BAGAIMANA CARA MENULIS BUKU: SEBUAH PANDUAN SERIUS UNTUK PENULIS PEMULA

Bagaimana sebenarnya cara menulis buku yang paling efektif dan mudah dipraktikkan oleh para penulis pemula?

Jika kamu adalah salah satu orang yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang penulis di kemudian hari, dan baru mulai mencobanya sekarang, panduan ini ditulis untuk kamu. Dengan panduan yang lengkap namun sederhana ini, kamu akan lebih cepat menyelesaikan penulisan buku dan meraih mimpimu menjadi seorang penulis.

Nah, bagaimanakah panduannya serta apa yang harus kamu lakukan?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Panduan Mudah dan Lengkap Cara Menulis Buku untuk Para Pemula

Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Bagi para penulis pemula, cara menulis buku dan menerbitkannya bisa saja adalah sebuah tantangan yang sulit. Namun dengan kesediaan kamu untuk belajar, semua proses ini sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana dan gampang untuk dilakukan.

Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk menulis kisah menarik, atau jenis tulisan apa pun yang ingin kamu tuliskan, panduan ini bisa kamu terapkan. Cara menulis buku tentang kisah hidup atau tentang apa saja, akan semakin mudah untuk dilakukan dengan menerapkan panduan-panduan ini nantinya.

Lantas, bagaimanakah panduannya?

Ini dia langkah-langkahnya

BACA JUGA:

Berlatih dan Kembangkan Keterampilan Menulismu Setiap Hari

Photo by fotografierende on Pexels.com

Menulis buku atau menulis apa pun yang sifatnya panjang dan kontinyu, tidak ubahnya seperti keterampilan dalam olahraga. Untuk bisa menjadi pemain bulu tangkis yang hebat, kamu tidak bisa meraihnya dengan membaca buku tentang bulu tangkis atau hanya menonton pertandingan badminton di TV saja.

Ada latihan yang konsisten dan terus menerus untuk mencapai sebuah keterampilan yang mumpuni.

Oh ya, apakah kamu tahu nama Khabib Nurmagomedov, petarung mixed martial art di UFC yang tidak pernah sekali pun kalah itu?

Untuk mendapatkan kemampuan bertarung yang sangat baik dan mental yang sangat siap, Khabib berlatih setiap hari. Ia tidak pernah babak belur dalam setiap pertandingan. Dan yang pasti rekor 29 kali menang dan tidak pernah kalah sekali pun telah membuktikan pada dunia bahwa ia adalah legenda dalam ajang olahraga tarung bebas tersebut.

Nah, demikian pula dengan cara menulis buku novel, cerpen, artikel, biografi dan lain sebagainya. Kamu harus melatih dan mengembangkan keterampilan kamu setiap hari dengan menulis, membaca, mengetahui sesuatu yang baru, dan lain sebagainya.

Kamu mungkin tidak akan sekaya J.K. Rowling, atau seterkenal Leo Tolstoy, tapi yang jelas kamu akan semakin bertumbuh menjadi seorang penulis setiap harinya.

Ciptakan Ruangan atau Tempat Khusus Menulis

Photo by Anthony Shkraba on Pexels.com

Cara menulis buku pemula yang juga jarang disadari oleh banyak penulis kadang adalah mengenai pentingnya sebuah tempat yang tepat untuk menulis. Kamu tidak bisa menciptakan karya tulis yang menarik jika kamu terganggu dengan apa yang ada di sekelilingmu.

Buatlah sebuah tempat khusus yang dapat kamu gunakan sebagai studio untuk menulis. Ketika kamu memasuki tempat tersebut dan berada di dalamnya, aura yang muncul adalah menulis dan berkarya. Lupakan sejenak tentang gangguan semacam televisi, video game atau pun handphone dan sosial media.

Tentu saja kamu dapat membuat tempat seperti itu di rumah kamu, di kamar tidur atau dimana pun kamu merasa nyaman.

Studio menulis tidak harus mewah dan lengkap. Namun studio menulismu haruslah mampu memberi suasana yang nyaman untuk menulis tanpa gangguan.

Menyediakan ruangan khusus untuk menulis adalah jawaban dari bagaimana cara menulis buku yang kedua.

BACA PULA:

Temukan Alasan yang Tepat Mengapa Kamu Ingin Menulis

Photo by Eva Elijas on Pexels.com

Banyak para penulis pemula yang memiliki impian besar untuk menjadi penulis, tidak menyadari betapa kesepiannya pekerjaan menjadi seorang penulis.

Kamu akan menghabiskan banyak waktu dengan duduk sendirian di depan monitor laptop atau komputer. Kamu akan disibukkan dengan riset, menulis, mengedit, layout, menentukan cover dan lain sebagainya. Dan sedihnya, semua itu akan lebih banyak kamu lewati dengan sendirian.

Jika sudah begini, beberapa orang akan menyerah dengan kebosanan. Dan impian mereka menjadi penulis pun kandas.

Dalam panduan cara menulis buku pemula PDF, seringkali ditekankan bahwa kamu harus menemukan alasan mengapa kamu menulis sebelum proses menulis itu sendiri. Kumpulkan setidaknya beberapa alasan sebagai pendorong, motivator, kobaran semangat, untuk kamu jadikan percikan tekad menulismu supaya tidak pernah padam.

BerkomitmenTinggi

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku bisa memakan waktu yang lama. Bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tanpa komitmen yang kuat untuk menyelesaikannya, kamu akan menemui kesulitan untuk melihat apa yang kamu tulis ada di tangan para pembaca.

Apa pun jenis buku yang kamu tulis, fiksi atau pun non fiksi, semuanya akan membutuhkan komitmen tingkat tinggi untuk dijalani. Sayangnya, tidak setiap hari penulis merasa dalam kondisi terbaik untuk menulis. Writer block, kebosanan, jenuh, bad mood, kesibukan, pekerjaan dan lain sebagainya, adalah beberapa rintangan yang siap menjegal impianmu.

Jika sudah begini, komitmenmu pada hasil akhir, dalam arti komitmenmu untuk menyelesaikan buku, adalah kunci untuk bisa melewatinya.

BACA JUGA:

Riset dan Cari Tahu Siapa Pembacamu

Photo by Zichuan Han on Pexels.com

Langkah menulis buku selanjutnya yang juga tidak boleh kamu lupakan adalah dengan mencari tahu tentang siapa sebenarnya yang akan menjadi pembaca ideal kamu nantinya?

Orang-orang membeli buku karena mereka membutuhkan informasi, mencari hiburan atau supaya mereka merasa terinspirasi. Ketika kamu mengetahui apa yang calon pembaca bukumu inginkan, yang harus kamu lakukan kemudian adalah dengan menyesuaikan apa yang bisa kamu tulis untuk mereka.

Titik terbaik sebagai jalan keluar dari hal ini adalah dengan mengenal seperti apa target pembacamu dan apa yang mereka inginkan. Langkah selanjutnya adalah dengan mencari titik tertentu dalam tulisan kamu yang selaras dengan keinginan mereka untuk dikembangkan.

Misalkan kamu menulis buku untuk diterbitkan berupa novel yang calon pembacanya adalah remaja, maka kamu harus pula mengenal remaja targetmu itu seperti apa, apa yang mereka sukai, topik seperti apa yang akan membuat mereka senang.

Kemudian temukan apakah topik tulisanmu sesuai dengan yang mereka inginkan, dan berfokuslah disana.

Pelajari Buku Lain

Photo by Leah Kelley on Pexels.com

Jika kamu adalah penulis buku misteri, maka tidak ada salahnya untuk membaca buku dengan genre yang sama. Ini bukan untuk menjiplak, meniru atau plagiat, tapi ini adalah semacam studi banding untuk menggali keunggulan tulisan kamu.

Kamu bisa melakukan ini dengan tidak harus menamatkan semua buku yang memiliki genre sama dengan yang kamu tulis. Kamu mungkin bisa memilih 10 buku yang terbaik di antaranya, kemudian mulai mempelajari mengenai judulnya, kategorinya, dan juga beberapa ide yang tersimpan di dalamnya.

Untuk memudahkan prosesnya, kamu mungkin juga bisa melihat review dari para pembaca buku tersebut. Catat dan identifikasi apa yang mereka suka, apa yang mereka tidak suka dan, apa pula yang mereka harapkan.

BACA PULA:

Kumpulkan Ide Buku

Photo by Dom J on Pexels.com

Jika kamu menulis buku fiksi namun mengambil lokasi yang nyata, maka detail adalah sesuatu yang sangat penting. Kamu harus mampu menggambarkan setting lokasi cerita fiksimu itu serinci mungkin.

Namun jika kamu menulis buku non fiksi, maka sumber dan riset adalah yang paling mendasar. Sebuah karya ilmiah tentunya membutuhkan sumber yang jelas, referensi yang cukup, dan juga penelaahan yang memadai dari penulisnya.

Oleh karena itu sebelum kamu mantap menulis sebuah buku, baik fiksi atau pun non fiksi, kumpulkan sebanyak mungkin ide mengenai bukumu. Secara sederhana kamu bisa melakukan ini seperti cara menulis buku pelajaran dimana kerangka dan listicle memudahkan prosesnya.

Tetapkan Buku yang Kamu Tulis

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Jika kamu menulis buku non fiksi, ini adalah bagian yang tidak bisa kamu langkahi. Kamu harus mengenal bukumu sebaik mungkin bahkan sebelum kamu menulisnya sekali pun.

Tuliskan beberapa pertanyaan berikut ini dalam sebuah kertas kosong, kemudian jawablah sendiri dengan sangat jujur. Tidak perlu khawatir dengan penilaian, tidak ada yang akan melihat jawaban yang kamu tuliskan.

  1. Untuk siapa sebenarnya buku yang ditulis ini?
  2. Apa ide besar yang ada dibalik buku ini?
  3. Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan dan kelemahan saya dalam menuliskannya?
  4. Apa yang membuat buku ini berbeda dengan buku lain yang sejenis?
  5. Apa yang ditawarkan buku ini sehingga ia layak dibaca?

Sebenarnya bagian cara menulis buku ini seperti menulis rencana internet marketing. Jadi kamu memulainya dengan menganggap bahwa bukumu adalah sebuah produk yang harus memiliki nilai jual yang dapat menjawab kebutuhan pembaca.

BACA JUGA:

Tentukan Tipe Gaya Menulismu

Photo by Dziana Hasanbekava on Pexels.com

Jika kamu menuliskan bukumu menggunakan pemetaan terlebih dahulu seperti plot cerita, penyusunan karakter, penetapan setting, menggunakan kerangka yang lengkap dan lain sebagainya, maka kamu adalah jenis penulis dengan gaya Plotters.

Namun, jika kamu menulis benar-benar mengalir saja, kamu hanya membiarkan dirimu hanyut bersama alur cerita dalam pikiranmu ketika menulis, atau kamu seakan dibimbing Tuhan dalam menulis setiap kata tanpa rencana, maka kamu adalah penulis dengan gaya Pantsers.

Apa pun gaya yang membuat kamu nyaman dalam menulis, lakukan.

Setiap orang akan memiliki gaya menulisnya masing-masing. Dan itu akan membutuhkan proses serta tidak menjadi masalah.

Saat menulis novel Merapi Barat Daya yang mendapat rating sempurna dari pembacanya itu, saya menulisnya dengan gaya Pantsers. Sementara saat menulis buku non fiksi seperti Dewi Gunung, Mahkota Himalaya dan yang lainnya, maka saya menulisnya dengan gaya plotters.

Kamu bebas memilih salah satu sebagai gayamu, atau bahkan kedua-duanya sekaligus.

Wawancarai Orang yang Berpengalaman

Photo by Sora Shimazaki on Pexels.com

Wawancara adalah cara menulis buku yang bisa kamu lakukan jika kamu menulis non fiksi. Atau bahkan juga untuk buku fiksi.

Jika kamu menulis misalnya tentang dunia pendidikan, maka melakukan beberapa wawancara dengan pendidik, dengan guru, dengan penulis buku pelajaran dan pengambil keputusan, tentu saja akan lebih menarik.

Hasil wawancara akan memberi kamu perspektif baru yang akan membuat buku yang kamu tulis menjadi lebih kaya.

BACA PULA:

Buat Kerangka Buku

Photo by Michael Burrows on Pexels.com

Outline atau kerangka adalah bagian sangat penting dalam cara menulis buku kisah hidup atau buku apa pun juga. Jadi, jangan diabaikan.

Membuat kerangka akan membuat kamu menulis lebih cepat, lebih tepat sasaran dan tidak melebar terlalu jauh. Kerangka yang mendetail juga mampu menambah produktivitas dalam menghasilkan buku dalam waktu yang lebih singkat.

Pada penulisan buku fiksi, kerangka juga bisa diterapkan dengan membuat plotting terlebih dahulu. Seperti disampaikan sebelumnya, jika kamu mengambil setting sesuatu yang nyata, membuatnya menjadi lebih mendetail adalah sesuatu yang lebih menarik.

Bertahap Seperti Marathon

Photo by Pixabay on Pexels.com

Ketika marathon, sangat berbahaya bagimu untuk langsung melibas 50 kilometer dalam satu kali putaran, Kamu akan lebih aman dan nyaman jika melakukannya secara bertahanp namun kontinyu hingga garis finish.

Cara menulis buku pun demikian.

Susunan kata, kalimat, paragraf, halaman dan bab, tidak bisa kamu sikat sekaligus dalam sekali duduk. Kami bisa membaginya dalam beberapa bagian yang lebih kecil dalam mengerjakannya. Hari ini kamu bisa menulis tentang A misalnya beberapa paragraf, besok kamu bisa melakukan hal yang sama untuk topik tengan B, C, D dan seterusnya.

BACA JUGA:

Menulislah Setiap Hari

Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Seorang penulis profesional bisa menulis hingga 4.000 kata setiap hari atau bahkan lebih.

Ini terdengar berat bagi beberapa orang, bukan?

Menulis setiap hari secara konsisten itu membutuhkan tekad dan komitmen yang serius dan tidak setiap orang mampu melakukannya. Untuk menyiasatinya, kamu juga bisa melakukan hal ini secara bertahap. Misalnya dengan menetapkan target penulisanmu setiap hari dalam jumlah tertentu.

Untuk penulis pemula, jumlah 300 hingga 500 kata itu sudah cukup mengesankan jika konsisten dilakukan setiap hari. Dengan pengalaman dan jam terbang, satu hari 4.000 atau 5.000 kata tidak akan menjadi masalah lagi untukmu.

Selesaikan Naskah Pertamamu tanpa Rasa Khawatir

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Lupakan typho, salah ketik, ejaan yang salah, pemenggalan yang keliru, atau berbagai kesalahan teknik umum lainnya saat kamu menulis naskah pertamamu. Pokoknya, hilangkan kekhawatiran dalam hatimu saat menyelesaikan draf pertama buku yang kamu tulis.

Tujuan paling penting dari penulisan draf pertama adalah harus selesai, bagaimana pun hasilnya.

Nah, setelah draf pertama selesai, panduan cara menulis buku baru meminta kamu untuk memperbaikinya melalui editing, membaca ulang, dan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk menyempurnakan naskahnya.

BACA PULA:

Terima saja jika Kamu Membuat Kesalahan

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com

Membuat kesalahan dalam proses menulis itu adalah sesuatu yang biasa. Apalagi jika itu adalah draf pertama.

Kamu mungkin akan salah dalam menuliskan nama tempat, istilah, menuangkan dialog, atau bahkan membuat urutan plot bab yang sesuai. Jika kamu menemukan hal ini saat kamu membaca ulang draf pertama yang kamu tulis, artinya kamu sudah sukses melangkah ke tahap penulisan yang lebih baik.

Ada beberapa penulis pemula yang merasa begitu frustasi ketika menemukan naskah pertama terlihat demikian kacau.

Sejujurnya, itu bukanlah masalah. Bahkan hampir setiap penulis besar yang kamu kenal, melewati hal yang sama dalam proses tumbuh kembang mereka menjadi penulis.

Terima saja kenyataan jika kamu membuat kesalahan dalam naskah pertamamu. Jika kamu mampu menjaga semangat dan konsistensimu untuk tetap stabil, kamu akan melihat betapa cepat kamu nantinya berkembang dalam penulisan selanjutnya.

Atur Waktu Menulismu dengan Baik

Photo by JESHOOTS.com on Pexels.com

Ini mungkin lebih kepada tips menulis buku yang baik. Saya juga sudah menuliskan hal ini dalam beberapa postingan saya untuk topik yang relevan.

Kemampuan mengatur waktu untuk menulis dan konsisten menjalaninya adalah bagian besar dari kesuksesan menulis itu sendiri, paling tidak dalam hal produktivitas dan efektivitas.

Saya biasa mulai menulis buku sejak jam 03:00 pagi hingga jam jam 06:00, atau setelah anak-anak saya terbangun. Siang harinya saya juga menulis artikel untuk pekerjaan saya sebagai content writer atau ghost writer, kemudian sore dan malam harinya saya lanjutkan dengan menulis untuk blog yang saya kelola.

Sebagai penulis pemula, kamu mungkin tidak bisa menulis seharian dan setiap hari. Untuk itu aturlah waktumu sebaik mungkin dan temukan saat paling ideal bagi kamu untuk menulis.

Dan yang paling penting, disiplinlah dalam menjalaninya

BACA INI JUGA, YUK:

Tetapkan Deadline

Photo by Black ice on Pexels.com

Penulis profesional menulis menggunakan deadline.

Ini bukan seperti mempersiapkan sebuah hukuman pancung jika kamu terlambat menyelesaikan tulisan, namun lebih sebagai dorongan supaya kamu bisa menulis secara disiplin dan menyelesaikan buku kamu tepat waktu.

Deadline akan membantu kamu untuk mengatur strategi dalam menulis, baik dalam soal waktu mau pun dalam soal target harian.

Seumpama kamu mulai menulis pada bulan Januari dan menargetkan buku kamu berjumlah 60.000 kata. Kemudian kamu memasang deadline pada akhir bulan April. Maka kamu setidaknya memiliki waktu selama 4 bulan atau 120 hari dalam menuliskannya.

Secara sederhana kamu harus menulis setidaknya 500 kata dalam satu hari untuk membuat targetmu tercapai dan buku kamu selesai tepat waktu, bukan?

Lawan Writer Blocks

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sebagai penulis, tidak setiap hari kamu terinspirasi untuk menulis. Ada kalanya kamu akan merasa jenuh, bosan, tidak tahu harus menulis apa, atau merasa menghadapi dinding tebal kebuntuan yang tidak dapat kamu tembus.

Dan kamu sudah tahu kan, itu adalah writer block?

Lantas, apa saran terbaiknya saat menghadapi writer block seperti ini?

Tidak ada saran yang paling baik dalam menghadapi writer block selain dengan melawannya. Cari tips menghadapi writer block untuk kemudian menulislah lagi. Jangan berlama-lama memanjakan kemandulan para penulis ini sehingga membuat kamu terbiasa berdamai dengannya.

Lawan writer block, dan jangan menyerah dengannya.

BACA PULA:

Lihat Kembali Proses yang sudah Kamu Lakukan

Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Ketika writer block melanda, lihat kembali seberapa jauh kamu telah melangkah. Dengan melihat, membaca dan me-review kembali apa saja yang sudah kamu lakukan, kamu akan menyadari bahwa kamu semakin dekat pada tujuan.

Bisa saja kamu telah menulis 10.000 kata, 30.000 kata atau bahkan 50.000, dan jika kamu memilih menyerah pada writer block ketika pencapaianmu sudah sedemikian signifikan, itu adalah satu hal yang sangat disayangkan.                                                                                                     

Melihat kembali proses yang sudah dilalui akan memberi kamu kekuatan untuk terus menulis.

Karyamu hampir saja selesai dituliskan, jangan menyerah oleh rintangan dan writer block yang datang menghadang.

Beri Jeda Sebelum Melakukan Editing

Photo by Pixabay on Pexels.com

Bagaimana cara menulis buku selanjutnya adalah dengan memberikan jeda sebelum kamu melakukan proses editing. Jeda ini bisa satu minggu atau dua minggu, atau tergantung kamu dalam menetapkan waktunya. Hal yang paling penting adalah, jeda ini mampu memberi kamu kesegaran dan relaksasi sejenak setelah menulis sepanjang waktu.

Di samping itu, dengan memberikan jeda antara penulisan draf pertama dan editing yang harus kamu lakukan selanjutnya, kamu memiliki kesempatan untuk sedikit merayakan keberhasilanmu.

Bagaimana pun juga, keberhasilan menyelesaikan naskah pertama bagaimana pun hasilnya, adalah kesuksesan pertama yang sudah selayaknya dirayakan oleh seorang penulis pemula. Selain itu, jeda ini juga akan membuat pikiranmu lebih fresh, lebih tenang dan lebih nyaman ketika melakukan editing nantinya.

BACA JUGA:

Tetapkan Budget Penerbitan Mandiri

Source: Business Khow-How

Hal yang paling saya sukai dalam menerbitkan buku saat ini adalah kamu tidak harus melakukannya melalui penerbit besar untuk mempublikasikan bukumu. Dengan berbagai pertimbangan, menerbitkan buku secara mandiri jauh lebih menyenangkan untuk dilakukan.

Nah, dalam penerbitan mandiri ini, kamu tentu saja harus memikirkan biayanya.

Beberapa penerbit indie mengharuskan penerbitan dalam jumlah tertentu, bisa 20 atau bahkan 50 eksemplar. Paket ini juga sebagian besar sudah dilengkapi dengan layanan ISBN, desain cover, dan layouting.

Setelah naskahmu selesai dan kamu anggap sudah siap terbit, maka kamu dapat memperhitungkan berapa biaya yang akan kamu siapkan untuk mempublikasikannya.

Cari Editor Profesional dan Proofreader Berpengalaman atau Lakukan Sendiri

Source: Fiverr

Secara pribadi, saya tidak pernah menggunakan editor profesional atau pun proofreader berpengalaman untuk semua buku-buku saya. Dengan segala keterbatasan, saya harus melakukan semua pekerjaan itu sendiri.

Namun seiring pengalaman dan jam terbang, semua proses menjadi semakin baik dan menyenangkan. Editing memang memerlukan upaya yang ekstra untuk bisa dilakukan, proofreading juga demikian.

Akan tetapi jika kamu memiliki cukup banyak bujet dan  ingin menghasilkan buku yang lebih bonafit, kamu bisa menggunakan jasa editor dan proofreader. Namun yang paling penting adalah, bagian ini tidak boleh menghalangi kamu untuk terus mem-publish bukumu meskipun bujet kamu sendiri terbatas.

YUK, BACA INI JUGA:

Terbitkan Bukumu

Source: Babyblog

Nah, ini adalah bagian yang paling mengasyikkan sekaligus juga menegangkan dalam proses menjadi seorang penulis. Menerbitkan buku hasil karya pertama kamu akan memberikan perasaan yang luar biasa. Kamu akan mendapatkan pengalaman dan sensasi tersendiri ketika melakukannya nanti.

Apa pun cara penerbitan yang kamu pilih, indie atau pun mayor, rasa deg-degan menunggu hasil cetakan bukumu adalah sesuatu luar biasa.

Kamu bisa saja masih akan menemui berbagai kesalahan setelah membaca buku kamu secara langsung nantinya. Kamu mungkin akan berkata; seharusnya covernya begini, penulisannya begini, atau kalimatnya begini. Namun, lupakan sejenak mengenai hal itu. Rayakan saja kesuksesanmu yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku.

Dapatkan Feedback dan Review

Photo by fotografierende on Pexels.com

Selanjutnya setelah buku kamu jadi dan mulai didistribusikan kepada pembeli, mintalah kepada mereka untuk memberi kamu feedback atau sedikit review ringan.

Apa pun review yang mereka berikan, buka hati kamu selebar mungkin untuk menerimanya.

Pujian, saran, kritik, referensi dan semacamnya, adalah hal berharga utuk menyempurnakan tulisan-tulisan kamu selanjutnya.

Selanjutnya Bagaimana?

Source: Balloon One

Nah, itu adalah serangkaian langkah cara menulis buku yang sebenarnya dapat kamu pahami dengan mudah dan praktikkan. Dengan latihan dan konsistensi terus-menerus, kamu akan semakin mahir dan berpengalaman melakukannya.

Oh ya, jika kamu masih merasa mempraktikkannya, kamu bisa meminta bimbingan penulisan buku pada www.penulisgunung.id juga, lho. Caranya gampang, kamu hanya perlu menghubungi melalui form kontak yang telah disediakan.

Selamat mencoba!


Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 14 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: