5 CARA MEMBUAT PLOT TWIST YANG MENARIK DALAM CERITA

Bagaimanakah cara membuat plot twist yang menarik dalam sebuah novel, cerpen, skenario film atau story board televisi?

Jika pertanyaan tersebut adalah pertanyaanmu juga, maka artikel ini tepat untukmu.

Setelah sebelumnya Penulis Gunung mengajak kamu mengenal pengertian plot twist, jenis-jenis plot twist dan contoh plot twist, maka kali ini Penulis Gunung akan berfokus kepada cara membuat plot twist itu sendiri.

Jadi, siapkan dirimu membacanya sampai akhir, ya.

Bagaimana Cara Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Novel, Cerpen atau Film

plot twist
Source: Pexels

Sebagai sebuah cara memutar alur cerita dan memanipulasi ekspteksasi pembaca, plot twist tentu tidak mudah untuk dilakukan. Jalan cerita yang predictable dan terlalu mudah ditebak, sudah jelas bukan bagian dari plot twist.

Beberapa penulis mengerahkan imajinasi mereka sekuat tenaga untuk membangun sebuah alur cerita yang benar-benar berbeda dari perkiraan pembaca. Mereka menggunakan berbagai elemen cerita apa saja yang bisa dilakukan; karakter, setting, konflik atau apa saja. Meskipun demikian, beberapa plot twist justru terasa seperti dipaksakan karena tidak lagi natural.

Nah, alasan itu juga yang menjadi dorongan ada banyak pertanyaan seputar plot twist, terutama tentang cara membuatnya.

Agar  lebih mudah untuk diterima, saya akan mengajak kamu untuk memahami terlebih dahulu mengapa plot twist itu penting dalam sebuah cerita.

Mengapa Plot Twist Penting?

Photo by cottonbro on Pexels.com

Alasan paling kuat mengapa plot twist dalam cerita adala sesuatu yang penting adalah karena kemampuannya mengembalikan perhatian pembaca. Hal ini misalnya terjadi pada beberapa bagian cerita yang cenderung membosankan.

Kamu pastinya sudah tahu bukan, kalau bagian paling sulit dari menulis cerita adalah bagian tengahnya? Di bagian ini kadang jalan cerita cenderung datar dan tidak ada efek kejut yang membuat pembaca memberikan perhatian lebih.

Nah, disinilah letak peran sebuah plot twist.

Ketika pembaca mulai merasa perhatiannya mengikuti alur cerita menjadi berkurang, plot twist membantu mengembalikannya. Atau dalam film atau sinetron juga sama; ketika penonton merasa jalan cerita cenderung biasa, plot twist membuatnya menjadi lebih menggigit lagi.

Supaya lebih jelas untuk membuktikan perannya dalam cerita seperti ini, kamu dapat melihat contoh plot cerita yang menarik dalam artikel berikut ini.

5 Tips Membuat Plot Twist yang Menarik dalam Cerita

Setelah memahami peranan penting plot twist dalam sebuah cerita baik berbentuk novel atau film, sekarang bagaimana cara membuatnya?

Setidaknya ada 5 tips yang bisa kamu terapkan untuk membantumu membuat plot twist cerita yang menarik. Tidak masalah apakah ini adalah yang pertamakalinya kamu berusaha membuat plot twist atau sudah yang kesekian kalinya, 5 tips ini akan membuat kamu lebih mudah melakukannya.

Bunuh Tokoh Cerita yang Terlihat Penting

Photo by RODNAE Productions on Pexels.com

Contoh plot twist yang menggunakan teknik ini adalah novel MERAPI BARAT DAYA. Salah satu karakter cerita yang terlihat penting dan banyak ditunjukkan sejak awal, dibunuh menjelanh cerita berakhir. Pilihan cara penulis untuk membunuhnya sangat menarik, tidak hanya untuk plot twist tapi juga untuk menyulut konflik lanjutan.

Membunuh tokoh cerita yang terlihat penting bukan hal baru dalam penulisan plot twist. Ini adalah cara klasik yang banyak dilakukan oleh penulis-penulis besar dunia. Meskipun klasik, efektivitasnya tidak pernah berkurang jika bisa dilakukan dengan baik.

Nah, bagaimana melakukannya?

Hal pertama yang harus kamu ingat adalah; ini tidak hanya harus muncul sebagai efek kejut untuk pembaca, namun juga harus menopang jalannya cerita. Alasan membunuh tokoh dalam sebuah cerita tidak bisa kamu lakukan secara sembarangan. (panduannya sendiri bisa kamu lihat disini)

Berikan gambaran satu tokoh yang terlihat penting pada awal cerita, buat perhatian pembaca besar padanya, atau kamuflasekan dia layaknya tokoh utama. Kemudian di waktu yang tepat, bunuh dia dan gantikan dengan tokoh utama yang sesungguhnya.

Gunakan Karakter untuk Mengungkapkan Plot Twist

Photo by Yaroslav Shuraev on Pexels.com

Mengungkapkan novel plot twist menggunakan narasi adalah sesuatu yang umum dan jamak dilakukan banyak penulis. Tapi bagaimana jika karakter cerita sendiri yang melakukannya?

Nah, ini adalah sesuatu yang jarang disadari penulis bahwa mereka bisa menggunakan tokoh cerita untuk mengungkapkan plot twist cerita. Bangun sebuah kondisi dimana salah satu tokoh cerita menjadi kunci pengungkapan twist cerita dengan dialognya. Jangan dinarasikan.

Dengan memanfaatkan karakter cerita secara langsung, kamu akan mampu membangun satu kesan original bagi alur cerita. Ini penting sebagai upaya menghindari plot twist yang terlihat seperti dipaksakan.

Jadi, kamu bisa menggunakan satu karakter cerita, entah itu protagonis, antagonis atau pun tritagonis untuk berbicara dan membeberkan jalan cerita yang sebenarnya.

Beri Peran Kunci pada Tokoh Cerita yang Nampak Sepele

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Cara membuat plot yang menarik selanjutnya adalah dengan memberikan porsi lebih kepada tokoh yang sebelumnya terlihat sepele. Dalam film, artinya kamu memberikan tokoh figuran pada awalnya menjadi tokoh yang penting pada proses jalannya cerita.

Bagaimana contohnya?

Ada banyak hal yang bisa kamu eksplorasi dari ide cerita ini. Misalnya pembantu rumah tangga adalah tokoh kunci di balik serangkaian kejadian mengerikan yang terjadi dalam sebuah keluarga.

Atau di lain pihak, kamu menggunakan kasir minimarket, waiter café, pedagang kaki lima, sopir pribadi atau tokoh apa saja yang perannya terlihat remeh dalam cerita, namun sesungguhnya merekalah yang memiliki rahasia cerita sesungguhnya.

Jadikan Penyelesaian Konflik Utama Cerita sebagai Awal Konflik Baru

Photo by Musa Ortau00e7 on Pexels.com

Jika kamu memiliki ide cerita dengan ending yang outstanding atau sangat menarik, ini adalah cara membuat plot novel yang sempurna. Jadi, jangan buru-buru menutup cerita setelah konflik utama berhasil diselesaikan. Akan tetapi, jadikan itu sebagai sebuah awal dari konflik lainnya yang tidak kalah menarik bagi pembaca.

Kamu mau lihat contohnya?

Sekali lagi saya akan merekomendasikan novel MERAPI BARAT DAYA untuk kamu baca. Ending novel ini sangat sempurna untuk memberikan kamu gambaran bagaimana sebuah konflik utama selesai justru menjadi awal dari konflik selanjutnya.

Teknik ini juga bisa kamu gunakan misalnya jika kamu berniat membuat serial novel. Cara membuat ending novel yang tepat dengan plot twist adalah cara paling menarik memastikan pembaca penasaran dengan sekuel cerita selanjutnya.

Pastikan Plot Twist Masuk Akal

Photo by emre keshavarz on Pexels.com

Tips yang terakhir untuk menghasilkan plot twist yang baik adalah dengan memastikan bahwa alur cerita yang kamu ‘pelintir’ itu tetap masuk akal dan dapat diterima.

Tidak ada gunanya mengaplikasikan saran novel dan cerpen plot twist terbaik namun justru tidak masuk akal bagi pembaca. Seberapa pun efek kejut yang ingin kamu hasilkan dari alur cerita, pastikan itu memiliki korelasi yang relevan dengan cerita utama.

Bagian terakhir ini tentu tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ada perhitungan yang cermat tentang plot twist yang dipakai; apakah terlihat natural atau justru tidak masuk akal?

Cara terbaik untuk mempraktikkan tips yang kelima ini adalah dengan berlatih sesering mungkin dan membaca banyak referensi. Insya Allah dengan cara itu kamu akan lebih mudah menciptakan plot twist terbaik dalam sebuah cerita.

BACA JUGA

Nah, itu adalah 5 tips dan cara membuat plot twist yang menarik dalam cerita berbentuk cerpen, novel, skenario atau pun serial film.

Ini mungkin terlihat sukar pada awalnya, namun dengan disiplin belajar dan beraltih kamu tentu bisa membuat plot twist cerita tebaikmu nantinya.

Jadi, selamat mencoba!

Kisah hidupmu menarik?

Coba ubah menjadi sebuah buku bersama kelas menulis online di Penulis Gunung ID


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU PLOT TWIST: PENGERTIAN, JENIS DAN CONTOHNYA

Plot twist adalah sebuah cara membuat efek kejut dalam alur cerita.

Itu adalah pengertian plot twist yang sederhana dan mungkin dipahami oleh banyak orang. Namun jika ditelusuri lebih lanjut, plot twist tentu saja tidak hanya sesederhana itu.

Nah, apa yang dimaksud plot twist, apa pula jenis-jenis plot twist dan contohnya? Penulis Gunung akan membahasnya untuk kamu dalam artikel ini.

Pengertian Plot Twist dan Jenis-Jenis Plot Twist serta Contohnya dalam Cerita

Photo by Bella White on Pexels.com

Jadi apa yang dimaksud dengan plot twist?

Sebelum Penulis Gunung menjawab apa itu plot twist dan contohnya secara lengkap, saya mungkin akan mengajak kamu untuk sedikit berfantasi dan mengingat kembali beberapa novel, cerpen, film atau pun serial TV yang pernah kamu tonton.

Instruksinya adalah;

Ingat salah satu cerita dimana kamu menemukan alur cerita yang benar-benar berbeda dari dugaan kamu sebelumnya. Jika misalnya kamu menyangka alur cerita akan berjalan seperti A, B, C dan D. realitasnya, justru cerita akan berjalan menjadi X, Y, Z dan sebagainya.

Sekarang ingat alur ceritanya dan mari saya ajak untuk memahami pengertian plot twist secara yang lebih lengkap.

Pengertian Plot Twist

Photo by Nothing Ahead on Pexels.com

Plot twist adalah perubahan alur cerita dalam novel, cerpen, film, sinetron, drama atau apa saja yang meruntuhkan ekspektasi pembaca sebelumnya. Plot twist nampak benar-benar berbeda atau bahkan bertolak belakang dari cerita yang digambarkan oleh penulis pada awalnya.

Jika sebuah plot benar-benar dapat dipraktikkan sempurna oleh penulis, maka ia sangat ampuh untuk menimbukan efek keterkejutan pada pembaca. Lebih jauh, plot twist juga dapat meningkatkan keterlibatan perasaan pembaca dalam cerita.

Jadi, jika dimaknai secara lebih mudah penggunaan kata plot twist, maka ia adalah sebuah cara manipulatif penulis cerita untuk ‘menyesatkan’ dugaan pembaca tentang alur cerita dengan cara memberikan beberapa gambaran awal yang seolah-olah adalah alur cerita sebenarnya.

Jenis-Jenis Plot Twist yang Paling Umum

Photo by Alex Bogo 2nd Accident on Pexels.com

Hingga sekarang para penulis novel, penulis skenario film, penulis cerpen atau pun strory teller profesional yang mengarang cerita mereka sendiri, terus mengembangkan cara membuat plot twist yang menarik dan benar-benar memiliki efek kejut bagi pembaca.

Namun dalam banyak alur, beberapa plot twist yang paling umum dikenal misalnya adalah sebagai berikut;

  • Kemunculan tokoh cerita yang datang entah darimana kemudian menjungkirbalikkan semua narasi yang telah ada sebelumnya.
  • Satu karakter cerita yang seharusnya menjadi teman atau sahabat bagi tokoh protagonis, ternyata adalah orang yang jahat dan menjadi antagonis yang sebenarnya.
  • Satu bagian cerita yang nampaknya sangat penting namun ternyata tak lebih dari fakta sampingan yang hampir tidak memberi kontribusi besar dalam upaya protagonis menyelesaikan konflik.
  • Pada saat konflik utama cerita usai dan berhasil diselesaikan oleh tokoh protagonis, tiba-tiba muncul konflik tambahan yang membuat intensitas cerita justru semakin meningkat atau masih berlanjut. Jenis plot twist seperti ini kadang diartikan pula sebagai spoiler. Jadi, dengan kata lain spoiler plot twist adalah konflik tambahan yang tak terbayangkan ketika konflik utama sudah selesai.
  • Sebuah flashback yang memberikan gambaran informasi cerita yang sudah diketahui oleh para pembaca namun sama sekali tidak diketahui oleh karakter atau tokoh.
  • Sebuah informasi baru yang menyebutkan bahwa cerita yang barusan disampaikan kepada pembaca berasal dari sumber yang salah dan menyesatkan.

Beberapa Contoh Plot Twist yang Menarik dalam Novel dan Film

Photo by Kampus Production on Pexels.com

Nah, setelah kamu mengenal pengertian plot twist dan mengerti pula beberapa jenis plot twist yang paling umum dipergunakan, selanjutnya saya akan mengajak kamu untuk melihat contoh plot twist dalam novel atau pun film.

Tentu saja ada sangat banyak plot twist yang dapat digunakan sebagai contoh dalam hal ini. Namun, saya akan menyajikan beberapa di antaranya saja untuk memudahkan kamu memahaminya.

Plot Twist dalam Novel Merapi Barat Daya – Anton Sujarwo

Jika kamu adalah pembaca novel yang sangat mengharapkan sebuah plot twist yang kaya, novel ini harus kamu baca.

Dalam novel Merapi Barat Daya plot twist terjadi berkali-kali dan sama sekali diluar prediksi pembaca. Penegasan karakter utama dilakukan dengan plot twist, eksekusi tokoh antagonis juga dilakukan dengan plot twist bahkan, ending cerita ini juga berakhir dengan plot twist.

Keunikan inilah yang membuat rating novel Merapi Barat Daya hampir selalu sempurna dalam review para pembaca.

Plot Twist dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka

Plot twist yang paling kentara dalam novel legendaris karya sastrawan besar Indonesia ini adalah ending-nya. Siapa yang akan menyangka bahwa pada akhirnya Hayati dan Zainuddin tidak akan pernah bersatu untuk selamanya?

Kematian Hayati dalam peristiwa tenggelamnya kapal yang membawanya pulang dari Surabaya ke Padang sama sekali tidak diprediksi walaupun judul novel ini sendiri sudah menyebutkan peristiwa tersebut.

Plot Twist dalam Novel Song of Ice and Fire (Adpatasi Film Game of Thrones) – George R.R. Martin

Source: Game of Thrones

Seorang tokoh cerita bernama Ned Stark yang semula diasumsikan pembaca sebagai protagonis utama dalam cerita justru tewas dipenggal dan terbunuh. Cerita ternyata mengarahkan kejadian pada anak-anak Ned Stark.

Cerita yang sebenarnya justru berpusat pada anak-anak mereka yang merupakan tokoh protagonis utama dalam cerita.

Plot Twist dalam Film SAW – Leigh Whannel dan James Wan

Mungkin ini bukan plot twist terbaik, namun kamu pastinya sudah pernah menonton film SAW, kan?

Itu adalah sebuah film horor yang mengerikan tentang penyiksaan dan pembunuhan yang terencana.

Dalam salah satu scene film SAW, digambarkan sesosok mayat hidup kembali setelah tewas dan mengungkapkan bahwa ia adalah tokoh pembunuhan yang sebenarnya.

Plot Twist dalam Film Shutter Island – Denis Lehane

Source: Gucca

Contoh terakhir yang dapat kamu lihat bagaimana film plot twist adalah dalam Shutter Island, sebuah film horror psikologis yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio.

Dalam film ini kamu akan melihat pembelokan alur cerita yang benar-benar mengejutkan, bahkan hingga ending cerita dimana tokoh utama sendiri ternyata ikut terlibat di dalamnya.

BACA JUGA:

Selain contoh-contoh di atas, tentu saja masih sangat banyak contoh plot twist lainnya yang sangat menarik untuk kamu ketahui. Sebagai seorang penulis, kamu dapat membaca sebanyak mungkin referensi untuk menambah wawasanmu mengenai plot twist.

Novel plot twist adalah sebuah gaya bercerita yang menarik dan memberikan pengalaman yang bebeda bagi pembaca dalam mengikuti alur cerita. Membuat plot twist terbaik membutuhkan skill dan kemampuan yang  tentunya harus diasah dengan baik pula.

Jadi, selamat berlatih, ya.

Kisah hidupmu menarik?

Yuk, ubah kisah hidup dan pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku bersama kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BARU! CARA MEMBUAT CERPEN YANG MENARIK DALAM 7 TIPS RAHASIA

Dalam artikel ini, saya akan mengajak kamu untuk mempelajari cara membuat cerpen yang menarik hanya dalam beberapa langkah sederhana. Nah, jika kamu adalah orang yang sedang berjuang untuk bisa menulis cerpen dengan baik, artikel Penulis Gunung kali ini saya persembahkan untuk kamu.

Lalu, bagaimana kira-kira cara membuat cerpen yang menarik untuk dibaca dan ditulis?

Yuk, baca sampai habis artikelnya, ya.

7 Tips Rahasia Cara Membuat Cerpen yang Menarik

Photo by Mark Neal on Pexels.com

“Tidak perlu memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu”

A Wan Bong

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek.

Meskipun singkat dan hanya berfokus pada satu bagian penceritaan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang baik membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga langkah penulisannya sendiri.

Ada banyak tips yang mungkin sudah kamu baca mengenai cara membuat cerpen yang menarik bagi pemula. Cara-cara ini mungkin saja terdengar sangat gampang dilakukan, namun justru tidak mudah untuk dipraktikkan.

Untuk itu, kali ini saya akan mengajak kamu untuk membuat cerpen dengan mudah dan menarik melalui 7 tips berikut ini;

Buat Konsep Cerita

Photo by Guillaume Meurice on Pexels.com

Hal pertama dalam membuat konsep cerita adalah dengan melakukan brainstorming. Nah, brainstorming sendiri memiliki banyak definisi jika diterjemahkan secara sederhana.

Namun terkait dengan penulisan cerpen, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerpen yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming sama seperti membuat cerpen tema bebas yang berawal dari menyusun tentang siapa, apa, mengapa, kapan dan bagaimana. Simpelnya dalam proses brainstorming ini kamu membuat coretan tentang 5 pertanyaan berikut;

  • Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?
  • Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?
  • Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?
  • Dimana tokoh dalam cerita tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?
  • Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?
  • Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan 6 pertanyaan pokok diatas, kamu dapat membuat sebuah konsep cerpen yang cepat dan mudah. Dengan praktik yang sama, kamu juga dapat menemukan tema cerpen yang menarik dengan mengajukan 6 pertanyaan tersebut.

Fokus pada Cerita

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Fokus yang dimaksud disini adalah fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan.

Sesuai dengan namanya, maka cerita pendek tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman. Untuk alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang ditulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita.

Jika kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Meskipun misalnya, ini adalah bagian dari cara membuat cerpen tentang diri sendiri yang memungkinkan kamu untuk bercerita secara panjang lebar, namun tetap pastikan fokus ceritanya terjaga.

Buat Karakter Cerita Spesifik

Photo by Hatice Nou011fman on Pexels.com

Dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana, maka pada pada tips yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik.

Nah, kamu sudah pasti tahu apa yang dimaksud dengan karakter cerita, bukan?

Ya, itu adalah tokoh cerita, adalah tentang siapa yang kamu ceritakan.

Apakah kamu sedang mempelajari cara membuat cerpen tentang corona, tentang asmara, atau tentang apa pun saja, karakter sebenarnya adalah pusat ceritamu yang sesungguhnya. Untuk alasan itulah kamu harus memikirkannya secara sempurna, termasuk dalam hal ciri fisiknya, sifatnya, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun adat istiadatnya.

Selanjutnya kamu dapat mengeksplorasi lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita.

Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perkembangan pada cerita dalam cerpenmu.

Tetapkan Sudut Pandang

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Cara membuat cerpen tentang diri sendiri pada umumnya selalu menggunakan kata ganti ‘Aku atau Saya’ untuk bercerita.

Praktiknya, kamu tinggal memilih lagi misalnya apakah kamu menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal sebagai pelaku utama, orang pertama tunggal bukan pelaku utama, atau bahkan orang pertama jamak dan lain sebagainya.

Namun berbeda jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Anggap saja misalnya kamu mengikuti perlombaan menulis dan mencari cara menulis cerpen untuk lomba. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu.

Point pentingnya adalah kamu ingin sebagai apa saat menceritakan cerpenmu itu?

Buat Sinopsis

Photo by Tirachard Kumtanom on Pexels.com

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film dengan menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel.

Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep dalam sebuah sinopsis, akan membantu kamu untuk tetap pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat.

Walaupun tidak mutlak benar, namun menulis sinopsis adalah bagian penting dari cara membuat cerpen yang baik dan menarik, terutama untuk kamu yang baru pemula dalam penulisan cerpen.

Buat Awalan yang Kuat

Photo by Cole Keister on Pexels.com

Menurut kamu seberapa penting opening bagi sebuah cerita?

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif dan mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak, terutama jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita.

Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona.

Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih.

Jadi, pilihlah kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti; merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Klimaks yang Hebat

Photo by Gantas Vaiu010diulu0117nas on Pexels.com

Selanjutnya bagian terakhir dari tips menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih sudut pandang yang tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan.

Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan.

Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya.

Dan yang terpenting, buatlah ending cerpenmu senatural mungkin.

Baca Juga

Nah, bagaimana sekarang, apakah kamu sudah siap menulis cerpen terbaikmu?

Dengan menerapkan beberapa tips dari 7 cara membuat cerpen yang menarik di atas, Insya Allah kamu sudah dapat menulis sebuah cerpen dengan baik.

Jadi, selamat menulis cerpen, ya.

Berani?

Menulis secara rutin dalam waktu tiga bulan kemudian menerbitkan bukumu sendiri. Jika kamu berani, kamu harus bergabung di kelas menulis Penulis Gunung ID.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


PENGERTIAN DAN CONTOH SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA DALAM NOVEL

Ada begitu banyak contoh sudut pandang orang pertama dalam penulisan novel yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebagai penulis, kamu tentunya tidak asing dengan penggunaan sudut pandang orang pertama semacam ini, bukan?

Sebagai salah satu sudut pandang dalam penulisan cerita, orang pertama memiliki beberapa keunikan yang mungkin tidak dimiliki oleh sudut pandang lainnya. Para pembaca yang masuk dalam cerita melalui sudut pandang orang pertama akan menemukan dunia cerita persis seperti tokoh utama cerita melihatnya.

Lantas, apa saja contoh sudut pandang orang pertama dalam cerita dan bagaimana pula pengertian komprehensifnya?

Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama dan Pengertiannya dalam Cerita

Photo by Gaspar Zaldo on Pexels.com

Dalam penulisan cerita fiksi atau non fiksi, sudut pandang adalah elemen yang tidak dapat ditinggalkan. Semakin baik kamu memahami sudut pandang novel atau cerpen sebagai seorang penulis, semakin besar pula peluang kamu untuk merekayasa cerita yang lebih kuat dan menyentuh emosi pembaca.

Sebelum membahas contoh sudut pandang orang pertama pelaku utama dalam sebuah cerita, yuk, refresh kembali pengertianmu mengenai sudut pandang.

Jadi, apa sih, yang dimaksud dengan sudut pandang dalam cerita,

BACA JUGA:

Pengertian Sudut Pandang

Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Secara umum sudut pandang adalah cara penulis memposisikan dirinya dalam cerita yang ia tuliskan. Di samping sudut pandang orang pertama, kamu pasti sudah mendengar istilah sudut padang orang kedua, orang ketiga dan turunannya, bukan?

Istilah lain yang paling populer dari sudut pandang adalah Point of view.

Secara sederhana point of view  atau sudut pandang adalah tentang bagaimana seorang penulis menempatkan dirinya dalam cerita. Sudut pandang berkaitan erat dengan teknik bercerita karena ia menjadi sentral bagaimana sang penulis menghadirkan visi-visi pengarang dari cara pandang karakter yang ia ceritakan.

Dilihat dari fungsinya, sudut pandang adalah unsur penceritaan fiksi yang sangat penting dan memiliki peran besar bagi kesuksesan dalam penulisan novel atau cerpen. Seorang penulis hebat sudah seharusnya dapat memilih sudut pandang terbaik yang seperti apa yang dapat ia gunakan dalam sebuah penulisan topik cerita.

Jenis-Jenis Sudut Pandang Orang Pertama

Photo by Yura Forrat on Pexels.com

Dalam artikel sebelumnya, Penulis Gunung sudah mengulas dengan lengkap mengenai jenis-jenis sudut pandang dalam cerita. Contoh sudut pandang orang kedua, contoh sudut pandang orang ketiga dan semacamnya dapat kamu temukan dalam artikel tersebut. Tautan artikelnya sendiri dapat kamu lihat disini.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mengajak kamu untuk berfokus hanya pada sudut pandang orang pertama saja. Jadi, mari sejenak lupakan mengenai sudut pandang lainnya, ya.

Sudut pandang orang pertama sendiri memiliki dua jenis yang paling umum, yaitu;

  1. Sudut pandang orang pertama pelaku tunggal.
  2. Sudut pandang orang pertama pelakujamak.

Dalam penjabarannya nanti, kamu juga bisa melihat bahwa sudut pandang orang pertama pelaku tunggal juga dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni;

  1. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis menjadi pelaku utama cerita. dan,
  2. Sudut pandang orang pertama tunggal dimana penulis bukan menjadi pelaku utama dalam cerita.

Supaya lebih jelas, mari saya ajak kamu untuk membahasnya satu-persatu.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal

Photo by Anthony on Pexels.com

Sudut pandang orang pertama tunggal adalah ketika penulis atau pengarang menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam cerita.

Jadi, penulis disini sekaligus bertindak sebagai pelaku dalam cerita yang ia tulis.

Umumnya dalam sudut pandang orang pertama tunggal penulis akan menggunakan narator sebagai “Aku” atau “Saya” sebagai caranya untuk bercerita. Kamu tentunya dapat mengidentifikasi jenis sudut pandang semacam ini dengan mudah, bukan?

Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa sudut pandang orang pertama tunggal sendiri terbagi dalam dua bagian yakni; Penulis sebagai “Aku” tokoh utama, dan penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama.

Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama dalam Cerita

Photo by Monstera on Pexels.com

Dalam “Aku” sebagai tokoh utama, penulis akan membagikan cerita mengenai dirinya sendiri, aksinya dan juga kejadian di sekitarnya kepada para pembaca.

Para pembaca novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama “Aku” sebagai pelaku cerita, akan menerima uraian cerita berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan diasumsikan oleh penulis yang bertindak sebagai karakter utama  dan pusat cerita.

Perlu kamu ingat bahwa sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama memiliki batasan-batasan yang sebaiknya kamu mengerti.  

Point of view  “Aku” sebagai pelaku utama tidak bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan karakter lain dalam cerita kecuali hanya dugaan dan perkiraannya semata.

Dalam penulisan yang umum, sudut pandang orang pertama disebut pula sebagai sebagai sudut pandang kesatu. Penceritaan menggunakan sudut pandang ini memiliki keunggulan dan juga kekurangan.

Sebagai karakter utama dalam cerita, kamu dapat benar-benar menyatu menyampaikan keutuhan jalan cerita secara subyektif.

Itu adalah salah satu keunggulan yang menarik.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal Sebagai Tokoh Utama

Photo by Anna-Louise on Pexels.com
Entah sudah berapa kali aku menapakkan kakiku di tebing ini. Sejak aku diterima menjadi anggota dari Mapala Cakra Rimba di kampusku, tebing ini adalah tempat favoritku. Dari kampus lokasi tebing ini tidak jauh sementara dari kost ku pun demikian. Bahkan jika sedang semangat berlari di pagi hari, aku bisa menjangkau lokasi tebing ini dalam waktu 3 jam dengan jogging. Melelahkan memang, tapi apa yang dimiliki oleh tebing ini akan membuatku segera melupakan rasa lelahku.

Contoh lain dari sudut pandang “Aku” sebagai tokoh utama ini dapat pula misalnya dilihat pada sudut pandang novel Ronggeng Dukuh Paruk atau sudut pandang novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Tunggal Bukan Tokoh Utama

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Dalam sudut pandang novel yang seperti ini, “Aku” akan berperan sebagai saksi, sebagai kekasih, sebagai kawan, atau sebagai seseorang yang memiliki kedekatan dengan tokoh utama yang diceritakan.

Jadi, pusat cerita dari karakter utama akan disampaikan kepada pembaca berdasarkan apa yang dirasakan oleh “Aku” yang dapat saja bertindak sebagai temannya, sahabatnya, anaknya, dan lain sebagainya.

Gaya penceritaan semacam ini hampir mirip dengan sudut pandang ketiga dalam novel atau cerpen, hanya saja “Aku”  disini juga ikut dalam cerita.

Sudut pandang ini juga memiliki keterbatasan dalam mengungkapan pikiran dan isi hati tokoh utama. Segala tindakan dan aksi tokoh utama cerita ditafsirkan berdasarkan pengamatan “Aku” sebagai sudut pandang tersebut.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Sudah tiga kali aku nyaris mati sejak memutuskan untuk mendampinginya. Pertama, ketika sekelompok orang berusaha mencegat kami dengan persenjataan lengkap pada tahun 2007, tidak jauh dari kota Bogor. Kemudian aku juga hampir kehabisan napas ketika mendampinginya ke pedalaman Papua dimana beberapa orang bayaran berusaha menembaki mobil yang kami tumpangi. Dan ketiga hari ini, ketika dua orang yang diidentifikasi sebagai kaki tangan agen Mossad meletupkan hampir sepuluh tembakan ke arah kami. Apa yang aku pelajari dari semua kejadian ini? Aku hanya melihat semangat dan tekadnya justru kian berkobar. Tak pernah berniat untuk mundur sedikit pun.

Di samping cerita bebas seperti di atas, contoh sudut pandang orang pertama pelaku sampingan bisa pula dilihat misalnya dalam sudut pandang novel Dilan 1990 yang berkisah dari sudut pandang Milea.

Atau sebaliknya pada novel Milea, Suara Dari Dilan yang berkisah dari sudut pandang Dilan sendiri.

Sekali lagi jika dilihat dari narasi yang umumnya dibangun, sudut pandang orang pertama baik ia sebagai pelaku utama atau pun ia sebagai pelaku sampingan, selalu diperoleh narasi subyektif yang menarik.

Pada narasi semacam ini kamu dapat betutur semaumu dengan mengatasnamakan karakternya langsung. Hal ini tentu saja misalnya jika kamu bandingkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal.

BACA PULA:

Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Photo by David Morris on Pexels.com

Jenis sudut pandang orang pertama jenis kedua yang juga umum digunakan dalam penulisan novel atau cerpen adalah sudut pandang orang pertama jamak.

Disini, penulis mewakili beberapa orang sebagai pelaku utama dalam cerita. Kata ganti yang umum digunakan dalam penulisan dengan sudut pandang seperti ini adalah “Kami”.

Nah, “Kami” yang dipergunakan dalam sudut pandang ini dapat mewakili entitas banyak karakter cerita atau kelompok. Kamu bisa menggunakan “Kami” sebagai perwakilan untuk mengungkapkan kelompok belajar, tim kampus, entitas agama, keyakinan, politik dan lain sebagainya.

Contoh Sudut Pandang Orang Pertama Jamak

Setelah berlalu hampir satu bulan setelah kesepakatan itu, kami sudah tidak tahan lagi. Kesabaran kami sudah habis, sumur-sumur yang biasa kami gunakan untuk menimba air untuk minum dan mencuci sama sekali sudah kering. Atau jika belum kering, airnya dangkal dan keruh, kadang juga memiliki aroma tak sedap. Ini benar-benar mimpi buruk, lima tahun sebelumnya kampung kami baik-baik saja. Kami bahkan biasa mengairi kolam di depan rumah kami dengan air yang melimpah. Namun semuanya berubah setahun belakangan, sejak perusahaan perambah itu menebangi hutan-hutan di atas kampung kami.

Contoh sudut pandang orang pertama dan ketiga adalah contoh yang mungkin paling banyak digunakan sebagai cara untuk menuturkan cerita. Namun sekali lagi, jika kamu ingin lebih bebas menyampaikan subyektifitas pemikiranmu melalui tokoh karakter dalam cerita, maka sudut pandang orang pertama dapat lebih mudah untuk kamu pertimbangkan.

Berani?

Menulis kisah hidupmu dalam waktu tiga bulan menjadi sebuah buku?


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BAGAIMANA CARA MENJADI PENULIS NOVEL: INI 9 LANGKAH YANG BISA KAMU LAKUKAN

Bagaimana cara menjadi penulis novel?

Terus terang, ini adalah pertanyaan yang hampir saya terima setiap hari. Menariknya beberapa penanya nampaknya ada yang sekedar iseng saja, namun ada juga yang serius bertanya. Untuk yang serius seperti ini saya akan mengarahkan mereka pada beberapa tulisan saya sebagai jawabannya.

Tentu saja ada banyak sekali cara untuk menjadi seorang penulis novel, kamu mungkin juga mengetahui beberapa di antaranya. Namun kali ini saya akan mengajak kamu untuk langsung pada langkah praktisnya saja. Dari uraian ini nanti kamu akan melihat bahwa syarat menjadi penulis novel sebenarnya tidaklah sulit untuk dilakukan.

9 Langkah Mudah Cara Menjadi Penulis Novel

Photo by Ena Marinkovic on Pexels.com

“Kombinasi antara kesabaran, ketekunan, dan kerja keras, adalah rumus untuk mencapai kesuksesan yang tak terkalahkan”

A Wan Bong

Profesi penulis memang menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Memiliki karya berbentuk buku, dikenal masyarakat luas, serta peluang memperoleh gaji penulis novel yang cukup besar adalah beberapa faktor yang mendorong orang mendambakan hal tersebut.

Meskipun tidak sulit, namun profesi penulis juga membutuhkan semangat dan kerja keras supaya dapat berhasil. Selain itu, berbagai strategi dan tips menjadi penulis pun perlu untuk dicermati supaya berhasil di bidang satu ini.

Pada dasarnya ada banyak sekali tips dan cara menjadi penulis yang seringkali dibagikan, baik melalui media internet, medsos, video, atau bahkan dalam bentuk buku bacaan. Beberapa penulis mungkin membagikan cara yang agak berbeda dari sisi rincian, namun pada dasarnya berbagai kiat menjadi penulis yang sukses tetaplah sama dalam konsepnya.

Lantas, apa sajakah sebenarnya tips dan langkah yang dapat diterapkan untuk menjadi seorang penulis?

Kali ini www.penulisgunung.id akan membagikan 9 langkah mudah cara menjadi penulis novel pemula yang bisa kamu praktikkan. Dengan mengikuti 9 langkah  ini secara konsisten, Insya Allah keinginanmu untuk menjadi seorang penulis akan terwujud.

Berikut langkah-langkahnya.

BACA JUGA:

Temukan Alasan Terbesar Kamu Ingin Menjadi Penulis

Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Langkah pertama yang paling saya sarankan untuk kamu yang ingin menjadi seorang penulis adalah dengan menemukan alasanmu terlebih dahulu. Jadi, cari tahu apa sebenarnya tujuanmu dengan menjadi seorang penulis?

  1. Apakah kamu menulis karya ingin dikagumi?
  2. Apakah karena kamu ingin terkenal?
  3. Apakah karena kamu ingin punya banyak uang?
  4. Apakah karena kamu ingin memiliki karya dan bisa berbagi gagasanmu dengan orang lain melalui buku?
  5. Apakah karena hanya sekedar ingin menulis saja?

Semakin kuat alasan kamu untuk menjadi penulis, maka semakin besar peluang kamu untuk sukses di dalamnya.

Tidak masalah jika kamu menulis karena kamu ingin kaya dan dikagumi, atau karena kamu ingin terkenal dan dapat banyak uang. Hal terpenting dari alasan ini adalah karena ia akan menjadi tenagamu menulis dengan tekun, konsisten dan disiplin.

Cara menjadi penulis novel online dibayar dengan harga yang layak itu membutuhkan perjuangan, dan kamu tidak akan kuat berjuang jika alasanmu menulis tidak kuat.

Kamu harus menyelami dirimu sendiri untuk kemudian menemukan sebuah jawaban paling mendasar mengenai untuk tujuan apakah sebenarnya kamu ingin menjadi seorang penulis.

Tulislah 50 Kata

Photo by Magda Ehlers on Pexels.com

Jika kamu bisa menulis sebanyak 50 kata, berbangga hati-lah, artinya kamu sudah mampu menghasilkan satu buah paragraf.

Lalu, apakah menulis 50 kata itu mudah?

Tentu saja mudah, bahkan untuk kamu yang telah terbiasa merangkai kata dan menulis puisi, didukung lagi dengan wawasan yang luas karena gemar membaca misalnya, maka akan dapat menulis lebih banyak kata lagi. Bahkan tidak hanya 50 kata, kamu juga bisa menulis 100 kata, 200 kata atau bahkan lebih banyak daripada itu.

Inti dari semangat yang kedua ini adalah jangan ragu memulai dari sesuatu yang terlihat kecil dan sepele. Apakah kamu mencari cara menjadi penulis novel di wattpad atau pun di media apa saja, kamu dapat memulainya dari yang paling kecil sekali pun.

Apa pun itu, bukan saja dalam dunia menulis, meskipun dimulai dari sesuatu  yang kecil dan remeh, namun jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten, Insya Allah akan mencapai keberhasilan.

Tulislah 400 Kata

Photo by Cup of Couple on Pexels.com

Seperti langkah sebelumnya, langkah ketiga dari cara menjadi penulis novel online atau novel offline ini juga mengilustrasikan proses dan ketekunan.

Jika sebelumnya kamu diumpamakan dapat membentuk sebuah paragraf dengan hanya menulis 50 kosa kata, sekarang coba tambah kosa katanya menjadi 400 kata dan itu akan menjadi satu halaman buku.

Jika panjang paragrafnya rata-rata adalah 50 kata, maka kamu perlu membuat paragraf sebanyak 8 kali untuk menjadikannya sebagai sebuah halaman yang utuh,  atau dengan total jumlah rata-rata sebanyak 400 kata.

Sekarang bayangkan jika setiap hari kamu dapat menulis sebanyak 400 sampai 500 kata.

Itu artinya kamu menulis satu halaman buku setiap harinya. Tentu saja ini adalah salah satu kriteria penulis  yang produktif dan konsisten yang merupakan inti dari cara menjadi penulis novel yang sukses.

Tulislah 300 Halaman

Photo by Tembela Bohle on Pexels.com

Selanjutnya jika kamu konsisten menulis 50 kata menjadi satu paragraf dan 400 kata menjadi satu halaman, maka dalam waktu satu tahun kamu akan memiliki sebuah naskah buku.

Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melakukan hal ini.

Selama kamu disiplin dan konsisten untuk selalu menulis setiap hari, maka dalam waktu yang dapat kamu perhitungkan sendiri, kamu akan segera memiliki sebuah naskah buku atas namamu.

Arti penting dari cara menjadi penulis noveltoon atau wattpad, atau apa pun aplikasi menulis yang kamu gunakan adalah; bahwa dalam dunia penulisan, awalan yang kecil namun dikerjakan secara kontinyu akan memiliki dampak yang signifikan.

Di samping akan membawa kamu untuk semakin dekat pada tujuanmu sebagai penulis profesional setiap harinya, menulis secara konsisten seperti  ini juga dapat membantu melatih kedisiplinan dirimu sendiri.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Beberapa penelitian mengatakan; untuk membentuk suatu habit atau kebiasaan, seseorang setidaknya harus melakukan sesuatu itu selama 100 kali berturut-turut.

Ada pula penelitian lain yang mengatakan jumlah yang berbeda. Sementara yang lain juga mengungkapkan bahwa kebiasaan akan terbentuk dalam kurun waktu 100 hari jika sesuatu itu dikerjakan tanpa putus setiap harinya.

Namun teori yang paling sederhana dan juga lebih mudah untuk diaplikasikan adalah dengan menetapkan waktu selama 40 hari berturut-turut tanpa putus.

Jadi jika kamu secara konsisten menulis setiap hari sebanyak satu halaman dalam waktu 40 hari secara kontinyu, maka itu sudah cukup untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan atau habit-mu.

Lalu pertanyaannya; Mengapa menulis harus menjadi sebuah kebiasaan atau habit?

Kebiasaan atau habit akan memprogram kinerja seseorang untuk melakukan sesuatu secara konsisten, bahkan mungkin ketika dalam alam bawah sadarnya sekali pun.

Dengan menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian penting dari kebiasaan atau habit, maka pada perkembangannya habit itu akan membantumu untuk menjadi seorang penulis yang produktif.

Dan tidak ada rahasia lain, membangun kebiasaan menulis ini adalah cara menjadi penulis novel bagi pemula untuk mencapai kesuksesan mereka.

BACA PULA:

Lakukan Editing Re-Writing

Photo by Mikhail Nilov on Pexels.com

Menulis dan membaca adalah pasangan yang sudah lazim diketahui.

Namun bagi seorang penulis, atau bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil maka pasangan kata menulis dan membaca saja masih kurang.

Lantas apa tambahan lagi untuk perpaduan yang sempurna sebagai spirit bagi seorang penulis?

Jika membaca adalah asupan pikiran seorang penulis, maka menulis adalah bentuk produktivitas dan aktivitas utama yang dilakukannya. Untuk menyempurnakan kombinasi yang menarik ini, cara menjadi penulis novel yang baik dan berhasil menuntut pula untuk melakukan editing atau penyuntingan, khususnya tulisannya sendiri.

Dengan sering melakukan pengeditan, kemudian menuliskan kembali naskah yang ia tulis pada beberapa bagian yang dianggap perlu, maka kemampuan menjadi seorang penulis akan semakin baik.

Menulis, membaca, kemudian menyunting atau mengedit, jika dilakukan secara kontinyu dan teratur, maka akan menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan seorang penulis.

Dapatkan Kritik juga Saran

Photo by Anna Tarazevich on Pexels.com

Selanjutnya cara yang dapat kamu lakukan untuk menjadi seorang menulis adalah jangan ragu untuk mempublikasikan tulisanmu.

Seorang penulis yang baik akan selalu terbuka kepada kritik mau pun saran. Dengan kritik dan saran itulah kemudian seorang penulis dapat mengetahui apa saja yang mesti ia perbaiki dalam proses penulisan yang ia lakukan. Ini juga cara ingin menjadi penulis novel yang dapat kamu tempuh; dapatkan kritik juga saran.

Untuk mendapatkan feedback tulisannya, seorang penulis pemula saat ini memiliki banyak sekali pilihan untuk berinteraksi.

Kamu bisa memposting tulisanmu di media sosial semacam facebook, kemudian meminta teman-temanmu untuk mengkritisinya. Atau jika kamu suka, kamu juga dapat membuat sebuah blog dan memposting tulisan-tulisan kamu di sana.

Dalam langkah ini ingatlah selalu untuk berpikiran terbuka terhadap kritik. Jika kamu ingin kemajuan pada penulisan yang kamu lakukan, maka memperoleh ulasan baik ia berupa kritik atau pun saran, sangat mutlak kamu perlukan.

Masa Bodoh dengan Penolakan

Photo by SHVETS production on Pexels.com

Apakah setiap penulis besar yang saat ini sukses dan terkenal itu tidak pernah ditolak?

Tentu saja pernah, bahkan mungkin sering, sampai kemudian mereka berhasil menemukan waktu dan tempat dimana kesuksesan menyambut mereka.

J.K. Rowling, si penulis mahakarya Harry Potter yang terkenal itu, yang ia adalah satu-satunya miliarder dunia yang berasal dari kalangan penulis, berpuluh kali ditolak sebelum bukunya meledak di pasaran.

Naskah Harry Potter dan dunia sihir menyihir yang ditulis oleh J.K. Rowling ditolak berulang kali, namun Rowling tak menyerah. Jika pada saat dua atau tiga kali penolakan saat itu ia langsung menyerah, maka kita semua tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter sampai sekarang.

Jadi, cara agar bisa menjadi penulis novel yang sukses itu adalah menganggap penolakan sebagai dorongan untuk terus berjuang. Masa bodoh dengan penolakan.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka milikilah mental seorang penulis. Dan mental penulis yang sukses adalah tidak pernah khawatir akan penolakan. Penolakan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, nikmati saja sambil terus memperbaiki tulisan yang kamu hasilkan.

Membacalah.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca, maka perbanyaklah membaca

A Wan Bong

Selanjutnya tips untuk menjadi penulis hebat yang terakhir adalah kamu harus menyediakan waktu untuk membaca jika sedang tidak menulis. Bacalah buku-buku hasil karya dari para penulis yang lebih hebat daripada kamu.

Baca, perhatikan, resapi, dan selami kata per katanya.

Jika penulis itu mengungkapkan kesedihan, bagaimana ia menuliskannya. Jika sang penulis itu menceritakan kegembiraan, bagaimana ia mengungkapkannya. Kamu harus mempelajari hal ini jika waktumu sedang tidak menulis.

Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu sendiri, membaca hasil karya orang yang lebih baik darimu akan memberikan perspektif yang lebih kaya dalam gaya dan penulisanmu sendiri.

Jadi perbanyaklah membaca, itu adalah jawaban dasar dari pertanyaan bagaimana cara menjadi penulis novel yang baik.

Sekali lagi, perbanyaklah membaca.

BACA JUGA:

Kunci Paling Penting untuk Sukses Menjadi Penulis

Photo by Sergij on Pexels.com

Untuk menghasilkan buku dan karya tulis pada dasarnya bukan sesuatu  yang sulit.  Syarat utama yang kamu perlukan adalah konsistensi dan ketekunan.

Dalam menulis, istilah perlahan tapi pasti itu adalah prinsip yang hampir mencakup semuanya. Jadi dengan kata lain, ketekunan dan kesungguhan menulis kunci utamanya adalah dengan berfokus pada progress yang kamu lakukan setiap harinya.

Meskipun demikian ada beberapa orang yang kadang tetap saja memaksakan diri untuk mendapatkan hasil dengan cara yang instan, termasuk juga dalam dunia kepenulisan. Padahal jika kamu ingin menjadi penulis yang berhasil, maka tidak ada cara yang instan.

Kamu harus berproses, mengikuti alur, belajar dari kesalahan, dan terus meningkatkan kemampuan.  Tanpa kesediaan untuk melakukan itu semua, rasanya tidak mudah mewujudkan mimpi untuk jadi seorang penulis yang sukses.

Sekarang, jika kamu mempraktikkan dengan sungguh-sungguh 9 langkah cara menjadi penulis novel yang disampaikan di atas, Insya Allah kamu hanya perlu bersabar untuk menemukan kesuksesan menyambutmu dengan suka cita.

KAMU SERIUS INGIN JADI PENULIS?

Dengan mengikuti kelas menulis Penulis Gunung ID kamu dipastikan bisa menjadi penulis dan menghasilkan buku dalam waktu 3 bulan saja. Nggak percaya? Coba saja langsung, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


15 CONTOH AUTOBIOGRAFI DIRI SENDIRI UNTUK IDE MENULIS NOVEL

Hal paling penting ketika mempelajari contoh autobiografi diri sendiri adalah ini selalu tentang refleksi perjalanan hidup yang sudah kamu jalani. Semakin kuat seseorang merefleksikan apa saja yang telah ia alami dalam hidup, maka semakin menarik pula autobiografi dirinya untuk dibaca orang banyak.

Membuat contoh autobiografi diri sendiri yang menarik membutuhkan usaha yang serius dan itu selalu bermulai dari ide. Kamu atau siapa pun saja membutuhkan ide pokok yang kuat untuk menjadi central penulisan autobiografi yang dilakukan.

Nah, menemukan ide ini sendiri adalah sebuah tantangan yang cukup berat untuk dilakukan.

Untuk itu dalam artikel ini saya akan mengajak kamu untuk melihat 15 contoh ide yang dapat kamu jadikan sebagai gagasan utama penulisan autobiografi dirimu sendiri.

Apa saja gagasannya dan bagaimana cara mengembangkannya menjadi sebuah buku novel yang layak baca?

Yuk, simak artikel ini sampai habis, ya.

15 Ide & Gagasan Contoh Autobiografi Diri Sendiri Sebagai Inspirasi Menulis Novel

Photo by Kun Fotografi on Pexels.com

Sebelum saya mengajak kamu untuk melihat dengan seksama contoh autobuografi diri sendiri panjang seperti novel, saya harus melakukan sedikit flashback terlebih dahulu mengenai apa pengertian autobiografi itu sendiri?

Ada sebuah kesalahan persepsi yang sudah sangat umum terjadi di masyarakat ketika memahami autobiografi, biografi dan memoar. Ini adalah tiga jenis buku yang berbeda namun memiliki arah dan gagasan yang hampir serupa.

Secara eksplisit, kamu harus memahami ketiganya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan jenis penulisan kisah hidupmu.

BACA JUGA:

Pengertian Autobiografi, Biografi dan Memoar

Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam ranah penulisan kisah hidup seseorang, dikenal tiga jenis penulisan yang paling umum untuk dipilih yakni autobiografi, biografi dan juga memoar. Ketiga jenis penulisan ini memiliki perbedaan mendasar dalam prosesnya dan juga orientasi penceritaannya.

Lantas, sesungguhnya apa yang dimaksud dengan autobiografi, biografi dan juga memoar itu?

Autobiografi

Autobiografi adalah sebuah buku berisi perjalanan hidup, kisah hidup dan pengalaman pribadi yang ditulis oleh pelakunya sendiri.

Cakupan penulisan autobiografi sangat komprehensif, struktur penulisan yang paling umum dari jenis buku kisah hidup satu ini adalah kronologis, serta sumber penulisannya harus berdasar pada fakta dan data.

Biografi umum ditulis oleh orang-orang dengan pencapaian prestasi, tokoh berpengaruh, selebritis, dan lain sebagainya.

Biografi

Biografi adalah kebalikan dari autobiografi jika dilihat dari siapa yang menuliskannya. Ini adalah satu jenis kisah hidup atau perjalanan hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Penulisnya bisa jadi adalah sejarawan, budayawan, sastrawan atau penulis umum.

Dari sisi cakupan penulisan, sumber penulisan berupa fakta dan data, serta struktur penulisannya pun, biografi identik dengan autobiografi.

Memang, perbedaan terbesar antara contoh autobiografi diri sendiri beserta strukturnya jika dibandingkan dengan biografi adalah sosok penulisnya itu sendiri.

Memoar

Memoar atau memoir adalah jenis penulisan yang paling umum, paling diminati dan mungkin juga yang paling sulit untuk diselesaikan. Saya membuka kelas menulis kisah hidup menjadi buku dalam bentuk memoar atau autobiografi dan saya menemukan banyak penulis yang tidak mampu menyelesaikan memoar mereka.

Seperti autobiografi, memoar ditulis oleh pelakunya langsung. Perbedaanya adalah cakupan memoar hanya berfokus pada satu periode kehidupan penulis, bukan utuh dan komprehensif seperti autobiografi.

Di samping itu, memoar juga lebih mempriotaskan pengalaman dan perasaan yang ditimbulkan satu peristiwa terhadap diri penulis. Sementara dari sisi sumber penulisannya sendiri, memoar lebih banyak bersumber pada ingatan sang penulis.

15 Ide Contoh Menulis Autobiografi Diri Sendiri

Photo by Unsplash

Kamu mungkin berpikir bahwa ide-ide ini nanti adalah untuk menulis memoar berdasarkan pengertian di atas dan bukannya autobiografi.

Sebenarnya tidak mengapa, saya menggunakan istilah autobiografi untuk menjangkau lebih banyak orang yang lebih familiar dengan istilah ini dibandingkan memoar. Contoh autobiografi diri sendiri singkat jauh lebih banyak dicari dibandingkan misalnya; contoh memoar singkat dan semacamnya.

Namun dari sudut esensinya juga adalah; ide-ide atau gagasan-gagasan ini nanti dapat kamu jadikan sebagai fokus utama dalam penulisan autobiografi dirimu sendiri. Jadi, kamu bisa menulis secara luas dan komprehensif secara kronologis, namun titik fokus dan pesan terbesar untuk pembaca ada pada ide-ide dibawah ini.

Seperti menulis sebuah cerita, ini adalah tema besar dari penulisan autobiografi yang kamu lakukan.

Nah, apa sajakah idenya?

Contoh Ide Menulis Autobiografi #1

Tulis pengalaman pribadi yang berfokus pada momen-momen paling krusial dalam hidup yang kamu jalani. Momen ini adalah momen yang mengubah cara pandang kamu melihat dunia.

Tentunya kamu memiliki momen seperti itu, bukan?

Misalnya bagaimana kamu demikian berubah setelah orang yang kamu sayangi berkhianat. Atau bagaimana kamu bisa menjadi demikian berubah setelah orang tua, kekasih, atau siapa pun yang kamu anggap sangat penting pergi meninggalkanmu untuk selamanya.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #2

Photo by Julia Larson on Pexels.com

Tulis sebuah pertarungan atau perjuangan terhebat yang pernah kamu jalani untuk mencapai sesuatu.

Dalam kelas menulis yang saya bimbing, hampir tiap peserta yang mengambil kelas privat memiliki kisah hidup yang menarik. Salah satu di antaranya memiliki kisah perjuangan tak terkalahkan ketika ia harus hidup sebatang kara, tanpa ayah bunda, dan harus terus bisa bersekolah.

Ia melakukan apa pun untuk bisa bertahan. Ia menjadi buruh, mencuci untuk orang lain dan apa saja yang penting ia bisa terus meneruskan hidup dan perjuangannya.

Nah, itu adalah salah satu contoh perjuangan yang dapat kamu jadikan ide atau gagasan untuk menulis contoh autobiografi diri sendiri yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #3

Tulis tentang perjalanan dan pengalaman yang kamu alami untuk menemukan dirimu sendiri atau dirimu yang sekarang.

Setiap manusia memiliki transformasi dan evolusi mereka sendiri untuk sampai pada kehidupan yang sekarang. Kamu tentu demikian juga. Untuk mencapai cara pandang, sikap dan karakter yang kamu jalani saat ini, pasti kamu sudah melewati banyak hal.

Nah, hal tersebutlah yang dapat kamu jadikan sebagai gagasan penulisan contoh menulis autobiografi diri sendiri.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #4

Photo by Jess Loiterton on Pexels.com

Tulis sebuah pelajaran dalam hidup yang dalam pandanganmu semua orang harus mempelajarinya, atau mengambil pelajaran darinya.

Contohnya begini;

Saya memiliki seorang mentor dalam menulis akademis seperti skripsi, tesis, jurnal, penelitian tindakan kelas, atau bahkan disertasi. Nah, beliau ini sedang menulis sebuah buku dengan tema iman. Menurut beliau, iman adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh setiap manusia karena manfaatnya.

Itu adalah ide contoh makalah autobiografi diri sendiri yang saya maksud bahwa ia menulis sebuah pelajaran dalam hidup yang menurutnya harus diketahui oleh semua orang.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #5

Tulis sebuah tragedi dalam hidup yang misalnya, pernah kamu alami dan kemudian membentuk diri kamu yang sekarang.

Berapa banyak manusia yang menjadi kokoh, menjadi kuat, menjadi tangguh dan menjadi sukses karena pernah mengalami hal yang tragis dalam hidup mereka.

Misalnya begini;

Kamu tentu pernah mendengar atau membaca buku berjudul Alive yang ditulis oleh Nando Parrado yang terjebak dalam kecelakaan pesawat dan terpaksa memakan mayat teman-temannya sendiri untuk bertahan hidup, kan?

Nah, itu adalah sebuah contoh peristiwa tragis dalam hidup yang kemudian membentuk karakter utama cerita yang kemudian dikenal sebagai penulis, motivator, dan pengusaha setelahnya.

BACA PULA:

Contoh Ide Menulis Autobiografi #6

Photo by Maksim Goncharenok on Pexels.com

Tulis sebuah buku autobiografi yang berfokus tentang bagaimana kamu membangun hubungan dengan orang lain dan apa yang kamu pelajari dari hal itu.

Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang kompleks dan rumit. Beberapa orang memiliki teman demikian banyak dan ia mengambil manfaat dari hubungan itu. Sebaliknya, beberapa yang lain justru memiliki sedikit teman dan mereka bahagia menjalani kehidupan mereka.

Di sebelah mana pun kamu berdiri, hal ini layak untuk kamu bagikan dalam buku autobiografimu.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #7

Tulis hubunganmu dengan sesuatu yang membuat hidupmu menjadi demikian bermakna. Hal ini bisa saja adalah binatang peliharaan, tempat favorit, atau benda-benda peninggalan keluarga dengan nilai sejarah yang tinggi.

Contoh yang bisa menjelaskan gagasan ini misalnya adalah Hachiko, sebuah kisah tentang anjing yang sangat setia.

Atau tentang sekumpulan anjing husky yang terjebak di kutub utara dan ditinggalkan oleh pemiliknya kemudian mereka bertahan hidup dan tetap setia menunggu hingga dijemput kembali.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #8

Photo by cottonbro on Pexels.com

Tulis tentang kehidupan yang sulit dan rasa sakit yang mungkin harus kamu alami setiap hari.

Ada banyak orang di dunia ini yang terpaksa hidup dengan rasa sakit setiap harinya, baik itu sakit dalam artian harfiah berupa sakit fisik, atau sakit dalam artian mental dan pikiran.

Hidup dengan disabilitas bisa menjadi sesuatu yang menyakitkan, namun bisa juga sebaliknya.

Dikhianati, dilukai, dikecewakan juga adalah sesuatu yang dapat menimbulkan rasa sakit. Dan ini adalah salah satu gagasan penulisan yang menarik untuk eksekusi.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #9

Tulis tentang kehidupanmu yang demikian unik dan berbeda dari yang lainnya.

Sekali lagi ini kembali kepada sebuah kenyataan bahwa manusia selalu memiliki jalan kehidupan yang berbeda dari manusia yang lainnya. Tidak ada yang mampu menjalani kehidupan orang lain kecuali dirinya sendiri. Ini adalah sesuatu yang sangat menarik dan unik.

Tentu saja, kamu juga bisa menjadikan hal ini sebagai sebuah alasan untuk menulis memoar atau autobiografi yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #10

Tulis sebuah konflik yang pernah terjadi dalam kehidupanmu kemudian bagaimana kamu melewatkannya.

Konflik adalah bagian dalam perjananan hidup manusia. Beberapa berusaha semaksimal mungkin untuk tidak bersinggungan dengan konflik. Sementara di sisi yang lain, ada juga jenis manusia yang merasa senang dengan adanya konflik dan betah beraada di antaranya.

Menariknya, bagaimana pun seseorang menghindari konflik, kadang ini juga bisa terjadi tanpa ia kehendaki. Nah, jika kamu pernah mengalami konflik yang pelik dalam kehidupanmu kemudian berhasil melewatinya, maka itu juga adalah salah satu cerita yang menarik untuk dijadikan gagasan contoh autobiografi diri sendiri yang menarik.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #11

Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Tulis tentang berbagai harapan-harapan yang kamu miliki dan bagaimana pula kemudian kenyataan yang kamu jumpai.

Manusia memiliki banyak harapan dan keinginan dalam hidup mereka. Kamu memiliki harapan, saya memiliki harapan dan orang lain pun memiliki harapan. Namun mengenai kenyataannya, itu adalah cerita yang berbeda. Ada banyak realitas manusia yang tidak pernah sesuai dengan keinginan mereka.

Nah harapan versus kenyataan seperti ini juga adalah gagasan yang menarik untuk menjadi contoh gagasan menulis tentang memoar atau autobiografi diri sendiri.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #12

Apakah kamu pernah mengalami saat-saat paling sulit dalam hidup yang kemudian membuat kamu berpikir bahwa semuanya telah hilang?

Menulis tentang kehilangan yang pernah dialami dalam hidup juga adalah sesuatu yang menarik untuk dijadikan ide penulisan autobiografi.

Kamu dapat bercerita bagaimana misalnya harapanmu menguap laksana embun pagi yang disiram terik mentari. Atau bagaimana putus asanya kamu menghadapi titik terendah dalam hidupmu.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #13

Tulis tentang keputusan paling besar dalam hidup yang pernah kamu ambil dan memiliki dampak paling besar bagi masa depanmu kemudian.

Kamu misalnya pernah mengambil keputusan untuk merantau yang tentu saja tidak menyenangkan. Namun, keputusan merantau ini pula yang pada akhirnya mengubah hidupmu sehingga menjadi sesuatu yang lebih berarti.

Atau kamu juga bisa mengambil gagasan bahwa kamu misalnya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di tengah keterbatasan. Akhirnya keputusan nekatmu itulah yang mengubah hidupmu selamanya.

Dan lain sebagainya.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #14

Photo by Jou00e3o Cabral on Pexels.com

Tulis sebuah buku autobiografi diri kamu sendiri yang berisi pencarian yang kamu lakukan untuk menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

Beberapa orang melakukan perjalanan jauh, berhari-hari dengan jarak hingga ratusan kilometer. Beberapa yang lain memilih untuk ikut meditasi, yoga atau bahkan duduk termenung di tengah malam. Semuanya berusaha untuk mencari makna kehidupan yang mereka jalani.

Nah jika kamu sendiri, apa yang kamu lakukan untuk mencari makna hidup?

Tulis perjalanan mencari makna kehidupan itu sebagai sebuah gagasan besar dalam contoh autobiografi diri sendiri panjang yang bisa kamu kerjakan.

Contoh Ide Menulis Autobiografi #15

Tulis tentang seseorang yang paling berarti dalam hidupmu dan membuat kamu mengalami begitu banyak perubahan.

Apakah ini adalah tentang sosok kekasih, pasangan hidup, anak, orang lain, tokoh agama atau pun guru spiritual, kamu dapat menuliskannya menjadi sebuah ide autobiografi yang menarik.

Gali lebih dalam mengapa sosok ini begitu berpengaruh bagimu, apa yang ia lakukan dan mengapa pula hal itu sangat berarti bagi dirimu.

BACA JUGA:

Tips Sederhana Menulis Autobiografi Diri Sendiri

Photo by lilartsy on Pexels.com

Sebagai penutup artikel ini saya ingin memberikan kamu beberapa tips penting namun sangat sederhana dalam menulis biografi atau memoar. Apa pun jenis gagasan yang kamu ambil dari daftar di atas, ini adalah tips dalam menuliskannya.

  • Menulislah dengan bebas, jangan biarkan dirimu terkurung dalam rasa khawatir, takut atau pun ragu. Hanya kamu yang tahu kisah hidupmu lengkap dengan hikmah di baliknya.
  • Bawa pengalaman aslimu dalam tulisan. Autobiografi dan memoar bukan kisah fiksi, ini adalah kisah yang terjadi dalam kehidupan realistis penulisnya. Jadi, pastikan kamu menceritakan kenyataan hidupmu yang sebenarnya dalam cerita.
  • Temui seseorang untuk diajak berbincang jika kamu ragu apakah tulisanmu akan berdampak pada dirimu.
  • Jika kamu baru pertama kali menulis hal semacam ini, jangan ragu untuk mengambil kursus di kelas menulis online Penulis Gunung ID. Insya Allah saya akan memandu kamu untuk dapat menulis autobiografi hidupmu sendiri dengan hasil yang paling sempurna.

Tertarik Menulis Kisah Pribadimu Menjadi Buku

Penulis Gunung ID membuka kelas menulis online yang bisa kamu ikuti dan memastikan kisah hidupmu yang berharga dapat ditulis menjadi sebuah buku yang bisa kamu baca dan juga bisa dibaca orang lain.

Jadwal kelas yang fleksibel, dilengkapi buku panduan, video tutorial dan private coaching, serta dipandu oleh penulis berpengalaman akan memastikan tulisanmu dapat diterbitkan menjadi buku.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


JENIS DAN PENGERTIAN CERITA FANTASI SERTA CARA MENULISKANNYA

Jadi, apa sebenarnya cerita fantasi itu?

Secara sederhana, pengertian cerita fantasi dapat didefinisikan sebagai cerita yang murni berkisah khayalan dan fantasi manusia. Dengan pengertian ini maka ciri khusus dari cerita fantasi adalah ia tidak mungkin terjadi di dunia nyata karena sifatnya yang khayalan murni.

Namun realitasnya tidak selalu demikian karena, ada pula jenis-jenis cerita fantasi yang mengambil setting, alur dan tokoh dari kehidupan nyata.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh mengenai arti cerita fantasi, jenis-jenisnya, dan juga cara sederhana dalam menuliskannya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by eberhard grossgasteiger on Pexels.com

Jika ditilik secara sederhana, pengertian cerita fantasi adalah sebuah cerita yang mengangkat tema mengenai dunia khayal manusia yang erat kaitannya dengan hal gaib. Contoh yang paling mudah untuk memahami cerita fantasi adalah dengan melihat berbagai karakter fantasi yang sudah sangat populer hingga saat ini.

Nah, apa saja karakter cerita fantasi tersebut?

Banyak, banyak sekali.

Kamu bisa menyebutkan kisah tentang peri, tentang kurcaci, tentang penyihir, tentang naga, tentang vampir, tentang puteri duyung, dan lain sebagainya. Semua makhluk itu bagaimana pun kontroversi yang mengiringi keberadaannya, harus diakui sebagai bagian dari produk imajinasi dunia fantasi.

Di samping itu, definisi lain dapat pula dilihat pada pengertian cerita fantasi brainly yang menyebutkan jika cerita fantasi adalah cerita fiktif yang lahir dari imajinasi atau khayalan penulis yang kemudian dibumbui dengan unsur-unsur yang berhubungan erat dengan hal yang berbau supranatural, metafisik dan magis.

Jadi ada beberapa unsur cerita fantasi yang paling penting terkait pengertiannya yaitu; khayalan – supranatural – imajinatif. Ini adalah 3 unsur paling penting pembentuk sebuah cerita fantasi.

BACA JUGA:

Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Photo by Ron Lach on Pexels.com

Setelah kamu memahami beberapa pengertian yang umum mengenai cerita fantasi di atas, sekarang apa saja jenis-jenis cerita fantasi yang perlu kamu ketahui?

Berdasarkan struktur teks cerita fantasi yang paling umum, cerita fantasi dapat dikelompokkan dalam 8 jenis yaitu;

  • Epic Fantasy – adalah jenis cerita fantasi yang utuh dan komprehensif. Fantasi epik  memiliki struktur dunianya sendiri. Fantasi jenis ini memiliki tatanan dunianya sendiri yang bisa saja sangat berbeda dengan dunia realistis. Dalam fantasi epik ada sebuah hukum, dimensi, pemaknaan ruang waktu yang sepenuhnya berdiri sendiri.
  • Low Fantasy – Ini adalah jenis cerita fantasi yang mengambil setting kehidupan nyata kemudian ditambahkan unsur supranatural di dalamnya.
  • Cerita Fantasi Realistis MagicPengertian dari cerita fantasi yang satu ini hampir mirip dengan low fantasy. Hanya saja dalam realistic magic fantasy, unsur supranatural yang ditambahkan adalah normal dalam dunia cerita tersebut.
  • Cerita Fantasi Pedang dan Sihir – seorang pahlawan yang berkembang dengan baik dengan bersenjata pedang, tombak, busur atau senjata tradisional semacam itu adalah ciri umum dari jenis cerita fantasi ini. Kehadiran penyihir dengan kekuatan magic-nya menjadi unsur yang memperkuat fantasy dari jenis ini.
Photo by luizclas on Pexels.com
  • Dark Fantasy – Ini adalah jenis fantasi gelap yang memadukan unsur supranatural, kekuatan gaib dan juga horor atau teror. Dark fantasy biasanya melibatkan kehadiran makluk-makluk menyeramkan dari alam lain seperti monster, vampir, alien, drakula, dan lain sebagainya.
  • Fabel – kamu tentunya sudah sangat familiar dengan fabel, bukan? Fabel adalah sebuah cerita imajinatif yang tujuan utamanya adalah memberikan pelajaran moral bagi para pembaca. Ciri utama dari jenis cerita fantasy berbentuk fabel adalah menggunakan karakter imajiner berupa binatang, tumbuh-tumbuhan, bintang-bintang dan lain sebagainya. Dalam karakter cerita fantasi berbentuk fabel, semua tokoh personifikasi ini digambarkan memiliki sifat seperti manusia termasuk sifat dan motivasinya.
  • Dongeng – Fabel mungkin hampir sama seperti dongeng, terutama jika ditilik dari tujuannya. Dalam dongeng atau fabel, tujuan dari cerita fantasi adalah untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai moral supaya dapat lebih diterima oleh pembaca. Perbedaan yang paling menonjol dari dongeng adalah ia biasanya ditulis untuk anak-anak dengan awalan yang sangat populer seperti; pada zaman dahulu, pada suatu hari, di suatu ketika, dan semacamnya.
  • Super Hero Fantasy – Jenis terakhir dari cerita fantasi adalah super hero fantasy yang tentu saja mengangkat cerita mengenai pahlawan super. Perbedaan yang paling mencolok dari cerita fantasi jenis ini dengan cerita fiksi super hero pada umumnya adalah asal kekuatan mereka. Jika dalam fiksi yang umum para super hero memperoleh kekuatan mereka dengan alasan yang dibuat ilmiah, maka dalam fantasi pahlawan super mendapatkan kekuatan mereka dari unsur supranatural.

Penjelasan lebih lengkap mengenai jenis-jenis cerita fantasi seperti di atas lengkap dengan contohnya dapat pula kamu lihat dalam artikel sebelumnya pada tautan ini: Jenis-Jenis Cerita Fantasi yang Paling Populer Sepanjang Masa

Cara Menulis Cerita Fantasi

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Dalam menulis cerita fantasi, ada beberapa tips dan langkah yang bisa kamu lakukan.

Secara ringkas, tips dan langkah tersebut adalah sebagai berikut;

  • Membaca dan Membaca – Kamu hanya akan bisa menulis sebaik kamu membaca. Jadi, sebelum kamu menulis satu kata pun dari cerita fantasi yang ada dalam imajinasimu, perbanyaklah referensi dan wawasanmu dengan membaca. Kamu dapat membaca novel fantasi yang ditulis oleh penulis favoritmu dan mempelajari bagaimana mereka membangun dunia fantasi yang megah dalam buku mereka.
  • Tentukan Target Pembaca Fantasi – Langkah kedua dalam menulis cerita fantasi atau cerita apa pun yang tujuan utamanya untuk publikasi masyarakat luas adalah dengan mempelajari target spesifik pembaca buku yang akan kamu tuliskan. Jika kamu mengetahui bahwa target pembacamu adalah anak-anak maka setting, alur dan pesan cerita haruslah dapat mereka terima dengan mudah.
  • Mulai dari yang Kecil – Lalu langkah seterusnya yang dapat kamu ambil dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memulainya dari yang kecil. Jadi, sebelum misalnya kamu mengambil fantasi epik dengan dunia fantasi yang lebih luas, kamu bisa memulainya dengan menulis beberapa cerpen dengan tema yang sama.
  • Lanjutkan ke Dunia yang Lebih Kompleks – Setelah kamu sudah bisa menyesuaikan dengan cerita fantasi melalui penulisan dalam skala yang lebih kecil maka sekarang adalah waktunya untuk membuat cerita yang lebih besar dan kuat. Kamu bisa membangun cerita fantasi epik, fabel atau apa saja dengan membiasakan dirimu pada ukurannya terlebih dahulu.
  • Tentukan Sudut Pandang yang Ideal – Sudut pandang adalah hal yang penting dalam penulisan cerita jenis apa pun, termasuk pula cerita fantasi. Nah, kamu dapat menentukan terlebih dahulu; kamu akan menulis kisah fantasimu dari sudut pandang apa? Apakah sudut pandang orang pertama serba tahu, orang pertama terbatas, orang kedua, orang ketika dan lain sebagainya.
Photo by Unsplash
  • Ciptakan Karakter Fantasi – Karakter fantasi adalah hal yang harus kamu bangun sebelum menuliskan kisah mereka. Pikirkan untuk menciptakan tokoh fantasi yang unik seperti halnya Narnia, Gollum, Obelisk, Puteri Duyung dan lain sebagainya
  • Gunakan Outline CeritaOutline atau kerangka cerita adalah hal yang penting dalam penulisan buku tema apa pun. Dalam penulisan cerita fantasi, outline akan membantu kamu dalam banyak hal. Mulai dari mengatasi kebimbangan saat menemui bagian yang terasa sulit hingga memastikan tidak ada plot yang kosong karena terlewatkan.
  • Hadirkan Nuansa yang Realistis – Meskipun kamu menulis cerita fantasi dongeng yang sepenuhnya khayalan, kamu tetap perlu membuatnya seperti nyata bagi pembaca. Guna mencapai tujuan itu kamu dapat membuat beberapa bagian dari kisah fantasimu berdasarkan keyakinan realistis yang ada di dunia nyata.
  • Tulis Dialog yang Otentik – Sebagai cerita yang memiliki tatanan hukum ilmiahnya sendiri, fantasi tentu berbeda dengan apa yang ada dalam kehidupan biasa. Nah, untuk memperkuat kesan ini kamu dapat menambahkan dialog yang otentik dan kuat dalam cerita.
  • Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir seperti Air – Hal penting terakhir yang juga harus kamu perhatikan dalam menulis cerita fantasimu adalah membiarkan ia mengalir dengan alami. Sebagai fantasi kamu mungkin tidak sabar untuk memperkenalkan semua tokoh dan setting cerita kepada pembaca, namun bagaimana pun. pesannya adalah tetap lakukan dengan natural, mengalir dengan alami.

Artikel lengkap tentang menulis cerita fantasi dapat kamu baca disini.

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, itu adalah pengertian cerita fantasi, jenis-jenisnya yang paling umum dan juga beberapa langkah paling penting untuk menuliskannya.

Menulis cerita fantasi dengan hasil yang bagus mungkin memang adalah tantangan yang sulit. Namun dengan praktik yang disiplin dan latihan terus-menerus, kamu akan mampu membangun dunia fantasimu sendiri yang mungkin saja akan sama hebatnya dengan dunia fantasi karya penulis besar seperti J.R.R. Tolkien atau pun JK. Rowling.

Jadi, selamat menulis fantasi, ya!

BACA PULA:

Kamu Ingin Menjadi Penulis?

Yuk, bergabung dalam kelas menulis online Penulis Gunung Id!

Dalam kelas ini kamu akan diajarkan cara menulis apa pun yang kamu butuhkan. Kamu bisa belajar menulis artikel, cerita fiksi hingga autobiografi. Proses bimbingan menulis akan langsung dipandu oleh penulis terbaik dengan pengalaman menulis yang panjang.

Jadi, jangan ragu untuk bergabung di kelas Penulis Gunung ID, ya!


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 TIPS JITU CARA MENULIS CERITA FANTASI LENGKAP DENGAN CONTOHNYA

Sebelumnya, saya telah menulis 15 contoh cerita fantasi yang bisa kamu gunakan sebagai template ide untuk menulis cerita serupa. Kali ini saya akan melengkapi artikel tersebut dengan mengajak kamu mengenal 10 tips paling jitu cara menulis cerita fantasi.

Jenis cerita fantasi adalah jenis cerita fiksi yang banyak digemari sepanjang masa. Khayalan murni yang menjadi ciri khas cerita fantasi memberi banyak cakrawala bagi pembaca untuk berimajinasi. Cerita fantasi yang bagus, bahkan memiliki ikatan lebih kuat daripada cerita nyata pada pembacanya.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi dan bagaimana cara menuliskannya?

Saya akan mencoba mengajak kamu untuk menjelajahinya lebih jauh dalam artikel kali ini.

Jadi, pastikan kamu membacanya sampai habis, ya.

Pengertian Cerita Fantasi

Photo by Antonio Friedemann on Pexels.com

“Tidak peduli seberapa aneh dan menentang hukum ilmiah cerita fantasi yang kamu tuliskan, bagi pembaca ini harus terlihat seperti sebuah kenyataan”

A Wan Bong

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan cerita fantasi itu?

Cerita fantasi adalah satu genre sastra yang menampilkan unsur magis, supranatural dan keajaiban yang sama sekali berbeda dengan dunia nyata. Beberapa definisi cerita fantasi juga tertarik untuk memberikan pengertian dari genre ini sebagai satu jenis karya fiksi khayalan murni yang artinya tidak akan pernah terjadi dalam dunia nyata.

Walaupun khayalan murni, beberapa penulis ada pula yang mengkombinasikan antara setting dunia nyata dengan unsur-unsur fantastis dan imajiner murni. Namun secara umum, pada banyak contoh cerita fantasi ditemukan logika fisik, hukum dan aturan mereka sendiri. Ini bisa saja sepenuhnya imajiner.

Akan tetapi, tidak perduli seberapa aneh dan khayal cerita yang kamu tulis, bagi pembaca ini harus terlihat sebagai sesuatu nyata.

Walaupun Cerita fantasi dongeng atau apa pun sebutannya yang melampaui logika ilmiah dan tidak terikat dengan fakta-fakta yang ada. Namun, motivasi dan dorongan yang ada dalam cerita fantasi tersebut umumnya sangat manusiawi.

Pada masa abad ke-20, beberapa tema yang paling banyak diangkat dalam genre cerita fiksi fantasi misalnya adalah peri, penyihir, centaur, goblin, troll, kurcaci dan lain sebagainya. Kamu bisa melihat perwujudan contoh cerita fantasi tentang alam khayal yang menarik misalnya dalam film The Lord Of the Ring, Narnia, atau pun The Hobbit.

BACA JUGA:

Beberapa Contoh Cerita Fantasi yang Populer

Ada banyak sekali karya cerita fantasi yang sudah sangat populer di dunia. Baik ia yang ditulis hanya dalam bentuk buku saja atau pun yang sudah diadaptasikan dalam film dan serial televisi.

Beberapa contoh cerita fantasi yang sudah sangat terkenal dan telah dibuat pula versi film misalnya adalah sebagai berikut;

  • The Hobbit karya J.R.R. Tolkien yang dirilis tahun 1937.
  • The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkien, rilis antara 1954 – 1955
  • The Golden Compass karya Philip Pullman tahun 1995
  • Harry Potter karya J.K. Rowling tahun 1997
  • Alice in Wonderland karya Lewis Carroll tahun 1865
  • A Game of Thrones karya George R. R. Martin tahun 1996.

Dapat kamu lihat pada contoh-contoh di atas bahwa karya fiksi fantasi adalah juga novel-novel yang mungkin paling laris di dunia, kan?

Artinya apa?

Arti optimisnya adalah jika kamu bisa membuat sebuah cerita fantasi dengan kualitas seperti Harry Potter, The Lord of the Ring atau Game of Thrones, kamu mungkin akan menciptakan sebuah legenda kehidupan baru yang sangat luar biasa.

Jadi, mari saya ajak kamu untuk mempelajari caranya.

10 Tips Ampuh Membuat Cerita Fantasi

Apakah kamu berniat membuat cerita fiksi yang pendek seperti cerpen atau bahkan novel dengan tebal 500 halaman sekali pun, tips-tips berikut ini akan membantu kamu melakukannya dengan lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.

Nah, apa saja tipsnya?

Yuk, kita lihat satu persatu.

Membaca dan Membaca

Source: Unsplash

Ingatlah sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kamu hanya bisa menulis sebaik kamu membaca. Semakin banyak yang kamu baca, semakin jauh kamu memahami bacaannya, maka akan semakin bagus pula tulisan yang kamu hasilkan kemudian.

Hal ini juga berlaku dalam penulisan cerita fantasi fiksi.

Sebelum kamu terjun dan mulai menulis struktur cerita fantasi milikmu sendiri, pikirkan untuk membaca karya fiksi fantasi yang orang lain tulis lebih dulu. Ini tidak hanya akan menambah pengetahuan dan wawasanmu mengenau sebuah cerita fantasi. Akan tetapi lebih jauh, membaca karya cerita fantasi milik orang lain juga akan membantu kamu untuk mampu menghasilkan karya yang lebih baik.

Kamu dapat melihat bagaimana penulis fantasi menghadirkan tokoh-tokohnya, memperkenalkan latar belakang mereka, atau mungkin menjelaskan latar cerita yang sangat imajiner bahkan untuk dibayangkan sekali pun.

Perhatikan semua detail semacam itu sebagai referensi penulisan cerita fantasi yang kamu lakukan.

Intinya pada langkah yang pertama ini adalah kamu belajar navigasi penulisan cerita fantasi berdasarkan bacaan fantasi yang dapat kamu baca sebanyak mungkin.

Pastikan Siapa Pembaca Targetmu

Photo by Monstera on Pexels.com

Antara fiksi fantasi untuk anak kecil, remaja dan dewasa, tentu saja memiliki banyak detail yang berbeda. Nah, pastikan dalam langkah kedua ini kamu mengenal dan menetapkan siapa pembaca yang akan kamu jadikan terget cerita fantasi yang kamu tulis.

Jika misalnya kamu melihat contoh cerita fantasi 4 paragraf atau yang sejenis itu, maka tentu saja itu adalah targetnya anak-anak. Cerita fantasi anak menuntut penjabaran alam imajiner yang lebih sederhana, lebih mudah dinalar, topik yang menarik untuk dunia anak-anak, dan tentu saja tidak terlampau panjang.

Kemudian jika kamu memilih target pembacamu adalah remaja, maka contoh cerita fiksi singkat 3 paragraf dan sejenisnya sudah tidak cocok. Remaja membutuhkan tingkat rangsangan imajiner yang lebih tinggi daripada pembaca anak-anak. Sementara itu, mereka juga belum bisa mencapai alam fantasi yang lebih berat seperti orang dewasa.

Lantas, bagaimana dengan pembaca dewasa?

Nah, jika ceritamu adalah fantasi berat dan epik dengan konflik yang hanya dapat dibayangkan oleh dewasa, maka target pembacamu adalah orang dewasa.

Kamu lebih bebas bereksplorasi di bagian ini. Orang dewasa memang jauh lebih kritis, dan mereka tentu jauh lebih mudah memahami esensi imajiner dari sebuah fiksi fantasi. Meskipun harus diakui kadang-kadang, imajinasi dan fantasi anak kecil kadang jauh lebih bekerja daripada orang dewasa.

Mulai dari yang Kecil

Source: Unsplash

Tahukah kamu sebelum J.R.R. Tolkien menulis cerita fantasi The Hobbit yang hebat itu, ia terlebih dahulu menulis beberapa kisah pendek tentang Middle Earth atau Dunia Tengah yang menjadi latar The Hobbit?

Mengapa ia melakukannya?

Tentu saja untuk melatih dirinya dan membiasakan cerita itu dalam penulisan yang ia lakukan.

Membangun dunia fantasi tidak semudah ketika kamu bercerita pengalaman liburan. Fantasi membutuhkan cara bercerita, penyesuaian, dan adaptasi yang jauh lebih kompleks. Cerita fantasi beserta strukturnya bahkan kadang sulit dipahami oleh penulisnya sendiri jika tidak dibiasakan.

Oleh karena itu ambillah contoh dari J.R.R. Tolkien ini dalam menulis kisah fantasimu dalam bentuk novel yang panjang dan berat. Mulailah dari kecil dahulu dan biasakan dirimu akan hal tersebut.

BACA JUGA:

Masuk ke Dunia Besar

Photo by Ferdinand Studio on Pexels.com

Setelah kamu terbiasa dengan beberapa kisah kecil yang merupakan bagian-bagian dalam karya fantasimu yang lebih utuh, sekarang adalah saatnya untuk membuat skenario fantasi yang lebih besar.

Alam cerita fantasi adalah alam yang lebih luas, kompleks, rumit dan membutuhkan usaha keras untuk dapat dipahami. Kamu tidak hanya akan ‘dipaksa’ untuk membayangkan tentang tokoh atau karakter cerita. setting dan konfliknya semata.

Namun dalam cerita fantasi yang lebih sempurna, kamu juga harus mampu menyusun dunia baru baik itu geografi, adat-istiadat, sejarah atau pun budayanya sendiri. Menyusun kotak-kotak fantasi seperti ini akan lebih mudah jika kamu mempraktikkan menulis cerita fantasi pendek tentang alam khayal tersebut pada langkah sebelumnya.

Jadi, bayangkan bagaimana sebuah iklim fantasi, geografi, gunung-gunungnya, musim-musimnya, dan segala sesuatu yang membangun sebuah cerita fantasi yang akan menjadi dunia baru dalam novel fantasimu nantinya.

Kemudian susunlah kepingan-kepingan itu menjadi dunia fantasi yang lebih besar dan lengkap.

Tentukan Sudut Pandang yang Tepat

Photo by Unsplash

Langkah selanjutnya dalam menulis cerita fantasi adalah dengan memilih sudut pandang yang paling tepat. Efektifitas ciri orientasi pada cerita fantasi adalah satu hal yang berkaitan erat dengan sudut pandang. Apakah kamu akan menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, ataukah kamu ingin menggunakan sudut pandang orang pertama yang banyak tahu. Itu adalah pertimbangan yang harus kamu pikirkan.

Jika kamu memilih sudut pandang orang ketiga serba tahu, kamu akan berubah menjadi narator yang menggambarkan keseluruhan fantasi imajiner untuk dibayangkan oleh pembaca. Akan tetapi jika kamu memilih sudut pandang orang pertama, maka kamu juga memiliki kesempatan untuk mengundang pembaca bertualang dalam dunia fantasi melalui sudut pandang yang kamu hadirkan.

Mana yang terbaik di antara dua sudut pandang tersebut?

Tidak ada anjuran khusus mengenai sudut pandang paling sempurna dalam cerita fantasi seperti ini. Hal yang bisa menjadi pertimbangan kamu adalah sejauh mana kamu bisa mengeksplorasi alam imajinasi atau fantasi melalui sudut pandang tersebut.

Baik ia sudut pandang orang pertama atau orang ketiga tidak akan menjadi masalah selama kamu dapat menghadirkan cerita fantasi total yang terasa nyata dalam imajinasi para pembaca.

Ciptakan Karakter Fantasimu

Photo by Anna Kester on Pexels.com

“Dalam cerita fantasi, kehebatan penulis dibatasi oleh kemampuan imajinasinya sendiri”

A Wan Bong

Mantra pertama yang akan membuatmu lebih bebas dalam menciptakan karakter dalam dunia fantasi adalah karena ini bukan dunia nyata. Oleh karena itu lupakan batasan karakter cerita yang rumit, kompleks dan penuh dengan kekurangan. Dalam cerita fantasi bersifat khayal murni, kamu bisa ‘menabrak’ segalanya.

Dibandingkan membuat daftar tokoh protagonis, antagonis dan tritagonis yang rumit, mengapa tidak membuat sketsa yang lebih bebas?

Apakah kamu ingin membuat karakter utama cerita fantasimu adalah seekor peri dengan sayap selebar elang, mahkota berkilauan, bersenjatakan harpa mutiara atau pedang dari batuan bintang, semua terserah padamu. Sekali lagi, ini adalah fantasi. Hanya batasan imajinasimu sendiri yang mampu membatasi kemampuan karakter fantasimu.

Sebagai cara untuk mempermudah gambaran karaktermu, coba bayangkan karakter Gollum dalam The Lord of the Rings, karakter Narnia, karakter Harry Potter dan lain sebagainya.

Pacu imajinasimu untuk menciptakan karakter-karakter super kreatif dan melampai hukum ilmiah semacam itu.

BACA JUGA:

Buatlah Outline

Photo by Oleg Magni on Pexels.com

Dalam menulis novel, dikenal dua istilah untuk penulis yang paling umum. Istilah pertama adalah plotter dan istilah kedua adalah pantser. Kedua istilah ini digunakan sama-sama untuk menjelaskan sikap seorang penulis terkait penggunaan outline novel atau kerangka cerita.

Untuk para penulis yang menggunakan outline atau kerangka cerita dalam penulisan mereka, mereka disebut dengan plotter. Sementara untuk para penulis yang tidak menggunakan kerangka dalam menulis, mereka disebut sebagai pantser. Penulis seperti ini benar-benar seperti sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa mereka menulis seperti air yang mengalir.

Pada dasarnya baik genre jenis apa pun yang dipilih, plotter dan pantser sama-sama menarik dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun untuk kamu yang baru pertamakali menulis novel, sebaiknya kamu memilih menggunakan kerangka terlebih dahulu. Cara kerja plotter akan lebih mudah untuk kamu ikuti dibandingkan pantser. Lebih-lebih karena novel yang kamu tulis adalah fantasi, sebuah rangkaian cerita khayalan yang harus terasa realistis.

Dengan outline, kamu dapat memastikan bahwa tidak akan ada plot yang terlewat. Di sisi lain dalam penulisan cerita fantasi irisan, outline juga akan membantu kamu ketika misalnya merasa kehilangan ide selama proses penulisan berlangsung.

Hadirkan Aroma yang Nyata

Photo by Unsplash

Tugas paling besar dari penulis cerita fiksi fantasi adalah membuat dunia khayal mereka terasa nyata bagi pembaca. Nah, hal ini tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan?

Lantas bagaimana caranya supaya kamu dapat mengupayakan bahwa imajinasi yang kamu tuangkan dalam cerita fantasi dapat terasa nyata bagi pembaca?

Salah satu cara yang terbukti efektif untuk menghadirkan aroma realistis dalam cerita fantasi yang murni khayal adalah dengan menelusuri beberapa detail dalam kehidupan nyata. Setelah kamu mendapatkan detailnya, kamu dapat menaplikasikannya sebagai bagian dari eksposisi setting, karakter, dialog atau plot dalam cerita fantasi.

Contohnya begini;

ketika kamu memutuskan untuk memasukkan dunia politik dan ekonomi dalam fantasimu, maka pikirkan pula akar masalahnya. Jika kamu mengajukan pertanyaan; mengapa orang-orang saling membunuh untuk kekuasaan? Mengapa kekuasaan dan kekayaan dapat menjadi motivasi orang melakukan kejahatan? Dan lain sebagainya.

Jadi meskipun tokoh fantasimu adalah total fiksi khayalan, pastikan masalahnya dan dorongan yang menggerakan mereka adalah sesuatu yang nyata dan realistis. Dengan cara itu pembaca akan lebih mudah merasakan unsur kenyataannya.

Tulis Dialog yang Otentik

Photo by Unsplash

Tips selanjutnya dalam menulis cerita fantasi yang menarik adalah dengan memasukkan dialog yang otentik. Ingatlah pula bahwa karakter yang kamu gunakan adalah khayalan dan tidak eksis  di dunia nyata. Jadi pastikan kamu menggunakan dialog yang tepat untuk mereka.

Pertimbangkan pula bahwah tokoh cerita fantasimu berdialog dengan pengaruh latar belakang mereka, setting dan budaya mereka, jadi ini bisa saja sangat berbeda dengan dialog manusia.

Meskipun demikian, jangan pula membiarkan terlalu banyak kalimat eksposisi dalam dialog hanya sebagai cara untuk menyampaikan ide imajinermu kepada pembaca. Biarkan semuanya otentik, mengalir dengan alami dan tanpa perlu dipaksakan.

Kamu dapat menambahkan kalimat eksposisi dalam dialog jika memang hal itu dibutuhkan. Namun jika tidak perlu, jangan memaksakannya. Tetap lakukan saja dialognya dengan otentik.

BACA PULA:

Biarkan Cerita Fantasimu Mengalir

Photo by Mathias P.R. Reding on Pexels.com

Tips terakhir untuk kamu yang menulis cerita fantasi adalah dengan memastikan ceritamu mengalir secara natural. Ini memang adalah alam fantasi atau khayalan semata, namun dalam menuliskannya, kamu tetap harus mempertahankan gaya bercerita yang alami.

Alam dunia fantasi yang sudah kamu buat tentu membuat kamu ingin menceritakan segalanya kepada pembaca secepat mungkin. Kamu mungkin saja tergoda untuk memperkenalkan semua karaktermu kepada pembaca pada awal cerita.

Tapi tipsnya tidak demikian.

Pastikan alur cerita mengalir dengan natural. Jangan memaksakan untuk memperkenalkan semua setting, tokoh dan konflik pada awal cerita. Biarkan saja ceritanya mengalir apa adanya secara natural atau alami.

Artinya adalah jika salah satu karaktermu memang harus tampil terakhir dan perlu diketahui pembaca menjelang cerita selesai, maka lakukan seperti itu. Jangan memaksakan tokoh cerita fantasi tersebut tampil lebih cepat hanya karena kamu tidak sabar memperkenalkannya pada pembaca.

Jadi, lakukan dengan senatural mungkin, ya.

Tertarik Menjadi Seorang Penulis Profesional?

Kamu dapat mengikuti kelas menulis online di Penulis Gunung ID dan melangkah menuju cita-citamu untuk menjadi seorang penulis profesional. Pilih kelas apa pun yang kamu minati, dari menulis cerpen, artikel, novel hingga mengubah pengalaman pribadi buku.

Bersama A Wan Bong, mentor penulisan yang disiplin dan berpengalaman, kamu akan dipandu untuk menghasilkan mahakarya terbaikmu.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


7 TIPS MEMBUAT TOKOH ANTAGONIS YANG TAK TERLUPAKAN DALAM NOVEL

“Tanpa tokoh antagonis, tokoh protagonis tidak akan bisa bisa menjadi pahlawan dalam sebuah cerita. Jadi, pastikan Anda membuatnya dengan sempurna”

A Wan Bong

Dalam setiap cerita, tokoh antagonis adalah tokoh yang membuat tokoh protagonis menjadi pahlawan, karena itu ia harus ditetapkan lebih dulu. Tokoh protagonis memang menjadi karakter yang mewakili gambaran ideal para pembaca, namun gambaran itu sendiri tidak akan terwujud tanpa adanya tokoh antagonis.

Sayangnya bagi beberapa penulis pemula, tokoh antagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat dan buruk, hampir selalu seperti itu.

Ini tidak sepenuhnya salah, namun jika gambarannya hanya sedangkal itu, tokoh antagonis tidak lebih dari penghias sebuah cerita dan akan sangat mudah untuk dilupakan setelahnya.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk melihat bagaimana membuat tokoh antagonis yang kuat dan menarik. Tokoh antagonis yang tidak hanya menjadi musuh bagi tokoh protagonis, namun juga mampu membangun dunia cerita menjadi lebih sempurna.

Bagaimana caranya?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

7 Tips Membuat Tokoh Antagonis Menjadi Super Keren Dalam Cerita

Source: Unsplash

Jika tokoh protagonis adalah tokoh cerita yang selau identik dengan segala sifat terpuji dan mulia, maka tokoh antagonis adalah sebaliknya. Setidaknya itu adalah gambaran sederhana yang awam mengenai karakter tokoh dalam cerita.

Tetapi, benarkah demikian?

Sebenarnya tidak juga, terutama jika kamu adalah seorang penulis atau pembaca yang ingin karakter dalam ceritamu yang tidak itu-itu saja.

Dalam praktik yang lebih mendasar, tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai tokoh yang menghalangi dan merintangi protagonis dalam mencapai tujuan cerita. Esensinya  adalah; apa yang menjadi latar belakang deksripsi tokoh antagonis tersebut supaya perannya dalam cerita menjadi sempurna?

Nah, untuk kamu yang sedang menulis cerita novel atau pun hanya sekedar cerpen dan berniat menghadirkan satu karakter antagonis yang tidak biasa, tips berikut sangat layak untuk kamu lakukan.

BACA JUGA:

Beri Tokoh Antagonis Motivasi yang Kuat

Source: Unsplash

Hal pertama yang harus kamu pikirkan ketika menetapkan watak tokoh adalah motivasi mereka haruslah kuat. Baik ia adalah tokoh protagonis mau pun antagonis, motivasi mereka harus sangat kuat.

Motivasi adalah apa yang mendorong tokoh antagonis dalam melakukan aksinya. Jika kamu membuat tokoh antagonis ingin membunuh tokoh protagonis dalam cerita, maka berikan ia alasan yang kuat mengapa ia melakukannya.

Dan ingat, kebencian semata yang tidak beralasan tidak menarik untuk menjadi motivasi seorang antagonis.

Ada sebuah dorongan besar yang memaksa tokoh antagonis untuk melakukan aksinya merintangi tokoh protagonis mencapai tujuan. Hal ini bisa saja karena dendam kesumat lama, rasa iri hati yang parah, atau karena tokoh protagonis sendiri menghalangi jalan tokoh antagonis untuk mencapai tujuannya.

Hal yang harus kamu ingat dalam tips yang pertama ini adalah berikan motivasi yang kuat pada tokoh antagonis dalam peran mereka.

Beberapa motivasi antagonis yang menarik dan dapat kamu adopsi misalnya adalah;

  • Motivasi cinta dan hasrat seksual.
  • Motivasi tugas dan kehormatan.
  • Motivasi keluarga.
  • Motivasi status dan ketenaran.
  • Motivasi karena ketakutan
  • Motivasi karena keinginan untuk balas dendam dan lain sebagainya.

Tunjukkan Bahwa Tokoh Antagonis Memiliki Luka Masa Lalu

Photo by Engin Akyurt on Pexels.com

Contoh watak tokoh antagonis yang cukup populer misalnya adalah Joker, karakter antagonis yang kemudian menjadi mastermind kejahatan dalam film Batman. Dapatkah kamu menyebutkan alasan mengapa karakter Joker itu menarik?

Ya, salah satu adalah karena masa lalunya yang sulit.

Ketika menggambarkan tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat jahat dan kejam, kamu tidak dapat membuat hal itu terjadi dengan sekonyong-konyong. Dibutuhkan sebuah proses yang membentuk karakter antagonis menjadi jahat dan mengerikan.

Memberikan gambaran masa lalu tokoh antagonis yang sulit akan membantu pembaca untuk memahami mereka. Pada perkembangannya adalah, pembaca dapat mengerti mengapa karakter antagonis dapat berubah menjadi jahat.

Kondisi trauma masa kecil, terlahir dari keluarga broken home, dibully, pernah mengalami pelecehan seksual, dipaksa untuk melalukan kejahatan dan lain sebagainya, adalah beberapa jenis masa lalu sulit yang bisa kamu adaptasikan dalam latar belakang tokoh antagonis.

Bangun Emosional Tokoh Antagonis yang Masuk Akal

Photo by Evelyn Chong on Pexels.com

Sekali lagi, jangan menciptakan tokoh antagonis yang bertindak jahat tanpa alasan yang jelas. Jangan biarkan ia membunuh orang-orang hanya karena ia suka melakukannya.

Ada sebuah alasan yang jelas dan perasaan emosional yang kuat mengapa orang jahat dapat berubah menjadi jahat. Berikan pandangan tokoh antagonis kepada pembaca bahwa apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang benar menurut pandangannya.

Ingat juga ungkapan yang mengatakan bahwa tokoh antagonis adalah tokoh yang baik dalam prinsipnya. Tokoh antagonis adalah tokoh protagonis dalam dunianya.

Penting bagi kamu untuk menyusun sebuah cerita yang masuk akal mengapa tokoh antagonis memiliki emosional yang jelas atas prilakunya. Ini memiliki korelasi pula dengan memberinya masa lalu dan motivasi yang sulit sebagai dorongan untuk bertindak. Hanya saja dalam tips yang ketiga ini adalah pastikan emosi itu adalah sesuatu yang jelas dan logis.

Buat Tokoh Anatagonis Seolah Tidak Terkalahkan

Photo by Ronu00ea Ferreira on Pexels.com

Tips selanjutnya untuk menciptakan tokoh antagonis yang tak terlupakan bagi pembaca adalah dengan membuat mereka hampir tidak terkalahkan.

Perhatikan bagaimana gambaran karakter Thanos dalam film superhero Avengers. Atau lihat bagaimana Lord Voldemort dalam serial Harry Potter. Bangun sebuah kompleksitas kekuatan, keunggulan dan kelebihan dalam karakter antagonis yang tidak dimiliki oleh tokoh protagonis. Dengan cara ini akan muncul persepsi dalam benak pembaca bahwa ia mungkin saja tidak dapat dikalahkan.

Kamu mungkin bertanya; bagaimana memberikan keunggulan tak terkalahkan pada tokoh antagonis untuk tema cerita yang bukan superhero seperti itu?

Bahkan untuk cerita romantis pun kamu bisa menciptakan karakter antagonis yang memukau.

Caranya klasik dan sangat umum dilakukan dalam lintas cerita masa lalu.

Berikan tokoh antagonismu banyak keunggulan seperti penampilan fisik yang sempurna, limpahan materi, kepintaran, kedudukan yang tinggi, latar belakang yang kuat dan lain sebagainya.

Kamu tentunya dapat dengan mudah menemukan contoh antagonis dengan gambaran seperti ini, bukan?

Memiliki Hubungan yang Kuat dengan Tokoh Protagonis

Source: Unsplash

Ada sebuah koneksi yang kuat terjalin antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis dalam cerita. Kamu dapat membuat koneksi yang mengikat seperti itu dan menemukan celah untuk menempatkannya dengan baik.

Kamu tentu masih ingat dengan karakter Lord Voldemort yang membunuh orang tua Harry Potter dan memberikan luka di kening Harry, kan?

Pada perkembangan cerita, apa yang dilakukan oleh Lord Voldemort dan luka di kening Harry terus membuat keduanya terhubung. Ini adalah salah satu contoh hubungan yang menarik antara antagonis dan protagonis.

Ingat kembali bahwa tokoh antagonis adalah orang yang memerankan karakter untuk merintangi jalan tokoh protagonis. Namun di sisi lain, tokoh antagonis juga adalah tokoh kunci yang membuat tokoh protagonis tampil menjadi pahlawan.

Dengan istilah yang agak dramatis harus dikatakan bahwa tanpa tokoh antagonis, tokoh protagonis bukanlah siapa-siapa.

Buat Tokoh Antagonis Memiliki Beberapa Sifat yang Hebat

Photo by Dinielle De Veyra on Pexels.com

Kemudian yang harus kamu lakukan untuk membuat tokoh antagonis menjadi hebat dan tidak terlupakan dalam novelmu adalah dengan memberikan ia beberapa sifat hebat yang layak untuk dipuji.

Bagaimana maksudnya?

Sederhana saja, jangan melulu secara dangkal memaknai bahwa karakter antagonis adalah tokoh yang penuh sifat kejahatan semata. Akan tetapi, berikan pula mereka salah satu sifat yang layak untuk dihormati dan dikagumi oleh pembaca.

Sifat yang seringkali menjadi ciri-ciri tokoh antagonis adalah jahat, licik, iri hati, dendam, curang, dan lain sebagainya. Ketahuilah, ini adalah sifat-sifat rendah yang terlalu umum. Sebagai antagonis, sifat-sifat semacam tidak akan membuat tokoh antagonis dalam novelmu berbeda dengan yang tokoh antagonis lainnya.

Nah, supaya lebih menarik berikan pula sifat hebat untuk tokoh antagonismu seperti keberanian, kecerdasan, rela berkorban, pantang menyerah, teguh dan lain sebagainya.

Dapatkan Role Model Tokoh Antagonis dari Kehidupan Nyata

Photo by August de Richelieu on Pexels.com

Tips terakhir yang bisa kamu aplikasikan untuk menciptakan karakter antagonis yang kuat dalam cerita adalah dengan mengambil role model dalam kehidupan nyata.

Kamu pastinya mengetahui antagonis dalam kehidupan nyata yang bisa kamu lihat di koran, televisi atau internet, kan? Mereka bisa saja adalah seorang pengacara yang jahat, politisi tamak yang korup dan pemakan uang rakyat, predator seksual yang menyamar menjadi tokoh agama, atau apa pun saja.

Dapatkan gambaran penuh orang-orang seperti ini secara spesifik mulai dari sepak terjangnya, detail karakternya, ciri-ciri fisiknya dan lain sebagainya.

Akan tetapi pastikan kamu membuatnya fiksi dengan menyamarkan nama atau identitas asli mereka. Kamu tentunya tidak ingin dituntut karena antagonis yang kamu tulis dalam novelmu terlihat sangat identik dengan seseorang dalam kehidupan nyata, bukan?

BACA JUGA:

Wujudkan Impianmu Menjadi Penulis Bersama Kelas Menulis Online Penulis Gunung ID

Jika kamu adalah salah satu orang yang tertarik menjadi penulis, menumpahkan pengalamanmu dalam lembar buku dan kata-kata, maka saatnya kamu bergabung bersama kelas menulis online Penulis Gunung ID.

Pilih kelas yang paling cocok dan pastikan karyamu terbit hingga menjadi buku.

Berani?

Kisah hidup Anda yang berharga ditulis dalam bentuk buku?

Anda seorang pembelajar mandiri?

Gunakan saja ebook panduan untuk menulis kisah Anda dengan sangat menarik


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


6 TIPS MENULIS NOVEL SEJARAH SEPERTI HAMKA DAN PRAMOEDYA

Terus terang, saya jatuh cinta pada banyak novel sejarah.

Para penulis novel sejarah tidak hanya mampu memberikan gambaran yang berbeda mengenai satu peristiwa sejarah yang monumental. Namun, dengan kemampuan menulis yang baik, mereka juga mampu menyampaikan sebuah pesan yang tidak dapat diberikan oleh buku sejarah yang biasa. Untuk alasan itu, saya rasa bukan hanya yang jatuh cinta pada novel sejarah.

Sebuah novel sejarah yang ditulis dengan sempurna tidak hanya enak untuk dibaca tapi juga memiliki kekuatan super untuk ‘melakukan’ sesuatu. Ambil contoh Max Haveelar yang ditulis oleh Multatuli, novel kritikan itu bukan hanya berhasil menarik perhatian masyarakat dunia, namun juga menjadi cikal bakal berakhirnya rezim tanam paksa.

Atau ambil contoh novel Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, atau Tenggelamnya Kapal Van der Wick karya Hamka. Semuanya memiliki kekuatan yang sangat menarik untuk ditelusuri, kata demi kata. Bahkan hingga saat ini, dua karya monumental itu masih sulit dicari tandingannya.

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk menulis novel sejarah beserta strukturnya dengan cara yang paling menarik. Tentu kamu memang bukan Hamka atau Pramoedya Ananta Toer, namun dengan tips ini nanti kamu setidaknya juga bisa menulis novel sejarah dengan kualitas yang menarik dan layak untuk dibaca.

6 Tips Menulis Novel Sejarah Seperti Hamka dan Pramoedya Ananta Toer

Photo by Skylar Kang on Pexels.com

Sebagai sebuah karya sastra, penulisan sejarah harus memenuhi empat unsur yang paling penting yaitu; emosi, gaya bahasa, empati dan intuisi. Dengan meleburnya empat hal ini secara simultan dalam penulisan fiksi sejarah, ia akan mampu menciptakan sebuah teks novel sejarah yang memukau.

Nah, sebelum saya mengajak kamu untuk lebih jauh melihat apa saja tips dalam menulis novel fiksi sejarah, mari menyegarkan ingatan kembali mengenai pengertian dari novel sejarah itu sendiri.

Jadi, apa sih,  yang dimaksud dengan novel sejarah itu?

BACA JUGA:

Pengertian Novel Sejarah

Photo by JJ Jordan on Pexels.com

Novel sejarah dapat diartikan secara sederhana sebagai sebuah karya sastra yang ceritanya terjadi di masa lalu atau masa lampau. Dalam istilah yang lebih populer, novel sejarah lebih sering disebut sebagai historical fiction atau fiksi sejarah.

Novel sejarah adalah satu jenis karya sastra yang merupakan kombinasi dari tiga hal penting yaitu; peristiwa sejarah sebagai realitas, fiksi sebagai interpretasi dan, sudut pandang penulis sendiri. Meleburnya tiga unsur ini membuat novel sejarah singkat sekali pun menarik untuk dibaca dan diperhatikan.

Novel sejarah ditulis untuk menangkap detail suatu periode sejarah seakurat mungkin. Hal ini bisa saja termasuk dalam karakter sejarah yang ditampilkan, setting-nya, atau pun even sejarahnya itu sendiri.

Beberapa hal yang paling sering dikombinasikan dalam penulisan novel sejarah atau fiksi sejarah adalah sebagai berikut;

  • Peristiwa sejarahnya asli namun dipadukan dengan tokohnya yang fiksi.
  • Tokoh sejarahnya asli namun satu detail peristiwa yang merupakan fiksi
  • Peristiwa dan tokoh sejarahnya adalah asli, namun jalan cerita, konflik, setting dan berbagai unsur pembangun ceritanya adalah rekayasa.

Beberapa Contoh Novel Sejarah di Indonesia

Di Indonesia kamu pastinya sudah tahu ada banyak contoh novel sejarah yang dituliskan. Beberapa yang cukup terkenal misalnya adalah;

  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wick – Hamka
  • Tetralogi Buru – Pramoedya Ananta Toer
  • Max Havelaar – Multatuli
  • Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari
  • Gadis Kretek – Ratih Kumala
  • Dan lain sebagainya.

6 Tips Menulis Novel Sejarah

Dengan panjang dan banyak peristiwa sejarah di Indonesia, kamu tentu saja dapat memilih salah satu peristiwa sejarah dan menjadikannya sebagai inspirasi menulis novel. Novel sejarah fiksi Indonesia seperti pada beberapa judul contoh di atas, telah menjadi karya sastra yang monumental untuk dikisahkan.

Nah, jika kamu juga ingin menulis novel dengan memasukkan unsur sejarah di dalamnya, 6 tips berikut ini sangat layak untuk kamu pertimbangkan.

BACA PULA:

Pilih Peristiwa Sejarah yang Kamu Minati dan Lakukan Brainstorming

Photo by Pixabay on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan ketika ingin menulis sebuah novel sejarah apa pun adalah dengan memilih momen sejarahnya sendiri. Setelah kamu menemukan momen sejarah yang menarik untuk kamu tuliskan, kamu dapat melanjutkan pada tahap berikutnya.

Anggaplah misalnya kamu tertarik dengan peristiwa G30 S PKI dan berbagai kemelut yang terjadi pada masa itu. Maka pada langkah yang pertama ini kamu dapat memilih peristiwa pemberontakan berdarah dalam sejarah Indonesia itu sebagai fokus tulisanmu.

Atau misalnya kamu lebih tertarik dengan peristiwa sejarah tentang Perang Diponegoro. Atau peristiwa anjir dimana para pengikut Pangeran Diponegoro menggantikan patok tanah yang dipasang oleh Belanda dan para pendukungnya dengan tombak.

Jika ini adalah momen sejarah yang menarik hatimu, maka kamu dapat memfokuskan ceritamu pada kisah itu.

Selanjutnya bagaiamana?

Kemudian yang harus kamu lakukan adalah dengan brainstorming atau mengambil waktu untuk mendapatkan percikan ide.

Teknisnya adalah dengan mengambil waktu secukupnya untuk kamu memikirkan apa saja yang terlintas di benakmu terkait peristiwa sejarah yang sudah kamu pilih sebelumnya. Persenjatai dirimu untuk melakukan proses ini dengan sebuah pulpen dan selembar kertas lalu tuliskan apa saja yang terlintas dalam benakmu.

Brainstorming dalam penulisan novel sejarah ini sama seperti proses free writing dimana kamu menulis bebas apa pun yang terlintas dalam benakmu. Jika dalam benakmu terbersit adegan film, video di internet, tulisan dalam buku atau apa pun saja yang terkait dengan peristiwa sejarah yang sudah kamu pilih, maka tuliskan semua itu secara bebas dalam brainstorming.

Tetapkan Periode Waktu Penulisan Sejarah dan Bagian Fiksinya

Source: National Geographic Indonesia

Nah, selanjutnya kamu masuk pada langkah kedua untuk mulai memetakan novel sejarah yang akan kamu tuliskan nantinya.

Informasi teknisnya pada langkah yang kedua atau tips yang kedua ini adalah, dengan menetapkan periode waktu penulisan sejarah dan bagian mana yang akan mendapatkan sentuhan fiksi dari imajinasimu sendiri.

Ketika kamu memilih menulis novel sejarah dunia atau Indonesia, ini sudah pasti harus ada unsur fiksinya. Sebagai penulis fiksi, bagian inilah yang akan memberikan kamu kemerdekaan dalam bercerita karena kamu bukan menulis teks sejarah, melainkan karya fiksi sejarah.

Jika sebelumnya kamu memilih peristiwa perang Diponegoro sebagai momen sejarah pilihanmu, maka kamu mulai dapat memetakan bagian yang akan mendapatkan sentuhan fiksinya.

Apakah kamu akan menciptakan satu karakter fiksi yang menyaksikan perang tersebut dan ikut mengiringi langkah sang pangeran pulau Jawa dalam berperang melawan Belanda?

Atau kamu ingin seluruh karakter adalah asli, namun setting-nya adalah rekayasa, jalan ceritanya rekayasa dan berbagai konfliknya yang ada di dalamnya juga fiksi.

Intinya adalah; pilih bagian mana dari momen sejarah itu yang akan kamu berikan sentuhan fiksinya. 

BACA JUGA:

Lakukan Riset

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Riset dan penelitian adalah bagian dari kaidah penulisan novel sejarah.

Kamu tidak dapat meninggalkan bagian ini bukan hanya karena berusaha menghindari kritik sejarah. Namun esensi novel sejarah yang paling baik adalah memang yang paling banyak menghadirkan sesuatu yang nyata dan sesuai dengan sejarah.

Riset penulisan novel sejarah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kamu misalnya bisa membaca buku, mengujungi web novel sejarah, menonton film, mencari dokumen di perpustakaan atau apa saja yang intinya; kamu mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai peristiwa sejarah yang akan kamu tuliskan nantinya.

Penulisan fiksi sejarah adalah tentang kemampuan detektif dan kreativitas, pastikan kamu mengupayakan keduanya.

Akan tetapi yang lebih penting adalah; penulisan historical fiction atau fiksi sejarah ini sama seperti penulisan lainnya, hal ini selalu terkait dengan kerja keras, disiplin dan ketekunan.

Melakukan riset atau penelitian adalah bagian dari kerja keras tersebut.

Kunjungi Beberapa Tempat dalam Setting Jika Memungkinkan

Photo by Clem Onojeghuo on Pexels.com

Jika memungkinkan, kamu dapat menambahkan riset yang kamu lakukan ini dengan mengunjungi secara langsung lokasi dimana momen sejarah itu berlangsung.

Artinya, jika kamu menulis tentang perang Diponegoro dan peristiwa anjir tombaknya, maka luangkan waktumu untuk datang ke Tegalreja di Magelang dan melihat lokasi insiden itu secara langsung.

Mendatangi langsung lokasi dimana sebuah momen sejarah terjadi akan membuat penulisan yang kamu lakukan menjadi lebih kuat. Detail-detail peristiwa sejarah yang kamu gambarkan dalam novelmu nantinya akan memiliki gambaran yang lebih hidup karena imajinasimu sendiri sudah dilatih melihatnya langsung dalam pengalaman.

Tips yang perlu kamu catat terkait riset dan mengunjungi lokasi tempat terjadinya momen sejarah secara langsung ini adalah dengan memasukkan detail-detail yang mungkin tidak akan terlalu dipikirkan oleh kritikus sejarah.

Jadi, kamu misalnya dapat berfokus pada berapa panjang anjir atau lanjaran bambu yang digunakan pada peristiwa anjir tersebut? Atau apa warna radio ketika rakyat pertamakali mendengar berita tentang meletusnya pemberontakan G30 S PKI?

Dan lain sebagainya.

Perhatikan Dialog

Photo by Lisa on Pexels.com

Jika kamu menulis novel sejarah yang terjadi pada tahun 1800-an atau bahkan tahun 1950-an sekali pun, kamu tentu saja tidak dapat menggambarkan dialog yang terjadi seperti dialog hari ini. Ada sebuah perbedaan dialog dalam setiap periode yang harus kamu perhatikan.

Beberapa penulis kadang tidak memperhatikan hal ini.

Untuk dapat menampilkan gambaran nyata sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu secara sempurna, kamu tidak hanya perlu mengatakannya dan melukiskan setting-nya. Namun lebih daripada itu, kamu juga perlu membangun situasinya menjadi semakin realistis dalam dialog dan percakapan.

Jadi, jika kamu menulis adegan novel sejarah kerajaan Indonesia yang terjadi pada beberapa abad yang lalu, pertimbangkan pula untuk memberikan dialog yang paling mendekati masa-masa tersebut.

BACA PULA:

Tambahkan Tokoh Fiksi

Photo by Alex Andrews on Pexels.com

Apa yang paling menarik dan merdeka dari menulis sebuah novel sejarah?

Ya, tentu saja jika kamu menambahkan karakter fiksinya.

Tokoh fiksi yang kamu ciptakan dalam novel sejarah akan memberikan kamu kebebasan dalam bercerita, menggunakan sudut pandang dirinya untuk melihat peristiwa sejarah yang nyata. Dengan cara ini, kamu memiliki kebebasan untuk menyampaikan pandangan-pandanganmu sendiri mengenai peristiwa tersebut secara aman dan bebas.

Kamu bisa menjadikan karakter fiksi ini sebagai tokoh utama cerita, protagonis, tritagonis atau peran apa pun yang kamu mau.

Hal yang pasti adalah, tokoh fiksi dalam penulisan novel sejarah dapat menjadi cara yang paling merdeka bagi penulis untuk menyampaikan gagasan dan imajinasinya mengenai peristiwa sejarah itu sendiri.

Apakah Kamu Siap Menulis Novel Sejarah?

Jika kamu memiliki ide cerita yang menarik untuk dituliskan sebagai novel sejarah, ini adalah waktu yang tepat untuk mewujudkannya menjadi buku yang nyata.

Saya akan membantu kamu menuliskan kisah hidupmu, menetaskan ide dan gagasanmu menjadi sebuah buku. Melalui kelas menulis online www.penulisgunung.id, kamu akan memasuki dunia penulisan profesional dengan cara yang jauh lebih mudah.

Mari bergabung bersama saya di kelas menulis online Penulis Gunung.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


https://api.whatsapp.com/send?phone=6281254355648

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: