5 ELEMEN CERITA FIKSI PALING PENTING DALAM PENULISAN CERPEN ATAU NOVEL

Paling tidak adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dalam setiap penulisan novel atau pun cerpen. Kelima elemen ini adalah struktur dasar yang menjadikan sebuah cerita fiksi menjadi sempurna. Tanpa kelima elemen ini, cerita fiksi tidak mungkin dapat dibangun. Walaupun kamu memiliki ide cerita yang demikian luar biasa.

Nah, apa saja sebenarnya elemen paling penting dalam penulisan cerita fiksi yang berbentuk cerpen atau pun novel?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

5 Elemen Cerita Fiksi yang Paling Penting dalam Setiap Penulisan Novel atau pun Cerpen

Photo by Dids on Pexels.com

Menulis fiksi menjadi sesuatu yang digandrungi oleh banyak orang pada saat ini. Profesi penulis mulai dilirik sebagai salah satu profesi yang menjanjikan untuk digeluti. Penghasilan yang lumayan dengan karya-karya yang bikin bangga, telah menjadikan magnet bagi lebih banyak orang untuk menulis. Dan sebagian besar dari mereka, hampir selalu memilih fiksi untuk mengawalinya.

Menulis fiksi memang terlihat jauh lebih mudah dibandingkan menulis non-fiksi. Meskipun demikian, pemahaman elemen elemen struktur fiksi yang menjadi pokok penting pembangun cerita juga tidak dapat diabaikan. Sayangnya bagi banyak penulis pemula, bagian ini seringkali tidak terlalu mereka perhatikan.

Pada dasarnya elemen cerita pendek atau cerpen dengan elemen pembentuk novel yang lebih panjang disusun oleh pondasi yang sama. Hanya saja ada perbedaan kuantitas dan kompleksitas yang kemudian mendefiniskan kedua jenis cerita fiksi tersebut. Novel secara umum memiliki kuantitas dan kompleksitas elemen yang lebih besar.

Akan tetapi pada dasarnya, baik cerpen atau novel, memiliki elemen prosa cerita yang sama. Untuk menulis cerita dalam bentuk cerpen mau pun novel dengan baik, kamu perlu memahami apa saja yang menjadi elemen pentingnya.

Lantas, apakah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting untuk membangun sebuah cerita yang bagus?

Berikut rinciannya.

BACA JUGA:

Alur Cerita atau Plot

Source: Freepik

Elemen penting pertama dalam penulisan cerita fiksi adalah plot atau alur cerita. Plot adalah alur cerita yang menjadi arah penulisan yang kamu lakukan. Plot akan selalu melekat dimana pun karakter berada dan apa pun yang dilakukannya. Plot akan selalu ada dalam kejadian apa pun yang terjadi sepanjang penulisan cerita yang kamu lakukan.

Kumpulan kejadian-kejadian yang direkayasa sepanjang cerita akan menjadi pembangun bagi ternbentuknya alur cerita keseluruhan yang kemudian dapat kamu sampaikan dalam sinopsis umum. Sementara kejadian tunggal yag berlangsung sepanjang jalan cerita adalah bangunan yang saling terkait sebagai pembentuk alur utuh.

Kemampuan kamu membangun elemen cerpen atau novel yang terdiri dari kepingan-kepingan kejadian dalam bentuk alur atau plot, adalah bagian penting dari elemen penulisan cerita fiksi pertama yang dapat kamu ketahui sebagai unsur penulisan fiksi.

Latar atau Setting

Photo by Burkay Canatar on Pexels.com

Elemen kedua dalam penulisan cerita fiksi baik dalam bentuk cerpen atau novel adalah setting atau latar. Setting merupakan tempat dimana sebuah plot berlangsung dan karakter melakukan aksinya. Setting penting dalam cerita fiksi dan kedudukannya sama dengan plot atau karakter itu sendiri.

Setting tidak harus sesuatu yang realistis. Pada penulisan fiksi ilmiah atau jenis cerita tertentu, setting dapat berlaku secara imajiner. Namun sebagai elemen dari fiksi yang kuat, setting atau latar imajiner akan sangat dipengaruhi dari seberapa baik kamu mendeskripsikan detail latar cerita yang kamu tulis.

Penting juga untuk kamu fahami bahwa latar atau setting tidak hanya dapat diartikan sebagai tempat saja. Kondisi pemikiran, keyakinan agama, pilihan politik, kekangan adat istiadat, atau prinsip dogma-dogma, juga dapat menjadi setting sebuah cerita.

Karakter atau Tokoh

Source: Freepik

Elemen ketiga dalam penulisan cerita fiksi adalah karakter atau tokoh. Karakter sendiri merupakan sosok objek yang diceritakan dalam plot dan juga setting. Secara prinsip, semakin spesifik kamu melukiskan satu karakter dalam cerita fiksi, mak semakin kuat pula kemudian karakter tersebut akan terbentuk.

Umumnya masyarakat mengenal dua karakter paling menonjol saja dalam penulisan fiksi yaitu karakter baik atau protagonis, dan karakter jahat atau antagonis. Namun hakikatnya, elemen cerita fiksi dalam bentuk karakter tidak sesederhana itu saja. Selain tokoh protagonis dan antagonis, ada juga yang dikenal dengan istilah karakter mentor, karakter support, dan lain sebagainya.

Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan rekaan imajinasi penulis sendiri. Nah, pada umumnya untuk membuat cerita fiksi menjadi lebih hidup dan menyentuh lebih banyak sudut-sudut pembaca, seorang penulis membuat pula beberapa karakter pembantu yang akan membuat elemen ceritanya menjadi lebih kompleks.

Konflik atau Masalah

Source: Freepik

Elemen keempat dalam penulisan cerita fiksi adalah konflik. Konflik atau permasalahan harus ada dalam setiap cerita fiksi. Semakin dramatis konflik yang bisa tuliskan, maka akan semakin besar pula dampaknya bagi keseluruhan cerita.

Konflik memegang peranan penting dalam setiap penulisan cerita jenis apa pun. Bahkan jika itu bukan fiksi. Namun dalam fiksi, kamu tentu saja dapat mendesain sebuah konflik sesuai dengan kemauanmu sendiri. Dan yang perlu diingat pula dalam penulisan cerita fiksi, konfliknya haruslah kuat dan menyeret sisi emosional berbagai karakter di dalamnya.

Beberapa penulis pemula menghindari tokoh-tokohnya dari berbagai masalah sebagai cara mereka untuk memuja kesempurnaan karakter cerita. Akan tetapi para penulis berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi sudah pasti tahu bahwa hanya dengan konflik dan permasalahan yanhg rumit akan menguji ketangguhan karakter yang diceritakan.

Tema dan Gaya

Source: Freepik

Hal terakhir yang menjadi elemen penting dalam penulisan fiksi adalah tema atau topik cerita. Ini semacam garis besar cerita yang kamu tuliskan itu tentang apa. Atau dapat pula dengan membuat sebuah pertanyaan mengenai; pesan apa yang ingin kamu sampaikan dalam cerita yang kamu tulis tersebut?

Ada banyak tema penulisan yang bisa kamu pilih. Dan ketika kamu sudah punya garis besar cerita untuk ditulis, maka memilih tema bukan sesuatu yang sulit. Kamu bisa memilih tema percintaan, peperangan, kepahlawanan, persahabatan, pengkhianatan, dan berbagai topik penulisan fiksi lainnya.

Selain tema, gaya juga adalah elemen cerita yang seharusnya kamu miliki dalam setiap penulisan fiksi. Gaya atau style adalah pilihan cara kamu menceritakan sesuatu dengan kata, kalimat dan teknis story telling yang khas dari kamu. Style berkorelasi erat dengan branding image seorang penulis.

Pembaca kadang tidak begitu jatuh cinta dengan cerita yang disampaikan. Atau tidak begitu tertarik dengan tema penulisannya sendiri. Namun, jika ia sudah jatuh cinta dengan style menulis sang penulis, maka ia kemungkinan besar akan membaca semua tulisan yang ditulis oleh penulis tersebut.

BACA JUGA:

Source: Freepik

Nah, itu adalah 5 elemen cerita fiksi yang paling penting dan setiap penulisan. Umumnya para penulis pemula sekali pun sudah menggunakan 5 elemen ini dalam tulisan mereka. Hanya saja agar cerita fiksi yang kamu tulis dapat berkembang jadi lebih sempurna, maka kamu harus disiplin melatih dan mempraktikkannya.

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: