15 CONTOH IDE CERITA YANG MENARIK UNTUK GENRE FIKSI ROMANTIS

Jadi, kamu tertarik untuk menulis novel romantis dan sedang mencari ide cerita yang menarik?

Kamu beruntung karena Penulis Gunung baru saja mengumpulkan 15 contoh ide cerita yang menarik khusus untuk genre romantis. Ide ini adalah garis besar cerita yang tinggal kamu kembangkan saja. Dengan sentuhan penulisan yang khas, semua ide cerita romantis ini bisa menjadi mahakarya.

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Jika kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya

15 Contoh Ide Cerita yang Menarik Kategori Fiksi Romantis

Photo by Emrah AYVALI

Menemukan ide cerita dalam menulis fiksi kadang terlihat demikian sulit bagi beberapa penulis pemula, bahkan untuk yang sudah berpengalaman sekali pun. Adanya contoh ide cerita fiksi  akan sangat membantu dalam hal ini. Kamu hanya perlu mengkombinasikannya dengan imajinasimu untuk membangun cerita yang sempurna.

Nah, sebelum Penulis Gunung memberikan 15 contoh ide cerita novel atau cerpen yang bisa kamu gunakan dengan gampang. Yuk, refresh kembali proses dan teknis menulis cerita fiksi romantis.

BACA JUGA:

Apa Itu Novel Fiksi Romantis?

Dari Wikipedia, pengertian fiksi roman digambarkan sebagai rekaan yang menggambarkan kronik karakter secara detail, rinci, dan mendalam. Roman fiksi juga digambarkan sebuah gaya bercerita yang tidak hanya memfokuskan pada bentang waktu karakter utamanya, namun juga secara keseluruhan.

Namun demikian, fiksi selalu dinamis dan tidak ada aturan yang kaku mengekang.

Kamu dapat menulis fiksi sebebas elang  terbang untuk merentangkan imajinasimu. Ide cerita dan bagaimana kemudian kamu menuliskannya, adalah yang akan menentukan kualitas cerita.

Bagaimana Menulis Buku Fiksi Romantis?

Photo by Alejandro Avila

Genre fiksi romantis memang tergolong genre popular dalam penulisan novek fiksi. Namun, itu bukan berarti kamu dapat mengeksekusinya sambil bermalas-malasan. Bahkan pada langkah yang pertama untuk menemukan ide cerita saja beberapa penulis terkadang sudah menemui kendala.

Penulisan cerita romantis fiksi juga tidak dapat diterjemahkan dengan cara-cara yang terlalu klise dan biasa. Tidak ada salahnya dengan mengangkat ide cerita cinta segitiga, hubungan terlarang, cinta ditentang orang tua dan lain sebagainya. Namun, untuk membuatnya lebih dari sekedar menulis kamu harus benar-benar membuatnya menjadi roman yang utuh.

Dan ingat, menulis romantis beda dengan menulis adegan seks atau porno, ya.

Penulis hebat dapat menciptakan romantisme yang sejati tanpa sedikit pun menyinggung aktivitas seksual.

Romantisme yang kuat lahir dan mengikat emosi pembaca, menarik pembaca untuk ikut hanyut dalam cerita, merasakan gelombang imajinasi dan gejolak untuk marah, untuk rindu, untuk dendam dan untuk merelakan dalam waktu sama.

Tentu saja ini tidak mudah, namun dengan contoh ide cerita dan tema yang tepat, kamu akan lebih mudah untuk mencobanya.

15 Contoh Ide Cerita untuk Fiksi Romantis

Photo by Maksim Goncharenok

Setelah kamu bertekad untuk menulis sebuah cerita fiksi romantis secara serius, berikut adalah beberapa contoh ide cerita pendek yang tentu saja harus kamu kembangkan lagi sesuai dengan imajinasimu sendiri.

Kamu bisa memilih salah satu atau mengkombinasikan beberapa di antaranya.

BACA PULA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 1

Tulis sebuah cerita yang menempatkan karakter utama kamu sebagai seseorang yang beranggapan bahwa pernikahan adalah hal sakral, terhormat dan terikat selamanya. Buat prinsip ini dipegang sangat erat oleh karakter utama.

Akan tetapi beberapa waktu kemudian, tiba-tiba muncul seseorang dari masa lalunya tepat di saat sang karakter utama sudah bertunangan dan akan segera menikah dalam beberapa bulan ke depan. 

Bagaimana pun setelah itu, situasinya menjadi sangat jauh berubah.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 2

Photo by picjumbo

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama sedang berlibur ke sebuah wilayah terpencil sebagai reward baginya yang telah lulus kuliah dan bersiap untuk mencari pekerjaan atau meneruskan perusahaan keluarga.

Gambarkan bahwa kota kecil itu dalam perkiraan tokoh sebagai tempat yang benar-benar terpencil dan tidak tersentuh. Namun, ia menemukan hal yang mengejutkan setelah tiba di sana. Termasuk berjumpa dengan seseorang yang akan mengubah rencana dan prinsip hidup si tokoh utama selamanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 3

Tulis sebuah cerita romantis dimana tokoh utama dibesarkan dalam sebuah istana yang ia sendiri akan meneruskan kekuasaan dan pemerintahan. Lingkungan itu menanamkan pandangan hidup bahwa jatuh cinta bagi si tokoh utama adalah sesuatu yang berbahaya dan tidak boleh dilakukan, karena dapat mempengaruhi rencana pemerintahannya.

Hal ini kemudian berubah dengan drastis ketika seorang tamu mereka dari negeri yang jauh datang menghadiri pesta istana sambil memboyong puteri cantiknya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 4

Photo by Valentin Antonucci

Tulis sebuah cerita bagaimana sulitnya untuk melangsungkan pernikahan dalam lingkungan dimana karakter atau tokoh utama cerita tumbuh. Pengantin pria diwajibkan untuk mengumpulkan 500 gram emas dan uang ratusan juta rupiah.

Beruntungnya tokoh utama ceritamu mendapatkan bantuan dari pamannya untuk melangsungkan pernikahan.

Namun ketika hari pernikahan akan berlangsung, paman tokoh utama ditangkap polisi karena kasus perampokan dan pencurian beberapa tahun sebelumnya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 5

Tulis tentang tokoh utama cerita kamu yang menemukan sepasang sepeda tua di tengah hutan. Sepeda itu sudah benar-benar tua sehingga di antara rangkanya yang dirantai telah tumbuh dua batang pohon cemara. Di dalam salam satu keranjang sepeda, tokoh utama cerita menemukan sebuah surat yang dimasukkan ke dalam botol kaca.

Tokoh utama memutuskan untuk mengembalikan surat tersebut kepada pemiliknya, namun ternyata ia menemukan bahwa ternyata surat ini menyimpan cerita yang luar biasa.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 6

Photo by jasmin chew

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita adalah seseorang yang mempunyai karir cemerlang di perusahaan. Ia sebentar lagi akan naik pangkat dan dipromosikan. Untuk mencapai hal ini, tokoh utama harus mengorbankan segala sesuatunya, termasuk niatnya untuk meminang kekasih hatinya.

Akan tetapi tanpa diduga-duga, bos perusahaan tempat tokoh utama bekerja datang dan meminta orang baru untuk mengisi posisi yang sebelumnya akan diberikan pada tokoh utama. Tokoh utama pun sangat kecewa dan berusaha keras menjatuhkan si pendatang baru. Namun lama-kelamaan, justru ia jatuh cinta padanya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 7

Tulis sebuah buku dimana tokoh utama dan pasangannya telah hidup bersama semenjak kecil. Namun karena musibah besar, keduanya kemudian terpisah hingga mereka sama-sama dewasa. Dalam sebuah acara tanpa direncanakan, keduanya bertemu bersama calon pasangan mereka masing-masing.

Namun ternyata tokoh utama dan pasangannya masih merasakan kobaran cinta mereka masa kecil. Mereka kemudian berjuang, bertarung untuk bisa hidup bersama kembali.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 8

Photo by mali maeder

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita menerima sebuah paket yang salah alamat. Isi paketan tesebut adalah seuntai kalung, selembar sajadah dan setumpuk surat.

Surat-surat tersebut ternyata diperuntukkan kepada satu orang. Isinya penuh dengan kata-kata cinta, harapan, kerinduan, dan cita-cita untuk hidup bersama.

Tokoh itu kemudian memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk memberikan surat itu kepada alamat sebenarnya sekaligus juga mencari tahu kehidupan cinta mereka.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 9

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama cerita hidup pada zaman perbudakan dan perdagangan manusia. Siapa pun yang terlahir bukan dari golongan kaya dan terpandang, sudah biasa diperjualbelikan sejak usianya 10 atau 15 tahun. Tokoh utama cerita pada usianya yang ke 26 tahun, sudah menjalani kehidupan perbudakan sebanyak 6 kali. Ia menjadi budak dan bekerja keras di berbagai tempat.

Pada perdagangan yang ke-7, ia kemudian dibeli oleh seseorang bangsawan kaya raya dan diajak tinggal di istana mereka. Si bangsawan memiliki puteri yang cantik jelita yang dengan segera jatuh cinta kepada tokoh utama.

Namun status tokoh utama sebagai budak dan puteri itu sendiri sudah akan dipinang oleh saudagar muda yang lain, membuat semuanya menjadi sangat berbahaya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 10

Photo by Tobias Bju00f8rkli

Tulis sebuah cerita yang belatar belakang abad pertengahan dimana kerajaan dan kuda-kuda masih berkeliaran. Tokoh utama hidup dalam lingkungan yang sangat ketat dan tegas memegang peraturan. Siapa pun yang mencuri dan merampok, akan dipenjara seumur hidup atau bahkan dihukum mati.

Suatu ketika seorang pencuri masuk ke rumah  tokoh utama dan menguras barang berharga mereka. Malangnya ia dipergoki oleh tokoh utama.

Bukannya menangkap pencuri tersebut, tokoh utama justru jatuh cinta dengan sang perampok karena mengetahui alasan ia melakukan perampokan dan pencurian.

BACA JUGA:

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 11

Photo by Johannes Plenio

Tulis sebuah cerita yang menggambarkan bahwa tokoh utama adalah orang yang buta semenjak lahir namun ia memiliki ingatan dan penciuman yang kuat. Pada usia 20 tahun, ia kemudian menjalani operasi donor mata dan bisa melihat.

Di luar dugaan, ia ternyata mendapatkan donor mata dari seseorang yang tidak dikenalnya.

Merasa penasaran, tokoh utama pun melakukan perjalanan untuk mencari tahu siapa yang telah merelakan matanya untuk didonorkan padanya. Tanpa ia sangka, sosok yang mendonorkan mata itu adalah orang yang ia kenal sewaktu kecil dan ketika ia masih dalam kondisi buta.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 12

Tulis sebuah cerita dimana tokoh utama lahir dan besar di sebuah kampung kaki gunung yang terpencil. Semasa sekolah dan masa kecilnya, ia membenci seorang anak kecil lain yang selalu membuatnya jengkel dan sakit hati.

Belasan tahun kemudian, tokoh utama merantau di sebuah kota di negara lain untuk bekerja. Namun karena suatu alasan, negara tempat ia bekerja itu kemudian terlibat perang dengan negara asalnya sendiri, yang membuat posisi tokoh utama menjadi tidak aman lagi untuk tinggal di sana.

Dalam pelariannya dari negara tersebut, tokoh utama berjumpa dengan pasangannya yang ternyata adalah orang yang sering membuat ia jengkel pada masa kecil.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 13

Photo by Efdal YILDIZ

Tulis sebuah cerpen atau novel dengan tokoh utama yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain hanya dengan melihat mata mereka. Kemampuan ini membuat ia menjadi sangat populer di perusahaan dan dapat memenangkan banyak perundingan bisnis yang rumit.

Namun kelebihan membaca pikiran ini justru seakan menjadi bencana ketika ia jatuh cinta. Beberapa gadis yang ia sukai ternyata hanya pura-pura menyayanginya padanya. Ia kemudian menjadi sulit mencari orang yang mencintai dirinya dengan tulus.

Akan tetapi semua nampak berubah ketika ia mendapati seorang gadis yang sederhana dan tidak begitu cantik memiliki pikiran yang sangat baik tentangnya. Tokoh utama kemudian harus memilih untuk jatuh cinta dan hidup bersama dengan si gadis sederhana, atau kehilangan kemampuan telepatinya.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 14

Tulis sebuah buku tentang cinta sejati yang sangat langka terjadi pada usia anak-anak. Namun bagaimana pun juga, tokoh utama cerita menemukannya. Ia menikah dengan kekasih yang ia cintai sejak kecil dan mereka memiliki anak yang lucu berusia 1 tahun.

Di luar dugaan, takdir ternyata memisahkan rumah tangga tokoh utama cerita.

Dalam sebuah kecelakaan, pasangan tokoh utama meninggal dunia dan meninggalkan tokoh utama hidup sendiri bersama anak mereka. Kehidupan semakin kompleks karena kecelakaan itu ternyata disebabkan oleh seseorang yang ternyata memendam cinta sejati pada tokoh utama semenjak kecil pula.

Contoh Ide Cerita Fiksi Romantis 15

Photo by Lukas Rodriguez

Tulis sebuah cerita dengan tokoh utama yang mendapatkan telepon dari seseorang yang ia sukai di dunia maya. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu pada satu waktu yang spesial dimana tokoh utama sedang berulang tahun.

Sayangnya satu hari menjelang momen ulang tahun, tokoh utama kembali mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai saudara kembar pasangan dunia mayanya. Telepon itu semakin mengejutkan karena ia mengabarkan bahwa saudara kembarnya telah meninggal dunia.

Tokoh utama mendatangi rumah sudara kembar itu dan menemukan bahwa hampir lima tahun ternyata ia sudah diikuti oleh sang pasangan mayanya.

Bagaimana Selanjutnya?

Nah, itu adalah 15 ide cerita singkat kategori fiksi romantis yang dapat kamu jadikan premis dalam membangun cerita. Dengan penambahan imajinasi yang kaya, kamu dapat membuat ceritanya semakin menarik dan luar biasa.

Akan tetapi jika kamu masih mengalami kesulitan untuk menulis dan mengembangkan ceritanya, kamu tentu saja dapat menghubungi Penulis Gunung dan meminta bantuan di kelas menulis online. Di kelas ini, kamu akan dipandu sampai berhasil menulis naskah buku novelmu untuk diterbitkan.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi Penulis Gunung, ya.

BACA PULA:

Kamu siap satu bulan punya buku atas nama sendiri?

Ikuti kelas onlinenya disini


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


BEGINI CARA MENULIS BUKU CERITA ANAK DALAM 9 LANGKAH MUDAH

Jadi, kamu tertarik untuk menulis buku cerita untuk anak-anak?

Bagus, artikel kali ini akan mengajak kamu untuk mengenal cara menulis buku cerita anak dalam 9 langkah paling gampang diterapkan. Dengan langkah-langkah ini, kamu pasti akan lebih mudah menyelesaikan buku cerita anak yang ingin kamu tuliskan.

Namun, sebelum membahas langkah-langkah teknis cara menulis buku anak, kamu juga perlu tahu bahwa segmentasi usia anak sama sekali tidak sesederhana kelihatannya. Beberapa penulis bahkan mengatakan bahwa menulis buku untuk anak-anak, sebenarnya jauh lebih menantang dibandingkan menulis buku untuk orang dewasa.

Benarkah demikian?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

COBA KONSULTASIKAN DISINI

Panduan Cara Menulis Buku Cerita Anak dalam 7 Langkah Super Mudah

Photo by Lina Kivaka

Menulis buku anak memiliki banyak tantangan yang menarik. Ketika kamu tertarik menulis cerita untuk anak-anak, kamu harus mempertimbangkan usia mereka, cara berkomunikasi mereka, dan mungkin juga imajinasi dan psikologi mereka.

Dalam praktiknya, cara membuat buku cerita anak hampir selalu bersandingan dengan ilustrasi berupa gambar yang menarik. Jadi, selain memiliki kekuatan cerita yang mampu diterima oleh anak-anak, buku itu juga harus menarik karena gambarnya. Hal ini juga tentu saja menjadi tantangan jika ternyata kamu tidak begitu mahir dalam menggambar.

Beruntung, semuanya memiliki jalan keluar. Termasuk juga dalam mempersiapkan gambar atau ilustrasinya. Kamu misalnya bisa mengajak seorang pelukis untuk menambahkan gambar pada ceritamu. Kesepakatannya dapat kamu sepakati sendiri, apakah kamu membeli gambar atau pun berbagai hasil penjualan.

Nah, sambil kamu mempelajari cara membuat buku cerita bergambar untuk anak-anak, sembilan langkah berikut akan memudahkan kamu dalam menjalani prosesnya.

BACA PULA:

1. Temukan Ide yang Relevan untuk Anak-Anak

Photo by cottonbro

Ketika kamu menulis buku cerita untuk anak-anak, maka kamu harus memperhitungkan dua kelompok yang akan menilai ceritamu di pasaran.

Kelompok pertama adalah anak-anak itu sendiri, dan yang kedua adalah orang tua mereka. Jika kamu menulis buku untuk anak di usia dibawah 15 tahun, sebelum buku masuk ke kamar anak-anak, orang tua mereka akan menilainya lebih dulu.

Meskipun demikian, prioritas utama kamu menulis tetaplah harus anak-anak, bukan orang tua mereka. Anak-anaklah yang akan tumbuh bersama buku dan cerita yang kamu tuliskan. Anak-anak pula yang akan tahu, seberapa hebat kisah yang kamu ceritakan mampu menginspirasi mereka.

Dikarenakan buku ini ditulis untuk anak-anak, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah pastikan bahwa ide ceritanya relevan untuk kehidupan mereka. Namun pertanyaannya kemudian adalah; bagaimana menemukan ide yang relevan untuk anak-anak?

Sebenarnya tidak sulit. Kamu dapat memvalidasi ide tersebut ideal atau tidak untuk anak-anak dengan dua hal yakni; Ajukan beberapa pertanyaan yang relevan untuk memverifikasinya dan pastikan idenya universal.

Beberapa Pertanyaan untuk Ide Buku Cerita Anak

Photo by Jessica Lynn Lewis

Untuk memastikan bahwa ide penulisan kamu memang layak untuk anak-anak, kamu dapat mengajukan beberapa pertanyaan berikut;

  • Tentang apa cerita yang dituliskan?
  • Mengapa kamu merasa perlu menceritakan kisah tersebut?
  • Apakah ide dan tema cerita ini ada hubungannya dengan anak-anak?
  • Apakah ide cerita ini laku di pasaran?
  • Apa pesan moral cerita ini untuk usia anak-anak? Dapatkah mereka menangkapnya?

Pastikan Ide Ceritamu Umum (Universal)

Kemasan cerita anak-anak bagaimana pun bentuknya, selalu memiliki tema inti secara universal. Kamu bisa memilih beberapa tema yang kamu rasa paling tepat untuk kemudian dituturkan dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh anak-anak.

Beberapa tema yang biasa diangkat misalnya adalah persahabatan, setia kawan, kerja keras, ketekunan, kepatuhan kepada orang tua dan lain sebagainya.

2. Pilih Usia Pembacamu

Photo by Janko Ferlic

Langkah kedua cara menulis buku cerita untuk anak adalah dengan memilih usia yang spesifik target pembacamu.

Seperti yang mungkin kamu tahu, usia antara 0 hingga 18 tahun, pada umumnya masih dikategorikan sebagai anak. Nah, segmentasi usia ini pula yang harus kamu pahami supaya ceritamu tepat sasaran.

Dengan bentang usia yang demikian lebar ini, uniknya buku anak membutuhkan struktur, jumlah kata dan model penulisan yang berbeda-beda pula. Ketika balita masih lebih tertarik pada gambar, maka remaja mungkin akan lebih tertarik pada novel yang ringan tentang cinta pertama.

Intinya adalah; sesuaikan ceritamu dengan usia pembaca spesifik yang kamu targetkan.

BACA PULA:

Buku Gambar untuk Usia 0 – 6 Tahun

Photo by Andy Kuzma

Ada dua unsur paling penting dalam penulisan cerita untuk pembaca anak usia ini yaitu; gambar dan cerita. Dua-duanya sama kuat dan harus sama-sama ada dalam naskah buku yang kamu tuliskan.

Pembaca dengan usia ini adalah anak yang baru mengenal buku.

Mereka mungkin hanya akan tertarik pada gambarnya dan orang tua mereka yang akan membacakan ceritanya. Untuk jumlah kata, biasanya buku untuk pembaca usia paling dini ini tidak lebih dari 500 kata saja.

Usia Pembaca Awal untuk 6-7 Tahun

Usia kedua yang bisa kamu tentukan secara khusus untuk menulis buku anak-anak adalah 6-7 tahun.

Usia ini merupakan usia dimana anak menjadi pembaca awal yang mulai mampu mengenal huruf dan menyusun kata-kata. Namun, tetap saja mereka membutuhkan gambar supaya dapat menyusun cerita lebih sempurna.

Jumlah kata yang ideal untuk pembaca anak-anak pada usia ini berkisar dari 2.000 hingga 5.000 kata. Saran lain yang bisa kamu lakukan mungkin adalah dengan menulis bukumu dalam serial sebagai bagian melatih keterampilan membaca anak-anak di usia awal mereka.

Usia Pembaca 7-9 Tahun

Photo by Victoria Borodinova

Selanjutnya setelah melewati usia pembaca awal, anak-anak sudah siap untuk masuk ke era dimana jumlah katanya berkisar dari 5.000 hingga 10.000 kata.

Usia ini kadang disebut juga sebagai usia pembaca buku bab awal. Artinya adalah; anak-anak sudah lebih siap membaca buku dalam bentuk bab namun dengan pengemasan yang lebih ringan tentu saja.

Gambar masih tetap dibutuhkan, namun jumlah dan variasi warnanya mungkin tidak akan sama seperti pada pembaca usia dibawahnya.

Usia Pembaca Menengah 9-12 Tahun

Contoh buku cerita anak yang cocok untuk usia ini adalah karangannya penulis fiksi klasik terkaya di dunia; JK. Rowling.

Harry Potters dan serialnya cukup menarik untuk dibaca pada anak usia ini. Jumlah kata yang ideal adalah 30.000 hingga 50.000 kata.

Meskipun pembaca pada usia ini menginginkan cerita yang lebih maju baik dari sisi prosa mau pun jalan cerita, kamu masih perlu menambahkan gambar untuk membuatnya lebih menarik. Hanya saja jumlah gambar sudah lebih sedikit dan letaknya hanya pada bagian tertentu saja.

Pembaca Remaja 12 – 18 Tahun

Photo by CARLOS ESPINOZA

Nah, ini adalah batu loncatan terakhir antara sastra anak-anak dan dewasa. Jumlah kata untuk usia ini tidak beda dengan jumlah buku sastra untuk dewasa yakni sekitar 50.000 hingga 100.000 kata.

Metode penulisan untuk buku remaja juga tidak jauh berbeda dengan buku umum pada kelas dewasa. Gambar tidak begitu diperlukan lagi, namun tetap dapat diberikan sebagai penguat ilustrasi.

Meskipun sangat identik dengan susunan buku sastra untuk pembaca dewasa, buku remaja harus memiliki ciri khas dalam hal jalan cerita. Pada umumnya jalan cerita dan tema buku remaja akan lebih bertutur mengenai bagaimana menyelesaikan persoalan yang bisa mengubah cara pandang mereka dan juga tentang menemukan jati diri.

BACA PULA:

3. Gunakan Kalimat yang Tidak ‘Merendahkan’ Anak-Anak

Photo by Jessica Lynn Lewis

Langkah selanjutnya setelah kamu memilih usia yang paling ideal untuk pembacamu adalah memperhatikan kalimat yang gunakan. Sedapat mungkin jangan menggunakan kata-kata yang ‘merendahkan’ anak-anak, walaupun tentu saja kamu tidak bermaksud melakukannya.

Lantas, apa sih, yang dimaksud dengan bahasa yang ‘merendahkan’ anak-anak itu?

Bahasa yang ‘merendahkan’ pembaca sebenarnya tidak hanya jangan diaplikasikan pada buku anak-anak, namun kepada setiap buku dengan segmentasi pembaca mana saja. Kalimat seperti ini kadang tersamar dalam susunan kalimat fiksi yang tidak begitu kentara.

Contohnya adalah sebagai berikut;

  • “Kamu memang tidak sepintar Einstein, tapi itu bukan masalah”.
  • “Kamu memang tidak bisa terbang seperti burung Rajawali, namun tidak ada yang salah dengan berjalan kaki”.
  • “Kamu memang bukan seorang puteri raja dari kerajaan kayangan, tapi kamu harus berusaha”.

Kalimat semacam itu umum pada buku novel untuk dewasa. Namun untuk pembaca anak-anak dengan usia mereka yang masih gemerlapan, hal itu akan sangat berpengaruh. Ketika cerita itu dibaca keras (pada umumnya buku anak-anak memang dibaca secara keras) kalimat itu mungkin akan menciderai imajinasi mereka.

Jadi, sebaiknya memang tidak perlu dipergunakan.

Nah, untuk menambah keterampilan dalam hal ini, kamu dapat mempraktikkan tiga hal berikut ini;

Gunakan Kosakata Sesuai Usia

Photo by Eva Elijas

Kamu memang dapat menunjukkan kemampuan dan pengetahuan berbahasamu yang luar biasa pada banyak tempat, tapi ingat, buku anak-anak bukan salah satu di antaranya.

Jangan menggunakan pilihan bahasa yang rumit dan sulit dimengerti. Atau hindari menggunakan istilah yang tidak biasa digunakan oleh anak-anak.

Gunakan Kekuatan Pengulangan

Pengulangan kata dan situasi dapat lebih efektif pada usia anak-anak. Pengulangan semacam ini memberi anak-anak kesempatan untuk mengikutinya dengan mudah.

Di Indonesia, kita mengenal beberapa cerita anak yang cukup familiar dengan konsep pengulangan seperti ini. Majalah anak Bobo atau Bo-Bo, tokoh Rong-Rong dalam cerita Bona dan Rong-Rong, atau malah cerita yang lebih luas cakupannya seperti Chika Chika Boom Boom.

Gunakan Pantun jika Memang Perlu

Menulis cerita anak dengan irama seperti pantun sama sekali tidak ada salahnya, selama kamu bisa melakukannya dengan sempurna. Namun, jika kamu tidak terbiasa menulis cerita dalam bentuk pantun, maka jangan paksakan diri untuk mengaplikasikannya.

Pantun kadang-kadang efektif untuk anak sebagai cara mereka untuk mudah mengingat, namun sayangnya tidak selalu bekerja seperti itu. Jadi pesannya adalah sebelum kamu menggunakan pantun; pastikan itu menarik untuk diingat dan dimengerti oleh anak-anak.

BACA INI JUGA, YUK

4. Ciptakan Karakter yang Mudah Diingat Anak-Anak

Photo by Pixabay

Langkah selanjutnya atau yang keempat sebagai cara membuat buku cerita sendiri untuk anak-anak adalah dengan memastikan karakter cerita atau tokoh yang kamu ciptakan mudah diingat oleh anak-anak.

Bagaimana contohnya?

Sekarang coba kamu ingat-ingat lagi karakter-karakter berikut ini;

  • Upin dan Ipin
  • Kancil dan Buaya
  • Bobo
  • Harry Potter
  • Rapunzel
  • Puteri Salju, dll

Muncul pertanyaan; bagaimana penulis mampu menciptakan karakter yang demikian kuat diingat oleh anak-anak seperti itu?

Menariknya adalah, kamu bisa mempelajari caranya dengan menerapkan tiga tips berikut ini;

Buat Karakter Protagonis Lebih Tua dari Usia Pembacamu

Mantra pertama yang bisa kamu terapkan untuk membuat karakter yang memorable untuk anak-anak adalah dengan menciptakan karakter yang usianya lebih tua dari target pembaca. Jadi, jika usia target pembacamu adalah anak-anak usia 6 hingga 7 tahun, maka kamu bisa membuat karakter protagonisnya ada pada usia 9 atau 10 tahun.

Hal ini menjadi menarik bagi anak-anak karena mereka berusaha menjadikan karakter tersebut sebagai sesuatu yang bisa diikuti dan dijadikan panutan.

Untuk lebih mudahnya, kamu bisa melihat contoh berikut ini;

  1. Karakter Harry Potter yang berusia 11 tahun menjadi ideal untuk pembaca anak-anak pada usia 6-9 tahun.
  2. Karakter Ramona Quimby yang berusia 8 tahun, dan ia cocok untuk pembaca anak-anak yang berusia 5 hingga 7 tahun.

Buat Karakternya Manusiawi

Photo by RODNAE

Dalam penulisan untuk pembaca segmentasi usia berapa pun, karakter yang diciptakan haruslah manusiawi. Manusiawi artinya karakter tersebut tetap memiliki batasan-batasan, kelebihan, kekurangan, motivasi, konflik dan lain sebagainya.

Memahami cara bikin buku cerita anak dengan menciptakan karakter yang manusiawi juga akan membantu anak-anak untuk memahami keterbatasan. Dan pada perkembangannya, mengajari mereka pula untuk belajar menerima dan mengatasi keterbatasan tersebut.

Sempurna Sama Dengan Hambar

Catatan terakhir untuk kamu yang akan menciptakan satu karakter fiksi cerita anak-anak adalah dengan menghindari menciptakan karakter yang sempurna.

Maksudnya adalah jangan membuat karakter sempurna di segala hal dan tidak memiliki kekurangan dan keterbatasan. Karakter seperti ini sangat tidak efektif, tidak bisa menciptakan konflik, dan cenderung membosankan atau hambar.

5. Tuliskan Naskah Pertamanya

Photo by cottonbro

Langkah selanjutnya sebagai cara menulis buku cerita untuk anak-anak adalah dengan mulai menuliskannya.

Setelah mendapatkan temanya, menetapkan target usia pembacanya, menciptakan karakternya, langkah kelima akan membawa kamu pada proses yang serius yakni menuliskannya.

Jangan terlalu berharap banyak pada naskah awal, karena ini hampir selalu berantakan.

Namun itu adalah situasi yang normal.

Naskah awal yang berantakan adalah hal umum, bahkan untuk penulis profesional dengan pengalaman dan jam terbang tinggi sekali pun. Jadi mantranya adalah, jika hal ini terjadi pada kamu juga, just keep moving, kamu sudah ada jalan yang benar.

BACA JUGA:

6. Beri Jeda Sejenak dan Tulis Ulang

Photo by Pixabay

Walaupun kamu menulis buku cerita untuk anak-anak yang notabene konfliknya ceritanya sederhana, kamu tetap butuh jeda untuk bisa melakukannya dengan sempurna. Jadi ketika naskahmu sudah selesai, ambilah napas sejenak dengan sama sekali tidak menyentuh naskahmu selama satu dua hari.

Setelah kamu merasa cukup segar untuk kembali menulis, sekarang kamu dapat membaca ulang naskahmu dan mulai melakukan revisi.

Tulis ulang beberapa bagian yang kamu anggap kurang tepat, atau kurang mencapai target yang sudah kamu tetapkan. Pada tahap ini kamu dapat menyusun ulang, menulis revisi atau bahkan membuang beberapa bagian yang tidak relevan.

Tentu ini adalah pekerjaan yang tidak mudah dan melelahkan. Namun, kamu dapat berfokus pada beberapa hal berikut untuk membuat prosesnya jauh lebih mudah.

  • Tulis Apa pun yang Kamu Inginkan, Namun Pastikan Relevan dengan Pembacamu. Misalnya begini; kamu ingin menulis cerita tentang pengkhianatan dan ketidaksetiaan. Jadi, untuk anak-anak kamu bisa membuat pengkhianatan ini datang dari sepasang sahabat dan teman baik, bukannya sepasang kekasih.
  • Tetapkan Satu Pesan Utama Cerita. Untuk pembaca anak-anak, pesan cerita yang sederhana adalah keharusan. Apalagi jika target pembaca bukumu adalah anak-anak dengan usia di bawah 15 tahun. Jika pesannya cukup kompleks, sebaiknya kamu mengemasnya dalam serial.
  • Beri Bonus Hiburan Pada Orang Dewasa. Fokus terahir yang bisa kamu lakukan untuk menulis buku cerita anak yang menarik adalah dengan menyisipkan hiburan untuk orang tua mereka sendiri. Tentu ini bukan hal yang prioritas. Akan tetapi jika kamu mampu melakukannya, ini akan menjadi nilai tambah yang menarik.

7. Editing!

Photo by Caio

Setelah menulis ulang dan memperbaiki disana-sini, kamu masuk pada tahap yang semakin tidak mudah dalam proses menulis buku cerita anak yakni, mengedit.

Editing adalah bagian yang cukup serius dan membutuhkan energi ekstra. Proses ini akan memaksa kamu untuk membaca ulang, mengedit dan mengulanginya lagi sampai kamu merasa benar-benar lega.

Nah, supaya hal ini tidak terlalu kelihatan menakutkan, berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.

Tidak Ada Masalah dengan “Kejam” Saat Mengedit

Semakin pendek dan sederhana sebuah cerita, semakin bagus itu untuk anak-anak.

Anak-anak tidak membutuhkan cerita yang terlalu rinci dan mendetail. Jika satu kalimat yang kamu hapus tidak mempengaruhi cerita dan tetap mampu menyampaikan pesan cerita dengan baik, maka hapus saja.

Dan lakukan hal itu pada bagian-bagian lainnya pula.

Bagikan dengan Komunitas dan Pembaca Beta

Photo by Anastasia Shuraeva

Tips kedua yang sangat berguna dalam mengedit supaya kamu dapat menciptakan buku cerita anak yang bagus adalah dengan membagikan kepada satu komunitas dimana terdapat pula target pembacamu disana.

Komunitas ini tentu saja misalnya dapat kamu temukan di group facebook, instagram, whatsapp, atau bahkan lingkungan rumahmu sendiri.

Pembaca beta atau pembaca uji coba akan memberikan feedback yang paling kamu butuhkan. Dan karena target pembacamu adalan anak-anak, maka tentu pembaca betamu juga adalah anak-anak. Menariknya lagi, anak-anak adalah pembaca paling jujur yang akan memberikan feedback ceritamu secara polos dan jujur pula.

Jadi, pastikan kamu mendengar pendapat mereka.

BACA JUGA:

8. Temukan Ilustrator dan Editor yang Profesional (Jika Kamu Memang Membutuhkannya)

Photo by Michael Burrows

Setelah naskahmu sudah jadi dan kamu sudah menempuh semua langkah di atas tapi malangnya kamu masih merasa ada yang kurang, maka sekarang kamu harus meminta bantuan pada ahlinya; seorang editor buku anak profesional.

Jika kamu memiliki kenalan, maka ini akan lebih mudah untuk dilakukan. Namun jika tidak, kamu mungkin harus mengeluarkan sedikit biaya untuk investasi cerita yang sempurna. Tidak ada salahnya dengan hal itu, bukan?

Kemudian pastikan pula dalam langkah ini apakah kamu memerlukan jasa seorang ilustrator atau tidak?

Untuk buku-buku remaja dengan pembaca yang sudah hampir memasuki usia dewasa, kamu mungkin tidak begitu membutuhkan ilustrator. Namun untuk buku anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun, ilustrasi adalah setengah dari cerita.

Nah, jika kamu memang membutuhkan ilustrator, kamu bisa mendapatkannya melalui berbagai platform situs freelance. Ada banyak ilustrator hebat disana yang bisa kamu ajak bekerjasama.

Atau jika kamu suka tantangan, kamu tentu saja juga boleh mencobanya sendiri dengan belajar cara membuat ilustrasi buku cerita anak yang bagus dan efektif.

9. Terbitkan Buku Cerita Anak Karyamu!

Photo by Yan Krukov

Ini adalah langkah final dalam membuat buku cerita anak yaitu dengan menerbitkannya.

Dalam menerbitkan buku cerita anak, kamu bisa memilih mengirim naskahmu ke penerbit mayor dan menunggu untuk diterbitkan.

Namun jika kamu merasa tidak begitu sabar dalam menunggu yang hasilnya belum tentu diterima atau tidak, maka kamu harus menerbitkannya dengan metode self publishing. Informasi lebih lengkap mengenai proses penerbitan mandiri atau self publishing dapat kamu baca disini.

BACA JUGA:

WUJUDKAN IMPIANMU MENJADI PENULIS MELALUI KELAS MENULIS ONLINE DISINI.

DAFTAR VIA WHATSAPP SEKARANG


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


APA ITU MEMOAR DAN BAGAIMANA MENULISKANNYA DENGAN MUDAH?

Ketika seseorang merasa salah satu kenangan dalam hidupnya berarti dan penting, ia mungkin akan tertarik untuk menuliskannya menjadi cerpen atau novel. Menulis kisah hidup menjadi sebuah karya sastra adalah definisi sederhana apa itu memoar. Namun memoar tentu saja, jauh lebih menarik daripada sekedar penulisan semacam itu.

Menulis memoar secara teori seharusnya lebih mudah dibandingkan misalnya dengan menulis fiksi. Kamu tidak perlu repot-repot mengarang cerita, membangun konflik, menentukan karakter dan lain sebagainya. Sebagai kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan kamu sendiri, memoar tidak memiliki tokoh protagonis selain dirimu sendiri.

Namun ternyata menulis memoar tidak sesederhana kelihatannya. Ini adalah sebuah keterampilan menulis yang bahkan sangat membingungkan bagi beberapa orang.

Nah, artikel kali ini akan membahas penulisan memoar secara spesifik yang dimulai dengan pertanyaan paling awal berupa: Apakah itu memoar?

Kamu punya kisah menarik untuk ditulis menjadi buku tapi bingung cara menuliskannya?

Coba konsultasikan disini

Apa Itu Memoar?: Pengertian dan Penjelasannya

Photo by Suzy Hazelwood

“Tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada menanggung cerita yang tak terungkapkan di dalam dirimu”

Maya Angelou

Jika kita membahas apa itu memoar dalam bahasa Indonesia? Maka kita mungkin akan menemukan pengertian yang panjang dan komprehensif. Akan tetapi pengertian memoar sendiri dapat disederhanakan sebagai sebuah kisah nyata yang diceritakan dengan baik dan menarik, seperti pada penulisan fiksi.

Berdasarkan asal katanya, memoar atau memoir disarikan dari kosakata bahasa Perancis yang artinya sendiri adalah; Sesuatu yang ditulis untuk diingat atau dibuat menjadi memorable.

Supaya sebuah tulisan dapat disebut sebagai memoar atau memoir, syarat pertamanya adalah ia harus non fiksi. Selanjutnya memoar juga haruslah berdasarkan ingatan penulisnya yang menjadi karakter utama memoar. Dan yang terakhir, point of view memoar adalah harus dari sudut pandang penulisnya sendiri.

Jadi, memoar adalah sebuah bagian penting dalam kehidupan seseorang yang dituliskan dari sudut pandang pelaku kejadian itu sendiri. Sudut pandang memoar adalah sudut pandang kamu sendiri sebagai orang yang mengalami kejadian tersebut.

Apakah Memoar Sama Dengan Autobiografi?

Photo by Adil

Pada satu titik dan pengertian, memoar terdengar seperti autobiografi. Namun sesungguhnya ini adalah dua karya sastra yang berbeda. Ada beberapa hal penting dalam penyusunan memoar yang  membuatnya tidak sama dengan sebuah autobiografi.

Untuk memperdalam pemahaman tentang memoar itu artinya apa dan apa saja cakupannya? Tidak bisa tidak, kita harus membandingkannya dengan autobiografi.

Seperti yang sudah kamu tahu, autobiografi adalah sebuah penulisan karya sastra paling populer untuk menceritakan kisah diri sendiri. Meskipun demikian, memoar yang juga membahas hal yang sama dalam aplikasinya, setidaknya memiliki lima perbedaan paling mendasar jika dibandingkan dengan autobiografi.

Lantas, apa saja yang membedakannya?

Contoh Memoar serta 5 Perbedaan Penting Antara Memoar dan Autobiografi

Source: Penulis Gunung

Apa itu makna memoar secara sejati mungkin dapat saya ambil contohnya secara langsung melaui 3 judul buku karya saya sendiri.

Buku memoar pertama saya tentu saja adalah Islamedina Si Wajah Cahaya yang terdiri dari dua jilid dengan tebal lebih 750 halaman. Sementara memoar saya yang kedua adalah Mimpi Di Mahameru yang lebih kurang isinya terdiri dari 200 halaman.

Baik novel Islamedina Si Wajah Cahaya atau Mimpi Di Mahameru ditulis berdasarkan kisah pribadi saya sebagai pelakunya dan diceritakan pula dari sudut pandang saya sendiri. Dalam konteks ini, novel Islamedina Si Wajah Cahaya dan Mimpi Di Mahameru adalah bentuk aplikatif sempurna dari pengertian memoar dan contohnya.

Ketika syarat non fiksinya terpenuhi, kemudian ia ditulis pula dengan bahan baku dari kisah yang terjadi pada diri kamu sendiri dan melalui sudut pandang kamu sendiri, maka ia bisa disebut memoar sekaligus autobiografi. Namun khusus untuk buku Islamedina Si Wajah Cahaya dan Mimpi Di Mahameru yang sudah saya terbitkan, maka tentu saja ia adalah memoar.

Mengapa bisa demikian?

Lalu apa yang membuat memoar berbeda dengan autobiografi?

Nah, 5 hal berikut inilah yang menjadi pembedanya.

Struktur Penulisan

Photo by Pixabay

Dalam penulisan autobiografi, kisah yang diceritakan pada umumnya adalah lengkap dan komprehensif. Untuk mendapatkan kesan yang sempurna bagi pembaca, penulisan autobiografi hampir selalu bersifat kronologis.

Penulisan autobiografi bagaimana pun caranya, akan diawali dengan rentetan kejadian dari lahir, tumbuh, dewasa kemudian mencapai titik dimana saat ini sang penulis autobiografi berada. Dengan struktur penceritaan yang lengkap semacam ini, kronologis atau berurutan adalah yang paling tepat untuk penulisan autobiografi.

Nah, itu tidak terjadi dengan penulisan buku memoar.

Meskipun tidak se-komprehensif autobiografi, namun menulis memoar membutuhkan ide yang jauh lebih besar. Dalam penulisan ini kamu harus dapat menangkap dan menyajikan ide cerita yang jauh lebih besar dan dikemas dalam tema tertentu seperti kesedihan, kedewasaan, kehilangan, penemuan jati diri dan lain sebagainya.

Dengan pesan yang jauh lebih tematis seperti ini, maka penulisan memoar harus dilakukan dengan kreativitas supaya pesan ceritanya dapat sampai kepada pembaca. Untuk tujuan ini, struktur kronologis bukan hal yang mutlak dalam penulisan memoar.

Cakupan Pembahasan

Photo by Svetozar Milashevich

Perbedaan kedua antara memoar dan autobiografi adalah ruang lingkup pembahasan.

Dalam penulisan memoar, cakupan pembahasan sangat lengkap dan komprehensif. Penulis akan bercerita bagaimana ia dilahirkan, bagaimana ia menghabiskan masa kecilnya, bagaimana ia menempuh pendidikan dan bagaimana pula ia kemudian sampai pada posisinya sekarang yang mungkin penuh gambaran pencapaian.

Nah, hal ini berbeda dengan memoar.

Memoar hanya akan berfokus pada periode tertentu dalam kehidupan penulis.

Memoar tidak akan akan menceritakan kronologis kehidupan penulisan dari A hingga Z. Seperti pengertian awalnya, bagian tertentu dari kehidupan yang dianggap memiliki nilai untuk diceritakan adalah yang akan ditulis dalam memoar.

Buku Islamedina Si Wajah Cahaya adalah contoh memoar pribadi yang sangat tepat menggambarkan. Dalam buku yang terbagi dalam dua jilid tersebut, saya fokus bercerita fase kehidupan saya antara tahun 2014 hingga 2016. Periode itulah yang saya ceritakan sewaktu Islamedina masih dalam pelukan saya.

Gaya Penulisan

Photo by Ena Marinkovic

Perbedaan memoar dan autobiografi selanjutnya dalam hal gaya penulisan. Autobiografi atau otobiografi akan memprioritaskan pada peristiwa yang terjadi sepanjang kehidupan penulis. Sementara memoar akan menempatkan prioritasnya pada pengalaman apa yang dimiliki penulis terkait dengan peristiwa tersebut.

Ketika menfokuskan pada pengalaman, maka cakupannya akan jauh melampaui peristiwa semata. Dalam pengalaman, kamu juga diharuskan mendayagunakan perasaan, pikiran, refleksi, feeling, imajinasi, intuisi dan lain sebagainya.

Kebutuhan penulisan memoar yang priotitasnya ada pada pengalaman memaksa penulisnya untuk melangkah lebih jauh dari sekedar penulisan formal. Artinya, penulis memoar pun dapat menggunakan teknik penulisan fiksi untuk menggambarkan dialog, adegan atau pun bagian cerita yang lainnya.

Filosofi

Photo by Charlotte May

Penulisan autobiografi bagaimana pun akan berpijak pada fakta dan data-data yang dimiliki. Sebaliknya dalam penulisan memoar, landasan utama penulisan adalah ingatan atau memori yang dimiliki oleh penulis itu sendiri.

Ingatan manusia tentu saja tidak dapat diandalkan akurasinya untuk penyajian fakta-fakta yang komprehensif. Untuk itulah kemudian, memoar akan meminta pembaca untuk tidak terlalu fokus kepada faktanya melainkan kepada kebenaran emosionalnya.

Bahkan pada kesempatan tertentu kadang-kadang, penulis memoar akan secara sengaja meragukan ingatan mereka dan menyampaikan kepada pembaca. Namun pada kesempatan yang sama, penulis memoar juga akan menekanan kebenaran emosionalnya.

Pembaca

Photo by cottonbro

Ketika pembaca memilih autobiografi, mereka mungkin sedang berusaha untuk mempelajari hal tertentu dan sosok-sosok yang populer, menonjol dan terkemuka. Namun ketika pembaca memilih memoar, maka sudah pasti mereka ingin mengalami secara emosional kisah yang diceritakan dalam memoar yang dikemas dalam tema-tema tertentu.

Berdasarkan orientasi pembaca ini, maka memoar cenderung lebih intim, lebih pribadi dan lebih kuat menjalin konektivitas pada perasaan pembaca.

Nah, itu pula alasannya mengapa setiap orang pada hakikatnya dapat menulis memoar.

7 Langkah Menulis Memoir Dengan Mudah

Photo by Ann H

Setelah perbandingan dan perbedaan antara memoar dan autobiografi di atas, sekarang mungkin saatnya bagi kamu untuk menulis memoar.

Namun pertanyaan paling pentingnya adalah; Bagaimana melakukannya?

Nah, untuk membuatnya lebih mudah dan sederhana, kamu cukup melakukan 7 langkah berikut ini saja.

Gunakan Formula ‘Saya Ingat’ untuk Menghasilkan Ide Memoar

Photo by Lisa

Bagaimana pun juga pada banyak bidang, memulai adalah bagian yang paling sulit. Termasuk juga mungkin dalam penulisan memoar.

Kamu mungkin memiliki banyak kenangan istimewa namun justru bingung memilih yang mana yang paling layak untuk dijadikan sebagai memoar. Jika itu yang terjadi, kamu bisa gunakan formula ‘Saya Ingat’ yang bisa membantu kamu untuk memilih mana kenangan yang paling banyak bermain dalam pikiranmu.

Jadi, kamu hanya perlu membuat daftar yang kalimat pertamanya adalah menggunakan kata “Saya Ingat”.

Contohnya begini;

  • “Saya ingat ketika pacar pertama saya memberi saya kado ulang tahun. Itu adalah kado ulang yang pertama dan satu-satunya sepanjang hidup saya”
  • “Saya ingat bagaimana pelukan terakhir yang diberikan oleh ibu saya sebelum saya merantau ke luar kota dan tidak pernah berjumpa lagi dengan beliau untuk selamanya”
  • “Saya ingat tidak ada satu haripun selama perjalanan itu kecuali saya dan dia bertengkar. Benar-benar menyebalkan”

Kamu dapat membuat daftar seperti itu lebih panjang kemudian memilih mana di antara daftar kenangan tersebut yang paling membekas dalam benakmu. Pilih kenangan yang paling kuat memberikan pengaruh emosional dalam dirimu. Dan itu adalah memoar yang paling tepat untuk kamu tuliskan.

Sesederhana itu saja formulanya.

Lupakan Kronologis, Mulailah dari yang Paling Kuat

Photo by Sofia Alejandra

Seperti yang sudah disampaikan dalam strukrur penulisan antara autobiografi dan memoar, maka kamu harus mempraktikkannya disini.

Dibandingkan memulai penulisan memoarmu dengan awalan “pada mulanya, pada suatu hari, atau awalnya”, maka pilihlan untuk langsung menulis bagian yang paling kuat mempengaruhi emosionalmu. Bagian mana dari kenangan yang kamu tidak bisa berhenti memilikirkannya, maka mulailah dari sana.

Dengan memulai dari yang paling kuat, kamu akan dapat memanfaatkan momentum penulisan yang akan lebih mudah untuk diawali. Pada banyak kasus, ini akan membuat para penulis memoar yang baru mencoba menulis untuk pertamakalinya, menjadi lebih mudah menuangkan ide mereka.

Naskah Pertama Selalu Payah

Photo by Brett Jordan

Penulis profesional sekali pun, hampir selalu menghasilkan naskah pertama yang ‘payah’ dalam pekerjaan mereka.

Jadi masksudnya disini adalah, jika naskah awal yang kamu tulis itu terasa sangat aneh, tidak rapi, penuh kesalahan ketik atau typo, tidak teratur dan terdengar kacau, maka itu bagus! Kamu sudah melangkah di jalan yang benar.

Pesan konkritnya adalah jangan mengkhawatirkan naskah pertamamu.

Naskah pertama dalam penulisan apa pun akan selalu demikian, oleh karena itulah ia membutuhkan editing dan revisi. Hal yang paling penting dalam tahap penulisan naskah adalah keep writing. Terus menulis hingga naskahnya sendiri selesai.

Ada pun segala bentuk ‘kekacauan’ yang terjadi didalamnya, nanti kamu akan memiliki waktu yang banyak untuk memperbaikinya.

Beri Waktu Jeda

Photo by Artem Beliaikin

Jika naskah awal buku memoarmu sudah selesai di tulis, maka masukkan ia ke dalam lemari dan kunci setidaknya dalam waktu satu atau dua minggu. Bahkan jika kamu tahan, jangan membacanya sampai setidaknya satu bulan.

Lho, kok begitu?

Setelah hari-hari yang melelahkan untuk menulis naskah, biarkan pikiranmu istirahat sejenak. Biarkan pikiran dan benakmu segar kembali dengan tidak terbayang-bayang oleh kata-kata yang mungkin sudah kamu tetaskan di atas memoarmu. Semakin segar pikiran kamu, maka semakin baik untuk memoarmu nantinya.

Jarak ini disebut sebagai waktu jeda kritis antara menulis dan melakukan revisi.

Dengan mengambil masa jeda yang cukup, pikiran kamu akan lebih terbuka, lebih detail dan lebih mudah untuk melalukan editing dan revisi selanjutnya.

Baca Kembali Naskah Memoarmu

Photo by Thought Catalog

Setelah masa jeda berakhir, kamu boleh kembali membuka file dimana kamu menulis naskah memoarmu. Sekarang kamu dapat membaca ulang tulisan kamu tersebut, dan memberi catatan beberapa hal penting yang mungkin kamu temukan.

  • Apakah pesan perasaan yang ingin kamu sampaikan dalam buku memoar tersebut sudah sampai?
  • Apakah ada kalimat yang ambigu dan terasa membingungkan?
  • Apakah ada bagian-bagian yang tidak tersampaikan dengan baik? Atau sebaliknya; adakah bagian yang mungkin terdengar berlebihan?
  • Apakah struktur penulisan yang kamu gunakan cukup bagus dan mudah dipahami?
  • Dan lain-lain.

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu, kamu akan lebih mudah membuat catatan revisi untuk memoarmu.

Perbaiki Naskah Buku Memoarmu dan Ulangi Hingga Kamu Merasa Cukup

Photo by Michael Burrows

Banyak penulis, termasuk saya juga, sepakat bahwa tidak ada naskah yang sungguh-sungguh selesai.

Setiap kali membaca ulang naskah yang sudah direvisi berkali-kali itu, akan selalu saya temukan sesuatu yang ingin saya ubah, ingin saya tambahi, ingin saya kurangi, atau bahkan ingin saya hilangkan.

Jika hal itu diperturutkan terus menerus, maka memoar tidak akan pernah terbit.

Jadi, ada kalanya ketika sebuah naskah terasa cukup. Entah apakah didalamnya masih ada yang ingin diubah dan direvisi, namun intuisi sebagai menulis mengatakan dalam hati bahwa itu sudah cukup dan selesai.

Selesai dan saya tidak ingin merevisinya lagi.

Tidak ada angka ajaib dalam melakukan jumlah revisi dan editing naskah. Pelajari intuisimu dan dengarkan instingmu untuk memutuskan apakah naskah sudah selesai atau kamu memang harus melakukan revisi kembali.

Publikasikan!

Photo by Skylar Kang

Langkah terakhir setelah kamu melakukan perjalanan yang panjang untuk melakukan penulisan, baca ulang, revisi, editing dan lain sebagainya, sekarang setelah semuanya selesai, terbitkan memoarmu.

Kamu bisa menggunakan jasa penerbit mayor atau penerbit konvensional untuk menerbitkan memoarmu. Atau jika kamu ingin merasakan kemerdekaan yang lebih fleksibel dalam menulis dan menerbitkan kenangan berhargamu itu, pilihlah self publishing atau penerbitan mendiri.

Mengenai bagaimana melakukan penerbitan mandiri dengan metode self publishing, kamu bisa membaca panduannya disini.

Yuk, Tulis Memoirmu Bersama Kelas Menulis Online di Penulis Gunung ID

Source: Penulis Gunung

Menulis memoar atau kisah hidup pribadi bisa jadi sesuatu yang menantang dan sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi jika ini adalah pertamakalinya kamu berkenalan dengan dunia menulis. Namun, bangunlah keyakinanmu bahwa semua orang bisa jika mereka serius ingin melakukannya.

Lihatlah kembali bagaimana kenangan dan memorimu mengajarkan pengalaman yang sekarang dapat kamu ceritakan dan, mungkin bisa menjadi pelajaran buat orang lain. Ini bukan hanya tentang cerita apa yang kamu sampaikan namun, bagaimana kamu menceritakannya.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah; jangan pernah menyerah sampai kamu berhasil!

Jika kamu ingin menuliskan memoarmu dengan dipandu langsung oleh penulis berpengalaman, kamu tentu saja dapat menghubungi saya di nomor whatsapp dan kontak yang sudah disediakan.

Saya dengan senang hati akan membantumu.

Berani Coba?

Satu bulan bisa punya buku atas nama kamu sendiri

IKUTI KELAS ONLINENYA DISINI


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

https://api.whatsapp.com/send?phone=6281254355648

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


12 PENYEBAB WRITER’S BLOCK YANG PALING SERING MENGGANGGU PENULIS + CARA MENGATASINYA (Bag 1)

Jika kamu merasa buntu dalam menulis saat ini, bisa jadi kamu sedang mengalami writer’s block. Ada banyak cara mengatasi hal ini, namun yang paling penting adalah kamu mengetahui dulu apa penyebab writer’s block yang kamu alami. Setelah itu, menentukan cara mengatasinya adalah hal yang lebih mudah untuk dilakukan.

Lantas, apa saja sebenarnya yang menjadi penyebab syndrom writer’s block?

Berikut uraian lengkapnya.

Selusin Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Dialami Penulis dan Tips Mengatasinya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

“Para penulis mengalami writer’s block bukan karena mereka tidak bisa menulis, tetapi karena mereka putus asa untuk dapat menulis dengan fasih dan sempurna”

Anna Quindlen

Secara sederhana writers block artinya adalah sebuah kondisi dimana kamu mengalami kebuntuan dalam menulis, baik dalam bentuk kekeringan ide, semangat, atau bahkan keinginan untuk menulis sekali pun. Semua penulis pernah mengalami writer’s block jadi, jika kamu mengalaminya sekarang, jangan putus asa, kamu bukan satu-satunya.

Ketika saya menulis novel Merapi Barat Daya, saya hampir menyerah tepat pada saat berhasil menyelesaikan beberapa bagian paling menarik di awalnya. Saya kemudian menemukan bahwa ide saya habis, bagian yang saya tulis terasa sangat membosankan dan saya khawatir ini akan membuat kisah dalam novel ini tidak akan menarik untuk dibaca.

Saya berhenti menulis novel itu hampir dua minggu lamanya. Akan tetapi, saat saya mencoba menceritakan bagian itu kepada isteri saya dan meminta penilaian beliau, isteri saya merespon dengan antuasias.

“Wah, itu keren lho, Mas. Keseluruhan ceritanya keren banget, selesaikan saja, Mas”

Dorongan itu ternyata bermanfaat bagi saya, saya mulai meneruskannya kembali. Konsultasi dengan isteri ternyata menjadi cara mengatasi writers block yang efektif untuk saya ketika itu sehingga menghasilkan novel Merapi Barat Daya yang rating dari pembacanya hampir selalu sempurna.

Writer’s block adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada diri seorang penulis dan kamu tidak perlu terlalu khawatir.

Meskipun demikian, kondisi writer’s block yang tidak kunjung ditemukan penyebabnya, pada umumnya akan berkembang menjadi sebuah kondisi yang berbahaya bagi seorang penulis, terutama dalam hal produktivitas.

Jadi, hal utama yang paling penting untuk kamu tangani lebih dulu ketika kamu mengalami writer’s block adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Nah, untuk itulah artikel kali ini ditulis, yakni untuk membantu kamu mengenali apa yang menjadi penyebab sebenarnya dari kondisi kebuntuan menulis yang kamu alami.

Dan memang, di antara banyak hal yang menjadi sebab writer’s block, 12 hal berikut adalah yang paling sering menimpa para penulis.

Memiliki Terlalu Banyak Tanggung Jawab yang Harus Diselesaikan

Photo by Anastasia Shuraeva on Pexels.com

Kamu mungkin memiliki banyak ide menulis yang ingin kamu lakukan, tapi kamu memiliki tanggung jawab keluarga, pekerjaan, sumber daya yang terbatas, dan lain sebagainya. Di samping itu, kamu mungkin juga memiliki keinginan untuk berlibur, pulang ke kampung halaman, memancing atau menghabiskan waktu dengan mendaki gunung.

Lalu jika sudah begini, apa yang harus kamu lakukan?

Sebagai seorang penulis atau writers, tentu saja kamu memiliki tanggung untuk menulis dan terus memproduksi karya berbentuk tulisan. Namun demikian, kamu tentu saja tidak harus mempertentangkan antara menulis dan tanggung jawab kamu yang lainnya, kok.

Keluarga adalah hal penting dalam hidup dan kamu tidak bisa menggantikannya. Pekerjaan atau profesi dimana kamu mencari nafkah sehari-hari, juga adalah sesuatu yang tidak kalah penting untuk menjadi prioritas. Akan tetapi jika kamu ingin menulis dan berharap menjadi penulis, kamu juga tidak dapat menomorduakan kegiatan menulis begitu saja.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadwalkan waktu yang kamu miliki secara adil dan sesuai. Kamu tentu tidak dapat menghilangkan waktu bersama keluarga atau waktu mencari nafkah, namun kamu pasti mampu mengaturnya secara lebih baik, bukan?

Tidak ada tips ajaib, tapi kuncinya memang adalah manajemen waktu yang baik.

Kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana mengatur waktumu sendiri. Kamu pasti mampu melakukannya jika kamu memang benar-benar ingin menulis.

Pengaturan waktu yang baik antara berbagai tanggung jawab yang kamu miliki dan menulis yang ingin kamu lakukan, adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi writer’s block dengan sebab yang pertama ini.

Memiliki Terlalu Banyak Ide Sehingga Kamu Bingung Menentukan Prioritas

Photo by Polina Zimmerman on Pexels.com

Penyebab kedua dari kebuntuan dalam menulis adalah kamu terlalu memiliki sangat banyak ide yang justru membuat kamu bingung untuk mengeksekusinya. Ini juga bukan hal baru dalam dunia menulis, dan artinya, kamu juga tidak perlu terlalu khawatir bagaimana cara menghadapinya.

Penulis profesional atau writer’s artinya adalah orang yang memang memiliki banyak ide untuk diterjemahkan dalam bentuk karya sastra. Ini adalah sebuah takdir bagi seorang penulis. Namun masalahnya, ide yang terlalu banyak juga kadang membuat seorang penulis jatuh dalam kebingungan untuk memilih mana yang terbaik untuk dituliskan.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan?

Apakah kamu pernah mendengar perumpamaan seorang anak yang mengejar 10 ekor kelinci dalam waktu bersamaan?

Menurut kamu, jika 10 ekor kelinci dilepaskan berbarengan dari dalam kandang dan seorang anak mengejar semuanya sekaligus, apa yang akan terjadi? Berapa besar peluang anak tersebut untuk berhasil untuk mendapatkan kelinci?

Peluangnya adalah 0 alias kosong.

Lalu, bandingkan misalnya seorang anak yang ketika dilepaskan 10 ekor kelinci dari dalam kandang, ia kemudian menargetkan satu ekor. Walau ia tertarik untuk mendapatkan kelinci lain, namun ia hanya fokus mengejar kelinci target, kemana pun kelinci itu lari, ia mengejarnya tanpa menyerah.

Nah, berapa besar peluang anak itu untuk berhasil menangkap si kelinci?

Betul, peluangnya mungkin tidak akan mencapai 100%. Namun, sudah pasti ia akan memiliki peluang lebih baik daripada mengejar 10 ekor kelinci itu sekaligus.

Menulis pun demikian, kamu tidak bisa mengubah semua ide kamu menjadi karya dalam waktu bersamaan. Menulis adalah sebuah proses panjang, bukan revolusi spontan yang terjadi dalam satu malam.

Jadi intinya adalah, ketika kamu menghadapi kondisi writer’s block dimana kamu bingung memilih ide yang terlalu banyak, kamu harus memfokuskan perhatian pada satu ide yang paling mungkin untuk diubah menjadi karya lebih dulu.

Fokus pada hal itu, dan selesaikan. Baru kemudian kamu beralih pada ide yang lain.

Tidak Memiliki Ide Sama Sekali alias Blank

Photo by Monstera on Pexels.com

Lawan dari memiliki terlalu banyak ide dalam menulis tentu adalah terlalu sedikit memiliki ide, atau bahkan kosong sama sekali. Keduanya sama dalam hal dampak yang ditimbulkan pada seorang penulis, yakni writer’s block.

Terlalu banyak memiliki ide membuat kamu bimbang untuk menulis yang mana atau memulainya dari mana. Hal ini sama dengan kamu yang tidak memiliki ide sama sekali. Apa pun bagian dari penulisan yang kamu temui, semua terasa seperti halaman kosong yang entah mau diisi dengan kalimat apa.

Lalu, jika kamu menghadapi kondisi semacam ini, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapinya?

Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi hal ini, salah satunya adalah dengan menulis bebas.

Nah, menulis bebasnya sendiri dapat kamu buat secara sistematis misalnya dengan membuat list beberapa ide terburuk yang kamu miliki.

Ide terburuk?

Ya, benar, ide paling buruk dan terburuk yang kamu miliki, karena sesungguhnya ada banyak ide terburuk sebenarnya adalah yang terbaik. Jadi, kamu bisa memulainya darimana saja, dan menulis beberapa hal tentang itu. Jangan khawatir untuk salah dan biarkan saja semuanya mengalir.

Jika metode ini kamu coba terapkan, kemudian dilakukan satu atau dua kali, maka pada satu pekan setelahnya atau beberapa hari setelah kamu menuliskan ide terburuk itu, biasanya kamu akan menemukan bahwa salah satu idemu ternyata sempurna untuk dikembangkan menjadi tulisan kamu yang sesungguhnya.

Memiliki Ide yang Menarik Namun Tidak Tahu Bagaimana Cara Mulai Menuliskannya

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Nah, ini adalah yang paling banyak saya temui pada sebagian besar calon penulis hebat di Indonesia, orang-orang yang mengambil kursus menulis di coaching online atau offline di kelas saya. Mereka pada dasarnya memiliki sebuah ide atau kisah yang menarik untuk ditulis, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Untuk kamu yang mengalami hal seperti ini pula, saran pertamanya adalah kurangi untuk selalu mengatakan bahwa;

“Saya tidak tahu harus mulai darimana…”

Atau,

“Saya bingung bagaimana memulainya, bagaimana menuliskannya menjadi sebuah cerita yang enak dibaca”

Tepatnya adalah, kamu harus mulai menghentikan membicarakan hal tersebut pada orang yang salah dan tidak bisa membantumu. Dan mulailah untuk mencari seseorang yang tepat dan memiliki kemampuan membantu kamu keluar dari persoalan tersebut.

Caranya bagaimana?

Kamu bisa memulai mencari seorang mentor untuk membimbingmu menulis. Jangan terlalu khawatir dengan biaya yang harus kamu keluarkan jika hasil yang akan kamu peroleh memberikan kamu pengalaman dan ilmu yang akan mengubah hidupmu nantinya.

Jika kamu keberatan dengan belajar pada seorang mentor melalui coaching online atau kursus, maka kamu bisa mencari seseorang yang memiliki persoalan yang sama dengan yang kamu hadapi namun ia berhasil mengatasinya, kemudian pelajari bagaimana problem itu bisa ia atasi.

Tidak ada salahnya untuk mengatasinya dengan cara yang sama, kan?

Memiliki Rasa Takut untuk Menulis Sesuatu yang Seharusnya Kamu Tulis

Photo by MART PRODUCTION on Pexels.com

“Tidak ada hal dalam hidup yang harus ditakuti, yang ada hanyalah untuk dipahami. Sekarang adalah waktunya untuk belajar lebih banyak memahami, sehingga kita dapat mengurangi rasa takut yang kita miliki”

Marie Curie

Ada sebuah kekhawatiran dalam dirimu mengenai apa yang akan dipikirkan oleh orang lain jika kamu menuliskannya.

Masalahnya kemudian adalah kamu menjadikan ketakutan kamu ini sebagai sesuatu yang tidak ingin kamu hadapi. Pada akhirnya, kamu pun stuck disitu dan mengalami writer’s block yang rasanya sulit untuk kamu hadapi.

Kamu tidak sendiri menghadapi persoalan seperti ini.

Nah, yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut;

Pisahkan dulu antara menulis dan konsekuensi yang mungkin akan terjadi setelahnya. Kamu tidak akan tahu apa yang sebenarnya akan terjadi, kamu juga belum menentukan apakah akan mempublish tulisanmu atau tidak. Jika demikian, mengapa tidak menyelesaikan saja tulisannya lebih dulu?

Ada banyak penulis yang membuktikan bahwa menulis apa yang paling mereka takutkan untuk ditulis adalah langkah paling penting yang mengubah hidup mereka. Writer’s block jenis ini memang membutuhkan keberanian dari dalam hatimu untuk mengatasinya dengan cara keluar dari ketakutan kamu selama ini.

Tentu saja kamu dapat mencari mentor, coach atau penulis yang lebih berpengalaman untuk membantu kamu melawan kondisi semacam ini. Tapi jika kamu mau sedikit terbuka dan menemukan orang yang tepat untuk mendiskusikannya, writer’s block yang satu ini tidak terlalu sulit seperti kelihatannya.

Kamu Mengalami Depresi dan Tekanan

Photo by Brett Sayles on Pexels.com

Rasa depresi dapat disebabkan oleh banyak hal. Mungkin kamu sedang mengalami masalah kesehatan menahun, atau kondisi lain yang menyebabkan kamu seakan mengalami tekanan. Konsekuensi dari tekanan ini adalah membuat kamu kehilangan produktivitas dalam menulis.

Saya mengalami hal seperti ini kadang-kadang. Ketika rasa nyeri di punggung saya karena kebanyakan duduk menulis menjadi kambuh, saya bisa menjadi depresi dan mengalami writer’s block. Bukan saya tidak memiliki ide untuk ditulis, namun saya merasa sakit ketika menulis. Dan itu pada akhirnya berujung pada depresi dan rasa enggan untuk menulis.

Jika penyebabnya adalah faktor kesehatan, kamu tentu dapat mencari jalan keluarnya dengan menghubungi ahli medis dan mungkin juga seorang therapist.

Salah satu obat yang juga cukup mujarab untuk mengatasi rasa nyeri di punggung saya misalnya adalah dengan melakukan olahraga pagi secara rutin.

Sayangnya dalam berolahraga, saya tidak memiliki kedisiplinan seperti dalam menulis. Namun jika rasa nyeri di punggung saya ingin hilang dan menulis bisa lancar kembali tanpa terngganggu rasa sakit, saya memang harus melakukan hal tersebut.

Namun beberapa gangguan kesehatan penyebab despresi tidak sesederhana itu, bukan?

Bisa saja kamu misalnya mengalami depresi dan writer’s block karena persoalan yang lebih kompleks. Nah, untuk hal ini, kamu disarankan untuk memberanikan diri menghubungi orang-orang yang berkompeten untuk bisa membantu kamu.

Jika hubungannya adalah dengan menulis, kamu bisa menghubungi coach, mentor, pelatih menulis, penulis profesional atau lain sebagainya yang mampu membantu kamu untuk mengatasi writer’s block kemudian mengeluarkan kemampuan terbaik kamu.

“Sebagai bentuk belajar; menulislah dengan apa pun yang kita bisa, dengan apa pun yang kita miliki, dan dengan cara apa pun yang kita bisa melakukannya…”

A Wan Bong

Bersambung ke halaman selanjutnya: 12 Penyebab Writer’s Block yang Paling Sering Menggangu Penulis + Cara Mengatasinya (Bag 2)


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


10 JOB TECHNICAL WRITER YANG GAJINYA BAGUS WALAU KAMU BELUM BERPENGALAMAN

Apakah kamu pernah mendengar istilah technical writer atau penulis teknis? Ini adalah salah satu jenis pekerjaan yang cukup banyak diminati di beberapa tahun terakhir. Selain dapat dilakukan secara freelance, profesi pembuat tulisan teknis ini ternyata juga memiliki potensi penghasilan yang menarik, lho.

Nah, jika kamu belum begitu mengetahui dengan pasti apa itu technical writer, apa yang mereka kerjakan dan apa pula yang dibutuhkan untuk menekuni profesi tersebut? Maka artikel dari www.penulisgunung.id kali ditulis secara spesial untuk kamu.

Pengertian Technical Writer atau Penulis Teknis

technical writer
Photo by Judit Peter on Pexels.com

Dalam wikipedia, tulisan teknis diartikan sebagai suatu gaya tulisan formal yang digunakan pada berbagai perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kimia, dirgantara dan berbagai industri lainnya.

Namun, jika disederhanakan dan disesuaikan dengan profesi seorang technical writer maka pengertiannya adalah; Proses penulisan yang bertujuan untuk menterjemahkan informasi ke dalam sebuah konten (artikel, jurnal, essay, dan lain sebagainya) yang mudah difahami oleh pelanggan, karyawan, relasi dan masyarakat umum.

Jadi, berdasarkan pengertian ini contoh technical writer dapat meliputi; instruksi penggunaan produk atau manual books, aturan-aturan, ketentuan, petunjuk, dan berbagai dokumentasi yang  lainnya.

Seberapa Bagus Peluang Menjadi Seorang Technical Writer?

technical writer
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Kemajuan dunia teknologi yang semakin massif dan tak mungkin dibendung telah memunculkan kebutuhan yang tinggi untuk profesi penulisan teknis. Industri teknologi komputer, farmasi, perusahaan ekspor impor dan yang lainnya, membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan menulis teknis untuk mereka.

Kebutuhan yang tinggi ini diimbangi pula dengan bayaran yang cukup bagus sebagai imbalannya. Dibandingkan jenis penulisan yang lain, technical writer jobs umumnya memang mendapatkan bayaran yang lebih baik.

Kenyataan yang memikat tentang bayaran sebagai penulis teknis memancing banyak orang untuk ikut terjun dalam industri penulisan yang lebih sedikit pesaingnya ini. Tak heran pula kemudian ditemui banyak orang yang mencari kursus technical writer guna membekali diri mereka terjun di bidang ini.

Namun, apa sebenarnya keterampilan yang paling dibutuhkan untuk menjadi seorang technical writer profesional?

BACA INI JUGA:

Apakah Kamu Membutuhkan Gelar Sarjana untuk Menjadi Seorang Technical Writer?

technical writer
Photo by Ekrulila on Pexels.com

Technical writer gaji tinggi sama sekali tidak bergantung dengan gelar  yang kamu miliki. Itu adalah hal pertama yang harus kamu ketahui dalam profesi ini. Jadi, meskipun kamu bukan seorang sarjana dan mungkin juga belum berpengalaman, potensi penghasilanmu tetap bagus.

Meskipun tidak dibutuhkan gelar tinggi untuk menjadi profesional dalam bidang ini, kamu tetap membutuhkan modal. Nah, modal ini tentu saja keterampilan menulis yang baik, yang akan memberi kamu kemampuan untuk menghasilkan tulisan teknis yang baik pula nantinya.

Kabar baiknya adalah kamu bisa belajar technical writer dengan banyak cara.

Nah sekarang, apa saja jenis pekerjaan technical writer yang memiliki bayaran menarik dan apa pula keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukannya?

Berikut ulasan lengkapnya.

10+ Jenis Pekerjaan Technical writer dengan Bayaran Bagus dan Tidak Harus Memiliki Pengalaman

Technical writer untuk Penulisan Instruksi Produk atau Manuals

Technical Writer
Photo by RF._.studio on Pexels.com

Loker technical writer pertama yang bisa kamu pertimbangan adalah dengan menjadi penulis teknis untuk instruksi penggunaan produk atau manuals books. Jika kamu ragu dengan bidang ini, bayangkan saja akan ada berapa banyak produk baru yang akan dirilis di masa depan.

Tentu sangat banyak dan beragam, bukan?

Kamu yang terbiasa menggunakan komputer atau handphone dan memahami dengan baik spesifikasi, manfaat dan nilai tambahnya, dapat menjadi penulis teknis produk terkait. Produk-produk fisik seperti tekstil, perlengkapan dapur, dan lain sebagainya, juga bisa menjadi peluang yang menarik dibuat manual books-nya.

Apa keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang teknikal writer penulisan penggunaan produk?

technical writer
Photo by Pixabay on Pexels.com

Sebenarnya tidak ada hal-hal yang sangat khusus, apalagi yang mensyaratkan harus sarjana ini dan itu.  Apalagi tidak ada yang lebih memahami satu produk selain penggunanya langsung.

Artinya, jika kamu adalah pengguna produk eletronik, komunikasi, internet atau bahkan alat-alat pertanian sekali pun, selama kamu bisa mendeskripsikan produk tersebut dengan baik mengenai cara penggunaan dan manfaatnya. Maka pekerjaan membuat tulisan teknis yang pertama ini adalah untuk kamu.

Technical Writer untuk Copywriting dan Internet Marketing

technical writer
Photo by Negative Space on Pexels.com

Memang tidak ada penjelasan khusus bahwa jenjang karir technical writer itu seperti apa. Namun, dalam dunia penulisan freelance copywriting , pekerjaan yang satu ini bahkan tidak membutuhkan jenjang karir jika hanya untuk mendapatkan bayaran yang lebih tinggi.

Nah, salah satu jenis penulisan teknis yang sangat banyak digunakan adalah copywriting.

Copywriting adalah teknis penulisan yang secara khusus bertujuan untuk menjual suatu produk. Jenis penulisan copywriting dalam internet marketing tersedia dalam banyak bentuk seperti landing page, email marketing, website copy, video penjualan dan masih banyak lagi.

Apa keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis teknis copywriting atau copywriter?

Jika kamu menguasai satu bidang tertentu dengan sangat baik, kamu bisa menjadikan itu sebagai kekuatan penulisan copywriting-mu.

Pengalaman tentang IT, kesehatan, farmasi, bahkan pertanian sekali pun, adalah modal yang cukup bagus untuk kamu terjun sebagai copywriter.

Akan tetapi hal yang terpenting dari basic keterampilan pada profesi ini adalah mampu mengantarkan kamu membuat tulisan unik yang kemudian menarik bagi calon pembeli.

BACA PULA:

Technical Writer untuk Penulisan Konten Digital

technical writer
Photo by John Diez on Pexels.com

Jasa penulis konten online adalah contoh technical writer yang mungkin paling dikenal di Indonesia. Penulis artikel online atau konten online di Indonesia sudah sangat marak sejak sepuluh tahunan yang lalu.

Kebutuhan penulis konten semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dimengerti dengan melihat bahwa hampir semua jenis bisnis saat ini telah masuk dalam internet. Dan itu artinya, tentu saja mereka membutuhkan seorang technical writer untuk menjelaskan bisnis apa yang mereka coba tawarkan.

Apa keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang penulis konten?

Wawasan dan dapat menulis dengan baik adalah dua hal pokok untuk masuk ke jenis technical writer yang satu ini. Gelar sarjana sama sekali tidak ada hubunganya dengan persyaratan sukses dalam profesi ini.

Saya sendiri memiliki cukup baik wawasan tentang dunia mendaki gunung dan bertualang, dan itu mengantarkan saya untuk bisa menulis pada salah satu website produk outdoor terbaik di Indonesia. Tulisan-tulisan saya sebagai technical writer bidang ini bisa kamu baca disini

Technical Writer untuk Penulisan Laporan Resmi

technical writer
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Banyak industri yang menggunakan cara ini tidak hanya sebagai laporan semata, namun lebih kepada teknik mempromosikan diri dan kemampuan mereka menyelesaikan masalah.

Laporan resmi disusun sedemikian rupa untuk menjelaskan masalah, tantangannya, dan juga penyelesaiannya. Pada banyak laporan resmi satu perusahaan atau industri, penulisan ini juga dilengkapi dengan daftar, tabel, kurva dan grafik.

Nah, laporan resmi seperti ini adalah contoh dokumen technical writer yang lain. Ada banyak perusahaan dan industri yang siap membayar bagi siapa pun penulis teknis yang mampu mengerjakan laporan seperti untuk mereka secara sempurna.

Keterampilan apa yang dibutuhkan untuk menjadi penulis white papers atau laporan resmi?

Guna menghasilkan white papers yang menarik, kamu tidak hanya harus pandai menulis dan menguraikan masalah ke dalam sebuah narasi. Akan tetapi karena laporannya juga seringkali dilengkapi dengan grafik, tabel dan sejenisnya, maka kamu juga pada umumnya harus menguasai sedikit teknis menggambar.

Tapi tidak perlu khawatir, kerja keras dengan belajar technical writer satu ini akan seimbang dengan potensi penghasilan yang akan kamu dapatkan nantinya.

Technical writer untuk Kesehatan, Farmasi dan Medis

technical writer
Photo by Pixabay on Pexels.com

Industri apa yang memiliki uang banyak dan segudang informasi yang harus disampaikan secara rinci kepada orang awam dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti?

Ya, kesehatan dan medis!

Dunia kesehatan adalah salah satu bidang yang sangat kaya dan membutuhkan banyak technical writer profesional. Kesehatan, medis dan juga farmasi membutuhkan penulis teknis untuk menyusun laporan resmi, studi kasus, copywriting, brosur, poster dan lain sebagainya.

Dan ini semua tentu saja, adalah kabar baik untuk kamu yang siap menjadi salah satu technical writer-nya.

Apa keterampilan yang dibutuhkan?

Untuk menjadi seorang penulis teknis dalam dunia medis, kesehatan atau pun farmasi, kamu yang memiliki background pendidikan keperawatan, apoteker dan medis umum, jelas sangat memenuhi syarat.

Namun untuk kamu yang tidak memiliki background dunia kesehatan, jangan berkecil  hati, kamu dapat belajar technical writer bidang ini dengan cepat melalui buku-buku, video, seminar atau bahkan pada contoh fortopolio technical writer kesehatan yang dapat kamu cari di internet.

INI JUGA MENARIK:

Technical Writer untuk Penulisan Komunikasi dan Konsultasi

technical writer
Photo by Sarah Chai on Pexels.com

Penulis teknis selanjutnya yang dapat kamu tekuni adalah sebagai penulis teknis komunikasi yang biasa dituangkan dalam bentuk materi pelatihan, instruksi dan ilustrasi teknis.

Kadang-kadang dalam penulisan yang satu ini, kamu juga akan diminta untuk memberika contoh yang paling relevan dari materi yang disampaikan.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Salah satu keterampilan dasar yang paling penting untuk menekuni profesi ini adalah kemampuan komunikasi yang kuat. Kamu harus mampu memposisikan diri sebagai ujung tombak komunikasi yang dibangun dalam tulisan teknis yang kamu kerjakan.

Untuk kepentingan menggambar dan membuat ilustrasi, keterampilan menggunakan beberapa program ilustrasi mungkin akan membantu.

Technical Writer untuk Penulisan Studi Kasus

technical writer
Photo by Katerina Holmes on Pexels.com

Pada umumnya, penulisan studi kasus adalah bagian dari sebuah rencana marketing yang besar. Penulisan teknis ini sejatinya bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah kasus dalam kehidupan nyata berhasil diselesaikan oleh salah satu formulasi (produk atau jasa) yang menjadi misi big marketing plan tersebut.

Walaupun secara spesifik penulisan teknis menggunakan model laporan resmi yang lebih panjang dan mendetail, namun ada juga beberapa versi pendek yang biasanya untuk disebarkan.

Nah, laporan teknis secara pendek inilah kemudian yang membutuhkan technical writer untuk case studies-nya.

Apa keterampilan yang dibutuhkan?

Skill paling menentukan untuk menjadi seorang technical writer studi kasus adalah kemampuan mempelajari dan menterjemahkan data.

Jadi, jika kamu memiliki latar belakang data scientist dan cukup tertarik untuk mempelajari data secara lebih dalam, pekerjaan ini mungkin cocok untuk kamu.

Technical Writer untuk Penulisan Proposal,  Jurnal atau Essay

technical writer
Photo by Zen Chung on Pexels.com

Penulisan teknis seperti proposal tentu bukan hal asing untuk kamu, bukan?

Di Indonesia, peluang untuk menjadi penulis teknis profesional bidang ini juga terbuka lebar.

Ada banyak bidang yang biasa menggunakan jasa ini. Bidang pendidikan, pemerintahan, bisnis to bisnis dapat saja memanfaatkan jasa technical writer profesional untuk membantu menulis jenis tulisan teknis satu ini untuk mereka.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Selain menguasai keterampilan menulis yang baik, wawasan tentang hubungan kerja B2B atau bisnis to bisnis akan memberi kamu keuntungan menarik dalam pekerjaan ini.

Memahami banyak istilah dalam alur kerja pembuatan kebijakan, baik dalam industri mau pun secara formalitas, akan menjadi nilai lebih kamu dalam technical writer job description sebagai penulis teknis untuk proposal.

BACA JUGA:

Technical Writer untuk Penulisan Keuangan, Akuntansi dan Finansial

technical writer
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Penulisan teknis keuangan harus dapat menulis untuk berbagai permasalahan yang kompleks dan rumit. Kamu misalnya dapat menuliskan tentang kondisi pasar saham, keuangan digital, dan pergerakan mata uang.

Beberapa jenis contoh fortopolio technical writer  dalam bidang ini misalnya adalah; presentasi informatif mengenai keuangan dan investasi, laporan keuangan berkala, brosur untuk konsumen, hingga artikel-artikel yang membahas berbagai topik tentang keuangan dan finansial.

Keterampilan apa yang dibutuhkan?

Untuk kamu yang memiliki background pendidikan akuntansi, job satu ini dipersembahkan untuk kamu.

Namun hal ini tentu saja tidak menjadi batasan bagi kamu yang memiliki ketertarikan pada sektor finansial untuk menulis topik yang sama namu tidak memiliki background accounting.Dengan wawasan mengenai dunia investasi, pasar saham, trading, dan juga finansial umum, kamu mungkin akan menjadi penulis teknis yang sukses di bidang ini.

Technical Writer untuk Penulisan Review Produk

technical writer
Photo by Shotkit on Pexels.com

Menurut data survey, ulasan produk memiliki dua hal yang paling menakjubkan yaitu;

  • Hampir 95% calon pembeli membaca review suatu produk terlebih dahulu sebelum mereka memutuskan untuk membelinya.
  • Produk dengan 5 review atau ulasan memiliki persentase tingkat penjualan hingga 280% dibandingkan produk yang tidak memiliki review, atau yang reviewnya lebih sedikit.

Nah, dengan data ini saja kamu dapat menyimpulkan dengan mudah mengapa banyak perusahaan dan bisnis siap membayar mahal orang-orang yang memberi review produk mereka.

Keterampilan apa yang kamu butuhkan?

Kamu sebenarnya tidak membutuhkan gelar apa-apa untuk mampu menulis teknis seperti ini. Hanya saja kamu mungkin harus memiliki gaya penulisan yang kuat dan menarik supaya review produk yang kamu lakukan lebih memiliki nilai.

Selain itu, mampu membuat contoh adalah hal yang menguntungkan dalam jenis penulisan ini.

Technical Writer lainnnya dengan Bayaran Tinggi

technical writer
Photo by cottonbro on Pexels.com

Selain 10 jenis penulisan teknis di atas, masih ada beberapa lagi jenis penulisan teknis yang tidak kalah menguntungkan. Jika kamu merasa cocok dan memiliki keterampilan yang relevan, technical writer beberapa bidang berikut juga akan memberi kamu bayaran yang menyenangkan.

  • Penulisan teknis untuk perencanaan bisnis dan proposal mega proyek.
  • Penulisan teknis buku-buku spesifik.
  • Penulisan teknis untuk penelitian dan laporan.
  • Penulisan teknis untuk SOP dan Checklist.

LIHAT INI JUGA:

technical writer
Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Nah, itu adalah beberapa jenis profesi technical writer yang memiliki bayaran tinggi dan dapat kamu jadikan pekerjaan menarik. Apalagi semua pekerjaan seperti ini bisa kamu lakukan secara freelance dari rumah, atau darimana pun kamu suka.

Tentunya akan lebih asyik lagi, bukan?

Untuk kamu sendiri yang ingin belajar technical writing khususnya penulisan konten dan copywriting, selain bisa belajar secara mandiri, kamu juga bisa menghubungi saya melalui tautan dibawah ini, ya.



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini. HUBUNGI MELALUI WHATSAPP

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini: LIHAT FORTOPOLIO

INI CARA MENULIS CERITA PENGALAMAN PRIBADI YANG PALING MUDAH DAN BAGUS

Pertanyaan pertama yang paling sering ditanyakan kepada seseorang yang ingin tahu cara menulis cerita pengalaman pribadi adalah; seberapa menarik kisah yang mereka miliki sehingga layak untuk ditulis?

Mendengar pertanyaan semacam ini, banyak orang yang baru mau belajar menulis itu menjadi minder. Pada akhirnya keinginan mereka untuk menulis pengalaman hidup yang mereka miliki menjadi gagal. Sebagian besar bukan karena cerita mereka tidak menarik, tetapi karena mereka kehilangan rasa tertarik karena mendengar pertanyaan di atas.

Lantas, bagaimana contoh pengalaman pribadi yang bisa ditulis ke dalam sebuah rangkaian cerita, dan bagaimana pula cara melakukannya untuk mendapatkan hasil yang bagus?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

5 Cara Menulis Cerita Pengalaman Pribadi yang Mudah dan Bagus

Photo by Pixabay

Di Sekolah Dasar, praktik membuat contoh pengalaman pribadi yang unik banyak dilakukan dengan meminta siswa-siswa untuk bercerita mengenai bagaimana mereka melewatkan masa liburan. Oleh karena itu kamu mungkin masih akrab dengan berbagai cerpen di modul pelajaran SD yang temanya adalah; berlibur ke rumah nenek, dan lain sebagainya.

Hal ini memberi bukti bahwa untuk membuat cerita pengalaman pribadi, kisah yang dituliskan tidaklah selalu harus luar biasa.

Hal yang menjadi kunci kemudian adalah bagaimana kamu mengolah kenangan, pengalaman, dan juga hikmah pengalaman yang kamu miliki menjadi sebuah rentetan cerita yang enak dibaca. Contoh cerita pengalaman liburan sederhana pun akan menjadi sangat berkesan, jika kamu tahu cara menuliskannya.

Hakikatnya semua orang tentu memiliki pengalaman dan cerita mereka masing-masing. Cerita setiap orang pasti unik dan menarik. Kemampuan untuk menggali bagian mana yang harus difokuskan dan dituliskan sebagai kisah, adalah kunci untuk mengubahnya menjadi sebuah lembaran cerita yang membekas di kepala pembaca.

Nah, berikut ini adalah lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk membuat cerita pengalaman pribadi supaya mudah prosesnya dan bagus pula hasilnya.

Selami Emosimu Kembali

Photo by Jack Gittoes

Tantangan yang paling banyak menjegal para penulis pemula untuk mulai menuliskan cerita hidup mereka adalah ketakutan akan penolakan atau bahkan ditertawakan. Hal ini pada perkembangannya membuat cerita pengalaman yang seharusnya bisa dibagi dan membawa pelajaran bagi orang lain, akhirnya hanya mengendap menjadi kenangan tak bernilai.

Nah, poin pertama yang harus kamu lakukan untuk melawan rintangan ini adalah dengan berusaha kembali menyelami emosi dan perasaan ketika pengalaman cerita yang akan kamu tuliskan itu terjadi. Artinya adalah; kamu berfokus untuk kembali kepada sebuah kenangan paling kuat yang kamu miliki dan berusaha merasakan emosinya kembali.

Ketika saya menulis buku Islamedina; Si Wajah Cahaya, saya juga harus melakukan hal yang sama. Dengan segala keterbatasan saya harus berfokus untuk merasakan kembali emosi yang membuncah saat bersama Medina semasa hidupnya.

Dan itu sungguh tidak mudah untuk dilakukan.

Menulis cerita pengalaman pribadi dengan kisah menyenangkan, tentu jauh lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Oleh karena itulah sebabnya kamu akan dengan mudah menjumpai 5 contoh cerita pengalaman menyenangkan, dibandingkan menemukan 1 contoh cerita pengalaman menyedihkan yang benar-benar menyentuh.

Namun, justru cerita pengalaman dengan konteks sedih, haru, pilu, penuh perjuangan, dan sejenisnya, yang akan jauh lebih powerfull mengeluarkan emosimu saat menulisnya.

Buat Daftar Titik-Titik Krusial atau Turning Points

Photo by JACK REDGATE

Ketika kamu berdiri di persimpangan jalan untuk mengambil keputusan yang tepat, kamu biasanya akan membuat sebuah keputusan yang paling penting dalam hidup.

Dan itu adalah bagian krusial dari cerita kamu yang harus lebih kamu fokuskan.

Sebagai salah satu teknis menulis cerita yang menarik tentang pengalaman cerita pribadi, dibandingkan membuat menulisnya seperti kronologi, kamu dapat membidik turning point seperti ini sebagai plot cerita.

Titik-titik krusial dalam hidup dimana kamu membuat keputusan yang memberi dampak secara emosional, material dan juga psikologis, akan dipastikan jauh lebih menarik bagi pembaca.

Buat Outline Tanpa Harus Berbentuk Kronologi

Photo by Blue Bird

Setelah kamu membuat list beberapa turning point paling penting dalam hidupmu, kamu sekarang dapat memetakan plot cerita yang akan kamu sampaikan. Ingat, jangan terikat untuk membuat sebuah cerita kronologi seperti buku sejarah, ya.

Kamu bisa memilih misalnya untuk menulis bergaya flashback, atau memilih gaya cerita mixed dimana pencampuran yang serasi antara flashback dan juga kronologi. Penceritaan yang penuh kejutan dan diletakkan pada tempat yang tepat, adalah kunci untuk membuat plot cerita pengalaman pribadi kamu semakin sempurna.

Nah, untuk memudahkan proses ini, kamu tentu saja dapat membuat outline atau kerangka terlebih dahulu. Tandai beberapa titik dimana turning point dalam hidupmu terjadi, kemudian kembangkan detailnya secara terarah.

Berfokus pada Satu Cerita sebagai Klimaks

Photo by Daria Shevtsova

Kamu mungkin memiliki perjalanan hidup dan pengalaman yang luar biasa untuk dikisahkan. Namun, cara menulis cerita pengalaman pribadi yang efektif mengharuskan kamu untuk memilih satu kenangan yang paling kuat dan paling besar dampaknya. Aturan seperti ini biasanya juga dimuat pada banyak contoh artikel pengalaman pribadi yang diceritakan.

Kamu tentu saja boleh untuk menulis semua hal dalam hidupmu yang kamu anggap menarik. Kamu bisa menceritakan mengenai masa kecilmu yang indah, sekolah yang penuh nostalgia, pacar pertama yang tidak terlupakan dan lain sebagainya.

Akan tetapi ada sebuah kenangan poros atau kenangan central yang harus kamu pilih menjadi fokus cerita.

Nah, kenangan central inilah kemudian yang menjadi klimaks ceritamu. Bangun semua plot untuk memberi dampak yang lebih signifikan terhadap seberapa besar efek klimaks itu terhadap kehidupanmu.

Menulislah untuk Diri Sendiri

Photo by Lukas Rychvalsky

Nah, ini adalah bagian yang terpenting jika kamu menulis pengalaman sendiri, kamu harus menentukan lebih lebih dulu; untuk siapa sebenarnya kamu menuliskan pengalaman kamu itu?

Jika kamu menulis untuk orang lain atau untuk pembaca, maka kamu harus mempersiapkan diri dengan baik apa pun penerimaan mereka nantinya. Ingat lho, tidak semua orang dapat menyambut dengan baik sebuah kisah kenangan orang lain yang disodorkan untuk mereka baca. Bahkan beberapa orang cenderung untuk lebih mudah menghakimi dibandingkan mengapresiasi.

Jika kamu menulis untuk pembaca, kamu mungkin akan kecewa ketika penerimaan mereka ternyata tidak sesuai dengan harapan yang kamu miliki. Kekecewaan seperti ini bukan hanya tidak baik bagi diri, namun juga kadang membuat keberanian untuk menulis kembali menjadi hilang.

Untuk itulah saya menyarankan jika kamu menulis cerita pengalaman pribadi, maka tulislah itu untuk diri sendiri.

Lho kok begitu, sih?

Iya, benar.

Photo by cottonbro

Ketika kamu menulis untuk diri sendiri, kamu akan menggali kenangan pengalaman dari cerita kamu sedalam mungkin. Kamu ingin membaca kisah yang kamu tulis itu dengan penuh penghayatan tanpa melewatkan satu titik kecil pun dampaknya bagi perasaan dan hidupmu. Secara tidak langsung, perasaan seperti ini akan membuat kamu menulis tidak lagi dengan pikiran yang berfokus kepada pembaca, namun kepada hati yang berfokus pada rasa dan kalbu.

Apa pun reaksi pembaca ketika menelusuri jejak kisah dalam tulisanmu, tidak akan lebih penting dari perasaan kamu sendiri saat menyelesaikan penulisannya. Dengan selesainya cerita pengalaman pribadi yang sudah kamu tulis, kamu akan menjadi orang yang bebas dan merdeka. Setidaknya merdeka dari kekangan pengalaman yang mungkin tidak akan keluar dari rongga dada.

Terus terang saya menyukai alasan seperti ini, karena itu pula yang menjadi alasan saya saat menyelesaikan buku Islamedina; Si Wajah Cahaya, yang tebalnya lebih dari 750 halaman.

Sudah Siap Menulis Cerita Pengalaman Pribadimu?

Photo by Meruyert Gonullu

Nah, setelah membaca cara menulis cerita pengalaman pribadi di atas, bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah siap untuk mempraktikkannya?

Dengan latihan yang tekun dan konsistensi untuk terus menulis, hanya masalah waktu yang membatasimu untuk menjadi seorang yang expert. Oleh karena itu, tetaplah menulis dengan penuh disiplin, ya.

Oh ya, jika kamu tetap merasa kesulitan untuk melakukan berbagai langkah untuk menulis cerita pengalaman pribadimu menjadi sebuah buku, kamu bisa meminta bimbingan dari www.penulisgunung.id, kok.

Caranya gampang, kamu tinggal menghubungi saya melalui form kontak whatsapp yang sudah disediakan di bawah ini.

Jangan ragu, ya.


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;


BAGAIMANA CARA MENULIS BUKU: SEBUAH PANDUAN SERIUS UNTUK PENULIS PEMULA

Bagaimana sebenarnya cara menulis buku yang paling efektif dan mudah dipraktikkan oleh para penulis pemula?

Jika kamu adalah salah satu orang yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis di kemudian hari, dan baru mulai mencobanya sekarang, panduan ini ditulis untuk kamu. Dengan panduan yang lengkap namun sederhana ini, kamu akan lebih cepat menyelesaikan penulisan buku dan meraih mimpimu menjadi seorang penulis.

Nah, bagaimanakah panduannya serta apa yang harus kamu lakukan?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Panduan Mudah dan Lengkap Cara Menulis Buku untuk Para Pemula

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Bagi para penulis pemula, cara menulis buku dan menerbitkannya bisa saja adalah sebuah tantangan yang sulit. Namun dengan kesediaan kamu untuk belajar, semua proses ini sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana dan gampang untuk dilakukan.

Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk menulis kisah menarik, atau jenis tulisan apa pun yang ingin kamu tuliskan, panduan ini bisa kamu terapkan. Cara menulis buku tentang kisah hidup atau tentang apa saja, akan semakin mudah untuk dilakukan dengan menerapkan panduan-panduan ini nantinya.

Lantas, bagaimanakah panduannya?

Ini dia langkah-langkahnya

BACA JUGA:

Berlatih dan Kembangkan Keterampilan Menulismu Setiap Hari

Photo by fotografierende on Pexels.com

Menulis buku atau menulis apa pun yang sifatnya panjang dan kontinyu, tidak ubahnya seperti keterampilan dalam olahraga. Untuk bisa menjadi pemain bulu tangkis yang hebat, kamu tidak bisa meraihnya dengan membaca buku tentang bulu tangkis atau hanya menonton pertandingan badminton di TV saja.

Ada latihan yang konsisten dan terus menerus untuk mencapai sebuah keterampilan yang mumpuni.

Oh ya, apakah kamu tahu nama Khabib Nurmagomedov, petarung mixed martial art di UFC yang tidak pernah sekali pun kalah itu?

Untuk mendapatkan kemampuan bertarung yang sangat baik dan mental yang sangat siap, Khabib berlatih setiap hari. Ia tidak pernah babak belur dalam setiap pertandingan. Dan yang pasti rekor 29 kali menang dan tidak pernah kalah sekali pun telah membuktikan pada dunia bahwa ia adalah legenda dalam ajang olahraga tarung bebas tersebut.

Nah, demikian pula dengan cara menulis buku novel, cerpen, artikel, biografi dan lain sebagainya. Kamu harus melatih dan mengembangkan keterampilan kamu setiap hari dengan menulis, membaca, mengetahui sesuatu yang baru, dan lain sebagainya.

Kamu mungkin tidak akan sekaya J.K. Rowling, atau seterkenal Leo Tolstoy, tapi yang jelas kamu akan semakin bertumbuh menjadi seorang penulis setiap harinya.

Ciptakan Ruangan atau Tempat Khusus Menulis

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara menulis buku pemula yang juga jarang disadari oleh banyak penulis kadang adalah mengenai pentingnya sebuah tempat yang tepat untuk menulis. Kamu tidak bisa menciptakan karya tulis yang menarik jika kamu terganggu dengan apa yang ada di sekelilingmu.

Buatlah sebuah tempat khusus yang dapat kamu gunakan sebagai studio untuk menulis. Ketika kamu memasuki tempat tersebut dan berada di dalamnya, aura yang muncul adalah menulis dan berkarya. Lupakan sejenak tentang gangguan semacam televisi, video game atau pun handphone dan sosial media.

Tentu saja kamu dapat membuat tempat seperti itu di rumah kamu, di kamar tidur atau dimana pun kamu merasa nyaman.

Studio menulis tidak harus mewah dan lengkap. Namun studio menulismu haruslah mampu memberi suasana yang nyaman untuk menulis tanpa gangguan.

Menyediakan ruangan khusus untuk menulis adalah jawaban dari bagaimana cara menulis buku yang kedua.

BACA PULA:

Temukan Alasan yang Tepat Mengapa Kamu Ingin Menulis

Photo by Eva Elijas on Pexels.com

Banyak para penulis pemula yang memiliki impian besar untuk menjadi penulis, tidak menyadari betapa kesepiannya pekerjaan menjadi seorang penulis.

Kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan duduk sendirian di depan monitor laptop atau komputer. Kamu akan disibukkan dengan riset, menulis, mengedit, layout, menentukan cover dan lain sebagainya. Dan sedihnya, semua itu akan lebih banyak kamu lewati dengan sendirian.

Jika sudah begini, beberapa orang akan menyerah dengan kebosanan. Dan impian mereka menjadi penulis pun kandas.

Dalam panduan cara menulis buku pemula PDF, seringkali ditekankan bahwa kamu harus menemukan alasan mengapa kamu menulis sebelum proses menulis itu sendiri. Kumpulkan setidaknya beberapa alasan sebagai pendorong, motivator, kobaran semangat, untuk kamu jadikan percikan tekad menulismu supaya tidak pernah padam.

BerkomitmenTinggi

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku bisa memakan waktu yang lama. Bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tanpa komitmen yang kuat untuk menyelesaikannya, kamu akan menemui kesulitan untuk melihat apa yang kamu tulis ada di tangan para pembaca.

Apa pun jenis buku yang kamu tulis, fiksi atau pun non fiksi, semuanya akan membutuhkan komitmen tingkat tinggi untuk dijalani. Sayangnya, tidak setiap hari penulis merasa dalam kondisi terbaik untuk menulis. Writer block, kebosanan, jenuh, bad mood, kesibukan, pekerjaan dan lain sebagainya, adalah beberapa rintangan yang siap menjegal impianmu.

Jika sudah begini, komitmenmu pada hasil akhir, dalam arti komitmenmu untuk menyelesaikan buku, adalah kunci untuk bisa melewatinya.

BACA JUGA:

Riset dan Cari Tahu Siapa Pembacamu

Photo by Zichuan Han on Pexels.com

Langkah menulis buku selanjutnya yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah dengan mencari tahu tentang siapa sebenarnya yang akan menjadi pembaca ideal kamu nantinya?

Orang-orang membeli buku karena mereka membutuhkan informasi, mencari hiburan atau supaya mereka merasa terinspirasi. Ketika kamu mengetahui apa yang calon pembaca bukumu inginkan, yang harus kamu lakukan kemudian adalah dengan menyesuaikan apa yang bisa kamu tulis untuk mereka.

Titik terbaik sebagai jalan keluar dari hal ini adalah dengan mengenal seperti apa target pembacamu dan apa yang mereka inginkan. Langkah selanjutnya adalah dengan mencari titik tertentu dalam tulisan kamu yang selaras dengan keinginan mereka untuk dikembangkan.

Misalkan kamu menulis buku untuk diterbitkan berupa novel yang calon pembacanya adalah remaja, maka kamu harus pula mengenal remaja targetmu itu seperti apa, apa yang mereka sukai, topik seperti apa yang akan membuat mereka senang.

Kemudian temukan apakah topik tulisanmu sesuai dengan yang mereka inginkan, dan berfokuslah disana.

Pelajari Buku Lain

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Jika kamu adalah penulis buku misteri, maka tidak ada salahnya untuk membaca buku dengan genre yang sama. Ini bukan untuk menjiplak, meniru atau plagiat, tapi ini adalah semacam studi banding untuk menggali keunggulan tulisan kamu.

Kamu bisa melakukan ini dengan tidak harus menamatkan semua buku yang memiliki genre sama dengan yang kamu tulis. Kamu mungkin bisa memilih 10 buku yang terbaik di antaranya, kemudian mulai mempelajari mengenai judulnya, kategorinya, dan juga beberapa ide yang tersimpan di dalamnya.

Untuk memudahkan prosesnya, kamu mungkin juga bisa melihat review dari para pembaca buku tersebut. Catat dan identifikasi apa yang mereka suka, apa yang mereka tidak suka dan, apa pula yang mereka harapkan.

BACA PULA:

Kumpulkan Ide Buku

Photo by Dom J on Pexels.com

Jika kamu menulis buku fiksi namun mengambil lokasi yang nyata, maka detail adalah sesuatu yang sangat penting. Kamu harus mampu menggambarkan setting lokasi cerita fiksimu itu serinci mungkin.

Namun jika kamu menulis buku non fiksi, maka sumber dan riset adalah yang paling mendasar. Sebuah karya ilmiah tentunya membutuhkan sumber yang jelas, referensi yang cukup, dan juga penelaahan yang memadai dari penulisnya.

Oleh karena itu sebelum kamu mantap menulis sebuah buku, baik fiksi atau pun non fiksi, kumpulkan sebanyak mungkin ide mengenai bukumu. Secara sederhana kamu bisa melakukan ini seperti cara menulis buku pelajaran dimana kerangka dan listicle memudahkan prosesnya.

Tetapkan Buku yang Kamu Tulis

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Jika kamu menulis buku non fiksi, ini adalah bagian yang tidak bisa kamu langkahi. Kamu harus mengenal bukumu sebaik mungkin bahkan sebelum kamu menulisnya sekali pun.

Tuliskan beberapa pertanyaan berikut ini dalam sebuah kertas kosong, kemudian jawablah sendiri dengan sangat jujur. Tidak perlu khawatir dengan penilaian, tidak ada yang akan melihat jawaban yang kamu tuliskan.

  1. Untuk siapa sebenarnya buku yang ditulis ini?
  2. Apa ide besar yang ada dibalik buku ini?
  3. Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan dan kelemahan saya dalam menuliskannya?
  4. Apa yang membuat buku ini berbeda dengan buku lain yang sejenis?
  5. Apa yang ditawarkan buku ini sehingga ia layak dibaca?

Sebenarnya bagian cara menulis buku ini seperti menulis rencana internet marketing. Jadi kamu memulainya dengan menganggap bahwa bukumu adalah sebuah produk yang harus memiliki nilai jual yang dapat menjawab kebutuhan pembaca.

BACA JUGA:

Tentukan Tipe Gaya Menulismu

Photo by Dziana Hasanbekava on Pexels.com

Jika kamu menuliskan bukumu menggunakan pemetaan terlebih dahulu seperti plot cerita, penyusunan karakter, penetapan setting, menggunakan kerangka yang lengkap dan lain sebagainya, maka kamu adalah jenis penulis dengan gaya Plotters.

Namun, jika kamu menulis benar-benar mengalir saja, kamu hanya membiarkan dirimu hanyut bersama alur cerita dalam pikiranmu ketika menulis, atau kamu seakan dibimbing Tuhan dalam menulis setiap kata tanpa rencana, maka kamu adalah penulis dengan gaya Pantsers.

Apa pun gaya yang membuat kamu nyaman dalam menulis, lakukan.

Setiap orang akan memiliki gaya menulisnya masing-masing. Dan itu akan membutuhkan proses serta tidak menjadi masalah.

Saat menulis novel Merapi Barat Daya yang mendapat rating sempurna dari pembacanya itu, saya menulisnya dengan gaya Pantsers. Sementara saat menulis buku non fiksi seperti Dewi Gunung, Mahkota Himalaya dan yang lainnya, maka saya menulisnya dengan gaya plotters.

Kamu bebas memilih salah satu sebagai gayamu, atau bahkan kedua-duanya sekaligus.

Wawancarai Orang yang Berpengalaman

Photo by Sora Shimazaki on Pexels.com

Wawancara adalah cara menulis buku yang bisa kamu lakukan jika kamu menulis non fiksi. Atau bahkan juga untuk buku fiksi.

Jika kamu menulis misalnya tentang dunia pendidikan, maka melakukan beberapa wawancara dengan pendidik, dengan guru, dengan penulis buku pelajaran dan pengambil keputusan, tentu saja akan lebih menarik.

Hasil wawancara akan memberi kamu perspektif baru yang akan membuat buku yang kamu tulis menjadi lebih kaya.

BACA PULA:

Buat Kerangka Buku

Photo by Michael Burrows on Pexels.com

Outline atau kerangka adalah bagian sangat penting dalam cara menulis buku kisah hidup atau buku apa pun juga. Jadi, jangan diabaikan.

Membuat kerangka akan membuat kamu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran dan tidak melebar terlalu jauh. Kerangka yang mendetail juga mampu menambah produktivitas dalam menghasilkan buku dalam waktu yang lebih singkat.

Pada penulisan buku fiksi, kerangka juga bisa diterapkan dengan membuat plotting terlebih dahulu. Seperti disampaikan sebelumnya, jika kamu mengambil setting sesuatu yang nyata, membuatnya menjadi lebih mendetail adalah sesuatu yang lebih menarik.

Bertahap Seperti Marathon

Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika marathon, sangat berbahaya bagimu untuk langsung melibas 50 kilometer dalam satu kali putaran, Kamu akan lebih aman dan nyaman jika melakukannya secara bertahanp namun kontinyu hingga garis finish.

Cara menulis buku pun demikian.

Susunan kata, kalimat, paragraf, halaman dan bab, tidak bisa kamu sikat sekaligus dalam sekali duduk. Kami bisa membaginya dalam beberapa bagian yang lebih kecil dalam mengerjakannya. Hari ini kamu bisa menulis tentang A misalnya beberapa paragraf, besok kamu bisa melakukan hal yang sama untuk topik tengan B, C, D dan seterusnya.

BACA JUGA:

Menulislah Setiap Hari

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Seorang penulis profesional bisa menulis hingga 4.000 kata setiap hari atau bahkan lebih.

Ini terdengar berat bagi beberapa orang, bukan?

Menulis setiap hari secara konsisten itu membutuhkan tekad dan komitmen yang serius dan tidak setiap orang mampu melakukannya. Untuk menyiasatinya, kamu juga bisa melakukan hal ini secara bertahap. Misalnya dengan menetapkan target penulisanmu setiap hari dalam jumlah tertentu.

Untuk penulis pemula, jumlah 300 hingga 500 kata itu sudah cukup mengesankan jika konsisten dilakukan setiap hari. Dengan pengalaman dan jam terbang, satu hari 4.000 atau 5.000 kata tidak akan menjadi masalah lagi untukmu.

Selesaikan Naskah Pertamamu tanpa Rasa Khawatir

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Lupakan typho, salah ketik, ejaan yang salah, pemenggalan yang keliru, atau berbagai kesalahan teknik umum lainnya saat kamu menulis naskah pertamamu. Pokoknya, hilangkan kekhawatiran dalam hatimu saat menyelesaikan draf pertama buku yang kamu tulis.

Tujuan paling penting dari penulisan draf pertama adalah harus selesai, bagaimana pun hasilnya.

Nah, setelah draf pertama selesai, panduan cara menulis buku baru meminta kamu untuk memperbaikinya melalui editing, membaca ulang, dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk menyempurnakan naskahnya.

BACA PULA:

Terima saja jika Kamu Membuat Kesalahan

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Membuat kesalahan dalam proses menulis itu adalah sesuatu yang biasa. Apalagi jika itu adalah draf pertama.

Kamu mungkin akan salah dalam menuliskan nama tempat, istilah, menuangkan dialog, atau bahkan membuat urutan plot bab yang sesuai. Jika kamu menemukan hal ini saat kamu membaca ulang draf pertama yang kamu tulis, artinya kamu sudah sukses melangkah ke tahap penulisan yang lebih baik.

Ada beberapa penulis pemula yang merasa begitu frustasi ketika menemukan naskah pertama terlihat demikian kacau.

Sejujurnya, itu bukanlah masalah. Bahkan hampir setiap penulis besar yang kamu kenal, melewati hal yang sama dalam proses tumbuh kembang mereka menjadi penulis.

Terima saja kenyataan jika kamu membuat kesalahan dalam naskah pertamamu. Jika kamu mampu menjaga semangat dan konsistensimu untuk tetap stabil, kamu akan melihat betapa cepat kamu nantinya berkembang dalam penulisan selanjutnya.

Atur Waktu Menulismu dengan Baik

Photo by JESHOOTS.com on Pexels.com

Ini mungkin lebih kepada tips menulis buku yang baik. Saya juga sudah menuliskan hal ini dalam beberapa postingan saya untuk topik yang relevan.

Kemampuan mengatur waktu untuk menulis dan konsisten menjalaninya adalah bagian besar dari kesuksesan menulis itu sendiri, paling tidak dalam hal produktivitas dan efektivitas.

Saya biasa mulai menulis buku sejak jam 03:00 pagi hingga jam jam 06:00, atau setelah anak-anak saya terbangun. Siang harinya saya juga menulis artikel untuk pekerjaan saya sebagai content writer atau ghost writer, kemudian sore dan malam harinya saya lanjutkan dengan menulis untuk blog yang saya kelola.

Sebagai penulis pemula, kamu mungkin tidak bisa menulis seharian dan setiap hari. Untuk itu aturlah waktumu sebaik mungkin dan temukan saat paling ideal bagi kamu untuk menulis.

Dan yang paling penting, disiplinlah dalam menjalaninya

BACA INI JUGA, YUK:

Tetapkan Deadline

Photo by Black ice on Pexels.com

Penulis profesional menulis menggunakan deadline.

Ini bukan seperti mempersiapkan sebuah hukuman pancung jika kamu terlambat menyelesaikan tulisan, namun lebih sebagai dorongan supaya kamu bisa menulis secara disiplin dan menyelesaikan buku kamu tepat waktu.

Deadline akan membantu kamu untuk mengatur strategi dalam menulis, baik dalam soal waktu mau pun dalam soal target harian.

Seumpama kamu mulai menulis pada bulan Januari dan menargetkan buku kamu berjumlah 60.000 kata. Kemudian kamu memasang deadline pada akhir bulan April. Maka kamu setidaknya memiliki waktu selama 4 bulan atau 120 hari dalam menuliskannya.

Secara sederhana kamu harus menulis setidaknya 500 kata dalam satu hari untuk membuat targetmu tercapai dan buku kamu selesai tepat waktu, bukan?

Lawan Writer Blocks

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sebagai penulis, tidak setiap hari kamu terinspirasi untuk menulis. Ada kalanya kamu akan merasa jenuh, bosan, tidak tahu harus menulis apa, atau merasa menghadapi dinding tebal kebuntuan yang tidak dapat kamu tembus.

Dan kamu sudah tahu kan, itu adalah writer block?

Lantas, apa saran terbaiknya saat menghadapi writer block seperti ini?

Tidak ada saran yang paling baik dalam menghadapi writer block selain dengan melawannya. Cari tips menghadapi writer block untuk kemudian menulislah lagi. Jangan berlama-lama memanjakan kemandulan para penulis ini sehingga membuat kamu terbiasa berdamai dengannya.

Lawan writer block, dan jangan menyerah dengannya.

BACA PULA:

Lihat Kembali Proses yang sudah Kamu Lakukan

Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Ketika writer block melanda, lihat kembali seberapa jauh kamu telah melangkah. Dengan melihat, membaca dan me-review kembali apa saja yang sudah kamu lakukan, kamu akan menyadari bahwa kamu semakin dekat pada tujuan.

Bisa saja kamu telah menulis 10.000 kata, 30.000 kata atau bahkan 50.000, dan jika kamu memilih menyerah pada writer block ketika pencapaianmu sudah sedemikian signifikan, itu adalah satu hal yang sangat disayangkan.                                                                                                     

Melihat kembali proses yang sudah dilalui akan memberi kamu kekuatan untuk terus menulis.

Karyamu hampir saja selesai dituliskan, jangan menyerah oleh rintangan dan writer block yang datang menghadang.

Beri Jeda Sebelum Melakukan Editing

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bagaimana cara menulis buku selanjutnya adalah dengan memberikan jeda sebelum kamu melakukan proses editing. Jeda ini bisa satu minggu atau dua minggu, atau tergantung kamu dalam menetapkan waktunya. Hal yang paling penting adalah, jeda ini mampu memberi kamu kesegaran dan relaksasi sejenak setelah menulis sepanjang waktu.

Di samping itu, dengan memberikan jeda antara penulisan draf pertama dan editing yang harus kamu lakukan selanjutnya, kamu memiliki kesempatan untuk sedikit merayakan keberhasilanmu.

Bagaimana pun juga, keberhasilan menyelesaikan naskah pertama bagaimana pun hasilnya, adalah kesuksesan pertama yang sudah selayaknya dirayakan oleh seorang penulis pemula. Selain itu, jeda ini juga akan membuat pikiranmu lebih fresh, lebih tenang dan lebih nyaman ketika melakukan editing nantinya.

BACA JUGA:

Tetapkan Budget Penerbitan Mandiri

Source: Business Khow-How

Hal yang paling saya sukai dalam menerbitkan buku saat ini adalah kamu tidak harus melakukannya melalui penerbit besar untuk mempublikasikan bukumu. Dengan berbagai pertimbangan, menerbitkan buku secara mandiri jauh lebih menyenangkan untuk dilakukan.

Nah, dalam penerbitan mandiri ini, kamu tentu saja harus memikirkan biayanya.

Beberapa penerbit indie mengharuskan penerbitan dalam jumlah tertentu, bisa 20 atau bahkan 50 eksemplar. Paket ini juga sebagian besar sudah dilengkapi dengan layanan ISBN, desain cover, dan layouting.

Setelah naskahmu selesai dan kamu anggap sudah siap terbit, maka kamu dapat memperhitungkan berapa biaya yang akan kamu siapkan untuk mempublikasikannya.

Cari Editor Profesional dan Proofreader Berpengalaman atau Lakukan Sendiri

Source: Fiverr

Secara pribadi, saya tidak pernah menggunakan editor profesional atau pun proofreader berpengalaman untuk semua buku-buku saya. Dengan segala keterbatasan, saya harus melakukan semua pekerjaan itu sendiri.

Namun seiring pengalaman dan jam terbang, semua proses menjadi semakin baik dan menyenangkan. Editing memang memerlukan upaya yang ekstra untuk bisa dilakukan, proofreading juga demikian.

Akan tetapi jika kamu memiliki cukup banyak bujet dan  ingin menghasilkan buku yang lebih bonafit, kamu bisa menggunakan jasa editor dan proofreader. Namun yang paling penting adalah, bagian ini tidak boleh menghalangi kamu untuk terus mem-publish bukumu meskipun bujet kamu sendiri terbatas.

YUK, BACA INI JUGA:

Terbitkan Bukumu

Source: Babyblog

Nah, ini adalah bagian yang paling mengasyikkan sekaligus juga menegangkan dalam proses menjadi seorang penulis. Menerbitkan buku hasil karya pertama kamu akan memberikan perasaan yang luar biasa. Kamu akan mendapatkan pengalaman dan sensasi tersendiri ketika melakukannya nanti.

Apa pun cara penerbitan yang kamu pilih, indie atau pun mayor, rasa deg-degan menunggu hasil cetakan bukumu adalah sesuatu luar biasa.

Kamu bisa saja masih akan menemui berbagai kesalahan setelah membaca buku kamu secara langsung nantinya. Kamu mungkin akan berkata; seharusnya covernya begini, penulisannya begini, atau kalimatnya begini. Namun, lupakan sejenak mengenai hal itu. Rayakan saja kesuksesanmu yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku.

Dapatkan Feedback dan Review

Photo by fotografierende on Pexels.com

Selanjutnya setelah buku kamu jadi dan mulai didistribusikan kepada pembeli, mintalah kepada mereka untuk memberi kamu feedback atau sedikit review ringan.

Apa pun review yang mereka berikan, buka hati kamu selebar mungkin untuk menerimanya.

Pujian, saran, kritik, referensi dan semacamnya, adalah hal berharga utuk menyempurnakan tulisan-tulisan kamu selanjutnya.

Selanjutnya Bagaimana?

Source: Balloon One

Nah, itu adalah serangkaian langkah cara menulis buku yang sebenarnya dapat kamu pahami dengan mudah dan praktikkan. Dengan latihan dan konsistensi terus-menerus, kamu akan semakin mahir dan berpengalaman melakukannya.

Oh ya, jika kamu masih merasa mempraktikkannya, kamu bisa meminta bimbingan penulisan buku pada www.penulisgunung.id juga, lho. Caranya gampang, kamu hanya perlu menghubungi melalui form kontak yang telah disediakan.

Selamat mencoba!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

BAGAIMANA MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU NON FIKSI DALAM 30 HARI ATAU KURANG

Menulis dan menerbitkan buku non fiksi bisa dilakukan dengan mudah dan dalam waktu yang singkat, asalkan kamu mengerti caranya. Dengan metode sistematis yang tepat, kamu akan merasakan produktivitas yang signifikan dalam menulis dan menghasilkan karya non fiksi.

Lantas, bagaimanakah cara menulis dan menerbitkan buku non fiksi dengan mudah dan sistematis dalam waktu cepat?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

BACA JUGA:

5 Langkah Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku Non Fiksi yang Bahkan Bisa Rilis dalam Satu Bulan atau Kurang

Photo by Sunsetoned on Pexels.com

Secara sederhana pengertian buku non fiksi adalah sebuah buku yang disusun berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan non-imajinatif. Dengan adanya sumber-sumber yang jelas ini, tentu saja penyusunan dan penulisan buku dapat ditentukan secara lebih spesifik.

Namun demikian, meskipun sumber penulisan buku non fiksi sudah jelas, tidak semua penulis mampu menulis buku jenis ini secara efektif, efisien dan juga produktif. Bahkan beberapa penulis atau calon penulis merasa lebih kesulitan menulis buku non fiksi daripada buku fiksi.

Sumber penulisan buku fiksi yang paling dominan tentu saja imajinasi penulis itu sendiri. Artinya, semakin luas dan baik kamu menggunakan imajinasimu, maka semakin baik dan luas pula penulisanmu dalam fiksi.

Nah, bagamaina dengan menulis buku non fiksi?

Berikut ini adalah 5 langkah yang mudah dilakukan untuk menulis buku non fiksi. Bahkan tidak hanya menulisnya, kamu juga sekalian dipandu untuk sekaligus menerbitkannya. Menariknya, semua ini dapat kamu lakukan dalam waktu satu bulan saja bahkan kurang.

Atur Jadwal Menulis yang Konsisten dan Disiplin

Source: System Pro

Apa pun jenis buku nonfiksi yang ingin kamu tulis dan tak peduli seberapa baik kamu menguasai topiknya, semua itu tidak akan lebih penting daripada kedisiplinan saat kamu menuliskannya.

Kedisiplinan dalam menulis dan konsistensi dalam menjalaninya adalah rahasia semua penulis. Kamu harus memiliki hal itu jika ingin menyelesaikan buku non fiksimu dan menerbitkannya dalam waktu yang singkat. Tanpa kesediaan untuk disiplin dalam menulis, sulit rasanya untuk menyelesaikan jenis buku apa pun, baik fiksi mau pun non fiksi.

Tipsnya disini adalah dengan membuat sebuah jadwal menulis yang disiplin dan bisa kamu patuhi sendiri. Tetapkan berapa lama waktu yang akan kamu gunakan untuk menulis dalam satu hari, atau berapa kata yang harus kamu selesaikan dalam periode tersebut.

Namun inti dari langkah yang pertama ini adalah kamu harus bisa mematuhi dan konsisten menjalankannya.

Buat Kerangka Penulisan yang Rinci

Source: Marc Johnson

Dalam penulisan non fiksi, outline atau kerangka penulisan adalah bagian yang krusial dan harus ada. Pilihannya adalah, ada yang menggunakan kerangka sebagai garis besar penulisan, namun ada pula yang memanfaatkan outline lebih dari sekedar itu.

Untuk membuat susunan buku non fiksi yang sistematis, mudah dipahami dan juga lebih gampang dieksekusi dalam proses penulisannya, outline adalah hal yang harus kamu perhatikan dengan seksama. Luangkan waktumu lebih banyak untuk membuat kerangka yang detail dan terperinci.

Lho, mengapa harus terperinci dan detail? Bukankah ini hanya outline saja?

Waktu 30 hari untuk menulis dan menerbitkan sebuah buku adalah waktu yang terbatas. Supaya tujuan ini bisa dilakukan dengan baik, kamu membutuhkan strategi yang akan memudahkan kamu dalam segala hal, termasuk pula dalam hal pembuatan outline.

Semakin detail dan rinci kamu membuat kerangka, maka semakin mudah kamu menulisnya kemudian. Dan tentu saja, itu akan membuat proses penulisan kamu menjadi lebih cepat.

BACA PULA:

Perkirakan Jumlah Kata Penargetan

Source: Blogsays

Dalam 10 contoh buku non fiksi yang seringkali disampaikan, jumlah kata rata-rata yang dipergunakan adalah 30.000 – 75.000 kata.

Namun dengan waktu satu bulan atau 30 hari, kamu mungkin harus mempertimbangkan sebuah buku non fiksi singkat dan tidak begitu tebal untuk ditulis. Jumlah kata buku non fiksi untuk jenis ini biasanya berkisar antara 20.000 – 50.000 kata.

Jadi sederhananya begini;

Jika kamu menargetkan jumlah kata dalam buku non fiksimu adalah 30.000 kata, maka tentu saja setiap hari kamu setidaknya harus menulis 1.000 kata. Dalam waktu satu bulan kamu akan memiliki buku dengan tebal kurang lebih 30.000 kata. Asalkan kamu konsisten melakukannya.

Nah, selebihnya kamu hanya butuh waktu untuk melakukan editing, layouting, membuat cover dan juga publishing tentu saja.

Buat Rencana Pemasaran

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Dengan waktu hanya 30 hari untuk menulis dan menerbitkannya sekaligus, kamu tentu saja tidak punya waktu banyak untuk memasarkan buku yang kamu tulis. Nah, supaya buku ini setidaknya memiliki pembeli, kamu harus memikirkan teknis pemasaran yang sederhana dan efektif.

Tips yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati hal ini adalah dengan memasarkannya melalui sosial media, jaringan teman-teman, whatsapp group dan lain sebagainya.

Jadi selama proses menulis dan bukumu misalnya sudah selesai 75%, kamu sudah mulai dapat mempromosikannya di berbagai platform yang kamu pilih. Kamu bisa menerapkan sistem pre- order untuk meminimalisir risiko tidak terjual.

Cara lain yang juga bisa kamu lakukan misalnya mengadakan kontes membuat cover, memposting kutipan-kutipan terbaik dari buku yang kamu tulis secara teratur, dan lain sebagainya. Namun tetap harus diingat bahwa yang menjadi prioritasmu adalah menyelesaikan bukumu sesuai tenggat waktu yang telah kamu tetapkan.

Pilih Platform Penerbitan

Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Jika kamu memilih untuk menerbitkan buku yang kamu tulis secara digital, maka kamu dapat menghindari kerepotan dalam proses cetak dan semacamnya. Namun, memilih cover yang baik dan membuat layouting yang menarik, tetap harus kamu lakukan.

Dalam platform digital, kamu bisa memilih menerbitkannya di Google Play Book, Online Store dan lain sebagainya. Kamu hanya perlu menyiapkan buku non fiksi PDF dan semuanya sudah siap untuk dipasarkan.

Namun jika kemudian kamu memilih untuk memasarkan bukumu dalam versi cetak dan juga digital, maka kamu juga harus memikirkan percetakan dan penerbitannya. Kamu bisa memilih untuk menggunakan ISBN atau melewatkannya sementara waktu.

Bagaimana jika Masih Kesulitan Melakukan 5 Langkah di Atas?

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Jika kamu masih merasa kesulitan untuk membuat bukumu meskipun sudah membaca langkah-langkah di atas hingga tuntas, maka kamu bisa meminta bantuan pada penulis blog ini dan menggunakan jasanya. Kamu akan dibimbing untuk bisa menyelesaikan buku sampai terbit.

Caranya mudah, kamu hanya perlu mengklik form kontak dan menuliskan pesanmu.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi www.penulisgung.id,  ya

BACA JUGA:


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

5 LANGKAH MENGUBAH PTK GURU (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) MENJADI BUKU BER-ISBN

Mengubah PTK Guru atau Penelitian Tindakan Kelas menjadi sebuah buku ber-ISBN sebenarnya bukanlah proses yang sulit. Dengan sedikit keterampilan dan modifikasi, kamu dapat mengeksekusinya dengan mudah. Selain menghemat waktu dan tenaga, proses yang tepat juga dapat memberikan kamu efisiensi waktu yang lebih baik.

Lantas, bagaimanakah cara mengubah data PTK guru menjadi sebuah buku ber-ISBN yang gampang untuk dilakukan?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Mengubah PTK Guru menjadi Buku ber-ISBN dalam 5 Langkah Mudah

Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Laporan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK adalah sebuah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik atau guru, laporan ini berisi hasil dari penelitian dan riset yang dilakukan oleh guru tersebut dalam kelas. Untuk sistematika penulisan PTK pun sudah ada ketentuannya.

Dalam teorinya, Penelitian Tindakan Kelas atau PTK memang dilakukan dalam upaya untuk menemukan permasalahan dalam kelas, kemudian mencari solusinya, dan mendokumentasinya dalam sebuah laporan PTK  yang sistematis.

Meskipun demikian, ada pula guru yang membuat PTK untuk keperluan yang berbeda. Selain untuk menemukan permasalahan, mendapatkan solusi, serta mendokumentasikan semua proses tersebut, tujuan lain yang paling populer dari pembuatan PTK adalah untuk syarat kenaikan pangkat.

Lantas, apakah ada perbedaan di antara keduanya?

Sebenarnya pada banyak contoh PTK guru, tidak ada perbedaan yang signifikan antara penyusunan PTK sebagai standar umum mau pun sebagai syarat kenaikan pangkat.

Namun memang pada PTK sebagai syarat kenaikan pangkat, adanya PTK menjadi salah satu syarat yang harus ada bagi seorang guru yang ingin menaikkan grade mereka.

BACA JUGA:

Bentuk-Bentuk Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru yang Paling Banyak Direkomendasikan

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Berdasarkan buku 4, kenaikan pangkat guru yang menggunakan PTK sebagai syarat berlaku mulai dari golongan III/d ke IV.a. Jadi, guru pada konteks ini, diwajibkan untuk membuat PTK jika ingin mengajukan syarat kenaikan pangkat.

Nah, PTK sendiri memiliki banyak bentuk saat diajukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Beberapa bentuk yang paling populer misalnya adalah;

  • Bentuk laporan PTK umum.
  • Jurnal.
  • Artikel populer di media massa.
  • Atau, buku ber-ISBN.

Penyusunan PTK sebagai syarat kenaikan pangkat dalam bentuk laporan umum, jurnal, atau artikel populer di media massa, tentunya sudah tidak asing lagi untuk kamu ketahui. Sementara membuat PTK atau mengubah Penelitian Tindakan Kelas menjadi sebuah buku ber-ISBN sendiri masih banyak guru atau pendidik yang bingung dalam melakukannya.

Lantas, bagaimanakah cara mengubah login PTK guru menjadi sebuah buku ber-ISBN?

Berikut adalah 5 tips yang bisa kamu ikuti dengan mudah.

Langkah Mudah Mengubah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru menjadi Buku ber-ISBN

Ada cara yang dapat kamu ikuti dengan mudah untuk melakukan hal ini. Beberapa langkah yang paling penting dan mudah dilakukan dalam proses ini adalah sebagai berikut;

Ubah Judul PTK Guru menjadi Judul Populer

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan dalam mengubah laporan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK Guru menjadi sebuah buku adalah dengan mengubah judulnya terlebih dahulu.

Penting untuk kamu pahami bahwa ada perbedaan yang signifikan antara cara penyajian judul untuk sebuah laporan PTK dengan sebuah judul buku karya tulis ilmiah yang populer. Langkah pertama ini meminta kamu untuk mengubah judul yang panjang dan detail dari sebuah PTK, menjadi judul yang lebih populer dan komersial.

Contohnya begini;

Jika judul laporan PTK yang kamu tulis adalah misalnya;

Penerapan Outdoor Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Pasir Jambu 01 Tahun Pelajaran 2021/2022

Maka beberapa pilihan judul populer untuk sebuah buku ber-ISBN yang bisa kamu gunakan adalah;

  • Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Outdoor Learning
  • Outdoor Learning Sebagai Cara Jitu Meningkatkan Prestasi Belajar
  • Outdoor Learning dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
  • Dll.

Buat Struktur PTK menjadi Struktur Buku

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Selanjutnya setelah kamu mendapatkan judul yang tepat untuk buku ber-ISBN gubahan dari judul PTK yang kamu miliki, maka kamu sekarang dapat berfokus pada membuat struktur bukunya sendiri.

Maksudnya adalah; bagaimana kamu menyusun layouting atau kerangka laporan PTK yang sudah tersedia menjadi sebuah layouting buku yang populer. Ini mungkin akan membuat kamu harus mengubah jumlah bab, pembagian pokok bahasan, judul bab, dan lain sebagainya.

Pada contoh PTK guru SMP yang kompleks misalnya, kamu dapat membagi laporan itu menjadi sesuatu yang lebih sederhana dan eye catching. Perlu juga untuk kamu ingat dalam proses mengubah PTK menjadi buku ber-ISBN adalah bahwa hal ini juga memperluas jaringan pembaca.

Artinya; kamu tidak lagi berfokus pada susunan kertas yang akan dibaca sebagai hasil laporan. Namun kamu juga membuat sebuah tulisan yang memikat untuk dibaca olehh orang lain yang tidak terkait dalam laporan PTK yang dibuat.

Susun Bab Buku Berdasarkan Susunan Bab PTK

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, setelah kamu mendapatkan layouting atau kerangka yang tepat dari buku gubahan PTK yang akan kamu terbitkan, kamu dapat memfokuskan pada pokok bahasannya sendiri.

Dalam penyusunan pokok bahasan PTK menjadi sebuah buku ber-ISBN ini, kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal antara lain, yaitu;

  • Hapus dan ubah rumusan masalah, manfaat dan definisi operasional. Ganti penulisan background semacam ini menjadi sebuah paparan yang menjelaskan kondisi memprihatinkan terkait pembelajaran yang diampu.
  • Kata-kata yang menjelaskan ‘penulis melakukan penelitian tindakan kelas…” dapat diubah narasinya menjadi misalnya; “Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul…”.
  • Modifikasi semua bagian yang mencirikan penelitian pada satu tempat secara khusus. Susunan buku sebaiknya membahas objek permasalahan secara umum. Sekolah yang menjadi objek penelitian dapat dibahasakan sebagai sampel permasalahan dan solusi yang diajukan.

Lengkapi Persyaratan Mendapatkan ISBN

Photo by Anete Lusina on Pexels.com

Nah, ini adalah bagian yang tidak boleh tertinggal dalam verifikasi PTK guru, yakni ISBN itu sendiri. Beberapa orang bahkan lebih tertarik untuk mengutamakan ISBN itu sendiri dibandingkan isi dan pemaparan buku dari PTK yang merupakan faktor yang lebih fundamental.

ISBN atau International Standard Book Number, hakikatnya adalah sistem pencatatan buku supaya dapat dengan mudah untuk dikenal dan didata. ISBN bagaimana pun krusialnya sebagai bagian dari syarat kenaikan pangkat seorang guru terkait laporan PTK, tidak pernah lebih penting dari isi buku itu sendiri.

Mengajukan ISBN untuk sebuah buku itu tidak serumit yang dibayangkan. Selama sebuah buku telah memenuhi syarat-syarat pengajuan berupa misalnya: halaman judul, halaman cover, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar pustaka, biodata penulis dan lain sebagainya, sebuah buku dapat memperoleh ISBN dengan mudah.

Jadi yang ingin disampaikan adalah; PTK kenaikan pangkat guru dalam bentuk buku ber-ISBN itu bukan ISBN-nya saja yang penting. Namun isi dan esensi dari buku itu sendiri jauh lebih penting.

BACA JUGA:

Cetak dan Publikasikan

Photo by Anna Nekrashevich on Pexels.com

Nah, langkah terakhir setelah semua selesai adalah kamu dapat menemukan sebuah percetakan atau penerbit untuk mencetak buku kamu.

Bagian ini menjadi sesuatu yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Untuk bisa mendapatkan buku yang siap cetak, kamu kadang harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Biaya ini dibebankan untuk pengurusan dan pendaftaran ISBN, layouting, editing, desain cover dan lain sebagainya.

Belum lagi kemudian, waktu yang dibutuhkan sampai buku kamu selesai dicetak dan diterbitkan akan cukup lama. Bahkan ada beberapa penerbit yang meminta jangka waktu hingga lebih dari satu atau dua bulan.

Pada bagian ini, kamu juga harus mempertimbangkan deadline cetak buku kamu sendiri. Jangan sampai syarat kenaikan pangkat dari buku ber-ISBN yang dikembangkan dari PTK justru membuatmu kamu terlambat dalam memenuhi syarat kenaikan pangkat.

Jika Kamu Sangat Sibuk dan Sulit Mengerjakan Hal Ini…

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Maka kamu dapat menghubungi www.penulisgunung.id dan meminta  PTK yang kamu miliki untuk diubah menjadi buku ber-ISBN.

Dengan pengalaman yang dimiliki dan jam terbang penulisannya sendiri, www.penulisgunung.id akan menghasilkan buku terbaik hasil dari gubahan PTK yang sudah kamu miliki.

Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami, ya.



Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

MENULIS BUKU KENAIKAN PANGKAT GURU DALAM 5 LANGKAH PALING MUDAH

Menyusun dan menulis buku kenaikan pangkat guru sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah selama Anda memahami caranya. Buku seperti ini selain dipergunakan untuk syarat kenaikan grade atau pangkat, kadang juga dijadikan sebagai bagian dari buku penilaian kinerja guru. Dengan kepentingan seperti itu, tentu saja dibutuhkan kemampuan untuk menulisnya sebaik mungkin.

Sayangnya tidak semua guru atau pendidik mampu melakukan hal ini. faktor ketidakbiasaan adalah kendala utama mengapa menyusun dan menulis buku bisa menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan. Padahal jika Anda mengerti caranya, prosesnya bahkan bisa saja lebih mudah daripada yang pernah Anda bayangkan.

Lantas, bagaimana cara yang paling mudah menulis buku untuk kenaikan pangkat bagi seorang guru?

Mari, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Langkah Paling Sederhana dalam Menulis Buku Kenaikan Panngkat Guru

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Istilah buku 4 penilaian angka kredit guru atau buku 5 kenaikan pangkat guru menjadi populer sejak ada kebijakan dari pemerintah bahwa, literasi adalah salah satu faktor penting sebagai prasyarat kenaikan pangkat seorang pendidik. Literasi ilmiah atau fiksi menjadi tolak ukur yang sekarang dianggap penting untuk dimiliki oleh setiap pendidik dalam jenjang apa pun.

Pada tingkat Sekolah Dasar atau SD misalnya, seorang guru yang mengajukan kenaikan pangkat diwajibkan untuk menulis buku untuk mendapatkan skor atau nilai yang dibutuhkan. Buku tersebut bisa dalam bentuk kumpulan puisi, kumpulan cerpen, atau pun semacam opini ilmiah mengenai proses pendidikan di sekolah guru yang bersangkutan.

Selain bisa mendapat nilai dari angka kredit buku antologi yang penulisannya secara kolektif, penulisan mandiri sebenarnya jauh lebih diprioritaskan. Dengan pemahaman yang lebih baik, menulis buku seperti ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menulis makalah biasa. Atau menulis artikel ilmiah sederhana yang berfokus pada dunia pendidikan.

Nah, untuk Anda yang berprofesi sebagai seorang pendidik dan sedang mengajukan kenaikan pangkat kemudian harus menulis buku sebagai syaratnya, 5 langkah sederhana berikut ini mungkin bisa membuatnya menjadi lebih mudah.

BACA JUGA:

Tetapkan Tema Penulisan; Fiksi atau Non Fiksi

Photo by Liza Summer on Pexels.com

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ketika menulis buku 3 penilaian angka kredit guru adalah dengan memilih temanya terlebih dahulu; apakah Anda akan menulis buku fiksi atau kan non fiksi.

Jika pilihan Anda adalah menulis buku fiksi sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan, maka Anda juga dapat membuat pilihan antara menulis kumpulan puisi atau kumpulan cerpen. Jumlah minimal yang disyaratkan jika Anda menulis kumpulan puisi pada umumnya adalah 40 judul. Akan tetapi, jika Anda memilih menulis buku fiksi dalam bentuk kumpulan cerpen, maka Anda dapat menentukan jumlah secara mandiri.

Sementara jika Anda kemudian memilih untuk menulis buku non fiksi, maka jenis buku untuk kenaikan pangkat yang dapat Anda tulis sebenarnya jauh lebih banyak. Anda misalnya dapat memilih materi yang bersifat opini Anda sendiri, hipotesa dan analisis mendalam tentang sebuah objek pendidikan, atau juga bisa memilih mengenai kritik sebuah sistem yang Anda anggap kurang relevan dalam struktur pendidikan modern.

Lakukan Riset yang Cukup

Photo by Pixabay on Pexels.com

Jika Anda kemudian memilih buku penilaian angka kredit guru dengan tema fiksi, riset tidak serta merta dapat Anda kesampingkan. Untuk menghasilkan sebuah karya fiksi yang tidak asal jadi, Anda juga membutuhkan riset yang cukup supaya hasilnya memuaskan. Paling tidak bagi diri Anda sendiri.

Dibandingkan menulis secara bersama-sama yang menghasilkan angka kredit buku antologi yang terbilang kecil, Anda bisa mengambil komitmen untuk menulis buku Anda sendiri. Untuk memperdalam riset misalnya, Anda dapat membaca berbagai kumpulan puisi dan cerpen dari penulis lain kemudian menulis objek yang sama dalam sudut pandang Anda sendiri.

Namun jika Anda memilih buku non fiksi sebagai syarat kenaikan pangkat yang Anda ajukan, Anda tentunya harus membuat riset yang lebih komprehensif. Mengulas metode pendidikan, mengkritik dan mengevaluasi sistem yang sudah ada, atau pun memberikan proyeksi model pendidikan yang lebih ideal, menuntut Anda untuk melakukan banyak kajian dan analisa dari setidaknya 5 sumber yang kredibel.

BACA JUGA:

Prioritaskan untuk Menulis yang Sejalan dengan Realitas

Photo by Max Fischer on Pexels.com

Akan sangat baik bagi penilaian yang akan Anda peroleh jika kemudian Anda memilih untuk menulis sebuah buku atau artikel non fiksi tentang objek pendidikan yang sesuai dengan realitas yang ada. Relevansi tulisan yang Anda hasilkan dengan realitas yang terjadi akan menghasilkan penilaian yang sempurna bagi para penguji yang objektif.

Pada tingkatan guru Sekolah Dasar misalnya, ketika Anda memilih tema penulisan mengenai mungkin metode paling efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, maka sebaiknya metode yang Anda tulis tersebut dapat Anda pahami dengan baik. Penguasaan Anda tentang materi penulisan akan memberikan keleluasaan untuk menulisnya dalam perspektif yang lebih luas dan menarik.

Pada contoh buku 2 pkg revisi 2019 pdf misalnya, penulisan ini mensyaratkan Anda memiliki pengalaman lapangan pula dalam mempraktikkannya. Misalnya begini; ketika Anda menulis mengenai efektivitas metode belajar outdoor learning, maka setidaknya Anda juga harus memiliki pengalaman mengenai cara belajar di luar ruang seperti itu.

Buat Outline yang Struktural

Photo by William Fortunato on Pexels.com

Dalam menulis buku penilaian kinerja guru sebagai syarat kenaikan pangkat, outline atau kerangka juga tidak dapat Anda abaikan. Bahkan sebenarnya pada buku jenis apa pun, baik fiksi mau pun non fiksi, outline akan membuat proses penulisan dan eksekusi idenya menjadi lebih mudah.

Outline atau kerangka akan memberikan batasan-batasan yang tepat dalam penulisan sehingga akan menghindarkan Anda dari penulisan yang tidak relevan. Outline pada sisi yang sama juga dapat menjadi oriented mapping dimana Anda dapat menentukan arah penulisan secara lebih terstruktur dan tepat sasaran.

Bahkan pada penulisan buku kumpulan puisi sekali pun yang Anda pilih sebagai buku pra-syarat kenaikan pangkat, outline juga sebaiknya diaplikasikan. Pembagian tema yang sesuai, sudut pandang yang ideal dan gaya menulis yang cocok, semuanya dapat Anda atur pada pembuatan outline.

Lakukan Editing Hingga Setidaknya 3 Kali

Photo by Gabby K on Pexels.com

Dalam menulis buku untuk kenaikan pangkat guru, editing adalah bagian krusial yang seharusnya dapat menjadi fokus Anda pula. Sebagai saran, berikan kesempatan pada diri Anda sendiri untuk melakukan editing penulisan paling tidak 3 kali sebelum dipublikasikan.

Editing selain akan memberi Anda kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sederhana seperti typho atau salah ketik, juga dapat Anda pergunakan untuk melihat sejauh mana tulisan yang Anda hasilkan mampu menggambarkan maksud yang sejatinya ingin Anda sampaikan.

Untuk membuat proses editing menjadi lebih optimal, sebaiknya Anda melakukannya secara bertahap. Baca dengan suara yang agak keras dan rasakan apakah kalimat yang sudah Anda bangun sesuai dengan makna yang Anda inginkan atau belum. Lakukan editing dan ulangi kembali untuk menghasilkan kalimat yang paling ideal menurut Anda.

BACA JUGA:

Bagaimana Jika Semua Langkah di Atas Sudah Anda Lakukan Namun Anda Tetap Merasa Kesulitan?

Photo by Alexander Dummer on Pexels.com

Namun jika semua tahapan di atas sudah Anda coba lakukan dan Anda tetap merasa kesulitan, maka sebaiknya Anda memang menggunakan jasa penulisan profesional yang dapat membantu Anda melakukannya dengan hasil yang maksimal.

Nah, untuk Anda yang membutuhkan jasa penulisan profesional semacam ini, maka www.penulisgunung.id adalah pilihan yang paling ideal. Pengalaman dalam dunia penulisan yang baik serta tulisan yang original akan memberi Anda kesempatan untuk menghasilkan buku sebagai syarat kenaikan pangkat guru yang berkualitas dan sesuai harapan.

Anda hanya perlu menjelaskan artikel atau buku seperti apa yang Anda inginkan, kelas berapa siswa yang Anda ajarkan,  dan rentang berapa usia murid-murid yang Anda miliki. Kemudian www.penulisgunung.id akan mengaplikasikannya menjadi sebuah tulisan berupa buku atau artikel yang paling relevan berdasarkan gambaran yang Anda berikan tersebut.

Jadi tunggu apa lagi?

Segera hubungi www.penulisgunung.id untuk menghasilkan karya tulis yang akan membantu Anda memenuhi syarat kenaikan pangkat sebagai seorang pendidik yang profesional.


anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑