7 CARA MENULIS CERITA HANTU ATAU CERITA HOROR YANG MENARIK DAN EFEKTIF

Kamu pasti tahu jika salah satu genre cerita yang paling besar jumlah penggemarnya adalah horor. Hal ini memancing banyak penulis pemula yang bertanya; bagaimana cara menulis cerita hantu atau cerita horor dengan memanfaatkan jumlah pembaca yang besar ini? Nah, artikel yang ditulis kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

Jadi sebenarnya, bagaimana cara menulis cerita horor yang bagus dan mampu merasuk pikiran pembaca?

Untuk genre cerita seperti ini, tentu saja semakin menakutkan semakin baik. Semakin tidak bisa tidur pembacamu karena terbayang-bayang sosok horor atau hantu yang kamu ceritakan, itu semakin bagus. Meskipun genre semacam ini terkesan ‘pasaran’, nyatanya tidak semua penulis horor mampu mengeksekusinya dengnan baik.

Tips dan Langkah Cara Menulis Cerita Hantu atau Cerita Horor

Photo by cottonbro

Salah satu hal menarik di Indonesia adalah ketertarikan masyarakatnya yang luar biasa tinggi terhadap kisah horor, hantu, supranatural dan metafisik. Di satu sisi, ini mungkin menumbuhkan budaya pemikiran irasional yang kurang efektif. Namun pada sisi yang lain, ini juga menumbuhkan minat literasi penulisan bertema horor yang besar.

Unsur cerita horor yang ditampilkan pada umumnya tidak banyak bergeser dari makluk-makluk gaib populer di Indonesia. Beberapa penulis yang lebih kreatif, kadang memadukan konsep cerita yang lebih kaya lagi, baik dari sisi plot, setting, karakter, hingga tema cerita.

Kamu mungkin masih banget bagaimana kisah KKN di Desa Penari yang sempat viral beberapa waktu lalu, bukan?

Kisah itu demikian menarik perhatian penggemar kisah horor di Indonesia. Perdebatan bahwa itu kisah nyata seperti pengakuan penulis, ataukah hanya kreativitas penulis saja yang terinspirasi dari sebuah cerita, menjalar di sosial media. Namun intinya adalah, kisah misteri tentang hantu di Desa Penari di Jawa Timur itu, sempat booming di kalangan pembaca digital di Indonesia.

Menariknya kemudian, cerita itu menginspirasi film horor dan penulisan bukunya sekaligus. Walaupun kamu pasti juga tahu bahwa kisah dengan memanfaatkan momen viral seperti ini umumnya tidak bertahan lama. Namun tidak dapat ditepis pula bahwa contoh cerita horor seperti KKN di Desa Penari adalah contoh betapa efektifnya pengaruh kisah horor pada masyarakat Indonesia.

Nah, kamu yang berminat untuk menulis novel horor, panduan berikut bisa kamu jadikan referensi.

BACA JUGA:

Pengertian Cerita Horor

Photo by Pixabay

Jika disebutkan cerita hantu, kamu tentu sudah dapat langsung menterjemahkannya sebagai cerita menyeramkan tentang makluk gaib yang tidak kasat mata. Secara eksplisit lagi cerita hantu dapat diterjemahkan sebagai cerita arwah seseorang yang sudah meninggal kemudian mengganggu orang yang masih hidup.

Namun ketika dikatakan sebagai cerita horor, maka definisinya bisa luas lagi terutama jika dilihat dari sisi siapa subjek yang menjadi tokoh horornya. Horor bisa terjadi karena ada gangguan makluk gaib, bisa karena perlakuan psikopat, phobia, dan lain sebagainya.

Akan tetapi baik cerita horor atau cerita hantu, secara sederhana dapat disimpulkan sebagai cerita yang mengetengahkan keseraman, ketakutan dan kengerian sebagai pesan utama cerita. Subjek dari keseraman dan ketakutan itu sendiri dapat bervariasi tergantung dari imajinasi dan kreativitas sang penulis sendiri.

Jenis-Jenis Cerita Horor

Mengelompokkan cerita horor memiliki kerumitannya tersendiri. Bahkan para penulis sendiri berbeda pendapat mengenai jenis-jenis yang ada.

Namun, berikut adalah jenis-jenis cerita horor yang paling umum dikenal dalam dunia kepenulisan dan novel.

Paranormal

Photo by Spencer Selover

Berdasarkan pengertian yang umum, paranormal seringkali didefinisikan sebagai ‘sesuatu yang melampaui hukum alam atau hukum kebiasaan’.

Beberapa contoh novel horor yang dapat dikategorikan dalam jenis paranormal misalnya adalah tentang hantu, setan, iblis, siluman dan lain sebagainya.

 Di Indonesia, kamu tentu saja dapat memasukkan cerita tentang kuntilanak, pocong, gondoruwo, tuyul dan sebagainya dalam jenis cerita horor yang pertama ini.

Supranatural

Photo by Steve

Nah, agak membingungkan juga sebenarnya karena pengertian supranatural dan paranormal seringkali diterjemahkan serupa, yakni sesuatu yang melawan hukum alam.

Namun supaya memudahkan kamu membedakannya, kamu bisa mengikuti definisi Brandon Cornett (penulis novel horor Purgatory) yang memasukkan kisah seperti vampir, manusia serigala, monster, puteri duyung dan  sejenisnya sebagai contoh cerita horor pendek (cerpen) atau pun panjang (novel) dalam lingkup genre horor supranatural.

Psikopat, Pembunuh Berantai dan Pembantai

Photo by NEOSiAM

Jenis horor satu ini tidak diperuntukkan untuk pembaca dengan hati dan perasaan yang ‘lemah’. Kamu sudah pasti tahu kan, jika tema novel horor semacam ini mempertontonkan kekejaman dan kebiadaban manusia dengan motivasi kegelapan yang sulit dipahami.

Contoh novel horor untuk kategori ini misalnya adalah; Psycho karya Robert Bloch dan Perawan Terakhir karya Riley Sager.

Psikologi

Photo by Vijay Putra

Ini adalah genre horor yang membingungkan dimana ketakutan dan kengerian yang terjadi diciptakan oleh pikiran karakternya sendiri. Sekali lagi, ini mungkin terasa samar dengan genre psikopat dan pembunuh berantai, seperti genre horor paranormal dan supranatural yang seolah berhimpitan.

Tidak ada monster atau hantu berkepala empat dalam genre ini. Akan tetapi sebagai gantinya, kamu akan menampilkan keseraman akan goa yang gelap, mata yang mengintai dari sudut kamar, rumah angker dengan suara menakutkan.

Intinya adalah semua keseraman ini bersumber dari permainan pikiran karaternya sendiri.

Pasca ‘Kiamat”

Photo by cottonbro

Secara sederhana, genre pasca kiamat ini disebut sebagai post-apocalyptic yang menampilkan kehancuran peradaban dunia oleh kekuatan atau entitas mengerikan. Kamu bisa menyebutkan zombie, vampir, wabah, atau yang sejenis dengan itu sebagai penyebabnya.

Ketegangan yang dimunculkan mungkin tidak seperti genre dimana hantu dan iblis menjadi fokus kengeriannya. Namun genre cerita horor pasca kiamat semacam ini kadang memberikan argumentasi kehancuran total yang lebih masuk akal dan lebih mengerikan.

Bukankah efek pandemi Covid-19 seperti sekarang jauh lebih menyeramkan dan massif daripada hantu?

Ini adalah salah satu bukti mengapa genre pasca-kiamat adalah salah satu genre horor yang sangat realistis.

Gotik

Photo by Oleg Magni

Jenis novel horor selanjutnya adalah gothic atau gotik. Genre satu ini umumnya berasal dari cerita di Eropa pada akhir abad 1700-an atau awal 1800-an. Gotik menampilkan perpaduan romansa dan horor, dan pada banyak tema, ini juga mencampurkan kondisi sosial masyarakat yang cukup rumit.

Banyak kejadian mengerikan dan menakutkan yang terjadi pada sekolah biarawati, atau ritual pengusiran roh masa sebelum renaisans.

The Woman in Black kaya Susan Hill adalah salah satu contoh prolog novel horor dari genre gotik yang cukup menarik untuk kamu baca.

BACA PULA:

Horor Kosmik

Photo by Dimitry Anikin

Jenis horor satu ini nampak aneh namun tidak kalah menakutkan. Kosmik horor lebih menekankan ketakutan manusia pada sesuatu yang tidak diketahui, tidak dipahami dan tidak ada unsur kemanusiaannya.

Ini pengertian horor yang aneh dan rumit, namun contoh cerita horor dengan kategori ini misalnya adalah The Ballad of Black Tom karya Victor LaValle.

Komedi Horor

Photo by Sam Pineda

Ini adalah jenis horor yang paling banyak diaplikasikan dalam berbagai cerita horor di Indonesia. Entah apakah itu campuran antara paranormal horor, suprantural horor atau bahkan psyco horor, unsur komedi hampir selalu ditampilkan.

Komedi horor adalah campuran antara komedi yang kadang ditampilkan dalam bentuk ‘kebodohan dan kevulgaran yang tidak sopan’ kemudian dipadukan dengan unsur menyeramkan.

Meskipun dianggap sebagai jenis horor dengan selera yang paling ‘rendah’, uniknya di Indonesia jenis ini adalah yang paling banyak peminatnya.

Dark Fantasy

Photo by Pixabay

Seperti halnya horor komedi yang merupakan kombinasi antara humor dan ketakutan, maka dark fantasy juga sama. Dalam dark fantasy, hal yang dipadukan adalah kegelapan yang seram dengan fantasy atau impian.

Makhluk-makhluk mitologi semacam naga yang memakan manusia, raksasa yang datang di tengah malam dan menguyah mimpi dan keceriaan anak-anak, kadang dimasukkan pula dalam genre yang satu ini.

Sci Fi Horor

Photo by Miriam Espacio

Ketakutan dan keseraman dalam genre horor satu ini adalah alien, makluk luar angkasa yang ganas dan tak terkalahkan, dan semacamnya. Beberapa orang tertarik untuk menyebut horor jenis ini sebagai fiksi ilmiah yang memasukkan unsur seram di dalamnya.

Khusus untuk sci fi horor, ini adalah ladang kosong yang masih sangat sedikit penulis menggelutinya.

Jadi, jika kamu adalah seorang penulis horor dan tidak tertarik ‘nyemplung’ dalam keramaian yang sudah terlalu umum, sci fi horor bisa jadi opsi yang menarik.

7 Tips Cara Menulis Cerita Hantu

Photo by Felipe Hueb

Setelah mengenal berbagai hal mengenai genre cerita horor di atas, sekarang adalah saatnya kamu mengambil pulpen dan kertas kemudian mulai menulis kisah horormu sendiri.

Menulis kisah horor kadang diartikan hanya sebatas kisah hantu dan mahluk gaib semata yang datang secara tiba-tiba di tengah malam dan udara dingin. Ini dilakukan sangat banyak penulis di Indonesia, menggambarkan cerita horor dengan gaya yang sama.

Nah, supaya lebih menarik, beberapa tips berikut ini mungkin akan membuatnya sedikit berbeda.

Gunakan Ketakutan Kamu Sendiri

Photo by Longxiang Qian

Langkah pertama cara membuat cerita horor di wattpad atau dimana pun kamu ingin menulis, adalah dengan menggunakan ketakutan kamu sendiri sebagai idenya.

Bagaimana maksudnya?

Apa yang kamu takutkan dari sesuatu yang bertemakan horor semacam ini? Apakah kegelapan? Ketinggian? Ruangan yang gelap dan tertutup? Kesepian dan kesendirian yang mencekam? Perairan terbuka yang dalam? Atau apa?

Apa pun itu, kamu bisa menggunakannya untuk mengangkat ketakutan cerita yang kamu tulis menjadi lebih kuat dan menggigit.

Jika ketakutanmu adalah tentang ketinggian, maka tulislah cerita horormu itu yang kengeriannya seperti halnya ketinggian yang menggentarkan hatimu. Kamu misalnya dapat melukiskan bagaimana napasmu yang hampir putus ketika dipaksa berjalan di atas jalan dengan lebar hanya 50 centimeter dengan  sisi salah satunya adalah jurang yang dalam dan gelap.

Atau jika ketakutanmu adalah tentang ruangan gelap dan tertutup, kamu mungkin bisa membayangkan setting cerita seperti goa, bekas galian tambang, atau bahkan terowongan panjang tak berujung.

Lukiskan semua ketakutanmu dengan lengkap. Bagaimana udaranya yang pengab seolah membekap mulutmu, hawanya yang dingin seakan membuat kamu menggigil , atau kekhawatiranmu jika sesosok makhluk menerkammu dari kegelapan dimana cahaya sama sekali tak bisa menyentuh matamu.

Gambarkan semua ketakutanmu itu dengan sempurna.

Pilih Hantu Sebagai Apa

Photo by cottonbro

Kesan apa yang kamu ingin pembacamu rasakan mengenai sosok hantu dan subyek ketakutan dalam novel horor yang kamu tulis?

Apakah kamu ingin pembacamu membencinya? Mencintainya? Atau hanya sekedar merasa takut dengan wujudnya yang seram dan kehadirannya di tengah malam?

Kamu tentu saja dapat memilih hantu sebagai sosok protagonis yang membalas dendam karena disakiti, seperti mayoritas ide cerita klise hantu di Indonesia yang datang bergentayangan karena ia dulunya adalah gadis baik hati yang diperkosa.

Atau kamu ingin membuat sesuatu yang lebih kaya lagi, dimana sosok hantu yang menjadi pusat horor adalah sesuatu yang ditakuti sekaligus jahat dan biadab?

Apakah hantu dalam ceritamu sebagai antagonis? Protagonis? Atau apa?

Tetapkan hal itu sebelum kamu menuliskannya.

Berikan Hantu Kisah Hidup yang Menarik

Photo by Alexandro David

Cerita horor dengan hantu yang datang secara tiba-tiba dan tanpa alasan, bukanlah jenis cerita horor yang menarik. Bagaimana pun juga misteriusnya sosok hantu, kamu harus memberi mereka masa lalu untuk menguatkan karakternya.

Kamu dapat memutuskan darimana sosok hantu dalam ceritamu berasal? Apakah ia pernah hidup sebagai manusia sebelumnya atau, ia adalah makluk jahat yang terlahir dari rahim iblis?

Jika ia adalah manusia, kamu dapat menambahkan lagi apa identitasnya; apakah ia laki-laki atau perempuan? Apakah ia tewas terbunuh ataukah bunuh diri? Berapa usianya? Mengapa ia menjadi sosok hantu yang menebarkan teror dalam ceritamu? Apa motivasi sosok horor itu sebenarnya.

BACA JUGA:

Gunakan Setting yang Tepat

Photo by Mike

Ini menarik dan kamu pastinya sudah sangat sering beradaptasi dengan hal ini.

Untuk pembaca Indonesia, kisah tentang vampir penghisap darah atau manusia serigala yang berubah di bulan purnama, mungkin tidak akan semenakutkan sosok pocong yang melompat-lompat di bawah serumpun batang pisang.

Lingkungan atau setting adalah sesuatu yang sangat krusial dalam penulisan cerita, termasuk cerita horor jenis apa pun. Setting, sperti yang mungkin sudah pernah kamu baca dalam artikel saya lainnya bahwa, tidak hanya tempat dan lokasi.

Kamu dapat menjadikan kepercayaan, kondisi politik, adat istiadat dan sosial budaya sebagai setting atau latar. Sesuaikan setting dengan jenis sosok horor yang kamu pilih yang harus pula dikorelasikan dengan target pembaca yang kamu sasar.

Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam mungkin akan familiar dengan gambaran sosok hantu seperti kuntilanak dan pocong. Namun di negara seperti Rusia atau Maroko, sosok ini tidak begitu menakutkan untuk dijadikan sentral horor.

Berikan Subjek Horor Beberapa Aturan

Photo by Phil

Bahkan hantu dan makhluk gaib pun membutuhkan aturan.

Ketika kamu menulis sebuah ceruta dimana satu karakter memiliki kekuatan yang tak terbatas dan tak memiliki aturan, maka dengan segera cerita itu akan menjadi membosankan. Begitu pula dengan unsur cerita horor, kamu pun harus memberi mereka batasan untuk membuatnya tetap menarik.

Aturan ini misalnya adalah bahwa sosok horor yang kamu ceritakan hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, atau ia tidak bisa menyakiti manusia secara langsung melainkan menginsinspirasi manusia untuk mencelakakan diri mereka sendiri, dan lain sebagainya.

Sekali lagi, beri beberapa sosok horor itu aturan dan batasan.

Dasarkan pada Riset

Photo by OVAN

Beberapa penulis cerita horor mengakui bahwa mereka menulis berdasarkan riset yang cukup di lapangan atau pun melalui media lainnya. Bahkan penulis KKN di Desa Penari yang sempat viral itu mengklaim bahwa tulisannya adalah jenis cerita non fiksi horor yang terilhami dari kejadian nyata.

Memang sulit mempercayai hal ini tanpa mengajukan banyak pertanyaan. Akan tetapi yang pasti, sebuah kisah horor yang didasarkan pada riset dan bersumber pada sesuatu yang riil di dunia nyata (terlepas apakah ia fiksi murni atau tercampur dengan realitas) akan selalu lebih menarik untuk dibaaca.

Menariknya lagi, meskipun bukan termasuk novel yang utuh, cerita horor panjang seram seperti KKN di Desa Penari adalah cerita dimana penulisnya mampu menyampaikan berbagai narasi cerita yang unik dan diklaim diperolehnya dari berbagai sudut pandang.

Hindari Sesuatu yang Klise dan Terlalu Mudah Ditebak

Photo by Rene Asmussen

Nah, tips terakhir untuk kamu yang memiliki keinginan untuk menulis kisah horor adalah; hindarilah untuk membuat sebuah jalinan cerita yang klise, terlampau umum dan sangat mudah ditebak.

Kuntilanak yang menjadi hantu karena bunuh diri atau dibunuh setelah terlebih dulu diperkosa adalah contoh cerita horor yang klise. Pembaca akan mudah menebak jalan cerita semacam itu karena sudah terlalu sering mereka temukan.

Dalam penulisan cerita apa pun, kreativitas dan imjinasi memainkan peranan yang sangat vital, bahkan untuk sosok hantu sekali pun.

Carilah plot yang tidak terpikirkan sama sekali oleh pembaca atau mereka sama sekali tidak membayangkan jalan cerita ke arah itu.

Ini mungkin tidak mudah untuk dilakukan, namun itu jauh lebih baik daripada menulis cerita fiksi yang cerita itu sudah diceritakan oleh ratusan penulis horor lainnya dengan nama karakter dan setting yang berbeda-beda.

BACA JUGA:

Bagaimana Selanjutnya?

Photo by Lennart Wittstock

Pada dasarnya cara menulis cerita hantu atau novel horor tidak memiliki banyak perbedaan dengan menulis novel genre tertentu lainnya.

Namun, karena kamu memiliki ketakutan, keseraman dan kengerian sebagai unsur utama cerita, maka kamu harus memfokuskan diri untuk dapat menampilkannya unsur tersebut semaksimal mungkin.

Kunci kesuksesan kamu selanjutnya adalah kedisiplinan, berlatih dan terus-menerus menulis. Pada hakikatnya, penulis apa itu genrenya, tidak bisa mencapai kesuksesan dalam berkarya tanpa disiplin dan kerja keras.

Jadi, semangatlah untuk terus menulis!



anton sujarwo

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 15 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:


Satu respons untuk “7 CARA MENULIS CERITA HANTU ATAU CERITA HOROR YANG MENARIK DAN EFEKTIF

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: