7 KEBIASAAN PENULIS SUKSES YANG BISA KAMU TIRU DENGAN MUDAH

Aktivitas menulis membutuhkan latihan dan pembiasaan yang terus menerus. Ada serangkaian kebiasaan penulis yang bisa kamu amati dan tiru untuk mendapatkan semangatnya. Kebiasaan-kebiasaan ini merupakan buah dari konsistensi, tekad dan komitmen yang keras dalam menulis. Pada akhirnya kebiasaan ini membentuk suatu habit yang membedakan kualitas seorang penulis.

Lantas, apa saja kebiasaan seorang penulis yang bisa kamu tiru sebagai modal jadi penulis yang sukses dengan karya-karya terbaiknya?

Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

7 Kebiasaan Penulis yang Paling Menentukan Kesuksesan Mereka Dalam Menghasilkan Karya Terbaik

Source: Freepik

Penulis hebat tidak pernah tercipta begitu saja. Ada serangkaian proses panjang lagi konsisten yang menjadi habit atau kebiasaan mereka yang dibangun dalam waktu lama. Kebiasaan yang tepat dalam menulis akan memberikan dampak yang besar bagi perkembangan, semangat, dan juga karya penulisan itu sendiri. Untuk itu, sangat penting bagi kamu yang memiliki keinginan untuk menjadi penulis menerapkan kebiasaan positif tersebut sebagai syarat jadi penulis.

Nah, apa sajakah kira-kira kebiasaan positif yang hampir selalu dilakukan oleh setiap penulis berbakat dan kuat?

Berikut ini saya akan mengajak kamu untuk membahasnya satu demi satu. Jadi, pastikan kamu membaca artikel ini hingga selesai, ya.

BACA JUGA:

Menulis dan Membaca Setiap Hari

Source: Rachel Claire on Pexels.com

Kebiasaan pertama yang harus menjadi habit untuk kamu lakukan sebagai seorang penulis adalah membaca dan menulis setiap hari. Membaca dan menulis adalah sesuatu yang sangat penting dilakukan oleh seorang penulis secara konsisten dan sesering mungkin.

Inspirasi seorang penulis dapat dilatih dengan membaca karya orang lain. Sementara bagaimana menuangkan inspirasi itu dalam sebuah karya tulis yang ideal, harus dilatih dengan cara menuliskannya. Di samping membaca dapat memperkaya wawasanmu tentang berbagai hal, kebiasaan ini akan  pula secara signifikan mampu memperkaya pula sudut pandang dalam penulisan yang kamu lakukan.

Jadi, jika kamu ingin menjadi seorang penulis yang sukses dan menghasilkan karya yang berkualitas, kebiasaan penulis pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membaca dan menulis setiap hari. Membacalah secara rutin dan menulislah secara disiplin setiap harinya. Jangan biarkan harimu berlalu tanpa melakukan dua hal utama yang menjadi fondasi setiap dunia kepenulisan ini.

Membuat Jurnal Menulis

Source: Anete Lusina on Pexels.com

Tugas penulis kedua yang harus dijadikan kebiasaan jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis adalah dengan membuat jurnal menulis. Jurnal dalam hal ini dapat kamu artikan sebagai agenda kepenulisan untuk kamu sendiri. Jadi, buatlah agenda menulis yang dapat kamu lakukan secara kontinyu dan konsisten.

Jurnal menulis sebenarnya adalah sebuah plan atau rencana kepenulisan yang dapat kamu susun sendiri sebagai guide line bagimu dalam menulis. Ini semacam rencana-rencana kepenulisan yang memungkinkan kamu untuk mencapai sebuah tujuan secara terstruktur dan sistematis.

Ibarat kerangka atau outline dalam dunia kepenulisan, jurnal menulis juga memberikan kamu sebuah anak tangga yang struktural untuk mencapai suatu tujuan secara lebih terencana dan disiplin.

Mencatat Ide-Ide untuk Proyek Kepenulisan

Source: Meruyert Gonullu on Pexels.com

Kebiasaan penulis profesional dan berkarakter kuat yang ketiga adalah mereka umumnya memiliki catatan mengenai berbagai ide proyek penulisan yang akan mereka laksanakan. Ingat, ini adalah tulisan mengenai ide atau gagasan kepenulisan. Tidak menjadi masalah jika kemudian ide itu hanya muncul di atas kertas dan tidak menjadi kenyataan.

Manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat, begitu pula seorang penulis. Dan atas alasan itu pula mereka menggunakan pena mereka untuk melestarikan ingatan mereka. Sebagai penulis kamu tentu memiliki demikian ide-ide kepenulisan yang ingin kamu lakukan. Kamu ingin menulis novel tentang ini, tentang itu, opini tentang sesuatu, puisi atau hanya mungkin status sosial media sekali pun.

Apa pun ide proyek kepenulisan yang kamu miliki, sebaiknya kamu menuliskannya dalam sebuah catatan yang rapi.

Apa yang dilakukan penulis kuat pada umumnya adalah mereka selalu menuliskan ide-ide mengenai proyek menulis yang akan mereka lakukan. Terlepas dari apakah ide itu dapat dilaksanakan atau tidak di kemudian hari, menulis ide pokoknya sendiri ketika hal itu muncul di kepalamu, sangat penting untuk kamu lakukan.

BACA JUGA:

Berani Mengambil Risiko

Source: Cade Prior on Pexels.com

Kebiasaan penulis selanjutnya yang dapat kamu teladani adalah mereka berani mengambil risiko. Hal ini tentu saja dalam konteks penulisan yang dilakukan. Keberanian untuk mengambil risiko ini hadir dalam bentuk yang berbagai macam, mulai dari berani mengambil risiko menulis ide-ide penulisan yang tidak biasa, sampai mungkin saja gaya menulis yang lebih berani.

Apakah semua orang bisa jadi penulis hebat ketika mereka berani mengambil risiko dalam penulisan yang dilakukan?

Tentu saja hal itu tidak menjadi jaminan. Akan tetapi seorang penulis yang memiliki keberanian yang lebih besar untuk memgambil risiko dalam penulisan, memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan karya yang istimewa dan out of the box.

Tetap dalam Rules Outline Saat Menulis

Source: Ann Nekr on Pexels.com

Meskipun berani mengambil risiko dan mungkin saja dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain, namun pada saat yang sama penulis juga harus memiliki rules yang jelas. Rules atau aturan ini pada umumnya untuk sesuatu yang bersifat task semata yang artinya, semacam kerangka penulisan yang jelas dan terarah.

Nah, apakah kamu biasa menulis menggunakan kerangka?

Ketika menulis artikel biasa, saya umumnya jarang menggunakan kerangka. Akan tetapi ketika tulisan itu misalnya lebih panjang dan bersifat pillar (dalam konten SEO) saya tetap mengaplikasikan kerangka supaya hasilnya efektif.

Namun, dalam penulisan novel, cerita fiksi, buku-buku dan tulisan panjang lainnya, outline atau kerangka adalah hal yang wajib dilakukan. Dan itu pula yang juga saya lakukan.

Menulis dan Membaca Berbagai Genre

Source: cottonbro on Pexels.com

Kebiasaan selanjutnya yang dapat kamu adaptasikan untuk menjadi seorang penulis yang kuat adalah dengan membiasakan menulis dan membaca banyak genre penulisan. Semakin banyak genre yang kamu ketahui, semakin hebat pula point of view yang bisa kamu kembangkan dalam tulisanmu nantinya.

Ada beberapa penulis yang menolak untuk membaca atau menulis genre yang diluar kebiasaan mereka. Sebenarnya ini kurang tepat dan dapat membatasi diri dari peluang untuk mengetahui sesuatu yang justru bisa memperkaya penulisan yang dilakukan.

Kamu tentu setuju kan, jika seorang penulis  harus berpikiran terbuka atau open minded, terlepas dari genre itu adalah pilihannya atau tidak?

Kritis dalam Mengevaluasi Diri Sendiri

Source: Freepik

Nah, kebiasaan terakhir yang dapat kamu terapkan untuk menjadi seorang penulis yang kuat dan berkarakter adalah dengan kritis kepada diri sendiri. Kamu boleh bergembira dengan pencapaian, kamu boleh senang jika bukumu sudah terbit, tapi tolong jangan berhenti sampai disana. Evaluasi lagi karya tulismu dan kritislah ketika mengevalusinya.

Jika kamu memiliki seorang editor yang detail dan teliti, maka itu adalah sebuah anugrah. Akan tetapi jika kamu adalah seorang penulis soliter seperti saya, jika kamu adalah seorang penulis yang berdiri dalam pena kesendirian ketika menghasilkan karya, maka kamu harus kritis dalam me-review karyamu sendiri.

Pujian bukanlah sebuah masalah. Namun ketika kamu larut dalam pujian dengan memandang karyamu telalu tinggi, maka kamu berpotensi kehilangan sensitivitas untuk membuatnya menjadi lebih kuat dan berkarakter di kemudian hari.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 7 kebiasaan penulis yang memiliki karakter kuat yang dapat kamu ikuti. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin saja terasa tidak mudah untuk dipraktikkan pada awalnya. Akan tetapi seiring waktu dan dengan konsistensi yang baik, kebiasaan ini akan membentuk dirimu sendiri menjadi seorang penulis yang kuat pula di kemudian hari, baik dari sisi karakter mau pun karya yang dihasilkan.

Jadi, selamat menulis selalu, ya!

BEGINI CARA MENULIS BUKU TENTANG KISAH HIDUP DALAM 10 LANGKAH MUDAH

Pada dasarnya setiap orang pasti memiliki sesuatu untuk diceritakan dalam sebuah buku. Akan tetapi, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup dirinya supaya lebih mudah untuk diceritakan dalam rangkaian kata dan tulisan. Tanpa panduan yang jelas, beberapa kisah hidup kadang hanya terangkai dalam coretan-coretan yang mungkin tidak dapat dibagikan kepada orang lain sebagai sebuah buku.

Nah, bagaimanakah sebenarnya cara menulis buku kisah hidup diri sendiri dengan langkah yang paling mudah untuk diterapkan?

Berikut ulasan lengkapnya.

10 Langkah Mudah Cara Menulis Buku Tentang Kisah Hidup yang Gampang Dipraktikkan

Source: Freepik

Apakah kamu memiliki kisah hidup yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain?

Cara yang paling elegan untuk mengisahkan hidupmu kepada orang lain tentu saja adalah melalui buku. Buku sejauh ini, telah menjadi media yang paling populer, paling menyentuh, dan paling ideal untuk bercerita kepada manusia.

Akan tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan antara menulis umum dengan menulis kisah tentang diri sendiri. Dalam cara membuat novel sejarah pribadi, kamu tentu saja akan lebih mengenal karakter apa saja yang perlu kamu ceritakan. Namun disini pula yang menjadi tantangannya, karena tidak semua orang memiliki keleluasaan menyampaikan kisah hidup mereka dalam tulisan yang panjang dan detail seperti buku.

Nah, untuk kamu yang merasa memiliki kisah hidup yang menarik dan ingin menuliskannya dalam sebuah buku namun masih bingung bagaimana cara melakukannya, 10 langkah cara membuat novel kisah sendiri berikut ini akan membantumu melakukannya.

Lalu, apa sajakah langkah-langkah tersebut?

Berikut urutannya.

Fokus Pada Satu Kenangan yang Paling Penting

Soource: Freepik

Hal pertama yang paling penting untuk kamu lakukan adalah memfokuskan pikiran dan penulisanmu pada kenangan dalam hidupmu yang kamu anggap paling penting untuk diceritakan. Kenangan inilah yang akan menjadi ruh dalam penulisanmu nantinya. Oleh karena itu, kamu harus bisa menggambarkan kenangan itu menjadi sesuatu yang seakan-akan nyata di mata para pembaca.

Selain berfokus pada satu kenangan utama yang akan menjadi inti cerita yang akan kamu sampaikan, cara membuat novel tentang diri sendiri pada langkah yang pertama ini menuntut kamu untuk menulisnya secara bebas juga.

Maksudnya begini; Kamu menulis apa pun yang kamu mau, apa pun yang kamu pikirkan dan apa pun yang ingin kamu lakukan ketika kamu mengingat kenangan tersebut. Pada tahap ini, lupakan pengeditan, lupakan ejaan yang benar, lupakan sesuatu yang tabu dan lain sebagainya.

Intinya adalah; kamu berfokus pada satu kenangan paling penting yang akan kamu ceritakan kemudian tulis bebas tentang hal tersebut.

BACA JUGA:

Buatlah Outline atau Kerangka Buku

Photo by fotografierende on Pexels.com

Langkah kedua yang kamu juga perlu lakukan dalam penulisan novel yang bercerita tentang kisah hidupmu sendiri adalah dengan membuat outline-nya.

Kamu tentu tahu apa itu outline, kan?

Ya, outline adalah garis besar atau kerangka cerita yang akan kamu tulis secara keseluruhan. Jadi setelah kamu berfokus pada kenangan paling penting dalam hidupmu yang akan kamu bagikan, sekarang kamu dapat menuangkan pemikiranmu tentang buku seperti apa yang kamu inginkan. Atau pada penjelasan yang lebih mudah; bagaimana jalan cerita yang kamu inginkan dalam menyampaikan kisah hidupmu tersebut?

Membuat kerangka penulisan akan membantu kamu dalam menyusun cerita menjadi lebih tepat sasaran. Atau pada kesempatan lain juga membantumu untuk tetap konsisten pada konsep yang tepat selama menulis. Selain itu dengan menggunakan kerangka, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang kamu lakukan juga akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Tentukan Genre Buku yang Ditulis

Source: Pexels.com

Pada banyak contoh menulis kisah hidup, genre kadang ditempatkan pada bagian yang pertama dalam proses penulisan. Itu tentu saja tidak menjadi masalah. Akan tetapi setelah kamu memiliki fokus pada satu kenangan yang akan menjadi inti ceritamu, kamu mungkin akan lebih mudah dalam memilih genrenya.

Dua jenis genre yang paling umum dalam penulisan kisah hidup seseorang adalah memoar dan otobiografi. Nah, kamu bisa memilih dua genre ini kemudian memfokuskan penulisanmu pada salah satu genre yang dipilih.

Oya, apakah sudah tahu perbedaan paling penting antara genre memoar dan otobiografi?

Memoar pada umumnya hanya berfokus pada satu kejadian dalam hidup saja untuk diceritakan. Sementara otobiografi akan menjadi buku yang menceritakan keseluruhan perjalanan hidupmu, dari lahir hingga kamu menuliskannya. Jadi, dua genre ini bisa kamu jadikan rekomendasi, tergantung sejauh mana kamu akan menuliskan kisah hidupmu di dalam buku.

Lakukan Sedikit Riset

Source: Pexels.com

Jika kamu menulis sebuah kenangan dalam hidupmu yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, maka ada banyak hal yang mungkin saja sudah terlupakan olehmu. Nah, untuk membuat ceritamu menjadi lebih lengkap, kamu juga perlu melakukan riset.

Pada contoh novel kisah nyata tentang hidupmu yang kamu tulis, riset yang dapat kamu lakukan misalnya adalah dengan menanyakan kenangan tersebut kepada orang-orang terdekatmu, atau kepada orang yang memiliki hubungan pula dengan kisah yang akan kamu tulis tersebut. Semakin banyak riset yang kamu lakukan, semakin luas juga spektrum dan sudah pandang penceritaan yang dapat kamu kembangkan.

BACA JUGA:

Tentukan Karakter dalam Cerita

Source: Pexels.com

Pada banyak kesempatan, kenangan tidak dapat terjadi tanpa kehadiran orang lain. Perjalanan hidupmu yang penuh cerita memungkinkan kamu untuk bertemu dengan banyak orang, dan setiap mereka akan mengguratkan kenangan. Namun, tentu saja tidak semua orang yang ada dalam hidupmu bisa kamu masukkan dalam cerita, kan?

Nah, pada langkah yang kelima cara membuat novel kisah sendiri ini kamu dapat mengidentifikasi, memilih dan menentukan, karakter mana saja yang akan ada dalam ceritamu. Jadi pada konteks yang lenbih gamblang adalah; kamu menentukan siapa saja orang-orang dalam kenangan yang kamu miliki, akan dimasukkan dalam novel yang kamu tuliskan.

Ada beberapa tips terkait dengan dengan mengidentifikasi karakter yang dapat kamu lakukan. Berikut tipsnya;

  • Buat list atau daftar orang orang yang akan kamu masukkan menjadi karakter novelmu.
  • Tuliskan gambaran masing-masing karakter tersebut yang meliputi ciri-ciri, usia, latar belakang dan lain sebagainya.
  • Jelaskan pula hubungannya dengan kamu, apakah ia adalah teman, saudara, atau yang lainnya.
  • Jika kamu tidak nyaman dengan mencantumkan nama asli karakter tersebut, maka sebaiknya kamu menggunakan nama samaran yang bisa kamu tentukan sendiri.

Tambahkan Spekulasi pada Bagian yang Kamu Tidak Yakin dengan Pasti

Source: Pexels.com

Langkah selanjutnya dalam penulisan buku kisah sendiri adalah dengan memberikan spekulasi pada bagian-bagian yang kamu tidak tahu, kamu tidak yakin dengan pasti, atau kamu tidak memiliki pengetahuan yang banyak tentangnya.

Misalnya begini;

Terus terang, aku tidak tahu pasti mengapa sahabatku itu memutuskan untuk pergi dari rumah orang tuanya. Ia tak bercerita banyak padaku tentang hal itu. Setiap kali aku bertanya mengapa ia pegi begitu saja dari rumah, ia selalu menghindar dan justru menunjukkan rasa tidak sukanya akan hal itu. Mungkin saja hal ini dipicu ketidakpedulian orang tuanya pada kehidupan sahabatku yang telah membuat ia terluka dan merasa dendam.

Nah kamu bisa lihat dalam contoh novel kisah sendiri di atas yang digunakan untuk memberikan spekulasi. Kata ‘mungkin’ dan sejenisnya dapat kamu gunakan untuk menggambarkan bahwa kamu tidak begitu yakin dengan apa yang kamu coba untuk sampaikan.

Tentukan Setting Cerita

Source: Pexels.com

Bagian paling penting dalam penulisan kisah fiksi atau pun non fiksi kadang adalah setting atau tempat dimana cerita tersebut terjadi. Jika kamu menulis cerita tentang dirimu sendiri, maka kamu pun harus melakukan hal ini. Menjelaskan secara detail setting tempat kejadian yang kamu ceritakan akan memberikan imajinasi yang lebih baik kepada pembaca bukumu.

Pada dasarnya semakin lengkap kamu menuliskan deskripsi setting dalam ceritamu itu semakin baik. Misalkan kisah yang kamu tulis ini terjadi di kota Jogja, maka kamu dapat menambahkan gambarannya dengan banyak hal semisal makanan khas, kondisi kota yang penuh budaya, tata krama Jawa yang kental, hingga bangunan-bangunan yang mencerminkan khasnya kota Jogja.

Namun pada contoh novel kisah hidup yang populer kadang setting juga dapat kamu samarkan untuk menghindari hal-hal tertentu. Intinya adalah; gambaran setting yang jelas akan lebih menghidupkan cerita yang kamu sampaikan. Dan pada realitasnya, hal ini akan lebih banyak memberi kesan nyata kepada para pembaca.

Hidupkan Ceritamu dengan Dialog

Source: Pexels.com

Meskipun cara menulis cerita pengalaman pribadi pada umumnya adalah narasi yang dibangun dari kisah nyata, tapi kamu juga tidak boleh meninggalkan dialog. Tanpa dialog, tulisanmu meskipun bagus bisa jadi akan membosankan. Apalagi penceritaan dalam buku yang jumlah halamannya banyak, sebuah cerita tanpa dialog benar-benar membuat pembaca terkadang merasa jenuh.

Nah untuk itulah kemudian, kamu juga harus memunculkan dialog dalam kisah yang kamu tulis. Untuk percakapan yang sudah terjadi bertahun-tahun, kamu mungkin saja tidak akan mampu mengingatnya secara mendetail lagi. Pada kasus ini kamu dapat mengingat inti dari dialog tersebut dan berusaha menghadirkannya dalam bukumu sebaik yang kamu bisa.

Persiapkan Dirimu Menghadapi Reaksi dan Penolakan

Source: Pexels.com

Menulis buku tentang kisah hidup diri sendiri tidak selamanya tentang hal yang indah dan menyenangkan. Ada kalanya beberapa orang justru terdorong untuk menulis karena pengalaman buruk dan aib yang ia derita. Misalkan pengalaman yang buruk di masa muda, di masa kecil, atau pun sebuah kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Untuk cerita dengan jenis seperti ini, kamu harus bersiap menghadapi reaksi negatif atau bahkan penolakan atas tulisanmu. Karena bisa jadi karakter yang kamu ceritakan di dalam buku, tidak dapat menerima  jika kisah kelam yang kamu ceritakan diungkit kembali dalam sebuah cerita.

Jika kemudian kamu menerima penolakan semacam ini, maka jangan menyerah. Buatlah tekad dan keinginanmu kuat dalam menghadapi berbagai reaksi negatif yang mungkin saja akan kamu terima.

Bertekad dan Berkomitmenlah untuk Menyelesaikan Buku yang Kamu Tulis

Source: Pexels.com

Langkah terakhir dan yang paling penting dalam menulis kisah hidup diri sendiri menjadi sebuah buku adalah dengan bertekad penuh untuk menyelesaikannya. Tekad ini harus pula diiringi dengan komitmen dan disiplin. Tanpa hal ini, kisahmu hanya akan menjadi kertas-kertas penuh coretan yang tidak akan terlalu banyak bermakna.

Jadi setelah semua langkah di atas sudah kamu lakukan, sekarang kamu masuk pada bagian inti dari menjadi seorang penulis. Komitmen tidak hanya ketika kamu berhasil menyelesaikan paragraf pertama atau halaman pertama, namun juga sampai kamu berhasil menyelesaikan buku kisah hidupmu dan menerbitkannya, baik secara mandiri atau pun melalui penerbitan agensi.

BACA JUGA:

Source: Pexels.com

Nah, sekarang kamu sudah mengerti bagaimana cara menulis buku tentang kisah hidup yang dapat segera kamu praktikkan. Dengan tekad yang kuat, komitmen dan juga konsistensi, kamu pasti mampu melakukannya.

Akan tetapi jika kamu masih merasa kesulitan dalam menulis kisah hidupmu dan membutuhkan bantuan, maka kamu juga bisa mengirimkan pesan melalui kontak di www.penulisgunung.id. Dengan arahan dan bimbingan yang tepat, InsyaAllah penulisan kisah hidupmu akan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Jangan ragu untuk menghubungi kami, ya.

5 LANGKAH MUDAH CARA MENULIS BUKU UNTUK PEMULA

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki sesuatu untuk diberitahu kepada orang lain sebagai cerita, dapat menulis buku. Akan tetapi pada proses dan penerapannya, menulis buku tentu saja tidak sesederhana kedengarannya.

Untuk seorang pemula yang sama sekali belum memiliki sebuah buku sebelumnya, menulis buku bisa saja menjadi sebuah proyek besar yang mungkin sangat berat untuk dilakukan. Padahal jika faham cara menulis buku, proses ini sebenarnya dengan mudah dapat untuk dilakukan.

Bagaimana langkah mudah menulis buku meskipun kamu masih pemula?

Pada setiap penulis, tips menulis buku bisa saja memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Akan tetapi hampir dapat dipastikan untuk setiap penulis pemula yang ingin memulai perjalanan sebagai penulis buku, saran terbaik yang tak pernah ketinggalan disampaikan oleh para penulis kawakan adalah ketekunan dan kegigihan. Tekun, gigih dan disiplin adalah cara menulis buku fiksi, nonfiksi, cerpen ,atau bahkan artikel sederhana sekali pun. Tanpa kegigihan dan ketekunan, akan sangat sulit menyelesaikan buku jenis apa pun.

Meskipun demikian, tentu saja ada pula metode teknis yang dapat diterapkan sebagai langkah-langkah dalam menulis buku. Sekarang, kira-kira apa sajakah step by step yang dapat dilakukan oleh seorang penulis pemula supaya dapat merampungkan penulisan sebuah buku?

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menjadi seorang penulis, langkah-langkah berikut tentunya bisa kamu praktikkan.

5 Langkah Cara Menulis Buku yang Mudah Dipraktikkan Untuk Pemula

Source: International Writer’s Collective

Saya sendiri telah menulis dan merilis 9 judul buku yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat. Untuk dapat menulis buku seperti sekarang, memulainya sendiri adalah sesuatu yang tidak dapat dikatakan gampang. Saya suka menulis mungkin sudah sejak masih di SMP, namun untuk dapat menjadi seorang penulis buku, saya harus menunggunya hingga berumur 30 tahun.

Mengapa demikian lama? itu karena saya tidak tahu cara menulis buku untuk diterbitkan lalu kemudian dipublikasikan. Setelah mengetahui caranya seperti saat ini, maka menulis buku tidak lagi menjadi sesuatu yang sulit. Bahkan saya memiliki target untuk merilis setidaknya 4-5 judul buku setiap tahun, dan dua tahun belakangan, Allhamdulillah target itu tercapai.

Nah untuk kamu yang belum pernah menulis buku dan kemudian ingin menjadi penulis buku, maka beberapa langkah berikut ini bisa segera kamu lakukan. Apa saja langkahnya? Berikut kita bahas satu persatu.

PANDUAN PERTAMA: Temukan Alasan Mengapa Kamu Menulis Buku

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam menulis buku. Ada yang memiliki motivasi menulis supaya menjadi orang terkenal, populer dan dielu-elukan banyak orang. Ada juga yang menulis karena terdorong hasrat ingin kaya dengan cara menjual buku. Sementara yang lain ada pula misalnya yang menulis karena rasa kebanggaan dan ingin melihat namanya tertera pada sampul depan sebuah buku.

Nah untuk kamu sendiri, apa sebenarnya tujuanmu ingin menulis buku? Apa alasan terbesar dan motivasi paling kuatmu ingin memiliki buku sendiri? Temukan alasan itu, gali motivasi tersebut dan jadikan sebagai landasan utama tujuan penulisanmu. Menemukan alasan terbesar mengapa kamu ingin menulis buku adalah jauh lebih penting daripada menulis buku itu sendiri, jadi pastikan kamu memiliki alasan yang kuat untuk melakukannya.

Source: The Write Practice

Dua hal yang perlu kamu ketahui tentang alasan sebagai motivasi menulis buku adalah sebagai berikut;

  • Alasan menulis adalah motivasi utama dalam menulis, pertahankan hal ini sebagai pondasi dasar bagi kamu untuk tetap menulis. Namun juga yang perlu diingat bahwa alasan juga harus realistis. Karena jika umpamanya kamu menulis hanya ingin cepat kaya dan terkenal, lantas bagaimana jika beberapa buku pertamamu tidak bisa mewujudkan hal itu? Apakah kamu akan berhenti menulis?
  • Poin kedua yang juga harus kamu pahami sebagai bagian penting dari alasan menulis buku adalah dengan menyadari bahwa menulis adalah kombinasi antara pekerjaan dan kegemaran, antara profesi dan juga hobi. Karena itu, penting sekali bagi kamu untuk menjadi alasan menulis sebagai unsur penting dalam landasan utama aktivitas menulismu.

PANDUAN KEDUA: Atur Sebuah Tempat Khusus Untukmu Menulis

Tidak perlu mewah dan mahal, hal terpenting dari tempat menulis adalah kamu nyaman saat ada di dalamnya dan fokus menghasilkan tulisan yang berkualitas.
Image: http://www.oldhousejournal.com

Panduan kedua yang dapat kamu lakukan sebagai bagian dari cara menulis buku yang menarik adalah dengan memgatur dan mempersiapkan sebuah tempat khusus sebagai wilayah kerjamu dalam menulis. Setiap penulis mungkin memiliki pertimbangan mereka masing-masing dalam membuat sebuat tempat kerja yang nyaman.

Ada yang lebih tertarik dengan membuat sebuah ruangan yang sepi dan terisolasi supaya dapat lebih fokus. Ada merasa lebih nyaman dengan menulis di kedai kopi atau cafe sambil melihat orang berlalu lalang. Sementara yang lain ada juga mungkin yang lebih menyukai sebuah tempat istimewa di antara kumpulan rak buku perpustakaan.

Setiap penulis memiliki standar dan selera tempat yang berbeda-beda saat menghasilkan tulisan. Meskipun demikian, minimnya gangguan dan terpenuhinya unsur ketenangan adalah syarat tempat menulis yang paling umum disukai para penulis.

Source: The Guardian

Dalam mengatur atau mensetting tempat menulis yang ideal, ada tiga hal sederhana yang juga penting untuk kamu perhatikan. Tiga hal  tersebut adalah;

  • Pertimbangkan tempat menulis yang membuatmu mudah untuk menjangkau semua keperluan penulisanmu. Hal ini bisa saja berarti kamu tidak perlu direpotkan dengan bolak-balik ke ruangan lain hanya untuk mengambil pulpen, penggaris, atau bahkan buku referensi.
  • Gunakan kursi yang nyaman. Meskipun terlihat sepele, namun kursi yang nyaman juga merupakan pendukung yang krusial dalam aktivitas menulis. Rasanya sulit untuk konsentrasi menulis jika punggungmu sakit karena kursi yang tidak nyaman.
  • Jadikan tempat tersebut sebagai tempat yang hanya kamu gunakan untuk menulis. Jadi ini semacam menciptakan sugesti dalam diri kamu sendiri, bahwa ketika kamu ada di dalam ruangan tersebut, fokusmu adalah memproduksi tulisan.

PANDUAN KETIGA: Jadikan Menulis Sebagai Kegiatan Rutin

Tidak ada satupun penulis besar dunia yang menjadikan menulis sebagai kegiatan sampingan. Untuk dapat menulis dengan baik, rutin menulis adalah cara yang paling efektif.
image: http://www.beritabaik.id

Panduan cara menulis buku fiksi atau pun non fiksi selanjutnya adalah dengan menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari jadwal harian yang disiplin dilakukan setiap hari. Inspirasi memang kadang menghadirkan kata-kata indah penuh makna yang dalam, namun untuk menjadi seorang penulis yang sebenarnya, kamu tidak dapat menunggu inspirasi, tapi kamu harus menciptakannya.

Langkah ketiga ini adalah memaksa inspirasi itu muncul ketika ia tak kunjung datang saat kamu tunggu. Dengan menulis setiap hari secara konsisten dan disiplin, kamu akan terbiasa dengan berbagai ide dan pemikiran yang mengalir bahkan saat tanganmu masih menari di atas mesin ketik atau keyboard.  Selain itu, menulis secara rutin juga akan membuat kamu lebih produktif, lebih teratur dalam mencapai tujuan, dan juga lebih terlatih mengelola waktu harian.

Source: WiseStep

Ada tiga hal lain pula yang dapat kamu perhatikan terkait dengan menjadikan menulis sebagai bagian dari jadwal rutin harian ini. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut;

  • Idealnya setiap penulis itu menulis setiap hari. Waktunya bisa bervariasi, mulai dari 30 menit bahkan hingga lebih dari 3 jam. Dalam satu minggu, hal ini setidaknya dilakukan dalam lima hari, walau pun untuk para penulis besar dan serius, mereka akan melakukannya setiap hari.
  • Beberapa orang memiliki jadwal menulis yang disesuaikan dengan kesibukan lain mereka.  Ada yang suka pagi, malam hari atau bahkan sore hari. Sementara saya pribadi lebih suka menulis pada dini hari, berkisar antara pukul 02:30 WIB sampai dengan pagi hari, atau sampai anak-anak saya bangun. Yang terpenting dalam hal ini adalah jangan sampai waktu menulismu bertabrakan dengan tugas rutin dan wajib, yang juga tidak dapat kamu tinggalkan.
  • Mengatur waktu menulis secara disiplin dan efektif, artinya juga mengatur beberapa hal lain dalam kehidupan sendiri.  Semakin disiplin dan tertata proses menulis yang dilakukan, maka akan semakin baik pula hasilnya. Namun jangan lupa pula, istirahat yang cukup dan waktu buat keluarga tetap adalah hal utama yang jangan sampai rusak karena prioritas waktu menulis  yang berlebihan.

PANDUAN KEEMPAT: Tentukan Target Harian dan Tenggat Waktu Penulisan

Jadikan target dan tenggat waktu sebagai pemacu semangatmu dalam menulis. Cara menulis buku dengan target dan tenggat waktu juga dapat melatih diri menjadi lebih disiplin.
image: http://www.tckpublishing.com

Selanjutnya yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis buku yang baik adalah dengan senantiasa menetapkan target dan tujuan kepenulisan itu sendiri. Target penulisan ini kemudian dapat kamu sesuaikan berdasarkan tenggat waktu yang juga bisa kamu tetapkan sendiri. Konsisten dalam melakukan hal ini, akan membuat kamu produktif dan disiplin dalam mencapai tujuan.

Bayangkan misalnya kamu setiap hari menulis 300 kata atau satu halaman, selama satu bulan kamu sudah menulis 30 halaman, dan selama satu tahun kamu sudah menulis 360 halaman dengan jumlah kata lebih dari 100.000, dan itu sudah jadi sebuah buku yang dapat kamu publikasikan.

Pada tahap ini logika cara menulis buku novel yang jumlah katanya adalah 100.000, maka kamu harus menulisnya paling tidak satu halaman setiap hari, atau sekitar 300 kata setiap harinya.

Source: Medium

Dalam menetapkan target penulisan ini, beberapa hal yang juga perlu kamu perhatikan misalnya adalah;

  • Pasang target yang rasional, yang dapat kamu kerjakan setiap hari, dan yang dapat kamu patuhi dengan konsisten. Pribahasa sedikit-sedikit menjadi bukit selaras dengan panduan nomor empat ini.
  • Gunakan tenggat waktu dan targetmu sebagai acuanmu dalam menulis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika kamu ingin memiliki novel dengan jumlah kata 100.000, maka tenggatnya adalah satu tahun dan kamu harus menulisnya minimal satu halaman setiap hari.

PANDUAN KELIMA: Selama Proses Menulis, Lupakan Pengeditan

Lupakan editing saat sedang menulis, setelah naskah selesai waktumu untuk mengedit akan sangat banyak.
image: http://www.thewritelife.com

Ini adalah langkah terakhir dari panduan menulis buku yang sederhana dan mudah untuk pemula. Pada bagian ini, buang jauh-jauh keinginanmu untuk segera mengedit apa yang telah kamu tulis.

Selama sedang menulis, fokuslah hanya pada tulisanmu saja. Tidak perlu diperhatikan pengetikan ganda yang keliru, typho yang berceceran, atau apa pun yang mungkin membuat kamu ingin segera memperbaikinya.

Menambahkan kata yang kurang atau memperbaiki typho yang sedikit mungkin tidak akan menjadi masalah, namun jika sampai membuatmu menjadi kehilangan fokus menulis karena lebih tertarik mengedit, kamu akan menemui kendala. Inspirasi dan idemu bisa berubah karena masalah editing saat menulis, jadi menulislah tanpa khawatir harus mengedit.

Saya secara pribadi  biasanya akan menyelesaikan naskah buku saya hingga 100%, barulah kemudian saya mengeditnya. Memang mengedit membutuhkan waktu yang tidak sedikit, saya bahkan kadang harus 3 sampai 4 kali membaca ulang naskah dan menmperbaikinya hingga merasa naskah itu  sudah sesuai dengan saya harapkan. Dan itu tidak masalah, sebagai penulis profesional itu adalah bagian dari keindahah pekerjaan yang kita miliki.

Source: SEOclerk

Namun jika kamu tetap merasa harus mengedit tulisanmu sesegera mungkin, mungkin tips berikut bisa kamu praktikkan untuk melakukannya;

  • Jika kamu menyediakan waktu menulismu adalah 2  jam dalam satu hari atau 120 menit, maka kamu mungkin bisa menyisihkan 20 menit terakhir untuk membaca ulang tulisanmu dan melakukan pengeditan. Gunakan sedikit saja waktu produktivitas menulismu untuk mengedit, karena setelah naskahmu selesai, waktumu sepenuhnya adalah melakukan pengeditan.
Source: Pexels.com

Dengan mempraktikan 5 panduan cara menulis buku di atas, pada dasarnya kamu sudah dapat menghasilkan buku dengan produktif jika kamu melakukannya secara konsisten dan disiplin.

Ingatlah kembali bahwa profesi menulis bukanlah sebuah profesi yang hanya menyusun kata dan kalimat yang kemudian dicetak pada tumpukan kertas. Namun lebih daripada itu, menulis adalah berbagi, adalah seni, adalah menyebarkan sebuah manfaat untuk orang banyak.

Jadi, mari dilakukan dengan sepenuh hati, mari menulis dengan cara terbaik yang bisa kita lakukan…


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

10 CARA MENEMUKAN IDE MENULIS CERPEN ATAU NOVEL YANG AMPUH

Bagaimana sebenarnya cara menemukan ide menulis cerpen atau novel yang ampuh dan mudah dilakukan? Ini mungkin agak unik karena beberapa buku dengan ide cerita yang paling menarik sekali pun, lahir dari ide-ide yang sederhana. Namun memang, cara menemukan ide menulis adalah sesatu yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Penulis baru dengan ide-ide segar, atau penulis professional dan berpengalaman, kadang mengalami semacam stagnan menemukan ide penulisan mereka. Ada banyak cerita yang bisa dirangkai, ada banyak kisah yang bisa diubah menjadi buku-buku, namun menemukan cerita yang menarik dan mampu membuat pembaca menjadi lebih bergairah, tentu saja membutuhkan upaya yang serius.

Meskipun terlihat sulit, namun sebenarnya ada cukup banyak cara mendapatkan ide  untuk menulis novel atau cerpen sebagai bahan utama dalam penulisan.  Cara-cara ini bisa berdasarkan pengalaman, pembelajaran, mendengarkan cerita orang lain, dan sebagainya. Nah, untuk lebih jelasnya, simak uraiannya berikut ini, ya.

Cara Menemukan Ide Menulis Cerpen atau Novel yang Sederhana tapi Ampuh

Source: Freepik

Jika dibagi dalam bentuk ide-ide yang lebih spesifik, maka setidaknya ditemukan banyak sekali cara atau rujukan menemukan ide untuk dijadikan tema dalam sebuah penulisan. Namun supaya lebih sederhana, berikut akan dirangkum dalam 3 kategori saja yang paling umum yakni; Menemukan ide menulis berdasarkan riset atau penelitian, menulis berdasarkan introspeksi atau muhasabah, dan menulis berdasarkan hasil dari interview atau wawancara.

Oya, mengenai bagaimana cara menemukan ide menulis berdasarkan pengalaman pribadi, kamu dapat membaca artikelnya disini, ya.

Nah sekarang, apa saja hal sederhana yang bisa dilakukan dalam penulisan cerpen atau nove yang gagasan atau idenya berdasarkan dari hasil riset atau penelitian? Berikut rinciannya;

Mempelajari Sejarah Keluarga dan Menuliskannya

Source: Freepik

Menulis objek berdasarkan sebuah penelitian tentu saja memiliki spektrum yang sangat luas untuk dilakukan. Para akademisi pada umumnya selalu menggunakan metode ini untuk menulis sesuatu. Pijakan dasar dari penulisan berdasarkan riset adalah unsur imiahnya yang menjadikan sebuah tulisan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh.

Nah untuk kamu yang mungkin sekarang mencari ide menulis novel atau artikel, mempelajari sejarah keluarga mungkin bisa kamu lakukan. Kamu dapat memulainya dengan bertanya kepada kedua orang tuamu, kemudian memperluasnya hingga paman, bibi, dan kakek nenekmu.

Penulisan artikel atau riset tentang sejarah keluarga tidak hanya akan menjadi karya tulis bagi kamu sebagai penulisnya, namun juga akan menjadi warisan keluarga yang sangat bernilai. Menulis sejarah keluarga dan mengabadikannya dalam tulisan adalah salah satu contoh ide cerita yang menarik yang bisa kamu lakukan.

Mempelajari Sesuatu yang Asing dan Menuliskannya dalam 1000 Kata

Source: Paul Peterson

Seseorang dapat menulis sesuatu yang ia pahami secara luas dan panjang lebar, bahkan hingga detail-detailnya. Namun berbeda halnya jika menulis sesuatu yang asing dan tidak begitu dipahami seluk-beluknya. Tentu saja ini akan menjadi tantangan tersendiri dan jika mampu dieksekusi dengan baik, maka project ini juga bisa menjadi contoh menulis ide kreatif yang menyenangkan.

Ide penulisan semacam ini, selain semakin menambah skill kamu dalam penulisan ilmiah. Juga akan mampu memberikan wawasan dan sudut pandang yang baru untuk kamu. Pada awalnya mungkin saja memang tidak mudah, akan tetapi jika kamu terus belajar dan tidak mudah menyerah, maka kamu akan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Mempelajari Tentang Buku Apa yang Dibutuhkan Kemudian Menuliskannya

Source: Freepik

Sebagai seseorang yang suka mendaki gunung, saya tentunya juga tertarik dengan literatur dunia mountaineering. Sayangnya pada tahun 2018, buku-buku mountaineering di Indonesia sangat terbatas. Dapat dikatakan bahwa hampir semua buku pendakian gunung atau mountaineering yang beredar di Indonesia lebih banyak bertema tentang panduan teknis dan catatan perjalanan saja. Belum ada satu judul buku pun yang umpamanya menulis dunia mountaineering dari sudut pandang yang lebih kaya.

Saya kemudian mulai melakukan riset, membaca berbagai blog dan jurnal, mencari informasi-informasi yang saling berkaitan satu sama lain untuk dibuatkan konsep yang lebih komprehensif. Berbagai hal yang dilakukan ini kemudian menjadi sebuah bagian dari cara mendapatkan ide menulis artikel tentang mountaineering yang kemudian berkembang menjadi ide penulisan buku.

Dan pada bulan September 2018, riset sederhana ini yang saya lakukan ini kemudian berubah menjadi tiga judul buku pertama saya, yakni; Wajah Maut Mountaineering Indonesia, Mahkota Himalaya dan, Dunia Batas Langit.

Menemukan Ide Menulis Artikel atau Novel Berdasarkan Hasil Wawancara atau Interview

Source: Freepik

Menulis sebuah artikel atau bahkan buku berdasarkan hasil interview adalah cara membuat ide cerita yang sangat umum dilakukan. Akan tetapi untuk mempermudah prosesnya, kamu dapat melakukannya secara sederhana misalnya dengan tokoh bisnis yang sukses atau olahragawan yang berhasil di lingkunganmu.

Apa saja yang kemudian dapat kamu kembangkan dari metode ide penulisan seperti ini?

Tentu saja banyak sekali. Kamu bisa membagikan pengalaman hebat, perjuangan dan pencapaian seseorang yang kamu wawancarai kepada publik. Jika kamu mampu mengembangkan cerita hasil wawancaramu secara lebih impresif, kamu mungkin bisa menginspirasi banyak orang lain juga.

Ide Menulis Artikel Berdasarkan Wawancara Dengan Tokoh Bisnis

Source: Freepik

Untuk mulai menulis menggunakan metode ini, kamu dapat melatihnya dari hal yang paling sederhana sekali pun. Contoh penerapan metode ini misalnya melakukan wawancara penulisan pedagang, pengusaha, atau bahkan juga petani. Metode ini selain membuat kamu memiliki ide penulisan yang objektif, juga akan memperkaya sudut pandangmu tentang suatu objek yang mungkin selama ini luput dari perhatianmu.

Hal-hal yang bisa menjadi objek pertanyaan pada sesi interview misalnya adalah; bagaimana memulai bisnisnya, apa saja tantangan yang dihadapi, apa motivasinya, mengapa bisa bertahan hingga akhirnya sukses, serta mungkin apa pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan bisnisnya untuk dibagikan kepada orang lain, dan sebagainya.

Ide Menulis Artikel Berdasarkan Wawancara Dengan Olahragawan

Source: Freepik

Sama halnya dengan tokoh bisnis, kamu pun dapat menanyakan banyak hal kepada seorang olahragawan dan menyimpulkan dalam sebuah tulisan yang menarik. Pertanyaanmu bisa seputar perjuangannya memulai karir bidang olahraga yang dipilih, metode latihan yang digunakan, spirit dan motivasi menggapai keberhasilan, dan lain sebagainya.

Baik tokoh bisnis atau pun olahragawan, cara membuat ide cerita berdasarkan teknik ini semuanya akan memberikan point of view yang menarik untuk dijadikan tulisan. Nah kamu bisa memulai membuat ide tulisan yang luar biasa dari mewawancarai mereka.

Menemukan Ide Menulis Buku Berdasarkan Metode Introspeksi dan Muhasabah

Source: Freepik

Introspeksi atau muhasabah, atau tafakur, atau apa pun sebutannya, adalah sesuatu yang sangat kaya dan bermanfaat. Mengintrospeksi diri sendiri akan membuat seseorang mampu menggali dan mengenali berbagai hal yang selama ini mungkin luput dari peratiannya.

Dari sudut pandang penulisan, metode muhasabah atau introspeksi ini juga sangat luas untuk dipraktikkan. Metode muhasabah kadang juga dipraktikkan sebagai teknik bagaimana cara menemukan ide untuk menulis cerita fantasi yang menarik. Hal ini seperti berusaha menemukan makna dari perjalanan hidup, kemudian menuangkannya dalam bilik-bilk imajinasimu sendiri.

Nah, beberapa hal yang paling umum dilakukan sebagai metode menulis berdasarkan muhasabah adalah sebagai berikut

Menemukan Ide Menulis Tentang Penyesalan Terbesar Dalam Hidup

Source: skip prichard

Hingga usiamu sekarang, apa kira-kira hal yang paling kamu sesali? Mengapa kamu menyesali hal tersebut? Apa alasan terbesarmu untuk mengatakan bahkan penyesalan itu memang layak untuk kamu utarakan? Lalu apa solusimu untuk berdamai dengan penyesalan tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu saja dapat kamu ajukan pada diri sendiri saat menulis sebuah muhasabah berdasarkan konsep penyesalan terbesar dalam hidup. Penulisan sepertu ini tidak hanya akan membuat kamu mampu melakukan perbaikan di hari depan, namun juga akan meningkatkan kewaspadaan dan rasa syukurmu.

Pada kesempatan yang lebih baik, menulis tentang penyesalan dalam hidup juga kadang digunakan sebagai cara menemukan ide dalam menulis puisi. Dan pada umumnya sebuah puisi yang dihasilkan karena hal ini akan sarat dengan makna dan hikmah yang kaya dengan pesan kebijaksanaan.

Menemukan Ide Menulis Tentang Kegagalan Terbesar yang Pernah Dialami

Source: Quotes cover

Mungkin kegagalan berkaitan erat dengan penyesalan untuk sebagian orang. Namun dalam penulisan yang efektif, kegagalan justru dapat diubah menjadi keberhasilan melalui sebuah tulisan berkualitas dan terus terang. Ketika kamu menulis sebuah kegagalan yang pernah kamu alami dan kamu anggap sebagai yang terbesar, maka akan ada banyak manfaat yang kemudian mengikuti tulisan tersebut.

Kamu akan lebih rendah hati karena kegagalan, kamu juga akan lebih banyak berusaha dan berdoa karena kegagalan. Sementara dari sisi orang yang membaca tulisanmu, mereka akan lebih berhati-hati dan belajar dari kegagalanmu. Dan itu tentu saja membuat tulisanmu menjadi jauh lebih bernilai.

Menemukan Ide Menulis Tentang Kesuksesan Besar yang Pernah Diraih

Source: Petra van den Berg

Meskipun endingnya berbeda, namun hakikat penulisannya sama dengan menulis tentang kegagalan yang pernah dialami. Kesuksesan akan memberi lebih banyak kegembiraan daripada pelajaran, dan karenanya kamu dapat berbagi kesuksesan itu dengan menuliskan beberapa tips dari kamu yang terbukti efektif kamu lakukan.

Pada bagian ini kamu dapat pula menambahkan tentang motivasi perjuanganmu hingga akhirnya kamu bisa sukses dalam bidang tersebut. Dan penjabaran ini dapat pula kamu tambahkan dengan kiat-kiat untuk orang-orang yang mungkin tertarik dengan bidang yang kamu pernah sukses di dalamnya. Dengan teknik ini, penulisan tentang prestasi dan pencapaian dapat pula dikembangkan sebagai contoh menulis ide kreatif yang menarik.

Menemukan Ide Menulis Tentang Sesuatu yang Historis dan Menguraikannya

Source: Ondaydrade

Ketika melakukan perenungan tentang sesuatu yang telah terjadi, sesorang dapat saja menemukan sebuah momen historis yang penuh nilai untuk dituliskan. Momen ini dapat diperinci lagi dengan menguraikannya menjadi tulisan untuk dibagikan kepada orang-orang. Momen historis yang dituliskan akan membuat kesan dari momen tersebut semakin kuat untuk diingat dan dikenang.

Apa momen historismu? Mengapa kamu menganggap momen itu sebagai sesuatu yang bernilai historis? Apa dampaknya pada diri dan perasaanmu ketika momen tersebut kamu ingat kembali? Dan lain sebagainya.

Kamu dapat memperinci penulisan ini hingga pada sesuatu yang lebih detail lagi kemudian mengembangkannya menjadi contoh ide cerita yang menarik untuk dibagikan sebagai tulisan.

Menemukan Ide Menulis Tentang Impian yang Ingin Dicapai dan Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mencapainya

Source: ResearchGate

Impian yang kuat akan menjadi sumber tenaga dan energi bagi seseorang untuk meraihnya.

Lalu, apa impianmu? Mengapa kamu memimpikannya? Apakah kamu berharap impianmu akan menjadi kenyataan? Lalu, apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mencapai impian kamu tersebut?

Menulis sebuah impian dan menyusun konsep untuk mencapainya tidak hanya akan membuatmu pandai menulis, namun juga melatihmu untuk bisa menyusun strategi yang masuk akal. Pada sisi ini, akan muncul sebuah kemungkinan dan keyakinan dalam dirimu bahwa impianmu bisa terwujud jika strategi yang kamu tuliskan bisa kamu jalankan secara konsisten.

Nah sekarang, kamu dapat memilih berbagai metode menemukan ide menulis di atas dari berbagai teknik dan pengertian mencari ide yang sudah disampaikan. Kamu bisa melakukan wawancara, kamu bisa melakukan riset, atau yang paling mudah, kamu pun bisa meluangkan waktu untuk melakukan introspeksi dan muhasabah. Ketika kamu telah menemukan idenya, ubah kemudian ide tersebut menjadi konsep penulisan yang menarik.

Jika kamu rasa sudah cukup, langkah selanjutnya adalah kristalkan konsep idemu itu menjadi sebuah karya tulis yang nyata, bisa berbentuk novel, artikel, atau bahkan cerpen sekali pun.

Kunci dari cara menemukan ide menulis hingga berhasil menjadi sebuah karya yang layak untuk kamu banggakan adalah komitmen dan konsisten. Selama kamu siap dengan komitmen yang kuat dan kosistensi yang tinggi, hanya masalah waktu sampai karyamu menjadi sesuatu yang luar biasa.

Selamat berkarya!


Note:

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuat bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan

9 CARA MENEMUKAN IDE MENULIS NOVEL ATAU CERPEN YANG MUDAH DILAKUKAN

Untuk penulis pemula yang ingin menghasilkan karya hebat, atau pun untuk penulis lama yang ingin memulai proyek penulisan baru, cara menemukan ide menulis novel atau artikel yang tepat kadang dapat saja menjadi tantangan yang serius. Karena itulah kemudian dibutuhkan teknik atau tips khusus mengenai cara mencari ide menulis yang efektif dan mudah diterapkan.

Cara Menemukan Ide Menulis Novel yang Mudah Dilakukan Berdasarkan Pengalaman Sendiri

Source: http://www.Pulsd.com

Menemukan ide untuk sesuatu yang akan ditulis kadangkala bukanlah bagian paling sulit dari menjadi seorang penulis. Bagian paling tidak mudah dari seorang penulis khususnya pemula, adalah tetap konsisten menyelesaikan tulisan untuk sebuah ide yang telah dipilih buat dituliskan. Gagasan penulisan yang tidak begitu powerfull kadang lebih sering menguap sebelum bisa diubah menjadi karya yang nyata.

Sebenarnya ada banyak cara mencari ide menulis yang dapat diaplikasikan, namun memilih salah satu yang paling tepat untuk dikembangkan adalah bagian yang mungkin tidak semua penulis mampu memutuskannya secara bijaksana. Ada banyak draff buku berupa novel atau bahkan cerpen yang tidak pernah selesai karena gagasan ide awalnya sendiri tidak begitu kuat untuk diteruskan.

Nah, bagaimana sebenarnya cara mendapatkan ide untuk menulis novel, cerpen, artikel, atau apa pun itu yang efektif sekaligus kuat untuk diimplementasikan dalam tulisan berdasarkan pengalaman? Berikut ulasan lengkapnya.

Beberapa Ide Menulis Buku Berdasarkan Pengalaman Sendiri

Source: http://www.themirror.com

Menulis buku dengan berdasarkan pengalaman sendiri adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Hal yang paling menguntungkan dari ide seperti ini adalah sudut pandang kepenulisannya yang lebih dalam karena merupakan sebuah pengalaman yang pernah dirasakan oleh si penulis langsung.

Akan tetapi, ada banyak pula penulis yang mampu membuat sebuah kisah fiksi yang luar biasa bagus, dengan menggunakan pengalaman pribadi sebagai unsur yang menyempurnakannya. Hal ini misalnya dapat dilakukan dengan mengambil latar belakang berupa tempat, kejadian, waktu, konflik yang dihadapi, untuk kemudian diadaptasi menjadi sebuah kisah imajiner yang jauh lebih kompleks dan menarik.

Ide cerita penulisan yang didasarkan pada pengalaman penulisnya, memiliki banyak sudut padang dan sangat luas untuk dijabarkan. Dengan gaya bercerita yang baik dan pengolahan diksi yang luar biasa, sebuah pengalaman dapat dikemas menjadi sebuah cerita yang bahkan mampu melintasi batas-batas imajinasi kisah nyatanya sendiri.

Nah sekarang, bagaimana cara membuat ide cerita yang dapat dikembangkan dari sebuah pengalaman pribadi untuk dituliskan menjadi sebuah gagasan penulisan? Berikut beberapa rinciannya;

Tulis Sesuatu yang Membuat Kamu Merasa Gemetar dan Ketakutan

Source: http://www.penstateuniversity.com

Menulis tentang hal yang paling ditakutkan adalah sesuatu yang menantang, dan pastinya dapat dikembangkan menjadi sebuah contoh ide cerita yang menarik. Setiap orang tentu saja memiliki skala ketakutan yang beragam. Pada kasus ini, menulis sesuatu yang paling membuat takut adalah ide menulis yang dapat dikembangkan.

Rasa takut akan kehilangan, rasa takut akan kegagalan, rasa takut dan khawatir akan ditinggalkan, adalah beberapa rasa takut yang justru dapat diubah menjadi sebuah naskah cerita.

Bahkan lebih daripada itu, ketakutan pada sesuatu yang lebih unik seperti takut hantu, takut ketinggian, takut gelap atau rasa takut yang lainnya, juga dapat dikembangkan menjadi karya penulisan yang luar biasa.

Lakukan Sesuatu yang Luar Biasa Kemudian Tulis Pengalamannya

Source: http://www.brandquarterly.com

Apakah mendaki gunung selama satu bulan penuh adalah sesuatu yang luar biasa? Jika iya, maka kamu dapat melakukannya untuk kemudian menjadikan pengalamannya sebagai ide tulisanmu.

Melakukan sesuatu yang dianggap luar biasa pada dasarnya bukan hanya akan membuat seseorang mendapat ide cerita, namun juga akan membuat bertambahnya pengalaman dalam hidup.

Sesuatu yang menantang dan luar biasa untuk dilakukan tidak harus berbahaya dan mengancam nyawa seperti mendaki gunung. Pada konteks yang lebih realistis, contoh ide cerita yang menarik ini misalnya dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih variatif  dan mudah untuk dilakukan.

Menulis Blog dengan Satu Chapter per Satu Waktu, Bisa per Hari Atau per Minggu

Source: http://www.Clipdealer.com

Seorang penulis atau calon penulis sudah seharusnya memiliki blog atau website pribadi. Nah sebagai penulis, kamu misalnya dapat memposting secara serial untuk sesuatu tema yang kamu mungkin memiliki ketertarikan lebih.

Umpamanya menulis cerita misteri, maka hal ini dapat ditulis secara berkala di blog yang kamu miliki. Selain akan menebarkan jaring untuk pembaca tulisan secara setia, metode ini juga akan membuat rangkaian kisah dalam blog yang telah ditulis, dapat diubah menjadi sebuah karya yang lebih besar. Seperti buku misalnya.

Menulis Tentang Seseorang yang Paling Berarti atau Berpengaruh dalam Hidup

Source: http://www.thecreativecafe.com

Saya menulis sebuah buku setebal hampir 800 halaman yang saya bagi dalam dua jilid. Kepenulisan buku ini berasal dari arti seseorang yang demikian besar dalam kehidupan saya. Sosok ini telah menjadi bayangan dalam langkah saya, dan karena itu, tentu saja saya dapat menuliskan kisahnya dengan sangat baik dalam cerita yang mungkin cukup panjang.

Setiap orang memiliki sosok yang sangat berarti dan berpengaruh dalam kehidupan mereka. Dengan cara melihat yang lebih komprehensif, menulis tentang seseorang yang berarti dalam hidup adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dilakukan.

Topik tentang seseorang yang berarti ini dapat dikristalkan menjadi salah satu cara mendapatkan ide menulis artikel, puisi, atau bahkan yang lebih banyak daripada itu.

Menulis Tentang Salah Satu Hobi yang Paling Digemari

Source: http://www.leverageedu.com

Kegemaran atau hobi tentu saja dapat menjadi bahan menulis yang menyenangkan. Apa pun  jenis hobi atau kegemaran yang sungguh-sungguh membawa kesenangan saat dilakukan, akan menjadi modal yang bagus untuk menulis sebuah karya tulis yang bisa dikembangkan.

Hobi fotografi dapat membuat buku berisi album foto. Hobi travelling dapat membuat buku yang berisikan catatan perjalanan, sementara hobi memasak, dapat pula menulis karya tulis berupa resep-resep dan sejenisnya. Pendek kata, apa pun hobi yang dilakukan pada dasarnya dapat pula menjadi ide sebuah penulisan.

Menulis Berdasarkan Inspirasi Dari Lagu Favorit

Source: http://www.Mindsjournal.com

Orang menyukai lirik lagu bukan karena suka secara benar-benar suka, namun lebih banyak karena lirik itu serasa tepat untuk menggambarkan diri dan perasaannya. Kamu yang merasa sepakat dengan pernyataan ini maka dapat menuliskannya menjadi kerangka cerita untuk kamu kembangkan lebih jauh.

Lirik lagu kadang bercerita lebih banyak kepada orang yang merasa bahwa perasaannya terwakili dengan  lirik tersebut. Lantunan suara dan nada sang penyanyi akan membantumu untuk semakin jauh mengekplorasi perasaan dan alasan yang melatarbelakangi menjadikan lagu tersebut sangat kamu senangi.

Metode menulis berdasarkan lirik lagu ini juga mudah untuk dikembangkan dan diimplementasikan dalam sebuah karya tulis. Pada umumnya, menjadikan lirik lagu sebagai cara menemukan ide dalam menulis puisi catatan yang singkat telah banyak dilakukan. Namun, hal ini bukan berarti bahwa lirik lagu tidak dapat dijadikan sebagai ide dasar dalam penulisan yang lebih luas lagi.

Menulis Tentang Masalah Paling Besar yang Dihadapi dan Kira-Kira Solusi Untuk Mengatasinya

Source: http://www.Tsss.com

Menulis dengan gagasan yang satu ini selain dapat membuat kamu mampu memandang persoalan secara lebih objektif,  pastinya juga akan melatih nalarmu untuk mencari jalan keluar yang relevan. Dan karena kamu penulis, kamu pasti akan mampu menjabarkan solusi yang kamu berikan secara panjang lebar dan mendetail. Bahkan dengan sudut pandang yang lebih luas, kamu mungkin juga bisa menawarkan beberapa opsi jalan keluar yang variatif.

Anggaplah misalnya kamu melihat permasalahan yang ada di lingkunganmu atau di sekelilingmu. Persoalan itu kemudian kamu lihat dari sudut pandang yang sederhana dimana kamu juga menjadi bagian dari orang yang merasa mendapat imbas masalah tersebut. Selanjutnya kamu dapat melihat permasalahan itu secara lebih komprehensif dan menawarkan solusi menurut pemikiranmu yang paling efektif.

Hal ini kemudian dapat pula menjadi jawaban dari pertanyaan; bagaimana cara menemukan ide pada penulisan cerita fantasi? Dengan mengimajinasikan persoalan sebagai medan fantasi, maka jawaban dan solusinya dapat dijadikan sebagai pengembangan materi tulisan yang dapat dengan mudah dikembangkan.

Menulis Kebaikan yang Ditemukan Sehari-Hari

Source: http://www.Houstonrecoverycenter.com

Ini adalah cara mencari ide menulis kreatif yang sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun jangan salah, hal ini juga akan membawamu pada sebuah tulisan yang menyenangkan untuk dibuat dalam bentuk karya tulis. Beberapa orang menganggap hal ini mungkin remeh saja, namun tanpa komitmen dan konsisten yang kuat, hal paling remeh pun tidak mungkin dapat diselesaikan.

Anggap saja misalnya kamu membuat sebuah program selama 100 hari untuk menuliskan semua kebaikan yang kamu temui. Sambil menjalani hari-hari seperti biasa dan menjumpai kebaikan di dalamnya, maka kamu akan melihat berbagai keajaiban yang luar biasa. Dan ketika keajaiban itu kamu pindahkan dalam tulisan, maka kamu akan melihat kebaikan dan keajaibannya pun akan berlipat ganda.

Menulis Jawaban yang Kamu Peroleh dari Pertanyaan yang Paling Banyak Diajukan Untuk Orang-Orang Terdekat

Source: http://www.rave.com

Mengapa kamu memilih untuk tinggal di Pondok Pesantren? Mengapa kamu menganggap bahwa uang adalah hal terpenting dalam hidup? Apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan menjamin bahwa kamu tidak akan pernah gagal? Dan lain sebagainya.

Dalam cara mendapatkan ide untuk menulis novel atau cerpen yang terakhir ini, kamu dapat meracik pertanyaan paling menarik yang kamu miliki kemudian mengumpulkan jawabannya. Dengan jawaban yang beragam dari orang-orang terdekat yang kamu tanyakan, kamu akan melihat sebuah dimensi yang menarik dari orang di sekelilingmu saat mereka mendapat pertanyaan yang sama darimu.

Bahwa komitmen adalah hal penting untuk mengawali sebuah penulisan, namun untuk menyelesaikannya, kamu akan membutuhkan lebih banyak konsisten.

Anton Sujarwo

Dari 9 cara menemukan ide menulis novel atau artikel berdasarkan pengalaman sendiri di atas, mana yang menurut kamu paling mudah untuk kamu aplikasikan?

Sebagai penulis yang menulis hampir 2000 – 4000 kata setiap harinya, saya harus mengatakan bahwa 9 ide menulis dari pengalaman sendiri di atas pada dasarnya mudah untuk dilakukan.

Namun sekali lagi saya juga akan menyampaikan seperti pada banyak kesempatan; bahwa komitmen adalah hal penting untuk mengawali sebuah penulisan, namun untuk menyelesaikannya, kamu akan membutuhkan lebih banyak konsisten.

Jadi, selamat mencoba ya, tetap konsisten untuk terus menulis!


Note

Tulisan Anton Sujarwo lainnya dapat dibaca pula pada website;

Penulis blog ini juga membuka bimbingan kepenulisan secara online dan offline. Kamu dapat menghubungi penulis melalui form kontak yang disediakan untuk mengikuti kelas menulis yang disediakan.

INI 3 LANGKAH MUDAH MENJADI PENULIS NOVEL BAGI PEMULA

Pada dasarnya memang ada perbedaan antara menjadi penulis novel dengan menjadi penulis tema-tema populer yang lebih umum. Karena itu, tidak mengherankan bagaimana para penulis buku populer mungkin sedikit agak grogi ketika diminta menulis novel atau bahkan cerpen. Dibutuhkan sebuah cara menjadi penulis novel pemula yang efektif untuk membuat proses penulisannya menjadi lebih mudah.

Nah, adakah sebuah teknik yang sistematis untuk menulis novel yang dengan mudah dapat dieksekusi bahkan untuk pemula? Uraian berikut ini akan menjelaskannya untuk kamu, baca sampai tuntas, ya.

Langkah Mudah dan Sistematis Menjadi Penulis Novel Bagi Pemula

Seorang penulis novel dituntut untuk mampu bercerita lebih baik melalui tulisannya. Atau pada kalimat yang lebih lengkap, seorang penulis novel harus bisa menghidupkan situasi dalam imajinasinya melalui sebuah narasi cerita yang ia tulis. Tanpa kemampuan untuk melakukan itu, rasanya agak sulit untuk menghasilkan sebuah novel yang berkualitas.

Selain dibutuhkan konsistensi untuk menulis dan belajar terus-menerus. Menjadi penulis novel yang baik juga membutuhkan teknis dan cara yang efektif.  Sejauh ini,  setidaknya ada tiga langkah dan metode khusus yang dapat digunakan dalam membangun  cerita dalam novel. Dengan tiga langkah yang sederhan ini, seorang penulis baik ia amatir mau pun profesional akan dengan mudah mengeksekusi sebuah ide menjadi cerita yang menarik.

Nah, apa saja kemudian yang dapat dilakukan sebagai langkah dalam membangun cerita dalam sebuah novel? Berikut detailnya.

Langkah Pertama: Perkenalan

Perkenalan atau beginning dalam penulisan cerita adalah intro sebelum masuk ke bagian-bagian yang lebih detail dan mendalam. Secara cepat bagian perkenalan ini dapat diisi dengan tiga sub penjelasan yaitu:

Deskripsi setting cerita

Gambaran setting cerita dapat dimulai dengan dengan memikirkan beberapa pertanyaan seperti;

  • Dimana ceritanya berlangsung? Apakah di atas gunung, di dalam rumah, di tengah jalan. Gambarkan dengan detail settingnya untuk mendapatkan kesan narasi yang lebih utuh.
  • Kapan cerita tersebut terjadi? Apakah pada pagi hari, malam hari, pada saat sedang sholat, atau kah pada saat sedang duduk-duduk menonton televisi.

Perkenalkan karakter tokoh

Bagian kedua pada langkah pertama ini adalah dengan memfokuskan karakter yang akan diceritakan pada novel. Anda bisa memulainya dengan menyebutkan bentuk wajahnya, warna bajunya, panjang rambutnya dan lain sebaginya.

Intinya menjadi penulis novel hebat pada langkah ini adalah kemampuan menggambarkan karakter tokoh secara spesifik.

Jelaskan situasinya

Ini menjadi sebuah gambaran lebih komprehensif tentang apa yang terjadi pada cerita. Anda bisa menggabungkan informasi lokasi cerita, waktu kejadian, serta karakternya sekaligus pada bagian ini.

Menjadi penulis novel pemula harus mempelajari dan mempraktikkan langkah pertama ini dengan baik supaya mampu membukan tulisannya dengan sempurna. Semakin baik bagian perkenalan ini dituliskan, maka semakin mudah pula untuk menuliskan bagian yang lainnya.

Langkah Kedua: Kumpulan kejadian

Source: http://www.liminalpages.com

Selanjutnya yang dilakukan pada tahap ini adalah menjelaskan apa yang menjadi problem utama sebuah cerita. Pada cerpen problem ini dapat dikunci pada satu kejadian saja yang disorot secara intensif. Namun pada novel, hal ini adalah kumpulan kejadian  yang panjang dan banyak.

Lalu apa saja yang bisa diceritakan pada bagian ini?

Untuk menjadi penulis novel best seller yang mampu bercerita dengan baik, paling tidak harus mendeskripsikan bagian ini secara jelas dan kuat. Ini adalah bagian sambung-menyambung antara berbagai kejadian dalam novel yang terus memberikan stimulan pada pembaca untuk terus mengikuti cerita yang disampaikan.

Sebagai contoh pada novel berjudul Merapi Barat Daya kumpulan kejadian yang saya hadirkan banyak.  Anda yang sudah membacanya dapat melihat beberapa rentetan pristiwa ini untuk memahaminya.

  • Gempa di Gunung Merapi yang menyebabkan karakter perempuan utama bernama Elya terjebak dan dinyatakan hilang.
  • Penyelamatan mukjizat yang dilakukan oleh karakter utama pria bernama Tatras secara heroik.
  • Tatras tiba-tiba menghilang setelah menyelamatkan Elya.
  • Kematian karakter pembantu yang jatuh di Tebing Selatan Merapi.
  • Dan lain-lain
Source: The Clever Quill

Itu semua adalah rentetan kejadian pada cerita yang dibangun untuk menghadirkan kekuatan peran karakter tokohnya. Apa yang telah terjadi, apa pengaruhnya bagi setiap karakter yang diceritakan?

Untuk lebih anda perhatikan lagi, bahwa kumpulan kejadian adalah bagian paling dominan dalam novel. Secara umum dapat dikatakan bahwa cara menjadi penulis online atau pun tidak, memiliki langkah yang sama dalam hal menyusun kumpulan kejadian ini.

Jika dapat dianalogikan sebagai bangunan, maka kumpulan kejadian inilah yang menjadi pondasi, dinding, atap, tiang dan lain sebagainya dalam membangun sebuah cerita. Cerita yang kuat bukan hanya yang memiliki unsur pembangun yang banyak, namun juga berkualitas, saling berhubungan, dan juga saling menguatkan.

Langkah Ketiga: Ending dan Solusi

Source: http://www.amandabaratt.author.com

Penulis novel yang hebat tidak akan meletakkan kekuatan cerita mereka hanya pada satu sisi cerita saja. Namun menyebar pada keseluruhan cerita yang dituliskan. Akan tetapi pada bagian penutup atau ending inilah kemudian biasanya para penulis novel akan memasukkan efek krusialnya.

Ending sebuah cerita bisa saja menyedihkan, bahagia, samar-samar atau pun yang lainnya. Namun intinya, sebuah ending cerita dari novel atau cerpen haruslah dapat melekat erat dalam benak para pembacanya. Oleh karena itu, membangun cerita dan menitikberatkan fokus pada bagian endingnya adalah sesuatu yang penting dilakukan.

Hal yang harus diperhatikan pada bagian ini adalah menjelaskan bagaimana ceritanya berakhir? Apa yang terjadi dengan karakter yang menjadi tokoh cerita? Dan apa pula penyelesaian dari kumpulan-kumpulan kejadian yang sebelumnya diceritakan?

Pada cerpen anda dapat menutup cerita dengan memilih kalimat yang paling menarik. Akan tetapi pada novel anda mungkin membutuhkan tidak hanya satu kalimat untuk mengakhiri ceritanya dan membuatnya terasa lebih berkesan.

source: Pinterest

Untuk menjadi penulis novel di wattpad atau di media apa pun, dibutuhkan latihan dan konsistensi terus menerus. Tak kenal berhenti dan tak kenal kata menyerah. Simultan dari semua proses ini akan mengantarkan anda akhirnya pada sebuah pencapaian yang menggembirakan. Disiplin dan latihan terus menerus adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap penulisan, baik itu novel mau pun cerpen.

Banyak-banyak membaca, banyak-banyak menulis, dan  jangan pernah menyerah saat mungkin menemukan bagian yang terasa sulit. Karena menjadi penulis novel bukan hanya tentang tips dan strategi. Namun lebih daripada itu, menulis novel adalah tentang konsistensi dan semangat untuk berkarya, serta mempersembahkan sesuatu yang dapat membuat diri sendiri menjadi bangga.

7 LANGKAH MENULIS CERPEN ATAU CERITA PENDEK YANG PALING UMUM DIGUNAKAN

Apakah kamu suka menulis cerpen? Jika iya, apakah kamu punya langkah menulis cerpen secara khusus yang sering kamu praktikkan?

Setiap penulis memiliki metode mereka sendiri dalam menulis, tak terkecuali bagi penulis cerpen atau cerita pendek. Meskipun tulisannya singkat dan hanya berfokus pada satu bagian yang diceritakan, menulis cerpen tidak dapat dilakukan sembarangan. Justru penulisan cerpen yang efektif membutuhkan keterampilan menulis yang memadai, baik dari sisi metodenya, bahasanya, juga tentu langkah penulisannya sendiri.

Nah, kira-kira apa saja yang menjadi metode atau langkah-langkah paling lazim digunakan dalam penulisan sebuah cerpen atau cerita pendek, atau short story? Berikut pembahasannya lebih lanjut.

Langkah Menulis Cerpen atau Cerita Pendek, atau Short Story yang Paling Umum Dilakukan

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Sebuah cerita dapat dikatakan sebagai cerita pendek dalam penulisan karena memiliki jumlah kata yang terbatas. Beberapa sumber berbeda pendapat tentang berapa sebenarnya jumlah kata yang ideal untuk sebuah cerpen. Ada yang berasumsi bahwa  sebuah karya tulis cerita dapat dikategorikan sebagai cerpen jika jumlah katanya berkisar 1.000 – 10.000 kata, ada pula yang berpendapat 1.000 – 4.000 kata, sementara yang lain mengatakan idealnya adalah 1.000 – 3.000 kata.

Namun pendapat yang paling umum adalah 1.000 – 4.000 kata, jumlah inilah yang dianggap sebagai jumlah paling ideal untuk sebuah cerpen. Dan karena jumlahnya yang terbatas, maka penulisan cerpen pun membutuhkan metode khusus yang tidak sama seperti novel atau buku umum. Panduan langkah-langkah menulis cerpen mutlak dibutuhkan supaya dapat menghasilkan cerpen yang berkualitas dan layak baca.

Lantas, apa saja langkah-langkah dalam menulis cerpen yang paling lazim dipraktikkan? Setidaknya ada 7 point paling penting dalam menulis cerpen atau cerita pendek, berikut uraian lengkapnya.

Brainstorming Sebuah Konsep Cerita

Source: Pinterest

Brainstorm atau brainstorming sendiri memiliki banyak definisi yang beragam jika diterjemahkan secara sederhana. Namun terkait dengan penulisan cerpen atau cerita pendek, brainstorming yang dimaksud adalah menyusun sebuah konsep yang jelas tentang cerita pendek yang akan ditulis. Termasuk dalam hal ini adalah membuat konsep tentang siapa, apa, mengapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Secara sederhana konsep brainstorming skenario dapat dijelaskan sebagai rumus 6W1H berikut ini;

  • Who (Siapa)

Siapa yang akan diceritakan? Siapakah tokoh atau karakter utama yang akan dituangkan dalam sebuah cerita berbentuk cerpen tersebut?

  • What  (Apa)

Apa yang terjadi dengan tokoh tersebut? Apa permasalahan yang ia hadapi yang membuat dirinya layak untuk dijadikan sebagai objek cerita?

  • Why (Mengapa)

Mengapa permasalahan tersebut memiliki kaitan erat dengan tokoh yang diceritakan? Mengapa tokoh tersebut begitu terpengaruh dengan permasalahan yang ada?

  • Where (Dimana)

Dimana tokoh dalam penulisan cerpen tersebut? Dimana kejadiannya berlangsung?

  • When (Kapan)

Kapan kejadiannya berlangsung? Kapan peristiwa yang menjadi isi cerpen terjadi?

  • How (Bagaimana)

Bagaimana kemudian yang terjadi? Bagaimana karakter menyelesaikan masalahnya? Bagaimana pula akhir ceritanya?

Dengan memikirkan konsep berdasarkan rumus 6W1H di atas, merupakan sebuah langkah menulis cerpen untuk pemula terutama, yang cukup efektif. Walau pada umumnya, penulis cerpen terkenal pun menerapkan langkah ini. Meskipun tidak terlampau mendetail lagi langkah brainstorming-nya.

Temukan Fokus Cerita

Photo by Maksim Goncharenok on Pexels.com

Sebagai seorang penulis yang juga berprofesi trainer menulis, saya seringkali menemukan permasalahan terbesar dari seorang pemula dalam menulis cerpen atau cerita pendek adalah kurangnya fokus.

Fokus yang dimaksud dalam konteks ini bukan fokus dalam menulis, namun fokus dalam menyoroti subjek utama yang diceritakan. Sesuai dengan namanya sebagai sebuah cerita pendek, maka cerpen tentu saja memiliki batasan jumlah kata dan halaman, dan karena alasan inilah kemudian kamu harus membuat setiap kalimat yang kamu tulis itu fokus membedah sebuah permasalahan yang menjadi titik inti cerita.

Dalam penulisan cerpen, hindari membahas hal yang terlampau melebar dan sudah tidak memiliki korelasi dengan inti cerita. Jika pun seumpama kamu ingin menuangkan pula hal lain dalam cerita dengan maksud memperkayanya, maka pastikan hal tersebut sebagai pelengkap yang mampu memperkuat inti cerita yang disampaikan.

Tetapkan Setting dan Juga Karakter Cerita

Source: pinterest

Seperti halnya langkah pertama dalam menulis cerpen adalah dengan menetapkan brainstorming skenario, maka pada langkah ini kamu hanya perlu memperkuat detail atau rinciannya.

Ketika dalam langkah pertama kamu hanya berfokus pada konsep tentang who, what, why, where, when dan how, maka pada pada langkah yang ketiga ini kamu berfokus pada karakter secara spesifik. Termasuk pula dalam hal ini misalnya ciri fisik karakter, sifat-sifatnya yang utama, latar belakangnya, baik keluarga, budaya mau pun keyakinan,

Selanjutnya kamu dapat mengeksplore lagi penokohan cerita pada cerpenmu dengan menyoroti setting cerita. Berdasarkan setting yang kamu buat, kamu kemudian dapat menghubungkannya dengan karakter utama, tentang bagaimana ia melihat, bagaimana ia merasakan dan bagaimana pula ia berubah seiring dengan perubahan setting pada cerita pendekmu.

Pilih Sudut Pandang

Photo by Ylanite Koppens on Pexels.com

Untuk kamu yang bercerita berdasarkan kisah sendiri, tentu saja kamu dapat dengan mudah menggunakan sudut pandang sebagai orang pertama tunggal dalam cerita yang kamu tulis. Karena memang langkah menulis cerpen berdasarkan pengalaman sendiri pada umumnya menggunakan point of view seperti saya, aku, dan lain sebagainya.

Namun berbeda ceritanya jika kamu menulis sebuah cerpen yang bukan merupakan pengalaman yang kamu rasakan sendiri. Maka disini kamu dapat memilih sudut pandang yang lebih luas tentang dengan cara apa kamu menceritakan kisah itu. Point pentingnya adalah kamu ingin menceritakan cerpen yang kamu tulis itu sebagai apa?

Ada beberapa sudut padang yang umum ditulis dalam sebuah bahasa cerpen atau bahkan novel. Sudut orang pertama tunggal sebagai pelaku lazimnya menggunakan kata ganti aku, saya, gue, dan semacamnya. Sementara sudut pandang orang kedua tunggal biasanya menggunakan kata dia, ia, atau mungkin menyebut nama tokoh yang ditulis. Dan untuk kata ganti orang kedua majemuk misalnya menggunakan istilah mereka dan semacamnya. Nah, kamu sendiri dalam cerpen yang kamu tulis, ingin menggunakan sudut pandang yang mana? Tetapkan secara bijak.

Tulis Satu Halaman Sinopsis

Photo Source: Lektur.id

Sebagai pemanasan dan juga memperkuat konsep cerita, kamu dapat membuat langkah awal menulis cerpen dengan cara menulis sinopsisnya terlebih dahulu. Ini seperti membuat premis dalam penulisan skenario film. Atau paling tidak menuangkan beberapa garis besar cerita terlebih dahulu.

Sinopsis sebenarnya adalah sesuatu yang cukup krusial dalam penulisan cerita, khususnya novel. Pada cerpen meskipun tidak begitu vital perannya, namun penulisan sinopsis yang kuat setidaknya akan mempermudah penulisan naskah cerita yang sebenarnya. Penjabaran yang baik dan terkonsep secara lengkap dalam sebuah sinopsis, akan membantu penulis untuk tetap ada pada garis cerita yang direncanakan.

Dalam bahasa tulisan yang lebih umum, langkah kelima ini dapat pula disebut sebagai penyusunan kerangka. Kerangka inilah yang kemudian menjadi inti cerita yang dikonsep secara singkat. Untuk detail-detail kejadian dalam penceritaan, umumnya memang tidak perlu dimasukkan dalam sinopsis.

Tulis Awalan yang Kuat

Source: youtube

Jika menilik pada rujukan langkah-langkah menulis cerpen menurut para ahli, maka hampir semuanya bersepakat untuk memberikan penekanan yang hebat pada kalimat pembukanya. Artinya penulis cerpen dituntut untuk mampu menemukan kalimat pembuka yang kuat, yang efektif, dan yang mampu langsung merasuk ke pikiran pembaca.

Ini mungkin terdengar agak sulit, tapi sebenarnya tidak jika kamu sudah terbiasa dan mengerti cara membuat strong opening untuk sebuah cerita. Saya biasa mengatakan kepada orang-orang yang saya latih dalam menulis untuk tidak memaksakan susunan kata yang indah atau diksi yang memukau sebagai pembuka sebuah cerita. Jika kamu bisa melakukannya itu bagus, namun jangan memaksakan diri untuk hal itu.

Strong opening dalam penulisan cerpen atau novel tidak harus dengan susunan diksi yang memukau dan mempesona. Titik utama atau bagian terpenting dari sebuah awalan penulisan adalah kamu mampu menarik minat pembaca dengan kalimat pertama yang kamu pilih. Pilih kalimat yang membuat pembaca penasaran, tergelitik ingin tahu lebih banyak, dan yang pasti, merasuk dalam pikiran mereka sesaat setelah mereka membacanya.

Buat Puncak Cerita (Klimaks) yang Kuat dan Tidak Terlupakan

Source: Millenium Post

Selanjutnya bagian terakhir dari langkah menulis cerpen adalah dengan membuat sebuah klimaks cerita yang kuat dan tertanam di benak pembaca. Ini tentu tidak akan mudah, terutama jika kamu adalah tipe penulis dengan standar penulisan yang tinggi.

Namun seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika kamu telah menyusun konsep yang baik, menetapkan sinopsis yang terarah, juga telah memilih point of view yang juga tepat, maka membuat klimaks yang kuat akan lebih mudah dilakukan. Kamu hanya perlu membuatnya senatural mungkin untuk mendapatkan kesan alamiah dan mengalir dalam benak pembaca.

Pada bagian ini, hindari menggunakan efek kejut yang terlampau berlebihan. Penggunaan kata ‘tiba-tiba, lalu, kemudian’ dan sejenisnya, sebaiknya dibatasi supaya tidak membuat jalan cerita menjadi nampak dipaksakan. Buat klimaks dan akhir sebuah cerpen yang kuat, namun jangan paksakan kata-kata dalam ceritanya. Sekali lagi, buat senatural mungkin.

Serius Ingin Menjadi Penulis? Kamu Bisa Belajar Bersama Saya

Photo by luizclas on Pexels.com

Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa untuk menerapkan langkah-langkah dalam penulisan cerpen seperti yang diuraikan di atas, adalah sesuatu yang tidak mudah.

Sebenarnya tidak juga. Jika niat belajar kamu kuat, keinginanmu untuk menjadi seorang penulis juga sangat kuat dan sungguh-sungguh, maka kamu akan bisa melakukannya. Seiring dengan banyaknya latihan dan praktik, maka kamu akan semakin mahir dalam menulis. Baik itu cerpen, novel, artikel, buku, atau bahkan sekedar status media sosial sekali pun.

Akan tetapi jika kamu ingin lebih efektif dalam menulis, produktif sekaligus juga lebih cepat dalam proses belajar, mungkin kamu bisa bergabung dalam kelas yang saya bimbing. Jika kamu tinggal di wilayah Magelang, maka kamu bisa belajar secara langsung. Sementara jika jaraknya jauh dan kondisi pandemi masih belum terkendali seperti sekarang ini, maka ikut kelas menulis online yang saya bimbing mungkin bisa menjadi alternatif yang bijak.

Untuk mengikuti kelas menulis bersama saya, kamu dapat menghubungi saya melalui email di blog ini. Untuk memperkuat keyakinanmu dalam belajar, kamu juga dapat melihat beberapa artikel yang saya tulis seperti di www.akasakaoutdoor.co.id atau di www.arcopodojournal.blogspot.com. Untuk buku, tentu kamu dapat melihat dan mendapatkan karya saya melalui blog ini juga.

Nah, itulah langkah menulis cerpen yang bisa kamu praktikkan. Sebagai saran terakhir dari saya, disiplinlah dalam berlatih, karena pada akhirnya, disiplinlah yang akan menentukan sebuah kesuksesan dalam penulisan, dan dalam apa pun.

Jadi, selamat berlatih dan berkarya!


MAKEUP_2019122918574813_save

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun  2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

MENGAPA WRITING SKILL PENTING UNTUK MEMENANGKAN HATI PELANGGAN ERA 4.0?

Tidak semua peran manusia dapat digantikan oleh mesin dan teknologi canggih. Pada era digital sekarang dimana hampir semua kerja manusia sudah dapat diambil alih oleh komputer, ternyata masih ada juga beberapa peran yang tak bisa tergantikan. Dan di antara salah satu peran yang hanya bisa dilakukan oleh manusia itu adalah keahlian menulis atau writing skill.

Keterampilan menulis khususnya untuk tujuan internet marketing saat ini memegang peranan yang krusial. Peran ini sama sekali tidak dapat digantikan oleh mesin. Kepenulisan yang efektif dalam internet setidaknya harus memiliki ‘cita rasa’ didalamya. Artinya sebuah tulisan tidak boleh hanya berisi barisan kata-kata semata, namun lebih daripada itu kepenulisan yang ideal harus juga menjadi media komunikasi yang efektif kepada pembaca.

Dan disanalah kemudian peran writing skill berada. Sebuah kemampuan menulis yang efektif dan tepat sasaran dalam era pemasaran digital. Keterampilan menulis yang baik dan efektif baik dari sisi tujuannya, tekniknya, penggunaan bahasanya dan juga waktunya. Dengan kemampuan menulis yang baik seperti ini, peluang untuk mampu memenangkan persaingan dalam indutsri 4.0 makin terbuka lebar.

Source: http://www.northeasternuniversity.com

Writing Skill Dalam Internet Marketing

Secara sederhana writing skill dapat kita artikan sebagai suatu keterampilan menulis yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan eksistensi promosi atau selling di internet. Semakin bagus skill menulis seseorang, semakin komunikatif dan menarik tulisannya dibaca orang, maka semakin kuatlah pengaruh yang mampu ia tumbuhkan sebagai feedback. Dan pada hakikatnya, feedback itulah yang kemudian menjadi tujuan final dari sebuah writing skill dalam internet marketing,

Mengapa Writing Skill Itu Penting?

Source: http://www.reputationtoday.com

Kita mungkin pernah membaca sebuah laman internet yang penuh dengan tulisan yang seolah ditulis tanpa ‘rasa’. Tulisan itu terasa kaku dan nampak sebagai sebuah formalitas untuk mengisi gap kosong saja dari laman tersebut. Jangankan tertarik untuk memberi feedback pada jenis tulisan seperti ini. Dalam hati saja kita mungkin bertanya, apakah yang menulis ini manusia atau robot?

Untuk mendapatkan kesan human reading (nyaman dibaca manusia), dibutuhkan kemampuan menulis yang tidak hanya baik, namun juga mampu mempengaruhi perasaan sang pembaca. Ini adalah salah satu peran penting dari writing skill, tentang kemampuan menghasilkan sebuah tulisan yang mampu melakukan penetrasi hingga dalam perasaan pembaca.

Pada era digital internet marketing saat ini, kebutuhan akan skill writing sangat tinggi. Karena hampir semua bisnis dipasarkan melalui jaringan internet, maka ujung tombak pemberi informasi pertama kepada pengguna internet adalah tulisan. Oleh sebab itulah kemudian betapa pentingnya sebuah tulisan yang ideal dan berkualitas sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam perlombaan internet marketing.

Manfaat Skill Writing dalam Internet Marketing

Source: http://www.cybercashworldwide.com

Kita mungkin sudah membahas beberapa manfaat utama dari keterampilan menulis pada era digital sekarang. Namun untuk lebih lengkapnya berikut adalah dua alasan mengapa writing skill sangat dibutuhkan dalam dunia pemasaran di internet sebagai gerbang utama pengenalan produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen.

Tulisan yang komunikatif, teratur dan nyaman dibaca adalah kunci utama dari pengunjung betah berlama-lama pada sebuah website. Dengan semakin lamanya para pengunjung mampir di website, maka semakin banyak pula informasi produk dan jasa yang bisa mereka ketahui sebagai sarana promosi yang memadai

Ini erat kaitannya dengan teknis penulisan internet marketing semacam SEO, artikel yang google friendly, dan juga memenuhi syarat human reading. Dengan kemampuan penulisan yang baik, didukung pula oleh teknologi yang memadai. Sebuah tulisan yang berkualitas dapat menjadi promosi yang sangat efektif di internet.

Beberapa Hal Yang Sering Merusak Citra Writing Skill

  • Plagiat

Bukan hanya dalam internet marketing, tindakan plagiat memiliki dampak yang buruk dalam industri apa saja. Tulisan yang terindikasi sebagai sebuah plagiarisme tidak hanya mampu meruntuhkan reputasi penulisnya. Namun juga mampu merusak citra dari tempat yang memuat tulisan plagiat itu sendiri.

  • Robotic Style

Disebut robotic style karena ini seperti tulisan robot yang disalin secara otomatis. Biasanya hal seperi ini terjadi pada jenis tulisan copy writing yang tidak mengindahkan nilai-nilai human reading dalam menyalinnya.

Penerapan Writing Skill

Contoh penerapan writing skill dapat ditemukan dengan mudah dalam dunia internet marketing sekarang ini. Salah satu yang paling familiar adalah kemampuan skill writing dan jenis komunikasi story telling melalui tulisan. Contoh konretnya mungkin dapat kita cermati bagaimana sebuah organisasi amal mengajak dan menggugah masyarakat untuk berderma dengan cara menceritakan kehidupan objek penerima derma yang penuh derita dan sangat layak untuk dibantu.

Jadi dengan melihat hal ini secara keseluruhan, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan sederhana bahwa keterampilan menulis itu sangat penting dalam indutsri teknologi seperti ini. Keterampilan menulis yang baik tidak hanya akan memberi gambaran komprehensif mengenai produk atau jasa yang ditawarkan di internet. Namun lebih daripada itu semua, kemampuan menulis yang baik juga dapat menjadi instrumen penting untuk memenangkan persaingan yang kian ketat dalam dunia internet marketing yang kian kompetitif.


Untuk anda yang membutuhkan konten berkualitas dan efektif guna menunjang performa bisnis anda di internet,

Saya adalah penulis anda!

http://www.penulisgunung.id

6 JENIS TOKOH JAHAT ATAU ANTAGONIS DALAM PENULISAN CERITA FIKSI

Daya tarik utama cerita fiksi apa pun adalah perjuangan tokoh utama protagonis menghadapi tokoh jahat atau antagonis yang menjadi lawannya. Meskipun sering menuai ketidaksukaan dan antipati dari pembaca karena karakternya, tokoh antagonis sangat dibutuhkan dalam sebuah konsep cerita. Tanpa adanya peran antagonis, seringkali sebuah cerita menjadi terasa demikian kosong dan datar, atau bahkan sangat tidak menarik.

Cara Mudah Mendapatkan Ide Tokoh Jahat atau Antagonis dalam Menulis Cerita Fiksi

Source: Quickbyte.com

Dalam bahasa yang sederhana, antagonis adalah lawan dari protagonis. Sementara dalam pembahasan sebuah cerita fiksi, antagonis lebih sering diterjemahkan sebagai sebuah peran atau karakter yang diciptakan oleh penulis sebagai lawan, kontra, atau musuh dari karakter protagonis. Secara umum antagonis dideskripsikan sebagai tokoh dengan karakter yang jahat, licik, dan juga banyak memiliki sifat buruk.

Akan tetapi sebagai penulis cerita, kita tidak dapat dengan sederhana menetapkan pengertian apa itu antagonis sebagai gambaran dari kejahatan dan musuh protagonis semata. Untuk mendapatkan karakter-karakter yang lebih menarik dibutuhkan pemahaman yang lebih kompleks untuk menciptakan karakter antagonis. Karena tokoh antagonis yang diciptakan seperti pada umumnya akan membuat cerita yang ditulis juga terasa biasa-biasa saja.

Nah sekarang, bagaimana sih caranya menciptakan karakter antagonis untuk sebuah cerita fiksi? Berikut uraian lebih lengkap untuk pembahasan ini.

5 Jenis Tokoh  Jahat atau Antagonis dalam Cerita Fiksi

Jika diuraikan secara sederhana, tokoh antagonis adalah tokoh yang tidakan dan kepentingannya adalah untuk menggagalkan dan menghalangi tujuan dari tokoh protagonis. Namun demikian, seorang penulis yang baik juga tidak bisa secara ujug-ujug menciptakan sifat-sifat jahat atau antagonis dalam diri salah satu tokoh, tanpa memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa tokoh tersebut bisa menjadi jahat.

Sebuah karakter dapat menjelma menjadi jahat tentu saja memiliki sebab-sebab, dan sebab-sebab inilah yang harus dikuasai oleh seorang penulis supaya tokoh antagonis ciptaannya dapat tergambarkan sempurna pada benak pembaca.

Karakter antagonis seringkali dideskripsikan sebagai pribadi yang jahat, kejam, licik, bertabiat buruk, dan lain sebagainya. Akan tetapi, seorang penulis pada dasarya memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi karakter antagonisnya secara lebih menarik lagi.

Nah berikut adalah 6 jenis karakter antagonis dalam cerita fiksi yang diaplikasikan dengan cukup sederhana. Dengan memahami latar belakang jenis karakter antagonis yang ditulis, seorang penulis dapat membuat sebuah kisah yang lebih menarik untuk pembacanya.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Rasa Lapar dan Kedengkian

Source: Grazia Middle East.com

Jenis antagonis satu ini adalah yang paling umum ditemui dalam kisah fiksi yang ditulis. Dan dalam banyak kisah memang lebih banyak para penulis yang menggunakan karakter antagonis seperti ini sebagai lawan dari karakter protagonis yang ia ciptakan. Unsur pendorong utama yang memotivasi karakter antagonis untuk melawan dan menentang karakater protagonis dalam konsep ini adalah rasa kedengkian dan iri hati.

Tokoh karakter antagonis dengan latar belakang atau motivasi iri dengki memiliki lebih banyak lagi penjabaran dari sekedar apa yang bisa dibayangkan. Namun secara umum antagonis tipe pertama ini memotorbelakangi semua tidakannya dari rasa lapar akan kekuasaan, pengaruh, dan materi. Tindakan negatif dan perbuatan buruk karakter ini mengimplementasikan rasa laparnya tersebut.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Pengkhianatan

Source: http://www.4coloums.com

Buruknya pengkhianatan itu adalah karena ia tidak pernah datang dari orang asing, namun selalu datang dari orang-orang dekat dan dikenal.

Menggambarkan dan menciptakan sebuah peran karakter antagonis yang memotivasi tindakannya karena pengkhianatan adalah sesuatu yang menarik. Karakter ini pada mulanya dapat saja menjadi bagian terdekat dari karakter tokoh protagonis. Betrayal atau pengkhianatan dapat saja terjadi pada diri sahabatnya, keluarganya, kekasihnya, dan lain sebagainya.

Untuk memperkaya penulisan tentang karakter antagonis yang dimotivasi oleh pengkhianatan, seorang penulis dapat pula memasukkannya pada sebuah konflik mengenai keputusan yang sulit. Karakter pengkhianat dalam hal ini tercipta karena ia membuat keputusan buruk saat menghadapi sebuah situasi yang sulit.

Tokoh Antagonis Dengan Motivasi Otoritas

Source: http://www.dhristi.magazine

Pemerintah atau institusi kekuasaan adalah manifestasi paling sempurna dari gambaran karakter antagonis otoritas. Dalam cerita ini, penulis membangun sebuah kisah yang membenturkan keinginan karakter protagonis yang kemudian bertentangan dengan kebijakan dan tujuan otoritas seperti pemerintah dan lain sebagainya.

Dalam cerita satu ini, lawan dari tokoh utama protagonis  adalah pemerintah dan aturan-aturannya. Pada konsep yang lebih luas, institusi otoritas antagonis dapat lebih dikembangkan lagi misalnya menjadi otoritas keluarga, otoritas adat istiadat, otoritas perusahaan, dan lain sebagainya.

Tokoh Antagonis Kekuatan Alam

Source: http://www.Hollywoodreporter.com

Tidak ada motivasi khusus untuk cerita yang kemudian mengambil alam sebagai musuhnya. Cerita yang dibangun pada metode ini adalah menjadikan alam raya sebagai lawannya untuk mencapai tujuan. Musibah bencana alam, atau medan alam yang berbahaya, adalah salah satu contoh populer yang diangkat untuk mewakili karakter antagonis dengan musuhnya berupa kekuatan alam.

Buku yang ditulis oleh Nando Parrado berjudul Alive yang menceritakan kisah ia bertahan hidup dan mencari bantuan di pegunungan kejam Andes adalah salah satu contoh kekuatan alam menjadi lawan dalam sebuah cerita. Survival dalam jerat hutan belantara, bertahan hidup di tengah lautan yang ganas seperti pada film Life of Pi juga bisa dijadikan contoh untuk mewakili karakter antagonis dari kekuatan alam.

Tokoh Antagonis Diri Sendiri

Source: http://www.addictioncenter.com

Menceritakan karakter antagonis yang bersemayam dalam diri sendiri memerlukan sebuah pemahaman yang lebih baik dan mungkin saja tidak sederhana. Konsep ini menjadikan diri sendiri pada tokoh protagonis sebagai lawan dari keinginan yang ingin ia capai. Contoh sederhana konsep ini misalnya pada cerita yang menjadikan tokoh protagonis kecanduan obat-obatan terlarang kemudian berupaya untuk melawannya.

Selain kecanduan dan sejenisnya, beberapa cerita juga tertarik menggunakan metode amnesia untuk mengadopsi karakter antagonis mereka. Di lain kesempatan misalnya, penyakit, rasa takut atau rasa khawatir dapat pula menjadi manifestasi dari karakter antagonis satu ini.

Tokoh Antagonis Gabungan atau Kompleks

Source: http://www.IMPaward.com

Jenis terakhir dari tokoh antagonis dalam sebuah cerita fiksi adalah gabungan dari 5 jenis karakter antagonis sebelumnya. Gabungan karakter antagonis ini dapat saja merupakan kompleksitas dari dua junis karakter antagonis, atau bahkan lebih. Contoh yang paling mudah dalam memahami hal ini misalnya sebuah karakter antagonis yang merupakan gabungan dari kedengkian, pengkhianatan dan juga otoritas.

Membuat sebuah cerita yang menggabungkan banyak karakter antagonis untuk menjadi lawan dari protagonis tentu saja membutuhkan tingkat kemampuan menulis yang baik. Namun hasil dari kompleksnya antagonis dari sebuah cerita yang ditulis dengan baik, tentunya juga akan sangat mampu memberi efek yang menarik bagi emosional pembaca.

Menulis sebuah cerita bukanlah sesuatu yang sulit, tapi juga tidak dapat dianggap remeh. Segala sesuatu yang menjadi unsur pembentuk cerita secara lengkap haruslah diperinci sebaik mungkin untuk mendapatkan sebuah kisah yang berkualitas. Termasuk pula dalam unsur ini adalah menciptakan sebuah karakter jahat atau antagonis yang dapat membantu penulisan cerita menjadi lebih sempurna.

8 Tips Menjadi Penulis yang Sukses dan Produktif

Profesi penulis memang menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Memiliki karya berbentuk buku, dikenal masyarakat luas, serta peluang memperoleh penghasilan melalui tulisan adalah beberapa faktor yang mendorong orang mendambakan hal tersebut. Meskipun tidak sulit, namun profesi penulis juga membutuhkan semangat dan kerja keras untuk dapat berhasil. Selain itu, berbagai strategi dan tips menjadi penulis pun perlu untuk dicermati supaya berhasil di bidang satu ini.

 Pada dasarnya ada banyak sekali tips dan cara menjadi penulis yang seringkali dibagikan, baik melalui media internet, medsos, video, atau bahkan dalam bentuk buku bacaan. Beberapa penulis mungkin membagikan cara yang agak berbeda dari sisi rincian, namun pada dasarnya berbagai kiat menjadi penulis yang sukses tetaplah sama dalam konsepnya.

Lantas, apa sajakah sebenarnya tips dan kiat yang dapat diterapkan untuk menjadi seorang penulis?

Kali ini saya akan mencoba membagikan 8 prinsip sederhana menjadi penulis yang bisa kamu praktikkan. Dengan mengikuti dan menerapkan 8 prinsip ini secara konsisten, InsyaAllah keinginanmu untuk menjadi seorang penulis akan terwujud.

8 Prinsip & Tips Menjadi Penulis yang Sederhana dan Gampang Dipraktikkan

8 Tips Sederhana Menjadi Penulis Sukses

Untuk menghasilkan buku dan karya tulis pada dasarnya bukan sesuatu  yang sulit.  Syarat utama yang kamu perlukan untuk melakukan itu adalah konsistensi dan ketekunan. Dalam menulis, istilah perlahan tapi pasti itu adalah prinsip yang hampir mencakup semuanya. Jadi dengan kata lain, ketekunan dan kesungguhan menulis kunci utamanya adalah dengan berfokus pada progress yang kamu lakukan setiap harinya.

Meskipun demikian ada beberapa orang yang kadang tetap saja memaksakan diri untuk mendapatkan hasil dengan cara yang instan, termasuk juga dalam dunia kepenulisan ini. Padahal jika kamu ingin menjadi penulis yang berhasil, pada dasarnya tidak ada cara yang instan. Kamu dan kita semua harus berproses, mengikuti alur, belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki kemampuan.  Tanpa kesediaan untuk melakukan itu semua, rasanya tidak mudah mewujudkan mimpi untuk jadi seorang penulis yang sukses.

Nah sekarang, jika kamu merasa keseriusan dan ketekunan dalam menulis adalah sesuatu yang berat untuk dijalankan, saya ada beberapa cara yang InsyaAllah bisa kamu jadikan tips dan pedoman. Apa saja tipsnya, berikut kita bahas satu demi satu;

Tips Pertama: Menulis 50 Kata, Sama Dengan Menulis Satu Paragraf

Thousand miles journey always began from the single step

Jika kamu bisa menulis sebanyak 50 kata, berbanggahati-lah, artinya kamu sudah mampu menghasilkan satu buah paragraf.

Lalu, apakah menulis 50 kata itu mudah? Tentu saja mudah, bahkan untuk kamu yang telah terbiasa merangkai kata dan menulis puisi, didukung lagi dengan wawasan yang luas karena gemar membaca misalnya, maka akan dapat menulis lebih banyak kata lagi. Bahkan tidak hanya 50 kata, kamu juga bisa menulis 100 kata, 200 kata atau bahkan lebih banyak daripada itu.

Inti dari semangat yang pertama ini adalah jangan ragu memulai dari sesuatu yang terlihat kecil dan sepele. Apa pun itu, bukan saja dalam dunia menulis, meskipun dimulai dari sesuatu  yang kecil dan remeh, namun jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten, InsyaAllah akan mencapai keberhasilan.

Tips Kedua: Menulis 400 Kata, Sama Dengan Satu Halaman

400 kata yang ditulis akan membentuk satu halaman buku. Bayangkan jika kamu bisa menulisnya setiap hari, atau bahkan dalam jumlah yang lebih dari 400 kata.
doc.pribadi : buku Maut di Gunung Terakhir

Tips kedua dari 8 pedoman dan prinsip sebagai cara menjadi penulis ini juga mengilustrasikan proses dan ketekunan. Jika sebelumnya kamu diumpamakan dapat membentuk sebuah paragraf dengan hanya menulis 50 kosa kata, sekarang coba tambah kosa katanya menjadi 400 kata dan itu akan menjadi satu halaman buku.

Jika panjang paragrafnya kita buat average atau rata-rata 50 kosa kata dan akan menjadi sebuah paragraf, maka kamu perlu membuat paragraf sebanyak 8 kali untuk menjadikannya sebagai sebuah halaman yang utuh, atau dengan totalitas jumlah kata rata-rata sebanyak 400 kosa kata.

Sekarang bayangkan jika setiap hari kamu dapat menulis sebanyak 400 sampai 500 kata, itu artinya kamu menulis satu halaman buku setiap harinya. Dan tentu saja itu adalah salah satu kriteria penulis  yang produktif dan konsisten.

Tips Ketiga: Menulis 300 Halaman, Sama Dengan Sebuah Naskah

Jika kamu menulis setiap hari satu halaman buku, maka dalam waktu satu tahun tulisanmu akan menjadi naskah yang utuh.
image: http://www.thebalancecarriers,com

Selanjutnya jika kamu konsisten menulis 50 kata menjadi satu paragraf dan 400 kata menjadi satu halaman, maka dalam waktu satu tahun kamu akan memiliki sebuah naskah buku.

Konsistensi dan kedisiplinan adalah kunci utama untuk melakukan hal ini. Selama kamu disiplin dan konsisten untuk selalu menulis setiap hari, maka dalam waktu yang dapat kamu perhitungkan sendiri, kamu akan segera memiliki sebuah naskah buku atas namamu.

Arti penting dari cara menjadi seorang penulis novel atau buku lainnya ini adalah bahwa dalam dunia penulisan, awalan yang kecil namun dikerjakan secara kontinyu akan memiliki dampak yang signifikan. Selain akan membawa kamu untuk semakin dekat pada tujuanmu sebagai penulis profesional setiap harinya, menulis secara konsisten seperti  tips satu sampai tiga di atas juga dapat membantu melatih kedisiplinanmu sendiri.

Tips Keempat: Menulis Setiap Hari Akan Menciptakan Habit (Kebiasaan)

Jadikan aktivitas menulis sebagai kegiatan rutin adalah salah satu tips menjadi penulis yang paling penting.
image: http://www.shethepeople.comh

Beberapa penelitian tidak resmi mengatakan; untuk membentuk suatu habit atau kebiasaan, seseorang setidaknya harus melakukan sesuatu itu selama 100 kali berturut-turut. Ada pula penelitian lain yang mengatakan jumlah yang berbeda. Sementara yang lain juga mengungkapkan bahwa kebiasaan akan terbentuk dalam kurun waktu 100 hari jika sesuatu itu dikerjakan tanpa putus setiap harinya.

Namun teori yang paling sederhana dan juga lebih mudah untuk diaplikasikan adalah dengan menetapkan waktu selama 40 hari berturut-turut tanpa putus. Jadi jika kamu secara konsisten menulis setiap hari sebanyak satu halaman dalam waktu 40 hari secara kontinyu, maka itu sudah cukup untuk menjadikan aktivitas menulis sebagai kebiasaan atau habit-mu.

Lalu pertanyaannya; Mengapa menulis harus menjadi sebuah kebiasaan atau habit?

Kebiasaan atau habit akan memprogram kinerja seseorang untuk melakukan sesuatu secara konsisten, bahkan mungkin ketika dalam alam bawah sadarnya sekali pun. Dengan menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian penting dari kebiasaan atau habit, maka pada perkembangannya habit itu akan membantumu untuk menjadi seorang penulis yang produktif dan juga sukses.

Tips Kelima: Sunting dan Tulis Ulang, Itu Akan Membuat Kemampuan Menulismu Menjadi Lebih Baik.

Menyunting tulisan dan mengoreksi yang salah secara teratur akan membuat kemampuan menulismu semakin baik.
image: http://www.emotivebrand.com

Menulis dan membaca adalah pasangan yang sudah lazim diketahui. Namun bagi seorang penulis, atau bagi siapa pun yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil maka pasangan kata menulis dan membaca saja masih kurang. Lantas apa tambahan lagi untuk perpaduan yang sempurna sebagai spirit bagi seorang penulis?

Jika membaca adalah asupan pikiran seorang penulis, maka menulis adalah bentuk produktivitas dan aktivitas utama yang dilakukannya. Untuk menyempurnakan kombinasi yang menarik ini, seorang yang ingin menjadi penulis yang berhasil harus pula membiasakan dirinya dengan kebiasaan untuk melakukan editing atau penyuntingan, khususnya tulisannya sendiri.

Dengan sering melakukan pengeditan, kemudian menuliskan kembali naskah yang ia tulis pada beberapa bagian yang dianggap perlu, maka kemampuan menjadi seorang penulis akan semakin baik. Menulis, membaca, kemudian menyunting atau mengedit, jika dilakukan secara kontinyu dan teratur, maka akan menghasilkan sebuah kombinasi yang sangat efektif untuk mengasah kemampuan seorang penulis.

Tips Keenam: Bagikan Tulisan dan Dapatkan Feedback atau Ulasan

Feedback baik berupa kritik maupun saran sangat berguna sebagai review untuk tulisan yang dihasilkan.
image: http://www.uxcollective.com

Selanjutnya yang dapat kamu lakukan sebagai tips sederhana untuk menulis adalah jangan ragu untuk mempublikasikan tulisanmu untuk kemudian dikritik oleh orang lain. Seorang penulis yang baik akan selalu terbuka kepada kritik mau pun saran. Dengan kritik dan saran itulah kemudian seorang penulis dapat mengetahui apa saja yang mesti ia perbaiki dalam proses penulisan yang ia lakukan.

Untuk mendapatkan feedback tulisannya, seorang penulis pemula saat ini memiliki banyak sekali pilihan untuk berinteraksi. Kamu bisa memposting tulisanmu di media sosial semacam facebook, kemudian meminta teman-temanmu untuk mengkritisinya. Atau jika kamu suka, kamu juga dapat membuat sebuah blog dan memposting tulisan-tulisan kamu di sana.

Ingatlah selalu dalam tips dan cara menjadi seorang penulis yang keenam itu untuk berpikiran terbuka dan welcome terhadap kritik. Jika kamu ingin kemajuan pada penulisan yang kamu lakukan, maka memperoleh ulasan baik ia berupa kritik atau pun saran, sangat mutlak untuk kamu perlukan.

Tips Ketujuh: Jangan Mengkhawatirkan Masalah Penolakan, Milikilah Mental Penulis Sukses.

Jangan khawatirkan penolakan, berjuang dan terus lakukan perbaikan pada tulisamu.
image: http://www.margiewarrel.com

Apakah setiap penulis besar yang saat ini sukses dan terkenal itu tidak pernah ditolak? Tentu saja pernah, bahkan mungkin sering, sampai kemudian mereka berhasil menemukan waktu dan tempat dimana kesuksesan menyambut mereka.

JK Rowling, si penulis mahakarya Harry Potter yang terkenal itu, yang ia adalah satu-satunya miliarder dunia yang berasal dari kalangan penulis, berpuluh kali ditolak sebelum bukunya meledak di pasaran. Naskah Harry Potter dan dunia sihir menyihir yang ditulis oleh JK Rowling ditolak berulang kali, namun Rowling tak menyerah. Karena jika pada saat dua atau tiga kali penolakan saat itu ia langsung menyerah, maka kita semua tidak akan pernah tahu kisah Harry Potter sampai sekarang.

Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka milikilah mental seorang penulis. Dan mental penulis yang sukses adalah tidak pernah khawatir akan penolakan. Penolakan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan, nikmati saja sambil terus memperbaiki tulisan yang kamu hasilkan.

Tips Kedelapan: Jika Tidak Sedang Menulis, Maka Membacalah.

Jika sedang tidak menulis maka membacalah, baca tulisan para penulis yang lebih baik daripada kamu.
image: http://www.alstonvillehighschool.com

Selanjutnya tips untuk menjadi penulis hebat yang terakhir adalah kamu harus menyediakan waktu untuk membaca jika sedang tidak menulis. Bacalah buku-buku hasil karya dari para penulis yang lebih hebat daripada kamu. Baca, perhatikan, resapi, dan selami kata per katanya.

Jika penulis itu mengungkapkan kesedihan, bagaimana ia menuliskannya. Jika sang penulis itu menceritakan kegembiraan, bagaimana ia mengungkapkannya. Kamu harus mempelajari hal ini jika waktumu sedang tidak menulis. Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu sendiri, membaca hasil karya orang yang lebih baik darimu akan memberikan perspektif yang lebih kaya dalam gaya dan penulisanmu sendiri.

Jika kamu mempraktikkan dengan sungguh-sungguh 8 tips menjadi penulis yang disampaikan di atas, InsyaAllah kamu hanya perlu bersabar untuk menemukan kesuksesanmu.

Ingatlah selalu pepatah yang telah lama diketahui bahwa; kombinasi antara kesabaran, ketekunan, dan kerja keras, adalah rumus untuk mencapai kesuksesan yang tak terkalahkan.

Jadi sekarang, selamat berjuang untuk menjadi seorang penulis.

 

 

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑