5 CARA MEMBUAT NOVEL THRILLER YANG SEMUA ORANG PASTI BISA

Ada 5 langkah yang bisa kamu gunakan sebagai cara membuat novel thriller yang sangat mudah dipraktikkan. Dengan 5 langkah ini nanti, kamu dapat lebih mudah untuk memetakan novel thriller dari mulai brainstorming ide, membuat outline hingga penulisan novel utuhnya sendiri.

Nah, setelah sebelumnya Penulis Gunung telah menulis mengenai berbagai ide contoh cerita thriller yang dapat kamu eksekusi sebagai inspirasi menulis novel, sekarang saya akan mengajak untuk secara khusus mempelajari cara menuliskannya.

Jadi, pastikan kamu membaca tulisan ini dengan utuh, ya.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA?

Cara Membuat Novel Thriller dengan Mudah yang Semua Orang Pasti Bisa

Photo by Pixabay on Pexels.com

Pertanyaan pertama sebelum masuk ke cara menulisnya adalah; apa yang membuat sebuah novel dapat disebut novel thriller?

Novel thriller lebih banyak didefinisikan sebagai satu novel yang paling efektif untuk membuat perasaan pembacanya menjadi sangat terikat dalam bentuk kecemasan, tegang, ketakutan, gugup dan juga bersemangat. Hampir semua contoh novel thriller terbaik mendefiniskan pengertian ini.

Dari sisi jenisnya sendiri, novel thriller setidaknya dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut;

  1. Novel Thriller Psikologi
  2. Novel Thriller Action
  3. Novel Thriller Kriminal/Fiksi Kriminal
  4. Novel Thriller Politik
  5. Novel Thriller Misteri/Fiksi Misteri
  6. Novel Thriller Spionase
  7. Novel Thriller Hukum
  8. Novel Thriller Fiksi Ilmiah

Kamu mungkin sering membaca novel thriller atau film thriller dengan berbagai latar belakang kategori di atas. Tapi bagaimana sebenarnya seorang penulis mampu membuat novel thriller yang bagus tersebut?

Nah, buat kamu yang tertarik untuk menulis novel dengan genre thriller jenis apa pun, 5 langkah berikut dapat kamu praktikkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Ciptakan Tokoh Cerita yang Hebat

Photo by Asaph Guedes on Pexels.com

Rumus pertama untuk membuat novel thriller dengan kualitas paling baik sudah menjadi rahasia yang umum yaitu; karakter atau tokoh cerita. Ini adalah fokus yang harus kamu beri porsi lebih besar dibandingkan setting, plot atau konfliknya sekali pun.

Coba kamu bayangkan beberapa nama berikut ini;

  • Jason Bourne
  • James Bond
  • Sherlock Holmes
  • Robert Lang
  • Dan lain-lain.

Itu adalah nama-nama karakter cerita yang sangat kuat dalam sebuah novel atau film thriller. Penulis novel thriller yang baik akan sangat paham bahwa para pembaca mereka akan sangat terikat pada karakter cerita, bukan pada plot atau setting.

Keterikatan pembaca pada karakter cerita akan membuat mereka tidak dapat mengalihkan perhatian mereka dari halaman novel yang kamu tuliskan. Pembaca dengan keterikatan yang kuat semacam ini akan dengan mudah memaafkan pada kemungkinan terjadinya minus pada plot, setting atau konflik. Mereka peduli pada karakter dan mereka melihat cerita dari kacamata tokoh yang mereka suka tersebut.

Sebaliknya, jika kamu menulis cerita thriller pendek atau novel yang hanya berfokus pada setting misalnya dan mengacuhkan karakter, kamu mungkin akan kehilangan pembaca dengan cepat.

Pembaca perduli dengan karakter. Jika karakter cerita sudah tidak menarik hati mereka, apa lagi yang ingin mereka perdulikan?

Jadi langkah pertama yang harus kamu ambil ketika memutuskan untuk menulis novel thriller adalah; bangun satu karakter yang kuat untuk ceritamu. Jika kamu bingung cara melakukannya, kamu bisa membaca panduannya disini: cara membangun karakter cerita yang menarik.

Bangun Konflik Cerita yang Menarik dan Memiliki Taruhan Tinggi

Photo by Thirdman on Pexels.com

Memang benar bahwa pembaca akan memaafkan plot cerita karena mereka menyukai tokohnya. Tapi ini jelas bukan sebuah alasan untuk membuat konflik cerita yang seadanya.

Dalam membuat novel thriller, pikirkan sebuah konflik yang istimewa, yang menarik dan yang memiliki nilai pertaruhan tinggi bagi karakter cerita.

Contohnya begini;

Jika kamu menulis cerpen thriller psikologi yang melibatkan karakter cerita yang memiliki kepribadian ganda, ciptakan mengapa hal itu unik, menarik, dan juga berisiko tinggi (taruhan tinggi). Anggaplah misalnya karena kepribadian ganda itu menggiring karakter cerita untuk melakukan serangkaian pembunuhan berantai yang mengerikan.

Harus ada sebuah keterkaitan yang besar antara jalan cerita, masalah yang diangkat dan tokoh cerita yang disampaikan. Buat sebuah konflik thriller yang benar-benar bikin cemas, jantungan, membuat gugup dan bersemangat.

Sekali lagi jika misalnya kamu menulis sebuah novel tentang pembuhuhan berantai, buat bagaimana kemudian plot cerita menjumpai tokoh protagonis dan membahayakan dirinya pula. Buat sebuah masalah yang misalnya jika tokoh protagonis tidak bisa menyelesaikan konflik tersebut, maka hidupnya dalam bahaya atau orang-orang yang ia cintai menjadi terancam.

Intinya adalah; sebuah novel thriller dengan konflik berisiko tinggi akan lebih menarik bagi pembaca.

Bahkan kamu sendiri tidak akan tertarik membaca sebuah novel thriller yang konfliknya sendiri tidak serius, bukan?

Jadi apa pun yang dipertaruhkan tokoh utama dalam cerita, buat itu istimewa dan berbahaya.

Jangan Manjakan Tokoh Protagonis

Photo by Connor Danylenko on Pexels.com

Sebuah cerita thriller hanya bisa disebut thriller jika itu mendebarkan, bikin cemas, gregetan dan mungkin juga membuat gugup. Hal ini sulit dicapai jika kamu membuat tokoh ceritamu terlalu hebat dan mampu mengatasi semua rintangan dengan mudah.

Jadi, rumus ketiga dalam membuat novel thriller dengan kualitas sempurna adalah jangan manjakan karakter ceritamu. Lempar ia dalam masalah, cambuk ia dengan kesulitan, atau giring ia untuk nyaris putus asa dan frustasi.

Nah, bagaimana caranya supaya langkah ketiga ini lebih mudah dilakukan?

Metode yang paling praktis adalah dengan membuat outline novel thrillermu lebih dulu. Dalam outline tersebut, pastikan kamu membuat rintangan yang tumpang tindih silih berganti menghalangi tujuan tokoh utama.

Jangan terlalu sayang untuk membuat tokoh utama cerita thrillermu kehilangan pekerjaan, kehilangan teman, kehilangan kekasih, ditangkap penjahat, dikhianati, diracuni, terluka parah, kesasar atau apa pun saja yang mengharuskan mereka untuk berjuang lebih keras dalam cerita.

Dengan membuat outline atau kerangka cerita terlebih dahulu, kamu akan lebih mudah mengeksekusi rintangan tersebut dalam cerita. Di samping itu, cara ini juga memberikan kamu gambaran yang lebih jelas mengenai tensi cerita.

Jika kamu bingung cara membuat outline novel thriller, novel fantasi, novel romantis atau novel apa saja, kamu bisa membaca panduan dan contohnya disini.

Seimbangkan Tensi Cerita

Photo by cottonbro on Pexels.com

Langkah yang keempat untuk membuat novel thriller yang baik adalah dengan mengatur tempo atau tensi cerita yang seimbang. Artinya meskipun ini adalah novel thriller yang menegangkan, tidak melulu semua adegan cerita harus berlansung dengan tegang, cepat dan bertensi tinggi.

Setelah kamu menulis adegan pertarungan yang cepat, kamu dapat mengimbanginya dengan adegan yang lebih slow dan membuat pembaca sedikit lebih rileks. Di samping sebagai penyeimbang tensi cerita, cara mengatur tempo yang seperti ini juga akan memberi kamu lebih banyak waktu untuk membangun momentum cerita yang menarik.

Misalnya begini;

Kamu baru saja menceritakan adegan dimana tokoh protagonis novelmu yang menghabiskan banyak energi untuk mengejar tersangka yang hampir saja tertangkap. Sayangnya menjelang tersangka bisa diringkus, satu kejadian lain membuat tokoh protagonis kemudian gagal.

Kamu mungkin menulis adegan kejar-kejaran, baku hantam, melompati pagar, adu tembak dan lainnya yang tentu harus dibuat cepat dan menegangkan.

Nah, sebagai penyeimbang cerita, kamu dapat menggambarkan tokoh cerita yang misalnya pulang ke rumah untuk beristirahat, berbincang dengan pasangannya, atau untuk sesuatu yang lain. Kemudian dalam satu skenario yang lain, kamu kembali dapat membangun satu adegan lain yang kembail tegang dan mendebarkan.

Intinya adalah, pertahankan jalar cerita yang seimbang. Novel thriller yang baik selalu membangun momentum klimaks terbaik dengan keseimbangan alur seperti ini.

Dan kamu pasti bisa membuatnya pula, bukan?

Ciptakan Tokoh Antagonis yang Kharismatik

Photo by Erik Mclean on Pexels.com

Cara terakhir yang penting untuk kamu perhatikan ketika menulis sebuah novel thriller adalah dengan menciptakan tokoh antagonis yang seimbang dengan tokoh protagonis. Artinya, kamu tidak boleh terpaku dengan definisi dangkal bahwa tokoh antagonis adalah simbol kejahatan dan kelicikan saja. Lebih dari itu, tokoh antagonis juga harus menarik simpati pembaca.

Anggaplah kamu menulis bahwa tokoh antagonis dari novel thriller yang kamu buat adalah seorang pembunuh berantai yang kejam dan sadis. Betul bahwa tindakannya tidak dapat dimaafkan, tapi kamu bisa mempertimbangkan bahwa motivasi yang dimiliki antagonis adalah sesuatu yang bisa dimengerti.

Bagaimana contohnya?

Kamu dapat membuat motivasi pembunuh berantai yang kejam itu adalah karena dendam sebab ia melihat hal yang sama terjadi pada orang terdekatnya di masa kecil. Trauma yang demikian dalam ini pula yang membuat sang antagonis berubah menjadi psikopat sadis dan berbahaya setelah dewasa.

Arti umumnya adalah, seorang tokoh yang menjadi lawan utama protagonis haruslah tokoh yang seimbang atau bahkan lebih hebat dari dirinya.

Jadi, wajah antagonis dalam novelmu tidak boleh hanya mewakili wajah kejahatan murni yang keras dan antipati. Untuk menyempurnakan karakternya, tidak ada salahnya menambahkan sifat tanggung jawab atau komitmen sebagai ciri lain dari pribadi kompleksnya.

Tokoh jahat atau tokoh antagonis yang masuk akal motivasinya, yang logis alasan mereka, akan jauh lebih mudah mengikat pembaca dibandingkan antagonis yang hanya jadi wajah angkara murka semata.

BACA JUGA:

Nah, itu adalah 5 cara membuat novel thriller yang bisa kamu praktikkan. Dengan konsistensi dan disiplin, seiring waktu kamu akan semakin mudah dalam melakukannya.

Atau jika kamu ingin lebih mudah dalam mempelajarinya, kamu juga bisa dalam kelas menulis online di Penulis Gunung Id.

Jadi, selamat menulis.

Serius ingin jadi penulis?

Kelas menulis online solusinya

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

5 tanggapan untuk “5 CARA MEMBUAT NOVEL THRILLER YANG SEMUA ORANG PASTI BISA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: