Lompat ke konten
Beranda » Blog » Pengertian Fiksi, Ciri-ciri dan Contohnya

Pengertian Fiksi, Ciri-ciri dan Contohnya

Dunia dipenuhi oleh karya-karya fiksi legendaris, dari The Lord of the Rings sampai Avatar, dari Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk hingga Laskar Pelangi. Sepanjang sejarah, fiksi adalah jenis buku yang paling banyak dibaca di dunia. Tetapi, apa pengertian fiksi sebenarnya?

Nah, kali ini saya akan mengajak kamu untuk merefresh kembali mengenai pengertian fiksi, jenis, ciri-ciri dan contohnya.

Yuk, simak ulasannya hingga tuntas, ya.

Kamu punya kisah hidup menarik untuk dijadikan buku namun bingung cara menuliskannya?

Daftar Isi Artikel

Pengertian Fiksi?

Apa itu fiksi?
Photo by Dids on Pexels.com

Pengertian yang paling sederhana dari fiksi adalah sebuah cerita rekaan yang berdasar pada imajinasi penulis.

Akan tetapi dalam terjemahan yang lebih lengkap, pengertian fiksi adalah sebuah karya naratif yang dibuat bukan berdasarkan kenyataan, melainkan produk imajinasi dari seorang pengarang. Istilah fiction kebanyakan ada dalam penulisan sastra, dan pengertian fiksi memiliki banyak sub ketegori dalam perkembangannya kemudian.

Kata fiksi sendiri berasal dari bahasa latin ‘fictio’ yang memiliki makna ‘pembentukan atau pembangunan’.

Relevansi dengan maknanya saat ini adalah; fiction memiliki maksud sebagai satu pembangunan atau pembentukan ide kreatif dalam bentuk dunia imajiner yang bersumber pada imajinasi seorang pengarang.

Cerita fiksi adalah kebalikan dari cerita non fiksi yang penulisannya berdasarkan sesuatu yang nyata. Baik fiction mau pun non-fiction adalah dua genre paling umum dalam karya sastra.

Ciri-Ciri Cerita Fiksi

Apa itu fiksi
Photo by Pixabay on Pexels.com

Dalam ruang lingkupnya sebagai sebuah karya sastra, fiksi memiliki ciri-ciri yang hampir selalu dapat diidentifikasi dengan mudah.

Ciri-ciri cerita fiksi yang paling penting dan paling umum adalah sebagai berikut;

1. Menggunakan Banyak Perangkat Sastra

Penulis atau pengarang menggunakan banyak perangkat atau komponen sastra dalam menyampaikan dan memperkaya gagasan ceritanya. Beberapa perangkat sastra tersebut misanya adalah alegori, metafora, simbolisme dan sebagainya.

2. Explorasi Tema yang Lebih Luas

Tema dalam fiksi sastra kebanyakan bercerita tentang dunia yang lebih luas dari kehidupan manusia. Ini dapat saja berupa respon terhadap kebudayaan, keyakinan, kondisi sosial dan lain sebagainya.

3. Alur Cerita Digerakkan oleh Tokoh atau Karakter

Jika dalam karya non fiksi seperti biografi dan autobiografi, motor penggeraknya adalah peristiwa yang umum ditulis secara kronologis. Maka dalam karya fiksi yang menjadi motor penggerak alur bukan peristiwa melainkan karakter atau tokoh cerita.

Secara spesifik tokoh protagonis adalah pusat perkembangan cerita pada umumnya.

4. Struktur Penulisan Non Konvesional

Para penulis fiksi bisa mengaplikasikanya gaya penulisan yang bebas dan tidak terikat pada metode-metode yang baku.

Menulis plot, menentukan ending, mengatur berbagai konsep cerita dapat sangat berbeda dengan penulisan dalam dunia penulisan non fiksi umumnya.

5. Penggunaan Bahasa yang Tinggi

Para pengarang fiksi terbiasa menggunakan kata-kata yang tinggi atau tingkat lanjut. Ini dapat saja berbentuk bahasa yang lebih puitis, kiasan dan penuh dramatikal. Bahkan kadang-kadang dalam fiksi ilmiah menggunakan kosakata yang sama sekali baru.

Selain ciri-ciri tersebut, mengidentifikasi satu cerita fiksi juga dapat dengan cara melihat beberapa elemen berikut ini;

  • Fiksi bersifat rekaan atau bersumber dari imajinasi pengarang.
  • Fiksi biasanya memuat pesan moral atau amanat tertentu.
  • Sasaran penulisan fiksi pada umumnya adalah emosi pembaca, bukan logikanya.
  • Struktur penulisan fiksi lebih fleksibel daripada non fiksi.
  • Kebenaran dalam fiksi sifatnya relatif. Artinya setiap pengarang dapat saja mennggambarkan satu kebenaran berdasarkan versinya sendiri, bahkan yang sama sekali berbeda dengan persepsi pembaca pada umumnya.

Fungsi Fiksi

apa itu fiksi?
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Ada banyak contoh fiksi dan non fiksi yang memberikan nilai-nilai untuk dipelajari oleh pembaca. Beberapa karya dari kedua jenis sastra tersebut bahkan memperkenalkan hal-hal yang benar-benar baru bagi masyarakat, alih-alih hanya menyampaikan satu sudut pandang lain untuk suatu obyek.

Namun fiksi setidaknya memiliki dua fungsi utama sebagai berikut;

a. Untuk Menghibur Pembaca

Tujuan paling utama dari fiksi adalah untuk menghibur pembacanya.

Fiksi memberikan kesempatan pada pembaca untuk menjelajah dunia cerita berdasarkan kacamata karakter atau tokoh cerita. Penggunaan sudut pandang yang kaya juga bisa menjadi hal menarik untuk tujuan ini.

b. Untuk Mendidik dan Mencerahkan Pembaca

Fiksi dengan segala kekayaan deskripsi penceritaan, latar, setting, karakter, plot dan nilai-nilai yang ada, mampu memberikan nilai edukasi kepada pembaca dalam bentuk pengalaman dan pemahaman yang dapat dicerna dan diambil manfaatnya.

c. Menyajikan dan Menginspirasi Ide-ide

Fiksi juga dapat menjadi media penyajian ide, gagasan, pemikiran dan pandangan seorang pengarang.

Dalam dunia pembaca, gagasan dan pemikiran yang disampaikan penulis juga dapat menginspirasi ide lain yang dimiliki oleh para pembaca pula.

d. Mengomentari Struktur Kekuasaan dan Politik

Pada banyak masa dalam sejarah, kekuasaan yang sangat buruk hanya bisa dilawan oleh sastra. Fiksi adalah media yang dapat digunakan untuk mengomentari atau pun mengkritisi kekuasaan semacam ini.

e. Memadukan Tema-tema Kuno

Fiksi juga bisa menjadi media yang sangat efektif untuk memadukan berbagai tema-tema yang sudah lama eksis dalam sejarah.

Dalam fiksi kamu bisa menuangkan tema tentang manusia dan kelemahannya, tentang cinta, tentang keindahan alam, tentang misteri, tentang kebrutalan, dan juga tengan kematian.

Jenis Fiksi atau Format Fiksi

Apa itu fiksi

Umumnya masyarakat hanya mengenal tiga hal saja dalam karya sastra fiksi yaitu novel, cerpen dan roman.

Namun karena pengertian fiksi merupakan sebuah karya rekayasa yang berisi cerita berdasarkan imajinasi pengarang, maka format fiksi dapat berkembang lebih luas lagi.

Dalam perkembangannya karya sastra lain seperti drama, fabel, dongeng, komik, cerita bergambar, bahkan video juga bisa termasuk sebagai format fiksi.

Di Indonesia beberapa jenis fiksi yang paling poluler misalnya adalah;

Novel

Ini adalah jenis fiksi yang paling populer dan paling banyak dihasilkan oleh para pengarang. Novel memiliki struktur yang lebih kompleks, lebih panjang dan lebih rumit daripada cerpen. Dalam novel, konflik bisa lebih dari satu, terdapat sub konflik, sub plot dan juga banyak karakter.

Cerpen

Daripada novel, cerpen tentu saja lebih pendek.

Cerpen pada umumnya hanya memfokuskan pada satu konflik saja untuk diselesaikan. Jumlah tokoh juga hanya terbatas pada protagonis, antagonis dan mungkin satu atau dua tritagonis. Cerpen pada umumnya langsung berakhir dengan ending.

Roman

Roman mungkin memiliki batasan yang kabur dengan novel.

Umumnya, roman bisa diidentifikasi dengan kehadiran nilai-nilai luhur, hikmah dan pelajaran sepanjang cerita. Di Indonesia, penulis roman yang paling terkenal misalnya adalah Hamka.

Selain tiga jenis fiksi di atas, seiring perkembangan zaman bertambah kemudian satu jenis fiksi lagi, yaitu;

Fiksi Pengagum (Fan Fiction)

 Ini adalah jenis fiksi yang terinsipirasi dari fiksi sebelumnya yang ditulis oleh penulis lain.

Pengertian fiksi pengagum tidak termasuk plagiat atau penjiplakan karya sastra, ini adalah jenis fiksi yang lahir karena kekaguman penulis terhadap penulis lainnya kemudian menghadirkan karya serupa.

Misalnya kekaguman pada karya J.R.R. Tolkien dalam The Hobbit dan The Lord of the Rings yang telah menginspirasi lusinan karya sejenis setelahnya.

Genre Populer dalam Fiksi

Apa itu fiksi?
Photo by Nadi Lindsay on Pexels.com

Dunia mengenal banyak genre dalam penulisan buku fiksi. Hingga saat ini, setidaknya ada 12 genre fiksi yang paling umum dan bisa menjadi pilihan untuk menulis fiksi.

Kedua belas genre fiksi tersebut adalah sebagai berikut;

1. Fiksi Realistis

Adalah fiksi yang ditulis berdasarkan sesuatu yang khayal namun sangat mungkin untuk terjadi di dunia nyata.

2. Fiksi Sejarah

Ini adalah fiksi yang mengambil latar belakang salah satu kejadian dalam sejarah. Unsur fiksi dalam fiksi sejarah bisa bercampur antara tokoh, konflik, plot dan juga setting.

3. Fiksi Ilmiah

Adalah jenis fiksi yang bersumber pada ilmu pengetahuan atau teknologi. Fiksi jenis ini biasanya berkisah tentang masa depan, time travelling, antariksa, dan sebagainya.

4. Fiksi Fantasi

Disebut juga sebagai fiksi khayalan karena fiksi ini sama sekali tidak mungkin terjadi dalam kehidupan yang nyata. Setidaknya jika itu dipandang dalam perspektif umum.

5. Fiksi Misteri

Ini adalah fiksi yang sepanjang ceritanya berkisah tentang teka-teki yang harus dipecahkan dan ditemukan jawabannya.

6. Fiksi Puisi

Ciri khas utama fiksi puisi adalah penggunaan kata-kata yang indah dan memikat supaya lebih menyentuh sisi emosional pembaca.

7. Fiksi Dongeng yang Berlebihan

Istilah lain untuk menyebut fiksi satu ini adalah tall tale atau dongeng yang dibesar-besarkan. Ciri khas utamanya adalah membesar-besar salah satu obyek penceritaan sehingga tidak lagi dapat dipercaya.

8. Fiksi Dongeng Ajaib

Ciri khas fiksi satu ini adalah mengangkat unsur-unsur yang ajaib, mustahil, supranatural dan sangat luar biasa dalam penceritaannya. Cerita tentang peri, kurcaci, penyihir, naga dan raksasa termasuk dalam genre fiksi dongeng ajaib.

9. Fiksi Mitos

Cerita fiksi satu ini adalah upaya rakyat untuk menjelaskan tentang bagaimana sesuatu terjadi atau bagaimana sesuatu akan menjadi. Beberapa mitos berasal dari kejadian nyata namun karena penambahan yang yang terlalu jauh, keabsahannya sudah tidak dapat lagi dipercaya.

10. Fiksi Fabel

Fiksi fabel adalah cerita fiksi yang berisi perumpamaan dan biasanya menggunakan karakter binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda alam sebagai tokohnya.

11. Fiksi Legenda

Merupakan fiksi yang bisa saja berdasarkan kisah nyata tentang seseorang atau tentang sesuatu kejadian namun, sudah tidak akurasinya tidak lagi terjamin karena sudah terlampau banyak penambahan.

12. Fiksi Kontemporer

Ini adalah fiksi modern yang hampir mirip deskripsinya dengan fiksi realistis. Fiksi kontemporer bercerita tentang kehidupan zaman modern atau masa yang sama dengan pembacanya.

Contoh Karya Fiksi

Ada banyak sekali contoh fiksi yang bisa untuk kamu pelajari.

Beberapa contoh dari karya-karya fiksi yang bisa kamu pelajari tersebut misalnya adalah;

1. The Hobbit karya J.R.R. Tolkien

Ini adalah salah satu karya fiksi fantasi terkenal yang bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk menulis karya serupa. The Hobbit berkisah tentang dunia kurcaci dan petualangan mereka untuk kembali ke tanah kelahiran mereka di sebuah gunung penuh emas.

2. Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka

Dengan muatan pesan dan hikmah didalamnya, karya-karya Hamka lebih tepat disebut roman dibandingkan novel. Termasuk sebuah cerita yang berkisah tentang kisah cinta antara Hamid dan Zaenab yang berasal dari Sumatera Barat ini.

3. War and Peace karya Leo Tolstoy

Ini adalah contoh fiksi sejarah yang menarik dan buah karya sastrawan besar Rusia. War and Peace bercerita tentang invasi yang dilakukan oleh Napeloen Bonaparte dari Perancis atas Rusia pada tahun 1812.

4. Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Penulis muda Indonesia dari Bangka Belitong ini mengisahkan masa kecilnya dalam satu kisah yang menarik. Laskah Pelangi termasuk novel komtemporer yang berdasar kisah nyata tentang murid-murid sebuah sekolah dasar dari Belitong dan perjuangan serta persahabatan yang terjalin di antara mereka.

5. Carrie karya Stephen King

Jika kamu mencari contoh fiksi misteri, Carrie dari Stephen King bisa menjadi bacaan yang menarik. Carrie bercerita tentang seorang remaja puteri yang memiliki kekuataan supranatural yang membalas dendam atas perlakuan buruk yang ia terima di sekolah.

6. Merapi Barat Daya karya Anton Sujarwo

Shopee Mantul

Ini termasuk novel kontemporer dengan genre petualangan yang paling menarik untuk kamu jadikan bacaan. Merapi Barat Daya berkisah tentang seorang pendaki gunung yang terobsesi mendaki Puncak Selatan gunung Merapi yang tak tertaklukkan.

BACA JUGA:


Tingkatkan skill menulismu

Yuk, gabung di Kelas Menulis Online Penulis Gunung dan keterampilan menulismu akan naik satu level


Penulis terbaik

Anton Sujarwo

Saya adalah seorang penulis buku, content writer, ghost writer, copywriters dan juga email marketer. Saya telah menulis 17 judul buku, fiksi dan non fiksi, dan ribuan artikel sejak pertengahan tahun 2018 hingga sekarang.

Dengan pengalaman yang saya miliki, Anda bisa mengajak saya untuk bekerjasama dan menghasilkan karya. Jangan ragu untuk menghubungi saya melalui email, form kontak atau  mendapatkan update tulisan saya dengan bergabung mengikuti blog ini bersama ribuan teman yang lainnya.

Tulisan saya yang lain dapat dibaca pula pada website;

Saya juga dapat dihubungi melalui whatsapp di tautan ini.

Fortopolio beberapa penulisan saya dapat dilihat disini:

%d blogger menyukai ini: