3 CONTOH CERITA FIKSI PENDEK INDONESIA DAN PESAN MORALNYA

Sebagai bangsa dengan akar kesusastraan yang tinggi, ada banyak contoh cerita fiksi pendek sarat makna yang bisa ditemukan di berbagai daerah Indonesia. Kisah-kisah ini berasal dari fabel, dongeng, cerita rakyat, atau pun yang berasal dari khazanah pemikiran para penulis sendiri.

Nah, jika kamu tertarik untuk menulis satu cerita fiksi pendek pula, beberapa contoh berikut ini nanti bisa menjadi referensimu untuk melakukannya.

KAMU PUNYA KISAH HIDUP MENARIK UNTUK DIJADIKAN BUKU NAMUN BINGUNG CARA MENULISKANNYA?

Contoh Cerita Fiksi Pendek Paling Populer di Indonesia + Pesan Moralnya

Menulis fiksi membutuhkan kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Orang-orang yang terjun dalam penulisan fiksi biasanya adalah orang-orang yang memiliki daya khayal yang menarik. Alam khayal yang mereka miliki itulah kemudian yang diterjemahkan dalam karya fiksi berbentuk tulisan.

Di Indonesia, ada sangat banyak sekali cerita fiksi yang bisa ditemui. Dari Sabang hingga Merauke, memiliki kisah fiksi mereka sendiri untuk diceritakan. Beberapa dari cerita fiksi ini bahkan telah terkenal sepanjang masa sebagai satu contoh cerita fiksi khas Indonesia.

Menariknya adalah, bahwa ternyata sebagian besar cerita ini berupa legenda.

Lantaran ia adalah legenda, cerita-cerita ini sarat dengan makna, pesan moral dan hikmah. Dan nampaknya, untuk tujuan menyampaikan pesan moral itulah cerita-cerita ini disebarluaskan.

Nah, apa sajakah contoh cerita fiksi legenda yang paling terkenal di Indonesia?

Berikut ini 3 di antaranya

Legenda Danau Rawapening – Contoh Cerita Fiksi Pendek 1

Sumber foto: Divianart

Jika kamu mengunjungi Danau Rawapening di kabupaten Semarang, tepatnya di daerah Salatiga, ada sebuah obyek wisata bernama Bukit Cinta yang bisa kamu kunjungi.

Di samping menikmati keindahan danau, di tempat kamu juga bisa menelusuri legenda terjadinya Rawapening melalui relief-relief yang diukir di sepanjang dinding salah satu banguan di sana.

Secara ringkas relief tersebut bercerita sebagai berikut;

Alkisah ada seorang anak kecil bernama Baru Klinting yang datang ke sebuah pesta rakyat untuk meminta makanan. Lantaran ia menggunakan baju yang kotor dan kulitnya kudisan, penduduk desa tidak memenuhi permintaannya, dan justru mengusirnya dengan kasar. Hanya ada seorang nenek tua yang menaruh iba kepada Baru Klinting dan berbaik hati padanya.

Sebagai jelmaan dewa naga, Baru Klinting merasa marah dengan perlakukan penduduk desa. Ia kemudian mengadakan sayembara yang terkenal dengan nama Sayembara Mencabut Lidi. Baru Klinting menancapkan sebatang lidi di tanah dan siapa pun yang bisa mencabut lidi tersebut adalah pemenangnya.

Hampir semua penduduk desa meremehkan tantangan tersebut. Namun kenyataannya, tidak ada yang mampu mencabut lidi yang ditancapkan oleh Baru Klinting. Hingga Baru Klinting sendirilah yang diminta mencabut lidi tersebut.

Sebelum mencabut sendiri lidi yang ditancapkannya, Baru Klinting telah terlebih dahulu mendatangi nenek yang berbaik hatinya kepadanya dan menyampaikan satu permintaan.

“Nek, jika nanti ada air bah datang, maka nenek naiklah ke lesung ini dan gunakan alu ini sebagai dayungnya”

Setelah mengatakan hal itu, Baru Klinting kemudian datang lagi ke lokasi sayembara dan mencabut lidinya.

Ketika lidi dicabut, tiba-tiba menyemburlah air yang deras dari lubang bekas tancapan lidi tersebut. Air terus mengalir, semakin deras, semakin besar dan tidak bisa dihentikan. Hingga kampung tersebut dipenuhi air, tenggelam dan menghilang.

Tidak ada yang selamat dalam peristiwa itu kecuali si nenek baik hati yang menggunakan lesung sebagai sampannya.

Saat ini, danau besar dari mata air lidi Baru Klinting itulah yang dikenal dengan nama Rawa Pening.

Pesan Moral Contoh Cerita Fiksi Rawa Pening

Sumber foto: Tribun Jateng

Meskipun ini bukan contoh cerita fiksi karangan sendiri, tapi kamu pasti dapat menangkap pesan moralnya dengan mudah, bukan?

Kebaikan adalah sesuatu yang seharusnya universal, itu adalah pesan utama cerita.

Ketika ingin berbuat baik pada orang lain, kamu tidak boleh memandang latar belakangnya, fisiknya, bentuknya, rasnya, kepercayaannya dan hal-hal yang membuat kamu berpikir dua kali untuk berbuat baik.

Perbuatan baik akan selalu melahirkan kebaikan, sementara perbuatan buruk juga akan menjadi awal dari keburukan.

Legenda Tangkupan Perahu – Contoh Cerita Fiksi Pendek 2

Sumber gambar: Ceritaihaan

Ini adalah kisah fiksi yang sangat terkenal di Indonesia, berasal dari Jawa Barat dan menyisakan bukti berupa sebuah gunung yang menjadi obyek wisata favorit di sekitar kabupaten Bandung.

Ada 3 karakter utama dalam cerita ini yaitu, Sangkuriang, Dayang Sumbi dan si Tumang.

Dayang Sumbi adalah wanita yang sangat cantik jelita, ia memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Suami Dayang Sumbi juga merupakan seorang laki-laki yang tampan, hanya saja ia dikutuk menjadi anjing karena suatu kejadian. Anjing itulah yang disebut dengan si Tumang.

Suatu ketika Dayang Sumbi memerintahkan Sangkuriang untuk pergi mengambilkan benang menjahitnya yang tertinggal.

“Sangkuriang, Anakku, kamu pergilah ambilkan benang ibu yang tertinggal itu. Ajak si Tumang untuk menemanimu”

Sangkuriang pun segera berangkat memenuhi permintaan ibunya.

Beberapa waktu kemudian Sangkuriang sudah kembali membawa benang miliki ibunya. Hanya saja ia tidak bersama si Tumang. Dengan sengaja Sangkuriang telah meninggalkan di Tumang karena ia melihat ibunya yang terlalu sayang pada anjing itu. Bahkan kadang melebihi sayangnya pada Sangkuriang sendiri.

Mendengar jawaban Sangkuriang, murkalah Dayang Sumbi, ia mengusir Sangkuriang dengan kasar dan sempat memukul kepalanya menggunakan sendok yang terbuat dari tempurung kelapa. Kepala Sangkuriang terluka dan mengucurkan darah.

Sangkuriang yang kecewa dan bersedih karena diusir ibunya kemudian merantau, pergi jauh mengembara selama bertahun-tahun. Hingga ia tumbuh menjadi pemuda tampan, sakti mandraguna dan sama sekali lupa dengan masa lalunya. Dayang Sumbi yang ditinggal merasa menyesal dan berdoa kepada Tuhan supaya diberi umur panjang untuk bertemu dengan anaknya kembali.

Belasan tahun kemudian Sangkuriang kembali datang ke kampung itu, dan ia menemukan perempuan cantik jelita yang tidak lain adalah Dayang Sumbi sendiri. Dengan segera Sangkuriang jatuh cinta dan berniat melamarnya, dan itu diterima oleh Dayang Sumbi. Sebagai syaratnya, Dayang Sumbi minta dibuatkan sebuah sampan atau perahu.

Akan tetapi pada satu kesempatan, Dayang Sumbi mengetahui bahwa pemuda yang melamarnya adalah Sangkuriang karena melihat luka di kepalanya.

Dayang Sumbi pun mencari cara menolak lamaran yang menyulut kemarahan Sangkuriang. Puncak dari kemarahan tersebut adalah ketika Sangkuriang menendang sampan yang hampir selesai ia buat hingga terlempar jauh dalam posisi tertelungkup (tengkurap).

Sampan itulah yang saat ini dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

Pesan Moral Contoh Cerita Fiksi Tangkuban Perahu

Sumber gambar: PPID Kota Bandung

Sangkuriang dan Legenda Gunung Tangkuban Perahu sebenarnya juga termasuk contoh cerita fiksi panjang jika semua detailnya diuraikan. Namun secara garis besar, beberapa pesan penting yang bisa diambil dari kisah fiksi ini adalah sebagai berikut;

  • Iri hati akan selalu berakibat buruk (perbuatan Malin Kundang meninggalkan si Tumang).
  • Keputusan yang diambil saat marah selalu berakhir tidak baik (Dayang Sumbi yang mengusir Malin Kundang).
  • Bagaimana pun juga, jangan putus asa dalam berdoa (doa Dayang Sumbi untuk bertemu anaknya kembali)

Legenda Malin Kundang – Contoh Cerita Fiksi Pendek 3

Sumber foto: anehdidunia

Beberapa ada yang berpendapat bahwa ini adalah contoh cerita non fiksi karena terdapat bukti berupa batu seperti orang bersujud di pantai Sumatera Barat sana. Namun Malin Kundang si Anak Durhaka seperti yang kamu sudah tahu, adalah contoh kisah fiksi berbentuk cerita rakyat turun temurun.

Kisahnya kurang lebih seperti ini;

Di pesisir Sumatera Barat pada suatu masa, hiduplah seorang janda bersama dengan anak lelakinya. Anak lelaki janda ini bernama Malin Kundang, mereka hidup dalam kondisi yang sangat sederhana.

Beranjak remaja, Malin Kundang meminta izin kepada ibunya untuk pergi merantau guna mengubah nasib. Mulanya si ibu tidak mengizinkan karena betapa sepi dirinya jika ditinggalkan Malin. Namun tekad Malin yang kuat akhirnya meluluhkan hati sang Ibu.

Malin Kundang pun pergi merantau.

Bertahun-tahun ia di rantau. Ia bekerja dengan tekun, dengan rajin dan pandai bergaul sehingga dengan cepat nasibnya membaik.  Bahkan anak saudagar yang cantik jelita pun naksir kepada Malin Kundang dan bersedia menikah dengannya.

Suatu ketika isteri Malin Kundang mengajak suaminya untuk berkunjung ke kampung Malin. Setelah melakukan berbagai persiapan akhirnya berangkatlah mereka dengan sebuah kapal besar yang penuh pelayan dan harta benda. Beberapa hari berlayar kapal itu pun tiba di kampung Malin. Dengan perahu yang lebih kecil Malin beserta isteri dan pelayan mereka datang ke kampung.

Ibu Malin Kundang yang senantiasa berdoa ingin berjumpa kembali dengan anaknya, merasa takjub dengan sosok Malin yang sudah sangat berbeda. Malin Kundang sudah jadi orang kaya, isterinya cantik, pakaiannya mahal, dan pelayannya banyak. Sementara ia di kampung masih hidup sebagai janda tua yang miskin dengan pakaian lusuh dan dekil.

Tapi itu tak menghentikan niatnya untuk menyambut Malin Kundang dan memeluknya.

Namun respon Malin justru tidak pernah disangka sang ibu. Malin menolak memeluknya, bahkan tidak mengakui bahwa janda tua yang telah melahirkannya itu sebagai ibunya. Bahkan sebelum kembali ke kapal besarnya, dengan kasar Malin Kundang mendorong sang ibu hingga terjatuh dan menangis.

Kemudian terucap doa yang sangat legendaris itu;

“Ya Tuhanku, jika dia bukan Malin anakku, maka aku memaafkannya, ya Allah. Tetapi jika memang dia adalah Malin Kundang anakku, maka berilah ia hukuman, ubahlah ia menjadi batu”

Tuhan menjawab doa ibu yang kecewa itu sesaat kemudian dengan langit menghitam disertai hujan badai dan gelombang mengerikan. Laut murka kepada Malin Kundang si anak durhaka yang segera mencabik-cabik kapalnya menjadi serpihan.

Malin Kundang yang menyadari kesalahannya berusaha menyelamatkan diri ke pantai.

Di sana ia bersujud, meraung memohon ampun. Tapi, doa ibu tua yang teraniaya itu tak bisa diubah, karena sesaat kemudian tubuh Malin Kundang telah berubah menjadi batu.

Pesan Moral Contoh Cerita Fiksi Malin Kundang

Sumber gambar: Grid.id

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pelajaran dan renungan dari kisah Malin Kundang ini, namun yang terpenting adalah ini adalah tentang peringatan untuk anak durhaka.

Kisah Malin Kundang adalah fiksi namun pesannya nyata.

Siapa pun manusia yang durhaka kepada ibu mereka akan menemukan murka dalam hidupnya. Cepat atau lambat dalam bentuk apa pun, kedurhakaan sudah pasti akan berubah menjadi sebuah penyesalan.

BACA JUGA:

Nah, itu adalah 3 contoh cerita fiksi pendek paling terkenal di Indonesia yang sarat dengan pesan moral untuk direnungkan.

Beberapa contoh cerita fiksi lain yang juga cukup populer misalnya adalah;

  1. Legenda Lutung Kasarung
  2. Legenda Jaka Tarub
  3. Legenda Candi Prambanan
  4. Legenda Timun Mas
  5. Legenda Batu Badaon
  6. Legenda Danau Toba
  7. Legenda Gunung Merapi
  8. dan masih banyak yang lainnya

Tips Menulis Cerita Fiksi

Menulis cerita fiksi membutuhkan imajinasi dan kreativitas. Nah kamu juga bisa melakukannya dengan baik, beberapa tips ini bisa kamu praktikkan.

  • Perbanyak membaca karya fiksi penulis lain.
  • Jangan terpaku hanya pada satu genre favorit, perluas wawasanmu pada genre yang lain.
  • Jangan menulis karena permintaan pasar, tapi menulislah sesuatu yang hatimu ingin tuliskan.
  • Jangan lupakan membuat outline cerita sebelum memulai penulisan.
  • Lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekeliling, beberapa ide fiksi terbaik kadang datang dari kehidupan nyata.
  • Menulislah setiap hari.
  • Gunakan list karakter yang kuat untuk membangun penokohan.
  • Mintalah feedback beberapa teman dekat sebelum karya fiksimu dipasarkan

Ingin jadi penulis?

Yuk, gabung dalam kelas menulis online bersama kami

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

Satu pendapat untuk “3 CONTOH CERITA FIKSI PENDEK INDONESIA DAN PESAN MORALNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: