang anak mengejar semuanya sekaligus, apa yang akan terjadi? Berapa besar peluang anak tersebut untuk berhasil untuk mendapatkan kelinci?

Peluangnya adalah 0 alias kosong.

Lalu, bandingkan misalnya seorang anak yang ketika dilepaskan 10 ekor kelinci dari dalam kandang, ia kemudian menargetkan satu ekor. Walau ia tertarik untuk mendapatkan kelinci lain, namun ia hanya fokus mengejar kelinci target, kemana pun kelinci itu lari, ia mengejarnya tanpa menyerah.

Nah, berapa besar peluang anak itu untuk berhasil menangkap si kelinci?

Betul, peluangnya mungkin tidak akan mencapai 100%. Namun, sudah pasti ia akan memiliki peluang lebih baik daripada mengejar 10 ekor kelinci itu sekaligus.

Menulis pun demikian, kamu tidak bisa mengubah semua ide kamu menjadi karya dalam waktu bersamaan. Menulis adalah sebuah proses panjang, bukan revolusi spontan yang terjadi dalam satu malam.

Jadi intinya adalah, ketika kamu menghadapi kondisi writer’s block dimana kamu bingung memilih ide yang terlalu banyak, kamu harus memfokuskan perhatian pada satu ide yang paling mungkin untuk diubah menjadi karya lebih dulu.

Fokus pada hal itu, dan selesaikan. Baru kemudian kamu beralih pada ide yang lain.

Tidak Memiliki Ide Sama Sekali alias Blank

Photo by Monstera on Pexels.com

Lawan dari memiliki terlalu banyak ide dalam menulis tentu adalah terlalu sedikit memiliki ide, atau bahkan kosong sama sekali. Keduanya sama dalam hal dampak yang ditimbulkan pada seorang penulis, yakni writer’s block.

Terlalu banyak memiliki ide membuat kamu bimbang untuk menulis yang mana atau memulainya dari mana. Hal ini sama dengan kamu yang tidak memiliki ide sama sekali. Apa pun bagian dari penulisan yang kamu temui, semua terasa seperti halaman kosong yang entah mau diisi dengan kalimat apa.

Lalu, jika kamu menghadapi kondisi semacam ini, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya?

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini, salah satunya adalah dengan menulis bebas.

Nah, menulis bebasnya sendiri dapat kamu buat secara sistematis misalnya dengan membuat list beberapa ide terburuk yang kamu miliki.

Ide terburuk?

Ya, benar, ide paling buruk dan terburuk yang kamu miliki, karena sesungguhnya ada banyak ide terburuk sebenarnya adalah yang terbaik. Jadi, kamu bisa memulainya darimana saja, dan menulis beberapa hal tentang itu. Jangan khawatir untuk salah dan biarkan saja semuanya mengalir.

Jika metode ini kamu coba terapkan, kemudian dilakukan satu atau dua kali, maka pada satu pekan setelahnya atau beberapa hari setelah kamu menuliskan ide terburuk itu, biasanya kamu akan menemukan bahwa salah satu idemu ternyata sempurna untuk dikembangkan menjadi tulisan kamu yang sesungguhnya.

Memiliki Ide yang Menarik Namun Tidak Tahu Bagaimana Cara Mulai Menuliskannya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, ini adalah yang paling banyak saya temui pada sebagian besar calon penulis hebat di Indonesia, orang-orang yang mengambil kursus menulis di coaching online atau offline di kelas saya. Mereka pada dasarnya memiliki sebuah ide atau kisah yang menarik untuk ditulis, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Untuk kamu yang mengalami hal seperti ini pula, saran pertamanya adalah kurangi untuk selalu mengatakan bahwa;

“Saya tidak tahu harus mulai darimana…”

Atau,

“Saya bingung bagaimana memulainya, bagaimana menuliskannya menjadi sebuah cerita yang enak dibaca”

Tepatnya adalah, kamu harus mulai menghentikan membicarakan hal tersebut pada orang yang salah dan tidak bisa membantumu. Dan mulailah untuk mencari seseorang yang tepat dan memiliki kemampuan membantu kamu keluar dari persoalan tersebut.

Caranya bagaimana?

Kamu bisa memulai mencari seorang mentor untuk membimbingmu menulis. Jangan terlalu khawatir dengan biaya yang harus kamu keluarkan jika hasil yang akan kamu peroleh memberikan kamu pengalaman dan ilmu yang akan mengubah hidupmu nantinya.

Jika kamu keberatan dengan belajar pada seorang mentor melalui coaching online atau kursus, maka kamu bisa mencari seseorang yang memiliki persoalan yang sama dengan yang kamu hadapi namun ia berhasil mengatasinya, kemudian pelajari bagaimana problem itu bisa ia atasi.

Tidak ada salahnya untuk mengatasinya dengan cara yang sama, kan?

Memiliki Rasa Takut untuk Menulis Sesuatu yang Seharusnya Kamu Tulis

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

“Tidak ada hal dalam hidup yang harus ditakuti, yang ada hanyalah untuk dipahami. Sekarang adalah waktunya untuk belajar lebih banyak memahami, sehingga kita dapat mengurangi rasa takut yang kita miliki”

Marie Curie

Ada sebuah kekhawatiran dalam dirimu mengenai apa yang akan dipikirkan oleh orang lain jika kamu menuliskannya.

Masalahnya kemudian adalah kamu menjadikan ketakutan kamu ini sebagai sesuatu yang tidak ingin kamu hadapi. Pada akhirnya, kamu pun stuck disitu dan mengalami writer’s block yang rasanya sulit untuk kamu hadapi.

Kamu tidak sendiri menghadapi persoalan seperti ini.

Nah, yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut;

Pisahkan dulu antara menulis dan konsekuensi yang mungkin akan terjadi setelahnya. Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya akan terjadi, kamu juga belum menentukan apakah akan mempublish tulisanmu atau tidak. Jika demikian, mengapa tidak menyelesaikan saja tulisannya lebih dulu?

Ada banyak penulis yang membuktikan bahwa menulis apa yang paling mereka takutkan untuk ditulis adalah langkah paling penting yang mengubah hidup mereka. Writer’s block jenis ini memang membutuhkan keberanian dari dalam hatimu untuk mengatasinya dengan cara keluar dari ketakutan kamu selama ini.

Tentu saja kamu dapat mencari mentor, coach atau penulis yang lebih berpengalaman untuk membantu kamu melawan kondisi semacam ini. Tapi jika kamu mau sedikit terbuka dan menemukan orang yang tepat untuk mendiskusikannya, writer’s block yang satu ini tidak terlalu sulit seperti kelihatannya.

Kamu Mengalami Depresi dan Tekanan

Photo by Brett Sayles on Pexels.com

Rasa depresi dapat disebabkan oleh banyak hal. Mungkin kamu sedang mengalami masalah kesehatan menahun, atau kondisi lain yang menyebabkan kamu seakan mengalami tekanan. Konsekuensi dari tekanan ini adalah membuat kamu kehilangan produktivitas dalam menulis.

Saya mengalami hal seperti ini kadang-kadang. Ketika rasa nyeri di punggung saya karena kebanyakan duduk menulis menjadi kambuh, saya bisa menjadi depresi dan mengalami writer’s block. Bukan saya tidak memiliki ide untuk ditulis, namun saya merasa sakit ketika menulis. Dan itu pada akhirnya berujung pada depresi dan rasa enggan untuk menulis.

Jika penyebabnya adalah faktor kesehatan, kamu tentu dapat mencari jalan keluarnya dengan menghubungi ahli medis dan mungkin juga seorang therapist.

Salah satu obat yang juga cukup mujarab untuk mengatasi rasa nyeri di punggung saya misalnya adalah dengan melakukan olahraga pagi secara rutin.

Sayangnya dalam berolahraga, saya tidak memiliki kedisiplinan seperti dalam menulis. Namun jika rasa nyeri di punggung saya ingin hilang dan menulis bisa lancar kembali tanpa terngganggu rasa sakit, saya memang harus melakukan hal tersebut.

Namun beberapa gangguan kesehatan penyebab despresi tidak sesederhana itu, bukan?

Bisa saja kamu misalnya mengalami depresi dan writer’s block karena persoalan yang lebih kompleks. Nah, untuk hal ini, kamu disarankan untuk memberanikan diri menghubungi orang-orang yang berkompeten untuk bisa membantu kamu.

Jika hubungannya adalah dengan menulis, kamu bisa menghubungi coach, mentor, pelatih menulis, penulis profesional atau lain sebagainya yang mampu membantu kamu untuk mengatasi writer’s block kemudian mengeluarkan kemampuan terbaik kamu.

“Sebagai bentuk belajar; menulislah dengan apa pun yang kita bisa, dengan apa pun yang kita miliki, dan dengan cara apa pun yang kita bisa melakukannya…”

A Wan Bong

Bersambung ke halaman selanjutnya: 12 Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Menggangu Penulis + Cara Mengatasinya (Bag 2)


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PANDUAN CARA MENULIS CERPEN UNTUK PEMULA DALAM 5 TIPS RAHASIA

Cerpen adalah sebuah cara yang sangat efektif untuk menyampaikan sebuah pesan cerita secara to the point, langsung ke titik sasaran. Ada banyak panduan cara menulis cerpen untuk pemula di luar sana, namun artikel kali ini akan menjadi seperti senter yang langsung menuju ke titik fokus utama, dimana supaya kamu mampu menuliskan cerpen dengan kualitas yang sempurna.

Kali ini saya akan mengajak kamu untuk menjelajahi tentang cerpen; apa definisinya, berapa jumlah kata ideal yang dibutuhkan, bagaimana strukturnya, dan yang paling penting adalah; bagaimana kamu bisa menulis cerpen dengan baik setelahnya.

Panduan Lengkap dan Rahasia Cara Menulis Cerpen Untuk Pemula dengan Hasil yang Sempurna

Photo by Gary Barnes on Pexels.com

“Sebuah cerita pendek harus memiliki satu suasana hati dan setiap kalimat harus dibangun ke arah itu.”

Edgar Allan Poe

Nah, sebelum membahas lebih jauh pada teknis menulis cerpen atau short story yang lebih komprehensif, sebaiknya kamu juga me-refresh kembali mengenai apa yang dimaksud dengan cerpen dan apa saja yang perlu kamu ketahui tentang karya sastra yang satu ini.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerpen atau short story?

Pengertian Cerpen

Source: Freepik

Berdasarkan arti yang sebenarnya, cerpen dapat dipahami sebagai sebuah karya fiksi prosa mandiri yang memiliki batasan jumlah kata tertentu yang ditulis untuk tujuan tertentu secara spesifik.

Fungsi cerpen secara umum dapat dimaksudkan sebagai upaya untuk menyampaikan pesan moral, mengabadikan momentum, atau membangkitkan perasaan dan suasana hati tertentu pada pembaca. Untuk mencapai tujuan ini, cerita pendek sesuai namanya harus singkat, padat, dan langsung menuju ke titik sasaran.

Dikarenakan cerpen ditulis dengan tujuan yang lebih spesifik dan fokus, maka hal pertama yang harus kamu ketahui dari cara menulis cerpen online atau klasik adalah memahami bahwa semua elemen cerita dimaksudkan untuk mencapai tujuan ini.

Jadi baik itu karakter, plot, setting, struktur cerita, dan juga tempo penulisannya, harus dapat disusun sedemikian rupa guna mencapai tujuan tersebut.

Jumlah Kata dalam Cerpen

Photo by Mikael Blomkvist on Pexels.com

Ada beberapa pendapat yang mengatakan jumlah kata dalam cerpen harus dibawah 10.000 kata, sementara yang lain mengatakan hal yang berbeda. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang diperkenankan untuk sebuah karya prosa hingga bisa disebut sebagai sebuah cerpen.

Dalam panduan cara membuat cerpen dan contohnya yang terdapat pada banyak buku sekolah, pembatasan kata dalam cerpen seringkali diartikan sebagai sesuatu yang baku. Namun dalam referensi yang lebih popular, sebuah karya prosa dapat disebut sebagai cerpen jika memiliki jumlah kata sebanyak antara 1.000 hingga 5.000 kata.

Jika demikian, lantas apakah sebuah prosa dengan jumlah dibawah 1.000 kata dan di atas 5.000 kata tidak dapat dikatakan sebagai sebuah cerpen atau short story?

Tidak juga.

Ada beberapa pengecualian yang lebih fleksibel untuk jumlah kata sebuah cerpen. Bahkan jika kamu pernah mendengar tentang super flash fiction atau fiksi kilat, jenis ini hanya terdiri dari sedikit kata-kata saja.

Sementara pada jumlah kata yang lebih panjang, beberapa penulis juga menganggap bahwa di atas 10.000 atau bahkan 20.000 kata, sebuah karya prosa tetap dapat disebut sebagai cerpen.

Jenis-Jenis Cerpen

Source: English Class

“Cerita pendek adalah apa yang kamu temukan ketika kamu melihat ke luar jendela.”

Mavis Gallant

Sebelum kamu memperdebatkan contoh cerpen yang benar berdasarkan jumlah katanya semata, kamu juga perlu mengetahui bahwa cerpen sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda.

Berikut beberapa di antaranya yang paling popular;

Cerpen Anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang biasanya adalah sesuatu yang lucu, komedi dan menggelikan. Anekdot pada umumnya menceritakan tentang orang atau pun kejadian nyata yang dipergunakan untuk menegaskan sebuah maksud dalam tulisan utama.

Tidak ada batasan khusus dalam penulis cerpen anekdot, akan tetapi pada umumnya anekdot adalah cerpen yang singkat yang terdiri dari 1 hingga 3 paragraf saja.

Cerpen Fabel

Ciri utama dari cerpen fabel adalah ia hampir selalu menggunakan hewan atau binatang sebagai perumpamaan cerita. Hal ini pula yang menjadikan fabel berbeda dengan cerita perumpamaan biasa yang bisa menjadikan benda selain hewan sebagai objek penceritanya.

Hewan yang digunakan dalam fabel dapat berbagai jenis, bisa dalam artian hewan umum, atau pun binatang dalam mitologi seperti Centaur dan Pegasus. Penggunaan perumpamaan dimaksudkan sebagai penguat pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis cerpen.

Cerpen Flash Fiction atau Fiksi Kilat

Source: Slideserve

Pada jenis flash fiction yang ekstrim, kamu mungkin tidak akan menemukannya sebagai cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca.

Di Indonesia, cerpen kilat atau kadang disebut pula sebagai cerpen mini, diasumsikan sebagai sebuah cerita pendek yang terdiri dari 300 hingga 750 kata saja. Atau ada pula yang mengatakan jumlah flash fiction haruslah di antara 750 hingga 1.000 kata.

Tapi sebenarnya tidak ada batasan baku untuk hal ini. Hanya saja kamu harus menggaris-bawahi bahwa pengertian kilat atau flash untuk membuatnya terasa benar-benar singkat.

Bahkan Ernest Hemingway pernah mengatakan bahwa flash fiction bisa saja terjadi dari lima kata.

Tentu ini sangat menarik sekali, bukan?

Cerpen Drabel atau Cerpen 100 Kata

Kamu mungkin tidak familiar dengan jenis cerpen yang satu ini, namun ia cukup banyak digunakan oleh para penulis di dunia, lho.

Drabble atau cerpen drabel adalah jenis cerpen yang super singkat dengan jumlah biasanya, hanya 100 kata. Tujuan penulisan drabel adalah menguji kemampuan seorang penulis untuk mengekspresikan dirinya dalam ruang yang terbatas secara menarik sekaligus bermakna.

Nah, dengan tujuan yang dalam seperti ini, drabel tentu saja bukan jenis cerpen yang mudah untuk ditulis, dan pastinya kamu tidak akan menemukannya dalam panduan cara membuat cerpen untuk lomba karena faktor keunikannya tersebut.

Cerpen Sketsa

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tidak ada plot dalam cerpen sketsa karena sifatnya yang hanyalah sebuah gambaran atau sketch. Cerpen dengan gaya penulisan seperti ini akan kamu temukan dalam banyak karya novel yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter.

Selain digunakan untuk mendeskripsikan karakter dalam penulisan fiksi, cerpen sketsa juga kadang dipergunakan untuk deskripsi setting. Tujuan penting dari cerpen tanpa plot ini adalah sebagai upaya penulis menjelaskan dan membangun karakter atau struktur cerita dalam prosa yang lebih panjang seperti novel.

Gaya penulisan cerpen dengan model sketsa dapat kamu lihat dalam cuplikan berikut. Ini dikutip dari novel MMA Trail yang saya tulis pada akhir tahun 2019, bukunya sendiri bisa kamu dapatkan disini.

Mala adalah wanita seperti pada umumnya. Benar ia membutuhkan kecukupan ekonomi, betul ia membutuhkan hidup dalam kemapanan, namun ia juga memerlukan cinta dan kasih seorang suami. Mala juga butuh Omar ada di rumah menemaninya mengajari Sabiya mengaji, Mala juga ingin Omar ada di antara mereka ketika kedua orang tuanya datang berkunjung ke rumah megah mereka. Dan Mala juga ingin malam-malamnya tak hanya dihiasi oleh sepi dan lengang saja,  ia ingin Omar ada bersamanya, memeluknya, mendekapnya, memakan kue yang baru saja ia masak, menikmati kopi yang barusan saja ia seduh. Tapi sayangnya, ternyata orientasi Omar di BCP membuatnya tak lagi mampu memahami kebutuhan Mala. Ia membiarkan Mala larut dalam bayangan dan kesepiannya sendiri. Ia membiarkan saja rumah yang megah dan mewah, penuh diisi dengan segala perabotan yang memanjakan mata, namun kosong dari keakraban, dari kasih sayang dan juga dari pengertian sebagai sebuah keluarga.

MMA Trail – Anton Sujarwo

5 Hal Paling Penting yang Dibutuhkan oleh Cerpen yang Bagus

Photo by Jou00e3o Jesus on Pexels.com

” Jika novel dan cerpen dipertarungkan, maka novel akan menang dengan hitungan angka sementara cerpen akan menang dengan KO.”

Julio Cortazar

Jika kamu mempelajari cara membuat cerpen di Microsoft word yang banyak dipublikasikan, kamu akan mengetahui ada beberapa unsur paling penting dalam penulisan cerpen. Unsur-unsur ini dianggap penting dalam penulisan fiksi, namun lebih penting lagi dalam penulisan cerpen.

Meskipun demikian, hal penting sebagai unsur penulisan cerpen ini tidak hanya terbatas pada penulisan di word saja. Kamu yang menggunakan aplikasi menulis cerpen seperti wattpad dan lainnya, juga sebaiknya mengetahui bahwa setidaknya ada 5 hal paling krusial dalam penulisan cerpen yang baik.

5 hal tersebut adalah sebagai berikut;

Sudut Pandang Penceritaan yang Kuat

Photo by Angelica Reyn on Pexels.com

Sangat penting untuk kamu pahami bahwa sudut pandang yang kamu pilih dalam menuturkan cerpen adalah hal yang sangat menentukan. Kemampuan kamu untuk memilih sudut pandang dalam bercerita akan menentukan setengah dari kesuksesan cerpenmu sendiri.

Beberapa pertanyaan yang perlu untuk kamu tanyakan terlebih dahulu sebagai cara menulis cerpen online atau bukan terkait sudut pandang misalnya adalah;

  • Apa yang kamu harapkan dapat pembaca rasakan atau pikirkan ketika mereka membaca cerpenmu?
  • Temukan sudut pandang mana yang paling mengena untuk mendapatkan tujuan dan effect bagi pembaca tersebut.
  • Untuk memilih sudut pandang yang tepat dalam memulis cerpen, kamu dapat pula mempelajarinya dalam tulisan ini; Segala hal tentang sudut pandang dalam penulisan karya sastra.

Tokoh atau Karakter yang Sedikit

Penting untuk kamu pahami bahwa dalam cerpen ada keterbatasan menyampaikan cerita secara lebih komprehensif. Termasuk dalam keterbatasan ini adalah karakter yang tidak mungkin dapat kamu sebutkan secara lengkap berdasarkan imajinasi kamu yang kaya.

Jadi, kamu hanya dapat memilih beberapa karakter saja yang secara khusus mengarahkan cerpenmu pada tujuan cerita yang sebenarnya. Ada pun karakter yang tidak terkait dengan kepentingan ini dapat kamu abaikan.

Dapat Menggambarkan Perasaan dengan Jelas

Photo by Pixabay on Pexels.com

Apa pun yang dirasakan oleh karakter yang dituliskan dalam cerpen, sangat penting untuk dapat kamu gambarkan secara jelas.

Termasuk pula dalam penggambaran yang jelas ini adalah genre cerita apakah romantis, komedi, horror, misteri atau yang lain sebagainya. Ide cerita yang disampaikan apakah tentang persahabatan, tumbuh kembang remaja, atau yang lain, juga tentang emosi yang ingin diungkapkan apakah senang, sedih, kehilangan, atau yang lainnya.

Intinya adalah; kamu dapat menggambarkan dengan jelas semua hal tersebut dalam sebuah cerpen yang kamu tuliskan.

Konsep Cerita yang Jelas, Cepat dan Tidak Berlebihan

Kamu dapat membuat sebuah kejadian berlarut-larut dalam sebuah penulisan novel, namun gaya penulisan cerpen mewajibkan kamu untuk lebih to the point.

Dalam cerpen konsep cerita yang jelas, cepat dan langsung mengarah pada tujuan adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Improvisasi

Hal yang menarik dari menulis cerpen adalah kamu tidak harus terikat untuk menulis cerpen seperti halnya dongeng tradisional. Dalam cerpen kamu bisa bereksperimen dengan misalnya menabrak beberapa aturan penulisan yang biasa kamu temukan.

Improvisasi adalah hal yang diperbolehkan dalam menulis cerpen. Hanya saja dalam hal ini, kamu tetap harus mempertimbangkan tujuan penulisan cerpen yang tidak boleh terganggu karena improvisasi tersebut.

5 Langkah Paling Penting dalam Menulis Cerpen yang Sempurna untuk Pemula

Photo by furkanfdemir on Pexels.com

“Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia”

A Wan Bong

Meskipun kamu pemula dalam penulisan cerpen, kamu tetap bisa menghasilkan karya yang luar biasa selama kamu tahu caranya.

Nah, berikut adalah beberapa tips rahasia dalam penulisan cerpen yang akan membuat kamu layaknya seorang penulis professional. Entah apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen kisah nyata atau bukan, kamu akan sangat mudah mengeksekusinya ide ceritanya dengan 5 langkah berikut ini;

Tentukan Emosi yang Kamu Ingin Pembaca Dapatkan

Photo by Alexander Krivitskiy on Pexels.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum menulis suatu cerpen adalah dengan bertanya kepada dirimu sendiri tentang; Emosi dan perasaan apa yang ingin kamu berikan kepada pembaca setelah membaca cerpenmu?

Apakah kamu ingin pembacamu terhibur dengan tawa, bersedih dengan kehilangan, terpukul dengan kenyataan, atau apa?

Kamu dapat menjawabnya sendiri.

Walaupun kamu sudah tahu cara membuat cerpen kisah nyata  berdasarkan fakta-fakta yang konkret, kamu juga perlu menentukan sebenarnya jenis cerita apa yang ingin kamu sampaikan dan mengapa kamu memilih tema tersebut.

Nah, setelah kamu menemukan dengan jelas emosi apa yang ingin kamu berikan ke pembaca, sekarang kamu dapat berfokus untuk membangun karakter, sudut pandang, plot dan setting dalam upaya meraih emosi tersebut secara sempurna melalui cerpen.

Awali Cerpen dengan Opening yang Mengena

Photo by cottonbro on Pexels.com

Dalam cerpen, kamu tidak akan memiliki banyak stok kata-kata untuk dipergunakan sebagai penjelas. Keterbatasan jumlah kata mengharuskan kamu untuk menggunakan seefektif mungkin pilihan yang ada, termasuk dengan cara membuat opening cerpen yang kuat.

Salah satu teknik yang bisa kamu aplikasikan untuk menyiasati hal ini adalah dengan memulai penulisan pada tengah-tengah cerita, bukan pada awalan yang melelahkan.

Ketika kamu memulai opening cerpenmu dari tengah-tengah plot, kamu akan memiliki kesempatan untuk menjelaskan bagian awalnya nanti. Di samping itu, memilih opening pada bagian tengah cerita akan membantu kamu untuk langsung menuju bagian penting cerita yang akan memberi pengaruh pada tujuan yang ingin kamu sampaikan.

Beberapa cara membuat opening cerita yang memukau dapat kamu lihat disini.

Ingat Selalu Bahwa Kamu Memiliki Jumlah Kata yang Terbatas

Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Hal selanjutnya yang juga tidak boleh kamu abaikan dalam penulisan cerpen adalah mengenai keterbatasan ruang untuk menyampaikan pesan cerita. Jadi, jangan membuang waktu dan tempat sia-sia hanya untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak perlu.

Dalam penulisan cerpen kamu selalu harus kritis bertanya kepada diri kamu sendiri mengenai kalimat per kalimat yang dituliskan. Semuanya harus mampu menyokong pesan dari cerita yang ingin disampaikan oleh cerpen yang kamu tulis.

Nah, dalam panduan cara membuat cerita bahasa Indonesia yang sederhana, kamu mungkin tidak ditekankan mengenai hal ini. Akan dalam aplikasi penulisan cerpen yang baik, yang bagus, dan yang berkualitas, kamu harus selalu mempertimbangkan bahwa setiap kata yang kamu tuliskan akan membuat pesan yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca semakin optimal.

Fokus pada Ending tetapi Jaga untuk Selalu Masuk Akal

Photo by Markus Spiske on Pexels.com

Bagian terpenting dari sebuah cerpen adalah ending-nya dan selalu demikian.

Akan tetapi hal ini bukan berarti bahwa opening dan bagian isi tidak penting. Namun memang, gerigi tajam kesan yang harus kamu tancapkan dalam benak pembaca mendapatkan momentumnya ketika cerita itu sendiri mencapai titik dimana ending sudah terjadi.

Meskipun ending adalah sangat penting dalam penulisan cerpen, kamu juga tidak dapat mengeksplorasinya secara berlebihan. Cerita pendek apa pun jenisnya tetap adalah sebuah cerita, dan sebuah cerita yang baik haruslah dapat diterima oleh akal manusia. Walau pun ia sebuah legenda.

Artinya pada bagian ini adalah jangan memaksakan sebuah ending yang terlalu dramatis yang kemudian justru menghilangkan kesan natural.

Selanjutnya kamu bisa mempelajari cara menulis ending cerpen yang paling menarik disini.

Editing adalah Kuncinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Walaupun salah satu ciri cerpen yang banyak dibahas di Indonesia adalah dapat dibaca sekali duduk, tapi menuliskannya tidak bisa demikian.

Menulis cerpen tidak cukup sekali duduk. Bahkan untuk cerpen dengan kualitas yang paling bagus dan sesuai dengan harapan sang penulis cerita, seorang penulis profesional seperti saya pun harus duduk berkali-kali hingga selesai menuliskannya.

Dalam dunia penulisan, menulis dan mengedit adalah dua hal yang harus kamu pisahkan. Jangan buru-buru melakukan editing setelah penulisan baru saja kamu lakukan. Biarkan pikiran dan mata kamu merasakan jeda sejenak, untuk kemudian kembali ke layar monitor dan melakukan pengeditan.

Dalam editing ini, baca kembali cerpen yang sudah kamu tulis sebanyak setidaknya tiga kali. Perhatikann keseluruhan unsur pembangun cerita seperti plot, karakter, setting, dan dialog apakah sudah benar-benar dapat mendukung tujuan yang kamu inginkan.

Beberapa Inspirasi Menulis Cerpen yang Bisa Kamu Lakukan

Photo by Miguel Pexels.com

Nah, sebagai penutup artikel ini, saya akan membagikan beberapa ide yang dapat kamu jadikan inspirasi menulis cerpen berdasarkan kisah hidupmu kamu sendiri.

Oh ya, untuk memperdalam penulisan kamu tentang menulis kisah hidup kamu atau kisah pribadi, kamu juga dapat mempelajarinya disini; 10 Langkah menulis kisah hidup yang paling mudah diterapkan.

Beberapa ide menulis cerpen yang bisa kamu eksekusi dengan mudah adalah dengan menanyakan beberapa hal berikut pada dirimu sendiri;

  • Apa pengalaman atau moment paling memalukan yang kamu alami pada beberapa tahun belakangan ini?
  • Kapan terakhir kali kamu menangis, apa yang menyebabkannya?
  • Apa kehilangan terbesar yang pernah kamu alami? Bagaimana itu bisa terjadi?
  • Siapa orang yang pertama kali membuat kamu jatuh cinta, mengapa?
  • Apa pengalaman paling buruk yang pernah kamu rasakan sewaktu kanak-kanak?
  • Dan lain sebagainya.

Nah, dengan menjawab beberapa pertanyaan tersebut secara jujur dari dalam hati kamu, kamu akan mendapatkan sebuah ide cerita yang sudah pasti menarik untuk dituliskan.

Selamat mencoba.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


5 CARA MENJADI PENULIS BUKU PEMULA YANG PENUH PERCAYA DIRI

Melalui form kontak Penulis Gunung atau langsung melalui pesan whatsapp, saya menerima banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menjadi penulis buku pemula yang paling efektif. Ini sebenarnya adalah pertanyaan yang umum, namun tetap saja banyak orang tidak menemukan jawaban yang nampaknya benar-benar memuaskan mereka.

Nah, untuk itu pada artikel kali ini saya akan membagikan beberapa hal yang InsyaAllah sangat bermanfaat untuk kamu yang ingin memulai penulisan sebuah buku.

Apakah kamu akan menulis kreatif semacam novel, cerpen, puisi, skenario film, atau kamu ingin menulis technical writing semacam essay, jurnal, dan artikel ilmiah, cara berikut ini bisa kamu aplikasikan.

Lantas, bagaimana cara menjadi penulis buku untuk pemula yang sebenarnya?

5 Langkah Cara Menjadi Penulis Buku Pemula untuk Kamu yang Belum Berpengalaman Sama Sekali

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Menulis buku bisa menjadi sesuatu yang sangat menantang dan sulit, terutama untuk kamu yang belum memiliki pengalaman sama sekali. Menariknya dalam aktivitas ini, talenta sama sekali bukan hal yang utama. Meskipun misalnya kamu tak memiliki bakat seperti penulis yang lain, kamu tetap berpeluang besar untuk menjadi seorang penulis yang hebat.

Tapi, bagaimana caranya?

Bagian dasarnya adalah kamu harus mengetahui cara jadi penulis novel pemula melalui langkah-langkah yang tepat dan terbukti efektif.  Keterampilan dasar inilah yang akan menjadi modal utama kamu dalam menulis sebuah buku.

Jika kamu adalah pemula dan merasa kesulitan menulis buku, maka kamu sama sekali tidak sendirian. Permasalahan ini jamak di kalangan para penulis, bahkan untuk orang yang sudah terbiasa menulis sekali pun.

Nah, beruntungnya ada beberapa tpis dan teknis yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini. Apakah kamu mencari cara menjadi penulis online yang produktif atau pun menulis buku secara real, langkah-langkah berikut sangat layak untuk kamu aplikasikan.

Ciptakan Lingkungan Seorang Penulis

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Penting bagi kamu untuk selalu mengetahui bahwa untuk memulai proses menjadi seorang penulis yang berhasil adalah dengan membentuk lingkungannya terlebih dahulu. Jadi, lupakan dulu kebingungan mencari aplikasi untuk penulis pemula yang paling efektif dan semisalnya, sebaliknya, yang harus kamu lakukan adalah dengan menciptakan lingkungan menulis yang baik.

Tujuan terpenting dari menciptakan tempat menulis yang nyaman adalah supaya kamu dapat menulis tanpa gangguan. Tempat menulis yang nyaman itu tidak harus mewah.

Hal paling penting dari menciptakan tempat semacam ini adalah tujuannya yang mampu mendukung aktivitas menulis secara signifikan, menghilangkan gangguan dan membantu fokusmu pada tujuan ada pada angka 100%.

Nah, beberapa ide yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan tempat menulis yang nyaman seperti ini adalah sebagai berikut;

  • Coba Menulis di Beberapa Tempat;  Saya biasa menulis berpindah-pindah, tergantung nyamannya dimana. Kadang saya membawa meja menulis saya di dapur, di kamar tidur, atau hanya di ruang tamu. Selama ia terasa nyaman dan membuat tulisannya saya mengalir dengan lancar, tempat dimana pun tidak menjadi masalah. Tips pertama cara menjadi penulis novel online dibayar juga sama seperti ini, yakni temukan tempat yang nyaman dan biarkan kreativitas imajinasimu berteriak nyaring di sana.
  • Ciptakan Dekorasi yang Menginspirasi: Kamu bisa menempatkan poster, quote, tumpukan buku, lukisan atau apa pun dalam ruangan menulismu yang memiliki nilai inspirasi bagi kamu sendiri.
  • Fleksibel: Ini seperti menulis di banyak tempat, yakni kamu bisa mendesain, menyusun dan mendekorasi ruangan menulis sesuai seleramu.
  • Tempatkan Kalender: Kalender akan membantu kamu untuk lebih disiplin dalam menulis, mengejar target lebih giat, dan juga biasanya lebih produktif.
  • Temukan Pendukung: Saya sebenarnya tak begitu biasa menulis fiksi ditemani musik, terutama untuk buku-buku saya sendiri. Namun untuk technical writing atau ghost writing, saya tidak bermasalah dengan musik. Nah, jika kamu menyukai musik saat menulis, tak ada salahnya juga mempersiapkan hal ini pula.
Photo by Antonio Borriello on Pexels.com

Beberapa ide lain yang bisa kamu lakukan pula dalam langkah yang pertama ini adalah dengan memperhatikan  tiga poin penting berikut ini;

Kurangi atau hilangkan potensi gangguan dengan cara;

  • Selama menulis, jauhkan dirimu dari keluarga, teman, atau bahkan mainan kesayangan sekali pun.
  • Matikan handphone-mu.
  • Tutup dulu untuk sementara sosial media seperti facebook, instagram, whatsapp, youtube, dan lain-lain.

Buat diri kamu lebih merasa nyaman dengan;

  • Menggunakan kursi yang nyaman untuk menulis, juga mejanya.
  • Tempatkan beberapa hal penambah semangat menulismu seperti quotes dan gambar.
  • Pastikan kamu sehat untuk bisa duduk dan menulis setidaknya sekitar 30 menit atau lebih.

Pilihlah sesuatu yang mampu meningkatkan produktivitas menulismu;

  • Matikan musik yang mengganggu dan nyalakan musik yang membantu kamu untuk menulis lebih baik.

Bangun Kebiasaan Seorang Penulis Profesional

Photo by Pixabay on Pexels.com

Hal yang paling membedakan antara seorang penulis profesional dan seorang penulis pemula adalah bagaimana mereka mengatur waktu mereka dalam menulis dan bagaimana kedisiplinan mereka melakukannya.

Seorang penulis profesional akan memberikan perhatian yang penuh dan kedisiplinan yang tinggi terhadap rutinitas menulisnya. Sementara di pihak lain, seorang penulis amatir kadang menulis ditentukan oleh mood, hobby dan writer’s block.

Nah, jika kamu adalah seorang penulis pemula yang hanya menulis jika kamu terinspirasi, atau hanya akan menulis jika kamu sedang merasa mood, maka kamu dalam masalah.

Jalan satu-satunya untuk menjadi seorang penulis produktif bukanlah dengan membayangkan gaji penulis novel bestlseller yang fantastis atau popularitas mereka yang manis. Akan tetapi langkah paling penting adalah dengan membangun kebiasaan seorang penulis sukses, atau membangun habit writer profesional terlebih dulu.

Kamu bisa membangun kebiasan menulis misalnya 30 menit dalam satu hari, atau beberapa hari dalam satu minggu. Kemudian kebiasaan ini kamu rutinkan secara disiplin yang dengan cara itu kamu akan lebih mudah untuk mencapai target penulisan bukumu dalam soal waktu.

Saya sendiri menulis setiap hari dengan jumlah berkisar antara 1.000 hingga 4.000 kata per hari. Saya menulis artikel, jurnal, buku, ghost writing, email marketing dan lain sebagainya. Ini telah menjadi rutinitas bagi saya, bangun di setiap harinya untuk menulis.

Buatlah Kerangka atau Outline Sebelum Memulai Penulisan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Cara menjadi penulis novel di wattpad atau dimana saja, langkah penting yang selalu saya tekankan adalah buatlah outline atau kerangka novel sebelum eksekusi menulisnya sendiri. Jika kamu adalah penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku satu kali pun, maka membuat online adalah hal yang wajib kamu lakukan.

Sebuah outline atau kerangka akan membantu kamu menjelaskan arah cerita dengan jelas. Outline juga merupakan peta cerita yang dapat kamu jadikan sebagai identifikasi ide besar cerita. Dengan outline, kamu dapat menulis lebih cepat sekaligus dapat menghindari penulisan jalan cerita yang tidak sesuai dengan ide semestinya.

Jadi, sebelum kamu mulai menulis ceritamu, luangkan waktu untuk membuat kerangka buku terlebih dahulu dengan melakukan beberapa tips berikut;

  • Brainstorm, yaitu dengan membuat daftar ide cerita apa saja yang ingin kamu tuliskan dalam bukumu.
  • Organize, buat semua ide cerita tersebut saling berhubungan.
  • Order, susun bagian cerita dari sub bagiannya secara rinci.
  • Label: buat judul dan sub judul cerita yang akan menjadi bab pada buku yang kamu tuliskan.

Fokus pada Satu Proyek Penulisan

Photo by Jonas Svidras on Pexels.com

Dalam artikel tentang 10 kesalahan penulis pemula yang paling sering mereka lakukan sementara mereka sendiri tidak menyadarinya, saya menulis bahwa terlalu banyak ide adalah sebuah kesalahan dalam penulisan.

Ketika kamu menulis satu buku, kamu sudah seharusnya mengumpulkan semua energi kamu untuk menyelesaikan buku tersebut sebaik dan semaksimal mungkin. Tapi beberapa penulis, terutama para pemula yang belum berpengalaman, kadang memiliki ide laksana cipratan pecahan bintang yang menyebar kemana-mana.

Terlalu banyak ide saat kamu dituntut untuk berfokus pada satu penulisan adalah masalah. Bukan tidak mungkin dengan fokus yang terbagi pada banyak hal akan menurunkan penulisan kamu pada project yang utama, Bahkan lebih buruk, hal ini juga dapat menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan penulisan yang sudah kamu lakukan sebelumnya.

Nah, supaya penulisan kamu hanya fokus pada satu buku, maka kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut;

  • Bagi penulisan menjadi beberapa bagian yang lebih kecil sehingga mudah dikerjakan.
  • Gunakan deadline untuk mendorong kedisiplinan kamu dalam menulis lebih teratur.
  • Cobalah untuk mengesampingkan beberapa ide menulis yang muncul di kepala kamu untuk sementara.

Menulislah Setiap Hari

Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Cara menjadi penulis online atau pun penulis buku selanjutnya dan mungkin saja adalah yang paling penting adalah bahwa kamu harus menulis setiap hari. Ini adalah rumus yang terlalu sering untuk kamu dengarkan, namun sejujurnya ini juga adalah salah satu formula menjadi seorang penulis buku yang berhasil.

Para penulis profesional adalah mereka yang selalu menjadikan menulis sebagai prioritas utama mereka.

Para penulis profesional adalah orang yang tidak pernah berlibur. Jika mereka sedang tidak menulis, maka mereka membaca, dan jika mereka sedang tidak membaca, maka para penulis profesional itu melambungkan pikiran mereka untuk memikirkan tulisan mereka selanjutnya.

Namun sebagai pemula, kamu tidak tentu dapat memaksakan diri untuk menulis setiap hari seperti ini, bukan? Lantas bagaimana jalan keluarnya supaya kamu berhasil menyelesaikan buku kamu yang pertama dengan tepat waktu?

Jawabannya adalah dengan membuat jadwal penulisan yang disiplin, teratur dan dapat kamu patuhi sendiri. Hal ini dapat pula dibantu dengan cara kamu mengkalkulasi jumlah kata dalam penulisan yang ingin kamu lakukan dan dalam berapa lama kamu membutuhkan waktu menyelesaikannya.

Misalkan kamu ingin menulis sebuah novel sebanyak 50.000 kata dalam waktu 5 bulan, artinya kamu harus menulis sebanyak 10.000 kata setiap bulannya. Lalu, berapa banyak kata setiap hari yang harus kamu produksi untuk mencapai tujuan itu?

Jika kamu menulis setiap hari, maka setidaknya kamu harus menulis sekitar 333 kata.

Jika kamu menulis hanya 3 hari dalam satu pekan yang artinya hanya 12 hari dalam satu bulan, maka kamu harus menulis sebanyak 833 kata setiap kali kamu menuliskannya.

Sekarang kamu tinggal pilih, ingin menulis dengan jadwal yang seperti apa supaya target penulisan kamu dapat tercapai.

Awali Karirmu Menjadi Penulis Profesional Sekarang

Photo by Lisa on Pexels.com

Tidak ada yang instan untuk mencapai sebuah tujuan, kamu senantiasa diminta untuk berproses. Namun terkait cara menjadi penulis buku pemula yang berhasil dan produktif, 5 langkah di atas telah terbukti efektif untuk mempercepatnya.

Dengan mengikuti strategi ini kamu dijamin dapat menyelesaikan buku pertama kamu dalam waktu yang lebih cepat dan efisien.

Nah, hal ini semakin efektif lagi jika kamu mendapatkan bimbingan menulis secara langsung dari penulis profesional yang sudah menulis puluhan buku dan menjadikan menulis sebagai kegiatannya sehari-hari.

Penulis Gunung adalah salah satu jasa bimbingan menulis yang bisa kamu pilih untuk hal ini.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 KATA MOTIVASI UNTUK PENULIS PEMULA YANG PALING AMPUH

Sebenarnya motivasi untuk penulis pemula tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh seorang amatir dalam dunia penulisan, bahkan untuk profesional pun motivasi ini terbukti ampuh. Bukan hanya kata-kata yang terdengar bijak semata, 7 motivasi ini juga menunjukkan kepada kamu bagaimana ia efektif jika kamu bisa mengaplikasikannya.

Menjaga diri untuk tetap termotivasi selama menulis adalah sesuatu yang tidak mudah, terutama untuk para pemula. Beberapa penulis begitu lemah ketika berhadapan dengan writer’s block, sementara yang lain mungkin juga kehilangan semangat untuk menulis ketika misalnya kehabisan ide cerita.

Nah, bagaimana sebenarnya menghadapi kondisi semacam ini?

7 Kata Motivasi untuk Penulis Pemula Lengkap dengan Teknis Mempraktikkannya

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Prateek Katyal on Pexels.com

Di Indonesia, jika kamu mencari informasi di internet tentang kata-kata motivasi untuk penulis, maka sebagian besar hasil yang akan kamu temui adalah quotes atau kata-kata mutiara. Padahal selain quotes yang indah, seorang penulis pemula yang sedang menghadapi krisis semangat juga butuh tips nyata untuk ia praktikkan.

Kata mutiara tentang menulis dan membaca seringkali menjadi hiasan untuk melecut semangat kepenulisan yang melemah, tapi ketahuilah, itu tidak cukup. Justru selain kata-kata mutiara yang kadang terlampau bias nan bijaksana, langkah konkret adalah hal yang lebih dibutuhkan.

Tapi yang seperti apa?

Nah, dalam tulisan kali saya akan membagikan 7 hal sederhana yang efektif untuk kamu lakukan jika kamu sedang merasa tidak termotivasi untuk menulis.

Ciptakan Satu Tempat Khusus untuk Menulis

“Sebagian besar penulis mendambakan ruangan yang tenang dan tersisolasi dimana mereka bisa mengatur waktu mereka sendiri. Bagaimana pun, ruang kreativitas yang paling baik adalah yang paling sedikit memiliki gangguan.”

Wole Soyinka
Motivasi untuk penulis pemula
Source: Pinterest

Apa yang disampaikan oleh Wole Soyinka mungkin bukan quotes penulis terkenal dunia yang pernah kamu dengar sebelumnya, tapi ia berkata benar.

Setiap penulis membutuhkan tempat menulis yang tenang dan bebas gangguan. Tempat dimana mereka dapat memunculkan semua imajinasi, kreativitas dan inovasi untuk menari di atas lembaran kertas. Dan hal ini tidak bisa diperoleh di tempat yang berisik dan penuh gangguan.

Untuk alasan ini pula kamu mungkin sering menemukan diri mereka menempati tempat-tempat asing di planet bumi.  Rumah di tengah hutan, pondok di tepian danau, kamar loteng atau ruang bawah tanah, semunya adalah tempat favorit para penulis untuk dijadikan ruangan kerja mereka.

Ciptakan Rutinitas Menulis

“Kamu tidak akan pernah bisa mengubah hidupmu sampai kamu berhasil mengubah sesuatu yang kamu lakukan setiap hari.”

Mike Murdock
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Ini mungkin bukan kata-kata tulisan keren yang bisa kamu kutip dan tempelkan di dinding kamar. Namun memang benar, rutinitas tidak selalu buruk dan membosankan, terutama dalam dunia penulisan.

Membentuk rutinitas dalam menulis adalah salah satu hal yang penting. Bagaimana kamu bisa menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah rutinitas yang tidak bisa untuk kamu tinggalkan setiap harinya.

Jika menulis sudah menjadi rutinitas dalam hari-harimu, kamu akan segera menemukan ada yang kurang jika kamu tidak menulis. Hal ini akan memberikan kamu kesempatan untuk produktif meskipun kamu sendiri sedang tidak termotivasi karena menulis sendiri adalah sesuatu yang kamu anggap rutinitas.

Anggaplah begini misalnya;

Jika mandi dan menggosok gigi itu adalah rutinitas bagi kamu setiap hari, maka kamu akan tetap melakukannya walau kamu sendiri sedang tidak termotivasi untuk mandi atau menggosok gigi.

Dan menulis juga bisa dibentuk dalam paradigma rutinitas seperti itu.

Nikmati dan Terobsesi dengan Proses

“Kebanyakan orang menganggap bahwa kesuksesan dan kegagalan sebagai dua hal yang berlawanan, tetapi tidakkah mereka tahu bahwa keduanya adalah produk dari sebuah proses yang sama.”

Roger von Oech
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Menikmati proses menulis adalah sesuatu yang menarik, beberapa penulis pemula kadang tidak bisa melakukannya. Kemampuan untuk menikmati proses akan memberikan kamu motivasi untuk tetap menulis pada saat diri kamu sendiri tidak ingin melakukannya.

Pada banyak contoh motivasi menulis yang mungkin kamu temukan melalui serangkaian quote-quote yang indah, kamu akan diminta untuk sabar dalam proses. Akan tetapi dalam artikel ini saya akan mengatakan bahwa kamu tidak cukup hanya sabar menjalaninya namun juga harus menikmati dan terobsesi pada prosesnya.

Jadi, cara yang ketiga untuk menjaga motivasi menulismu tetap stabil adalah dengan menjadikan proses sebagai sebuah kenikmatan dan obsesi.

Apa pun yang terjadi selama proses tersebut, termasuk pula dengan berkurangnya motivasi untuk melanjutkan tulisan, adalah bagian dari proses itu sendiri.

Dan kamu harus menikmatinya.

Miliki Pemikiran Penulis Profesional

Ketika para amatir dan penulis pemula menunggu mood untuk bisa menulis, para penulis profesional tetap menulis dalam kondisi apa pun suasana hati mereka. Mood atau tidak, profesional akan tetap menulis.

A Wan Bong
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Ketika mereka sedang tidak termotivasi dan malas untuk menulis, para penulis pemula atau amatir akan memilih untuk berhenti dan melakukan sesuatu yang menurut mereka lebih baik. Hal yang sama juga akan kamu temui pada orang-orang yang mengatakan bahwa menulis hanyalah sebagai hobi semata.

Pada saat rasa malas melanda, orang-orang seperti ini akan segera menemukan alasan untuk berhenti menulis. Mereka mungkin akan mengalihkannya dengan bermain sosial media, menonton sinetron di televisi, atau pun melakukan hal lain yang mereka rasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Menariknya hal itu tidak akan kamu temukan pada penulis profesional.

Seorang penulis profesional akan tetap menulis dalam kondisi bagaimana pun.

Meskipun ada perasaan untuk berhenti menulis dan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan, penulis profesional akan tetap menulis.

Nah, jika kamu mampu mengadopsi pemikiran seorang profesional seperti ini dalam memandang penulisan, kamu tidak akan terkalahkan oleh sekedar rasa enggan yang tidak beralasan.

Tentukan Target Penulisan

“Orang yang berbakat  mampu mencapai target yang tidak dapat dicapai orang lain; Sementara orang yang jenius mampu mencapai target yang tidak dapat dilihat orang lain.”  

Arthur Schopenhauer
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by icon0.com on Pexels.com

Target penulisan yang jelas kadang lebih powerfull daripada kata kata penulis novel yang terkenal sekali pun. Kamu hanya perlu mengingat targetmu dan berfokus untuk mencapainya, dan biasanya kamu akan termotivasi untuk melanjutkan proses menulis kembali.

Jadi, ingat-ingat kembali target apa yang ingin kamu capai dengan menulis.

Apakah kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, memiliki penghasilan tambahan setiap bulannya, atau ingin menciptakan  mahakarya dan mewariskan pemikiranmu yang luar biasa. Ini semua adalah target, pastikan kamu mengingatknya ketika motivasi menulismu mulai melempem.

Oh ya, ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan saat menetapkan target penulisan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain adalah;

  • Target haruslah spesifik.
  • Target harus pula terukur.
  • Target adalah sesuatu yang dapat dicapai dan bukan hal mustahil.
  • Target juga mestilah realistis.
  • Target yang benar memiliki deadline. Pastikan kamu juga mempertimbangkan itu.
  • Target juga harus dapat dievaluasi.
  • Target haruslah juga yang memiliki manfaat, baik bagi orang lain, lebih-lebih untuk diri kamu sendiri.

Bagi Penulisan Besar dalam Beberapa Bagian Kecil

Perjalanan ribuan kilometer, selalu dimulai dari satu langkah kecil

Anonim
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Dylan on Pexels.com

Jika kamu sedang mengerjakan proyek penulisan besar pertamamu berupa novel misalnya, sangat wajar kamu merasa tidak termotivasi beberapa kali saat menjalaninya.

Menulis novel adalah sebuah pekerjaan menulis yang serius. Setidaknya untuk buku dengan kategori seperti ini membutuhkan 30.000 – 80.000 kata dalam jumlah yang ideal. Jika kamu memaksakan diri untuk menyelesaikan jumlah ini hanya dalam satu minggu, kamu akan mati depresi saat mengerjakannya.

Bagikan proyek penulisan besar itu dalam langkah-langkah yang lebih kecil sehingga mudah untuk kamu jalani.

Misalnya dengan jumlah kata hingga 80.000, kamu dapat membaginya setiap 10.000 kata untuk penulisan satu bulan atau lebih. Atau jika kamu merasa diperlukan, kamu bisa membaginya dalam bentuk bab, plot, dan lain sebagainya.

Penulisan besar yang dibagi menjadi bagian-bagian kecil tidak akan menciderai alur cerita. Sebaliknya cara ini akan memberi kamu kekuatan untuk menyelesaikan kepingan-kepingan kecil itu menjadi sebuah cerita yang sempurna walaupun jumlahnya adalah 80.000 kata.

Ingat Kembali Mengapa Kamu Mulai Menulis

Alasan saya terus menulis adalah karena semua imajinasi saya yang paling kuat; tentang takdir, tentang tempat-tempat liar, tentang pemberontakan, dan tentang segala sesuatu yang saya pedulikan, perlu memiliki kata-kata untuk dapat diucapkan dan juga gambar untuk dibayangkan.

Galen
Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Kata-kata Galen mungkin memang termasuk sebagai quotes penulis terkenal dunia, tapi esensi dari quotes indah ini adalah tujuannya sendiri bahwa imajinasi membutuhkan suatu alat untuk membuatnya nyata di hadapan manusia.

Dan alat itu adalah kata-kata dan gambar.

Kesampingkan gambar, karena kamu adalah penulis maka kamu dapat berfokus hanya pada tulisan. Imajinasimu, pikiranmu, analisamu dan segala sesuatu yang terlintas dalam benakmu akan hilang jika tidak kamu ceritakan pada orang lain. Menulis buku adalah cara paling efektif untuk mencapai tujuan itu.

Nah, jika sekarang kamu merasa tidak termotivasi lagi untuk menulis, malas-malasan dan cenderung untuk bertekuk lutut pada writer’s block, maka ingat kembali apa yang menjadi tujuan sebenarnya dari alasan kamu menulis pada awalnya.

Jika kamu ingin memiliki buku atas nama kamu sendiri, maka itu tidak akan terwujud tanpa motivasi untuk membuatnya menjadi nyata.

Atau jika kamu ingin menjadi terkenal, memiliki penghasilan tambahan dari menulis, memiliki karya yang abadi sepanjang masa, maka semuanya itu akan sangat sulit diwujudkan tanpa antusiasme dan motivasi untuk terus menulis.

BACA JUGA:

Motivasi untuk penulis pemula
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa motivasi untuk penulis pemula supaya tetap semangat dan giat dalam menulis.

Kamu mungkin akan menghadapi satu demi satu alasan yang akan membuat kamu seolah ingin membuang jauh-jauh keinginan menjadi penulis. Tetapi dengan menjaga motivasimu tetap stabil, kamu tidak akan pernah kehilangan keberanian untuk mewujudkan mimpi itu.

Di samping 7 cara paling utama di atas, beberapa hal lain yang bisa pula kamu lakukan untuk menjadi motivasi penulisan sebagai pemula misalnya adalah;

  • Saat menulis, lupakan bagian pengeditan. Setelah menulis naskah hingga selesai, waktu kamu sebagian besar adalah melakukan editing. Jadi saat menulis, lupakan dulu bagian ini.
  • Ingatlah bahwa, proses menulis akan dipenuhi dengan pengalaman dan menyelesaikan tulisanmu adalah tujuan yang sebenarnya. Buku dan novel bukan tujuan sejati, itu hanyalah konsekuensi material dari upaya kamu untuk mengalahkan diri kamu sendiri dalam berkarya. Tujuan sesungguhnya adalah rangkaian proses bagaimana buku itu sendiri bisa tercipta. Jadi, fokuslah pada bagian ini.
  • Bergabung dalam komunitas menulis. Komunitas penulis terbiasa memberikan ucapan selamat untuk penulis buku yang baru berhasil merilis karya mereka, dapatkan pula motivasi dari cara yang sederhana itu dengan membayangkan bahwa kamulah salah satu penulis yang dimaksud.
  • Kalahkan writer’s block dengan berbagai cara. Kamu dapat membaca tulisan saya untuk melawan writer’s block disini. Writer’s block sama sekali bukan akhir dari karier penulisan seorang pemula. Ia hanyalah balok-balok pemecah karang untuk menguji seberap kuat dorongan gelombang seorang penulis dalam dirimu.
  • Ganti genre penulisan atau coba lakukan penulisan yang berbeda.Jika sebelumnya kamu sibuk dengan penulisan kreatif seperti novel, cerpen, naskah drama dan lain sebagainya, sekarang adalah waktunya untuk mencoba technical writing. Kamu bisa memulainya dengan mencoba menulis essay, jurnal, artikel ilmiah dan lain sebagainya.
  • Minta bantuan orang yang berpengalaman untuk mendampingi proses menulis yang kamu lakukan. Dapatkan saran terbaik dari orang-orang yang sudah terbukti berhasil menjaga motivasi mereka dalam berkarya. Dan pastinya pada langkah yang terakhir ini, kamu juga bisa menghubungi saya untuk mendampingi kamu menyelesaikan penulisanmu.

Selamat mencoba.

Mood dan motivasi tidak datang setiap hari. Pada banyak kesempatan, kita harus memaksanya keluar dari dalam diri untuk mengalahkan rasa malas dan setengah hati.

A Wan Bong

anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 CARA RAHASIA MENJADI PENULIS PEMULA YANG SUKSES DAN PRODUKTIF

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar rahasia untuk menjadi seorang penulis pemula yang sukses.

Terasa agak berlebihan untuk mengatakan bahwa saya juga adalah bagian dari para penulis pemula yang sukses itu, namun sejauh ini saya memang berhasil melakukannya. Saya telah merilis 14 buku atas nama sendiri, 11 buku ghost writing, ratusan artikel, essay, jurnal dan lain sebagainya. Saya adalah full time freelance writer saat ini.

Pencapaian ini membuat beberapa orang menganggap bahwa saya adalah salah satu penulis pemula yang berhasil. Meskipun kamu pasti tahu, saya bukan penulis terkenal. Namun, saya setidaknya memiliki pengalaman untuk dibagikan tentang bagaimana menjadi penulis pemula yang berhasil melewati masa-masa awal yang sulit dan berat dari profesi ini.

Lantas, apa saja yang bisa kamu lakukan untuk menjadi seorang penulis pemula yang produktif?

Saya membuat daftar berikut yang semoga saja bermanfaat untuk kamu.

7 Prinsip Utama Menjadi Penulis Pemula yang Sukses

penulis pemula yang sukses
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Sebelum kamu membaca lebih jauh artikel ini, harus difahami dulu pengertian sukses ini bukanlah tentang gaji penulis novel atau penghasilan mereka yang fantastis. Kesuksesan dalam profesi ini untuk sementara harus dibatasi pengertiannya sebagai keberhasilan untuk terus menulis dan menghasilkan karya, dan mungkin juga bisa memperoleh pendapatan dari aktivitas tersebut.

Profesi sebagai penulis adalah profesi yang banyak didambakan saat ini. Perpindahan hampir semua aktivitas peradaban manusia ke digital telah membuat kebutuhan akan penulisan meningkat berkali lipat. Dalam istilah yang lebih jelas, profesi penulis akan lebih banyak dibutuhkan di masa depan, baik untuk kebutuhan creative writing atau pun technical writing.

Sayangnya untuk para pemula, syarat menjadi seorang penulis seringkali diterjemahkan dengan cara yang salah. Alih-alih melangkah pada track yang benar dan membawa mereka kepada kesuksesan, para pemula ini justru kadang terjebak pada pola yang menyesatkan.

Lalu, bagaimana sebenarnya langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebagai seorang penulis pemula?

Berikut 7 di antaranya yang paling penting;

Cintai Dunia Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by Marcus Aurelius on Pexels.com

Memutuskan untuk menjadi penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan kesepian”

Anton Sujarwo

Rahasia pertama dari materi untuk penulis pemula adalah mereka harus mencintai apa yang mereka kerjakan. Untuk menjadi sukses dalam profesi ini kamu sungguh-sungguh harus mencintai menulis dan segala yang berkaitan dengan pekerjaan ini.

Penting untuk kamu mengartikan cinta kepada profesi menulis sebagai sebuah cinta yang benar-benar cinta mati. Apa pun yang terjadi dengan tulisanmu, entah apakah ada yang membacanya atau tidak, kamu harus dengan senang hati tetap melakukannya.

Beberapa orang mencintai dunia menulis karena itu membuat mereka mendapat uang, terkenal atau yang paling sederhana mungkin mendapat perhatian di sosial media. Tapi, bagaimana jika semua itu tidak kamu dapatkan? Masihkah kamu akan mencintai dunia menulis?

Kamu harus terbiasa duduk berjam-jam di depan laptop, komputer, mesin ketik, atau apa pun yang menjadi media kamu untuk menulis.

Menulis adalah tentang menulis, tentang membaca, tentang mengedit, tentang menulis lagi, dan terus-menerus demikian. Bagaimana kamu akan melakukan pekerjaan yang terlihat sangat membosankan itu jika kamu tidak mencintai menulis?

Memutuskan untuk menjadi seorang penulis adalah keputusan untuk berdamai dengan kesendirian dan keheningan. Kamu akan menghabiskan banyak waktu seorang diri dalam pekerjaan ini.

Jadi, pastikan kamu mencintainya.

Selesaikan Ceritamu

penulis pemula yang sukses
Photo by Ann H on Pexels.com

Apa pun yang kamu mulai, selesaikan.

Apa pun yang kamu tulis, sampaikan hingga kata-kata terakhirnya.

Ini adalah salah satu masalah klasik yang banyak dibahas dalam komunitas penulis pemula bahwa mereka seringkali menghentikan tulisan mereka di tengah jalan. Sepotong pembukaan novel yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika novel itu sendiri tidak pernah diselesaikan.

Kamu harus menanamkan tekad pada langkah yang kedua ini untuk menyelesaikan tulisanmu, apa pun yang terjadi. Jangan membuat tulisan kamu terhenti di tengah jalan hanya karena kamu kekurangan mood, terserang writer’s block atau yang paling berbahaya; kehilangan semangat.

Cerita hanya bisa disebut cerita jika itu kamu selesaikan.

Maka selesaikan sampai garis finish.

Sabar, Tekun dan Disiplin

penulis pemula yang sukses
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Dalam menulis, talenta sehebat apa pun tidak akan banyak berguna, jika tanpa diiringi kerja keras, kedisiplinan dan semangat pantang menyerah

A. Wan Bong

Menulis buku untuk penulis pemula adalah sesuatu yang menarik, menantang dan menentukan. Pada saat kamu bisa menyelesaikan penulisan sebuah buku, kamu telah mencapai sebuah tingkat anak tangga dalam penulisan yang patut dicatat sebagai sejarah.

Namun menulis buku tentu bukan perkara yang gampang, terutama jika kamu tidak siap dengan tiga pondasi utamanya yaitu; kesabaran, ketekunan dan kedisiplinan.

Jika menulis buku antologi bersama beberapa penulis yang lain, kamu mungkin tidak akan dituntut dengan ketat. Tapi jika kamu ingin hanya nama kamu atau nama penamu yang dicetak di atas sampul sebuah buku, maka kamu harus melakukannya dengan tekun, sabar dan disiplin.

Guna menyelesaikan sebuah buku kadang seorang penulis dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Semua proses ini akan sangat melelahkan, membosankan dan kadang-kadang membuat frustasi. Tanpa disertai dengan kesabaran menjalaninya, kamu akan berhenti di tengah jalan.

Saya sendiri bahkan bersepakat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan dalam menulis yang paling kuat adalah tiga hal ini; disiplin, tekun dan sabar.

Biarkan Semuanya Mengalir

penulis pemula yang sukses
Photo by Jacob Colvin on Pexels.com

Apa pun yang terjadi dalam penulisanmu, biarkanlah.

Jika tulisan kamu harus salah, gagal, dikritik dan ditolak dan lain sebagainya, biarkan saja.

Tapi ingat, kamu tidak boleh menyerah.

Salah satu kesalahan penulis pemula yang membuat mereka tidak bisa melangkah ke jenjang penulisan yang lebih baik adalah kegagalan berhadapan dengan kondisi yang tidak mereka persiapkan sebelumnya. Kamu mungkin tidak siap jika naskah kamu ditolak, tapi itu bisa saja terjadi dalam menulis jadi kamu justru harus mempersiapkan diri menghadapinya.

Bahkan cara menjadi penulis novel di wattpad pun demikian, kamu tidak bisa melangkah ke level yang lebih baik ketika kamu tidak bisa membiarkan apa yang terjadi pada penulisanmu mengalir.

Dan jangan salah, sukses sendiri pun adalah sesuatu yang kamu harus bersiap menghadapinya, karena ada banyak penulis yang ketika buku mereka laku di pasaran, nama mereka mulai  di kenal, dan gaji penulis novel mulai masuk ke kantong mereka, mereka justru terlena.

Intinya adalah; apa pun yang terjadi sebagai perkembangan dalam proses menulismu, keep moving. Gagal, ditolak, salah, bahkan ketika uang dari menulis mulai berdatangan ke rekeningmu, tidak ada boleh ada yang menghentikan kamu untuk menulis.

Miliki Ruangan Khusus Menulis

penulis pemula yang sukses
Photo by George Milton on Pexels.com

Kamu mungkin menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sepele karena kamu bisa menulis dimana saja kamu mau. Selama ada laptop, atau komputer, atau pun mesin ketik, menulis tetap dapat berlanjut.

Namun sebenarnya tidak juga.

Memiliki ruang kerja dalam menulis sebenarnya adalah sesuatu yang penting. Meskipun penting workspace tidak harus mewah,  fungsi ensensial dari ruang kerja adalah sebagai areal isolasi untuk mengeksekusi ide dan gagasanmu supaya bebas gangguan.

Dengan ruangan yang memberi kamu keleluasaan untuk menulis, kamu dapat mengkristalkan isi pikiranmu menjadi untaian kata yang terangkai dalam sebuah karya. Terus terang, sulit untuk menulis dengan tenang dan lancar jika di sekelilingmu terdapat banyak gangguan.

Jadi, miliki tempat khusus untuk menulis.

Kamu bisa membuatnya di kamar tidur, di salah satu sudut rumah, atau dimana saja kamu merasa bisa berkonsentrasi dan bebas gangguan.

Amati Sekelilingmu

penulis pemula yang sukses
Photo by Rachel Claire on Pexels.com

Kata-kata paling penting dari langkah ini adalah; mengamati.

Mengamati adalah keterampilan para penulis terkenal dimana mereka mampu menangkap ide-ide hebat terkait penulisan. Mereka mampu melihat berbagai hal yang terjadi di sekeliling kemudian memilah mana yang dapat dijadikan sebagai bagian dari cerita.

Kamu mungkin saja akan terinspirasi dengan pramusaji rumah makan yang menghidangkan makanan untukmu, kemuidan mengubah dialognya dalam cerita. Atau kamu mungkin saja terinspirasi dari penjual sayur keliling yang justru memberi kamu ide bagaimana memulai sebuah opening novel yang menarik.

Sebagai seorang penulis, kamu harus terbiasa untuk mengamati dan menyerap semua informasi yang ada di sekelilingmu sebagai sumber cerita. Amati adalah hal yang tepat untuk menjelaskan situasi ini karena untuk mendapatkan sebuah kisah yang bisa kamu ubah menjadi tulisan, kamu hanya perli melihat, mendengar, merasakan, dan menghindari untuk mengomentarinya.

Amati dan biarkan diri kamu terinspirasi karenanya.

Menulislah untuk Diri Kamu Sendiri

penulis pemula yang sukses
Photo by Gelatin on Pexels.com

Kritik tidak akan menghancurkanmu dan pujian tidak akan membuat kamu lupa dir,i jika kamu menulis untuk dirimu sendiri

A. Wan Bong

Nah, prinsip rahasia yang terakhir dan paling penting adalah kamu harus memastikan bahwa kamu menulis adalah untuk dirimu sendiri.

Lho, kok seperti itu?

Ya, jika kamu menulis untuk orang lain kemudian orang lain tidak menyambut tulisanmu seperti yang kamu harapkan, kamu akan kecewa.

Atau jika kamu hanya menulis berdasarkan alasan ‘bijak’ untuk pembaca atau permintaan pasar, maka ketika pembaca tidak menyukai tulisanmu atau tidak mengapresiasinya, maka kamu bisa depresi.

Namun jika kamu menulis untuk diri kamu sendiri, apa pun hasilnya, bagaimana pun tanggapan orang lain terhadap tulisanmu, kamu tidak akan begitu peduli. Pujian tidak akan membuatmu terbang tinggi, sementara kritik dan mungkin celaan, juga tidak akan membuat kamu terhempas sakit hati.

Saya mempraktikkan ini pada banyak tulisan saya, terutama yang berkenaan dengan buku-buku fiksi.

Saya menulis buku Merapi Barat Daya dan mengatur plotnya sedemikian rupa adalah karena saya menyukainya. Lalu ketika buku ini diapreasiasi sebagai salah satu petualangan terbaik di Indonesia, pujian itu tidak mempengaruhi apa-apa bagi saya kecuali sebagai penambah semangat menulis dan mungkin juga sebagai testimoni untuk mendorong penjualan.

Jadi, penting sekali bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis pemula yang sukses dan produktif untuk memastikan bahwa tulisan kamu itu adalah untuk diri kamu sendiri.

Nah, itu adalah beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis. Jika kamu merasa kesulitan, kamu bisa meminta bantuan saya melalui whatsapp di bawah ini.

InsyaAllah saya akan dengan senang hati membantu kamu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 RAHASIA SUKSES PENULIS FREELANCE PEMULA YANG PALING MANTAP

Menjadi penulis freelance pemula bisa menjadi pilihan yang menarik, terutama untuk kamu yang suka dengan dunia tulis menulis. Potensi penghasilan dari bisnis ini cukup menggiurkan, bahkan bisa berkali lipat dari penghasilan kamu sebelumnya. Namun di sisi lain, menjadi penulis lepas adalah juga adalah profesi yang membutuhkan skill dan teknik khusus untuk bisa sukses.

Problemnya kemudian adalah, banyak orang yang terjun menjadi freelance penulis namun bingung bagaimana cara melakukannya supaya bisa berhasil.

Nah, untuk kamu yang mengalami problem serupa, berikut 7 hal paling penting yang bisa kamu lakukan.

Tips Rahasia Sukses Penulis Freelance Pemula

Penulis Freelance Pemula
Photo by George Milton on Pexels.com

Sebagai pemula, gaji penulis lepas tentu bukan hal yang harus kamu utamakan terlebih dahulu. Potensi penghasilan di bidang ini akan terus meningkat seiring dengan jam terbang, pengalaman dan juga wawasan kamu. Proses ini secara natural, mungkin bisa saja membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

Namun proses ini sebenarnya dapat lebih dipercepat jika saja kamu mengetahui tips dan rahasianya. Kamu tidak harus menunggu tahunan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dari profesi sebagai freelance writer job.

Pertanyaannya kemudian adalah; bagaimana caranya?

Sebelum membahas hal itu lebih jauh, ada baiknya kamu juga mengetahui apa itu pengertian penulis freelance yang sebenarnya.

Apa Itu Penulis Freelance atau Freelance Writer?

Penulis Freelance Pemula
Photo by Eren Li on Pexels.com

Freelance writer atau penulis lepas adalah seorang penulis profesional yang menjadi kontraktor penulisan paruh waktu sekaligus menjadi bentuk oposisi dari penulis penuh untuk sebuah perusahaan. Ketika penulis penuh bekerja hanya untuk satu perusahaan, penulis lepas kadang disewa secara kontrak untuk project penulisan.

Seorang penulis lepas menawarkan layanan penulisan mereka ke banyak klien yang berbeda, dan seringkali menulis untuk berbagai hal yang berbeda pula. Apa pun jenis penulisan yang diminta oleh klien mereka, seorang penulis freelance biasanya akan menuliskannya.

Dalam aktivitasnya, freelance writer online job juga terbiasa memberikan layanan mereka ke banyak jenis klien. Penulis lepas dapat saja menulis cerpen untuk jurnal penulisan kreatif, menulis essay untuk profesional dalam technical writer, atau pun menjadi email marketer dan content writer untuk suatu website.

Apa Saja Jenis Pekerjaan yang Dapat Dilakukan Seorang Penulis Freelance?

Apa pun jenis penulisan yang dibutuhkan, idealnya bisa dilakukan oleh seorang penulis lepas. Akan tetapi, spesialis penulisan tertentu juga dapat menjadi nilai tambah sendiri.

Secara umum, jenis penulisan yang dapat kamu tekuni ketika memutuskan untuk menjadi seorang freelance writer profesional adalah dua hal berikut;

Penulis Freelance untuk Technical Writing

Penulis Freelance Pemula
Photo by Skylar Kang on Pexels.com

Dalam jurnal yang menginformasikan lowongan freelance writer 2021, penulisan teknis atau technical writing masih menduduki jenis tulisan yang banyak dicari. Penulisan jenis ini adalah penulisan ilmiah dimana kamu menulis berdasarkan data dan fakta yang biasa dipergunakan untuk kepentingan profesional.

Beberapa contoh yang umum untuk jenis technical writing dan dapat dikerjakan oleh kamu sebagai seorang penulis lepas adalah sebagai berikut;

  • Penulis lepas untuk konten atau content writer.
  • Penulis lepas untuk sales atau copywriting.
  • Penulis lepas untuk email marketing.
  • Penulis lepas untuk proposal, jurnal dan essay.
  • Penulis lepas untuk kesehatan, finansial, instruksi penggunaan produk, dan lain sebagainya.
  • Dan lain-lain.

Penulis Freelance untuk Creative Writing

Penulis Freelance Pemula
Photo by Pixabay on Pexels.com

Pengertian creative writer adalah kebalikan dari technical writer, yaitu seorang penulis profesional yang menulis berdasarkan imajinasi, kreativitas dan inovasi serta melampaui batas-batas penulisan jurnalistik pada umumnya.

Berdasarkan pengertian ini, beberapa contoh pekerjaan penulisan kreatif yang bisa kamu tekuni sebagai freelance writer pemula nantinya adalah;

  • Freelance penulis cerpen.
  • Freelance penulisan novel.
  • Freelance penulisan naskah film atau skenario.
  • Freelance penulisan untuk lagu.
  • Dan lain-lain.

7 Tips Sukses Freelance Writer Pemula

Pertahankan Pekerjaan Sebelumnya

Penulis Freelance Pemula
Photo by Los Muertos Crew on Pexels.com

Sebagai seorang penulis freelance pemula, sebaiknya kamu tidak gegabah dengan langsung memutuskan untuk resign dari pekerjaanmu sehari-hari. Untuk sementara waktu, jadikan saja profesi penulisan lepasmu sebagai pekerjaan paruh waktu.

Jika kamu memutuskan untuk membuka jasa sebagai freelance writer online job sedangkan pekerjaan kamu sehari-hari misalnya di bengkel atau pun pabrik, maka jangan buru-buru untuk keluar dari pekerjaanmu sebagai karyawan. Kamu dapat menerima job penulisan kapan pun berdasarkan online, namun pengerjaanya dapat kamu atur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu pekerjaan utamamu.

Temukan Niche Spesialis

Penulis Freelance Pemula
Photo by Josh Sorenson on Pexels.com

Jika kamu berstatus mahasiswa dan menemukan dirimu cukup bagus dalam dunia tulis-menulis, maka kamu dapat membuka jasa freelance writer untuk pelajar yang secara khusus misalnya, menargetkan jenis-jenis penulisan tertentu.

Kamu dapat memilih untuk menulis secara khusus misalnya dalam penulian skripsi, proposal, materi kursus dan lain sebagainya. Dengan metode yang sama, kamu juga dapat memilih niche yang khusus untuk membuat kamu menjadi spesialis dalam bidang penulisan tersebut.

Background sebagai mahasiswa farmasi dapat memberi kamu peluang untuk menulis tentang kesehatan, background akuntansi dapat menjadi modal untuk menulis tentang finansial, dan lain sebagainya.

Buat Website atau Blog Pribadi

Penulis Freelance Pemula
Photo by Burst on Pexels.com

Nah, ini penting, sayangnya tidak banyak penulis freelance pemula yang menyadarinya.

Blog atau website bagi seorang penulis adalah sesuatu yang lebih dari sekedar tempat untuk menulis. Blog juga dapat menjadi etalase bagi kamu untuk memajang fortopolio penulisan yang pernah kamu lakukan, atau juga dapat menjadi cara untuk menjaring calon klien yang membutuhkan layanan penulisan yang kamu tawarkan.

Ada banyak peluang layanan penulisan yang dapat kamu pasarkan melalui blog. Kamu bisa berfokus misalnya dalam ghost writing penulisan buku, ghost writing technical writing, ghost writing penulisan kreatif dan lain sebagainya.

Bahkan kamu juga bisa mengasah kemampuan mengajar kamu dengan membuka coaching online dan kursus online mengenai penulisan melalui website.

Pelajari Berbagai Jenis Penulisan

Penulis Freelance Pemula
Photo by NEOSiAM 2021 on Pexels.com

Klien akan memiliki banyak ekspektasi pada freelance penulis yang mereka gunakan jasanya. Beberapa ekspektasi ini kadang diluar kemampuan dasar yang dimiliki oleh si penulis lepas itu sendiri. Hal ini jika kamu biarkan saja, kamu akan melewatkan beberapa peluang yang mungkin memberikan potensi income yang lumayan.

Nah, penting untuk kamu dalam menjawab tantangan ini dengan mempersiapkan diri dan mempelajari berbagai jenis penulisan. Kamu bisa menambah kemampuan misalnya dengan menulis jurnal, essay, Penelitian Tindakan Kelas untuk kenaikan pangkat guru, cerpen, puisi, copywriting dan lain sebagainya.

Dapatkan Pengetahuan Tentang SEO Dasar

Penulis Freelance Pemula
Photo by George Morina on Pexels.com

Salah satu contoh freelance writer yang paling banyak saat ini adalah untuk konten online. Dalam penulisan jenis ini yang notabene penulisannya di internet, SEO atau Search Engine Optimazation adalah sesuatu yang penting untuk kamu ketahui, paling tidak dasar-dasarnya.

Dalam operasional sistem pencarian di internet, mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo dan lain sebagainya, menggunakan kata kunci untuk menampilkan perintah pencarian. Nah, kata kunci inilah yang kemudian harus dipelajari oleh seorang penulis freelance untuk disisipkan dalam tulisan supaya dapat diindeks oleh sistem pencarian.

Dalam menyisipkan kata kunci sendiri, terdapat beberapa teknik yang harus diketahui untuk menghasilkan tulisan yang friendly bagi pembaca, sekaligus juga akrab dalam mesin pencaharian.

Di samping kata kunci atau keyword, operasional SEO juga akan membutuhkan pengetahuan tentang backlink, internal link, dan lain sebagainya.

Atur Waktu dengan Disiplin

Penulis Freelance Pemula
Photo by Marius Mann on Pexels.com

Ini adalah bagian yang paling penting jika kamu benar-benar ingin terjun menjadi seorang penulis freelance yang sukses. Kemampuan manajemen waktu atau kemampuan mengatur waktu harus dapat disesuaikan dengan tuntutan seorang freelance writer profesional.

Ada kalanya kamu akan menemui klien yang memiliki urgensi penulisan yang membutuhkan waktu cepat. Sementara pada klien yang lain misalnya, sebuah pekerjaan penulisan dapat saja membutuhkan waktu yang lama untuk selesaikan karena tingkat kerumitan dan kesulitannya.

Hal ini semakin kompleks jika kamu juga masih memiliki pekerjaan utama lainnya. Kemampuan untuk mengatur waktu antara penulisan freelance dan pekerjaan utama adalah penentu kesuksesan menjadi seorang penulis lepas profesional selanjutnya.

Jadilah Superman dengan Kemampuan Proofreading dan Editing

Penulis Freelance Pemula
Photo by Min An on Pexels.com

Bagian terakhir yang harus kamu persiapkan untuk menjadi seorang penulis freelance yang sukses adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan penulisan secara mandiri dalam berbagai prosesnya. Termasuk dalam proses ini adalah kamu dapat melakukan proofreading dan editing sebelum pekerjaannya sendiri kamu serahkan kepada  klien.

Jadi, ketika hasil penulisanmu diserahkan kepada klien, semuanya adalah penulisan siap saji yang tinggal di upload dalam situs mereka.

Penting bagi kamu untuk menguasai berbagai kemampuan pendukung seperti ini sebagai cara untuk mendukung profesionalitas dan kredibiltasmu sebagai seorang freelancer.

Sebagai seorang penulis freelance profesional, saya juga bekerjad pada salah satu perusahaan outdoor terkemuka di Indonesia. Dalam pekerjaan ini saya harus mempersiapkan sebuah tulisan secara sempurna mulai dari riset kata kunci, penulisan, editing, proofreading, pemilihan image, dan juga upload di situs mereka.

Allhamdulillah, penulisan yang konsisten dengan mempertimbangkan SEO, human friendly, dan struktur penulisan yang rapi, cukup efektif menaikkan website dalam rangking sistem pencarian.

Oh ya, untuk contoh hasil penulisan saya tersebut dapat kamu lihat disini.

Penulis Freelance Pemula
Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, itu adalah 7 tips rahasia yang bisa kamu aplikasikan untuk memulai bisnis sebagai seorang penulis freelance pemula.

Dengan kedisiplinan untuk terus mengasah kemampuan dan managemen layanan penulisanmu, hanya masalah waktu saja kamu akan menjadi salah satu penulis lepas yang sukses di kemudian hari.

Oh ya, untuk kamu sendiri yang membutuhkan bimbingan penulisan profesional, kamu juga bisa mengikuti kelas coaching online yang saya adakan. Caranya kamu bisa menghubungi saya melalui tautan whatsapp di bawah ini.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui whatsapp, email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


5 TIPS RAHASIA CARA MEMBUAT PTK UNTUK KENAIKAN PANGKAT YANG MUDAH DIKERJAKAN

Bagi Aparatur Sipil Negara atau ASN yang berprofesi sebagai guru, cara membuat PTK untuk kenaikan pangkat adalah keterampilan yang harus dikuasai. Hal ini disebabkan karena PTK telah menjadi salah satu syarat wajib kenaikan pangkat bagi profesi guru baik guru SD, SMP atau pun SMA. Sayangnya, tidak sedikit guru yang menganggap proses ini sangat rumit dan melelahkan.

Nah, bagaimana sebenarnya cara mudah membuat susunan PTK untuk kenaikan pangkat? Adakah teknik rahasia yang bisa membuatnya lebih sederhana untuk dikerjakan?

Berikut ulasan selengkapnya.

Cara Membuat PTK untuk Kenaikan Pangkat dengan Mudah dan Cepat

5 TIPS RAHASIA CARA MEMBUAT PTK UNTUK KENAIKAN PANGKAT

http://www.penulisgunung.id

“Setiap orang yang mengingat pendidikannya, akan mengingat gurunya, bukan metode atau pun tekniknya. Guru adalah jantung dari sistem pendidikan yang sebenarnya.”

Sidney Hook

PTK atau Penilaian Tindakan Kelas adalah sebuah tindakan praktis yang dilakukan oleh guru atau tenaga pendidik  yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. PTK selain dimaksudkan untuk hal ini, juga menjadi salah satu syarat wajib kenaikan pangkat.

Kewajiban ini pada kondisi tertentu terkadang terasa merepotkan, terutama untuk guru-guru yang mungkin merasa kesulitan dalam membuat format PTK untuk kenaikan pangkat. Hal ini kemudian juga menjadi kendala bagi mereka untuk naik pangkat, sekaligus pula menjadi aral yang memberikan citra kurang cemerlang terhadap kemampuan mereka.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Menyusun PTK untuk kenaikan pangkat sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, terutama jika kamu sudah mengetahui caranya. Dengan mengikuti tips dan langkah-langkah yang sederhana, PTK untuk kenaikan pangkat akan selesai dalam waktu yang cepat.

Nah, berikut adalah langkah-langkah dan tips rahasia yang bisa kamu ikuti untuk menyusun Penelitian Tindakan Kelas yang sesuai dengan PTK Dapodik yang disyaratkan.

Kenali Dengan Baik Format PTK untuk Kenaikan Pangkat sebagai Panduan

Photo by picjumbo.com on Pexels.com

Berdasarkan panduan membuat PTK yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2015, setiap guru atau tenaga pendidik dalam membuat PTK mereka, diwajibkan untuk mengikuti format penyusunan yang telah ditetapkan.

Dengan mempelajari format ini secara seksama, setiap pendidik atau guru yang membuat PTK untuk kenaikan pangkat atau untuk tujuan kedisiplinan lain, diharapkan mampu menyusun sebuah jurnal teknis penelitian yang lengkap, baik dan, mudah untuk dipahami.

Sekarang, bagaimana format PTK untuk kenaikan pangkat yang disyaratkan oleh Kemendikbud?

Secara umum penyusunan PTK dapat dibagi dalam enam bagian yakni bagian awal, bagian isi, bagian pembahasan, bagian penutup, daftar pustaka dan lampiran.

Berikut penjelasan untuk masing-masing bagian tersebut.

BACA JUGA:

Bagian Awal

Photo by Dom J on Pexels.com

Meskipun berbeda pembahasan, PTK untuk kenaikan pangkat guru SMP, guru SD, atau pun guru SMA, memiliki format yang sama. Pada bagian awal ini terdiri dari beberapa halaman yakni; judul, pengesahan, kata pengantar dan daftar isi.

  • Judul; Penulisan judul harus mempertimbangkan faktor singkat, padat dan jelas. Judul juga harus mampu menjadi gambaran besar mengenai problem yang diteliti dan hasil yang diperoleh.
  • Lembar Pengesahan: Bagian ini merupakan lembar persetujuan yang ditandatangani oleh kepala sekolah tempat guru yang membuat PTK mengajar.
  • Kata Pengantar: Seperti yang mungkin kamu biasa temukan dalam contoh PTK untuk kenaikan pangkat, format kata pengantar dalam PTK mirip dengan kata pengantar pada buku. Kata pengantar ini harus menjelaskan alasan dilakukannya PTK dan urgensi lingkungan yang mendorongnya.
  • Daftar Isi: Daftar isi PTK kenaikan pangkat tidak memiliki perbedaan dengan daftar isi jurnal atau buku pada umumnya. Kamu tentu dapat menyusunnya dengan mudah, bukan?

Bagian Isi

Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Pada bagian isi, format PTK untuk kenaikan pangkat berisi tiga hal penting lainnya yaitu; pendahuluan, kajian pustaka dan metode penelitian.

Berikut adalah penjelasan masing-masing sub bagian isi tersebut;

  • Pendahuluan; Sebagai sebuah karya ilmiah yang bersumber dari hasil penelitian, bagian pendahuluan harus memuat beberapa hal mendasar sebagai pengantar pokok bahasan meliputi; latar belakang, rumusan masalah, tujuan serta manfaat penelitian.
  • Kajian Pustaka; Bagian ini berisi kajian penelitian-penelitian sebelumnya yang secara tema, memiliki keselarasan dengan penelitian yang kamu lakukan.
  • Metode Penelitian: Sebagaimana metode penelitian berbagai karya ilmiah yang lain, bagian ini mengharuskan kamu untuk menjelaskan bagaimana teknik yang kamu lakukan dalam menyusun PTK untuk kenaikan pangkat tersebut. Penjelasan ini meliputi pengumpulan data hingga metode analisis yang dijalankan.

Bagian Pembahasan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam format menyusun PTK untuk kenaikan pangkat guru, bagian pembahasan harus sinkron dan sesuai dengan bagian pendahuluan yang telah menguraikan permasalahan yang diteliti. Secara ringkas, bagian ini adalah jawaban dan solusi dari masalah yang ada pada bagian pendahuluan.

Penting pula untuk kamu ingat pada bagian ini mengenai relevansi antara jumlah masalah yang diutarakan pada pendahuluan dengan jawaban bahasan yang disampaikan. Jika jumlah permasalahan yang menjadi pokok penelitian adalah lima, maka bagian pembahasan juga harus memberikan jawaban dan sub bab sebanyak lima bagian.

Bagian Penutup

Photo by Pixabay on Pexels.com

Secara umum, susunan PTK untuk kenaikan pangkat yang disyaratkan Kemendikbud pada bagian penutup mengharuskan kamu memberikan kesimpulan dan juga saran.

Kesimpulan adalah rangkuman dari keseluruhan pembahasan disertai jawaban yang menjawab masalah pada pendahuluan. Sementara saran adalah pemikiran yang kamu anggap memiliki manfaat terkait dengan PTK yang kamu kerjakan.

Jadi, seumpama kamu menulis bahwa proses pembelajaran berbasis outdoor learning memiliki banyak manfaat bagi peserta didik, maka bagian ini kamu dapat menguraikan saran mengenai penerapannya.

Bagian Daftar Pustaka

Bagian ini seperti yang sudah kamu ketahui, sama seperti daftar pustaka untuk jurnal, essay atau pun buku pada umumnya. Daftar pustaka adalah daftar sumber bacaan yang kamu gunakan untuk menulis PTK kenaikan pangkat secara keseluruhan.

Bagian Lampiran

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Ini adalah bagian terakhir dalam format PTK untuk kenaikan pangkat.

Bagian ini berisi lampiran-lampiran yang untuk Dinas Kepangkatan, menjadi fokus yang cukup diperhatikan. Jadi, penting untuk menyusun bagian ini secara teratur sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.

Supaya lebih mudah, kamu dapat menyusun bagian lampiran berdasarkan urutan poin-poin berikut;

  1. Lampiran Pelaksanaan Pembelajaran.
  2. Lampiran Daftar Hadir Peserta Didik.
  3. Lampiran Instrumen Observasi Pembelajaran selama PTK.
  4. Lampiran Lembar Observasi Pembelajaran Selama PTK.
  5. Lampiran Soal Siklus 1 dan Siklus 2.
  6. Lampiran Rekap Nilai Siklus 1 dan Siklus 2.
  7. Lampiran Hasil Pekerjaan Peserta Didik Siklus 1 dan Siklus 2.
  8. Lampiran Surat Izin Penelitian.
  9. Lampiran Surat Keterangan Melaksanakan PTK.
  10. Lampiran Surat Pernyataan Keaslian.
  11. Lampiran Surat Undangan dan Daftar Hadir Seminar PTK.
  12. Lampiran Notulensi Seminar PTK.
  13. Lampiran Berita Acara PTK.
  14. Lampiran Bahan Seminar PTK.

Bagi Proses Penulisan Dalam Tiga Tahapan Besar

Photo by Magda Ehlers on Pexels.com

Guna mempermudah proses penulisannya, kamu dapat membagi proses penulisan PTK untuk kenaikan pangkat ini dalam tiga tahapan. Tahapan ini seperti halnya dalam penulisan essay yakni tahapan penulisan pendahuluan, tahapan penulisan isi dan, tahapan penulisan penutup.

Dengan membagi tahapan penulisan seperti ini, proses pengerjaannya akan terasa lebih ringan.

Penulisan secara berurutan dalam karya ilmiah sangat penting untuk dilakukan, selain mudah difahami, hal ini juga selaras dengan susunan PTK untuk kenaikan pangkat yang telah disyaratkan.

Kumpulkan dan Data Bahan Penulisan dengan Rapi

Photo by George Milton on Pexels.com

Mengumpulkan bahasan penulisan berupa materi-materi seperti pada lampiran, mau pun daftar pustaka yang menjadi sumber informasi penulisan, harus didata dengan rapi. Termasuk juga tinjauan pustaka terdahulu yang merupakan penelitian selaras dengan yang kamu kerjakan.

Kumpulkan semua bahan-bahan penulisan dalam satu file yang mudah diakses. Jika penulisan yang kamu lakukan bersumber dari internet, maka simpan alamat url sumber tersebut dengan cara mem-bookmark-nya pada browser.

Beri Perhatian Lebih pada Lampiran

Photo by cottonbro on Pexels.com

Dinas Kepangkatan memberikan porsi yang cukup seksama untuk meneliti keabsahan dan kevalidan PTK. Salah satu bagian yang cukup banyak mendapat perhatian adalah pada bagian lampiran dimana data-data seperti yang sudah dicantumkan di atas, kamu gunakan.

Nah, pada bagian ini berilah perhatian yang lebih dengan cara memastikan urutan format penyusunan serta kelengkapan lampiran yang dibutuhkan sudah sempurna.

Berikan Waktu untuk Final Cek Sebelum Diserahkan

Photo by Pixabay on Pexels.com

Tips yang terakhir terdengar sederhana, namun beberapa orang karena tergesa-gesa justru harus merevisi PTK mereka.

Jadi, sediakan waktu kamu untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap PTK yang sudah kamu kerjakan sebelum diserahkan. Pastikan lagi tidak ada typho, pastikan pula bahasa yang dipergunakan adalah baku dan sesuai PUEBI, serta kembali cek apakah format PTK untuk kenaikan pangkat yang kamu kerjakan sudah sesuai dengan yang disyaratkan atau belum.

Nah, itu adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebagai cara membuat PTK untuk kenaikan pangkat dengan mudah dan efisien. Dengan melakukan langkah-langkahnya secara teratur, proses penulisan PTK kamu akan lebih mudah untuk dikerjakan.

Oh ya, jika kamu masih merasa kesulitan dengan semua proses itu, kamu juga bisa menggunakan jasa saya guna membantu kamu menyiapkan PTK yang diinginkan. Dengan bahan penulisan yang lengkap, saya akan membantu menuliskan PTK kamu dengan hasil yang InsyaAllah akan sangat memuaskan.

Jadi, jangan ragu menghubungi saya, ya.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU PENULISAN KREATIF DAN 7 CARA MENJADI AHLI MELAKUKANNYA

Creative writing atau penulisan kreatif adalah bagian dari dunia penulisan yang menjadi lawan dari technical writing. Meskipun sudah cukup populer, ternyata tidak sedikit pula masyarakat yang masih belum begitu mengerti apa itu penulisan kreatif sehingga kadang mengartikannya secara keliru.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan penulisan kreatif atau creative writing tersebut?

Pengertian Lengkap Apa Itu Penulisan Kreatif

apa itu penulisan kreatif
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Pengertian menulis kreatif menurut para ahli adalah segala tulisan yang melampaui batas-batas literatur profesional, jurnalistik, akademik, atau teknis. Creative writing biasanya diidentifikasi dengan penekanan pada keterampilan dan kreativitas naratif, pengembangan karakter, penyusunan plot, dan juga penggunaan kiasan sastra.

Jadi, berdasarkan pengertian yang pertama ini, penulisan kreatif dapat dikatakan sebagai bentuk oposisi dari penulisan teknis atau techical writing.

Namun secara sederhana, penulisan kreatif dapat pula diterjemahkan sebagai bentuk tulisan dimana kreativitas, imajinasi, dan inovasi berada pada garda depan untuk membentuk sebuah cerita dalam bentuk tulisan yang memiliki dampak emosional kepada para pembaca.

Contoh penulisan kreatif berdasarkan pengertian ini sudah pasti dapat kamu tebak, kan?

Ya, benar.

Penulisan puisi, cerpen, novel, hikayat, sajak, dan cerita apa pun yang bersifat mengedepankan imajinasi dan kreativitas dapat digolongkan sebagai creative writing. Dalam pengertian apa pun, emosi adalah sesuatu yang sangat penting dalam penulisan kreatif.

BACA JUGA:

Unsur-unsur Pembentuk Penulisan Kreatif

apa itu penulisan kreatif
Photo by Mikechie Esparagoza on Pexels.com

Sebelum kamu terjun menjadi seorang penulis kreatif, kamu sebaiknya juga memahami lebih dahulu konsep dasar menulis kreatif. Termasuk dalam konsep dasarnya ini adalah pengetahuan mengenai elemen-elemen atau unsur-unsur pembentuk tulisan kreatif.

Sebagai sebuah tulisan yang mengedepankan unsur cerita yang terdiri dari plot dan karakter, maka unsur penulisan kreatif pun tidak jauh berbeda dengan unsur penulisan fiksi.

Emosi yang dirangkai dalam imajinasi dan inovasi adalah ruh utama dalam penulisan kreatif. Target utama penulisan adalah bagaimana sebuah cerita yang dibangun mampu memberikan dampak emosional bagi pembaca.

Nah, apa saja unsur-unsur dari penulisan kreatif?

Berikut di antaranya yang paling penting.

Pengembangan Karakter atau Tokoh

apa itu penulisan kreatif
Photo by Erik Mclean on Pexels.com

Orang jenius dikagumi, orang kaya dicemburui, orang berkuasa ditakuti; tetapi hanya orang yang berkarakter yang akan dipercaya.

Alfred Adler

Unsur terpenting penulisan kreatif yang pertama adalah karakter atau tokoh. Hal ini sama seperti unsur penting dalam penulisan fiksi yang mensyaratkan karakter atau tokoh cerita sebagai bagian paling krusial dalam penulisannya.

Dalam panduan ebook penulisan kreatif PDF yang pernah saya bagikan, saya menyebutkan bahwa karakter dalam cerita yang baik harus sama baiknya dengan jalan cerita itu sendiri. Bahkan dalam beberapa kondisi, nama tokoh atau nama karakter, harus dapat lebih populer dibandingkan jalan ceritanya sendiri.

Mengembangkan karakter penokohan cerita adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan dalam satu malam. Kamu harus mempelajari membangun karakter tokoh secara sempurna untuk mendapatkan gambaran tokoh cerita yang kuat, diingat oleh pembaca dan, mampu menyempurnakan pesan cerita.

Plot Cerita yang Unik

apa itu penulisan kreatif
Photo by Jou00e3o Jesus on Pexels.com

Tanpa plot tidak ada cerita. Dan tanpa cerita, tidak ada penulisan kreatif.

Penulisan tanpa menggunakan jalan cerita atau plot adalah sama seperti penulisan teknis biasa. Atau kamu hanya menggunakan konsep penulisan jurnalistik secara umum saja. Sementara creative writing adalah jenis penulisan yang melampaui batas-batas penulisan fakta seperti yang mungkin biasa kamu temukan.

Plot adalah ciri khas utama dalam penulisan kreatif yang membedakannya dengan technical writing. Lebih menarik untuk kamu ketahui, bahwa plot yang unik adalah bagian penting dari penulisan kreatif yang tidak boleh kamu abaikan.

Tema dan Pelajaran

apa itu penulisan kreatif
Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Kamu masih ingat cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat? Atau cerita tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi dari Jawa Barat? Atau tentang Bandung Bondowoso dan  Roro Jongrang dari Jawa Tengah?

Meskipun tidak ada mata kuliah penulisan kreatif yang membahas bagian ini secara spesifik, namun tema adalah unsur yang tidak dapat ditinggalkan dalam creative writing.

Kamu dapat menulis cerita tentang persahabatan, berbakti kepada orang tua, cinta dan kasih sayang atau pun petualangan, yang kesemuanya adalah tema besar sebuah cerita. Atau seperti kisah Malin Kundang, Roro Jongrang dan Sangkuriang di atas, kamu juga bisa membuat versi remake-nya dengan tetap mempertahankan tema yang sama.

Tema adalah unsur ketiga dalam penulisan kreatif. Walau mungkin tidak dijelaskan secara rinci, tema ini akan menjadi kesan utama cerita yang disampaikan oleh sang penulis.

BACA PULA:

Sudut Pandang

apa itu penulisan kreatif
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Itulah hal yang paling aneh tentang dunia; bagaimana dunia terlihat demikian berbeda dari setiap sudut pandang…

Lauren Oliver

Unsur selanjutnya dalam penulisan kreatif adalah sudut pandang atau point of view.

Sudut pandang adalah cara kamu menceritakan penulisan kreatif atau melalui sudut pandang siapa kamu ingin memberitahu pembacamu mengenai jalannya cerita. Sudut pandang sendiri terdiri dari berbagai macam seperti orang pertama tunggal, orang kedua, dan orang ketiga dan sebagainya.

Mengenai bagaimana memilih sudut pandang yang tepat dalam penulisan kreatif, kamu dapat membaca artikel lengkapnya disini: Memahami sudut pandang dalam penulisan karya sastra cerpen atau novel.

Deskripsi Visual atau Setting

apa itu penulisan kreatif
Photo by Pixabay on Pexels.com

Orang bisa bercerita tentang mimpi, tentang lamunan atau apa pun yang tidak memiliki setting, namun untuk sebuah kesempurnaan penulisan kreatif, deskripsi setting visual adalah sesuatu yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam menggambarkan visual sebuah cerita pada penulisan kreatif, disinilah kamu dapat mempraktikkan teknis show don’t tell yang banyak disampaikan dalam proses penulisan.

Jadi, jika kamu menceritakan sebuah ruangan, halaman rumah, pegunungan dan setting visual lainnya, buatlah pembaca untuk seolah-olah dapat melihatnya secara langsung.

Bahasa Imajinatif

apa itu penulisan kreatif
Photo by Monstera on Pexels.com

Konsep dasar menulis kreatif selanjutnya adalah bahasa imajinatif yang terdiri dari banyak jenis gaya bahasa.

Kamu bisa menggunakan metafora, anekdot, kiasan, perumpamaan, dan berbagai gaya bahasa lainnya untuk melukiskan emosi dan perasaanmu supaya dapat difahami pembaca dengan mudah.

Meskipun tidak menempati urutan pertama dalam unsur-unsur pembangun penulisan kreatif, namun pemilihan gaya bahasa dalam menyusun visi dan pikiran kamu dalam penulisan, adalah yang menjadikan menulis kreatif ini menjadi kreatif yang sebenarnya.

Daya Tarik Emosional

apa itu penulisan kreatif
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Bagian terakhir dari elemen creative writing adalah daya tarik emosional yang sejatinya merupakan tujuan utama dari penulisan kreatif itu sendiri.

Dalam realisasi menggapainya, penulis kreatif harus mampu membuat pembaca merasakan secara emosional apa yang diinginkan oleh sang penulis melalui sebuah cerita yang disampaikan.

Dengan melihat tujuan ini, kamu pasti sepakat bahwa karakter, plot cerita, setting, sudut pandang dan gaya bahasa, memang adalah elemen penulisan kreatif yang sangat penting, bukan?

BACA INI PULA:

Manfaat Penulisan Kreatif

apa itu penulisan kreatif
Source: Swansea

Sebagai salah satu jenis tulisan yang membutuhkan sumber daya imajinasi, kreativitas dan inovasi, penulisan kreatif sudah barang tentu sarat dengan manfaat.

Beberapa manfaat penulisan kreatif yang paling penting misalnya adalah;

  • Sebagai cara yang efektif untuk menuangkan gagasan, pikiran dan imajinasi melalui media yang dapat dibaca oleh orang lain.
  • Sebagai wadah untuk menuangkan dan mengungkapkan isi hati dan perasaan.
  • Melatih kemampuan komunikasi dan persuasi seseorang yang sangat berguna untuk hampir semua profesi.
  • Sebagai cara mengembangkan kemampuan berbahasa, kemampuan mengelaborasi ide dan gagasan.
  • Sebagai cara yang efektif untuk merangsang imajinasi dan inovasi.
  • Dan lain-lain.

Contoh Penulisan Kreatif

apa itu penulisan kreatif
Source: Penulis Gunung Archive

Ada tiga aturan untuk menulis novel dengan kualitas yang paling baik. Sayangnya, tidak ada yang tahu apa aturan tersebut…

Somerset Maugham

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat menemukan banyak contoh penulisan kreatif. Penulisan ini sudah sangat umum dikenal dalam masyarakat, meskipun mungkin saja, hanya sedikit orang yang mengidentifikasinya sebagai sebuah contoh penulisan kreatif.

Beberapa contoh jenis penulisan kreatif misalnya adalah;

  • Novel
  • Cerpen
  • Puisi
  • Drama
  • Memoar
  • Skenario film atau skenario acara TV
  • Pidato
  • Lagu
  • Dongeng dan lain sebagainya.

Cara Melatih dan Mengembangkan Kemampuan Penulisan Kreatif

apa itu penulisan kreatif
Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Menulis adalah keterampilan yang sama seperti keterampilan lainnya, kamu harus melatih dan mengembangkannya terus-menerus supaya mahir. Tanpa latihan yang kontinyu dan disiplin, menulis adalah sesuatu yang melelahkan meskipun kamu memiliki talenta.

Penulis sukses mana pun akan memberikan saran yang sama untuk kamu, bahwa cara terbaik untuk bisa menulis adalah dengan terus melatihnya secara teratur dan disiplin. Semakin sering kamu berlatih, semakin baik pula kemampuan kamu dalam menulis nantinya.

Nah, hal ini tidak berbeda dengan penulisan kreatif. Untuk menjadi hebat di bidang ini kamu juga harus rajin berlatih.

Namun, yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah; latihan seperti apa yang ideal untuk menumbuhkan kemampuan menulis kreatif?

Berikut ini adalah beberapa jawabannya;

Gambarkan Harimu dengan Creative Writing

apa itu penulisan kreatif
Photo by Pixabay on Pexels.com

Kamu yang terbiasa menulis diary, sudah tentu pandai melakukan ini.

Namun, untuk membuat penulisan kreatif kamu semakin terasah dengan menulis diary setiap hari, maka buatlah elemen-elemen bercerita yang lebih sempurna untuk melakukanya.

Kamu bisa menggunakan setting imajinatif, sudut pandang orang lain dan sebagainya untuk melatih kemampuan kamu melalui cara ini.

BACA JUGA:

Lukiskan Deskripsi Imajinatif

apa itu penulisan kreatif
Photo by Pixabay on Pexels.com

Melukis deskripsi atau menggambarkan deskripsi secara detail adalah bagian penting dalam penulisan kreatif. Dalam konteks ini, kamu dituntut untuk bisa menggambarkan setting, karakter atau apa pun dalam plot cerita secara lebih kuat dan mampu menyentuh emosi pembaca.

Nah, contoh penulisan kreatif yang bisa kamu lakukan untuk tujuan ini misalnya adalah dengan menggambarkan karakter yang lengkap mulai dari bentuk fisiknya, asalnya, tujuannya, hingga kondisi kamar tidur atau tas punggung yang ia gunakan.

Edit Ulang Tulisan Lamamu

apa itu penulisan kreatif
Source: Penulis Gunung Archive

Seminggu yang lalu, sebelum saya menulis artikel ini, saya merilis buku saya yang ke-18 secara keseluruhan yang berjudul Mimpi di Mahameru.

Naskah buku ini sebenarnya sudah ditulis lama yakni sekitar tahun 2011, jadi sudah 10 tahun yang lalu semenjak ia dituliskan.

Supaya bisa diterbikan dan dibaca dengan layak, saya tentunya harus mengedit ulang tulisan saya itu. Dan itulah yang saya lakukan kemudian, saya melakukan editing untuk kemudian menerbitkan catatan itu menjadi sebuah buku yang cetakan pertamanya sendiri ludes terjual dalam waktu hanya dua hari!

Nah, jika kamu memiliki tulisan lama, kamu bisa membuka dan mengeditnya kembali guna melatih creative writing-mu.

Aplikasikan Variasi Watak dan Penulisan Suasana

apa itu penulisan kreatif
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Ketika kamu sedih, lihat kembali ke dalam hatimu, dan kamu akan melihat bahwa sebenarnya kamu menangis untuk apa yang menjadi kesenanganmu.”

Khahlil Gibran

Cara selanjunya yang dapat kamu lakukan juga untuk melatih kemampuan penulisan kreatifmu adalah dengan menulis berbagai variasi suasana dan watak dalam cerita.

Secara umum suasana watak dalam sebuah penulisan kreatif biasanya adalah 4 yaitu; kemarahan, kebahagiaan, kegembiraan dan juga kesedihan. Ini adalah suasana secara umum dalam tema penulisan kreatif. Untuk menghubungkannya dalam sebuah latihan penulisan, kamu dapat memilih beberapa karakter cerita sebagai eksperimennya.

Jadi kamu dapat memilih beberapa tokoh dan menggambarkan suasana watak mereka melalui kesedihan, kegembiraan, kemarahan atau juga kebahagiaan.

Pengembangan dari latihan ini misalnya dapat pula kamu lakukan dengan menambahkan watak lain seperti genit, takut, misterius, humor dan lain sebagainya.

Gunakan Teknik Indera Tunggal

apa itu penulisan kreatif
Photo by u017diva Trajbariu010d on Pexels.com

Kekuatan terbesar seorang penulis kreatif adalah ketika ia mampu memindahkan imajinasinya yang kaya dan penuh warna ke dalam sebuah tulisan yang juga mampu memberikan pembaca gambaran imajinasinya. Meskipun tidak dapat ditransformasikan secara sempurna,  namun kekuatan show and don’t tell ini adalah hal yang sangat penting untuk terus dilatih.

Jadi dalam poin ini, kamu dapat melatih kemampuanmu untuk membuat cerita yang tidak hanya sampai kepada pembaca, namun juga menari-nari unik dalam imajinasi mereka yang secara tidak sadar juga mempengaruhi emosi mereka.

Untuk melatih bagian ini kamu dapat membayangkan karaktermu hanya memiliki satu indera saja seperti pendengaran atau penglihatan. Setelah mampu mengimajinasikan hal tersebut, kamu hanya perlu memindahkan apa yang dapat diterima dan direspon oleh indera tunggal tersebut sebagai materi penulisan kreatifnya.

BACA JUGA:

Aktifkan Penulisan Dialog

apa itu penulisan kreatif
Photo by Archie Binamira on Pexels.com

Pada umumnya dalam penulisan cerita, penulis akan menguraikan secara naratif jika terjadi pergantian scene, perbuatan atau tindakan karakter, atau kondisi suasana perasaan dalam hati karakter lainnya.

Sekarang, untuk mengembangkan kemampuan penulisan kreatifmu, coba gunakan dialog untuk melukiskan semua itu. Artinya kamu menunjukkan scene yang berganti, tindakan karakter, dan kondisi perasaan tokoh yang kamu ceritakan hanya menggunakan dialog.

Ini sebenarnya adalah salah satu rahasia menulis show don’t tell yang cukup efektif untuk dilakukan.

Terobos Kebiasaan Berbahasa

apa itu penulisan kreatif
Photo by Ku00fcbra Arslaner on Pexels.com

Langkah latihan yang ketujuh atau yang terakhir ini sama sekali tidak memintamu untuk menciptakan bahasa baru dan menentang aturan yang sudah ada. Hanya seperti namanya, penulisan kreatif meminta penulisnya untuk kreatif, bahkan pada saat mengaplikasikan bahasanya sekali pun.

Secara spesifik latihan ini menuntut kamu untuk mengungkapkan, menyampaikan dan mengutarakan sesuatu tidak dengan susunan bahasa yang biasa. Atau dengan kata lain, teroboslah kebiasaan berbahasa dengan menciptakan kalimat yang mampu dimaknai pembaca sebagai sesuatu yang tujuannya serupa.

Daripada mengatakan misalnya; ‘matahari tenggelam di balik samudra’, mengapa tidak mengatakannya dengan; ‘samudra menidurkan matahari untuk beberapa lama’, atau; ‘pelukan samudra kembali menjemput matahari untuk kembali ke peraduannya dalam gulita’.

Apakah Kamu Ingin Jago Dalam Penulisan Kreatif?

apa itu penulisan kreatif
Photo by cottonbro on Pexels.com

“Kamu tahu, kamu memang membutuhkan mentor, tetapi pada akhirnya, kamu benar-benar hanya perlu percaya pada dirimu sendiri.”

Diana Ross

Kamu dapat melatih dirimu secara konsisten melalui berbagai cara di atas untuk mengasah kemampuan creative writing. Dengan latihan yang konsisten dan disiplin, hanya waktu saja yang akan membatasimu untuk menjadi seorang penulis kreatif profesional nantinya.

Namun, jika kamu ingih lebih cepat mempelajari semua proses ini, kamu dapat mengikuti kelas coaching online yang saya adakan. Kamu akan dibimbing untuk mampu menulis dengan baik dalam beberapa pertemuan online, tulisan kamu juga akan dievaluasi dan diajari untuk membuatnya menjadi lebih sempurna.

Di samping itu, kamu juga akan dibimbing sampai karya kamu diterbitkan jika kamu menginginkannya.

Jadi, jangan ragu untuk mengikuti kelas coaching online-nya, ya.



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini:

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

10 JOB TECHNICAL WRITER YANG GAJINYA BAGUS WALAU KAMU BELUM BERPENGALAMAN

Apakah kamu pernah mendengar istilah technical writer atau penulis teknis? Ini adalah salah satu jenis pekerjaan yang cukup banyak diminati di beberapa tahun terakhir. Selain dapat dilakukan secara freelance, profesi pembuat tulisan teknis ini ternyata juga memiliki potensi penghasilan yang menarik, lho.

Nah, jika kamu belum begitu mengetahui dengan pasti apa itu technical writer, apa yang mereka kerjakan dan apa pula yang dibutuhkan untuk menekuni profesi tersebut? Maka artikel dari www.penulisgunung.id kali ditulis secara spesial untuk kamu.

Pengertian Technical Writer atau Penulis Teknis

technical writer
Photo by Judit Peter on Pexels.com

Dalam wikipedia, tulisan teknis diartikan sebagai suatu gaya tulisan formal yang digunakan pada berbagai perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kimia, dirgantara dan berbagai industri lainnya.

Namun, jika disederhanakan dan disesuaikan dengan profesi seorang technical writer maka pengertiannya adalah; Proses penulisan yang bertujuan untuk menterjemahkan informasi ke dalam sebuah konten (artikel, jurnal, essay, dan lain sebagainya) yang mudah difahami oleh pelanggan, karyawan, relasi dan masyarakat umum.

Jadi, berdasarkan pengertian ini contoh technical writer dapat meliputi; instruksi penggunaan produk atau manual books, aturan-aturan, ketentuan, petunjuk, dan berbagai dokumentasi yang  lainnya.

Seberapa Bagus Peluang Menjadi Seorang Technical Writer?

technical writer
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Kemajuan dunia teknologi yang semakin massif dan tak mungkin dibendung telah memunculkan kebutuhan yang tinggi untuk profesi penulisan teknis. Industri teknologi komputer, farmasi, perusahaan ekspor impor dan yang lainnya, membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan menulis teknis untuk mereka.

Kebutuhan yang tinggi ini diimbangi pula dengan bayaran yang cukup bagus sebagai imbalannya. Dibandingkan jenis penulisan yang lain, technical writer jobs umumnya memang mendapatkan bayaran yang lebih baik.

Kenyataan yang memikat tentang bayaran sebagai penulis teknis memancing banyak orang untuk ikut terjun dalam industri penulisan yang lebih sedikit pesaingnya ini. Tak heran pula kemudian ditemui banyak orang yang mencari kursus technical writer guna membekali diri mereka terjun di bidang ini.

Namun, apa sebenarnya keterampilan yang paling dibutuhkan untuk menjadi seorang technical writer profesional?

BACA INI JUGA:

Apakah Kamu Membutuhkan Gelar Sarjana untuk Menjadi Seorang Technical Writer?

technical writer
Photo by Ekrulila on Pexels.com

Technical writer gaji tinggi sama sekali tidak bergantung dengan gelar  yang kamu miliki. Itu adalah hal pertama yang harus kamu ketahui dalam profesi ini. Jadi, meskipun kamu bukan seorang sarjana dan mungkin juga belum berpengalaman, potensi penghasilanmu tetap bagus.

Meskipun tidak dibutuhkan gelar tinggi untuk menjadi profesional dalam bidang ini, kamu tetap membutuhkan modal. Nah, modal ini tentu saja keterampilan menulis yang baik, yang akan memberi kamu kemampuan untuk menghasilkan tulisan teknis yang baik pula nantinya.

Kabar baiknya adalah kamu bisa belajar technical writer dengan banyak cara.

Nah sekarang, apa saja jenis pekerjaan technical writer yang memiliki bayaran menarik dan apa pula keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukannya?

Berikut ulasan lengkapnya.

10+ Jenis Pekerjaan Technical writer dengan Bayaran Bagus dan Tidak Harus Memiliki Pengalaman

Technical writer untuk Penulisan Instruksi Produk atau Manuals

Technical Writer
Photo by RF._.studio on Pexels.com

Loker technical writer pertama yang bisa kamu pertimbangan adalah dengan menjadi penulis teknis untuk instruksi penggunaan produk atau manuals books. Jika kamu ragu dengan bidang ini, bayangkan saja akan ada berapa banyak produk baru yang akan dirilis di masa depan.

Tentu sangat banyak dan beragam, bukan?

Kamu yang terbiasa menggunakan komputer atau handphone dan memahami dengan baik spesifikasi, manfaat dan nilai tambahnya, dapat menjadi penulis teknis produk terkait. Produk-produk fisik seperti tekstil, perlengkapan dapur, dan lain sebagainya, juga bisa menjadi peluang yang menarik dibuat manual books-nya.

Apa keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang teknikal writer penulisan penggunaan produk?

technical writer
Photo by Pixabay on Pexels.com

Sebenarnya tidak ada hal-hal yang sangat khusus, apalagi yang mensyaratkan harus sarjana ini dan itu.  Apalagi tidak ada yang lebih memahami satu produk selain penggunanya langsung.

Artinya, jika kamu adalah pengguna produk eletronik, komunikasi, internet atau bahkan alat-alat pertanian sekali pun, selama kamu bisa mendeskripsikan produk tersebut dengan baik mengenai cara penggunaan dan manfaatnya. Maka pekerjaan membuat tulisan teknis yang pertama ini adalah untuk kamu.

Technical Writer untuk Copywriting dan Internet Marketing

technical writer
Photo by Negative Space on Pexels.com

Memang tidak ada penjelasan khusus bahwa jenjang karir technical writer itu seperti apa. Namun, dalam dunia penulisan freelance copywriting , pekerjaan yang satu ini bahkan tidak membutuhkan jenjang karir jika hanya untuk mendapatkan bayaran yang lebih tinggi.

Nah, salah satu jenis penulisan teknis yang sangat banyak digunakan adalah copywriting.

Copywriting adalah teknis penulisan yang secara khusus bertujuan untuk menjual suatu produk. Jenis penulisan copywriting dalam internet marketing tersedia dalam banyak bentuk seperti landing page, email marketing, website copy, video penjualan dan masih banyak lagi.

Apa keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis teknis copywriting atau copywriter?

Jika kamu menguasai satu bidang tertentu dengan sangat baik, kamu bisa menjadikan itu sebagai kekuatan penulisan copywriting-mu.

Pengalaman tentang IT, kesehatan, farmasi, bahkan pertanian sekali pun, adalah modal yang cukup bagus untuk kamu terjun sebagai copywriter.

Akan tetapi hal yang terpenting dari basic keterampilan pada profesi ini adalah mampu mengantarkan kamu membuat tulisan unik yang kemudian menarik bagi calon pembeli.

BACA PULA:

Technical Writer untuk Penulisan Konten Digital

technical writer
Photo by John Diez on Pexels.com

Jasa penulis konten online adalah contoh technical writer yang mungkin paling dikenal di Indonesia. Penulis artikel online atau konten online di Indonesia sudah sangat marak sejak sepuluh tahunan yang lalu.

Kebutuhan penulis konten semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dimengerti dengan melihat bahwa hampir semua jenis bisnis saat ini telah masuk dalam internet. Dan itu artinya, tentu saja mereka membutuhkan seorang technical writer untuk menjelaskan bisnis apa yang mereka coba tawarkan.

Apa keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang penulis konten?

Wawasan dan dapat menulis dengan baik adalah dua hal pokok untuk masuk ke jenis technical writer yang satu ini. Gelar sarjana sama sekali tidak ada hubunganya dengan persyaratan sukses dalam profesi ini.

Saya sendiri memiliki cukup baik wawasan tentang dunia mendaki gunung dan bertualang, dan itu mengantarkan saya untuk bisa menulis pada salah satu website produk outdoor terbaik di Indonesia. Tulisan-tulisan saya sebagai technical writer bidang ini bisa kamu baca disini

Technical Writer untuk Penulisan Laporan Resmi

technical writer
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Banyak industri yang menggunakan cara ini tidak hanya sebagai laporan semata, namun lebih kepada teknik mempromosikan diri dan kemampuan mereka menyelesaikan masalah.

Laporan resmi disusun sedemikian rupa untuk menjelaskan masalah, tantangannya, dan juga penyelesaiannya. Pada banyak laporan resmi satu perusahaan atau industri, penulisan ini juga dilengkapi dengan daftar, tabel, kurva dan grafik.

Nah, laporan resmi seperti ini adalah contoh dokumen technical writer yang lain. Ada banyak perusahaan dan industri yang siap membayar bagi siapa pun penulis teknis yang mampu mengerjakan laporan seperti untuk mereka secara sempurna.

Keterampilan apa yang dibutuhkan untuk menjadi penulis white papers atau laporan resmi?

Guna menghasilkan white papers yang menarik, kamu tidak hanya harus pandai menulis dan menguraikan masalah ke dalam sebuah narasi. Akan tetapi karena laporannya juga seringkali dilengkapi dengan grafik, tabel dan sejenisnya, maka kamu juga pada umumnya harus menguasai sedikit teknis menggambar.

Tapi tidak perlu khawatir, kerja keras dengan belajar technical writer satu ini akan seimbang dengan potensi penghasilan yang akan kamu dapatkan nantinya.

Technical writer untuk Kesehatan, Farmasi dan Medis

technical writer
Photo by Pixabay on Pexels.com

Industri apa yang memiliki uang banyak dan segudang informasi yang harus disampaikan secara rinci kepada orang awam dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti?

Ya, kesehatan dan medis!

Dunia kesehatan adalah salah satu bidang yang sangat kaya dan membutuhkan banyak technical writer profesional. Kesehatan, medis dan juga farmasi membutuhkan penulis teknis untuk menyusun laporan resmi, studi kasus, copywriting, brosur, poster dan lain sebagainya.

Dan ini semua tentu saja, adalah kabar baik untuk kamu yang siap menjadi salah satu technical writer-nya.

Apa keterampilan yang dibutuhkan?

Untuk menjadi seorang penulis teknis dalam dunia medis, kesehatan atau pun farmasi, kamu yang memiliki background pendidikan keperawatan, apoteker dan medis umum, jelas sangat memenuhi syarat.

Namun untuk kamu yang tidak memiliki background dunia kesehatan, jangan berkecil  hati, kamu dapat belajar technical writer bidang ini dengan cepat melalui buku-buku, video, seminar atau bahkan pada contoh fortopolio technical writer kesehatan yang dapat kamu cari di internet.

INI JUGA MENARIK:

Technical Writer untuk Penulisan Komunikasi dan Konsultasi

technical writer
Photo by Sarah Chai on Pexels.com

Penulis teknis selanjutnya yang dapat kamu tekuni adalah sebagai penulis teknis komunikasi yang biasa dituangkan dalam bentuk materi pelatihan, instruksi dan ilustrasi teknis.

Kadang-kadang dalam penulisan yang satu ini, kamu juga akan diminta untuk memberika contoh yang paling relevan dari materi yang disampaikan.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Salah satu keterampilan dasar yang paling penting untuk menekuni profesi ini adalah kemampuan komunikasi yang kuat. Kamu harus mampu memposisikan diri sebagai ujung tombak komunikasi yang dibangun dalam tulisan teknis yang kamu kerjakan.

Untuk kepentingan menggambar dan membuat ilustrasi, keterampilan menggunakan beberapa program ilustrasi mungkin akan membantu.

Technical Writer untuk Penulisan Studi Kasus

technical writer
Photo by Katerina Holmes on Pexels.com

Pada umumnya, penulisan studi kasus adalah bagian dari sebuah rencana marketing yang besar. Penulisan teknis ini sejatinya bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah kasus dalam kehidupan nyata berhasil diselesaikan oleh salah satu formulasi (produk atau jasa) yang menjadi misi big marketing plan tersebut.

Walaupun secara spesifik penulisan teknis menggunakan model laporan resmi yang lebih panjang dan mendetail, namun ada juga beberapa versi pendek yang biasanya untuk disebarkan.

Nah, laporan teknis secara pendek inilah kemudian yang membutuhkan technical writer untuk case studies-nya.

Apa keterampilan yang dibutuhkan?

Skill paling menentukan untuk menjadi seorang technical writer studi kasus adalah kemampuan mempelajari dan menterjemahkan data.

Jadi, jika kamu memiliki latar belakang data scientist dan cukup tertarik untuk mempelajari data secara lebih dalam, pekerjaan ini mungkin cocok untuk kamu.

Technical Writer untuk Penulisan Proposal,  Jurnal atau Essay

technical writer
Photo by Zen Chung on Pexels.com

Penulisan teknis seperti proposal tentu bukan hal asing untuk kamu, bukan?

Di Indonesia, peluang untuk menjadi penulis teknis profesional bidang ini juga terbuka lebar.

Ada banyak bidang yang biasa menggunakan jasa ini. Bidang pendidikan, pemerintahan, bisnis to bisnis dapat saja memanfaatkan jasa technical writer profesional untuk membantu menulis jenis tulisan teknis satu ini untuk mereka.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Selain menguasai keterampilan menulis yang baik, wawasan tentang hubungan kerja B2B atau bisnis to bisnis akan memberi kamu keuntungan menarik dalam pekerjaan ini.

Memahami banyak istilah dalam alur kerja pembuatan kebijakan, baik dalam industri mau pun secara formalitas, akan menjadi nilai lebih kamu dalam technical writer job description sebagai penulis teknis untuk proposal.

BACA JUGA:

Technical Writer untuk Penulisan Keuangan, Akuntansi dan Finansial

technical writer
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Penulisan teknis keuangan harus dapat menulis untuk berbagai permasalahan yang kompleks dan rumit. Kamu misalnya dapat menuliskan tentang kondisi pasar saham, keuangan digital, dan pergerakan mata uang.

Beberapa jenis contoh fortopolio technical writer  dalam bidang ini misalnya adalah; presentasi informatif mengenai keuangan dan investasi, laporan keuangan berkala, brosur untuk konsumen, hingga artikel-artikel yang membahas berbagai topik tentang keuangan dan finansial.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Untuk kamu yang memiliki background pendidikan akuntansi, job satu ini dipersembahkan untuk kamu.

Namun hal ini tentu saja tidak menjadi batasan bagi kamu yang memiliki ketertarikan pada sektor finansial untuk menulis topik yang sama namu tidak memiliki background accounting.Dengan wawasan mengenai dunia investasi, pasar saham, trading, dan juga finansial umum, kamu mungkin akan menjadi penulis teknis yang sukses di bidang ini.

Technical Writer untuk Penulisan Review Produk

technical writer
Photo by Shotkit on Pexels.com

Menurut data survey, ulasan produk memiliki dua hal yang paling menakjubkan yaitu;

  • Hampir 95% calon pembeli membaca review suatu produk terlebih dahulu sebelum mereka memutuskan untuk membelinya.
  • Produk dengan 5 review atau ulasan memiliki persentase tingkat penjualan hingga 280% dibandingkan produk yang tidak memiliki review, atau yang reviewnya lebih sedikit.

Nah, dengan data ini saja kamu dapat menyimpulkan dengan mudah mengapa banyak perusahaan dan bisnis siap membayar mahal orang-orang yang memberi review produk mereka.

Keterampilan apa yang kamu butuhkan?

Kamu sebenarnya tidak membutuhkan gelar apa-apa untuk mampu menulis teknis seperti ini. Hanya saja kamu mungkin harus memiliki gaya penulisan yang kuat dan menarik supaya review produk yang kamu lakukan lebih memiliki nilai.

Selain itu, mampu membuat contoh adalah hal yang menguntungkan dalam jenis penulisan ini.

Technical Writer lainnnya dengan Bayaran Tinggi

technical writer
Photo by cottonbro on Pexels.com

Selain 10 jenis penulisan teknis di atas, masih ada beberapa lagi jenis penulisan teknis yang tidak kalah menguntungkan. Jika kamu merasa cocok dan memiliki keterampilan yang relevan, technical writer beberapa bidang berikut juga akan memberi kamu bayaran yang menyenangkan.

  • Penulisan teknis untuk perencanaan bisnis dan proposal mega proyek.
  • Penulisan teknis buku-buku spesifik.
  • Penulisan teknis untuk penelitian dan laporan.
  • Penulisan teknis untuk SOP dan Checklist.

LIHAT INI JUGA:

technical writer
Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa jenis profesi technical writer yang memiliki bayaran tinggi dan dapat kamu jadikan pekerjaan menarik. Apalagi semua pekerjaan seperti ini bisa kamu lakukan secara freelance dari rumah, atau darimana pun kamu suka.

Tentunya akan lebih asyik lagi, bukan?

Untuk kamu sendiri yang ingin belajar technical writing khususnya penulisan konten dan copywriting, selain bisa belajar secara mandiri, kamu juga bisa menghubungi saya melalui tautan dibawah ini, ya.



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini. HUBUNGI MELALUI WHATSAPP

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini: LIHAT FORTOPOLIO

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑